Anda di halaman 1dari 68

KK3LL DI SPBU

OLEH

ICHSAN MUCHTAR
PUSDIKLAT MIGAS CEPU

DARI MANA BBM DIHASILKAN ?

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

KEGIATAN USAHA MIGAS


MENURUT UU No 22/2001

1.KEGIATAN USAHA HULU


2.KEGIATAN HILIR
PUSDIKLAT MIGAS CEPU

Berminat jadi pemilik


SPBU ???

Investasi awal sekitar 4 sampai 5 Milyar rupiah .


Keuntungan Bruto 4 % .dari omset penjualan
Balik Modal 10 tahun .
Lahan Tanah tepi Jalan Raya
Walau Persaingan ketat dan kritis namun manis.

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

DASAR HUKUM K3/LL DIOPERSI HILIR


MINYAK DAN GAS BUMI

1. U.U.D 1945 PASAL 27 AYAT 2


2. U.U. No 1 TAHUN 1970
3. UU 22 tahun 2001
4. U.U. No 32 TAHUN 2009 TENTANG LH
5. PP NO 36 tahun 2004.
6.PERATURAN PERUSAHAAN
PUSDIKLAT MIGAS CEPU

PENGOLAHAN

PENYIMPANAN

KEGIATAN
HILIR

NIAGA

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

PENGANGKUTAN

ASPEK KK LL KEGIATAN MIGAS


2. Kegiatan Usaha Hilir
a. Pengolahan
Kebakaran, peledakan, kecelakaan kerja,
pencemaran
b. Pengangkutan
Kebakaran,peledakan, kecelakaan kerja,
pencemaran
c. Penyimpanan
Kebakaran,peledakan, pencemaran
d. Niaga
Kebakaran,peledakan, pencemaran
PUSDIKLAT MIGAS CEPU

ATURAN ATURAN YANG TERKAIT


DALAM PERATURAN PEMERINTAH NO 8 TAHUN 2003 :
BAB II pasal 2 ayat 1.d KETERSEDIAAN SUMBER DAYA
APARATUR.
PP NO 36 2004 BAB II pasal 6 ayat c PENGGUNAAN
TENAGA ASING DAN PENGEMBANGAN TENAGA
INDONESIA
BAB XIV : K3/LL
PERATURAN MENTERI ESDM N0 : 0006 TAHUN 2005
TENTANG PEDOMAN POKOK STANDAR KOMPETENSI
BIDANG JABATANSTRUKTURAL DINAS
PERTAMBANGAN DAN ENERGI
PUSDIKLAT MIGAS CEPU

APA ARTI DAN MAKNA K3.


Suatu pemikiran & upaya menjamin keutuhan dan
kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga
kerja khususnya & manusia pada umumnya, hasil karya
& budayanya menuju masyarakat adil & makmur.
K3 ilmu pengetahuan yang penerapannya dalam usaha
mencegah kemungkinan terjadina kecelakaan &
penyakit akibat kerja di tempat kerja.
K3 merupakan spesialisasi tersendiri, karena didalam
pelaksanaannya dilandasi oleh UU dan ilm pengetahuan
tertentu,terutama ilmu teknik dan medik.

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

MANFAAT PELAKSAANAAN
PERATURAN K3/LL

KEMANUSIAN.
EKONOMIS.
SOSIAL.
HUKUM.
..

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

SELAMAT
(SAFE)

SECARA RELATIF BEBAS DARI BAHAYA,


CIDERA, KERUSAKAN, ATAU DARI RESIKO
BAHAYA DAN LAIN SEBAGAIANYA

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

KECELAKAAN :

ADALAH SUATU KEJADIAN, YANG DAPAT


MENGAKIBATKAN CIDERA PADA MANUSIA
ATAU KERUSAKAN PADA HARTA
PUSDIKLAT MIGAS CEPU

KECELAKAAN KERJA
SUATU KECELAKAAN YANG TERJADI
PADA SESEORANG KARENA
HUBUNGAN KERJA DAN
KEMUNGKINAN BESAR DISEBABKAN
BAHAYA YANG ADA KAITANNYA
DENGAN PEKERJAAN
PUSDIKLAT MIGAS CEPU

