P. 1
RKS 2008-2012

RKS 2008-2012

|Views: 7,961|Likes:
Dipublikasikan oleh hadikomara purkoni

More info:

Published by: hadikomara purkoni on Aug 09, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

RENCANA KERJA SEKOLAH (RKS) SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA TAHUN 2008-2012

A. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional merupakan pencerahan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Berbagai paradigma baru menyangkut guru, proses pembelajaran dan elemen-elemen penting dalam pendidikan dimuat dalam undang-undang tersebut. Dalam Pasal 3 Undang-undang No. 20 Tahun 2003 itu dijelaskan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mewujudkan tujuan yang kompleks tersebut, Pemerintah menetapkan standar nasional pendidikan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Dalam peraturan pemerintah ini dijelaskan bahwa Standar Nasional Pendidikan meliputi: 1) standar isi, 2) standar kompetensi lulusan, 3) standar proses 4) standar pendidik dan tenaga kependidikan, 5) standar sarana dan prasarana, 6) standar pengelolaan, 7) standar pembiayaan, dan 8) standar penilaian pendidikan. Melalui Standar Nasinal Pendidikan, sekolah dapat “berkaca diri” sejauh mana setiap standar pendidikan dicapainya. SMA Negeri 1 Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi . Lokasi SMA Negeri 1 Warungkiara terletak pada lintasan Jalan Palabuhanratu. Kondisi geografis yang demikian merupakan “tantangan” bagi warga sekolah untuk mengantisipasi berbagai pengaruh negatif yang datang dari luar sekolah. Pengaruh negatif ini sangat rentan mengingat Kecamatan Warungkiara merupakan perlintasan lalu lintas Daerah Wisata palabuhanratu. Warga masyarakat, termasuk orang tua siswa mayoritas berprofesi sebagai petani. Ada beberapa sektor pertanian yang diunggulkan oleh masyarakat, yaitu sawah, karet, dll. Dari segi keadaan ekonomi masyarakat, warga masyarakat Warungkiara jika dirata-ratakan dikategorikan kelas menengah. Dukungan pemerintah, baik pusat maupun daerah, terhadap penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Warungkiara cukup baik. Pemerintah pusat melalui dana dekonstrasi Propinsi Jawa Barat cukup banyak membantu penyelenggaraan pendidikan. Pada dua tahun terakhir, jenis bantuan yang telah diterima oleh SMA Negeri 1 Warungkiara adalah Revitalisasi perpustakaan, Bantuan Peralatan TIK, beasiswa BKM, dan blogrant Sekolah Standar Nasional (SSN). Begitu juga dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi. Pemerintah Daerah komit dengan menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan di Kabupaten Sukabumi. Dengan komitmen tersebut, SMA
Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara Page 1

Negeri 1 Warungkiara diharapkan dapat terus memacu mutu pendidikan untuk meraih cita-cita, yaitu menjadi Sekolah Nasional Bertaraf Internasional (SNBI). B. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI Suatu lembaga dinilai mempunyai kinerja yang baik jika lembaga tersebut menghasilkan keluaran yang ditargetkan berupa barang atau jasa yang bermutu secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Untuk mencapai kinerja seperti ini banyak faktor yang berpengaruh yang perlu diperhatikan. Faktor-faktor tersebut pada prinsipnya dapat dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu faktor internal yang berasal dari dalam Sekolah itu sendiri, dan faktor eksternal yang berasal dari luar Sekolah. Dengan menganalisis dan mengevaluasi berbagai faktor internal dan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kinerja suatu Sekolah, diharapkan Sekolah dapat mengetahui kapasitas kemampuannya saat ini, dan menentukan strategi untuk meningkatkan kinerjanya di masa yang akan datang. Pada prinsipnya hal-hal yang termaksud ke dalam faktor internal yang mempengaruhi kinerja Sekolah adalah hal-hal yang berkaitan dengan kekuatan (strength) dan kelemahan (weaknesses). Sedangkan, hal-hal yang termasuk dalam faktor eksternal adalah yang berkaitan dengan peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang dapat mempengaruhi kinerja Sekolah tersebut. Dengan menganalisis kekuatan (strength) dan kelemahan (weaknesses) yang di ada, serta peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang harus di hadapi, maka Sekolah Aliyah Negeri 3 Malang menentukan strategi agar dapat mampu mengembangkan dan meningkatkan kualitasnya secara optimal. Dalam sistem pendidikan dasar dan menengah, acuan untuk melihat halhal yang menjadi kondisi internal didasarkan pada delapan (8) standar nasional pendidikan yang sekaligus merupakan acuan dalam melakukan evaluasi diri. Sedangkan kondisi eksternal didasarkan pada kondisi yang ada diluar lembaga yang berupa peluang dan tantangan, termasuk tuntutan pemangku kepentingan (stackholder) yang terkait dengan pendidikan dasar dan menengah. Kedelapan standar nasional pendidikan tersebut adalah : 1. Standar Isi 2. Standar Proses 3. Standar Kelulusan 4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 5. Standar Sarana dan Prasarana 6. Standar Pengelolaan 7. Standar Pembiayaan 8. Standar Penilaian

ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN SMAN 1 WARUNGKIARA SAAT INI
1. Faktor Internal

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara

Page 2

No. 1.

