P. 1
Tabloid Keber Gayo Edivisi V

Tabloid Keber Gayo Edivisi V

|Views: 340|Likes:
Dipublikasikan oleh Arsadi Laksamana
Petani kopi Masih Melarat
Petani kopi Masih Melarat

More info:

Published by: Arsadi Laksamana on Sep 12, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/24/2014

pdf

text

original

redaksikabargayo@gmail.

com

Terbit Dwi Mingguan

Harga Rp.5.000

Sudahkah Kita Benar-Benar Jadi Wartawan? 16 - 25 September 2013

www.kabargayo.com

Jangan Ajarikan Petani Seperti Pola TK
Layanan Berlangganan 0853 7348 4653

Petani Kopi Gayo Masih Melarat
Heboh! Penampakan Pria Telanjang Di Bener Meriah

2

Kabargayo 16 - 25 September 2013

REDAKSI
Karikatur

Syair Gayo
Bencana Petaka Gempa I Gayo
Oleh kamaddin S.Ag
Wo sudurengku enti mulo inger ini male kuseder sara berita Gayo antara ngemeh guser lagu siputer gerakni donya... ini sara bencana terjadi gempa tanggal due nge rebah ku iyo lao selasa jem tige tepat porak lao nge emeh gerico isini donya ...ini sara bencana Si sayang kekanak muniri Gere neh terkaji beluh ni nyawa Seba ibadah tengah mungaji Tinen ni beruti orom batu bata ..inisara Deru ni ambulan sigere rede sibuk mujule sikorban jiwa ara mupolok teba luke bantuen tenege ari tentera... ini sara umah sikit nge jep ruang tamah i pasang mien tenda keliling tempat rata belang simukasih sayang nosah aqua.. ini sara

Gempa susulen malam rabu mate nilampu gelap ni donya Ku Genting Keken nge mukekeru Teba selalu ku Samarena .. munyelaKepala Dinas nosah bantuen maten nyawa ari pendidiken kantor PK ara oros orom pakaian Ari serapah langkah ni kedeng itamah mien orom doa mai bantal guling ungeren balita Ipenangkoken teba taring Engon ari samping mayat ni jema... Teba guru si Bener Meriah I Aceh Tengah tareng keluarga ini sara Dele kona musibah Murum-murum turah bantu dana.. Ipenge sisu ari heme baro kite sara rasa Ken cempege sumber ni gempa Weh masin nge mututup Weh porak so nge rede Ibagin Angkup sara berita Keta besilo nge murara... ini mulo Sara mersah one mukelkup petaka Ngemari merup engon jema...ini Mulalui Hp keber mutentu sara Siaga satu baur pante raya Rupen berite keber keliru Kerugien gere tikik, sampe korek Si delah naru nemah berita... ini itik ngemeh pana mulo petaka Umah ayu ben munge pantik Nge pejejik taring rongka...ini sara Reef Korkuini semangat 2x Ini kejadien kin alamat Ulak mi ulak kutaloi..! Buge kati tobat ninget si sara Ikampung ketol so Serempah Dele heme gere mengen manat Idesa ebah kin bukti nyata Turun ne laknat gere berencana Rata bangunen emeh punah Tanoh mupecah ijelen raya..ini sara koani donya.. ini sara bencana Kukepala sekulah orom wakil Dasare unyil jadi raksasa Lukup sabun orom kebayaken Tugas te guru enti tukang pengkil Kendiring ni jelen Singah Mata Akal ni sempel enti kona Bier rangka baja kawat beton Gerebertehen buet ni si sara..ini sara Kati bebas ari bahaya bencana Reef Kur kuini semangat 2X.. Ara si mungaro nama jangki Ulak mi ulak kutaloi Karna ulen suci male pasa Tibe-tibe gerak ni bumi Menghedep ilahi naring donya.. ini sara bencana

Salam Redaksi

Berharap Keseriusan Pemkab Bener Meriah
nan Rakyat. Para Pembaca Setia Berdasarkan pantauan lapangan Keber Gayo belakangan Keharmonisan antara eksekutif dan Legislatif memang terlihat sangat longar, berbagai pendapat mulai bertolak belakang, dimulai dari hasil Perekrutan Komisioner KIP yang diduga memicu permasalah sehingga timbul anggapa dari kubu pemerintahan dan kubu Dewan kehormatan saling tidak menghormati. Selain itu Asumsi lainnya saat ini di Bener Meriah, terjadinya perperangan antara Drs Rusli M saleh Wakil Bupati Bener Meriah VS M Nasir AK, Ketua DPRK Bener Meriah. Terlepas dari itu rakyat Bener Meriah berharap kedamaian dan perubahan sehingga kedepannya tak ada permusuhan dan persaingan yang tidak sehat dalam membangun Bener Meriah. Krisi Global dan Turunya harga komoditi kopi di tambah pasca Bencana alam dibutuhkan pemikiran dan kekompakan antara kedua belah pihak dalam membangun dan mensejahtrakan Rakyat. Semoga saja pihak terkait lebih bijak dalam menyikapi persoalan ini, karena masih banyak masalah lain yang butuh perhatian besar....

Mashuri Pimpinan Umum Tabloid Keber Gayo

Keber Gayo menerima kiriman syair Gayo dari pembaca, silahkan kirimankan karya anda lewat email: beritagayo@gmail.com atau redaksikabargayo@gmail.com dengan menyertakan indentitas diri yang masih berlaku dan photo

Para pembaca setia Keber Gayo Nuansa politik di Bener Meriah jelang Pemilukada 2014 semakin kian memanas, Perekrutan calon Komesioner KIP seakan menjadi ajang perperangan, hingga masa dari berbagai kalangan mulai ber adu argumen mendatangi DPRK Bener Meriah, Perbedaan-perbedaan pun muncul dan saling membenarkan pendapat. Disatu kubu mereka meyerang dan meyalahkan eksekutif dan sebaliknya, di kubu lain menyerang legislatif. Dua kubu masa yang berbeda pendapat, pada intinya adalah utuk kepentingan dan kemajuan daerah mereka adalah pemuda-pemuda daerah dan tokoh masyarakat Bener Meriah, yang gagah berani mengeluarkan pendapat, apresiasi dan memaknai arti demokrasi. Begitutulah perjuangan, yang seharusnya di dukung dan patut di acungi jempol. Suara rakyat untuk mengingatkan sewaktu-waktu mereka tertidur. Selain itu adanya aksi tersebut juga mendorong pemerintahan dan wakil rakyat utuk berbuat sesuia keingi-

Asam Jaing Bujang Kampung
+ Dasare unyil jadi raksasa, akal ni sempel enti kona
-Kati bebas ari bahaya le pun ti galip pipepengkilk hehehehe..?

+ Male munekik Kuan ni bata pakane kerudi selo mera kona.. sana di oya -ike kenak maju kudewan ke turah ara ilmu eti maju jema maju kite, oya ke keliru pun heheheeh + Mata ni galang kucak kenak male menebang kayu jempa, kayu jempa si gere tertebang peren galang mu sidang bela.. sana die oya..? -kekuneh pane nijema ike gere arasi melehe disne we pun gereterkunuli kursi empuk ka..? + mate ni gajah i panang sari bulen, mate ni iken sikona tube -Tube. mate nijema si kena sakiten,mate ni beden si karna rembege. + Bersatu padu enti surang saring ikot gelah eking persatuen kompak, pilsapah ni tetue ku kite taring, enti dalih idaring menta ni minyak. -Ini le si penting kenali diri sendiri baro kenali jema, kenali buet diri eti daleh irintah ni..

Penerbit: CV. Redelong Media Pendiri : Arsadi Laksamana S.Sos, Mashuri. Pemimpin Umum: Mashuri. Pemimpin Redaksi: Arsadi Laksamana S.Sos Penanggung Jawab: Mashuri, Arsadi laksamana. Penasehat: AKBP Cahyo Hutomo Sik, Heni Emalia, SH, Mkn, Fachrul Razi M.I.P. Pembina: Darwin MH,SE, Redaktur: Wen Pengembara, Wen Si Raja Rimba, Iklan / Sirkulasi: Aidi Syahputra, Muslim, Sandri Syahputra, SE Photogafer: Wen Si Raja Rimba Koordinator Liputan Pendidikan: Dayat, Perwakilan Aceh: Swandris Zetha. Kontributor: Bener Meriah, Aceh Tengah,Gayo lues,Aceh Tenggara, Bireuen, Aceh Selatan, Aceh Besar,Aceh Singkil,

Redaksi Menerima Sumbangan tulisan Maksimal 1500 karakter. Redaksi Berhak Mengedit Dan Merubah Tulisan Tanpa Menghilangkan Subtansi Isi Tulisan. Melalui email redaksikabargayo@gmail.com dan Beritagayo@gmail.com Web : www.Kabargayo.com

www.kabargayo.com

Wartawan Tabloid Kabargayo Dibekali Kartu Pers dalam Melakukan Tugas Jurnalistik, Kartu Pers dinyatakan tidak berlaku apabila nama yang bersangkutan tidak lagi tertera di Box Redaksi . Wartawan Tidak Diperkenankan Menerima Imbalan Berupa Apapun Dari Narasumber.

UTAMA

Kabargayo 16 - 25 September 2013

3

Petani Kopi Gayo Masih Melarat
Rakyat nilai kondisi politik di Bener Meriah saat ini sudah tidak sehat, sehingga mereka berharap DPRK sebagai keterwakilan Rakyat, dapat mewujutkan Stabilitas politik (keamanan), Guna terciptaya dan kesejahteraan rakyat Bener Meriah.
pendidikan semakin meningkat, dikarenakan bidang pendidikan telah di perjual belikan dan di komersilkan dengan Pungli-pungli yang tidak jelas ,sehingga terjadi pembagian kelas dalam masyarakat dalam hal mengayam pendidikan, yang memunculkan selogan naif,’orang miskin dilarang sekolah’. Sementara Konadi menambahkan . 80 ribu masyarakat bener meriah adalah petani kopi bukan ber politik. Anggota dewan jangan hanya sibuk mengurusi proyek belaka dana aspirasi dewan selama ini tidak menyentuh langsung kepada kesejahteraan petani, untuk itu anggota dewan diharapkan dapat mencari solusinya atas turunnya harga kopi saat ini. Menaggapi permasalahan tersebut, Ketua DPRK Bener Meriah M Nasir Ak dihadapan Demonstran mengatakan merasa terharu, ketika diberikan batang kopi, di ruang sidang asetempat, ia mengatakan orang tuanya, hidup dari petani kopi. Permasalahan tersebut tidak terlepas dari tanggung Jawab Pemerintah (Bupati) sebagai penyelenggaa, anggota dewan melakukan pengawasan dan pengesahan anggaran , kendati pun demikian akan mencari solusi bagai mana utuk mengatasinya. Menjawab tuntutan pendemo Asisten II Ir.Makmun, mewakiki pemerintah daerah mengatakan permasalah harga komonditi kopi yang turun drastis saat ini berpengaruh secara global, dikarenakan krisis global apalgi kopi dari Gayo khususnya Bener Meriah ekspor keluar negeri. Hal tersebut tentu sangat berpengaruh. Pemeritah juga sudah berupaya, untuk menaikan harga komonditi kopi dengan meng aktifkan Resi gudang, “jika sewaktu-waktu harga turun petani dapat menyimpan kopi, mengambil resi dan menjual kembali kopi ketika harga sudah naik”, Katanya Menurutnya, terkait dengan pajak, sangat teknis untuk dibicarakan, perlu waktu panjang untuk berbicara lebar permasalahan tersebut. Terkait pelayanan kesehatan, saat ini menyangkut dengan SDM, 9 tahun berdiri belum memiliki, tenaga SDM sehingga kita mengirim beberapa doktor utuk tugas belajar, setelah selesai maka RS muyang Kute Tidak lagi merujuk pasien karna sudah memiliki, Dr spesialis .

Redelong | Keber Gayo Sedikitnya tiga ratusan warga, yang mengatas namakan Persatuan Rakyat Bener Meriah (PRBM), datangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bener Meriah Senin (26/8), aksi tersebut melibatkan berbagai pihak di ataranya ; HIMABEM-SU, HPBM, HPTM,KOPI BM, Pelajar, Tarnsportasi (Becak, Sopir Angkot) Pemuda, serta Masyarakat Bener Meriah. Sebelumnya, masa juga sempat melakukan orasi di bundaran Kota Simpang Tiga dan kompoi kenderaan hingga Persimpangan Gerbang Pemda Serule Kayu, masa juga sempat membakar ban Mobil dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, wujut kecintaan pada NKRI, sebelum berjalan menuju kantor DPRK. Masa tersebut dikomandoi oleh perwakilan aksi menggunakan kenderan Roda 4 dan pengeras suara, dalam teriakan yel-yel nya para perwakilan aksi mengatakan rakyat Bener Me-

riah, mengantung keberlangsungan hidup pada komonditi kopi yang masyarakat nya pada umumnya, mayoritas sebagai petani. “Selain harga komonditi kopi yang merosot mencapai Rp 3000 / bambu, harga palawija lainnya juga ikut menurun. Sementara harga sembako terus naik , hal ini disebabkan akibat sibuknya wakil rakyat (DPR) dan Pemerintah Daerah, yang asik mengkampannyekan individunya untuk pencalonan yang akan datang, dengan mencuat nya permaalahan KIP saat ini”, Ungkap perwakilan aksi sambari menyanyikan lagu Iwan Fals Wakil Rakyat. Kordinator masa Guntari mengatakan DPRK adalah perwakilan Rakyat dan wajib memperjuangkan hak rakyat, Kedatangan mereka kali ini untuk meminta DPRK berpikir dan mengambil sikap turunnya harga komondoti kopi dan tanaman holtikultura lainnya, jika tidak 25 anggota DPRK bener lebih baik mundur dari pada harus di berhentikan. “ Seharusnya mereka malu, menjadi wakil rakyat namun tidak bisa ber buat apa-apa, perlu kita ketahui anggota DPRK digaji dari uang rakyat, utuk itu perjuangkan hak rakyat, kami butuh makan, btuh biayaya pendidikan dan itu kami dapatkan dari kopi. Naikan harga kopi” ungkapnya sambari di ikuti triakan yel-yel dari masa ‘setuju ‘. Kordinator lainnya yang berasal dari mahasiswa mengatakan,ibu bapak mereka berpropesi sebagai petani utuk bertahan hidup, dari jaman dahulu, sebelum ada anggota DPRK penduduk bener meriah adalah sebagai petani termaksud ibu bapaknya anggota DPRK, “ Kami memperjungankan hak saat ini mereka, dan kami butuk kesejah teraan dan perhatikan kami bukan sibuk mengurusi persoalan polik yang tidak jelas’, katanya Setalah lebih kurang 30 menit masa berorasi di depan gedung DPRK masa juga meminta anggota DPRK untuk menemui demonstaran, yang saat itu hampir menerobos masuk seblum di sambut oleh ketua DPRK Bener Meriah, M Nasir Ak, Wakil Ketua Joni Suryawan, Fauzan, Kepala Dinas, Asisten II Ir Makmun, Kependudukan Mahyudin, Kepala Dinas Kehutanan,

Matadi, Kepala Badan Satuan Pamong Praja dan WH, Irmansyah STTP dan Polsek Bukit Mawardi. Setelah di persilahkan masuk, masa bersikeras membawa batang kopi kedalam ruangan sidang untuk di serahkan secara simbolis kepada ketua DPRK oleh salah seorang Perwakilan Masa Konadi, dalam penyerahan tersebut ia mengatakan agar memperjuangkan hak rakyat bener meriah, Penyerahan tersebut utuk mengingat memori anggota DPRK bahwa masyoritas penduduk bener Meriah adalah petani Kopi. Dihadapan anggota dewan dan perwakilan Bupati Bener Meriah, Guntari mengatakan, Stabilitas politik dan keamanan, Pendidikan politik di Bener Meriah saat ini tidak sehat sesuai keadaan terkhir. Anggota DPRK sibuk mengurusi Persolan KIP sehingga kesejah teraan rakyat tidak di pikirkan hanya demi Kepentingan elit politik. Ia juga mengatakan persoalan lainnya, tidak terserapnya Sarjana putra Daerah dalam hal mendapatkan pekerjaan sehingga bertambah pengangguran yang terdidik. Disisi lain,biaya

www.kabargayo.com

4

Kabargayo 16 - 25 September 2013
kan petani seperti pola TK, jagan ajari petani berenang, petanii sudah sangat pintar utuk memberdayakan hasil panen mereka, bantu para petani utuk pelatihan bawa para petani berkunjung ke daerah luar dan lakukan perbandingan. Selanjutnya perbaiki infrastruktu jalan yang menerobos langsung keperkebunan masyarakat, dengan demikian petani tidak lagie sulit mengangkut hasil pertaniannya tentunya biaya angkut akan menjadi murah. Selama ini, katanya kami tidak pernah menerima program-progaram yang di usulkan demikian Ketika ini kami sampaikan, ini dibilang menghambat program pemerintah. Padahal program yang di usulkan tidak sesui dengan apa yang diharapkan rakyat. Sementara itu di tempat terpisah Joni suryawan mengatakan, akan memperjuangan Petisi tuntutan masa sesui dengan keuangan daerah. meski sebenernya utuk mewujutkan petisi tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. perlu jangka panjang dalam mencapainya. ia menambahkan demo tersebut sangat g bagus untuk mengkritisi , mendorong pemerintah utuk pro rakyat. (Mashury)

UTAMA

Jawaban tersebut tidak di indahkan oleh para demonstran perdebatan demi perdebatanpun terjadi hingga akhirnya Wakil ketua DPRK Joni Suryawan angkat bicara dan mengatakan, dari jaman dahulu petani kita meberdayakan dua jenis kopi Arabika,dan Rabusta. Harga kopi rabusta saat ini di pasaran masih tetap bertahan, namun saat ini petani hanya meberdayakan kopi arabika dengan alasan ekspor tinggi dan kopi arabika di tebang. Padahal peluang pasar utuk lokal kopi rabusta lebih menajanjikan. Sehingga hargga saat ini dikodisikan oleh negara luar. Untuk itu perlu memberdayakan secara koperatip tanaman kopi dan holtikura kebijakan pemerintah yang pokus kepada kopi arabika bertujuan pasar terbesar Ekspor. Padahal yang membudaya untuk tingkat lokal adalah Kopi Rabusta. Dengan berbagai jenis harus di berdayakan tentunya mempunyai keunggulan-keunggulan. Yang tidak memenuhi syarat ketinggian maka tanam lah kopi Rabusta. “Saya pernah mendengar sendiri pada pemerintahan sebelumnya bahwa kopi rabusta tidak berkualitas dan tidak perlu diperdayakan, namun pada kenyataannya hari ini kopi harga kopi rabusta lebih tinggi dari pada Kopi Arabika,” Katanya Selain itu, antisifasi jangka pendek, menegah, Panjang harus dilakukan. Seperti halnya, merubah pola penyuluhan, jagan ajar-

Harga Kopi Anjok Warga Jagong Mencari Jernang
Akibat kian terpuruknya harga kopi, warga Jagong Jeget terpaksa mencari Jernang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Kondisi ini sudah memprihatinkan

Keber Gayo I Takengon Akibat kian terpuruknya harga kopi, warga Jagong Jeget terpaksa mencari Jernang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal tersebut diungkapkan oleh Ngadiman (52) salah seorang petani kopi di daerah tersebut Kamis (22/8). “jernang yang didapat dijual kepada toke asal Takengon. Untuk bertahan , warga selain mencari jernang juga menjadi buruh bangunan dan mencari tambahan dengan membersihan kebun warga yang lain”kata .Ngadiman. “Jernang dijual perbambu, satu bambu Rp 50 ribu , selama ini warga sekitar baru mengetahui kalau jernang cukup dibutuhkan dan laku dijual, sehari jernang yang didapat warga antara 1(satu) hingga 2(dua) bambu, dari penghasilan mencari jernang, lumayan untuk bertahan membantu ekonomi untuk kebutuhan rumah tangga.”tambah Ngadiman,

Jernang tumbuhan sejenis buah rotan yang dimanfaatkan untuk bahan pewarna kebutuhan konveksi, cat dan pewarna kertan (pandan gayo).“Jernang” yang didapat warga dari hutan sekitar pegunungan dan perbukitan di Jagong, Kab Aceh Tengah. Melalui Kepala kampung dan Camat setempat, kata Ngadiman warga coba merintis bantuan modal usaha dari pemerintah untuk menanam komoditi lain selain kopi, utamanya untuk menanam cabai , bawang merah, kacang merah yang dapat dipanen lebih cepat. Selanjutnya, Ngadiman mengatakan, bantuan peternakan oleh pemeritah selama ini cukupberhasil, namun beberapa warga lainnya masih menunggu program lanjutan , belum semua kelompok tani berhasil dari sektor peternakan bantuan pemerintah. Beberapa warga lainnya sekitar Jagong mengatakan, pemerintah dan parlemen kabu-

paten diminta mencarikan solusi terbaik bagi warga mengingat musim panen kopi baru akan berlangsung delapan bulan ke depan. Zam Zam Mubarak dari Koalisi Petani Kopi (KPK) Gayo mengatakan sangat urgent saat ini petani perlu diperkuat dengan bantuan modal usaha atau pinjaman dengan bunga rendah, sayang perbankan belum proaktif dengan berbagai alasan. Zam Zam mengatakan, hal ini sangat memprihatinkan, “rakyat dataran tinggi Gayo semakin terhimpit masalah-masalah ekonomi, harga kopi anjlok, tertimpa bencana gempabumi dan jika nasib petani terus berlarut-larut dapat menimbulkan gejolak sosial yang berdampak luas"ujarnya. Zam Zam mendesak pemerintah dan parlemen kabupaten dan para pelaku bisnis lebih proaktif mendesak perbankan lebih pro petani kopi.Pemeritah dan parlemen didorong untuk segera merampungkan Qanun Kopi yang mengatur masalah perdagangan dan peningkatan kesejahteraan kopi.“Kopi salah satu komoditi ekspor terkemuka nasional, petani kopi berkontribusi untuk perekonomian dan stabilitas sosial politik dataran tinggi Gayo.”Tambah Zam Zam lagi Beberapa pebisnis regional baru-baru ini telah menggagas gerakan ekonomi “diplomasi kopi” dengan merintis poros kopi Gayo-Amerika Serikat (AS) terbesar untuk pertamakalinya,

usahawan terdiri eksportir dan improtir kedua negara rencananya meningkatkan kemitraan strategis mengatasi masalah kualitas dan kuantitas serta harga kopi. Kesejahteraan dan peningkatan petani menjadi prioritas, dan diharap kemitraan serupa dengan banyak negara terhadap potensi dan peluang produk kopi arabika gayo di masa depan. Data eksportir menyebutkan, kopi arabika gayo di ekspor ke sejumlah negara, terutama AS, Eropa , negara-negara Asia dan Timur Tengah. Analis mengatakan, dengan menerapkan strategi ekspor yang tepat menghasilkan stabilitas harga dan produksi yang berkualitas, kopi sebagai komoditi ekspor unggulan nasional, sedikitnya akan menyumbang perekonomian Gayo dengan devisa mencapai Rp 17 T per tahun, nilai ekspor sejumlah itu dicapai dengan pengembangan lahan kopi produktif sekitar 200 ribu hektar. Beberapa komoditi pertanian unggulan dinilai para ahli cukup berpotensi besar dikembangkan di Gayo selain kopi, tanaman sayur dan buah-buahan, termasuk cabai, daun bawang, kentang, labu, jeruk, alpukat, terong belanda, markisa dan lain sebagainya. (rahmad)***

www.kabargayo.com

UTAMA Premium Kopi Di Gayo, Sudahkah Tepat Sasaran?