KECELAKAAN
KECELAKAAN ADALAH SUATU KEJADIAN YANG TIDAK
DIINGINKAN YANG DAPAT MENIMBULKAN CIDERA FISIK
SESEORANG ATAU KERUSAKAN MILIK
KECELAKAAN BIASANYA AKIBAT KONTAK DENGAN SUMBER
ENERGI DIATAS NILAI AMBANG BATAS DARI BADAN ATAU
BANGUNAN
KECELAKAAN ADALAH SUATU KEJADIAN YANG TIDAK
DIINGINKAN YANG MUNGKIN (DAPAT) MENURUNKAN
EFESIENSI OPERASIONAL SUATU USAHA

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

INSIDEN
MEMPUNYAI KATEGORI LEBIH LUAS DARI PADA
KECELAKAAN
INSIDEN TERMASUK KECELAKAAN DEMIKIAN JUGA KUALITAS
ATAU PROBLEMA PRODUKSI, JUGA KEADAAN YANG
BERSANGKUTAN DENGAN PENGAMANAN (SEPERTI
PENCURIAN)
SEMUA ACCIDENT ADALAH INSIDEN NAMUN SEBALIKNYA
TIDAK SEMUA INSIDEN ADALAH ACCIDENT

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

PERBANDINGAN
KECELAKAAN
1

Cidera Berat/ cacat

10

Cidera Ringan

30
600

Kerusakan Harta
Incident
(Nearmiss Accident)
PUSDIKLAT MIGAS CEPU

PERKEMBANGAN USAHA KESELAMATAN KERJA


SEGI

DULU

SEKARANG

I. Tujuan

Pencegahan cidera

Pencegahan :
- Cidera/ Kerusakan harta
- Penurunan Effisiensi

II. Sebab Kecelakaan

- Unsafe Acts
- Unsafe Condition

Ketimpangan pada :
- Lingkungan Phisik
- Lingk Tingkah laku
- Sistim Management

III. Hubungan
KK dan Produksil

Terpisah.
Slogan yg terkenal
Safety First

Terpadu slogan yg
terkenal Safe
Production

IV. TAnggung Jawab

Kabur

- Lini Pelaksana
- Safety Professionalstaff

V. Pendekatan

Trial-Error

Scientific

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

PENGERTIAN
KESELAMATAN DAN KESEHATAN
KERJA
Secara Etimologis Memberikan upaya perlindungan yang
ditujukan agar tenaga kerja dan orang lain di tempat kerja selalu
dalam keadaan selamat dan sehat dan agar setiap sumber produksi
perlu dipakai dan digunakan secara aman dan efisien

Secara Filosof Suatu konsep berfikir dan upaya nyata


untuk menjamin kelestarian tenaga kerja dan setiap insan pada
umumnya beserta hasil karya dan budaya dalam upaya mencapai
adil, makmur dan sejahtera

Secara Keilmuan Suatu cabang ilmu pengetahuan dan


penerapan yang mempelajari
kecelakaan di tempat kerja

tentang

cara

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

penanggulangan

TUJUAN
KESELAMATAN KERJA DAN
LINDUNGAN LINGKUNGAN
- Melindungi Setiap orang yang ada di tempat
kerja dalam kondisi sehat dan selamat.
- Proses produksi dapat berjalan dengan lancar
- Sumber produksi dapat dilaksanakan secara
aman dan efisien
- Menjamin kegiatan dilaksanakan secara serasi
selaras dan seimbang untuk menciptakan
pembangunan berwawasan lingkungan hidup

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

FAKTOR
FAKTORBAHAYA
BAHAYA
DI
DIKEGIATAN
KEGIATANMIGAS
MIGAS

MANAJEMEN PERUSAHAAN
MANUSIA

SPBU
PERALATAN

MATERIAL

KIMIA

FISIK
RESIKO BAHAYA
BIOLOGIS

LINGKUNGAN
PUSDIKLAT MIGAS CEPU

ERGONOMI

PENGGOLONGAN HASIL MINYAK BUMI BERDASARKAN


FLASH POINT MENURUT NFPA30 / 1984 / FLAMMABLE
LIQUID

- KELAS 1 A : YG MEMPUNYAI F P < 22,8


o C DAN MEMPUNYAI B P < 37,8 0 C
- KELAS 1 B : YG MEMPUNYAI FP< 22,8
o C DAN MEMPUNYAI B P > 37,8 0 C
- KELAS 1 C: YG MEMPUNYAI FP > 22,8 0 C
DAN < 37,8 0 C

