Anda di halaman 1dari 16

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH METRO JAYA RESOR KOTA BANDARA SOEKARNO HATTA STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

TENTANG PELAYANAN MASYARAKAT PADA FUNGSI INTELIJEN KEAMANAN POLRES KOTA BANDARA SOEKARNO HATTA ========================================================= BAB I PENDAHULUAN A. UMUM 1. Pembangunan Nasional yang meliputi bidang perencanaan, pelaksanaan dan hasilnya adalah merupakan modal kekayaan negara yang harus diamankan antara lain melalui pengawasan dan pembinaan kegiatan masyarakat sebagai subyek maupun obyek pembangunan itu sendiri, tanpa mengurangi kebebasan dan hak-haknya sebagai warga Negara; Perizinan dan pemberitahuan sebagai pranata hukum yang lazim pada penyelenggaraan suatu pertemuan banyak mendapatkan perhatian dari seluruh kalangan baik anggota masyarakat maupun pemerintah. Dalam hal penyelenggaraan perizinan dan pemberitahuan kegiatan masih dijumpai kesimpangsiuran atau perbedaan penafsiran mengenai keberadaan dan pemahaman atas kedua pranata hukum tersebut sebagaimana telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku; Dengan semakin meningkatnya tuntutan dan harapan masyarakat terhadap Polri serta untuk kelancaran tugas pokok Polri, salah satunya adalah sebagai pelayan masyarakat dimana telah diamanatkan dalam undang-undang, diperlukan sikap dan perilaku anggota Polri yang tulus dalam memberikan pelayanan secara cepat, tepat, akuntababel, profesional dan proporsional serta menjunjung tinggi hak azasi manusia; Satuan Intelijen Keamanan merupakan unsur pelaksana tugas pokok Kepolisian yang bertugas menyelenggarakan dan membina Fungsi Intelijen dibidang keamanan, termasuk Perkiraan Intelijen, Persandian dan Pelayanan Masyarakat dalam bentuk : Surat Izin / Keterangan / Rekomendasi yang menyangkut kegiatan Masyarakat, Orang Asing, Senjata Api dan Bahan Peledak, kegiatan Sosial Politik dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian ( SKCK ) serta melakukan pengamanan dan pengawasan terhadap pelaksanaannya.

2.

3.

4.

B.

DASAR 1. 2. 3. 4. Pasal 30 ( 4 ) amandemen kedua Undang - Undang Dasar 1945; Undang - Undang Republik Indonesia nomor 2 tahun 2002, tanggal 8 Januari 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia; Undang - Undang Republik Indonesia nomor 9 tahun 1992, tanggal 31 Maret 1992 tentang Keimigrasian; Undang Undang Republik Indonesia nomor 9 tahun 1998, tangal 26 Oktober 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat Dimuka Umum; 5. Peraturan

2 5. 6. 7. 8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 50 tahun 2010, tanggal 25 Mei 2010 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Polri; Petunjuk Pelaksanaan Kapolri No. Pol. : Juklak / 02 / XII / 1995, tanggal 29 Desember 1995 tentang Perizinan dan Pemberitahuan Kegiatan Masyarakat; Surat Keputusan Kapolri No. Pol. : Skep / 816 / IX / 2003, tanggal 17 Nopember 2003 tentang Naskah Sementara Petunjuk Lapangan Penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian; Keputusan Kapolri nomor : Kep / 366 / VI / 2010, tanggal 14 Juni 2010 tentang perubahan atas Keputusan Kapolri No. Pol. : Kep / 7 / I / 2005 tanggal 31 Januari 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Satuan-satuan Organisasi pada tingkat Polda Lampiran C Polres; Peraturan Kapolri nomor 2 tahun 2008, tanggal 29 April 2008 tentang pengawasan, pengendalian dan pengamanan bahan peledak komersial.

9.

C.

MAKSUD, TUJUAN DAN PRINSIP PELAYANAN MASYARAKAT 1. Maksud Standar Operasional Prosedur ( SOP ) tentang Pelayanan Masyarakat pada Fungsi Intelijen Keamanan ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai petunjuk dan pedoman bagi pengemban fungsi Intelijen Keamanan dalam penyelenggaraan pemberian pelayanan masyarakat dibidang Intelijen Keamanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta kewenangan yang ada pada Polri. 2. Tujuan Guna tercapainya Pelayanan Prima, kesatuan persepsi dan keseragaman serta kelancaran dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat dengan hasil yang optimal dan tidak menimbulkan komplain masyarakat. 3. Prinsip-Prinsip Pelayanan Prinsip-prinsip pelayanan masyarakat pada fungsi Intelijen Keamanan adalah sebagai berikut : a. b. c. d. e. Sesuai petunjuk pelaksanaan / peraturan yang berlaku. Terpadu, transparan dan akuntabel. Proses cepat dan tidak memberatkan masyarakat. Sinergitas lintas fungsi dan lintas instansi. Orientasi pelayanan TO DAY FINISH SERVICES dan ZERRO COMPLAIN.

