Anda di halaman 1dari 17

BAB 1

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Cleft Lip atau biasa disebut bibir sumbing adalah cacat bawaan yang menjadi
masalah tersendiri di kalangan masyarakat, terutama penduduk dengan status
sosial ekonomi yang lemah. Akibatnya operasi dilakukan terlambat dan malah
dibiarkan sampai dewasa.
Bibir sumbing dengan atau tanpa celah pada langit-langit, merupakan
kelainan yang paling umum pada kepala dan leher di dunia. Untuk
pencegahan terjadinya bibir sumbing masih sedikit namun teknik bedah untuk
mengobatinya banyak dilakukan.
elain faktor genetik juga terdapat faktor non genetik atau lingkungan.
!aktor-faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya bibir sumbing adalah usia
ibu waktu melahirkan, perkawinan antara penderita bibir sumbing, waktu
hamil dan defisiensi "itamin B#.
Bayi yang terlahir dengan cleft lip selain masalah rekonstruksi bibir yang
sumbing, masih ada masalah lain yang perlu dipertimbangkan yaitu masalah
pendengaran, bicara, gigi-geligi dan psikososial. $asalah-masalah ini sama
pentingnya dengan rekonstruksi anatomis, dan pada akhirnya hasil fungsional
yang baik dari rekonstruksi yang dikerjakan juga dipengaruhi oleh masalah-
masalah tersebut. Berdasarkan latar belakang di atas penulis akan menjelaskan
cleft plate atau yang la%im didengar bibir sumbing yang biasa terjadi di
masyarakat.
B. Rumusan Masalah
&ermasalahan yang penulis angkat dalam makalah ini adalah '
(. Apa faktoryang menyebabkan terjadinya Bibir umbing )Cleft Lip*+
,. Apa yang terjadi jika para penderita Bibir umbing )Cleft Lip* tidak
berkonsultasi kepada dokter +
-. Apa dampak yang terjadi pada penderita Bibir umbing )Cleft Lip*+
C. Tujuan Penulisan
1
.ari penulisan makalah ini, penulis merumusakan tujuan penuisan sebagai
berikut'
(. Untuk menambah cakrawala pengetahuan penulis dan pembaca mengenai
Cleft Lip )Bibir umbing*.
,. Untuk memberi informasi kepada para pembaca bahwa bibir sumbing itu
dapat dicegah dan dapat diobati apabila hal ini telah terjadi.
BAB II
PENDAHULUAN
A. Deinisi Bi!ir "um!ing
/ipocrates pada tahun 011 $ dan 2alen pada tahun (31 $ menjelaskan
bahwa bibir sumbing adalah celah pada bibir )tewart, (44(*. edangkan
2
menurut Bartoshesky ),115* mengatakan bahwa, bibir sumbing adalah cacat
pada kelahiran dimana sel-sel pada mulut atau bibir tidak berkembang
dengan baik selama perkembangan janin.
Celah bibir )Cleft Lips* atau bibir sumbing )cheiloschisis* atau suatu kelainan
bawaan yang terjadi pada bibir bagian atas, kelainan ini adalah suatu
ketidaksempurnaan pada penyambungan bibir bagian atas, yang biasanya
berlokasi tepat dibawah hidung. 6elainan ini adalah jenis cacat bawaan
yang disebabkan oleh gangguan pembentukan oragan tubuh wajah selama
kehamilan.
Bibir sumbing adalah kelainan bawaan yang menyebabkan banyak masalah
dan merupakan tantangan khusus untuk komunitas medis. Beberapa tahap-
tahap perkembangan penting yang mungkin berpengaruh adalah seperti
makanan, pertumbuhan rahang atas, dan pertumbuhan gigi.
.asar genetik bibir sumbing kemungkinan besar heterogen dan
multifactorial., resesif autosom, dominan autosom, dan 7-pola pewarisan
terkait telah dideskripsikan. Untuk semua orangtua, kemungkinan memiliki
anak yang sumbing adalah ( dalam 511 anak. .alam keluarga di mana tidak
ada kerabat tingkat pertama yang terpengaruh, tingkat pengulangan untuk
bibir sumbing di anak-anak berikutnya adalah ,,38. 6etika salah satu kerabat
tingkat pertama dipengaruhi, tingkat kekambuhan adalah (18. erupa tingkat
kekambuhan )(1-(,8* terjadi pada keturunan dari orang-orang yang lahir
dengan cacat sumbing. 9ika sumbing merupakan bagian dari sindrom
autosomal dominan, tingkat pengulangan dapat setinggi 318. ebuah cacat
sumbing dikaitkan dengan sindrom dalam -18 kasus. Lebih dari 011 sindrom
dengan cacat sumbing sebagai salah satu ciri telah dideskripsikan.
