Anda di halaman 1dari 3

DASAR TEORI Interlock adalah metode untuk mencegah keadaan-keadaan yang tidak diinginkan dalam mesin, yang dalam

pengertian umum dapat mencakup listrik, elektronik, mekanik atau perangkat atau sistem. Dalam sebagian besar aplikasi yang interlock adalah alat yang digunakan untuk membantu mencegah mesin dari merugikan operatornya atau merusak dirinya sendiri dengan menghentikan mesin ketika tersandung. Oven microwave rumah tangga dilengkapi dengan interlock switch yang menonaktifkan magnetron jika pintu dibuka. Demikian pula mesin cuci rumah tangga akan mengganggu siklus berputar ketika tutupnya terbuka. Interlock juga berfungsi sebagai alat pengaman penting dalam pengaturan industri, di mana mereka melindungi karyawan dari perangkat seperti robot, menekan, dan palu. Sementara interlock dapat menjadi sesuatu yang canggih seperti tirai dari sinar inframerah dan photodetectors, mereka sering hanya switch. Hendak adalah metode untuk mencegah negara-negara yang tidak diinginkan dalam mesin negara, yang dalam pengertian umum dapat mencakup listrik, elektronik, mekanik atau perangkat atau sistem. Dalam sistem Interlock ini terdapat apa yang biasa disebut dengan Kontaktor. Kontaktor ini merupakan alat yang prinsip kerjanya hamper sama dengan saklar. Kontaktor dan Saklar merupakan salah satu komponen yang berguna dan dapat menjadi pemutus dan penyambung aliran listrik dari sumber ke beban. The National Manufacture Assosiation (NEMA) mendefinisikan kontaktor magnetis sebagai alat yang digerakan secara magnetis untuk menyambung dan membuka rangkaian daya listrik. Tidak seperti relay, kontaktor dirancang untuk menyambung dan membuka rangkaian daya listrik tanpa merusak. Bebanbeban tersebut meliputi lampu, pemanas, transformator, kapasitor, dan motor listrik. Alat yang berfungsi sebagai pemutus dan penghubung suatu rangkaian instalasi listrik. Bagianbagian kontaktor : Bagian-bagian kontaktor : 1)Coil, Koil adalah lilitan yang apabila diberi tegangan akan terjadi magnetisasi dan menarik kontak-kontaknya sehingga terjadi perubahan atau bekerja. Kontaktor yang dioperasikan secara elektromagnetis adalah salah satu mekanisme yang paling bermanfaat yang pernah dirancang untuk penutupan dan pembukaan rangkaian listrik. Prinsip Kerja Koil : Bila inti koil pada kontaktor diberikan arus, maka koil akan menjadi magnet dan menarik kontak sehingga kontaknya menjadi terhubung dan dapat mengalirkan arus listrik. Sebuah kontaktor harus mampu mengalirkan dan memutuskan arus dalam keadaan kerja normal. Arus kerja normal ialah arus yang mengalir selama pemutusan tidak terjadi. Sebuah kontaktor dapat memiliki koil yang bekerja pada tegangan DC atau AC. 2) Kontak utama, kontak bantu (NO= normaly open/ NC= normaly close), Berdasarkan fungsinya kontak pada kontaktor terdiri dari 2 macan yaitu : Kontak utama yang dirancang lebih luas dan tebal sehingga mampu untuk dialiri arus listrik yang relatif besar. Kontak utama 1, 3 dan 5 biasanya dihubungkan dengan sumber listrik R, S dan T sedangkan Kontak 2, 4 dan 6 dihubungkan dengan beban Motor listrik 3 phasa U, V dan W atau beban lainnya. Dan Kontak Bantu konstruksinya dirancang lebih tipis sehingga hanya digunakan untuk bagian kontrol saja dengan arus listrik yang relatif kecil. 3) Inti Besi, didalam suatu kontaktor elektromagnetik terdapat kumparan utama yang terdapat pada inti besi. The National Manufacture Assosiation (NEMA) mendefinisikan kontaktor magnetis sebagai alat yang digerakan secara magnetis untuk menyambung dan membuka rangkaian daya listrik. Tidak seperti relay, kontaktor dirancang untuk menyambung dan membuka rangkaian daya listrik tanpa merusak. Beban-beban tersebut meliputi lampu, pemanas, transformator, kapasitor, dan motor listrik. Alat yang berfungsi sebagai pemutus dan penghubung suatu rangkaian instalasi listrik. Kontaktor sama halnya dengan Tombol Tekan (Push Button) yang memiliki kontak NO (Normally Open) dan Kontak NC (Normally Close). Kontaktor biasa digunakan untuk rangkaian tegangan listrik bertegangan tinggi. Penggunaan kontaktor : Biasa di pasang pada panel box

