Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH SISTEM OPERASI PADA KOMPUTER

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Organisasi dan Arsitektur Komputer yang di bimbing oleh Bapak Yana Aditya, ST., M.Kom.

Disusun oleh: Ian Septiana Riandi (1211705078) (1211705135)

Rifqi Syamsul Fuadi (1211705138) Siti Hardianty Sumiati Winie Yuliana Vera Siti Hajar (1211705151) (1211705156) (1211705168) (1211705173)

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2013

Kata Pengantar
Assalamualaikum Wr. Wb. Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, serta petunjuk-Nya sehingga memberikan kemampuan dan kemudahan kami dalam menyelesaikan makalah dengan judul Sistem Operasi pada Komputer. Di dalam makalah ini kami selaku penyusun hanya sebatas ilmu yang bisa kami sajikan mengenai system memori komputer, karakteristik memori, dan hirarki memori. Dimana dalam materi tersebut ada beberapa hal yang bisa kita pelajari khususnya pengetahuan tentang organisasi dan arsitektur komputer. Kiranya mohon dimaklumi apabila masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan makalah ini. Harapan kami, semoga makalah ini membawa manfaat bagi kita, setidaknya untuk sekedar membuka cakrawala berpikir kita tentang bagaimana memahami organisasi dan arsitektur komputer. Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada bapak Yana Aditya, M.Pd selaku dosen Organisasi dan Arsitektur Komputer, atas bimbingan dan dukungannya, serta berbagai pihak yang telah membantu dalam kelancaran tersusun nya makalah ini.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Bandung, 28 April 2013

Penyusun,

Daftar Isi KATA PENGANTAR ............................................................................. 1 DAFTAR ISI ........................................................................................... 2

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah .................................................................... 3 1.2 Batasan Masalah ................................................................................ 3 1.3 Tujuan ................................................................................................ 3

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Konsep Sistem Operasi ....................................................................... 2.2 Bentuk Sistem Operasi ........................................................................ 2.3 Hirarki Sistem Operasi ........................................................................ 2.4 Manajemen Memory ........................................................................... 2.5 Paging .................................................................................................. 2.6 Segmentasi........................................................................................... 2.7 TLB ..................................................................................................... 2.8 Virtual Memory ...................................................................................

BAB III KESIMPULAN 3.1 Kesimpulan ..........................................................................................

DAFTAR PUSTAKA................................................................................

ii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan

BAB II 2.1 Konsep Sistem Operasi 2.1.1 Pengertian Sistem Operasi Sistem operasi adalah program yang bertindak sebagai perantara antara user dengan perangkat keras komputer. Sistem operasi digunakan untuk mengeksekusi program user dan memudahkan menyelesaikan

permasalahan user. Selain itu dengan adanya sistem operasi membuat sistem komputer nyaman digunakan. Sistem operasi mempunyai tujuan untuk menggunakan perangkat keras komputer secara efisien. Secara umum komponen sistem komputer terdiri dari : 1) Perangkat Keras, merupakan sumber daya utama untuk proses komputasi. Perangkat keras komputer terdiri dari : CPU, memory dan perangkat input output. 2) Sistem Operasi, mempunyai tugas untuk melakukan control dan koordinasi penggunaan perangkat keras pada berbagai program aplikasi untuk user-user yang berbeda. 3) Program Aplikasi, menentukan cara sumber daya sistem digunakan untuk menyelesaikan permasalahan komputasi dari user, contohnya compiler, sistem basis data, video games, program bisnis dan lain-lain. User yang menggunakan sistem, terdiri dari orang, mesin atau komputer lain.

Sistem operasi didefinisikan sebagai : 1) Resource allocator, Sistem operasi mengatur dan mengalokasikan sumber daya sumber daya sistem komputer.
1

2) Program control, Sistem operasi melakukan control eksekusi dari program user dan operasi input output. 3) Kernel, Sistem operasi sering disebut kernel, yaitu suatu program yang berjalan sepanjang waktu (selain program aplikasi). 2.1.2 Komponen Sistem Operasi a) Managemen Proses Proses adalah sebuah program yang sedang dijalankan (eksekusi). Suatu proses memerlukan sumber daya pada saat ekesekusi: CPU time, memori, berkas dan peranti I/O. Sistem operasi bertanggung jawab terhadap aktifitas yang berhubungan dengan manajemen proses: Pembuatan dan penghapusan proses. Penundaan dan pelanjutan proses. Penyedia mekanisme untuk: Sinkronisasi antar proses, komunikasi antar proses, penanganan Deadlock

b) Managemen Memori Utama Memori sebagai tempat penyimpanan instruksi/data dari program. Penyimpanan yang cepat sehingga dapat mengimbangi kecepatan eksekusi instruksi CPU Terdiri dari array words/bytes yang besar Alamat digunakan untuk mengakses data (shared oleh CPU dan I/O devices). Umumnya main memory bersifat volatile tidak permanen. Isinya akan hilang jika komputer di matikan.Sistem operasi bertanggung jawab untuk aktivitas berikut yang berhubungan dengan manajemen memori: melacak pemakaian memori (siapa dan berapa besar?). Memilh program mana yang akan di load ke memori ketika bisa digunakan, alokasi dan dealokasi memori sesuai yang dibutuhkan.

c) Managemen Berkas Berkas adalah kumpulan informasi yang berhubungan(sesuai dengan tujuan pembuat berkas tersebut). Biasanyaberkas merepresentasikan
2