D.

RUANG LINGKUP Ruang lingkup penyusunan Standar Operasional Prosedur ( SOP ) tentang Pelayanan Masyarakat pada Fungsi Intelijen Keamanan ini meliputi : Penggolongan ( jenis pelayanan ), Pelaksanaan dan Administrasi dalam penyelenggaraan pelayanan masyarakat pada Fungsi Intelijen Keamanan.

E. TATA URUT

3 E. TATA URUT BAB I BAB II BAB III BAB IV BAB V F. PENDAHULUAN PENGGOLONGAN PELAKSANAAN ADMINISTRASI PENUTUP

PENGERTIAN DAN ISTILAH Dalam Standar Operasional Prosedur ( SOP ) tentang Pelayanan Masyarakat pada Fungsi Intelijen Keamanan ini yang dimaksud dengan : 1. Surat Keterangan Catatan Kepolisian ( SKCK ) adalah surat keterangan resmi yang diberikan oleh Polri kepada seseorang warga masyarakat memenuhi permohonan dari yang bersangkutan untuk suatu keperluan karena adanya ketentuan yang mensyaratkan, berdasarkan hasil penelitian biodata anteseden pemohon; Anteseden adalah data tentang perilaku sesorang dalam kaitannya dengan tindak pidana dan ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya serta pelanggaran norma-norma kehidupan yang berlaku dalam masyarakat, termasuk keterkaitannya dengan organisasi terlarang; Pertemuan adalah berkumpulnya sejumlah orang secara sengaja, diselenggarakan secara terorganisasi dan dilaksanakan ditempat tertentu; Pesta adalah pertemuan yang dimaksudkan untuk merayakan atau memperingati suatu peristiwa atau kejadian tertentu, disertai dengan perjamuan makan minum; Keramaian adalah pertemuan yang diperuntukan bagi khalayak ramai disertai dengan hiburan; Pawai adalah pertemuan atau cara penyampaian pendapat yang dilakukan dengan arak arakan dimuka umum dengan maksud untuk menarik perhatian atau menjadi tontonan khalayak ramai; Unjuk Rasa atau Demonstrasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang atau lebih untuk mengeluarkan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara demonstratif dimuka umum. Rapat Umum adalah pertemuan terbuka yang dilakukan untuk menyampaikan pendapat dengan tema tertentu. Mimbar Bebas adalah kegiatan penyampaian pendapat dimuka umum yang dilakukan secara bebas dan terbuka tanpa tema tertentu Pertemuan Politik adalah pertemuan yang tidak bersifat keilmuan atau yang tidak diselenggarakan oleh lembaga keilmuan yang membahas hal hal yang berkaitan dengan kehidupan kenegaraan dan pemerintahan negara dengan maksud mempengaruhi jalannya kekuasaan negara atau pemerintahan; Pertemuan sosial adalah pertemuan yang dilakukan untuk membahas masalah masalah sosial kemasyarakatan atau melakukan kegiatan sosial yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan sosial dan kelangsungan kerukunan kehidupan bermasyarakat; 12. Pertemuan ....

2.

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

11.

4 12. 13. Pertemuan budaya adalah pertemuan yang bertujuan untuk membahas atau mempertunjukan hasil cipta, rasa dan karsa. Pertemuan keilmuan atau pertemuan ilmiah adalah pertemuan yang bertujuan untuk membahas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi atau aspek aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara atau suatu gejala berdasarkan prinsip prinsip keilmuan atau yang bersifat keilmuan; Pertemuan keagamaan adalah pertemuan yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa; Pertemuan kedinasan adalah pertemuan yang bersifat kedinasan yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah atau lembaga negara; Pertemuan pengurus adalah pertemuan yang dihadiri oleh para pengurus suatu organisasi Politik, Golongan karya, Organisasi Kemasyarakatan atau perkumpulan lainnya. Usaha Jasa Pengangkutan Bahan Peledak adalah badan usaha berbadan hukum yang menyelenggarakan pengangkutan bahan peledak yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan; Bahan Peledak Komersial adalah bahan peledak yang dipakai untuk kepentingan pembangunan dan proses produksi pada industri pertambangan yang bersifat komersial.

