Anda di halaman 1dari 64
Pemanfaatan miroorganisme dalam pengembangan obat Marlia Singgih Wibowo Sekolah Farmasi ITB
Pemanfaatan miroorganisme dalam pengembangan obat Marlia Singgih Wibowo Sekolah Farmasi ITB

Pemanfaatan miroorganisme dalam pengembangan obat

Marlia Singgih Wibowo Sekolah Farmasi ITB

Tokoh mikrobiologi dunia

Tokoh mikrobiologi dunia Louis Pasteur Alexander Flemming

Louis Pasteur

Tokoh mikrobiologi dunia Louis Pasteur Alexander Flemming

Alexander Flemming

Penyakit Infeksi

Disebabkan oleh Mikroba patogen

Bakteri

Fungi

Algae

Parasit

Mikroba pada Gigi

Mikroba pada Gigi Karies pada gigi Streptococcus sobrinus Streptococcus mutans Perlu Antibiotik untuk mengobati nya ??

Karies pada gigi

Streptococcus

sobrinus

Streptococcus

mutans

Mikroba pada Gigi Karies pada gigi Streptococcus sobrinus Streptococcus mutans Perlu Antibiotik untuk mengobati nya ??

Perlu Antibiotik untuk mengobati nya ??

SUBCUTANEOUS MYCOSES

SUBCUTANEOUS MYCOSES BLASTOMYCOSIS PARACOCCIDIOIDOMYCOSIS Antibotik : sulfamethoxypyridazine and sulfadimethoxine

BLASTOMYCOSIS

SUBCUTANEOUS MYCOSES BLASTOMYCOSIS PARACOCCIDIOIDOMYCOSIS Antibotik : sulfamethoxypyridazine and sulfadimethoxine

PARACOCCIDIOIDOMYCOSIS

Antibotik :

sulfamethoxypyridazine and sulfadimethoxine

HISTOPLASMOSIS - DARLING'S DISEASE

HISTOPLASMOSIS - DARLING'S DISEASE Antifungi yang digunakan : Amphotericin B, Ketokenazol
HISTOPLASMOSIS - DARLING'S DISEASE Antifungi yang digunakan : Amphotericin B, Ketokenazol
HISTOPLASMOSIS - DARLING'S DISEASE Antifungi yang digunakan : Amphotericin B, Ketokenazol

Antifungi yang digunakan : Amphotericin B, Ketokenazol

Antibiotik

Antibiotik didefinisikan sebagai suatu senyawa yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri.

Sampai hari ini ketergantungan kita terhadap antibiotik tidak dapat dipungkiri. Di tahun 1998, di United States, dilaporkan sekitar 80 juta resep (prescriptions) antibiotik diterbitkan untuk keperluan penyembuhan penyakit infeksi pada manusia , dan hal itu equivalen dengan sekitar 12.500 ton antibiotik dalam 1 tahun .

Secara umum cara kerja antibiotik merupakan salah satu dari 5 cara berikut :

Inhibisi sintesis asam nukleat (mis. Rifampicin; Chloroquine)

Inhibisi sintesis protein (mis. Tetracyclines; Chloramphenicol)

Aksi pada membran sel (mis. Polyenes; Polymyxin)

Interferensi dgn sistem enzyme (mis. Sulphamethoxazole)

Aksi pada dinding sel (mis. Penicillin; Vancomycin)

Mekanisme kerja antibiotik pada bakteri

Mekanisme kerja antibiotik pada bakteri

Penemuan baru dan perkembangan antibiotik

In 1928, Alexander Fleming menemukan penisilin antibiotik pertama yang dihasilkan oleh suatu jamur (mould) Penicillium notatum yang tumbuh di atas cawan yagng berisi bakteri Staphylococcus yang sedang tumbuh.

