Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PENDAHULUAN TENTANG KAMAR OPERASI

DI RUMAH SAKIT GATOT SOEBROTO JAKARTA 2013



DISUSUN OLEH:
ABU SYAIRI

PROGRAM PROFESI NERS KEPERAWATAN
UIN SYARIF HIDAYATLLAH JAKARTA
2013



1. Pengertian
Kamar operasi atau kamar bedah adalah ruangan khusus di Rumah Sakit yang
diperlukan untuk melakukan tindakan pembedahan elektif atau akut yang membutuhkan
keadaan steril. Operasi merupakan tindakan pembedahan pada suatu bagian tubuh
(Hancock, 1999). Operasi (elektif atau kedaruratan) pada umumnya merupakan peristiwa
kompleks yang menegangkan (Brunner & Suddarth, 2002). Perioperatif adalah suatu
istilah gabungan yang mencakup tiga fase proses pembedahan, yaitu: Praoperatif,
Intraoperatif, dan Pascaoperatif. Kesimpulannya, Operasi (perioperatif) merupakan
tindakan pembedahan pada suatu bagian tubuh yang terdiri dari fase Praoperatif,
Intraoperatif dan pascaoperatif (postoperatif) yang merupakan peristiwa yang
menegangkan.

2. Fase Perioperatif
a) Fase Praoperatif: Fase ini dimulai saat intervensi bedah dibuat dan berakhir ketika
pasien dikirim ke meja operasi. Lingkup aktifitas keperawatan: penetapan
pengkajian dasar pasien, menjalani wawancara praoperatif, dan menyiapkan
pasien untuk anestesi pada pembedahan. Macam anestesi yang diberikan :
Anestesi umum yaitu anestesi yang menghambat sensasi di seluruh tubuh;
Anestesi lokal yaitu anestesi yangb menghambat sensasi di sebagian tubuh atau di
bagian tubuh tertentu.
b) Fase Intraoperatif: Fase ini dimulai ketika pasien masuk ke bagian bedah dan
berakhir saat pasien dipindahkan ke ruang pemulihan. Lingkup aktifitas
keperawatan: memasang infus, memberikan medikasi intravena, melakukan
pemantauan fisiologis menyeluruh sepanjang prosedur pembedahan dan menjaga
keselamatan pasien.
c) Fase Pascaoperatif: Fase Pascaoperatif dimulai pada saat pasien masuk ke ruang
pemulihan dan berakhir dengan evaluasi tindak lanjut. Lingkup aktifitas
keperawatan: Mengkaji efek anestesi, membantu fungsi vital tubuh, serta
mencegah komplikasi. Peningkatan penyembuhan pasien dan penyuluhan,
perawatan tindak lanjut.

3. Jenis-Jenis Perawat Kamar Operasi
a. Scrub nurse. Scrub nurse adalah perawat yang berhubungan langsung dengan
tindakan operasi. Scrub nurse bertugas menyiapkan, menyediakan, menghitung
instrumen atau alat yang akan digunakan oleh operator selama operasi
berlangsung. Seorang scrub nurse harus mengetahui setiap set instrumen yang
akan digunakan, selain itu scrub nurse juga dituntut untuk memahami setiap
langkah-langkah operasi.
b. Circulating nurse. Circulating nurse bertugas memantau jalannya operasi,
menjaga agar area steril tidak terkontaminasi, mencatat penggunaan bahan medis
seperti jumlah kassa, jarum, atau mata pisau. Selain itu circulating nurse juga
bertugas untuk melengkapi catatan keperawatan pasien selama operasi
berlangsung.



4. Peran Perawat Perioperatif
a. Fase Pre-Operatif
Keperawatan pre operatif merupakan tahapan awal dari keperawatan perioperatif.
Kesuksesan tindakan pembedahan secara keseluruhan sangat tergantung pada fase
ini. Hal ini disebabkan fase ini merupakan fase awal yang menjadi landasan untuk
kesuksesan tahapan berikutnya. Kesalahan yang dilakukan pada tahap ini akan
berakibat fatal pada tahap berikutnya. Tugas perawat:
Persiapan fisik klien meliputi: status kesehatan fisik secara umum, status
nutrisi, keseimbangan cairan dan elektrolit, pengosongan kandung kemih,
latihan pra-operasi (latihan tarik napas dalam, latihan ROM),
Persiapan penunjang (EKG, pemeriksaan radiologi dan pemeriksaan
laboratorium)
Persiapan jenis anestesi yang diberikan
Informed consent
Persiapan mental dan psikis klien

b. Fase Intraoperatif
Mengatur posisi klien saat akan dioperasi untuk keselamatan klien itu
sendiri
Melakukan pematauan Fisiologis, memperhitungkan efek dari hilangnya
atau masuknya cairan secara berlebihan pada pasien, membedakan data
kardiopumonal yang normal dengan yang abnormal, melaporkan
perubahan-perubahan pada nadi, pernafasan, suhu tubuh dan tekanan
darah pasien.
Memberikan dukungan emosional pada pasien dan mengkaji status
emosional pasien

c. Fase Pascaoperatif
Mengkaji efek dari anesthesia
Memantau tanda-tanda vital klien
mencegah adanya komplikasi dari operasi
Memberikan penyuluhan agar mempercepat proses penyembuhan klien
Perawatan tindak lanjut setelah operasi (rehabilitasi)
Pemulangan

5. Asuhan Keperawatan Perioperatif
Diagnosa keperawatan: Ansietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan
Kriteria hasil: setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam, rasa
cemas/ansietas teratasi
Intervensi Keperawatan:
i. Awasi respon fisiologis (takipnea, palpitasi, pusing, sakit kepala, sensasi
kesemutan)
ii. Dorong pernyataan takut dan ansietas dan berikan umpan balik.
iii. Berikan informasi akurat, nyata tentang apa yang dilakukan
iv. Dorong orang terdekat tinggal dengan pasien, berespon terhadap tanda
panggilan dengan cepat. Gunakan sentuhan dan kontak mata dengan cepat
v. Tunjukkan teknik relaksasi, contoh : visualisasi, latihan napas dalam,
bimbingan imajinasi
vi. Berikan obat sesuai dengan indikasi dokter