Anda di halaman 1dari 7

PENANGGUNGAN UTANG Sebagaimana diketahui segala kebendaan seorang baik yang bergerak maupun yang tak bergerak, baik

yang sudah ada ataupun yang baru akan ada dikemudian hari menjadi tanggungan untuk segala perikatannya perseorangan (lihat di pasal 1131 B.W). Meskipun demikian, jaminan secara umum itu sering kurang cukup dan kurang aman, karena selainnya bahwa kekayaan si berutang pada suatu waktu bisa habis, jaminan

secara umum itu berlaku untuk semua kreditur, sehingga kalau ada banyak kreditur ada kemungkinan beberapa orang dari mereka tidak lagi mendapat bagian. Oleh karena itu, maka seringkali seorang kreditur minta diberikan jaminan khusus dari jaminan khusus ini bisa berupa jaminan kebendaan (hipotik, gadai, fiduclair) dan bisa juga berupa jaminan perorangan. Yang terakhir inilah yang dinamakan penanggungan utang (borgtocht, guaranty) Menurut Pasal 1820 KUH Perdata, penangungan utang adalah suatu perjanjian

dengan mana seorang pihak ketiga , guna kepetingan si berpiutang , mengikatkan diri untuk memenuhi perikatannya si berutang , manakala orang ini sendiri tidak memenuhinya. Kalau dalam halnya hipotik, gadai dan fiduciary sudah diletakkan suatu ikatan kebendaan (kreditur memperoleh suatu hak atas benda benda tertentu), maka dalam hal penanggungan ini baru tercipta suatu ikatan perseorangan. Tiada penanggungan jika tidak ada suatu perikatan pokok yang sah. Namun dapatlah seseorang mengajukan diri sebagai penanggung untuk suatu perikatan, biarpun perikatan itu dapat dibatalkan dengan suatu tangkisan yang hanya mengenai dirinya pribadi si berutang , misalnya dalam halnya belum kedewasaan (pasal 1821). Ketentuan tersebut diatas menunjukkan bahwa penanggungan itu adalah suatu perjanjian accessoir seperti halnya dengan perjanian hipotik dan pemberian gadai, yaitu bahwa eksitensi atau adanya penanggungan itu tergantung dari adanya suatu perjanjian pokok, yaitu perjanjian yang pemenuhannya ditanggung atau dijamin dengan perjanjian penanggungan itu. Kemudian dapat kita lihat adanya kemungkinan (artinya diperbolehkan) diadakannya suatu perjanjian penanggungan terhadap suatu perjanjian pokok, yang dapat dimintakan pembatalannya (vernietigbaar, voidable), misalnya suatu perjanjian (pokok) yang diadakan oleh seorang yang belum dewasa. Hal itu dapat diterima dengan pengertian

,bahwa apabila perjanjian pokok itu dikemudian hari dibatalkan, maka perjanjiannya penanggungan juga ikut di batal.

AKIBAT AKIBAT PENANGGUNGAN ANTARA KREDITOR DAN PENANGGUNG . Si penanggung tidaklah diwajibkan membayar kepada si berpiutang, selainnya jika si berutang lalai, sedangkan harta benda si berutang ini harus lebih dahulu di sita dan dijual untuk melunasi utangnya (pasal 1831) . Jelasnya dari ketentuan tersebut, bahwa tanggung jawab si penanggung merupakan suatu cadangan dalam halnya harta benda si debitor tidak mencukupi untuk melunasi utangnya, atau dalam halnya debitor itu tidak mencukupi untuk melunasi utangnya, barulah tiba gilirannya untuk menyita harta benda si penanggung. Tegasnya: apabila seseorang penanggung dituntut untuk membayar utangnya debitor (yang ditanggung olehnya), ia berhak untuk menuntut supaya dilakukan lelang sita lebih dahulu terhadap kekayaan debitor. Sipenanggung tidak dapat menuntut supaya harta benda siberutang lebih dahulu di sita dan dilelang untuk melunasi utangnya, dalam hal: 1. Apabila ia telah melepaskan hak istimewanya untuk menuntut dilakukannya lelang sita lebih dahulu atas harta beda si berutang tersebut: 2. Apabila ia telah mengikatkan dirinya bersama sama dengan si berutang utama secara tanggung menanggung dalam hal ini akibat-akibat perikatannya diatur menurut asas-asas yang di tetapkan untuk utang- utang tanggung menanggung: 3. Jika si berutang berada dapat mengajukan suatu tangkisan yang hanya mengenai dirinya sendiri secara pribadi; 4. Jika si berutang berada dalam keadaan pailit ; dan 5. Dalam halnya penanggungan yang di perintahkan oleh Hakim Demikianlah bunyi ketentuan pasal 1832 Dari ketentuan tersebut diatas dapat kita ketahui : 1. Bahwa ada kemungkinan si penanggung melepaskan haknya untuk menuntut dilakukannya lelang sita lebih dahulu atas harta benda siberutang utama ; pelepasan hak istimewa itu dilakukan dalam perjanjiannya penanggungan yang diadakan dengan kreditur , tetapi juga dapat dilakukan kemudian , baik dalam suatu perjanjian lagi maupun dengan suatu pernyataan sepihak

