Anda di halaman 1dari 29
DEKONTAMINASI ALAT dan DISINFEKSI RUANGAN DI KAMAR OPERASI Sri Purwaningsih SKep Ners Tim Penanggulangan HIV/AIDS
DEKONTAMINASI ALAT dan DISINFEKSI RUANGAN DI KAMAR OPERASI Sri Purwaningsih SKep Ners Tim Penanggulangan HIV/AIDS
DEKONTAMINASI ALAT dan DISINFEKSI RUANGAN DI KAMAR OPERASI Sri Purwaningsih SKep Ners Tim Penanggulangan HIV/AIDS
DEKONTAMINASI ALAT dan DISINFEKSI RUANGAN DI KAMAR OPERASI Sri Purwaningsih SKep Ners Tim Penanggulangan HIV/AIDS

DEKONTAMINASI

ALAT dan

DISINFEKSI RUANGAN

DI KAMAR OPERASI

DEKONTAMINASI ALAT dan DISINFEKSI RUANGAN DI KAMAR OPERASI Sri Purwaningsih SKep Ners Tim Penanggulangan HIV/AIDS RSUP

Sri Purwaningsih SKep Ners Tim Penanggulangan HIV/AIDS RSUP Dr Sardjito Yogyakarta

Seminar HIPKABI,17-18 Mei 2011

 Memahami prinsip dasar dekontaminasi melalui proses pre cleaning,pembersihan,disinfeksi, disinfeksi tingkat tinggi,

Memahami prinsip dasar dekontaminasi melalui proses pre cleaning,pembersihan,disinfeksi, disinfeksi tingkat tinggi, sterilisasi alat dan linen yang baik dan aman

Memahami proses pengumpulan, pengangkutan, pemilahan, penyimpanan dan pendistribusian alat dan linen

pengumpulan, pengangkutan, pemilahan, penyimpanan dan pendistribusian alat dan linen Seminar Pengendalian Infeksi - UII
pengumpulan, pengangkutan, pemilahan, penyimpanan dan pendistribusian alat dan linen Seminar Pengendalian Infeksi - UII
pengumpulan, pengangkutan, pemilahan, penyimpanan dan pendistribusian alat dan linen Seminar Pengendalian Infeksi - UII
pengumpulan, pengangkutan, pemilahan, penyimpanan dan pendistribusian alat dan linen Seminar Pengendalian Infeksi - UII

Seminar Pengendalian Infeksi - UII

 Pasien & tenaga kesehatan berisiko mendapatkan infeksi  pencegahan infeksi  Infeksi rumah sakit
 Pasien & tenaga kesehatan berisiko mendapatkan infeksi  pencegahan infeksi  Infeksi rumah sakit
 Pasien & tenaga kesehatan berisiko mendapatkan infeksi  pencegahan infeksi  Infeksi rumah sakit

Pasien & tenaga kesehatan berisiko mendapatkan infeksi pencegahan infeksi

Infeksi rumah sakit dapat dicegah / dikendalikan strategi pencegahan infeksi

Salah satu strategi pencegahan infeksi adalah dekontaminasi: pembersihan, disinfeksi dan sterilisasi

infeksi  Salah satu strategi pencegahan infeksi adalah dekontaminasi: pembersihan, disinfeksi dan sterilisasi 3
infeksi  Salah satu strategi pencegahan infeksi adalah dekontaminasi: pembersihan, disinfeksi dan sterilisasi 3
infeksi  Salah satu strategi pencegahan infeksi adalah dekontaminasi: pembersihan, disinfeksi dan sterilisasi 3
infeksi  Salah satu strategi pencegahan infeksi adalah dekontaminasi: pembersihan, disinfeksi dan sterilisasi 3
Memutus mata rantai penularan infeksi dari peralatan medis kepada pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan lingkungan

Memutus mata rantai penularan infeksi dari peralatan medis kepada pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan lingkungan rumah sakit

rantai penularan infeksi dari peralatan medis kepada pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan lingkungan rumah sakit 4
rantai penularan infeksi dari peralatan medis kepada pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan lingkungan rumah sakit 4
rantai penularan infeksi dari peralatan medis kepada pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan lingkungan rumah sakit 4
rantai penularan infeksi dari peralatan medis kepada pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan lingkungan rumah sakit 4
rantai penularan infeksi dari peralatan medis kepada pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan lingkungan rumah sakit 4
 Dekontaminasi :
 Dekontaminasi :

Proses fisika/kimia yang digunakan untuk menurunkan /menghilangkan organisme pada benda mati sehingga aman untuk dipakai kembali.

