Anda di halaman 1dari 82

KONSEP KEPERAWATAN KOMUNITAS

By Ns.Errix Kristian J SKep

Kerangka Konsep Keperawatan Komunitas


Freeman, (1960). Perawatan Kesehatan Masyarakat merupakan bidang khusus (spesialis) dalam Ilmu Keperawatan WHO, (1959). Yang merupakan gabungan Ilmu Keperawatan, Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Sosial .

Rapat Kerja Keperawatan Kesehatan Masyarakat, (1989)


Suatu bidang dalam keperawatan yang merupakan perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta aktif masyarakat

Dengan demikian ada 3 (tiga) teori yang menjadi dasar Ilmu Perawatan Kesehatan Masyarakat, yaitu : 1. Ilmu Keperawatan, 2. Kesehatan Masyarakat, dan 3. Sosial (Peran Serta Masyarakat),

Sehingga memberikan gambaran keterkaitan dari ketiga konsep tersebut sebagai berikut:
ILMU KEPERAWATAN

SOSIAL (PERAN SERTA MASYARAKAT)

KESEHATAN MASYARAKAT

Gb.1Tiga komponen dasar dalam ilmu Keperawatan Kesehatan Masyarakat

Ilmu Keperawatan
Christina Ibrahim, (1986). Konsep keperawatan dikarakteristikkan oleh 4 (empat) konsep pokok, yang meliputi :
1. konsep manusia, 2. kesehatan masyarakat dan 3. keperawatan Sehingga memberikan gambaran paradigma keperawatan.

Paradigma keperawatan
Menggambarkan hubungan teori-teori yang membentuk susunan yang mengatur teori-teori itu berhubungan satu dengan yang lain sehingga menimbulkan hal-hal yang perlu diselidiki (Christine Ibrahim, 1986).

MANUSIA

KESEHATAN

KEPERAWATAN

MASYARAKAT

Gambar 1-2. Paradigma keperawatan.

Paradigma keperawatan membedakan teori-teori yang termasuk dalam keperawatan dengan teori lain, karena teori dalam keperawatan ditarik dari keempat konsep diatas yaitu - konsep tentang manusia,
- konsep masyarakat, - konsep kesehatan - konsep keperawatan sebagai intinya.

Manusia

Yura, Wals, (1983). Manusia sebagai makhluk bio-psikososial-spiritual yang utuh dan unik. Teori kebutuhan manusia memandang manusia sebagai suatu keterpaduan, keseluruhan yang terorganisir yang mendorong untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia .

Kebutuhan manusia dipandang sebagai tekanan internal sebagai hasil dari perubahan keadaan sistem, dan tekanan ini dinyatakan dengan perilaku untuk mencapai tujuan sehingga terpenuhinya kebutuhan.

Bila dipandang dari aspek keperawatan maka tekanan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan keperawatan dan kesehatan individu, keluarga, kelompok, maupun masyarakat yang menjadi sasaran dalam perawatan masyarakat. Kebutuhan dasar tersebut dirumuskan menurut Hirarchy Maslow (1967) :

Aktualisasi Diri Harga Diri Mencintai, Dicintai, Dimiliki Rasa Aman Dan Keselamatan Kebutuhan Fisiologik Dan Biologik; Oksigen, Cairan Dan Elektrolit, Nutrisi, Seks.
Gb. Kebutuhan Dasar Manusia Hirarcy Maslow

Kebutuhan dasar manusia menurut Maslow, kemudian dikembangkan oleh Richard A. Khalish (1973), Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan oksigen Kebutuhan cairan dan elektrolit Kebutuhan nutrisi Kebutuhan eliminasi Kebutuhan istirahat Kebutuhan menghindari dari rasa nyeri Kebutuhan regulasi suhu badan Kebutuhan stimulasi Kebutuhan melaksanakan aktivitas/kegiatan. Kebutuhan eksplorasi dan manipulasi Kebutuhan seksual

Kebutuhan Rasa Aman dan Keselamatan


- Bebas dari bahaya yang disebabkan oleh penyakit. - Bebas dari rasa takut - Bebas dari bahaya bahan-bahan kimia. - Bebas dari bahaya-bahaya yang mengancam tubuh. - Bebas dari bahaya-bahaya yang disebabkan oleh suhu. - Bebas dari bahaya-bahaya yang disebabkan oleh fisik. Elektrik. - Memiliki lingkungan yang teratur dan dapat dikelola dengan baik. - Memiliki lingkungan hidup yang stabil.

