Anda di halaman 1dari 280

,Wi

rt
niJl'
+id,l
(
,m
h{
,,
f,
$
"t
lt
:
l
.t
!
I
,
ti
'l
l
'l
,t
^,
'.,-i.eri
+l
/
t' .'
i
I
I
t
I
I
t
I
i
I
'r"
"
-'f
I
tl
N
Gmbangktt
istrilt
bnagaAtr
M.M. DANDEKAR
Gurubesar dalam Bidang Teknik Sipil
Malaviya Regional Engineering College
JAIPUR
,
K.N. SHARMA
Dosen dalam Bidang Teknik Sipil
Malaviya Regional Engineering College
TNPUR
D. BAMBANG SETYADI
Pendamping:
SUTANTO
FEREAIKAN
BAHAN PUSTAKA
T.A.2000
?)
ffi
gEE
PENERBIT TJMVERSITAS INDONESIA
(Ur-PRESS) r.991
Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT).
DANDEKAR,.M.M.
Pembangkit Listrik Tenaga Air / M.M. Dandekar din K.N. Shar-
ma; penerjemah, D. Bambang Setyadi, Sutanto.
-
Cet. l.
-
Jakarta:
Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press), 1991.
x, 566 hlm.; ilus.; 16 cm.
Judul asli: Water Power Engineering
,
Daftar Pustaka
Indeks
lsBN 979-456-072-3.
l. Pembangkit listrik tenaga air. I. Judul.
II. Sharma, K.N.' III. Setyadi, D. Bambang.
III. Sutanto.
62t.ll
@ Hak penerjemah dan penerbit dilindungi Undang-Undang.
Cetakan pertama 1991.
Pengarang : M.M. Dandekar dan K.N. Sharma
Penerjemah : D. Bambang Setyadi
Pendamping : Sutanto
Korektor: Iif St. Ulfah
. Setting : Marman
Atak : Maryo
Repro Film : Umiyati
Operator Cetak : Sulardi, Sumardi, Bambang Bioso
Dicetak oleh : Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press)
Penerbit : Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press)
Salemba 4, Jakarta 1O430, Telp. 335-373
,Edisi
Asli Bahasa Inggris
berjudul Water Power Engineering
diterbitkan oleh Vikas Publishing House PVT LTD, 1979
Buku ini diierbitkan dalam rangka pengadaan buku teks untuk Perguruan Tinggi, beker-
jasama dengan Proyek Pengembangan Pendidikan Tinggi (World Bank Education IX Pro-
ject), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Pen,6i62uo
lqu,o t.
!lr
Lr
Dengan kasih dan sayang, untuk
Madhav, Malai, Shobhana
Mohan
(Alm.) Mathura Nath, Rama,,Chqtld,yika
r'
r'
. Katnla,"Nath
,,.t
Proycls
t
MT[, IK
PETTPUSTI KAAI\I OABRAH
J,,\u./& Tl!itJ{l
Nnmpl
I
t*rrl
:
eo.?6y
rp&t
p
tb 9,r
9/ t$
9,
TVnLd
toomO4[s2_
li
\
UCAPAN TERIMAKASIH
Kedua pengarang buku ini mengucapkan terimakasih yang sebesar-
besarnya kepada pihak-pihak yang secara ikhlas memberi izin peng-
gunaan bahan-bahan penerbitannya. Ucapan terimakasih disampai-
kan kepada: Allis-Chalmers Mfg. Co., AS; Beas-Sutlej Link Mana-
gement Board, India; Bhakra Management Board, India; Bharat Hea-
vy Electricals Ltd., India; Central Water and Power Research Station,
Pune, India; Dominion Engg. Works, Canada; English Electric Co.,
Ltd., Inggris; Escher Wyss Ltd., Swiss; Irrigation Research Institute,
Poondi, India; Kerala State Electricity Board, India; Linden
-
Alimak,
Swedia; Vevey Engg. Works Ltd., Swiss; Water Power and Dam Cons-
truction, London, Inggris; "Water Power Development", Jilid I dan
II, E. Mosonyi, Penerbit Akademi Ilmu Pengetahuan Hungaria,
Budapest.
t
\
PRAKATA
Pada hakikatnya buku ini direncanakan sebagai buku ajar bagi ma-
hasiswa yang berminat pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (pLTA).
Bidang ini wilayah yang luas dalam rekayasa, meliputi berbagai disip-
lin dan membutuhkan berbagai jenis
buku pegangan agar dapat
memahami seluruh aspeknya. Sesungguhnya, banyak buku pegangan
seperti itu telah tersedia. Namun, sulit ditemukan buku yang mema-
dai untuk keperluan instruksional dalam bidang rekayasa. Karena se-
gi ini merupakan motivasi utama dalam menulis buku ini, kami sa-
ngat mengharapkan bahwa para insinyur lapangan, yang aktif dalam
bidang ini, akan memperoleh penjelasan dalam risalah penjelasannya.
Asas-asas disain pokok dipaparkan secara teliti dan rincian soal-soal
latihan disain diberikan pula. Bab-bab mengenai hidrologi, rancangan
bendungan, turbin dan peralatan mekanik dan elektrik memang me-
rupakan bidang pengetahuan yang luas, dan memasukkan prosedur
disain yang komprehensif tidaklah mungkin dalam buku ini.
Kami telah berusaha sejauh mungkin mencakup semua informasi
mutakhir. Rekayasa Tenaga Air telah maju pesat dalam dua puluh
lima tahun terakhir ini, dan kami dengan sadar berusaha memperke-
nalkan semua konsep dan latihan penerapan modern hepada pem-
baca. Kami mengutip sejumlah contoh dari proyek-proyek tenaga air
dari seluruh dunia guna menjelaskan dan menekankan asas-asas
umum. Metodologi penghitungan dijelaskan dengan penguraian
contoh-contoh.
Tidak seperti dokumen riset, pada dasarnya buku ajar merupakan
pilihan informasi dari sumber-sumber yang berlainan. Kami berteri-
ma kasih atas segala bantuan dari para penyumbangyang terdahulu
dalam bidang ini. Kami tidak memberikan rujukan yang terinci da-
lam naskah, hanya memasukkan daftar-daftar rujukan yang penting
pada bagian akhir buku ini. Tetapi, kami secara istimewa ingin me-
nyebut 'magnum opus' Dr. Emil Mosonyi Perkembangan Tenaga Air,
begitu pula Jurnal Tenoga Air dan Bangunon Bendungan sebagai dua
sumber penting penjelasan kami.
x Prakata
Kiranya tidaklah mungkin menyebut nama-nama semua pribadi yang
telah mengulurkan bantuan dalam proyek ini. Tetapi kami ingin me-
nyebutkan penghargaan kami kepada Kepala, Malaviya Regional Engi-
neering College, Jaipur (India) yang mengizinkan kamimenyusun pro-
yek ini, kepada University Grants Commission, India, yang menspon-
sori proyek ini dan menyediakan bantuan keuangan dalam bentuk bea-
siswa, dan kepada National Book Trust, lndia, yang memasukkan buku
ini dalam program penerbitan buku ajar yang diberi subsidi. Kami sung-
guh berterima kasih kepada dewan penyunting yang ditunjuk oleh UGC
(India), yang terdiri dari Dr. Jagdish Lal, KepalaM.N.R. Engineering
College, Allahabad, Dr. S. Narasimhan, Guru Besar, IIT, Bombay,
dan Prof. M.A. Brahmnalkar dari Balchand College of Engineering,
Sangli, yang telah memeriksa naskah dan memberi saran yang ber-
harga. Usaha dan perhatian mereka sangat kami hargai.
Ucapan terimakasih
juga
kami tujukan kepada teman-teman seja-
wat dan staf dalam Departemen kami, terutama kepada Tuan D. Jag-
tani, yang menyediakan bantuan sekretariat yang cakap selama pro-
yek penulisan buku ini.
PARA PENGARANG
L*
Tdan
1
\-/'''
t t1 (!'"r
r nif 'I1
\ '
i
l..,.,,
n
(r,r./' /
c r; [.,
, r
("i
l'"'
J""
1r'
i
/'i' "
DAFTAR ISI
"")
TENAGA AIR
Pendahuluan. Sumber-sumber Energi. Tingkat Peman-
faatan Tenaga di Dunia. Tenaga Air. Tempat Listrik
Tenaga Air dalam Sistem Tenaga. Tegangan Transmisi dan
PLTA. Taksiran Potensi Tenaga Air.
HIDROLOGI UMUM
Umum. Hidrologi dan Hidrometeorologi. Cabang-cabang
Hidrologi. Daur Hidrologi Sebagai Suatu Sistem. Daur
Hidrologi. Persamaan Hidrologis. Peresapan. Penguapan.
Aliran Sungai. Hidrologi Stokastik. Contoh Ilustrasi.
l-15
16-33
Bab 3 PRESIPITASI
34-59
Pendahuluan. Kejadian dan Penyebab Terjadinya
Presipitasi. Pengukuran Curah Hujan. Interpretasi Data
Hujan. Penyajian Data Curah Hujan Secara Grafis.