Pembersihan:

P roses yang secara fisik membuang semua kotoran,darah,atau cairan tubuh lainnya dari benda mati ataupun membuang sejumlah mikroorganisme untuk mengurangi risiko bagi mereka yang menyentuh atau menangani obyek tersebut. Proses ini terdiri dari mencuci sepenuhnya dengan sabun atau detergen dan air atau enzymatic, membilas dengan air bersih dan mengeringkan.

.

Precleaning/prabilas :

Proses yang membuat benda mati lebih aman untuk ditangani oleh petugas sebelum dibersihkan

Precleaning/prabilas :  Proses yang membuat benda mati lebih aman untuk ditangani oleh petugas sebelum dibersihkan
Precleaning/prabilas :  Proses yang membuat benda mati lebih aman untuk ditangani oleh petugas sebelum dibersihkan

MDGsMDGs

20152015
20152015

BPPM,12 Mei 2011

Pengelolaan Linen

Pengelolaan Linen
Pengelolaan Linen
 DTT merupakan perlakuan minimun yang direkomendasikan oleh CDC.  DTT dapat membunuh semua mikroorganisme,

DTT merupakan perlakuan minimun yang direkomendasikan oleh CDC.

DTT dapat membunuh semua mikroorganisme, kecuali endospora. Cara:

Rebus dalam air mendidih selama 20 menit

Rendam dalam larutan kimiawi: Glutaraldehyde, Hydrogen Peroksida

◦ Rebus dalam air mendidih selama 20 menit ◦ Rendam dalam larutan kimiawi: Glutaraldehyde, Hydrogen Peroksida
◦ Rebus dalam air mendidih selama 20 menit ◦ Rendam dalam larutan kimiawi: Glutaraldehyde, Hydrogen Peroksida
◦ Rebus dalam air mendidih selama 20 menit ◦ Rendam dalam larutan kimiawi: Glutaraldehyde, Hydrogen Peroksida
◦ Rebus dalam air mendidih selama 20 menit ◦ Rendam dalam larutan kimiawi: Glutaraldehyde, Hydrogen Peroksida
 Sterilisasi: Suatu proses menghilangkan/memusnahkan semua bentuk mikroorganisme pada peralatan medis / objek termasuk
 Sterilisasi: Suatu proses menghilangkan/memusnahkan semua bentuk mikroorganisme pada peralatan medis / objek termasuk

Sterilisasi:

Suatu proses menghilangkan/memusnahkan semua bentuk mikroorganisme pada peralatan medis / objek termasuk endospora yang dapat dilakukan melalui proses fisika dan kimiawi dengan menggunakan alat sterilisator

Disinfeksi:

Suatu proses untuk menghilangkan / memusnahkan mikroorganisme virus, bakteri, parasit, fungi dan sejumlah spora pada peralatan medis / objek dengan menggunakan cairan disinfektan.

 Peralatan Kritis
Peralatan Kritis

Kategori : risiko tinggi

- Peralatan medis yang masuk kedalam jaringan tubuh steril atau

sistem pembuluh darah.

- Pengelolaan peralatan dengan cara sterilisasi

- Contoh: instrumen bedah, kateter intravena, kateter jantung, dll

Peralatan semi kritis

Risiko sedang

.

- Peralatan yang kontak dengan kulit tidak utuh,membran mukosa -

utuh Pengelolaan peralatan medis dengan disinfeksi tingkat tinggi.(DTT)

- Contoh: endotracheal tube, endoscopi, nasogastric tube

-

peralatan medis dengan disinfeksi tingkat tinggi.(DTT) - Contoh: endotracheal tube, endoscopi, nasogastric tube - 10
peralatan medis dengan disinfeksi tingkat tinggi.(DTT) - Contoh: endotracheal tube, endoscopi, nasogastric tube - 10
peralatan medis dengan disinfeksi tingkat tinggi.(DTT) - Contoh: endotracheal tube, endoscopi, nasogastric tube - 10
peralatan medis dengan disinfeksi tingkat tinggi.(DTT) - Contoh: endotracheal tube, endoscopi, nasogastric tube - 10
 Peralatan non kritis - Peralatan medis yang kontak dengan permukaan kulit yang utuh. -

Peralatan non kritis

- Peralatan medis yang kontak dengan permukaan kulit yang utuh.

