Anda di halaman 1dari 35

MAKALAH

EXCAVATOR

MAKALAH EXCAVATOR Dikerjakan Oleh : KHAIRUL PUADI : 1122201000014 FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DARWAN ALI KABUPATEN SERUYAN

Dikerjakan Oleh :

KHAIRUL PUADI

: 1122201000014

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS DARWAN ALI KABUPATEN SERUYAN

2014

KATA PENGANTAR

Bismillaahirrahmaanirrahiim…

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. karena dengan rahmat- Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.

Maksud dari penyusunan makalah ini adalah sebagai salah satu komponen penilaian dan dapat dijadikan sebagai salah satu pegangan dalam proses belajar mengajar mata kuliah Pemindahan Tanah Mekanis dan Alat Berat, serta dengan harapan untuk memotivasi penulis sehingga mampu memahami segala pembahasan dan aplikasi yang berkaitan dengan pembelajaran tersebut.

Makalah ini, penulis sajikan untuk mengingatkan kembali akan pentingnya mempelajari proses pembelajaran, karena konsep-konsep pembelajaran ini akan sangat membantu dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan cara belajar atau aspek-aspek pembelajaran.

Terima kasih kepada dosen mata kuliah Pemindahan Tanah Mekanis dan Alat Berat atas bimbingannya, sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini tidak luput dari kesalahan dan kekurangan, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan makalah ini.

Akhir kata, penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi kami semua dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Kuala Pembuang , 24 April 2014

i

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

 

i

DAFTAR ISI

ii

BAB I

1

 

1.1

LATAR BELAKANG

1

1.2

BATASAN MASALAH

2

1.3

2

BAB II SEJARAH EXCAVATOR

3

 

2.1 SEJARAH PENCIPTAAN EXCAVATOR

3

2.2 HAK CIPTA PERTAMA

4

BAB III EXCAVATOR

6

 

3.1 PENGERTIAN

6

3.2 KEGUNAAN EXCAVATOR

6

3.3 MACAM-MACAM EXCAVATOR

6

 

3.3.1

PENGGALI HIDROLIS

7

3.3.2

DRAGLINE

9

3.3.1

CLAMSHELL

10

 

3.4 BAGIAN-BAGIAN EXCAVATOR

11

3.5 KOMPONEN EXCAVATOR

12

3.6 JENIS BUCKET EXCAVTOR

15

BAB IV PRODUKTIFITAS

21

 

4.1 KAPASITAS ALAT

21

4.2 PRODUKSI EXCAVATOR

21

4.3 KOMPONEN BIAYA ALAT

23

ii

4.4

JAM OPERASI ATAU WAKTU PRODUKSI

23

4.5

CONTOH PERHITUNGAN PRODUKSI EXCAVATOR

24

BAB V PENUTUP

29

4.1

KESIMPULAN

29

DAFTAR

30

1.1 LATAR BELAKANG

BAB I

PENDAHULUAN

Dalam bidang teknik sipil, alat-alat berat digunakan untuk membantu dalam melakukan pekerjaan pembangunan. Alat berat merupakan faktor penting di dalam proyek, terutama proyek-proyek konstruksi berskala besar. Tujuan penggunaan alat-alat berat tersebut untuk memudahkan dalam mengerjakan pekerjaan, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan mudah pada waktu yang relatif lebih singkat.

Pada saat suatu proyek akan dimulai, kontraktor akan memilih alat berat yang akan digunakan di proyek tersebut. Pemilihan alat berat yang akan dipakai merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan suatu proyek. Alat berat yang dipilih haruslah tepat baik jenis, ukuran maupun jumlahnya, Ketepatan dalam pemilihan alat berat akan memperlancar jalannya proyek. Kesalahan dalam pemilihan alat berat dapat mengakibatkan proyek menjadi tidak lancar. Dengan demikian keterlambatan penyelesaian proyek dapat terjadi. Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan biaya proyek membengkak. Produktivitas yang kecil dan tenggang waktu yang dibutuhkan untuk pengadaan alat lain yang lebih sesuai merupakan hal yang menyebabkan biaya tinggi.

Salah satu alat berat yang berperan dalam pembangunan proyek adalah excavator. Excavator terdiri dari beberapa jenis dan memiliki fungsi yang berbeda pula. Jenis excavator yang beragam itulah yang harus kita ketahui dan pahami secara baik agar dapat mempermudah kita dalam pemilihan alat berat itu sendiri.

harus kita ketahui dan pahami secara baik agar dapat mempermudah kita dalam pemilihan alat berat itu
harus kita ketahui dan pahami secara baik agar dapat mempermudah kita dalam pemilihan alat berat itu

Excavator

1.2

BATASAN MASALAH

Agar tidak terlalu luas dalam pembahasan makalah ini, hal yang akan kami bahas hanya mengenai:

1. Excavator dan sejarahnya.

2. Fungsi excavator dalam proyek kontruksi

3. Proses penentuan produksi alat

1.3 TUJUAN

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah :

1. Mengetahui jenis-jenis excavator

2. Mengetahui fungsi dari masing-masing excavator

3. Mengetahui produktifitas excavator

excavator 2. Mengetahui fungsi dari masing-masing excavator 3. Mengetahui produktifitas excavator Excavator 2
excavator 2. Mengetahui fungsi dari masing-masing excavator 3. Mengetahui produktifitas excavator Excavator 2

Excavator

BAB II

SEJARAH EXCAVATOR

2.1 SEJARAH PENCIPTAAN EXCAVATOR

Excavator pertama kali diciptakan pada tahun 1835 oleh seorang pemuda berusia 22 tahun bernama William Smith Otis, yang merupakan seorang ahli mekanik asal Amerika Serikat. William Smith Otis adalah anak dari pasangan Isaac Otis dan Tryphena Hannah Smith yang lahir pada tanggal 20 september 1813 di Pelham, Massachussetts, USA. William memulai karyanya sejak berusia 20 tahun dimana pada waktu itu dia mulai menunjukkan kecerdasannya.

dimana pada waktu itu dia mulai menunjukkan kecerdasannya. Sketsa gambar Excavator pertama Pada tahun 1935 ketika

Sketsa gambar Excavator pertama

Pada tahun 1935 ketika bekerja di perusahaan “Carmichael and Fairbanks” yang bergerak di bidang pekerjaan sipil, William menggunakan excavator hasil ciptaannya untuk penggalian rel kereta api mulai dari Norwich ke Worcester. Pada waktu itu excavator pertama tersebut hanya dilengkapi bucket (alat keruk) yang ditarik oleh rantai dan seling, serta digerakkan oleh mesin uap dan hanya bisa berputar sejauh 90 derajat. Namun sayangnya excavator tersebut rusak berantakan ketika mencapai putaran 90 derajat saat sedang melakukan penggalian.

excavator tersebut rusak berantakan ketika mencapai putaran 90 derajat saat sedang melakukan penggalian. Excavator 3
excavator tersebut rusak berantakan ketika mencapai putaran 90 derajat saat sedang melakukan penggalian. Excavator 3

Excavator

Untuk menyempurnakan karya ini William Smith Otis pindah ke Philadelphia. Dia berusaha meyakinkan Joseph Harrison, seorang manajer operasional perusahaan “Garrett and Eastwick” untuk membangun model excavator pra-industri pada tahun 1836, dan usahanya berhasil.

2.2 HAK CIPTA PERTAMA

Pada tanggal 15 maret 1836 William menerima hak patent atas penemuan excavator ini. Namun sayangnya kejadian insiden serupa terulang lagi. Pada tahun 1838 terjadi kesalahan pada spesifikasi teknik sehingga excavator terbakar dan hancur. Hak patent atas penemuan excavator yang telah diraih dengan susah payah oleh William Smith Otis berakhir pada tanggal 27 oktober 1838.

Namun berikutnya pada tanggal 24 februari 1839, patent dengan nomor 1089 telah resmi memperoleh validitas. Excavator hasil karya William Smith Otis secara resmi diakui dengan sebutan “The Crane-dredge for excavation and earth removals” (Kren penggali dan pemindah tanah) dan secara resmi merupakan excavator yang pertama kali ada di muka bumi.

Excavator pertama ini memiliki spesifikasi bucket (alat keruk) 1,15 meter kubik dengan kemampuan produktivitas menggali tanah sebanyak 64 meter kubik per jam. Excavator tertua di dunia ini hanya mampu berputar sejauh 90 derajat dan hanya bisa berjalan di atas rel kereta api yang dimotori oleh mesin uap. Serta hanya dilengkapi seling sebagai penarik alat kerja (bucket/ember).

api yang dimotori oleh mesin uap. Serta hanya dilengkapi seling sebagai penarik alat kerja (bucket/ember). Excavator
api yang dimotori oleh mesin uap. Serta hanya dilengkapi seling sebagai penarik alat kerja (bucket/ember). Excavator

Excavator

Foto Excavator pada tahun 1886 Excavator 5

Foto Excavator pada tahun 1886

Foto Excavator pada tahun 1886 Excavator 5
Foto Excavator pada tahun 1886 Excavator 5

Excavator

BAB III

EXCAVATOR

3.1 PENGERTIAN EXCAVATOR

Excavator adalah sebuah jenis alat berat yang terdiri dari mesin di atas roda khusus yang dilengkapi dengan lengan (arm) dan alat pengeruk (bucket) yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan berat berupa penggalian tanah yang tidak bisa dilakukan secara langsung oleh tangan manusia. Pengertian ini didasarkan dari asal-usul excavator yang diciptakan sebagai alat penggali tanah untuk membangun rel kereta api, serta dari kata “excavation” yang berasal dari bahasa Inggris yang berarti “pengggalian” atau mesin penggali.