Presipitasi Maksimum. Pola Curah Hu;an di India. Con-
toh llustrasi.
/')
(y'
i Bab
/-
't
4 LIMPASAN DAN ALIRAN SUNGAI 60.104
Proses Limpasan. Analisis Aliran Sungai. Hidrograf.
Lengkung Masa. Lengkung Jujuh Aliran. Hubungan
Curah Hujan-Limpasan. Faktor-faktor yang Mempenga-
ruhi Limpasan. Perkiraan Limpasan. Metode Perkiraan
Limpasan. Analisis Aliran Rendah. Limpasan Banjir.
_.
-
..|\4etode
Hidrograf Satuan. Contoh Ilustrasi.
,/
/nao
/
BEBAN LIsTRIK
pADA
TURBIN AIR r0s-u7
,/
Umum. Lengkung Beban. Faktor Beban. Faktor
r
xii Daltar Isi
Kapasitas. Faktor Kegunaan. Faktor Keragaman'
Lengkung Jujuh Beban. Tenaga Tetap' Tenaga Sekunder'
Ramalan Beban. Contoh llustrasi.
Bab 6 TIPE.TIPE PEMBANGKIT
LISTRIK TENA.
GA AIR-I
(Pembangkit dengan Tekanan Air Tinggi dan Ren-
dah)
Klasifikasi Pembangkit Listrik Tenaga Air. Pembangkit
Listrik Pada Aliran Sungai. Susunan Umum Pembangkit
Listrik Tenaga Aliran Sungai. Bendungan Pembangkit
Tenaga Listrik di Lembah. Proyek Saluran Pengalih
Aliran. Pusat Pembangkit Tenaga Pengalih Aliran
Berkepala Tinggi. Penyimpanan dan Kolam' Contoh
Ilustrasi.
Bab 7 TIPE.TIPE PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA
AIR_II
(Pembangkit Listrik Tenaga Pompa)
Perencanaan Dasar. Sejarah Pengembangannya'
Keun-
tungan Pembangkit Listrik Tenaga Pompa' Tipe-tipe Pem-
Uangtlt Listrik Tenaga Pompa. Faedah Relatif Dua Unit
dan Tiga Unit Pengaturan. Pengaturan Tiga Kesatuan'
Pembalikan Tenaga Listrik Pompa Turbin' Masalah-
masalah Operasi. Tofografi. Cadangan-cadangan dan
Angkutan Air. Rumah Tenaga Listrik' Efisiensi dari Pem-
bangkit Listrik Tenaga Pompa. Contoh Ilustrasi'
Bab I BENDUNGAN
Umum. Sejarahnya. Fungsi Sebuah Bendungan'
Klasifikasi dari Bendungan. Pemilihan Tempat dan
Pemilihan Bendungan. Bobot,/Gaya Berat Bendungan'
Bendungan-bendungan
Tanggul Pada Umumnya' Ben-
dungan Lengkung. Bendungan Bertiang Penopang'
Keamanan Bendungan. Contoh Ilustrasi'
Bab 9 PELIMPAH
Umum. Tipe-tipe Pelimpah. Pintu-flntu Pelimpah. Pintu-
pintu tidak Otomatis. Pintu-pintu Otomatis. Pintu Air
Bendungan. Peredaman Energi di Hilir Pelimpah. Con-
toh Ilustrasi.
tlt-161
162-185
186-240
\
241-268
l
Daftar ist xiii
Bab 10 PENGANGKUT AIR-I 269-306
(Batang
Pipa dan Perlengkapannya)
Umum. Klasifikasi Batang Pipa. Kriteria
perencanaan
Batang Pipa. Diameter Ekonomis Batang Pipa. Balok
Jangkar. Katup Pipa Saluran. Jenis Katup. Bengkokan dan
Pipa Bermulut Banyak. Contoh Ilustrasi.
Bab ll PENGANGKUT AIR-II 307-33t
(Pukulan
dan Gelombang Air)
Pendahuluan. Pukulan Air. Gema dalam Tabung Pipa.
Gelombang-gelombang Saluran. Tangki-tangki Gelom-
bang. Contoh llustrasi.
Bab 12 PENGANGKUT AIR-III 339-390
(Tempat-tempat
Pengambilan, Saluran-saluran,
Terowongan-terowongan)
Tempat-tempat Pengambilan Air. Jenis-jenis Bangunan
Pemasukan. Kehilangan-kehilangan dalam
pengambilan.
Perjalanan Udara pada Pengambilan. Pemasukan Udara.
Saluranrsal\ra$ Air. Forebay. Terowongan-trowongan.
\
Bab 73 TURBIN-TURBIN 391-453
Pendahuluan, Je-nis-jenis Turbin Utama. .Segi-segi
Hidraulik. UkuranTiiibin. Segi-segi Konstruksi daripada
Turbin. Susunan Tata Letak. Turbin Hidraulik. Segitiga-
segitiga Kecepatan dan Nomenklatur. Persamaan-
persamaan Aliran Dasar. Tube-tube Sementara. Turbin
Kapitasi. Pengaturan Turbin. Uji Model Turbin.
.
Karakteristik dari Turbin. Contoh Ilustrasi.
Bab 14 PERALATAN LISTRIK DAN MEKANIK 454-473
Umum. Dinamo/Generator. Pembentukan. Penyegaran,
Pendinginan dan Pelumasan. Transformator. Alat-alat
Penghubung dan Pembagi. Perlengkapan Kamar Pengon-
trol. Perlengkapan Mekanik. Perpindahan dari Listrik
. Mesin.
Bab 15 PERENCANAAN STASIUN TENAGA AIR 474-496
Umum. A. Siasiun Tenaga Air di Atas Permukaan Tanah.
Struktur Stasiun Tenaga Air. Dimensi Stasiun Tenaga Air.
Penerangan dan Ventilasi. Variasi dalam Perencanaan Sta-
siun Tenaga. B. Stasiun Tenaga air di Bawah Tanah.
Umum. Latar-Belakang. Lokasi Stasiun Tenaga di Bawah
I
I
xiv Daftar Isi
Tanah. Jenis Stasiun Pembangkit Tenaga di Bawah Tanah'
Keuntungan Pembangkit Tenaga di Bawah Tanah' Kom-
ponen Pembangkit Tenaga di Bawah Tanah' Tipe-tipe Ba-
ian.
Keterbatasan Pembangkit Tenaga Bawah Tanah' Pe-
i"rr"anaan Struktural Bangunan Pembangkit Tenaga'
Bab 76 TENAGA LISTRIK SEHUBUNGAN DENGAN
AIR PASANG
491-520
Terjadinya Air Pasang. Tenaga Listrik Sehubungan
dengan Air Pasang-Prinsip Dasar. Sejarah Perkem- '
bangan. Lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Air Pasang'
Kesulitan pada Pembangkit Tenaga Air Pasang. Kom-
ponen Pembangkit Listrik Tenaga Air Pasang. Model
Pembangkit Tenaga. Susunan Kolam Tunggal. Sistem
Kolam Ganda. Kerjasama Sistem Kolam Ganda. Aspek
Bangunan. Perkiraan Energi dan Tenaga. Pengaturan Pro-
duksi Tenaga. Kontrol Kerusakan dan Kualitas Beton.
Studi Kelayakan. Kawasan Tenaga Air Pasang yang
Berpengharapan. Contoh Ilustrasi.
Bab 17 BEBERAPA PROYEK PEMBANGKIT LISTRIK
TENAGA AIR YANG KHAS 52I-543
Pengantar. Proyek Beas. Proyek Bendun_gan Tarbela. Pro-
yek Bendungan Lengkung Iddiki. Proyek Air Pasang
Rance. Proyek Waduk Pompa Revin.
Lampiran
Beberapa Satuan yang Berguna
Daftar Pustaka
Indeks Subjek
sis-sst
555-555
s56-s61
562-566
I
r
\
BAB I
TENAGA AIR
PENDAHULUAN
Tenaga merupakan suatu unsur penunjang yang sangat penting bagi
pengembangan secara menyeluruh suatu bangsa. Pemanfaatannya se-
ca.ra tepat guna akan merupakan suatu alat yang ampuh untuk merang-
sang pertumbuhan perekonomian negara. Berdasarkan alasan terse-
but, dapat dimengerti apabila pada akhir-akhir ini permintaan akan
pembangkit tenaga semakin meningkat di negara-negara seluruh du-
nia. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa, ditinjau dari segi kebu-
tuhan tenaga, hampir dapat dipastikan semua negara di dunia benar-
benar sedang mengalami 'krisis energi' dan berbagai kesibukan dila-
kukan untuk menjajagi pemanfaatan berbagai alternatif pembangkit
energi untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat. Jika digu-
nakan perkiraan berdasarkan stan{ar yang berlaku di Amerika Seri-
kat, penggunaan energi di seluruh dunia pada tahun 2000 akan men-
jadi
empat kali dari kebutuhan tahun 1970. Semakin jelas
bahwa ha-
rus ada suatu gagasan baru mengenai sumber-sumber penghasil ener-
gi dan rumusan program,program pelaksanaan. dengan efisiensi
maksimal.