- Pengelolaan peralatan medis dengan cara disinfeksi tingkat intermediate / tingkat rendah

- Contoh: Tensimeter, stetoscope, bedpan, urinal, linen, apron.

cara disinfeksi tingkat intermediate / tingkat rendah - Contoh: Tensimeter, stetoscope, bedpan, urinal, linen, apron. 11
cara disinfeksi tingkat intermediate / tingkat rendah - Contoh: Tensimeter, stetoscope, bedpan, urinal, linen, apron. 11
cara disinfeksi tingkat intermediate / tingkat rendah - Contoh: Tensimeter, stetoscope, bedpan, urinal, linen, apron. 11
cara disinfeksi tingkat intermediate / tingkat rendah - Contoh: Tensimeter, stetoscope, bedpan, urinal, linen, apron. 11
 Hipoklorit 1%/pemutih : kontaminasi terhadap darah dan cairan tubuh  korosif, berbau  Alkohol

Hipoklorit 1%/pemutih : kontaminasi terhadap darah dan cairan tubuh korosif, berbau Alkohol 80% : permukaan metal, permukaan meja

Glutaraldehyde 2% : endoskop

Chlorhexidine : kulit, mukosa

permukaan meja  Glutaraldehyde 2% : endoskop  Chlorhexidine : kulit, mukosa Seminar Pengendalian Infeksi -
permukaan meja  Glutaraldehyde 2% : endoskop  Chlorhexidine : kulit, mukosa Seminar Pengendalian Infeksi -
permukaan meja  Glutaraldehyde 2% : endoskop  Chlorhexidine : kulit, mukosa Seminar Pengendalian Infeksi -

Seminar Pengendalian Infeksi - UII

Dekontaminasi Dekontaminasi Alat Alat Kes Kes Habis Habis Pakai Pakai Pre cleaning (Pembersihan awal) Air+deterjent

DekontaminasiDekontaminasi AlatAlat KesKes HabisHabis PakaiPakai

Pre cleaning (Pembersihan awal)

Air+deterjent atau enzymatic,sikat.

(Pembersihan awal) Air+deterjent atau enzymatic,sikat. Pembersihan (Cuci bersih dan tiriskan) Sterilisasi (alat
Pembersihan (Cuci bersih dan tiriskan)

Pembersihan

(Cuci bersih dan tiriskan)

(Cuci bersih dan tiriskan)

enzymatic,sikat. Pembersihan (Cuci bersih dan tiriskan) Sterilisasi (alat critical) Masuk dalam pembuluh

Sterilisasi (alat critical)

Masuk dalam pembuluh darah/jaringan tubuh)

(alat critical) Masuk dalam pembuluh darah/jaringan tubuh) Disinfeks i Disinfeksi tingkat rendah (alat non kritikal)

Disinfeksi

Masuk dalam pembuluh darah/jaringan tubuh) Disinfeks i Disinfeksi tingkat rendah (alat non kritikal) Hanya pada
Masuk dalam pembuluh darah/jaringan tubuh) Disinfeks i Disinfeksi tingkat rendah (alat non kritikal) Hanya pada

Disinfeksi tingkat rendah

(alat non kritikal)

Hanya pada permukaan tubuh yang utuh

Tensi meter, termometer

Disinfeksi tingkat tinggi

(alat semi kritikal)

Masuk dalam mucosa tubuh

Endotracheal tube, NGT

Disinfeksi tingkat tinggi (alat semi kritikal) Masuk dalam mucosa tubuh Endotracheal tube, NGT Diirebus Kimiawi 13
Disinfeksi tingkat tinggi (alat semi kritikal) Masuk dalam mucosa tubuh Endotracheal tube, NGT Diirebus Kimiawi 13

Diirebus

Kimiawi

Prosedur Cleaning di CSSD 14 14

Prosedur Cleaning di CSSD

Prosedur Cleaning di CSSD 14 14
Prosedur Cleaning di CSSD 14 14
Prosedur Cleaning di CSSD 14 14
Prosedur Cleaning di CSSD 14 14
Prosedur Cleaning di CSSD 14 14

