Anda di halaman 1dari 7

INTISARI AGAMA BUDDHA

Merupakan karya tulis Ven. Narada Mahathera dengan judul asli Buddhism in Nutshell. Penerbit : Yayasan Dhamma Phala, emarang

KAMMA ATAU HUKUM SEBAB AKIBAT


Dunia telah membuktikan kenyataan yang telah kita lihat ketidak seimbangan itu. !ita menyaksikan perbedaan " perbedaan berbagai ma#am jalan kehidupan serta tingkah laku makhluk " makhluk yang hidup di alam semesta. !ita dapat melihat sese$rang dilahirkan dalam keadaan berlebihan, dikarunia dengan pikiran, kepribadian dan tubuh yang sempurna % sedangkan $rang lain dilahirkan dalam keadaan sengsara dan menyedihkan. Bisa terjadi $rang yang bajik dan saleh selalu bernasib buruk. &a tetap miskin dan sengsara meskipun ia selalu berlaku jujur dan bajik. ebaliknya, ada $rang lain yang ber'atak jahat, kejam dan k$rup, tetapi selalu mujur, dikaruniai dengan segala bentuk kesenangan. (imbul berbagai pertanyaan dalam diri kita, mengapa sese$rang mempunyai kedudukan rendah, sedang $rang lain mempunyai kedudukan mulia ) Mengapa sese$rang harus direnggut dari tangan ibu yang penuh kasih sayang se'aktu ia masih kanak " kanak, sedangkan $rang lain meninggal dalam usia remaja atau pada usia delapan puluh atau seratus tahun ) Mengapa sese$rang memiliki *isik lemah dan berpenyakitan, sedang $rang lain memiliki tubuh yang kuat dan sehat ) Mengapa sese$rang ber'ajah tampan, dan $rang lain ber'ajah buruk, menakutkan, sehingga $rang lain ngeri dan takut melihatnya ) Mengapa sese$rang dibesarkan dalam keme'ahan, sedang $rang lain dibesarkan dalam kemiskinan dan kesengsaraan ) Mengapa sese$rang terlahir sebagai juta'an, sedang $rang lain terlahir sebagi pengemis ) Mengapa sese$rang memiliki ke#erdasan luar biasa, sedang $rang lain begitu t$l$l ) Mengapa sese$rang terlahir dengan si*at saleh, sedangkan $rang lain terlahir dengan ke#enderungan " ke#enderungan kriminal ) Mengapa ada $rang yang berbakat sebagai ahli bahasa, artis, ahli matematika atau ahli musik sejak lahir ) Mengapa ada $rang yang buta, tuli dan #a#at sejak lahirnya, mengapa ) &nilah beberapa pertanyaan yang membingungkan $rang " $rang. Bagaimana kita harus menerangkan ketidakadilan dunia, perbedaan " perbedaan di antara umat manusia ini ) +pakah semua *en$mena itu terjadi se#ara kebetulan ) Dalam dunia ini tak ada sesuatu yang terjadi se#ara kebetulan. Menyatakan bah'a sesuatu terjadi se#ara kebetulan adalah sama salahnya dengan menyatakan buku ini ada dengan sendirinya tanpa ada *akt$r " *akt$r lain sebelumnya. esungguhnya, tak ada sesuatu yang terjadi pada manusia tanpa alasan dan yang tidak dikehendaki. +pakah hal " hal ini disebabkan $leh sesuatu makhluk yang tak bertanggung ja'ab )

Huxley menulis : +pakah kita berpendapat bah'a ada sese$rang atau sesuatu yang mengatur keadaan alam semesta yang menakjubkan ini, maka dalam pengertianku ia tidak dapat disebut murah hati dan adil, melainkan kejam dan tidak adil . Menurut Einstein : Bila makhluk adik$drati ini maha kuasa, maka setiap kejadian, termasuk setiap perbuatan, pikiran, perasaan dan aspirasi manusia juga merupakan karyanya % lalu bagaimana manusia harus bertanggung ja'ab atas perbuatan " perbuatan dan pemikiran " pemikiran mereka dihadapan makhluk maha kuasa seperti itu ) e'aktu memberi hukuman dan anugrah, ia sedikit banyak juga harus mengadili dirinya sendiri. ,alu bagaimana hal ini dapat dikaitkan