SUMBER-SUMBER ENERGI
Kekaguman manusia terhadap semua gejala alam telah menimbulkan
daya tarik untuk memanfaatkannya bagi kesejahteraan kehidupannya.
Pasang-surut lautan, parlas matahari, energi angin, semuanya diang-
gap memang diciptakan guna memenuhi kebutuhan mereka akan sum-
ber energi untuk mencapai kesejahteraan kehidupan umat manusia.
Meskipun demikian, seperti diketahui sampai saat ini, pengembangan
tenaga secara besar-besaran dari sumber-sumber tersebut masih be-
lum merupakan suatu kelaziman. Sesuai dengan kriteria pembangkit
tenaga secara besar-besaran, tiga sumber terpenting yang sangat
umum sehingga sering dikatakan konvensional, jika
diurutkan sesuai
r-
2 Pembangkit Listrik Tenaga Air
clengan urutan pentingnya, dapat disebutkan:
O
Tenaga uap, (t) Tenaga air, dan (iir) Tenaga nuklir'
Sumber-iumber lain untuk pembangkit tenaga, tentu saja tidak di-
ragukan nilainya, tetapi
jika dibandingkan dengan besarnya tenaga
ya-ng dihasilkan oleh ketiga sumberdaya utama tersebut, kontribusi'
nya memang sangat terbatas. Dengan dernikian, sumber-sumber lain
tersebut, tetafr Alltasifikasikan sebagai sumberdaya tidak konvensio-
nal dan dapat disajikan seperti berikut ini:
(l) Tenaga pasang surut, (il) Tenaga panas matahari, (iil) Tenaga
pu"u, bum], (iv) Tenaga angin, dan (v) Medan magnet hidrodinamik.
Uraian dalam bab dan seluruh isi buku ini dibatasi hanya menca-
kup tentang pembangkit listrik air dan segala sesuatu
yang dianggap
penting dan bersangkutan dengan hal tersebut"
TINGKAT PEMANFAATAN TENAGA DI DUNIA
Kebutuhan akan tenaga hampir semua negara meningkat secara he-
bat sekali. Sedemikian hebat sehingga semua gambaran yang disaji-
kan akan segera menjadi kedaluwarsa bahkan sebelum tinta cetaknya
mengering. Meskipun demikian, sekedar untuk mendapatkan
gambaran
.r-r-. kiL dapat menengok gambaran pada tahun 1972. Jumlah energi
yang dibangt<itt<an di seluruh dunia untuk tahun tersebut sebesar 5620
fWt
tf
tWh
: 10e kwh). Pada tahun l97l-72, peningkatannya
sebesar 400 TWh. Hal ini menunjukkan
peningkatan hampir sebesar
890 per tahun, atau berarti produksi akan menjadi hampir dua kali-
nya balam kurun waktu l0 tahun. Dari seluruh produksi ini' yang ber-
aial dari energi air adalah sebesar 1290 TWh dan energi nuklir sebe-
sar 57 TWh, dalam persentase masing-masing mendekatiZlqo danllqo.
Sisanya berasal dari bahan bakar fosil.
Bukan merupakan sesuatu yang mengherankan
jika sebagian besar
energi yang dibangkitkan tersebut dihasilkan dan dimanfaatkan oleh
dua tekuatan raksasa dunia, yakni Amerika Serikat dan Uni Soviet.
Gambaran mengenai pemanfaatan energi untuk Amerika serikat
(1973)
dan Uni Soviet masing-masing sebesar 1856 TWh dan 1000 TWh. Atau
hampir sebesar 5090 dari seluruh energi yang dibangkitkan
pada ta-
hun yang bersangkutan. Yang berasal dari tenaga air dari angka ter-
' sebui.*ing-*aiing sebesar 272Tyhdan 160 TWh (masing-masing
mendekati 15 sampai 1690). Kapasitas terpasang tenaga air di Ameri-
ka Serikat dan Uni soviet masing-masing sebesar 61,3 GW dan 37,1
GW (l GW
:
I
juta kW) (1973). Jumlah kapasitas terpasang daya
air seluruhnya mendekati 200 GW. Perlu diketahui,
jumlah seluruh
potensi tenaga air yang mungkin untuk dikembangkan di seluruh du-
nia adalah sekitar I1.000 TWh per tahun dan hampir 8890 dari po-
t
\
Tenagu,.lir I
tensi tersebut tetap Lrelum termanfaatkan.
Gambaran tersebut terlihat luar biasa
jika
dibandingkan dengan gam-
baran keadaan di India,
jumlah
seluruh kapasitas terpasang sebesar
2l GW, dari
jumlah
tersebut 7
,2
GW berasal dari tenaga air, produk-
si energi tahunan sebesar 71,15 TWh, yang berasal dari tenaga air se-
besar 28,5 TWh (1975).
Jika ditinjau pemanfaatan energi per kapita, maka pemanfaatan ter-
tinggi adalah di Norwegia (dengan 9990 sumber energinya berasal dari
tenaga air) yakni sebesar 156000 kWh per tahun. Angka itu berlipat
gandajika dibandingkan dengan angka untuk India yang sebesar 100
kWh per tahun.
Tabel 1.1 berikut ini menyajikan persentasi dari tenaga dibanding-
kan dengan seluruh pembangkitan pada beberapa negara.
TABEL 1.1*
No. Negara Jumloh
kapasitas
lerpasong
(GW)
Tenaga air Tenoga air
terposang terpasang
(GW) (Vo)
l. Amerika Serikal
2. Uni Soviet
3. Jepang
4. Norwegia
5. Perancis
6. Kanada
7. Cina
8. India +
340
166
'16,5
14,1
43,2
47,0
32,0
21,0
61,3
37 ,l
20,2
14,0
16,2
3l
,0
10,0
1a
16,2
18,6
27,0
9e,9
38,0
66,0
'
31,0
14 1
*Keadaan
rahun 1973- I974.
+Keadaan tahun 1975.
Listrik Tenaga Air di India
,
Pembangkit Listrik Tenaga Air di India dimulai pada tahun 1897
berupa listrik mikro-hidro, yakni dengan cara rriemanfaatkan arus su-
ngai secara langsung di dekat Darjeeling. Pengembangan listrik tena-
ga air secara besar-besaran yang pertama kali dilakukan adalah pada
Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Sivasamudram di Mysore yang di-
resmikan pada tahun 1902. Dengan kapasitas terpasang sebesar 4,5
MW. Menyusul proyek Khopoli di Maharashtra yang mulai berope-
rasi pada tahun l9l4 dengan kapasitas 50 MW. PLTA ini khusus mc-
layani kebutuhan tenaga kota Bombay. Meskipun demikian, sampai
dengan tahun kemerdekaan 1947, pertumbuhan yang terjadi tidak ter-
lalu pesat dan
jumlah pembangkit tenaga air sampai mcnjelang tahun
Pembangkit Listrik Tenogo Air
TABEL 1.2
Tahun
Kapasitas terPasang,
dalam GW
Jimlah PLTA
Persentase
PLTA
Sebelum 1950
Sampai dengan 1956
Sampai dengan 1961
Sampai dengan 1966
Sampai dengan 1969
Sampai dengan 1975
Proyeksi sampai dengan
1979
Proyeksi sampai dengan
198 I
,{
3,4
5,65
10, l7
t4,13
2t,0
35,4
50.4
0,56
0,94
1,92
4,1
5,9
1))
l3,6
22,9,*
24,5
21 ,5
34,0
40,5
4l,0
34,3
3 8,0
45,8
*Statistik
Rencana Sepuluh Tahunan'
1947 hampir mendekati 500 MW. Riwayat
pertumbuhannya dapat di-
lihat pada Tabel 1.2.
Gambar 1.1 dan t.2 menyajikan secara
grafis pola pertumbuhan
tersebut.
60
52
l.
z
<28
F
)
20
t2
Jumlah
1 i
UaplPanas
\ i
n"\I
,/x,
./-'.)'
Nuklir
t941 50 55
Tahun
Gambar 1.1. Pengembangan tenaga di Inriia'
1980 75 65
\
20000
1950 1960 1970 1980 1985
Gambar 1.2. PLTA di India.
Berdasarkan uraian di atas,
jelas
terlihat bahwa potensi tenaga air
yang belum dikembangkan di negara itu masih sangat besar. Komisi
Pusat yang menangani masalah Air dan Sumberdaya (India), berda-
sarkan hasil survei tahun 1958, menyatakan bahwa pemanfaatan po-
tensi tenaga air secara ekonomis di India adalah sebesar 42
juta
kW
(42 GW), dengan faktor beban sebesar 6090 atau hampir setara de-
ngan 221 TWh'l yang setara dengan 150
juta
ton batu bara. Sebaran
potensi tersebut menurut wilayah dapat dilihat pada Tabel 1.3.
