Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH KOMPUTER GRAFIK

KURVA
Dalam matematika, sebuah kurva adalah suatu objek geometri yang merupakan satu
dimensi dan kontinyu.
1. Kurva Spline
Spline merupakan suatu kurva yang dibangun dari potongan-potongan kurva polinomial
(picewise polynomial) yang mempunyai fungsi berbeda-beda dengan titik-titik belok disebut
titik kontrol. Kurva polinomial memiliki beberapa keuntungan yaitu, mudah dalam
perhitungannya dan bisa didefferensialkan sampai tak hingga.










Gambar 1 : kurva spline
Keterangan :
Kurva spline terbentuk dari dua buah kurva polinomial A dan polinomial B. Kurva
Polinomial A dipengaruhi oleh 4 buah titik kontrol P
0
, P
1
, P
2
, dan P
3
, sedangkan
polinomial B dipengaruhi oleh 4 buah titik kontrol P
3
, P
4
, P
5
, dan P
6
. Kedua polinomial
ini disambungkan di titik P
3
.

Titik kontrol adalah titik-titik yang mempengaruhi bentuk kurva. Titik kontrol yang
terletak pada kurva disebut knot. Terdapat 4 buah titik kontrol yang mempengaruhi bentuk
kurva diatas, yaitu: P
0
, P
1
, P
2
, dan P
3
mempengaruhi bentuk kurva polinomial A dan P
3
, P
4
,
P
5
, P
6
mempengaruhi bentuk kurva polinomial B. Dalam hal ini P
0
, P
3
dan P
6
disebut sebagai
knot karena terletak pada kurva.

Polinomial A Polinomial B
Titik sambung







P
0

P
1

P
2

P
3

P
4

P
5

P
6

Sifat-Sifat Kurva Spline
Sifat-sifat kurva berguna untuk menjelaskan karakterisitik sebuah kurva. Sebagai contoh,
untuk menjelaskan kurva Lingkaran, kita perlu besaran jari-jari lingkaran dan titik pusat
lingkaran. Untuk menjelaskan kurva Ellipse, kita perlu besaran arah (orientasi) dari sumbu
mayor, dan perbandingan panjang sumbu mayor dan minornya. Tetapi untuk kurva spline
kita membutuhkan sifat-sifat yang lebih umum untuk menjelaskan kurva secara individu.
Seperti kita ketahui bahwa spline adalah hasil dari beberapa kurva polinomial yang saling
dihubungkan di titik sambungnya. Problem kontinuitas yaitu kemulusan pada titik sambung
kedua polinominal sehingga di titik sambung menjadi kontinyu.
a. Kontinuitas Parameter C
n
dan Kontinuitas Geometri G
n

- Kontinuitas Parameter C
n

C
0
: posisi kedua titik ujung sama
P
A
(1) = P
B
(0)





C
1
: turunan pertama ( gradien ) titik ujung sama
P
A
(1) = P
B
(0)
P
A

(1) = P
B
(0)




C
2
: turunan kedua pada kedua titik ujung sama
P
A
(1) = P
B
(0)
P
A

(1) = P
B
(0)
P
A
(1) = P
B
(0)


- Kontinuitas Geometri G
n

G
0
: posisi kedua titik ujung sama (G
0
= C
0
)
P
1
(1) = P
2
(0)
P
A
(0)
P
A
(1)
P
B
(0)
P
B
(1)

P
A
(1) = P
B
(0)

P
A
(1) = P
B
(0)

G
1
: turunan pertama (nilai tangen) proposional
P
1
(1) = P
2
(0)
P
1

(1) = k. P
2
(0)

G
2
: turunan kedua proposional
P
1
(1) = P
2
(0)
P
1

(1) = k. P
2
(0)
P
1

(1) = k. P
2
(0)
k adalah konstanta

contoh : tentukan apakah kurva berikut kontinu C
0
, C
1
dan G
1
?
P1 = ( t, t
2
) dan P2 = ( 2t + 1, t
3
+ 4t + 1) untuk t = [ 0,1]
P1 (1) = ( 1,1) P2 (0) = ( 1, 1) P1(1) = P2(0), jadi kurva kontinu C
0

P1

(1) = ( 1, 2) P2(0) = ( 2,4) P1

(1) P2

(0), tetapi P1

(1) = 2. P2

(0),
kurva tidak kontinu C
1
, tetapi kontinu G
1
.

b. Interpolasi dan Aproksimasi
Ada dua cara untuk menyatakan kurva spline dibawah ini yaitu:
- Interpolasi : seluruh titik kontrol terletak pada kurva.
- Aproksimasi: seluruh titik kontrol tidak terletak pada kurva.





Gambar 2: (a) kurva spline hasil interpolasi (b) kurva spline hasil aproksimasi

c. Kontrol Lokal dan Non-Kontrol Lokal
- Kontrol Lokal
Kontrol Lokal pada gambar dibawah ini

adalah perubahan titik kontrol hanya
menyebabkan perubahan bentuk kurva pada kurva secara lokal saja. Artinya hanya
segmen kurva tempat titik kontrol tersebut saja yang mengamali perubahan bentuk
kurva.


(a) (b)















Gambar 3: Lokal kontrol

- Non-Kontrol Lokal
Non-Kontrol Lokal pada Gambar 4-4 adalah perubahan titik kontrol menyebabkan
perubahan bentuk kurva secara keseluruhan.