program dan data.Sistem operasi bertanggung jawab untuk aktivitas berikutyang berhubungan dengan manajemen berkas: pembuatan dan penghapusan berkas pembuatan dan penghapusan direktori Mendukung primitif untuk manipulasi berkas dan direktori memetakan berkas pada sistem sekunder Backup berkas pada media penyimpanan yang stabil (nonvolatile) d) Managemen I/O Sistem I/O terdiri dari: Sistem buffer: menampung sementara data dari/ke peranti I/O Spooling: melakukan penjadwalan pemakaian I/O sistem supaya lebih efisien (antrian dsb). Antarmuka devices-driver yang umum: menyediakan device driver yang umum sehingga sistem operasi dapat seragam (buka, baca, tulis, tutup). Drivers untuk spesifik perangkat keras: menyediakan driver untuk melakukan operasi rinci/detail untuk perangkat keras tertentu. e) Managemen Penyimpanan Sekunder Penyimpanan sekunder: Penyimpanan permanen karena memori utama bersifat sementara dan kapasitasnya terlalu kecil, maka untuk menyimpan semua data dan program secara permanen, sistem komputer harus menyediakan penyimpanan sekunder untuk dijadikan back-up memori utama. Sistem Operasi bertanggungjawab dalam aktivitas yang berhubungan dengan manajemen penyimpanan sekunder: manajemen ruang kosong alokasi penyimpanan penjadwalan disk. f) Jaringan (Sistem Terdistribusi) Sistem Terdistribusi adalah kumpulan prosesor yang tidakberbagi memori atau clock. Setiap prosesor memiliki memori lokal masingmasing. Prosesor-prosesor dalam sistem terhubung dalam jaringan komunikasi. Sistem terdistribusi menyediakan akses pengguna

kebermacam-macam sumber daya. Akses tersebut menyebabkan: Peningkatan kecepatan kompuatsi peningkatan penyediaan data

peningkatan keandalan.
3

g) Sistem Proteksi Proteksi berkenaan dengan mekanisme untuk mengontrolakses yang dilakukan oleh program, prosesor, penggunasistem maupun pengguna sumber daya. Mekanisme Proteksi harus: membedakan antara

penggunaan yang sah dan yang tidak sah. spesifikasi kontrol untuk di terima menyediakan alat untuk pemberlakuan sistem. h) Command-Interpreter System Sistem Operasi menunggu instruksi dari pengguna (commanddriven). Program yang membaca instruksi dan mengartikan control statements (keinginan pengguna) umumnya disebut: control-card interpreter command-line interpreter UNIX shell. Command-Interpreter System sangat bervariasi dari satu sistem operasi ke sistem operasi yang lain dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi I/O peranti yang ada. Contohnya: CLI, Windows, Pen-based (touch), dan lain-lain.

2.1.3 Layanan Sistem operasi Eksekusi program: meload program ke memory danmenjalankannya (run). Operasi I/O: pengguna tidak bisa mengontrol I/O secaralangsung (untuk efisiensi dan keamanan), sistem harus bisa menyediakan mekanisme utk melakukan operasi I/O. Manipulasi sistem berkas: membaca, menulis, membuat,dan menghapus file. Komunikasi: pertukaran informasi, dapat dilaksanakanmelalui shared memory atau message passing. Deteksi error : mempertahankan kestabilan denganmendeteksi error (pada CPU, perangkat keras memori, I/O,program pengguna) dan jika bisa, memperbaikinya. Pelayanan Tambahan Lebih diarahkan kepada upaya untuk menjaga efisiensisistem,bukan untuk membantu pengguna.

Alokasi sumber daya: mengalokasikan sumber dayakepada beberapa pengguna atau tugas yang dijalankanpada saat yang bersamaan. Accounting: menentukan berapa banyak dan berapa lamausers

menggunakan sumber daya sistem. Proteksi : menjaga semua akses ke sumber daya sistemterkontrol.

2.1.4 System Calls System calls menyediakan antarmuka antara proses(program yang sedang dijalankan) dan sistem operasi.Biasanya tersedia sebagai instruksi bahasa rakitanBeberapa sistem mengizinkan system calls dibuatlangsung dari bahasa pemrograman tingkat tinggi. Beberapa bahasa pemrograman tingkat tinggi (contoh : C,C++) telah didefenisikan pemrograman. Tiga metode umum yang digunakan dalam memberikan parameter kepada sistem operasi. Melalui register, menyimpan parameter dalam blok atau tabel pada memori dan alamat blok tersebut diberikan sebagai parameter dalam register Menyimpan parameter (push) ke dalam stack (oleh program), dan melakukan pop off pada stack (oleh sistim operasi). untuk menggantikan bahasarakitan untuk sistem

2.1.5 Pemrograman Sistem Pemrograman sistem menyediakan lingkungan yangmemungkinkan

pengembangan program dan eksekusiberjalan dengan baik. Dapat dikategorikan: Manajemen/manipulasi berkas: membuat, menghapus,copy, rename, print, memanipulasi berkas dan direktori. Informasi Status: tanggal, jam, jumlah memori dan diskyang tersedia, jumlah pengguna, dan informasi tentangstatus lainnya. Modifikasi Berkas: modifikasi isi berkas. Mendukung bahasa pemrograman: Kompilator,perakit, interpreter. Loading dan eksekusi program: absolute loaders, relocatable loaders, linkage editors, overlay loaders.
5

Komunikasi: menyediakan mekanisme komunikasi antara proses, pengguna, dan sistem komputer yang berbeda. System program yang paling penting adalah command interpreter (mengambil dan

menerjemahkan user-specified command selanjutnya)

2.1.6 Struktur Sistem Struktur Sederhana Dimulai dengan sistem yang kecil, sederhana dan terbataskemudian berkembang dengan cakupan originalStruktur sistem MS-DOS: disusun untuk mendukung fungsi yang banyak padaruang yang kecil. Struktur Sistem UNIXTerdiri dari 2 bagian: - Kernel : antarmuka, devic drivers, Program Sistem. Metode Pendekatan Terlapis Lapisan adalah implementasi dari objek abstrak yang merupakan enkapsulasi dari data dan operasi yang bisa memanipulasi data tersebutLapisan paling bawah: perangkat kerasLapisan paling atas: antarmuka pengguna. Keuntungan: modularitas mempermudah debug dan verifikasi sistem lapisan pertama bisa didebug tanpa mengganggu sistem yang lain. Kesulitan: hanya bisa menggunakan lapisan dibawahnya tidak efisien dibandingkan tipe yang lain. Terlapis Mikrokernel Menyusun sistem operasi dengan menghapus semuakomponen yang tidak esensial dari kernel, danmengimplementasikannya sebagai sistem program dan level pengguna. Fungsi utama: mendukung fasilitas komunikasi antaraprogram klien dan bermacam-macam layanan yang jugaberjalan di user-space Keuntungan: ketika layanan baru akan ditambahkan ke user-space, kernel tidak perlu di modif OS lebih mudah ditempatkan pada suatu desain perangkat keras ke desain lainnya mendukung keamanan reliabilitas lebihContoh sistem operasi : Tru64 UNIX, MacOSX, QNX.