2. Bahwa ada kemungkina si penanggung mengakibatkan dirinya bersama sama (dalam satu perjanjian ) dengan siberutang utama secara tanggung menanggung. Dalam hal yang demikian , ia dinamakan penanggung solider ( :solidaire borg atau hoofdelijke borg ). Keadaan yang seperti itu memperkuat kedudukan kreditur , karena ia dapat menuntut baik debitur maupun penanggung masing masing untuk seluruh utang , menurut kehendaknya ; 3. Tangkisan yang hanya mengenai dirinya siberutang sendiri secara pribadi adalah misalnya kalau utang yang di tuntut pembayarannya , yang telah di tanggung oleh sipenanggung , dibuat oleh debitor dalam kedudukannya sebagai direktur sebuah p.t. , sedangkan p.t tersebut sudah tidak ada lagi, oleh si berutang diajukan tangkisan ( ekpresi ) supaya berhubungan dengan tidak ada lagi dipegangnya kedudukan tersebut gugatan itu oleh Hakim dinyatakan tidak diterima . jika tangkisan ( eksepsi ) itu diterima , maka bagi kreditur sudah tidak ada jalan lagi untuk mendapat uangnya kembali ; 4. Kalau di debitur jatuh pailit , ia tidak lagi dapat di gugat diMuka Pengadilan dan tidak dapat dilakukan penyitaan lagi harta bendannya ; 5. Penanggungan yang diperintahkan oleh Hakim adalah misalnya penanggungan yang di perintahkan kepada seorang wali sebagai jaminan atas pengurusan harta benda seorang anak yang belum dewasa. Si berpiutang tidak diwajibkan menyita dan menjual lebih dahulu harta benda si berutang ,selainnya apabila itu diminta oleh si penanggung pada waktu pertama kali dituntut dimuka pengadilan ( pasal 1833 ) Sipenanggung yang menuntut supaya harta benda siberutang lebih dahulu disita atau dilalang , diwajibkan menunjukkan kepada si berpiutang benda benda si berutang , dan membayar lebih dahulu biaya yang di perlukan untuk melaksanakan penyitaan serta pelelangan tersebut .tak diperbolehkan ia menunjuk pada benda benda yang sedang menjadi buah sengketa diMuka Hakim, maupun yang sudah dijadikan jaminan hipotik untuk utang yang bersangkutan atau yang sudah tidak lagi ditangannya si berutang , maupun pula benda benda yang terletak diluar wilayah Indonesia ( pasal 1834 ) Dari dua pasal yang di sebutkan diatas dapat kita lihat cara cara yang harus ditempuh oleh seseorang penanggung untuk melaksanakan hak istimewanya agar supaya lebih dahulu disita harta benda siberutang . ia harus memintanya pada waktu ia pertama kali ia dituntut diMuka Pengadilan, yaitu pada waktu ia menerima penggilan untuk menghadap dimuka pengadilan atau didatangi seorang jurusita yang akan meniyta harta bendanya. Kesempatan untuk mengajukan permintaanya itu masih ada pada waktu ia pertama kali menghadap di

