Anda di halaman 1dari 33

STANDAR

PT PLN (PERSERO)

SPLN D3.009-1 : 2010

Lampiran Surat Keputusan Direksi PT PLN (PERSERO) No. 719.K/DIR/2010

Meter statik energi aktif fase tunggal prabayar dengan Sistem Standard Transfer Specification (STS)

dengan Sistem Standard Transfer Specification (STS) PT PLN (PERSERO ) JALAN TRUNOJOYO BLOK M-I/135 KEBAYORAN

PT PLN (PERSERO)

JALAN TRUNOJOYO BLOK M-I/135 KEBAYORAN BARU JAKARTA SELATAN 12160

Meter statik energi aktif fase tunggal prabayar dengan Sistem Standard Transfer Specification (STS)

Disusun oleh :

Kelompok Bidang Distribusi dengan Surat Keputusan Direksi PT PLN(Persero) No. 221.K/DIR/2010

Diterbitkan oleh :

PT PLN (PERSERO) Jalan Trunojoyo Blok M-I /135, Kebayoran Baru Jakarta Selatan

SPLN D3.009-1: 2010

Susunan Kelompok Bidang Distribusi Standardisasi

Surat Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No. 221.K/DIR/2010

1.

2. Hendi Wahyono, ST

Ir. Pranyoto

:

: Sebagai Sekretaris merangkap Anggota

Sebagai Ketua merangkap Anggota

3. Ir. Dany Embang

:

Sebagai Anggota

4. Lukman Hakim

:

Sebagai Anggota

5. Ir. Adi Subagio

:

Sebagai Anggota

6. Ir. Zairinal Zainudin

:

Sebagai Anggota

7. Ir. Satri Falanu

:

Sebagai Anggota

8. Ir. Ratno Wibowo

: Sebagai Anggota

9. Ir. Rutman Silaen

: Sebagai Anggota

10. Ir. Iskandar Nungtjik

: Sebagai Anggota

11. Satyagraha A. Kadir

: Sebagai Anggota

12. Ir. Indradi Setiawan

:

Sebagai Anggota

13. Ir.

Yudi Winardi Wijaya

:

Sebagai Anggota

Susunan Kelompok Kerja Meter prabayar

Surat Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No. 408.K/DIR/2010

1. Lukman Hakim

2. Hendi Wahyono, ST

3. Ir. Agus Laksono

4. Wiweko Bagyo S

Sebagai Ketua merangkap Anggota Sebagai Sekretaris merangkap Anggota : Sebagai Anggota : Sebagai Anggota

:

:

5. Muncul Daryoto

:

Sebagai Anggota

6. Ir. Fanny Hendrafasya

:

Sebagai Anggota

7. Rijanto

: Sebagai Anggota

8. Ir. Rudy Setyobudi

:

Sebagai Anggota

9. Suwardi

: Sebagai Anggota

10. Ir. Tomer L. Tobing

:

Sebagai Anggota

11. Dasrulsyah

: Sebagai Anggota

12. Ir. Iskandar Nungtjik

: Sebagai Anggota

13. Ir. Indradi Setiawan

:

Sebagai Anggota

14. Ir. Anang Istadi

:

Sebagai Anggota

15. Satyagraha A. Kadir

: Sebagai Anggota

16. Suhadi

: Sebagai Anggota

17. Iwan Juansyah, Amd

:

Sebagai Anggota

iii

SPLN D3.009-1: 2010

iv
iv

SPLN D3.009-1: 2010

SPLN D3.009-1: 2010 v

v

SPLN D3.009-1: 2010

Prakata

Kemajuan bidang elektronika, komunikasi dan piranti lunak saat ini membuat metode transaksi menjadi lebih mudah walaupun semakin kompleks permasalahannya, antara lain sistem prabayar dan perangkat pembayaran maupun penggunaan metode pengkodean (enkripsi).

Mengingat banyaknya peralatan dan sistem prabayar transaksi energi listrik yang dikembangkan serta ditawarkan pada PLN, diperlukan suatu acuan dasar untuk pemilihan dan pengujian masing-masing jenis sistem prabayar kelistrikan yang akan diterapkan.

Standar ini menetapkan persyaratan meter energi (kWh meter) dengan menggunakan sistem prabayar ”Standard Transfer Specification (STS) komunikasi satu arah dengan tarif flat” sebagai acuan spesifikasi bagi unit-unit PLN. Untuk persyaratan sistem pengelolaan prabayar STS skala besar, kompleks dan handal akan ditetapkan tersendiri.

Standar ini merupakan pedoman umum dalam pembuatan spesifikasi teknis serta petunjuk teknis pemakaian untuk unit-unit PT PLN (Persero), dan ketentuan desain, pembuatan, pengujian untuk pabrikan, pemasok maupun lembaga penguji.

iv

SPLN D3.009-1: 2010

DAFTAR ISI

Prakata

 

iv

Daftar Gambar

vii

Daftar Tabel

vii

1.

Ruang lingkup

9

2.

Tujuan

9

3.

Acuan normatif

9

4.

Istilah dan Definisi

9

4.1

STS

9

4.2

Token

10

4.3

Meter

statik energi aktif

10

4.4

Meter prabayar

10

4.5

Electricity Dispenser (ED)

10

4.6

Credit Dispenser (CD)

10

4.7

Point of Sale (POS)

10

4.8

Vending

System (VS)

10

4.9

Security Module (SM)

10

4.10 Agen

 

10

4.11 Distributor

10

4.12 NEDISYS

 

11

4.13 Alamat Blok Dataset

11

4.14 Tipe meter

11

4.15 Konfigurasi system STS

11

5.

Meter prabayar

11

5.1

Umum

11

5.2

Kelas komponen

12

5.3

Fitur

12

5.4

Persyaratan pengamanan terhadap penyalahgunaan

13

5.4.1 Umum

 

13

5.4.2 Segel pengaman

13

5.5

Persyaratan mekanikal

13

5.5.1 Umum

 

13

5.5.2 Kotak meter

13

5.5.3 Terminal

 

14

5.5.4 Tutup terminal

14

v

SPLN D3.009-1: 2010

5.5.5

LED Indikator

14

5.5.6

Papan tombol

14

5.5.7

Layar tampilan dan indikator

15

5.5.7.1

Informasi

parameter yang

diukur

16

5.5.7.2

Informasi kode singkat

17

5.5.7.3

Respon terhadap beban-lebih

17

5.5.7.4

Respon terhadap batas kredit

17

5.5.7.5

Respon terhadap penyalahgunaan

18

5.5.7.6

Respon terhadap kegagalan proses internal

19

5.5.8

Pelat nama

19

5.5.9

Diagram rangkaian

19

5.6

Persyaratan klimatik

19

5.6.1 Umum

 

19

5.6.2 Julat suhu

20

5.7

Persyaratan elektrikal

20

5.7.1 Persyaratan umum

 

20

5.7.2 Proteksi tegangan surja dan tegangan lebih injeksi

20

5.7.3 Perubahan akurasi akibat pengaruh arus lebih dan pemanasan sendiri

20

5.8

Persyaratan ketelitian

20

5.8.1 Kondisi acuan untuk pengukuran ketelitian

21

5.8.2 Batas

kesalahan

akibat

variasi arus

21

5.8.3 Batas kesalahan akibat besaran-besaran berpengaruh

22

5.9

Persyaratan fungsional

22

5.10

Pengujian

23

5.10.1

Pengujian Jenis

23

5.10.2

Pengujian Rutin

23

5.10.3

Pengujian Serah-Terima

24

5.10.4

Pengujian Petik

24

vi

SPLN D3.009-1: 2010

Daftar Gambar

Gambar

1

Susunan terminal

 

14

Gambar 2 Konfigurasi angka pada papan tombol

15

Gambar 3 Informasi pada layar tampilan

 

15

Daftar Tabel

Tabel 1. Nilai pengenal dan spesifikasi

 

12

Tabel

2.

