Anda di halaman 1dari 20

RENCANA KERJA SEKOLAH (RKS)

SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA TAHUN 2008-2012

A. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan


Nasional merupakan pencerahan dalam dunia pendidikan di Indonesia. Berbagai
paradigma baru menyangkut guru, proses pembelajaran dan elemen-elemen
penting dalam pendidikan dimuat dalam undang-undang tersebut. Dalam Pasal 3
Undang-undang No. 20 Tahun 2003 itu dijelaskan bahwa Pendidikan Nasional
berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang
demokratis serta bertanggung jawab.
Untuk mewujudkan tujuan yang kompleks tersebut, Pemerintah
menetapkan standar nasional pendidikan yang tertuang dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Dalam
peraturan pemerintah ini dijelaskan bahwa Standar Nasional Pendidikan meliputi:
1) standar isi, 2) standar kompetensi lulusan, 3) standar proses 4) standar
pendidik dan tenaga kependidikan, 5) standar sarana dan prasarana, 6) standar
pengelolaan, 7) standar pembiayaan, dan 8) standar penilaian pendidikan.
Melalui Standar Nasinal Pendidikan, sekolah dapat “berkaca diri” sejauh mana
setiap standar pendidikan dicapainya. SMA Negeri 1 Warungkiara, Kecamatan
Warungkiara, Kabupaten Sukabumi . Lokasi SMA Negeri 1 Warungkiara terletak
pada lintasan Jalan Palabuhanratu. Kondisi geografis yang demikian merupakan
“tantangan” bagi warga sekolah untuk mengantisipasi berbagai pengaruh negatif
yang datang dari luar sekolah. Pengaruh negatif ini sangat rentan mengingat
Kecamatan Warungkiara merupakan perlintasan lalu lintas Daerah Wisata
palabuhanratu. Warga masyarakat, termasuk orang tua siswa mayoritas
berprofesi sebagai petani. Ada beberapa sektor pertanian yang diunggulkan oleh
masyarakat, yaitu sawah, karet, dll. Dari segi keadaan ekonomi masyarakat,
warga masyarakat Warungkiara jika dirata-ratakan dikategorikan kelas
menengah.
Dukungan pemerintah, baik pusat maupun daerah, terhadap
penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Warungkiara cukup baik.
Pemerintah pusat melalui dana dekonstrasi Propinsi Jawa Barat cukup banyak
membantu penyelenggaraan pendidikan. Pada dua tahun terakhir, jenis bantuan
yang telah diterima oleh SMA Negeri 1 Warungkiara adalah Revitalisasi
perpustakaan, Bantuan Peralatan TIK, beasiswa BKM, dan blogrant Sekolah
Standar Nasional (SSN).
Begitu juga dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi.
Pemerintah Daerah komit dengan menjadikan pendidikan sebagai prioritas
utama pembangunan di Kabupaten Sukabumi. Dengan komitmen tersebut, SMA
Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara Page 1
Negeri 1 Warungkiara diharapkan dapat terus memacu mutu pendidikan untuk
meraih cita-cita, yaitu menjadi Sekolah Nasional Bertaraf Internasional (SNBI).

B. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI


Suatu lembaga dinilai mempunyai kinerja yang baik jika lembaga tersebut
menghasilkan keluaran yang ditargetkan berupa barang atau jasa yang bermutu
secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Untuk mencapai kinerja seperti ini
banyak faktor yang berpengaruh yang perlu diperhatikan. Faktor-faktor tersebut
pada prinsipnya dapat dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu faktor internal yang
berasal dari dalam Sekolah itu sendiri, dan faktor eksternal yang berasal dari luar
Sekolah. Dengan menganalisis dan mengevaluasi berbagai faktor internal dan
faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kinerja suatu Sekolah, diharapkan
Sekolah dapat mengetahui kapasitas kemampuannya saat ini, dan menentukan
strategi untuk meningkatkan kinerjanya di masa yang akan datang.
Pada prinsipnya hal-hal yang termaksud ke dalam faktor internal yang
mempengaruhi kinerja Sekolah adalah hal-hal yang berkaitan dengan kekuatan
(strength) dan kelemahan (weaknesses). Sedangkan, hal-hal yang termasuk
dalam faktor eksternal adalah yang berkaitan dengan peluang (opportunities) dan
ancaman (threats) yang dapat mempengaruhi kinerja Sekolah tersebut. Dengan
menganalisis kekuatan (strength) dan kelemahan (weaknesses) yang di ada,
serta peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang harus di hadapi, maka
Sekolah Aliyah Negeri 3 Malang menentukan strategi agar dapat mampu
mengembangkan dan meningkatkan kualitasnya secara optimal.
Dalam sistem pendidikan dasar dan menengah, acuan untuk melihat hal-
hal yang menjadi kondisi internal didasarkan pada delapan (8) standar nasional
pendidikan yang sekaligus merupakan acuan dalam melakukan evaluasi diri.
Sedangkan kondisi eksternal didasarkan pada kondisi yang ada diluar lembaga
yang berupa peluang dan tantangan, termasuk tuntutan pemangku kepentingan
(stackholder) yang terkait dengan pendidikan dasar dan menengah. Kedelapan
standar nasional pendidikan tersebut adalah :
1. Standar Isi
2. Standar Proses
3. Standar Kelulusan
4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
5. Standar Sarana dan Prasarana
6. Standar Pengelolaan
7. Standar Pembiayaan
8. Standar Penilaian

ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN SMAN 1 WARUNGKIARA SAAT INI

