Anda di halaman 1dari 24

3.4. Konsep Masa Bangunan 3.4.1.

Preface Esplanade Theatre by The Bay merupakan bangunan yang terletak di tepi air (waterfront) sepanjang pantai Marina Bay dekat muara Sungai Singapura. Tujuan dibangunnya Esplanade Theatre by The Bay adalah sebagai pusat seni pertunjukan bagi masyarakat lokal dan menjadi salah satu asset pariwisata untuk menarik wisatawan asing. Lokasi Esplanade dulunya merupakan Satay Club yang merupakan tempat makanan populer warga Singapura yang saat ini telah di alokasikan di tempat lain.

Gambar Lokasi Esplanade Theatre by The Bay Sumber : http://en.wikiarquitectura.com/index.php/Esplanade_Complex

Data Fisik a) Arsitek : Michael Wilford, James Stirling, DP Architects b) Lokasi : Singapore c) Area : 75,186 m2 d) Tahun : 1995-2002

3.4.2. Konsep Desain Konsep desain arsitekturnya yaitu menciptakan sebuah kompleksitas yang fleksibel untuk menerima genre/style dari timur dan barat. Menjadikan desain bangunan ini berfilosofikan berangkat dari masa lalu menuju masa depan dengan cara menggabungkan modernisasi dan kearifan lokal. Untuk bentuk secara keseluruhan mengambil bentukan dari buah durian yang merupakan buah khas asia sehingga bangunan ini tampak seperti durian, terselimuti oleh duri-duri pada bagian atap.Gedung dibagi menjadi 2 yaitu gedung konser dan gedung teater. Penempatan gedung pada lansekap didesain seperti kerang bulu babi yang terhampar di tepi pantai.

Gambar Buah Durian Sumber : kesahepis.blogspot.com

Gambar Kerang Bulu Babi Sumber : commons.wikimedia.org

Gambar Esplanade Theatre by The Bay Sumber : www.hitachi-pt.com.sg

1. Konsep Desain Menurut Koh Seow Chuan Empat tahun setelah pembukaan The Esplanade - Theatres on the Bay, Mr Koh Seow Chuan dan timnya di DP Architects tentu saja merasa bangga. "Secara keseluruhan, kami telah mencapai tujuan yang telah kami tetapkan dalam proyek ini - menciptakan struktur yang unik, yang sesuai dengan aspirasi dari masyarakat Singapura dengan tetap bermanfaat dan fungsional. Dengan demikian, kami juga dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap dialog tentang desain pada konteks budaya dan iklim di Asia."

Gambar Koh Seow Chuan Team Leader Proyek Esplanade Sumber : http://www.tribute.sg/artistprofile.php? displayname=Koh+Seow+Chuan

Seow Chuan menjelaskan, "Secara historis, budaya Asia telah menghasilkan desain bangunan yang lebih signifikan dalam responnya terhadap kondisi geografis, iklim dan konteks budaya, selain itu bangunan di Asia dibangun dengan teknologi terbaik yang ada. Bila memungkinkan dan tepat, kosakata arsitektur baru akan berkembang. Sampai ke masa kolonial, proses evolusi ini menjadikan tradisi tetap hidup dan vital. Kami merasa bahwa kami telah mengikuti tradisi ini." "Proyek ini terletak di sebuah lahan dengan dua karakteristik utama, yaitu sebagai bangunan distrik pemerintahan dan sebagai prime waterfront. Daripada dipandang sebagai "ethnic featurism" kami lebih merespon karakteristik dan konteks perkotaan umum, dengan demikian kami merasa kami telah menegaskan vitalitas budaya. Kami percaya desain merupakan kontribusi menarik untuk mendefinisikan New Asian Architecture." Dua bangunan shell dengan semangat peubahan dan pengalaman baru, tampilan bangunan Esplanade terlihat lebih mencolok di sore hari apabila disandingkan dengan penampilan yang solid dari dasar bangunan. Saat ini bangunan berdiri dengan gagahnya di tengah skyline, dengan cladding granit warna hangat, yang menunjukan perannya sebagai dasar yang kuat dari tradisi. Gambar Suasana Esplanade pada Seow Chuan tersenyum ketika Sore Hari masyarakat Singapura menyebut bangunan Sumber : http://fineartamerica.com Esplanade ini sebagai bangunan yang /featured/the-esplanade--theatersmenyerupai durian. Nama yang cukup on-the-bay-justin-guariglia.html menawan karena orang Singapura sangat menyukai durian dan penamaan ini menunjukkan bahwa masyarakat Singapura telah menerima dengan baik proyek ini.