Fitur

minimum

12

Tabel 3.

Tampilan informasi teks

 

16

Tabel 4. Reaksi meter terhadap penyalahgunaan

18

Tabel 5. Pelat nama

19

Tabel 6.

Julat suhu

 

20

Tabel 7. Batas kesalahan akibat arus lebih dan pemanasan sendiri

20

Tabel 8.

 

Kondisi acuan

 

21

Tabel

9.

Batas kesalahan akibat variasi arus

21

Tabel

10.

Batas kesalahan akibat pengaruh besaran

22

Tabel 11.

Daftar mata uji

25

vii

SPLN D3.009-1: 2010

8

SPLN D3.009-1: 2010

Meter statik energi aktif fase tunggal prabayar Sistem Standard Transfer Specification (STS)

1. Ruang lingkup

Standar ini menetapkan persyaratan teknis, fitur dan pengujian untuk meter energi aktif fase tunggal prabayar pasangan dalam dengan kelas akurasi 1,0, menggunakan sistem Standard Transfer Specification (STS) komunikasi satu arah dan tarif flat, diperuntukkan bagi pelanggan tegangan rendah 230 V.

2. Tujuan

Sebagai pedoman umum dalam pembuatan spesifikasi teknis serta petunjuk teknis pemakaian untuk unit-unit PT PLN (Persero), dan ketentuan desain, pembuatan, pengujian untuk pabrikan, pemasok maupun lembaga penguji.

3.

Acuan normatif

- SPLN 1: 1995 Tegangan-tegangan Standar.

- SPLN D5.001: 2008, Pedoman Pemilihan dan Penggunaan Meter Energi Listrik

- IEC 62055-31: 2005-09, Electricity metering – Payment sistems – Part 31: Particular requirements – Static payment meters for active energy (classes 1 and 2)

- IEC 62055-41: 2007-05, Electricity metering – Payment sistem – Part 41: Standard transfer specification (STS) – Application layer protocol for one-way token carrier sistems

- IEC 62055-51: 2007-05, Electricity metering – Payment sistem – Part 51: Standard transfer specification (STS) – Physical layer protocol for one-way numeric and magnetic card token carriers.

- IEC 62052-11: 2003, Electricity metering equipment (AC) – General requirements, tests and test conditions, Part 11: Metering equipment.

- IEC 62053-21: 2003, Electricity metering equipment – Part 21: Static meter for active energy (classes 1 and 2).

- IEC 62056-21: 2002-05, Electricity metering – Data exchange for meter reading, tariff and load control. Part 21 Direct local data exchange.

- SPLN D3. 005-1: 2008 Meter statik energi aktif fase tunggal kelas 1,0

4.

Istilah dan Definisi

4.1

STS

Standard Transfer Specification (STS) adalah metode atau teknologi prabayar satu arah (one way) dengan tarif flat, dimana informasi dikirim dari vending system ke meter energi, dan tidak sebaliknya.

9

SPLN D3.009-1: 2010

4.2 Token

Bagian dari elemen-elemen data yang berisi instruksi dan informasi yang ditampilkan dalam Aplication Protocol Data Unit dari lapisan aplikasi Point of Sale to Token Carrier Interface, yang juga merubah ke meter prabayar dari token carrier yang ditentukan sesuai dengan standar STS.

4.3 Meter statik energi aktif

Meter yang arus dan tegangannya menimbulkan suatu proses pada elemen-elemen elektronik untuk menghasilkan frekuensi pulsa keluaran yang proporsional dengan besaran energi aktif yang diukur.

4.4 Meter prabayar

Meter statik energi aktif dengan fungsi tambahan sehingga dapat dioperasikan dan dikendalikan untuk mengalirkan energi listrik sesuai dengan sistem pembayaran yang disepakati antara PLN dan pelanggan prabayar.

4.5 Electricity Dispenser (ED)

Suatu alat yang mampu melakukan proses input terhadap pengelolaan STS dan kredit token, menjalankan fungsi sesuai dengan informasi token, termasuk didalamnya adalah meter energi.

4.6 Credit Dispenser (CD)

Suatu alat yang mampu menghasilkan token STS untuk pengiriman informasi pengelolaan dan kredit pada ED.

4.7 Point of Sale (POS)

Lokasi dimana CD dioperasikan oleh agen yang difungsikan dalam mendukung penjualan token listrik prabayar kepada pelanggan.

4.8 Vending System (VS)

Suatu sistem yang digunakan oleh agen dalam pengoperasian dan pengelolaan CD pada POS untuk mendukung penjualan atas nama PLN.

4.9 Security Module (SM)

Suatu perangkat elektronik yang mempunyai kecepatan tertentu untuk membuat 20 digit kode token untuk sistem prabayar.

4.10 Agen

Pihak yang bertanggungjawab dalam pengoperasian dan pengelolaan CD pada lokasi POS atas nama/mewakili distributor.

4.11 Distributor

Pihak yang bertanggungjawab dalam hal pemasangan, penyambungan, pengoperasian dan pengelolaan ED di persil pelanggan untuk memastikan pasokan listrik melalui jaringan PLN.

10

SPLN D3.009-1: 2010

4.12 NEDISYS

Singkatan dari National Electricity Dispenser Information System, nomor yang secara otomatis dihasilkan pada saat pembuatan meter oleh pabrikan dan harus didaftarkan pada Vending Server.

4.13 Alamat Blok Dataset

Adalah satu kumpulan data dari sejumlah pelanggan yang akan membeli token pada satu komputer terhubung langsung dengan Front End. Jumlah pelanggan disesuaikan dengan kemampuan SM memproses pembuatan transaksi token dalam satu detik.