1. Faktor Internal

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara Page 2


No. Komponen Kondisi Saat Ini
Kekuatan Kelemahan

1. Standar Isi • Adanya komitmen SMA • Kerangka dasar kurikulum


Negeri 1 Warungkiara masih menggunakan standar
untuk melaksanakan minimal dari BSNP (belum
kurikulum berdasarkan ada
standar BSNP peningkatan/pengembangan)
• Beban belajar siswa • KKM (Kriteria Ketuntasan
sudah sesuai dengan Minimal) masing-masing mata
standar BSNP. pelajaran belum semuanya
• Untuk meningkatkan sesuai dengan standart BSNP
mutu lulusan yang (beberapa masih di bawah
didasarkan atas UN, nilai 70)
siswa diberi tambahan • Rata-Rata Beban mengajar
pengayaan belajar mulai guru belum semuanya sesuai
dari kelas X sampai dengan BSNP (24 jam)
kelas XII. • Program responsi untuk
• Adanya muatan lokal materi agama dan jurusan,
yang berupa belum mempunyai panduan
pengembangan Bahasa • Belum ditemukan sistem
Sunda, PLH dan
(model) pembelajaran yang
Pendidikan Akhlak
cocok untuk sistem fullday
• Pengembangan diri school (> jam 14.00)
diberikan dalam bentuk • Dalam penyusunan jadwal
Bimbingan Konseling,
pelajaran masih belum
klub mata pelajaran, klub
mengikut sertakan rumpun
pengembangan
mata pelajaran
keterampilan (teater,
• Jadwal pelajaran masih sering
pramuka, English Club,
Japanese Club, PMR, dilakukan perubahan ketika
KIR, Olaharaga, proses pembelajaran sudah
Kesenian, keagamaan, berjalan
dll)
• Kalender pendidikan di
SMA Negeri 1
Warungkiara mengacu
kepada kalender
Pendidikan Nasional

2. Standar Proses • Perangkat Pembelajaran • Instrumen Penilaian masih


masing-masing mata belum lengkap
pelajaran sudah lengkap • Media pembelajaran masih
• Mengadakan workshop belum lengkap
setiap awal tahun ajaran • Belum semua siswa dapat
untuk pengembangan mengembangkan diri sesuai
perangkat pembelajaran dengan bakat dan minatnya
(silabus, RPP, dan • Dimungkinkan masih ada guru
Sistem Penilaian). yang belum menggunakan
• Fasilitas pembelajaran strategi pembelajaran yang
sudah cukup memadai bervariasi.
(buku, ruang kelas, • Masih ada guru yang belum
multimedia, memiliki kompetensi dibidang

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara Page 3


perpustakaan, dll) ICT
• Pemanfaatan sumber • Masih ada guru yang belum
belajar bervariasi dan menginternalisasikan life skill
meningkat secara universal dalam KBM
• Guru telah • Kurang optimalnya
mengalokasikan waktu penggunaan media
sesuai dengan prosem pembelajaran yang tersedia
• Program remidi dan oleh guru
pengayaan sudah • Belum ada program
terlaksana pada semua akselerasi mata pelajaran
mata pelajaran.
• Belum optimalnya
• Pengembangan muatan pelaksanaan program
local (ICT) sudah pengembangan diri (termasuk
berjalan dengan baik perekrutan Pembina)
• Pemanfaatan ICT dalam
• Sekolah belum mempunyai
melaporkan hasil belajar
standar proses belajar
siswa
mengajar
• Laporan hasil belajar
• Belum optimalnya peran
siswa sudah bisa diakses
komite dalam pengembangan
lewat internet
standar proses pembelajaran
• Aturan pengawasan
• Dimungkinkan pelaksanaan
KBM sudah ada
penilaian berbasis kelas
• KBM sudah relative
belum optimal
menyenangkan
• Pelaksanaan laporan hasil
• Pelaksanaan KBM pada belajar siswa setiap dua bulan
hampir semua mata sekali belum terlaksana
pelajaran UN sudah secara optimal (belum tepat
dilaksanakan secara waktu)
team teaching • Pengelolaan laporan hasil
• belajar siswa belum optimal
• Pelaksanaan aturan
pengawasan KBM belum
optimal
• Sosialisasi tentang aturan
pengawasan KBM kepada
siswa kurang optimal
• Pengisian jurnal KBM di kelas
belum optimal
3. Standar Kompetensi • SKL materi Ujian • Belum memiliki standar mutu
Lulusan Sekolah (US) di buat lulusan yang kompetitif di
bersama-sama team Kabupaten
guru mata pelajaran
(MGMP) kabupaten • Belum mempunyai standar
Sukabumi. mutu lulusan yang berstandar
• Soal US dibuat oleh internasional
team guru mata
• Belum mempunyai program
pelajaran bersama
untuk mencetak lulusan yang
dengan KKM.
ahli dibidangnya dan mampu
• Upaya meningkatkan bersaing di era global
kualitas lulusan di setiap
tahun • Kompetensi lulusan yang siap
melanjutkan ke PTN masih
Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara Page 4
• Upaya mewujudkan rendah
lulusan yang kompetitif di
tingkat nasional • Ada indikasi life skill siswa
masih rendah
• Lulusan SMA Negeri 1
Warungkiara sudah • Belum semua lulusan memiliki
banyak diterima di akhlak mulia sesuai ajaran
PTN/PTS. Islam