dengan kebajikan dan keadilan yang dianggap berasal dari dirinya ) . Menurut asas " asas the$l$gie, manusia di#iptakan bukan atas dasar keinginannya sendiri, dan untuk selamanya ia mulia atau #elaka. Dengan begitu, sejak a'al dalam pr$ses pen#iptaan *isiknya sampai saat kematiannya, manusia itu dapat baik atau jahat, beruntung atau #elaka, mulia atau hina, tanpa menghiraukan akan keinginan " keinginan, harapan " harapan, #ita " #ita, usaha " usaha atau d$a sujudnya. &nilah *atalisme the$l$gi . ( Spencer Lewis ). ebagaimana Charles Bradlaugh mengatakan : +danya keburukan merupakan suatu penghalang yang menakutkan bagi ajaran theis. Penderitaan, kesengsaraan, kejahatan, kemiskinan bert$lak belakang dengan penganjur kebaikan abadi dan berla'anan dengan pernyataannya akan kemampuan dirinya sebagai de'a serba baik, serba bijaksana dan serba kuasa . Menurut Schopenhauer Barang siapa menganggap dirinya berasal dari ketiadaan, maka ia juga harus berpikir bah'a ia akan kembali ke ketiadaan itu lagi % suatu kekekalan telah le'at sebelum ia ada dan kekekalan kedua telah dimulai, yang melaluinya ia tidak akan pernah berakhir adalah suatu pemikiran yang menakutkan . Bila kelahiran adalah permulaan yang mutlak, maka kematian seharusnya akhir yang mutlak pula. +nggapan bah'a manusia berasal dari ketiadaan pasti akan memba'a pada anggapan bah'a kematian adalah akhir yang mutlak . Memberikan k$mentar terhadap penderitaan manusia dan de'a pen#ipta, Pro .!.B.S. Haldane menulis : !alau bukan penderitaan yang diperlukan untuk menyempurnakan si*at manusia, tentu de'a pen#ipta itu tidak maha kuasa. (e$ri yang pertama tidak sesuai dengan kenyataan bah'a, sebagian $rang yang hanya sedikit sekali menderita namun beruntung dalam keturunan dan pendidikan terbukti mempunyai si*at yang baik. !eberatan terhadap te$ri yang kedua adalah bah'a hal itu hanya berkenaan dengan alam semesta se#ara keseluruhan dan bah'asanya terdapat suatu kek$s$ngan intelektual yang harus diisi dengan mendalilkan se$rang de'a. Dan barangkali se$rang pen#ipta dapat men#iptakan apa saja yang dia inginkan . Lord "ussell menyatakan : ebagaimana di#eritakan kepada kita, dunia di#iptakan $leh se$rang de'a yang baik dan maha kuasa. ebelum dia men#iptakan dunia, ia telah melihat seluruh penderitaan dan kesengsaraan yang akan terjadi di dalamnya. !arenanya, ia bertanggung ja'ab atas segala sesuatunya. +dalah suatu hal yang sia " sia memperdebatkan bah'a penderitaan dalam dunia disebabkan $leh d$sa. Bila de'a pen#ipta itu telah mengetahui sebelumnya akan d$sa yang bakal dilakukan umat manusia, maka jelas ia bertanggung ja'ab akan akibat " akibat d$sa itu. Mungkinkah segala perbedaan yang ada pada manusia ini disebabkan $leh *akt$r keturunan dan lingkungan ) kita harus mengakui bah'a semua *en$mena *isik " kimia'i yang diungkapkan $leh para ilmu'an, sebagian adalah sebagai *akt$r pembantu, tetapi tidak seluruhnya mutlak bertanggung ja'ab atas perbedaan " perbedaan besar yang terdapat di antara indi-idu " indi-idu. ,alu mengapa ada anak kembar yang memiliki tubuh serupa, me'arisi gen yang sejenis,