4.14 Tipe meter

Suatu rancangan/desain meter yang karakteristiknya ditentukan oleh:

a. Bentuk dan tata letak dari konstruksi fungsi pengukuran

b. Rasio arus dasar terhadap arus maksimum (Id/Im)

c. Versi firmware

d. Tegangan pengenal dan tegangan operasi

e. Jenis dan tipe komponen utama

f. Diproduksi satu pabrikan

Tipe meter harus bersifat unik (tunggal), tidak boleh ada duplikasi

4.15 Konfigurasi system STS

Konfigurasi sistem dan meter prabayar STS adalah suatu mekanisme sistem pengelolaan token prabayar yang diterapkan pada lingkungan PT PLN (Persero) untuk menjamin proses pengelolaannya dapat dilaksanakan dengan benar sesuai fungsi, aturan dan atau standar yang berlaku.

Konfigurasi dari sistem ini masih akan dikembangkan dan dituangkan tersendiri dalam satu standar/kebijakan Direksi.

5.

Meter prabayar

5.1

Umum

Meter energi untuk sistem prabayar adalah meter statik fase tunggal terkoneksi langsung (direct connected meter) dengan cara pengawatan dua kawat.

Meter harus mempunyai kemampuan mendeteksi dan mengukur energi dan daya listrik secara total sampai harmonisa ke 15 dari dua arah (forward dan reverse).

Acuan untuk perhitungan pemakaian kWh menggunakan nilai arus terbesar dari hasil pengukuran sensor arus pada fase dan netral.

Nilai pengenal dan spesifikasi meter tercantum pada Tabel 1.

11

SPLN D3.009-1: 2010

Tabel 1. Nilai pengenal dan spesifikasi

Jenis pengenal

 

Nilai pengenal

Tegangan pengenal

230 V

Arus pengenal / I d (I m )

5

(60) A

Arus mula

0.002 I d 1)

Frekuensi pengenal

50 Hz

Kelas akurasi

 

1,0

Konstruksi pemasangan

 

IP54

Konsumsi daya (maksimum)

 

Sirkit tegangan

2

W dan 10 VA

Sirkit arus

4

VA

CATATAN :

1)

Pada perbedaan nilai arus di kedua sensor 0,003 I d , deteksi pengukuran berpindah ke nilai yang lebih besar.

5.2 Kelas komponen

Komponen utama pada meter energi, yaitu: mikro-prosesor, layar tampilan (display), kapasitor untuk catu daya, komponen untuk sistem pengukuran, rele/kontaktor, varistor, super kapasitor, sistem konverter (ADC/DAC), dan kristal, harus memiliki kualitas kelas industri dan dibuktikan dengan sertifikat keaslian produk (certificate of origin) atau data pendukung dari pabrikan komponen.

Super kapasitor harus mampu mencapai kapasitas penuhnya bila dienerjais maksimal 60 menit dan harus mampu mencatu daya layar tampilan serta sistem meter selama minimum 48 jam menyala terus menerus.

5.3 Fitur

Fitur minimum dari meter prabayar dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Fitur minimum

Jenis fitur

Keterangan

Parameter pengukuran (minimum)

Energi aktif total, arus, tegangan dan daya sesaat

Jumlah angka tampilan

8 angka : 6 angka satuan 2 angka desimal

Nilai batas-rendah kredit

Dapat diatur melalui papan tombol dengan kode 456xx, dengan xx dalam dua digit kWh dengan nilai minimum 05 kWh.

Pengaturan batas daya

Batas daya dapat diatur dengan token khusus (engineering token) dari sistem vending

Respon meter terhadap:

 

- Beban lebih

Lihat 5.5.7.3

- Batas kredit

Lihat 5.5.7.4

- Penyalahgunaan

Lihat 5.5.7.5

- Kegagalan proses internal

Lihat 5.5.7.6

12

SPLN D3.009-1: 2010

5.4

Persyaratan pengamanan terhadap penyalahgunaan

5.4.1

Umum

Meter harus dapat memberikan pengamanan terhadap upaya-upaya penyalahgunaan (tampering), meliputi:

a) Pengawatan terbalik.

b) Sirkit arus dihubung-langsung (by-pass)

c) Kawat netral diputus pada kabel saluran masuk pelayanan (SMP).

d) Kawat netral diputus pada kabel SMP dan dipasang alat pengatur tegangan pada instalasi pelanggan.

e) Injeksi arus pada kawat fase dan atau netral.

f) Induksi medan magnet dari luar minimal 400 mT (4000 Gauss)

g) Pembukaan tutup terminal (termasuk dalam keadaan tidak bertegangan)

Bila terjadi penyalahgunaan selain pembukaan tutup terminal, meter harus tetap mengukur secara normal serta menambah kWh pakai (mengurangi kredit token) dan meter tidak dapat diisi token kredit baru (kecuali engineering token). Pada saat kredit mencapai nol, rele harus membuka untuk memutus pasokan daya ke konsumen.

Untuk semua jenis penyalahgunaan, sebelum dilakukan perbaikan, meter harus dapat merekam kejadian dan atau memberikan indikasi terus menerus sesuai kemampuannya dalam mengaktifkan tampilan. Pada saat tampilan meter dapat aktif kembali dan penyalahgunaan belum diperbaiki, maka meter harus mampu menampilkan indikasi penyalahgunaan tersebut.

Meter harus mampu menyimpan status terakhir keadaan rele, dan mengkondisikan sesuai keadaan tersebut pada saat supply normal kembali.

Indikasi peringatan dan respon meter terhadap penyalahgunaan tercantum pada 5.5.7.5

5.4.2 Segel pengaman

Meter harus mempunyai fasilitas untuk segel pengaman terdiri dari:

Segel metrologi dua buah terpasang pada tutup kotak meter

Segel PLN satu buah, terpasang pada tutup terminal.

5.5

Persyaratan mekanikal

5.5.1

Umum

Persyaratan mengikuti butir 5 IEC 62055-31 untuk meter pasangan dalam, dengan tambahan ketentuan, yaitu: PCB, Rele, komponen bantu harus dipasang secara kuat dan tidak terpengaruh oleh goncangan.

5.5.2 Kotak meter

Konstruksi kotak meter sedemikian sehingga tidak dapat dibuka tanpa merusak segel.

Kotak meter dapat dikonstruksi secara terpadu dengan MCB, bentuk tidak ditetapkan secara khusus, tetapi meter harus dilengkapi dengan pelat dasar (base plate) dari bahan logam dan tahan karat. Ketentuan segel pada kotak meter jenis ini mengikuti SPLN D3.003 : 2008.

13

SPLN D3.009-1: 2010

5.5.3 Terminal

Terminal harus dari jenis press screw system (baut pengencang konduktor kabel dilengkapi dengan pelat penekan) dan mampu menerima kabel masukan ukuran 6 s/d 16 mm² dari jenis aluminium atau tembaga.