• Adanya organisasi ikatan • Indentifikasi profil alumni


alumni masih belum optimal

• Daya saing lulusan SMA


Negeri 1 Warungkiara masih
kurang
4. Standar Pendidik dan • Rasio jumlah guru dan • Jumlah guru GTT masih
Tenaga Kependidikan mata pelajaran sudah cukup banyak
sesuai (sebanding)
• Masih sedikit guru yang
• Kualifikasi tenaga memiliki karya
pendidik sudah sesuai pengembangan profesi.
dengan tuntutan BSNP
• Masih sedikit guru yang
(minimal S1)
berprestasi dibidang
• Semua guru telah akademik maupun non
menentukan tujuan akademik
pembelajaran yang
• Belum ada program beasiswa
dibimbing
guru yang melanjutkan
• Semua guru telah jenjang S-2 dari lembaga
menghargai peserta didik
• Ada indikasi bahwa belum
tanpa membedakan
suku, adat, daerah asal, semua tenaga pendidik
dan gender melakukan identifikasi potensi
peserta didik (kemampuan
• Guru dapat dan kesulitan dalam mata
berkomunikasi secara pelajaran yang dibimbing)
santun dengan teman
sejawat, orang tua, dan • Belum semua guru
siswa memahami teori belajar dan
prinsip-prinsip pembelajaran
• Beberapa guru sudah yang terkait dengan mata
menyelesaikan pelajaran yang dibimbing
pendidikan tingkat
• Belum semua guru
master (S2).
menerapkan berbagai
• Beberapa guru sudah pendekatan, strategi, metode,
mengisi pelatihan di dan teknik pembelajaran yang
tingkat sekolah, kota, mendidik secara kreatif dalam
propinsi, dan nasional. matapelajaran yang dibimbing

• Belum semua guru mampu


memilih materi pembelajaran
sesuai dengan pendekatan
yang dipilih dan karakteristik
peserta didik

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara Page 5


• Belum semua guru mampu
menyusun rancangan
pembelajaran yang lengkap,
baik untuk kegiatan di kelas,
di laboratorium, maupun di
luar kelas

• Belum semua guru mampu


mengembangkan instrumen
penilaian, evaluasi proses dan
hasil belajar

• Belum semua guru mampu


melakukan refleksi terhadap
pembelajaran yang telah
dilaksanakan

• Ada indikasi bahwa perilaku


kepala Sekolah, guru, dan
karyawan belum dapat dapat
diteladani secara menyeluruh
oleh pesereta didik dan
anggota masyarakat di
sekitarnya

• Ada indikasi bahwa kepala


Sekolah, guru, dan karyawan
belum menunjukkan etos
kerja dan tanggung jawab
yang baik.

• Belum semua tenaga pendidik


mengikutkan orang tua
peserta didik dan masyarakat
dalam program pembelajaran
dan dalam mengatasi
kesulitan belajar peserta didik

• Belum semua guru


menguasai standar
kompetensi dan kompetensi
dasar mata pelajaran yang
dibimbing

• Belum semua tenaga pendidik


mampu mengembangkan
materi pembelajaran yang
dibimbing secara kreatif

• Ada indikasi bahwa kepala


Sekolah, guru, dan karyawan
belum dapat melakukan
refleksi terhadap kinerja diri
secara jujur dan
berkesinambungan

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara Page 6


• Belum semua tenaga pendidik
dapat melakukan penelitian
tindakan kelas untuk
meningkatkan kualitas
pembelajaran dalam mata
pelajaran yang dibimbing

• Belum adanya uji kompetensi


guru.

• Rasa kekeluargaan di
lingkungan civitas akademika
masih kurang kompak.

• Belum adanya indikator yang


jelas untuk mengukur tingkat
keberhasilan guru .

• Ada indikasi bahwa kepala


Sekolah, guru, dan karyawan
kurang memiliki rasa empati
(kepekaan dan kepedulian)
yang mendalam kepada
siswa.

• Ada indikasi bahwa dedikasi


kepala Sekolah, guru dan
karyawan dalam
melaksanakan tugas masih
belum optimal.

• Ada indikasi bahwa kepekaan


kepala Sekolah terhadap
aspirasi guru, karyawan dan
siswa masih belum optimal.

• Kurangnya komitmen kepala


Sekolah dan guru dalam
mengaplikasikan hasil
pelatihan atau work shop.

• Rekruitmen guru dan pegawai


yang masih belum melalui
prosedur profesionalisme
kelembagaan.

• Belum adanya panduan


program pada masing-masing
rumpun mata pelajaran.

• Penyusunan dan supervisi


program Sekolah belum
optimal
5 Standar Sarana dan • Sekolah mempunyai • Belum optimalnya perawatan
Prasarana fasilitas yang bagus dan pengamanan terhadap
terhadap pengembagan fasilitas Sekolah terutama

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara Page 7


pengetahuan ICT alat-alat elektronik
pembelajaran.
• Sarana kelas,
perpustakaan, • Ada indikasi belum adanya
laboratorium, sanitasi, perencanaan yang matang
dan ICT sudah cukup terhadap pengadaan sarana
memadai. dan prasarana Sekolah

• Lokasi yang cukup • Belum tertibnya administrasi


startegis untuk fasilitas yang dimiliki Sekolah
menjadikan sekolah yang
unggul dan diminati oleh • Belum tertibnya penempatan
masyarakat. barang-barang inventaris
Sekolah
• Pemeliharaan fasilitas
bangunan secara rutin • Belum optimalnya fungsi
komite dalam pengadaan dan
pengembangan sarana
Sekolah.

6. Standar Pengelolaan • Sekolah telah memiliki • Pelaksanaan KTSP masih


KTSP. belum berjalan secara optimal

• Untuk kepentingan • Belum ditemukan sistem


bahan ajar, disamping (model) pembelajaran yang
menggunakan LKS dan cocok untuk sistem fullday
buku paket yang tersedia school (> jam 14.00)
di perpustakaan, juga
banyak guru yang sudah • Pelaksanaan remidi belum
memanfaatkan edukasi- tersusun dengan baik.
net dari JARDIKNAS
( lewat ICT ). • Strategi Pembelajaran yang
dilakukan guru belum semua
• Adanya Team teaching mengacu pada pembelajaran
pada mata pelajaran UN. PAKEM.

