Anda di halaman 1dari 24

GRAND DESIGN

KEILMIAHAN ITS
2013















BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sebagai insan akademis, mahasiswa tent u t idak bisa dilepaskan dari
lingkungan ilmiah yang berada dalam ruang lingkup dunia keilmuan. Dengan
posisi t ersebut, mahasiswa pun ditunt ut unt uk bisa akrab dengan dunia
lit erasi, baik membaca maupun menulis. Aktivitas literasi tersebut akan semakin
memperkaya wawasan mahasiswa dan membentuk kerangka berpikirnya. Lebih dari it u,
kedua akt ivit as lit erasi t ersebut akan semakin mengokohkan posisi maha-siswa
sebagai insan akademis.
Dalam posisi t ersebut, mahasiswa memiliki t anggung jawab moral
untuk dapat menyampaikan ilmu yang didapat nya kepada khalayak umum.
Ilmu yang didapat bisa saja melahirkan gagasan baru yang inovat if sehingga
akan sangat bermanfaat bagi dunia kelimuan, terlebih lagi untuk masyarakat. Selain
dengan mengajarkan, penyampaian gagasan dan ilmu dapat dilakukan dengan
menulis. Menulis adalah sarana yang efekt if dalam penyampaian gagasan.
Kemampuan menulis merupakan kewajiban set iap mahasiswa sebagai
seor a ng t e r pe l a j a r . Me nu l i s me ma ng buka n pe r ka r a muda h, t a pi j uga
buka n perkara sulit. Tulisan yang dihasilkan harus dapat
dipert anggungjawabkan, baik dari isi maupun kebenaran ilmiah. Oleh karena
it u, untuk dapat menghasilkan t ulisan yang berkualit as dan dapat
dipert anggungjawabkan, seyo-gianya mahasiswa harus terus belajar. Tradisi menulis
mahasiswa bukan hanya sekedar pada lingkup penulisan makalah at au tugas, tapi
juga pada lingkup penyampaian gagasan sebagai upaya pendokument asian
sejarah pribadi.
Menulis it u pent ing, bahkan erat kaitannya dengan peradaban.
Menulistelah menjadi kebutuhan pokok dan tradisi bagi kalangan terpelajar,
akademisi,i nt e l e kt ua l , da n pa r a pe mi mp i n be s a r du ni a pa da z a ma nnya
s e j a k r a t us a nt ahun silam. Tidak menulis adalah kejahat an yang sepatut nya
t idak dilakukan oleh kalangan t erpelajar.
Oleh karena it u, perlu adanya pelat ihan keilmiahan berjenjang unt uk
mencipt akan iklim keilmiahan di ITS semakin meningkat. Di mana dit ahun
pert ama, mahasiswa baru perlu adanya pelat ihan dalam pengenalan karya tulis
ilmiah serta PKM lima bidang maupun PKM GT. Untuk mahasiswa yang t elah
ahli dalam format penulisan karya t ulis ilmiah, hendaknya perlu adanya
pengarahan/pelat ihan agar dapat menjadi pendamping keilmiahan unt uk
mendampingi mahasiswa baru dalam pembuatan karya tulis. Sedangkan
didalam pelat ihan karya t ulis, perlu diperlukan seorang trainer untuk mengisi
mat eri. Sehingga perlu adanya training for trainer unt uk mencipt akan sosok
trainer keilmiahan yang ahli dibidangnya serta mampu menginspirasi KM ITS.
1



1. 2 Tahapan Perumusan

Dalam merancang sebuah pelatihan keilmiahan berjenjang, seperti PKTI, PKMGT,
PKM lima bidang, pendamping keilmiahan ataupun training for trainer maka dibutuhkan
konsep terstruktur (Grand design) yang menjadi core rangkaian pelatihan keilmiahan di
ITS. Berikut tahapan dalam perumusan Grand Design Keilmiahan ITS 2013 :






































2
























Mahasiswa Baru
ITS

GERIGI ITS
Mahasiswa ITS yang
mengenal budaya
keilmiahan di ITS
Pengenalan PKM
lima bidang

PKTI
Pengenalan
PKMGT
Mahasiswa ITS yang
memiliki semangat berkarya

Pelatihan
Pendamping
Keilmiahan
Mahasiswa ITS yang
memiliki pola pikir ilmiah
Training
For Trainer
Mahasiswa ITS yang
memiliki semangat
menginisiasi dan
menginspirasi KM ITS
dibidang keilmiahan
3



BAB II
ANALISIS KONDISI LINGKUNGAN

Pada Bab ini akan dijelaskan proses identifikasi keberlanjutan dan kelayakan
digelarnya pelatihan keilmiahan PKTI, PKM 5 bidang, PKM GT, Pendamping Keilmiahan
dan Training for Trainer tahun 2013. Mengambil dari sudut pandang Trainer Keilmiahan
Breakthrough maka dilakukan analisa kondisi lingkungan.
Tahapan ini merupakan proses untuk menangkap dan mengenali kondisi internal
Trainer Keilmiahan Breakthrough sebagai konseptor dan tim yang mendesain pelatihan
keilmiahan 2013. Tahapan ini memulai analisa dengan sudut pandang SWOT. Berikut
analisa VOD Trainer Keilmiahan Breakthrough ITS 2013.

1. Bintang Wahyu Syah 1510 100 0055 Biologi

Kondisi Eksisting :
a. Menurut sebagian besar mahasiswa baru pelatihan karya tulis membosankan.
b. Adanya anggapan bahwa karya tulis identik dengan PKM.
Evaluasi :
a. Keberadaan trainer keilmiahan kurang dirasakan oleh KM ITS, terutama dikalangan
mahasiswa baru.
b. Sulitnya mendapatkan pendamping keilmiahan di masing-masing jurusan sehingga perlu
adanya pelatihan pendamping keilmiahan di tingkat fakultas.
Harapan :
a. Adanya pelatihan karya tulis berjenjang.
b. Perubahan mainset membuat karya tulis menjadi berkarya, berprestasi serta memberikan
nilai kebermanfaatan.