3.2 KEGUNAAN EXCAVATOR

Excavator banyak digunakan untuk :

1. menggali parit, lubang, dan pondasi,

2. penghacuran gedung,

3. meratakan permukaan tanah,

4. mengangkat dan memindahkan material,

5. mengeruk sungai,

6. pertambangan dan beberapa bidang industri yang menggunakannya antara lain konstruksi, pertambangan, infrastuktur, dan sebagainya.

3.3 MACAM MACAM EXCAVATOR

Macam-macam alat gali antara lain back hoe, power shovel, atau juga dikenal sebagai front shovel, dragline, dan clamshell. Backhoe dan front shovel juga disebut alat hidrolis karena bucket yang digerakan secara hidrolis.

clamshell. Backhoe dan front shovel juga disebut alat hidrolis karena bucket yang digerakan secara hidrolis. Excavator
clamshell. Backhoe dan front shovel juga disebut alat hidrolis karena bucket yang digerakan secara hidrolis. Excavator

Excavator

Pemilihan alat tergantung dari kemampuan alat tersebut pada suatu kondisi lapangan tertentu. Perbedaannya terletak pada benda yang dipasang dibagian depan, akan tetapi semua alat tersebut mempunyai kesaaan pada alat penggerak yaitu roda ban atau crawler.

3.3.1 Penggali Hidrolis

Power shovel dan backhoe yang termasuk dalam alat penggali hidrolis memiliki bucket yang dipasangkan didepannya. Dimaksud alat penggali hidrolis adalah alat yang bekerja karena adanya tekanan hidrolis pada mesin didalam pengoperasiannya. Alat penggeraknya adalah traktor dengan roda ban atau crawler.

1. Front Shovel

Front shovel digunakan untuk menggali material yang letaknya diatas permukaan tempat alat tersebut berada. Alat ini mempunyai kemampuan untuk menggali material yang keras. Jika material yang digali bersifat lunak maka front shovel akan mengalami kesulitan. Kapasitas bucket front shovel tergantung dari jenis material. Oleh karena itu ada factor koreksi didalam menentukan kapasitas bucket. (factor koreksi tersebut dikalikan dengan kapasitas bucket).

Table Factor koreksi (BFF) untuk alat gali

Material

BFF (%)

Tanah dan tanah organik

80

110

Pasir dan kerikil

90

100

Lempung keras

65

95

Lempung basah

50

90

Batuan dengan peledakan buruk

40

70

Batuan dengan peledakan baik

70

90

– 90 Batuan dengan peledakan buruk 40 – 70 Batuan dengan peledakan baik 70 – 90
– 90 Batuan dengan peledakan buruk 40 – 70 Batuan dengan peledakan baik 70 – 90

Excavator

Sedangkan produktivitas front shovel tergantung pada jenis material, ketinggian penggalian, sudut putaran, besar alat angkut, dan lain-lain.

penggalian, sudut putaran, besar alat angkut, dan lain-lain. 2. Backhoe Front Shovel Pengoperasian backhoe umumnya untuk

2. Backhoe

Front Shovel

Pengoperasian backhoe umumnya untuk penggalian saluran, terowongan atau basement. Backhoe terdiri dari alat penggerak yang dapat berupa crawler atau ban, boom, strick dan bucket. Backhoe beroda biasanya tidak digunakan untuk penggalian tetapi lebih sering digunakan untuk pekerjaan lainnya. Pemilihan kapasitas bucket harus sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan.

Backhoe sama seperti front shovel dimana jenis material mempengaruhi didalam perhitungan produktivitas. Penentuan waktu siklus backhoe didasarkan pada pemilihan kapasitas bucket

didalam perhitungan produktivitas. Penentuan waktu siklus backhoe didasarkan pada pemilihan kapasitas bucket Excavator 8
didalam perhitungan produktivitas. Penentuan waktu siklus backhoe didasarkan pada pemilihan kapasitas bucket Excavator 8

Excavator

Backhoe dari alat penggerak crawler Backhoe dari alat penggerak roda 3.3.2 Dragline Dragline mrupakan alat

Backhoe dari alat penggerak crawler

Backhoe dari alat penggerak crawler Backhoe dari alat penggerak roda 3.3.2 Dragline Dragline mrupakan alat gali

Backhoe dari alat penggerak roda

3.3.2 Dragline

Dragline mrupakan alat gali yang dipakai untuk menggali material yang letaknya lebih tingi dari permukaan tempat alat tersebut berada dengan jangkuan yang lebih jauh dari alat-alat gali lainnya. Alat dasar dari dragline adalah bucket yang dipasangkan pada boom. Panjang boom

dari alat-alat gali lainnya. Alat dasar dari dragline adalah bucket yang dipasangkan pada boom. Panjang boom
dari alat-alat gali lainnya. Alat dasar dari dragline adalah bucket yang dipasangkan pada boom. Panjang boom

Excavator

dragline sama seperti crane akan tetapi lebih panjang maka stabilitas dragline harus diperhitungkan.

