Anda di halaman 1dari 32

Bab IV

teori graf

BAB IV TEORI GRAF

1.Pengantar Pada bab 2. telah disinggung sekilas penggunaan graf untuk representasi relasi. Saat ini apliksi graf banyak digunakan dalam dunia nyata seperti untuk menyatakan jalur transportasi (traveling), bisnis, jaringan computer, mencari jalur terpenpek atau lintasan terpendek dll. Pada bab ini akan dibahas tentang apa itu graf, istilah-istilah dalam graf, terapan graf.

2. Kompetensi Mahasiswa dapat memahami pola pikir teori graf yang merupakan diagram informasi yang dapat diintegrasikan secara cepat dan dapat menyelesaikan permasalah optimasi kususnya di bidang komputer 3. Pokok bahasan: Teori Graf (Graph Teori)

Sub Pokok bahasan : Pengertian Graf Jenis-Jenis Graf Graf sederhana dan tak sederhana Penggolongan Graf berdasar simpul dan sisi Terapan Graf Istilah (Terminologi) dalam Graf Beberapa contoh Graf Sederhana Aplikasi Graf untuk Lintasan Terpendek Lintasan Terpendek (Short Path) Algoritma Dijkstra

4. Kegiatan Belajar Dalam permasalahan riil graf digunakan untuk merepresentasikan objek-objek diskrit dan hubungan antara objek-objek tersebut. Representasi visual dari graf untuk
Matematika diskrit IV-1

Bab IV

teori graf

menunjukkan objek digunakan noktah, bulatan, titik atau simpul

sedangkan hubungan

antar objek dinyatakan dengan garis. Contoh gambar peta suatu daerah kota dapat dinyatakan dengan bulatan sedangkan jalan dinyatakan sebagai garis, dengan adanya peta dapat diketahui apakah ada lintasan jalan antara dua Kota, jalur terpendek perjalanan dari kota A ke kota B.

4.1. Pengertian Graf Definisi 4.1: Graf didefinisikan sebagai pasangan himpunan (V,E) yang dinyatakan G = (V,E). dimana , V = Himpunan berhingga dan tidak kosong dari simpul-simpul (vertices atau node). atau dinyatakan dengan V = { V1 , V2
Vn

dan

E = Himpunan sisi ( edges atau ars) yang menghubungkan sepasang simpul, dinyatakan dengan E = {e1, e2, e3, en } Pengkodean simpul dan sisi Untuk memudahkan dalam memberikan ilustrasi tentang graf dalam menentukan simpul dan sisi maka diberikan notasi sebagai berikut :

1. Simpul pada graf dapat dinotasikan dengan huruf misal V,W,X, ; atau bilangan asli 1,2,3, atau gabungan keduanya. 2. Sedangkan sisi yang menghubungkan simpul Vi dengan simpul Vj di nyatakan dengan pasangan (Vi,, Vj ) . 3. e = (Vi,, Vj) artinya e adalah sisi yang menghubungkan simpul Vi dengan simpul Vj

Untuk mempermudah penggambaran graf dapat dilihat ilustrasi graf G sbb:

Matematika diskrit

IV-2

Bab IV

teori graf

Gambar 4.1. Graf dengan notasi simpul berupa huruf , angka dan gabungan keduanya

Dari gambar 4.1 dapat dijelaskan bahwa simpul graf G1 diberi notasi huruf, simpul graf G2 diberi notasi angka dan simpul graf G3 diberi notasi gabungan huruf dan angka . 4.2. Jenis-Jenis Graf Graf dapat dikelompokkan dalam beberapa jenis tergantung pada sudut pandang pengelompokannya. Pengelompokan graf dapat dipandang berdasarkan ada tidaknya sisi ganda atau sisi kalang, jumlah simpul atau berdasar orientasi arah pada sisi. 4.2.1. Graf sederhana dan tak sederhana. 1. Graf sederhana (simple graph ) Graf sederhana adalah graf yang tidak mengandung gelang maupun sisi-sisi ganda.

Contoh 4.1.

Gambar 4.2. Graf sederhana

Matematika diskrit

IV-3

Bab IV

teori graf

2. Graf tak-sederhana (unsimple graph ) Graf tak-sederhana adalah graf yang mengandung sisi ganda atau gelang, terdapat dua macam graf tak sederhana yaitu: a. Graf ganda (multigraph) yaitu graf G = (V, E) yang mengandung sisi ganda dan V merupakan himpunan mengandung sisi ganda E. tidak kosong serta himpunan ganda (multi-set) yang

Contoh 4.2.

Gambar 4.3. Graf memuat sisi ganda b. Graf semu (pseudograph) yaitu graf yang mengandung gelang(loop). Graf semu lebih umum karena dapat terhubung dengan dirinya sendiri.

Contoh 4.3.

Gambar 4.4. Graf memuat gelang di V3

Kardinalitas Graf : Jumlah simpul pada graf disebut kardinalitas graf yang dinyatakan dengan n = |V|, sedangkan jumlah sisi dinyatakan dengan m = | E |.

