Anda di halaman 1dari 15

Synthetic Organic Antimicrobials

Golongan
Sulfonamide

Jenis
Sulfacetamide Sulfadiazine (silver) Sulfamerazine Sulfamethazine Sulfamethoxazole Sulfisoxazole Mafenide Trisulfapyrimidine

Sensitifitas
Efektivitas dan sensitivitas sulfanomida tergantung pada: - Kadar total obat dalam tubuh, ikatan dengan protein plasma dan yang terkonjugasi - Potensi sulfonamida sendiri - Keadaan daya tahan tubuh penderita, daya tahan tubuh penderita yang lemah akan mengurangi sensitivitas dan efektivitas dari sulfonamida Faktor-faktor lain yang dapat menghambat kerja obat

Farmakokinetik

Farmakodinamik
Efek antibakteri dihambat oleh darah, nanah, dan jaringan nekrotik. Kerja sulfonamid bersifat selektif hanya menghambat bakteri dan tidak menghambat sel tubuh manusia karena manusia tidak menyintesis folat.

Trimethoprim

Trimethoprim TrimethoprimSulfamethoxazole

Sulfonamida dapat dibagi menajdi tiga kelompok utama: (1) oral, dapat diserap; (2) oral, tidak dapat diserap; (3) topikal. Sulfonamida oral yang dapat diserap terbagi menjadi kerja-singkat, kerjasedang, dan kerja-lama menurut waktu paruh obat tersebut. Sulfonamida ini diserap dari lambung dan usus halus serta didistribusikan secara luas ke jaringan dan cairan tubuh (termasuk sistem saraf pusat dan cairan serebrospinal), plasenta, dan janin. Ikatan protein bervariasi dari 20% hingga melebihi 90%. Kadar terapeutiknya berada dalam kisaran 40-100 mcg/mL dalam darah. Kadarnya dalam darah biasanya memuncak 2-6 jam setelah pemberian oral. Trimetoprim sensitif terhadap Absorbsi : diserap cepat infeksi saluran kemih. Dosis melalui oral. dewasa yang umum digunakan Distribusi : (1) beredar adalah 100 mg dua kali sehari. dalam darah dalam keadaan bebas, 44 % berikatan

Menghambat enzim dihidrofolat reduktase secara selektif. Enzim ini berfungsi mereduksi asam dihidrofolat menjadi asam tetrahidrofolat.

Quinolone

Generasi Pertama Nalidixic acid Cinoxacin Generasi Kedua Norfloxacin Ciprofloxacin Ofloxacin Enoxacin Lomefloxacin Generasi Ketiga Levofloxacin Sparfloxacin Gatifloxacin Generasi Keempat Trovafloxacin Moxifloxacin

Quinolon generasi pertama dan tertua menunjukkan aktivitas terbatas pada gram negatif. Nalidiksat dan asam cinoxacin tidak mencapai tingkat antibakteri sistemik dan dengan demikian terbatas pada terapi infeksi kandung kemih disebabkan oleh kemih patogen, seperti E. coli dan Klebsiella dan Proteus spp. Walaupun mereka adalah agen bakterisida, penggunaannya dibatasi oleh resistensi. Generasi kedua obat ini menunjukkan mereka yang paling dapat diandalkan dalam aktivitas terhadap organisme gram negatif, termasuk Enterobacteriaceae. Haemophilus spp. dan agen penyakit menular seksual,

dengan protein plasma. (2) Konsentrasi steasy state = 1,72 mcg/mL. Eksresi : (1) Lewat ginjal melalui filtrasi glomerolus dan sekresi tubulus. (2) Dieksresikan juga ke sputum cairan vagina, cairan telinga tengah, ASI dan plasenta. Quinolon cepat dan hampir sepenuhnya diserap setelah pemberian oral dan secara luas didistribusikan dalam jaringan tubuh. Tingkat dalam ruang ekstravaskuler sering melebihi tingkat serum. Tingkat lebih rendah dibandingkan yang ditemukan dalam serum terjadi pada CSF, tulang, dan cairan prostat. Ciprofloxacin dan ofloxacin telah terdeteksi di ASI dan tingkat ofloksasin dalam cairan asites mendekati tingkat serum. Konsumsi makanan tidak mempengaruhi ketersediaan hayati, yang berkisar antara 50-95%. Waktu paruh untuk kuinolon paling lama adalah 3 sampai 4 jam.

