Anda di halaman 1dari 17

PENGUKURAN

TEMPERATUR
9
PENDAHULUAN
Bagi kebanyakan orang temperatur merupakan konsep yang
menyatakan ukuran panas atau dingin suatu benda.
Dalam termodinamika, temperatur dihubungkan dengan kalor (heat).
Tekanan, volume, tahanan listrik, koefisien muai bergantung pada
temperatur melalui struktur molekul fundamental.
Pengukuran temperatur sangat penting di dalam kehidupan mulai
dari manusia sampai proses-proses industri.
Instrumen dibagi berdasarkan pada prinsip fisik operasinya :
Efek ekspansi termal (termometer gelas & tekanan, bilah dwi logam).
Efek termoelektrik.
Efek perubahan tahanan.
Efek perubahan frekuensi resonan.
Efek emisi kalor radiasi.
TERMOMETER GELAS ZAT CAIR
Kenyataan bahwa dimensi dari semua zat
(padat, cair atau gas) akan berubah dengan
temperatur.
Termometer gelas zat cair merupakan
instrumen yang paling umum dan banyak
digunakan.
Zat cair yang paling umum digunakan
adalah : alkohol, raksa (s/d 538
o
C, dengan
jalan mengisi ruang di atas raksa dengan
gas menaikkan tekanan / titik didih).
Kenaikan temperatur menyebabkan zat cair
di dalam cembul memuai dan naik di dalam
kapiler
Cembul pengaman
Tabung kapiler
Batang (stem)
Cembul pengindera
temperatur
PENCELUPAN TERMOMETER GELAS
Pencelupan sebagian (partial immersion)
Temperatur yang ditunjukkan bukan hanya
tergantung pada temperatur yang tercelup tetapi
juga dari temperatur batang yang timbul
(emergent stem).

Pencelupan total (total immersion)
Pencelupan dilakukan sampai zat cair yang
berada dalam termometer tercelup semuanya.

Pencelupan seluruhnya (complete immersion)
Pencelupan dilakukan sampai termometer
tercelup semuanya.
BILAH DWI LOGAM
Bimetallic strip terdiri dari dua bilah
logam yang mempunyai koefisien
muai termal (o) berbeda yang
disatukan.
Dikenai temperatur yang lebih tinggi
(T
H
) dari temperatur pengikatannya
(T
O
), akan membengkok ke satu
arah.

r
t
oL

t
oH

Dikenai pada temperatur yang lebih rendah (T
L
) dari temperatur
peng-ikatannya akan membengkok ke arah lain.
Banyak digunakan pada alat pengatur panas (thermostat)
saklar pengendali.

H L
t t t
o o
+ =
Continue... BILAH DWI LOGAM
Metoda perhitungan jari-jari
pembengkokan (r) oleh S. G.
Eskin dan J. R. Fritze, 1940 :

( ) ( ) ( ) | | { }
( )( )( )
2
0
2
2
1 6
/ 1 1 1 3
m T T
mn m mn m t
r
L H
+
+ + + +
=
o o
H
L
t
t
m
o
o
=
H
L
E
E
n
o
o
=
dengan o
L
dan o
H
adalah koefisien muai rendah
dan tinggi, T adalah temperatur pengerjaan dan
E modulus elastisitas.

Bahan-bahan yang digunakan :
Invar o = 1,70 . 10
-6
/
o
C E = 147 GN/m
2

Kuningan o = 2,02 . 10
-5
E = 96,5
Monel 400 o = 1,35 . 10
-5
E = 179
Inconel 702 o = 1,25 . 10
-5
E =