Kabargayo 16 - 25 September 2013

5

Pembagian fee dari hasil penjualan, kepada petani kopi melalui koperasi-koperasi untuk tahun 2012 sebahagian besar sudah dibagikan koperasi di wilayah masing-masing. Jumlahnya tentu dalam hitungan Milyar Namun sudahkah, pembagian tersebut sesuai tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyrakat petani kopi. ber Gayo Selasa, (13/08). mengatakan, kecil kemukinan terjadinya kecurangan dalam pembagian premium tersebut sebab pihak pembeli, juga mengaudit hasil pembagain fee tersebut dengan menunjuk auditor utuk mengawasi pembagian fee itu. Jika terdapat kecurangan Koprasi tersebut akan di Diskualifikasi. Fee tersebut, dipernutukkan utuk petani Kopi. Koprasi dalam hal ini, memberikan berdasarkan kebutuhan petani, misalnya saja uang perawatan, perlengkapan, pupuk dan lain sebagainya. Selain itu, ia juga menyebutkan. Dengan dana yang begitu besar bukan tidak mungkin terjadi kecurangan.” Ada koprasi-koprasi nakal yang melakukan permainan, dengan memamfaatkan anggota koperasi utuk mendapat kan fee tersebut, sehingga dilapangan kerap terjadi kecurangan dengan memasukkan data fiktif yang dilakukan oleh kolektor yang berada di lapangan” katanya. Ditambahkannya, Koprasi yang bekerja tidak 100% berada di lapangan hal tersebut tentu dengan keterbatasan anggaran yang ada. Dengan demikian sudah pasti banyak dari petani yang merasakan ketidakpuasan yang di akibatnkan, tidak terdatanya sebagai anggota sehingga tidak mendapatkan premium. Untuk itu, kedepannya, Dinas Koprasi Dan Usaha Kecil Menengah, akan membuat langkah-langkah perbaikan, dan pemuktahiran data secara keseluruhan.Semetara itu hingga berita ini di terjunkan Dinas koprasi dan UKM belum menerima laporan masing-masing koprasi sehingga belum diketahui jumlah fee pada trade 2012-2013 pada masing-masing koprasi. (Mashury)

Redelong |Keber Gayo Beberapa Koperasi yang mendapatkan sertifikasi dan melakukan penjualan mendapatkan fee dari pihak ketiga dalam hal ini adalah pembeli dari Negara luar. Fee tersebut sebahagian besar sudah disalurkan berdasarkan pemintaan dan musyawar anggota (Petani) berupa, uang perawatan, pemakasan,sepatu Bot cangkul, parang, dan lain sebagainya, sesuai dengan kesepakatan anggota. Terkait hal tersebut, Keber Gayo melakukan investigasi lapangan guna keterbukaan informasi publik, dengan harapan fee tersebut tepat sasaran dan sesuai keinginan masyarakat, selaku petani kopi yang berhak atas pembagian fee tersebut. Sehingga tidak terjadi penyimpangan seperti hanlnya Premium kopi Trade 2005-2006-2007- Januari 2008 lalu. dimana, fee petani kopi sebesar 20,3 M hingga saat ini masih mengambang dan tidak ada kejelasan. Salah seorang petani kopi yang berhasil di jumpai A.Indra (1/8) kepada Keber Gayo mengatakan pembagian fee tersebut diharapkan dapat dinikmati oleh petani kopi, secara menyeluruh, seperti halnya memperbaiki Infrastruktur jalan ke perkebunan masyarakat, dengan demikian, para petani kopi sudah tidak lagi sulit mengangkut hasi pertanian yang saat

ini sebahagian besar masih sulit di lalui. Ditambahkannya, ada beberapa Koprasi yang hanya meraih keutungan dari para petani dengan memamfaatkan lahan perkebunan untuk memasang pamplet tampa ada musyawarah. Selain itu Koprasi juga harus melakukan sosilisasi kepada petani kopi organik, tidak semata-mata datang dan melakukan baik kepada petani kopi yang tergabung dalam anggota. Ia juga mengatakan, kolektor dalam hal ini tidak mengambil keutungan dari petani kopi, fee tersebut bukan di peruntukan untuk kolektor kecuali mereka menjadi anggota dan pembagian sama dengan anggota lainnya, para petani khususnya di daerah Tingkem banyak mengeluh akibat di diskualifikasi oleh koperasi Cv Arsada yang sebelumnya tidak pernah melakukan sosialisi kepada petani namun, tetap memblacklis secara sepihak, Sementara itu Kepala Koperasi Tunas Indah, M Bakat Kepada Keber Gayo Mengatakam, Koperasi Tunas Indah sudah berdiri sejak tahun 2004, sebelumnya Koprasi Tunas Indah juga sempat di kerjai oleh pihak belanda GMSC dimana fee petani kopi sebesar 20,3 m tidak disalurkan, namun hingga saat ini permasalahan tersebut masih mengam-

bang. Koprasi Tunas Indah memiliki anggota sebanyak 3617 yang aktip terdiri dari, 33 Desa yang tersebar di 5 Kecamatan, diantaranya Permata, Pintu Rime Gayo, Weh Pesam, Bukit, dan Kecamatan Kebayakan, di salah satu Desa, yakni Kelupak Mata. Dengan luas 3316,8 Ha kebun. Sementara, untuk tahun ini katanya, Koprasi Tunas Indah Sudah menyalurkan fee trade 2012-2013 kepada petani kopi sebesar lebih kurang Rp 4 Milyar, dalam bentuk mesin babat, uang sebagai ongkos pemangkasan, seperti halnya Desa Brendal. Dikatakannya, hasil fee tersebut juga nantinya akan digunakan sebagai pembinaan dan sosialisi serta perbaikan infrastruk yang di perlukan anggota. Pembagian fee saat ini masih berjalan dari hasil penjualan, sehingga belum dapat dihitung secara keseluruhan, dikarekanan penjualan masih berjalan di perikrakan untuk tahun ini berjumlah Rp 10 Milyar jika penjualan kopi habis terjual dari stok Redy siap ekspor sebanyak 2200 Ton. “ Hasil fee tersebut jatah koperasi sebanyak 50%, tidak dapat diganggu gugat sehingga kedepannya koprasi akan lebih meningkatkan pelayanan dan pengawasan terhadap petani kopi, kita juga sudah merencanakan Simpan Pinjam kepada petani di tahun 2014. Dalam hal ini kolektor juga tidak mempunyai hak kecuali mempunyai kebun dan masuk sebagai anggota, kolektor dalam hal ini adalah pedagang bagaimana mendapatkan kopi lebh banyak dari petani kopi,”katanya. Kedepan Koperasi Tunas Indah, akan melakukan terobosan-terobosan untuk meningkatkan kualitas dan hasil produksi petani kopi organik, agar kopi dataran tinggi ini lebih menjulang dan medapatkan mutu terbaik di Dunia, utuk itu kita berharap para petani kopi tidak lagi menggunakan pupuk kimia dan melakukan penyemprotan pada kebun milik mereka sendiri. Menggapi pembagian fee kepada petani, Kepala Dinas Koprasi Darmansyah kepada Ke-

Kepala Koperasi Tunas Indah, M Bakat

www.kabargayo.com

6

Kabargayo 16 - 25 September 2013

OPINI
kan. Hanya karena beritanya bersifat kritik kebijakan Pemerintah banyak penerbitan pers yang diberangus seperti majalah Tempo, majalah Editor dan lain-lain. Bahkan hingga sekarang ada yang sudah tidak terbit lagi karena SIUPP nya di cabut. Setelah Reformasi bergulir dan lahirnya Undang-undang No. 40 Tahun 1999 penerbitan pers bermunculan ibarat tumbuhnya cendawan dimusim hujan. Lebih-lebih lagi ketika Abd. Rahman Wahid terpilih sebagai Presiden Departemen Penerangan dihapus dari Struktur Kabinetnya yang berarti Menteri Penerangan tidak ada lagi. Walaupun kini ada Menteri Negara Komunikasi dan Informasi fungsinya terbatas hanya bersifat mengawasi dan tidak berhak memberangus penerbitan pers. Dengan demikian syarat untuk mendirikan Usaha Penerbitan pers cukup mudah karena tidak diperlukan lagi mengurus Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) yang syaratnya segudang. Ada Badan Usaha, punya modal meskipun hanya pas-pasan sudah bisa mendirikan penerbitan pers apakah itu majalah, tabloid maupun surat kabar meskipun hanya di Kabupaten/ Kota. ¬¬¬¬¬¬ Sepintas lalu hal itu cukup menguntungkan karena penerbitan pers yang bersangkutan telah membuka lapangan kerja baru dengan menyerap tenaga kerja untuk mengurangi pengangguran. Maka ramai-ramailah orang melamar jadi wartawan yang jumlah terus bertambah tiap bulan karena syaratnya cukup mudah pula. Mampu banyar setoran uang jaminan Koran untuk beberapa bulan kedepan keluarlah kartu pers meskipun pelamarnya tidak Tamat SD bisa jadi wartawan. Akan tetapi pada sisi lain hal ini meimbulkan masalah-masalah baru karena kesejahteraan wartawan terabaikan. Pada hal menurut Bab IV pasal 10 Undang-undang no. 40 Tahun 1999 Tentang Pers Berbunyi : “Perusahaan pers memberikan kesejahteraan kepada wartawan dan karyawan pers dalam bentuk kepemilikan saham dan atau pembagian laba bersih serta bentuk kesejahtraan lainnya”. Sayangnya belum semua Perusahaan Pers mampu memberikan kesejahteraan pada wartawannya antara lain karena perusahaan masih baru, sirkulasi Koran terbatas, pemasang iklan belum ada, sehingga perusahaan tersebut mengandalkan wartawannya sebagai salesman atau agen pemasaran. Wartawan hanya mendapatkan sekedar komisi dari penjualan Koran yang jumlahnya minim sekali itupun kalau korannya laku. Menyadari kondisi demikian rupa Pemerintah Daerah mengalokasikan dana pembinaan organisasi profesi pada setiap tahun anggaran yang di sesuaikan kemampuan keuangan disuatu daerah. Amat di sayangkan pula organisasi ini juga belum mampu menggarapnya secara benar, hanya bisa membuat proposal bagi kepentingan pengurusnya saja tanpa dapat dipertanggung jawabkan secara tepat dan benar. Namun demikian Pemerintah Daerah mempunyai cara-cara lain membantu wartawan misalnya saja pemkab Gayo Lues lewat bagian Humas memberikan penghargaan atas berita-berita hasil liputan wartawan sebanyak Rp. 50.000,- setiap berita kendatipun penyalurnya tidak setiap bulan. Pada kenyataannya wartawan produktif mampu meraup penghasilan sampai jutaan rupiah, tetapi yang tidak membuat berita sama sekali sudah dipastikan gigit jari. elain dari itu bila terjalin hubunganbaik dengan instansi maupun Dinas-dinas biasanya mereka juga mau membantu wartawan minimal pada hari-hari penting seperti megang puasa dan lebaran dengan jumlah yang bervariasi ikhlas dan tidak mengikat serta tidak memilah-milah wartawan yang aktif menulis dengan yang tidak pernah membuat berita sama sekali. Bisa jadi ada wartawan yang mendapat penghasilan lumanyan karena mengendus hal-hal yang tidak beres pada salah satu instansi Pemerintahan, pandai-pandai merekalah karena itu urusan pribadi. Akan tetapi kalau Kasus Korupsi yang merugikan kepentingan orang banyak dengan hanya menerima cepek atau goban agar tidak diberitakan adalah suatu hal yang memalukan, merusak citra wartawan, melanggar kode etik jurnalistik dan mempersubur tambuhnya korupsi di Negeri ini. Lebih fatal lagi bila media yang sudah kolaps kartu pers yang diterbitkan masih berlaku sehingga wartawannya melakukan pemerasan akhirnya masuk bui. Syukur Alhamdulillah dari jumlah sekitar 40 orang wartawan yang tercatat di bahagian Humas Setdakab Gayo Lues, hingga detik ini belum ada seorang pun yang membuat keresahan meskipun yang aktif menulis hanya separuhnya saja. Pertanyaanya sudahkah kita benar-benar menjadi wartawan? Jawabanya tergantung pada posisi mana kita berada. Yang pasti semua kita ingin menjadiwartawan yang baik dan benar sebab hal itu juga merupakan bentuk pengabdian terhadap Nusa, Bangsa dan Negara, mudah-mudahan saja, semoga………!!! Penulis Adalah Pemerhati Sosial politik dari Gayo Lues

Sudahkah Kita Benar-Benar Jadi Wartawan?
banyak berita, akan tetapi kalau tidak pernah sekalipun membuat berita lebih-lebih tanpa Koran pantaskah mengaku wartawan ? Justru karena itu beberapa penerbitan pers membuat peraturan tentang jenjang pendidikan minimal bagi pelamar yang ingin jadi wartawan serta mengikuti seleksi yang ketat sebagai persyaratan. Pada masa orde baru, orang yang ingin menjadi wartawan harus melengkapi persyaratan seperti melamar jadi PNS dengan jenjang pendidikan minimal SMA serta lulus seleksi. Karena itu pula keberadaan wartawan di Gayo Lues saat itu dapat di hitung dengan jari bahkan Putra Negeri Seribu Bukit yang menyandang profesi wartawan amat terbatas lebih-lebih lagi penerbitan pers di Indonesia tidak pula banyak. Adapun Putra Gayo Lues yang jadi wartawan diluar Daerah ketika itu hanya beberapa orang saja antara lain ialah A. K. Jakobi pemimpin redaksi Harian Pelita Jakrta, Alimuddin A. Rahim (Almarhum) Redaktur Olahraga Harian AB Jakarta dan Nazamuddin Arbi Wartawan Harian Serambi Indonesia Banda Aceh. Kemudian Muhammad Amru Wartawan Serambi Indonesia di Kutacane, Maddin Yunus (Almarhum) Wartawan Harian Waspada di Kutacane yang juga Pegawai Kantor Departemen Penerangan Kabupaten Aceh Tenggara dan Azhari, SH Wartawan Harian Analisa di Kutacane juga Pegawai DEPPEN Aceh Tenggara Sedangkan di Gayo Lues hanya 2 Orang saja yaitu Lukman Hakim (Almarhum) di samping PNS dengan jabatan juru penerangan dan Drs. Buniyamin. S wartawan harian waspada. Sayangnya kemudian karena Arogansi kekuasaan Departemen Penerangan tidak lagi mengayomi Penerbitan Pers dan wartawan tetapi berubah jadi Monster yang menakut-

Oleh: Samsuddin Said
Kata orang bijak Wartawan Ibarat Lilin yang rela dirinya terbakar asal sekelilingnya terang, berani mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu tetap salah, siapapun orangnya. Itulah sebabnya Logo Departemen penerangan dulu “api yang tak kunjung padam” karena selain sebagai juru bicara Pemerintah juga mengayomi penerbitan Pers dan para Wartawannya. Tugas seorang wartawan cukup berat sebab harus mampu memberikan pencerahan lewat media masa dengan sajian informasi yang akurat, faktual dan jelas sumber beritanya karena sasarannya adalah publik dari segala tingkatan. Oleh karena itu seorang wartawan harus mempunyai wawasan luas, daya nalar yang tinggi dan relasi yang banyak serta bisa masuk ke segala lini, sehingga pada akhirnya menjadi sosok yang disegani dan diperlukan. Keberadaan seorang wartawan tidak hanya diukur dari seringnya kartu Pers berganti, nama tertera do box penerbitan, akan tetapi di tandai dari berita-berita dan tulisannya menghiasi halaman surat kabar, tabloid dan majalah yang benar-benar karya sendiri bukan jiplakan. Logikanya bila orang kaya banyak harta tentu di sebut hartawan, maka wartawan adalah orang yang

Meneropong Diskriptif Politik Aceh
Aceh lima tahun kedepan dibawah kepemimpinan politik dan kepemerintahan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf, akankah hadir paradigma baru peradaban politik di Aceh, dalam interaksi kehidupan politiknya yang lahir dari politik-hukum nasional sebagai “setting” tampilnya Zaini Abdullah sebagai Gubernur dan Muzakir Manaf sebagai Wakil Gubernur Aceh, setelah melalui proses perjuangan politik dan hukum dikarenakan adanya perlawanan sengit yang dilakukan calon Gubernur lainnya, saling mengganjal yang bernuansa “misteri politik” dalam transisi politik yang sedang berlangsung. Pelantikan Zaini Abdullah sebagai Gubernur dan Muzakir Manaf sebagai wakil Gubernur Aceh menunggu hari, peradaban politik yang bagaimanakah akan terbangun dalam proses politik Aceh di tengah-tengah rakyatnya yang terbelit kemiskinan, tingkat pengangguran yang tinggi dan ekonomi rakyat yang sulit serta korupsi yang merajalela. Seharusnya roda kepemerintahan Aceh dijalankan secara efektif, agar birokrasi sebagai alat pencapaian untuk pensejahteraan rakyat Aceh dapat mengurangi statistik angka pengangguran, menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan ekonomi rakyat. Selama ini birokrasi sebagai sarana kepemerintahan untuk melayani rakyat belum optimal, untuk terwujudnya cliean and govermant dan good governance. Legitimasi politik di miliki ZIKIR yang sangat meyakinkan dengan telah memperoleh 1.327.695 suara (55,78) persen dari 2.380.186 total suara yang sah, untuk memimpin kepemerintahan Aceh 5 tahun kedepan, sejatinya mempunyai daya “dobrak” mentriggle, mendorong untuk men-