Dragline mengalami kesulitan dalam mengontrol pembongkaran muatan. Olehnkarena itu, sebaiknya alat pengangkut material yang dipakai untuk mengangkut material hasil penggalian dragline berukuran besar. Ukuran alat pengangkut sebaiknya 5 sampai 6 kali ukuran bucket dragline.

Produktivitas dragline tergantung pada factor-faktor seperti material, kedalaman penggalain, sudut swing, ukuran bucket, panjang boom, kapasitas alat pengangkut, kondisi lapangan dan lain-lain. Produktivitas alat dihitung pada kondisi tanah asli atau bank condition.

alat dihitung pada kondisi tanah asli atau bank condition. 3.3.3 Clamshell Dragline Clamshell digunakan untuk

3.3.3 Clamshell

Dragline

Clamshell digunakan untuk penggalian tanah lepas seperti pasir, kerikil, batuan pecah, dan lain-lain. Clamsheel mengangkat material secara vertical. Ukuran bucket pada clamshell bervariasi antara ringan sampai berat. Bucket yang ringan umumnya digunakan untuk

bucket pada clamshell bervariasi antara ringan sampai berat. Bucket yang ringan umumnya digunakan untuk Excavator 10
bucket pada clamshell bervariasi antara ringan sampai berat. Bucket yang ringan umumnya digunakan untuk Excavator 10

Excavator

memindahkan metarial, sedangkan bucket yang berukuran berat digunakan untuk menggali. Pada bucket yang berukuran berat umumnya dipasangkan gigi yang membantu alat dalam menggali material.

Perhitungan produktivitas clamshell belum disatndarisasikan, oleh sebab itu maka persamaan produktivitas untuk clamshell adalah ;

Produktivitas = V x 60/CI x BEF x efisiensi

adalah ; Produktivitas = V x 60/CI x BEF x efisiensi Clamshell 3.4 BAGIAN – BAGIAN

Clamshell

3.4 BAGIAN BAGIAN EXCAVATOR

Alat-alat gali mempunvai bagian- bagian utama antara lain:

1. Bagian atas yang dapat berputar (revolving unit)

2. Bagian bawah untuk berpindah tempat (travelling unit), dan

3. Bagian-bagian tambahan (attachment) yang dapat diganti sesuai pekerjaan yang akan dilaksanakan.

unit), dan 3. Bagian-bagian tambahan (attachment) yang dapat diganti sesuai pekerjaan yang akan dilaksanakan. Excavator 11
unit), dan 3. Bagian-bagian tambahan (attachment) yang dapat diganti sesuai pekerjaan yang akan dilaksanakan. Excavator 11

Excavator

ini

(track/crawler) dan

Umumnya excavator mempunyai tiga pasang mesin pengerak pokok yaitu :

1. Penggerak untuk mengendalikan attachment, misalnya untuk gerakan menggali mengangkat dan sebagainya

2. Penggerak untuk memutar revolving unit berikut attachment yang dipasang.

3. Penggerak untuk menjalankan excavator pindah dan satu tempat ke tempat lain.

Bagian

bawah

excavator

yang

ada

yang

di

atas

digunakan

truk

roda

rantai

ada

dipasang

(truck

mounted).

3.5 KOMPONEN EXCAVATOR

1. Work Equipment essembly

a. Boom

roda rantai ada dipasang (truck mounted). 3.5 KOMPONEN EXCAVATOR 1. Work Equipment essembly a. Boom b.

b. Arm

roda rantai ada dipasang (truck mounted). 3.5 KOMPONEN EXCAVATOR 1. Work Equipment essembly a. Boom b.
roda rantai ada dipasang (truck mounted). 3.5 KOMPONEN EXCAVATOR 1. Work Equipment essembly a. Boom b.
roda rantai ada dipasang (truck mounted). 3.5 KOMPONEN EXCAVATOR 1. Work Equipment essembly a. Boom b.

Excavator

c.

Bucket

2.

Cylinder

a. Boom Cylinder

c. Bucket 2. Cylinder a. Boom Cylinder b. Arm Cylinder c. Bucket Cylinder Excavator 13
c. Bucket 2. Cylinder a. Boom Cylinder b. Arm Cylinder c. Bucket Cylinder Excavator 13

b. Arm Cylinder

c. Bucket 2. Cylinder a. Boom Cylinder b. Arm Cylinder c. Bucket Cylinder Excavator 13

c. Bucket Cylinder

c. Bucket 2. Cylinder a. Boom Cylinder b. Arm Cylinder c. Bucket Cylinder Excavator 13
c. Bucket 2. Cylinder a. Boom Cylinder b. Arm Cylinder c. Bucket Cylinder Excavator 13
c. Bucket 2. Cylinder a. Boom Cylinder b. Arm Cylinder c. Bucket Cylinder Excavator 13

Excavator

3.