Komponen Kekuatan Standar Isi •

Kondisi Saat Ini Kelemahan • Kerangka dasar kurikulum masih menggunakan standar minimal dari BSNP (belum ada peningkatan/pengembangan) KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) masing-masing mata pelajaran belum semuanya sesuai dengan standart BSNP (beberapa masih di bawah nilai 70) Rata-Rata Beban mengajar guru belum semuanya sesuai dengan BSNP (24 jam) Program responsi untuk materi agama dan jurusan, belum mempunyai panduan Belum ditemukan sistem (model) pembelajaran yang cocok untuk sistem fullday school (> jam 14.00) Dalam penyusunan jadwal pelajaran masih belum mengikut sertakan rumpun mata pelajaran Jadwal pelajaran masih sering dilakukan perubahan ketika proses pembelajaran sudah berjalan Adanya komitmen SMA Negeri 1 Warungkiara untuk melaksanakan kurikulum berdasarkan standar BSNP Beban belajar siswa sudah sesuai dengan standar BSNP. Untuk meningkatkan mutu lulusan yang didasarkan atas UN, siswa diberi tambahan pengayaan belajar mulai dari kelas X sampai kelas XII. Adanya muatan lokal yang berupa pengembangan Bahasa Sunda, PLH dan Pendidikan Akhlak Pengembangan diri diberikan dalam bentuk Bimbingan Konseling, klub mata pelajaran, klub pengembangan keterampilan (teater, pramuka, English Club, Japanese Club, PMR, KIR, Olaharaga, Kesenian, keagamaan, dll) Kalender pendidikan di SMA Negeri 1 Warungkiara mengacu kepada kalender Pendidikan Nasional

2.

Standar Proses


Perangkat Pembelajaran masing-masing mata pelajaran sudah lengkap Mengadakan workshop setiap awal tahun ajaran untuk pengembangan perangkat pembelajaran (silabus, RPP, dan Sistem Penilaian). Fasilitas pembelajaran sudah cukup memadai (buku, ruang kelas, multimedia,

• • •

Instrumen Penilaian masih belum lengkap Media pembelajaran masih belum lengkap Belum semua siswa dapat mengembangkan diri sesuai dengan bakat dan minatnya Dimungkinkan masih ada guru yang belum menggunakan strategi pembelajaran yang bervariasi. Masih ada guru yang belum memiliki kompetensi dibidang

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara

Page 3

perpustakaan, dll) Pemanfaatan sumber belajar bervariasi dan meningkat Guru telah mengalokasikan waktu sesuai dengan prosem Program remidi dan pengayaan sudah terlaksana pada semua mata pelajaran. Pengembangan muatan local (ICT) sudah berjalan dengan baik Pemanfaatan ICT dalam melaporkan hasil belajar siswa Laporan hasil belajar siswa sudah bisa diakses lewat internet Aturan pengawasan KBM sudah ada KBM sudah relative menyenangkan Pelaksanaan KBM pada hampir semua mata pelajaran UN sudah dilaksanakan secara team teaching

ICT


Masih ada guru yang belum menginternalisasikan life skill secara universal dalam KBM Kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran yang tersedia oleh guru Belum ada program akselerasi mata pelajaran Belum optimalnya pelaksanaan program pengembangan diri (termasuk perekrutan Pembina) Sekolah belum mempunyai standar proses belajar mengajar Belum optimalnya peran komite dalam pengembangan standar proses pembelajaran Dimungkinkan pelaksanaan penilaian berbasis kelas belum optimal Pelaksanaan laporan hasil belajar siswa setiap dua bulan sekali belum terlaksana secara optimal (belum tepat waktu) Pengelolaan laporan hasil belajar siswa belum optimal Pelaksanaan aturan pengawasan KBM belum optimal Sosialisasi tentang aturan pengawasan KBM kepada siswa kurang optimal Pengisian jurnal KBM di kelas belum optimal Belum memiliki standar mutu lulusan yang kompetitif di Kabupaten Belum mempunyai standar mutu lulusan yang berstandar internasional Belum mempunyai program untuk mencetak lulusan yang ahli dibidangnya dan mampu bersaing di era global Kompetensi lulusan yang siap melanjutkan ke PTN masih



• •

• •

• 3. Standar Lulusan Kompetensi • SKL materi Ujian Sekolah (US) di buat bersama-sama team guru mata pelajaran (MGMP) kabupaten Sukabumi. Soal US dibuat oleh team guru mata pelajaran bersama dengan KKM. Upaya meningkatkan kualitas lulusan di setiap tahun

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara

Page 4

Upaya mewujudkan lulusan yang kompetitif di tingkat nasional Lulusan SMA Negeri 1 Warungkiara sudah banyak diterima di PTN/PTS. Adanya organisasi ikatan alumni

rendah


Ada indikasi life skill siswa masih rendah Belum semua lulusan memiliki akhlak mulia sesuai ajaran Islam Indentifikasi profil masih belum optimal alumni

• •

4.

Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Rasio jumlah guru dan mata pelajaran sudah sesuai (sebanding) Kualifikasi tenaga pendidik sudah sesuai dengan tuntutan BSNP (minimal S1) Semua guru menentukan pembelajaran dibimbing telah tujuan yang

• •

Daya saing lulusan SMA Negeri 1 Warungkiara masih kurang Jumlah guru GTT masih cukup banyak Masih sedikit guru yang memiliki karya pengembangan profesi. Masih sedikit guru yang berprestasi dibidang akademik maupun non akademik Belum ada program beasiswa guru yang melanjutkan jenjang S-2 dari lembaga Ada indikasi bahwa belum semua tenaga pendidik melakukan identifikasi potensi peserta didik (kemampuan dan kesulitan dalam mata pelajaran yang dibimbing) Belum semua guru memahami teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang terkait dengan mata pelajaran yang dibimbing Belum semua guru menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam matapelajaran yang dibimbing Belum semua guru mampu memilih materi pembelajaran sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik

Semua guru telah menghargai peserta didik tanpa membedakan suku, adat, daerah asal, dan gender Guru dapat berkomunikasi secara santun dengan teman sejawat, orang tua, dan siswa Beberapa guru sudah menyelesaikan pendidikan tingkat master (S2). Beberapa guru sudah mengisi pelatihan di tingkat sekolah, kota, propinsi, dan nasional.

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara

Page 5

Belum semua guru mampu menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di kelas, di laboratorium, maupun di luar kelas Belum semua guru mampu mengembangkan instrumen penilaian, evaluasi proses dan hasil belajar Belum semua guru mampu melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan Ada indikasi bahwa perilaku kepala Sekolah, guru, dan karyawan belum dapat dapat diteladani secara menyeluruh oleh pesereta didik dan anggota masyarakat di sekitarnya Ada indikasi bahwa kepala Sekolah, guru, dan karyawan belum menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab yang baik. Belum semua tenaga pendidik mengikutkan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam program pembelajaran dan dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik Belum semua guru menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang dibimbing Belum semua tenaga pendidik mampu mengembangkan materi pembelajaran yang dibimbing secara kreatif Ada indikasi bahwa kepala Sekolah, guru, dan karyawan belum dapat melakukan refleksi terhadap kinerja diri secara jujur dan berkesinambungan

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara

Page 6

Belum semua tenaga pendidik dapat melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam mata pelajaran yang dibimbing Belum adanya uji kompetensi guru. Rasa kekeluargaan di lingkungan civitas akademika masih kurang kompak. Belum adanya indikator yang jelas untuk mengukur tingkat keberhasilan guru . Ada indikasi bahwa kepala Sekolah, guru, dan karyawan kurang memiliki rasa empati (kepekaan dan kepedulian) yang mendalam kepada siswa. Ada indikasi bahwa dedikasi kepala Sekolah, guru dan karyawan dalam melaksanakan tugas masih belum optimal. Ada indikasi bahwa kepekaan kepala Sekolah terhadap aspirasi guru, karyawan dan siswa masih belum optimal. Kurangnya komitmen kepala Sekolah dan guru dalam mengaplikasikan hasil pelatihan atau work shop. Rekruitmen guru dan pegawai yang masih belum melalui prosedur profesionalisme kelembagaan. Belum adanya panduan program pada masing-masing rumpun mata pelajaran. Penyusunan dan supervisi program Sekolah belum optimal Belum optimalnya perawatan dan pengamanan terhadap fasilitas Sekolah terutama

• •

5

Standar Sarana dan Prasarana

Sekolah mempunyai fasilitas yang bagus terhadap pengembagan

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara

Page 7

pengetahuan ICT • Sarana kelas, perpustakaan, laboratorium, sanitasi, dan ICT sudah cukup memadai. Lokasi yang cukup startegis untuk menjadikan sekolah yang unggul dan diminati oleh masyarakat. Pemeliharaan fasilitas bangunan secara rutin •

alat-alat pembelajaran.

elektronik

Ada indikasi belum adanya perencanaan yang matang terhadap pengadaan sarana dan prasarana Sekolah Belum tertibnya administrasi fasilitas yang dimiliki Sekolah Belum tertibnya penempatan barang-barang inventaris Sekolah Belum optimalnya fungsi komite dalam pengadaan dan pengembangan sarana Sekolah. Pelaksanaan KTSP masih belum berjalan secara optimal Belum ditemukan sistem (model) pembelajaran yang cocok untuk sistem fullday school (> jam 14.00) Pelaksanaan remidi belum tersusun dengan baik. Strategi Pembelajaran yang dilakukan guru belum semua mengacu pada pembelajaran PAKEM. Belum ada aturan yang jelas terhadap penilaian kinerja guru setiap tahun sekali (DP3) oleh kepala Sekolah Pengelolaan pada kesiswaan perlu di optimalkan. Kedisiplinan input nilai oleh guru masih perlu dioptimalkan Belum adanya sistem penerimaan guru dan karyawan yang baik melalui prosedur profesional kelembagaan. Belum adanya program pengembangan guru secara berencana dan

• •

6.

