Anda di halaman 1dari 1

Penginjilan Holistik

Penginjilan Holistik atau sering disebut sebagai misi holistik merupakan tema penting dalam
misiologi. Mengapa? Karena sebenarnya praktik misi pemberitaan Injil jemaat Kristen seharusnya bersifat
holistik. Misi yang dilakukan gereja selama ini dianggap sudah bersifat fragmentaris, bukan suatu
keutuhan lagi. Banyak yang memisahkan dengan tajam antara pemberitaan Injil dengan perbuatan sosial.
Misi seharusnya dipandang sebagai suatu tindakan utuh yang meliputi baik pemberitaan Injil maupun
perbuatan sosial. Kedua hal tersebut sangatlah penting dan bisa dikatakan saling berkaitan.
Kata misi berasal dari bahasa Latin mitto yang merupakan terjemahan dari kata Yunani
apostello, yang artinya mengutus. Secara umum dapat merujuk kepada pengutusan seseorang untuk
tujuan khusus. Dalam konteks kekristenan, misi dipahami sebagai pengutusan gereja universal ke dalam
dunia untuk menjangkau orang-orang kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat (pemberitaan Injil),
khususnya melalui sekelompok pekerja yang kita kenal sebagai misionaris. Sedangkan kata holistik
berasal dari kata whole (Inggris) yang artinya seluruhnya, sepenuhnya. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia mempunyai pengertian ciri pandangan yang menyatakan bahwa keseluruhan sebagai suatu
kesatuan lebih penting daripada satu-satu bagian dari suatu organisme. Istilah ini memang banyak
digunakan oleh beberapa kalangan saat ini untuk menunjukkan bentuk pelayanan, akan tetapi seringkali
juga disalahartikan bahwa penginjilan holistik merupakan pelayanan yang berbentuk pelayanan sosial.
Penginjilan holistik dapat dilakukan oleh siapapun dan bukan hanya kaum misionaris saja.
Manusia diciptakan Tuhan yang terdiri tubuh, jiwa, dan roh memiliki interaksi dengan lingkungan berupa
aktifitas sosial, politik dan budaya. Keseluruhan aspek inilah yang harus diperhatikan jika kita sebagai
anak-anak Kristus ingin memenangkan mereka kepada Sang Juruselamat. Kreatifitas sangatlah dituntut
dalam penginjilan holistik ini dan kita sebagai mahasiwa Kristus adalah sosok yang sudah tepat untuk
pekerjaan mulia ini. Namun tidaklah harus dalam bentuk kegiatan sosial sebab yang ditunjukkan oleh
Yesus dan Paulus adalah bukti bahwa penginjilan dilakukan seutuhnya (Matius 9 : 11; Yohanes 4: 1-42; 1
Korintus 9 : 20-22).