instalasi listrik bertegangan tinggi, digunakan pada rangkaian AC (air condition), rangkaian instalasi motor listrik, dan lain- lain. Kontaktor termasuk jenis saklar motor yang digerakkan oleh magnet seperti yang telah dijelaskan di atas. Bila pada jepitan a dan b kumparan magnet diberi tegangan, maka magnet akan menarik jangkar sehingga kontakkontak bergerak yang berhubungan dengan jangkar tersebut ikut tertarik. Tegangan yang harus dipasangkan dapat tegangan bolak balik ( AC ) maupun tegangan searah ( DC ), tergantung dari bagaimana magnet tersebut dirancangkan. Untuk beberapa keperluan digunakan juga kumparan arus ( bukan tegangan ), akan tetapi dari segi produksi lebih disukai kumparan tegangan karena besarnya tegangan umumnya sudah dinormalisasi dan tidak tergantung dari keperluan alat pemakai tertentu. Kumparan hubung singkat berfungsi sebagai peredam getaran saat kedua inti besi saling melekat.Apabila kumparan utama dialiri arus, maka akan timbul medan magnet pada inti besi yang akan menarik inti besi dari kumparan hubung singkat yang dikopel dengan kontak utama dan kontak Bantu dari kontaktor tersebut. Hal ini akan mengakibatkan kontak utama dan kontak bantunya akan bergerak dari posisi normal dimana kontak NO akan tertutup sedangkan NC akan terbuka. Selama kumparan utama kontaktor tersebut masih dialiri arus, maka kontak-kontaknya akan tetap pada posisi operasinya. Prinsip kerja dari kontaktor adalah apabila Coil terhubung dengan tegangan listrik 220/ 110 Volt, maka kontak utama dan kontak bantu NO akan terhubung, sehingga rangkaian instalasi listrik pada beban seperti lampu akan menyala. Apabila coil tidak mendapat tergangan maka dalam keadaan normal, kontak utama dan kontak bantu NC akan terhubung kembali, sehingga rangkaian instalasi listrik yang terhubung dengan beban seperti lampu akan kembali padam, begitu seterusnya. Keuntungan penggunaan kontaktor magnetis sebagai pengganti peralatan kontrol yang dioperasikan secara manual meliputi hal : A) Pada penangan arus besar atau tegangan tinggi, sulit untuk membangun alat manual yang cocok. Lebih dari itu, alat seperti itu besar dan sulit mengoperasikannya. Sebaliknya, akan relatif sederhana untuk membangun kontaktor magnetis yang akan menangani arus yang besar atau tegangan yang tinggi, dan alat manual harus mengontrol hanya kumparan dari kontaktor. B) Kontaktor memungkinkan operasi majemuk dilaksanakan dari satu operator (satu lokasi) dan diinterlocked untuk mencegah kesalahan dan bahaya operasi. C)Pengoperasian yang harus diulang beberapa kali dalam satu jam, dapat digunakan kontaktor untuk menghemat usaha. Operator secara sederhana harus menekan tombol dan kontaktor akan memulai urutan event yang benar secara otomatis. D)Kontaktor dapat dikontrol secara otomatis dengan alat pilot atau sensor yang sangat peka. E)Tegangan yang tinggi dapat diatasi oleh kontaktor dan menjauhkan seluruhnya dari operator, sehingga meningkatkan keselamatan / keamanan instalasi. F)Dengan menggunakan kontaktor peralatan kontrol dapat dipasangkan pada titiktitik yang jauh. Satu-satunya ruang yang diperlukan dekat mesin adalah ruangan untuk tombol tekan. G)Dengan kontaktor, kontrol otomatis dan semi otomatis mungkin dilakukan dengan peralatan seperti kontrol logika yang dapat diprogram seperti Programmable Logic Controller (PLC). Untuk memenuhi diskripsi kerja dari suatu rangkaian terprogram (misal untuk mengendalikan beberapa motor dengan waktu kerja yang berbeda / berurutan), maka diperlukan alat penunda waktu kerja kontak (timer) yang bekerja sama dengan kontaktor magnit. Salah satu jenis kontaktor yang sering digunakan selanjutnya adalah kontyaktor timer. Kontaktor ini berfungsi untuk menunda waktu kerja kontak. Kontaktor timer ini tidak bisa bekerja sendiri, dia harus bekerja bersama dengan kontaktor magnit. Ada beberapa macam kontaktor timer, kontaktor yang pertama adalah kontaktor magnit dengan waktu tunda mati (off delay). Timer ini berkerjanya berkebalikan dengan timer on delay, saat kontaktor megnit mendapat tegangan dan aktif, maka kontak akan langsung aktif juga namun setelah teganagan hilang dan kontaktor magnit tidak aktif maka kontak yang tidak