Selanjutnya walaupun telah diencerkan 800 kali kultur jamur tersebut tetap dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

Struktur dasar Penisilin

Alexander Flemming, 1928
Alexander Flemming, 1928

Biosintesis penisilin dan sefalosporin

L-α-aminoadipic acid L-cysteine L-valine δ-(L-α-aminoadipyl)-L-cystein
L-α-aminoadipic acid
L-cysteine
L-valine
δ-(L-α-aminoadipyl)-L-cystein

δ-(L-α-aminoadipyl)-L-cystein-D-valine

δ -(L- α -aminoadipyl)-L-cystein-D-valine Siklisasi 2 tahap Isopenicilin N 3 prekursor asam amino:

Siklisasi 2 tahap

Isopenicilin N

3 prekursor asam amino:

L-valine, L-cystein, L- α-aminoadipat

asam amino: L-valine, L-cystein, L- α -aminoadipat C.Acremoneum, Streptomyces sp. Penicillium chrysogenum

C.Acremoneum, Streptomyces sp.

L- α -aminoadipat C.Acremoneum, Streptomyces sp. Penicillium chrysogenum Penicilin N Penicilin G

Penicillium chrysogenum

Penicilin N

Penicilin G

sp. Penicillium chrysogenum Penicilin N Penicilin G Deacetoxycephalosporin C Deacetylcephalosporin C

Deacetoxycephalosporin C

sp. Penicillium chrysogenum Penicilin N Penicilin G Deacetoxycephalosporin C Deacetylcephalosporin C Cephalosporin C

Deacetylcephalosporin C

sp. Penicillium chrysogenum Penicilin N Penicilin G Deacetoxycephalosporin C Deacetylcephalosporin C Cephalosporin C

Cephalosporin C

Perkembangan penemuan antibiotik

Perkembangan penemuan antibiotik • Di tahun 1939, Ernst Chain dan Howard Florey mengembangkan cara mengisolasi

Di tahun 1939, Ernst Chain dan Howard Florey mengembangkan cara mengisolasi penisilin dan menggunakan nya pada Perang Dunia II.

Beberapa strategi telah dilakukan untuk menemukan senyawa antibiotik baru. Kandidat yang Potential sebagai natural antibiotics ditemukan dengan cara screening terhadap spesies bakteri dan fungi yang memiliki aktivitas antimikroba.

Semi-sintetik antibiotik dibuat dengan cara memodifikasi natural antibiotics

Obat Sintetik dirancang dengan mempelajari mekanisme virulensi bakteri patogen

Pembentukan eritromisin

Pembentukan eritromisin

Oleh karena penggunaan antibiotik semakin luas, prevalensi resistensi antibiotik oleh bakteri sangat meningkat

Hasil evaluasi di Atlanta USA, 25% dari kasus pneumonia oleh bakteri terbukti resisten terhadap pensilin, sementara 25% lainnya sudah resisten terhadap lebih dari satu antibiotik.

Kasus retensi mikroba patogen menaikkan dosis nya atau mengganti dengan antibiotik baru

Resistensi Bakteri

Resistensi Bakteri • Kasus resistensi yang meluas, memaksa para peneliti untuk mencari dan mengembangkan antibiotik

Kasus resistensi yang meluas, memaksa para peneliti untuk mencari dan mengembangkan antibiotik baru agar memperoleh obat yang efektif dalam mengobati penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakateri patogen.

Modifikasi antibiotik yang telah ada termasuk salah satu usaha meningkatkan kinerja antibiotik

oleh bakateri patogen. • Modifikasi antibiotik yang telah ada termasuk salah satu usaha meningkatkan kinerja antibiotik

Terjadinya resistensi

Diperoleh melalui mutasi spontan

Vertical gene transfer

Lateral or horizontal gene transfer (transduksi, transformasi atau konjugasi)

Inaktivasi enzim terhadap antibiotik

The first rule of antibiotics is try not to use them, and the second rule
The first rule of antibiotics is try not to use them, and the second rule
The first rule of antibiotics is try not to use them, and the second rule

The first rule of antibiotics is try not to use them, and the second rule is try not to use too many of them —Paul L. Marino, The ICU Book