4-kuinolon menghambat sintesis DNA melalui tindakan khususnya pada gyrase DNA, yang terdiri dari dua subunit A dan dua subunit B. DNA subunit A (girase gen A) memiliki fungsi strand-cutting untuk mencegah overwinding (supercoiling) dari untaian DNA selama pemisahan dan akhirnya replikasi mirrorstrand. Subunit A adalah sisi aksi untuk 4-kuinolon. Barubaru ini target kedua, yang hanya ada di fluoroquinolone, telah diidentifikasi sebagai jenis topoisomerase Enzim IV. Enzim ini bertanggung jawab untuk memisahkan sel anak perempuan setelah replikasi. Gyrase DNA topoisomerase IV dan jenis

Nitrofurans

Nitrofurantoin Nitrofurazone

seperti Neisseria gonorrhoeae, Chlamydia trachomatis, Ureaplasma urealyticum, Moraxella catarrhalis dan (sebelumnya Neisseria catarrhalis; penyebab otitis media) juga rentan. Aktivitas antipseudomonal siprofloksasin, norfloksasin, ofloksasin, dan lomefloxacin adalah karena mereka bagian piperazine; resistensi terhadap agen ini, bagaimanapun menjadi lebih umum. Aktivitas terhadap organisme gram positif signifikan lebih besar, seperti S. pneumoniae, ini ditunjukkan oleh generasi ketiga dan keempat. Methicillin-resistant Staphylococcus aureus dan Enterococcus faecium adalah resistan .Generasi keempat kuinolon juga memiliki aktivitas terhadap anaerob. Obat ini efektif untuk kebanyakan kuman penyebab infeksi saluran kemih seperti E. coli, proteus, sp., klebsiella, enterobacter, enterococcus, dll. Untuk Proteus mirabilis dan pseudomonas obat ini

Eliminasi bentuk fluoroquinolone adalah melalui filtrasi glomerulus dan sekresi tubular. Pada pasien dengan moderat untuk insufisiensi ginjal berat, dosis kuinolon harus diubah. Fluoroquinolone juga dimetabolisme oleh hati dan konjugasi glucuronidasi. Perhatian penting pada jalur administrasi dari trovafloxacin karena berpotensi untuk menginduksi toksisitas hati. Dosis, kadar serum puncak, persentase ikatan protein, konsentrasi urin, dan derajat metabolisme berbeda untuk berbagai tingkat kuinolon.

kedua termasuk dalam kelas umum enzim DNA yang disebut topoisomerase. Pengaruh kuinolon pada Enzim DNA ini awalnya bakteriostatik tetapi menjadi bakterisida ketika bakteri tidak dapat memperbaiki lesi DNA.

Nitrofurantoin diserap dengan cepat dan lengkap melalui saluran cerna. Pemberian bersama sama dengan makanan bukan saja hanya mengurangi kemungkinan

Mekanisme kerja: mungkin dihasilkan pemutusan utas DNA pada kuman yang sensitif(mutagen;teratogen) Tipe efek: bakteriostatik hingga bakterisid tergantung

kurang efektif. Resistensi terjadinya iritasi lambung pada kumannya dapat bekembang melalui tetapi juga mempertinggi pemindahan plasmid. biovailabilitasnya. Setelah diserap, obat ini terikat kuat dengan protein plasma dan cepat di ekskresi melalui ginjal sehingga kada obat bebas dalam darahtidak dapat mencapai kadar terapi. Masa [aruhny dalam serum hanya 20 menit dan kira-kira 40% obat ini di ekskresi dalam bentuk asalnya, sehingga didapatkan kadar yang cukup tinggi dalam urin bila faal ginjal cukup baik. Bila klirens kreatinin kurang dari 40 ml/menit maka kadar obat dalam urin tidak cukup tinggi, sebaliknya terjadi akumulasi dalam darah sehingga kemungkinan terjadinya intoksikasi juga lebih besar. Dengan demikian nitrofurantion tidak boleh di berikan pada pasien gagal gijal. Nitrofurantion menyebabkan urin berwarna agak coklat.