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

PENGGOLONGAN HASIL MINYAK BUMI BERDASARKAN


FLASH POINT MENURUT NFPA30 / 1984 /
COMBUSTIBLELIQUID

- KELAS II : F P 37,8 o C SAMPAI 60 o C


- KELAS III : FP > 60 o C
- KELAS III A: FP 60 o C 93 o C
- KELAS III B: FP > 93 o C

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

PENGGOLONGAN HASIL MINYAK BUMI


BERDASARKAN FLASH POINT MENURUT
IP SAFETY CODE1970

- KELAS A : F P < 22,8 o C


- KELAS B : FP< 22,8 o C
65,6 o C
- KELAS C : FP > 37,8 0 C

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

CLASSES OF PETROLEUM PRODUCT


MENURUT IP MARKETING SAFETY CODE1978

- CLASS 0 : ADALAH JENIS GAS


- CLASS I : ADALAH CAIRAN YANG MEMPUNYAI FLASH
POINT DIBAWAH 21 0 C
- CLASS II : ADALAH CIARAN YANG MEMPUNYAI FLASH
POINT DIANTAR 21 0 C- 55 0C
- CLASS III : ADALAH CAIRAN YANG MEMPUNYAI FLASH
POINT DIANTARA 55 0C 100 OC
- TANPA CLASS :ADALAH CAIRAN YANG MEMPUNYAI
FLASH POINT DIATAS 100 0C
Area classificationcode for petroleum installations

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

PERTAMAX/PREMIUM

TITIK NYALA
: - 45 oF atau 43 oC
Rentang dapat terbakar : Batas Bawah : 1,4 %
Batas Atas
: 7,6 %
PUSDIKLAT MIGAS CEPU

MINYAK TANAH

FLSH POIN
: 38 C
OUTO IGNITION
:
RANGE MUDAH TERBAKAR :
PUSDIKLAT MIGAS CEPU

DIESEL/SOLAR

FLSH POIN
: 150 F
OUTO IGNITION
: 336 oC
RANGE MUDAH TERBAKAR :
PUSDIKLAT MIGAS CEPU

PENYIMPANAN / NIAGA
GROUNDING
FOAM CHAMBER
SAFETY INSPECTION
LABELLING
FLAMMABLE GAS DETECTION
WATER COOLING
FIRE PROTECTION SYSTEM
EMERGENCY RESPON PLAN
LOCK/TAG OUT
MONITORING LINGKUNGAN
PUSDIKLAT MIGAS CEPU

Pencegahan Kebakaran

Semua perlengkapan listrik yang akan


dipasang di SPBU disesuaikan dengan
standard code yang umum dipakai (IP
Electircal Safety Code) dan P.U.I.L. 2002.

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

Alat pemadam api beroda jenis Dry


Chemmical Powdeer kapasitas 70 kg

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

Alat pemadam api ringan jenis CO2 untuk


ruang genset atau ruang listrik

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

MACAM BAHAYA

MEKANIK
Misalnya : bahaya terjepit, terpotong, terjatuh, tertimpa
benda, dll.
PHYSIK
Misalnya : suhu panas/dingin, kelembapan, radiasi,
getaran, bising, dll
KIMIA
Misalnya : bahaya bahan beracun, bahan kimia yg
menggigit, kekurangan oxygen, dll
LISTRIK
Misalnya : aliran listrik yg mematikan, bunga api listrik
penyebab kebakaran, dll.
KEBAKARAN & LEDAKAN
Misalnya : bahaya ledakan botol/bejana tekan, ledakan
bahan peledak, kebakaran minyak/bangunan, dll
PUSDIKLAT MIGAS CEPU

APA BIAYA MERUPAKAN


PERTIMBANGAN ??
Biaya bukan merupakan pertimbangan
utama, tapi tetap dipertimbangkan.
KEGIATAN K3 LL dilaksanakan justru
untuk mengurangi pengeluaran biaya
yang lebih besar.

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

LIMBAH
DAPAT DIKELOMPOKKAN :
A.
B.
C.
D.
E.