2. Muhammad Fauzan Aristyo 2210 100 040 Teknik Elektro

Kondisi Eksisting
a. Antusiasme mahasiswa ITS untuk mengikuti kegiatan keilmiahan khususnya PKM
mengalami penurunan.
b. Tiap jurusan memiliki standar akan keilmiahan yang beragam
c. Kegiatan lomba yang diarahkan hanya lomba
d. lomba yang diadakan annual oleh dikti
Evaluasi
a. Penurunan antusiasme mahasiswa ITS khususnya pada bidang PKM disebabkan alur
pengajuan yang kurang terstruktur.
b. Standar keilmiahan di tiap jurusan beragam, sehingga output tidak merata pada tiap
jurusan.
4


c. Masih banyak lomba keilmiahan lainnya yang prestigious yang bisa diusung untuk
diarahkan.
Harapan
a. Alur pengajuan di bidang keilmiahan khususnya di bidang PKM harus dipaparkan secara
jelas dan diusahakan tidak berubah.
b. Diperlukan koordinasi dalam pengolahan keilmiahan di tiap jurusan, sehingga output
dapat merata dan tujuan dari keilmiahan ITS dapat terarah
c. ITS melalui BEM dapat mengarahkan untuk kegiatan lomba lainnya.

3. Hani Ramadhan 5110 100 042 Teknik Informatika

Kondisi Eksisting
a. Belum meratanya atmosfer keilmiahan yang ada di tiap jurusan di ITS.
b. Pengetahuan mahasiswa ITS dalam keilmiahan masih hanya dalam ranah PKM.
c. Kecenderungan mahasiswa ITS dalam pembuatan karya masih hanya sekedar
penghargaan dan lomba semata, belum untuk kebermanfaatan.
d. Banyak karya mahasiswa ITS yang masih melenceng dalam bidang keprofesiannya,
sekali pun ada masih belum dimaksimalkan untuk peluang di ranah lain.
e. Alur kaderisasi di ITS yang masih cenderung diberatkan ke pengembangan manajerial.
Evaluasi
a. Fokus kerja di bidang Ristek di tiap organisasi mahasiswa dianggap terlalu banyak dalam
mengurusi PKM.
b. Penggerak kaderisasi di bidang keilmiahan/riset dan teknologi masih belum terlalu
banyak andil dalam alur kaderisasi di ITS.
c. Belum dirincinya alur kaderisasi ilmiah untuk mencapai tujuan sesuai HD-PSDM
MUBES IV.
Harapan
a. Terbentuknya alur kaderisasi ilmiah yang bisa mengakomodasi berbagai keperluan
mahasiswa ITS mengenai formulasi solusi untuk kebermanfaatan.
b. Terciptanya atmosfer prestatif dan keilmiahan yang saling mendukung antar jurusan di
ITS.
c. Terciptanya semangat kolaborasi dan keprofesian untuk karya yang lebih mendalam dan
melebar.
d. Terbaruinya alur kaderisasi yang saling mendukung antara manajerial, minat bakat, dan
keilmiahan.
e. Munculnya ide-ide baru dari mahasiswa ITS untuk tidak sekedar mengaplikasikan hasil
karyanya di skala kecil (desa binaan, lingkungan sekitar) namun juga di skala luas
(Indonesia, dunia).

4. Rendy Aries Fajrin 2510 100 064 Teknik Industri

Kondisi Eksisting
a. Prestasi mahasiswa ITS semakin matang terutama dalam kompetisi seperti PIMNAS,
GEMASTIK.
b. Banyak PKM yang sudah didanai tidak mendapat follow up (Kurang informasi).
5


c. Kemahasiswaan kurang memfasilitasi mengenai lomba-lomba di luar PIMNAS atau
GEMASTIK.
Evaluasi
a. Kemampuan ilmiah mahasiswa belum merata.
b. Aplikasi teknologi/PKM masyarakat masih dirasa kurang .
c. Pembiasan pembuatan karya ilmiah hanya pada musim GEMASTIK dan PIMNAS akan
dimulai.
Harapan
a. Keilmiahan tidak hanya tercover dari PIMNAS dan GEMASTIK, termasuk juga kontek
keilmiahan internasional.
b. Aplikasi karya mahasiswa ke masyarakat semakin meningkat.
c. Perlu adanya kegiatan yang berkelanjutan setiap kepengurusan himpunan terhadap
kompetisi internal berkaitan dengan keilmiahan.

5. Rizki Ramadhani Ferina 3310 100 086 Teknik Lingkungan

Kondisi Eksisting
a. Semangat kebermanfaatan sudah mulai tumbuh di mahasiswa ITS.
b. Atmosfer keilmiahan sudah semakin baik dari tahun sebelumnya, namun masih sekedar
PKM untuk ke PIMNAS.
c. Minimnya jiwa prestatif di ITS, hal ini dipengaruhi pula oleh wawasan keilmiahan yang
belum merata di tiap jurusan di ITS.
Evaluasi
a. Karya yang ada belum mengutamakan segi kebermanfaatannya terutama untuk
masyarakat.
b. Jiwa prestatif mahasiswa ITS masih perlu ditingkatkan.
c. Kemampuan menulis ilmiah mahasiswa ITS masih perlu ditingkatkan.
Harapan
a. Atmosfer keilmiahan di ITS meningkat lebih dari PKM dan PIMNAS.
b. Wawasan keilmiahan merata di setiap jurusan di ITS.
c. Karya yang ada lebih bermanfaat untuk masyarakat luas.