2.1.7 Mesin Virtual Mesin virtual mengambil pendekatan terlapis sebagaikesimpulan logis. Mesin virtual memperlakukanhardware dan sistem operasi seolah-olah berada padalevel yang sama sebagai perangkat keras.Pendekatan Mesin virtual menyediakan sebuahantarmuka yang identik dengan underlying barehardware.Sistem Operasi membuat ilusi dari banyak proses,masingmasing dieksekusi pada prosesornya sendiridengan virtual memorinya sendiri. VM dibuat dengan pembagian sumber daya olehkomputer fisik. Sumber daya dari komputer fisik dibagi untuk membuatVM Penjadwalan CPU bisa menciptakan penampilan seakan akan pengguna mempunyai prosesor sendiri Spooling dan sistem data bisa menyediakan virtual card readers dan virtual line printers Sebuah time-sharing terminal user yang normal melayani sebagaimana operator konsulatVM software membutuhkan ruang di dalam disk untukmenyediakan memori virtual dan spooling, yaitu sebuahdisk virtual.

2.1.8 Rancangan Sistem Sistem operasi dirancang untuk dapat dijalankan padaberbagai jenis mesin, sistemnya harus dikonfigurasikan untuk setiap komputer. Program Sysgtem mendapatkan informasi mengenai konfigurasi khusus tentang sistem perangkat keras darisebuah data, antara lain sebagai berikut: CPU apa yang digunakan, pilihan yang diinstal Berapa banyak memori yang tersedia Peralatan yang tersedia Sistem operasi pilihan apa yang diinginkan atau parameter apa yang digunakanSatu kali info diperoleh, bisa digunakan dengan berbagaicara.

2.2 Bentuk Sistem Operasi a) Sistem Mainframe Sistem komputer pendahulu secara fisik berbentuk mesin besar yang disebut sistem mainframe. Untuk menjalankan sistem ini dilakukan dari suatu console. Perangkat input yang digunakan berupa card reader dan tape drive. Perangkat output yang digunakan berupa line printer, tape drive dan card
7

punch. Kemudian, user menyiapkan job yang terdiri dari program, data dan beberapa informasi kontrol (control card) dan dikirimkan ke operator komputer. Job biasanya dalam bentuk punch card. Beberapa waktu kemudian (dalam hitungan waktu menit, jam atau hari), output ditampilkan. Output berupa hasil program, apabila terjadi error pada program memory dan register akan berisi kosong. Sistem operasi pada komputer mainframe sangat sederhana. Task utama mengirim control secara otomatis dari satu job ke job berikutnya. Sistem operasi selalu residen di memory yang disebut dengan resident monitor. Untuk meningkatkan kecepatan proses, job yang sama perlu

dikumpulkan bersama (batch) dan dijalankan oleh komputer sebagai satu kelompok. Kemudian programmer memberikan program kepada operator. Operator akan mengurut program yang sama dan kemudian komputer akan menjalankan setiap kumpulan program tersebut. Output dari setiap job dikirim kembali kepada programmer.Untuk menghindari adanya waktu nganggur CPU yang cukup lama maka dikembangkan suatu teknik

mengurutan kerja job secara otomatis. Teknik ini mampu mentrasfer kontrol secara otomatis dari suatu job ke job berikutnya. Inilah bentuk sistem operasi pertama kali. Program kecil yang bersifat residen di memori berisi urutanurutan job yang akan berpindah secara oromatis inilah yang disebut dengan Resident Monitor. b) Sistem Batch Multi Program Beberapa job dikumpulkan oleh sistem operasi pada memory utama pada waktu yang sama. Kumpulan job ini merupakan bagian dari job yang disimpan pada pool (job pool). Job pool berisi job-job yang sudah siap dieksekusi. Jumlah job dapat disimpan bersama-sama pada memory biasanya lebih kecil daripada jumlah job yang dapat berada pada job pool. Sistem operasi mengambil beberapa job yang siap untuk dieksekusi untuk diletakkan di memori utama. Jika job yang sedang dieksekusi menunggu beberapa task (seperti proses mount tape drive atau operasi I/O yang harus diselesaikan), maka job tersebut diganti dengan job berikutnya.

Pada

sistem

multiprogramming,

sistem

operasi

harus

menyediakan

mekanisme untuk manajemen memori, penjadwalan CPU dan manajemen disk. Sistem operasi multiprogram menyediakan supply untuk I/O routine. Sistem harus dapat mengalokasikan memory untuk beberapa job.

Beberapa job yang sudah siap dieksekusi akan dipilih oleh sistem job mana yang akan dieksekusi oleh CPU. Perangkat apa saja yang diperlukan oleh setiap job juga harus dialokasikan oleh sistem.

c) Sistem Time Sharing Time sharing atau multitasking adalah pengembangan dari sistem multiprogram. Beberapa job yang berada pada memory utama dieksekusi oleh CPU secara bergantian. CPU hanya bisa menjalankan program yang berada pada memoryutama. Perpindahan antar job terjadi sangat sering sehingga user dapat berinteraksi dengan setiap program pada saat dijalankan. sebaliknya. Sistem time sharing juga disebut dengan sistem komputasi interaktif, dimana sistem komputer menyediakan komunikasi on-line antara user Suatu job akan dipindahkan dari memori ke disk dan

dengan sistem. User memberikan instruksi pada sistem operasi atau program secara langsung dan menerima respon segera. Perangkat input berupa keyboard dan perangkat output berupa display screen, seperti cathode-ray tube (CRT) atau monitor. Bila sistem operasi selesai mengeksekusi satu perintah, makan sistem akan mencari pernyataan berikutnya dari user melalui keyboard. Sistem menyediakan editor interaktif untuk menulis program dan sistem debug untuk membantu melakukan debugging program. Agar user dapat mengakses data dan kode program dengan nyaman, sistem menyediakan sistem file online. Suatu file adalah kumpulan informasi yang berhubungan yang didefinisikan oleh pembuatnya. Biasanya, file berupa program (baikbentuk source dan object) dan data. Data file berupa teks dengan format tertentu. Secara umum, file adalah kumpulan bit, bite, baris atau record. Sistem operasi mengimplementasikan konsep abstrak dari file dengan mengatur perangkat penyimpan seperti tape dan disk. File
9