Para arsitek veteran yang memulai karirnya pada tahun 1963 memperhitungakan bahwa Frank Lloyd Wright memberikan pengaruh yang signifikan. "Wright dipengaruhi oleh Philospher Cina Lao Tse yang menyatakan bahwa bangunan didefinisikan bukan oleh atap dan empat dinding, tapi ruang yang mereka hasilkan dari envelopenya. Definisi ini dapat membuka wawasan kita, bahwa banyak cara untuk melihat bangunan, dan kita semua tertarik dengan cara ia merencanakan dan mendesain ruang luar bangunan yang dibawa ke dalam dan ruang dalam yang dibawa ke luar." Seow Chuan bangga dengan kerja dan semangat tim untuk keberhasilan proyek ini. Meskipun kompetisi arsitektur internasional dimenangkan oleh DP Architects Pte Ltd yang bekerjasama dengan Michael Wilford & Partners, mitra British yang meninggalkan proyek setelah 2 tahun di tangan Seow Chuan dan timnya yang terdiri dari Vikas Gore, Gan Eng Oon, Steven Gan Hooi Wan dan Cheang Mei Ling. "Seorang arsitek dapat memainkan peran utama dalam melayani masyarakat dan komunitas. Ruang yang diciptakan oleh arsitek untuk kliennya baik dalam maupun di antara bangunan dapat menggugah semangat orang. Hampir setiap arsitek memiliki ambisi untuk membuat bangunan yang dirancang dengan baik. Dalam DP Architects, semua arsitek dan staf pendukung dibimbing untuk membuat bangunan yang mengangkat semangat atau spirit manusia." Sumber : http://www.designsingapore.org/pda_public/gallery/aspx?sid=108 2. Konsep Desain Menurut Vikas Gore Berdasarkan hasil wawancara dengan Vikas Gore, projek direktor dari proyek Esplanade, maka diperoleh informasi mengenai konsep desain DP Architects dalam merancang Esplanade. Proyek Esplanade ini dimenangkan oleh DP Architect yang bekerjasama dengan Michael Wilford & Partners (MWP) pada akhir tahun 1993 dan bekerjasama dalam mengerjakan proyeknya sampai tahun 1995 sebelum akhirnya MWP meninggalkan proyek.

Gambar Vikas Gore Project Director Proyek Esplanade Sumber : http://www.penta-ocean.co.jp/ir/ data/annual/2003/pdf/03_04-16.pdf

Dari awal proses perancangannya, DP Architect memang ingin menggunakan beberapa jenis shading pada bangunan Espalanade ini. Pada saat desain dari Esplanade ditunjukkan kepada publik pada tahun 1994, desain untuk shadingnya masih belum dirancang. Hanya terdapat enclosure berupa kaca pada dua teater utama. Pada saat itu juga, terdapat banyak kritik dari masyarakat yang menyatakan bahwa pada desain Esplanade ini terlalu banyak menggunakan material kaca dan desainnya terlalu Barat. Oleh karena itu, setelah MWP meninggalkan proyek, terdapat beberapa perubahan dalam desainnya, terutama pada cladding bangunan setelah terdapat kerjasama dalam perancangan cladding dengan Atelier One serta Mero, kontraktor yang bertanggung jawab untuk membangun cladding. Sehingga dihasilkan bentuk Esplanade yang sekarang, yaitu berupa ruangan yang melengkung dengan frame baja serta kaca sebagai penutup, serta terdapat sunshade aluminium di atas lapisan kaca tersebut. Kerjasama dalam merancang sistem cladding dengan perusahaan konstruksi Atelier One dimulai setelah tahun 1995. Desain dari sunshades perlahan-lahan berubah pola. Inspirasi yang digunakan dalam mendesain sunshade yaitu sifat geometri dari struktur serta bangunan tradisional Asia. Bila sunshade eksterior ini dilihat dari atas, maka sunshade tampak tertutup untuk melindungi interior bangunan dari sinar matahari, tetapi bila dilihat dari sisi bangunan, sunshade tampak terbuka dalam berbagai derajat, agar pengunjung yang berada di dalam bangunan Esplanade ini masih tetap dapat menikmati pemandangan di luar bangunan. Sehingga didapatkan bangunan yang terlindung dari sinar matahari dengan tidak menghalangi view ke luar bangunan.

Gambar View dari Dalam Bangunan Sumber : http://www.pentaocean.co.jp/ir/ data/annual/2003/pdf/03_04-16.pdf

Orientasi matahari pada kedua auditorium ini berbeda, oleh karena itu orientasi sumbu sunshade antara kedua massa bangunan juga berbeda. Grid pada Lyric Theatre miring 45 derajat terhadap sumbu, sedangkan grid pada Concert Hall tetap pada garis lurus ke porosnya.

Gambar Perbedaan Sumbu dari Kedua Masa Bangunan Esplanade Sumber : http://www.pentaocean.co.jp/ir/data/annual/2003/pdf/03_04-16.pdf

Perbedaan derajat pada sunshade ini didapatkan melalui penggunaan intensif dari sistem komputer, desain untuk penutup atap, sunshade dan struktur dibantu dengan komputer. Baik Atelier One dan DP Architects menggunakan perangkat lunak yang sama yaitu MicroStation. Sehingga eksplorasi desain dapat lebih bebas dengan bantuan komputer dalam perancangan sistem cladding dan sunshadenya. Tanpa bantuan dari komputer maka mustahil untuk merancang sistem sunshade tersebut.
Gambar Perbedaan derajat pada sunshade Esolanade dilihat dari foyer yang ada di Lyric Theatre Sumber : http://www.pentaocean.co.jp/ir/ data/annual/2003/pdf/03_04-16.pdf

Perkembangan desain dari esplanade sendiri, pada tahun 1994 masih geometris dan angular, struktur utama dari claddingnya didesain secara vertical. Setelah itu desain strukturnya berubah menjadi bentuk kurva yang lebih lembut seperti sekarang, menyajikan bangunan yang terlihat lebih organic. Untuk fasad dari Esplanade DP Architect berusaha untuk merancang bangunan yang terkesan Asia, tanpa menjadi fasad yang berbentuk bangunan tradisional. Selain sunshadenya, konsep desain keseluruhan secara filosofis sangat dekat dengan arsitektur tradisional Asia.

