Anda di halaman 1dari 6

Dasar teori

Urutan denyut kerutan berbagai bagian jantung dan denyut ektopik pada jantung kura-kura
Definisi : Ektopik adalah ketidakteraturan detak jantung dari denyut jantung dan irama jantung yang melibatkan ekstra atau melewatkan detak jantung. Nama Alternatif : Extrasystole PVB (prematur ventrikular mengalahkan); prematur ventrikel kontraksi; prematur ketukan; PVC (prematur ventrikel kontraksi); Extrasystole Penyebab, kejadian, dan faktor risiko : Jantung ektopik variasi kecil dalam detak jantung normal lain yang menyebabkan denyut nadi yang tidak teratur. Mereka mungkin terjadi tanpa penyebab yang jelas dan biasanya tidak berbahaya. Terkadang berhubungan dengan kimia (elektrolit) masalah di dalam darah, yang membutuhkan pengobatan. Dan dapat juga terjadi dengan iskemia yang disebabkan oleh penurunan pasokan darah ke jantung. Beats ektopik dapat disebabkan atau diperparah oleh merokok berlebihan, konsumsi alkohol, kafein, obat-obatan tertentu seperti stimulan, dan beberapa obat-obatan terlarang. Ektopik beats jarang terjadi pada anak-anak yang tidak punya penyakit jantung bawaan. Kebanyakan detak jantung ekstra pada anak-anak kontraksi atrium prematur (PACs), yang hampir selalu jinak. Pada orang dewasa, ketukan ektopik adalah umum. Menyebabkan mereka harus diselidiki bahkan jika ternyata tidak ada perawatan yang diperlukan.

URUTAN DENYUT KERUTAN BERBAGAI BAGIAN JANTUNG & DENYUT EKTOPIK PADA JANTUNG KURA-KURA TUJUAN : Pada akhir latihan ini mahasiswa harus dapat : 1. 2. 3. 4. Membuat sediaan jantung kura sesuai dengan petunjuk umum. Menetapkan urutan berbagai bagian jantung kura atas dasar pengamatan sendiri. Mencatat mekanomiogram atrium dan ventrikel kura Merangsang atrium dan ventrikel jantung dengan arus buka pada berbagai fase : Sistole Puncak systole Diastole Akhir diastole 5. Membedakan peka rangsang atrium dan ventrikel jantung pada berbagai fase kontraksi tersebut diatas. 6. Menerangkan terjadinya perbedaan kepekaan pada berbagai fase tersebut di atas. Alat dan binatang percobaan yang diperlukan : 1. 2. 3. 4. Kura-kura + meja operasi kura + tali pengikat Kimograf rangkap + kapas kimograf + kertas +perekat Statif + Klem 2 sinyal maknit : 1untuk mencatat waktu 1untuk mencatat tanda

5. Kawat listrik 6. stimulator induksi + elektroda perangsang 7. 2 pencatat jantung + penjepit jantung 8. Batang kuningan berbentuk huruf L 9. Benang + malam 10. Botol plastik berisi larutran Ringer + pipet.

Tata kerja : Urutan kerutan berbagai bagian jantung. 1. Ikatlah ke 4 kaki kura yang telah dirusak otaknya dan dibor perisai dadanya,ada meja operasi. 2. Lepaskan perisai dada kura-kura yang telah dibor dari jaringan dibawahnya dengan menggunakan pinset dan scalpel tanpa menimbulkan banayk perdarahan. P.III.5.1. bagaimana cara yang baik untuk menghindarkan perdarahan pada tindakan ini? 3. Bukalah dengan gunting pericardium yang membungkus jantung secara hati-hati agar jangan terjadi perdarahan.sekarang terlihat jantung berdenyut dengan jelas. P.III.5.2. Apa beda anatomi yang penting antara jantung kura-kura dan jantung mamalia? 4. Pelajari anatomi jantung kura-kura dengan bantuan petunjuk umum. Untuk mempelajari bagian dorsal angkatlah ventrikel keatas dengan benda tumpul. P.III.5.3. Apa bahaya manipulasi yang terlalu sering dan kasar terhadap jantung? 5. Nyatakan urutan kerutan berbagai bagian jantung.