Mekanisme resistensi pada bakteri

Mekanisme resistensi pada bakteri

Bakteri menjadi drug-resistant melalui berbagai cara , salah satunya adalah dengan memproduksi enzim yang dapat meng”inaktif”kan molekul antibiotik yang ada sehingga tidak lagi efektif membunuh bakteri

Kasus MRSA (Methicilin-Resistant Staphylococcus aureus)

yang ada sehingga tidak lagi efektif membunuh bakteri Kasus MRSA (Methicilin-Resistant Staphylococcus aureus) Supergerm
yang ada sehingga tidak lagi efektif membunuh bakteri Kasus MRSA (Methicilin-Resistant Staphylococcus aureus) Supergerm

Supergerm

Proses multiresistensi antibiotik

Proses multiresistensi antibiotik

Beberapa contoh kasus resistensi

Beberapa contoh kasus resistensi

Penggunaan antibiotik dalam makanan ternak merupakan salah satu penyebab resistensi bakteri terhada antibiotik . Beberapa bakteri yang ada dalam makanan (Foodborne), seperti Salmonella, E. coli dan Campylobacter adalah bakteri yang bersimbiosis dengan hewan ternak sapi dan ayam.

, seperti Salmonella, E. coli dan Campylobacter adalah bakteri yang bersimbiosis dengan hewan ternak sapi dan
, seperti Salmonella, E. coli dan Campylobacter adalah bakteri yang bersimbiosis dengan hewan ternak sapi dan
Salah satu penggunaan yang salah : antibiotik untuk mengatasi penyakit yg disebabkan virus

Salah satu penggunaan yang salah : antibiotik untuk mengatasi penyakit yg disebabkan virus

Usaha memerangi resistensi bakteri

Para peneliti mempelajari bentuk molekul dari enzim yang dihasilkan oleh drug-resistant bacteria, kemudian mencoba untuk mendesain "fighter molecules" yang secara tepat dapat men”deaktif”kan enzim tersebut, sehingga bakteri akan sensitif kembali terhadap antibiotik yang sama.

Mencari sumber antibiotik baru

enzim tersebut, sehingga bakteri akan sensitif kembali terhadap antibiotik yang sama. • Mencari sumber antibiotik baru

The discovery of antibiotics

Untuk memerangi terjadinya kejadian resistensi bakteri, industri farmasi harus selalu mengembangkan penelitian bersama perguruan tinggi dan lembaga penelitian dalam menemukan antibiotik baru demi mempertahankan efektivitas pengobatan penyakit infeksi dengan antibiotik

Top 25 Biotechnol Company (2011)

Abbott Laboratories

Amgen, Inc.

AstraZeneca Pharmaceuticals

Bayer HealthCare Pharmaceuticals

Biogen Idec Inc.

Boehringer Ingelheim Pharmaceuticals, Inc.

Bristol-Myers Squibb Company

Chiron Corporation

Eli Lilly and Company

Forest Laboratories.

Genentech, Inc.

Genzyme Corporation

Gilead Science, Inc.

GlaxoSmithKline LLC

Johnson & Johnson

Merck / Schering-Plough Pharmaceuticals

MGI Pharma, Inc./ Eisai

Millennium Pharmaceuticals, Inc.

Mylan Pharmaceuticals Corporation

Novaris Pharmaceuticals Corporation

Pfizer

Roche Diagnostics Corporation

Sanofi-Aventis

Takeda Pharmaceuticals North America, Inc.

Teva Pharmaceutical Industries Ltd.

