Anda di halaman 1dari 6

Pengertian Sampah

Sampah merupakan suatu bahan yang dibuang atau terbuang sebagai hasil dari aktivitas manusia maupun hasil aktivitas alam yang tidak atau belum memiliki nilai ekonomis. Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak.
Sampah Organik Sampah Anorganik Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedangkan sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng. Sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun) Sampah yang terdiri dari bahan-bahan berbahaya dan beracun. Misalnya adalah bahan kimia beracun.

Sampah organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami.

Dampak Negatif dari pengelolaan sampah yang tidak baik


Gangguan kesehatan. Timbunan sampah dapat menjadi tempat pembiakan lalat yang dapat mendorong penularan infeksi. Timbunan sampah dapat menimbulkan penyakit yang terkait dengan tikus, dan hewan pembawa penyakit lainnya (vektor) Menurunnya kualitas lingkungan. Menurunnya estetika lingkungan. Timbunan sampah yang bau, kotor dan berserakan akan menjadikan lingkungan tidak indah untuk dipandang mata. Terhambatnya pembangunan negara.

Pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan cara


1.

Pemanfaatan sampah organik, seperti composting (pengomposan). Hasil penelitian diketahui bahwa dengan melakukan kegiatan composting sampah organik yang komposisinya mencapai 70% dapat direduksi hingga mencapai 25%. Pemanfaatan sampah anorganik. Pemanfaatan kembali secara langsung, misalnya pembuatan kerajinan yang berbahan baku dari barang bekas, atau kertas daur ulang. Sisa sampah yang tidak dapat dimanfaatkan secara ekonomis baik dari kegiatan composting maupun pemanfaatan sampah anorganik, jumlahnya mencapai 10%, harus dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA).

2.

3.

Istilah Pengelolaan Sampah :


Reduce (kurangi sampah). Membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastik pembungkus barang belanja. Membeli kemasan isi ulang untuk shampoo dan sabun daripada membeli Membeli susu, makanan kering, deterjen, dan lain-lain dalam paket yang besar daripada membeli beberapa paket kecil untuk volume yang sama. Re-use (gunakan sisa sampah yang masih bisa dipakai) Memanfaatkan botolbotol bekas untuk wadah. Memanfaatkan kantong plastik bekas kemasan belanja untuk pembungkus. Memanfaatkan pakaian atau kain-kain bekas untuk kerajinan tangan, perangkat pembersih (lap), maupun berbagai keperluan lainnya.

Daur ulang Botol bekas wadah kecap, saos, sirup, creamer dll baik yang putih bening maupun yang berwarna terutama gelas atau kaca yang tebal. Kertas terutama kertas bekas di kantor, koran, majalah, kardus kecuali kertas yang berlapis minyak. Plastik bekas wadah shampoo, air mineral, jerigen, ember dll. Sampah basah dapat diolah menjadi kompos.

Replace/Mengganti Teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barangbarang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barangbarang yang lebih ramah lingkungan. Misalnya, ganti kantong keresek kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.

Contoh Gambar Daur Ulang

Bank Sampah