Gambar Entrance Lyric Theatre Sumber : http://www.pentaocean.co.jp/ir/data/annual/2003/pdf/03_04-16.pdf

Kebanyakan arsitektur tradisional di Asia, banyak yang memiliki dasar atau lantai yang kuat dengan desain atap yang terang dan terbuat dari bahan yang ringan. Kedua cangkang dari Esplanade terbuat dari bahan yang ringan, ditopang dengan kolom selebar 2,5 m. Tercapainya keseimbangan antara unsure solid dan void adalah inti dari arsitektur tradisional di Asia. Diharapkan cladding Esplanade dapat terlihat seperti cangkang yang sangat ringan, diwakili oleh Lyric Theatre dan Concert Hall, dengan dasar yang solid. Untuk mencerminkan kedekatan bangunan dengan tanah, maka dasar lantai akan difinishing dengan granit berwarna alami.

Gambar Ground Floor Entrance Sumber : http://www.pentaocean.co.jp/ir/data/annual/2003/pdf/03_04-16.pdf

Tantangan yang dialami saat proses desain Esplanade sendiri yaitu sempitnya site yang digunakan untuk membangun Esplanade ini, padahal banyak sekali ruang yang harus diakomodasi, seperti misalnya ruang untuk gladi resik dan ruang bagi artisnya, loading dock dan sebagainya. Selain itu AC untuk ruang yang luas juga harus dipikirkan, ini terdengar sepele, tapi bila suara bising yang keluar dari AC dibiarkan begitu saja, maka tentu saja hal ini akan mengganggu dalam pertunjukkan, sehingga harus digunakan saluran AC yang sangat besar. Oleh karena itu, tantangan dari desainnya adalah mencari tahu bagaimana solusin yang tepat untuk dapat mengakomodasi semua kebutuhan agar sesuai dan cukup dibangun pada site yang sempit. 3.5. Struktur Bangunan 3.5.1. Preface Pada sebuah lokasi di antara Marina Centre dan Marina Bay di Singapura, pembangunan dari Arts Center ini telah dirampungkan. Desain dari bangunan ini berdasarkan konsep dari sang Arsitek yaitu Michael Wilford and Partners di London dan dilaksanakan oleh DP Architects (dengan penanggung jawabnya adalah Vikas Gore dan Pietro Stallon) di Singapura. Karakteristik yang signifikan dari bangunan ini adalah envelope dari Lyric Theatre dan Concert Hall. Struktur yang digunakan untuk envelope adalah space trusses yang didesain khusus untuk menyangga bagian ujung grid segitiga agar sesuai dengan bentuk permukaan free form surfaces. Sistem claddingnya terdiri dari panel kaca insulasi yang berbentuk segitiga serta susunan dari shading aluminium di atasnya, sehingga dapat memberikan Gambar Proses Pembangunan Esplanade impresi transparasi dan opasitas Sumber : httphttp://www.meroyang berbeda. tsk.de/fileadmin/downloads/bausysteme/ Cladding untuk atap terlihat publikationen/the_envelopes_of_the_arts_cent re_in_singapore.pdf lebih buram, karena dibuat dari lapisan foil water barrier dan dilapisi dengan panel aluminium yang salah satu sambungannya terbuka, hamper sama dengan shading yang ada di fasad, tetapi lebih datar. Panel ini juga menutupi saluran pembuangan air hujan, yang posisinya berada di antara setiap fasad dan struktur atap. Tantangan utama dari realisasi proyek Esplanade ini adalah : Proses pemasangan panel shading yang berulang kali dilakukan agar dapat memenuhi tuntutan estetis dan fungsional.

Desain, produksi, transportasi dan pemasangan dari banyak elemen yang sama, tetapi berbeda komponen bangunannya. Sulitnya mengkoordinasi begitu banyak konsultan, lembaga dan subkontraktor.

3.5.2. Bentuk Geometri Hanya bentuk geometri saja tidak dapat digunakan untuk menghasilkan sebuah desain bangunan, tetapi tanpa geometri maka envelope dari Esplanade ini tidak akan bisa direalisasikan. Meskipun struktur membrannya adalah contoh yang cukup ekstrim dari pengaplikasian bentuk geometri, dan penerapan dari berbagai struktur yang berbeda tergantung pada pengetahuan mengenai bentuk geometri itu sendiri. Geometri benar-benar memiliki peran utama dari desain sampai proses fabrikasi dari pembangunan gedung Esplanade ini. Formfinding Bentuk permukaan dari kedua massa bangunan utama dari Esplanade ini adalah NURBS, yaitu Non Uniform Beta Splines, deskripsi matematika dari free form surface. Stimulasi dari pengembangan NURBS berasal dari pembangunan kapal, automobile dan industri pembuatan pesawat terbang. Coons dan Bezier mengembangkan dasar teori untuk implementasi NURBS ke program CAD, yang berarti membuat aplikasi yang lebih mudah digunakan. Parameter dan persamaannya disubstitusikan dari berat dan kontrol poin seta pengaruhnya pada bentuk permukaan bangunan dapat dikendalikan dengan representasi grafis. Dengan tersedianya teknologi yang seperti ini, maka envelope dari bangunan Esplanade ini didesain dengan program CAD MicroStation oleh Atelier One di London, yang merupakan konsultan dari DP Architect. Keempat sisi dari area permukaan dihasilkan dari tautan antar kurva spline, yang masing-masing bagiannya dapat dimodifikasi tanpa harus mengubah keseluruhan tautannya. Members and Nodes Setelah memutuskan bentuk permukaannya, elemen dari jaringan dan node dapat dihasilkan. Metode yang digunakan dikenal dari pengaplikasian jaringan kabel. Sebuah jaringan yang berbentuk kotak dengan modul 1,5 m diletakkan sedemikian rupa pada permukaan bangunan agar titik simpulnya dapat menyentuh permukaan dan elemen struktur yang saling berkaitan dapat tetap lurus. Perbedaan dari layout concert Hall dan Lyric Theatre adalah bentuk jaringannya yang ortogonal dan diagonal.