Kebutuhan Dicintai, Mencintai, dan Dimiliki - Memberikan dan menerima cintai dan kasih
sayang. Membutuhkan teman hidup dan bergaul. Membutuhkan hubungan interpersonal dan kasih sayang Membutuhkan peran yang memuaskan. Membutuhkan perlakuan yang halus. Membutuhkan kebersamaan Membutuhkan pergaulan yang intim.

Kebutuhan Akan Harga Diri Menghargai diri sendiri. Menghargai orang lain. Dihargai oleh orang lain. Kebebasan yang mandiri. Prestise Dikenal dan diakui. Penghargaan

Kebutuhan Aktualisasi Diri


Kebutuhan pengenalan diri sendiri. Kebutuhan penerimaan diri sendiri Kebutuhan kenyataan diri sendiri. Kebutuhan hubungan interpersonal yang mendalam. Kebutuhan penghargaan diri sendiri. Kebutuhan pemenuhan diri sendiri. Kebutuhan akan persepsi yang sehat dan realitis.

Masyarakat
Koentjaraningrat, (1990). Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul, saling berinteraksi Masyarakat merupakan kesatuan-kesatuan hidup manusia, yang dalam bahasa Inggrisnya dipakai istilah society, yang berarti kawan. Istilah masyarakat berasal dari bahasa Arab yang berarti ikut serta, berpartisipasi.

Ciri-ciri suatu masyarakat seperti yang dikemukakan oleh Koentjaraningrat (1990), adalah sebagai berikut:
Interaksi antar warga-warganya. Adat istiadat, norma-norma, hukum-hukum dan aturan-aturan khas yang mengatur seluruh pola tingkah laku warga kota atau desa. Suatu komunitas dalam waktu. Suatu rasa identitas kuat yang mengikat semua warga.

Unit-unit masyarakat adalah


Komuniti, keluarga, kelompok yang mempunyai tujuan dan nilai yang sama.

Dengan demikian ciri dari komuniti adalah sebagai berikut: . - Kesatuan wilayah. - Kesatuan adat istiadat - Rasa identitas komunitas, dan - Loyalitas terhadap komunitas.

Masyarakat sebagai suatu sistem sosial


Menunjukkan bahwa semua orang bersatu untuk saling melindungi dalam kepentingan bersama, dan berfungsi sebagai suatu kesatuan dan secara terus menerus mengadakan hubungan (interaksi) dengan sistem yang lebih besar. Bagian-bagian yang saling berinterakasi tersebut merupakan subsistem dari komuniti seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan keluarga.

Keluarga
Adalah suatu kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang dipersatukan oleh hubungan darah, perkawinan, adopsi atau pengakuan sebagai anggota keluarga yang tinggal bersama, satu kesatuan/unit yang membina kerjasama yang bersumber dari kebudayaan umum, dimana setiap anggotanya belajar dan melakukan peranannya seperti yang diharapkan. Keluarga sebagai suatu sistem sosial melakukan beberapa fungsi yang paling dasar sepeti memberikan keturunan, sosialisasi, psikologi, seleksi, proteksi dan sebagainya.

Dalam perawatan kesehatan masyarakat keluarga sebagai unit utama yang menjadi sasaran pelayanan, karena keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat atau komuniti. Apabila salah satu diantara anggota keluarga mempunyai masalah keperawatan atau kesehatan akan mempengaruhi anggota keluarga yang lain, demikian pula terhadap kelompok dan masyarakat disekitarnya.

Kesehatan Kesehatan manusia bergerak maju atau mundur dalam kontinuitas tertentu, dimana jarak ini menentukan apakah seseorang dikatakan sehat atau sakit. Kesehatan tidak pernah konstant. Parson (1972) Mengatakan sehat adalah kemampuan melaksanakan peran dan fungsi dengan efektif,

Dubois (1978) Mengatakan bahwa kesehatan adalah proses yang kreatif, dimana individu secara aktif dan terus menerus mengadaptasi lingkungan.