menikmati kesempatan asuhan yang sama, seringkali memiliki 'atak, m$ral dan ke#erdasan yang sangat berbeda ) !eturunan saja tidak dapat menyebabkan perbedaan " perbedaan yang besar ini. esungguhnya, *akt$r keturunan lebih masuk akal atas persamaan " persamaan mereka daripada atas perbedaan " perbedaan. Benih *isik " kimia'i dengan panjangnya kira " kira sepertiga puluh in#i yang di'arisi dari $rang tua, hanya menerangkan satu bagian dari manusia, yaitu dasar *isiknya. Mengenai perbedaan " perbedaan batin, intelektual dan m$ral yang jauh lebih k$mpleks dan halus itu diperlukan penerangan batin yang lebih dalam. (e$ri keturunan tidak dapat memberikan suatu ja'aban yang memuaskan tentang lahirnya se$rang kriminal dalam sebuah keluarga yang mempunyai leluhur terh$rmat atau kelahiran se$rang su#i atau mulia dalam sebuah keluarga yang memiliki reputasi jelek dan tentang lahirnya se$rang t$l$l, manusia genius dan guru " guru besar. Menurut agama Buddha, perbedaan " perbedaan ini tidak hanya disebabkan $leh *akt$r keturunan dan lingkungan, tetapi juga disebabkan $leh kamma kita sendiri, atau dengan kata lain, disebabkan $leh akibat dari perbuatan lampau kita dan perbuatan " perbuatan kita sekarang. !ita sendiri yang harus bertanggung ja'ab atas perbuatan " perbuatan kita. !ita membangun penjara kita sendiri. !ita adalah arsitek dari nasib kita sendiri. ingkatnya, diri kita merupakan akibat dari kamma kita sendiri. Bagaimana kita bisa memper#ayai semua ini, dengan perbedaan berdasarkan hukum sebab akibat atau sebagai hasil dari bibit kammanya sendiri. Disinilah ang Buddha tidak memaksa supaya kita per#aya. .al ini malah kita diminta untuk datang dan buktikan terlebih dahulu. emua hal ini bagaikan Beliau menerangkan masalah Bakteri, Virus dan sebagainya. !ita bisa membuktikan adanya mereka dengan melihat dan menyaksikan sendiri dengan menggunakan mi#r$s#$pe elektr$ne. !alau kita ingin melihat dengan mata daging ini sudah pasti .ukum !amma yang begitu rumit dan susah dilihat akibatnya. (etapi semua ini telah dibuktikan kebenarannya itu $leh para u#i'an. Dengan kekuatan batin yang tenang didalam /hana &V. /adi se#ara tegas siapapun yang mampu men#apai /hana &V. Mereka pasti bisa membuktikan kebenaran itu. Pada suatu ketika, se$rang pemuda bernama ubha datang menemui ang Buddha dan bertanya kepada Beliau, Mengapa dan apa sebabnya di antara umat manusia ada yang memiliki keadaan rendah dan ada yang memiliki keadaan mulia ) Mengapa ada manusia yang berumur pendek dan ada yang berumur panjang, ada yang sehat dan ada yang berpenyakitan, ada yang ber'ajah tampan dan ada yang ber'ajah buruk, ada yang berkuasa dan yang tertindas, ada yang miskin dan ada yang kaya, ada yang hina dan ada yang mulia, ada yang b$d$h dan ada yang bijaksana ) ang Buddha menja'ab : emua makhluk memiliki kammanya sendiri, me'arisi kammanya sendiri, lahir dari kammanya sendiri, berhubungan dengan kammanya sendiri, terlindung $leh kammanya sendiri. !ammalah yang membuat semua makhluk menjadi berbeda, hina atau mulia . elanjutnya ang Buddha menerangkan sebab perbedaan " perbedaan tersebut sesuai dengan hukum ebab +kibat. Dari sudut pandangan agama Buddha, perbedaan " perbedaan batin, intelektual, m$ral dan 'atak kita sekarang, pada prinsipnya disebabkan $leh perbuatan " perbuatan kita sendiri yang dilakukan di 'aktu lampau dan di 'aktu sekarang. e#ara har*iah kamma berarti perbuatan, tetapi, dalam pengertian mutlaknya kamma berarti kehendak. !amma ada yang baik ( #usala Cetana ) dan yang buruk ( $kusala Cetana ) . Perbuatan baik akan membuahkan kebaikan. Perbuatan jahat akan membuahkan kesedihan. &nilah hukum kamma.