Matematika diskrit

IV-4

Bab IV

teori graf

Contoh 4.4. : Jumlah simpul graf contoh 4.3 adalah n = |V| =3 dan jumlah sisi m =| E |= 5 , sisi untuk gelang dihitung duakali. 4.2.2. Penggolongan Graf berdasar simpul dan sisi Dalam penggolongannya graf dapat ditinjau dari sudut pandang simpul dan orientasi arah yang diuraikan sbb: Berdasar simpul, dari pandangan simpul graf dapat di bedakan atas simpul berhingga dan tak berhingga : 1. Graf berhingga (limited graph) adalah graf yang jumlah simpulnya ' n' berhingga. 2. Graf tak berhingga (unlimited graph) adalah graf yang jumlah simpulnya tidak berhinnga banyaknya. Berdasar arah pada sisi, graf dapat di bedakan atas graf dengan sisi berarah dan tak berarah :

1. Graf yang sisinya tidak mempunyai orientasi arah disebut graf tak berarah, pada graf ini urutan pasangan simpul yang dihubungkan oleh sisi tidak diperhatikan. Jadi ( vj,vk ) = ( vk ,vj ) merupakan sisi sama. 2. Graf berarah (directed graph atau digraph) Graf yang setiap sisinya diberikan orientasi arah disebut sebagai graf berarah atau busur (arc). Pada graf berarah ( Vj,Vk ) ( Vk ,Vj ) menyatakan dua busur yang berbeda dengan kata lain ( Vj,Vk ) ( Vk ,Vj ) dan simpul Vj vertex ). dinamakan simpul asal (initial vertex) sedangkan Vk dinamakan simpul terminal ( terminal

Matematika diskrit

IV-5

Bab IV

teori graf

4.3. Terapan Graf Penerapan graf dalam kehidupan sehari-hari sangat luas, umumnya penggunaan graf adalah untuk memodelkan permasalahan. Contoh penerapan graf dapat dilihat pada permasalahan pada rangkaian listrik, pengujian program, terapan pada teori bahasa otomata dll.

Contoh 4.5. Rangkaian Listrik. Salah satu terapan graf dapat dilihat pada rangkaian listrik dengan Hukum Kirchoff (1847) yang menggunakan graf untuk memodelkan rangkaian listrik.

Gambar 4.5.a menyatakan rangkaian listrik sebenarnya sedangkan pada gambar 4.5.b yang digambarkan secara graf.

Contoh 4.6. Pengujian Program. Pada permasalahan rekayasa perangkat lunak sebuah program harus menjalani tahap pengujian untuk menentukan kesalahan.

Bagian program berikut :


Baca While Begin Jika x<0 maka writeln('Masukan tidak boleh negatif') else x = x + 10 Matematika diskrit IV-6 (x); x <> 9999 do

Bab IV

teori graf

baca(x) end writeln(x)

Graf alir yang menggambarkan kendali program tersebut sbb:

Gambar 4.6. Graf kendali program. Keterangan :

1. baca (x) 2. x<>9999 3. x < 0 4. writeln ('Masukan tidak boleh negatif') 5. x = x + 10 6. baca (x) 7. writeln(x) Data pengujian harus dirancang sedemikian semua lintasan di dalam graf dilalui satu kali.

Contoh 4.7. Terapan graf di dalam teori bahasa otomata Contoh ini menggambarkan pemodelan perilaku sebuah mesin jaja untuk menjual coklat seharga 15 sen. Untuk mudahnya missal mesin hanya menerima uang logam 5 sen dan 10 sen dan mesin tidak akan memberikan kembalian apabila pembayaran lebih dari 15 sen. Buatlah graf berbobot untuk yang menggambarkan perilaku mesin tersebut jika simpul menyatakan bayak uang yang dimasukkan.

Matematika diskrit

IV-7

Bab IV

teori graf

Gambar 4.7. proses eksekusi mesin jaja coklat.

4.4. Istilah (Terminologi) Dalam Graf Dalam pembahasan lebih lanjut tentang graf akan dijumpai banyak istilah atau terminologi seperti sebelumnya terdapat graf sederhana, multi graf dll. Terminologi lain yang sering digunakan dalam graf adjacent, incident, isolated vertex, lintasan(circuit), terhubung (connected) adalah sebagai berikut :

1.

Adjacent (ketetanggaan) Dua buah simpul dikatakan bertetangga (adjacent) bila kedua simpul terhubung langsung seperti simpul Vi adjacent dengan simpul Vj jika untuk setiap e(sisi) E demikian sehingga e (Vi ,Vj).

Contoh 4.8.

Gambar 4.8. Ketetanggaan simpul Vi dengan Vj

Matematika diskrit

IV-8

Bab IV

teori graf

dari gambar 4.8, dengan simpul V2 2.

e (V1,V2), menyatakan bahwa simpul V1 bertetangga langsung

Incidency( bersisian) Untuk sembarang sisi e (Vj ,Vk) dikatakan bahwa i) ii) e bersisian dengan simpul Vj atau e bersisian dengan simpul Vk

3.

Simpul terpencil( isolated vertex). Simpul terpencil adalah simpul yang tidak mempunyai sisi yang bersisian dengannya.

Contoh 4.9.

Gambar. 4.9. Graf yang memuat simpul terpencil. Simpul V5 merupakan simpul terpencil karena tidak ada sisi yang menghubungkan langsung ke simpul lainnya. 4. Graf kosong ( null graf emty graph) adalah graf yang tidak mempunyai sisi yang menghubungkan antara simpul Vi ke simpul Vj.