Terminal pembumian harus tersambung secara listrik dengan terminal netral dan bagian meter berbadan logam yang dapat diakses. Konfigurasi dan susunan terminal dapat dilihat pada gambar 2.

dan susunan terminal dapat dilihat pada gambar 2. Gambar 1 Susunan terminal CATATAN Pada penginstalasian,

Gambar 1 Susunan terminal

CATATAN Pada penginstalasian, terminal ‘G’ harus dihubungkan dengan sistem pembumian instalasi konsumen

5.5.4 Tutup terminal

Tutup terminal harus dapat menutup semua terminal, baut pengencang konduktor kabel dan sebagian dari insulasi kabel.

5.5.5 LED Indikator

Meter harus dilengkapi minimal tiga buah lampu LED indikator menyala terang, dengan ketentuan warna dan fungsi sebagai berikut :

merah

kuning

hijau

: Imp/kWh (keluaran pulsa)

: penyalahgunaan (tamper)

: catu daya dan informasi kredit rendah. Untuk kredit rendah, warna berubah menjadi merah dan berkedip.

Setiap LED harus dituliskan fungsinya.

5.5.6 Papan tombol

Papan tombol (keypad) terbuat dari bahan polimer dengan tombol angka 5 ada tanda timbul (noktah) dan harus terlindung dari kemungkinan tirisan cairan. Masing-masing tombol harus dapat beroperasi minimum 20.000 kali.

Konstruksi papan tombol dapat menjadi satu dengan meter atau terpisah (remote). Jika terpisah papan tombol harus dilengkapi layar tampilan berbentuk electronic display.

14

SPLN D3.009-1: 2010

Konfigurasi angka mengikuti standar telefoni 12 digit (3 kolom – 4 baris) seperti pada gambar 2.

1

2

3

4

5

5

6

7

8

9

0

0

0

Gambar 2 Konfigurasi angka pada papan tombol

5.5.7 Layar tampilan dan indikator

Layar dari LCD dan menggunakan latar cahaya (back-light) atau menggunakan sistem lain yang lebih baik dan effisien, seperti LED atau teknologi lain yang lebih maju.

Layar tampilan harus didukung oleh memori tak-terhapus (non-volatile), minimum 4 kbyte, dilengkapi super kapasitor untuk pemberi catu daya jika listrik padam.

Super kapasitor harus mempunyai kemampuan mencatu daya layar tampilan minimum 48 jam menyala terus menerus.

Layar tampilan mempunyai dua baris informasi:

Baris pertama untuk Simbol dan Kode, dengan tinggi karakter minimum 4,5 mm

Baris kedua untuk Teks dalam Bahasa Indonesia, dengan ukuran karakter minimum: lebar 4 mm dan tinggi 8 mm.

Simbol

ukuran karakter minimum: lebar 4 mm dan tinggi 8 mm. Simbol kWh 2 0 346-6750 Kode
kWh 2 0 346-6750

kWh

kWh 2 0 346-6750

20

346-6750

lebar 4 mm dan tinggi 8 mm. Simbol kWh 2 0 346-6750 Kode Gambar 3 Informasi

Kode

Gambar 3 Informasi pada layar tampilan

Simbol pada baris pertama menampilkan gambar:

tampilan Simbol pada baris pertama menampilkan gambar:  menginformasikan tingkat pemakaian beban. 

menginformasikan tingkat pemakaian beban.

gambar:  menginformasikan tingkat pemakaian beban.  menginformasikan arah energi terbalik 

menginformasikan arah energi terbalik

pemakaian beban.  menginformasikan arah energi terbalik  menginformasikan indikasi penyalahgunaan.  kWh

menginformasikan indikasi penyalahgunaan.

kWh

muncul saat teks menunjukkan sisa kredit dan akumulasi energi

saat teks menunjukkan sisa kredit dan akumulasi energi  menginformasikan status rele terbuka Kode pada baris

menginformasikan status rele terbuka

Kode pada baris pertama menampilkan informasi mengenai:

15

SPLN D3.009-1: 2010

Nomor kode singkat (short-code).

Jumlah digit dari token yang sudah dimasukkan pada Teks baris kedua

Teks pada baris kedua, mempunyai sekurang-kurangnya 8 digit dalam satu kesatuan waktu dan berjalan dari kanan ke kiri, menampilkan:

Angka token yang telah dimasukkan melalui papan tombol

Sebagai contoh adalah Gambar 4, yang memperlihatkan tampilan setelah token 2341-2453-2318-1346-6750 telah berhasil dimasukkan. 346-6750 adalah 7 angka terakhir yang ditampilkan pada layar. Jumlah dari digit yang dimasukkan ditampilkan pada Kode yaitu 20.

CATATAN

Proses Enter dalam pengisian token setelah 20 digit token dimasukan, dapat menggunakan metode delay waktu persetujuan, atau menekan tombol

metode delay waktu persetujuan, atau menekan tombol  Informasi mengenai respon pemasukkan token, seperti

Informasi mengenai respon pemasukkan token, seperti tercantum pada Tabel 3. Jika token diterima akan ditampilkan nilai kWh beli dan kemudian jumlah total sisa kWh. Perubahan tampilan nilai kWh beli dan total kWh berselang 1 detik dengan nyala tampilan informasi 2 detik, diikuti dengan simbol ’kWh’

 
 
 
 

Contoh: 12345678901234567890 (nomer token yang dimasukkan) – (informasi dari meter) – 156 (nilai kWh beli) – 245 (nilai total kWh)

Informasi nilai dari parameter yang diukur (5.5.7.1)

Informasi dari kode singkat yang tampil pada Kode baris pertama (5.5.7.2)

Indikasi dan peringatan beban-lebih (5.5.7.3).

Informasi terkait penyalahgunaan (5.5.7.5).

Informasi lain yang terkait dengan operasi meter, seperti tercantum pada Tabel 3.

Tabel 3. Tampilan informasi teks

No Kondisi Tampilan teks*) 1 Token diterima 2 Token ditolak 3 Token telah terpakai 4
No
Kondisi
Tampilan teks*)
1
Token diterima
2
Token ditolak
3
Token telah terpakai
4
Token kadaluwarsa
5
Daya lebih
6
Daya lebih sebanyak 5x
7
Penyalahgunaan
8
Meter salah
9
Data kosong

CATATAN: *) Untuk tampilan teks yang menggunakan sistem 7-LED. Bila tampilan menggunakan sistem yang lebih baik maka tulisan tersebut dapat disesuaikan.

5.5.7.1 Informasi parameter yang diukur

Informasi parameter yang harus ditampilkan secara terus menerus adalah nilai sisa/saldo kredit dan simbol kWh

16

SPLN D3.009-1: 2010

5.5.7.2 Informasi kode singkat

Tampilan kode-singkat dengan masukan manual melalui papan tombol, sekurang- kurangnya menampilkan informasi:

Sisa kredit (kWh)

Energi kumulatif (kWh)

Tegangan rms (V)

Arus rms (A)

Daya sesaat (W)

Batas daya (W)

ID meter

Indeks tarif

Jumlah trip karena beban lebih

Jumlah sumber listrik padam

Durasi alarm

Batas-rendah kredit alarm

Kodifikasi yang digunakan tercantum pada Lampiran A.

