Anda di halaman 1dari 1

BETAHISTINE

Betahistine Hydrochloride merupakan obat anti vertigo. Pertama kali digunakan di Eropa tahun 1970 untuk mengobati Meniere disease. Selain untuk mengobati meniere disease, betahistine juga biasa diresepkan untuk pasien dengan gangguan keseimbangan dan vertigo. Farmakokinetik Betahistine berbentuk tablet dan dikonsumsi per oral. Tablet betahistine terabsorbsi dengan cepat dan lengkap. Waktu paruh di plasma sekitar 3-4 jam, dan diekskresikan secara lengkap melalui urin dalam waktu 24 jam. Ikatan denga protein plasma sangat rendah. Mekanisme kerja Betahistine memiliki afinitas kuat sebagai antagonis histamin H 3 reseptor dan afinitas yang lemah sebagai agonis histamin H 1 reseptor. Betahistine bekerja sebagai dilator pembuluh darah di telinga tengah yang dapat mengurangi tekanan berlebih dari cairan endolimfe. Betahistine memiliki dua jenis cara kerja. Pertama, menstimulasi reseptor H1 yang terletak di pembuluh darah telinga dalam. Efek ini akan menyebabkan vasodilatasi dan meningkatkan permeabilitas, sehingga dapat mengurangi masalah hidrops endolimfatik. Kedua, betahistine memiliki efek kuat sebagai antagonis reseptor H3, sehingga akan meningkatkan jumlah neurotransmiter yang dikeluarkan oleh nerve ending. Jumlah neurotransmiter yang meningkat akan menambah efek vasodilatasi di telinga dalam. Efek samping Sakit kepala, insomnia, mual, penurunan nafsu makan, dan alergi. Kontraindikasi Pasien dengan peptic ulcer, asma, tumor adrenal, hamil, menyusui. Dosis Inisial 16mg TID. Maintenance 24-48mg/hari.

Daftar Pustaka
Botta L, Mira E, Valli S, Zucca G, Perin P, Benvenuti C, Fossati A, Valli P. Effects of betahistine and of its metabolites on vestibular sensory organs. Acta Otorhinolaryngology Ital. 21: 24-30. PMID 11677836.