Oleh: S.Zetha
peng-implementasian UUPA secara komprehemsif/tanpa dipenggal penggal antara pasal satu dengan pasal lainnya yang beralaskan pada MoU Helsinki dalam ke-Indonesiaan. Dalam proses politik seperti inilah format politik dan kepemerintahan Aceh dapat memberikan kontribusi model politik terhadap kepemerintahan di indonesia. Penulis Adalah Wartawan dan Pemerhati Sosial Politik Aceh

gubah mainset dan prilaku birokrasi, agar menjadi pelayan rakyat yang sesungguhnya. Dengan kekuatan politik yang mendukung mayoritas di legislatif, sehingga memudahkan kepemerintahan Aceh mentrapkan kebijakan kebijakannya untuk percepatan terwujudnya kesejahteraan rakyat Aceh. Kondisi politik Aceh kedepan, harus mampu mentransformasi politic bickering, politik kekerasan menjadi politik yang berkeadaban “civility” hal ini sangat ditentukan sikap dan prilaku elit politik serta kekuatan politik apalagi menjelang pemilihan anggota legislatif Aceh tahun 2014 mendatang. Arah politik dan kepemerintahan Aceh ke depan adalah jelas memperjuangkan

www.kabargayo.com

OPINI

Kabargayo 16 - 25 September 2013

7

Caleg Keluarga Vs Caleg Ideal dan Egaliterisme di Gayo
Banyaknya calon anggota legislatif yang maju di Takengon, karena ketentuan KPU (KIP Aceh Tengah) yang mengharuskan demikian. Kelima belas partai politik mesti mendaftarkan 7-8 calonnya di Dapil-dapil di Takengon. Dapil I dan III, 7 calon. Dapil II dan IV 8 calon, karena jumlah penduduk yang lebih besar. Dari keseluruhan Caleg yang maju, pastinya ada yang berasal dari satu keluarga, satu kampung (desa), dan satu kecamatan. Dapil IV (Kec Bebesen, Kec Bies, dan Kec Kute Panang), misalnya, dalam satu kampung ada yang maju sampai 10, bahkan 15 calon. Alhasil, potensi “pecah suara” semakin besar. Dengan begitu, peluang keterpilihan dan keterwakilan dari kampung yang bersangkutan pun makin kecil. Namun, tidak ada yang tidak mungkin dalam politik. Perubahan bisa terjadi setiap saat. Bisa saja, yang terpilih malah dari kampung yang banyak nyaleg. Sebaliknya, bisa dari kampung yang kontestannya kurang. Dampak lain, makin menguatkan disharmoni antarcaleg, keluarga, kampung, dan antarkecamatan. Lebih luas, “kerenggangan sosial” dalam masyarakat. Karena, masih belum adanya kedewasan berpolitik dari partai politik, calon, elite politik, politisi, dan masyarakat. Lebih khusus lagi, dalam menyikapi perbedaan pilihan. Di sisi lain, pendidikan dan pembangunan kesadaran berpolitik yang bermartabat dan bermoral masih kurang. Masih sebatas lip service politik. Akibatnya, muncul rasa curiga yang berlebihan, saling tidak percaya, saling tidak menyapa, saling menjelekkan, dan sampai-sampai tidak saling bersilaturrahim. Bahkan, bisa sampai konflik. Karena, lebih mengedepankan pendekatan Machiavelli dibandingkan Ibnu Khaldun dalam berpolitik, utamanya dalam meraih kekuasaan. ‘Track Record’ Dewasa ini, ada kecenderungan bahwa masing-masing keluarga tetap memilih caleg yang berasal dari keluarganya, meski kualitasnya kurang (wawasan, keilmuan, dan kemampuan dalam menjalankan tugas kedewanannya minim, kurangnya dukungan pendidikan, dan punya rekam jejak yang buruk: kejujuran, tanggung jawab serta punya catatan moral dan hukum yang buruk). Apalagi, yang bersangkutan punya modal yang lebih. Meski tidak semuanya demikian, tapi rata-rata. Sayangnya, masih belum terpetakan secara kuantitatif. Karena, masih kurangnya kajian, penelitian, dan dokumentasi terkait politik, kepemiluan, dan pelaksanaan demokrasi di Takengon. Termasuk, publikasi secara terbuka oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Tengah, selaku penyelenggara. i lain pihak, masyarakat Gayo sendiri berkarakter terbuka, toleran, akomodatif terhadap perubahan, dan egaliter. Mereka memandang sama setiap orang. Antara rakyat biasa, ulama, anggota dewan, dan bupati/wakil bupati sekalipun, tetap sama. Soal kepemimpinan, ada yang diembani amanah, ada yang tidak. Namun, yang tidak mengemban amanah tetap mengawasi dan mengevaluasi kepemimpinan yang berjalan (bahasa Gayo= besitegahen— saling mengingatkan). Jadi, kalau ada anggota masyarakat yang mengkritik pemimpinannya baik bupati maupun dewan, itu sudah biasa di Takengon, tanoh (tanah) Gayo. Sebab, sistem nilai yang berlaku demikian. Dalam memilih pemimpin pun, seperti itu. Mereka lebih mengutamakan rekam jejak calon yang bersangkutan baik calon anggota dewan, bupati dan wakil bupati maupun pemimpin informal. Jadi, “betul-betul dipertimbangkan.” Dalam kearifan lokal setempat dikenal anak ni Reje mujadi kude, anak ni Tengku mujadi asu (anak Raja bisa jadi kuda, anak Tengku bisa jadi anjing). Maksudnya, keagungan nama, keluhuran sifat, kedalaman ilmu, keluasan wawasan dan pengalaman, kerendahhatian, dan keberhasilan orang tua (perekomendasi) belum tentu diwarisi anaknya (calon yang maju— yang direkomendasikan). Dengan demikian, rekomendasi dan garis komando “tidak berlaku” di Gayo. Kalau ada tokoh, partai politik atau organisasi yang memfatwakan memilih calon tertentu, dalam kenyataannya, belum tentu dipilih. Termasuk, dalam keluarga dan dalam satu kampung. Tidak semuanya memilih calon yang sama. Harapannya, masyarakat Gayo tetap memelihara sifat dan karakter keegaliterannya meski ada pergeseran nilai sejak tiga pemilu demokratis sebelumnya (sejak masa reformasi). Lebih dari itu, memelihara akal sehat dan nuratinya, terutama dalam menghadapi dan melakukan pencoblosan pada pemilu legislatif 2014. Hasilnya, wakil-wakil rakyat yang terpilih nantinya betul-betul berkualitas, punya rekam jejak yang mumpuni, serta ada dan berjuang untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Pada akhirnya, bisa memberikan dampak perbaikan dan kemajuan di Takengon, Gayo, dan Aceh pada umumnya. Penulis adalah Direktur Research Center for Gayo

Oleh: Yusradi Usman Al Gayoni
Pemilu legislatif 2014 tinggal delapan bulan lagi. Kamis (22/8/2013), Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah mengumumkan daftar calon tetap (DCT). Dengan demikian, mereka telah resmi bertarung memperebutkan kursi legislator baik di tingkat kabupaten, propinsi maupun ke Senayan. Secara keseluruhan, ada 450 calon anggota legislatif yang bertarung dan memperebutkan 30 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah. Ke 450 calon ini berasal dari 12 partai nasional—Nasdem, PKB, PKS, PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PPP, Hanura, PBB, dan PKPI—serta 3 partai lokal—PA, PNA, dan PDA. Daerah Pemilihan atau Dapil I (Kec Bintang, Kec Kebayakan, dan Kec Lut Tawar) dan Dapil III (Kec Celala, Kec Ketol, Kec Rusip Antara, dan Kec Silih Nara) masing-masing 7 kursi. Sementara, Dapil II (Kec Atu Lintang, Kec Jagong Jeget, Kec Linge, dan Kec Pegasing) dan Dapil Dapil IV (Kec Bebesen, Kec Bies, dan Kec Kute Panang) masing-masing ada 8 kursi yang diperebutkan.

www.kabargayo.com

8

Kabargayo 16 - 25 September 2013

BLANGKEJEREN

Menggali Potensi Gayo Lues
Kabupaten Gayo Lues yang dimekarkan dari Kabupaten Aceh Tenggara, pada tanggal 10 April, Berlahan mulai berbenah diri, mengenjot pembangun disetiap sektor, dan mengejar ketertinggalan dengan daerah lain, berbagai potensi alam terus berusaha digali. Dibutuhkan kerja keras dan komitmen dari setiap element masyarakat untuk memajukan negeri seribu bukit ini. pengungjung para pejabat . Syair dalam tarian Saman mempergunakan bahasa Arab dan bahasa Gayo. Pada masa lalu, Tari Saman biasanya ditampilkan untuk merayakan peristiwa - peristiwa penting dalam adat dan masyarakat Aceh. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Nama tarian "Saman" diperoleh dari salah satu ulama besar Aceh, Syech Saman. Tari Saman biasanya ditampilkan tidak menggunakan iringan alat musik, akan tetapi menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan mereka yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronisasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah. Tarian ini dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syech. Karena keseragaman formasi dan ketepatan waktu adalah suatu keharusan dalam menampilkan tarian ini, maka para penari dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat tampil dengan sempurna. Tarian ini khususnya ditarikan oleh para pria. Selain itu ada juga, Tari Bines yang merupakan tarian khas Gayo, yang bermula dari Daerah Gayo Lues. Biasanya diselenggarakan digedung kesenian, ataupun di tempat-tempat tertentu jika ada perayaan kesenian. Tari Bines ditarikan oleh para wanita dengan cara duduk berjajar sambil menyanyikan syair yang berisikan dakwah atau informasi pembangunan. Para penari melakukan gerakan dg perlahan kemudian berangsur-angsur menjadi cepat dan akhirnya berhenti seketika secara serentak. Begitu juga dengan Pacuan Kuda merupakan salah satu atraksi menarik dari kebudayaan ditanah dataran Tinggi Gayo, di tiga kabupaten di antranya Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Kabupaten Gayo Lues. Atraksi Pacuan Kuda Tradisional saat berlari di tunggangi Para Joki cilik yang kebanyakan para remaja. Biasanya pacuan kuda tersebut di adakan setiap tahun sekali dalam rangka memperingati hut RI dan Hut Kabupaten, yang pesertanya berasal dari tiga kabupaten tersebut. Aksi tersebut menjadi Ajang tontonan dan hiburan bagi para masyarakat lokal dan wisata luar yang di adakan dalam satu minggu penuh. Sedangkan untuk wisata alam, kabupaten ini juga menyimpan tempat-tempat menarik untuk dikunjungi, seperti objek pemandian air panas Gumpang. Objek wisata ini merupakan tempat pemandian air panas alami menjadi sarana rekreasi wisata lokal dan luar, yang Jarak tempuhnya sekitar 60 km dari Kota Blangkejeren (Ibukota Kabupaten). Begitu juga dengan objek wisata Air Terjun Akang Siwah, Air Terjun ini masih sangat alami dan indah, memiliki 3 tingkatan, yaitu 8 m, 14 m, paling tinggi 80 meter. Alamat Lokasi : Jarak tempuh sekitar 6 km dari Kota Blangkejeren. Objek wisata ini merupakan wisata alam/ ekowisata yg mempesona, dan masih sangat alami, cocok bagi yang menginginkan ketenangan dan merasakan kesejukan udara disini, Jadi kalau anda ingin mengunjungi kabupaten dengan ibu kota bernama Blangkejeren ini tidak usah ragu, karena akan dimanjakan dengan pemandangan indah. (Dari berbagai sumber)

http://pariwisata-danau-gayo-lues.blogspot.com/ Kabupaten Gayo Lues yang dimekarkan dari Kabupaten Aceh Tenggara, pada tanggal 10 April dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2002. Kabupaten yang terkenal dengan Tari Samannya dan penghasil minyak nilam ini, dijuluki sebagai Negeri Seribu Bukit di karenakan terletak di gugusan gunung Bukit Barisan. Blang Kejeren adalah Ibukota Kabupaten ini..Secara geografis, kabupaten Gayo lues terletak pada 960 43' 24" - 960 55' 24" BT dan 030 40' 26" - 040 16' 56" LU. luas 571.958 Ha ini, di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Langkat-Provinsi Sumatera Utara, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Aceh Barat Daya, sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Aceh Tengah, dan Kabupaten Aceh Timur, dan di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tenggara, dan Kabupaten Aceh Barat Daya. Dalam perjalannya Kabupaten Gayo Lues berda di bawah kepemimpinan - Ir. H. Muhammad Ali Kasim, MM (alm), Pj. Bupati dari tahun 2002-2006; - Dr. H. Aspino Abusamah, M.Kes, Pj. Bupati dari tahun 2006-2007; - H. Ibnu Hasim, S.Sos, MM, Bupati dan - Letkol. Inf. Firdaus Karim (alm), Wakil Bupati terpilih periode 2007-2012;terpilih periode 2007-2012; Drs. Cipta Hunai, M.Si, Pj. Bupati dari Maret 2012-Septemper 2012; H. Ibnu Hasim, S.Sos, MM, Bupati dan Adam, SE, M.AP, Wakil Bupati periode 2012-2017. Daerah Gayo Lues terletak pada ketinggian 400 sampai 1200 meter di atas permukaan laut (mdpl), yang sebagian besar wilayahnya merupakan daerah perbukitan dan pegunungan. Daerah yang terkenal dengan hawanya yang sejuk ini, juga dikenal dunia internasional sebagai paru-parunya bumi. Dengan bentangan alam yang sangat indah, Kabupaten Gayo Lues merupakan areal yang tepat untuk dijadikan daerah konservasi dan penelitian flora maupun fauna. Di daerah ini juga terdapat taman nasional yang dikenal dengan Taman Nasional Gunung Leuser, dengan biodiversitas paling kaya di dunia. Dimana sebagian besar wilayahnya merupakan area Taman Nasional Gunung Leuser yang telah dicanangkan sebagai warisan dunia. Mayoritas penduduk Gayo Lues adalah berasal dari etnik Gayo. Bermukim pula di sana warga dari suku Aceh, Alas, dan Batak. Dalam mewujutkan Visi dan misi bupati saat ini Sebagai kabupaten baru telah banyak kemajuan baik dari sudut pembangunan, pertanian, peternakan dan perikanan. Gayo Lues hingga saat ini terus berbenah diri untuk mengejar ketertinggalannya dalam pembangunan segala bidang.seperti, infrastruktur ,pendidikan,kesehatan dan menggenjot ekonomi masyarakat serta Budaya. Kondisi alam Gayo Lues sangat subur dan sangat potensial menjadikan sektor pertanian dan perkebunan menjadi prioritas bupati saat ini, untuk dikembangan dengan berbagai tanaman seperti; nilam, sere wangi, kopi, kakao, tembakau, terutama cabe dan jagung. pertanian dan perkebunan. Terlepas dari itu potensi air dan luas area juga menjanjikan utuk pembudidaya ikan dan peternakan. Potensi budaya yang sangat dikenal yakni, budaya tari saman pada bulan maret 2010 lalu, tarian saman Gayo Lues sudah mendunia hasil perifikasi Pemerintah pusat mengirimkan hasil kajian ini,ke Unesco sebuah organisasi badan dunia dibawah PBB, di Paris Prancis. Dari 90 berbagai jenis budaya yang diusulkan oleh Pemerintah Indonesia,akhirnya tari saman Gayo Lues masuk dan menjadi satu satunya ,Budaya tak benda yang diakui oleh Unesco,bersama budaya beberapa negara lain,di Bali 24 Nopember 2011. Selain itu Kabupaten Gayo Lues memiliki harta karun alam yang dapat dijadikan pertambangan mineral logam Galena , emas dan tembaga. Kabupaten Gayo Lues terdiri dari 11 Kecamatan diantaranya; Kuta Panjang, Blang Jerango, Blang Kejeren, Putri Betung, Debun Gelang, Blang Pegayon, Pinding, Rikit Gaib, Pantan Cuaca,Terangon Tripe Jaya, terdiri dari 119 Kampung. Jumlah penduduk berdasarkan data kependudukan tahun 2010 sebanyak 79.592. Wisata Wilayah Kabupaten Gayo Lues Tari Saman adalah salah satu tarian daerah Aceh yang paling terkenal saat ini. Tarian ini berasal dari suku Gayo, dan ditarikan oleh para pria. Tari saman biasanya diselenggarakan digedung kesenian, ataupun di tempat-tempat tertentu jika ada perayaan kesenian, tari saman saat ini juga ditampilkan pada acara hiburan

http://pariwisata-danau-gayo-lues.blogspot.com/

www.kabargayo.com

RAGAM
Keber Gayo I Takengon Bardan Sahidi anggota DPRK Aceh dari Partai PKS, surati Kementerian Pendidikan Nasional dalam hal ini Dirjen Pendidikan Tinggi, untuk memberikan keringanan biaya kuliah atau SPP kepada mahasiswa asal Aceh Tengah dan Bener Meriah yang terkena dampak gempa Selasa 2 Juli, lalu. Kata Bardan, surat tersebut merupakan hak usul inisiatif dirinya sebagai anggota DPRK Aceh Tengah” Intinya, dalam surat itu kita meminta kepada Menteri pendidikan Nasional melalui Dikti untuk dapat menghimbau para rektor Perguruan Tinggi atau Universitas, Politeknik, Akademi, Negeri untuk dapat memberikan keringanan biaya pendidikan kepada mahasiswa yang berasal dari Aceh Tengah dan Bener Meriah yang menjadi korban gempa”kata Bardan. “Betapa tidak, saat ini kondisi orang tua mahasiswa yang terkena dampak gempa saat terpuruk akibat gempa apalagi dengan kian merosotnya harga komoditi kopi yang telah menjadi sumber penghasilan mereka, jangan sempat kondisi menjadi paktor penghambat mahasiswa tersendak dalam proses studinya “ Bardan. Musibah gempa Gayo sendiri telah telah meluluhlantakan sebagaian besar daerah di Aceh Tengah dan Bener Meraih, tercatat total rumah rusak adalah 18.207 unit, dimana 4.292 rusak berat, 4.336 rusak sedang, dan 9.579 rusak ringan. 75 Persen dari total kerusakan rumah tersebut terjadi di Aceh Tengah yaitu 14.597 unit rumah, dimana 3.644 rusak berat, 3.535 rusak sedang, dan 7.418 rusak ringan. Sedangkan di Bener Meriah terdapat 3.610 rumah rusak dengan perincian 648 rusak berat, 801 rusak sedang, dan 2.161 rusak ringan. Sementara untuk korban jiwa 34 orang hilang, dan 6 orang

Kabargayo 16 - 25 September 2013

9

Bardan Sahidi anggota DPRK Aceh dari Partai PKS, Surati Dikti Minta kompensasi untuk biaya kuliah mahasiswa korban gempa gayo

Surati Dikti, Bardan Sahidi Usulkan Kompensasi Untuk Mahasiwa Korban Gempa Gayo

hilang di Aceh Tengah sementara di Bener Meriah 8 orang meninggal. Selain itu, pasilitas Sementara kantor pemerintah yang rusak berat 48 unit, rusak sedang 20 unit dan rusak ringan tercatat sembilan unit. Fasilitas kesehatan yang rusak akibat gempa itu yakni satu rumah sakit umum Datu Beru. Kemudian puskesmas, postu, puskesdes dan polindes yang rusak berat sebanyak 85 unit, rusak sedang 26 unit dan rusak ringan enam unit. Sementara rumah ibadah yakni musala dan masjid yang terkena dampak gempa di Aceh Tengah berupa rusak berat 36 unit, rusak sedang 25 dan rusak ringan sebanyak 75 unit.

Pengungsi yang awalnya mencapai 52.113 jiwa, lanjut dia, saat ini 36.905 jiwa. Sebagian masyarakat telah kembali ke rumah masingmasing. "Dari 36.905 jiwa pengungsi tersebut di Aceh Tengah 32.129 jiwa yang tersebar di 10 kecamatan, dan 4.776 jiwa di Bener Meriah yang tersebar di 6 kecamatan. Saat ini penanganan akibat gempa tersebut akan memasuki masa rehab rekon, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan diperlukan dana senilai Rp 882,5 miliar. Aceh Tengah membutuhkan dana untuk pemulihan pascagempa senilai Rp 754,3 miliar, sedangkan untuk Kabupaten Bener Meriah Rp

128,2 miliar. Kata Bardan lagi, surat tersebut juga telah ditembuskan kepada Presiden, Sekneg, Menko Kesra, DPRI, DPD RI asal Aceh kemudian Forbes DPR dan DPD RI asal Aceh” Saat ini kita masih menunggu jawaban dari pihak Dikti, kita berharap bahwa pihak Dikti memberikan jawaban dan bisa menjadi payung hukum nanti dalam pemberian kompensasi terhadapmahasiswa yang terkena Gempa” pungkas Bardan. (Wien Pengembara)

Pasar Murah Bahan Bangunan Untuk Korban Gempa Di Bener Meriah
Pemda Bener Meriah Berencana Akan menggelar pasar murah bahan bangunan untuk korban gempa, Salah satu usaha untuk membantuu para korban gempa gayo.
Keber Gayo I Redelong Berbagai upaya Pemerintah terus dilakukan guna membantu korban gempa di Tanoh Gayo, hingga memasuki tahap pembangunan rehap-rekon, Pemerintah berupaya menyediakan alat-alat kontruksi bagunan murah yang setara dengan harga pabrik hal tersebut di ungkapkan oleh Mahyudin Kepala Dinas Disperindak Kabupaten Bener Meriah kepada Kabarayo Rabu (28/8) di ruang kerjanya. " Krisis Global yang menyebabkan harga produk tanoh Gayo komoditi kopi, menurun dan naiknya harga barang utama seperti sembako dan kebutuhan lainya diharapkan dapat membantu rakyat Bener Meriah melalui pasar Murah", katanya. Dikatakannya, program tersebut merupakan program pemerintah pusat, untuk membantu korban gempa, membangun kembali rumah mereka. Sebelumnya, pihak kementrian perindustirian sudah melakukan sosialisasi terkait tahapan dan pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk menghubungi, korlap-korlam industri yang ada di Sumatra Utara (Medan). Hingga saat ini, kita sedang menunggu konfirmasi balik untuk realisasi program tersebut. ntuk Bener Meriah sendiri, sudah mengulkan untuk, 18 titik pusat perbelanjaan atau pasar sesuai titik lokasi gempa. Namun korlap akan meninjau dan memutuskan titik pusat belanja tersebut. Dimana Program tersebut diperuntukkan untuk korban gempa adapun bahan-bahan Kontruksi tersebut berupa semen, paku, seng, bata, dan lain sebagainya. Mahyudin juga berharap, dengan adanya paar murah kontruksi bangunan tersebut di harapkan dapat membantu masyarakat Bener Meriah dan Aceh Tengah untuk membangun kembali rumah mereka sesuai keiginannya. (Mashury)

www.kabargayo.com

10

Kabargayo 16 - 25 September 2013

POLITIK

Puluhan Masa Bener Meriah Desak Calon Komesioner KIP di Lantik
etapan anggota Komisioner KIP Bener meriah. Sementara untuk Sayutiman, SE mengatakan untuk permasalahan PNS yang lolos menjadi calon komisioner KIP Bener Meriah, ia mengatakan, Pemerintah Daerah masih membutuhkan, tenaga PNS yang bersangkutan di lingkungan Pemerintah daerah, tentu dengan segala pertimbangan yang ada. sebaiknya, kesempatan tersebut diberikan kepada mereka yang tidak memiliki pekerjaan dan memiliki kemampuan. Menurutnya, Pemeritah daerah tidak akan melantik sebelum dikeluarkan SK pengangkatan kepada komisioner KIP terpilih, dari KPU pusat. Sementara M.Nasir,Ak Ketua DPRK kabupaten Bener Meriah, dihadapan para pengunjuk rasa menyampaikan, sesuai aturan yang berlaku,Penyelenggaraan seleksi KIP sudah, memenuhi persyaratan. Namun sangat disayangkan, KPU pusat menunda SK tersebut akibat adanya beberapa LSM di Bener Meriah yang menyurati KPU Pusat Dan surat wakil bupati yang tidak mengijinkan kedua orang PNS tersebut menjadi komisioner KIP, 5 anggota KIP yang sudah di usulkan merupakan tanggung jawab DPRK Bener Meriah, DPRK sudah mengirim nama-nama tersebut ke KIP pusat untuk dibuatkan SK. Tidak ada aturan yang melarang, PNS menjadi Komesioner KIP, jika lulus tidak akan menerima gaji doble, sebab ada aturan-aturan yang harus dipenuhi. "Saya pribadi tidak mempunyai kepentingan atas perekrutan anggota KIP, DPRK Bener Meriah akan terus memperjuangkan, SK calon komisioner Kip yang sudah kami kirim. Kami juga berharap kepada pemerintah daerah utuk menghargai kami selaku anggota DPRK yang juga merupakan mitra, kami akan terus memperjuangan SK tersebut walau apapun yang terjadi", katanya (Mashuri)

Keber Gayo I Redelong Puluhan Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi datangi kantor DPRK, desak Lantik Calon Komesioner KIP terpilih, dan Mengecam Pemerintah daerah yang Menginterpensi Kewenangan Legeslatif Kamis (22/8) . Setelah berorasi di depan Gedung DPRK Bener Meriah massa yang tergabung dalam aliansi tersebut dipersilakan masuk ke ruang persidangan DPRK setampat, salah serang kordinator masa Munawir meminta kepada Anggota DPRK untuk menghadirkan perwakilan dari eksekutif yang akhirnya dihadiri oleh Asisten II Sayutiman SE, di dampingi Kabag Hukum Sekretariat Daerah.