3
2ambar ,.( Anak-anak yang $enderita Bibir umbing
umbing perbaikan pada usia 0-3 tahun mungkin melibatkan faring penutup.
Beberapa bukti menunjukkan bahwa faktor-faktor eksternal dapat memainkan
peran. :elatif sedikit dari sekian banyak diakui menyebabkan sumbing
teratogen selera. 6onsumsi alkohol dalam periode tidak embriologik
mengakibatkan banyak bayi dengan cleft. ;eratogen lain yang terkait dengan
selera terbelah termasuk fenitoin, retinoid, dan obat-obatan terlarang
)misalnya, kokain*. $ekanis disebabkan clefts dapat terjadi in utero dengan
cara pelampiasan langsung pada embrio.
B. #lasiikasi Bi!ir "um!ing
Bibir sumbing dibagi menjadi - tipe yaitu'
(. Unilateral <ncomplete '
&ada jenis ini, celah sumbing terjadi hanya disalah satu sisi bibir dan tidak
memanjanghingga ke hidung.
,. Unilateral Complete '
&ada jenis ini, celah sumbing terjadi hanya disalah satu sisi bibir dan
memanjang hinggake hidung.
-. Bilateral Complete '
&ada jenis ini, celah sumbing terjadi dikedua sisi bibir dan memanjang
hingga ke hidung.
Contoh bibir sumbing bilateral dan unilateral '
2ambar ,., Bibir umbing Bilateral dan Unilateral
4
2ambar ,.- 6lasifikasi Bibir umbing
C. $ejala
2ejalanya berupa'
(. pemisahan bibir
,. pemisahan bibir dan langit-langit
-. distorsi hidung
0. gangguan bicara
3. berat badan tidak bertambah dan regurgitasi nasal ketika menyusu )air
susu keluar dari lubang hidung*.
Merupakan masalah yang terjadi pada bayi penderita bibir
sumbing. Adanya bibir sumbing memberikan kesulitan
pada bayi untuk melakukan hisapan pada payudara ibu
atau dot. Tekanan lembut pada pipi bayi dengan bibir
sumbing mungkin dapat meningkatkan kemampuan
hisapan oral. Keadaan tambahan yang ditemukan adalah
refex hisap dan refek menelan pada bayi dengan bibir
sumbing tidak sebaik bayi normal dan bayi dapat
menghisap lebih banyak udara pada saat menyusu.
Memegang bayi dengan posisi tegak lurus mungkin dapat
membantu proses menyusu bayi. Menepuk!nepuk
punggung bayi se"ara berkala juga dapat membantu.
#. infeksi telinga berulang
#
Anak dengan bibir sumbing lebih mudah untuk menderita
in$eksi telinga karena terdapatnya abnormalitas
perkembangan dari otot!otot yang mengontrol pembukaan
dan penutupan tuba eusta"hius.
=. masalah .ental
Anak yang lahir dengan bibir sumbing mungkin mempunyai
masalah tertentu yang berhubungan dengan kehilangan
mal$ormasi dan malposisi dari gigi geligi pada arean dari
"elah bibir yang terbentuk.
D. Pr%ses Terja&in'a Bi!ir "um!ing
&roses terjadinya bibir sumbing dimulai pada tujuh minggu setelah
pembuahan. &ada minggu kelima hingga kedua belas mulai terjadi
pembentukan mulut dan langit-langit mulut. &ada kurun waktu ini bisa jadi
janin kekurangan %at besi atau mengalami radiasi tertentu yang menyebabkan
pembelahan sel )sel di bibir* tidak sempurna.
Bibir sumbing disebabkan oleh kegagalan perkembangan dan penyatuan
processus palatum. Bibir sumbing sentral adalah deformitas lebih besar akibat
dari kegagalan kedua processus lateralis untuk menyatu dengan processus
centralis.