6. Nuraini 1210 100 055 Matematika

Kondisi Eksisting
a. Iklim keilmiahan di beberapa fakultas belum merata.
b. Mindset Keilmiahan yang keliru.
c. Iklim keilmiahan tumbuh baik hanya pada penggerak roda organisasi belum secara
keseluruhan.
d. ada dua kondisi umum yang sering ditemukan di berbagai jurusan :
Ada jurusan berani mewajibkan maba membuat PKM, jurusan inilah yang iklim
keilmiahannya semakin baik
Ada jurusan yg tidak berani mewajibkan maba membuat PKM, karena alasan
mainstream yaitu :
6


kami tidak mewajibkan karena kami tidak membuat. Bagaimana mungkin perintah wajib
membuat PKM datang dari orang2 yg tidak membuat PKM, atau alasan mainstream
lainnya.
Jurusan dengan kondisi seperti ini keilmiahannya tidak berkembang.
Evaluasi :
a. Regenerasi penggerak keilmiahan di beberapa fakultas tidak merata, ada fakultas yang
tidak memiliki trainer keilmiahan.
b. Belum ada pengenalan mengenai pengertian keilmiahan yang luas ketika maba
c. Iklim keilmiahan secara umum tumbuh secara baik, jika dilihat hanya pada jurusan-
jurusan dan fakultas-fakultas tertentu yang sudah settle down.
d. Trainer keilmiahan yang berasal dari jurusan/fakultas dgn kondisi 2 atau kondisi yg lain
bertanggung jawab untuk turut memperbaiki kondisi tersebut, sayangnya ada fakultas dan
beberapa jurusan yang tidak memiliki trainer keilmiahan.
Harapan
a. Regenerasi trainer keilmiahan di setiap jurusan merata, setiap fakultas dan jurusan
memiliki trainer keilmiahan.
b. Ada pengenalan keilmiahan untuk maba.
c. Trainer keilmiahan terus berperan aktif dalam mendukung iklim keilmiahan di masing-
masing jurusan dan fakultas demi terciptanya kondisi keilmiahan yang baik secara
keseluruhan di institut

7. Fiona Rossi Ramadhani 2311 030 056 D3 Teknik Kimia

Kondisi Eksisting
a. Atmosfer keilmiahan kurang merata di tiap jurusan. Ada jurusan yang atmosfer
keilmiahan yang sudah sangat baik dan ada yang masih kurang.
b. Masih ada paradigma, bahwa keilmiahan itu sangat identik dengan PKM. Padahal
keilmiahan sangat luas tidak hanya melulu tentang PKM.
c. Adanya kewajiban bagi maba untuk membuat PKM, hal ini berdampak pada PKM yang
dibuat oleh maba itu sendiri. PKM yang di buat kurang berkualitas, dan jurusan cenderung
hanya menaikkan kuantitas pembuatan PKM bukan kualitas dari PKM itu sendiri.
Evaluasi
a. Pemerataan atmosfer keilmiahan di setiap jurusan, dengan adanya grand desain
kaderisasi keilmiahan yang terstandar. Grand desain dapat di buat oleh elemen yang
berwenang di keilmiahan.
b. Pengenalan konsep keilmiahan tidak hanya PKM, namun yang lebih luas pada maba
khususnya. Hal ini juga dapat di tunjang dengan adanya info terkait kompetisi karya tulis,
juga ada pengawalan dari elemen keilmiahan terkait di jurusan (HMJ , trainer keilmiahan)
dalam pembuatan karya tulis.
c. Jika memang ada kewajiban bagi maba, maka harus ada pengawalan bagi maba untuk
penulisan karya tulis. Agar, tidak hanya secara kuantitas banyak tetapi juga disertai dengan
kualitas yang baik.
Harapan :
a. Ada grand desain yang jelas dan terstandar untuk kaderisasi keilmiahan di ITS.
7


b. Adanya pengenalan konsep pengenalan keilmiahan secara luas untuk maba. Jadi, maba
tidak hanya terfokus pada PKM saja.
c. Ada pengawalan dari elemen keilmiahan terkait, dalam penulisan karya tulis ilmiah.

8. Ika Permata Hati 3610 100 003 Perencanaan Wilayah dan Kota

Kondisi Eksisting
a. Atmosfer keilmiahan hanya dirasakan pada komunitas-komunitas tertentu saja jadi hanya
bermanfaat untuk orang-orang yang berminat saja.
b. Sebagian besar keilmiahan selalu dihubungkan dengan PKM, untuk karya tulis lainnya
untuk hanya pada kalangan yang berminat.
c. Dari jurusan PWK sendiri kajur periode sangat mewajibkan PKM apalagi GT setelah
diadakannya PKTI. Mewajibkan maba ikut PKM hanya sekedar kuantitas tapi tidak
kualitas.
Evaluasi :
a. Beberapa orang yang gemar dalam keilmiahan hanya menjadi pemicu saja tapi tidak
berusaha merangkul adik-adiknya yang tergolong masih baru untuk mengikuti lomba yang
berhubungan dengan keilmiahan di luar PKM
b. Kurang adanya penerus pembimbing keilmiahan dan hanya biasanya mebimbing PKM
saja itu masih sering ada yang menghilang dan kurang bertanggung jawab diharapkan ada
kontraknya
c. Agar trainer keilmiahan tersebar pada tiap fakultas secara merata minimal ada
perwakilan satu jurusan satu trainer
Harapan :
a. Agar pengenalan keilmiahan sejak dini dengan alur sistem kaderisasi keilmiahan jadi
tidak hanya ujuk-ujuk PKTI pengenalan di IPITS pun amat sedikit. Jadi dengan
dimasukkannya di Gerigi bisa jadi awal yang baru untuk membuka mindset sejak dini
b. Trainer keilmiahan tiap jurusan atau minimal fakultas mampu mengajak HMJ untuk
berpatisipasi aktif berkecimpung pada kegiatan keilmiahan ini.