Standar Pengelolaan

Sekolah telah memiliki KTSP. Untuk kepentingan bahan ajar, disamping menggunakan LKS dan buku paket yang tersedia di perpustakaan, juga banyak guru yang sudah memanfaatkan edukasinet dari JARDIKNAS ( lewat ICT ). Adanya Team teaching pada mata pelajaran UN. Penggunaan media pembelajaran (laboratorium,LCD, dan internet ) dalam PBM Setiap awal tahun ajaran baru, sekolah mengadakan penyegaran lewat workshop pengembangan pembelajaran. Kalender akademik SMA Negeri 1 Warungkiara sudah menunjukkan seluruh aktivitas KBM beserta evaluasinya. Penempatan SDM sudah

• •


• • •

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara

Page 8

sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. • Penyebaran informasi timbal balik dari dan ke Sekolah sudah cukup bagus antara lain lewat situs internet. Pembagian tugas diantara pendidik sebagian besar sudah merata meskipun masih perlu terus ditingkatkan dan dievaluasi. Sudah adanya tata tertib yang baik bagi siswa, guru, dan karyawan Rapat koordinasi guru, staf, dan karyawan sudah berjalan dengan baik. Pengadaan, penggunaan, dan persediaan bahan habis pakai sudah bagus. Adanya dukungan sekolah terhadap acara pelatihan guru, baik yang ada di SMA Negeri 1 Warungkiara maupun diluar Sekolah

berkesinambungan

Belum semua mata pelajaran mempunyai program MGMP yang melakukan kegiatan secara reguler Masih kurang tertibnya administrasi kegiatan penunjang profesi pendidik dalam rangka mendukung proses sertifikasi. Belum ada aturan tentang sertifikat penghargaan bagi siswa, guru, dan karyawan pada setiap kegiatan lomba atau kejuaraan. Pemeliharaan fasilitas Sekolah masih belum optimal. Belum ada tempat penyimpanan dan sistem peminjaman alat-alat inventaris Sekolah secara terpusat dan tertib Belum ada pendataan ulang secara reguler terhadap sarana Sekolah (bisa lewat wali kelas atau penanggung jawab ruang ). Perlunya pengadaan laboratorium matematika dan IPS Belum meratanya yang ada dikelas asrama. fasilitas dan di

• •

Belum ada sistem dan panduan yang jelas pada system penganggaran semua program Sekolah Perlu ada peninjauan ulang pada insentif guru akselerasi dan guru team teaching. Gaji guru GTT dan PTT belum memenuhi standar UKM. Belum ada ketua program akselerasi.

• •

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara

Page 9

Lembaga Litbang belum terbentuk dan berperan secara optimal Masih perlunnya sosialisasi dan evaluasi yang optimal dari peraturan akademik yang ada. Belum adanya tata tertib pendidik,tenaga kependidikan serta penggunaan sarana dan prasarana. Belum adanya kode etik hubungan antara sesama warga didalam lingkungan Sekolah dan hubungan antara warga Sekolah dengan masyarakat. Biaya operasional Sekolah masih belum tersosialisasi secara baik Rencana tahunan Sekolah belum terkomunikasikan secara transparan kepada guru dan karyawan. Guru dan karyawan belum dilibatkan dalam penyusunan program Sekolah. Sosialisasi optimal. KTSP belum

• •

Program konsultasi Sekolah dengan orang tua/wali peserta didik belum terjadwal setiap tahun. Belum ada program rapat Sekolah dengan komite Sekolah secara reguler dan terjadwal. Akuntabilitas dan kinerja satuan pendidikan belum teridentifikasi setiap tahun. Peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan belum terprogram secara baik. Pelaksanaan dari keputusankeputusan rapat yang ada

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara

Page 10

belum berjalan dengan baik. • • Istrumen penjamin Sekolah belum ada mutu

Sistem pengawasan, pemantauan, supervisi, evaluasi dan pelaporan belum optimal. Belum ada buku panduan yang jelas dari masing-masing staf kepala bidang kurikulum, kesiswaan, humas, keagamaan, sarana dan prasarana, administrasi, litbang, dan keuangan,. Kebijakan yang masih belum mencerminkan bottom-up process (masukan dari bawah) Kondisi biaya investasi belum tersosialisasikan dengan baik Kondisi biaya operasional setiap bulan belum tersosialisasikan dengan baik Dukungan komite Sekolah terhadap biaya penyelenggaraan pendidikan di Sekolah selama kurun 3 tahun terakhir belum optimal Sekolah belum memiliki sistem dan prosedur penilaian baku meliputi tehnik, jenis dan bentuk penilaian sesuai dengan standar penilaian pendidik. KKM masih belum sesuai dengan standar yang ada. Monitoring dan evaluasi dari kepala dan wakil kepala belum optimal Komite Sekolah belum terlibat secara optimal dalam mengontrol pelaksanaan standar penilaian pendidikan. Penanganan dan pembinaan guru dan karyawan yang disinyalir bermasalah belum berjalan dengan baik.

7.

Standar Pembiayaan

Adanya subsidi guru bagi siswa yang tak mampu melalui dana peduli siswa Dana kontrak prestasi yang sangat membantu dalam proses pengembangan keterampilan guru

• •

8.

