Anda di halaman 1dari 16

PENGUKURAN

ALIRAN FLUIDA
10
PENDAHULUAN
Pengukuran aliran fluida sangat penting dari laju aliran darah di dalam
pembuluh darah manusia sampai aliran oksigen cair dalam roket.
Dalam hal tertentu pengukuran aliran fluida memerlukan ketepatan yang
sangat tinggi, sedang dalam hal
2
tertentu mungkin pengukuran kasar
saja sudah memadai.
Pada berbagai operasi industri, ketelitian pengukuran berhubungan
langsung dengan laba perusahaan pompa bensin, meteran air.
Cara pengukuran laju aliran tergantung pada jenis kuantitas aliran, yaitu
padat, cair atau gas kasus padat, cocok untuk mengukur laju aliran
massa (the rate of mass flow), sedangkan dalam kasus cair dan gas,
dalam istilah laju aliran volume (the volume flow rate).
Dalam beberapa kasus pengukuran laju penggunaan bahan bakar
cair dalam sebuah roket, dimana perlu mengukur laju aliran
massa cairan dan teknik-teknik khusus tersedia untuk ini.
Continue... PENDAHULUAN
Laju aliran massa benda padat dalam proses industri,
biasanya benda padat dalam bentuk partikel-partikel kecil.
L
v M
m
.
=
-
Dimana M = massa material, L = perpindahan material dan
v = kecepatan alat pembawa barang (conveyor).
Laju aliran massa fluida biasanya ditentukan dengan
pengukuran simultan dari laju aliran volume (debit, Q)
yang melewati luas penampang (A) tertentu.
A v Q V . = =
-
Q m . =
-
Kelompok umum instrumen pengukuran aliran :
Probe kecepatan : tabung Pitot
Meter rintangan : pelat orifis, nosel
aliran, venturi, tabung aliran Dall,
meter area variabel atau rotameter
Meter elektromagnetik
Meter turbin
Metoda termal : Anemometer
kawat dan film panas
Meter perpindahan posistif
Meter pancaran pusaran
Meter Ultrasonik
TABUNG PITOT
Merupakan intrumen penyisipan (insertion), yaitu dengan cara
menyisipkan probe kecepatan ke dalam aliran yang diukur.
Kecepatan aliran yang terukur merupakan kecepatan pada satu titik dari
probe pengukuran titik (lokal).
Diciptakan oleh insinyur Perancis (1732) Henri Pitot.
Biasanya untuk aliran sementara, meskipun juga digunakan pada
beberapa instansi untuk mengontrol/memonitor aliran permanen.
Tabung
Pitor
Tabung
Piezometer
Tekanan
Dinamik
h
s o
Aliran
Ujung yang terbuka akan membawa
sedikit bagian fluida yang menyentuhnya,
kehilangan energi kinetik dan akan
diubah menjadi pertambahan ukuran
dalam tekanan pada bagian dalam
tabung.

Continue... TABUNG PITOT
Tekanan pada ujung tabung (titik S) disebut dengan tekanan macet
(stagnasi), dimana alirannya diperlambat ke kecepatan nol.
Tabung Piezometer digunakan untuk mengukur tekanan statik dan
Tabung Pitot untuk tekanan total aliran.
Dengan menerapkan persamaan Bernoulli, aliran inkompresibel akan
didapatkan :
, V
s
=0

Untuk aliran sebenarnya (nyata) :

Konstanta C adalah koefisien tabung Pitot yang merupakan faktor
koreksi untuk keadaan nyata, karena tidak semua fluida pada
bagian ujung tabung akan diam dimana ada bagian yang akan
slip di sekelilingnya sesuai dengan desain tabung.
h g
P P
V
o s
o
. . 2 . 2 =
(

g
V
g
P
g
V
g
P
s s o o
. 2 . . 2 .
2 2
+ = +

h g C V
o
. . 2 . =
MODIFIKASI TABUNG PITOT
Pengukuran kecepatan membutuhkan
keakuratan pengukuran tekanan statik.
Kesalahan
2
geometri kecil pada tap tekanan
seperti sisi yang dibulatkan dapat menunjukkan
kesalahan.
Untuk memperkecil kesalahan modifikasi
tabung Piezometer yaitu tipe cincin (ring).
o
Keuntungan UMUM rugi
2
tekanan dalam aliran
dapat diabaikan, harga murah dan prosedur
instalasi yang mudah.
Kekurangan UMUM tabung harus dipasang
searah dengan aliran, padahal arah
aliran itu belum tentu diketahui
(kesalahan p : 2 - 5%).