secara normal diorganisasikan dalam logicalcluster atau directory, untuk memudahkan lokasi dan akses file. d) Sistem Desktop Semakin turunnya harga perangkat keras, dikembangkan sistem komputer untuk satu user. Jenis sistem komputer ini biasanya disebut dengan personal computer (PC). Perangkat I/O berupa keyboard dan mouse, dan perangkat output berupa display screen atau printer yang berkecepatan tinggi.Personal komputer dikembangkan tahun 1970-an. Sistem ini disebut dengan mikrokomputer. Sistem operasi masih belum dikembangkan untuk

multiuser maupun multitasking. Tujuan sistem operasi adalah untuk memaksimalkan utilitas CPU dan peripheral, serta memaksimalkan kenyamanan dan respon user. Sistem operasi yang dikembangkan adalah Microsoft Windows dan Apple Machintosh. Sistem operasi MS-DOS dari Microsoft yang masih single tasking dikembangkan oleh IBM menjadi OS/2 yang merupakan sistem multitasking.Berkembangnya sistem komputer dari mainframe menjadi mikrokomputer menunjukkan bahwa sistem operasi mikrokomputer dapat mengadopsi sistem mainframe.Contoh perpindahan sistem operasi adalah perkembangan sistem operasi MULTICS. ULTICS dikembangkan tahun 1965 sampai 1970 oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT) sebagai utilitas komputasi yang berjalan pada komputer mainframe yang besar dan komplek. Kemudian Beel Laboratories mengembangkan MULTICS dengan mendesain UNIX tahun 1970 untuk minikomputer PDP-11. Tahun 1980, dikembangakan sistem operasi UNIX-like untuk sistem mikrokomputer menyusul sistem operasi lain yaitu Microsoft Windows NT, IBM OS/2 dan Machintosh. e) Sistem Paralel f) Sistem paralel atau sistem multiprosessor mempunyai lebih dari satu prosessor yang dapat berkomunikasi, membagi bus, clock dan juga perangkat memory dan peripheral. Sistem ini disebut sebagai tightly coupled system.Sistem ini dikembangkan karena beberapa alasan. Salah satu keuntungan dari sistem ini adalah meningkatkan jumlah proses yang dapat
10

dijalankan pada satu waktu (throughput). Dengan meningkatkan jumlah prosessor, diharapkan pekerjaan dapat dikerjakan dalam waktu yang lebih pendek. Alasan lain dari pengembangan sistem multiprosessor adalah

meningkatkan kehandalan sistem. Jika fungsi dapat didistribusikan pada beberapa prosessor, maka kegagalan dari satu prosessor tidak akan menghentikan sistem, tetapi hanya memperlambat sistem. Jika terdapat 10 prosessor dan satu gagal, makan sisa 9 prosessor menggantikan pekerjaan prosessor yang gagal. Keseluruhan sistem hanya memperlambat 10 persen. Kemampuan untuk melanjutkan penyediaan layanan untuk

menyelamatkan perangkat keras disebut gracefull degradation. Sistem yang didesain untuk gracefull degradation juga disebut faul-tolerant. Sistem multi prosessor yang sering digunakan adalah model symmetric multiprocessing, dimana setiap prosessor menjalankan sistem operasi yang identik dan komunikasi antar prosesor jika diperlukan. Beberapa sistem menggunakan asymmetric multiprocessing, dimana setiap prosessor

mempunyai tugas tetentu. Prosessor master mengontrol sistem, prosessor lain menunggu instruksi master atau mempunyai tugas yang ditentukan oleh master. Skema ini merupakan hubungan master-slave. Prosessor master menjadwal dan mengalokasikan pekerjaan dari prosessor slave. Contoh symmetric multiprocessing adalah sistem UNIX versi Encores untuk komputer Multimax Komputer dapat dikonfigurasikan untuk menangani satu lusin prosessor, semua menjalankan UNIX. Keuntungan dari model ini adalah bahwa beberapa proses dapat berjalan pada satu waktu (N proses jika terdapat N CPU) tanpa menyebabkan pengurangan performansi. Sehingga kita dapat mengontrol I/O secara hati-hati untuk menjamin data mendapatkan prosessor yang tepat. g) Sistem Terdistribusi Trend sistem komputer saat ini adalah mendistribusikan komputasi diantara beberapa prosessor. Prosessor berkomunikasi dengan prosessor lain melalui saluran komunikasi, misalnya bus kecepatan tinggi atau saluran telepon. Sistem ini disebut loosely coupled system atau sistem terdistribusi
11

(distributed system).Prosessor pada sistem terdistribusi bervariasi ukuran dan fungsinya. Biasanya terdiri dari mikroposessor, workstation,

minikomputer dan sistem komputer general-purpose. Prosessor-prosessor ini disebut dengan site, node, komputer atau lainnya. Keuntungan dari sistem terdistribusi adalah : Resource sharing, Jika sejumlah site yang berbeda dihubungkan, maka user pada site satu dapat menggunakan sumber daya dari site lainya. Sebagai contoh, user pada site A dapat menggunakan printer laser dari site B. Sebaliknya user B dapat mengakses file user A. Meningkatkan kecepatan komputasi, Jika komputasi tertentu dapat dipartisi dalam sejumlah sub komputasi yang dapat berjalan secara konkuren, maka sistem terdistribusi dapat mendistribusikan komputasi pada beberapa site untuk menjalankan komputasi secara konkuren. Lebih handal, Jika satu site gagal pada sistem terdistribusi, sisa site dapat melanjutkan operasinya. Jika sistem dibagi sejumlah instalasi besar, maka kegagalan salah satunya tidak berakibat pada sisa sistem. Sebaliknya, jika sistem dibagi dalam sejumlah mesin kecil, masing-masing bertanggung jawab pada fungsi sistem yang penting (misalnya Komunikasi Terdapat beberapa anggota program yang memerlukan mengganti data dengan data lain pada satu sistem. Sistem Windows contohnya, sering terjadi membagi data atau transfer data antara display. Jika beberapa site dihubungkan dengan lainnya dengan jaringan komunikasi, prosessor pada site yang berbeda dapat menukar informasi. User melakukan transfer file atau komunikasi dengan user lain melalui electronic mail. Seorang user dapat mengirim mail ke user lain pada site yang sama atau site yang berbeda. Sistem terdistribusi memerlukan infrastruktur jaringan, berupa local area network (LAN) atau wide area network (WAN). Sistem terdistribusi biasanya disebut dengan sistem client-server atau peer-to-peer.

