Anda di halaman 1dari 2

Tawas, Penghilang Bau Badan yang Alami

Tawas, atau dalam bahasa Inggrisnya disebut "Alum" adalah suatu kristal sulfat dari logam-logam seperti lithium, potassium, calcium, alumunium, dan logam-logam lainnya. Kristal tawas ini cukup mudah larut dalam air, dan kelarutannya berbeda-beda tergantung pada jenis logam dan suhu. Tawas telah dikenal sebagai flocculator yang berfungsi untuk menggumpalkan kotoran-kotoran pada proses penjernihan air. Selain itu, tawas juga digunakan sebagai deodorant, karena sifatnya antibakterinya. Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan mengenai pemakaian larutan tawas sebagai deodorant alami. Resep ini saya dapatkan dari nenek saya. Lain halnya dengan deodorant-deodorant komersial yang ada sekarang ini, larutan tawas tidak berfungsi untuk mencegah keluarnya keringat. Dengan memakai tawas, keringat tetap saja keluar dari ketiak, tetapi tidak timbul bau khas ketiak yang aduhai. Jadi, walaupun basah, keteknya gak bau (hal ini sudah dibuktikan oleh penulis dengan cara mencium ketiaknya sendiri yang sedang penuh keringat, hehehehehe). Dan hal ini lebih saya sukai daripada deodorant komersial itu (baca: rexona), yang dalam iklannya menggembar-gemborkan bahwa dengan memakai r***na, ketiak tidak akan berkeringat walaupun habis lari-lari. Menurut saya, keringat yang keluar dari ketiak itu merupakan hal alami, dan tidak boleh dicegah karena bisa saja hal itu menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan, seperti halnya kalau kita menahan-nahan pipis. Biarkan saja keluar keringat itu, yang penting tidak bau. Selain itu, perlu diketahui bahwa tawas ini tidak memberi aroma yang wangi, tetapi memberi aroma tawar, alias tidak berbau apa-apa. Dan ini lebih saya sukai dibanding aroma-aroma wangi yang lebay. Kalau ingin wangi, bisa saja memakai parfum lain. Lalu, bagaimana cara menyiapkan larutan tawas itu sehingga mudah dipakai. Saya memiliki cara sebagai berikut: 1. Menyiapkan tawas yang sudah ditumbuk. Semakin kecil butiran tawasnya semakin baik, karena akan mempermudah proses pelarutan dalam air. Tawas sendiri bisa dengan mudah dibeli di pasar-pasar tradisional dengan harga yang terjangkau.

2. Siapkan botol semprot, misal seperti yang ada pada gambar di bawah ini. Bisa juga menggunakan botolbotol lain. Penggunaan botol ini bertujuan untuk memudahkan kita dalam menghantarkan si larutan tawas itu ke ketiak kita (seperti kita tau, ketiak kita berada pada posisi yang melawan gaya gravitasi, sehingga sulit dijangkau oleh cairan tanpa menyebabkan cairan itu muncrat ke mana-mana).

3. Masukkan air tawar ke dalam botol semprot tersebut, bisa sampai penuh, bisa juga setengahnya, tergantung selera. Setelah itu, masukkan kristal tawas secukupnya ke dalam botol. Anda dapat menggunakan prinsip kelarutan untuk mengukur seberapa banyak tawas yang dibutuhkan, relatif terhadap jumlah air dalam botol. Jangan sampai tawas yang digunakan terlalu banyak karena akan membuat larutan di dalam botol menjadi "saturated" dan larutan "saturated" itu lebih berpotensi menimbulkan "scaling" di dalam sistem pompa botol semprot.

4. Setelah ditutup, kemudian botol digoncang-goncangkan untuk lebih mempermudah terjadinya pelarutan. Bisa juga ditunggu beberapa waktu hingga semua tawas larut dan larutan tawas siap untuk digunakan. Larutan tawas ini bisa digunakan setelah mandi dengan cara menyemprotkannya ke ketiak dan bagian tubuh lain. InsyaAlloh, setelah disemprot dengan tawas, ketiak Anda akan tidak berbau sepanjang hari walaupun penuh keringat. Selamat mencoba.