Untuk keperluan evaluasi, data/event/history ditempatkan pada memori tak-terhapus dan sekurang-kurangnya mampu merekam 50 kejadian terakhir, meliputi : gabungan informasi dari: meter off, beban lebih, penyalahgunaan, pembukaan tutup atau terminal, credit run out, reset meter, kredit token.

Transfer data (download) menggunakan komputer dengan standar acuan IEC 62056-21:

2002-05, meter kontinyu kirim data dengan sinkronisasi setiap 30 detik dengan kecepatan kirim baud rate: 4800 bps atau 9600 bps.

5.5.7.3 Respon terhadap beban-lebih

Beban yang melebihi daya terpasang, harus direspon dengan bunyi buzzer dan tampilan

pada teks”

” dan bila:harus direspon dengan bunyi buzzer dan tampilan pada teks”  beban-lebih berlangsung kontinyu selama 45 detik,

dengan bunyi buzzer dan tampilan pada teks” ” dan bila:  beban-lebih berlangsung kontinyu selama 45

beban-lebih berlangsung kontinyu selama 45 detik, rele harus membuka dan menutup kembali secara otomatis setelah 150 detik.

selama 30 menit terjadi beban-lebih tidak kontinyu beberapa kali dengan akumulasi waktu 45 detik, rele harus membuka dan menutup kembali secara otomatis setelah 150 detik.

Bila akumulasi waktu tersebut kurang dari 45 detik, data akumulasi waktu di-reset kembali ke nol.

selama 30 menit terjadi pembukaan rele akibat beban-lebih 5 kali berturut-turut, rele harus membuka dan menutup kembali secara otomatis setelah 45 menit.

5.5.7.4 Respon terhadap batas kredit

Pada saat nilai kredit mencapai batas-rendah, LED indikasi warna hijau berubah menjadi merah-berkedip dan buzzer berbunyi. Bunyi dapat dihentikan dengan menekan sembarang tombol pada papan tombol.

Jika dalam xxx menit kemudian, tidak ada kredit token yang dimasukkan, buzzer berbunyi lagi. Semakin rendah nilai kredit token, semakin cepat durasi bunyi.

Batas-rendah harus dapat diatur secara mudah melalui papan tombol yang berinteraksi dengan kode singkat pada layar tampilan.

17

SPLN D3.009-1: 2010

CATATAN:

- Waktu tunda dapat diatur melalui papan tombol dengan kode 123xxx, dengan xxx = waktu dalam menit.

- Peringatan batas-rendah kredit dapat diatur melalui papan tombol dengan kode 456xx, dengan xx = energi dalam kWh, minimum 05 kWh.

Bila kredit mencapai nol, rele harus membuka secara otomatis dan hanya dapat menutup kembali setelah dimasukkan kredit token baru.

5.5.7.5 Respon terhadap penyalahgunaan

Meter harus mampu merespon terhadap upaya penyalahgunaan seperti tercantum pada Tabel 4.

Tabel 4. Reaksi meter terhadap penyalahgunaan

   

Layar tampilan

LED

Cara

Jenis penyalahgunaan

Reaksi meter

Teks

Simbol

kuning

penormalan

Pembukaan tutup terminal dalam keadaan bertegangan

Rele membuka

Pembukaan tutup terminal dalam keadaan bertegangan  Rele membuka Aktif Token
Pembukaan tutup terminal dalam keadaan bertegangan  Rele membuka Aktif Token

Aktif

Token

Rekam data

Pembukaan tutup terminal dalam keadaan tidak bertegangan

Rele membuka

Pembukaan tutup terminal dalam keadaan tidak bertegangan  Rele membuka   - Token
 

-

Token

Rekam data

 Rekam data

Pengawatan terbalik

Meter mengukur

Pengawatan terbalik  Meter mengukur   Aktif Perbaikan
 

Aktif

Perbaikan

normal

dan token

Rekam data

Sirkit arus dihubung-singkat

Meter mengukur

Sirkit arus dihubung-singkat  Meter mengukur   Aktif Perbaikan
 

AktifSirkit arus dihubung-singkat  Meter mengukur   Perbaikan

Perbaikan

normal

dan token

Injeksi arus pada kawat fase atau netral

Meter mengukur

Injeksi arus pada kawat fase atau netral  Meter mengukur   Aktif Perbaikan
 

AktifInjeksi arus pada kawat fase atau netral  Meter mengukur   Perbaikan

Perbaikan

normal

dan token

Kawat netral diputus pada kabel SMP (missing neutral)

Meter mengukur

Kawat netral diputus pada kabel SMP (missing neutral)  Meter mengukur   Aktif Perbaikan
 

AktifKawat netral diputus pada kabel SMP (missing neutral)  Meter mengukur   Perbaikan

Perbaikan

normal

dan token

Kawat netral diputus pada kabel SMP dan dipasang alat pengatur tegangan pada instalasi konsumen (IML)

Meter mengukur

kabel SMP dan dipasang alat pengatur tegangan pada instalasi konsumen (IML)  Meter mengukur   Aktif
 

Aktifpada kabel SMP dan dipasang alat pengatur tegangan pada instalasi konsumen (IML)  Meter mengukur  

Perbaikan

normal

dan token

Induksi medan magnet dari luar 400 mT

Meter mengukur normal

Induksi medan magnet dari luar 400 mT  Meter mengukur normal   Aktif Perbaikan
 

AktifInduksi medan magnet dari luar 400 mT  Meter mengukur normal   Perbaikan

Perbaikan

dan token

 

Operasi rele tidak dipengaruhi induksi magnetik

   

CATATAN

Bila indikator atau

SMP = saluran masuk pelayanan

IML = Instalasi Milik Pelanggan

saluran masuk pelayanan  IML = Instalasi Milik Pelanggan muncul, meter tidak dapat menerima segala jenis

muncul, meter tidak dapat menerima segala jenis token sebelum diperbaiki

18

SPLN D3.009-1: 2010

5.5.7.6 Respon terhadap kegagalan proses internal

Meter harus dapat mendeteksi kegagalan proses internalnya dan mampu memberikan perintah membuka rele untuk memutus pasokan daya. Pada kondisi ini meter tidak dapat digunakan lagi, semua LED padam, buzzer berbunyi kontinyu tiap detik dan meter harus diganti.

5.5.8 Pelat nama

Setiap meter harus mencantumkan informasi pada pelat nama seperti pada Tabel 5.