h) Sistem Terklaster Sistem terklaster (clustered system) adalah pengembangan dari sistem terdistribusi. Perbedaan sistem terklaster dengan sistem terdistribusi adalah
12

pada sistem terklaster memungkinkan dua atau lebih sistem untuk membagi penyimpan sekunder (storage) bersama-sama. Sistem ini mempunyai kehandalan sistem yang tinggi seperti pada sistem terdistribusi. Sistem terklaster dapat berupa model asymmetric clustering dimana satu serber menjalankan aplikasi sementara server lainnya standby. Model lainnya adalah symmetric clustering dimana semua host menjalankan aplikasi.

i) Sistem Realtime Salah satu bentuk sistem operasi untuk keperluan khusus adalah sistem real time. Sistem real time digunakan bila terdapat kebutuhan keteptan waktu pa operasi prosessor atau aliran data sehingga sering digunakan untuk perangkat control pada suatu aplikasi seperti mengontrol percobaan keilmuan, sistem medical imaging, sistem control industri dan beberapa sistem display. Pada sistem real time harus didefinisikan batasan waktu yang tetap. Pemrosesan harus dikerjakan dalam waktu tertentu atau sistem akan gagal. Sebagai contoh, jika lengan robot tidak diinstruksikan untuk berhenti segera maka dapat merusak robot tersebut. Terdapat dua bentuk sistem real time. Sistem hard real time menjamin tugas kritis diselesaikan tepat waktu. Pada sistem ini penyimpan sekunder terbatas atau tidak digunakan, data langsung dikirim ke memory atau read-only memory (ROM) dalam waktu singkat. Pada sistem hard real time terjadi konflik pada sistem time sharing dan tidak didukung oleh sistem operasi tujuan umum Bentuk lainnya adalah soft real time dimana tugas kritis

mendapatkan prioritas lebih tinggi dari tugas lain dan setelah satu task selesai maka task berprioritas ini akan diselesaikan. Sistem ini terbatas pada industri pengontrol robot. Sangat berguna pada aplikasi multimedia dan virtual rality yang membutuhkan fitur sistem operasi tertentu.

j) Sistem Handheld Sekitar tahun 1990-an dikembangkan sistem yang lebih kecil dari mikrokompuer yang disebut dengan sistem handheld dalam bentuk personal digital assistants (PDA). Pada beberapa sistem terdapat telepon selular. Sistem ini mempunyai memory yang terbatas, prosessor dengan kecepatan
13

rendah dan display screen yang kecil. Perkembangan sistem komputer dari sistem mainframe sampai handheld dan perkembangan sistem operasi dapat dilihat pada Gambar 1-6.

2.3 Hirarki Sistem Operasi Menurut Stallings, model tingkatan sistem operasi yang mengaplikasikan prinsip ini dapat dilihat pada tabel berikut, yang terdiri dari level-level dibawah ini: Tingkat 1: Terdiri dari rangkaian elektronik , yg obyeknya berkaitan dengan register sel memory, dan gate logic. Operasi yg di tentukan terhadap obyek merupakan aksi seperti pengosongan register atau pembacaan suatu lokasi memori.

Tingkat 2: Tingktan ini adalah set intruksi prosesor. Operasi pada tingkat ini merupakan operasi yg di izinkan dalam set intruksi bahasa mesin, seperti add, substrack, load dan store.

Tingkat 3: Menambahkan konsep prosedur atau subroutine, ditmbah operasi call/return.

Tingkat 4: Memperkenalkan interup, yg akan mengakibatkan prosesor menyimpan konteks saat itu dan meminta interrupt-handling routine.

Keempat tingkat pertama ini bukan merupakan bagian dari sistem operasi namun merupakan hardware prosesor. Akan tetapi, sebagai elemen operasi mulai terlihat pada tingkat ini, seperti interrupt-handling routine. Pada tingkat limalah kita akan mulai tiba disistem operasi yang sebenarnya dan konsep berkaitan dgn multiprogramming mulai terlihat.

14

Tingkat 5: Gagasan proses sebagai program dalam eksekusi diperkenalkan pada tingkat ini. Persyaratan fundamental terhadap sistem operasi untuk mendukung proses jamak meliputi kemampuan untuk menghentikan dan melanjutkan proses. Hal tersebut membutuhkan penyimpanan register hardware sehingga eksekusi dapat di alihkan dalam satu proses ke proses lainnya. Selain itu, apabila proses perlu bekerja sama, diperlukan metode singkronisasi. salah satu teknik yg paling sederhana, dan juga merupakan konsep penting didalm sistem operasi, adalah semaphore. Semaphore adalah teknik pensignalan sederhana.

Tingkat 6: Berkaitan dengan perangkat penyimpanan sekunder sebuah computer. Pada tingkat ini, terjadi fungsi memposisikan read/write head and transfer blok data actual. Tingkat 6 mengandalakan tingkat 5 untuk menjadwalkan operasi dan untuk memberitahukan proses menyelesaian suatu operasi yang diminta. Tingkatan-tingkatan yg lebih tinggi berkaitan dengan alamat data yg dibutuhkan pada disk dan mnyediakan request untuk blok-blok yg sesuai kedriver perngkat pada tingkat 5.