• Penggunaan media • Belum ada aturan yang jelas


pembelajaran terhadap penilaian kinerja
(laboratorium,LCD, dan guru setiap tahun sekali (DP3)
internet ) dalam PBM oleh kepala Sekolah

• Setiap awal tahun ajaran • Pengelolaan pada kesiswaan


baru, sekolah perlu di optimalkan.
mengadakan
• Kedisiplinan input nilai oleh
penyegaran lewat
guru masih perlu dioptimalkan
workshop
pengembangan • Belum adanya sistem
pembelajaran.
penerimaan guru dan
karyawan yang baik melalui
• Kalender akademik SMA
prosedur profesional
Negeri 1 Warungkiara
kelembagaan.
sudah menunjukkan
seluruh aktivitas KBM • Belum adanya program
beserta evaluasinya.
pengembangan guru secara
berencana dan
• Penempatan SDM sudah
Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara Page 8
sesuai dengan berkesinambungan
kompetensi yang dimiliki.
• Belum semua mata pelajaran
• Penyebaran informasi mempunyai program MGMP
timbal balik dari dan ke yang melakukan kegiatan
Sekolah sudah cukup secara reguler
bagus antara lain lewat
situs internet. • Masih kurang tertibnya
administrasi kegiatan
• Pembagian tugas penunjang profesi pendidik
diantara pendidik dalam rangka mendukung
sebagian besar sudah proses sertifikasi.
merata meskipun masih
perlu terus ditingkatkan • Belum ada aturan tentang
dan dievaluasi. sertifikat penghargaan bagi
siswa, guru, dan karyawan
• Sudah adanya tata tertib pada setiap kegiatan lomba
yang baik bagi siswa, atau kejuaraan.
guru, dan karyawan
• Pemeliharaan fasilitas
• Rapat koordinasi guru, Sekolah masih belum optimal.
staf, dan karyawan
sudah berjalan dengan • Belum ada tempat
baik. penyimpanan dan sistem
peminjaman alat-alat
• Pengadaan, inventaris Sekolah secara
penggunaan, dan terpusat dan tertib
persediaan bahan habis
pakai sudah bagus. • Belum ada pendataan ulang
secara reguler terhadap
• Adanya dukungan sarana Sekolah (bisa lewat
sekolah terhadap acara wali kelas atau penanggung
pelatihan guru, baik yang jawab ruang ).
ada di SMA Negeri 1
Warungkiara maupun • Perlunya pengadaan
diluar Sekolah laboratorium matematika dan
IPS

• Belum meratanya fasilitas


yang ada dikelas dan di
asrama.

• Belum ada sistem dan


panduan yang jelas pada
system penganggaran semua
program Sekolah

• Perlu ada peninjauan ulang


pada insentif guru akselerasi
dan guru team teaching.

• Gaji guru GTT dan PTT belum


memenuhi standar UKM.

• Belum ada ketua program


akselerasi.

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara Page 9


• Lembaga Litbang belum
terbentuk dan berperan
secara optimal

• Masih perlunnya sosialisasi


dan evaluasi yang optimal dari
peraturan akademik yang ada.

• Belum adanya tata tertib


pendidik,tenaga kependidikan
serta penggunaan sarana dan
prasarana.

• Belum adanya kode etik


hubungan antara sesama
warga didalam lingkungan
Sekolah dan hubungan antara
warga Sekolah dengan
masyarakat.

• Biaya operasional Sekolah


masih belum tersosialisasi
secara baik

• Rencana tahunan Sekolah


belum terkomunikasikan
secara transparan kepada
guru dan karyawan.

• Guru dan karyawan belum


dilibatkan dalam penyusunan
program Sekolah.

• Sosialisasi KTSP belum


optimal.

• Program konsultasi Sekolah


dengan orang tua/wali peserta
didik belum terjadwal setiap
tahun.

• Belum ada program rapat


Sekolah dengan komite
Sekolah secara reguler dan
terjadwal.

• Akuntabilitas dan kinerja


satuan pendidikan belum
teridentifikasi setiap tahun.

• Peningkatan mutu pendidik


dan tenaga kependidikan
belum terprogram secara
baik.

• Pelaksanaan dari keputusan-


keputusan rapat yang ada
Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara Page 10
belum berjalan dengan baik.

• Istrumen penjamin mutu


Sekolah belum ada

• Sistem pengawasan,
pemantauan, supervisi,
evaluasi dan pelaporan belum
optimal.

• Belum ada buku panduan


yang jelas dari masing-masing
staf kepala bidang kurikulum,
kesiswaan, humas,
keagamaan, sarana dan
prasarana, administrasi,
litbang, dan keuangan,.

• Kebijakan yang masih belum


mencerminkan bottom-up
process (masukan dari
bawah)

7. Standar Pembiayaan • Adanya subsidi guru bagi • Kondisi biaya investasi belum
siswa yang tak mampu tersosialisasikan dengan baik
melalui dana peduli • Kondisi biaya operasional
siswa setiap bulan belum
• Dana kontrak prestasi tersosialisasikan dengan baik
yang sangat membantu • Dukungan komite Sekolah
dalam proses terhadap biaya
pengembangan penyelenggaraan pendidikan
keterampilan guru di Sekolah selama kurun 3
tahun terakhir belum optimal

8. Standar Penilaian • Pemberlakuan raport • Sekolah belum memiliki


berkala setiap 6 bulan. sistem dan prosedur penilaian
• Adanya Sistem penilaian baku meliputi tehnik, jenis dan
bentuk penilaian sesuai
yang terpadu dan
dengan standar penilaian
berkesinambungan
pendidik.
• Try-out mata pelajaran
• KKM masih belum sesuai
UN bersama,
dengan standar yang ada.
bekerjasama dengan
Diknas kabupaten • Monitoring dan evaluasi dari
Sukabumi maupun kepala dan wakil kepala
Depag propinsi Jawa belum optimal
Barat • Komite Sekolah belum terlibat
secara optimal dalam
• Pelaksanaan sistem
mengontrol pelaksanaan
remidi dan pengayaan
standar penilaian pendidikan.
oleh masing-masing guru
• Penanganan dan pembinaan
mata pelajaran
guru dan karyawan yang
disinyalir bermasalah belum
berjalan dengan baik.