Tabel 5. Pelat nama

Jenis informasi

Contoh penulisan

Merek dagang

 

Tipe meter

 

Nama dan lokasi pabrik

(kota)

 

No. Standar

SPLN D3.009-1 : 2010

Cara pengawatan

Fase tunggal 2 kawat

Jumlah sensor (S) dan rele (R)

Fungsi 2S – 2R

Nomor seri

 

Tahun pembuatan

 

Tegangan pengenal

230 V

Arus dasar dan arus maksimum

5 (60) A

Frekuensi pengenal

50 Hz

Konstanta meter dalam satuan imp/kWh

imp/kWh

Kelas ketelitian

1,0

Tanda segi empat dobel untuk selungkup meter dengan kelas proteksi II

Tanda segi empat dobel untuk selungkup meter dengan kelas proteksi II

Nomor ID meter

 

Nomor SGC

 

5.5.9 Diagram rangkaian

Diagram rangkaian harus dipasang pada bagian sekitar terminal.

Setiap terminal harus diberi label identifikasi (gambar 1). Jumlah sensor dan rele serta notasi terminal pada label identifikasi tersebut harus tergambar pada diagram rangkaian.

5.6

Persyaratan klimatik

5.6.1

Umum

Persyaratan mengikuti Butir 6 IEC 62055-31 untuk meter pasangan dalam, dengan tambahan ketentuan bahwa batas atas suhu uji untuk pengujian-pengujian pengaruh klimatik mengikuti batas atas dari julat penyimpanan dan transportasi pada Tabel 6.

Setiap setelah pengujian, meter harus tidak memperlihatkan tanda kerusakan dan perubahan informasi dan dapat beroperasi normal.

19

SPLN D3.009-1: 2010

5.6.2 Julat suhu

Julat suhu meter adalah sebagaimana tercantum pada Tabel 6.

Tabel 6. Julat suhu

Julat operasi pengenal

-10 o C s/d 45 o C

Julat batas operasi

-25 o C s/d 55 o C

Julat batas untuk penyimpanan dan transportasi

-25 o C s/d 85 o C

5.7

Persyaratan elektrikal

5.7.1

Persyaratan umum

Persyaratan mengikuti Butir 7 IEC 62055-31 untuk meter pasangan dalam, dengan tambahan ketentuan berikut.

5.7.2 Proteksi tegangan surja dan tegangan lebih injeksi

Meter harus dilengkapi dengan varistor dan atau surge absorber untuk dapat memotong tegangan lebih dan surja.

Meter harus tetap terlindungi dari kerusakan bila terjadi tegangan dan arus-lebih secara kontinyu dari kedua sisi (sumber dan beban) yang melebihi julat operasi pada IEC 62055- 31 butir 7.2. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi meter dari kerusakan dan kesalahan dalam pengukuran.

5.7.3

Perubahan

akurasi

akibat

pengaruh

arus

lebih

dan

pemanasan

sendiri

Batas perubahan prosentase kesalahan akibat pengaruh arus lebih waktu-singkat dan pemanasan sendiri tercantum pada Tabel 7.

Tabel 7. Batas kesalahan akibat arus lebih dan pemanasan sendiri

Jenis pengaruh

Nilai arus

Faktor daya

Batas perubahan prosentase kesalahan [%]

Arus-lebih waktu-singkat

I

d

 

1 1,5

Pemanasan sendiri

   

1 0,7

I

m

0,5 induktif

1,0

5.8 Persyaratan ketelitian

Persyaratan mengikuti butir 8 IEC 62055-31, kecuali disebutkan secara khusus pada ketentuan berikut.

20

SPLN D3.009-1: 2010

5.8.1 Kondisi acuan untuk pengukuran ketelitian

Persyaratan kondisi uji untuk pengukuran ketelitian adalah sebagai berikut:

a) Meter harus diuji dengan selungkup terpasang dan tutup berada pada posisinya; semua bagian yang dimaksudkan untuk dihubungbumikan harus terhubung dengan pembumian. b) Kondisi acuan tercantum pada Tabel 8.

Tabel 8. Kondisi acuan

Pengaruh besaran

Nilai Acuan

Batas yang diizinkan

Suhu sekitar

23 °C ¹

± 2 °C

Tegangan

Tegangan pengenal

± 1,0 %

Frekuensi

Frekuensi pengenal

± 0,3 %

Bentuk gelombang tegangan dan arus

Sinusoidal

Faktor distorsi < 2%

Induksi magnetik kontinyu yang berasal dari eksternal

Nol

-

Induksi magnetik yang berasal dari eksternal pada frekuensi pengenal

Nol

Nilai induksi yang menyebabkan variasi kesalahan≤ 0,2%, tetapi < 0,05 mT ²

Medan RF elektromagnetik 30 kHz – 2 GHz

Nol

< 1V/m

Gangguan saluran yang terinduksi medan frekuensi radio, 150kHz–80MHz

Nol

< 1V

CATATAN

¹ Bila pengujian dilakukan tidak pada julat suhu acuan, hasil uji harus dikoreksi menggunakan koefisien suhu yang sesuai untuk meter yang diuji

² Pengujian dilakukan pertama-tama dengan meter terhubung normal dan setelah itu koneksi dari sirkit tegangan dan sirkit arus dibalik. Setengah dari perbedaan antara kedua kesalahan (error) adalah variasi kesalahan. Karena fase medan eksternal tidak diketahui, pengujian dilakukan pada 0,05 In pada faktor daya 1 dan 0,1 In pada faktor daya 0,5

5.8.2 Batas kesalahan akibat variasi arus

Prosentase kesalahan meter untuk setiap arah pengukuran pada semua sensor harus tidak melebihi batas yang ditetapkan pada Tabel 9.

Tabel 9. Batas kesalahan akibat variasi arus

Nilai arus

Faktor daya

Batas kesalahan [%]

0,05 I b ≤ I < 0,1 I b

1

± 1,5

0,1 I b ≤ I ≤ I m

1

± 1,0

0,1 I b ≤ I ≤ 0,2 I b

0,5 induktif

± 1,5

0,8 kapasitif

± 1,5

0,2 I b ≤ I ≤ I m

0,5 induktif

± 1,0

0,8 kapasitif

± 1,0

0,2 I b ≤ I ≤ I b

0,25 induktif

± 3,5

0,5 kapasitif

± 2,5

21

SPLN D3.009-1: 2010

Pengujian dua arah pengukuran pada semua sensor hanya dilakukan untuk faktor daya 1 dari tabel 9.

5.8.3 Batas kesalahan akibat besaran-besaran berpengaruh

Pertambahan prosentase kesalahan akibat besaran-besaran berpengaruh terhadap kondisi acuannya, tidak boleh melampaui batas-batas sebagaimana ditetapkan pada Tabel 10.