14. 15. 16. 17.

18.

BAB II ...

5 BAB II PENGGOLONGAN A. PENERBITAN SKCK Surat Keterangan Catatan Kepolisian ( SKCK ) yang diterbitkan oleh Polres Kota Bandara Soekarno Hatta hanya diperuntukan bagi karyawan / ti dilingkungan Bandara Soekarno Hatta sebagai kelengkapan / persyaratan pembuatan Pass Bandara Soekarno Hatta dan keperluan lainnya dilingkungan perusahaan yang ada didalam kawasan Bandara Soekarno Hatta. SKCK berisi catatan tentang ada atau tidaknya tang bersangkutan melakukan tindak pidana dan atau pelanggaran norma-norma sosial maupun tercatat sebagai anggota organisasi terlarang. Dalam penerbitan SKCK, Fungsi Intelijen Keamanan berkoordinasi dengan Fungsi Reskrim khususnya Pusat Informasi Kriminal Nasional dan Pusat Identifikasi maupun Instansi lintas sektoral terkait lainnya guna mendapatkan data dan fakta yang akurat. B. PENERBITAN SURAT IZIN KERAMAIAN DAN PEMBERITAHUAN Penyelenggaraan penerbitan surat izin dan pemberitahuan kegiatan masyarakat, digolongkan menjadi : 1. Pertemuan yang memerlukan Izin. a. Bentuk Pertemuan meliputi : 1) 2) 3) 4) b. Pesta berupa pekan raya, festival, bazar dan sejenisnya; Keramaian berupa pasar malam, pameran, pekan raya, festival, bazar, pertunjukan ketangkasan / atraksi dan sejenisnya; Pawai berupa pawai alegoris, karnaval, pertunjukan ketangkasan / atraksi dan sejenisnya. Kegiatan lain yang berpotensi terhadap timbulnya guantibmas.

Pemohon izin Pertemuan : 1) 2) 3) 4) 5) Perorangan; Organisasi politik; Organisasi non politik; Lembaga keilmuan; Badan hukum.

c.

Lokasi penyelenggaraan : 1) 2) 3) Pesta Keramaian Pawai : ditempat umum / lokasi yang dapat dikunjungi masyarakat; : ditempat umum secara temporer / dikunjungi masyarakat; : di jalan umum.

2.

Pertemuan yang memerlukan Pemberitahuan / STTP a. Bentuk Pertemuan : 1) 2) Rapat; Sidang;

3) Musyawarah ...

6 3) 4) 5) 6) 7) 8) b. Musyawarah; Muhktamar; Konggres; Sarasehan; Temu Kader; Unjuk Rasa / Demonstrasi.

Penyelenggara : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Partai Politik; Organisasi Kemasyarakatan; Lembaga Swadaya Masyarakat; Perkumpulan lainnya; Perorangan; Kelompok non organisasi.

a.

Kriteria pertemuan : 1) 2) 3) 4) 5) Pertemuan tersebut adalah pertemuan politik maupun sosial; Diselenggarakan di luar kantor sendiri; Diselenggarakan di dalam kantor yang dihadiri lebih 10 ( sepuluh ) orang; Tidak bersifat keilmuan; Membahas hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan kenegaraan dan pemerintahan.

b.

Ketentuan khusus 1) 2) Untuk pertemuan sosial, budaya, agama yang diselenggarakan ditempat terbuka dan berpotensi menganggu ketertiban umum / lalu lintas, penyelenggara harus memberitahukan Polri; Untuk pertemuan keilmuan maka pejabat / pimpinan lembaga pendidikan harus bertanggung jawab terhadap ketertiban penyelenggaraannya;

C.

PENERBITAN SURAT KETERANGAN / REKOMENDASI Surat Keterangan / Rekomendasi adalah surat yang dibuat oleh pimpinan suatu instansi/ institusi yang berwenang sebagai bentuk pemberian Keterangan atau Rekomendasi terhadap seseorang/ kelompok dan atau suatu kegiatan sesuai dengan tugas dan tingkat kewenangannya sehingga dapat menjadi prasyarat dan atau pertimbangan tertentu bagi instansi / institusi lainnya.

D.