Gambar. 4.10. Graf kosong


Matematika diskrit IV-9

Bab IV

teori graf

5. Derajad (Degree) Definisi 4.2. Derajad suatu simpul adalah jumlah sisi yang bersisian dengan simpul tersebut menyatakan derajad simpul V (4.1).

Notasi d(V)

Simpul terpencil adalah simpul dengan d(V) = 0 Simpul yang mempunyai gelang dihitung mempunyai dua buah sisi yang bersisian (karena dipresentasikan (V,V) dan simpul V bersisian dua kali) , jika terdapat n buah gelang dan e buah sisi bukan gelang yang bersisian dengan simpul V, maka derajat simpul V adalah

d(V) = 2n + e. Pendant vertex diartikan sebagai simpul yang berderajad satu. Pada graf berarah, pengertian derajad dibedakan menjadi dua macam :

(4.2).

1. din(V) = derajad-masuk (in-degree) = jumlah busur yang masuk ke simpul V. 2. dout(V) = derajad-keluar (out-degree) = jumlah busur yang keluar dari ke simpul V dan d(V) = din(V) + dout(V) Secara umum dalam graf G = (V,E) berlaku hubungan

d
iv

in

(V ) =

iv

out

(V ) =| E |

(4.3).

Hanshaking lemma : Jumlah derajad semua simpul pada suatu graf adalah genap, yaitu dua kali jumlah sisi pada graf tersebut. Jadi jika G = (V,E) maka

d (V ) = 2 | E |.
iv

Matematika diskrit

IV-10

Bab IV

teori graf

Contoh 4.11: Diberikan graf berikut

Gambar. 4.11. Graf berarah

apakah Jawab :

d (V ) = 2 | E |
iv

dan

d
iv

in

(V ) =

iv

out

(V ) =| E |

a). Akan diselidiki apakah

d
iv

in

(V ) =

iv

out

(V ) = | E |

perhatikan tabel perhitungan berikut din(Vi) dout(Vi)

din(V1) = 1 dout(V1) = 2 din(V2) = 1 dout(V2) = 2 din(V3) = 2 dout(V3) = 2 din(V4) = 2 dout(V1) = 0

d
iv

in

(V ) = 6

iv

out

(V ) =6

din(V1) = 1 dimaksudkan bahwa arah busur ke simpul V1 sebanyak satu kali, din(V2) = 1 dimaksudkan bahwa arah busur ke simpul V2 sebanyak satu kali din(V3) = 2 dan din(V4) = 2 dimaksudkan bahwa arah busur ke simpul V3 dan V4 sebanyak dua kali. Begitu juga untuk dout(Vi), dout(V1) = 2, dout(V2) = 2 dan dout(V3) = 2 dimaksudkan bahwa arah busur keluar dari V1 , V2 dan V3 sebanyak dua kali sedangkan dari V4 tidak ada busur yang keluar. Sedangkan

d
iv

in

(V ) = 6 menyatakan jumlah derajad masuk (in-degree)

Matematika diskrit

IV-11

Bab IV

teori graf

simpul dari graf yang diketahui adalah 6 dan

iv

out

(V ) = 6 menyatakan jumlah derajad

keluar (out-degree) simpul dari graf yang diketahui adalah 6. Banyak sisi E dari graf tersebut adalah 6 jadi

d
iv

in

(V ) =

iv

out

(V ) = 6 = | E |

b) Jumlah derajad masuk dan keluar dalam graf G adalah

d (V ) = d
iv iv

in

(V ) +

iv

out

(V )

= 6 + 6 = 12 = 2 | E | Contoh 4.12 : Diberikan derajad masing -masing simpul sbb: a. 2,3,1,1,2 b. 2,3,3,4,4 dapatkah graf tersebut digambar, apabila dapat gambarkan grafnya tetapi apabila tidak dapat berikan berikan alasannya

Jawab : a. Diketahui derajad masing-masing simpul 2,3,1,1,2 yang berarti apabila kita jumlahkan yaitu 2 + 3 + 1 + 1 + 2 = 9 diperoleh jumlah ganjil berdasar Hanshaking lemma yaitu jumlah derajad semua simpul pada suatu graf adalah genap. Jadi dari data yang diketahui tidak dapat dibuat graf. b. Jika ditinjau dari jumlahan derajad masing-masing simpul yaitu

2 + 3 + 3 + 4 + = 16 adalah genap, maka dapat dibuat graf salah satu modelnya sbb:

Matematika diskrit

IV-12

Bab IV

teori graf

Gambar 4.12. Graf dengan lima simpul dan derajad simpul 2,3,3,4,4

Akibat dari hanshaking lemma dapat diturunkan teorema berikut :

Teorema 4.1. Untuk sembarang graf G, banyaknya simpul yang berderajad ganjil selalu genap.

6. Lintasan (Path) Definisi 4.3 : Lintasan dari simpul awal Vp ke simpul akhir Vq dalam graf G adalah rangkaian simpul Vp ,Vi1 , Vi2 ,Vi3 Vim , Vq sehingga (Vp, Vi1 ), (Vi1 Vi2) ,.., (Vim Vq) merupakan sisi dalam graf G ( simpul dan sisi yang dilalui boleh berulang ).

a.Lintasan Sederhana (simple path) adalah lintasan dengan semua simpul berbeda dan semua sisi yang dilalui hanya satu kali.

b.Lintasan Elementer(elementary path) Adalah lintasan dengan semua simpul yang dilalui hanya muncul satu kali, kecuali mungkin simpul pertama dan terakhir. c.Lintasan Tertutup(close path) Adalah lintasan yang berawal dan berakhir pada simpul yang sama. d.Lintasan terbuka (Open path) Lintasan yang berawal dan berakhir pada simpul yang tidak sama.