Gambar Perbedaan Layout Shading pada Concert Hall & Lyric Theatre Sumber : httphttp://www.merotsk.de/fileadmin/downloads/bausysteme/ publikationen/the_envelopes_of_the_arts_centre_in_singapore.pdf

Dengan membagi 2 bentuk belah ketupat, maka dihasilkan bentuk segitiga, yang diperlukan untuk mendukung panel kaca serta untuk kestabilan struktur. Namun, sebuah jaring-jaring kotak ditambahkan pada jarak 90 cm di bawah jarring-jaring segitiga. Bersama dengan elemen diagonal antara kedua jaring-jaring, diperoleh space truss yang menyempurnakan kekakuan tanpa mempengaruhi keringanan struktur.
Gambar Bentuk Space Truss Sumber : httphttp://www.merotsk.de/fileadmin/ downloads/bausysteme/publikationen/the_envelopes_of_t he_arts_centre_in_singapore.pdf

Colour Management Untuk manajemen dari banyaknya jumlah komponen pada bangunan (8.300 nodes, 34.500 elemen, 10.500 panel kaca berbentuk segitiga, 4900 elemen shading dan 2230 panel atap), digunakan warna untuk identifikasi letak/posisi node dan elemen struktur. Yang berarti, kode warna ini memungkinkan apabila digunakan untuk mengidentifikasi komponen dari setiap grup pada proses desain, fabrikasi dan pemasangannya. Sumber : httphttp://www.mero-tsk.de/fileadmin/downloads/bausysteme/publikationen/the_envelopes_of_
the_arts_centre_in_singapore.pdf

Jadi bentuk geometri pada atap dari Esplanade ini termasuk pada kategori free-form surfaces, yang dikenal dengan istilah nurbs-surfaces. Dengan struktur bajanya berupa double layer space frame yang pada kedua ujung grid segitiganya mengikuti grid yang ditentukan dengan bentuk belah ketupat yang panjangnya 1,5 m serta terdapat 3 garis lain yang panjangnya bervariasi sehingga memungkinkan grid tersebut membentuk free-form surface. Pada struktur,

eksternal gridnya menggunakan sistem MERO bowl-node dengan bagian berongga yang berbentuk persegi berukuran 60x60 mm yang ketebalannya bervariasi. Sedangkan grid internalnya menguatkan elemen yang saling terhubung, lapisan internal dan eksternalnya telah direalisasi dengan sistem MERO spherical node dan circular tube yang ketebalannya juga bervariasi dari 60150 mm.

Gambar MERO Ball and Bowl Node System Sumber : http://www.mero.de/?id=89&L=1

Glazur panel segitiga terbuat dari kaca insulasi setebal 29 mm dipasang langsung kebagian eksternal melalui sistem penyegelan dan pengeringan dengan tambahan alumunium pada bagian sudut dan antar poinnya. Dengan 10.512 panel yang mencakup area seluas 10.732 meter persegi dan sendi linear antar panelnya sepanjang 27 km, terdapat 7139 shading yang bahannya dari alumunium berbentuk piramida ditempatkan 20 cm di atas lapisan kaca, terdapat sekitar 15-20 lembar alumunium dengan ukuran yang berbeda yang bentuk dasarnya belah ketupat untuk kemudian ditekuk pada sudut yang berbeda dan bukaan yang kemiringannya bervariasi.

Gambar Prismatik Alimunium Panel Sumber : Dokumen Pribadi

Dengan berbagai langkah optimalisasi tersebut, bertujuan untuk meminimalkan jenis elemen serta merasionalisasi konstruksi, skala yang besar, sifat dari struktur double-layer, glazing grid dan shading, elemen envelope dari bangunan, yang berarti ribuan komponen yang sama harus diproduksi, dengan strategi dan perencanaan yang telah berhasil ditangani oleh kemampuan teknikal MERO.

Sumber : http://www.mero.com.sg/files/News%20-%20The%20Realisation%20of%20Complex% 20Roof %20Geometries.pdf 3.5.3. Desain dan Perhitungan Desain dan perhitungan dari strukturnya berdasarkan langkah-langkah berikut ini : Konsep bearing Evaluasi beban Perhitungan dari defleksi, elemen struktur dan reaksinya Pengukuran 1. Support Concept Space truss saling mendukung satu sama lain pada ujung/puncak kedua atau ketiga pada bagian tepi dari pilar-pilar beton. Bagian tepi atas dari space truss hanya didukung oleh beberapa chord node diujung dari kolom beton. Beban pada bagian tepi atas berbeda dari bagian tepi bawah, perbedaannya terletak pada : Realisasi dari pergerakan horizontal Insulasi getaran
Gambar Sambungan Space Truss pada Pilar Beton Sumber : httphttp://www.merotsk.de/fileadmin/ downloads/bausysteme/publikationen/the_envelopes_of_t he_arts_centre_in_singapore.pdf

Beban Statis Untuk stabilisasi struktur pada fasad, maka sangat diperlukan untuk mendukung bagian paling bawah dan tepi atas dari space frame. Hal ini dapat diperoleh dengan memberikan pengekangan pda bagian tepi bawah dari titik beban. Namun, pada bagian tepi atas juga diperlukan pemilihan layout beban yang masih dapat mentoleransi ekspansi dari struktur karena pengaruh suhu udara; setiap strukturnya dipasang secara permanen pada stair tower yang lentur. Semua titik beban yang lain didukung secara horizontal hanya bila benar-benar diperlukan agar tetap statis. Fleksibilitas dari stair tower dipertimbangkan pada model analitikal, seperti halnya fleksibilitas dari pilar-pilar beton pada bagian tepi bawah dan kolom beton.