LIMBAH GAS
LIMBAH CAIR
LIMBAH PADAT
KEBISINGAN
GETARAN

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

KEBISINGAN DAN GETARAN


KEBISINGAN BERASAL DARI SUARA YANG
DITIMBULKAN OLEH GENSET,
KOMPRESSOR.KENDARAAN
DAN MESIN-MESIN PRODUKSI YANG
MENIMBULKAN SUARA KERAS
GETARAN BERASAL DARI PERALATAN
BERAT TERUTAMA PADA SAAT
DIMULAINYA SUATU PROYEK
PUSDIKLAT MIGAS CEPU

ISTILAH ISTILAH
1.FLAMMABLE ATMOSPHERE: ADALAH AREA
YANG SUATU SAAT TERJADI CAMPURAN
ANTARA UAP HC DENGAN UDARA YANG DAPAT
TERBAKAR PADA KONDISI ATM ( FLAMMABLE =
MUDAH MELEDAK)
2.AREA CLASSIFICATION ADALAH AREA YANG
DIPERUNTUKAN UNTUK DAERAH BERBAHAYA
DAN DAERAH TIDAK BERBAHAYA.
Area classificationcode for petroleum installations

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

Ignition Source (Sumber penyalaan), sumber penyalaan


adalah suatu pemberian energi yang cukup untuk
menyalakan suatu campuran uap HC dan udara pada
atmosfer yang mudah terbakar.
Contoh sebagai berikut :
Semua nyala api terbuka, material pijar terbuka, termasuk
material Pyrophoric, busur api listrik, bunga api.
Api las listrik dan gas.
Boiler, Aspal, Lokomotif, lampu tiup, kendaraan roller.
Mesin Grit dan shot blasting.
Mesin Gerinda dan Cutting.
Peralatan listrik untuk idustri yang tidak khusus untuk
dipakai di daerah berbahaya.
Alat-alat besi yang beroperasi dengan tenaga.
Alat operasi tangan yang kontak dengan semen kering, batu .
Mesin diesel yang bukan khusus untuk daerah berbahaya.
Ada sumber penyalaan yang disebabkan kejadian alam
(seperti kilat , lsitrik

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

NILAIAMBANG BATAS
NAB : KADAR BAHAN KIMIA DALAM UDARA
DITEMPAT KERJA YANG MERUPAKAN DAMPAK
YANG TIDAK MENIMBULKAN PENYAKIT AKIBAT
KERJA SELAMA 8 JAM SEHARI (TLVs , MAC)
BAHAYA-BAHAYA BAHAN KIMIA
1. KEBAKARAN
2. PELEDAKAN
3. IRITASI
4. KERACUNAN
PUSDIKLAT MIGAS CEPU

PENGARUH BAHAN KIMIA DALAM INDUSTRI MINYAK BUMI

GASOLINE (NAB 300 PPM)


KONSENTRASI GAS
%
PPM

WAKTU ADA
DALAM RUANGAN

160-170

8 JAM

Merangsang mata dan


tenggorokan

0,05

500

1 JAM

Rasa tidak menyenagkan

0,09

500

1 JAM

0,2

9000

1 JAM

Sedikit pusing dan


gelisah
Gejala kena bius, pingsan
selama 30 menit
2 menit pertama pusing
lalu pingsan
20 detik pertama pusing
lalu pingsan
meninggal

0,016 0,027

10.000

10 MENIT

1,1

10.000

5 MENIT

30.000

5 MENIT

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

GAS CARBON MONOXIDE NAB 50 PPM


KONSENTRASI
%
PPM
200

WAKTU ADA
DALAM RUANGAN
-

SUDAH MULAI ADA


BAUNYA
MULAI PUSING-PUSING

10

8 JAM

100

8 JAM

250

8 JAM

KELUMPUHAN SYARAF
PENCIAUMAN
PARU=PARU

500

- 1 JAM

SYAMPTON SYSTEMIC

1000

15 30 MENIT

MENINGGAL

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

PENGARUH BAHAN KIMIA


DALAM INDUSTRI MINYAK BUMI

OKSIGEN DALAM UDARA YANG DIHISAP


20,9 %

NORMAL

15 %

TIDAK ADA AKIBAT YANG SEGERA

10 %

TERJADI PUSING, NAPAS PENDEK,


DALAM DAN LEBIH CEPAT DIIKUTI
DENGAN KERINGATAN
MULAI TERASA TERBIUS, TIDAK DASAR

7%
5%
52%

JUMLAHB TERKECIL YANG DAPAT


MEMUNGKINKAN ORANG BISA HIDUP
MENINGGAL DIUNIA DALA WAKTU 60
DETIK ( 1 MENIT)

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

1.2. 4. SUMUR PANTAU


Syarat Sumur Pantau.
Bahan : Pipa PVC 4 inchi
Kedalaman < 0,6 meter dari dasar T Timbun
Kelengkapan :
Tutup dan kunci Manhole
Tutup Plat Baja
Saringan dari bahan Tile

Dipasang disisi aliran air tanah dari arah tangki


PUSDIKLAT MIGAS CEPU

Jumlah Sumur Pantau dalam sistem Tangki T.