Standar Penilaian


Pemberlakuan raport berkala setiap 6 bulan. Adanya Sistem penilaian yang terpadu dan berkesinambungan Try-out mata pelajaran UN bersama, bekerjasama dengan Diknas kabupaten Sukabumi maupun Depag propinsi Jawa Barat Pelaksanaan sistem remidi dan pengayaan oleh masing-masing guru mata pelajaran

• •

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara

Page 11

2. Faktor Eksternal
a. Peluang 1) Adanya ruang gerak yang terbuka bagi lembaga pendidikan untuk mengembangkan diri secara maksimal 2) Dukungan Dinas Pendidikan baik berupa kebijakan maupun finansial yang semakin baik 3) Apresiasi masyarakat terhadap Sekolah semakin meningkat 4) Terbuka kesempatan lulusan Sekolah melanjutkan baik ke perguruan tinggi bergengsi baik di dalam maupun di luar negeri b. Ancaman 1) Bermunculan sekolah unggul sebagai competitor 2) Lingkungan di luar sekolah yang kurang edukatif 3) Kebijakan publik yang belum menempatkan pendidikan sebagai prioritas dalam pembangunan 4) SMA Negeri 1 Warungkiara belum menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat 5) Inkonsistensi kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan

C. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN MASA DATANG ( 4 TAHUN KE DEPAN)
No 1 Komponen Standar Isi Kondisi Saat Ini Dokumen KTSP ada, pengesahan Dinas Pendidikan Propinsi sudah diajukan Struktur dan muatan KTSP disusun sesuai petunjuk BSNP Terbentuk Tim Pengembang Kurikulum Belum sepenuhnya dilaksanakan identifikasi SI,SKL,SK,KD sebagai acuan dalam menjabarkan menjadi indikator, Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Bahan Penilaian, dan Bahan/Media/ Alat Pembelajaran Silabus dikembangkan dengan memanfaatkan contoh silabus yang dikembangkan oleh Pusat sebagai referensi dalam penyusunan pengembanan silabus 2 Standar Proses Belum semua guru memiliki Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dikembangkan oleh setiap guru Pelaksanaan pembelajaran belum Kondisi Yang Diharapkan (4 Tahun Yang Akan Datang Dokumen KTSP disahkan oleh Dinas Pendidikan Propinsi sudah diajukan Struktur dan muatan KTSP disusun sesuai petunjuk BSNP Memberdayakan Tim Pengembang Kurikulum dalam penyusunan KTSP Seluruh guru melakukan identifikasi SI,SKL,SK,KD sebagai acuan dalam menjabarkan menjadi indikator, Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Bahan Penilaian, dan Bahan/Media/ Alat Pembelajaran Silabus dikembangkan sendiri oleh guru

Semua memiliki Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dikembangkan oleh setiap guru Pelaksanaan pembelajaran sepenuhnya

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara

Page 12

sepenuhnya menerapkan pendekatan tatap muka, kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstuktur Guru belum menyediakan jadwal untuk konsultasi mata pelajaran Guru belum maksimal memanfaatkan laboratorium untuk kegiatan di luar jadwal rutin Perpustakaan belum dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan pembelajaran Guru belum sepenuhnya menerapkan pembelajaran berbasis TIK Supervisi kelas telah dilaksanakan

menerapkan pendekatan tatap muka, kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstuktur Guru menyediakan jadwal untuk konsultasi mata pelajaran Guru memanfaatkan laboratorium untuk kegiatan di luar jadwal rutin Perpustakaan dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan pembelajaran Guru sepenuhnya menerapkan pembelajaran berbasis TIK Supervisi kelas dilaksanakan secara terencana dan hasil supervise digunakan untuk perbaikan pembelajaran Rata-rata KKM < 75 Kelulusan Ujian Nasional 100% Siswa melanjutkan ke Perguruan Tinggi minimal 75% 100% guru memiliki kualifikasi akademik minimum S1/A4 100% guru mengajar sesuai latar belakang pendidikan tinggi 100% guru memiliki sertifikat pendidik 75% guru mampu berbahasa Inggris pasif 100% guru dapat mengoperasikan komputer 90% tenaga kependidikan tamatan SLTA 100% tenaga kependidikan mampu mengoperasikan komputer Jumlah minimum ruang kelas sama dengan jumlah rombongan belajar

3

Standar Kompetensi Lulusan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Rata-rata KKM < 70 Kelulusan Ujian Nasional 91% Siswa melanjutkan ke Perguruan Tinggi 10% 94% guru memiliki kualifikasi akademik minimum S1/A4 86% guru mengajar sesuai latar belakang pendidikan tinggi 2% guru memiliki sertifikat pendidik 15% guru mampu berbahasa Inggris pasif 92% guru dapat mengoperasikan komputer 66% tenaga kependidikan tamatan SLTA 75% tenaga kependidikan mampu mengoperasikan komputer

4

5

Standar Sarana dan Prasarana

Jumlah minimum ruang kelas belum sama dengan jumlah rombongan belajar (ruang kelas yang ada 14, rombongan belajar 15) Kapasitas ruang kelas rata-rata 40 orang siswa Memiliki 2 laboratorium (Fisika, Komputer) Memiliki 2 unit notebook Memiliki 1 unit LCD Projector Memiliki 5 unit WC Belum memiliki sarana perpustakaan yang lengkap Belum memiliki ruang BK yang refresentatif 3 ruang belajar perlu direhabilitasi ringan untuk kelayakan pembelajaran