• Kebutuhan antibiotik sejak 1940 sampai sekarang (Sumber : Timeline of Antibiotics)

Kebutuhan antibiotik sejak 1940 sampai sekarang (Sumber : Timeline of Antibiotics)

Berbagai cara penemuan obat baru

Berbagai cara penemuan obat baru

Obat baru untuk TB

Setelah Percobaan klinik tahap I dilanjutkan kepada tahap II dan III, persetujuan dari Badan pengawasan Makanan dan Obat (FDA) diberikan kepada Antibiotik bagi TB itu kini diberi nama diarylquinolones. Diarylquinolone TMC207 merupakan preparat baru yang mempunyai potensi sebagai antituberculosis. Mekanisme antituberculosis dari diarylquinolone TMC207 ini adalah dengan cara menghambat sintetase- ATP dari kuman Mycobaterium.

antituberculosis dari diarylquinolone TMC207 ini adalah dengan cara menghambat sintetase- ATP dari kuman Mycobaterium.
antituberculosis dari diarylquinolone TMC207 ini adalah dengan cara menghambat sintetase- ATP dari kuman Mycobaterium.

Pegagan bahan alam untuk mengobati TB

Centella asiatica

Pegagan  bahan alam untuk mengobati TB • Centella asiatica

Tahapan pencarian antibiotik baru

Skrining awal kandidat antibiotik (in-vitro, in-silico)

Uji mutagenitas (uji Ames)

Uji toksisitas (LD50)

Uji aktivitas antimikroba (MIC,MBC) (CLSI method)

Uji potensi antibiotik (Kirby Bauer method)

Peneliti Norwegian meneliti new antibiotik baru dari bakteri yang ada di laut sekitar perairan Norwegia.

Peneliti Norwegian meneliti new antibiotik baru dari bakteri yang ada di laut sekitar perairan Norwegia. The Norwegian University of Science and Technology (NTNU) dan Pusat Penelitian SINTEF telah melakukan bioprospecting selama 5-6 tahun untuk mencari seenyawa-senyawa penting yang dihasilkan oleh bakteri laut (marine bacteria). Bakteri-bakteri tersebut dievaluasi fisiologi dan genetik nya, dilakukan screening modern dan dicoba produksinya di laboratorium fermentasi

Metabolit sekunder untuk pertahanan diri atau kompetisi dengan mikroba lain

Metabolit sekunder untuk pertahanan diri atau kompetisi dengan mikroba lain
Seleksi mikroorganisme • Mikroorganisme yang digunakan dalam proses fermentasi biasanya bukan yang wild type .

Seleksi mikroorganisme

Mikroorganisme yang digunakan dalam proses fermentasi biasanya bukan yang wild type. Umumnya telah dilakukan modifikasi atau mutasi secara genetik untuk menghasilkan galur mikroba yang unggul

Strain improvement (pemuliaan galur) dilakukan secara fisik, kimia maupun rekayasa genetik

Mutasi fisik misalnya dengan penyinaran ultraviolet , x-rays

Mutasi kimia dengan senyawa kimia tertentu,

Mutasi biologi dengan cara gene amplification,dimana beberapa salinan gen pengkode enzim yang terlibat dalam produksi antibiotik yang dituju dapat diinsersikan ke dalam suatu plasmid, lalu di insersi kan ke dalam sel host untuk produksi.

Menguji aktivitas antimikroba

Menguji aktivitas antimikroba
Menguji aktivitas antimikroba

Perubahan morfologi pada Streptomyces.sp saat diinduksi oleh senyawa atau molekul tertentu

Perubahan morfologi pada Streptomyces.sp saat diinduksi oleh senyawa atau molekul tertentu

Uji sensitivitas mikroba terhadap beberapa antibiotik

Uji sensitivitas mikroba terhadap beberapa antibiotik

Menggali potensi mikroorganisme dalam penemuan obat baru

Perbaikan prosedur Culturing

Extremophiles

Endophytes

Mikroba laut

Biosintesis Kombinatorial

baru • Perbaikan prosedur Culturing • Extremophiles • Endophytes • Mikroba laut • Biosintesis Kombinatorial

Perbaikan Prosedur Culturing

Perkembangan terbaru tentang teknik pengambilan biakan dari alam (terutama dari laut dan tanah) (sea- water and soil)

Gel-encapsulated single cells (gel micro-droplets = GMDs)

