Anda di halaman 1dari 4

Menjadi Entrepreneur Dari Sisi Entrepreneur Nabi Muhammad SAW Posted on 18 Agustus 2010 by nurulfirdausi Untuk menjadi seorang

entrepreneur dibutuhkan latihan secara istiqomah (terus-menerus dengan konsisten). Nabi Muhammad sejak umur dua belas tahun telah mengikuti pamannya berdagang ke negeri Syam, yaitu sebuah negeri tempat dimana transaksi perdagangan di jazirah Arab dilakukan. Transaksi perdagangan sangat beragam dan semuanya dilakukan secara konvensional pedagangan dan pembeli bertemu langsung di negeri Syam. Pada masa itu perdagangan telah menjadi urat nadi perekonomian seluruh jazirah Arab. Dalam usia muda tersebut Nabi Muhammad SAW telah diperkenalkan dengan sistem perekonomian untuk mengenal keuntungan, kerugian, melayani konsumen dengan sepenuh hati, serta inovasi dalam berwirausaha. Konsep entrepreneur ini juga merupakan konsep dasar sebagai pondasi utama seorang entrepreneur untuk pantang menyerah. Perjalanan yang sangat jauh antara kota Mekkah dan negeri Syam, merupakan tantangan yang harus ditaklukkan untuk menjadi seorang pedagang pada masa tersebut. Semangat entrepreneur yang ditunjukkan oleh seorang Nabi tersebut sudah seharusnya menjadi teladan yang baik bagi seluruh umat manusia. tidaklah .. (QS. Al-Ahzab:21) Dalam usia ke dua puluh lima tahun Nabi Muhammad SAW sudah mampu menjadi pemimpin kafilah dalam perdagangan. Dengan membawa barang-barang dari seoarang saudagar kaya Siti Khadijah di Kota Mekkah, Nabi Muhammad memulai misi entrepreneurnya dengan penuh suka cita. Dalam perdagangan kali ini Nabi Muhammad banyak mengalami hambatan dan tantangan. Diantaranya spekulasi pedagang lain yang ingin menjatuhkan harga dagang dari barang-barang yang diperjualbelikan. Banyak pedagang lain yang iri kepada kesuksesan Nabi Muhammad SAW karena barang dagangnya lebih laku. Hal ini dikarenakan beberapa hal: 1. Barang yang ditawarkan oleh nabi Muhammad SAW berupa barang-barang yang kualitas baik, dengan menampilkan barang-barang yang berkualitas baik sudah barang tentu konsumen lebih memilih barang tersebut. Sikap seorang entrepreneur yang baik adalah menjaga kualitas produk atau jasanya, agar konsumen (user) senantiasa memilih paroduk atau jasa tersebut. 2. Melayani dengan sepenuh hati dan iklas kepada konsumen. Keiklasan menjadi modal utama dalam bertindak. (QS. : )

1. Dalam berdagang nabi Muhammad SAW selalu menyampaikan dengan kejujuran atas kualitas barang tersebut sesuai dengan harga beli dan harga jualnya. Hal ini tentu membuat banyak konsumen menjadi senang.

2. Inovasi entrepreneur baik melayani dan produk telah menjadi sebuah keunggulan dalam berdagang. 3. Visi kepemimpinan. Hal ini perlu dimiliki oleh entrepreneur sejati untuk mengelola berbagai kepentingan bagi kesejahteraan orang banyak. Karena hal tersebut diatas sejumlah pedagang yang tidak senang pun melakukan spekulasi dengan menjual dagangan mereka lebih murah. Namun Nabi Muhammad SAW tidak lah bersedih. Karena jika berang pedagang lain sudah habis, maka konsumen sudah barang tentu akan membeli barang-barang mereka kembali. Keyakinan ini sudah barang tentu menguatkan para pedagang yang tergabung dalam kafilah Nabi Muhammad SAW. Hasilnya konsumen kembali membeli barang dari nabi Muhammad SAW. Ini sudah barang tentu memberikan hal yang teramat membahagiakan. Karena mereka tidak rugi dengan ikut-ikutan menjual murah barang seperti pedagang lainnya. Dari hal tersebut ada beberapa manfaat penting yang perlu diambil hikmahnya dalam berentrepreneur dimasa sekarang: 1. Jangan berputus asa. Sudah sangat jelas bahwa semua harus diawali dengan kesabaran. Maka Kami telah perkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan, demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman (QS. Al-Anbiya : 88). Kesabaran yang ditunjukkan oelh Nabi Muhammad SAW adalah tetap pada komitmennya untuk tidak menjual barang-barang tersebut hingga akan menyebabkan kerugian. Konsep entrepreneur disini bukan lah mengharuskan kita mencari keuntungan yang tinggi, tetapi bagaimana menyeimbangkan semuanya. Semuanya adalah rizki dari Allah SWT, akan tetapi kita harus bisa berusaha dengan sebaik-baiknya. Apabila shalat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung (QS. Al-Jumuah: 10) 2. Menghindari spekulasi dalam berbisnis. Nabi Muhammad SAW telah menunjukkan bagaimana sebuah spekulasi akan merugikan sistem perdagangan bahkan sistem perekonomian sebuah negara. Hal ini sangat tidak menguntungkan, kalaupun menguntungkan hanya sekelompok saja yang untung. Seorang entrepreneur setidaknya sebisa mungkin menghindari spekulasi. Kecurangan dalam berbisnis hendaknya tidak dilakukan hanya untuk keuntungan jangka pendek dan merugikan banyak orang. 3. Tidak ikut-ikutan dalam permainan kotor dalam berbisnis. Entrepreneur seperti nabi Muhammad SAW telah memberikan contoh, bagaimana berbisnis yang baik itu adalah tetap memiliki keyakinan dan terus berinovasi (baik produk maupun pelayanan). Kreatifitas dan ide terus dikembangkan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta-minta agar disegerakan (QS. An-Nahl : 1).