9. Juan Firmansyah 2310 100 065 Teknik Kimia

Kondisi Eksisting
a. Basis keilmiahan di setiap jurusan tidak merata bahkan sampai di fakultas, sehingga
menyebabkan pergerakkan keilmiahan di ITS untuk lebih baik sangat lamban.
b. Beberapa jurusan dan fakultas masih ada yang menerapkan bahwa keilmiahan hanya
berkutat dengan PKM dan pimnas padahal banyak jenis-jenis keilmiahan yang bisa di
kenalkan.
c. Distribusi kakak pendamping dan trainer keilmiahan yang tidak merata sehingga
membutuhkan resource yang lebih untuk mempersiapkan kakak pendamping dan trainer
keilmiahan untuk mendongkrak atmosfer keilmiahan di jurusan yang lamban.
d. Distribusi dan kontribusi para pendidik seperti dosen untuk mau berkecimpung untuk
menjadi dosen penalaran sangat sedikit resource sehingga menyebabkan pendampingan dan
evaluasi dari sebuah event keilmiahan tidak tercukupi dan terpenuhi missal disaat monev di
ITS, ajang LKTI dan beberapa even national dan international.
8


e. Penghargaan bagi para penggerak keilmiahan dan para pencetak prestasi keilmiahan
belum sepenuhnya mendapatkan reward dan dukungan penuh dari birokrasi seperti pendaan
penelitian bahkan sampai uang intensif bagi pemenang. Semua hal itu perlua di anggarkan
khusus untuk putra dan putri terbaik ITS untuk dapat berprestasi.
Evaluasi
a. Penyebab utama kurang meratanya dari atmosfer keilmiahan di ITS, diakibatkan karena
system dan kerjasam antara ristek di masing-masing jurusan untuk saling membantu tidak
ada. Setiap jurusan hanya berfikir untuk menggerakkan keilmiahan di jurusan untuk lebih
maju lagi agar dapat menjadi jurusan dengan keillmiahan yang terbaik sedangkan jurusan
yang tidak memilki kemampuan untuk lebih akan mengalami penurunan bahkan sulit untuk
bergerak karena dari internal dari jurusan sudah tidak kondusif butuh dukungan dari
eksternal yakni jurusan-jurusan yang keilmiahan bagus dan sudah banyak menorehkan
prestasi.
b. Masih banyak para kepala department di setiap ristek dijurusan tidak mengerti apa
keilmiahan itu, sehingga bisa menyebabkan salah penafasiran seperti keilmiahan itu
dimulai dari PKM dan hanya PKM untuk yang lain hanya sekerdar pelengkap, sehingga
mindset beberapa orang keimiahan itu cukup PKM.
c. Ada beberapa jurusan yang sudah memilki kakak pendamping yang cukup banyak
bahkan sudah didukung dengan fasilitas dosen dan alumni2 keilmiahan yang care terhadap
keilmiahan, seharusnya jurusan yang belum memilki fasilitas ini harus belajar banyak dan
sering berkoordinasi untuk membangung kader keilmiahan bagus seperti apa dengan
campur tangan dari MENRISTEK BEM ITS.
c. Pergerakan keilmiahan di ITS ada yang bergerak dari atas ke bawah dan ada yang dari
bawah keatas, maksudnya peran dan fungsi birokrasi dan dosen di masing-masing jurusan.
Saya ambil contohnya jurusan A. jurusan A merupakan salah satu jurusan yang sudah
memilki iklim keilmiahan yang sangat baik, tetapi pergerakan itu berjalan dari
mahasiswanya sendiri baru ke birokrasi dan dosen, sehingga menyebabkan kurang
maksimal ketika mahasiswa tersebut membutuhkan pembimbingan karya dan ide bahkan
untuk konsultasi mengenai risetnya sehingga mahasiswa tersebut banyak melakukan
pembimbingan dengan dosen di luar dari jurusan A. Sehrusnya pergerakan itu akan
maksimal ketika kedua-keduanya saling mendukung.
Harapan
a. Iklim keilmiahan yang baik dan berjalan lancar sudah wajib dan sudah saatnya sudah
merata, saya optimis 2 tahun ke depan keilmiahan terbaik tidak hanya dimilki oleh jurusan
A ataupun B tapi semua jurusan sudah menjadi central of research bagi KM ITS.
b. Mahasiswa ITS dapat menjadi penggerak dan pemenang di setiap keilmiahan yang ada di
tingkat national maupun international, dimana budaya prestasi tidak Cuma berlaku di PKM
tetapi bisa di kembangkan di berbagai kompetisi national dan international yang bergengsi
untuk mengangkat ITS menjadi World class of university dengan research yang terbaik dan
terorganisir.
c. Dukungan penuh dari setiap mahasiswa yang memilki wawasan keilmiahan yang baik
terhadap mahasiwa yang tidak memilki wawasan keilmiahan sama sekali untuk saling
merangkul dan bergerak untuk berkarya dan berprestasi serta bermanfaat untuk lingkungan
sekitar.
d. Dukungan dari dosen dan birokrasi baik dari segi knowledge dan financial tidak hanya
9


isapan jempol tapi sudah menjadi tradisi dan kebiasaan untuk sama-sama membangun
keiilmiahan ITS yang baik dan yang terpenting ITS harus bisa menjadi perguruan tinggi
yang dapat mencetak lulusan yang memilki karakter berkarya untuk masyarakat kecil dan
menengah tidak hanya menjadi jobseeker tetapi mereka dapat menjadi jobmaker dan
menjadi agen perubahan social di daerah nya sendiri sehingga ilmu dan keprofesiaan yang
mereka milki akan bermanfaat dan dapat dirasakan oleh masyarkat luas maka ITS tidak
hanya menjadi PTN yang terbaik ditingkat international tetapi dapat dibanggakan oleh
masyarkat kecil di seluruh pelosok negeri tercinta.

10. Hanny Adiati 1310 100 058 Statistika

Kondisi Eksisting
a. Atmosfer keilmiahan sudah bagus jika pada lingkup kmpus, namun rupanya publikasi
kurang begitu gencar pda tiap wilayah.
b. Fungsi dosen pembimbing PKM tiap jurusan kurang dimaksimalkan.
Evaluasi
a. Keilmiahan masih dipahami sebatas PKM.
b. Keilmiahan di jurusan kurang memberi inovasi pada pengenalan macam-macam potensi
keilmiahan ITS.
Harapan
a. Pemerataan iklim keilmiahan.
b. Selalu ada follow up dari atiap even keilmiahan.
c. Adanya kerjasama dua arah antara ristek pusat,dalam hal ini BEM dan trainer, dengan
keilmiahan tiap jurusan.
d. Adanya pedoman keilmiahan yg disesuaikan dgn kondisi keilmiahan wilayah yg telah
dikelompokkan.
e. Adanya modul pelatihan keilmiahan yg berjenjang dgn output kegiatan yg dihandle tiap
jurusan.