Christina Ibrahim, (1986). Paplau H mengatakan bahwa, Kesehatan adalah proses yang berlangsung mengarah kepada kreatifitas, konstruktif, dan produktif, Oream ED mengatakan bahwa kesehatan keadaan integritas individu. Pemeliharaan diri sendiri secara umum adalah dasar untuk berfungsi secara optimal. Sedangkan King ME. Mengatakan bahwa kesehatan adalah keadaan yang dinamis dalam siklus hidup dan memperoleh adaptasi terus menerus terhadap stress

Dan Hendric L. Blum (1974) mengatakan bahwa Ada 4 (empat) faktor utama yang mempengaruhi kesehatan masyarakat, yaitu 1. Lingkungan, 2. perilaku, 3. pelayanan kesehatan dan 4. keturunan.

Pelayanan kesehatan utama (Primary Health Care) merupakan pendekatan yang praktis untuk melaksanakan asuhan perawatan kesehatan masyarakat di tingkat individu, keluarga dan masyarakat/komuniti, dalam bentuk yang dapat diterima dan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, dengan melibatkan partisipasi sepenuhnya dari masyarakat. Dan operasionalnya di Indonesia dalam bentuk Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa, dengan kegiatan nyata yang melibatkan partisipasi masyarakat melalui Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu).

Oleh Karena itu seorang Perawat Kesehatan Masyarakat harus menguasi teknik keperawatan, hubungan antar manusia, keterampilan berorganisasi disamping keterampilan intelektual, sebagai dasar dalam pengambilan keputusan dalam mengatasi masalah keperawatan dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Keperawatan
Perawatan adalah pelayanan esensial yang diberikan oleh perawat terhadap individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang mempunyai masalah kesehatan.

Pelayanan yang diberikan adalah upaya untuk mencapai derajat kesehatan semaksimal mungkin sesuai dengan potensi yang dimiliki dalam menjalankan kegiatan dibidang promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif dengan menggunakan proses keperawatan sebagai metode ilmiah keperawatan.

Menurut International Council of Nurses (ICN, 1973), Keperawatan adalah fungsi yang unik membantu individu yang sakit atau sehat, dengan penampilan kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan atau penyembuhan (meninggal dengan damai), hingga individu dapat merawat kesehatannya sendiri apabila memiliki kekuatan, kemauan dan pengetahuan. American Nurses Asociation (ANA, 1973), mengatakan bahwa praktek keperawatan adalah pelayanan langsung, berorientasi pada tujuan, dapat diadaptasi oleh kebutuhan individu, keluarga, masyarakat dalam keadaan sehat dan sakit.

Dari hasil (Lokakarya Keperawatan,) Dirumuskan defenisi keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan di bidang kesehatan yang didasari ilmu dan kiat keperawatan ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat baik yang sakit maupun yang sehat, sejak lahir sampai meninggal. Pelayanan berupa bantuan diberikan karena kelemahan fisik, keterbatasan pengetahuan dan kurangnya kemauan menuju kepada kemampuan hidup mandiri memenuhi kebutuhan fisik sehari-hari. Kegiatan-kegiatan dilakukan meliputi upaya peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, pemulihan serta pemeliharaan kesehatan sesuai dengan wewenang, tanggung jawab serta etika profesi keperawatan.

Dari ketiga definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa inti keperawatan adalah: 1. Memberikan asuhan keperawatan kepada orang lain. 2. Asuhan keperawatan diberikan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. 3. Merupakan kegiatan-kegiatan peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan dan pemulihan kesehatan. 4. Merupakan pelayanan langsung antara perawat dengan klien (individu, keluarga, kelompok dan masyarakat). 5. Dilaksanakan dalam rangka memenuh kebutuhan kesehatan dan keperawatan klien.

Kesehatan Masyarakat Dalam mengaplikasikan praktik keperawatan kesehatan masyarakat diperlukan pengetahuan penunjang yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, dalam melihat perspektif proses terjadinya masalah kesehatan masyarakat yang erat kaitanya dengan Epidemiologi, serta penelitian-penelitian yang berkaitan dengan masalah tersebut sehingga diketahui faktor penyebab dan alternatif pemecahannya, maka diperlukan pengetahun Statistik Kesehatan.