Matematika diskrit

IV-13

Bab IV

teori graf

Panjang Lintasan Adalah jumlah sisi dalam lintasan tersebut , penulisan litasan Vi1 , Vi2 Vi1 Vim , Vq hanya berlaku untuk graf sederhana. Contoh 4.13 :

Gambar 4.13. Graf sederhana 1. Lintasan V1 , V2 ,V3 , V4 merupakan lintasan sederhana yang terbuka , karena simpul awal tidak sama dengan simpul akhir dan tidak ada simpul yang diulang. 2. Lintasan V1 , V2 ,V3 , V4 , V1 merupakan lintasan sederhana yang tertutup , karena simpul awal sama dengan simpul akhir.

7. Siklus (Cycle) atau sirkuit (Circuit) Adalah lintasan yang semua simpul dan sisi hanya dilalui satu kali dengan simpul awal sama dengan simpul akhir. Panjang sirkuit adalah jumlah sisi yang ada dalam sirkuit tersebut .

8.

Terhubung (Connected)

Dua buah simpul Vi , Vj dari suatu graf G dikatakan terhubung apabila terdapat litasan dari Vi ke Vj dan sebaliknya. Secara umum dapat dikatakan sebagai berikut

Definisi 4.4 : Graf tak berarah G disebut graf terhubung (connected graph) jika untuk setiap pasang simpul Vi dan Vj dalam himpunan V terdapat lintasan Vi , Vj dan sebaliknya. Jika tidak maka graf G disebut graf tak tehubung (disconnected graph).

Matematika diskrit

IV-14

Bab IV

teori graf

Contoh 4.14.

Gambar 4.14 : (a). Menyatakan graf terhubung (b). Menyatakan graf tak terhubung Keterhubungan dua buah simpul pada graf berarah dibedakan menjadi terhubung kuat dan terhubung lemah. Dua buah simpul Vi , Vj pada suatu graf berarah G disebut terhubung kuat (strongly connected) jika terdapat lintasan berarah dari Vi ke Vj dan dari Vj ke Vi. 9. Upagraf (subgraph) dan Komplemen Upagraf Definisi 4.5: Misal G = (V,E) adalah sebuah graf G1= (V1,E 1) adalah upagraf (sub graph) dari G jika V1 V dan E1 E. Komplemen dari upagraf G1 terhadap graf G adalah graf G2 = (V2,E 2) Sedemikian E2 = E - E1 dan V2 adalah dengannya. himpunan simpul yang anggota-anggotanya E2 bersisian

Gambar : 4.15. (a) graf lengkap G; (b) upagraf dari graf G dan (c) Komplemen upagraf (b)

Matematika diskrit

IV-15

Bab IV

teori graf

Komponen terhubung(connected component) dari graf G atau komponen adalah upagraf terhubung dari graf G yang tidak terdapat di dalam upagraf terhubung dari G yang lebih besar untuk jelasnya dapat dilihat gambar berikut .

Gambar : 4.16 Graf G terdiri atas G1 dan G2 Graf G gambar 4.16.mempunyai dua komponen G1 dan G2 saling terpisah.

11. Upagraf Rentang (Spanning Subgraph ) Definisi 4.6: Upagraf G1= (V1,E 1) dari G = (V,E) dikatakan upagraf merentang jika V1=V yaitu G1 memuat semua simpuldari graf G.

12. Cut-Set Definisi 4.7 : Cut-set dari graf terhubung G adalah himpunan sisi yang bila dibuang dari G menyebabkan G tidak terhubung. Jadi cut-set selalu menghasilkan dua buah komponen terhubung. 13. Graf berbobot(Weighted Graph) Definisi 4.8 : Graf berbobot adalah graf yang setiap sisinya diberi sebuah harga (bobot), Bobot pada setiap sisi dapat berbeda beda tergantung dari permasalah yang dapat dimodelkan dengan graf. Bobot pada setiap sisi dapat menyatakan jarak antar dua kota, biaya perjalanan, waktu tempuh telpon dari suatu titik(simpul) komunikasi ke simpul yang lain ke dll

Matematika diskrit

IV-16

Bab IV

teori graf

Contoh 4.16:

Gambar : 4.17 Graf G berbobot Masing-masing sisi graf G pada gambar 4.17 diberi bobot berupa angka yang dapat mewakili permasalahan yang diinginkan misalnya menyatakan jarak antar kota. Contoh jarak dari kota V1 ke kota V2 sejauh 8 km.