Jika ditinjau potensi dari setiap sungai, dari dua sistem sungai be-
sar di India, yakni Brahmaputra dan Gangga saja potensi tenaga air
yang belum termanfaatkan masing-masing sebesar 15000 MW dan 5000
MW. Sungai Godavari dan seluruh anak sungainya mempunyai po-
TABEL T.3
lltilayah Kapasitas andalan
tenago air (GW)
Energi (TWh)
I
B
Kapasitas
terpasang
stasiun tenaga air
l 5000
l2000
9000
6000
3000
Persentase tenaga air dari
'
kapasitas-
-.1
----'''
terpasang \--
,a,
MW terpasang
Tenaga Air
Persentase tenaga air
dari
jumlah
kapasitas
terpasang
(nt
50
I
40
30
2C
l0
Utara
Barat
Selatan
Timur
Timur Laut
10,73
7,t7
8,10
3,63
t2,46
56,4
37,7
42,6
19,I
65,5
Jumlah (Seluruh India) 42,09
rAngka
ini diperoleh dengan
jalan berikut:
(lz itoe x rosj 0,6=221i lot2 wtr
=
zzt x td xwh = zzt twh.
22t,3
I
lL
6 Pembangkit
Listrik T'enaga Air
tensi tenaga sebesar 6000 MW dan hampir seluruhnya
belum
dimanfaatkan.
--
i"p".ti dikemukakan
di atas, kapasitas sekarang ini hanya sebesar
?,2 GW atau sekitar l89o dari
jumlah seluruh
potensi tenaga air di
lndia. Laju pengembangan
potensi tenaga air masih kurang dari 190
p", i"t
""
Oan Uitum be"rarti apa-apajika dibandingkan
dengan laju
iang
dicapai oleh negaru-n.guiu
maj-u di dunia'
yakni sebesar 7slo per
iurr""". Laju pengemb-angan ,"b..u, 40/o yangdiproyeksikan untuk Ren-
cana
pemtarrgurru., Liria tahun v masih lebih rendah
jika dibanding-
kan dengan laju pengembangan di Amerika Serikat atau di Uni Soviet'
Satu hal yurg p"ri, dicatit, bahwa gambaran yang disajikan
pada
Tabel 1.3 merupakan data lima belas tahun yang lalu' atau telah cu-
kup usang, sehingga
perlu diremajakan'
Berdasarkan konsep
pengem-
bangan
ying baru, khususnya mengenai
pemanfaatan terjunan ren-
dah dan teknologi tiansmisi tegangan tinggi' banvlk sumber energi
vurrg
,.-.,ru dinilai kurang tayat< ditembangkan
ditinjau dari segi ke-
iuvir.u, ekonomi, menjaJi layak dikembangkan'
Suatu contoh dari
kasusiniialahadanyakemungkinanuntukmemanfaatkantenagase-
besargGWdarin.gurutetanggaterdekatsepertiNepal'misalnya'
Hal lain yang perli diketahuilalah
mengenai
perkiraan faktor efi-
siensi sebes ar 60v/0. Konsep modern untuk
pengoperasian PLTA ini
aiatatr
justru pada tingkat efisiensi
yang cukup rendah
(misalnya' se-
kitar309o).Sebagaicontoh,rata-ratatahunanfaktorefisiensipada
pr-re
Grand coulee hanya sebesar kurang lebih 309o
'
Dengan cara
pengoperasian seperti ini' akan lebih mudah untuk melipatduakan
ka-
pasitas terpasangnya.
Terlepas Oari semua itu, laju pertumbuhan memang terlihat masih
t urang memadai. Mungkin silah satu penyebabnya karena tenaga air
-"rrp-ufu.,
suatu kegiaian sektor
pemerintah yang tidak memberikan
peluang peran serta bagi sektor swasta' Barangkali kebijaksanaan
pe-
ngembangan
potensi ilnugu air di seluruh lndia memerlukan
penin-
jauan kembali secara menYeluruh'
TENAGA AIR
Tenaga air merupakan sumberdaya terpenting setelah tenaga uap/pa'
, nas. Hampir 30Eo dari seluruh
(ebututran
tenaga di dunia dipenuhi
oilt,
puru,-pusat listrik tenaga air' Banyak negara yang hampir selu-
ruhproduksitenaganyabera-saldaritenagaair;sepertimisalnya'Nor-
wegia, dengan
gg"/,
;;ijumlah selurulr-kapasitas
terpasang berasal
au."i t.nugu air. Di samping itu masih banyak negara-negara
dengan
;;i;;tite"nasa
ui,
vu,gl'ai
biasa tetapi masih belum dimanfaatkan'
Dua contoh
yung
iur.r't
dicatat barangkali adalah Uni Soviet dengan
\
Tenaga Ait
1
sungai besarnya yakni Siberia yang akhir-akhir ini baru mulai dipi-
kirkan pemanfaatannya, demikian pula Nepal dengan potensinya yang
hebat berasal dari sungai-sungai yang bermata air di pegunungan Hi-
rnalaya, masih menunggu dimanfaatkan. Berdasarkan perkiraan ka-
sar,
jumlah
seluruh potensi tenaga air di seluruh dunia
jika
diman-
faatkan sepenuhnya adalah sebesar 5000 GW. Lingkup dari tenaga
air harus sepenuhnya dimengerti
jika
kita membandingkan dengan
jum-
lah seluruh kapasitas terpasang yang hanya mendekati 200 GW. Bah-
kan di negara seperti Perancis, di mana pemanfaatan tenaga air secara
konvensional sudah dikembangkan sepenuhnya, telah mulai merintis
pengembangan suatu pusat listrik dengan sistem pembangkit kombi-
nasi antara tampungan dan pompa
Tenaga air mempunyai beberapa keuntungan yang tidak dapat
dipisah-pisahkan yang membuatnya makin menarik, seperti berikut ini:
(r).
Bebg4.,b3.l_<al
uptuk PLTU adalah batu bara. Berdasarkan pe-
ngertian yang sama, kita dapat mengatakan bahwa bahan bakar untuk
PLTA adalah air. Nyatanya suatu
jurnal
teknis yang terkenal mengenai
tenaga air (La Houille Blanche) menamakannya dengan tepat seb?&ai"
'Batu Bara Putih'. Tetapi kquqggulan bahan bakar untuk PLTA ini
samadbkali tidak habis terpakai aiaupun berubah menjadi sesuatu yang
Hin. elfU sekarang ini menghadapi masalah pembuangan limbah-
nya yang berupa abu batu bara. Sedangkan PLTA tidak menghadapi
masalah yang serupa. Ia merupakan suatu sumber pnergi yang abadi,
tidak seperti bahan bakaf fosil. Air melimpas melalui turbin, tanpa
kehilangan kemampuan pelayanan untuk wilayah di hilirnya. Ia ma-
sih mampu mengairi sawah-sawah ataupun menghilangkan dahaga
kota-kota akan air bersih.
(ir) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan PLTA sangat rendah
ji-
ka dibandingkan dengan PLTU atau PLTN. Pada PLTU, di samping
pengeluaran biaya untuk batu bara, perlu diperhitungkan pula biaya
transporiasi bahan bakar tersebut. Demikian pula hal ini berlaku pa-
da PLTA. Pada PLTA, transportasi "batu bara putih" berlangsung
secara alamiah hampir pada setiap kasus (kecuali pada PLTA dengan
sistem kombinasi antara tampungan dan pompa). Meskipun demikian,
kelebihan kadangkala tidak terlihat, karena tertelan oleh bi:ya pem-
bangunan yang sangat besar. Beban pembayaran bunga atas biaya mo-
dal yang ditanam, seringkali merupakan sebagian besar dari biaya ta-
hunan yang harus dipikul.
(ilt)
fu-rbin-turbin
pada PLTA bisa dioperasikan ataupun dihenti-
kan
pengoperasiannya setiap saat. Hal ini tidak dimungkinkan pada
PLTU dan PLTN. Untuk memenuhi kebutuhan puncak yang hanya
terjadi selama beberapa
jam
saja, bukan merupakan masalah bagi
PLTA, karena dengan kemampuannya untuk dioperasikan atau di-
8
Pembangkit Listrik Tenogo Air
hentikan kembali, hampir pada setiap saat merupakan suatu modal
utama dalam
pengoper;sian sementara
pada PLTU dan PLTN akan
mengakibatkan
pimborosan bahan bakar
yang luar biasa'
(iri)
pI.fA,
.,rtup sederhana untuk dimengerti dan cukup mudah
ur,i i dioperasikar,. Keturgguhan sistemnya dapat lebih diandalkan'
dibandingkan dengan sumber-sumberdaya
lainnya'
tvl
peiafatan pLtA
yang niutakhir, umumnya memiliki
peluang
y"rrg u"ru'. untuk bisa diopirasikan selama lebih dari 50 tahun. Hal
ioi Jrn p bersaing
jika dibandingkan dengan umur efektif dari PLTN
yang sekitar 30 tahun.