Kapasitas ruang kelas rata-rata 32 orang siswa Memiliki 5 laboratorium (Biologi, Kimia, Fisika, Komputer dan Bahasa) Memiliki 15 unit notebook Memiliki 15 unit LCD Projector Memiliki 7 unit WC Memiliki sarana perpustakaan yang lengkap Memiliki ruang BK yang refresentatif Ruang belajar yang tidak layak pakai Direhabilitasi ringan

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara

Page 13

Tempat Wudu Mesjid belum refresentatif 6 Standar pengelolaan Sekolah belum sepenuhnya melakukan pembinaan prestasi unggulan Sekolah belum memiliki fasilitas yang memadai untuk kegiatan ekstrakurikuler Sekolah belum mampu menjalin kemitraan dengan lembaga lain yang relevan berkaitan dengan input, proses, output Supervisi pengelolaan akademik belum dilaksanakan secara teratur dan berkelanjutan Sekolah belum memiliki laporan pelaksanaan teknis dari tenaga kependidikan kepada Kepala Sekolah Sekolah belum mengelola sistem informasi manajemen yang memadai 7 Standar Pembiayaan Iuran Komite Sekolah Rp. 70.000,perbulan Sekolah belum optimal menjalin kerja sama dengan onator dalam penggalian dana 8 Standar Penilaian Belum semua mata pelajaran tersedia bahan ujian berupa kumpulan soal ujian Kemampuan guru menyusun butir soal penilaian belum baik

Memiliki tempat wudhu yang refresentatif Sekolah melakukan pembinaan prestasi unggulan Sekolah memiliki fasilitas yang memadai untuk kegiatan ekstrakurikuler Sekolah mampu menjalin kemitraan dengan lembaga lain yang relevan berkaitan dengan input, proses, output Supervisi pengelolaan akademik dilaksanakan secara teratur dan berkelanjutan Sekolah memiliki laporan pelaksanaan teknis dari tenaga kependidikan kepada Kepala Sekolah Sekolah mengelola sistem informasi manajemen yang memadai Iuran Komite Sekolah Rp.100.000,perbulan Sekolah menjalin kerja sama dengan donator dalam penggalian dana

Semua mata pelajaran tersedia bahan ujian berupa kumpulan soal uian Seluruh guru mampu menyusun butir soal dengan baik

D. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI) ANTARA 4 TAHUN KE DEPAN DENGAN KONDISI NYATA PENDIDIKAN SAAT INI:

No 1

Komponen Standar Isi

Kondisi Saat Ini Dokumen KTSP ada, pengesahan Dinas Pendidikan Propinsi sudah diajukan (75%)

Kondisi Yang Diharapkan (4 Tahun Yang Akan Datang) Dokumen KTSP disahkan oleh Dinas Pendidikan Propinsi sudah diajukan terus dilakukan

Besarnya Tantangan Nyata 25%

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara

Page 14

perubahan sesuai Terbentuk Tim Pengembang Kurikulum (50%) Belum sepenuhnya dilaksanakan identifikasi SI,SKL,SK,KD sebagai acuan dalam menjabarkan menjadi indikator, Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Bahan Penilaian, dan Bahan/Media/ Alat Pembelajaran (50%) Silabus dikembangkan dengan memanfaatkan contoh silabus yang dikembangkan oleh Pusat sebagai referensi dalam penyusunan pengembanan silabus (75%) 2 Standar Proses Belum semua guru memiliki Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dikembangkan oleh setiap guru (60%) Pelaksanaan pembelajaran belum sepenuhnya menerapkan pendekatan tatap muka, kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstuktur (50%) Guru belum menyediakan jadwal untuk konsultasi mata pelajaran (10%) Guru belum maksimal memanfaatkan laboratorium untuk kegiatan di luar jadwal rutin (40%) Perpustakaan belum dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan pembelajaran (40%) Guru belum sepenuhnya menerapkan pembelajaran berbasis TIK (20%) Supervisi kelas telah dilaksanakan (75%) tuntutan peserta didik (100%) Memberdayakan Tim Pengembang Kurikulum dalam penyusunan KTSP (100%) Seluruh guru melakukan identifikasi SI,SKL,SK,KD sebagai acuan dalam menjabarkan menjadi indikator, Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Bahan Penilaian, dan Bahan/Media/ Alat Pembelajaran (100%) Silabus dikembangkan sendiri oleh guru (100%) 50%

50%

50%

Semua memiliki Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dikembangkan oleh setiap guru (100%) Pelaksanaan pembelajaran sepenuhnya menerapkan pendekatan tatap muka, kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstuktur (100%) Guru menyediakan jadwal untuk konsultasi mata pelajaran (100%) Guru memanfaatkan laboratorium untuk kegiatan di luar jadwal rutin (100%) Perpustakaan dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan pembelajaran (100%) Guru sepenuhnya menerapkan pembelajaran berbasis TIK (100%) Supervisi kelas dilaksanakan secara terencana dan hasil supervise digunakan untuk perbaikan pembelajaran (100%) Rata-rata KKM < 75 Kelulusan Ujian Nasional 100% Siswa melanjutkan ke