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara Page 11


2. Faktor Eksternal
a. Peluang
1) Adanya ruang gerak yang terbuka bagi lembaga pendidikan untuk
mengembangkan diri secara maksimal
2) Dukungan Dinas Pendidikan baik berupa kebijakan maupun finansial yang
semakin baik
3) Apresiasi masyarakat terhadap Sekolah semakin meningkat
4) Terbuka kesempatan lulusan Sekolah melanjutkan baik ke perguruan tinggi
bergengsi baik di dalam maupun di luar negeri
b. Ancaman
1) Bermunculan sekolah unggul sebagai competitor
2) Lingkungan di luar sekolah yang kurang edukatif
3) Kebijakan publik yang belum menempatkan pendidikan sebagai prioritas
dalam pembangunan
4) SMA Negeri 1 Warungkiara belum menjadi pilihan utama bagi sebagian
masyarakat
5) Inkonsistensi kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan

C. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN MASA DATANG ( 4 TAHUN KE DEPAN)

No Komponen Kondisi Saat Ini Kondisi Yang Diharapkan (4 Tahun


Yang Akan Datang
1 Standar Isi Dokumen KTSP ada, pengesahan Dokumen KTSP disahkan oleh Dinas
Dinas Pendidikan Propinsi sudah Pendidikan Propinsi sudah diajukan
diajukan
Struktur dan muatan KTSP disusun Struktur dan muatan KTSP disusun
sesuai petunjuk BSNP sesuai petunjuk BSNP
Terbentuk Tim Pengembang Memberdayakan Tim Pengembang
Kurikulum Kurikulum dalam penyusunan KTSP
Belum sepenuhnya dilaksanakan Seluruh guru melakukan identifikasi
identifikasi SI,SKL,SK,KD sebagai SI,SKL,SK,KD sebagai acuan dalam
acuan dalam menjabarkan menjadi menjabarkan menjadi indikator, Materi
indikator, Materi Pembelajaran, Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran,
Kegiatan Pembelajaran, Bahan Bahan Penilaian, dan Bahan/Media/ Alat
Penilaian, dan Bahan/Media/ Alat Pembelajaran

Pembelajaran
Silabus dikembangkan dengan Silabus dikembangkan sendiri oleh guru
memanfaatkan contoh silabus yang
dikembangkan oleh Pusat sebagai
referensi dalam penyusunan
pengembanan silabus

2 Standar Proses Belum semua guru memiliki Rencana Semua memiliki Rencana Pelaksanaan
Pelaksanaan Pembelajaran yang Pembelajaran yang dikembangkan oleh
dikembangkan oleh setiap guru setiap guru
Pelaksanaan pembelajaran belum Pelaksanaan pembelajaran sepenuhnya
Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara Page 12
sepenuhnya menerapkan pendekatan menerapkan pendekatan tatap muka,
tatap muka, kegiatan terstruktur dan kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri
kegiatan mandiri tidak terstuktur tidak terstuktur
Guru belum menyediakan jadwal Guru menyediakan jadwal untuk
untuk konsultasi mata pelajaran konsultasi

mata pelajaran
Guru belum maksimal memanfaatkan Guru memanfaatkan laboratorium untuk
laboratorium untuk kegiatan di luar kegiatan di luar jadwal rutin
jadwal rutin
Perpustakaan belum dimanfaatkan Perpustakaan dimanfaatkan secara
secara maksimal untuk kegiatan maksimal untuk kegiatan pembelajaran
pembelajaran
Guru belum sepenuhnya menerapkan Guru sepenuhnya menerapkan
pembelajaran berbasis TIK pembelajaran berbasis TIK
Supervisi kelas telah dilaksanakan Supervisi kelas dilaksanakan secara
terencana dan hasil supervise digunakan
untuk perbaikan pembelajaran

3 Standar Rata-rata KKM < 70 Rata-rata KKM < 75


Kompetensi Kelulusan Ujian Nasional 91% Kelulusan Ujian Nasional 100%
Lulusan Siswa melanjutkan ke Perguruan Siswa melanjutkan ke Perguruan Tinggi
Tinggi 10% minimal 75%

4 Standar Pendidik 94% guru memiliki kualifikasi 100% guru memiliki kualifikasi akademik
dan Tenaga akademik minimum S1/A4
Kependidikan minimum S1/A4
86% guru mengajar sesuai latar 100% guru mengajar sesuai latar
belakang pendidikan tinggi belakang pendidikan tinggi
2% guru memiliki sertifikat pendidik 100% guru memiliki sertifikat pendidik
15% guru mampu berbahasa Inggris 75% guru mampu berbahasa Inggris
pasif pasif
92% guru dapat mengoperasikan 100% guru dapat mengoperasikan
komputer komputer
66% tenaga kependidikan tamatan 90% tenaga kependidikan tamatan SLTA
SLTA
75% tenaga kependidikan mampu 100% tenaga kependidikan mampu

mengoperasikan komputer mengoperasikan komputer

5 Standar Sarana Jumlah minimum ruang kelas belum Jumlah minimum ruang kelas sama
dan Prasarana sama dengan jumlah rombongan dengan jumlah rombongan belajar
belajar (ruang kelas yang ada 14,
rombongan belajar 15)
Kapasitas ruang kelas rata-rata 40 Kapasitas ruang kelas rata-rata 32 orang
orang siswa siswa
Memiliki 2 laboratorium (Fisika, Memiliki 5 laboratorium (Biologi, Kimia,
Fisika, Komputer dan Bahasa)
Komputer)
Memiliki 2 unit notebook Memiliki 15 unit notebook
Memiliki 1 unit LCD Projector Memiliki 15 unit LCD Projector
Memiliki 5 unit WC Memiliki 7 unit WC
Belum memiliki sarana perpustakaan Memiliki sarana perpustakaan yang
yang lengkap lengkap
Belum memiliki ruang BK yang Memiliki ruang BK yang refresentatif
refresentatif
3 ruang belajar perlu direhabilitasi Ruang belajar yang tidak layak pakai
ringan untuk kelayakan pembelajaran
Direhabilitasi ringan