&ada proses pembentukan kepala, terjadi penyatuan bakal tulang teliga
menuju garis tengah, ketiga unsur itu bersatu pada bagian yang berhadapan
dengan gigi taring. 6egagalan pertemuan ini menyebabkan terjadinya bibir
sumbing dan proses di atas menunjukkan mengapa bibir sumbing bisa terjadi
di dekat gigi taring. Bibir sumbing bagian tengah biasanya lebar karena
bagian yang seharusnya turun membentuk bibir atas gagal tumbuh.
%
2ambar ,.0 >mbrio Umur # $inggu
Langit-langit mulut sekunder, yang dibentuk oleh proses palatal lateral,
dimulai pada foramen tajam dan berisi bagian tulang dan bagian otot. &roses
tulang langit-langit lateral muncul di sekitar minggu keenam kehamilan.
$ereka terdiri dari bagian-bagian dalam menonjol berkenaan dgn rahang atas
yang membentuk , struktur hori%ontal atau palatal rak, yang akhirnya adalah
turunan dari lengkungan branchial pertama. :ak-rak ini awalnya di kedua sisi
lidah. 6etika lidah bergerak ke bawah dalam minggu ketujuh kehamilan,
proses tumbuh lateral medial. !usion dari langit-langit keras dimulai anterior
dan posterior berlanjut di minggu kedelapan usia kehamilan.
6ematian sel terprogram di tepi bebas dan produksi dari lapisan lengket
glikoprotein dan ideal desmosomes ikatan menyediakan antarmuka
permukaan. isi kiri cenderung tertinggal dari sisi kanan, mengarah pada
kecenderungan untuk clefts sisi kiri. eptum hidung kemudian tumbuh ke
bawah ke langit-langit yang baru dibentuk. &roses selesai antara 4 dan (,
minggu kehamilan.
E. (akt%r Terja&in'a Bi!ir "um!ing
(. !aktor herediter atau bawaan '
!aktor herediter ini berarti menyangkut gen penyebab bibir sumbing yang
dibawa penderita. /al ini dapat berupa '
a. $utasi gen
b. 6elainan kromosom
,. !aktor eksternal atau lingkungan '
!aktor eksternal merupakan hal-hal diluar tubuh penderita selama masa
pertumbuhandalam kandungan yang mempengaruhi atau menyebaban
terjadinya bibir sumbing yaitu
a. !aktor usia <bu
b. ?bat-obatan, seperti asetosal, aspirin, rifampisin,
fenasetin, sulfonamide, aminoglikosid, indometasin, asam flufetamat,
ibuprofen, penisilamin, antihistamin, antineoplastic, kortikosteroid
&
c. @utrisi,terutama pada ibu yang kekurangan folat dan "itamin B#, serta
%ink.
d. &enyakit infeksi ifilis, "irus rubell
e. :adiasi
f. tres emosional
g. ;rauma )pada trimester pertama kehamilan ' biasanya karena ibu
terjatuh saat hamil*
(. Diagn%sis Bi!ir "um!ing
eorang dokter dapat mendiagnosa bibir sumbing atau sumbing langit-langit
dengan memeriksa bayi yang baru lahir. eorang bayi yang baru lahir dengan
sumbing oral-wajah dapat didiagnosis oleh tim spesialis medis segera setelah
lahir. 9arang, sebagian atau AsubmukusB sumbing mungkin tidak terdiagnosis
selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Celah bibir kadang-kadang berhubungan dengan kondisi medis lainnya.
.okter harus dapat memberitahu apakah ada atau tidak clefting pada anak
adalah bagian dari sindrom. Beberapa sindrom mungkin memerlukan
perawatan di samping merawat bibir sumbing.
&renatal diagnosis )diagnosis sebelum kelahiran* juga dapat dilakukan
dengan pemeriksaan U2. umbing bibir lebih mudah didiagnosis melalui
ultrasound kehamilan. .iagnosis dapat dibuat pada awal kehamilan (5
minggu. &renatal diagnosis memberikan orangtua dan tim medis keuntungan
dari perencanaan lanjutan untuk perawatan bayi.
.asar diagnosis molekuler CL& )Cleft Lip and Cleft &alate* sama dengan
diagnosis penyakit genetik yang lain, yaitu dengan'
(. Amniocentesis, dilakukan pada kehamilan (0-(# minggu.