40%

50%

90%

60%

60%

80%

25%

3

Standar Kompetensi Lulusan

Rata-rata KKM < 70 Kelulusan Ujian Nasional 91% Siswa melanjutkan ke

8% 9% 55%

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara

Page 15

Perguruan Tinggi 20% 4 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 94% guru memiliki kualifikasi akademik minimum S1/A4 86% guru mengajar sesuai latar belakang pendidikan tinggi 2% guru memiliki sertifikat pendidik 15% guru mampu berbahasa Inggris pasif 92% guru dapat mengoperasikan komputer 66% tenaga kependidikan tamatan SLTA 75% tenaga kependidikan mampu mengoperasikan komputer 5 Standar Sarana dan Prasarana Jumlah minimum ruang kelas belum sama dengan jumlah rombongan belajar (ruang kelas yang ada 14, rombongan belajar 15) Kapasitas ruang kelas ratarata 40 orang siswa (0%) Memiliki 2 laboratorium (Fisika, Komputer) Memiliki 2 unit notebook Memiliki 1 unit LCD Projector Memiliki 5 unit WC Belum memiliki sarana perpustakaan yang lengkap (75%) Belum memiliki ruang BK yang refresentatif (30%) 3 ruang belajar perlu direhabilitasi ringan untuk kelayakan pembelajaran (50%) Tempat Wudu Mesjid belum refresentatif 6 Standar pengelolaan Sekolah belum sepenuhnya melakukan pembinaan prestasi unggulan (25%) Sekolah belum memiliki fasilitas yang memadai untuk kegiatan ekstrakurikuler (25%) Sekolah belum mampu menjalin kemitraan dengan lembaga lain yang relevan berkaitan dengan input,

Perguruan Tinggi minimal 75% 100% guru memiliki kualifikasi akademik minimum S1/A4 100% guru mengajar sesuai latar belakang pendidikan tinggi 100% guru memiliki sertifikat pendidik 75% guru mampu berbahasa Inggris pasif 100% guru dapat mengoperasikan komputer 90% tenaga kependidikan tamatan SLTA 100% tenaga kependidikan mampu mengoperasikan komputer Jumlah minimum ruang kelas sama dengan jumlah rombongan belajar 7% 6%

14%

98% 50% 8% 36% 25%

Kapasitas ruang kelas ratarata 32 orang siswa (100%) Memiliki 5 laboratorium (Biologi, Kimia, Fisika, Komputer dan Bahasa) Memiliki 15 unit notebook Memiliki 15 unit LCD Projector Memiliki 7 unit WC Memiliki sarana perpustakaan yang lengkap (100%) Memiliki ruang BK yang refresentatif (100%) Ruang belajar yang tidak layak pakai direhabilitasi ringan (100%) Memiliki tempat wudhu yang refresentatif Sekolah melakukan pembinaan prestasi Unggulan (100%) Sekolah memiliki fasilitas yang memadai untuk kegiatan ekstrakurikuler (100%) Sekolah mampu menjalin kemitraan dengan lembaga lain yang relevan berkaitan dengan input, proses, output

100% 40%

87% 93% 29% 25%

70% 50%

100% 75%

50%

60%

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara

Page 16

proses, output (40%) Supervisi pengelolaan akademik belum dilaksanakan secara teratur dan berkelanjutan (75%) Sekolah belum memiliki laporan pelaksanaan teknis dari tenaga kependidikan kepada Kepala Sekolah Sekolah belum mengelola sistem informasi manajemen yang memadai (25%) 7 Standar Pembiayaan Iuran Komite Sekolah Rp. 70.000,- perbulan Sekolah belum optimal menjalin kerja sama dengan donator dalam penggalian dana (10%) 8 Standar Penilaian Belum semua mata pelajaran tersedia bahan ujian berupa kumpulan soal ujian (40%) Kemampuan guru menyusun butir soal penilaian belum baik (40%)

(100%) Supervisi pengelolaan akademik dilaksanakan secara teratur dan berkelanjutan (100%) Sekolah memiliki laporan pelaksanaan teknis dari tenaga kependidikan kepada Kepala Sekolah Sekolah mengelola sistem informasi manajemen yang memadai (100%) Iuran Komite Sekolah Rp.100.000,- perbulan Sekolah menjalin kerja sama dengan donator dalam penggalian dana (100%)

25%

100%

75%

30% 90%

Semua mata pelajaran tersedia bahan ujian berupa kumpulan soal uian (100%) Seluruh guru mampu menyusun butir soal dengan baik (100%)

60%

60%

E. Visi SMA Negeri 1 Warungkiara PUJAAN : Profesionalisme Pelayanan, Unggul Prestasi, jembatan Masa Depan, Akhlakul Karimah, Asri Lingkungan dan Nyaman Suasana F. Misi SMA Negeri 1 Warungkiara

1) Mewujudkan lingkungan pendidikan yang kondusif, penuh kreatifitas, kerjasama dan dinamika dengan penonjolan prestasi tinggi. 2) Memberikan transformasi ilmu pengetahuan, kecakapan hidup, dan budi pekerti yang didasari oleh kekuatan keimanan dan ketakwaan. 3) Membimbing, melatih, mengajar dan mendidik guna menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan ketika terjun ke masyarakat. 4) Mempersiapkan dan meningkatkan prestasi belajar siswa serta jumlah dan mutu lulusan.
G. Tujuan Sekolah