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara Page 13


Tempat Wudu Mesjid belum Memiliki tempat wudhu yang refresentatif
refresentatif

6 Standar Sekolah belum sepenuhnya Sekolah melakukan pembinaan prestasi


pengelolaan melakukan pembinaan prestasi
unggulan unggulan
Sekolah belum memiliki fasilitas yang Sekolah memiliki fasilitas yang memadai
untuk kegiatan ekstrakurikuler
memadai untuk kegiatan
ekstrakurikuler
Sekolah belum mampu menjalin Sekolah mampu menjalin kemitraan
kemitraan dengan lembaga lain yang dengan lembaga lain yang relevan
relevan berkaitan dengan input, berkaitan dengan input, proses, output
proses, output
Supervisi pengelolaan akademik Supervisi pengelolaan akademik
belum dilaksanakan secara teratur dilaksanakan secara teratur dan
dan berkelanjutan berkelanjutan
Sekolah belum memiliki laporan Sekolah memiliki laporan pelaksanaan
pelaksanaan teknis dari tenaga teknis dari tenaga kependidikan kepada
kependidikan kepada Kepala Sekolah Kepala Sekolah
Sekolah belum mengelola sistem Sekolah mengelola sistem informasi
informasi manajemen yang memadai
manajemen yang memadai

7 Standar Iuran Komite Sekolah Rp. 70.000,- Iuran Komite Sekolah Rp.100.000,-
Pembiayaan perbulan perbulan
Sekolah belum optimal menjalin kerja Sekolah menjalin kerja sama dengan
sama dengan onator dalam donator dalam penggalian dana

penggalian dana

8 Standar Penilaian Belum semua mata pelajaran tersedia Semua mata pelajaran tersedia bahan
bahan ujian berupa kumpulan soal ujian berupa kumpulan soal uian
ujian
Kemampuan guru menyusun butir Seluruh guru mampu menyusun butir
soal penilaian belum baik soal dengan baik

D. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI) ANTARA 4 TAHUN KE


DEPAN DENGAN KONDISI NYATA PENDIDIKAN SAAT INI:

No Komponen Kondisi Saat Ini Kondisi Yang Diharapkan (4 Besarnya


Tahun Yang Akan Datang) Tantangan Nyata
1 Standar Isi Dokumen KTSP ada, Dokumen KTSP disahkan oleh 25%
pengesahan Dinas Pendidikan Dinas Pendidikan Propinsi
Propinsi sudah diajukan (75%) sudah diajukan terus dilakukan
Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara Page 14
perubahan sesuai

tuntutan peserta didik (100%)


Terbentuk Tim Pengembang Memberdayakan Tim 50%
Kurikulum (50%) Pengembang Kurikulum dalam
penyusunan KTSP (100%)
Belum sepenuhnya Seluruh guru melakukan 50%
dilaksanakan identifikasi identifikasi SI,SKL,SK,KD
SI,SKL,SK,KD sebagai acuan sebagai acuan dalam
dalam menjabarkan menjadi menjabarkan menjadi
indikator, Materi indikator, Materi
Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Kegiatan
Pembelajaran, Bahan Pembelajaran, Bahan
Penilaian, dan Bahan/Media/ Penilaian, dan Bahan/Media/
Alat Pembelajaran (50%) Alat Pembelajaran (100%)
Silabus dikembangkan dengan Silabus dikembangkan sendiri 50%
memanfaatkan contoh silabus oleh guru (100%)
yang dikembangkan oleh
Pusat sebagai referensi dalam
penyusunan pengembanan
silabus (75%)

2 Standar Proses Belum semua guru memiliki Semua memiliki Rencana 40%
Rencana Pelaksanaan Pelaksanaan Pembelajaran
Pembelajaran yang yang dikembangkan oleh
dikembangkan oleh setiap setiap guru (100%)
guru (60%)
Pelaksanaan pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran 50%
belum sepenuhnya sepenuhnya menerapkan
menerapkan pendekatan tatap pendekatan tatap muka,
muka, kegiatan terstruktur dan kegiatan terstruktur dan
kegiatan mandiri tidak kegiatan mandiri tidak
terstuktur (50%) terstuktur (100%)
Guru belum menyediakan Guru menyediakan jadwal 90%
jadwal untuk konsultasi mata untuk konsultasi mata
pelajaran (10%) pelajaran (100%)
Guru belum maksimal Guru memanfaatkan 60%
memanfaatkan laboratorium laboratorium untuk kegiatan di
untuk kegiatan di luar jadwal luar jadwal rutin (100%)
rutin (40%)
Perpustakaan belum Perpustakaan dimanfaatkan 60%
dimanfaatkan secara secara maksimal untuk
maksimal untuk kegiatan kegiatan pembelajaran
pembelajaran (40%)
(100%)
Guru belum sepenuhnya Guru sepenuhnya 80%
menerapkan pembelajaran menerapkan pembelajaran
berbasis TIK (20%) berbasis TIK (100%)
Supervisi kelas telah Supervisi kelas dilaksanakan 25%
dilaksanakan (75%) secara terencana dan hasil
supervise digunakan untuk
perbaikan pembelajaran
(100%)