Proses ini mencegah terjadinya “over growth” oleh mikroba yang cepat tumbuh, dan dapat menstimulasi pertumbuhan mikroba yang termasuk slow-growing microbes

Mikroba yang sulit di biak kan secara in-vitro

Acuan dalam mengeksplor tanah untuk menggali potensi mikroba nya serta guideline untuk proses produksi

Acuan dalam mengeksplor tanah untuk menggali potensi mikroba nya serta guideline untuk proses produksi
Acuan dalam mengeksplor tanah untuk menggali potensi mikroba nya serta guideline untuk proses produksi

Extremophiles

Mikroba yang hidup dalam habitat yang ekstrem, misalnya yang bersifat asidofil (acidic sulfurous hotsprings) atau alkalofil (danau yang bersifat alkali)

Mikroba termofil dan hipertermofil

Mikroba yang hidup dalam air yang mengandung metal atau lingkungan dengan polusi tinggi

Endophytes

Mikroba yang berasosiasi dengan tumbuhan

Dapat bersifat simbiosis atau patogenik

Banyak ditemukan senyawa bioaktif baru, contoh:

kakadumycin dari endofit Streptomycete pada tanaman Grevillea pteridifolia,

Endofit Aspergillus nidulans agent

anti-cancer

Mikroba laut

Sedimen laut dalam merupakan sumber yang potensial karena terdapat bakteri Actinomycete yang unik , misalnya Salinospora yang menghasilkan senyawa Salinosporamide A suatu inhibitor proteasome yang sangat poten

Endo-symbiosis antara fungi dan bakteri :

Rhizopus dan Burkholderia menghasilkan senyawa Rhizoxin , semula dikembangkan sebagai pest-control, lalu menjadi anticancer drug

Biosintesis Kombinatorial

Penggalian informasi tentang peran dan fungsi PKS (Polyketide Synthase Enzymes) dan gen nya pada beberapa bakteri

Peran dan fungsi NRP (Non-Ribosomal peptide synthetase)

Kombinasi informasi ini dapat diarahkan kepada sintesis senyawa baru melalui proses rekayasa genetik

Contoh : sintesis Epothilone dari myxobacterium Sorangium cellulosum

Bagaimana produksi antibiotik /obat baru setelah ditemukan kandidat nya?

Pengembangan skala lab

/obat baru setelah ditemukan kandidat nya? Pengembangan skala lab Pengembangan skala pilot Pengembangan skala industri

Pengembangan skala pilot

/obat baru setelah ditemukan kandidat nya? Pengembangan skala lab Pengembangan skala pilot Pengembangan skala industri

Pengembangan skala industri

Antibiotik diproduksi dalam skala industri melalui proses fermentasi atau total sintesis kimia atau kombinasi kedua nya

Proses Fermentasi dengan menggunakan inokulum mikroba minimum dalam large containers (100,000–150,000 liters or more), dengan pengaturan oksigen dialirkan ke dalam medium cair, pengaturan suhu dan pH.

Oleh karena antibiotik adalah metabolit sekunder, jumlah nya harus dikontrol dengan baik untuk mendapatkan hasil yang optimal. Setelah proses produksi selesai, antibiotik yang terbentuk harus diekstraksi, isolasi, dan dimurnikan.

Berbagai cara pemurnian telah dikembangkan antara lain melalui cara kromatografi penukar ion, adsorpsi, atau pengendapan kimiawi .

Cara sintesis kimia melibatkan reaksi berantai yang menggunakan pelarut organik, katalis dan proses kimia lainnya.