217
Stainless Stell 316 o = 1,60 . 10
-5
E =

193


TERMOMETER TEKANAN
Termometer tekanan terdiri dari sebuah
cembul yang diisi dengan cairan seperti
air raksa, tabung kapiler dan sensor
tekanan.
Perubahan temperatur sebanding dengan
perubahan volume yang kemudian
berhubungan dengan perubahan tekanan.
Respon dinamik tidak bagus, karena
kelambanan termal yang dihubungkan
dengan massa fluida dalam cembul.
Bantalan
Penghembus
Pointer
Skala di-
kalibrasi
Tabung kapiler
Fluida
Cembul
Diisi dengan air raksa dapat digunakan untuk : 39
o
C 538
o
C dan xylene
untuk : 100
o
C 400
o
C.
Tabung kapiler panjang 60 m (di atas 5 m) dapat digunakan untuk
pengukuran yang jauh.
Prinsip fisik dari suatu material adalah tahanan berubah dengan
perubahan temperatur termometer tahanan.
Material yang digunakan :
Konduktor (logam : platina, tembaga, nikel dan wolfram) RTD
(resistance temperature detector).
Terdiri dari gulungan kawat dengan kerangka pendukung dan pembungkus
untuk pelindung (dari baja tahan karat/stainless steel, kaca atau keramik),
rangkaian penglinieran, jembatan Wheatstone, dan instrumen penampil
tegangan.
Secara umum disisipkan ke dalam fluida yang diukur dan dapat digunakan
untuk mengukur temperatur permukaan benda dengan menggunakan tipe
sensor yang berbeda, yaitu elemen kawat atau selaput.

Semikonduktor (oksid dari nikel, kobal, batu kawi/mangan
dan sulfida dari besi, aluminium atau tembaga) termistor.
EFEK PERUBAHAN TAHANAN
TERMOKOPEL
Efek termoelektrik mengandalkan prinsip fisik bahwa sewaktu dua
logam yang berbeda disatukan, maka akan dibangkitkan tegangan
gerak elektrik (e.m.f.) pada sambungan (junction) antara kedua logam
yang merupakan fungsi dari temperatur Efek Seebeck.
Rangkaian
dalam
Bahan 1
Bahan 2
Sambungan, T i
A
B
Efek Peltier (Peltier effect)
Jika dua bahan dihubungkan dengan suatu
rangkaian luar sehingga arus mengalir, e.m.f
(electromotive force) dapat berubah sedikit.

Efek Thompson (Thompson effect)
Jika terdapat gradien temperatur pada salah
satu atau kedua bahan, e.m.f.
sambungan akan mengalami
perubahan sedikit.
PRINSIP
2
TERMOKOPEL
1 Sirkuit termokopel harus terdiri paling
kurang dua material yang berlainan
dan dua sambungan.
2 Tegangan keluaran E
o
dari sirkuit
termokopel hanya bergantung pada
perbedaan antara temperatur sam-
bungan T
1
T
2
.
T
1
T
2
E
o
Material A

Material B

Material B

i

T
1
T
2
E
o
Material A

Material B

Material B

i

T
3
T
4
T
5
T
6
T
1
T
2
E
o
Material A

Material B

Material B

i

T
i
T
j
Material A

Material C

3 Jika logam ketiga C disisipkan di
lengan A atau B, tegangan keluaran
E
o
tidak dipengaruhi.
Continue... PRINSIP
2
TERMOKOPEL
4 Penyisipan logam C ke sambungan
1 tidak mempengaruhi tegangan
keluaran E
o
.
T
3
T
2
E
o
Material C

Material B

Material B

i

T
1
T
1
Material A

T
1
T
3
Eo
1-3
A

B

B

i

T
1
T
2
Eo
1-2
A

B

B

i

T
2
T
3
Eo
2-3
A

B

B

i

=
+
5 Sirkuit termokopel : Eo
1-3
= f(T
1
- T
3
) = Eo
1-2
+ Eo
2-3
.
6 Termokopel dibuat dari material berbeda : Eo
A/B
= Eo
A/C
+ Eo
C/B
.
T
1
T
2
Eo
A/B
A

B

B

i

T
1
T
2
Eo
A/C
A

C

C

i

T
1
T
2
Eo
C/B
C

B

B

i

=
+
TEMPERATUR REFERENSI
Sambungan termokopel yang digunakan untuk mengukur temperatur
adalah T
1
, sedangkan T
2
adalah temperatur yang diketahui yang disebut
temperatur referensi/rujukan (reference temperature) dan dijaga tetap.