Dikatakan Munawir, kekosongan jabatan KIP telah merugikan masyarakat Bener Meriah, sehingga jabatan KIP saat ini di ambil alih KIP Provinsi. Selain itu, mereka juga mengecam surat bupati melalui Wakil bupati untuk tidak memberikan ijin kepada anggota KIP yang berstatus PNS, menurut mereka dengan adanya surat tersebut merupakan bentuk interpensi Pemda terhadap Legeslatif. Sebelumnya, tuntutan aksi tersebut juga dibacakan oleh perwakilan aksi Roy, diantaranya: 1. Kepada unsur eksekutif tidak menginterpensi kewenangan Legislatif dalam hal penetapan anggota komisioner KIP Kabupaten Bener Meriah Priode 2013-2018.

2. Mendesak Pihak eksekutif untuk segera melantik komesioner KIP dari hasil penjaringan yang telah di tetapkan. 3. Meminta, kepada pihak eksekutif, Bupati dan Wakil, untuk menghargai dan menghormati keputusan DPRK Bener Meriah, yang telah menetapkan anggota komesioner KIP Bener Meriah Priode 2014-2018. 4.Menuntut kepada pihak eksekutif dan legislatip Bener Meriah, menyelesaikan Persoalan KIP Bener Meriah secepatnya. 5. Mendesak DPRK Bener Meriah untuk menggunakan hak nya. Sesuai dengan peraturan yang ada untuk menegur, memperingatkan, dan mendesak bupati Bener Meriah agar tidak mencampuri kewenangan legeslatif dalam hal pen-

Forum LSM Kembali Gelar Demo Tolak Keputusan DPRK Bener Meriah Terkait Usulan Anggota KIP
Keber Gayo I Redelong Lagi balasan demo yang di lakukan oleh Masyarakat Peduli Demokrasi beberapa hari lalu mendapat balasan dari puluhan warga Bener Meriah, yang mengatasnamakan masyarakat Bener meriah yang tergabung dalam Pengusaha bener meriah Tokoh, masyarakat dan Forum Bersama LSM Bener Meriah, yang terdiri dari LSM Gempar, LSM Galaksi RI, FK Gayo Linge dan LSM GNPK Selasa (27/8). Audensi saat ini, bertentangan dengan Demo yang dilakukan, demo kali ini massa mendesak, Ketua DPRK dan Ketua Timsel, komisi A untuk tidak memaksa tenaga PNS menjadi anggota KIP demi pemerataan kesempatan kerja di di Bener Meriah. Audensi sempat tertunda, selam kurang lebih 2 jam setelah salah seorang kordinator Nasri Gayo ST ketua LSM Galaksi, meminta untuk di hadirkan unsur Pemerintahan, T Islah Sekda Kepala Dinas BKPP. Kepala DBMC, dan Direktur, RSU Muyang Kute. Audensi dilanjutkan kembali jam 14-00. Menaggapi permasalahan tersebut M.Nasir AK ketua DPRK Bener meriah keputusan tersebut, merupakan keputusan Lembaga DPRK bukan M Nasir AK. Kalau dalam perjalan ada cacat hukum silahkan lakukan gugatan. Kami siap menerima konsekwensinya. Keputusan tersebut merupakan kepetusan lembaga, untuk itu kiranya dapat di hormati. "Usulan tersebut dilakukan berdasarkan paripurna dan jika di batalkan harus melalui paripurna juga. tentunya kami tidak akan melakukan hal tersebut. Sebelumnya, kami tidak menerima surat pemberitahuan bupati. pagi keluar pengumuman sore dikeluarkan surat tersebut sehingga tidak memungkinkan utuk membatalkan pengiriman nama tersebut ke KPU pusat", kata Nasir AK. Jarmija Anggota komisi A mengatakan jika 3 orang PNS tersebut tidak memenuhi persyaratan maka KPU pusat tidak akan mengelu-

arkan SK, 5 orang cadangan tersebut tentunya akan mengantikan 3 orang tersebut"Untuk itu diharapkan kepada semua pihak utuk berlapang dada, dan berbesar hati"kata Jarmija. Berdasarkan pantauan Kabarayo, perdebatan panjang terus terjadi namun tidak menghasilkan kesimpulan apa-apa. DPRK Bener

Meriah tetap mempertahankan keputusan bahwa penetapan tersebut sudah melalui proses perekrutan dan pertimbangan-pertimbangan. Sementara peserta audensi merasa kecewa dan membubarkan diri tanpa ada keputusan akhir (Mashury)

www.kabargayo.com

RAGAM Menyoal Wisata Setelah Gempa

Kabargayo 16 - 25 September 2013

11

Dampak gempa memang telah meluluh lantakan sebagian sendi kehidupan di Aceh Tengah dan Bener Meriah, juga berimbas kepada berbagai kegiatan program pemerintah di Aceh Tengah, Pemkab setempat terpaksa mengkaji ulang untuk lebih konsen terhadap persoalan gempa

Keber Gayo I Takengon Salah satunya dibatalkannya beberapa kegiatan-kegiatan pariwisata seperti penghentian seluruh kegiatan Festival Internasional Danau Laut Tawar 2013 dihentikan. Pemkab memilih opsi untuk lebih memprioritaskan anggaran untuk membantu korban gempa dan pemulihan Gayo lebih komprehensif. Kaum muda Gayo minta pemkab dan kalangan swasta di Aceh Tengah agar lebih proaktif mempromosikan sektor wisata yang pernah ditetapkan sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia itu. Bupati Aceh Tengah Nasaruddin pekan lalu mengatakan , program-program pemulihan Gayo pasca gempa diharapkan langsung menyentuh kebutuhan korban,salah satunya pembangunan kembali rumah warga yang hancur karena gempa. “Kita saat ini membentuk kelompok masyarakat sebagai pelaksana rehabilitasi dan rekonstruksi ,juga ada fasilitator yang dibentuk mengawasi pembangunan rumah warga orban gempa.” Kata bupati yang biasa disapa pak Nas ini. Sebelumnya, pekan lalu di Jakarta Wakil Presiden Boediono memimpin rapat dengan jajaran pemerintah Aceh dan kedua bupati membahas percepatan pemulihan gayo pascabencana gempa. Analis mengatakan, sedikitnya pemerintah harus mengalokasikan dana senilai Rp 1,9 Triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh Tengah pasca gempa bumi awal Juli lalu. Koordintor Forum Pemuda Peduli Wisata Gayo (FORWIGA) Tuah Miko cukup optimistis wisata Aceh Tengah dan kabupaten potensial sekitarya lebih bangkit dimasa depan dalam menata sektor wisata dan industri kreatif yang ada. Tuah Miko menyorot peran aktif pihak swasta atau investor membantu mempromosikan wisata Aceh di manca negara. “Selama ini kita hanya mengandalkan pemerintah mempromosikan wisata, dengan dana yang cukup minim.Saya lebih melihat peluang swasta madani yang bersimpati untuk pemajuan wisata Gayo lebih proaktif membantu promosi wisata ”kata Tuah Miko. Selain itu, kata Tuah Miko, Pemkab Aceh Tengah dan Muspida perlu meninjau ulang kebijakan menghentikan beragam kegiatan festival danau yang sempat dihentikan karena bencana, tambah Tuah Miko. Dilaporkan sebelumnya, Aceh Tengah pernah menganggarkan dana Rp 1,6 Miliar untuk

menggelar Festival Internasional Danau Laut Tawar 2013, sedikitnya ada 22 even andalan. Festival digelar dalam rangka memeriahan Tahun Kunjungan Aceh 2013 (Visit Aceh Year 2013), sebuah upaya gigih memperkenalkan potensi wisata sekaligus mendongkrak jumlah pelancong regional dan manca masuk menikmati alam dan budaya Gayo. Dilaporkan pula, selain menghentikan kegiatan Festival Internasional Danau Laut Tawar, pemerintah kabupaten Aceh Tengah rencananya juga akan menarik diri dari keikursertaan dalam berbagai kegiatan kompetisi Olahraga dan Pekan Kebudayaan Aceh Keenam yang bakal digelar di Banda Aceh September 2013. Perkembangan Industri Energi Hijau & Masa Depan Danau Laut Tawar. Praktisi wisata mengatakan salah satu pesona wisata unggulan dataran tinggi Gayo adalah Danau Laut Tawar, oleh masyarakat Gayo disebut Danau Lut Tawar , bersuhu cukup dingin diantara barisan pegunungan Bukit Barisan terletak kota Takengon sebagai ibukota kabupaten Aceh Tengah. Beberapa pakar mengatakan sedikitnya 27 sungai dan puluhan anak sungai mengalirkan air dari danau ke muara, air danau menjadi sumber air baku untuk konsumsi sebagian besar kabupaten kota di wilayah barat dan timur provinsi Aceh, termasuk sumber air baku bagi konsumsi warga , pertanian dan perkebunan di Aceh. Aktivis lingkungan mengkhawatirkan ekosistem danau Laut Tawar makin terganggu karena diduga masih berlanjutnya pembalakan liar , pesatnya pembangunan permukiman dan perluasan kota juga dinilai menimbulkan limbah yang mengalir ke danau ,termasuk perkembangan industri disekitar danau. Media jaringan lokal terkemuka melaporkan, pertumbuhan industri membutuhkan energi yang cukup, demikian halnya dengan kebutuhan energi sektor wisata yang masih cukup minim, wisata Gayo masih tertinggal dibandingkan wilayah lain di tanah air. Praktisi mendesak pemerintah memfasilitasi investasi energi bersih dan lebih ramah lingkungan. Sebuah perusahaan multinasional asal Korea dilaporkan tengah mengerjakan sebuah proyek energi raksasa (PLTA) di dekat danau Laut Tawar. Pelaksanaan Pembangunan proyek baru berjalan kurang dari 30 persen. Rencananya, PLTA Puesangan ini akan mulai beroperasi

pada tahun 2016 dengan kapasitas produksi kurang dari 100 MW. Mega Proyek, pembangunan PLTA Peusangan diperkirakan akan menghabiskan anggaran mencapai Rp 2,1 trilliun yang bersumber dari pinjaman Badan Pembangunan Internasional Jepang - JICA dan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Skala provinsi, menurut hasil riset tim pakar Asosiasi Kontraktor Kelistrikan Indonesia (AKKLINDO) , Aceh berpotensi mengembangkan energi hijau lainnya dari panas bumi ( geothermal ) , diantaranya di kawasan Jaboy, Sabang, Pulau Weh, memiliki kapasitas mencapai 70 megawatt. Begitu juga dengan panas bumi di Seulawah, Aceh Besar, kapasitasnya mencapai 200 Megawatt. Potensi Wisata Gayo Peluang Menjanjikan Beberapa pemerhati wisata Gayo menilai, potensi wisata Aceh Tegah belum seluruhnya dikelola serius. Praktisi wisata mengatakan, promo Wisata Gayo selama ini dinilai cukup diuntungkan dengan salah satu komoditi unggulan wilayah itu, yakni kopi. Ekspor produk kopi unggulannya yang sudah mendunia, dengan demikian Aceh Tengah dan sekitarnya sudah memiliki modal awal cukup penting terkait promo wisata dan masa depan industri kreatifnya. Penikmat wisata mengatakan , kondisi alam gayo cukup mememuhi syarat dikembangkan wisata alam, wisata danau dan berbagai kegiatan olah raga serta kesenian tradisi lainnya yang cukup edukatif, diminati wisataan manca dan dalam negeri. Analis mengatakan, dari perspektif kegiatan berkesenian, serta adat istiadat yang khas , dengan modal warga yang multietnis dan relasi sosial cukup harmonis, Aceh Tengah dan sekitarnya cukup berpotensi memimpin perolehan pendapatan asli daerah (PAD) terbesar dari kegiatan wisata di Aceh, terutama dengan menggelar beragam festival reguler bertaraf internasional. Analis menyorot peran strategis pengembangan wisata dengan beroperasinya Bandar udara (airport) Rembele yang ada di dekat kota Takengon.Bandara Rembele cukup layak melayani penerbangan wisata dengan pesawat berukuran menengah dan kecil. Beberapa aktivis mengingatkan otoritas pemerintah daerah agar pengembangan kebijakan

pembangunan terkait wisata lebih diselaraskan dengan perjuangan bersama dalam menyelamatkan lingkungan hidup, memperkuat kearifan lokal, menumbuhkan industri kreatif yang diharapkan lebih berdampak kepada peningkatan ekonomi kawasan. Analis mengatakan secara umum sektor wisata seperti banyak sektor lainnya ikut terimbas akibat bencana di sebuah wilayah, ditandai dengan rusaknya infrastruktur, dan mulai melemahnya layanan publik , diantaranya ditandai menurunkan kegiatan-kegiatan promosi. Tahun ini, Aceh menargetkan kunjungan wisatawan manca negara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnu) sebanyak 1,5 hingga 3 Juta wisatawan. Target nasional yang sempat dituturkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Elka Pangestu baru-baru ini, Indonesia menargetkan sebesar 9 juta wisatawan melancong ke Indonesia, volume kunjungan wisman diprediksi lebih banyak berasal dari negaranegara Timur Tengah dan Asia. Di Asia wisman paling berpotensi asal Tiongkok, Jepang Korea dan ASEAN . Sumber pemerintah mengatakan, saat ini kunjungan wisman asal AS dan Eropa nyaris terjun bebas, turun drastis.Kunjungan wisatawan mancanegara tersebut diharapkan bisa menyumbang devisa mencapai angka USD 9,6 miliar tahun 2013. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Adami Umar mengatakan, sarana prasarana dan infrastruktur yang mendukung wisata Gayo terus dibenahi pemerintah.Adami yakin di masa depan wisata Tanoh Gayo mampu memberi kontribusi berarti bagi perkembangan wisata provinsi dan nasional. ”Tuhan menganugerahkan Danau Laut Tawar, nama itu satu-satunya di dunia, sekarang tinggal bagaimana kita re-branding potensinya, semua tempat wisata disini cukup potensial, tinggal bagaimana memolesnya saja.”kata Adami Umar. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh Adami Umar mengatakan untuk menyukseskan tahun kunjungan wisata 2013 atau Visit Aceh Year 2013 pihaknya menargetkan jumlah kunjungan wisatawan manca negara dan dalam negeri terus meningkat.Aceh dalam waktu dekat menggelar even internasionl terbesar tahun ini Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) pada September 2013 mendatang. Pihaknya optimis target itu akan tercapai jika mendapat dukungan semua pihak. Baru-baru ini dalam sebuah konferensi internasional di Lhokseumawe mengenai posisi strategis dan peran Aceh di Samudera Hindia ICAIOS,beberapa pakar dunia mengingatkan, pemeritah Aceh lebih memprioritaskan upaya pelestarian sumber daya alam SDA dan lingkungan , agar provinsi itu terhindar dari bencana ekologi yang lebih merugikan di masa depan. Beberapa rekomendasi kunci lain terkait masa depan Aceh, diantaranya terkait pemulihan sosial seperti rehabilitasi mental dan ekonomi terhadap masyarakat Aceh pascakonflik dan pascabencana, termasuk memperkuat Demokrasi di Aceh yang mendorong tumbuhnya forum-forum masyarakat, sehingga demokrasi menjadi lebih substansial. Di masa lampau ,menurut sejarawan para leluhur dengan cukup konsisten menjaga kearifan lokal, Aceh sejak itu dinilai cukup berhasil menjaga kelestarian hutan ,sumber air dan sumber daya maritimnya di Asia. (Rahmad)

www.kabargayo.com

12

Kabargayo 16 - 25 September 2013

DAERAH

Kemenag Berikan Bantuan Masjid Di Aceh Tengah
Menteri Agama Suryadharma Ali Serahkan bantuan secara Rp 5, 5 M Untuk bantuan pembangunan dan perbaikan masjid yang rusak akibat gempa di Gayo dan Masjid Al Qadim Kampung Agama. Masjid Taqwa Blang Mancung Kute Lintang. Bantuan tersebut Bawah, Masjid Sabilillah Kampung akan disalurkan melalui rekening Mongal, Masjid Amal Kute Panang, masjid. Dampak gempa Gayo pada Masjid As Syukur Kampung Bies, Masjid Darul Ulum Kampung Arul 2 Juli 2013 lalu, mengakibatkan Kumer, Masjid Agung Ruhama kerusakan sarana ibadah, namun Takengon, Masjid Al Muhajirin Pemerintah Pusat melalui BNPB Kampung Paya Tumpi, Masjid Is- tidak menyediakan bantuan sarana tiqamah Kampung Simpang Kelap- ibadah. Namun bagi masyarakat ing, Masjid Al Amin Kampung Nu- korban gempa akan diberikan nang Antara, Masjid Musyahadah cash for work dan bantuan rehap Kampung Atu Gogop dan Masjid rumah sesuai kategori kerusakan Babul Jannah Kampung Pepayun- yang akan disalurkan pada masa rehap rekon yang direncanakan gen Angkup. Masjid Babussalihin Kampung akan dimulai pada bulan SeptemBelang Mancung, Masjid Tauhid ber 2013. “Masjid dan meunasah rusak Rejewali, Masjid Nikmat Kamakibat gempa 275 unit, dengan Dalam kunjungan Menteri mentrian Agama mencapai Rp 5,5 pung Mah Bengi Bebesen, Masjid Agama Suryadharma Ali ke milyar. Baiturrahim Ratawali, Masjid Al berbagai tingkat kerusakan,” ungGayo, Jumat (30/8/2013) lalu, Berikut nama-nama penerima Munawarah Uning Pengantungen, kap Nasaruddin, Bupati Aceh Tenmemberikan bantuan bagi kor- bantuan sarana ibadah yang ditan- Masjid As Sa’adah Wihni Bakong, gah di hadapan Menteri Agama, di ban gempa Gayo dan pemberian datangani Direktur Jenderal Bimas Masjid Al Jihad Kampung Asir- GOR Bener Meriah, beberapa hari bantuan untuk pembangunan sa- Islam Direktoral Jenderal Bimbin- Asir, Masjid Baitul Qudus Kam- lalu. (Wyra) rana ibadah. Total bantuan Ke- gan Masyarakat Islam Kementerian pung Mendale, Masjid Adz Zikra,

www.kabargayo.com

PENDIDIKAN

Kabargayo 16 - 25 September 2013

13

Sektor Pendidikan Prioritas Rehab Rekon Di Bener Meriah
Sektor pendidikan dan kesehatan akan menjadi Prioritas utama dalam Pembangunan dan Rehab Rekon gempa gayo di kabupaten Bener Meriah
Keber Gayo Takengon Sektor pendidikan dan kesehatan akan menjadi Prioritas utama dalam Pembangunan dan Rehab Rekon gempa gayo di kabupaten Bener Meriah, demikian diungkapkan oleh Drs Iftar Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (DisdikPora) Kepada Kabargayo Rabu (21/8). Dikatakannya, hingga saat ini bangunan yang rusak akibat gempa sudah diusulkan Kementerian Pendidikan untuk dilakukan pembangunan dan rehap, sementara kondisi para pelajar korban gempa saat ini ada yang masih belajar di tenda darurat yang sudah di sediakan mengunakan anggaran APBA. Hal yang senada juga di ungkapkan oleh, Hajirin Kabid Pendidikan Dasar Dikpora Bener Meriah, kepada Kabargayo ia mengatakan, sudah banyak bantuan yang sudah di salurkan kepda sekolah yang terkena gempa bantuan tersebut bersumber dari APBA, UNICEF dan Save The Children berupa perlengkapan, alat bermain, dan alat Peraga guru. Dikatakannya, kebanyakan sekolah yang mengalami kerusakan terparah, sebagian telah dilakukan pembangunan ruang darurat Semen-

tara, menggunakan anggaran APBA, yang berjumlah Rp 15.000.000 per ruangan. Anggaran tersebut langsung masuk ke rekening sekolah dan dikelola oleh Komite sekolah. Menurutnya, dari beberapa sekolah yang rusak parah akibat gempa di Bener Meriah salah satunya SD Alam jaya. Kecamatan Timang Gajah, yang berada di atas Bukit, keseluruhan bangunan sudah tidak dapat di pakai. Sehingga perlu secepatnya dilakukan pembangunan dan Rehap. (Mashury)