,. CC )Chorionic Cillus ampling*, dilakukan pada kehamilan (1-(-
minggu. ;ingkat akurasinya 4#-458 lebih rendah dari midtrisemester
amniocentesis karena keterbatasan mosaic plasenta dan kontaminasi sel
saat kehamilan
'
$. Peng%!atan Bi!ir "um!ing
?perasi dapat dilakukan apabila penderita memenuhi syarat dibawah ini '
(. Berat badan D (1 pon atau D 3 kg
,. /emoglobin D (1 gr8
-. Umur D (1 minggu atau D - bulan
&embedahan untuk menutup celah bibir biasanya dilakukan pada saat anak
berusia --# bulan. &enanganan masalah bibir sumbing merupakan penanganan
yang multidisiplin,artinya meliputi beberapa ilmu dan tenaga ahli,
diantaranya'
(. Ahli bedah 4<A4<C untuk memperbaiki bentuk bibir sehingga normalE
mendekati normal.
,. Ahli ;/;, untuk memantau dan atau memperbaiki kelainan sekitar hidung
dan telinga.
-. .okter gigiE?rthodontist untuk memantau dan memperbaiki kelainan
pertumbuhan gigi serta melakukan tindakan-tindakan pencegahan agar
tidak timbul kelainan-kelainan lain pada rongga mulut.
0. peech therapist untuk membantu penderita agar dapat berbicara dengan
normal
3. &sikologE&sikiater untuk menangani masalah psikologis yang timbul
terutama rasa rendah diri.
&engobatan mungkin berlangsung selama bertahun-tahun dan mungkin perlu
dilakukan beberapa kali pembedahan )tergantung kepada luasnya kelainan*,
tetapi kebanyakan anak akan memiliki penampilan yang normal serta
berbicara dan makan secara normal pula. Beberapa diantara mereka mungkin
tetap memiliki gangguan berbicara.
Ada tiga tahap penatalaksaan bibir sumbing, yaitu '
(. ;ahap sebelum operasi
(
&ada tahap sebelum operasi yang dipersiapkan adalah ketahanan tubuh
bayi menerima tindakan operasi, asupan gi%i yang cukup dilihat dari
keseimbangan berat badan yang dicapai dan usia yang memadai.
&atokan yang biasa dipakai adalah rule of ten meliputi berat badan lebih
dari (1 pounds atau sekitar 0-3 kg , /b lebih dari (1 gr 8 dan usia
lebihdari (1 minggu, jika bayi belum mencapai rule of ten ada beberapa
nasehat yang harusdiberikan pada orang tua agar kelainan dan komplikasi
yang terjadi tidak bertambah parah. $isalnya memberi minum harus
dengan dot khusus dimana ketika dot dibalik susu dapat memancar keluar
sendiri dengan jumlah yang optimal artinya tidak terlalu besar sehingga
membuat bayi tersedak atau terlalu kecil sehingga. $embuat asupan gi%i
menjadi tidak cukup, jika dot dengan besar lubang khusus ini
tidak tersedia bayi cukup diberi minum dengan bantuan sendok secara
perlahan dalam posisi setengah duduk.
elain itu celah pada bibir harus direkatkan dengan menggunakan plester
khusus nonalergenik untuk menjaga agar celah pada bibir menjadi tidak
terlalu jauh akibat proses tumbuh kembang yang menyebabkan
menonjolnya gusi kearah depan )protrusio premaFilla* akibat dorongan
lidah pada prolabium , karena jika hal ini terjadi tindakan koreksi pada
saat operasi akan menjadi sulit dan secara kosmetika hasil akhir yang
didapat tidak sempurna. &lester nonalergenik tadi harus tetap direkatkan
sampai waktu operasi tiba.
,. ;ahap sewaktu operasi
;ahapan selanjutnya adalah tahapan operasi, pada saat ini yang
diperhatikan adalah soal kesiapan tubuh si bayi menerima perlakuan
operasi, hal ini hanya bisa diputuskan oleh seorang ahli bedah. Usia
optimal untuk operasi bibir sumbing )labioplasty* adalah usia - bulan.
Usia ini dipilih mengingat pengucapan bahasa bibir dimulai pada usia 3-#
bulan, sehingga jika koreksi pada bibir lebih dari usia tersebut maka
1)
pengucapan huruf bibir sudah terlanjur salah sehingga kalau dilakukan
operasi pengucapan huruf bibir tetap menjadi kurang sempurna.
?perasi yang dilakukan sesudah usia , tahun harus diikuti dengan
tindakan speech teraphy karena jika tidak, setelah operasi suara sengau
pada saat bicara tetap terjadi karena anak sudah terbiasa melafalkan suara
yang salah, sudah ada mekanisme kompensasi memposisikan lidah pada
posisi yang salah. Bila gusi juga terbelah )gnatoschi%is* kelainannya
menjadi labiognatopalatoschi%is, koreksi untuk gusi dilakukan pada saat
usia 5G4 tahun bekerja sama dengan dokter gigi ahli ortodonsi.