Dengan menguasai berbagai ilmu dan pengetahuan diatas diharapkan perawat dalam melakukan berbagai intervensi keperawatan baik di tingkat keluarga, kelompok dan masyarakat secara keseluruhan. Hal tersebut sangat penting, karena masalah kesehatan masyarakat terjadi tidak terlepas dari faktor-faktor yang menjadi mata rantai terjadinya penyakit.

faktor-faktor yang menjadi mata rantai terjadinya penyakit : 1. faktor lingkungan dimana masyarakat itu berada. 2. perilaku masyarakat yang merugikan kesehatan ataupun gaya hidup yang dapat merusak tantanan masyarakat dalam bidang kesehatan. 3. ketersediaan dan keterjangkauan fasilitas kesehatan yang dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sosial Pengetahuan sosial kemasyarakatan penting sekali dikuasai oleh Perawat Kesehatan Masyarakat dalam menjalankan tugasnya, karena ia akan berhadapan dengan kelompokkelompok sosial dalam masyarakat. Apakah itu ditingkat keluarga, kelompok ataupun masyarakat dengan berbagai latar belakang agama, budaya, pendidikan, ekonomi, norma, adat istiadat dan aturan-aturan yang berlaku dalam masyarakat.

Untuk dapat melatih kemadirian masyarakat diperlukan berbagai pengetahuan yang harus dikuasi oleh Perawat Kesehatan Masyarakat, diantaranya adalah;
Pengembangan Dan Pengorganisasian Masyarakat, Pendekatan Edukatif, dan Berbagai teori pendekatan perubahan perilaku

Community Health Nursing


Community artinya masyarakat terbatas yang mempunyai persamaan nilai (values), perhatian (interest) yang merupakan kelompok khusus dengan batas-batas geografi yang jelas, dengan norma dan nilai yang telah melembaga. Misalnya masyarakat suku terasing, masyarakat sekolah, masyarakat pekerja, masyarakat petani dan dalam bidang kesehatan kita kenal dengan kelompok ibu hamil, ibu bersalin, dan sebagainya. Dengan demikian dalam pembinaannya akan lebih mudah, kerena telah diketahui karakteristik dari tiap-tiap kelompok tersebut.

Falsafah
Falsafah adalah keyakinan terhadap nilai-nilai yang menjadi pedoman untuk mencapai suatu tujuan dan di pakai sebagai pandangan hidup.

Falsafah keperawatan komunitas


adalah keyakinan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi pedoman dalam melaksanakan asuhan perawatan kesehatan masyarakat baik ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat sebagai sasaran pelayanan untuk mencapai tujuan keperawatan dan kesehatan dalam memecahkan masalah yang mereka hadapi, dan inilah yang menjadi pegangan sebagai pandangan dalam memberikan asuhan keperawatan.

Definisi
World Health Oraginization (WHO, 1959) Keperawatan komunitas adalah lapangan perawatan khusus yang merupakan gabungan keterampilan ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan bantuan sosial, sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat secara keseluruhan guna meningkatkan kesehatan, penyempurnaan kondisi sosial, perbaikan lingkungan fisik, rehabilitasi, pencegahan penyakit dan bahaya yang lebih besar, ditujukan kepada keluarga yang sehat, individu yang sakit dan tidak dirawat di rumah sakit beserta keluarganya, kelompok masyarakat khusus yang mempunyai masalah kesehatan dimana hal tersebut akan mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan.

Ruth B Freeman (1961) Keperawatan Komunitas adalah sebagai suatu lapangan khusus di bidang keperawatan, dimana teknik keperawatan, keterampilan hubungan antar manusia dan keterampilan berorganisasi diterapkan dalam hubungan yang serasi kepada keterampilan anggota profesi kesehatan lain dan kepada tenaga sosial demi untuk memelihara kesehatan masyarakat.

American Nurses Assocation (1973) Keperawatan komunitas adalah suatu sintesa dari praktek keperawatan dan praktek kesehatan masyarakat yang diterapkan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan penduduk. Sifat dari praktek ini adalah menyeluruh dan paripurna, pelayanan tidak terbatas pada kelompok umur tertentu, pelayanan keperawatan komunitas berkelanjutan tidak epidotik, tanggung jawabnya yang dominan adalah terhadap seluruh masyarakat.