No.

Jml TT.
(Buah)

Jml . SP
(Buah)

Keterangan

1-2

2-3

Idem

3-4

idem

Tgt. Penempatan &


Jarak T T

TT. : Tangki Timbun


SP : SUmur Pantau
PUSDIKLAT MIGAS CEPU

Bahan Beracun

TERTELAN

PERNAFASA
N

SALURAN
PENCERNAAN

PARUPARU

EMPED
U

KELENJA
R
AIR LIUR

KULIT
JARINGAN TUBUH
YANG HALUS

DARAH
HATI

KOTORA
N

SENTUHAN

AIR MATA

TULANG

PARUPARU

KERINGA
T

UDARA
YANG
DIHEMBUSK
AN

GINJAL

AIR SENI RAMBU


T

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

KULIT

KUKU

HYDROCARBON HAZARDS & RISKS


EXAMPLE: Flammability Limits of Methane
UFL

500

400

Flammable range

LFL
5

Temperature ( oC)

Gas Concentration (% by vol.)

15

300

200

100

0
Pressure (atm)

5
10
15
20
Concentration of Methane (% v/v)

Effect of temperature on flammability limits of methane


in air (by Coward & Jones, 1952 BM Bull, 503)

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

Source: Loss Prevention in Process Industries, by Frank P. Lees. 2nd Edition Vol. 2 Section 16 on Fig.16.3 and 16.5

100 % by Volume
(All Gas)

100%

5%

LEL

(Volume)

60%
Hi Alarm (typical)
15% (UEL level)

Flammable
range

25%
Lo Alarm (typical)

5% (LEL level)
0% (All Air)

0% (All Air)

Relationship of % by volume of gas to % LEL for Methane

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

METHANE:
LOWER EXPLOSIVE LIMIT (LEL):
5.0% BY VOLUME IN AIR

100% LEL = 5.00%


75% LEL = 3.75%
50% LEL = 2.50%
25% LEL = 1.25%
10% LEL = 0.50%

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

HYDROCARBON HAZARDS & RISKS


FLAMMABILI TY LIMITS FOR SEVERAL SUBSTANCES
No

Substances / Materials

LFL - UFL
(% by volume)

01.

Hydrogen

4.0 - 75

02.

Benzene

1.4 - 8.0

03.

Ammonia

15.0 - 28

04.

Ethylene

2.7 - 36

05.

Toluene

1.3 - 7.0

06.

Butane

1.8 - 8.4

07.

Propane

2.1 - 9.5

08.

Ethane

3.0 - 12.4

09.

Methane

5.0 - 15

10.

Acetylene

2.5 - 100

Source: Loss Prevention in Process Industries, by Frank P. Lees. 2nd Edition Vol. 2 Section 16 on Table 16.4

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

K3LL DI SPBU

1. PENGUSAHA SPBU HARUS MENJAGA


KESELAMATAN DAN KEAMANAN DI
SPBU SESUAI DENGAN PERATURAN YANG
DITETAPKAN DI PERTAMINA, MAUPUN
PEMERINTAH DAN I NSTANSI YANG
BERWENANG
PUSDIKLAT MIGAS CEPU

K3LL DI SPBU

2. PENGUSAHA SPBU WAJIB MENJAGA KONDISI


SPBU DALAM KEADAAN SIAP UNTUK OPERASI
SETIAP SAAT

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

K3LL SPBU
3.

PENGUSAHA SPBU WAJIB MENJAGA DAN MELIHARA


KEBERSIHAN LINGKUNGAN SPBU
SECARA
KESELURHAN SEHINGGA SENANTIASA MEMBERIKAN
PENAMPILAN YANG MENGESANKAN DAN JUGA WAJIB
MENJAGA
AGAR
KEIGIATAN
DI
SPBU
TIDAK
MENGANGGU ATAU MENCEMARKAN LINGKUNGAN
SEKITAR SPBU

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

K3LL SPBU
4. PENGUSAHA HARUS MENYEDIAKAN RAMBU-RAMBU
A. DILARANG MEROKOK
B. MESIN MOBIL HARUS DIMATIKAN WAKTU MENGISI BBM
C. RAMBU-RAMBU ARAH LALU LINTAS DIDALAM AREA SPBU