11. Muhyiddin Azmi 2410 100 060 Teknik Fisika

Kondisi Eksisting
a. Keilmiahan di ITS Belum merata.
Evaluasi
a. Belum ada standard pelatihan yang jelas untuk penggerak keilmiahan.
b. Penggerak keilmiahan belum sepenuhnya ada di setiap jurusan (Kurang Merata).
c. Iklim keilmiahan dilihat dari sudut pandang yang sempit (Salah satu jurusan) sudah baik,
namun jika dilihat dari sudut pandang secara luas diberbagai jurusan ada yang berbanding
terbalik antara jurusan satu dengan jurusan yang lainnya.
Harapan
a. Dibentuknya standard pelatihan yang jelas untuk para penggerak keilmiahan.
b. Penggerak keilmiahan ada di setiap jurusan dan berperan aktif dalam peningkatan
keilmiahan.
c. Setiap jurusan memiliki sistem yang mampu meningkatkan keilmiahan.

10


12. Hani Rosdahlia 5210 100 020 Sistem Informasi

Kondisi
a. Standard tertulis (dapat berupa SOP/TOR) keilmiahan tidak tersusun dan
terdokumentasikan dengan baik. Sehingga berdampak pada pengenalan, atmosfer yang
dibawa, aktivitas yang mendukung (training), dll antara satu lingkup ITS tidak sama untuk
masing-masing per jurusannya.
Evaluasi
a. SOP Pelatihan Keilmiahan belum terarah secara merata untuk seluruh fakultas di ITS
b. Pendampingan masih cenderung hanya ke PKM saja, belum menyentuh KTI, Paper, dll
untuk mahasiswa baru maupun lama.
c. Atmosfer keilmiahan antara satu fakultas dengan fakultas lain tidak sama
d. Semangat juang untuk berprestasi juga tidak sama untuk masing-masing per jurusannya,
sehingga masih cenderung di dominasi oleh orang-orang yang sama.
e. Materi keilmiahan masih dianggap hal yang "tabuh" untuk beberapa mahasiswa ITS.
Harapan
a. adanya SOP tertulis berupa arahan keilmiahan yang jelas, agar pengenalan dan atmosfer
yang dibawa bisa seimbang antar satu fakultas/jurusan.
b. Pendampingan untuk pengerjaan paper, kti lebih dimaksimalkan.
c. Membawa pengenal semangat berprestasi dan bernmanfaat dalam mengenalkan poin
keilmiahan terhadap mahasiswa ITS.

13. Iva Yenis Septiariva 3310 100 099 Teknik Lingkungan

Kondisi Eksisting
a. Ketertarikan terhadap dunia keilmiahan sangat sedikit dan pada orang itu-itu saja,
khususnya terhadap mahasiswa di fakultas perencanaan. yg notabene lebih banyak pada
dunia gambar menggambar.
b. Tidak meratanya fasilitas keilmiahan di masing-masing jurusan, khususnya lebih pada
penyerataan materi yang diberikan.
Evaluasi
a. pengenalan AWAL terkait budaya menulis ilmiah terkesan itu-itu saja setiap tahunnya,
dan memboringkan. Karena tidak bisa disamakan tipe mahasiswa di masing-masing
fakultas di ITS.
b. Alur keilmiahan yang masih terkesan ribet, khususnya untuk PKM 5 bidang.
c. Kurang respon nya ristek masing-masing HMJ terhadap keberlanjutan karya tulis atau
PKM yang sudah dibuat warga jurusan nya.
Harapan
a. adanya inovasi yang lebih kreatif lagi untuk mengenalkan budaya menulis ilmiah ke
mahasiswa, lebih disesuaikan dengan tipe/model tiap fakultas. contoh FTSP sangaat "suka"
dengan dunia "seni". Contoh Seni in Art. Sehingga mahasiswa tidak boring, dan lebih
mudah untuk membuat mahasiswa tertarik untuk menulis.
b. keilmiahan tidak hanya PKM. So dikenalkan dan "seharusnya mulai dan mulai
difasilitasi" untuk kompetisi2 ilmiah di Indonesia yang bisa diikuti. Pemberian penghargaan
11


atau ucapan selamat di media, sosmed terhadap orang-orang yang berprestasi di
LKTI/lomba ilmiah lain. BEM F seharusnya ini.
c. lebih diperjelas lagi fungsi dan peran kakak pendamping kelimiahan di jurusan, BEM F
harusnya memfasilitasi dgn "lebih jelas" pertukaran kakak pendamping khususnya 1
fakultas yg notabene memiliki bidang ilmu dan keprofesian yang hampir sama.
d. perlunya forkom atau perkumpulan orang-orang yg sudah berpengalaman di PIMNAS,
pengalaman lebih terkait keilmiahan, PKM didanai, LKTI atau juara2 lainnya. jangan
sampai mereka hilang. harus difungsikan.
e. adanya SOP atau materi yang distandarkan dari setiap pelatihan keilmiahan yang ada,
Ristek BEM ITS untuk disebarluaskan di masing-masing ristek HMJ. Seharusnya BEM F,
memantau di setiap pelaksanaan pelatihan atau pengenalan keilmiahan di setiap jurusan
yang dinaunginya. sehingga wawasan ilmu yang diberikan sama.


