aktif tadi akan menjadi aktif setelah waktu yang ditentukan. Untuk NO, setelah koil dari relay diberi catu kontak NO akan berubah status manjadi tertutup dan akan tetap tertutup selama koil diberi catu daya. Saat catu daya diputus kontak akan tetap bertahanan tertutup hingga berberapa waktu tertentu misalnya 5 detik. Setelah 5 detik kontak akan otomatis berubah status dari tertutup menjadi terbuka. Untuk NC, setelah koil dari relay diberi catu, kontak NC akan berubah status menjadi terbuka dan akan tetap terbuka selama koil diberi catu diberi catu daya. Saat catu daya diputus, kontak akan tetap terbuka hingga beberapa waktu yang ditentukan missalnya 5 detik. Setelah 5 detik kontak akan otomatis berubah status dari terbuka manjadi tertutup. Jenis kontaktor timer yang berikutnya adalah Kontaktor magnit dengan waktu tunda hidup (on delay). Timer ini bekerja dari normalnya dengan tunda waktu sesuai dengan setting yang diberikan. Untuk NO, setelah koil dari kontaktor diberi caatu daya maka kontak NO masih tetap terbuka hingga beberapa waktu tertentu misalnya 5 detik. Setelah 5 detik maka kontak akan otomatis berubah status dari terbuka (off) menjadi tertutup (on) dan akan tetap tertutup selama kontaktor mendapat catu daya. Jika catu daya diputus maka kontaktor akan kembali terbuka. Untuk NC, setelah koil dari relay diberi catu daya maka kontak NC masih tetap tertutup hingga beberapa waktu tertentu misalnya 5 detik. Setalah 5 detik kontak akan otomatis berubah status dari tertutup (off) menjadi terbuka (on) dan akan tetap terbuka selama relay mendapat catu daya. Jika catu daya diputus maka relay akan kembali tertutup. Dan macam kontaktor timer yang terakhir adalah Kontaktor magnit dengan waktu tunda kombinasi hidup mati. Timer ini merupakan gabungan dari NO delay dan off delay. Untuk NO, setelah koil dari kontaktor diberi catu daya, kontak NO masih tetap terbuka hingga beberapa waktu yang tertentu misalnya 5 detik. Setelah 5 detik kontak akan otomatis berubah status dari terbuka (off) menjadi tertutup (on) dan akan tertutup selama kontaktor mendapat catu daya. Jika daya diputus maka kontaktor akan tetap tertutup hingga beberapa waktu tertentu missal 5 detik. Setelah 5 detik, kontak akan otomatis berubah status dari tertutup menjadi terbuka seperti kondisi awal. Selain ada kontaktor timer, ada pula rangkaian timer. Rangkaian interlock adalah rangkaian interlock sebagai atau penguncian adalah rangkaian yang difungsikan untuk mencegah sebuah kontaktor atau lebih yang beroprasi secara bersamaan. Dengan kata lain rangkaian interlock hanya memperbolehkan satu saja yang bekerja. Rangkaian ini disebut juga rangkaian InterLock Kontaktor atau sering juga disebut DOL Starter. Rangkaian ini adalah rangkaian dasar dari semua sistem pengendali yang sangat pasti membutuhkan sebuah rangkaian untuk menghidup- matikan kan sebuah sistem pengendali kelistrikan. Rangkaian timer adalah rangkaian yang memiliki alat timer, timer adalah alat untuk mementukan arus dengan waktu yang yang ditentukan sesuai perintah. Fungsi timer hampir sama dengan relay yaitu untuk menghubung dan memutuskan aliran arus dari 2 terminal yang kerjanya diatur oleh sebuah coil, hanya saja pada timer kontak kontaknya akan berubah status setelah beberapa waktu yang diinginkan (t) detik dari saat coilnya bertegangan. Rangkaian self holding adalah rangkaian yang berfungsi untuk mengunci atau menyimpan arus namun rangkaian ini berdiri sendiri.