Tingkat 7: Membuat ruangan alamt logic untuk proses. Tingkatan ini mengorganisasikan ruang alamat virtual ke dalam blok-blok yg akan di pindahkan antara memory utama dan memori sekunder. Terdapat tiga macam teknik yg umun di gunakan : yg mengunakan page berukuran tetap, menggunkan segmen yg panjangnya variable, dan yg menggunakan keduanya. Apabila blok diperlukan tidak ada did lm memori utama, logic pada tingkatan ini akan meminta pemindahan dari tingkat enam. Sampai disini, sistem operasi berkaitan dgn sumber daya sebuah prosesor tungal. Mulai tingkat 8, sistem operasi berkaitan dgn objek eksternal, seoerti perangkat perifheral dan mungkin jaringan kerja dan computer yg dihubungkan kejaringan kerja. Objek pada tingkat yg lebih tinggi ini bersifat logic, obyek memiliki nama yg dapat digunakan bersama oleh seluruh proses pada computer yg sama atau pada computer yg berjumlah banyak.

Tingkat 8: Berkaitan dgn komunikasi informasi dan pesan antar proses. Apabila tingkat 5 menyediakan mekanisme signal primitive yg memungkinkan sinkronisasi proses, tingkat ini berkaitan dgn pengunaan informasi bersama-sama
15

yg lebih kaya. Salah satu tool yg paling penting untuk keperluan itu adalah pipe, yg merupakan saluran logic pengaliran data antara 2 proses. Sebuah pipe dtentukan dengan outputnya dari sebuah proses dan inputnya kedalam proses lainnya. Pipe juga dapat digunakan untuk melakukan link perangkat2 eksternal atau file2 dgn proses.

Tingkat 9: Mendukung penyimpanan jangka panjang fil2 bernama. Pada tingkat ini, data yang terdapat pada penyimpanan sekunder dipandang secara entity yg panjangnya variable dan abstrak. Hal ini bertolak belakang dgn cara memandang blok penyimpana sekunder yg berorientasi hardware dalmbentuk track, sector dan blok berukuran tetap seperti pada tingkat enam.

Tingkat 10: Menyediakan akses keperangkat eksternal dgn menggunakan interface berstandar.

Tingkat 11: Bertanggung jawab atas penjagaan asosiasi antara indentifier eksternal dan internal sumber daya sistem dgn obyek. Indentifier eksternal adalah suatu nama yg dapat digunakan oleh suatu aplikasi atau seorang pengguna. Identifier internal adalah suatu alamat atau indicator lainnya yg dapat digunakan oleh tiingkat sistem operasi yg lebih rendah untuk mencari dan mengontrol suatu obyek. Asosiasi ini disimpan didalm sebuah direktori. Entri tidak hanya meliputi pemetaan eksternal/internal, tapi juga karakteristik, seperti hak akses.

Tingkat 12: Menyedikan fasilitas berfeature lengkap untuk mendukung fasilitas ini jauh melebihi fasilitas yang terdapat ditingkat 5. Ditingkat 5, hanya isi register prosesor yg berasosiasi dgn sebuah proses yg dijaga, ditambah logic untk proses pengiriman. Tingkat 12 mendukung semua informasi yg diperlukan untuk manajemen proses yg rapi. Informasi itu meliputi ruang alamt virtual proses, list objek dan proses yg mungkin berinteraksi dalam kendala interaksinya, parameter yg dilewatkan ke proses pada saat pembuatan, dan karakteristik proses lainnya yg mungkin digunakan oleh sistem unutk mengontrol proses.

Tingkat 13: Menyediakan interface bagi pengguna kesistem operasi. Interface ini sering di sebut sebagai shell karena memisahkan pengguna detail sistem operasi
16

dan memberikan sistem operasi dalam bentuk kumpulan layanan shell menerima perintah pengguna atau job control statement, melakukan interpretasi, dan membuat serta mengontrol proses pada saat diperlukan. Model hipotetis sistem operasi ini memberikan struktur deskriptif yg berguna dan memberiakn tuntunan implementasi. Untuk mengamati konteks setiap masalah rancangan tertentu yg sedang dibahas. Dapat disimpulkan bahwa lapisan sistem operasi secara umum terdiri atas empat bagian, yaitu: 1) Perangkat keras. Lebih berhubungan kepada perancang sistem. Lapisan ini mencakup lapisan 0 dan 1 menurut Tanenbaum, dan level 1 sampai dengan level 4 menurut Stallings. 2) Sistem operasi. Lebih berhubungan kepada programer. Lapisan ini mencakup lapisan 2 menurut Tanenbaum, dan level 5 sampai dengan level 7 menurut Stallings. Kelengkapan. Lebih berhubungan kepada programer. Lapisan ini mencakup lapisan 3 menurut Tanenbaum, dan level 8 sampai dengan level 11 menurut Stallings. 3) Program aplikasi. Lebih berhubungan kepada pengguna aplikasi komputer. Lapisan ini mencakup lapisan 4 dan lapisan 5 menurut Tanebaum, dan level 12 dan level 13 menurut Stallings.

Sumber:Stallings, Operating Systems, 4th e, 2001, Prentice Hall, halaman 46. 4) Salah satu kesulitan besar dalam sistem terlapis disebabkan karena sebuah lapisan hanya bisa menggunakan lapisan-lapisan dibawahnya,

misalnya : backing-store driver, normalnya diatas penjadwal CPU sedangkan pada sistem yang besar, penjadwal CPU punya informasi tentang proses yang
17

aktif yang ada di memori. Oleh karena itu, info ini harus dimasukkan dan dikeluarkan dari memori, sehingga membutuhkan backing-store

driver dibawah penjadwal CPU. Kesulitan lainnya adalah paling tidak efisien dibandingkan tipe lain. Ketika pengguna mengeksekusi I/O , akan mengeksekusi lapisan I/O, lapisan manajemen memori, yang memanggil lapisan penjadwal CPU

2.4 Manajemen Memory Memori adalah pusat dari operasi pada sistem komputer modern, berfungsi sebagai tempat penyimpanan informasi yang harus diatur dan dijaga sebaikbaiknya. Memori adalah array besar dari word atau byte, yang disebut alamat. CPU mengambil instruksi dari memory berdasarkan nilai dari program counter.