14

JUMLAH % YANG TERSEDIA - 1 JUMLAH % YANG DIBUTUHKAN • Yang tersedia • Yang
JUMLAH % YANG TERSEDIA - 1 JUMLAH % YANG DIBUTUHKAN • Yang tersedia • Yang
JUMLAH % YANG TERSEDIA - 1 JUMLAH % YANG DIBUTUHKAN • Yang tersedia • Yang
JUMLAH % YANG TERSEDIA - 1 JUMLAH % YANG DIBUTUHKAN
JUMLAH % YANG TERSEDIA
-
1
JUMLAH % YANG DIBUTUHKAN

• Yang tersedia

• Yang dibutuhkan : 0,5 %

• JADI :

: 5,25 %

5,25

0,5

- 1

• Yang tersedia • Yang dibutuhkan : 0,5 % • JADI : : 5,25 % 5,25

525

50

- 1

• Yang tersedia • Yang dibutuhkan : 0,5 % • JADI : : 5,25 % 5,25

10,5 – 1 = 9,5

1

: 9

 Cuci tangan  Pakai APD: sarung tangan, apron, masker, kaca mata  Serap darah/cairan
 Cuci tangan  Pakai APD: sarung tangan, apron, masker, kaca mata  Serap darah/cairan
 Cuci tangan  Pakai APD: sarung tangan, apron, masker, kaca mata  Serap darah/cairan

Cuci tangan

Pakai APD: sarung tangan, apron, masker, kaca mata

Serap darah/cairan tubuh sebanyak-banyaknya dengan kertas/tisu

Buang kertas/tisu penyerap kedalam kantong sampah medis

Bersihkan daerah bekas tumpahan dengan larutan klorin 0.05 %

Buka sarung tangan

Cuci tangan

sampah medis  Bersihkan daerah bekas tumpahan dengan larutan klorin 0.05 %  Buka sarung tangan
sampah medis  Bersihkan daerah bekas tumpahan dengan larutan klorin 0.05 %  Buka sarung tangan
sampah medis  Bersihkan daerah bekas tumpahan dengan larutan klorin 0.05 %  Buka sarung tangan
sampah medis  Bersihkan daerah bekas tumpahan dengan larutan klorin 0.05 %  Buka sarung tangan
 Prosedur ◦ Cuci tangan ◦ Pakai APD : sarung tangan, apron, masker, kaca mata

Prosedur

Cuci tangan

Pakai APD : sarung tangan, apron, masker, kaca mata

Bilas alat medis yang telah didekontaminasi dengan air mengalir

Lepaskan/buka alat medis yang dapat dilepas

Sikat perlahan-lahan alat medis dari setiap permukaan termasuk gerigi dan lekukan

Bilas sampai bersih dalam air hangat

Bersihkan sikat dan bak pencuci

Keringkan alat medis dengan kain atau di udara

Buka sarung tangan dan alat pelindung lain

Cuci tangan

 Sterilisasi dengan suhu tinggi ◦ Sterilisasi uap (Steam Heat) ◦ Sterilisasi panas kering (Dry
 Sterilisasi dengan suhu tinggi ◦ Sterilisasi uap (Steam Heat) ◦ Sterilisasi panas kering (Dry

Sterilisasi dengan suhu tinggi

Sterilisasi uap (Steam Heat)

Sterilisasi panas kering (Dry Heat)

Sterilisasi dengan suhu rendah

Ethylene Oxide

Hydrogen Peroxide Plasma Sterilization (STERRAD)

Liquid Paracetic Acid

dengan suhu rendah ◦ Ethylene Oxide ◦ Hydrogen Peroxide Plasma Sterilization (STERRAD) ◦ Liquid Paracetic Acid
dengan suhu rendah ◦ Ethylene Oxide ◦ Hydrogen Peroxide Plasma Sterilization (STERRAD) ◦ Liquid Paracetic Acid
dengan suhu rendah ◦ Ethylene Oxide ◦ Hydrogen Peroxide Plasma Sterilization (STERRAD) ◦ Liquid Paracetic Acid
dengan suhu rendah ◦ Ethylene Oxide ◦ Hydrogen Peroxide Plasma Sterilization (STERRAD) ◦ Liquid Paracetic Acid
 Keuntungan: ◦ dapat mensterilkan bahan yang tidak dapat ditembus steam ◦ tidak bersifat korosi,
 Keuntungan: ◦ dapat mensterilkan bahan yang tidak dapat ditembus steam ◦ tidak bersifat korosi,
 Keuntungan: ◦ dapat mensterilkan bahan yang tidak dapat ditembus steam ◦ tidak bersifat korosi,