3 Standar Rata-rata KKM < 70 Rata-rata KKM < 75 8%


Kompetensi Kelulusan Ujian Nasional 91% Kelulusan Ujian Nasional 9%
Lulusan 100%
Siswa melanjutkan ke Siswa melanjutkan ke 55%
Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara Page 15
Perguruan Tinggi 20% Perguruan Tinggi minimal 75%

4 Standar 94% guru memiliki kualifikasi 100% guru memiliki kualifikasi 6%


Pendidik dan akademik minimum S1/A4 akademik
Tenaga
Kependidikan minimum S1/A4
86% guru mengajar sesuai 100% guru mengajar sesuai 14%
latar belakang pendidikan latar belakang pendidikan
tinggi tinggi
2% guru memiliki sertifikat 100% guru memiliki sertifikat 98%
pendidik pendidik
15% guru mampu berbahasa 75% guru mampu berbahasa 50%
Inggris pasif Inggris pasif
92% guru dapat 100% guru dapat 8%
mengoperasikan komputer mengoperasikan komputer
66% tenaga kependidikan 90% tenaga kependidikan 36%
tamatan SLTA tamatan SLTA
75% tenaga kependidikan 100% tenaga kependidikan 25%
mampu mampu

mengoperasikan komputer mengoperasikan komputer

5 Standar Sarana Jumlah minimum ruang kelas Jumlah minimum ruang kelas 7%
dan Prasarana belum sama dengan jumlah sama dengan jumlah
rombongan belajar (ruang rombongan belajar
kelas yang ada 14,
rombongan belajar 15)
Kapasitas ruang kelas rata- Kapasitas ruang kelas rata- 100%
rata 40 orang siswa (0%) rata 32 orang siswa (100%)
Memiliki 2 laboratorium Memiliki 5 laboratorium 40%
(Fisika, (Biologi, Kimia, Fisika,
Komputer dan Bahasa)
Komputer)
Memiliki 2 unit notebook Memiliki 15 unit notebook 87%
Memiliki 1 unit LCD Projector Memiliki 15 unit LCD Projector 93%
Memiliki 5 unit WC Memiliki 7 unit WC 29%
Belum memiliki sarana Memiliki sarana perpustakaan 25%
perpustakaan yang lengkap yang lengkap (100%)
(75%)
Belum memiliki ruang BK yang Memiliki ruang BK yang 70%
refresentatif (30%) refresentatif (100%)
3 ruang belajar perlu Ruang belajar yang tidak layak 50%
direhabilitasi ringan untuk pakai direhabilitasi ringan
kelayakan pembelajaran (100%)
(50%)
Tempat Wudu Mesjid belum Memiliki tempat wudhu yang 100%
refresentatif refresentatif

6 Standar Sekolah belum sepenuhnya Sekolah melakukan 75%


pengelolaan melakukan pembinaan pembinaan prestasi
prestasi unggulan (25%)
Unggulan (100%)
Sekolah belum memiliki Sekolah memiliki fasilitas yang 50%
fasilitas yang memadai untuk memadai untuk kegiatan
kegiatan ekstrakurikuler (25%) ekstrakurikuler (100%)
Sekolah belum mampu Sekolah mampu menjalin 60%
menjalin kemitraan dengan kemitraan dengan lembaga
lembaga lain yang relevan lain yang relevan berkaitan
berkaitan dengan input, dengan input, proses, output
Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara Page 16
proses, output (40%) (100%)
Supervisi pengelolaan Supervisi pengelolaan 25%
akademik belum dilaksanakan akademik dilaksanakan secara
secara teratur dan teratur dan berkelanjutan
berkelanjutan (75%) (100%)
Sekolah belum memiliki Sekolah memiliki laporan 100%
laporan pelaksanaan teknis pelaksanaan teknis dari
dari tenaga kependidikan tenaga kependidikan kepada
kepada Kepala Sekolah Kepala Sekolah
Sekolah belum mengelola Sekolah mengelola sistem 75%
sistem informasi manajemen informasi manajemen yang
yang memadai (25%) memadai (100%)

7 Standar Iuran Komite Sekolah Rp. Iuran Komite Sekolah 30%


Pembiayaan 70.000,- perbulan Rp.100.000,- perbulan
Sekolah belum optimal Sekolah menjalin kerja sama 90%
menjalin kerja sama dengan dengan donator dalam
donator dalam penggalian dana (100%)

penggalian dana (10%)

8 Standar Belum semua mata pelajaran Semua mata pelajaran 60%


Penilaian tersedia bahan ujian berupa tersedia bahan ujian berupa
kumpulan soal ujian (40%) kumpulan soal uian (100%)
Kemampuan guru menyusun Seluruh guru mampu 60%
butir soal penilaian belum baik menyusun butir soal dengan
baik (100%)
(40%)

E. Visi SMA Negeri 1 Warungkiara

PUJAAN :
Profesionalisme Pelayanan, Unggul Prestasi, jembatan Masa Depan, Akhlakul
Karimah, Asri Lingkungan dan Nyaman Suasana