Metoda yang biasa digunakan untuk temperatur referensi :
A Metoda kolam es (ice bath method)
Paling sederhana dan populer.
Sambungan referensi dicelupkan ke
dalam botol termos yang berisi
campuran air dan es.
Temperatur air dari kolam es dapat
dijaga sampai 0,1
o
C dari titik beku air.
Sambungan
pengukuran
Material A
Material B
Tembaga
Tembaga
Botol termos dan
tutup
Keluaran
Sambungan
referensi
Continue... REFERENSI
B Metoda jembatan elektrik
Electrical-bridge method biasanya digunakan dengan potensiometer, lembaran
grafik, alat perekam untuk memberikan kompensasi otomatis temperatur
referensi dari kondisi temperatur sekitar
Metoda jembatan elektrik
secara luas memakai alat
perekam potensiometer
yang digunakan untuk
menampilkan satu atau
lebih temperatur.
Sambungan
pengukuran
Blok referensi pada
temperatur sekitar
Material A
Material B
Tembaga
Tembaga
Perekam
temperatur
R
1
(RTD)
R
2
R
3
R
4
T
1
T
2
E
i
Continue... REFERENSI
B Metoda tanur ganda
Double oven method menggunakan suatu tanur untuk menjaga temperatur
konstan dan lebih tinggi dibandingkan temperatur sekitar.
Pengaruh dari empat sambungan di kedua tanur adalah menghasilkan
termoelektrik yang sama dengan sambungan referensi tunggal pada
temperatur 0
o
C.
Sambungan
pengukuran
Kromel
Alumel
Tembaga
Tembaga
Tanur pada
65,5
o
C
Keluaran
Alumel
Kromel
Tanur pada
130
o
C
T
1
MATERIAL TERMOKOPEL
Material harus diseleksi untuk :
Memperbesar sensitivitas pada perubahan operasi.
Memberikan kestabilan yang panjang pada tingkat temperatur tinggi.
Menjamin kekompakan dengan instrumen yang tersedia.
Memperkecil harga.

Material yang digunakan : bismut, konstantan, nikel, alumel, platina,
raksa, karbon, aluminium, timah, perak.

Tipe E : termokopel kromel-konstantan
Tipe J : termokopel besi-konstantan
Tipe K : termokopel kromel-alumel
Tipe R : termokopel platina-platina 13 % rodium
Tipe S : termokopel platina-platina 10 % rodium
Tipe T : termokopel tembaga-konstantan
PEMBUATAN TERMOKOPEL
Pemasangan yang baik dari termokopel meliputi
pembuatan sambungan, pemilihan kawat (diame-
ter dan isolasi), dan penempatan pada permukaan
komponen atau di dalam fluida pada titik yang
akan diukur.
Ujung kedua kawat dapat disatukan dengan
pengelasan (welding), pematerian (soldering).
Diameter kawat bergantung pada respon dinamik
yang dibutuhkan dan kondisi lingkungan operasi.
Sewaktu temperatur berubah cepat, kawat yang
dipakai harus mempunyai diameter kecil.
Di dalam praktek, termokopel dapat
dikombinasikan dalam bentuk rangkaian seri yang
disebut termopil dan rangkaian paralel.
Material A
Material B
Material C
Isolasi
EFEK FREKUENSI RESONANSI
Instrumen dengan prinsip perubahan frekuensi resonansi terhadap
perubahan temperatur adalah termometer kristal kuarsa (sensor) yang
tertutup dalam sebuah probe.
Kristal dihubungkan secara elektrik supaya membentuk elemen resonansi
dalam sebuah osilator elektronik penentuan temperatur yang diukur
dihubungkan dengan pengukuran frekuensi osilator.
Bila digunakan sudut potong yang tepat pada kristal, maka akan terdapat
suatu hubungan sangat linier antara frekuensi resonansi dan temperatur.
Pengukuran temperatur absolut, alat dapat mencapai kepekaan 0,001
o
C,
dengan mengandalkan pengukuran frekuensi alat sangat tidak peka
terhadap kegaduhan (noise) pada kawat penghubung.
Alat ini mempunyai jangkauan operasi normal antara 40 s/d 230
0
C
dengan hubungan frekuensi temperatur kira-kira 100 Hz/
0
C.