!ita memetik apa yang kita tanam. !ita adalah akibat dari apa yang kita lakukan di 'aktu lampau % kita akan menjadi akibat dari apa yang kita lakukan sekarang, tetapi kita tidak mutlak hanya merupakan akibat dari apa yang kita lakukan di'aktu lampau % kita tidak mutlak hanya menjadi akibat dari apa kita lakukan sekarang. Misalnya se$rang kriminal mungkin saja dapat menjadi $rang su#i dikemudian hari dan sebaliknya. +gama Buddha mengkaitkan perbedaan ini dengan kamma, tetapi tidak menyatakan bah'a segala sesuatu disebabkan $leh kamma saja. +pabila segala sesuatu disebabkan $leh kamma, maka se$rang penjahat akan selamanya menjadi jahat, karena kammanya yang menjadikan dirinya jahat. 0rang tidak perlu memeriksakan dirinya ke d$kter untuk disembuhkan penyakitnya, karena bila kammanya memang harus demikian ia akan sembuh dengan sendirinya. Menurut agama Buddha, terdapat lima hukuman atau pr$ses 1 Niyama 2 yang berlaku dalam alam mental dan *isik, yaitu : 3 Kamma niyama atau hukum sebab dan akibat : perbuatan baik dan buruk menghasilkan akibat " akibat yang sesuai. 3 Bija niyama atau hukum benih 1 hukum *isik $rganik 2 % beras dihasilkan dari padi, gula dihasilkan dari tebu atau madu, dan lain " lain. (e$ri ilmiah tentang sel " sel dan gen " gen 1 plasma pemba'a si*at 2 dan kemiripan *isik anak kembar dapat dianggap berasal dari hukum ini. 3 Utu niyama atau hukum *isik 1 in$rganik 2, yaitu *en$mena angin dan hujan menurut musim. 3 Citta niyama atau hukum pikiran 1 hukum psikis 2, yaitu pr$ses " pr$ses kesadaran 1 #itta -itthi 2, kekuatan pikiran dan lain " lain. 3 Dhamma niyama atau hukum alam, yaitu : *en$mena alam yang terjadi pada saat kedatangan B$dhisatta pada kelahiran terakhir, gaya tarik bumi, dan lain " lain. etiap *en$mena mental dan *isik dapat diterangkan dengan lima hukum serba lengkap ini, atau pr$ses yang merupakan hukum itu sendiri. !arena itu, kamma hanyalah merupakan salah satu dari lima hukum yang berlaku dalam alam semesta. !amma adalah hukum itu sendiri, tetapi dengan demikian tidak berarti harus ada sese$rang pemberi hukum. !amma bekerja dalam bidangnya sendiri tanpa #ampur tangan atau pengaruh dari apapun. Misalnya, tak ada $rang yang memutuskan bah'a api itu harus membakar. (ak ada $rang yang memerintahkan bah'a air harus men#ari permukaan yang rendah. (ak ada ilmu'an yang memerintahkan bah'a air harus terdiri dari .40 dan si*at dingin harus menjadi salah satu si*atnya. !amma bukanlah nasib atau takdir yang ditimpakan pada kita $leh kekuatan misterius yang tak dikenal, kepada siapa kita harus menyerahkan diri kita tanpa daya. Perbuatan sese$rang sendirilah yang memberi akibat pada dirinya, sehingga dengan demikian ia mempunyai suatu kemungkinan untuk membel$kkan jalannya kamma sampai tara* tertentu. Berapa jauh ia dapat membel$kkannya tergantung pada usaha dirinya sendiri. Perlu diingatkan di sini, bah'a *rase$l$gi seperti anugrah dan hukuman jangan dimasukkan dalam pembi#araan mengenai kamma. !amma dalam agama Buddha tidak mengakui De'a Maha !uasa yang memerintah 'arganya dan memberikan anugrah atau hukuman. 5mat Buddha per#aya bah'a kesedihan dan kebahagiaan yang dialami sese$rang merupakan akibat 'ajar dari perbuatan " perbuatan baik dan buruknya sendiri. Disini perlu dinyatakan bah'a kamma memiliki dua prinsip, kelangsungan dan balas jasa. i*at yang terdapat dalam hukum kamma adalah kemampuan yang menghasilkan akibat sebagaimana mestinya. ebab menghasilkan akibat % akibat menerangkan sebab. Benih menghasilkan buah % buah menghasilkan benih, karena keduanya saling berhubungan. Begitu juga, kamma dan akibatnya saling berhubungan % akibat berkembang di dalam sebab .