sidang pengadilan dan mengajukan jawabannya atas surat gugatan. Selanjutnya ia di wajibkan menunjukkan harta benda si berutang yang dapat di sita , dengan pedoman yang diberikan oleh pasal 1834 itu. Apabila sipenanggung , menurut pasal yang lalu telah menunjukkan benda benda si berutang dan telah membayar lebih dahulu uang yang diperlukan untuk penyitaan dan pernjualan benda benda itu, maka si berpiutang bertanggung jawab terhadap sipenanggung , hingga sejumlah harga benda benda yang ditunjuk itu, tentang ketidak mampuan siberutang yang tanpa adanya tuntutan tuntutan , terjadi sesudah itu ( pasal 1835). Menurut ketentuan ini, apabila sipenanggung sudah menunjukkan benda benda kepunyaan siberutang dan sudah pula memberikan persekot biaya yang diperlukan untuk melakukan penyitaan dan pelanggan ( penyitaan dan pelanggan itu yang harus melakukan adalah kreditur sendiri ,artinya jurusita atas permintaan kreditur ) , maka sipenanggung dibebaskan dari tanggungan tentang ketidakmampuandi debitur yang terjadi sesudah itu. Misalnya kreditur tidak segera melakukan peniyttaan, sehingga ada barang barang yang sudah dijual oleh debitur ini adalah kesalahan kreditur sendiri. Jika beberapa orang tleh mengikatkan diri sebagai penanggung untuk seorang debitur yang sama , lagi pula untuk utang yang sama , maka masing masing adalah terikat uuntuk seluruh utang itu ( pasal 1836 ) 3. Akibat-akibat penanggungan antara si berutang dan si penanggung dan antara para penanggung sendiri. Si penanggung yang telah membayar,dapat menuntutnya kembali dari si berutangutama,baik penanggungan yg telah diadakan maupun tanpa sepengetahuan si berutang utama. Penuntutan kembali mengenai uang-pokok maupun mengenai bunga serta biayabiaya,sekedar ia telah memberitahukan kepada si berutang utama tentang tuntutantuntutan yang ditujukan kepadanya didalam waktu yang telah di tentukan. Si penanggung juga mempunyai hak menuntut pergantian biaya,rugi dan bunga (pasal 1839). Si penanggung yang telah membayar , menggantikan demi hukum segala hak si berpiutang terhadap si berutang(pasal 1840). Pergantian ini dalam hukum perjanjian dinamakan subrogasi. Subrogasi menurut undang-undang diatur dalam pasal 1402 sub Kitab Undangundang Hukum Prdata.

Dengan demikian maka seorang penanggung yang telah membayar mempunyai dua hak terhadap si berutang: pertama hak nya sendiri yang diberikan oleh pasal 1839 dan kedua hak yang diperolehnya berdasarkan subrogasi menurut pasal 1840(dan pasal 1402 sub 3). Pasal 1841 ini memberikan hak kepada si penanggung untuk menuntut kembali apa yang telah dibayarnya dalam hal yang ditanggung adalah beberapa orang debitor yang bersamasama memikul satu utang secara tanggung-menanggung. Artinya : ia dapat menuntut masing-masing untuk mengembalikan seluruh jumlah yang telah dibayarnya. Dengan sendirinya juga ada subrogasi dalam segala hak nya kreditor. Si penanggung yang sekali telah membayar utang nya,tidak dapat menuntutnya kembali dari si berutang-utama yang telah membayar untuk kedua kalinya,jika ia tidak memberitahukan kepadanya tentang pembayaran yang telah dilakukannya (pasal1842). Dapat kita lihat begitu pentingnya bagi si penanggung untuk memberitahukan kepada siberutang tiap kali ia melakukan pembayaran. Apabila tidak memberitahukan dapat berakibat ia tidak dapat menuntut kembali dari si berutang apa yang sudah dikeluarkan nya(pasal 1359). Si penanggung dapat menuntut si berutang untuk diberikan ganti-rugi atau untuk dibebaskan dari perikatannya,bahkan sebelum ia membayar utangnya: Apabila di gugat dimuka Hakim untuk membayar; Apabila si berutang telah berjanji untuk membebaskannya dari penanggungannya didalam suatu waktu tertentu; Apabila utangnya sudah dapat ditagih karena lewatnya jangka waktu yang telah ditetapkan untuk pembayarannya; Setelah lewatnya waktu 10 tahun jika perikatannya tidak mengandung suaru jangka waktu trtentu maka pengakhirannya,kecuali apabila perikatannya pkok sifatnya hingga ia tidak dapat diakhiri sebelum lewatnya suatu waktu tertentu,seperti suatu perwalian(pasal 1843).