Keuntungan:

dapat mensterilkan bahan yang tidak dapat ditembus steam

tidak bersifat korosi, mencapai seluruh permukaan alat

Kelemahan:

penetrasi panas lambat - waktu lama

perlu suhu tinggi

dapat merusak bahan karet

alat  Kelemahan: ◦ penetrasi panas lambat - waktu lama ◦ perlu suhu tinggi ◦ dapat
alat  Kelemahan: ◦ penetrasi panas lambat - waktu lama ◦ perlu suhu tinggi ◦ dapat
alat  Kelemahan: ◦ penetrasi panas lambat - waktu lama ◦ perlu suhu tinggi ◦ dapat
alat  Kelemahan: ◦ penetrasi panas lambat - waktu lama ◦ perlu suhu tinggi ◦ dapat
alat  Kelemahan: ◦ penetrasi panas lambat - waktu lama ◦ perlu suhu tinggi ◦ dapat

19

 Penggunaan untuk: ◦ minyak, serbuk halus, syringe, kaca, gelas, benda tajam  Suhu dan

Penggunaan untuk:

minyak, serbuk halus, syringe, kaca, gelas, benda tajam

Suhu dan waktu:

170° C (340° F) selama 60 menit

160° C (320° F) selama 120 menit

150° C (300° F) selama 150 menit

◦ 170° C (340° F) selama 60 menit ◦ 160° C (320° F) selama 120 menit
◦ 170° C (340° F) selama 60 menit ◦ 160° C (320° F) selama 120 menit
◦ 170° C (340° F) selama 60 menit ◦ 160° C (320° F) selama 120 menit
◦ 170° C (340° F) selama 60 menit ◦ 160° C (320° F) selama 120 menit
 Untuk sterilisasi alat medis yang sensitif terhadap panas dan uap.  ETO tidak berwarna,
 Untuk sterilisasi alat medis yang sensitif terhadap panas dan uap.  ETO tidak berwarna,
 Untuk sterilisasi alat medis yang sensitif terhadap panas dan uap.  ETO tidak berwarna,

Untuk sterilisasi alat medis yang sensitif terhadap panas dan uap.

ETO tidak berwarna, mudah terbakar

Suhu 29° - 65 °C atau 45 °C

Keuntungan:

-85 °C.

non korosif terhadap plastik, metal , karet.

tidak berbau

Kelemahan:

waktu lama (2 – 5 jam), biaya tinggi, bersifat toksik, mutagenik, karsinogenik, iritasi saluran pernapasan, dalam konsentrasi tinggi dapat menimbulkan pusing, mual, muntah.

 Untuk menjamin tindakan operasi berjalan de­ngan lancar dan meminimalisir faktor-faktor pengganggu : ◦ Pintu

Untuk menjamin tindakan operasi berjalan de­ngan lancar dan meminimalisir faktor-faktor pengganggu :

Pintu kamar operasi harus selalu menutup. Ventilasi ka­mar operasi diatur searah.

Udara ber­sih mengalir dari atas dan dikeluarkan ke ba­ wah.

Pergantian udara sebesar 25 x vo­lu­me ruangan per jam, 3 diantaranya ada­lah "fresh air".

Kamar operasi diatur de­ngan tekanan positif. Suhu tidak boleh lebih dari 240 C. Jika lebih dari itu,

Setiap hari kamar operasi harus selalu dibersihkan, walau tidak terpakai. Pembersihan besar dilakukan 1 minggu se­kali. Urutan

Ti­dak dianjurkan meletakkan alas basah / lengket di jalan masuk kamar operasi. Lam­ pu

Kelembaban udara ruangan ti­dak boleh lebih dari 50%, karena jika le­bih, jamur akan mudah tumbuh.

. Pemeriksaan mi­krobiologi udara secara rutin tidak di­an­jurkan. Asupan air harus memperoleh air steril yang telah dalam keadaan hy­pochlorite.

Alat ope­ra­si dilakukan pencucian (cleaning) - (de­kon­taminasi) – sterilisasi.