PENERBITAN SURAT TANDA MELAPOR ( STM ) BAGI ORANG ASING Berdasarkan pasal 60 Undang-Undang nomor 9 tahun 1992 tentang Keimigrasian, bahwa setiap orang yang memberikan kesempatan menginap kepada orang asing, maka wajib melaporkan kepada Pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Pejabat Pemerintah Daerah setempat dalam waktu selambatlambatnya 24 ( dua puluh empat ) jam sejak kedatangan orang asing tersebut. Dalam hal ini Polri sesuai tingkat kewenangannya dapat memberikan Surat Tanda Melapor ( STM ). E. PENGAWASAN .....

7 E. PENGAWASAN BAHAN PELEDAK KOMERSIAL Di wilayah Bandara Soekarno Hatta tidak terdapat lokasi yang digunakan untuk penyimpanan, perdagangan maupun penggunaan akhir bahan peledak komersial. Dengan demikian Polres Kota Bandara Soekarno Hatta hanya melakukan pengawasan dan pengamanan terhadap pendistribusian bahan peledak komersial yang diimpor dari luar negeri melalui Bandara Soeakrno Hatta menuju gudang penyimpanan. Sesuai Peraturan Kapolri Nomor 2 Tahun 2008, maka Polresta Bandara Soekarno Hatta cq Sat Intelkam melakukan pengawasan, pengendalian dan pengamanan Bahan Peledak di wilayah hukum Polres Kota Bandara Soekarno Hatta.

BAB III .....

8 BAB III PELAKSANAAN A. PENERBITAN SKCK 1. Persyaratan Pemohon merupakan karyawan / ti perusahaan yang ada di dalam kawasan Bandara Soekarno Hatta dan memiliki nota kerjasama dengan pihak pengelola Bandara Soekarno Hatta. Pemohon datang langsung dengan membawa persyaratan sebagai berikut : a. b. Surat Pengantar / Rekomendasi dari perusahan yang bersangkutan yang ditandatangani serendah-rendahnya HRD (dilampirkan copy nota kerja sama dengan pihak pengelola); Surat Pengantar / Rekomendasi dari RT / RW dan disyahkan oleh Lurah setempat sesuai dengan KTP dan atau sesuai tempat tinggal yang dilengkapi dengan Surat Keterangan Domisili; Foto Copy KTP (tunjukkan yang asli) dan foto copy Pass lama (bagi perpanjangan); Foto Copy Kartu Keluarga. Pas Foto berwarna 4 X 6 (background warna merah) sebanyak 3 ( tiga ) lembar. Melampirkan Kartu Rumus Sidik Jari bagi yang sudah memiliki dilampiri Crime Record. Membayar biaya sebesar Rp 10.000,- ( sepuluh ribu rupiah ) PNBP.

c. d. e. f. g. 2.

Tata cara penerbitan a. b. c. Pemohon datang ke loket pelayanan SKCK dengan membawa berkas persyaratan secara lengkap dan wajib mengisi Buku Agenda Permohonan Penerbitan SKCK. Berkas persyaratan permohonan SKCK diteliti oleh petugas pelayanan SKCK. Jika berkas belum lengkap, maka berkas tetap diterima petugas, namun diberikan arahan secara santun dan bijak agar pemohon segera melengkapi persyaratan dimaksud (khususnya rumus sidik jari dan Crime Record diarahkan ke Sat Reskrim) agar segera dapat diproses lebih lanjut. Petugas memberikan blangko pernyataan yang harus diisi secara benar dan ditandatangani oleh Pemohon. Petugas pelayanan memproses penerbitan SKCK dimaksud rangkap 2 (dua), dengan ketentuan sebagai berikut : a. b. c. d. Lembar asli untuk pemohon. Lembar lainnya untuk arsip. Diperlukan tanda tangan pemohon Cap Dinas mengenai sebagian daripada pas photo pemohon. f. Setelah ...

d. e.

9 f. g. B. Setelah diterbitkan dan ditandatangani oleh Pejabat yang berwenang, selanjutnya dilakukan penomoran registrasi dan SKCK dapat diambil oleh pemohon di loket pelayanan. Pencatatan dalam buku agenda penerbitan SKCK.