RAMBU-RAMBU TERSEBUT HARUS DALAM


KONDISI BAIK DAN DAPAT DILIHAT DENGAN
JELAS DARI JARAK SEKURANG-KURANGNYA 10
METER SETIAP KARYAWAN/PENGUSAHA SPBU
WAJIB MENEGUR SETIAP ORANG YANG
SENGAJA MAUPUN TIDAK SENGAJA TIDAK
PUSDIKLAT MIGAS
CEPU
MENTAATI ATURAN-ATURAN
KESELAMATAN
DI

K3LL SPBU
5. PENGUSAHA SPBU HARUS SELALU MENYEDIAKAN ALAT
PEMADAM KEBAKARAN (FIRE EXTINGNISHER) DAN PASIR
PADA TEMPAT KHUSUS SERTA PERLENGKAPAN PEMADAM
LAINNYA YANG DIPERLUKAN SESUAI DENGAN JENIS,
JUMLAH DAN KAPASITAS YANG DITENTUKAN OLEH
PERTAMINA

ALAT PEMADAM KEBAKARAN TSB HARUS SELALU


DALAM KEADAAN SIAP PAKAI
PENGUSAHA WAJIB MEMERIKSAKANNYA PADA
PIHAK YANG BERWENANG SETIAP 6(ENAM) BULAN
SEKALI

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

K3LL SPBU
6. PARA KARYAWAN SPBU HARUS MENDAPAT
LATIHAN CARA
PENGGUNAAN ALAT PEMADAM
KEBAKARAN SECARA PERIODIK MINIMAL 6)ENAM)
BULAN SEKALI

SETIAP KARYAWAN BARU HARUS DILAPORKAN


KEPADA PERTAMINA UNTUK MEMPEROLEH PENJELASAN
TENTANG CARA PENGGUNAAN ALAT PEMADAM KEBAKARAN
SEGALA BIAYA YANG TIMBUL MENJADI BEBAN PENGUSAHA SPBU
PUSDIKLAT MIGAS CEPU

K3LL SPBU
7. PENGUSAHA SPBU DAN KARYAWAN HARUS
MENJAGA AGAR TIDAK TERJADI TUMPAH BBM PADA
WAKTU PENGISIAN KENDARAAN BERMOTOR.

KHUSUSNYA PADA KERDARAAN RODA DUA,


BILA TERJADI TUMPAHAN
BBM PADA WAKTU PENGISIAN
AGAR PADA PENGENDARANYA DIMINTA UNTUK TIDAK
MENGHIDUPKAN KENDARAANNYA SEBELUM BBM YANG TUMPAH
DIBERSIHKAN TERLEBIH DAHULU DAN DIMINTA UNTUK MENJAUHI
SEKURANG-KURANGNYA 15 (LIMA BELAS) METER DARI PULAU
POMPA
PUSDIKLAT MIGAS CEPU

K3LL SPBU
8 PENGUSAHA SPBU DAN ATAU KARYAWANNYA HARUS
MELARANG
PEMILIK
KENDARAAN
MEMARKIR
KENDARAANNYA DALAM AREA SPBU

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

K3LL SPBU

PADA WAKTU PEMBONGKARAN BBM DARI MOBIL TANGKI,


PENGEMUDI HARUS SELALU BERADA DEKAT MOBIL TANGKI.
ALAT PEMADAM KEBAKARAN DITURUNKAN DARI MOBIL
TANGKI DAN DALAM KEADAAN SIAP PAKAI

SETIAP KARYAWAN SPBU WAJIB


MEMERIKSA/ MEMASANG
GROUNDING/BONDING CABLE SEBELUM
BBM DIBONGKAR
PUSDIKLAT MIGAS CEPU

K3LL SPBU
10,

PENGUSAHA SPBU WAJIB MENJAGA KODISI SEMUA


PERALATAN,
PERLENGKAPAN
SERTA SALURAN
LISTRIK DI SPBU DALAM KEADAAN MEMENUHI
PERSYARATAN YANG TELAH DITENTUKAN

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

K3LL SPBU
11. SETIAP KECELAKAAN/KEBAKARAN DI SPBU,
MAKA PENGUSAHA SPBU DIWAJIBKAN
MELAPOR KE UPPDN PADA KESEMPATAN PERTAMA
SEBELUM 1 X 24 JAM DAN
UPPDN MELAPORKAN KE
PERTAMINA PUSAT SELAMBAT-LAMBATNYA 1 X 24 JAM

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

PUSDIKLAT MIGAS CEPU

Atas Perhatian dan


Kepeduliannya kami sampaikan :

Terima kasih
PUSDIKLAT MIGAS CEPU