Anda di halaman 1dari 3

Sintesis Alkana dan Sikloalkana Oleh Arnita Rut Murnandityas Sintesis Alkana dan Sikloalkana Sintesis Fischer-Tropsch

Sintesis Fischer-Tropsch adalah proses pencairan batu bara dimana batubara diubah menjadi alkana cair. C + H2O CO + H2 alkana + H2O Hidrogenasi alkena dan alkuna (Adisi)

Hidrogenasi adalah reaksi dimana terjadi konversi dari ikatan karbon rangkap dua atau ikatan rangkap tiga, menjadi ikatan karbon tunggal. Dalam hal ini, alkena yang memiliki ikatan karbon rangkap dua dan alkuna yang memiliki ikatan karbon rangkap tiga, dapat dihidrogenasi menjadi alkana yang memiliki ikatan karbon tunggal. Terdapat beberapa kondisi reaksi yang dapat membentuk reaksi hidrogenasi, tetapi pada umumnya dibutuhkan gas hidrogen dan katalis logam seperti platinum (Pt), palladium (Pd) dan nikel (Ni). Alkana dan alkuna bereaksi dengan kondisi tersebut untuk menghasilkan alkana. Reaksi pada umumnya dapat dilihat pada gambar di bawah.

Intinya, pada reaksi hidrogenasi, atom-atom gas hidrogen mengadisi tiap atom karbon yang memiliki ikatan rangkap dua maupun tiga menjadi ikatan tunggal yang akhirnya membentuk alkana. Reaksi ini terbentuk dengan cara melarutkan alkena atau alkuna ke dalam pelarut seperti etil alkohol (C2H5OH), ditambahkan katalis logam dan kemudian campuran dikontakan ke gas hidrogen tekanan rendah di dalam apparatus khusus.

Contoh reaksi:

Reduksi Alkil Halida Reaksi Wurtz

Suatu reaksi pembuatan parafin hidrokarbon (alkana) dengan mengrefluks alkil halida (haloalkana) dengan logam natrium dalam eter kering. Pereduksi selain alkalimetal dapat digunakan Mg, Ni(CO)4, dan t-BuLi.

Hidrolisis Reagen Grignard