PENERBITAN SURAT IZIN KERAMAIAN 1. Persyaratan Pengajuan Permohonan Surat Izin Keramaian / Kegiatan a. Permohonan secara tertulis dengan memuat tujuan, sifat, tempat, waktu, penanggung jawab, pembicara, dan jumlah peserta serta ditanda tangani oleh pimpinan organisasi / Badan Hukum yang berhak sesuai AD/ ART organisasi yang bersangkutan atau Ketua Panitia Penyelenggara yang dilengkapi dengan Skep Kepanitiaan. Melampirkan : a) Jadwal acara; b) Daftar susunan panitia penyelenggara; c) Daftar susunan pengurus organisasi; d) Nama peserta / undangan; ( bila ada Orang Asing nomor paspor, jenis visa dan asal negara ); e) Nama pembicara, judul makalahnya; f) AD / RT organisai / Badan Hukum; g) Akte pendirian organisasi; h) Foto Copy KTP Penanggung jawab kegiatan; i) Proposal; j) Rute( apabila berbentuk pawai ). k) Surat Ijin dari Administrator Bandara Soetta; l) Surat Ijin dari Pengelola / PT ( Persero ) AP II Bandara Soetta Permohonan ditujukan kepada Kapolresta Bandara Soekarno Hatta u.p Kasat Intelkam. Permohonan diajukan selambat-lambatnya 5 ( lima ) hari sebelum kegiatan dilaksanakan, sehingga Surat Izin Keramaian dapat diterbitkan selambat-lambatnya 3 ( tiga ) hari sebelum kegiatan dilaksanakan.

b.

c. d.

2.

Tata cara penerbitan a. Pemohon (Pimpinan Organisasi/ Penanggungjawab) datang ke loket pelayanan dengan membawa berkas persyaratan secara lengkap dan wajib mengisi Buku Agenda Permohonan Penerbitan Surat Izin Keramaian. Berkas persyaratan diteliti oleh petugas pelayanan fungsi Intelkam. Jika berkas belum lengkap, maka berkas tetap diterima petugas, namun diberikan arahan secara santun dan bijak agar pemohon segera melengkapi persyaratan dimaksud agar segera dapat diproses lebih lanjut. Pemohon diarahkan untuk audiensi dengan Kasat Intelkam atau Perwira yang ditunjuk guna menjelaskan/ mendeskripsikan kegiatan yang akan dilaksanakan secara menyeluruh sehingga dapat dilakukan anev tentang potensi kerawanan dan strategi penanggulangannya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. e. Kasat .....

b. c.

d.

10 e. Kasat Intelkam memerintahkan unit opsnal untuk melakukan observasi/ survey dan pulbaket terkait rencana kegiatan yang akan diberikan izin pelaksanaannya guna mengetahui secara detail tentang dapat / tidaknya kegiatan tersebut diizinkan dengan mempertimbangkan potensi kerawanan / guantibmas yang kemungkinan terjadi serta kemampuan penanggulangannya. Petugas perizinan menginformasikan kepada Pemohon atas dapat atau tidaknya kegiatan dimaksud diizinkan dengan pertimbangan Rekomendasi unit opsnal atas hasil observasi dan pulbaket di lapangan (jika diperlukan audiensi kembali). Petugas pelayanan memproses penerbitan Surat Izin Keramaian dimaksud. Setelah diterbitkan dan ditandatangani oleh Pejabat yang berwenang, selanjutnya dilakukan penomoran registrasi dan Surat Izin Keramaian dapat diambil oleh pemohon di loket pelayanan. Pencatatan dalam buku agenda penerbitan Surat Izin Keramaian.

f.

g. h.

i. C.

PENERBITAN SURAT TANDA TERIMA PEMBERITAHUAN KEGIATAN MASYARAKAT ( STTP ) 1. Persyaratan Pengajuan Surat Pemberitahuan a. Permohonan secara tertulis dengan memuat tujuan, sifat, tempat, waktu, penanggung jawab, pembicara, dan jumlah peserta serta ditanda tangani oleh pimpinan organisasi / ketua panitia. Melampirkan : a) Jadwal acara; b) Daftar susunan panitia penyelenggara; c) Daftar susunan pengurus organisasi; d) Nama peserta / undangan; e) Nama pembicara, judul makalahnya; f) AD / RT organisai / Badan Hukum; g) Foto Copy KTP penanggung jawab kegiatan; h) Akte pendirian organisasi; i) Proposal; j) Surat Ijin dari Administrator Bandara Soetta; k) Surat Ijin dari Pengelola / PT ( Persero ) AP II Bandara Soetta. Permohonan ditujukan kepada Kapolresta Bandara Soekarno Hatta u.p Kasat Intelkam. Permohonan diajukan selambat-lambatnya 5 ( lima ) hari sebelum kegiatan dilaksanakan, sehingga Surat Tanda Terima Pemberitahuan dapat diterbitkan selambat-lambatnya 3 ( tiga ) hari sebelum kegiatan dilaksanakan.

b.

c. d.