Pada orang yang tidak sabar menunggu datangnya rezeki dan selalu gundah gulana karena semua kesenangannya tidak kunjung tiba. Segala permasalahan manusia dan rezeki itu sudah ditentukan dan pasti akan ada jalan keluar yang paling diridhoi Allah SWT. Mulianya Menjadi Seorang Entrepreneur Menjadi seorang entrepreneur akan menjadi orang tersebut lebih mulia. Tengoklah semangat entrepreneur Nabi Muhammad SAW yang dimulai dari usia yang masih sangat muda untuk bisa dijadikan suri teladan (contoh yang baik). Mengenal ilmu berbisnis dengan berbagai tantangan dan hambatannya telah menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai contoh yang tak habisnya untuk kita tiru. Dengan menjadi seorang entrepreneur, akan mengangkat status dan mampu memberikan kebahagian kepada orang lain, bukan hanya kepada diri kita sendiri. Orang-orang yang berkerja dengan kita akan merasa terlindungi bahkan akan sangat mensyukuri atas rahmat rezeki yang diberikan oleh Allah SWT. Kemulian untuk menjadi entrepreneur juga dicontohkan oleh Usman Bin Affan yang memiliki kemampuan bisnis sangat baik. Dengan pengahasilannya yang diperoleh dari berbisnis bisa terus berdakwah bagi kejayaan agama Islam. Sebagai salah seorang sahabat Nabi, Usman Bin Affan berkomitmen dalam mensejahterakan umat islam secara keseluruhan. Abu Hurairah yang juga sahabat Nabi merupakan contoh entrpreneur dari seorang ulama yang juga seorang entrepreneur yang sukses. Dan sejumlah sahabat Nabi lainnya yang memiliki visi entrepreneur yang sangat kuat seperti Abu Bakar AshShiddiq, Abdurrahman bin Auf dan sahabat-sahabat nabi yang lainnya. Mereka semua memiliki kemualian yang luar biasa karena memiliki bisnis yang mampu menghidupi mereka sendiri tanpa harus meminta belas kasihan sahabat lainnya. Dengan demikian para sahabat nabi ini bisa terus berlomba berbuat kebaikan berupa zakat, infaq serta bersedekah sesuai dengan ajaran agama. Dr. Aidh al-Qorni dalam bukunya La Tahzan (Jangan Bersedih) menerangkan bahwa bersegeralah! Melompatlah ke tingkatan yang lebih tinggi ke tingkatan orang-orang yang tinggi, karena yang diperubutkan adalah kemualian. Kemenangan ini tidak akan dihidangkan di atas dulang emas, tapi diperoleh dengan air mata, darah, begadang, keletihan, rasa lapar, dan kesulitan. Sabar dan Kerja Keras Dalam Memulai Usaha Dalam berusaha hendaknya kata kerja keras menjadi pahatan dalam hati setiap yang akan memulai menjadi entrepreneur. Waktu 24 jam sehari adalah waktu yang sama dengan seluruh umat manusia di belahan bumi manapun. Nabi Muhammad SAW telah memberikan teladan bagaimana waktu dipergunakan dengan sebaikbaiknya dalam melayani diri sendiri, keluarga, bisnis, dan Allah SWT, semua harus memiliki keseimbangan. Oleh karena itu kerja keras seorang entrepreneur adalah sebaik-baiknya menjadi pelayan dengan penuh keikhlasan.

Dalam berdagang Nabi Muhammad SAW senantiasa mengedepankan kesabaran. Kegagalan jangan dijadikan sebuah ketakutan. Karena kita tidak akan bisa merasakan kesuksesan kalau belum merasakan kegagalan. Jadi dibutuhkan kesabaran dalam segala hal. Apalagi dalam memulai usaha dari awal, kesabaran sangat diperlukan untuk memompa semangat perjuangan untuk pantang menyerah. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi disebutkan: Sebaik-baik ibadah adalah menunggu jalan keluar. Dari penyair orang Arab, Jika seutas tali sudah sangat merenggang, maka ia kan segera putus. Artinya: jika persoalannya sudah kritis, maka tunggulah jalan keluarnya. Segala hambatan dan tantangan dalam memulai entrepreneur adalah hal yang biasa. Bahkan seorang entrepreneur seperti Ciputra pun berulang kali mengalami kegagalan. Tidak semua proyek bisnis yang ia lakukan memperoleh keberhasilan, ada juga mengalami kegagalan. Kesabaran dan kerja keras merupakan nilai yang harus dimiliki oleh entrepreneur. Biasa melihat kegagalan, biasa juga melihat kesuksesan. Maka, sesungguhnya bersama dengan kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan (QS. Al-Insyirah: 5-6)

http://nurulfirdausi.wordpress.com/2010/08/18/menjadi-entrepreneur-dari-sisi-entrepreneur-nabimuhammad-saw/