Insulasi Vibrasi pada Beban Struktur Bagian Atas Tujuan dari insulasi vibrasi adalah untuk mencegah agar tidak terjadi transfer bunyi dari melalui dinding dan cladding ke dalam ruangan konser atau teater. Solusi yang memungkinkan adalah untuk menyelesaikan masalah dengan mempertimbangkan dukungan struktur, ukuran yang minimal dan keberlanjutan. Mengambil pengalaman dari pengaplikasian yang sama untuk pertimbangan, maka material karet adalah solusi yang tepat untuk permasalahan tersebut. Nilai rambat getaran yang rendah dan kekakuan yang meningkat untuk beban dinamis dapat diperoleh dengan komposisi special dari karet. Untuk layout isolasi getaran dengan pad karet, ARTEC Consultants Inc. dari New York/USA mengusulkan parameter design seperti berikut : Eigenfrequency < 10 Hz Regangan maksimum < 15% untuk permanen dan < 45% untuk pembebanan sementara Defleksi statis 4 mm. Parameter ini telah dipertimbangkan dalam konsep desain, yang telah dikembangkan bersama dengan Wolfel Consultants dari Wrzburg/Jerman dan berkoordinasi dengan Wilson, Ihrig & Associates dari Oaklan, CA/USA, spesialis isolasi getaran, yang bekerja untuk ARTEC. Masalah terbesar dari beban layout karet ini adalah interaksi yang kuat antara persyaratan statis dan dinamis. Nilai dari kekakuan dukungan struktur dipertimbangkan agar dapat diperoleh tekanan yang tepat menurut modulus Youngs pada pad karet tersebut : Dukungan struktur yang lentur untuk beban permanen Dukungan struktur yang kaku untuk beban bubungan angin. Secara struktural, beban horizontal terpisah dari beban vertikal. Karena pad karet ini hanya bisa mentransfer tekanan, 2 pad karet diperlukan untuk setiap bebannya. Selanjutnya, pad karet tersebut di tes tegangannnya untuk menghidari gaping dan untuk memberikan kekakuan yang hampir konstan pada bearings dibawah 10 Hz. Luas permukaan yang dibutuhkan dan yang terpilih adalah pad karet dengan tebal 2x26mm untuk beban vertical yang dievaluasi secara berulang pada basis dengan ketebalan sekitar 4mm defleksi statis, sehingga dapat menjaga eigenfrecency bearings dibawah 10 Hz. Untuk beban horizontal, Untuk bantalan horisontal, luas permukaan pad karet yang dibutuhkan, diperoleh dari gaya prestress, sehingga setara dengan maksimum beban angin, permukaan yang dibutuhkan dari bantal karet berasal dari kekuatan pratekan, yang setara dengan beban angin maksimum, sehingga sama-sama menjaga eigenfrecency bearings di bawah 10 Hz.

2. Loading Beban berikut harus dipertimbangkan : Beban mati (Dead Loads) Beban angin (Wind Loads) Beban hidup dan instalasi (Libe Loads and Installations) Beban termal (Thermal Load) Dead Loads (DL) Beban mati dari space trusses dipertimbangkan secara otomatis oleh suatu program hitungan (Meroprog). Beban mati cladding adalah 0,85 kN/m. Live Loads (LL) Menurut peraturan lokal, beban hidup yang dipertimbangan memerlukan 0,5 kN/m. Maka dari itu, beban instalasi yang dipertimbangkan sebesar 0,1 kN/m. Wind Loads (WL) Uji coba terowongan angin yang dilakukan di City University of London adalah tahap awal desain untuk mendapatkan koefisien tekanan angin untuk envelopenya. Tab tekanan diterapkan pada lapisan model yang halus, setara dengan panel kaca pada bangunan. Shading caps diterapkan dengan model kabel yang terpisah. Uji coba dilakukan untuk caps off dan caps on. Untuk perhitungan desain, nilai rata-rata dari koefisien tegangan yang berasal dari kedua perhitungan telah diterapkan. Untuk gaya tarik dihitung melalui nilai tegangan. Pendekatan ini meninggalkan beberapa pertanyaan, klien meminta dilakukan uji coba tambahan untuk diklarifikasi. Untuk alasan ini, reaksi yang dihasilkan untuk envelopes diukur di terowongan angin dari bangunan departemen baja di RWTH Aachen/Jerman [4]. Selanjutnya, koefisien tegangan juga di ukur lagi. Model-model yang pada sebelumnya pernah di uji coba bisa digunakan lagi oleh courtesy City University London.

Gambar Beban Angin Sumber : httphttp://www.merotsk.de/filead min/downloads/bausysteme/publi kationen/the_envelopes_of_the_a rts_centre_in_singapore.pdf

Test set up Gambar 5 menggambarkan persiapan pada turntable, yang dapat diputar hingga 360. Lapisan batas dan turbulensi angin alami juga disimulasikan. Pengukuran Nilai Tekanan Titik-titik ukuran, membuat lubang 1mm dengan tab tekanan, yang diterapkan ke bagian dalam model. Posisi tab ditunjukan pada gambar 6 untuk masing-masing teater dan concert hall. Frekuensi dari koefisien tegangan yang telah diukur ditunjukkan pada gambar 7 untuk Lyric Theatre, tab 5/150 arah angin.