4.5. Beberapa Graf Sederhana Khusus Dalam banyak aplikasi sering dijumpai graf sederhana seperti graf lengkap (complete graph), graf lingkaran , graf teratur dan graf bipartite(Bipartite Graph) masing-masing diuraikan sbb. a. Graf Lengkap(complete Graph) Adalah graf sederhana yang setiap simpulnya mempunyai sisi ke semua simpul lainnya. Graf lengkap dengan n buah simpul dilambangkan dengan Gn .Jumlah sisi pada graf lengkap yang terdiri atas n buah simpul adalah n(n-1)/2. b.Graf lingkaran Graf lingkaran adalah graf sederhana yang setiap simpulnya berderajad dua. c. Graf Teratur (Regular Graphs) Adalah graf yang setiap simpulnya berderajad sama , apabila derajad setiap simpul adalah r maka graf tersebut disebut sebagai graf teratur berderajad r. d. Graf bipartite(Bipartite Graph) Adalah suatu graf misalkan diberi nama G yang simpulnya dapat dipisah menjadi dua himpunan bagian V1 dan V2, sedemikian setiap sisi pada G menghubungkan sebuah simpul di V1 ke sebuah simpul di V2 dan di nyatakan G(V1, V2). Apabila setiap simpul di V1
Matematika diskrit IV-17

Bab IV

teori graf

bertetangga dengan semua simpul di V2 maka G(V1, V2) disebut sebagai graf bipartite lengkap yang dilambangkan Km, n. sebagai contoh diberikan graf bipartite sbb:

Gambar 4.18. Graf Bipartite Simpul pada graf gambar 4.18 dapat dipisah atas himpunan V1 ={A,C,F }dan V2 ={B,G,D,E }. dan setiap sisi menghubungkan simpul simpul di V1 dan di V2. 4.6. Representasi graf dalam bentuk matrik Pada pemrograman komputer pernyataan graf dapat dipresentasikan dalam bentuk matrik yang sering digunakan adalah matrik ketetanggaan, bersisian, senerai ketetanggaan.

4.6.1. Matriks ketetanggaaan(adjacency matrix) Misalkan G =(V,E) adalah matrik dengan n buah simpul , n 1 maka matrik ketetanggaan G adalah matrik berukuran n x n apabila matriks tersebut diberi nama B = [bij ] maka bij = 1 apabila simpul i, j bertetangga langsung dan bij = 0 apabila simpul tidak bertetangga langsung. Atau dinyatakan sebagai berikut matrik B = [bij ] dengan 1, jika simpul i dan ke j berte tan gga langsung b ij = 0, jika simpul i dan ke j tidak berte tan gga langsung

Matematika diskrit

IV-18

Bab IV

teori graf

Contoh 4.17: Diberikan graf sederhana sebagai berikut

Matriks ketetanggaan dari graf tersebut adalah

simpul ke i dan ke j yang bertetangga langsung diberi nilai 1 dan yang tidak langsung diberi nilai 0

4.6.2. Matriks Bersisian ( incidency matrix) Matrik bersisian menyatakan ke bersisian antara sisi dan simpul dari suatu graf. Misalkan G = (V,E) adalah matrik dengan n buah simpul dan m buah sisi. Maka matrik bersisian dari G adalah matrik berukuran nxm, baris menunjukkan label simpul dan kolom menunjukkan label sisi. Apabila matriks tersebut diberi nama B = [bij ] maka bij = 1 apabila simpul i bersisian langsung dengan sisi j, dan bij = 0 apabila simpul tidak bersisian dengan sisi j, langsung, atau dinyatakan sebagai berikut matrik B = [bij ] dengan 1, jika simpul i bersisian langsung dengan sisi ke j b ij = 0, jika simpul i tidak bersisian langsung dengan sisi ke j

Matematika diskrit

IV-19

Bab IV

teori graf

Contoh 4.18 :

Matriks bersisian dari graf tersebut adalah

Simpul A bersisian langgung dengan sisi e1 dan e2 maka diberi nilai 1, tetapi tidak bersisian langsung dengan sisi e3, e4 dan e5 maka diberi nilai nol.Begitu pula simpul-simpul yang lain. 4.6.3. Senerai Ketetanggaan(adjacency list) Kelemahan representasi graf dalam bentuk adjacency matrix dan incidency matrix, matrik terkadang banyak memuat elemen nol hal ini menimbulkan pemborosan ditinjau dari sisi penyimpanan akan di dalam komputer, karena komputer banyak menyimpan elemen nol. Untuk ketetanggaan. Contoh 4.19 : Diberikan graf sederhana sebagai berikut mengatasi ini representasi graf dapat dinyatakan dalam bentuk senerai

Matematika diskrit

IV-20

Bab IV

teori graf

Representasi senerai ketetanggaan graf tersebut sebagai berikut A : B, D B : A, C, D C : B, D D : A, B, C Maksud dari pernyataan diatas : a. Simpul A bertetangga langsung dengan simpul B dan D, b. Simpul B bertetangga langsung dengan simpul A, C dan D, c. Simpul C bertetangga langsung dengan simpul B dan D, d. Simpul D bertetangga langsung dengan simpul A, B dan C ,

4.7.Graf Isomorfik(Isomorphic Graph) Dua buah graf sama tetapi secara geometri berbeda disebut graf yang saling isomorfik. Dua buah graf G1 dan G2 dikatakan isomorfik apabila terdapat

Definisi 4.9:

korespondensi satu-satu antara simpul dan sisi pada kedua graf sedemikian apabila sisi e bersisian dengan simpul A, B pada G1 maka sisi e yang berkorespondensi pada G2 juga harus bersisian dengan simpul A, B pada G2 .

Contoh 4.20: Diberikan graf G dan G

Tunjukkan kedua graf tersebut Isomorfik.