12


BAB III
TOOLS


3. 1 Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (PKTI)

Materi :
1. Penanaman Motivasi dan Semangat Berkarya *(Mahasiswa Ahli KTI
1
, Trainer
2
)
Tujuan Mahasiswa baru memiliki motivasi untuk berprestasi dan paham bahwa
kompetisi-kompetisi keilmiahan adalah ajang yang harus dimanfaatkan
untuk berkarya dan memberikan kebermanfaatan untuk lingkungan.
Mahasiswa baru memahami bahwa kemampuan intelektual harus
ditunjang oleh keterampilan berpikir dan komunikasi untuk meraih
kesuksesan hidup.
Mahasiswa baru mampu merencanakan pemanfaatan masa kuliah secara
penuh untuk merancang kegiatan keilmiahan, terutama yang dapat
sejalan dengan keprofesian jurusannya.
Mahasiswa baru memahami peran dan fungsinya sebagai mahasiswa
dengan memberikan kontribusi berupa karya yang bermanfaat bagi
lingkungan.
Topik Mahasiswa diajak untuk melihat dan memahami masa depan yang
mereka inginkan.
Mahasiswa diajak untuk mengenal dan memahami langkah-langkah
kesuksesan dari mahasiswa berprestasi di ITS.
Keberagaman potensi pribadi harus dikembangkan dan diberdayakan
secara berimbang untuk meraih sukses.
Penanaman nilai "Peran Fungsi Mahasiswa": Mahasiswa harus mampu
memberikan kontribusi bagi bangsa kedepan dengan berkarya saat ini.
Waktu 90 menit
Metode Ceramah
Tanya Jawab

2. Pengenalan Ajang untuk Berkarya dan Berprestasi *(Dosen Penalaran
1
,
Mahasiswa Ahli KTI
2
, Trainer
3
)
Tujuan Mahasiswa baru memiliki ketertarikan untuk berkarya dan berprestasi.
Mahasiswa baru memiliki panduan dan perencanaan yang matang dalam
berkarya dan berprestasi.
Mahasiswa baru mengetahui mimpi ITS untuk menorehkan prestasi
sebaik-baiknya dikancah nasional dan internasional.
Topik Memaparkan mimpi ITS untuk berprestasi di kancah nasional dan
internasional dengan memberikan profil prestasi ITS selama beberapa
tahun terakhir serta memberikan semangat untuk turut mewujudkannya.
Menjelaskan mengenal event-event yang merupakan ajang untuk
13


berkarya dan berprestasi dan merupakan bagian dari pengembangan
potensi diri.
Menginformasikan waktu pelaksanaan event
Menginformasikan sumber informasi event.
Waktu 60 menit
Metode Ceramah
Tanya Jawab

3. Pengenalan Karya Tulis Ilmiah *(Trainer
1
)
Tujuan Mahasiswa baru mengenal karya tulis ilmiah dan macam-macamnya.
Mahasiswa baru mengetahui kiat-kiat untuk sukses dalam pembuatan
karya tulis ilmiah dengan pendekatan good management.
Topik Mengenalkan karya tulis ilmiah secara umum.
Menjelaskan macam-macam karya tulis ilmiah dan memberikan contoh-
contohnya serta menjelaskan perbedaan dari setiap macamnya.
Menjelaskan teknis pencarian ide.
Memaparkan strategi pembentukantim.
Menjelaskan teknis pembagian tugas dalam tim.
Menjelaskan time management pembuatan karya tulis ilmiah.
Memberikan gambaran fasilitas yang disediakan birokrasi dan ormawa
terkait dalam pembuatan karya tulis ilmiah.
Waktu 90 menit
Metode Ceramah
Tanya Jawab

4. Penggalian Ide dalam Membuat Karya Tulis Ilmiah *(Trainer
1
)
Tujuan Mahasiswa baru mampu membuat kerangka penulisan sebagai
implementasi tertulis dari kerangka berpikir sebagai landasan dalam
pembuatan karya tulis ilmiah.
Topik Menguraikan pentingnya kerangka dasar penulisan yang terstruktur
berdasarkan guidelines karya tulis ilmiah. Kerangka tersebut disusun dari
kerangka berpikir yang berbasis ide kreatif terhadap data atau
permasalahan yang bukan bersumber dari hasil penelitian eksperimental.
Menguraikan disertai contoh kasus yang mudah dipahami oleh semua
peserta atau studi kasus dari salah satu karya mahasiswa.
Waktu 90 menit
Metode Ceramah
Tanya Jawab
Diskusi
5. Pengenalan PKM 5 Bidang [Opsi digabung] *(Dosen Penalaran
1
, Alumni PIMNAS
2
, Trainer
3
)
Tujuan Memberikan pengenalan mendasar mengenai PKM karena PKM
merupakan tools yang termudah untuk dapat menyalurkan ide dan
kreativitas dalam menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia.
14


Memberikan penjelasan mengenai mekanisme umum PKM, yaitu
pembuatan proposal kemudian pendanaan oleh DIKTI, pelaksanaan
Monev DIKTI, serta berujung di PIMNAS.
Memberikan penjelasan umum meliputi gambaran umum dan luaran dari
masing-masing bidang PKM, yaitu PKMM, PKMK, PKMP, PKMT,
PKMKC.
Topik Memberikan stimulus melalui pemberian gambaran peneladanan bentuk
kontribusi kebermanfaatan dengan berkarya yang dilakukan oleh
mahasiswa ITS melalui PKM.

Waktu 90 menit
Metode Ceramah
Tanya Jawab
Diskusi
Simulasi
*NB : Prioritas Pemateri
15



3. 2 Pengenalan PKM 5 Bidang [Opsi dipisah]

Materi :
1. Motivasi Membuat PKM *(Alumni PIMNAS
1
, Trainer
2
)
Tujuan Mahasiswa baru memiliki semangat untuk berperan aktif dalam
pembuatan PKM
Topik Memberikan stimulus melalui pemberian gambaran peneladanan bentuk
kontribusi dan berkarya yang dilakukan oleh mahasiswa ITS melalui
PKM.
Kontribusi dan berkarya melalui pengabdian kepada masyarakat
dengan pemberian contoh gambaran/dokumentasi aktivitas PKMM
yang didanai.
Kontribusi dan berkarya melalui kewirausahaan dengan pemberian
contoh gambaran/dokumentasi aktivitas PKMK yang didanai.
Kontribusi dan berkarya melalui penelitian dengan pemberian contoh
gambaran/dokumentasi aktivitas PKMP yang didanai.
Kontribusi dan berkarya melalui teknologi dengan pemberian contoh
gambaran/dokumentasi aktivitas PKMT dan PKMKC yang didanai.
Meningkatkan semangat berkarya dan berkontribusi dengan
penggambaran kemegahan euforia di PIMNAS dan menjelaskan manfaat
dari membuat PKM, beberapa diantaranya yaitu mengembangkan
softskill, melatih team work, dan lain sebagainya.
Waktu 90 menit
Metode Ceramah
Tanya Jawab