Tabel 10. Batas kesalahan akibat pengaruh besaran

     

Koefisien suhu

Jenis besaran berpengaruh

Nilai arus

Faktor daya

rata-rata [%/K]

Perubahan suhu sekitar 30 ± 15K

 

0,1 I d - I m

1

0,05

 

0,2 I d - I m

0,5 induktif

0,07

 

Batas perubahan prosentase kesalahan

     

0,7

Perubahan tegangan

± 10% U n

1,0

 

- 20% s/d

-10%

0,05 I d - I m 0,1 I d - I m

1

2,1

 

+10% s/d +15%

0,5 induktif

3,0

   

Sistem meter

 

50% U n s.d. < 80% U n

tetap beroperasi

Perubahan frekuensi ± 2 %

 

0,05 I d - I m 0,1 I d - I m

1

0,5

 

0,5 induktif

0,7

Komponen harmonik pada sirkuit arus dan tegangan

0,5 I m

 

1 0,8

Komponen harmonik ke-15

 

0,5 I m

 

1 2,0

Harmonik DC dan ganjil pada sirkuit arus AC

I

m /√2

 

1 3,0

Harmonik genap pada sirkuit arus AC

 

0,5 I d

 

1 3,0

Sub harmonik pada sirkuit arus AC

 

0,5 I d

 

1 3,0

Induksi magnetik kontinu asal luar

   

I

d

 

1 2,0

Induksi magnetik asal luar 0,5 mT

   

I

d

 

1 2,0

Medan elektromagnetik frekuensi tinggi

 

I

d

 

1 2,0

Operasi aksesoris

0,05 I d

 

1 0,5

Gangguan-gangguan yang diakibatkan induksi medan frekuensi radio

 

I

d

 

1 2,0

Pecahan transien cepat

 

I

d

 

1 4,0

CATATAN

Daftar metode uji dapat dilihat pada Tabel 11 kolom 4.

5.9 Persyaratan fungsional

Persyaratan mengikuti butir 9 IEC 62055-31.

22

SPLN D3.009-1: 2010

5.10

Pengujian

5.10.1

Pengujian Jenis

Jumlah sampel untuk pengujian jenis adalah 28 buah; 8 buah tanpa segel dan 20 buah tersegel metrologi, diserahkan pabrikan/pemasok ke unit PLN penguji

Terhadap 8 buah sampel tanpa segel dilakukan pengujian awal untuk menguji-coba fitur dan kemampuan koneksi pada sistem STS PLN. Untuk keperluan ini, pabrikan/pemasok harus menyerahkan deklarasi-sendiri (self declared) mengenai fitur meter, SGC dan Nedisys file. Jenis fitur minimum tercantum pada Tabel 2, namun pabrikan dapat mendeklarasi fitur lainnya berdasarkan perkembangan teknologi dan pengalaman dalam penerapan pengoperasian meter.

Setelah selesai pengujian awal, 8 buah sampel meter (termasuk dokumen dan informasi yang terkait dengan meter tersebut) dikirimkan oleh unit PLN penguji ke Laboratorium PLN untuk dilakukan pengujian A s.d L pada Tabel 11 kolom 5, dan 20 buah sampel dikirimkan kepada unit PLN pelaksana untuk dilakukan pengujian lapangan.

Untuk pengujian A s.d L pabrikan/pemasok harus mengirimkan dokumen dan informasi meter, sebagai berikut:

- Merek dan tipe meter energi.

- Laporan pengujian awal

- Nama pabrikan dan lokasi pabrik.

- Merek, tipe, rating arus dan tegangan operasi dari rele/kontaktor yang digunakan.

- Merek, tipe dan sertifikat karakteristik dari komponen utama.

- Sertifikat bahwa keypad memenuhi IEC 62055-31 butir 5.14.3.

- Sertifikat STS meter yang diuji (member and compliance license).

- Rekaman flow temperature profile dari pabrikan PCB terkait.

- Token engineering

- Versi firmware dan software aplikasi dengan checksum

Pengujian lapangan terhadap 20 buah sampel meter dilakukan pada beberapa lokasi pelanggan, untuk mengetahui kinerja meter termasuk informasi dari pelanggan. Uji lapangan dilakukan sedikitnya satu bulan oleh unit PLN pelaksana dengan lokasi pemasangan sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya. Pelaksanaan uji lapangan dilakukan bersamaan dengan pengujian-pengujian yang dilakukan oleh Laboratorium PLN. Laporan hasil uji lapangan diserahkan kepada unit PLN penguji untuk dikirimkan ke Laboratorium PLN sebagai tambahan masukan dan bahan evaluasi uji jenis.

Laporan pengujian jenis diterbitkan oleh Laboratorium PLN dan hanya berlaku untuk tipe yang diuji. Segala perubahan dari ketentuan pada butir 4.14 harus dilakukan pengujian jenis ulang.

Perubahan merek komponen utama pada meter yang telah diuji jenis hanya dapat dilakukan bila kualitas dan kinerja komponen setara atau lebih baik, dan harus diverifikasi untuk membuktikan bahwa perubahan tersebut tidak mempengaruhi kinerja dan karakteristik meter.

Perubahan fitur/aplikasi, bentuk kotak meter dan tampilan eksternal lainnya harus dilakukan uji verifikasi.

5.10.2 Pengujian Rutin

Pengujian rutin harus dilakukan oleh setiap pabrikan.

Mata uji rutin tercantum pada Tabel 11 kolom 7.

23

SPLN D3.009-1: 2010

5.10.3 Pengujian Serah-Terima

Pengujian serah terima dilakukan terhadap sejumlah sampel yang mewakili sejumlah barang meter energi yang akan diserahterimakan kepada unit PLN penerima.

Kriteria pengambilan sampel, jumlah sampel dan mekanisme penerimaan barang ditetapkan pada IEC 61358 (1996-04).

Mata uji serah-terima dan persyaratannya tercantum pada Tabel 11 kolom 5

5.10.4 Pengujian Petik

Pengujian petik dilakukan terhadap sejumlah sampel meter yang diambil dari gudang PLN atau pabrikan atau pemasok untuk melihat kesesuaian kinerjanya.

Mata uji petik sama dengan mata uji serah-terima, namun dapat ditambah dengan mata uji terkait dari kelompok mata uji jenis, untuk meter yang mengalami kasus di lapangan.

24

SPLN D3.009-1: 2010

Tabel 11. Daftar mata uji

   

Metode uji/Acuan/

     

No

Mata uji ²

Persyaratan

J ¹

S ¹

R ¹

1

2

3

4

5

6

1.

Uji fitur, port komunikasi dan data

Deklarasi pabrikan

   

Butir 5.3

2.

Uji kemampuan koneksi

Sesuai dengan sistem terpasang

   

A

Uji sifat-sifat insulasi

       

1.

Uji tegangan impuls

Butir 5.7.2

3)

 

IEC 62055-31 butir 7.7

 

2.

Uji tegangan AC

IEC 62055-31 butir 7.7

 

B

Uji persyaratan akurasi

       

1.

Uji konstanta

IEC 62055-31 butir 8

2.

Uji starting dan kondisi tanpa beban

Butir 5.1

     

IEC 62055-31 butir 8

3.

Uji akurasi pada variasi arus

Butir 5.8.2

     

IEC 62055-31 butir 8

4.

Uji pengaruh besaran

Butir 5.8.3

     

IEC 62055-31 butir 8

C

Uji persyaratan elektrikal

       

1.