Matematika diskrit

IV-21

Bab IV

teori graf

Jawab : Salah satu cara untuk mengetahui kedua graf tersebut isomorfik atau tidak dengan memperhatikan korespondesi simpul pada graf G dan G tersebut yaitu f : V(G) V(G)

Huruf A, B, C, D merupakan simpul pada graf G dan V(G) adalah himpunan simpulsimpul pada graf G sedangkan I, J, K, L merupakan simpul pada graf G, V(G) V(G) berkorespondensi 1himpunan simpul-simpul pada graf G. Simpul-simpul dalam dapat dilihat sbb: sisi dari graf G {A,B} {B,C} {C,D} Maka graf G dan G Isomorfik. sisi dari graf G {K,I}= {g(A),g(B)} {I,J} = { g(B),g(C)} {J,L}= { g(A),g(D)}

1 dengan simpul pada V(G) yang dinyatakan dengan f. Sedangkan hubungan antar sisi

4.8. Graf Planar dan graf bidang Definisi 4. 10 : Graf planar adalah graf yang dapat digambarkan pada bidang datar

dengan sisi-sisi yang tidak saling memotong (bersilangan).

Matematika diskrit

IV-22

Bab IV

teori graf

Contoh 4.21

Gambar graf G mempunyai diagonal berpotongan , graf tersebut g dapat digambarkan menjadi graf G dengan diagonal tidak saling berpotongan maka graf G desebut sebagai graf planar. Graf bidang adalah representasi graf planar yang digambarkan dengan sisi yang tidak saling berpotongan. Sisi pada graf bidang membagi bidang datar menjadi beberapa wilayah (region) atau muka (face). Rumus euler : jumlah wilayah (f ) pada graf planar sederhana sebagai berikut n-e+f=2 atau f=e-n +2 dapat dengan rumus

4.9. Aplikasi Graf untuk Lintasan Terpendek : 4.9.1. Lintasan Terpendek (Short Path) Permasalahan mencari lintasan terpendek dalam Graf merupakan salah satu

persoalan optimasi. Graf yang digunakan dalam pencarian lintasan terpendek adalah graf berbobot (weighted graph), yaitu graf yang setiap sisinya diberikan suatu nilai atau bobot. Bobot pada sisi graf dapat menyatakan jarak antar kota, waktu pengiriman pesan, panjang jaringan antara workstation dan sebagainya. Secara umum kata terpendek diartikan sebagai bobot minimal pada suatu lintasan dalam graf. Asumsi yang digunakan adalah semua bobot bernilai positif.

Matematika diskrit

IV-23

Bab IV

teori graf

Contoh terapan pencarian lintasan terpendek misalnya: Simpul pada graf dapat merupakan jalur pengiriman surat POS, sedangkan sisi menyatakan jalan yang menghubungkan 2 buah kantor POS cabang. Bobot sisi graf dapat dinyatakan jarak antara 2 buah kantor POS cabang atau rata-rata waktu tempuh antara 2 buah kantor POS cabang. Apabila terdapat lebih dari 1 lintasan dari kantor POS cabang A ke kantor POS cabang B, maka persoalan lintasan terpendek disini adalah menentukan jarak terpendek atau waktu tersingkat dari kantor POS cabang A ke kantor POS cabang B.

Beberapa persoalan lintasan terpendek, antara lain : a). b). c). d). Lintasan terpendek antara dua buah simpul tertentu Lintasan terpendek antara semua pasangan simpul Lintasan terpendek dari simpul tertentu ke semua simpul yang lain Lintasan terpendek antara dua buah simpul yang melalui beberapa simpul tertentu

Persoalan a). mirip dengan persoalan c), karena pencarian terpendek pada jenis persoalan c). dapat dihentikan apabila simpul tujuan yang dikehendaki telah ditemukan lintasan terpendeknya. Deskripsi persoalan lintasan terpendek pada jenis persoalan c adalah sebagai berikut : Diberikan graf berbobot G = (V,E) dan sebuah simpul awal A tentukan lintasan terpendek dari simpul A kesimpul lainnya didalam G. Contoh 4.20. Diberikan graf jalur transpotasi biskota anggka 5 menyatakan terminal,

angka 1,2,3 dan 4 menyatakan sub terminal sbb

Gambar 4.18 Jalur transpotasi biskota Matematika diskrit IV-24

Bab IV

teori graf

Akan ditentukan lintasan terpendek dari sub terminal 1 ke semua sub terminal pada graf gambar 4.18.

Jawab : Untuk menjawab permasalahan tersebut diberikan tabel boleh dilewati adalah sbb. Tabel 4.1. menentukan lintasan terpendek
Simpul asal 1 1 1 1 1 Simpul tujuan 3 4 2 5 6 Lintasan terpendek 1,3 1,3,4 1,3,4,2 1,5 Tidak ada jarak 10 25 45 45 -

lintasan terpendek yang dapat

ditempuh dari sub terminal 1 ke sub terminal lainnya, arah panah menunjukkan jalan yang

dari tabel 4.1 dapat dilihat bahwa lintasan terpendek dari sub terminal 1 ke sub terminal 2 harus melalui sub terminal 3 dan 4. Lintasan terpendek dari sub terminal 1 ke sub terminal 5 langsung dari melalui sub terminal 1 ke 5. Sub terminal 6 tidak dapat ditempuh dari sub terminal manapun karena jalannya satu arah.