Dr. Azrul Azwar, MPH (1983) Keperawatan komunitas adalah bagian dari usaha kesehatan pokok yang menjadi beban tugas puskesmas, yang melaksanakan perawatan penderita, keluarga dan masyarakat sekitar, untuk menyembuhkan dan meningkatkan kesehatan penderita, keluarga dan masyarakat sekitar melalui peningkatan kapasitas masingmasing sehingga dapat mengatasi berbagai masalah kesehatan yang dihadapi.

Departemen Kesehatan R.I (1986) Perawatan kesehatan masyarakat adalah suatu upaya pelayanan keperawatan yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh perawat, dengan mengikutsertakan team kesehatan lainnya dan masyarakat untuk memperoleh tingkat kesehatan yang lebih tinggi dari individu,keluarga dan masyarakat.

Rapat Kerja Keperawatan Kesehatan Masyarakat (1990) Keperawatan komunitas adalah suatu bidang keperawatan yang merupakan perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta masyarakat secara aktif dan mengutamakan pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh dan terpadu, ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat sebagai kesatuan yang utuh, melalui proses keperawatan untuk meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal, sehingga mandiri dalam upaya kesehatan.

Persyaratan Untuk dapat melaksanakan praktek perawatan kesehatan masyarakat, tentunya harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut: Memiliki kemampuan intelektual yang luas yang berkaitan dengan keperawatan, kesehatan masyarakat, dan pengetahuan sosial kemasyarakatan. Mempunyai keterampilan hubungan antar manusia, dengan menguasai berbagai tehnik pendekatan kepada masyarakat. Kemampuan berkomunikasi

Kemampuan berorganisasi. Kemampuan bekerja secara team. Kemampuan tehnis keperawatan. Menguasai berbagai tehnik pemecahan masalah keseltatan dan prioritas kesehatan masyarakat. Mempunyai penampilan yang menarik. Telah mendapatkan pelatihan tentang praktek perawatan kesehatan masyarakat.

Tujuan Tujuan Umum Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat sehingga tercapai derajat kesehatan yang optimal agar dapat menjalankan fungsi kehidupan sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki. Tujuan Khusus Untuk meningkatkan berbagai kemampuan individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat dalam hal: - Mengidentifikasi masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapi.

- Menetapkan masalah kesehatan/keperawatan dan prioritas masalah. Merumuskan berbagai alternatif pemecahan masalah kesehatan/ keperawatan. - Menanggulangi masalah kesehatan/keperawatan yang mereka hadapi - Penilaian hasil kegiatan dalam memecahkan masalah kesehatan/keperawatan. - Mendorong dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelayanan kesehatan/keperawatan.

Meningkatkan kemampuan dalam memelihara kesehatan secara mandiri (self care). - Menanamkan perilaku sehat melalui upaya pendidikan kesehatan, dan - Lebih spesifik lagi adalah untuk menunjang fungsi puskesmas dalam menurunkan angka kematian bayi, ibu dan balita serta diterimanya norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera. - Tertanganinya kelompok-kelompok resiko tinggi yang rawan terhadap masalah kesehatan.

Sasaran
Sasaran perawatan kesehatan masyarakat adalah individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat baik yang sehat maupun yang sakit yang mempunyai masalah kesehatan/perawatan.

Ruang Lingkup
Ruang lingkup praktek perawatan kesehatan masyarakat, meliputi upaya-upaya,
1. Peningkatan kesehatan (promotif), 2. pencegahan (preventif), 3. Pemeliharaan kesehatan dan pengobatan (kuratif), 4. pemulihan kesehatan kesehatan (rehabilitasi), dan 5. mengembalikan serta memfungsikan kembali baik individu, keluarga dan kelompokkelompok masyarakat ke lingkungan sosial dan masyarakatnya (resosialitatif).

Prinsip Dasar Prinsip dasar dalam pelaksanaan praktek perawatan kesehatan masyarakat adalah sebagai berikut: Keluarga adalah sebagai unit utama dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Ada 4 (empat) tingkat sasaran dalam pelayanan perawatan kesehatan masyarakat yaitu: individu, kelurga, kelompok khusus dan masyarakat.

Perawat kesehatan masyarakat bekerja dengan, dan bukan bekerja untuk individu, keluarga, kelompok dan masyarakat. Bekerja dengan maksudnya dalam setiap kegiatannya selalu mengikutsertakan partisipasi masyarakat dalam menanggulangi masalah kesehatan mereka sendiri. Pelayanan kesehatan dan keperawatan yang diberikan lebih menekankan kepada upaya promotif dan preventif dengan tidak melupakan upaya kuratif dan rehabilitatif.