2. Pengenalan PKM 5 Bidang dan Teknik Penggalian Ide *(Trainer
1
, Dosen
Penalaran
2
, Alumni PIMNAS
3
)
Tujuan Mahasiswa baru mengetahui dan memahami jenis-jenis PKM 5 bidang
Mahasiswa baru mampu menggali ide yang dapat menyelesaikan
permasalahan lingkungan sekitar
Topik Memberikan pengenalan mendasar mengenai PKM karena PKM
merupakan tools yang termudah untuk dapat menyalurkan ide dan
kreativitas dalam menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia.
Memberikan penjelasan mengenai mekanisme umum PKM, yaitu
pembuatan proposal kemudian pendanaan oleh DIKTI, pelaksanaan
Monev DIKTI, serta berujung di PIMNAS.
Memberikan penjelasan umum meliputi gambaran umum dan luaran dari
masing-masing bidang PKM, yaitu PKMM, PKMK, PKMP, PKMT,
PKMKC.
Memberikan stimulus melalui contoh ide-ide PKM yang lolos PIMNAS
dan meraih medali.
16


Memberikan penjelasan mengenai teknik penggalian ide dengan
mempelajari judul-judul PKM yang pernah didanai dan share
pengalaman pribadi trainer.
Waktu 90 menit
Metode Ceramah
Tanya Jawab
Observasi
Simulasi

3. Teknik Penulisan PKM 5 Bidang *(Trainer
1
)
Tujuan Mahasiswa Baru mengetahui sistematika penulisan PKM 5 Bidang
Topik Memberikan penjelasan mengenai format penulisan PKM dan struktur
penulisan PKM.
Memberikan penjelasan secara umum poin-poin penilaian proposal PKM
berdasarkan lembar penilaian DIKTI.
Menjelaskan bagian-bagian penting dalam penulisan PKM, yaitu pada
latar belakang, luaran, dan metode untuk masing-masing bidang PKM.
Melakukan bedah contoh proposal PKM yang lolos PIMNAS.
Memberikan teknik dan strategi penulisan PKM serta share pengalaman
pribadi trainer.
Waktu 90 menit
Metode Ceramah
Tanya Jawab
Diskusi
Simulasi
*NB : Prioritas Pemateri
17



3.3 Pengenalan PKM GT

Materi :
1. Pengenalan PKM GT dan Teknik Penggalian Ide *(Trianer
1
, Alumni PIMNAS
2
)
Tujuan Mahasiswa Baru Mengetahui Sistematika Pembuatan PKMGT serta
Menemukan Gagasan yang Bisa di Aplikasikan dalam Beberapa Tahun
yang Akan Datang
Topik Mengenalkan dasar mengenai PKM GT, yaitu untuk menyelesaikan
permasalahan dengan gagasan yang inovatif dan kreatif.
Memberikan penekanan penting pada poin PKM GT adalah ide yang
futuristik, bukan teknologi terapan, ide bisnis, pengabdian masyarakat,
atau penelitian skala kecil.
Memberikan stimulus-stimulus dengan memberikan contoh ide-ide PKM
GT yang lolos PIMNAS dan meraih medali.
Memberikan penjelasan mengenai teknik penggalian ide dengan
mempelajari database judul-judul PKM GT ITS atau melalui teknik
lainnya.
Waktu 90 menit
Metode Ceramah
Tanya Jawab

2. Teknik Penulisan Pendahuluan PKM GT *(Alumni PIMNAS
1
, Dosen Penalaran
2
)
Tujuan Mahasiswa Baru Mengetahui Sistematika Penulisan Pendahuluan
PKMGT
Topik Memberikan penjelasan bagaimana tips membuat latar belakang.
Memberikan pemaparan mengenai permasalahan secara ilmiah dan
tajam, menjelaskan gagasan kita, keunggulan dan kreativitasnya yang
mampu menjawab permasalahan tersebut.
Memberikan penjelasan bagaimana tips membuat tujuan dan manfaat.
Melakukan bedah pendahuluan PKM GT peraih medali di PIMNAS.
Memberikan penjelasan bagaimana tips pembuatan daftar pustaka.
Waktu 90 menit
Metode Ceramah
Tanya Jawab

3. Teknik Penulisan Isi dan Penutupan *(Alumni PIMNAS
1
, Dosen Penalaran
2
)
Tujuan Mahasiswa Baru Mampu Mengembangkan Ide Menjadi Tulisan dalam
Bentuk Isi dan Penutupan dalam Pembuatan PKMGT
Topik Menjelaskan tips penulisan rumusan gagasan.
Menjelaskan tips solusi yang pernah ditawarkan.
Memberikan penjelasan tips membuat gagasan yang ditawarkan.
Memberikan penjelasan tips membuat pihak-pihak yang membantu dan
18


tahapan pengembangan.
Menjelaskan tips membuat bagian penutup.
Memberikan teknik dan strategi penulisan PKM GT serta share
pengalaman pribadi trainer.
Waktu 90 menit
Metode Ceramah
Tanya Jawab
Diskusi
*NB : Prioritas Pemateri































19



3.4 Pendamping Keilmiahan

1. Berpikir Ilmiah *(Trainer
1
, Alumni PIMNAS
2
, Dosen Penalaran
3
)
Tujuan Pendamping Keilmiahan Mampu Menerapkan Berpikir Ilmiah untuk
menyelesaikan permasalahan yang ada di lingkungan sekitar.
Topik Memberikan penjelasan bagaimana mengkritisi permasalahan yang ada
secara ilmiah, sehingga mampu menjawab permasalahan tersebut.
Memberikan tahapan-tahapan dalam penerapan Berpikir Ilmiah
Waktu 60 menit
Metode Ceramah
Tanya Jawab

2. Format Karya Tulis *(Trainer
1
, Alumni PIMNAS
2
)
Tujuan Pendamping Keilmiahan Mampu Menjelaskan Format dan Sistematika
Penulisan Karya Tulis Ilmiah yang benar dengan berpacu pada panduan
yang ada.
Topik Memberikan penjelasan terkait sistematika dan format penulisan karya
tulis ilmiah.
Mengoreksi terkait format dan sistematika yang benar disertai contoh
karya tulis yang mudah dipahami oleh semua peserta dari salah satu
karya mahasiswa.
Waktu 90 menit
Metode Ceramah
Tanya Jawab
Simulasi