-
(r) Mengingat kemudahannya untuk memikul beban ataupun me-
r.p"ri *"vike-mbali,
pLTA juga bisa dimanfaatkan sebagai cadangan
*"
bisa diandalkan
pada risi.- kelistrikan terpadu antara PLTU,
PLTA dan PLTN.
-
(vii) Dengan teknik
perencanaan ya19 mutakhir'
pembangkit lis-
trik dapat minghasilkantenaga
dengan efisiensi
yang sangat tinggi mes-
kipun fluktuasi beban cukuP besar'
(viir) Perkembangan
mutakhir
yang telah dicapai
pada pengembang-
an turtin air, telah dimungkinkan
untuk memanfaatkan
jenis turbin
yang sesuai dengan keadaan setempat'
'---1-ii;
e.ngemblngan
pLTA
dengan memanfaatkan arus sungai da.
paimenimU]rrlkan
juga manfaat lain seperti misalnya
pari.wisata, per-
ikunu, dan lain-lain, sedangkan
jika diperlukan waduk untuk keper-
luan tersebut dapat dimaniaatkan
pula misalnya sebagai irigasi dan
pengendali banjir.
'-el"prn
kelemahan PLTA di antaranya
yang paling menonjol ialah:
(r) S'ebagaimana telah disebutkan di atas,
[rampi1qg4gge-Ll-"f{ 11e
ryiut""
plovek padat
1o-!al'
Seperti lavaknva
pIovgI
Pu.qI
modal
iang
tain, taju pingemb-alian modalPloyek
lLl'A
adalahlenetah'
'
(;7) rraasa p"tiiupl., suatu paoyek PLTA pada umumnya memakan
*"t iu yang cukup lama. Semenjak
proyek berupa gagasan awal sam-
pai
dengan saat pengoperasiannya, seringkali memakan-waktu
seki-t
i* *;"I"n ,urnpui aengan lima belas tahun' Untuk suatu PLTU' masa
persiapan pada umumnya lebih singkat-
(iif) PLiA sangat tergantung
pada aliran sungai secara alamiah'
Sedangkan aliran ,.rrrgu] tersebut sangat bervariasi' sehingga
pada
umumnya tenaga andalan atau tenaga mantap akan sangat lebih kecil
jikadibandingkandengankapasitastotalnya.Haliniberartibahwa
potensi yurg idu tidak akan termanfaatkan
sepenuhnya' andaikata
iirencanakan faktor kapasitas
yang tinggi untuk suatu PLTA' Se-
baliknyajikaPLTAdirancangdenganfaktorkapasitasyangren-
dah, aian-mengakibatkan
sebagian dari peralatan hanya akan terman-
faatkan selama beberapa waktu saja dalam satu tahun, sehingga mo-
I
I
\
Tenaga Air 9
dal yang sangat berharga yang telah ditanam akan menjadi modal mati.
Dengan mengembangkan suatu sistem
jaringan
kelistrikan secara ter-
padu yang pengendaliannya dilakukan dengan bantuan komputer, hal
tersebut bukan merupakan masalah lagi.
TEMPAT LISTRIK TENAGA AIR DALAM SISTEM TENAGA
Suatu sistem
jaringan
kelistrikan terpadu harus mampu melayani la-
ju
kebutuhan daya maksimum yang dikenal sebagai beban puncak.
Kebutuhan beban puncak ini pada umumnya hanya untuk sebagian
waktu saja. Sehingga umumnya kebutuhan beban dibagi dalam dua
bagian, yakni, beban dasar yang harus dipenuhi hampir sepanjang ta-
hun dan beban puncak. Beban puncak ini dapat dibedakan menjadi
beban puncak bulanan ataupun beban puncak harian. Pada suatu sis-
tem
jaringan
terpadu, umumnya perencanaan dilakukan sebagai be-
rikut: beberapa pembangkit dioperasikan untuk melayani kebutuhan
beban dasar, sedangkan yang lain dioperasikan untuk melayani be-
ban puncak saja. Pada suatu sistem pembangkit tenaga gabungan an-
tara PLTU, PLTA dan PLTN, misalnya, akan timbul dua pertanyaan.
Pertama, bagaimanakah taktik perencanaan yang dipakai agar diper-
oleh suatu komposisi pembangkit gabungan yang memadai, katakan
misalnya, berapa bobot/persentase dari masing-masing
jenis pembang-
kit? Pertanyaan kedua,
jika
lengkung-beban diketahui, bagaimana-
kah mengoperasikan berbagai pembangkit tenaga tersebut agar kebu-
tuhan beban bisa dipenuhi secara memuaskan?
Pertanyaan pertama mengandung dua aspek. Pertama,
jika poten-
si sumberdaya alam merupakan suatu kendala dalam menentukan pi
lihan. Dalam hal ini,
jika
tersedia pqtensi air yang
berlimpah-limpah tetapi ti-
dak tersedia potensi sum-
berdaya alam yang mema-
dai untuk mengoperasikan
PLTU maupun PLTN; ma-
ka sistem pembangkit ga-
bungan yang dipilih adalah
sistem dengan bobot/per-
'sentase yang sangat tinggi
untuk PLTA-nya. Jika po-
tensi sumberdaya alam bu-
6
d
la
uaoungan
--t>
Gambar 1.3. Optimisasi pembangkit gabungan.
kan merupakan suatu kendala, maka komposisi gabungan harus di-
atur sedemikian sehingga mempengaruhi nilai ekonominya secara
Cabungan
l0 Pembongkit Listrik Tenago Air
menyeluruh.
Untuk mem-
pelajari hal ini, suatu studi
inalisis sistem harus dila-
kukan, dan
juga mengenai
lengkung-lengkung
hu-
bungan antara biaYa dan
berbagai komPosisi
dari
pembangkit
gabungan'
(Gambar 1.3) daPat disiaP-
kan untuk membantu me-
nentukan suatu Pilihan
yang oPtimum. Di India
1
-
.
a
6
,o
E
Gambar 1.4. Waktu Pengoperasian PLTA
(Tipikal bulan-bulan musim dingin atau
musim panas).
bobot/persentase
dari PLTA dalam sistem
pembangkit-gabungan
te-
iJ-.rringkat
dari2jgo
pada tahun l95l menjadi 3890 pada tahun
1970.
Pertanyaan kedua ialah, bagaimana mengoperasikan
jaringan pem-
bangkit
gabungan secara terpadu
jika lengkung bebansudah terten-
tu. ftal ini
juga memerlukan suatu analisis sistem
yang hati-hati. Da-
lamhalrnenyangkutPLTA,tigaprinsipdasarberikutiniperlu
*rBrffiff:l
beban pada
pLTA
seyogianya maksimumpada saat alir-
,l*fU-iut maksimum. Di India, selama bulan-bulan musim hujan,
aliran
pada umumnya sedang mencapai
puncaknya dan kesempatan
ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. sebagai kesimpulan
yang
o"put ait*ik dari hal ini ialah, alokasi beban
pada PLTA semestinya
sefe.if mungkin
pada musim kemarau dan persediaan air di waduk-
waduk sedang menyusut. Di India khususnya, sehubungan degan va-
riasi curah tru3an ini, tampungan
persediaan di waduk
pada bulan-
bulan kering pada r-u-ny" sibagian besar diprioritaskan
untuk iri-
g"ri-o-ip"a-"'untuk
pembangkit tistrit<
(pada kasus di mana terjadi
per-
"tsB:i"f lH;:tilhk mengefekti fkan pengalokasian beban i ni,
,"tY6 t uiur diperlratit<an bahwa, PLTA secara alamiah
paling sesuai
dan menguntungkan
jika
dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan be-
ban_i1uncak.
-
,fif,
p.',.A
dengan sistem
gabungan antara tampungan dan pom-
p"\1/u1g digunakin untuk mimenuhi kebutuhan beban
puncak
jam-
i"--y"ng
tribut"r, memerlukan
perhatian khusus. Diperkirakan laju
ii.itu*U-rf,un
pLTA jenis ini mancapai 1590 pada tahun 1980- Hasil
iari pengalokasian ueuan tersebut dapat dilihat
pada lengkung beban
seperti disajikan
pada Gambat 1.4-
Waktu (Bulan)
'_;
i
I
Tenoga Air I I
TEGANGAN TRANSMISI DAN PLTA
Satu faktor dinamika yang sangat penting pada pengembangan tena-
ga adalah peran tegangan transmisi. Tabel 1.4 menyajikan suatu stu-
di perbandingan pertumbuhan tegangan transmisi di India dan Ame-
rika Serikat selama 70 tahun terakhir.