Sosialisasi, pendidikan lanjutan untuk tingkat Menengah atas pihak Sekolah SMK Aceh Business School
TAKENGON-Dalam rangka sosialisasi, pendidikan lanjutan utuk tingkat Menengah atas pihak Sekolah SMK Aceh Business School, lakukan sosialisasi perekrutan siswa lanjutan dengan nilai tebaik, yang di miliki oleh Pelajar SMP seKabupaten Bener Meriah. Rabu (28/8) di Of Room Sedakab. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga H. Darwin, MH,SE, Sekretaris Drs, Iftar Kabid Dikdasdan Hajirin S.Pd, Kabid Olah Raga, Arjulwathan S.Pd, Kabag UMum Syamsurat syah, Kepala Sekolah SMP dan guru Se Bener Meriah. Serta pihak Pendiri SMK Aceh Business School, Prof Dr. Said Muhammad ( Senat Unsiah), Mr. Daniel Clarence Hover (USA), Dr Rajali Abdulah M.Ed ( Dosen Unsyiah). Dalam acara tersebut MR. Daniel Clarence Hover Warga Negara USA, mengatakan sekolah lanjutan tersebut merupakan sekolah yg berbasis pendidikan, yang menciptakan pekerja-pekerja yg handal. Kreatif, produktif, inovatif, dengan berjiwa kewirausahaan yang kompeten, di sektor perekonomian nasional maupun Global. 'Satu tindakan lebih baik dari satu teori' dijelaskannya, Konsep dan Metode diajarkan berbeda dengan sekolah lainnya yang bertarap internasional, para pelajar tersebut nantinya akan menerima bimbingan, arahan serta dukungan yang mereka butuhkan untuk membangun bisnis yang sukses. Dimana, sekolah SMK ini sudah menjalin kerja sama dengan industri-industri luar sehingga di tahun pertama para siswa sudah mulai magang (bekerja). Dan mampu berbahasa ingris dengan pasih setelah lulus dari SMK tersebut.

Disebutkannya, Khusus untuk Kabupaten Bener Meriah, Pengiriman siswa di perbanyak untuk tiap masing-masing sekolah SMP mengirim 5 orang siswanya tanpa dilakukan tes, dan biaya administrasi, Bener Meriah diberikan nilai les dan keistimewaan dikarekan adanya kaitan hubungan saudara, antara salah satu pengurus di SMK tersebut. Dan hal yang sama juga

nantinya akan di rencanakan untuk kabupaten Aceh Tengah namun belum dapat di pastikan. Sementara itu, H. Darwin, MH.SE kepada Kabarayo usai acara tersebut mengatakan, sudah mengirim 6 siswa lulusan SMP, Utuk melajutkan sekolah di SMK tersebut. Progam yang disosialisasikaan sangat bagus. Dan mampu menciptakan lulusan-lulusan yang siap pakai da-

lam Bekerja, sehingga Bener Meriah natinya akan terus mengirim siswa yang mempunyai nilai terbaik untuk dapat di terima di SMK tersebut. Dikatakannya, sekolah SMK Aceh Business Shool, berada di Banda Aceh, sekolah tersebut baru di buka tahun ini. Bener Merupakan paling terbanyak mengirim siswa, di bandingkan daerah lain. (Mashuri)

www.kabargayo.com

14

Kabargayo 16 - 25 September 2013

SOROT
tubuhnya berlumuran darah. Sementara dua lainya biasa saja. Namun seluruhnya bugil dan menimbulkan bau yang tak sedap," ungkap Darlina, masih dalam kondisi trauma dibantu ibu tetangga yang sedang membesuk. Menurut ibu dua anak ini, kejadian serupa telah dua kali dialaminya sejak 2 bulan terakhir. Hanya saja, kejadian semula jumlah pelakunya dua 'orang' dan mengenakan topeng dan celana dalam serta membawa celurit. Ia mengaku sangat shok dan ketakutan dengan kejadian tersebut. Selanjutnya, Subur setelah mendengar cerita istri, iapun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek dan koramil sektor Bandar di dampingi oleh apratur Kampung. Berdasarkan pantauan Kabargayo diseputaran desa pondok ulung dan Kala Empan terliahat kaum Adam yang membawa perbekelan senjata tajam berupa parang ber kumpul-kumpul setelah melakukan penyisiran, beramai ramai meyelusuri perkebunan dan alur, pasalnya warga di tiga perkampungan yakni; Pondok Ulung, Kala Empan dan Bintang Baru, Kec. Bandar, Bener Meriah, dalam 2 bulan terakhir sudah dihatui rasa ketakutan. Menurut salah seorang warga setempat Adi di sela perkumpulan tersebut, mengatakan sebelumnya 5 orang ibu rumah tangga yang juga seorang petani,sudah di teror sejak bulan juli lalu, pelaku teror tersebut sebelumya berjumlah 2 orang, hingga hari ini pelaku berjumlah bertambah menjadi 4 orang. Jelas masyarakat merasa resah dengan adanya kejadian tersebut kami berharap pihak kepolisian dapat mengungkap aksi gila manusia aneh tersebut. "Hingga saat ini para ibu rumah tangga sudah mulai resah dan di hantui ketakutakan,

Heboh Penampakan Pria Telanjang Di Bener Meriah
Warga Bener Meriah digegerkan dengan penampakan pria-pria bugil di desa mereka, pihak kepolisian telah turun tangan.

Anggota Porles Bener Meriah Menunjukan Lokasi Penampakan Pria Telanjang Yang menghebohkan warga

Keber Gayo I Redelong Penampakan terjadi di lima Desa yakni desa Pondok Ulung, Kala Empan, Kute Darma, Selamat Rejo, Sido Dadi, kecamatan Bandar, Bener Meriah. Darlina Wati (22) Salah seorang korban mengatakan seorang perempuan berstatus ibu rumah tangga dari 2 anaknya, di temani beberapa ibu-ibu rumah tangga ia menceritakan kronologis kejadian yang di datangi 4 orang manusia tampa busana (bugil), Kejadian tersebut terjadi Rabu pagi pukul 08-30 pagi (14/80). Ketika hendak melakukan pemupukan Cabe Rawit, Darlina saat itu terlebih dahulu pergi ke kebun,sedang sang suami Subur sedang

mengolah pupuk dan sudah bergegas menyusul dirinya. Darnila mengatakan tiba- tiba sang suami mengaku terhentak melihat darlina terbaring ketakutan didalam rumah, dan terkejut saat Subur membangunkan dan memegang tangan Lina ( mengira empat orang manusia laki-laki Bugil tersebut-red) sambari menangis. Dikatakan Darlina ia, terkejut ketika menoleh setelah mendengar suara memanggil. Ia mengatakan lagi manusia misterius dengan wajah dicoret dan bugil, serasa semakin dekat hendak menghampiri, tampa pikir panjang, ia pun mengambil langkah seribu sambil berteriak ketakutan. Anehya mahluk misterius

tersebut hanya berjalan dan tidak melakukan pengejaran, ketika berlari ia mengaku sempat terjatuh, dan taksadarkan diri tiba-tiba berada di dalam rumah. "Ciri-ciri makluk aneh tersebut belum pernah saya lihat sebelumnya, salah seorang diantara makhluk tersebut diantaranya berwajah seram kulit hitam berambut panjang. Yang satu lagi berkulit putih berambut cepak, yang

Para ibu-ibu warga setempat mengaku trauma setelah penampakan pria aneh

Polisi melakukan penyisiran untuk mencari penampakan pria misterius tersebut

MPU Bener Meriah “Perbuatan Itu Adalah Sihir”
Keber Gayo I Redelong Terkait kabar Isu, tetang penampakan, kolor ijo, gunderwo, dan 4 amkluk aneh tampa busana ketua MPU bener meriah Tgk Syarkawi melalui Tgk Ismail Hasbi, Ketua komisi a.dan Pimpinan Pesantren Babusalam Pondok Baru, Bener Meriah kepada Kabargayo selasa (27/8) mengatakan sebelumnya pihaknya sudah mendengar, cerita penampakan tersebut dari mulut kemulum dan belum pernah bertemu langsung dengan, korban yg melihat kejadian tersebut. Dikatakannya, ia belum tahu persis kejadian sebenarya apakah memang benar adanya, namun kejadiian serupa dalam Agama Islam di sebut Sihir (Sahir) seseorang yg menuntut ilmu dan memenuhi syarat-syarat tertentu. Meski sebenarnya sihir tersebut dalam agama Islam tidak di benarkan (diharamkan) dan termasuk dosa besar. Hal tersebut bisa saja terjadi, sihir belum tentu hal yag gaibSihir tersebut dilakukan oleh manusia yang melakukan proses sihir. Untuk itu, MPU menghibau kepada pihak keamanan, dan masyarakat utuk meningkatkan pengamanan kampung agar permasalahan tersebut bisa terungkap. Selain itu masyarakat juga di himbau untuk mendekatkan diri kepada allh SWT, dengan cara membaca yasin berdoa agar di hindari dari segala tipu daya setan, hanya dengan cara tersebut, merupakan penolakan bala. Hal yang senada juga di ungkapkap oleh Ustad Lutfi anggota MPU Bener Meriah, ia mengatakan Semakin kita meyakini akan semakin mempengaruhi dan semakin mudah di kuasai oleh setan seperti halnya yang kita dengar istilah Tube (teluh) atau guna-guna, kita harus melawan agar tidak menjadi-jadi sesungguhnya, tipu daya setan itu lemah. (Mashury)

sehingga tidak berani berfaktipitas diluar rumah. Kami berharap pihak kepolisian secepatnya bertindak dan menembak di tempat pelaku teror yang sudah meresakkan jagat lumbung petani tersebut", Katanya di dampingi warga lainya kesal. Sementara Dua orang pemuda desa tersebut yang dijumpai di rumah Darlina Sementara pasca kejadian kaum Adam di lima Desa yakni desa Pondok Ulung, Kala Empan, Kute Darma, Selamat Rejo, Sido Dadi, dibantu pihak kepolisian dari Polsek dan Koramil Sektor Bandar, Bener Meriah melakukan penyisiran langsung ke TKP. Namun hingga berita ini diturunkan belum ditemukan bukti-bukti yang mengarah dan bentuk makluk yang dilaporkan. (Mashuri)

www.kabargayo.com

OPINI

Kabargayo 16 - 25 September 2013

15

Kopi Gayo Yang Masih Malang
( Catatan Kecil Untuk Pengambil Kebijakan di Kab. Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues )
dahan alam pengunungan Gayo di hiasi dan diselimuti oleh hijauanya tanaman kopi. Sampai saat ini ± 97.319 ha luas lahan perkebunan kopi yang dikelola ± 65.900 kepala keluarga di ketiga kabupaten tersebut. Ada pendapat yang mengatakan lahan tersebut terluas di dunia. Lebih Jelasnya lihat tabel berikut ini : Sejarah membuktikan, pada tahun 1997, awal krisi multidimensi yang melanda republik ini, khususnya dibidang ekonomi, ribuan masyarakat di daerah ini mendapat berkah. Perbedaan kurs rupiah dengan dollar AS telah melambungan harga kopi. Bukti sejarah ini ternyata belum disadari banyak orang dan mungkin juga pejabat pengambil keputusan di daerah ini sebagai basis kekuatan ekonomi kerakyatan. Dan harus diakui pula bahwa masyarakat di daerah ini sangat mandiri dalam menjalankan usaha keluarga ini, meski juga harus diakui pola yang mereka gunakan tergolong pola tradisional “apa adanya”, tanpa sentuhan teknologi, sebagaimana keharusan sebuah perkebunan modern dikelola. Dengan pola seperti itupun ( baca ; masih pola koloni ), hasilnya sudah dapat dilihat, masyarakat dapat mencukupi kebutuhan hidup keluarganya hingga menyekolahkan anaknya sampai Perguruan Tinggi dan tidak pernah tergantung pada orang lain atau berbagai bantuan. Secara umum masyarakat di daerah ini sangat mandiri. Hal diatas mengisyaratkan bahwa antara masyarakat Gayo dan Kopi di Dataran Tinggi Tanah Gayo merupakan sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan ( People of the Coffee ). Kopi yang tumbuh di subur di tanah Gayo memiliki rasa yang khas masuk kawasan “Single Origin Coffee” merupakan jenis asal kopi yang berkualitas tinggi dan banyak di campur ( Blend ) dengan persentasi dominan untuk mendapatkan rasa dan aroma tersendiri. Pada tahun 2010, kopi asal tanah Gayo yang berada pada ketinggian ± 1200 mdpl pernah masuk empat besar pemasok kopi ke pasaran Amerika. Hal diatas merupakan modal ( Aset ) besar untuk menumbuhkan kegiatan perkebunan kopi di DataranTinggi Tanah Gayo. Sungguh pantas dikatakan “naif” bila penentu kebijakan didaerah ini masih juga tidak memanfaatkan potensi tersebut karena umumnya penduduk Dataran Tinggi Tanah Gayo hidup dari biji kopi ( The citizen of the place get income from coffee ). Booming Kopi Gayo Pasca bencana alam yang amat dahsyat ( baca ; Gempa Bumi dan Tsunami / 26 Desember 2004 ). Telah menghentak perhatian seluruh plosok – plosok planet bumi ini. Aceh yang semula secara politik merupakan daerah tertutup menjadi terbuka. Ribuan relawan dari berbagai mancanegara masuk ke Aceh. Para relawan yang datang sangat menikmati minum kopi dengan oroma yang sangat khas ketika dihirup yang disajikan. Hal diatas secara perlahan tapi pasti, akhirnya sekarang ini muncul penikmati - penikmat kopi dilingkungan masyarakat Aceh, masyarakat Gayo pada khususnya. Sehingga bermuncullah warung – warung kopi yang mengelola biji – biji kopi standar dunia yang memiliki kualitas tinggi. Memang sebelumnya kopi Gayo telah mengalami masa booming tapi hanya sebatas pemasaran di dunia internasional, bukan pengkonsumsi atau penikmat minum kopi. Mata Rantai Selimut Kemiskinan Pernah seorang turis asal mancanegara mengatakan “ Dringking coffee in my country spend asas expenses like dringking coffee in Gayo, the place where the original best taste coffee come from” ( baca ; harga minum secangkir kopi di negeri kami sama dengan biaya yang kami keluar dengan minum kopi di tanah Gayo ). Dari gambaran itu terlihat begitu mahalnya kopi Gayo di negeri mereka. Timbul sebuah pertanyaan, mengapa hidup petani kopi Gayo di negeri kita tetap berselimut kemiskinan ? Betulkah hal tersebut karena kemiskinan budaya atau kemiskinan struktural ? Menurut penulis, itu semua karena kemiskinan struktural yang disutradari oleh perkawinan penguasa dan pengusaha. Petani disuguhi dengan retorika propaganda berita, kopi Gayo memiliki karakteristik terunik di dunia, memiliki karakter terbanyak dan memiliki 38 varitas dan juga memiliki citarasa yang khas. ??????? Penguasa sebagai pemegang oteriter tertinggi harus membuktikan hal tersebut kalau memang visi misi mereka pro rakyat. Jangan hanya kebesaran kopi Gayo hanya di nikmati oleh pengusaha dan penguasa hanya menerima “fee” dari penjualan kopi Gayo keluar daerah. Harus kita akui sampai saat ini kita tidak pernah tahu, siapa sih sebenarnya pembeli kopi Gayo. Kalau kopi Gayo memang wah, betul seperti cerita diatas ? Pemerintah harus melakukan action. Kita memasuki panen raya, pemerintah menampung seluruh distrubusi kopi petani yang ada dengan harga standar. Kita lihat, berpengaruhkan harga pasaran kopi Gayo di dunia ? Kopi Gayo tidak punya posisi tawar, kita hanya menjual ke Medan yang harganya dipermainkan para pengusaha. Hingga biaya pengangkutan, resi gudang dan lain – lain sebagainya ditanggung petani kopi Gayo. Sebagai contoh bodoh penulis gambarkan. Kita ambil kasus, harga pasaran kopi Gayo di dunia Rp.60.000,- / kilo. Kita beli dari petani Rp.30.000,-/kilo dengan alasan Rp. 2.000,- untuk distribusi, Rp.3.000,-/kilo untuk ongkos angkut ke Medan. Rp.3.000,-/kilo resi gudang sementara di Medan. Rp.2.000,-/kilo angkos angkut ke Belawan. Rp.2.000,- resi gedung sementara menunggu sebelum dinaikkan ke kapal untuk diekspor. Haruskah Rp.12.000,-/kilo yang seharus bisa dinikmati petani Kopi Gayo, kita sumbangkan untuk mereka – mereka hanya bermodal relasi menikmatinya. Kemana hati nurani pemerintahan kita ? Tidak adakah pemikiran mereka – mereka yang menyandang gelar intelektual untuk membela petani kopi Gayo. Memang kecil Rp.12.000,-/kilo dibandingkan dengan fee yang di dapatkan mereka. Tapi, coba kita kalikan dengan 100.000,- ton biji kopi/bulan. Kalau itu bisa kita amankan, berapa miliar uang yang beredar di tanah Gayo per waktu panen ? Sejahterakah Rakyat Gayo yang mayoritas menggantung hidupnya dari biji – biji kopi itu ? Belum lagi 4 sen yang di dapat byer ( baca ; royaliti yang diberikan dari penikmat kopi ) untuk petani kopi Gayo. Itu tidak jelas kemuaranya. Bila penguasa daerah langsung membeli biji – biji kopi dari petani Kopi Gayo sendiri atau pengumpul kopi di pelosok daerah dengan harga standar. Kita ambil contoh harga Rp.40.000,-/kilo saja ( baca ; menggunakan anggaran APBK ). Ketika ada pembeli kopi Gayo, harus langsung datang ke tanah Gayo bernego dengan penguasa daerah. Penguasa bisa menawar dengan dengan harga, kita ambil patokan Rp.50.000,-/kilo. Kalau mau angkat, kalau tidak mau dengan harga yang ditawarkan. Pemerintah bisa menyetok di gudang yang ada bila penawaran pengusaha tidak standar. Pemerintah Daerah bisa baru menjual ketika harga pasaran kopi naik. Kita ambil contoh Rp.50.000,-/kilo. Berapa PAD yang akan didapat ? Kita ambil contoh, berapa ton kopi Gayo keluar biasanya / bulan. Rata – rata mungkin 100 ton/bulan. Jadi, keuntungan kasar penguasa yang didapatkan Rp.10.000/kilo x 100 ton = Rp.1 milyar / bulan. Berapa besar pemasukan keuangan daerah ? Itu baru dari kopi, belum dari hasil lainnya. Bila manajemen pengelola kopi Gayo yang bagus, yang berbias mensejahterakan petani kopi Gayo, maka akhirnya bisa menjadikan kopi Gayo menjadi emas hijau dari tanah Gayo ( Golden Green Bean From Gayo High Land ) dengan menjadikan maskot daerah untuk mendukung kunjungan wisata Aceh 2013. Tanah Gayo yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidupnya dari biji kopi, sudah sewajarnya punya maskot kopi. Tapi, sayang daerah ini tidak mempunyai mascot. Kita lihat, Malang punya maskot Apel. Semarang dengan Bandang Presto. Palembang terkenal dengan Empek-empeknya. Yogyakarta terkenal dengan kratonnya. Indramayu terkenal dengan mangganya. Irian terkenal dengan Rumah Semutnya. Dan lain sebagainya. Dan bila pemerintah ingin menaikan intensif para pegawainya, otomatis tidak lagi menggerogoti anggaran daerah. Kalau pemerintah daerah hanya mengandalkan anggaran daerah semata. Daerah tidak akan pernah berkembang. Pemerintah harus mencari alternatif lain yang bisa meningkatkan kesejahteraan para pegawainya sekaligus rakyatnya. Bukan hanya menggerogoti APBK. Semua ini kembali kepada pemerintah Gayo sebagai pemegang oteriter tertinggi kekuasaan, dengan didukung oleh seluruh komponen rakyat Gayo. Dan secara khusus, semua itu akan bermuara kepada kebijakan pemerintah untuk menindak tegas siapa pun yang menimbulkan masalah dan menyelesaikan akar masalah ( baca ; membasmi mafia kopi ). Sehingga tidak memunculkan masalah yang seperti bola salju atau seperti api dalam sekam yang bisa meledak kapan saja, hanya menunggu momentum. Untuk membawa tanah Gayo kita ke hari depan yang penuh tantangan, yang hanya dapat kita atasi dengan selamat, dengan sebesar mungkin sikap ilmiah, rasional, keterbukaan, kesediaan menerima kritikan dan koreksi, dengan pola yang horizontal dan egaliter agar terbuka, kemungkinan mengeluarkan pikiran – pikiran alternative lewat proses kreatif yang bebas oleh sebanyak mungkin orang dalam stuktur yang benar – benar demokrasi dengan tidak mengenyampingkan hak – hak azasi manusia. Penulis adalah seorang antropolog, guru biasa di SMAN 1 Timang Gajah dan Ketua P3M Fisip UGP – Takengon E-mail antro_madin@yahoo.co.id