. • Cara sintesis kimia melibatkan reaksi berantai yang menggunakan pelarut organik, katalis dan proses kimia

Tahapan dalam proses fermentasi

Formulasi medium untuk mikroorganisme

Sterlisasi medium dan persiapan lainnya

Produksi yang aktif dan inokulasi kultur murni

Ekstraksi produk dan pemurnian

Penanganan produk limbah (effluent)

Proses fermentasi secara umum :

contoh Sacharomyces cereviseae

Proses fermentasi secara umum : contoh Sacharomyces cereviseae

Sistem kultur untuk pertumbuhan dan produksi menggunakan mikroorganisme

Sistem batch (kultur curah)

Sistem fed-batch (kultur curah umpan)

Sistem continuous (kultur sinambung)

curah) • Sistem fed-batch (kultur curah umpan) • Sistem continuous (kultur sinambung) Batch Fed-batch Continuous

Batch

curah) • Sistem fed-batch (kultur curah umpan) • Sistem continuous (kultur sinambung) Batch Fed-batch Continuous

Fed-batch

Continuous
Continuous

Fermentor

Fermentor
Fermentor

Kontrol pada proses fermentasi contoh : produksi Sefalosforin

Kontrol pada proses fermentasi contoh : produksi Sefalosforin

Modifikasi sruktur antibiotik kuinolon

MODIFIKASI

EFEK

Satu atom Fluor di posisi C-6

Meningkatkan aktivitas inhibisi DNA girase

Atom Fluor kedua pada posisi C-8

Meningkatkan absorpsi , memperpanjang waktu eliminasi, memingkatkan fototoksisitas

Gugus Piperazin pada posisi C-7

Meningkatkan aktivitas terhadap bakteri Gram negatif Staphylococci dan Pseudomonas

Alkilasi cincin C-7

Memperbaiki aktivitas terhadap bakteri Gram positif

Gugus metil pada atom N di cincin C-7 piperazin

Meningkatkan eliminasi dan memperbaiki bioavalibilitas

Uji bakteriostatik dan bakterisida

Uji bakteriostatik dan bakterisida

KLT untuk identifikasi kandungan metabolit sekunder dari biakan mikroba

KLT untuk identifikasi kandungan metabolit sekunder dari biakan mikroba

Proses PCR dilanjutkan dengan Elektroforesis

546,15 bp

1

2

3

4

5

PCR dilanjutkan dengan Elektroforesis 546,15 bp 1 2 3 4 5 NOTE : 1. DNA marker

NOTE :

1. DNA marker λ/HindIII/EcoRI

2. DNA plasmid pSTA14 (isolated)

3. DNA plasmid pSTA14 (PCR product/ positive control)

4. DNA transformants (PCR product with plasmid)

5. DNA mutant (PCR product / negative control)

with plasmid) 5. DNA mutant (PCR product / negative control) 811 bp Conclusion : gene niaD

811 bp

5. DNA mutant (PCR product / negative control) 811 bp Conclusion : gene niaD in pSTA14

Conclusion : gene niaD in pSTA14 plasmid proved existed in transformant cells

KONDISI DI INDONESIA
KONDISI DI INDONESIA

• Bidang usaha kefarmasian nasional masih didominasi oleh perdagangan (trading), dan masih sangat lemah dibidang manufakturing

• Perusahaan farmasi lokal, yang sampai saat ini berjumlah 344 masih terkonsentrasi pada pengembangan formula, yang bahan baku obatnya 95% masih diimpor

• Untuk pasar antibiotik, amoksisilin masih merupakan kebutuhan tertinggi

bahan baku obatnya 95% masih diimpor • Untuk pasar antibiotik, amoksisilin masih merupakan kebutuhan tertinggi Sumber
bahan baku obatnya 95% masih diimpor • Untuk pasar antibiotik, amoksisilin masih merupakan kebutuhan tertinggi Sumber

Sumber :

Fakta dan Data

Kebutuhan tahun 2007: Amoksisilin 892,7 ton;

Ampisilin: 79,8 ton;

ton (Data Deputi I Badan POM)

Sefalosporin dan derivatnya 260

Baru satu industri di Indonesia yang memproduksi amoksisilin dengan bahan baku diimpor dari China (6-APA dan Dane Salt)

Perlunya kemandirian nasional dalam pemenuhan kebutuhan amoksisilin

diimpor dari China (6-APA dan Dane Salt) • Perlunya kemandirian nasional dalam pemenuhan kebutuhan amoksisilin Sumber