Sedangkan manajemen memori adalah suatu kegiatan untuk mengelola memori komputer. Proses ini menyediakan cara mengalokasikan memori untuk proses atas permintaan mereka, membebaskan untuk digunakan kembali ketika tidak lagi diperlukan serta menjaga alokasi ruang memori bagi proses. Pengelolaan memori utama sangat penting untuk sistem komputer, penting untuk memproses dan fasilitas masukan/keluaran secara efisien, sehingga memori dapat menampung sebanyak mungkin proses dan sebagai upaya agar pemogram atau proses tidak dibatasi kapasitas memori fisik di sistem komputer. a) Jenis Memori Memori Kerja ROM/PROM/EPROM/EEPROM RAM Cache memory

Memori Dukung Floppy Harddisk CD

b) Fungsi manajemen memori:


18

Manajemen memori merupakan salah satu bagian terpenting dalam sistem operasi. Memori perlu dikelola sebaik-baiknya agar: 1) Utilitas CPU meningkat. 2) Data dan instruksi dapat diakses dengan cepat oleh CPU. 3) Tercapai efisiensi dalam pemakaian memori yang terbatas. 4) Transfer data dari/ke memori utama ke/dari CPU dapat lebih efisien. 5) Mengelola informasi yang dipakai dan tidak dipakai. 6) Mengalokasikan memori ke proses yang memerlukan. 7) Mendealokasikan memori dari proses telah selesai. 8) Mengelola swapping atau paging antara memori utama dan disk.

2.5 Paging Adalah sistem manajemen pada sistem operasi dalam mengatur program yang sedang berjalan. Program yang berjalan harus dimuat di memori utama. Kendala yang terjadi apabila suatu program lebih besar dibandingkan dengan memori utama yang tersedia.

Untuk mengatasi hal tersebut Sistem Paging mempunyai 2 solusi, yaitu: Konsep Overlay Dimana program yang dijalankan dipecah menjadi beberapa bagian yang dapat dimuat memori (overlay). Overlay yang belum diperlukan pada saat program berjalan (tidak sedang di eksekusi) disimpan di disk, dimana nantinya overlay tersebut akan dimuat ke memori begitu diperlukan dalam eksekusinya. Konsep Memori Maya (virtual Memory) Adalah kemampuan mengalamati ruang memori melebihi memori utama yang tersedia. Konsep ini pertama kali dikemukakan Fotheringham pada tahun 1961 untuk sistem komputer Atlas di Universitas Manchester, Inggris.

Gagasan Memori Maya adalah ukuran gabungan program, data dan stack melampaui jumlah memori fisik yang tersedia. Sistem operasi menyimpan bagian-bagian proses yang sedang digunakan di memori utama dan sisanya di disk. Begitu bagian di disk diperlukan maka bagian memori yang tidak diperlukan disingkirkan dan diganti bagian disk yang diperlukan.
19

2.6 Segmentasi Segmentasi merupakan skema manajemen memori yang mendukung cara pandang seorang programmer terhadap memori. Ruang alamat logika merupakan sekumpulan dari segmen-segmen. Masing-masing segment mempunyai panjang dan nama. Alamat diartikan sebagai nama segmen dan offset dalam suatu segmen. Jadi jika seorang pengguna ingin menunjuk sebuah alamat dapat dilakukan dengan menunjuk nama segmen dan offsetnya. Untuk lebih menyederhanakan implementasi, segmen-segmen diberi nomor yang digunakan sebagai pengganti nama segment. Sehingga, alamat logika terdiri dari dua tupple: [segment-number, offset].

Sisi pandang program oleh pengguna

Segmentasi Perangkat Keras Meskipun seorang pengguna dapat memandang suatu objek dalam suatu program sebagai alamat berdimensi dua, memori fisik yang sebenarnya tentu saja masih satu dimensi barisan byte. Jadi kita harus bisa mendefinisikan pemetaan dari dua dimensi alamat yang didefinisikan oleh pengguna ke satu dimensi alamat fisik. Pemetaan ini disebut sebagai sebuah segment table. Masing-masing masukan dari mempunyai segment base dan segment limit. Segment base merupakan alamat fisik dan segmen limit diartikan sebagai panjang dari segmen.

20

Arsitektur segmentasi perangkat keras

Suatu alamat logika terdiri dari dua bagian, yaitu nomor segmen(s), dan offset pada segmen(d). Nomor segmen digunakan sebagai indeks dalam segmen table. Offset d alamat logika harus antara 0 hingga dengan segmen limit. Jika tidak maka diberikan pada sistem operasi. Jika offset ini legal maka akan dijumlahkan dengan segmen base untuk menjadikannya suatu alamat di memori fisik dari byte yang diinginkan. Jadi segmen table ini merupakan suatu array dari pasangan base dan limit register.

Segmentasi Sebagai contoh kita mempunyai nomor segmen dari 0 sampai dengan 4. Segmensegmen ini disimpan dalam suatu memori fisik. Tabel segmen berisi data untuk masing-masing segmen, yang memberikan informasi tentang awal alamat dari segmen di fisik memori (atau base) dan panjang dari segmen (atau limit). Misalkan, segmen 2 mempunyai panjang 400 dan dimulai pada lokasi 4300. Jadi, referensi di byte 53 dari segmen 2 dipetakan ke lokasi 4300 + 53 = 4353. Suatu referensi ke segmen 3, byte 852, dipetakan ke 3200 (sebagai base dari segmen) + 852 = 4052. Referensi ke byte 1222 dari segmen 0 akan menghasilkan suatu trap ke sistem operasi, karena segmen ini hanya mempunyai panjang 1000 byte.
21

Keuntungan Segmentasi Kelebihan Pemberian Halaman: tidak ada fragmentasi luar-alokasinya cepat. Kelebihan Segmentasi: saling berbagi-proteksi.