Upper Structure

3. Upper Structure 4. Operator Cab 5. Center Frame 6. Left and Right Carriage Excavator 14

4. Operator Cab

5. Center Frame

3. Upper Structure 4. Operator Cab 5. Center Frame 6. Left and Right Carriage Excavator 14
3. Upper Structure 4. Operator Cab 5. Center Frame 6. Left and Right Carriage Excavator 14

6. Left and Right Carriage

3. Upper Structure 4. Operator Cab 5. Center Frame 6. Left and Right Carriage Excavator 14
3. Upper Structure 4. Operator Cab 5. Center Frame 6. Left and Right Carriage Excavator 14
3. Upper Structure 4. Operator Cab 5. Center Frame 6. Left and Right Carriage Excavator 14

Excavator

3.6 JENIS BUCKET EXCAVATOR

Dengan adanya perbedaan kebutuhan dari masing-masing bidang industri,maka para perusahaan pembuat excavator melengkapi unitnya dengan berbagai jenis excavator berdasarkan fungsinya.

1. Standart Bucket : adalah jenis bucket yang sering digunakan karena flexible untuk beberapa kondisi pekerjaan.

digunakan karena flexible untuk beberapa kondisi pekerjaan. Standart Bucket 2. Ripper Bucket : Bucket jenis ini

Standart Bucket

2. Ripper Bucket : Bucket jenis ini cocok untuk menggali lapisan bebatuan dan tanah liat yang keras.Bucket ini mempunyai penetrasi cukup dalam.

menggali lapisan bebatuan dan tanah liat yang keras.Bucket ini mempunyai penetrasi cukup dalam. Ripper Bucket Excavator

Ripper Bucket

menggali lapisan bebatuan dan tanah liat yang keras.Bucket ini mempunyai penetrasi cukup dalam. Ripper Bucket Excavator
menggali lapisan bebatuan dan tanah liat yang keras.Bucket ini mempunyai penetrasi cukup dalam. Ripper Bucket Excavator

Excavator

3.

Trapezoid bucket : Digunakan untuk membangun kanal atau irigasi.

bucket : Digunakan untuk membangun kanal atau irigasi. Trapezoid bucket 4. Slope finishing bucket : digunakan

Trapezoid bucket

4. Slope finishing bucket : digunakan untuk meratakan permukaan tanah karena memiliki bucket yang datar dan lebar.Biasa untuk meratakan jalan, kanal, sisi lereng, sisi sungai, dll.

untuk meratakan jalan, kanal, sisi lereng, sisi sungai, dll. Slope finishing bucket 5. Ditch cleaning bucket

Slope finishing bucket

5. Ditch cleaning bucket : Berfungsi untuk membersihkan sungai atau mengeruk lumpur di dasar sungai.Bucket ini mempunyai beberapa lubang yang berfungsi sebagai tempat keluarnya air.

lumpur di dasar sungai.Bucket ini mempunyai beberapa lubang yang berfungsi sebagai tempat keluarnya air. Excavator 16
lumpur di dasar sungai.Bucket ini mempunyai beberapa lubang yang berfungsi sebagai tempat keluarnya air. Excavator 16

Excavator

Ditch cleaning bucket 6. Single shank ripper : digunakan untuk mempersiapkan lahan yang akan digali

Ditch cleaning bucket

6. Single shank ripper : digunakan untuk mempersiapkan lahan yang akan digali terutama untuk lahan bebatuan dan juga untuk mencabut akar batang pohon.

lahan bebatuan dan juga untuk mencabut akar batang pohon. Single shank ripper 7. Three shank ripper

Single shank ripper

7. Three shank ripper : alat yang efisien untuk untuk menggali batuan pada lereng, menghancurkan dan mengangkat pondasi beton, dan juga untuk mencabut akar batang pohon.

batuan pada lereng, menghancurkan dan mengangkat pondasi beton, dan juga untuk mencabut akar batang pohon. Excavator
batuan pada lereng, menghancurkan dan mengangkat pondasi beton, dan juga untuk mencabut akar batang pohon. Excavator

Excavator

Single shank ripper 8. Clamshell bucket : digunakan untuk memindahkan material Clamshell bucket 9. Spike

Single shank ripper

8. Clamshell bucket : digunakan untuk memindahkan material

8. Clamshell bucket : digunakan untuk memindahkan material Clamshell bucket 9. Spike hammer : cocok untuk

Clamshell bucket

9. Spike hammer :cocok untuk struktur beton, lereng bendungan, dll.

material Clamshell bucket 9. Spike hammer : cocok untuk struktur beton, lereng bendungan, dll. Spike hammer

Spike hammer

material Clamshell bucket 9. Spike hammer : cocok untuk struktur beton, lereng bendungan, dll. Spike hammer
material Clamshell bucket 9. Spike hammer : cocok untuk struktur beton, lereng bendungan, dll. Spike hammer

Excavator

10.

Grapple : digunakan untuk mengangkat batang kayu.