TABEL 1.4
Teganggn dalam kV
Amerika Serikot
l90l-10
t9tt-20
l92l-30
193 r-40
1941-50
l95l-60
l96l-70
t97 t-75
66
66
66
t32
r32
220
220
220 dalr 4N
33 dan 66
r32
220
287
287
345 dan 500
500
765
Dapat dilihat bahwa peningkatan tegangan transmisi telah terjadi
berupa lompatan-lompatan di Amerika Serikat. Diharapkan dalam da-
sawarsa mendatang akan melewati ambang 1000 kV. Di pihak lain,
lompatan besar dalam hal tegangan transmisi di India.terjadi baru pada
akhir-akhir ini saja. Jaringan utama yang telah dipasang untuk 400
kV adalah antara Dehar-Panipat Ganjang
200 km), Kishtwar-Jullundur
(250 km), Jambur-Satpura (550 km), Obra-Lucknow (400 km) dan
Koradi-Kalwa (700 km). Hampir semuanya baru beroperasi pada ta-
hun 1980. Dirasakan masih terlalu awal untuk membicarakan tentang
tegangan-tegangan tinggi seperti misalnya 500 kV atau 750 kV untuk
keadaan India sekarang ini. Walau bagaimanapun,
jelas
bahwa un-
tuk beberapa tahun mendatang ini akan terus berkembang sistem trans-
misi tegangan-tegangan tinggi baik AC atau DC, masing-masing di-
sebut sebagai EHV dan HVDC.
Apakah dampak dari perkembangan tersebut pada PLTA? Jelas-
lah bahwa kehilangan-kehilangan yang terjadi pada sistem transmisi
akan semakin berkurang
jika
digunakan tegangan transmisi yang se-
makin tinggi. Sehingga dimungkinkan untuk dibuat
jaringan
trans-
misi yang semakin panjang. Misalnya, untuk
jaringan
400 kV,
jaring-
an transmisi sepanjang 700 sampai 800 km masih cukup ekonomis.
Sebagai hasilnya, lokasilokasi yang semula dianggap terlalu
jauh
dari
pusat-pusat beban sekarang menjadi cukup ekonomis untuk dikem-
bangkan. Wilayah Timur Laut India mempunyai potensi sekitar 150fi)
'12
Pembangkit Listrik Tenago Air
MW dengan pusat beban kurang lebih pada
jarak 1000 km. sama hal-
nya dengan negara-negara di wilayah pegunungan Himalaya seperti
I.Lpd dan Sikkim mempunyai potensi sebesar 9000 Mw dan dengan
jaringan transmisi sepanjang 1000
-
1200 km, sumber energi yang cu-
iup b"r"r itu kini dapat dipertimbangkan untuk dikembangkan lebih
tanjut. Jelaslah bahwa dengan kemungkinan tegangan transmisi
yang
lebih tinggi perlu dilakukaripeninjauan kembali taksirair
potensi sum-
berdaya air di seluruh wilayah negeri.
:,.. .1" TAKSIRh.N POTENSI TENAGA AIR
sebelum suatu PLTA dipertimbangkan, sangat penting untuk menaksir
ketersediaan tenaga dari debit sungainya dan tinggi energi yang terse-
dia di lokasi. Jika Pom kgldetik merupakan tenaga potensial suatu
aliran yang mempunyai tinggi energi sebesar H^ dan kapasitas mela-
kukan debit sebesar
Q
m3/detik. Maka tenaga potensial teoretis da-
pat dinyatakan sebagai
Pp
:
w
QH
(m kgldetik)
. . .(l.l)
di mana w, adalah berat
jenis
air sebesar
:
1000 kg/m3
'
Rumus ter-
sebut dapat dituliskan dalam satuan 'daya kuda' dan kW mefijadi:
ro
:
ff:
13,33
QH $tP)
Pp:0,736 (13,33)
QH:9'8 OH(kW)
Penggunaan rumus 1.3 untuk menaksir besarnya P, umumnya
menimbulkan kesulitan mengingat debit suatu sungai selalu bervaria-
si cukup besar. Debit-debit besar umumnya hanya terjadi untuk
jangka
waktu yang singkat setiap tahunnya. Sehingga tenaga yang dihasilkan
juga hanya akan tersedia dalam
jangka waktu yang singkat' Jika be-
i*Vu aiUit aan persentase jujuh waktu ketersediaannya difambar-
kan, hasilnya akan mdrupakan suatu lengkung seperti terlihat pada
Gambar 1.5. Lengkung ini menggambarkan debit atau tenaga
(me-
ngingat tenaga tergantung
pada debit) yang tersedia di sungai untuk
persentase waktu tertentu. Dapat dicatat bahwa:
(r) Tenaga potensial minimum dihitung dari aliran minimum
yang
t.riiaiu ,ntul l009o waktu (365 hari atau 8760
jam). Ini disajikan
sebagai Prroo.
6Dfen|iapotensial
kecil dihitung dari aliran yang tersedia untuk
959o waktu
lAtiran
tersedia selama 8322
jam).Ini disajikan sebagai
Pot.
-(iir)
frnaga potcnsial rata-rata (sverage) dihitung dari aliran yang
tersedia untuk 50qo waktu (Aliran tersedia selama 6 bulan atau 4380
atau
. (1.e)
. (1.3)
---\
Tenago Air l3
oto
(4390 Jam)
95 10090
(876O Jam)
PERSENTASE WAKTU
.+
Gambar 1.5. Lengkung jujuh
aliran.
jqlQ,
Iqi.
disajikan sebagai P,5s.
(iy)
tgla_qa
potensial rala:rata (mean) dihitung dari rata-rata alir-
an talliinan, rata-rata selama masa pengamatan l0 sampai 3C tahun,,
yang setara dengan luas bidang yung aiUutusi oleh lengkung
juluh
alir-
an dengan besaran tahun rata-ratanya. Ini diketahui sebagai "Tena-
ga sungai potensial kotor" dan disajikan sebagai Pr..
Dapat dimengerti bahwa untuk mengevaluasi alirarr rata-rata me-
rupakan permasalahan yang cukup rumit, dan besaran ini akan men-
dekati besaran yang sebenarnya hanya jika
diperole[ dari lengkung
jujuh
aliran rata-rata yang didasarkan pada data aliran hasil peng-
amatan'yang cukup panjang. Walau bagaimanapun, mengingat fe-
langkaan data, perkiraan awal tenaga potensial seringkali dilakukan
dengan berdasarkan penyederhanaan asumsi-asumsi.
f
Menurut Mosonyi, arti ekonomi dari suatu sumberdaya potensial,
srYatu lokasi adalah fungsi dari bermacam-macam faktor seperti ke-
adaan geografi, geologi, topografi dan lain-lain. Sedangkan tinjauan
terhadap keadaan hidrologi, ragam tahunan nisbi tenaga potensial ter-
sedia, merupakan aspek yang penting dalam lingkup bahasan ini. Harga
perbandingan antara Po5s/Pps menunjukkan besarnya ragam yang
ada, makin kecil harga perbandingan ini makin menunjukkan keadaan
hidrologi yang lebih dikehendaki.
Tetapi
jelas
bahwa yang lebih berarti adalah menentukan tenaga ter-
sedia secara teknis dari tenaga potensialnya. Mosonyi menyatakan bah-
wa kehilangan terhadap besarnya P, menunjukkan batas atas dari pe-
manfaatan yang dilakukan. Kehilangan-kehilangan tersebut menca-
kup kehilangan pada sistem pembawa dan kehilangan pada sistem pem-
bangkit, seperti kehilangan pada masukan, kisi-kisi, pembangkit energi
dan kehilangan pada turbin dan lain-lain. Menurut F.I. Nesteruk, ji-
ka efisiensi pada sistem pembawa diperhitungkan sebesar 700/0, dan
i
z
a
I.
14 Pembangkit Listrik Tenago Air
efisiensi keseluruhan sistem pembangkit adalah sebesar 8090, maka
gaoungan faktor perkaliannya sebesar 0,56 harus dipakai untuk mem-
perhitungkan tenaga potensial rata-rata Prr6. Hal ini akan mengha-
silkan tenaga tersedia secara teknis, misalnya:
Po
:
0,56 Ppso .(1.4)
Faktor perkalian tersebut akan tergantung pada jenis pengem-
bangannya, apakah merupakan sistem pembangkit yang memanfaat-
kan arus sungai atau merupakan sistem pembangkit yang memanfaat-
kan tinggi terjunan yang besar dan lain sebagainya. Nesteruk menya-
rankan, koefisien sebesar 2,5 bisa digunakan untuk memperkirakan
besarnya tenaga air potensial rata-rata dari tenaga potensial 9590,
misalnya:
Poso :
2,5 Ppss (1.5)
Sumberdaya
juga
bisa digambarkan melalui besaran tahunan ener-
gi potensial di sungai, misalnya dengan besaran kerja yang dinyata-
kan dalam kilowatt-jam dan disebut sebagai Ess, Eso, E^ dan
sebagainya.