2ambar ,.3 &roses ?perasi Bibir umbing
-. ;ahap setelah operasi.
;ahap selanjutnya adalah tahap setelah operasi, penatalaksanaanya
tergantung dari tiap-tiap jenis operasi yang dilakukan, biasanya dokter
bedah yang menangani akan memberikan instruksi pada orang tua pasien
misalnya setelah operasi bibir sumbing luka bekas operasi dibiarkan
terbuka dan tetap menggunakan sendok atau dot khusus
untuk memberikan minum bayi. Banyaknya penderita bibir sumbing yang
datang ketika usia sudah melebihi batas usia optimal untuk operasi
membuat operasi hanya untuk keperluan kosmetika saja sedangkan secara
11
fisiologis tidak tercapai, fungsi bicara tetap terganggu seperti sengau dan
lafalisasi beberapa huruf tetap tidak sempurna, tindakan speechteraphy pun
tidak banyak bermanfaat.
2ambar ,.3 9ahitan pada &engobatan Bibir umbing
H. Pen)egahan Bi!ir "um!ing
Hanita yang mengkonsumsi suplemen asam folat sejak kehamilan dini dapat
menekan risiko terjadinya bibir sumbing pada bayi hingga 018, para ahli
melaporkan ,3 9anuari ,11=. Asam folat merupakan komponen sistmetik dari
"itamin B yang banyak ditemukan pada sayuran hijau, sangat baik
direkomendasikan untuk mencegah terjadinya gangguan pada neural tube
seperti spina bifida. edangkan bagi pencegahan bibir sumbing memang
masih terus dipelajari.
uplemen asam folat yang digunakan pada awal kehamilan diduga dapat
menekan risiko terjadinya bibir sumbing )dengan atau tanpa celah di
palatum*, dikatakan Allen Wilcox of The National Institute of Environmental
Health Sciences, urham, North Carolina! Celah pada bibir terjadi ketika
jaringan yang membentuk mulut bagian atas tidak mau bergabung. Anak laki-
laki lebih banyak terjadi bila dibandingkan dengan anak perempuan dan
kelainan tersebut cenderung lebih banyak terjadi di Asia. ;indakan operasi
dapat membantu memperbaiki kelainan tersebut.
.alam penelitian yang dipublikasikan secara online melalui "ritish #edical
$ournal, para ahli mempelajari efek dari mengkonsumsi asam folat di
12
@orweigia, dimana didapatkan tingginya rata-rata kejadian bibir sumbing di
>ropa. $ereka memberikan beberapa pertanyaan kepada 3=- ibu yang
memiliki anak dengan bibir sumbing dan kepada =#- wanita yang memiliki
anak sehat selama kurun waktu (44#-,111.
&ara ibu tersebut ditanyakan tentang kebiasaan mengkonsumsi suplemen
asam folat saat kehamilan dini dan berapa banyak jumlah yang dikonsumsi.
etelah disingkirkan faktor-faktor risiko lainnya seperti kebiasaan merokok,
para ahli menemukan bahwa suplemen asam folat dapat menekan risiko
terjadinya bibir sumbing hingga 018. $akan banyak buah dan sayuran tanpa
mengkonsumsi suplemen asam folat dapat menekan risiko hingga ,38 saja.
Citamin A pada saat hamil dapat mencegah memiliki bayi dengan bibir
sumbing. &enelitian ini sudah diakui kebenarannya dan dimasukan kedalam
jurnal kesehatan American 9ournal of >pidemiology.Citamin A banyak
terdapat pada daging ayam, hati serta telur ayam. elain itu "itamin A banyak
terdapat di sayuran dan buah-buahan yang berwarna hijau, kuning dan merah.
.ianjurkan untuk ibu hamil mengkonsumsi "itamin A sebanyak - mg perhari
untuk memenuhi kebutuhan akan "itamin A bagi janin dan sang ibu sendiri
elain itu juga dengan mengkonsumsi "itamin B# memiliki peran *ital
dalam metabolisme asam amino dan dan juga mengkonsumsi %ink
secara cukup juga dapat mengurangi resiko bayi terlahir dengan bibir
sumbing, serta ibu yang sedang hamil harus dijaga keseimbangan tubuhnya
supaya tidak terjatuh saat berjalan dan tidak mengkonsumsi obat-obatan
kerasyang dapat menjadi factor penyebab bayi lahir dengan bibir sumbing.