10. Grapple : digunakan untuk mengangkat batang kayu. Grapple 11. Lifting magnet : digunakan untuk mengangkat

Grapple

11. Lifting magnet : digunakan untuk mengangkat barang-barang yang terbuat dari logam

untuk mengangkat barang-barang yang terbuat dari logam Lifting magnet 12. Scrap grapple : untuk mengangkat dan

Lifting magnet

12. Scrap grapple : untuk mengangkat dan memindahkan material dengan bentuk yang tidak beraturan.Memiliki 4 buah cakar yang dapat membuka dan menutup dengan silinder dan hidrolik masing-masing.

beraturan.Memiliki 4 buah cakar yang dapat membuka dan menutup dengan silinder dan hidrolik masing-masing. Excavator 19
beraturan.Memiliki 4 buah cakar yang dapat membuka dan menutup dengan silinder dan hidrolik masing-masing. Excavator 19

Excavator

Scrap grapple 13. Magnet fork excavator : didasarkan pada lifting magnet dan fork yang memberikan

Scrap grapple

13. Magnet fork excavator : didasarkan pada lifting magnet dan fork yang memberikan performa pengoperasian dalam penanganan potongan- potongan material, yaitu mengkombinasikan kekuatan magnet dan fork.

potongan- potongan material, yaitu mengkombinasikan kekuatan magnet dan fork. Magnet fork excavator Excavator 20

Magnet fork excavator

potongan- potongan material, yaitu mengkombinasikan kekuatan magnet dan fork. Magnet fork excavator Excavator 20
potongan- potongan material, yaitu mengkombinasikan kekuatan magnet dan fork. Magnet fork excavator Excavator 20

Excavator

BAB IV

PRODUKTIFITAS EXCAVATOR

4.1 KAPASITAS ALAT PRODUKSI

Kapasitas produksi alat berat pada umumnya dinyatakan alam m3 per jam. Produksi didasarkan pada pelaksanaan volume yang dikerjakan tiap siklus waktu dan jumlah siklus dalam satu jam.

tiap siklus waktu dan jumlah siklus dalam satu jam. Dimana: Q = Produksi per jam (m3/jam)

Dimana:

Q

=

Produksi per jam (m3/jam)

q

=

Produksi per siklus (m3)

N

=

Jumlah siklus per jam, N = 60/Cm = Efisiensi

E

=

Efisiensi Kerja

C

=

Waktu siklus dalam menit

4.2 PRODUKSI EXCAVATOR Excavator adalah alat untuk menggali daerah yang letaknya di bawah kedudukan alat, dapat menggali dengan kedalaman yang teliti serta dapat digunakan sebagai alat pemuat bagi dump truck. Gerakan excavator dalam beroperasi terdiri dari:

1) Mengisi bucket (land bucket) 2) Mengayun (swing loaded) 3) Membongkar beban (dump bucket) 4) Mengayun balik (swing empty) Produksi loader dapat dihitung dengan persamaan dibawah ini (Rochmanhadi, 1987):

balik (swing empty) Produksi loader dapat dihitung dengan persamaan dibawah ini ( Rochmanhadi, 1987 ): Excavator
balik (swing empty) Produksi loader dapat dihitung dengan persamaan dibawah ini ( Rochmanhadi, 1987 ): Excavator

Excavator

Q = Produksi per jam (m3/jam) q = Produksi per siklus (m3) E = Efisiensi

Q

=

Produksi per jam (m3/jam)

q

=

Produksi per siklus (m3)

E

=

Efisiensi kerja

Cm

=

Waktu siklus dalam detik

Sedangkan

kapasitas

bucket

excavator

dapat

dihitung

dengan

menggunakan persamaan (Rochmanhadi,1987):

 

Rumus

kapasitas bucket :

 
 
   
 

Dimana:

 

q1

=

Kapasitas

munjung

(penuh)

yang

tercantum

dalam

spesifikasi

 

alat

K

=

Faktor bucket yang besarnya tergantung tipe dan keadaan

tanah

Rumus

waktu siklus

 

Cm = waktu gali + (2 x waktu putar) + waktu buang

Waktu

buang

Rochmanhadi)

tergantung

kondisi

pembuangan

material

(

Sumber:

a. Dalam dump truck

=

5 - 8 detik

b. Ke tempat pembuangan

=

3 - 6 detik

material ( Sumber: a. Dalam dump truck = 5 - 8 detik b. Ke tempat pembuangan
material ( Sumber: a. Dalam dump truck = 5 - 8 detik b. Ke tempat pembuangan

Excavator

Waktu menggali biasanya tergantung pada kedalaman gali dan kondisi galian

4.3 KOMPONEN BIAYA ALAT

4.3.1 Biaya Kepemilikan

Biaya kepemilikan adalah biaya kepemilikan alat yang harus diperhitungkan selama alat yang bersangkutan dioperasikan, apabila alat tersebut milik sendiri

4.3.2 Biaya Penyewaan Alat

Dalam suatu proyek penggunaan alat berat selain menggunakan alat pribadi juga dengan menyewa. Sedangkan penetapan biaya menyewa telah diatur ketentuan-ketentuannya oleh Departemen Pekerjaan Umum.