2.

Tata cara penerbitan a. Pemohon (Pimpinan Organisasi/ Penanggungjawab) datang ke loket pelayanan dengan membawa berkas persyaratan secara lengkap dan wajib mengisi Buku Agenda Permohonan Penerbitan STTP. b. Berkas .....

11 b. c. Berkas persyaratan diteliti oleh petugas pelayanan fungsi Intelkam. Jika berkas belum lengkap, maka berkas tetap diterima petugas, namun diberikan arahan secara santun dan bijak agar pemohon segera melengkapi persyaratan dimaksud agar segera dapat diproses lebih lanjut. Pemohon diarahkan untuk audiensi dengan Kasat Intelkam atau Perwira yang ditunjuk guna menjelaskan/ mendeskripsikan kegiatan yang akan dilaksanakan secara menyeluruh sehingga dapat dilakukan anev tentang potensi kerawanan dan strategi penanggulangannya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Kasat Intelkam memerintahkan unit opsnal untuk melakukan observasi/ survey dan pulbaket terkait rencana kegiatan yang diberitahukan guna mengetahui secara detail tentang potensi kerawanan / guantibmas yang kemungkinan terjadi serta kemampuan penanggulangannya. Jika kegiatan yang diberitahukan mengandung kerawanan tertentu, maka perlu dilakukan audiensi kembali guna mengatasi dan mencari solusi terbaik agar kegiatan dimaksud tetap dapat berjalan dengan baik, namun dapat meminimalisir potensi kerawanan / guantibmas. Petugas pelayanan memproses penerbitan Surat Tanda Terima Pemberitahuan. Setelah diterbitkan dan ditandatangani oleh Pejabat yang berwenang, selanjutnya dilakukan penomoran registrasi dan STTP dapat diambil di loket pelayanan. Pencatatan dalam buku agenda penerbitan STTP.

d.

e.

f.

g. h. i. D.

PEMBERITAHUAN PENYAMPAIAN PENDAPAT DIMUKA UMUM (STTP UNRAS) 1. Persyaratan Pengajuan Surat Pemberitahuan a. Pemberitahuan secara tertulis dengan memuat maksud dan tujuan, tempat/ lokasi/ rute, waktu/ lama, bentuk, penanggung jawab, nama/ alamat organisasi/ kelompok atau perorangan, alat peraga yang digunakan dan atau jumlah peserta. Bentuk kegiatan berupa unjuk rasa/ demonstrasi, pawai, rapat umum dan atau mimbar bebas dan tidak melakukan aksi di lingkungan istana kepresidenan, tempat ibadah, instalasi militer, rumah sakit, pelabuhan udara atau laut, stasiun kereta api, terminal angkutan darat dan obyek-obyek vital nasional. Penanggungjawab bertanggungjawab agar kegiatan tersebut terlaksana secara aman, tertib dan damai. Setiap sampai 100 (seratus) orang pelaku atau peserta unjuk rasa atau demonstrasi harus ada seorang sampai dengan 5 (lima) orang penanggung jawab. Pemberitahuan ditujukan kepada Kapolresta Bandara Soekarno Hatta u.p Kasat Intelkam. Pemberitahuan aksi unjuk rasa selambat-lambatnya 3 X 24 ( tiga kali dua puluh empat ) jam sebelum kegiatan dilaksanakan, dan jika ada pembatalan kegiatan agar diberitahukan secara tertulis dan langsung oleh penanggungnjawab kepada Polri selambat-lambatnya 24 (dua puluh empat) jam sebelum waktu pelaksanaan. 2. Tata cara .....

b.

c. d. e. f.