Gambar 4 : Non- Lokal kontrol














Titik kontrol berubah
Segmen kurva berubah Segmen kurva tidak berubah







Titik kontrol berubah
Seluruh kurva berubah







2. Kurva Bezier
Kurva Bezier berderajat n akan melewati n +1 titik kontrol P
0
, P
1
, , P
n
dirumuskan
sebagai berikut :


dimana


n adalah derajat fungsi Bezier.
Atau lebih mudahnya bisa ditulis menggunakan segitiga Pascal berikut

Derajat Koefisien
0
1
2
3
4
5
6
.
1
1 1
1 2 1
1 3 3 1
1 4 6 4 1
1 5 10 10 5 1
1 6 15 20 15 6 1


Masing-masing menyatakan koefisien dari derajat ) 1 ( t dan t.
o Fungsi kurva Bezier berderajat 1, mempunyai 2 titik kontrol P
0
dan P
1
.
1 0
. ). 1 ( ) ( P t P t t B + =
o Fungsi kurva Bezier berderajat 2, mempunyai 3 titik kontrol P
0
, P
1
dan P
2

2
2
1 0
2
. . ). 1 .( 2 . ) 1 ( ) ( P t P t t P t t B + + =

Untuk kebutuhan komputer grafik, diambil kurva Bezier berderajat 3, dengan 4 titik kontrol
P
0
, P
1
, P
2
dan P
3

3
3
2
2
1
2
0
3
. . ) 1 .( 3 . . ) 1 .( 3 . ) 1 ( ) ( P t P t t P t t P t t B + + + =
o Fungsi kurva kubik Bezier bisa ditulis dalam bentuk matrik berikut

) ( ) (
0
t B P t B
n
k
kn k
=
=
k n k k n k
kn
t u
k n k
n
t u k n C t B

= = ) 1 (
)! !.(
!
) 1 ( ) , ( ) (
(
(
(
(

(
(
(
(



=
3
2
1
0
2 3
0 0 0 1
0 0 3 3
0 3 6 3
1 3 3 1
] 1 [ ) (
P
P
P
P
t t t t P

Contoh :
Kurva Bezier berderajat 3, dengan 4 titik kontrol P
0
(8,24) , P
1
(16 , 40), P
2
(32,16) dan
P
3
(64,48). Tentukan posisi kurva Bezier saat t = menggunakan :
(a) fungsi Bezier B(t) dan (b) fungsi Bezier dalam bentuk matrik P(t)
Jawab :
saat t =
a)
3
3
2
2
1
2
0
3
. . ) 1 .( 3 . . ) 1 .( 3 . ) 1 ( ) ( P t P t t P t t P t t B + + + =
3
3
2
2
1
2
0
3
. 5 , 0 . 5 , 0 ). 5 , 0 1 .( 3 . 5 , 0 . ) 5 , 0 1 .( 3 . ) 5 , 0 1 ( ) 5 , 0 ( P P P P B + + + =
3 2 1 0
. 8 / 1 . 8 / 3 . 8 / 3 . 8 / 1 ) 5 , 0 ( P P P P B + + + =
(

+
(

+
(

+
(

=
48
64
8
1
16
32
8
3
40
16
8
3
24
8
8
1
) 5 , 0 ( B
(

+
(

+
(

+
(

=
6
8
6
12
15
6
3
1
) 5 , 0 ( B
(

=
30
15
) 5 , 0 ( B

b)
(
(
(
(

(
(
(
(



=
3
2
1
0
2 3
0 0 0 1
0 0 3 3
0 3 6 3
1 3 3 1
] 1 [ ) (
P
P
P
P
t t t t P
saat t =
(
(
(
(

(
(
(
(



=
3
2
1
0
0 0 0 1
0 0 3 3
0 3 6 3
1 3 3 1
] 1
2
1
4
1
8
1
[ ) 5 , 0 (
P
P
P
P
P
(
(
(
(

=
3
2
1
0
]
8
1
8
3
8
3
8
1
[ ) 5 , 0 (
P
P
P
P
P
3 2 1 0
. 8 / 1 . 8 / 3 . 8 / 3 . 8 / 1 ) 5 , 0 ( P P P P P + + + =
(

+
(

+
(

+
(

=
48
64
8
1
16
32
8
3
40
16
8
3
24
8
8
1
) 5 , 0 ( P

(

+
(

+
(

+
(

=
6
8
6
12
15
6
3
1
) 5 , 0 ( P
(

=
30
15
) 5 , 0 ( P

3. Fractal
Fraktal adalah benda geometris yang kasar pada segala skala, dan terlihat dapat
"dibagi-bagi" dengan cara yang radikal. Beberapa fraktal bisa dipecah menjadi beberapa
bagian yang semuanya mirip dengan fraktal aslinya. Fraktal dikatakan memiliki detil yang
tak hingga dan dapat memiliki struktur serupa diri pada tingkat perbesaran yang berbeda.
Pada banyak kasus, sebuah fraktal bisa dihasilkan dengan cara mengulang suatu pola,
biasanya dalam proses rekursif atau iteratif. Sebagai contoh adalah ditunjukkan pada
gambar berikut ini :


Gambar : Model Fractal Bunga Salju

Pada processing telah disediakan contoh program fraktal, anda dapat melihat
dengan memilih menu File Example Topic Fractal and L-Elements.