Methenamine

Methenamine

Efektivitas metenamin, sensitivitas terhadap asetazolamid dan sulfonamid. Metenamin aktif terhadap berbagai jenis mikroba. Kuman gram-negatif umumnya dapat pula dihambat dengan metenamin. Kecuali proteus karena kuman dapat mengubah urea menjadi amnion hidroksida yang menaikan pH sehingga menghambat perubahan metenamin menjadi formaldehid hampir semua bakteri peka terhadap formaldehidbebas pada konsentrasi 20 g/ml. Karena terjadinya resistensi kuman terhadap formaldehid, maka efektivitas metenamin tetap baik.

Metenamin dan garamnya diabsorpsi secara cepat disaluran cerna setelah pemberian oral, dan 10-30% dari dosis yang diberikan dihidrolisis oleh asam lambung sehingga obat ini sebaiknya diberikan dalam bentuk salut enterik. Meskipun obat ini didistribusikan ke seluruh cairan tubuh termasuk sel darah merah, cairan serebrospinalis dan sinovial, serta pleura, tetapu obat ini tidak menunjukan aktivitas antibakteri karena formaldehid tidak terbentuk pada pH fisiologis. Lebih dari 90% obat ini dieksresikan dalam urine dan lebih dari 20%-nya dihidrolisis menjadi formaldehid bebas.

Berdasarkan penggunaan obat sinoksasin dan norfloksasin menghambat sintesis DNA bakteri. Norfloksasin merupakan abat antibakterial saluran kemih yang kuat dan efektif untuk melawan mikroorganisme gram positif dan gram negatiff, termasuk pseodomonas aeruginosa. Sinoksasin juga efektif dalam melawan banyak organisme yang sama. Mula kerja dari dua obat ini tidak diketahui. Waktu untuk mencapai konsentrasi puncak dari dua obat ini adalah sama, 1-2 jam. Lama kerja dari sinoksasin adalah 10-12jam tetapi untuk norfloksasin tidak diketahui. Antasid mengurangi absorpi obat obat ini. Probenesid memperpanjang kerja sinoksisan dan norfloksasin. Obat obat ini mempengaruhi hasil dari beberapa pemeriksaan laboraturium, mungkin menyebabkan peningkatan BUN, kreatini serum, alkali fosfat serum, SGOT dan SGPT serum.

Laktam Antibiotik
Golongan
Sefalosporin

Jenis
Generasi Pertama Cefadroxil Cefazolin Cephalexin Cephapirin Cephradine Generasi Kedua Cefaclor Cefamandole Cefmetazole Cefonicid Cefotetan Cefoxitin Cefprozil Cefuroxime Cefuroxime axetil Loracarbef Generasi Ketiga Cefdinir Cefepime Cefixime Cefoperazone Cefotaxime Cefpodoxime proxetil Ceftazidime Ceftibuten Oral Ceftizoxime Ceftriaxone Carbapenems Imipenem-cilastatin

Sensitifitas
- SG I : aktif terhadap bakteri gram positif - SG II : lebih aktif terhadap kuman gram negatif - SG III : Aktivitasnya terhadap kuman Gram-negatif lebih kuat dan lebihluas lagi dan meliputi Pseudomonas dan Bacteroides, khususnya seftazidim. - SG IV : resisten terhadap laktamase, sefepim juga aktif sekali terhadapPseudomonas . Mempunyai spektrum aktivitas yang lebih luas dari generasiketiga dan lebih stabil terhadap hidrolisis oleh betalaktamase.