12 2. Tata cara penerbitan a. Pemohon (Pimpinan Organisasi/ Penanggungjawab) datang ke loket pelayanan dengan membawa berkas Surat Pemberitahuan secara lengkap dan wajib mengisi Buku Agenda Pemberitahuan kegiatan Unjuk Rasa. Surat Pemberitahuan diterima dan diteliti oleh petugas pelayanan fungsi Intelkam, selanjutnya disampaikan kepada Kapolresta dan satu copy kepada Kasat Intelkam. Kasat Intelkam segera menindaklanjuti dengan deteksi dini, penyelidikan dan penggalangan terhadap kelompok yang akan melakukan aksi unjuk rasa, agar tidak melakukan aksi unjuk rasa di wilayah bandara. Kasat Intelkam berupaya melakukan audiensi dengan pimpinan aksi unjuk rasa guna menjelaskan bahwa wilayah Bandara Soekarno Hatta sebagai pelabuhan udara sekaligus obyek vital nasional tidak diperbolehkan Undang-Undang sebagai lokasi unjuk rasa, sekaligus menemukan solusi terbaik dalam menyampaikan pendapat (disiapkan lokasi Comunity Center). Selanjutnya menindaklanjuti dengan surat tertulis tentang pelarangan aksi unjuk rasa di wilayah Bandara Soekarno Hatta. Sejalan dengan upaya penggalangan, Polresta Bandara Soekarno Hatta tetap mempersiapkan pola pengamanan efektif guna menjaga wilayah Bandara Soekarno Hatta sebagai wilayah yang bebas dari aksi unjuk rasa.

b. c.

d.

e.

E.

PENERBITAN SURAT KETERANGAN / REKOMENDASI 1. Persyaratan Pengajuan Surat Keterangan / Rekomendasi a. b. Permohonan secara tertulis dengan memuat maksud dan tujuan atas pentingnya surat keterangan/ rekomendasi yang diajukan. Melampirkan segala persyaratan sesuai peruntukan Surat Keterangan / Rekomendasi dimaksud (ditentukan pejabat yang berwenang sesuai bidang dan tingkat kewenangannya serta koordinasi lintas fungsi dan lintas instansi). Permohonan ditujukan kepada Kapolresta Bandara Soekarno Hatta dan ditindaklanjuti setelah disposisi Kapolresta kepada Kasat Intelkam.

c. 2.

Tata cara penerbitan a. b. c. d. Pemohon datang ke loket pelayanan dengan membawa berkas persyaratan secara lengkap dan wajib mengisi Buku Agenda Permohonan Penerbitan Sket / Rekomendasi. Berkas permohonan diajukan kepada Kapolresta guna mendapatkan disposisi. Berkas persyaratan diteliti oleh petugas pelayanan fungsi Intelkam. Setelah berkas dipelajari, Kasat Intelkam memerintahkan unit opsnal untuk melakukan survey/ pulbaket dan berkordinasi dengan fungsi dan instansi terkait atas Surat Keterangan / Rekomendasi dimaksud agar Rekomendasi yang diberikan berdasarkan data dan fakta yang akurat sesuai peraturan yang berlaku. e. Jika .....

13 e. Jika ternyata terdapat kekurangan dokumen persyaratan yang diperlukan, maka dilakukan audiensi guna memenuhi persyaratan sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku agar segera dapat diproses lebih lanjut. Petugas pelayanan memproses penerbitan Surat Keterangan / Rekomendasi. Setelah diterbitkan dan ditandatangani oleh Pejabat yang berwenang, selanjutnya dilakukan penomoran registrasi dan Surat Keterangan / Rekomendasi dapat diambil di loket pelayanan. Pencatatan dalam buku agenda penerbitan Sket / Rekomendasi.

f. g. h. F.

PENERBITAN SURAT TANDA MELAPOR ( STM ) BAGI ORANG ASING 1. Persayaratan a. b. c. d. 2. Mengajukan permohonan secara tertulis oleh Sponsor atau penangung jawab pemilik penginapan dimana yang bersangkutan tinggal; Foto Copy Paspor beserta Visa; Foto Copy KTP sponsor / penanggung jawab; Dokumen lainnya sesuai Visa yang dimilikinya.

Tata cara penerbitan a. b. c. Pemohon (Sponsor) datang ke loket pelayanan dengan membawa berkas persyaratan secara lengkap dan wajib mengisi Buku Agenda Permohonan Penerbitan STM . Berkas persyaratan diteliti oleh petugas pelayanan fungsi Intelkam. Jika berkas belum lengkap, maka berkas tetap diterima petugas, namun diberikan arahan secara santun dan bijak agar pemohon segera melengkapi persyaratan dimaksud agar segera dapat diproses lebih lanjut. Unit Opsnal melakukan pengecekan lokasi tempat tingal yang bersangkutan. Setelah dokumen dinyatakan lengkap, Petugas pelayanan memproses penerbitan Surat Tanda Melapor (Orang Asing). Setelah diterbitkan dan ditandatangani oleh Pejabat yang berwenang, selanjutnya dilakukan penomoran registrasi dan STM dapat diambil di loket pelayanan. Pencatatan dalam buku agenda penerbitan STM.

d. e. f. g. G.