e$rang umat Buddha yang benar " benar yakin akan kamma tak akan berd$a pada makhluk lain untuk diselamatkan, tetapi dengan penuh keyakinan ia bergantung pada dirinya sendiri untuk men#apai kesu#iannya, karena hukum kamma mengajarkan tanggung ja'ab pribadi. +jaran kamma inilah yang memberi hiburan, harapan, keper#ayaan pada diri sendiri dan keberanian m$ral. !eyakinan dalam hukum kamma inilah yang mengabsahkan usaha, meng$rbankan semangat, untuk selalu berbuat bajik, t$leran dan berhati " hati . !eyakinan yang teguh dalam ajaran hukum kamma ini juga mend$r$ng untuk berbuat baik dan menjadi $rang baik tanpa merasa takut akan hukuman atau terg$da $leh anugerah apapun. +jaran kamma inilah yang dapat menerangkan pers$alan " pers$alan mengenai penderitaan, misteri yang dinamakan nasib atau takdir dalam ajaran " ajaran lain dan terpenting adalah menerangkan ketidaksamaan di antara umat manusia . !amma dan tumimbal lahir diterima sebagai dalil. TUMIMBAL LAHIR elama kekuatan kamma masih ada, selalu akan terjadi tumimbal lahir. Makhluk " makhluk merupakan per'ujudan nyata dari kekuatan yang tak terlihat ini. !ematian hanya merupakan akhir sementara dari *en$mena yang tidak langgeng ini. !ehidupan $rganik telah berakhir, tetapi kekuatan kamma yang telah menggerakkannya sampai sekarang ini belum hilang. !arena kekuatan kamma tidak terganggu $leh kehan#uran badan jasmani, maka datangnya saat pikiran kematian ( Cuti Citta ) sekarang ini mempersiapkan kesadaran baru dalam kelahiran berikutnya. !amma yang berakar pada keb$d$han dan na*su keinginan menjadi syarat bagi tumimbal lahir. !amma lampau menentukan kelahiran sekarang dan kamma sekarang bergabung dengan kamma lampau, menentukan kelahiran berikutnya. !eadaan sekarang adalah akibat dari keadaan yang lalu dan menjadi sebab dari akibat yang akan datang. ebab menjadi akibat dan akibat menjadi sebab. Dalam suatu lingkaran sebab akibat, sebab a'al tak dapat diketahui. Menurut te$ri pertama, kehidupan mempunyai a'al % sedang menurut te$ri kedua, kehidupan tak mempunyai a'al. Dari sudut pandangan ilmiah, kita merupakan pr$duk langsung dari bersatunya sperma dan sel telur $rang tua kita. Demikianlah hidup mendahului hidup. Mengenai asal mula pr$t$plasma kehidupan yang pertama, atau k$l$id, para ilmu'an tetap berdiam diri. Menurut agama Buddha kita lahir dari rahim perbuatan ( #a%%ayoni ) . 0rang tua hanya semata " mata menyediakan satu sel yang amat ke#il. Demikianlah per'ujudan mendahului per'ujudan. Pada saat terjadinya kehamilan, tenaga kamma lampau mempersiapkan kesadaran " kelahiran yang memberi gaya hidup kepada janin itu. (enaga kamma yang tak terlihat yang berasal dari kehidupan lampau inilah yang menghasilkan *en$mena mental dan kehidupan dalam suatu *en$mena *isik yang sudah ada, melengkapi tri$ yang membentuk manusia. 5ntuk lahirnya se$rang makhluk di suatu tempat harus ada se$rang makhluk yang mati di tempat lain. !elahiran se$rang makhluk, sesungguhnya berarti mun#ulnya li%a khandha 1 kel$mp$k kehidupan 2 atau *en$mena psik$ " *isik dalam kehidupan sekarang ini yang dapat disamakan dengan kematian se$rang makhluk dalam suatu kehidupan lampau. eperti misalnya dalam #$nt$h sehari " hari : timbulnya matahari di suatu tempat dan terbenamnya di tempat lain. Pernyataan yang membingungkan ini dapat dimengerti lebih baik dengan membayangkan kehidupan ini seperti gel$mbang dan bukan seperti suatu garis lurus. !elahiran dan kematian merupakan dua *ase dari satu pr$ses yang sama. !elahiran mendahului kematian dan sebaliknya, kematian mendahului kelahiran. 6angkaian kelahiran dan kematian yang tetap dalam kaitannya dengan arus kehidupan masing " masing indi-idu membentuk apa yang se#ara tehnis dikenal sebagai Sa%sara " pengembaraan berulang " ulang. +pakah asal mula kehidupan itu ) ang Buddha menyatakan : +'al pr$ses samsara ini tidak dapat dipahami. Makhluk pertama yang digelapi $leh keb$d$han dan dibelenggu $leh na*su keinginan, berkelana dan tunggang langgang di dalam kehidupan tak menentu.