4.4 JAM OPERASI ATAU WAKTU PRODUKSI

4.4.1 Jam Operasi Normal

Jam operasi normal adalah waktu kerja pada setiap hari kerja senin sampai dengan sabtu ditetapkan selama 8 jam per hari dengan upah kerja sebesar upah kerja normal

4.4.2 Jam Operasi Lembur

Waktu kerja lembur dihitung dari lama waktu kerja yang melebihi batas waktu kerja normal (8 jam/hari). Waktu kerja lembur dilaksanakan diluar jam operasi normal untuk setiap hari kerja atau penambahan jumlah hari kerja per minggu (hari minggu)

diluar jam operasi normal untuk setiap hari kerja atau penambahan jumlah hari kerja per minggu (hari
diluar jam operasi normal untuk setiap hari kerja atau penambahan jumlah hari kerja per minggu (hari

Excavator

4.5 CONTOH PERHITUNGAN PRODUKSI EXCAVATOR

4.5.1 Gambaran Umum Proyek

Proyek Pengembangan Band ar Udara Hasanuddin, Makassar terletak di desa Baji Manggai, desa Makkaraeng, desa Pao-pao, kelurahan Sudiang, kecamatan Mandai, kabupaten Maros, Makassar, propinsi Sulawesi Selatan. Pekerjaan pematangan lahan (land clearing) pada proyek pengembangan Bandar Udara Hasanuddin terdiri dari beberapa item pekerjaan utama, antara lain:

a. Pekerjaan galian tanah

Pekerjaan ini dilakuka n penggalian tanah dan tanah dari hasil galian dikumpulkan atau dijadikan sebagai bahan timbunan tanah pada permukaan tanah yang mempunyai elevasi lebih rendah dari yang direncanakan

b. Pekerjaan timbunan atau pemerataan tanah

Pekerjaan timbunan ini dimaksudkan untuk meratakan tanah hasil galian dan juga meratakan permukaan tanah agar sesuai dengan elevasi tanah yang diinginkan

4.5.2 Data Proyek

Volume peker jaan galian timbunan tanah dihitung berdasarkan gambar layout gambar potongan melintang. Dari lampiran gambar layout untuk potongan melintang diperoleh 14 potongan yang jarak masing-masing potongan adalah:

Pot 1 s.d Pot 13

= 50 m

Pot 14

= 29 m

Maka diperoleh panjang jarak galian dan timbunan keseluruhan = 679 m.

Pot 13 = 50 m Pot 14 = 29 m Maka diperoleh panjang jarak galian dan
Pot 13 = 50 m Pot 14 = 29 m Maka diperoleh panjang jarak galian dan

Excavator

Dan didapat kumulatif seperti pada table berikut :

Dan didapat kumulatif seperti pada table berikut : Perhitungan pekerjaan galian dan timbunan pada pekerjaan sektor

Perhitungan

pekerjaan

galian

dan

timbunan pada pekerjaan

sektor

1

apron, terminal dan pelataran parkir di atas, maka didapat volume tanah yang harus dipindahkan sebesar:

Volume tanah yang dipindahkan

4.5.3 Perhitungan Produksi Alat Berat

4.5.3.1 Excavator type Komatsu PC 200

= volume galian - volume timbunan

= 616.803,81- 437.278,73

= 179.525,08 m3

Alat

=

Komatsu PC 200

Kapasitas bucket

=

0,95 m3

Efisiensi kerja (E)

=

0,83

Faktor bucket

=

0,90

Waktu gali

=

12 detik

0,95 m3 Efisiensi kerja (E) = 0,83 Faktor bucket = 0,90 Waktu gali = 12 detik
0,95 m3 Efisiensi kerja (E) = 0,83 Faktor bucket = 0,90 Waktu gali = 12 detik

Excavator

Waktu

buang

=

6 detik

Waktu

putar

=

6 detik

Waktu

siklus:

Cm=

waktu gali + (2 x waktu putar) + waktu buang

= 12 + (2 x 6) + 6

= 30 detik

Produksi per siklus:

q

=

q1 x K

=

0,95 x 0,90

=

0,86 m3

Produktifitas excavator per jam (m3/jam) untuk tanah ASLI

m3 Produktifitas excavator per jam (m3/jam) untuk tanah ASLI Q Kapasitas 4 excavator per jam (m

Q

Kapasitas 4 excavator per jam (m3/jam)

=

85,66 m3/jam

Q

=

85,66 x 4

=

342,64 m3/jam

Lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan volume tanah yang

dipindahkan adalah:

(diasumsikan bahwa pekerjaan galian dan timbunan menggunakan

excavator)

T

=

Volume

Pekerjaan

 

Produksi 4 buah excavator/ jam x 7

 

=

616.803,81 + 437.278,73

 

342,67 x 7

 
 

=

443 Hari

=

17 Bulan

  = 616.803,81 + 437.278,73   342,67 x 7     = 443 Hari = 17
  = 616.803,81 + 437.278,73   342,67 x 7     = 443 Hari = 17