Jika si penanggung sudah membayar kepada kreditor dan kemudia debitor jatuh pailit,itu ditampung oleh pasal 131 UUKepailitan yang memberikan hak kepada si penanggung untuk diterima dalam kepailitan dengan apa yang sudah ia bayar kepada kreditor. Jika berbagai orang telah mengikatkan diri sebgai penanggung untuk seorang berutang yang sama,untuk utangnya begitu pula apabila si berutang telah dinyatakan pailit mempunyai hak untuk menuntutnya kembali kepada orang-orang penanggung lain nya. Kententuan ayaat kedua dari pasal 1293 adalah berlaku dalam hal ini (pasal 1844).

Orang yang bersama sama memanggung satu utang yang sama dari seorang debitor diperlakukan seperti orang-orang yang berutang secara tanggung-menanggung(pasal 1836) kecuali mereka menggunakan hak-istimewa untuk pemecahan utangnya(pasal 1837). Seorang penanggung yang tanpa menggunakan hak-istimewa tersebut telah membayar seleuruh jumlah utang dapat menuntut kawan-kawan penanggungannya bagian masingmasing dalam penanggungan tersebut. Apabila para kawan-penanggung itu jatuh pailit bagiannya hrus dipindahkan rata oleh semua kawan-penanggung(pasal 1293 (3) ).

4. Hapusnya penanggungan Perikatan dari penanggungan hapus karena sebab yang sama,sebagaimana yang disebabkan berakhirnya perikatan-perikatan lainnya(pasal 1845). Pencampuran yang terjadi diantara si berutang utama dan si penanggung utang,sekali-kali tidak mematikan tuntutan hukum si berpiutang terhadap orang yeng telah mengajukan diri sebagai penanggungnya si penanggung pasal(1846). Dengan pencampuran yang disebutkan itu hapuslah perikatan antara siberutang-utama dan si penanggung,karena hak dan kewajiban kedua belah pihak berkumpul dalam satu tangan. Contoh : si berutang menjadi waris tunggal dari si penanggung. Tetapi kejadian itu tidak mempengaruhi kedudukan seseorang,ia tetap dapat dituntut oleh kreditor untung membyar utangnya debitor. Si penanggung dapat menggunakan terhadap si berpiutang segala tangkisan (pasal 1847). Yang dimaksdkan tangkisan adalah jika debitor itu mengajukan hal bahwa utang itu telah dibuatnya dalam kedudukannya sebagai direktur sebuh PT, tetapi kedudukan itu tidak lagi dimilikinya karena PT itu sudah tidak ada lagi. Si penanggung dibebaskan apabila karena kesalahan si berpiutang tidak lagi menggantokan haknya (pasal 1848). Contoh : kreditor membiarkan si debitor menjual barang-barangnya. Dapat dimengerti bahwa hilangnya jaminan-jaminan atau hak-hak istimewa akan ddapat melemahkan kedudukan si penanggung dalam usahanya untuk mendapatkan uangnya kembali dari si debitor, apabila ia sudah membayar semua utangnya. Jika si berpiutang secara sukarela menerima suatu benda tak bergerak maupun benda lain sebagai pembayaran atas utang pokok ,maka si penanggung dibebaskan karenanya suatu

putusan hakim (pasal 1849). Dengan diterima nya barang oleh kreditor sebagai pembayaran,utang sudah terbayar dan dengan itu selesailah kewajiban si penanggung. Suatu penundaan pembayaran bekala yang oleh si berpiutang diberikan kepada si berutang, tidak membebaskan si penanggung utang, namun si penanggung ini dalam hal yang seperti ini dapat menuntut si berutang dengan maksud memaksakan untuk membayar utangnya atau membebaskan si penanggung dari penanggungannya (pasal 1850).