Oleh: Hammaddin
Hasrat dan mimpi. Serta kerinduan petani kopi Gayo untuk hidup sejahtera. Kelihatannya masih jauh dari kata tercapai. Bentuk kecurangan dalam rantai penjualan. Ketika sudut – sudut tanah Gayo berkilau kemerahan. Ketika pita Soluid kemiskinan masih terulur panjang. Ketika kenestapaan petani kopi Gayo. Ketika keterhempitan petani kopi Gayo. Ketidak berdayaan petani kopi Gayo. Petani kopi Gayo terus tertindas. Kultur keuntungan kian membudaya. Apakah sekedar upaya meneteskan air mata. Masihkah cukup bermakna ? Sekedar persembahan keringat-keringat petani kopi. Sekedar ultimatum yang hampa perwujutan kata. Sekedar retorika yang bias makna. Rasanya telah lebih dari cukup. Penguasa hanya menggagasi. Lahirnya sebuah pelatihan. Yang hanya akan melatihkan pelatihan. Ketika naluri keuntungan begitu merakyat. Merasuki jiwa para investasi. Ketika bahasa keuntungan hadir. Sebagai suatu wacana yang bisa dibaca oleh pengabdi keuntungan. Lantas, kemana raibnya sense of belonging yang semestinya penguasa punyai ?. Jadi, hanya sebatas spons apatis itukah. Yang mampu penguasa lakukan ?????? Hati mereka sudah tertutup, tiada lagi rasa iba. Lembu yang berkerja di sawah. Tapi, kucing yang makan nasi di rumah. Nasibmu, oh petani kopi Gayo Dataran Tinggi Tanoh Gayo yang terletak dipedalaman wilayah Pemerintahan Aceh, tepat berada di wilayah kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues. Secara geografis terletak diantara 4’33 LU dan 96’45 – 96’55 BT dengan luas daerahnya ± 6.296.948 ( baca ; ± 15.4 % dari wilayah Aceh ) dengan topografi dataran sampai bergelombang dengan ketinggian 900 s/d 2600 mdpl dengan suhu rata – rata 20 C. Salah satu potensi yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan didaerah ini adalah “Perkebunan Kopi”. Mengingat tanaman kopi yang tumbuh ditanah Gayo memiliki karakteristik terunik di dunia, memiliki karakter terbanyak dan memiliki 38 varitas. Dan kopi Gayo juga memiliki citarasa yang khas, hasil uji citarasa yang dilakukan oleh Christopher Davidson salah seorang cupper ( Ahli penilaian rasa dan oroma kopi ) internasional. Ia mengatakan bahwa kopi Gayo memiliki keunikan tersendiri yang tidak tergantikan oleh jenis – jenis kopi lainnya, keunikan dari kopi Gayo ini dikenal dengan istilah “heavy body and light acidity” yakni sensasi rasa keras saat kopi ditenguk dan aroma yang menggugah semangat. Dataran Tinggi Tanah Gayo, tanaman kopi dibudidayakan hampir diseluruh lahan yang ada di dataran tinggi itu ( baca ; Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues ). Kein-

www.kabargayo.com

16

Kabargayo 16 - 25 September 2013

FOKUS

Apa kabar Rehab Rekon Gempa Gayo?
Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk Penanganan gempa Gayo. Pemerintah harus benar-benar serius, kalau tidak akan menjadi bom waktu yang setiap saat bisa meledak dan akan menambah beban daerah.
Anggaran bantuan rumah itu berasal dari dua sumber pembiayaan, pertama dari APBN Perubahan 2013 sebesar Rp 40 juta dan APBA Perubahan 2013 senilai Rp 20 juta. Hal tersebut ia setelah menyerahkan dokumen KUA dan PPAS Perubahan 2013 kepada pimpinan DPRA di ruang kerja ketua DPRA. Kepada wartawan, Abubakar mengatakan, penyerahan dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan 2013 dari Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), kepada Pimpinan DPRA bertujuan agar Badan Anggaran DPRA segera membahas dokumen tersebut dengan SKPA untuk disepakati bersama mengenai usulan tambahan anggaran yang diajukan gubernur. Abubakar menyebutkan, dalam APBA murni 2013 tahun ini, jumlah belanja pembangunan yang disepakati dan disahkan DPRA pada 2 Februari 2013 lalu sebesar Rp 11,779 triliun. Sedangkan dalam dokumen KUA dan PPAS Perubahan 2013, eksekutif mengajukan usulan tambahan belanja pembangunan sebesar Rp 593,517 miliar. Sehingga total belanja pembangunan yang akan diusul dalam RAPBA Perubahan 2013 nanti nilainya menjadi Rp 12,373 triliun. Selanjutnya Abu Bakar sepeti yang dikutip oleh Harian Serambi Indonesia, mengatakan, tambahan belanja pembangunan itu, sebagian

Keber Gayo I Takengon Halaman kantor bupati Aceh Tengah terlihat mulai lenggang, halaman yang biasanya digunakan untuk tempat upacara tersebut, kini menjadi sepi, tidak seperti sebelumnya yang dipadati beberapa tendatenda bertuliskan BNPB. Kini satu persatu mulai tenda tersebut telah dibongkar oleh Badan Penganggulangan Bencana Nasional (BNPB) dalam hal ini BPBA. Tenda Media Center telah sepekan lebih dibongkar, kini yang tinggal hanya posko Media dan tiga tenda logistik. Tenda logistik itu sendiri, sebagian besar telah kosong. Status Tanggap Darurat sendiri telah dicabut dalam masa transisi menuju rehabilitasi dan rekontruksi. Pejabat yang berwenang untuk masalah penanganan gempa Gayo tersebut sendiri tidak tampak, yang kelihatan hanya petugas penjaga dan beberapa staf dari BPBA. Ditambah oleh aktivis-aktivis LSM dan Wartawan diposko media dekat bangunan Satpol PP dekat pintu masuk. Sementara itu, Pihak terkait dikabarkan sedang berada diluar daerah untuk rapat terkait. Bupati Aceh Tengah juga dikabarkan sedang berada di Jakarta sedang membahas rapat untuk persoalan gempa Gayo. Semenjak Gempa melanda Gayo, orang nomor satu di Aceh Tengah memang kerap berada diluar daerah. Maklum saja, ia harus bolak-balik, Takengon-Banda Aceh dan Jakarta untuk menghadiri rapatrapat penting. Di Butuhkan Anggaran Besar Untuk Rehab Rekon Lima Sektor Bencana yang terjadi memang telah menyebabkan kerusakan yang begitu besar, selain ribuan rumah masyarakat yang rusak, perkantoran pemerintah, sarana ibadah dan sarana kesehatan beserta pasilitas pendidikan ditambah infrasruktur lain seperti jalan dan infrasruktur penting tentunya telah menjadi beban pemerintah terutama beban pemerintah

daerah Aceh Tengah. BNPB sendiri menyampaikan, kerusakan akibat Gempa Gayo yang terjadi pada 2 Juli lalu mencapai Rp 1,38 triliun. Masing-masing di Aceh Tengah Rp 1,2 triliun dan di Bener Meriah Rp 182 miliar. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menyebutkan, kerusakan dan kerugian tersebut meliputi lima sektor, yaitu perumahan dan permukiman, infrastruktur, sosial, ekonomi produktif, dan lintas sektor. Sekitar 49 persen kerusakan dan kerugian tersebut adalah sektor perumahan yaitu mencapai Rp 678,5 miliar. Di Aceh Tengah dampak sektor perumahan mencapai Rp 558,7 miliar sedangkan di Bener Meriah mencapai Rp 119,8 miliar.. Di sebutkan data terakhir total rumah rusak adalah 18.207 unit, dimana 4.292 rusak berat, 4.336 rusak sedang, dan 9.579 rusak ringan. 75 Persen dari total kerusakan rumah tersebut terjadi di Aceh Tengah yaitu

14.597 unit rumah, dimana 3.644 rusak berat, 3.535 rusak sedang, dan 7.418 rusak ringan. Sedangkan di Bener Meriah terdapat 3.610 rumah rusak dengan perincian 648 rusak berat, 801 rusak sedang, dan 2.161 rusak ringan.. Merujuk pada jumlah kerusakan tersebut, Kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi lima sektor pascagempa Gayo itu membutuhkan dana sebesar Rp 882,5 miliar. Dimana di Aceh Tengah Rp 754,3 miliar dan di Bener Meriah Rp 128,2 miliar. Informasi terakhir yang didapatkan Pemerintah pusat dan pemerintah Aceh akan membantu korban gempa Bumi Gayo yang rumahnya runtuh akibat bencana pada 2 Juli 2013 lalu dengan memberikan dana bantuan senilai Rp 60 juta per unit rumah. Sedangkan rumah dengan kategori rusak ringan dan sedang akan diberikan dana rehab yang besarannya ditentukan bulan depan. Kepala Bappeda Abubakar Karim kepada wartawan mengatakan

Raihan Iskandar Anggota DPR RI Asal Aceh Pemerintah Aceh Harus Serius Dalam Rehab Rekon Gempa Gayo
TAKENGON-Raihan Iskandar, Anggota DPR RI asal Aceh dari partai PKS, mengatakan Pemerintah Aceh harus serius dalam proses rehab rekon gempa Gayo. Ia berharap Jangan ada data data yang belum disiapkan oleh pemerintah daerah, seperti data tanah, relokasi, kalaupun dana telah tersedia dipusat, kalau data-data tersebut tidak ada maka sama saja, proses-proses rehab rekon tidak akan berjalan dan tersendat-sendat. Pemerintah daerah harus bertindak cepat dalam proses rehab rekon ini semua proses pendataan harus cepat, Jangan sampai setelah selesai ketok palu pembahasan anggaran data kemudian menyusul, hal ini tidak bisa”kata Raihan. Untuk Pemerintah Aceh, kita berharap dengan adanya dana Otsus, dengan pengalaman beberapa kali bencana di Aceh, Pemerintah Aceh harus menyiapkan dana khusus untuk penanganan bencana “Artinya Pemerintah Aceh harus benarbenar serius dalam penanganan bencana ini, apalagi kita tahu dana Otsus tersebut memang diperuntukan untuk pendidikan, infrasruktur, kesehatan”sebutnya lagi. Selain itu, kata Raihan Pemerintah daerah juga harus sesering mungkin melakukan koordinasi dengan kementerian terkait (Wien Pengembara)

www.kabargayo.com

FOKUS
besar akan digunakan untuk pembiayaan dana rehab rekons pascabencana Gempa Bumi Gayo. “Untuk penyaluran bantuan itu, kita telah mengalokasikan anggarannya dalam dokumen KUA dan PPAS Perubahan 2013 sekitar Rp 80 miliar. Anggaran ini akan digunakan untuk tambahan bantuan pembangunan rumah bagi korban bencana Gempa Bumi Gayo,” kata dia. Menurut perhitungan sementara Pemerintah Aceh, sebut Abubakar, anggaran yang dibutuhkan untuk pelaksanaan rehab rekons pascabencana di Aceh Tengah dan Bener Meriah sekira Rp 1,7 triliun. Dari kebutuhan tersebut, pemerintah pusat telah memplot anggaran sebesar Rp 900 miliar, sedangkan sisanya Rp 800 miliar lagi menjadi tanggungan pemerintah Aceh. Sebanyak Rp 900 miliar yang akan menjadi tanggungan pemerintah pusat, sebut Abubakar, sebesar Rp 400 miliar telah dialokasikan dalam APBN Perubahan 2013. Sisanya Rp 500 miliar lagi akan dimasukkan ke dalam APBN murni tahun 2014 mendatang. Informasi terakhir yang didapatkan, BPBN) menyiapkan Rp 33 milyar dalam bentuk cash for work, dana tersebut nantinya akan dibagikan kepada korban-korban gempa. Subhan Sahara kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Aceh Tengah kepada wartawan mengatakan nantinya setiap kepala keluarga akan mendapatkan bantuan berupa uang tunai Rp 50 ribu/hari. terhitung sejak tanggal 17 juli 2013. Untuk rusak ringan, dana dalam bentuk cash for work itu, dihitung selama satu bulan “Artinya, untuk rumah yang rusak ringan berarti satu kepala keluarga akan mendapatkan bantuan langsung Rp 1,5 juta. Rusak berat Rp 3 juta, dana tersebut nantinya akan disalurkan melalui rekening kelompok. Ada 966 Pokmas untuk Aceh Tengah. setiap Pokmas , terdiri dari 20 atau lebih. Masih Banyak Persoalan Untuk Menuju Rehab Rekon Penanganan gempa Gayo, sendiri sebenarnya masih menyisakan banyak persoalan. Meski pemerintah lewat pemberitaan di media telah mengucurkan puluhan milliar, namun kenyataannya, hingga saat ini masih banyak korban gempa yang tinggal dibawah tenda dan jika ditelusuri masih banyak yang belum tersentuh bantuan, kalaupun ada masih minim dan tidak sesuai dengan seperti yang dijanjikan. Dari penyelusuran kabargayo, dibeberapa kawasan yang parah terkena dampak gempa ditemui banyak warga yang masih tinggal ditenda dan mengaku hanya sedikit menerima bantuan. Seperti yang terjadi di Ketol, kawasan paling parah yang rusak akibat gempa. Salah seorang warga yang ditemui mengatakan pasrah menghadapi kenyataan yang terjadi. Mereka mengatakan hanya pasrah saja, kalaupun tidak dibantu ya sudah mereka akan bangun sendiri rumah-rumah mereka yang rusak. Lama kelamaan, pengungsi “yang berumah” di tenda-tenda pengungsian pasti tidak nyaman dan tidak akan mampu bertahan lama. Dampaknya, bisa menimbulkan gangguan psikologi, dan bahkan konflik. Dengan kondisi yang serba terbatas, sakit yang menyerang pengungsi sewaktu-waktu, khususnya infeksi saluran napas atas (ISPA). Karena, persoalan kebersihan, sanitasi yang buruk, debu, anomali cuaca, dan lain-lain. Ditambah lagi, dengan gempa susulan yang terus terjadi. Akibatnya, masyarakat tambah takut dan trauma. Karenanya, trauma healing dan penanganan medis perlu terus dikuatkan. Juga, penguatan psikososial serta nilai-nilai keagamaan atau tausiyah keagamaan. Namun, tetap menyertakan penjelasan-penjelasan tentang kegempaan dari perspektif ilmiah. Bukan hanya itu, untuk masalah pendataan rumah warga yang rusak juga menyisakan permasalahan, masih belum terdapatnya data akurat di intansi terkait, hal ini terbukti dengan berubah-ubahnya data-data tersebut, sehingga terdapat beberapa warga yang tidak masuk dalam data padahal rumahnya rusak parah. Pemerintah Masih Terkesan Lamban Saat ini penanganan gempa Gayo dalam masa transisi menuju rehab rekon, Forum Pemantau dan Pengawas Gempa Gayo menilai Pemerintah sebenarnya lamban dalam penanganan untuk menuju rehab rekon. Seperti apa yang diungkapkan Forum yang terdiri berbagai LSM dan elemen masyarakat di Aceh Tengah ini, dalam pada pers realise, Sudah seharusnya Pemerintah dalam pihak BPBA dan pihak terkait lain untuk lebih menunjukan profesionalnya, untuk penanganan pasca bencana dan jangan ada kesan ‘bersembunyi’ dibuktikan dengan sulitnya mencari informasi dan datadata, yang semestinya harus diungkapkan kepada publik. Seharusnya pemerintah sebenarnya harus segera mengambil langkah-langkah untuk percepatan rehab-rekon. Ada kesan ketidak-siapan Pemerintah daerah terutama pemerintah kabupaten Aceh Tengah untuk menuju rehab rekon. Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah sendiri sebenarnya masih tergolong daerah terisolir, dengan kian merosotnya harga kopi gayo, warga dataran tinggi di Aceh ini sepertinya kian harus menelan pil pahit apalagi ditambah dengan musibah gempa yang baru saja memporak-porandakan beberapa kecamatan di Aceh Tengah dan sebagian di kabupaten Bener Meriah. (Arsadi Laksamana)

Kabargayo 16 - 25 September 2013

17

Kita Berharap Semua Pihak Ikut Mendorong Percepatan Rehab-Rekon

Jarwansyah, Kepala BPBA

Pada dasarnya Pemerintah Aceh, ingin segera mempercepat proses rehab-rekon dan BPBA ingin semua pihak ikut mendorong percepatannya, khususnya dinas terkait dan intansi terkait lainnya yang nantinya akan terlibat langsung dengan proses rehab-rekon. Saat ini pencapaian yang kita lakukan sebenarnya sudah cukup bagus, seperti kita ketahui bahwa masa panik telah kita lewati begitu juga masa darurat juga berhasil kita lewati dan kini kita telah masuk dalam masa transisi yang nantinya akan masuk dalam ta-

hap rehab-rekon. BPBA dalam hal ini sebenarnya sangat berharap masyarakat yang ada di Aceh Tengah dan Bener Meriah agar bisa bangkit lagi dan kembali beraktivitas seperti biasa dan jangan terlalu lama larut dalam duka dan yang perlu diingat, percayalah Pemerintah dalam semua tingkatan tidak akan berpangku tangan mendiamkan apa yang telah rusak, artinya dalam percayalah Pemerintah dalam semua tingkatan akan berusaha keras untuk membantu korban gempa.

Bupati Usulkan Kompensasi untuk Mahasiswa Korban Gempa
Kita juga telah mengusulkan kepada Menteri Agama,Suryadharma Ali, untuk untuk memberikan keringanan pembiayaan uang kuliah atau SPP kepada mahasiswa korban gempa Gayo di Aceh Tengah dan Bener Meriah Selasa 2 Juli lalu. Saat ini banyak mahasiswa yang berasal dari Aceh Tengah dan Bener Meriah sedang menempuh study di IAIN Ar-Raniry, yang keluarga mereka menjadi korban gempa, keadaan ekonomi menjadi sulit, kita mengharapkan Kementrian Agama dapat membantu, para korban gempa tersebut. Sejauh ini kita melihat respon Kemenag sangat baik.