Segmentasi dengan pemberian halaman

Keuntungan pemakaian cara segmentasi ini adalah sebagai berikut: Menyederhanakan penanganan struktur data yang berkembang. Seringkali penanganan struktur data menuntut perubahan panjang data. Hal ini dimungkinkan dengan adanya segmentasi. Jadi dengan segmentasi membuat penanganan struktur data menjadi fleksibel. Kompilasi ulang independen tanpa mentautkan kembali seluruh program. Teknik ini memungkinkan program-program dikompilasi ulang secara independen tanpa perlu mentautkan kembali seluruh program dan dimuatkan kembali. Jika masing-masing prosedur terdapat di segmen terpisah beralamat 0 sebagai alamat awal, maka pentautan prosedur-prosedur yang dikompilasi secara terpisah sangat lebih mudah. Setelah semua prosedur dikompilasi dan ditautkan, panggilan ke prosedur di segmen n akan menggunakan alamat dua bagian yaitu (n,0) mengacu ke word alamat 0 (sebagai titik masuk) segmen ke n. Jika prosedur di segmen n dimodifikasi dan dikompilasi ulang, prosedur lain tidak perlu diubah (karena tidak ada modifikasi alamat awal) walau versi baru lebih besar dibanding versi lama. Memudahkan pemakaian memori bersama diantara proses-proses Teknik ini memudahkan pemakaian memori bersama diantara proses-proses. Pemrogram
22

dapat menempatkan program utilitas atau tabel data berguna di segmen yang dapat diacu oleh proses-proses lain. Segmentasi memberi fasilitas pemakaian bersama terhadap prosedur dan data untuk dapat diproses, berupa shared library. Pada workstation modern yang menjalankan sistem Windows sering mempunyai pustaka grafis sangat besar. Pustaka ini diacu hampir semua program. Pada sistem bersegmen, pustaka grafis diletakan di satu segmen dan dipakai secara bersama banyak proses sehingga menghilangkan mempunyai pustaka ditiap ruang alamat proses. Shared libraries di sistem pengalamantan murni lebih rumit, yaitu dengan simulasi segmentasi. Memudahkan proteksi karena segmen dapat dikonstruksi berisi sekumpulan prosedur atau data terdefinisi baik, Penempatan Informasi (pemrogram atau administrator sistem dapat memberikan kewenangan pengaksesan secara nyaman.

2.7 TLB

2.8 Virtual Memory Virtual memory adalah istilah yang sudah sangat umum pada sebagian besar sistem operasi dari komputer yang ada. Komputer saat ini kebanyakan menggunakan kapasitas memori RAM sebesar 250Mb atau 1GB yang yang dipakai untuk membantu CPU. Karena pengguna komputer yang semakin besar dalam menempatkan program aplikasi, Kapasitas penyimpanan RAM sebesar itu kadang tidak cukup. Karena pengguna mengharapkan semua program yang ada berjalan secara simultan,namun tidak diumungkinkan oleh kapasitas memori yang tersedia. Oleh karena itulah diperlukan virtual memori.

Virtual Memory dibuat dari teknik pemprograman yang digunakan jika penggunaan aplikasi yang dijalankan ternyata lebih besar dari memori fisik RAM yang tersedia .Data yang sudah tidak muat dimasukkan pada Memori fisik akan dilanjutkan ke penyimpanan pada hardisk.

Virtual Memory ini tidak sama seperti memory fisik RAM, karena memori RAM adalah komponen yang bisa dilihat secara fisik (hardware). Walapun Virtual Memory ini dilanjutkan didalam harddisk, namun virtual memory tidak tampak
23

(software).

Data

yang

disimpan tersebut

didalam hanya

virtual ada

memori

ini

bersifat sedang

sementara,maksudnya

data

jika

komputer

dijalankan.Dan apabila komputer dimatikan, maka data yang disimpan di virtual memory akan hilang. a) Penggunaan Virtual memori Penggunaan virtual memori merupakan metode cerdas dengan memanfaatkan kapasitas memori Fisik pada komputer. Yaitu Dengan jalan memanipulasi nya menggunakan kombinasi dari sistem operasi dan kemampuan dari memori hardware.Karena berfungsi sebagai media penyimpanan data sementara,yang memungkinkan sistem operasi menyediakan akses lebih cepat ke data. Virtual memory bekerja dengan cara berkoordinasi dengan RAM untuk menyimpan dan menyediakan data dengan cepat untuk melayani kebutuhan dari aplikasi yang dijalankan. Perangkat penyimpanan fisik sekunder seperti hard disk memiliki kapasitas penyimpanan yang besar,namun menyediakan akses yang sangat lambat untuk data.

b) Cara Virtual memori dibuat dan bekerja Virtual memory dibuat dengan menciptakan paging file untuk menyimpan data yang tidak bisa dimuat lagi oleh memori fisik RAM. Sebagian besar sistem menggunakan tabel halaman untuk menerjemahkan alamat virtual agar bisa dilihat oleh program aplikasi pada alamat fisik yang digunakan oleh prosesor untuk mengeksekusi instruksi. Tabel halaman mempertahankan entri untuk pemetaan alamat virtual ke alamat fisik. Sistem mungkin memiliki tabel halaman tunggal untuk seluruh sistem atau tabel halaman individual untuk setiap program aplikasi. Dengan demikian paging dapat didefinisikan sebagai proses pemindahan halaman memori virtual tidak aktif ke hardisk dan mengembalikan mereka ke memori fisik sesuai permintaan. Ada berbagai macam algoritma untuk memilih halaman mana yang harus dipindahkan ke hard disk dan mana yang harus dipertahankan. Sangat sedikit sistem yang menggunakan konsep segmentasi untuk menerapkan memori virtual. Di dalam memori segmentasi dibagi dalam segmen ukuran variabel.Jumlah segmen dan offset tersebut bersama-sama membentuk alamat virtual. Jika prosesor menginginkan item data tertentu maka terlebih dahulu akan melihat nomor segmen dalam tabel untuk menemukan
24

deskriptor segmen. Deskriptor segmen memberikan informasi apakah offset dalam segmen tersebut kurang dari panjang segmen dan jika tidak akan melakukan interupsi untuk memberitahukan bahwa segmen tersebut sudah ditemukan. Jika prosesor tidak dapat menemukan segmen dalam memori utama akan menghasilkan interupsi hardware mendorong sistem operasi pada swap segmen. Sistem operasi kemudian mencari segmen yang tidak digunakan dalam waktu yang lama, dan swap kemudian akan keluar dari memori utama untuk membuat ruang bagi segmen baru untuk masuk dan dibaca.Swap= Data yang disimpan sementara (paging file)

BAB III 3.1 Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA
http://www.itechgraph.com/blog/tag/metode-dasar-segmentasi/ http://www.globalkomputer.com/Bahasan/Sistem-Operasi/Topik/Sistem-Paging.html

25