Tekanan
dinamik

Aliran
Tabung Pitot yang lebih kompak, dirancang oleh Prandtl dengan nama
tabung Pitot-statik.
METER RINTANGAN
Peranti ini sering disebut meter tinggi-tekan (head-meter) karena disini
sebagai petunjuk tentang laju aliran digunakan pengukuran kehilangan-
tinggi (head-loss) atau penurunan tekanan (pressure drop).
p
1
, T
1

1
, A
1

v
1

v
1

p
2
, T
2

2
, A
2

Aliran inkompresibel (
1
=
2
= ):
(
(

|
|
.
|

\
|
=
2
1
2
2
2
2 1
1
2 A
A v
p p

Untuk laju aliran volumetrik :
( )
( )
2 1 2
1 2
2
2 2
2
/ 1
p p
A A
A
v A Q
ideal

= =

ideal nyata
Q C Q . =
Keunggulan : ketelitian tinggi, penurunan tekanan kecil, tapi mahal dari
segi biaya.
VENTURI
1 2
Aliran
Aliran inkompresibel :



Aliran kompresibel :

) ( 2
.
2 1
2
p p
A K Q
nyata

=
) ( 2 . .
2 1 1 2
p p A K Y Q
nyata
=
K = koefisien aliran = C.M
M = faktor kecepatan masuk
Y = faktor muai
2
1
2
1
1
|
.
|

\
|

=
A
A
M
( ) 2
1
2
1
2
2
1
2
2
1
2
1
2
1
2 2
1
2
1
1
1
1
1
1
(
(
(
(

|
.
|

\
|
|
.
|

\
|

|
.
|

\
|

|
.
|

\
|

|
.
|

\
|

|
|
.
|

\
|
=

k
k
k
k
a
p
p
A
A
A
A
p
p
p
p
k
k
p
p
Y
v
p
c
c
k =
NOSEL & ORIFIS
Nosel dan orifis mempunyai penurunan tekanan permanen yang relatif
tinggi tetapi orifis mempunyai biaya yang lebih murah.
1 2
Aliran
NOSEL
1 2
Aliran
ORIFIS
Laju aliran volume untuk aliran inkompresibel
dan kompresibel sama dengan venturi, tapi
dengan Y :

di vena kontrakta
1
2 1
2
1
2
1
.
35 , 0 41 , 0 1
p k
p p
A
A
Y

(
(

|
|
.
|

\
|
+ =
( ) | |
1
2 1
13 5 2
2
.
12 7 , 0 145 , 1 333 , 0 1
p k
p p
Y

+ + + = | | |
Y
2
dipakai jika pengambilan
tekanan dari pipa (orifis).
1
2
A
A
D
d
= = |
NOSEL SONIK
Untuk laju aliran cukup tinggi sehingga diferensial tekanan
menjadi cukup besar kondisi aliran Sonik pada luas aliran
minimum.
Pada kondisi ini, aliran tercekik (choked) dan laju aliran mencapai
maksimum pada kondisi masuk.
Gas ideal : c
p
konstan, aliran tercekik :


1
1
2
1
2

|
.
|

\
|
+
=
|
|
.
|

\
|
k
k
kritis
k P
P
( )
2
1
1
2
1
1 2
1
2
1
2
(
(

|
.
|

\
|
+ +
=
- k
k k
k
RT
p A m
Aliran ideal hanya bergantung pada kondisi stagnasi masuk p
1
, T
1

biasanya mudah diukur.
Metoda ini mengalami penurunan tekanan yang besar.

ROTAMETER
Rotatemeter disebut juga meter area variabel.
Aliran masuk melalui bagian bawah tabung vertikal tirus
(tapered) dan menyebabkan bob atau apung(float)
bergerak ke atas.
Bob naik sampai pada titik dimana gaya seret (drag
force) seimbang dengan bobot gaya apung (buovancy).

B B B f d
gV gV F = +
2
2
m f
B d d
v
A C F

=
Kesetimbangan gaya pada Bob :

Dengan gaya seret (F
d
) :
Dimana
f
dan
b
= kerapatan fluida dan Bob, V
B
=
volume total Bob, C
d
= koefisien seret, A
B
= luas
frontal Bob, dan v
m
= kecepatan aliran rata
2

dalam ruang anulus antara Bob dan tabung.