Dasar utama dalam pelayanan perawatan kesehatan masyarakat adalah menggunakan pendekatan pemecahan masalah yang dituangkan dalam proses keperawatan. Kegiatan utama perawatan kesehatan masyarakat adalah di masyarakat dan bukan di rumah sakit. Pasien adalah masyarakat secara keseluruhan baik yang sehat maupun yang sakit.

Perawatan kesehatan masyarakat ditekankan kepada pembinaan perilaku sehat masyarakat. Tujuan perawatan kesehatan masyarakat adalah meningkatkan firngsi kehidupan sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat seoptimal mungkin secara manditi. Perawat kesehatan masyarakat tidak bekerja sendiri tetapi bekerja secara team.

- Sebagian besar waktu dari seorang perawat kesehatan masyarakat digunakan untuk kegiatan-kegiatan peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, melayani masyarakat yang sehat dan yang sakit, penduduk yang sakit dan tidak berobat ke puskesmas dan pasien yang baru kembali dari rumah sakit. - Perawat kesehatan masyarakat harus melihat kenyataan dan keadaan yang nyata dilingkungan klien, baik di rumah, di sekolah, panti-panti, dan lain sebagainya. Oleh karena itu kunjungan rumah (home visit) sangat penting artinya untuk membantu mengatasi permasalahan kesehatan/keperawatan klien.

- Pendidikan kesehatan merupakan kegiatan


utama perawatan kesehatan guna merubah perilaku dan kebiasaan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat kearah yang menguntungkan kesehatan. Pelakasanaan perawatan kesehatan masyarakat harus mengacir kepada sistem pelayanan kesehatan yang ada. Pelaksanaan asuhan perawatan kesehatan masyarakat dilakukan di institusi pelayanan kesehatan yaitu puskesmas, dan instuti lain seperti panti, .sekolah, dan lainnya dan rumah dimana keluarga sebagai unit pelayanan.

Metodologi
Dalam melaksanakan asuhan perawatan kesehatan masyarakat, metodologi yang digunakan oleh perawat adalah proses keperawatan sebagai suatu pendekatan ilmiah dalam bidang keperawatan, melalui tahap-tahap ;

Pengkajian
Pengumpulan data, adalah untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang dihadapi oleh individu, keluarga, kelompok dan masyarakat, melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi dengan menggunakan instrumen pengumpulan data dalam menghimpun informasi.

Analisa data, dilaksanakan berdasarkan data yang telah diperoleh dan disusun dalam suatu format yang sistematis. Dalam menganalisa data memerlukan pemikiran yang kritis. Merumuskan masalah keperawatan/kesehatan dan diagnosa keperawatan kesehatan masyarakat diberbagai tingkat sesuai dengan urutan prioritasnya.

Perencanaan Asuhan Keperawatan (Nursing Care Plan)


Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah: - Menetapkan tujuan dan sasaran pelayanan. - Menetapkan rencana kegiatan untuk mengatasi masalah kesehatan dan keperawatan. - Menetapkan kriteria keberhasilan dari rencana tindakan yang akan dilakukan

Pelaksanaan
Adalah melaksanakan rencana yang telah disusun dengan melibatkan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat sepenuhnya dalam mengatasi masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapi.

Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam pelaksanaan kegiatan perawatan kesehatan masyarakat adalah:
Melaksanakan kerjasama lintas program dan lintas sektoral dengan instansi terkait. - Mengikutsertakan partisipasi aktif individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatannya. - Memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada dimasyarakat.

EVALUASI Penilaian yang dilakukan berkaitan dengan tujuan yang akan dicapai, sesuai dengan perencanaan yang telah disusun semula. Ada 4 (empat) dimensi yang harus dipertimbangkan dalam penilaian, yaitu: Daya guna Hasil guna Kelayakan Kecukupan.

Kriteria Keluarga/Masyarakat Binaan Ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan keluarga binaan, terutama keluarga-keluarga yang termasuk resiko tinggi dalam bidang kesehatan. Mudah dijangkau. Komunikasi dengan keluarga baik Minat dan tanggapan keluarga positif terhadap pelayanan kesehatan dan keperawatan yang diberikan. .