3. Teknik Pendampingan *(Trainer
1
, Alumni PIMNAS
2
)
Tujuan Melakukan pendampingan dengan melakukan tahapan-tahapan
pendampingan yang terstrukutural dan berkelanjutan sehingga
menghasilkan karya yang besar dan memilki nilai kebermanfaatan.
Topik Memberikan tips dan trik menjadi kakak pendamping yang sukses.
Menjelaskan alur pendampingan (Raw model ) yang akan dilakukan di
masing-masing jurusan.
Memaparkan kondisi keilmiahan di masing-masing jurusan yang ada di
ITS sebagai bekal pendamping mengetahui kondisi keilmiahan di ITS.
Melakukan simulasi pemdampingan yang efektif serta efisien dan
memberikan beberapa contoh kesalahan yang terjadi saat melakukan
pembimbingan.
Waktu 60 menit
Metode Ceramah
Tanya Jawab
Simulasi
*NB : Prioritas Pemateri
20



3.5 Training For Trainer

1. Hakekat Seorang Trainer Keilmiahan *(Trainer
1
)
Tujuan Trainer keilmiahan dapat mejelasakan dengan rinci dan dapat
memvisualisasikan sosok trainer keilmiahan untuk KM ITS
Topik Memberikan penjelasan kriteria yang harus dimilliki sebagai seorang
trainer keilmiahan
Menjelasakan hal-hal apa saja yang perlu di persiapkan oleh seorang
trainer keilmiahan
Menjelaskan manfaat serta keuntungan ketika menjadi seorang trainer
keilmiahan
Waktu 90 menit
Metode Ceramah
Tanya Jawab
Observasi


2. Public Speaking Seorang Trainer *(Trainer
1
)
Tujuan Memberikan pemahaman dan penjelasan mengenai cara berkomunikasi
yang baik dan benar serta dapat membuat persentasi yang menarik ketika
menjadi seorang trainer keilmiahan yang professional.
Topik Mengetahui cara public speaking dan communication skill yang baik
dalam menyampaikan pesan materi
Mengetahui teknik membawakan materi dan bagaimana cara mentraining
yang komunikatif, motivatif dan inspiratif
Waktu 100 menit
Metode Ceramah
Tanya Jawab
Observasi
Simulasi

3. Keilmiahan ITS *(Dosen Penalaran
1
, BEM ITS
2
)
Tujuan Memberikan penjelasan tentang keilmiahan yang ada di ITS beserta
prestasi yang pernah di raih dan mimpi-mimpi yang belum tercapai.
Topik Menjelaskan kompetisi-kompetisi yang pernah diikuti oleh ITS baik
nasional maupun international.
Menjelasakan mengenai prestasi ITS di PIMNAS beserta dengan jenis-
jenis kompetisi di PIMNAS
Memberikan trik dan tips dalam mengikuti ajang-ajang kompetisi yang
berbasis keilmiahan.
Peran dan fungsi trainer keilmiahan bagi KM ITS dalam menjaga
keberlangsungan prestasi di tingkat national dan international.
Melakukan
21


Waktu 90 menit
Metode Ceramah
Tanya Jawab
Observasi


4. Motivasi menjadi seorang Trainer keilmiahan *(Trainer
1
)
Tujuan Memberikan motivasi dan berkarya untuk trainer keilmiahan yang lebih
bermanfaat dan berdedikasi serta dapat menginspirasi
Topik Menjelaskan kondisi keilmiahan di KM ITS mulai dari jurusan sampai
institut
Memberi visuallisasi mimpi menristek untuk KM ITS dan indonesia
Memberikan penjelasan mengapa harus menjadi trainer keilmiahan
Memberikan penjelasan mahasiswa-mahasiswi ITS yang berjasa di
bidang keilmiahan
Memberikan kontemplasi untuk memupuk semangat untuk menjadi
seorang trainer keilmiahan yang bermanfaat untuk KM ITS dan
Indonesia.
Waktu 100 menit
Metode Ceramah
Tanya Jawab
Observasi

*NB : Prioritas Pemateri











22


LAMPIRAN

Tim Trainer Keilmiahan Breakthrough ITS 2013
Jenjang pelatihan keilmiahan merupakan pelatihan yang konsep dan pelaksanaannya
dilaksanakan oleh tim trainer yang berkooordinasi secara langsung berada dibawah
pengawasan Kementerian Riset dan Teknologi BEM ITS. Berikut 17 Trainer keilmiahan
Breakthrough ITS 2013 :
1 Bintang Wahyu Syah 1510 100 055 Biologi 088801517494
2 Rizki Ramadhani Ferina 3310 100 086 T. Lingkungan 085730404170
3 Rendy Aries Fajrin 2510 100 064 T. Industri 085749904714
4 Nuraini 1210 100 055 Matematika 085646422497
5 Muhammad Fauzan Aristyo 2210 100 040 T. Elektro 083831717844
6 Muhyiddin Azmi 2410 100 060 T. Fisika 085730402523
7 Juan Firmansyah 2310 100 065 T. Kimia 082143179890
8 Iva Yenis Septiariva 3310 100 099 T. Lingkungan 085749060096
9 Ilham Azmy 2710 100 067 T. Material&Metalurgi 085731325735
10 Ika Permata Hati 3610 100 003 PWK 085648903786
11 Hanny Adiati 1310 100 058 Statistika 087857665869
12 Hani Rosdahlia 5210 100 020 Sistem Informasi 087851792877
13 Hani Ramadhan 5110 100 042 T. Informatika 085730129405
14 Fiona Rossi Ramadhani 2311 030 056 D3 T. kimia 085731100017
15 Anggita R Kumala Wardani 1410 100 051 Kimia 081331940703
16 Amalia Hasyyati 2410 100 039 T. Fisika 085755904029
17 Adhika Ilham D P 5210 100 012 Sistem Informasi 082139173481

23