1) Menciptakan

SMA Negeri 1 Warungkiara sebagai salah satu SMA yang
Page 17

memiliki kemandirian dalam pengembangan dan pengelolaan dengan
Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara

berpola pada Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) 2) Mewujudkan SMA Negeri 1 Warungkiara sebagai SMA yang menjadi tujuan pendidikan bagi lulusan SMP dilingkungan Kabupaten Sukabumi. 3) Mewujudkan jumlah lulusan yang berkualitas sehinggga prosentase yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri semakin besar. 4) Menciptakan lulusan yang memiliki keterampilan khusus yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat di kemudian hari. 5) Menciptakan peserta didik yang menghargai dan mampu mengembangkan daya nalar melalui penelitian dan menulis. 6) Mengembangkan SMA Negeri 1 Warungkiara sebagai Green School sehingga menjadi arbiratul alam yang bermanfaat bagi lingkungan. 7) Mewujudkan SMA Negeri 1 Warungkiara sebagai lingkungan pendidikan yang menjadi PUJAAN bagi semua. H. Program Strategis 1. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, meliputi: 1.1 Pengembangan Pemetaan SK/KD 1.2 Pengembangan Silabus 1.3 Pengembangan RPP 1.4 Pengembangan Sistem Penilaian 1.5 Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal 1.6 Pengembangan Kegiatan Pengembangan Diri 2. Pengembangan Proses Pembelajaran, meliputi: 2.1 Metodologi 2.2 Sistem Penilaian 2.3 Remedial/Pengayaan 2.4 Pemanfaatan Laboratorium 3. Peningkatan Tingkat Kelulusan Siswa 4. Pengembangan Kemampuan Guru, meliputi: 4.1 Pengembangan Kemampuan pedagogic 4.2 Pengembangan Kemampuan Teknologi Informasi 5. Pembinaan Olimpiade Sains 6. Pembinaan Ekstrakurikuler 7. Pengembangan Sarana dan Prasarana 8. Pengembangan Kerja Sama I. Strategi Pelaksanaan/Pencapaian 1. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan • Pelaksanaan workshop • In House Training • Supervisi Klinis
Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara Page 18

• MGMP Sekolah 2. Pengembangan Proses Pembelajaran • Workshop • Peningkatan kesejahteraan guru • Supervisi Kelas 3. Peningkatan Tingkat Kelulusan Siswa • Menjalin kerja sama dengan Komite Sekolah • Menjalin kerja sama dengan lembaga lain • Supervisi Kelas • Try Out Ujian Nasional • Belajar Tambahan Sore 4. Pengembangan Kemampuan Guru • Workshop • Pelatihan Komputer 5. Pembinaan Olimpiade Sains • Pembentukan Tim Olimpiade Sains • Pelatihan Peserta 6. Pembinaan Ekstrakurikuler • Pembentukan Kelompok Ekstrakurikuler • Pelaksanaan latihan terjadwal • Pelaksanaan uji coba 7. Pengembangan Sarana dan Prasarana • Inventarisasi sarana dan prasarana • Pemenuhan standar minimal sarana dan prasarana • Pemeliharaan sarana dan prasarana 8. Pengembangan Kerja Sama • Kerja sama dengan komite sekolah • Kerja sama dengan lembaga horizontal dan vertical J. Hasil yang Diharapkan 1. Terpenuhinya kurikulum sekolah sesuai SNP pada tahun 2010 tentang: • Pemetaan SK/KD • Silabus seluruh mata pelajaran untuk semua tingkat • RPP seluruh mata pelajaran untuk semua tingkat • Dokumen sistem penilaian seluruh mata pelajaran untuk semua tingkat • SK/KD Kurikulum Muatan Lokal seluruh tingkat • Program pengebangan diri yang mengakomodir bakat/minat siswa 2. Tingkat kelulusan pada meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun, dan pada tahun 2012 kelulusan mencapai 100% 3. Guru profesional dalam melaksanakan tugas, yang ditandai dengan: • Memiliki perencanaan mengajar • Memiliki dokumen penilaian
Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara Page 19

4.
5. 6. 7.

Melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian Melaporkan hasil kegiatan penilaian • Guru terampil mengopresikan komputer dan mengaplikasikannya dalam proses pembelajaran Pada tahun 2012 menjadi finalis pada tingkat Propinsi Berprestasi dalam bidang ekstrakurikuler pada tingkat Kabupaten dan Provinsi Terpenuhi standar minimal sarana dan prasarana pendidikan sesuai SNP pada tahun 2012 Terbentuk kerja sama dengan lembaga horizontal dan vertikal yang dapat meningkatkan mutu pendidikan

• •

K. Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan monitoring dan evaluasi dilaksanakan melalui: 1. Supervisi klinis, dengan langkah-langkah sebagai berikut: • Membuat instrument • Melaksanakan supervise • Menganalisis hasil supervise • Membuat tindak lanjut hasil supervise • Membuat laporan 2. Evaluasi Diri, meliputi • Menyiapkan instrument • Melaksanakan evaluasi diri • Menganalisis hasil evaluasi diri • Menindaklanjuti hasil evaluasi diri Mengetahui/Menyetujui Komite Sekolah Warungkiara, 16 Juli 2008 Kepala Sekolah

Koma Djuandi, S.Pd

Dra. Septi Wirdayati, MMPd NIP 131652438

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara

Page 20

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->