5.2. Denyut ektopik atrium dan ventrikel

1. Pasanglah pelbagai alat sesuai dengan gambar sehingga saudara dapat mencatat: a. Mekanomiogram atrium b. Mekanomiogram ventrikel c. Tanda rangsang d. Tanda waktu Usahakan supaya ke 4 pencatat itu mempunyai titik sinkron yang teletak pada satu garis vertikal. P.III.5.4.Apa yang dimaksud titik sinkron? 2. Tanpa menjalankan tromol kimograf,carilah kekuatan rangsang buka yang dapat menimbulkan denyut ektopik atrium. P.III.5.5. Apa yang disbut denyut ektopik atrium? P.III.5.6. Pada saat apa sebaiknya perangsangan diberikan untuk menghasilkan denyut ektopik?

P.III.5.7. Apa yang dimaksud dengan interval A.V. dan bagaimana mengukurnya?

Berlatihlah sebaik-baiknya dalam memberikan rangsang dalam arus buka pada: a. Sitole atrium b. Puncak sistole atrium c. Diastolik atrium d. Akhir diastolik atrium 3. Jalankan tromol dengan kecepatan yang tepat (lihat gambar) untuk mencatat 10 denyut jantung sebagai kontrol. Tanpa menghentikan tromol rangsanglah atrium dengan kekuatan rangsang sub.2 pada : a. Sistole atrium b. Puncak systole atrium c. Diastolik atrium d. Akhir diastolic atrium Setiap kali setelah perangsangan biarkanlah jantung berdenyut 5-6 kali. 4. Tanpa menjalankan tromol carilah rangsang buka yang dapat menimbulkan denyut ektopik ventrikel. P.III.5.8 Apa yang dimaksud dengan denyut ektopik ventrikel? P.III.5.9. Mengapa ventrikel tidakboleh dirangsang dengan rangsang faradic? P.III.5.10. Apakah denyut ektopik ventrikel diikuti oleh denyut ektopik atrium? P.III.5.12. Bila rehat kompensasi penuh dan tidak penuh? 5. Jalankan tromol dengan kecepatan yang tepat. 6. Catat 10 denyut 10 denyut normal sebagai kontrol.Tanpa menghentikan tromol rangsanglah ventrikel dengan kekuatan rangsang sub.4. pada : a. Sistole ventrikel b. Puncak sistole ventrikel c. Diastole ventrikel d. Akhir diastole ventrikel Setiap kali setelah perangsangan biarkanlah jantung berdenyut 5-6 kali P.III.13. Apakah ada hubungan antara saat perangsangan dengan amplitudo denyut ektopik yang dihasilkannya?

Hasil Pada percobaan rangsangan diberikan saat jantung akan relaksasi maka akan terjadi denyut ektopik. Denyut ektopik selalu diikuti masa rehat kompensasi. Pemberian rangsangan di atrium akan menimbulkan denyut ektopik di atrium dan di ventrikel sedangkan pemberian rangsangan di ventrikel hanya akan menimbulkan dentyut ektopik di ventrikel tidak diikuti denyut ektopik di atrium. Kesimpulan
Debar ektopik ventrium (kontraksi ventrium prematur) adalah detak jantung berlebihan yang disebabkan oleh aktivasi elektrik dari ventrium sebelum detak jantung normal. Debar ektopik ventrium biasanya terjadi dan tidak menunjukkan bahaya bagi orang yang tidak mengalami sakit jantung. Namun demikian, bila terjadi seringkali pada penderita yang menderita gagal jantung atau stenosis aorta atau yang pernah mengalami serangan jantung, mereka dapat diikuti dengan aritmia yang lebih berbahaya seperti fibrilasi ventrium yang dapat menyebabkan kematian mendadak.

DAFTAR PUSTAKA Penuntut Praktikum Blok Kardiovaskular FKUY. 2010 Sherwood, Lauralee. 2001. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem Edisi 2. EGC : Jakarta Ganong, W. F. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 22. EGC : Jakarta Masud, Ibnu. 1989. Dasar-dasar Fisiologi Kardiovaskuler. EGC : Jakarta