Farmakokinetik

Farmakodinamik

- Absorpsi : Dibedakan dalam Mekanisme kerjanya sama dengan penisilin 2 golongan: (i) Sefaleksin, sefradin, sefaktor, dan - SG I : sefadroksil peroral dan (ii) sefalosporinyang Sefalosporin lainnya bekerjasepertipenisilin (Sefalotin ,sefapirin, dll) G resistenterhadapstafilo - Distribusi : Diditribusikan kokuspenisilinase luas ke tubuh & mencapai konsentrasi terapeutik pada - SG II : terbesar banyak jaringan & cairan terhadap tiga tubuh organisme gram negatif - Ekskresi : Kebanyakan Gram positif--lemah sefalosporin diekskresi dalam - SG III : meningkat bentuk utuh melalui ginjal, terhadap basil gramdengan proses eksresi tubuli, negatif (sebelumnya) kecuali sefoperazon yang ditambah organisme sebagian besar dieksresi enterik lain melalui empedu. Beberapa sefalosporin generasi ketigamisalnya sefuroksin, moksalaktan, sefotaksim dan seftizoksim dicapai kadar yang tinggi dicairan serebrospinal, purulenta

Carbapenem, Carbacephem

Meropenem Monobactam Aztreonam Imipenem-cilastatin Meropenem Loracarbef

Hasil uji kepekaan yang didapatkan adalah.sensitivitas bakteri Gram negatif terhadap meropenem 96,9% (281/291), sedangkan sensitivitas bakteri Gram positif terhadap meropenem 91% (131/144).

- Absorbsi : absorpsi peroral berbeda-beda dari masingmasing obat tergantung dari kestabilan asam dan ikatan proteinnya. Pemberinan minimal harus diberikan1 jam sebelum atau sesudah makan untuk mengurangi ikatan dalam makanan. Pembberian dengan IM sering menimbulkan iritasi pada daerah sekitar injeksi. - Distribusi : tidak larut dalam sel dan tidak masuk dalam inang. Pemberian 6 gr per hari dapat menghasilkan kadar 1-6 mikrogram dalam darah yang terikat kuat pada protein (oxacillin, dicloxacillin) menghasilkan kadar oabt bebas yang lebih rendah daripada yang terikat lemah (ampicillin, penicillin-G). Kadar jaringan setara dengan yang ada diserum. Pada mata, prostat, dan susunan saraf pusat kadar ini lebih rendah daripada di serum. Namun pada cairan serebospinal kadar dapat mencapai 0,2 g/mL

Menghambat sintesi dinding sel pada tahap terakhir dengan jalan inaktivasi berbagai protein yang mengikat penisislin

Monobactam

Aztreonam

aztreonam (75%)

jikadiberikan 6 gr parenteral sehingga tidak diperlukan suntika intratekal. Eksresi : Ekskresi dilakukan kebanyakan oleh ginjal. Sekitar 10% diekskresi di glomerulus dan 90% melalui tubulus dengan kecepatan 2gr/jam kecuali nafcillin dimana 80% diekskresi di dalam saluran empedu. Waktu paruhnya adalah setengah sampai satu jam. Absorbsi : Distribusi : diabsorsi dengan baik setelah pemberian secara IM Distribusi : didistribusikan secara luas.menembus plasenta dan memasuki ASI dalam konsentrasi rendah. Metabolisme & Eksresi : 65-75 diekskresi dalam bentuk yang tidak berubah melalui ginjal Waktu paruh : 1,5-2,2 jam(meningkat pada kerusakan ginjal)

Menghambat sintetis DNA bakteri dengan menghambat enzim ,girase DNA. Obat ini mempunyai distribusi yang tinggi jika memungkinkan obat ini dipakai sebelum makan karena makan memperlambat laju absorbsi.obat ini tidak efektif melawan bakteri gram positif tetapi efektif melawan bakteri gram negatif neiseria gonorrhea dan haemophillus influenzae.

Aminoglycoside Antibiotics
Jenis Resistensi Farmakokinetik Farmakodinamik

Amikacin Gentamicin Kanamycin Neomycin Netilmicin Streptomycin Tobramycin

Telah ditentukan 3 mekanisme prinsip yaitu 1) Mikroorganisme memproduksi suatu enzim transferase atau enzimenzim yang menyebabkan inaktivitas aminoglikosid, melalui adenilasi, asetilasi, atau fosforilasi 2) Menghalangi masuknya aminoglikosida ke dalam sel 3) Protein reseptor sub unit ribosom 30S kemungkinan hilang atau berubah sebagai akibat dari mutasi.