Korban Gempa Akan Dapatkan Bantuan Cash For Work
Keber Gayo I Takengon Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) untuk Aceh Tengah menyiapkan Rp 33 milyar dalam bentuk cash for work, dana tersebut nantinya akan dibagikan kepada korban-korban gempa. Subhan Sahara kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Aceh Tengah kepada wartawan mengatakan nantinya setiap kepala keluarga akan mendapatkan bantuan berupa uang tunai Rp 50 ribu/hari. Selanjutnya ia mengatakan, bantuan tersebut akan diberikan terhitung sejak tanggal 17 juli 2013. Untuk rusak ringan, dana dalam bentuk cash for work itu, dihitung selama satu bulan “Artinya, untuk rumah yang rusak ringan berarti satu kepala keluarga akan mendapatkan bantuan langsung Rp 1,5 juta. Rusak berat Rp 3 juta, dana tersebut nantinya akan disalurkan melalui rekening kelompok. Ada 966 pokmas untuk Aceh Tengah. setiap Pokmas , terdiri dari 20 atau lebih”kata Suhban seraya mengatakan bantuan langsung ini baru pertama kali disalurkan untuk korban bencana di Indonesia” ujarnya, Setiap kelompok akan membuat rekening di bank. Rekening tersebut bukan hanya untuk CFW, namun untuk bantuan perbaikan perumahan yang hancur akibat gempa. Sigmen tanda tangan disetiap rekening, bukan hanya atas nama ketua pokmas, namun bendahara juga harus menyertakan tanda tanganya. Bila tidak keduanya menanda tangani (ketua dan bendahara), dana tersebut tidak bisa dicairkan. Selain bantuan langsung berupa cash for work untuk para korban gempa akan mendapat bantuan perbaikan perumahan. Untuk rusak ringan akan mendapatkan bantuan Rp 10 juta. Sedang Rp 20 juta dan berat Rp 40 juta (Wien Pengembara)

www.kabargayo.com

18

Kabargayo 16 - 25 September 2013

DAERAH

Siap-Siap Tes PNS Dengan Sistem Online !
Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi terus melakukan berbagai pembenahan mengenai PNS di negeri ini. Salah satu adalah tes CPNS melalui Online. Pemerintah akan secara resmi membuka pendaftaran CPNS 2013 melalui website yang bisa diakses diseluruh dunia.
BADAN Kepegawaian Negara meluncurkan website resmi untuk proses pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil tahun 2013. Dalam website tersebut, pendaftar akan diminta untuk mengisi formulir pendaftaran dengan menggunakan software browser Mozilla Firefox untuk hasil yang optimal. Pendaftar akan disajikan beberapa pertanyaan yang bisa dijawab langsung di web tersebut. Beberapa hal yang perlu diisi dalam laman tersebut seperti Nomor Induk Kependudukan, identitas pribadi pelamar, intansi dan beberapa pertanyaan lainnya. (Untuk lebih jelas, silahkan klik situs sscn.bkn.go.id). Sebelumnya diberitakan, pemerintah kembali menggelar ujian masuk calon pegawai negeri sipil (CPNS). Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Azwar Abubakar, Senin 2 September 2013, untuk ujian kelolosannya akan melibatkan unsur perguruan tinggi. Azwar mengatakan tahun ini, jumlah seleksi CPNS lebih besar dibanding dengan tahun lalu. Tahun 2012 sebanyak 13 ribu, sedangkan tahun ini mencapai 65 ribu lowongan untuk pelamar umum. "600 ribu honor K2 yang akan mengambil posisi sekitar 200 ribu formasi untuk honorer," katanya. Seperti dikabarkan sebelumnya Ujian tes penerimaan CPNS regular/ umum akan segera dilakukan tahun 2012 ini. Sebanyak 60.000 lowongan CPNS tahun 2012 dinyatakan tersedia untuk seluruh departemen dan pemerintah daerah hingga tingkat kabupaten dan kota melalui jalur umum. Yang berbeda dengan Sistem Ujian Penerimaan CPNS Tahun 2012 Pelamar Umum tahun ini adalah dilakukan tidak seperti sistem tahun-tahun sebelumnya. Untuk tahun ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara akan bekerjasama dengan sepuluh Perguruan Tinggi Negeri dalam proses rekrutmen 60.000 Calon Pegawai Negeri Sipil yang akan dilakukan bertahap. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Eko Prasejo wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi kepada wartawan. Sistem rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), tidak seperti yang terjadi sekarang ini. Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi telah menyiapkan konsep yang bagus, yakni rekrutmen melalui system online di internet. "Ke depan rekrutmen CPNS melalui sistem online internet. Bahkan setiap bulan bisa dilakukan rekrut melalui jalur tersebut. Hal ini perlu dilakukan antisipasi di daerah," kata Rudianto, Staf Ahli Kebijakan Publik Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi. Pihaknya meminta kepada seluruh daerah, baik kabupaten/kota untuk melakukan antisipasi mengenai hal ini. Sehingga saat diterapkan rekrutmen CPNS melalui sistem online tidak kaget. Dijelaskan, Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi terus melakukan berbagai pembenahan mengenai PNS di negeri ini. Antara lain melakukan efisiensi penggunaan sarana dan prasarana kerja PNS. Dari 15 laporan yang harus dikirim ke pusat, sudah diminimalisir menjadi lima. Pihaknya juga melakukan kebijakan tentang transparansi dan akuntabilitas aparatur pemerintah. Dan, sekarang sudah disusun zona intergritas. Ini merupakan lanjutan dari zona bebas wilayah korupsi dan di sana ada laporan kekayaan aparatur negara. Pihaknya juga menyatakan, demokrasi tidak lapuk terhadap persoalan reformasi birokrasi. "Kita ingin di internal birokrasi, baik di pemerintah pusat maupun daerah dilakukan semuanya," kata Rusdianto. Menurutnya, tugas pemerintah hanya dua, yakni membuat kebijakan yang unggul dan kedua membuat pelayanan yang baik dan prima. Jika kedua tugas itu dilaksanakan dengan baik, tentunya tidak ada masalah di lapangan. Dia sependapat dengan ketua komisisi II DPR RI Agun Gunandjar

Sudarsa mengenai penerapan UU nomor 39/2008, tentang Kementerian Negara. Jika UU ini diimplementasikan dengan baik diharapkan bakal terwujud reformasi birokrasi, baik tingkat pusat maupun daerah, sehingga terjadi efisienasi dan efektivitas dalam penyelenggaraaan pemerintahan. Bagi calon pelamar CPNS 2013 diharapkan melakukan persiapan yang matang untuk menghadapi ujian CPNS 2013 nanti. Karena seperti tahun 2012 yang lalu yang terbukti sukses, penerimaan CPNS 2013 akan dilakukan dengan murni dan trasparan dimana sepenuhnya ditangani pemerintah pusat bekerjasama dengan konsorsium perguruan tinggi. Jadi jika ingin lulus CPNS satu-satunya cara adalah dengan belajar dan melakukan persiapan mantap. Menteri Pendayagunaan

Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar melalui Surat Edaran Nomor : SE/10/M. PAN-RB/08/2013 meminta pejabat pembina kepegawaian di seluruh Indonesia untuk menyiapkan sarana dalam rangka mendukung pelaksanaan sistem Computer Assisted Test (CAT), termasuk spesifikasi minimal infrastruktur penggunaan CAT. Sedang bagi para peserta tes CPNS, untuk menghemat waktu akses, agar menyiapkan data-data dan dokumen pendukung minimal, yaitu : Syarat Pendaftaran CPNS 2013 Pendukung Daftar Online Peserta diimbau melakukan registrasi lamaran melalui situs yang benar, mengisi formulir dengan benar dan lengkap. Kesalahan pengisian sehingga terjadi ketidaksesuaian dengan berkas digital pendukung yang telah diunggah akan mengakibatkan ketidaklulusan pada tahap I (verifikasi administrasi). Kebenaran isian serta berkas digital yang diunggah akan dicek pada saat verifikasi fisik sebelum ujian tulis. Ketidaksesuaian data akan mengakibatkan peserta digugurkan dan tidak diperkenankan mengikuti ujian tulis. Dalam proses verifikasi, panitia tidak memiliki (dan tidak diberi) wewenang untuk melakukan perubahan pada isian. Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, pelaksanaan tes CPNS akan

dibagi dalam dua metode. Yaitu sitem yang menggunakan LJK dan sistem CAT. Pelaksanaan tes CPNS dari pelamar umum dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) akan dimulai pada 29 September 2013. Sedangkan tes CPNS melalui sistem lembar jawaban komputer (LJK) untuk honorer katagori dua maupun pelamar umum akan digelar serentak pada 3 November 2013. Dalam CAT, peserta diwajibkan menyelesaikan 100 soal. Terdiri dari 35 soal tes wawasan kebangsaan (TWK), 30 soal tes intelegensia umum (TIU), dan 35 soal tes10+ 件 karakteristik pribadi (TKP). Untuk TWK dan TIU, kalau salah nilainya nol, kalau betul nilainya 5. Untuk mengatasi keadaan itu, harus diciptakan sebuah sistem yang bisa memutus mata rantai transaksi illegal, yang merusak sendi-sendi kehidupan bernegara itu. Pemerintah yakin, test CPNS dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang akan dilaksanakan mulai tahun 2013 ini dapat menghindari terjadinya praktek-praktek tidak terpuji itu. Dalam pelaksanaannya, panitia seleksi nasional pengadaan CPNS bekerjasama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) yang membantu proses pengamanan sistem teknologinya. “Lemsaneg akan mem-protect supaya soal-soal pada sistem CAT tidak bocor. Dijamin seratus persen aman.” imbuhnya. Untuk info lebih lanjut dapat mendatangi BKD atau Instansi Pemerintah yang menerima CPNS. (Dari Berbagai Sumber)

www.kabargayo.com

DAERAH

Kabargayo 16 - 25 September 2013

19

Pelayanan Bermutu Kunci Keberhasilan Pembangunan Aceh Tengah
Logica2 Gelar Pelatihan diikuti oleh para staf jajaran pemkab Aceh Tengah. Melibatkan 127 peserta melibatkan sedikitnya 63 unit pelayanan dampingan Logica termasuk staf di. 46 sekolah. Acara penutupan pelatihan , turut dihadiri oleh beberapa pejabat pemkab dan anggota parlemen Aceh Tengah. gah menambahkan,Wakil Bupati dan Kepala Bappeda Aceh Tengah cukup merespon positif upaya peningkatan layanan bermutu dari program ini, dan ini salah satu tonggak penting. Salah seorang peserta pelatihan Widi Astuti, staf Puskesmas Kecamatan Bintang Aceh Tengah mengatakan," Jangan kami saja yang dituntut memberikan pelayanan bagus kepada masyarakat, namun sebaiknya oleh pemerintah kami juga difasilitsi dengan sarana prasarana yang membantu tugas-tugas kami di lapangan," memang selama ini sudah ada , sebagian besar ada,sarana kenderaan termasuk alat-alat medik" ujarnya. Namun menurut Widi di puskesmas tempat ia berdinas perlu ditambah lebih stok obatobatan , alat tensi dan beberapa layanan terkait adaptasi teknologi ,seperti beberapa unit computer dan kelengkapan lain, karena selama ini kami kerja masih manual."Widi mengatakan, petugas kesehatan di Puskesmas Bintang,terdiri dokter, beberapa bidan dan perawat yang selalu berada di tempat.Di Kecamatan Bintang dari 24 kampung (desa) terdapat 4 (empat) puskesmas pembantu (Pustu), 11 polindes. Widi Astuti mengatakan, ia cukup senang bertugas di Bintang dengan masyarakatnya yang cukup bersahabat , para petugas secara reguler menerima laporan-laporan pemuka masyarakat dan warga terkait cegah dini berbagai ancaman penyakit. dan masalah-masalah kesehatan lainhya. "Sejauh ini belum pernah ditemui kasus-kasus kesehatan sampai pada tingkat kejadian luar biasa (KLB) di Bintang, satu kasus DBD baru-baru ini dengan cepat dapat ditangani oleh petugas kami." Program-program Local Governance Inovation For Community in Aceh Phase 2 (Logica2) dijadwalkan berlangsung hingga tahun 2014 mendatang, beberapa bentuk kemitraan pemkab Aceh Tengah dengan program Logica2 melakukan pembenahan guna mewujudkan pelayanan bermutu, terutama disektor pendidikan, kesehatan dan pelayanan administrasi di tingkat kecamatan. Staf kantor Kecamatan Kebayakan Zikrul Alim mengatakan, "banyak yang kita dapat dari pelatihan ini, misalnya saya lebih tertarik dengan sesi penyusunan standar pelayanannya .Menurut Zikrul, " setiap bentuk pelayanan oleh petugas kecamatan mendapat panduan bagaimana cara melayani, publik (warga) yang dilayani pun mengetahui hak-hak mereka, contoh soal layanan terkait pengurusan surat-surat atau dokumen yang dibutuhkan warga di kantor kecamatanlebih memiliki target diatur dengan durasi waktu yang lebih efektif efisien, intinya kita staf di kecamatan mengetahui benar tugas pokok dan fungsi masing-masing." Anggota Komisi Kesehatan dan Pendidikan Parlemen Aceh Tengah Bardan Sahidi hadir Jum'at sore dalam acara penutupan pelatihan Logica2 dengan jajaran pemkab Aceh Tengah. Bardan mengatakan, "pemenuhan hakhak publik oleh aparatur salah satu barometer terselenggaranya tata pemerintahan bersih dan transparan. Keberhasilan program pemerintah tak terlepas dari dukungan masyarakat yang lebih partisipatif." Sebelumnya pihak Logica mengatakan program Logica2 selain fokus pada pembenahan pelayanan aparatur dalam memenuhi standar pelayanan minimal,program Logica2 juga mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam mewujudkan pelayanan yang berkualitas. Logica2 juga menyelenggarakan pelatihan bagi masyarakat dalam rangka penguatan tentang hak-hak ekonomi, Sosial dan Budaya (ECOSOB), kemudian menyelenggarakan pelatihan bagi Komite Sekolah dan Badan Penyantun Puskesmas (BPP) tentang tupoksi dan peran masing-masing lembaga dalam menunjang kualitas pendidikan dan kesehatan yang lebih komprehensif. Program Logica2 di Aceh Tengah merupakan lanjutan program fase pertama yang berlangsung 2010-2012. Fase pertama lebih fokus pada rehabilitasi pasca Tsunami, sedangkan fase kedua yang direncanakan 2012-2014 lebih fokus dalam upaya peningkatan stabilitas politik, perdamaian, dan megatasi masalahmasalah sosial. Utamanya, dapat membenahi tata kelola pemerintahan dan lebih baik terkait pelayanan terhadap masyarakat, beberapa kegiatan pada fase kedua seperti asistensi penyusunan RPJM, Renstra SKPK, hingga membangun perencanaan untuk pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM). Local Governance Innovations for Communities in Aceh Phase 2 (LOGICA2) merupakan sebuah program kemitraan strategis dua negara, RI - Australia , program Logica2 didanai melalui Badan Pembangunan Internasional Australia (AusAID).(rahmad)***

Keber Gayo I Takengon Wakil Bupati Aceh Tengah Drs. H. Khairul Asmara Jum'at (23/8) menutup resmi. Program Pelatihan Penerapan Pelayanan Bermutu Kepada Tim Standar Pelayanan (TSP) Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan berlangsung di salah sebuah gedung serbaguna di kawasan Kecamatan Pegasing. Pelatihan diikuti oleh para staf jajaran pemkab Aceh Tengah dengan rincian 127 peserta melibatkan sedikitnya 63 unit pelayanan dampingan Logica termasuk staf di. 46 sekolah. Acara penutupan pelatihan , turut dihadiri oleh beberapa pejabat pemkab dan anggota parlemen Aceh Tengah. Wabup Khairul Asmara kepada Kabargayo mengatakan, program serupa di masa depan perlu terus ditingkatkan,komitmen pelayan bermutu salah satu kunci kesuksesan pembangunan. Menurut Wabup Asmara, kemitraan Pemkab dan program Logica dapat menjadi model, modal dan modul terapan yang dinilai cukup bermanfaat bagi kinerja jajaran pemkab kepada masyarakat terkait pelayanan yang lebih komprehensif. "Dengan adanya pelatihan seperti ini,bagaimana supaya teman-teman dijajaran pemkab Aceh Tengah ini bisa memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat. Diantaranya, sebagai petugas harus lebih responsif, jangan seakan-akan urusan ini hanya di level kabupaten semetara di sekolah misalnya petugas pemerintah tidak mau tahu , pelayanan terbaik itu yang kita tanamkan." Lebih jauh Wabup Asmara yakin optimalisasi layanan publik dijajaran pemkab akan berkontribusi besar bagi praktik-praktik manajemen pemerintahan yang sehat dan transparan sehingga pembanguan Aceh Tengah juga diraakan dampaknya oleh masyarakatnya. "Ambil contoh pelayanan bidang pendidikan, tambah Asmara," Dalam bidang pendidikan, kita komit untuk memperkuat proses belajar megajar karena menyangkut masa depan generasi muda yang lebih berkualitas , pendidikan melahirkan intelektual-intelektual ke depan, jadi pondasinya juga mesti diperkuat, seluruh jajaran

pendidikan mesti solid karena bidang ini akan melahirkan generasi yang berintelektual, kokoh imtaq (iman taqwa)-nya dan berbudi pekerti." Koodinator Program Logica2 Aceh Tengah Mawar Junita mengatakan, pelatihan ditujukan bertujuan membekali petugas pemerintah lebih memahami tugas fungsi terhadap hak hak dasar masyarakat (publik) , baik petugas pemerintah (PNS) di sekolah, puskesmas dan kantor-kantor camat setempat. Mawar menambahkan, "Peserta pelatihan dibekali modul-modul khusus agar memperkuat tugas-tugas mereka di berbagai unit pemerintahan, pelatihan melibatkan 127 peserta, dari 63 unit pelayanan dampingan Logica , terdapat 46 sekolah dari level sekolah dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah dan SMP,delapan kantor camat, puskesmas dan satu dari kantor pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (P2PA) level kabupaten." Mawar Junita mengatakan , contoh lain salah satunya saat warga membutuhkan layanan kesehatan di Puskesmas, "Ini erat kaitannya dengan pelayanan dasar, intinya setiap petugas pemerintah (PNS) pelayan , jadi PNS harus benar-benar mengetahui apa saja kebutuhan masyarakat , misalnya pada saat masyarakat berobat ke Puskesmas, masyarakat mesti dijamin mendapatkan akses yang lebih mudah untuk berobat dan memenuhi hak-hak masyarakat, itu yang harus dipahami oleh staf-staf yang ada di Puskesmas." Dari tiga hari gelar Pelatihan Penerapan Pelayanan Bermutu Kepada Tim Standar Pelayanan (TSP) Kabupaten Aceh Tengah, peserta tampak cukup antusias . "Kesan cukup positif yang dapat kita tangkap dari pelatihan ini, untuk level petugas pemerintah (bawahan) mereka punya semangat tinggi untuk melaksanakan kegiatan layanan bermutu , tetapi kan sekarang masih bergantung dengan pengambil kebijakan dari atas, seperti level kepala dinas untuk menginstruksikan ke staf nya. agar melaksanakan penegakan layanan bermutu ." demikan Mawar Junita dari program Logica2. Mawar Junita dari Logica Aceh Ten-

www.kabargayo.com

20

Kabargayo 16 - 25 September 2013

RAGAM

Kepala Sekolah Di Aceh Tengah Dilatih Pembelajaran Pakem
Sebanyak 120 orang kepala sekolah dan guru dari 24 SD pada tiga gugus, ikuti Pelatihan tahapan pelatihan pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Energik dan Menyenangkan di 3 SD di Tiga Kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah

Keber Gayo I Takengon Sebanyak 120 orang kepala sekolah dan guru dari 24 SD pada tiga gugus, memulai tahapan pelatihan pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Energik dan Menyenangkan) yang dipusatkan pada 3 SD yaitu SDN 3 Celala, SDN 2 Rusip Antara dan SDN 1 Linge di kabupaten tersebut. Kegiatan yang akan berlangsung selama 3 hari, dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah, Drs Nasaruddin (4/10) di SDN 3 Celala. Dalam sambutannya, Kadisdik menghimbau para kepala sekolah dan guru untuk serius dalam meningkatkan kapasitas diri, “Harapan kami, pelatihan ini bisa dimanfaatkan dengan baik, pendidik harus saling berbagi informasi sehingga

dapat membawa perubahan di lingkungan sekolah terutama untuk peningkatan mutu,” harap Drs. Nasaruddin. Kadisdik pula menegaskan, bahwa pelatihan tersebut sesuai dengan Kurikulum 2013 yang sedang diterapkan pada beberapa sekolah di Aceh Tengah, “Pelatihan ini sesuai untuk mendukung implementasi Kurikulum 2013 yang tematik terintegriti, walaupun ketiga gugus ini tidak termasuk sekolah pilot Kurikulum 2013. Tetapi setidaknya sudah mengetahui lebih awal, sehingga nanti penerapannya akan lebih mudah,” tegas Nasaruddin. Ketiga gugus yang berada di Kecamatan Celala, Kecamatan Rusip Antara dan Kecamatan Linge ini memang berlokasi jauh dari Takengon, bahkan

berbatasan dengan kabupaten lain di Aceh. Akan tetapi tidak menyurutkan keinginan para pendidik untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya. Kegiatan tersebut merupakan salah satu komitmen Dinas Pendidikan Aceh Tengah yang telah mengalokasikan dana APBKnya untuk meningkatkan mutu pen-

didikan di daerah tersebut. Kegiatan ini pula didukung oleh USAID PRIORITAS yang menyediakan tenaga pelatih (Fasilitator Daerah), baik dari tingkat kabupaten maupun provinsi untuk mendiseminasikan praktik yang baik pada tingkat sekolah dasar. (Rel)

Kodak Gayo

Lokasi Pembungan sampah di Kecamatan Silihnara Kabupaten Aceh Tengah, kian menumpuk dan sangat menganggu warga sekitar, selain mengeluarkan bau juga menyebabkan pencemaran lingkungan sekitar. ( Rahmad)

www.kabargayo.com

DAERAH

Kabargayo 16 - 25 September 2013

21

Semangat Juang Tagore Abubakar Saat HUT Kemerdekaan RI di Bener Meriah
Kenasionalismean Mantan Bupati Bener Meriah, Tagore Abukabar tidak diragukan lagi. Tokoh masyarakat Gayo ini adalah sosok yang dikenal mempunyai jiwa patriotif. Dalam peringatan Hut Kemerdekaan RI ke 68 di Kabupaten Bener Meriah Tagore turut hadir.
Daerah Kabupaten Bupaten Bener Meriah adakan Upacara peringan yang di gelar di lapangan Upacara Babusalam Simpang Tiga sabtu (17/08). Usai acara tersebut Ir Togere abubakar juga ikutserta bersama rombongan Pemerintah daerah jiarah mengujugi Makam Pahlawan Datu Beru (Quratul Aini), yang di adakan setiap tahunya semasa beliau menjabat sedbagai Bupati. (Mashury)

Dalam rangka peringati, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT-RI) Ke-68 Pemerintah Daerah Kabupaten Bupaten Bener Meriah adakan Upacara peringan yang di gelar di lapangan Upacara Babusalam Simpang Tiga sabtu (17/08). Acara tersebut juga di hadiri oleh Ir. Tagore Abu Bakar mantan Bupati Bener Meriah, dan Wakil Sirwandi Laut Tawar, kedatangan Tagore diambut ramah oleh Bupati Bener Meriah Ir Ruslan Abd Gani Dan Wakil Drs Rusli M Saleh, serta Pimpinan SKPK.