Termasuk dalam katagori sosial ekonomi rendah. Ada wadah peran serta masyarakat misalnya posyandu, KPKIA, Dasa wisma. Daerah tersebut tidak terlalu rawan.

Strategi Untuk dapat melaksanakan praktek perawatan kesehatan masyarakat dengan berhasil guna dan berdaya guna, diperlukan berbagai strategi yang ditempuh, terutama yang menyangkut tenaga, pengelolaan, dan partisipasi masyarakat secara aktif, melalui:

a. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga pengelola dan pelaksana perawatan kesehatan masyarakat diberbagai tingkat pelayanan melalui pendidikan dan pelatihan. b. Meningkatkan kemampuan managemen pengelola dan pelaksana sehingga dapat mencapai hasil secara optimal. c. Meningkatkan kerjasama lintas program dan lintas sektoral diantara instansi terkait dengan program perawatan kesehatan masyarakat.

d. Membantu masyarakat mulai dari tahap identifikasi masalah, perencanaan pelaksanaan dan evaluasi dengan cara : 1. Pendidikan dan pelatihan kader 2. Bimbingan teknik di lapangan 3. Pendidikan kesehatan 4. Pelayanan kesehatan dasar

e. Pembinaan keluarga binaan/masyarakat binaan yang rawan terhadap masalah kesehatan. f. Mengadakan koordinasi dengan seluruh upaya kesehatan pokok puskesmas dalam memberikan pelayanan yang komprehensive baik di dalam dan diluar gedung sesuai dengan fungsi puskesmas

Kecenderungan di Masa yang Akan Datang


Bila dilihat dari prospek perawatan kesehatan masyarakat dimasa yang datang cenderung semakin berkembang dan dibutuhkan dalam sistem pelayanan kesehatan pemerintah. Oleh karena perawatan kesehatan masyarakat merupakan sub sistem dari keperawatan khususnya dan sistem kesehatan pada umumnya.Berkaitan dengan itu pula peranan perawatan kesehatan masyarakat sangat diperlukan keikut-sertaannya dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan yang terjadi dimasa kini dan yang akan datang, karena selalu mengikuti perubahan yang terjadi dalam masyarakat secara keseluruhan.

Perubahan-perubahan tersebut dapat dilihat dari perubahan masyarakat secara keseluruhan yang meliputi: Pertambahan penduduk yang begitu cepat (population) dan perubahan-perubahan dalam gambaran penduduk, diantaranya perubahan-perubahan dalam komposisi umur, penyebarannya, dan kepadatan penduduk di kota-kota besar. Perubahan pola penyakit (transisi penyakit), yaitu perubahan dari penyakit menular ke penyakit-penyakit degeneratif seperti jantung, kanker, strok, depresi mental dan kecemasan, peningkatan kecelakaan, alkhoholisme, dan penyalahgunaan narkotika.

Perkembangan industrialisasi serta perubahan kondisi sosial yang cepat dengan disertai perubahan-perubahan sikap, nilai, gaya hidup, kondisi lingkungan, kelompok-kelompok masyarakat baru, masalah-masalah individu, keluarga, antar individu dan masyarakat. Meningkatnya pengetahuan masyarakat (penerima pelayanan) serta meningkatnya harapan terhadap mutu pelayanan keperawatan dan kesehatan, perubahan konsep kesehatan dari kebebasan penyakit menjadi kondisi individu yang memiliki kemampuan hidup sehat dan mempunyai daya produktivitas tinggi.

Meningkatnya ilmu pengetahuan ilmiah, biomedis, dan teknolologi medis/ keperawatan membawa perbaikan metoda untuk mengatasi penyakit. Berkemhangnya team kesehatan dan meningkatnya keahlian tenaga kesehatan dan keperawatan dan munculnya berbagai katagori tenaga kesehatan yang baru.

Pola pelayanan kesehatan yang baru untuk menunjang pencapai kesehatan hagi semua orang pada tahun 2010. Masyarakat menjadi patner kerja yang aktif dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Banyak pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di luar rumah sakit, misal rehabilitasi, mental health dan sebagainya.

Terima Kasih Dan Selamat Belajar !!! Wassalam