Aminoglikosid diabsorbsi sangat buruk pada saluran gastrointestinal yang utuh. Setelah suntikan intramuscular, aminoglikosid diabsorbsi dengan baik dan mencapai konsentrasi puncak dalam darah antara 30-90 menit. Aminoglikosid biasanya diberikan secara intravena 30-60 menit. Secara tradisional aminoglikosid diberikan dalam 2 atau 3 dosis terbagi perhari bagi pasienpasien dengan fungsi ginjal normal. Aminoglikosid merupakan senyawa yang sangat polar dan tidak dapat langsung memasuki sel. Sebagian besar aminoglikosid tidak dapat masuk ke mata dan SSP. Aminoglikosid dibersihkan di ginjal, dan ekskresinya berbanding langsung dengan klirens kreatinin. Waktu paruh normal dalam serum adalah 2-3 jam, namun meningkat dalam 24-48 jam pada pasien dengan kerusakan fungsi ginjal yang signifikan. Aminoglikosid hanya mengalami klirens secara sebagian dan tidak beraturan melalui hemodialisis (misalnya 40-60% untuk gentamicyn), dan lebih efektif jika klirens melalui dialysis peritoneal. Penyesuaian dosis harus dilakukan untuk menghindari akumulasi obat dan toksisitas pada pasien-pasien dengan insufisiensi fungsi ginjal. Bisa jadi dosis obat dibiarkan konstan dan

Aminoglikosida merupakan penghambat sintesis protein irreversible, namun mekanisme pasti bakteriosidnya tidak jelas. Begitu memasuki sel, ia akan mengikat protein subunit-30S yang spesifik (untuk streptomycin S12). Aminoglikosid menghambat sintesis protein dengan 3 cara: 1. Agen-agen ini mengganggu kompleks awal pembentukan peptide 2. Agen-agen ini menginduksi salah baca mRNA, yang mengakibatkan penggabungan asam amino yang salah ke dalam peptide, sehingga menyebabkan suatu keadaan nonfungsi atau toksik protein 3. Agen-agen ini menyebabkan terjadinya pemecahan polisom menjadi monosom nonfungsional.

interval antar dosis dinaikkan, atau interval dibiarkan konstan sementara dosisnya dikurangi. Berbagai monogram dan formula telah dikembangkan untuk menghubungkan kadar serum kreatinin dalam dengan penyesuaian pada regimen pengobatan. Dosis harian Aminoglikosid dihitung dengan cara mengalikan dosi harian maksimum dengan rasio perbandingan klirens kreatinin yang diperkirakan terhadap klirens normal yaitu 120 mg/min, yang merupakan nilai tipikal untuk pria dewasa normal dengan bobot 70 kg. Untuk wanita berusia 60 tahun dengan bobot 60 kg dan serum kreatinin 3 mg/dL, dosis tepat untuk gentamicyn adalah sekitar 50 mg/hari. Terdapat variasi individual yang patut dipertimbangkan dalam kadar serum Aminoglikosid diantara pasien-pasien dengan nilai klirens kreatinin yang diperkirakan sama. Oleh sebab itu, adalah wajib untuk mengukur kadar serum obat untuk menghindari toksisitas berat khususnya apabila dosis tinggi diberikan selama lebih dari beberapa hari atau jika fungsi ginjal berubah dengan cepat. Untuk regimen tradisional dengan pemberian dosis dua atau tiga kali sehari, konsentrasi serum puncak harus

ditentukan dari sampel darah yang diambil sekitar 30-60 menit setelah pemberian satu dosis dan konsentrasi trough dari sampel yang diambil sebelum pemberian dosi berikutnya.

Tetracycline, Chloramphenicol, Macrolide, dan Lincosamide


Golongan
Tetracycline

Jenis
Tetracycline Chlortetracycline Oxytetracycline Demeclocycline Methacycline Doxycycline Minocycline

Sensitifitas
Clamidia, riketcia, micoplacia,brucella, spirokaeta, borellia begdorferi, neisseria mengitidis.