Seminar Pengendalian Infeksi - UII

 Pemeliharaan kamar bedah  Penempatan benda/alat terkontaminasi  Sarung tangan bekas pakai masuk ke

Pemeliharaan kamar bedah

Penempatan benda/alat terkontaminasi

Sarung tangan bekas pakai masuk ke sampah medis Alat kesehatan bekas pakai dipilah

Bila tindakan op kemungkinan perdarahan banyak siapkan tempat agar cairan tidak melimpah

Pembersihan AC secara kontinyu menggunakan desinfektan

24

Penanganan limbah

Penanganan limbah Kuning:sampah Kuning:sampah Infeksius Infeksius Hitam:non Hitam:non infeksius/ infeksius/ domestik
Penanganan limbah Kuning:sampah Kuning:sampah Infeksius Infeksius Hitam:non Hitam:non infeksius/ infeksius/ domestik

Kuning:sampahKuning:sampah InfeksiusInfeksius Hitam:nonHitam:non infeksius/infeksius/ domestikdomestik Merah:RadioaktifMerah:Radioaktif UnguUngu :Cytotoksik:Cytotoksik

Merah:Radioaktif Ungu Ungu :Cytotoksik :Cytotoksik Wadah Tahan Tahan bocor bocor dan dan tusukan tusukan
Merah:Radioaktif Ungu Ungu :Cytotoksik :Cytotoksik Wadah Tahan Tahan bocor bocor dan dan tusukan tusukan
Merah:Radioaktif Ungu Ungu :Cytotoksik :Cytotoksik Wadah Tahan Tahan bocor bocor dan dan tusukan tusukan
Merah:Radioaktif Ungu Ungu :Cytotoksik :Cytotoksik Wadah Tahan Tahan bocor bocor dan dan tusukan tusukan
Merah:Radioaktif Ungu Ungu :Cytotoksik :Cytotoksik Wadah Tahan Tahan bocor bocor dan dan tusukan tusukan
Merah:Radioaktif Ungu Ungu :Cytotoksik :Cytotoksik Wadah Tahan Tahan bocor bocor dan dan tusukan tusukan
Merah:Radioaktif Ungu Ungu :Cytotoksik :Cytotoksik Wadah Tahan Tahan bocor bocor dan dan tusukan tusukan
Merah:Radioaktif Ungu Ungu :Cytotoksik :Cytotoksik Wadah Tahan Tahan bocor bocor dan dan tusukan tusukan
Merah:Radioaktif Ungu Ungu :Cytotoksik :Cytotoksik Wadah Tahan Tahan bocor bocor dan dan tusukan tusukan

Wadah TahanTahan bocorbocor dandan tusukantusukan

DibuangDibuang setelahsetelah terisiterisi 2/32/3

2-25

1.1.CaraCarapembersihanpembersihanrutin/harianmingguan

1.1.CaraCarapembersihanpembersihanrutin/harianmingguan  Cara pembersihan rutin/harian  Cara pembersihan mingguan

Cara pembersihan rutin/harian

Cara pembersihan mingguan

Cara pembersihan sewaktu

 Cara pembersihan rutin/harian  Cara pembersihan mingguan  Cara pembersihan sewaktu 26
 Cara pembersihan rutin/harian  Cara pembersihan mingguan  Cara pembersihan sewaktu 26
 Cara pembersihan rutin/harian  Cara pembersihan mingguan  Cara pembersihan sewaktu 26
 Cara pembersihan rutin/harian  Cara pembersihan mingguan  Cara pembersihan sewaktu 26
26
26
27 2011Mei12BPPM
27
27

2011Mei12BPPM

1. Semua permukaaan peralatan yang terdapat didalam kamar operasi harus dibersihkan dengan menggunakan desinfektan atau

1. Semua permukaaan peralatan yang terdapat didalam

kamar

operasi harus dibersihkan dengan

menggunakan desinfektan atau dapat juga menggunakan air sabun.

2. Permukaan meja operasi dan matras harus diperiksa dan d ibersihkan.

3. Ember tempat sampah harus dibersihkan setiap selesai dipakai, kemudian pasang plastik yang baru.

4. Semua peralatan yang digunakan untuk pembedahan dibersihkan, antara lain :

- Slang suction dibilas. - Cairan yang ada dalam botol suction dibuang bak penampung tidak boleh dibuang di ember agar sampah yang ada tidak tercampur dengan cairan yang berasal dari pasien. - Alat anestesi dibersihkan, alat yang terbuat dari karet setelah dibersihkan direndam dalam cairan desinfektan.