Excavator

4.5.4 Perhitungan Biaya dan Sewa Alat

4.5.4.1 Excavator type komatsu PC 200

Jenis alat

=

Excavator

Merk

=

Komatsu

Type/Model

=

PC 200

Harga sewa

=

Rp. 211.000,00 /jam

Lama sewa

=

443 hari =

17 bulan

Waktu pelaksanaan

=

Juni 2005

Biaya sewa alat excavator adalah:

Biaya sewa dalam satu hari kerja:

= 8 jam x Rp. 211.000,00

= Rp. 1.688.000,00

Biaya sewa dalam satu minggu bekerja:

= 6 hari x Rp. 1.688.000,00

= Rp. 10.128.000,00

Biaya sewa satu bulan ( 26 hari kerja ), maka biaya dalam satu bulan:

= 26 hari x Rp. 1.688.000,00

= Rp. 43.888.000,00

Total biaya sewa selama 17 bulan penggunaan excavator:

= 17 bulan x Rp. 43.888.000,00

= Rp. 746.096.000,00

Biaya untuk mobilisasi dan demobilisasi dalam 1 unit excavator

adalah

Rp. 3.000.000,00

= Rp. 746.096.000,00 Biaya untuk mobilisasi dan demobilisasi dalam 1 unit excavator adalah Rp. 3.000.000,00 Excavator
= Rp. 746.096.000,00 Biaya untuk mobilisasi dan demobilisasi dalam 1 unit excavator adalah Rp. 3.000.000,00 Excavator

Excavator

Total biaya sewa 1 unit excavator termasuk mobilisasi dan demobilisasi:

= Rp. 746.096.000,00 + Rp. 3.000.000,00

= Rp. 749.096.000,00

Biaya sewa 4 unit excavator termasuk mobilisasi dan demobilisasi:

= 4 unit excavator x Rp. 749.096.000,00

= Rp. 2.996.384.000,00

termasuk mobilisasi dan demobilisasi: = 4 unit excavator x Rp. 749.096.000,00 = Rp. 2.996.384.000,00 Excavator 28
termasuk mobilisasi dan demobilisasi: = 4 unit excavator x Rp. 749.096.000,00 = Rp. 2.996.384.000,00 Excavator 28

Excavator

5.1 KESIMPULAN

BAB V

PENUTUP

1. Excavator adalah sebuah jenis alat berat yang terdiri dari mesin di atas roda khusus yang dilengkapi dengan lengan (arm) dan alat pengeruk (bucket) yang digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan berat berupa penggalian tanah yang tidak bisa dilakukan secara langsung oleh tangan manusia.

2. Pada tanggal 24 februari 1839, patent dengan nomor 1089 telah resmi memperoleh validitas. Excavator hasil karya William Smith Otis secara resmi diakui dengan sebutan “The Crane-dredge for excavation and earth removals” (Kren penggali dan pemindah tanah) dan secara resmi merupakan excavator yang pertama kali ada di muka bumi.

3. Excavator banyak digunakan untuk :

1. menggali parit, lubang, dan pondasi,

2. penghacuran gedung,

3. meratakan permukaan tanah,

4. mengangkat dan memindahkan material,

5. mengeruk sungai,

6. pertambangan dan beberapa bidang industri yang menggunakannya

antara lain konstruksi, pertambangan, infrastuktur, dan sebagainya.

bidang industri yang menggunakannya antara lain konstruksi, pertambangan, infrastuktur, dan sebagainya. Excavator 29
bidang industri yang menggunakannya antara lain konstruksi, pertambangan, infrastuktur, dan sebagainya. Excavator 29

Excavator

4. Macam-macam alat gali antara lain back hoe, power shovel, atau juga dikenal sebagai front shovel, dragline, dan clamshell. Backhoe dan front shovel juga disebut alat hidrolis karena bucket yang digerakan secara hidrolis. Pemilihan alat tergantung dari kemampuan alat tersebut pada suatu kondisi lapangan tertentu. Perbedaannya terletak pada benda yang dipasang dibagian depan, akan tetapi semua alat tersebut mempunyai kesaaan pada alat penggerak yaitu roda ban atau crawler.

depan, akan tetapi semua alat tersebut mempunyai kesaaan pada alat penggerak yaitu roda ban atau crawler.
depan, akan tetapi semua alat tersebut mempunyai kesaaan pada alat penggerak yaitu roda ban atau crawler.

Excavator

DAFTAR PUSTAKA

http://masopik.wordpress.com/2009/01/19/alat-gali-excavator/

http://sanggapramana.wordpress.com/2010/07/18/excavator-backhoe-shovel/

http://www.scribd.com/doc/131264744/Excavator

http://www.scribd.com/doc/177481979/Alat-Berat-Untuk-Proyek-Konstruksi

http://www.scribd.com/doc/177481979/Alat-Berat-Untuk-Proyek-Konstruksi Excavator 31
http://www.scribd.com/doc/177481979/Alat-Berat-Untuk-Proyek-Konstruksi Excavator 31

Excavator