Farmakokinetik
Eksaserbasi bronkhitis kronis, bruselosis, efusi pleura karena keganasan atau sirosis, agne, periodontitis dekstructive reccurent, eksaserbasi bronkhitis kronis, leptospirosis

Farmakodinamik
- Dws : 250 -500 mg/6-8 jam (Oral), 0,1-0,5 gr setiap 6-12 jam (IV); Ank : 20 mg /kg/hari (oral), 10-15 mg/kg/hari (IV) - Dws : 150 mg/6 jam atau 300 mg/12 jam (oral) - Dws : 200 mg/hr pada hari pertama, kemudian 100 mg/hr pada hari berikutnya. - Dws : 100 mg/12 jam (oral) - Dws : 250-500 mg/6 jam Kloramfenikol menghambat sintesis protein pada bakteri dan, dalam jumlah terbatas, pada sel eukariot. Obat ini segera berpenetrasi ke sel bakteri, kemungkinan

Chloramphenicol

Chloramphenicol

Sensitivitas kloramfenikol terhadap bakteri gramnegatif, bakteri anaerob termasuk kokus grampositif dan batang gram negatif serta kokus grampositif aerob.

- Absorpsi: cepat diabsorpsi dari saluran gastrointestinal, dan mencapai konsentrasi puncak 10 hingga 13 g/ml dalam 2 sampai 3 jam

Enterobacteriaceae juga memiliki sensitivitas yang bervariasi terhadap kloramfenikol.

setelah pemberian dosis 1 g. - Distribusi: terdistribusi dengan baik dalam cairancairan tubuh dan cepat mencapai konsentrasi terapeutik di CSS, yang mendekati 60% dari konsentrasinya di dalam plasma (45%-99%) pada kondisi adanya meningitis atau tidak. Ekskresi: rute utama eliminasi kloramfenikol adalah metabolisme di hati menjadi glukuronida inaktif. Metabolit ini disekresikan ke dalam urin melalui filtrasi dan sekresi. Kloramfenikol juga disekresikan ke dalam air susu ibu, dan dengan cepat melewati sawar plasenta. - Waktu paruh kloramfenikol berkorelasi dengan konsentrasi bilirubin plasma. Kira-kira 50% kloramfenikol berikatan dengan protein plasma.

melalui difusi terfasilitasi. Kloramfenikol terutama bekerja dengan mengikat subunit ribosom 50 S secara reversibel (di dekat tempat kerja antibiotik makrolida dan klindamisin, yang dihambat secara kompetitif oleh obat ini). Obat ini juga menghalangi pengikatan ujung tRNA aminoasil yang mengandung asam amino ke tempat akseptor pada subunit ribosom 50 S.interaksi antara peptidiltransferase dengan substrat asam aminonya tidak dapat terjadi, sehingga pembentukan ikatan peptida terhambat.

Lincosamide

Lincomycin Clindamycin

Bersifat menghambat Clindamycin terabsorbsi lincosamides, sebagai neuromuskuler, sehingga baik secara oral dengan garam hidroklorida, yang

dapat menaikkan kerja obat-obatan penghambat neuromuskuler lainnya. Dengan obat-obatan golongan antiperistaltik seperti opiat dan diphenoxilat dapat memperpanjang dan/atau memperburuk keadaan pasien. - Dapat terjadi resistensi silang dengan Erythromycin.

bioavailability 90% tidak dipengaruhi oleh makanan. Waktu untuk level oral serum maksimum adalah 45-60 menit, dengan level serum maksimal 2.5g/ml dan waktu paruh eliminasi 2.4-3 jam. Dengan kegagalan ginjal waktu paruh eliminasi meningkat menjadi 6 jam dengan penggandaan level serum. Obat ini berpenetrasi baik ke dalam tulang, tapi tidak ke cairan cerebrospinal, bermetabolisme sebagian besar dalam hati (lebih dari 90%), dan berkonsentrasi tinggi di dalam empedu, dimana ini dapat mengubah flora usus sampai 2 minggu setelaj penggunaan dihentikan. Clindamycin mirip dengan macrolides yang memusatkan pada sel polymorphonuclear, alveolar macrophage, dan jaringan abses secara istimewa.

pahit secukupnya, sehingga untuk formulasioral mereka diberikan sebagai ester palmitat, atau dirumuskan dalam kapsul. Clindamycindiberikan intravena sebagai klindamisin fosfat, yang kemudian diubah menjadi klindamisin aktif dalam tubuh

Bacitracin, Glycopeptide Antibiotics, and the Polymyxins


Golongan
Bacitracin

Jenis
Bacitracin

Sensitifitas
Sensitivitas basitrasin terhadap bakteri gram positif, karena struktur dinding selnya relatif lebih sederhana.