F. Misi SMA Negeri 1 Warungkiara


1) Mewujudkan lingkungan pendidikan yang kondusif, penuh kreatifitas,
kerjasama dan dinamika dengan penonjolan prestasi tinggi.
2) Memberikan transformasi ilmu pengetahuan, kecakapan hidup, dan budi
pekerti yang didasari oleh kekuatan keimanan dan ketakwaan.
3) Membimbing, melatih, mengajar dan mendidik guna menghadapi jenjang
pendidikan yang lebih tinggi dan ketika terjun ke masyarakat.
4) Mempersiapkan dan meningkatkan prestasi belajar siswa serta jumlah
dan mutu lulusan.
G. Tujuan Sekolah
1) Menciptakan SMA Negeri 1 Warungkiara sebagai salah satu SMA yang
memiliki kemandirian dalam pengembangan dan pengelolaan dengan
Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara Page 17
berpola pada Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS)
2) Mewujudkan SMA Negeri 1 Warungkiara sebagai SMA yang menjadi
tujuan pendidikan bagi lulusan SMP dilingkungan Kabupaten Sukabumi.
3) Mewujudkan jumlah lulusan yang berkualitas sehinggga prosentase yang
diterima di Perguruan Tinggi Negeri semakin besar.
4) Menciptakan lulusan yang memiliki keterampilan khusus yang dapat
diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat di kemudian hari.
5) Menciptakan peserta didik yang menghargai dan mampu
mengembangkan daya nalar melalui penelitian dan menulis.
6) Mengembangkan SMA Negeri 1 Warungkiara sebagai Green School
sehingga menjadi arbiratul alam yang bermanfaat bagi lingkungan.
7) Mewujudkan SMA Negeri 1 Warungkiara sebagai lingkungan pendidikan
yang menjadi PUJAAN bagi semua.

H. Program Strategis
1. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, meliputi:
1.1 Pengembangan Pemetaan SK/KD
1.2 Pengembangan Silabus
1.3 Pengembangan RPP
1.4 Pengembangan Sistem Penilaian
1.5 Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal
1.6 Pengembangan Kegiatan Pengembangan Diri
2. Pengembangan Proses Pembelajaran, meliputi:
2.1 Metodologi
2.2 Sistem Penilaian
2.3 Remedial/Pengayaan
2.4 Pemanfaatan Laboratorium
3. Peningkatan Tingkat Kelulusan Siswa
4. Pengembangan Kemampuan Guru, meliputi:
4.1 Pengembangan Kemampuan pedagogic
4.2 Pengembangan Kemampuan Teknologi Informasi
5. Pembinaan Olimpiade Sains
6. Pembinaan Ekstrakurikuler
7. Pengembangan Sarana dan Prasarana
8. Pengembangan Kerja Sama

I. Strategi Pelaksanaan/Pencapaian
1. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
• Pelaksanaan workshop
• In House Training
• Supervisi Klinis
Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara Page 18
• MGMP Sekolah
2. Pengembangan Proses Pembelajaran
• Workshop
• Peningkatan kesejahteraan guru
• Supervisi Kelas
3. Peningkatan Tingkat Kelulusan Siswa
• Menjalin kerja sama dengan Komite Sekolah
• Menjalin kerja sama dengan lembaga lain
• Supervisi Kelas
• Try Out Ujian Nasional
• Belajar Tambahan Sore
4. Pengembangan Kemampuan Guru
• Workshop
• Pelatihan Komputer
5. Pembinaan Olimpiade Sains
• Pembentukan Tim Olimpiade Sains
• Pelatihan Peserta
6. Pembinaan Ekstrakurikuler
• Pembentukan Kelompok Ekstrakurikuler
• Pelaksanaan latihan terjadwal
• Pelaksanaan uji coba
7. Pengembangan Sarana dan Prasarana
• Inventarisasi sarana dan prasarana
• Pemenuhan standar minimal sarana dan prasarana
• Pemeliharaan sarana dan prasarana
8. Pengembangan Kerja Sama
• Kerja sama dengan komite sekolah
• Kerja sama dengan lembaga horizontal dan vertical

J. Hasil yang Diharapkan


1. Terpenuhinya kurikulum sekolah sesuai SNP pada tahun 2010 tentang:
• Pemetaan SK/KD
• Silabus seluruh mata pelajaran untuk semua tingkat
• RPP seluruh mata pelajaran untuk semua tingkat
• Dokumen sistem penilaian seluruh mata pelajaran untuk semua
tingkat
• SK/KD Kurikulum Muatan Lokal seluruh tingkat
• Program pengebangan diri yang mengakomodir bakat/minat siswa
2. Tingkat kelulusan pada meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun,
dan pada tahun 2012 kelulusan mencapai 100%
3. Guru profesional dalam melaksanakan tugas, yang ditandai dengan:
• Memiliki perencanaan mengajar
• Memiliki dokumen penilaian
Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara Page 19
• Melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian
• Melaporkan hasil kegiatan penilaian
• Guru terampil mengopresikan komputer dan mengaplikasikannya
dalam proses pembelajaran
4. Pada tahun 2012 menjadi finalis pada tingkat Propinsi
5. Berprestasi dalam bidang ekstrakurikuler pada tingkat Kabupaten dan
Provinsi
6. Terpenuhi standar minimal sarana dan prasarana pendidikan sesuai SNP
pada tahun 2012
7. Terbentuk kerja sama dengan lembaga horizontal dan vertikal yang dapat
meningkatkan mutu pendidikan

K. Monitoring dan Evaluasi


Pelaksanaan monitoring dan evaluasi dilaksanakan melalui:
1. Supervisi klinis, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
• Membuat instrument
• Melaksanakan supervise
• Menganalisis hasil supervise
• Membuat tindak lanjut hasil supervise
• Membuat laporan
2. Evaluasi Diri, meliputi
• Menyiapkan instrument
• Melaksanakan evaluasi diri
• Menganalisis hasil evaluasi diri
• Menindaklanjuti hasil evaluasi diri

Mengetahui/Menyetujui Warungkiara, 16 Juli 2008


Komite Sekolah Kepala Sekolah

Koma Djuandi, S.Pd Dra. Septi Wirdayati, MMPd


NIP 131652438

Program Kerja Jangka Menengah (2008-2012), SMAN 1 Warungkiara Page 20