13
BAB III
PENUTUP
Ringkasan
Bibir sumbing memiliki , pandangan ada yang mengatakan celah pada
bibir dan mengatakan bahwa bibir sumbing cacat pada kelahiran dalam sel-sel
tidak berkembang dengan baik. Cleft lips adalah cacat bawaan yang disebabkan
oleh gangguan pembentukan organ tubuh wajah selama masa kehamilan. .asar
genetik bibir sumbing kemungkinan besat heterogen dan multifaktorial , resesif
autosom, dominan autosom dan F pola pewarisan Bibir sumbing dibagi menjadi -
tipe yaitu ' celah sumbing hanya terjadi pada salah satu bibir tidak memanjang
sampai hidung )unilateral incomplete*, terjadi di salah satu bibir dan memanjang
sampai ke hidung )unilateral complete*, dan terjadi di kedua sisi dan memanjang
ke hidung )bilateral complete*.
Bibir sumbing bisa terjadi karena pada masa kehamilan janin kekurangan
%ink, asam folat, "itamin B#, "itamin A atau mengalami radiasi terentu yang
menyebabkan pembelahan sel )sel di bibir* tidak sempurna. Bibir sumbing
disebabkan oleh kegagalan perkembangan dan penyatuan processus palatum.
14
!akor terjadinya bibir sumbing terbagi menjadi , yaitu' factor herediter atau
bawaan hal ini meliputi mutasi gen dan kelainan kromosom dan factor eksternal
yang meliputi factor usia ibu, radiasi dll. .iagnosis bibir sumbing bisa dilakukan
pada saat bayi baru lahir namun bisa terjadi tidak terdiagnosis selama beberapa
bulan bahkan bertahun-tahun. &renatal diagnosis )diagnosis sebelum kelahiran*
juga dapat dilakukan dengan pemeriksaan U2. umbing bibir lebih mudah di
diagnosis melalui ultrasound kehamilan. &renatal diagnosis memberi keuntungan
pada orangtua dan tim medis untuk memberi perawatan bagi bayi.
&engobatan bibir sumbing hanya bisa dilakukan dengan cara operasi. @amun bibir
sumbing dapat dicegah dengan cara saat ibu sedang mengandung seorang ibu
hamil harus mengonsumsi asam folat. Asam folat yang digunakan pada awal
kehamilan diduga dapat menekan resiko terjadinya bibir sumbing. elain asam
folat yang tidak kalah penting adalah "itamin A, "itamin B# dan juga %ink secara
cukup.
1#
DA(TAR PU"TA#A
(. -------. ,1(1. Epidemiologi "i%ir Sum%ing. !akultas 6edokteran &adjajaran.
Bandung.
,. !ernsebner,Billie.(44#.&epera'atan (erioperatif! Buku 6edokteran >2C.
9akarta
-. 2ibson, 9ohn.(441.)isiologi dan Anatomi #odern untu* (era'at. Buku
6edokteran >2C. 9akarta
0. /. perber, 2eorffrey. ,115. Em%riologi &raniofasial Edisi *e+,. Uni"ersitas
$ichigan. Amerika erikat
3. /abel A, ell ., $ars $. $anagement of cleft lip and palate. Arch is
Child. Apr (44#I=0)0*'-#1-#.
#. 6apetansky .<, $illard .:. ;echniJues in Cleft Lip, @ose, and &alate
:econstruction. (hiladelphia, (a-. Lippincott-:a"enI(45=.
=. 6urniawan, Lilik, . 6ed., dkk. ,114. La%ioschisis. !akultas 6edokteran
Uni"ersitas :iau. :iau
5. &ersatuan .okter 2igi <ndonesia. (444. Standar (ela.anan #edis &edo*teran
/igi Indonesia. 9akarta ' &engurus Besar &ersatuan .okter 2igi <ndonesia.
4. :ahmalia. ,1((. &asus Log "oo* /igi dan #ulut. !akultas 6edokteran
Uni"ersitas ebelas $aret. urakarta.
(1. H. lander, ;. ,114. Langman Em%riologi &edo*teran Edisi *e+01. &enerbit
Buku 6edokteran >2C. 9akarta.
1%
1&