Aliran
v
m

d
Tabung
tirus
D
Bob
y
Continue... ROTAMETER
Kecepatan aliran :
2
1
1
2 1
(
(

|
|
.
|

\
|
=
f
B
B
B
d
m
A
gV
C
v

2
1
1
2 1
. .
(
(

|
|
.
|

\
|
= =
f
B
B
B
d
m
A
gV
C
A v A Q

Dimana luas anulus A = t


/4
[(D + ay)
2
d
2
] , dengan y jarak vertikal
dari lubang masuk dan a adalah konstanta tirus tabung.
Dalam praktek, luas anulus
hampir linier untuk dimensi
tabung dan Bob :
B f B
y C m ) ( .
1
=
-
Koefisien seret bergantung pada angka Reynolds bacaan tak
bergantung pada viskositas.
Dengan konstruksi Bob khusus, rotameter dapat digunakan
untuk mengkompensasi perubahan densitas fluida.
C
1
= konstanta meter
METER TURBIN
Fluida yang mengalir menyebabkan roda
turbin kecil berputar bersama roda.
Sebuah pemungut reluktans (reluctance
pickup) yang terpasang pada bagian atas
meter mendeteksi setiap putaran roda turbin.
Aliran volumetrik sebanding dengan jumlah
putaran roda, maka keluaran pulsa total akan
memberikan petunjuk tentang aliran total.
Laju aliran volumetrik : f = frekuensi pulsa
K = koefisien aliran

Koefisien aliran bergantung pada laju aliran dan viskositas
kinematik (v) fluida.

K
f
Q =
AMEMOMETER
Anemometer : kawat panas (hot wire) dan selaput panas (hot film).
Anemometer kawat-panas banyak digunakan dalam penelitian untuk
mempelajari aliran yang berubah cepat.
Anemometer kawat panas terdiri dari kawat halus yang dipanaskan
dengan arus listrik dan dikenakan pada aliran yang akan diukur. Kawat
mencapai temperatur keseimbangan sewaktu kalor yang dibangkitkan
sama dengan kerugian kalor konveksi dari permukaannya.

King menunjukkan laju perpindahan panas dari kawat :
T
w
, T
f
= temperatur kawat & fluida
C
0
,C
1
= konstanta dari kalibrasi
Juga :
) .( ). (
5 . 0
.
1 0 f w
T T A V C C q + =
)} ( 1 { . .
2 2
o w o w
T T R i R i q + = = o
o = koefisien temperatur
tahanan
R
o
= tahanan kawat pada temperatur rujukan T
o

RANGKAIAN ANEMOMETER
Arus ditentukan dengan mengukur
penurunan tegangan melintas
tahanan standar R
s
, dan tahanan
kawat ditentukan dari rangkaian
jembatan.
Probe kawat panas banyak
digunakan untuk pengukuran aliran
transien, lebih-lebih pengukuran
fluktuasi.
G

f
,v
R
s
Probe berisolasi
Kawat
panas
R
3
R
2
R
1
R
4
E

pendukung
Kawat / selaput
Konstanta waktu sebesar 1 ms bisa didapatkan dengan
kawat platina atau wolfram (tungsten) dengan d = 0,0001
in = 2,54 m, beroperasi dalam udara.
Selaput platina dilapisi kuarsa untuk mengukur
fluida kental seperti air.
RESPON TRANSIEN ANEMOMETER
Bila kawat panas digunakan untuk pengukuran pola aliran yang berubah
cepat, respons transien daripada tahanan termal dan tahanan listrik kawat
itu harus diperhitungkan semuanya.
Ada dua jenis kompensasi listrik yang digunakan dalam praktek :
1). Susunan arus tetap, dimana suatu tahanan besar dihubungkan secara seri
dengan kawat panas itu, dan rangkaian kompensasi termal dihubungkan
dengan tegangan arus bolak-balik keluaran.
2). Susunan temperatur tetap, dimana rangkaian kendali arus bolak-balik
ditambahkan untuk mengubah
2
arus temperatur kawat hampir konstan.
Respons kawat bergantung pada sudut yang dibuat kecepatan aliran
dengan poros kawat, dan untuk memperhitungkan efek ini sudah ada
teknik
2
yang dikembangkan.
Rasio panjang dan diameter kawat (L/d) penting pula pengaruhnya
pada prestasi kerja pengukuran. L/d mempunyai nilai kira
2
50
untuk kawat panas.