4.9.2. Algoritma Dijkstra Algoritma lintasan terpendek yang terkenal adalah algoritma Disjktra. Dalam naskah aslinya Algoritma Disjktra diterapkan untuk mencari lintasan terpendek pada graf berarah, tetapi algoritma ini juga dapat digunakan untuk graf tak berarah. Algoritma Dijkstra mencari lintasan terpendek dalam sejumlah langkah. Algoritma ini menggunakan prinsip greedy. Prinsip greedy pada algoritma Disjktra menyatakan bahwa pada setiap langkah kita memilih sisi yang berbobot minimum dan memasukkannya ke dalam himpunan penyelesaian.
Matematika diskrit IV-25

Bab IV

teori graf

Misalkan ada sebuah graf berbobot dengan n buah simpul dinyatakan dengan matriks ketetanggaan M = [mij], dengan

mij = bobot sisi (i, j ), pada graf tak berarah mij = m ji mij = mii = 0 mij = , jika tidak ada sisi dari simpul i ke j Kita juga menggunakan tabel S = [si] dengan

s = 1, jika simpul i termasuk kedalam lintasan terpendek s ij = i si = 0, jika simpul i tidak termasuk kedalam lintasan terpendek
dan tabel D = [di] yang dimana di = panjang lintasan dari simpul awal ke simpul i Algoritma Dijkstra dinyatakan dalam notasi pseudo-code sebagai berikut: Procedure Dijkstra (input m: matriks, a: simpul awal) { Mencari lintasan terpendek dari simpul awal a ke semua simpul lainnya Masukan : matriks ketetanggaan (m) dari graf berbobot G dan simpul awal a Keluaran : lintasan terpendek dari a ke semua simpul lainnya}
Deklarasi
s1, s2, , sn : Integer { tabel integer} d1, d2, , dn : integer {tabel integer} I, j, k : integer
Algoritma

{Langkah 0 (inisialisasi:} For i 1 to n S1 0 d1 mai endfor { Langkah 1: } Matematika diskrit IV-26 do

Bab IV

teori graf

sa 0 { karena simpul a adalah simpul asal lintasan terpendek, jadi simpul a sudah pasti terpilih dalam lintasan terpendek} da { tidak ada lintasan terpendek dari simpul a ke a} { Langkah 2, 3, , n-1: } For k 2 to n-1 do j 0 simpul dengan sj = 0 dan dj minimal { perbaharui tabel d } For semua simpul i dengan sj = 0 do If dj + mji < di di dj + mji endif endfor endfor then sj 1 { simpul j sudah terpilih ke dalam lintasan terpendek }

Algoritma 4.1. Djikstra untuk mencari lintasan terpendek Dari gambar 4.18 contoh 4.20, diperoleh matriks ketetanggaan M sebagai berikut :

i=1 2 3 4 5 6

j=1 0 20

2 50 0 20

3 10 15 0

4 40 15 0 30 3

5 45 10 35 0

6 0

Perhitungan lintasan terpendek dari simpul awal ditabulasikan sebagai berikut :


Lelaran inisial 1 Simpul yang Lintasan dipilih 1 1 1 0 1 2 0 0 3 0 0 S 4 0 0 5 0 0 6 0 0 1 0

a = 1 ke semua simpul lainnya

D 2 50 (1,2) 50 (1,2) 3 10 (1,3) 10 (1,3) 4 40 (1,4) 40 (1,4) 5 45 (1,5) 45 (1,5) 6 (1,6) (1,6)

Matematika diskrit

IV-27

Bab IV

teori graf

2 3 4 5

3 4 2 5

1,3 1,3,4 1,3,4,2 1,5

1 1 1 1

0 0 1 1

1 1 1 1

0 1 1 1

0 0 0 1

0 0 0 0

50 (1,2) 45 (1,3,4,2) 45 (1,3,4,2) 45 (1,3,4,2)

10 (1,3) 10 (1,3) 10 (1,3) 10 (1,3)

25 (1,3,4) 25 (1,3,4) 25 (1,3,4) 25 (1,3,4)

45 (1,5) 45 (1,5) 45 (1,5) 45 (1,5)

(1,6) (1,6) (1,6)

Keterangan : Angka-angka di dalam tanda kurung menyatakan lintasan terpendek dari simpul 1 ke simpul lainnya. Jadi, lintasan terpendek dari simpul : 1 ke 3 adalah 1,3 dengan panjang 1 ke 4 adalah 1,3,4 dengan jarak 1 ke 2 adalah 1,3,4,2 dengan jarak 1 ke 5 adalah 1,5 dengan jarak 1 ke 6 tidak ada lintasan
Resume:

= 10 = 25 = 45 = 45

1. Graf didefinisikan sebagai pasangan himpunan (V,E) yang dinyatakan G = (V,E), dengan V merupakan himpunan berhingga dan tidak kosong dari simpulsimpul (vertices atau node) dapat dinyatakan dengan dinyatakan dengan E = {e1, e2, e3, en } 2. Graf sederhana (simple graph ), maupun sisi-sisi ganda. Graf tak-sederhana (unsimple graph ), adalah graf yang mengandung sisi ganda atau gelang, terdapat dua macam graf tak sederhana yaitu: a. Graf ganda (multigraph) yaitu graf G = (V, E) yang mengandung sisi ganda dan V merupakan himpunan tidak kosong, E mengandung sisi ganda. b. Graf semu (pseudograph) yaitu graf yang mengandung gelang(loop). Graf semu lebih umum karena dapat terhubung dengan dirinya sendiri.
Matematika diskrit IV-28

V = { V1 , V2

Vn

dan

E merupakan himpunan sisi ( edges atau ars) yang menghubungkan sepasang simpul,

adalah graf yang tidak mengandung gelang(loop)

Bab IV

teori graf

3.