+rus kehidupan ini mengalir terus tanpa akhir, ad " in*initum selama terus diisi dengan lumpur keb$d$han dan na*su keinginan. .anya bilamana kedua hal ini han#ur seluruhnya, maka arus samsara ini akan berhenti mengalir. (umimbal lahir berakhir seperti halnya dengan para Buddha dan +rahat. +'al mula kehidupan ini tidak dapat dipastikan, karena tara* dimana kekuatan hidup ini masih belum dipenuhi dengan keb$d$han dan na*su keinginan tidak dapat diketahui. ang Buddha hanya menunjukkan permulaan arus kehidupan makhluk " makhluk. (erserah kepada para ilmu'an untuk berspekulasi tentang asal mula dan e-$lusi dalam semesta. ang Buddha tidak men#$ba meme#ahkan semua pers$alan etika dan *ilsa*at yang membuat bingung umat manusia. Beliau pun tidak berurusan dengan te$ri " te$ri dan spekulasi " spekulasi yang tidak memba'a kepada kemajuan batin dan pada penerangan sempurna. Beliau juga tidak menuntut keper#ayaan membuta dari para pengikut7Nya tentang sebab a'al. Beliau semata " mata hanya memperhatikan pers$alan penderitaan dan penghan#urannya. (etapi bagaimana kita bisa per#aya bah'a ada suatu kehidupan lampau ) umber keterangan mengenai tumimbal lahir yang amat diyakini $leh umat Buddha adalah ang Buddha sendiri. Beliau telah mengembangkan pengetahuan yang menjadikan Beliau mampu melihat kehidupan " kehidupan yang lampau dan kehidupan yang akan datang. Dengan mengikuti petunjuk " petunjuk Beliau, para sis'a7Nya juga mengembangkan pengetahuan ini, sehingga mereka mampu melihat sebagian besar kehidupan lampau mereka sendiri. Bahkan sebelum 8aman ang Buddha, resi " resi &ndia sudah terkenal akan kemampuannya telinga7de'a dan mata7de'a mereka dan kepandaiannya memba#a pikiran serta mengingat kelahiran " kelahiran lampau. +da juga beberapa $rang yang mungkin sesuai dengan hukum perhubungan, mendadak dapat memiliki kemampuan mengingat kehidupan serta perjalanan hidup mereka yang lampau. .al seperti ini memang jarang, tetapi beberapa peristi'a yang telah dibuktikan kebenarannya itu, merupakan kejadian yang #ukup baik untuk menjelaskan paham mengenai kehidupan lampau. Begitu juga mengenai pengalaman " pengalaman beberapa ahli ilmu ji'a m$dern yang dapat diper#aya dan kejadian " kejadian aneh tentang kepribadian ganda yang berubah " ubah. Dalam keadaan dihipn$tis, beberapa $rang dapat men#eritakan pengalaman " pengalaman dalam kehidupan lampau mereka % sedangkan beberapa $rang lainnya dapat memba#a kehidupan lampau $rang " $rang lain dan bahkan dapat meng$bati berbagai penyakit. !adang " kadang kita memper$leh pengalaman aneh yang hanya dapat diterangkan melalui te$ri tumimbal lahir. ering kita bertemu dengan $rang " $rang yang belum pernah kita kenal, namun se#ara naluri kita merasa bah'a mereka pernah dekat dengan kita. Betapa seringnya kita mengunjungi tempat " tempat tertentu dan merasa se$lah " $lah kita sudah biasa dan tidak asing lagi dengan lingkungan itu. ang Buddha menyatakan : Melalui pengalaman dulu dan kesempatan " kesempatan dalam hidup sekarang, kenangan lama tumbuh kembali bagaikan bunga teratai mun#ul dari dalam air . Pengalaman " pengalaman beberapa ahli ilmu ji'a yang dapat diper#aya, *en$mena " *en$mena ajaib, k$munikasi r$h, kejadian aneh tentang kepribadian ganda dan sebagainya, dapat menjelaskan tentang pers$alan tumimbal lahir ini. Dalam dunia ini terlahir beberapa manusia sempurna seperti para Buddha, $rang " $rang jenius. +pakah mereka tiba " tiba saja sempurna ) Dapatkah mereka merupakan hasil dari satu kehidupan saja )