Gambar Titik Pengukuran Tes Beban Angin Sumber : httphttp://www.merotsk.de/fileadmin/downloads/bausysteme/ publikationen/the_envelopes_of_the_arts_centre_in_singapore.pdf

Gambar Grafik Hasil Pengukuran Tes Beban Angin Sumber : httphttp://www.merotsk.de/fileadmin/ downloads/bausysteme/publikationen/the_envelopes _of_the_arts_centre_in_singapore.pdf

Beban pondasi diukur untuk arah angin dari 0 sampai 360 dengan setiap selisih 30. Sebagai perbandingan, gaya yang dihasilkan diukur dari nilai tegangan yang telah terukur. Hasil yang telah terukur dan yang di hitung ada di list tabel 1 pada caps on, menunjukkan bahwa nilai yang telah dihitung, dengan pertimbangan dari gaya tarik, secara signifikan lebih besar dibanding nilai yang terukur. Tabel 1 Sudut 0 30 60 90 120 150 180 210 240 270 300 330 Caps on Gaya (kN) Arah () 924 170 616 262 594 275 1062 293 581 326 206 302 398 8 1127 22 827 41 840 53 1156 78 568 108 Perhitungan Pengukuran Tidak ada tarik Gaya (kN) Arah () 536 178 504 252 550 274 1024 286 784 301 228 282 194 54 387 37 567 34 598 52 1005 79 836 117

Ada tarik Gaya (kN) Arah () 1332 177 1124 222 1178 249 1882 283 1700 304 1079 321 923 6 1051 28 1259 44 1294 80 1737 101 1628 133

Evaluasi Gaya Nodal untuk Analisis Gaya nodal dihitung oleh suatu program dari beban permukaan, terkait dengan : Zona loading dengan tekanan konstan (Gambar 6) dan Daerah efektif untuk nodal loading. Node di setiap loading area ditentukan warna setiap individunya. Tergantung pada arah angin (pada kasus beban), program tersebut nantinya akan menghubungkan setiap warna terhadap nilai tekanan tertentu. Thermal Loading (TL) Perubahan suhu di Singapura sangat kecil. Perubahan suhu terbesar dihasilkan dari AC dengan perbandingan temperatur sebesar 20C. 3. Perhitungan Statis Kombinasi Beban Pada prinsipnya, British Standards harus diterapkan di Singapura. BS 5950: Part 1: 1985 menjelaskan kombinasi dari kasus dasar beban, mengingat faktor keamanan parsial: 1.4 DL + 1.6 LL + 1.2 TL 1.0 DL + 1.4 W + 1.2 TL 1.2 DL + 1.2 LL + 1,2 WL + 1.2 TL

Kecepatan angin yang didesain sebesar 34,5 m/detik dihitung dari kecepatan dasar angin 33 m/detik, yang mengarah ke desain tekanan angin sebesar 0,75 kN/m. Evaluasi beban angin dilakukan sebagai berikut : komponen angin ortogonal terhadap permukaan bangunan dianggap caps off dan caps on. Selain itu, komponen tarik dihitung dari caps on. Hal ini menghasilkan layout struktural yang konservativ seperti yang ditunjukkan pada tabel 1. Dua belas arah angin dianggap (0 - 330 setiap selisih 30) dari caps on dan caps off. Bersama dengan tiga kasus beban mati, satu beban hidup dan dua kasus beban termal, dengan total lima puluh dua kombinasi kasus beban yang didapatkan. Selanjutnya, delapan kondisi pemasangan telah dihitung. Konsep Dimensi Untuk kalkulasi dasar dan dimensi digunakan Mero-prog. Progam ini telah dikembangkan oleh Mero untuk mendesain space truss, yang dapat mengubah bentuk geometri ke numeric sehingga dapat digunakan sebagai kontrol dalam produksi. Lengkungan lateral yang terletak pada bagian atas dari beban mati dan langsung mendukung panel kaca tidak dipertimbangkan untuk dianalisa, tetapi hanya mengikuti dimensi dari tiap bagian. Produksinya ditangani oleh general approval dari German Building Institute; konsepnya mengacu pada standar Jerman (DIN 18 800), yang mana ekuivalen dengan BS 5950 bagian 1 (ultimate limit state design) dan oleh karena itu telah di setujui oleh Singapura. Ukuran tiap bagian bisa di perkecil dengan prosedur dimensi yang berulang. Cek kestabilan dilakukan untuk memilih kombinasi beban dengan struktur optimal. Analisa non linier dilaksanakan dengan program STAAD. Program ini juga digunakan oleh professional teknisi di Singapura (yang mempersiapkan semua perhitungan/kalkulasi dan gambar-gambar untuk pengecekan yang terakreditasi), jadi hanya untuk menginput data yang ada dan ditransfer ke Singapura.
Gambar Hasil Tes Pemasangan Bowl Node Sumber : httphttp://www.merotsk.de/fileadmin/ downloads/bausysteme/publikationen/the_envel opes_of_the_arts_centre_in_singapore.pdf