Sumber :

diimpor dari China (6-APA dan Dane Salt) • Perlunya kemandirian nasional dalam pemenuhan kebutuhan amoksisilin Sumber

Produksi Sepuluh Antibiotik Terbesar (2007)

Sumber :

Produksi Sepuluh Antibiotik Terbesar (2007) Sumber : NO JENIS ANTIBIOTIK JUMLAH PRODUKSI (Kg) PRESENTASE (%)

NO

JENIS ANTIBIOTIK

JUMLAH PRODUKSI (Kg)

PRESENTASE (%)

1

Amoxicillin

892,713.21

72.54

2

Cefadroxil

224,775.96

18.26

3

Ampicillin

79,763.39

6.48

4

Cefotaxime

13,148.97

1.07

5

Ceftriaxone

13,039.53

1.06

6

Cefixime

3,234.18

0.26

7

Cefuroxim

1,623.03

0.13

8

Cefotiam

1,319.63

0.11

9

Ceftazidime

682.55

0.06

10

Cefradin

371.61

0.03

Biosintesis penisilin dan turunannya (Ferreira et al ., 2000) Sumber :

Biosintesis penisilin dan turunannya (Ferreira et al., 2000)

Sumber :

Biosintesis penisilin dan turunannya (Ferreira et al ., 2000) Sumber :

Topik Penelitian dengan Mahasiswa S3 di Sekolah Farmasi ITB

Fermentasi antibiotik Sefalosporin dan Pemuliaan galur Cephalosporium acremonium dengan cara mutasi sinar uv

Produksi antikolesterol (Lovastatin) dari Aspergillus terreus dan Monascus purpureus dengan cara fermentasi

Pemuliaan galur Aspergillus terreus melalui fusi protoplast, copy gen produksi.

Studi Transformasi genetik Monascus purpureus.

Studi protein spesifik dari Mycobacterium tuberculosis untuk mencari kandidat vaksin baru untuk penyakit TBC

Fermentasi dan modifikasi pigmen karotenoid dari jamur oncom Neurospora sp. untuk pewarna obat, makanan dan kosmetika

Produksi Plantaricin dari Lactobacillus plantarum sebagai anti Candida albicans

Contoh Topik Penelitian Mahasiswa S1 dan S2 di Sekolah Farmasi ITB dalam rangka pencarian senyawa antimikroba

Antibacterial Activity of Cinnamomum cassia L. Barks and Salvadora persica L. Heartwood Extracts Against Dental Caries Bacteria

Marlia Singgih, Irda Fidrianny, Khaliesah Aimi Kamal Ariffin

ANTIMICROBIAL ACTIVITY OF ETHANOL EXTRACT OF INDONESIAN TEA LEAVES (Camellia sinensis L.) AGAINST Streptococcus mutans ISOLATED FROM DENTAL CARIES PATIENTS

Marlia Singgih Wibowo, Irda Fidrianny, Novrita Lestia Utami

AKTIVITAS ANTIMIKROBA REMPAH – REMPAH TERHADAP BAKTERI PATOGEN PADA MAKANAN KERANG LAUT

Marlia Singgih, Amanda Bernadine

FORMULASI SAMPO ANTI KETOMBE YANG MENGANDUNG TEA TREE OIL DAN PENGUJIAN AKTIVITAS SEDIAAN TERHADAP MALASSEZIA FURFUR Jessie S.Pamudji, Marlia Singgih, Angelia

Mol. Nutr. Food Res. 2008, 52, 000 – 000

DOI10.1002/mnfr.200700282

Research Article

Identification and quantification of methylglyoxal as the dominant antibacterial constituent of Manuka (Leptospermum scoparium) honeys from New Zealand

Elvira Mavric, Silvia Wittmann, Gerold Barth, and Thomas Henle Institute of Food Chemistry, Technische Universitt Dresden, Dresden, Germany Institute of Microbiology, Technische Universitt Dresden, Dresden, Germany