Anda di halaman 1dari 10

FARMAKOLOGI

ASUHAN KEPERAWATAN DALAM PEMBERIAN OBAT PADA GANGGUAN SISTEM NEOROLOGI

KELOMPOK 5

KURI YANTI OKTAPIANUS F PERSA DINATA RAHMANSYAH RANI SUPRAPTI G. A

Sistem saraf merupakan jaringan yang sangat vital dalam sistem kinerja tubuh manusia. Walaupun jaringan syaraf dilindungi oleh tengkorak dan tulang yang keras, tetap ada saja gangguan yang bisa terjadi.

Secara umum, penyebab gangguan pada sistem saraf: Paparan bahan kimia, Benturan (trauma) benda-benda keras, Toksikasi virus atau bakteri, Adanya radang yang disebabkan oleh regenerasi sel saraf itu sendiri.

Salah satu gangguan pada sel-sel saraf yaitu: Meningitis, golongan obat antibiotik dapat diberikan pada gangguan ini karena penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri atau mikroorganisme lain. Meningitis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitidis dapat diberikan Cephalosporin (ceftriaxone atau cefotaxime), sedangkan meningitis yang disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes akan diberikan Ampicillin, Vancomycin dan Carbapenem (meropenem), Chloramphenicol atau Ceftriaxone.

Obat Kloramfenikol
Nama Obat Generik : Chloramphenicol / Kloramfenikol Nama Obat Bermerek : Chloramex, Chlorbiotic, Cloramidina, Colme, Colsancetine, Combicetin, Empeecetin, Enkacetyn, Fenicol, Grafacetin, Ikamicetin, Isotic Salmicol, Kalmicetine, Kemicetine, Lanacetine, Licoklor, Microtina, Neophenicol, Palmicol, Reco, Spersanicol, Suprachlor, Xepanicol. Kloramfenikol merupakan antimikroba berspektrum luas yang efektif terhadap bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Mekanisme kerjanya adalah menghambat sintesa protein sel mikroba. Kloramfenikol termasuk ke dalam golongan antibiotik penghambat sintesis protein bakteri.

OBAT KLORAMFENIKOL

FARMAKOKINETIK
Absorpsi.

Setelah pemberian oral kloramfenikol diabsorpsi dengan cepat. Kadar puncak dalam plasma dicapai setelah 2 jam. Kloramfenikol palmitat atau stearat dihidrolisis menjadi kloramfenikol oleh lipase pancreas dalam duodenum. Untuk pemakaian parenteral digunakan kloramfenikol suksinat yang akan dihidrolisis di jaringan menjadi kloramfenikol. Pemberian intramuscular sulit diabsorpsi sehingga tidak dianjurkan. Pemberian intravena kadar maksimum kloramfenikol aktif sama seperti pada pemberian oral.

DISTRIBU SI
Distribusinya luas termasuk ke jaringan otak, cairan serebrospinal dan mata. Kloramfenikol ditemukan dalam empedu, ASI dan melewati sawar plasenta.

METABOLIS ME
Metabolisme : hati dan ginjal Half-life kloramfenikol berhubungan dengan konsentrasi bilirubin.

EKSKR ESI Kloramfenikol dan metabolitnya diekskresi melalui


urin dengan cara filtrasi glomerulus dan sekresi. Dalam waktu 24 jam 75-90% dosis oral diekskresi dalam bentuk metabolit dan 5-10% dalam bentuk asal. Waktu paruh pada orang dewasa kira-kira 4 jam. Pada pasien yang mengalami gangguan hati waktu paruh lebih panjang menjadi 5-6 jam karena metabolismenya terlambat. Pada pasien gagal ginjal waktu paruh koramfenikol tidak berubah tetapi metabolitnya mengalami akumulasi.

FARMAKODINAMIK A
Kloramfenikol bekerja menghambat sintesis protein bakteri. Obat dengan mudah masuk ke dalam sel melalui proses difusi terfasilitas. Obat mengikat secara reversibel unit ribosom 50S, sehingga mencegah ikatan asam amino yang mengandung ujung aminoasil t-RNA dengan salah satu tempat berikatannya di ribosom. Pembentukan ikatan peptida dihambat selama obat berikatan dengan ribosom. Kloramfenikol juga dapat menghambat sintesis protein mitokondria sel mamalia disebabkan ribosom mitokondria mirip dengan ribosom bakteri.

EFEK SAMPING
Reaksi Hematologik Reaksi Alergi Reaksi Saluran Cerna Gray Baby Sindrom Reaksi Neurologis
Untuk mencegah terjadinya efek samping yang tidak diharapkan maka perlu memantau kadar kloramfenikol dalam plasma selama penggunaan obat ini dan pada penderita gangguan fungsi hati dosis obat ini diturunkan.

PERINGATAN DAN PERHATIAN


a. Tidak dianjurkan penggunaan untuk wanita hamil dan menyusui karena keamanannya belum dapat dipastikan. b. Pada pemakaian jangka panjang perlu dilakukan pemeriksaan hematologi secara berkala. c. Hanya digunakan untuk infeksi yang sudah jelas penyebabnya, kecuali bila ada kemungkinan infeksi berat. d. Perlu dilakukan pengawasan terhadap kemungkinan timbulnya superinfeksi oleh bakteri dan jamur. e. Hati-hati bila dipergunakan pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal dan hati, bayi yang lahir prematur dan bayi baru lahir (2 minggu pertama).