Bagaimana kita akan menerangkan tentang pribadi " pribadi besar seperti Buddhagh$sa, Panini, !alidasa, .$mer dan Plat$, manusia " manusia genius seperti hakespeare, anak " anak ajaib seperti Pas#al, M$8art, Beeth$-en, 6aphael, 6amanujan dan lain " lain. 9ak$r keturunan saja tidak dapat menjelaskan kehadiran mereka. Dapatkah karier mereka menanjak demikian tingginya bila mereka tidak mengalami kehidupan dan pengalaman serupa dalam kehidupan mereka yang lampau ) +pakah hanya karena kebetulan bah'a mereka dilahirkan dari $rang tua tertentu sehingga berada dalam lingkungan " lingkungan yang menguntungkan tersebut. !esempatan hidup beberapa tahun dalam dunia ini atau paling sedikit lima tahun, sudah pasti tidak dapat merupakan persiapan yang #ukup untuk men#apai kepandaian itu. Bila $rang per#aya akan kehidupan sekarang dan yang akan datang, maka #ukup masuk akal untuk per#aya akan adanya kehidupan lampau. aat sekarang merupakan anak dari saat yang lampau dan selanjutnya menjadi $rang tua dari saat mendatang. Bila ada alasan " alasan untuk per#aya bah'a kita pernah hidup pada 'aktu lampau, maka pasti tak ada alasan untuk tidak per#aya bah'a kita akan tetap hidup setelah kehidupan kita nampaknya berakhir. e$rang penulis barat menyatakan : +pakah kita memper#ayai adanya suatu kehidupan lampau atau tidak, hal tersebut merupakan satu " satunya hip$tesa yang masuk akal yang menjembatani jurang tertentu dalam pengetahuan manusia tentang berbagai *akta kehidupan sehari " hari . Nalar kita memberitahukan bah'a paham tentang kehidupan lampau dan kamma ini sajalah yang dapat menerangkan tingkat " tingkat perbedaan yang ada di antara anak kembar % bagaimana $rang seperti hakespeare dengan bekal pengalaman yang amat terbatas mampu menulis dengan ke#epatan yang mengagumkan tentang berbagai ma#am karakter dalam adegan " adegan sandi'aranya yang belum pernah ia pelajari sebelumnya. Mengapa karya $rang " $rang jenius selalu melampaui bekal pengalamannya sendiri ) Perlu di#amkan apakah ajaran tumimbal " lahir ini dibenarkan atau tidak, namun hal itu diterima sebagai suatu *akta yang dapat dibuktikan kebenarannya. ang Buddha selanjutnya menyatakan : ebab dari kamma ini adalah a&i''a atau ketidaktahuan tentang E%pat #e(enaran )ulia . !arena itu keb$d$han merupakan sebab kelahiran dan kematian % pengetahuan 1 &i''a 2 tentang E%pat #e(enaran )ulia berakibat berhentinya pr$ses kelahiran dan kematian ini. Per#ayakah kita terhadap tumimbal lahir ) .al ini harus anda ja'ab sendiri. +dakah hari es$k ) Bes$k itu ada dan menjadi hari ini. ekarang ini ada karena kelanjutan dari hari kemarin. /adi dengan tegas terlihat kemarin itu ada, sebagai persamaan dari kehidupan yang lampau. ekarang ini adalah kehidupan kita sekarang dan bes$k ada karena adanya sekarang yang mana menunjukkan dengan adanya hidup sekarang masih ada kelanjutan dalam kehidupan yang mendatang ::: .asil met$de analitis ini diterangkan dalam Pati##a amuppada.