PENGAWASAN BAHAN PELEDAK KOMERSIAL 1. Persyaratan a. Badan Usaha Angkutan mengajukan surat permohonan bantuan pengamanan kepada Kapolresta Bandara Soekarno Hatta. b. Melampirkan ...

14 b. Melampirkan kelengkapan dokumen berupa : a. b. c. c. 2. Jenis, merk dan jumlah bahan peledak / kembang api yang akan diangkut; Foto copy surat izin impor / memasukan / pembelian / penggunaan bahan peledak / kembang api dari Polri; Surat pernyataan yang menyatakan bahwa petugas pengamanan / pengawalan akan diasuransikan.

Permohonan diajukan selambat-lambatnya 3 ( tiga ) hari sebelum pelaksanaan kegiatan.

Tata Cara Penerbitan Surat Perintah a. Pemohon ( Badan Usaha ) atau yang dikuasakan datang ke loket pelayanan dengan membawa berkas persyaratan secara lengkap dan wajib mengisi Buku Agenda Permohonan. Berkas persyaratan diteliti oleh petugas pelayanan fungsi Intelkam. Jika berkas belum lengkap, maka berkas tetap diterima petugas, namun diberikan arahan secara santun dan bijak agar pemohon segera melengkapi persyaratan dimaksud agar segera dapat diproses lebih lanjut. Unit Opsnal melakukan pengecekan lokasi dan barang yang akan diangkut secara fisik tdan berkoordinasi dengan petugas Bea Cukai. Setelah dokumen dinyatakan lengkap dan tidak terdapat permasalahan sesuai peraturan yang berlaku, petugas segera memproses Surat Perintah Tugas. Setelah diterbitkan dan ditandatangani oleh Pejabat yang berwenang, selanjutnya dilakukan penomoran registrasi dan anggota melaksanakan tugas sesuai Surat Perintah Tugas (sebelum pelaksanaan diberikan APP oleh Pimpinan). Pencatatan dalam buku agenda penerbitan Surat Perintah Tugas.

b. c.

d. e. f.

g.

BAB IV .....

15 BAB IV ADMINISTRASI A. PENYIAPAN SARANA PENDUKUNG 1. Dalam rangka ketertiban administrasi pelayanan masyarakat pada fungsi Intelijen Keamanan Polresta Bandara Soekarno Hatta dalam penerbitan SKCK, Surat Izin Keramaian, STTP, Sket/ Rekomendasi, STM dan Pamwas Handak Komersial/ Kembang Api, maka disiapkan perangkat administrasi pendukung dan diagendakan dalam buku registrasi. Untuk mendukung penerbitan SKCK menggunakan biaya yang telah disediakan dalam anggaran dinas, sedangkan penerbitan produk pelayanan lainnya menggunakan sarana dan prasarana yang ada ( belum didukung anggaran dinas ).

2.

B.

PELAPORAN Pelaksanaan proses penerbitan SKCK, Surat Izin Keramaian, STTP, Sket / Rekomendasi, STM dan Pengamanan dan pengawasan Bahan Peledak Komersial / Kembang Api dilaporkan setiap bulan secara berjenjang kepada satuan atas.

BAB V .....

16 BAB V PENUTUP A. Standar Operasional Prosedur ( SOP ) tentang Pelayanan Masyarakat dibidang Intelijen Keamanan Polres Kota Bandara Soekarno Hatta ini disusun berdasarkan peraturan dan petunjuk pelaksanaan pelayanan masyarakat dilingkungan Polri, selanjutnya untuk dapat dijadikan sebagai petunjuk dan pedoman bagi pengemban fungsi Intelijen Keamanan Polresta Bandara Soetta dalam penyelenggaraan terhadap pemberian pelayanan masyarakat dibidang Intelijen Keamanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta kewenangan yang ada pada Polri. Ketentuan-ketentuan yang lain berkaitan dengan pelayanan dan belum diatur dalam Standar Operasional Prosedur ini, sepanjang tidak bertentangan dan merugikan masyarakat dapat digunakan sebagai rujukan guna menghasilkan pelaksanaan tugas yang optimal. Standar Operasional Prosedur ( SOP ) tentang Pelayanan Masyarakat dibidang Intelijen Keamanan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

B.

C.

Dikeluarkan di : Pada tanggal :

Bandara Soekarno Hatta Februari 2011

KAPOLRES KOTA BANDARA SOEKARNO HATTA

Drs. REYNHARD SILITONGA, SH, M. Si KOMISARIS BESAR POLISI NRP 67090332