Energi potensial maksimum suatu sungai, dengan demikian dapat
dituliskan sebagai berikut:
Emok, :
P- x8760 kWh
.(1.6)
Tenaga air bersih yang bisa dikembangkan secara teknis dihitung
dari tenaga air potensial dikurangi dengan'kehilangan tinggi energi
pada sistem pembawa dan kehilangan sehubungan dengan alih ben-
tuk energi. Komisi ekonomi untuk Eropa/menyarankan besarnya koe-
fisien ini berkisar antara 0,75 atau 0,80. Memasukkan bilangan ini ke
dalam Persamaan 1.3, diperoleh:
Pm
nero
: (7
,4 sampai 8,0)
Q^
I1 kW (1.7)
di mana
Q^
:
debit rata-rata aritmatik. Energi potensial sungai
maksimum adalah sebesar:
Emoks (nero)
:
8760 P^
,"b
kWh (1.8)
Berdasarkan keseluruhan uraian tersebut, dapat dilQtakan bahwa
pemanfaatan tcnaga air merupakan masalah penafsiran[ Sebagai con-
toh, besararr l'2rr, pada keadaan tertentu, mungkin saja akan mem-
berikan biaya produksi energi terendah. Meskipun demikian, kecende-
rungan yang ada akhir-akhir ini telah mengarah kepada peningkatan
tingkat pemanl'aalan dcngan cara meningkatkan kapasitas terpasang
berdasarkan pada dcbit yang tersedia hanya 35 sampai 4090 waktu.
Hal ini disebabkarr lclalr lcrsedianya metodologi maju dari sistem
ja-
h.
Tenoga Air
15
ringan interkoneksi dan efektivitas jaringan
transmisi tenaga jarak jauh.
Akan tetapi, pertanyaan yang masih belum terjawab i"fu,f,
I
ep"
vu"g
dapat dipakai sebagai dasar perhitungan
u*ir b"s*nya tenafa mak-
simum secara teori? Apakah aliran rita-ratadikarikan
a".r!in ,ata-
rata tinggi energi kotor, atau hanya tenaga potensial
dari lok-asi terse-
but ditinjau dari segi kelayakan pengembangan
secara teknis, atau po-
tensi lokasi yang bisa dikembangkan
secara ekonomis? epalatr aran
diasumsikan efisiensi sebesar 10090 atau ueuerapi ti*ri"Etiril" r"r,-
tor efisiensi akan diajukan? Apakah dampak dari faktor 6eua" paaa
kapasitas terpasang telah dipertimbangkan? Dan yang
terat<trir,-Lesar-
an aliran apakah yang akan diambil-rata_rata
ariimatik,
fe5
atau
Qso?
Dengan jawaban-jawaban
yang tepat atas pertanyaan.
pertanyaan
tersebut, diharapkan suatu gambaran yang binar mengc-
nai tenaga potensial
dunia dapat diperoleh.
PERTANYAAN
l. Uraikan keuntungan dan kerugian
pLTA
dibandingkan dengan sumberdaya
lainnya?
2.
3..
"Perkiraan potensi air di India perlu diperhitungkan kembali',. Apa sebabnya?
Debit andalan 9590 waktu dari suatu sungai (debit yang tersedia mendekati 9590
waktu, misalnya,
eg)
adalah 20 m3ldetik. Jika tinggi energi yang bisa diman_
faatkan sebesar 25 m, hitunglah:
0) hp teoretis dan kW tenaga aliran 95go waktu (pr95).
ti|
Besarnya tenaga yang mendekati aktual yang iifi'iiifuri.
(iir) Total energi tahunan yang bisa dikembangkan.
(iv) Kapasitas aktual yang mungkin dipasang untuk memanfaatkan seluruh alir_
an rata-rata dan energi yang bersangkutan. (Gunakan persamaan-persamaan
1.2, 1.3, 1.4, 1.7 dan 1.8).
Jawab :
0) 4900 kW
(i, 37@ sampai 4000 kW
(iii) 43 x ldkwh
(,v) 6860 kW.
BAB 2
HIDROLOGI UMUM
UMUM
Pengembangan tenaga air yang mengalir tergantung,
pertama-tama,
padi volume aliran, dan kedua, pada beda ketinggian yang mungkin
iersedia. Tenaga potensial berbanding langsung dengan kedua peubah
tersebut. Pada bab ini kami menyarankan untuk membahas hal ter-
penting dari kedua aspek tersebut, yakni, penentuan
jumlah aliran ter-
iedia dan variasinya menurut waktu. Ilmu yang membahas aspek-aspek
tersebut adalah hidrologi, dan hidrometeorologi; uraian secara sing-
kat disajikan
pada paragraf-paragraf berikut. s
HIDROLOGI DAN HIDROMETEOROLOGI
Hidrologi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang berlc.aitan dengan pro-
ses yangmenyangkut masalah penyusutan dan penambahan sumber-
tenaga air di dan pada permukaan bumi untuk setiap tahapan keber-
atlaa-nnya. Merupakan suatu kebetulan bahwa dengan menggunakan
pengetahuan ini, kita dimungkinkan untuk merancang dengan ting-
lat kepercayaan yang lebih tinggi akan pekerjaan irigasi dan pengen-
daliarrbanjir, PLTA, sistem pembekalan air domestik dan industri,
saluran-saluran
pelayaran dan lain sebagainya. Semua proyek ini me-
merlukan kepastian penaksiran aliran sungai yang dapat diselesaikan
dengan bantuan ilmu hidrologi dan hidrometeorologi. Hidrometeo-
rotogi adalah ilmu yang membahas pergerakan air dan uap air di da-
lam atmosfer. Batas antara hidrologi dan hidrometeorologi adalah bu-
kan merupakan suatu garis potongyangjelas, sehingga tidak bisa di-
hindari adanya beberapa ketumpangtindihan.
CABANG-CABANG HIDROLOGI
Pembahasan yang menyangkut peredaran air dari dan ke bumi di-
-\
Hidrologi Umum l7
lakukan pada dua cabang hidrologi:
(r) Hidrologi air permukaan.
(ii) Hidrologi air bawah permukaan atau air tanah.
Mengingat bahwa untuk proyek-proyek PLTA, hanya mengenai air
yang mengalir langsung di lokasi proyek melalui permukaan, maka
yang sesuai untuk dibahas.oleh para ahli hidrolistrik adalah hidrologi
air permukaan. Hidrologi air tanah tidak mendukung secara langsung
pada pengembangan sumberdaya, sehingga tidak akan dibahas dalam
buku ini.
DAUR HIDROLOGI SEBAGAI SUATU SISTEM
Peredaran air dalam berbagai bentuk ke dan dari bumi dapat disaji-
kan sebagai suatu sistem. Akan lebih berharga bagi kita untuk me-
ngetahui dua macam
proses, yaitu sistem fisik yang dilalui oleh air,
dan proses dinamis di mana pergerakan tersebut terjadi. Penyajian
secara skema dari komponen sistem tersebut adalah seperti terlihat pada
Gambar 2.1.
Gambar 2,1. Peredaran air sebagai suatu sistem.
Proses tersebut dapat
juga
dituliskan dalam bentuk persamaan seba-
gai berikut:
Keluaran
= S
(Masukan)
di mana d adalah fungsi tanggapan dari daerah aliran sebagai suatu
sistem. Masukan pada persamaan tersebut adalah curah hujan, dan
keluarannya adalah aliran permukaan langsung. Operator
@,
meng-
ubah fungsi masukan menjadi fungsi keluaran.
DAUR HIDROLOGI
Daur air dari laut ke atmosfer melalui penguapan, kemudian'dari sa-
na terjadilah hujan yang jatuh
ke bumi dan akhirnya mengalir mela-
lui alur-alur, sungai-sungai dan sebagainya kembali ke laut, disebut
sebagai daur hidrologi, yang disajikan secara skema pada Gambar 2.2.
Hubungan antarelemen aliran masuk dan aliran keluar diwakili oleh
pemecahan persamaan-persamaan masa, energi, momentum dan sta-
l8
Pembangkit
Listrik Tenaga Air
E = Penguapan CR = Kenaikan kapiler SM = Cairan salju
P = Pengendapan SR = Aliran permukaan ET =
Transpirasi uap
I =Perembesan
S =Tumpahan
x
=
Pengeluaran
GF =
Aliran air tanah
Gambar 2.2. Dalr Hidrologi'
tus. Akan tetapi, pemecahan persamaan-persamaan tersebut sebenarnya
,""g", muskii mengingat tirrwa keseluruhan daur tersebut mewakili
,utui ,u,u sistem paiin; rumit dari alam yang terdiri dari banyak sub-
sistem di mana umum;ya mengandung informasi-informasi
yang ti-
dak lengkap. Prosesnya adalah heterogen, nonlinear dan bervariasi
menurut waktu. Berdasarkan alasan tersebut ma\a, umumnya.selalu
l"iauput
perbedaan antara perilaku hasil pengamatan dan hasil per-
trltunLan aari masukan.hidrtlogis
terhadap masukan
yang sama' Ma-
salah-utama hidrologi ialah menawarkan cara perkiraan dari tanggapan
sistem hidrologi terhadap masukan
yang berupa curah hujan' Dengan
p.itutu"r lainlpa[ng tidak untuk hidrologi air permukaan' hubungan
antara curah h;jan dan aliran merupakan titik pusat pembahasan'
PERSAMAAN HIDROLOGIS
Persamaan hidrologis adalah pernyataan secara sederhana dari hukum
kekekalan masa. Dapat dinyatakan sebagai berikut:
Aliran masuk
:
Aliran keluar + A Simpanan
Persamaan tersebut memperlihatkan bahwa selama periode yang di-
tinjau, aliran nrasuk total pada suatu luasan harus sama dengan alir-
an keluar totalditarnbah dengan perubahan terhadap simpanan
(A sim-
panan). Sumber utarlra dari aliran masuk adalah curah hujan, di ma-
t
ATMOSFER
Hidrologi l/mum l9
na sumber-sumber aliran keluar adalah aliran permukaan, penguapan,
pemeluhan, pencegatan dan sebagainya. Perubahan simpanan adalah
pengaruh dari perubahan kadar lengas, simpanan cekungan dan sim-
panan sementara.