Uji konsumsi daya

Butir 5.1

     

IEC 62055-31 butir 7.3

2.

Uji pengaruh tegangan suplai

IEC 62055-31 butir 7.2

   

3.

Uji pengaruh arus lebih waktu singkat

IEC 62055-31 butir 7.4

   

4.

Uji pengaruh pemanasan sendiri

IEC 62053-21 butir 7.3

   

5.

Uji pengaruh pemanasan

IEC 62055-31 butir 7.5

   

D

Uji kompatibilitas elektromagnetik

       

1.

Radio interference suppression

IEC 62052-11 butir 7.5.8

   

2.

Pengujian pecahan transien cepat

IEC 62055-31 butir 7.8.4

   

3.

Uji kekebalan terhadap medan RF elektromagnetik

IEC 62055-31 butir 7.8.3

   

4.

Uji kekebalan terhadap gangguan saluran yang terinduksi medan frekuensi radio

IEC 62055-31 butir 7.8.5

   

5.

Uji kekebalan terhadap lepasan elektrostatik

IEC 62055-31 butir 7.8.2

   

6.

Uji kekebalan kejut

IEC 62055-31 butir 7.8.6

   

E

Uji pengaruh klimatik

       

1.

Uji panas kering

Butir 5.6

     

IEC 62055-31 butir 6

2.

Uji dingin

IEC 62055-31 butir 6

   

3.

Uji siklus lembab panas

Butir 5.6

     

IEC 62055-31 butir 6

25

SPLN D3.009-1: 2010

Tabel 11 Daftar mata uji (lanjutan)

No

Mata uji ²

Metode uji/

J ¹

S ¹

persyaratan

1

2

3

4

5

6

F

Uji mekanikal

       

1.

Uji getar 4

Butir 5.5.1

     

IEC 62055-31 butir 5.3

IEC 62052-11 butir 5.2.2.3

2.

Uji hentak 4

Butir 5.5.1

     

IEC 62055-31 butir 5.3

IEC 62052-11 butir 5.2.2.2

3.

Uji palu-pegas terhadap kotak meter

IEC 62055-31 butir 5.3

     

IEC 62052-11 butir 5.2.2.1

4.

Uji perlindungan terhadap penetrasi air dan debu

IEC 62055-31 butir 5.10

   

5.

Uji ketahanan terhadap panas dan api

IEC 62055-31 butir 5.9

   

G

Pemeriksaan visual dan konstruksi

       

1.

Kesesuaian konstruksi dan komponen

Laporan dan sampel uji jenis

 

2.

Pemeriksaan visual

Kondisi fisik meter

H

Uji persyaratan mekanikal

       

1.

Pemeriksaan konstruksi

Butir 5.5

     

IEC 62052-11 butir 5.3

2.

Terminal

Butir 5.5.3

     

IEC 62052-11 butir 5.4

3.

Layar tampilan dan indikator

Butir 5.5.7

     

IEC 62055-31 butir 5.11

4.

Pemeriksaan gawai keluaran

IEC 62052-11 butir 5.11

   

5.

Pemeriksaan penandaan

Butir 5.5.8 dan 5.5.9

   

6.

Uji token carrier interface

IEC 62055-31 butir 5.14

   

I

Uji pencegahan penyalahgunaan

       

1.

Kesesuaian fitur

Butir 5.4

 

2.

Uji kinerja dan respon meter

Butir 5.5.7.5

   

J

Uji kemampuan rele/kontak

       

1.

Uji switsing beban

IEC 62055-31 butir 7.9

   

K

Uji persyaratan fungsional

       

1.

Uji fungsional

IEC 62055-31 butir 9

   

L

Uji penuaan

IEC 62059-31-1 (2008-10)

   

CATATAN

1)

2)

3)

4)

J = Uji jenis ; S = Uji serah-terima ; R = Uji Rutin ;

Mata uji A s/d F dilakukan secara berurutan (sequence)

Hasil uji impuls harus dilengkapi dengan osilogram yang menggambarkan kemampuan varistor atau surge absorber dalam memotong tegangan impuls standar

Meter dienerjais dengan posisi rele OFF dan tanpa token kredit. Rele tidak boleh ON selama pengujian

26

SPLN D3.009-1: 2010

LAMPIRAN A Tabel daftar nomer kode singkat

Kode

Deskripsi

Kode

Deskripsi

00

Test all LCD display

61

Last 3 rd credit kWh

01

Test the load switch

62

Last 4 th credit kWh

02

Display Test – Tests the buzzer as well.

63

Last 5 th credit kWh

03

Total kWh Register

64

Total technical token accepted

04

Display Key Revision Number & Type

65

Last technical token accepted

05

Indeks Tarif (Display Tariff Index)

66

Last 2 nd technical token accepted

06

Test the token reader device

67

Last 3 rd technical token accepted

07

Batas daya (Display Power Limit), kW

68

Jumlah trip karena beban lebih

08

Display Tamper Status

69

Jumlah sumber listrik padam

09

Display Power Consumption

70

Total terminal cover open

10

Display software version

71

Total meter cover open

11

Display phase power unbalance limit

72

Total tampering

12

-

73

Energy consumption negative credit

13

-

74

Hardware version

14 - 36

RESERVED BY STS

75

No. ID Meter

37

Sisa kredit (kWh)

76

Meter Constanta

38

Energi kumulatif (kWh)

77

Supply Group Code (SGC)

39

-

78

Durasi alarm

40

-

79

Batas-rendah kredit alarm

41

Tegangan rms (V)

80

-

42

-

81

Forecast time till the credit is over

43

-

82

Last tampering

44

Arus rms (A)

83

Energy consumption last month

45

-

84

Energy consumption last 2 nd month

46

-

85

Energy consumption last 3 rd month

47

Daya sesaat (W)

86

Over load trip last time (day and time)

48

-

87

Over load trip last 2 nd time

49

-

88

Last meter off (day and time)

50

-

89

Last 2 nd meter off

51

-

90

Last terminal meter open

52

-

91

Last 2 nd terminal meter open

53

Total number of token accepted

92

Last cover meter open

54

Last credit token accepted

93

Maximum power this month

55

Last 2 nd credit token accepted

94

Time at maximum power this month

56

Last 3 rd credit token accepted

95

Current time

57

Last 4 th credit token accepted

96

Current date

58

Last 5 th credit token accepted

97

-

59

Last credit kWh

98

-

60

Last 2 nd credit kWh

99

Checksum software + fitur

CATATAN:

- Nomer kode singkat 00 – 36, disesuaikan dengan ketentuan dalam persyaratan sistem STS dan IEC 62055-41, 2007 “permissible control field values”.

- Tulisan miring/italic No 75 s/d 90, disiapkan untuk meter yang menggunakan RTC.

27

Pengelola Standardisasi:

PT PLN (Persero) Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan

Jalan Durentiga, Jakarta 12760, Telp. 021-7973774, Fax. 021-7991762, www. pln-litbang.co.id