Usai acara tersebut Tagore, Rusli M Saleh Terlihat akrab, sambil berfoto bersama Paskibraka dan Marsing Band, dalam berpeso Tagore Dan Rusli M Saleh serta para Paskibraka Juga Sempat melambaikan 6 jari pertanda Nomor 6 utuk mewakili keterwakilan anggota DPR-RI dari partai PDIP. Mantan Bupati tersebut terlihat, bersemengat dalam memperingati Hut-Ri tahun ini seperti tahun sebelumnya sema belium menjabat juga banyak rangkaian kegiatan yang diadakan seperti halnya open Turnamen Bola Voly, Bola

Kaki, Dan Karnaval. Dalam rangka peringati, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT-RI) Ke-68 Pemerintah Daerah Kabupaten Bupaten Bener Meriah adakan Upacara peringan yang di gelar di lapangan Upacara Babusalam Simpang Tiga sabtu (17/08). Dalam rangka peringati, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT-RI) Ke-68 Pemerintah

Warga Lot Kala Kebayakan Minta Tanggul Irigasi Diperbaiki
Masyarakat Lot Kala Kecamatan Kebayakan meminta agar Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memperbaiki tanggul irigasi yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang melanda Aceh Tengah pada tanggal 2 Juli yang lalu.
Keber Gayo I Takengon Hal tersebut terungkap saat Wakil Bupati Aceh Tengah, Drs. H. Khairul Asmara meninjau langsung kondisi tanggul irigasi yang terletak persis di belakang Mesjid Lot Kala Kecamatan Kebayakan, Senin (2/9). Permintaan yang mengundang perhatian Wabup itu disampaikan oleh warga melalui kepala kampung Lot Kala, Gading. “Warga merasa tidak nyaman sejak tanggul irigasi mengalami kerusakan, dimana saat musim hujan tiba sejumlah areal pertanian dan sawah tergenang akibat luapan air. Kami meminta kepada pemerintah daerah agar tanggul ini segera diperbaiki” pinta Gading. Menanggapi permintaan masyarakat Lot Kala ini, Wabup Khairul Asmara menyatakan akan memprioritaskan pembangunan kembali tanggul irigasi yang rusak tersebut “Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas PU akan memberikan prioritas dalam perbaikan tanggul ini. Bagaimanapun kerusakan tanggul ini telah mengganggu areal persawahan penduduk” katanya di hadapan sejumlah perangkat dan tokoh kampung Lot Kala Kecamatan Kebayakan yang tampak hadir hari itu. Lebih jauh Wabup meminta agar perbaikan tanggul itu nantinya lebih memperhatikan kualitas konstruksi. “Kami harap agar kedepan tanggul irigasi dapat dibuat lebih tinggi dan lebih kokoh sehingga air tidak lagi meluap dan menggenangi areal pertanian milik penduduk ketika musim hujan tiba” ujarnya. Berdasarkan survey lapangan diketahui sepanjang 2,5 KM tanggul irigasi di kecamatan Kebayakan mengalami kerusakan akibat gempa bumi 2 Juli yang lalu. Kerusakan tanggul tersebut menyebabkan air meluap di musim hujan dan menggenangi lahan pertanian serta sawah milik penduduk di sepanjang saluran irigasi. Sejauh ini seluas 35 ha lahan pertanian dan persawahan tergenang air akibat rusaknya tanggul irigasi tersebut. Dalam suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan tersebut, warga Lot Kala Kebayakan melalui Kepala Kampung juga meminta bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berupa tempat pembuangan yang representatif.

Disamping untuk menjaga kebersihan lingkungan, menurut Gading tempat sampah itu juga ditujukan agar masyarakat Lot Kala dan sekitarnya tidak lagi membuang sampah ke dalam sungai. “Kami perlu sebuah tempat penampungan sampah agar warga tidak sembarangan membuang sampah, sekaligus menjaga sungai dari pencemaran” ujarnya. Wabup Khairul Asmara menaggapi per-

mintaan warga tersebut dengan positif. “Pada prinsipnya kita memahami aspirasi warga, dan kita akan berusaha untuk segera membantu segala kebutuhan masyarakat, apalagi mengenai pegelolaan sampah yang memang memerlukan penanganan khusus” pungkasnya.(War/IA)

www.kabargayo.com

22

Kabargayo 16 - 25 September 2013

DAERAH

Kisruh Perbatasan Aceh Bener Meriah- Aceh Timur Yang Tak Kunjung Selesai
Pemda Bener Meriah Dinilai Telantarkan Warga Perbatasan Bener Meriah-Aceh Timur, Pemda setempat harus bijak agar tidak muncul persoalan baru
Keber Gayo I Redelong Gerakan mahasiswa nasional Indonesia (GmnI) sesalkan sikap pemerintah kabupaten Bener Meriah yang menelantarkan masyarakat Sarah Gele Sarah Reje, Sejudo, Sejok, Rubik, Ranto Panyang dan Garot yang berada di daerah perbatasan antara kabupaten Bener Meriah dan Aceh Timur. Hal tersebut ia katakan ketika pertemuan antara GmnI bersama perwakilan masyarakat beberapa desa perbatasan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Timur. dengan anggota DPRK untuk membahas kejelasan status yang telah menjadi permasalahan antar dua kabupaten sejak lama. Sengketa tapal batas antara dua kabupaten tersebut hingga kini belum ada kejelasan dari Pihak Pemerintah Kabupaten Bener Meriah. Hadir dalam pertemuan yang digelar di ruangan DPRK Bener Meriah itu, Ketua Komisi A DPRK Bener Meriah, Kabag Ekonomi, Kabag Tata Ruang, Kabag Aparatur Desa dan Camat Syiah Utama. Aramiko Aritonang, mengatakan masyarakat Sarah Gele Sarah Reje, Sejudo, Sejok, Rubik, Ranto Panyang dan garot, sebenarnya pada tahun enam puluhan masuk dalam wilayah Aceh Tengah yang masuk dalam kecamatan Syiah Utama, kemudian pada tahun tujuh puluhan desa-desa tersebut kemudian masuk dititipkan ke kabupaten Aceh Timur guna mempercepat pendistribusian Pemilu saat itu. Aramiko mengatakan penitipan beberapa Desa tersebut di lakukan oleh Drs. Mahmud Ibrahim yang saat itu menjabat sebagai Sekda Kabupaten Aceh Tengah," Mahmud Ibrahim sendiri telah mengatakan bersedia menjadi saksi dalam permasalahan tersebut" kata Aramiko, seraya menambahkan, Camat Syiah Utama saat itu yang dijabat oleh Muhammad Amin Taib juga mengatakan telah bersedia menjadi saksi. GmnI kata Aramiko, sangat menyesalkan sikap pihak pemerintah Kabupaten Bener Meriah yang tidak meneruskan perjuangan Bupati sebelumnya yang telah memperjuangkan wilayah dan msyarakat Sarah gele, Sarah Reje, Sejudo, Sejok, Rubik, Ranto Panyang dan garot, masuk kembali dalam wilayah Bener Meriah" Itu terbukti dengan kepemilikan KTP Elektronik masyarakat Sarah Gele Sarah Reje, Sejudo, Sejok, Rubik, Ranto Panyang dan garot, yang berada di dekat perbatasan, dan ada sebahagian kecil masyarakat sarah gele yang belum membuat KTP Elektronik tapi pada saat mereka ingin mengurus pembuatan KTP yang beru malah di persulit oleh pihak Eksekutive

Bener Meriah"ungkap Aramiko. GmnI juga sangat menyesalkan sikap Bupati Bener Meriah saat ini terkesan tidak mau perduli dengan dengan permasalan ini. " Tulah Reje Kampung (Gecik) Desa Sarah Gele dan desa lainya, sudah di hapus oleh pihak pemerintahan Bener Meriah secara sepihak, ini merupakan tindakan yang kurang arif dan bijaksana "jelas Aramiko, seharusnya jelas Aramiko, pihak pemerintah Bener Meriah lebih mengedepankan Azas musyawarah Mupakat dengan pihak DPRK Bener Meriah.

Sementara itu, Ketua komisi A DPRK Bener Meriah Ridwansyah yang hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, untuk masalah penghapusan tulah kepala desa pihak pemerintah Bener Meriah tidak berkonsultasi dengan DPRK Bener Meriah. Aramiko mengatakan kebijakan semacam ini merupakan kebijakan yang mengurangi semangat demokrasi." Hak-Hak Masyarakat Desa Sarah Gele, Sarah Reje, Sejudo, Sejok, Rubik, Ranto Panyang dan garot, Wajib di penuhi oleh penyelenggara pemerintah"tegas Aramiko.

Ruas Jalan Lingkungan Sido Mulyo Gegarang-Jagong Jeget Butuh Perbaikan
Keber Gayo I Takengon Keluhan tidak terawatnya badan jalan lingkungan diungkapkan oleh Sabri Warga Kampung Gegarang kecamatan Jagong Jeget, akibat badan jalan menuju sarana pendidikan di kemukiman mereka, menyulitkan para pelajar untuk menuju kesekolah mereka, begitu juga dengan ruas jalan menuju Pusat pelayanan kesehatan Puskesmas Pembantu ( Pustu) Gegarang, selain ruas jalan lingkungan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk menjalankan aktifitasnya sehari-hari untuk menuju ladang atau perkebunan mereka, ungkap Sabri. Kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, Sabri berharap agar melalui dinas terkait dapat segera memprogramkan perbaikan ruas jalan lingkungan yang ada di pemukiman mereka sepanjang 1,600 meter dimana ruas jalan tersebut menghubungkan dua Kampung selain tempat fasilitas umum, sehingga tidak rawan kecelakaan, katanya. Pantauan Wartawan di kemukiman Kampung Gegarang kecamatan Jagong Jeget, Jum'at ( 23/2013) terdapat beberapa ruas jalan yang rusak akibat tidak terawat begitu juga dengan diakibatkan oleh bencana banjir bandang beberapa bulan silam, sehingga banyak drainase dikiri-kanan jalan tertutup tanah maupun pasir yang terhanyut air. Sementara Sekdes Kampung Gegarang Siahusin, saat dikonfirmasi menyebutkan selain badan jalan lingkungan rusak, Husien mengungkapkan di kampung tersebut saat ini terdapat lebih kurang 35 KK atau 135 jiwa ke-

Pembangunan infrastruktur jalan lingkungan di sebahagian kawasan daerah kabupaten Aceh Tengah, hingga saat ini masih cukup memprihatinkan. Pasalnya selain alasan klasik dengan keterbatasan anggaran juga dana kebanyakan terserap oleh program aspirasi Dewan yang kurang aspiratif.

hidupan ekonominya memprihatinkan, begitu pula rumah tempat tinggal mereka yang kurang layak untuk di huni. " Kami telah berupaya membantu secara kekeluargaan namun untuk upaya membangun tempat tinggal kendatipun sederhana belum mampu kami lakukan karena butuh dana banyak" jelas Sekdes Gegarang. Keluarga Pak Abdul Kader (64) kehidupan ekonominya memprihatinkan , begitu juga kondisi tempat tinggal tak layak huni Menyahuti keinginan keluarga kurang mampu di kelima Dusun pada Kampung Gegarang Jagong Jeget, Imem Kampung Gegarang mengakui bahwa para kepala keluarga yang ke-

hidupan ekonominya belum beruntung itu telah masuk dalam data Mustahig Kampung, namun dirinya sebagai ketua Baitul Mall Kampung Gegarang, sebelumnya juga telah membantu mereka dengan mendapatkan bantuan dana dari Baitul Mall Kabupaten Aceh Tengah tahun 2012 sebesar Rp. 20 juta, dengan menyetor lebih awal zakat mall Kampung ke Kabupaten sejumlah Rp. 10 juta lebih, " Dana yang disalurkan kepada kami sebesar Rp. 20 juta, telah kami sampaikan kesasaran yakni kelompok Mustahiq " katanya. Ditambahkan Imem Kampung Gegarang bahwa untuk program pembangunan tempat

tinggal atau rumah hingga saat ini belum pernah diusulkannya dan dia berjanji akan mengusulkan sehingga dapat mengurangi beban warga di kampung tersebut. Diakuinya, bahwa Baitul Mall Kampung Gegarang untuk tahun 2013 tidak menyetorkan zakat mallnya ke Baitul Mall Kabupaten, karena mengingat kehidupan ekonomi masyarakat tidak memungkinkan untuk dilakukan pemungutan, lagi pula kesadaran masyarakat untuk berzakat masih rendah, jelasnya. (Tg

www.kabargayo.com

SOSOK Fachrul Razi

Kabargayo 16 - 25 September 2013

23

Politikus Muda Dari Aceh
Namanya tak asing di kalangan anak muda Aceh, dalam dunia politik dan pemerintahan, sosoknya cukup dikenal. Setiap orang berbicara Partai Aceh namanya sering disebut. Putra Aceh kelahiran tahun 1980 ini bernama Fachrul Razi, Anak Muda yang dikenal sebagai Juru Bicara Pusat Partai Aceh.
Politkus muda di Aceh mungkin bisa dihitung dengan jari, dengan peta perpoltikan di Aceh yang begitu kompleks dengan kondisi Aceh yang baru lepas dari konflik dan bencana alam yang dasyat, membuat seorang polikus harus benar-benar matang, agar bisa bersaing dan dengan dapat menyuarakan aspirasi rakyat. Hal tersebut memang tidak mudah memang. Adalah Fachrul Razi politikus muda Aceh yang memiliki usia yang sangat muda ketika dipercaya sebagai salah satu pengurus Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA), diusianya 30 tahun, dia dipercaya sebagai Juru Bicara Partai Aceh, hingga dua tahun menjabat sebagai Juru Bicara Pusat Partai Aceh. Tahun 20112012, disaat konflik regulasi Pilkada terjadi, dirinya sering muncul di media televisi dan media cetak. Di Jakarta, ia sangat dikenal oleh Kementerian di Jakarta, karena kemampuan komunikasi dan retorika public speaking nya yang diakui oleh pihak di Jakarta. Kerap dirinya mewakili Aceh dalam menghadiri pertemuan di Jakarta, bahkan dirinya menjadi salah satu perwakilan dari GAM pada pertemuan para pihak di Menkopolkam dalam membahas perkara MoU Helsinki yang tidak selesai. Tahun 2007, sebelum Partai Aceh berdiri, dirinya pernah menjabat sebagai Program Coordinator di Interpeace Aceh Programs, sebuah lembaga perwakilan Uni Eropa di Aceh dengan gaji hingga 20 juta perbulan pada saat itu, namun dirinya mengundurkan diri karena ingin mengabdikan dirinya untuk memperkuat partai Aceh pada saat itu. Awal karirnya di Partai Aceh, dimulai posisi sekretaris Litbang Partai Aceh, tahun 2009, menjabat ketua Litbang hingga 2011 dirinya dipercaya sebagai Juru Bicara Partai Aceh. Sang Motivator Muda Aceh Kiprahnya bukan hanya di Partai Aceh, dia kerap mendirikan berbagai organisasi kepemudaan yang bergerak dalam bidang pengkaderan, leadership dan enterpreneurship. Dirinya juga sering menjadi pembicara motivasi dalam kegiatan kepemudaan dan kemahasiswaan. Di kampus-kampus di Aceh, dirinya sering diundang dalam memaparkan presentasi tentang masa depan Aceh dengan pendekatan leadership. Materi MoU Helsinki dan Masa Depan Aceh, kerap menjadi materi yang dikuasainya. Metode presentasinya sangat menyentuh bagi siapa saja yang mengikuti seminar atau training nya. Fachrul Razi juga memiliki kedekatan dengan tokoh-tokoh motivator nasional. Beberapa bulan belakangan ini, dirinya mengundang beberapa tokoh seperti Jamil Azzaini, Ust. Reza Syarief dan Dr (H.C) Ary Ginanjar untuk datang ke Aceh dan memberikan pemaparan kepada mahasiswa dan pemuda Aceh. Berbagai kerja sama dengan tokoh nasional sering diterimanya dalam memajukan Aceh dalam bidang leadership dan enterpreneurship. Keinginannya untuk mengembangkan Aceh dalam bidang entrepreneur dilakoninya hingga dirinya sering kali terlibat dengan dunia bisnis anak muda yang dia bimbing, hingga menggagas komunitas anak Aceh yang ada di Taiwan. Fachrul Razi juga memiliki pengalaman dalam memberikan materi seminar sampai ke luar negeri. Tahun 2009, dirinya diundang ke Denmark, dalam kegiatan WAA Danmark International Conferences. Dirinya juga sering diundang ke Malaysia, Singapore dan Thailand dalam mengikuti konferensi internasional. Tahun 2012 yang lalu, dirinya sempat melakukan kunjungan ke Australia dan Taiwan. Kedua negara tersebut menjadi target negara yang dikunjunginya, karena menurut Fachrul Razi, kedua negara tersebut memiliki model pemerintahan yang menarik untuk Aceh pelajari dan terapkan dalam pemerintahan. Keinginannya agar Aceh memiliki hubungan dengan luar negeri adalah cita-cita nya, dirinya berkeinginan dapat mewakili Aceh dalam mengunjungi negara-negara di luar negeri dalam membangun kerja sama baik dalam bidang pendidikan, ekonomi dan politik. Hobi Membaca dan Master Politik Hobinya suka membaca, itulah kesan yang kita dapatkan jika kita menjumpai di rumah sewanya. “Tidak lepas buku ditangannya.” Nah, jika kita ke Mess Jubir di daerah Peuniti, kita akan melihat 20.000 koleksi buku politik dan buku-buku asing. Keahliannya dalam dunia politik diacungi jempol oleh be- berapa tokoh di Aceh dan nasional, wajar saja dia memang seorang master politik bagi Partai Aceh. Fachrul Razi lulusan sarjana I l m u P o l i tik dari U n i versitas I n donesia dan menyelesaikan S2 I l m u Aceh, dirinya selalu hadir sebagai pemateri. Ilmu marketing politik dan strategi politik merupakan materi yang sering dia sampaikan kepada kader-kader Partai Aceh. Dirinya mengaku, materi pemahaman MoU Helsinki dan UUPA sangat dikuasainya. “Kader PA dan seluruh Rakyat Aceh harus paham hukum di Indonesia, agar kita tidak dilemahkan secara hokum,” demikian ungkapnya. Menuju Calon Senator Aceh Pada tanggal 21 April 2013, pukul 15.00 Wib, dirinya diantar oleh Dr. Zaini Abdullah, Gubernur Aceh ke Kantor Komite Independen Pemilihan (KIP) Aceh untuk didaftarkan sebagai calon senator Aceh yang akan berjuang ke Jakarta, Dewan Perwakilan Daerah (DPD). “ Saya datang ke kantor KIP, sebagai orang tua, bukan sebagai Gubernur Aceh”, demikian ungkap Dr. Zaini Abdullah disaat dijumpai waktawan Auto Bisnis di Kantor KIP pada hari minggu, tanggal 21 April 2013. Sebagai tokoh muda dari Partai Aceh, dia mendapat kepercayaan untuk mencalonkan dirinya sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Aceh. Banyak persoalan Aceh dan Pusat yang belum selesai menurutnya. “Perkara MoU Helsinki dan UUPA yang belum selesai adalah tugas berat siapapun yang mewakili Aceh di Senayan, namun yang penting adalah menjadikan Aceh secara daerah khusus dan istimewa bagi Pusat dan memberikan hak-hak politik Aceh yang telah disepapati didalam MoU Helsinki,” demikian tegasnya. Pasca kemenangan ZIKIR, yang pada akhirnya menjabat Kepala Pemerintahan Aceh 2012-2017, Fachrul Razi dipercaya sebagai staf khusus Gubernur Aceh dalam bidang Politik dan Komunikasi. Kerap dirinya ikut serta dengan Gubernur Aceh ke Jakarta dalam mengikuti rapat persoalan Bendera, Wali Nanggroe hingga rapat dengan Kementerian di Jakarta. (Arfi/ Tulisan ini pernah dimuat di tabloid Auto Bisnis)

Politik di Universitas yang sama. Gelar M.I.P yang disandangnya, jarang dia gunakan. M.I.P adalah singkatan dari Magister Ilmu Politik, yaitu gelar master (S2) di universitas Indonesia tempat dia menyelesaikan pendidikan S2 nya. Keinginannya untuk menjadi Doktor (S3) politik satu-satunya dari Aceh masih menjadi targetnya kedepan, meskipun dia masih terus menunda studinya dan berusaha ingin melanjutkan studi politiknya, namun karena kesibukannya di Aceh, dia tidak bisa meninggalkan Aceh. Bagi kalangan Partai Aceh, dirinya sering menjadi pemateri atau pengajar dalam pelatihan yang dilakukan oleh PA. beberapa kalangan PA menyebutnya sebagai guree (guru) politik, karena setiap pelatihan kader Partai

www.kabargayo.com

redaksikabargayo@gmail.com Kabargayo 16 - 25 September 2013

Terbit Dwi Mingguan

Edisi Mei 2013

Caleg Keluarga Vs Caleg Ideal dan Egaliterisme di Gayo

www.kabargayo.com

Kopi Gayo, Yang Masih Malang

Apa Khabar Rehab Rekon
Gempa gayo?
Forum LSM Tolak Keputusan DPRK Bener Meriah Terkait Usulan Anggota KIP
www.kabargayo.com

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->