Farmakokinetik

farmakodinamik
Basitrasin mempunyai struktur polipeptid dan bekerja dengan menghambat sintesis dinding bakteri dan merusak dinding membran sel. Basitrasin efektif melawan hampir semua bakteri gram positif dan beberapa bakteri gram negatif Intervensi pada sintesis dinding sel dengan pembentukan kompleks stokiometrik dengan gugus D-alanil-D-alanin dari muramilpentapeptida, dengn demikian antibiotik glikopeptida mencegah pemanjangan rantai peptidoglikan dan cross linking antarrantai. Selain itu, teikoplanin masih memiliki efek intrfagositer.

Glycopeptide Antibiotic

Vancomycin Teicoplanin

Basitrasin tidak di absorpsi oleh saluran gastrointestinal dan jika diberi per oral diekskresikan melalui feses. Oleh karena itu obat ini diberikan melalui intravena atau intramuskular. Salep basitrasin yang dijual bebas tersedia untuk digunakan dikulit. Glikopeptida sensitif Absorbsi : absorbsi dengan intermediet terhadap bakteri buruk ari saluran GI. S. Aureus Distribusi : didistribusikan secara luas. Sebagian (2030%) berpenetrasi ke CSS. Menembus plasenta. Metabolisme & Eksresi : Dosis oral diekskresi terutama melalui feses. Untuk Vankomisin IV dieliminasi hampir seluruhnya melalui ginjal. Waktu paruh: 6 jama (meningkat pada ginjal yang rusak)

Polymyxin

Polymyxin B Colistin

Polymyxins B dan E (juga dikenal sebagai colistin ) digunakan dalam pengobatan Gram-negatif

Polymyxin merupakan golongan polipeptida basa dan aktif terhadap bakterigram (-). Obat ini

Setelah mengikat lipopolisakarida (LPS) pada membran luar bakteri Gram-negatif, baik

infeksi bakteri. Masalah global memajukan resistensi antimikroba telah menyebabkan minat baru dalam penggunaan barubaru ini. Bakteri Gramnegatif dapat mengembangkan resistensi terhadap polymyxins melalui berbagai modifikasi dari struktur LPS yang menghambat pengikatan polymyxins untuk LPS.

mempunyai efek nefrotoksis yang hebat sehingga banyak ditinggalkan kecuali polymyxin B dan E.Polymyxin bekerja sebagai bakterisidal dan tidak dapat diabsorpsi di dalam usus sehingga diberikan secara parenteral. Walaupun begitu konsentrasi di dalam darah dan jaringan cenderung rendah karena diikat erat oleh sel-sel mati. Ekskresiterutama di ginjal.Penggunaan polymyxin sekarang dibatasi pada penggunaa topical. Larutan polymyxin B 1-10 mg/mL diberikan pada permukaan yang terinfeksi, atau disuntikkan ke dalam pleura ataupun sendi. Efek samping yang ditakutkan pada pemberian sistemik adalah efek nefrotoksisnya

polymyxins mengganggu membran luar dan dalam. Ekor hidrofobik adalah penting dalam menyebabkan kerusakan membran, menunjukkan deterjen modus seperti tindakan. Penghapusan ekor hidrofobik polimiksin B menghasilkan polimiksin nonapeptide , yang masih mengikat LPS tetapi tidak lagi membunuh sel bakteri. Namun, masih detectably meningkatkan permeabilitas dinding sel bakteri terhadap antibiotik lain, menunjukkan bahwa ini masih menyebabkan beberapa tingkat disorganisasi membran.