Beberapa Graf Sederhana Khusus a. Graf Lengkap (complete Graph), adalah graf sederhana yang setiap simpulnya mempunyai sisi ke semua simpul lainnya. Graf lengkap dengan n buah simpul dilambangkan dengan Gn .Jumlah sisi pada graf lengkap yang terdiri atas n buah simpul adalah n(n-1)/2. b. Graf lingkaran, adalah graf sederhana yang setiap simpulnya berderajad dua. c. Graf Teratur ( Regular Graphs ), adalah graf yang setiap simpulnya berderajad sama , apabila derajad setiap simpul adalah r maka graf tersebut disebut sebagai graf teratur berderajad r. d. Graf Bipartite (Bipartite Graph), adalah suatu graf misalkan diberi nama G yang simpulnya dapat dipisah dan menjadi dua himpunan bagian V1 dan V2, V1 sedemikian setiap sisi pada G menghubungkan sebuah simpul di V1 ke sebuah simpul di V2 di nyatakan G(V1, V2). Apabila setiap simpul di bertetangga dengan semua simpul di V2 maka G(V1, V2) disebut sebagai graf bipartite lengkap yang dilambangkan Km, n.

Referensi :

1. Deo N, 1984, Graph theory with Applications to Engineering Science, Prentice-Hall . 2. Johnsonbaugh, 2005, Discrete Mathematics , Prentice Hall.

and

Computer

3. Liu C.L , 1997, Dasar- dasar Matematika Diskret Mc. Graw-Hill Inc. 4. Munir R, 2005, Matematika Diskrit', Informatika Bandung. . 5. Susana, 2004, Discrete Mathematics with Aplications , Thomson Learning Inc Singapore.

Matematika diskrit

IV-29

Bab IV

teori graf

Latihan:

4.1. Tentukan jumlah simpul pada graf sederhana bila mempunyai 12 buah sisi dan tiap simpul berderajad dua. 4.2. Ada n buah komputer yang akan dihubungkan dengan sejumlah kabel, baik secara langsung atau terhubung melalui komputer lainnya. Berapa jumlah minimum kabel yang dibutuhkan. 4.3. Dapatkah kita menggambar graf teratur derajad 3 dengan 6 buah simpul. 4.4. Tentukan jumlah simpul pada graf sederhana apabila graf tersebut mempunyai 12 buah sisi dan tiap simpul berderajad dua. 4.5. Tentukan jumlah simpul pada graf sederhana apabila graf tersebut mempunyai 20 buah sisi dan tiap simpul berderajad sama. 4.6. Dapatkah kita menggambar graf teratur derajad 3 dengan 7 buah simpul. 4.7. Diketahui matriks ketetanggaan dari sebuah graf sebagai berikut

0 1 0 0 1

1 0 1 1 1

0 1 1 1 0

0 1 1 0 1

1 1 0 1 0

Gambarkan graf yang dimaksud, notasi simpul bebas. 4.8. Persoalan pengaturan tempat duduk , sembilan anggota klub penggemar matematika diskrit bertemu tiap hari untuk makan siang pada suatu meja bundar. Memeka berkeinginan untuk duduk sedemikian sehingga setiap anggota mempunyai tetangga duduk yang berbeda pada setiap makan.Berapa hari pengaturan dapat dilaksanakan.

Matematika diskrit

IV-30

Bab IV

teori graf

4.9. Berapa jumlah minimum simpul yang diperlukan agar sebuah graf dengan 11 buah sisi menjadi planar. 4.8. Diberikan Peta jalur transpotasi suatu kota sbb :

A
20 25

B
20 17

E C
5

Nyatakan representasi graf untuk jalur transpotasi tersebut dalam bentuk matriks M = (mij), dimana nilai mij = 0 jika jalur tidak terhubung langsung dan mij = angka pada masing ruas jika terhubung langsung. A,B,C,D dan E menyatakan terminal, angka pada tiap ruas menyatakan jarak antar terminal dan arah panah menyatakan jalur yang boleh dilalui.

4.9. Tuliskan representasi matriks adjacency


, apabila vi , v j tak terhubung langsung M= {aij}= bobot pada sisi, apabila vi , v j terhubung langsung

dari graph berikut :

4.10. Diberikan graf yang menyatakan jalur transpotasi tempat pariwisata di Bali, apabila simpul menyatakan tempat pariwisata sedangkan sisi menyatakan jarak antara lokasi.

Matematika diskrit

IV-31

Bab IV

teori graf

- Tentukan kemungkinan jalur yang dapat dilewati untuk mengunjungi setiap lokasi, dengan ketentuan setiap simpul(lokasi) hanya dilewati satukali dari simpul A ke A kembali . - Tentukan jalur terpendek untuk dapat mengunjungi semua tempat wisata tersebut Apabila graf yang dimaksud adalah :

Matematika diskrit

IV-32