Ciri khas dari berbagai desain space truss adalah pada tata letak dari node. Tujuan utamanya ialah, menghindari tabrakan antar penghubung bagian. Sebah cek tegangan tidak memungkinkan untuk dilaksanakan, namun aturan empiris dapat dilakukan untuk dimensioning. Dua tipe node yang digunakan pada art center adalah : spherical nodes (node bola) untuk bagian bawah bowl nodes (node mangkuk) untuk bagian bawah Tes bowl node dilakukan di University of Karlsruhe Germany. Mereka mengungkapkan bahwa baut gagal terhubung sebelum node mencapai batas yang diinginkan (lihat gambar.8 disamping). Dengan hasil tersebut, cek dari node dapat diganti dengan cek tegangan untuk menghubungkan baut. Berikut merupakan table 2 hasil dimensioning yang relevan : Tabel 2 Result of the Dimensioning (mm) Lyric Theatre Concert Hall Circular tubes for bottom d = 48,3 88,9 d = 48,3 88,9 Chord and diagonals 95% d 60,3 98% d 60,3 Square hollow sections for the 60 x 60 90 x 90 60 x 60 90 x 90 top chord 98% h = 60 x 60 99% h = 60 x 60 MERO spherical nodes d = 110 115 d = 110 115 90% d = 110 92% d = 110 MERO bowl nodes d = 160; 200 d = 160; 200 98% d = 160 96% d = 160 3.5.4. Konstruksi 1. Konstruksi Baja DP Architect dan Atelier One telah merencanakan struktur sebagai single layer frame tubular dengan las antar sambungannya. Sebagai alternatif, MERO menyarankan double layer space truss dengan koneksi yang terkunci, yang menyediakan akurasi tinggi melalui fabrikasi mesin dan dapat dengan mudah disesuaikan dengan bermacam bentuk permukaan. Ini berarti MERO harus mengambil tanggung jawab penuh untuk desain cladding dan dalam segi pembangunan.

Space Truss Untuk menghindari sistem pendukung sekunder untuk panel kaca, elemen penghubung space truss harus dihubungkan pada bagian rongga persegi, yang secara langsung dapat mendukung panel kaca. Bowl type node telah dipilih untuk sambungan dari elemen penghubung atas dan diagonal tubular. Untuk menjaga agar dimensi nodes tetap kecil, maka digunakan head plates khusus untuk rangka diagonal persegi, yang membagi konfigurasi belah ketupat menjadi segitiga (gbr. 9). R
Gambar Detail Sambungan pada Bowl Node

a Sumber : httphttp://www.merotsk.de/fileadmin/downloads/bausysteme/ n publikationen/the_envelopes_of_the_arts_centre_in_singapore.pdf g ka diagonal ruang dan bagian bawah rangka penghubung terbuat dari tabung bulat dan nodenya berbentuk bola, sesuai dengan persetujuan desain dari MERO. The Bearings/Struktur Penyangga Sesuai dengan konsep, maka untuk penyangga beban direalisasikan sebagai berikut : Penyangga beban permanen yang terletak di tepi pilarpilar beton mendukung node bagian paling atas dari space truss. The bowl node yang dihubungkan dengan bidang persegi panjang, dipasang dalam rongga persegi panjang, yang akhirnya menyalurkan beban dan mendukung struktur dengan pelat penyangga. Pemilihan tata letaknya diperbolehkan dengan kompensasi pertimbangan gaya vertikal dan horisontal (Gambar.10).
Gambar Penyangga Beban pada Bagian Tepi Pilar Beton Sumber : httphttp://www.merotsk.de/fileadmin/downloads/bausysteme/ publikationen/the_envelopes_of_the_arts_centre_in_singapore.pdf

Node penyangga beban dari struktur yang ada di atas bagian tepi yang dihubungkan oleh potongan silinder dengan hemispherical head. Silinder tersebut dimasukkan ke dalam tabung untuk penyesuaian vertikal. Penyesuaian horisontal dilakukan dengan memindahkan tabung pada head plates dari penyangga dengan material karet sebelum dilas (Gambar.4) 2. Glazing Secara teori, keseluruhan 10.500 panel kaca yang diproduksi harus benar-benar identik. Namun dengan toleransi 2,5 mm, agar masih bisa disesuaikan dalam sambungan, jumlah jenis panel dapat dikurangi menjadi sekitar 1.500. Lapisan dari kaca insulasi ini sama untuk keseluruhan panel, dengan lapisan luarnya 6mm green glass, lalu 12 mm airspace dan di dalamnya terdapat 2x5 mm kaca laminasi. Sebuah laposan low E-layer terdapat di setiap panel kaca laminasi. Panel kaca harus kuat terhadap tekanan yang diberikan oleh angin, yaitu dengan pemasangan cakram alumunium pada bagian atas node dan dengan 2 klem tambahan pada masing-masing rangka (Gambar.11). Klem diposisikan di atas kaca, daya tahan material kaca tidak dapat menjamin klem untuk dipasang pada tepi panel kaca isolasi.

Gambar Detail Pemasangan Panel Kaca Segitiga Sumber : httphttp://www.merotsk.de/fileadmin/downloads/bausysteme/ publikationen/the_envelopes_of_the_arts_centre_in_singapore.pdf

Perhatian special diberikan pada lapisan sambungan antar panel kaca. Sistem drainase dari primer ke sekunder EPDM berupa profil saluran air, yangmungkin dihasilkan dari proses kondensasi, untuk cakram EPDM diposisikan di atas bowl nodes, dan selanjutnya pada saluran utama di bagian tepi pilar-pilar beton (Gambar.12)

Penyegelan di luar menggunakan silicon pada sambungan dengan lebar konstan 20 mm. Sistem drainase hanya dapat bekerja jika sendi berventilasi. Karena kondensasi memungkinkan udara menjadi lembab di dalam sendi, ventilasi ke luar tampak beresiko. Ini bisa menunjukkan bahwa kondensasi hanya dapat muncul untuk waktu yang sangat singkat.

Gambar Lapisan Sambungan pada Node antar Panel Kaca Sumber : httphttp://www.merotsk.de/fileadmin/downloads/ bausysteme/publikationen/the_envelopes_of_the_arts_centre _in_singapore.pdf

3. Shading Panel Fasad Lyric Theatre dan Concert Hall dilindungi oleh 4.900 panel dan atapnya dengan 2.230 panel. Desain berlangsung dalam 2 tahapan.

Gambar Fasad Esplanade Sumber : httphttp://www.merotsk.de/fileadmin/downloads/bausysteme/ publikationen/the_envelopes_of_the_arts_centre_in_singapore.pdf

Tahapan pertama adalah optimalisasi secara berulang pada setiap panel, yang memerlukan kerjasama intens antara arsitek dengan konsultan cladding (Gambar.14) Tahapan kedua adalah optimalisasi dari jenis pemotongan panel, mirip dengan panel kaca. Tahapan ini memproduksi sekitar tiga puluh jenis pola panel dasar dan tiga puluh jenis pola panel khusus untuk panel tepi. Panel terdiri dari 4mm lembaran aluminium, yang didukung sekitar 300mm di atas puncak dari trusses frame yang merupakan aluminium tubular struktur frame dengan konektor khusus. Panel melengkung sepanjang diagonal dan tersambung ke tubular frame dengan menggunakan engsel, sehingga setiap Panel dapat dibuka dua arah untuk maintenance.

Terdapat sebuah kekhawatiran tertentu yaitu angin yang dapat menyebabkan suatu getaran pada panel shading. Namun, perhitungan mengungkapkan, bahwa yang eigenfrequency terendah dari lipatan panel di atas 10Hz, sehingga hembusan yang menyebabkan getaran bisa diminimalisir. Sebuah pusaran frekuensi getaran tinggi, bagaimanapun tidak bisa diamati selama tes yang dilakukan di Singapura.

Gambar Optimalisasi Pemasangan Panel Shading Sumber : httphttp://www.merotsk.de/ fileadmin/downloads/ bausysteme/ publikationen/the_envelopes_of_the _arts_centre_in_singapore.pdf

3.5.5. Tegangan Hal ini dimaksudkan untuk dasar perencanaan tegangan utama pada bagian tertentu yang merupakan representasi dari beban angin dan digunakan untuk manajemen warna. Tegangan akan mengikuti bagian dari atas ke bawah dan melanjutkan kebagian horizontal yang berdekatan. 1. Perencanaan Tegangan Dua kelompok kerja independen akan mulai melakukan tarikan tegangan dari satu ujung garis simetri. Ini berarti bahwa perancah harus diberikan dalam waktu singkat sebelum memulai ereksi pada setiap bagian secara berturut-turut. Sebuah perancah, yang mirip dengan bambu perancah lokal pada umumnya, dipilih untuk memungkinkan penyesuaian dengan persyaratan yang hampir tidak bisa diprediksi dari sebuah bentuk space truss tiga dimensi. Untuk alasan itu, beban yang mendukung space truss harus dihitung real time bersamaan dengan tahap penegangan dan mempertimbangkan tata letak dari perancah.

Tegangan pada cladding system (drainase, glazing and shading) mengikuti prosedur yang sama yang bersifat sementara. Hal ini untuk memberikan ruang horizontal yang menerus dari atas hingga ujung bawah. Untuk realisasi praktis, terbukti menguntungkan dalam menyediakan platform untuk semua tingkat dan beberapa bagian secara bersamaan. 2. Kinerja Tegangan Tegangan dimulai dengan pemasangan pelat penyangga, termasuk baut jangkar dan shear stubs. Setelah pemasangan plat dengan nat dan setelah pengukuran akhir, komponen penyangga disesuaikan dan dilas ke pelat penyangga. Selanjutnya,beberapa unit space truss 4,5 mx 4,5 m sampai dengan maksimal 9 m yang telah dirakit kemudian diangkat ke atas tepi pilar-pilar beton. Unit ini stabil setelah disambung ke penyangganya dan tidak membutuhkan dukungan tambahan. Setelah penyelesaian unit dasar, tegangan dilanjutkan dengan komponen tunggal dan node, pertama pada arah horizontal dan kemudian arah vertikal dari setiap bagian. Namun, node dan rangka fabrikasi tentu saja memiliki tolerasi ukuran, bersamaan dengan pengukuran permanen posisi node, memungkinkan untuk didirikan struktur sehingga dapat sesuai dengan geometri yang telah ditentukan. Berikutnya tegangan pada kaca dan panel-panel shading setelah selesainya dua bagian space truss. Pendirian sistem drainase pada fasad kaca dimulai dari tepi paling atas dengan dua kelompok kerja dan melanjutkan ke bawah di setiap bagian. Profil saluran air EPDM secara temporer direkatkan pada rangka RHP dan dikencangkan dengan baut. Pendirian panel kaca dilakukan segera setelah profil saluran air sudah terpasang. Panel kaca dipasang pada frame, masing-masing berisi enam panel. Mereka diangkat ke platform penegang dan disalurkan keposisi masing-masing di atas profil saluran air EPDM. Setelah penyesuaian dan fiksasi horizontal, sendi antara panel disegel dengan silikon, sebelumnya panel vertical di pasang dengan cara menggabungkan node dan dua klem pada setiap balok pendukung.

Gambar Proses Pemasangan Shading Panel Sumber : httphttp://www.merotsk.de/fileadmin/downloads/bausysteme/ publikationen/the_envelopes_of_the_arts_centre_in_singapore.pdf

Pendirian panel shading mengikuti prosedur yang sama dan mulai dengan penegangan node penjepit untuk fiksasi elemen rangka tubular. Dengan node spherical, yang masuk ke node penjepit dan memungkinkan penyesuaian setiap sudut sebelum akhirnya memasang klem secara permanen. Akhirnya, panel shading dipasang pada elemen rangka tubular dengan cara diengsel.