Hubungan antara curah hujan dan aliran sangat rumit. Parameter
yang terkait di dalam hubungan tersebut tidak dapat dinyatalqan se-
cara teliti. Sebagian dari presipitasi telah hilang karena peresapan dan
penguap-peluhan, sebagian akan tersimpan sementara untuk selanjut-
nya diuapkan dan sebagainya. Mempertimbangkan hanya atas
kehilangan-kehilangan yang berarti, persamaan hidrologis secara umum
untuk suatu periode waktu tertentu dapat dinyatakan sebagai berikut:
P^:Q^+Im+Em+1r+Dr+Sd ...(2.1)
di mana P.
:
Presipitasi
Q^
:
Aliran
Permukaan
I,
:
Peresapan total
E^
:
Penguapan dan pemeluhan
I, :
Pencegatan total
D,
:
Simpanan sementara
Sd
:
Simpanan cekungan
Pengertian istilah-istilah tersebut dapat diuraikan seperti di bawah ini:
Presipitasi
Presipitasi adalah sumber utama dari aliran masuk dan termasuk
di dalamnya curah hujan, hujan salju, kabut, embun, hujan es,
dan sebagainya. Yang memberikan sumbangan paling berarti terha-
dap aliran masuk, bagaimanapun
juga,
adalah curah hujan, dan oleh
sebab itu, secara awam seringkali curah hujanlah yang dianggap
sebagai presipitasi. Hal ini benar, khususnya untuk keadaan India (ke-
cuali untuk wilayah Himalaya di mana hujan salju memberikan sum-
bangan juga).
Aliran Permukaan
Aliran permukaan
adalah bagian dari presipitasi yang muncul se-
bagai aliran permukaan pada lokasi pengukuran,
seterah semua kehi-
langan seperti cegatan, penguapan dan pemeluhan, peresapan dan ke-
butuhan kadar lengas tanah dipenuhi. Dari persamaan
tersebut juga
akan terbukti bahwa jika
terhadap sejumlah presipitasi, dikurangi
kehilangan-kehilangan, maka akan diperoleh aliran permukaan. De-
ngan perkataan lain:
Q,
:
P^- kehilangan-kehilangan (2.2)
20 Pembongkit Listrik Tenaga Air
Peresapan
peresapan
adalah proses di mana air memasuki lapisan permukaan
tanah dan membuat
jalan ke bawah menuju permukaan air tanah. Air
yang meresap pertama kali akan mengganti penurunan kadar lengas
iurrih, dan sisa air akan bergerak turun ke bawah menjadi bagian dari
air tanah. Peresapan akan dibahas secara terinci pada bagian
berikutnya.
Penguapan dan Pemeluhan
Penguapan adalah proses di mana air dari keadaan cair atau pa-
dat, diubah menjadi uap. Ini merupakan kehilangan yang tinggi dan
cukup berarti dalam persamaan hidrologis. Hal ini akan dibahas Ie-
bih lanjut di bawah
judul 'Penguapan' pada halaman24.
Pemeluhan adalah proses di mana kadar lengas yang telah diserap
oleh perakaran pepohonan dan diedarkan ke seluruh tubuh tanaman,
kembali ke atmosfer sebagai uap air yang dihembuskan melalui sto-
mata pada dedaunan. Banyaknya sinar matahari, kadar lengas yang
tersedia, kelebatan tanaman dan semua faktor yang mempengaruhi
penguapan akan berpengaruh pada laju pemeluhan.
Di daratan di mana sebagian tertutup oleh vegetasi, kehilangan ka-
dar lengas tanah terjadi terus-menerus melalui proses penguapan dari
permukaan tanah dan pemeluhan melalui vegetasi. Seringkali lebih me-
nyenangkan dan praktis untuk memperkirakan kehilangan kadar
{p-
ngas tanah ini secara sekaligus. Kehilangan ini diketahui sebagai
penguap-peluhan.
Penguap-peluhan aktual dibedakan dari laju penguap-peluhan po-
tensial yang
-e.rpakan
laju yang bisa dicapai
jika
keadaan kadar le-
ngas yang tersedia tidak terbatas.
-Pada
lahan pertanian, kehilangan kadar lengas total dari lahan di-
sebut sebagai penggunaan konsumtif tanaman, dan untuk tujuan prak-
tis dianggap sama dengan laju penguap-peluhan potensial dari lahan.
Cegatan
-egatan
adaiah banyaknya air yang tercegat oleh vegetasi, bangunan-
bangunan dan benda-benda lainnya yang selanjutnya diuapkan tan-
pa memberikan sumbangan pada aliran.
Simpanan Sementara
Pada saat mulai terjadi hujan, air akan mulai terkumpul di atas per-
mukaan lahan. Aliran permukaan hanya akan terjadi
jika
terdapat
suatu ketebalan lapisan pengaliran tertentu di permukaan. Volume air
yang membentuk ketebalan lapisan ini disebut sebagai simpanan se-
mentara. Selanjutnya sebagian dari simpanan sementara ini akan hi-
L
Hidrologi Umum 2l
lang karena penguapan dan peresapan, sedangkan sisanya akan me-
ngalir berupa aliran yang tertunda.
Simpanan Cekungan
Simpanan cekungan adalah sejumlah air yang tersimpan pada
cekungan-cekungan kecil dan besar, yang mengisi cekungan-cekungan
tersebut sampai sebatas ketinggian limpasannya. Air tersebut sedikit
demi sedikit akan hilang karena penguapan atau meresap ke dalam
tanah tanpa memberikan sumbangan pada aliran permukaan.
Dari batasan tersebut akan terlihat bahwa cegatan dan simpanan
cekungan akan berkurang menjadi nol selama perlambatan waktu ter-
tentu, apakah itu disebabkan oleh kehilangan karena penguapan atau
karena peresapan atau oleh keduanya. Oleh sebab itu, kedua faktor
tersebut tidak mempunyai sumbangan samasekali terhadap terjadinya
aliran. Dengan demikian tidak akan didiskusikan. Parameter yang pa-
Iing berarti dalam persamaan hidrologi dengan demikian adalah pre-
sipitasi, aliran, penguapan dan peresapan akan didiskusikan lebih lan-
jut.
Dua parameter yang pertama yakni presipitasi dan aliran masing-
masing akan dibahas pada Bab 3 dan 4.
PERESAPAN
Sebagaimana sudah diuraikan di muka, peresapan adalah peristiwa
mengalirnya air ke bawah masuk ke dalam tanah. Jika pada awal ter-
Gambar 2.3. Lengkung kapasitas peresapan.
jadinya
hujan, tanah dalam
keadaan kering, sejumlah
air hujan akan diserap un-
tuk membasahi butiran-
butiran tanah, dan laju pe-
resapan tinggi. Jika hujan
mdsih berkelanjutan, kapa-
sitas tanah untuk menyerap
air semakin menurun. De-
ngan demikian, jika
leng-
kung hubungan antara la-
ju peresapan dan waktu di-
gambar, akan didapat sua-
tu lengkung menurun se-
perti terlihat pada Gam-
bar 2.3. Laju penyerapan
ini akan berbeda untuk setiap jenis
tanah yang berlainan. Kapasitas
peresapan tanah adalah laju maksimum potensial di mana air akan
memasuki tanah dengan keadaan tertentu dan dengan kadar lengas
l.
l
(!
6
6
6
6
6
o
c,
o
o
A
Waktu 0am)
->
r-
22 Pembangkit Listrik Tenoga Air
tersedia yang tidak terbatas. laju peresapan adalah laju aktual di mana
air akanmernasuki
tanah selama terjadinya hujan. Laju ini sama de-
ngan kapasitas
peresapan tanah atau laju curah hujan sepanjang cu-
rah hujan yang terjadi lebih kecil.
Kapisitas peresapan tanah dapat diketahui dari hasil percobaan di
atas suatu luasan kicil atau luasan percontohan dengan berbagai laju
curah hujan tiruan yarlg terkendali dan mengukur besarnya aliran per-
-"f."un
yang terjadi. Selisihnya merupakan laju peresapannya' Ini
adalah piirrtip iniiltrometer
jenis peniru curah hujan yang digunakan
untuk menentukan besarnya kapasitas peresapan tanah. Jenis-jenis lain
infiltrometer
juga digunakan.
-iepe.ti
tetui, d'iurait an terdahulu, dari keseluruhan kehilangan, ke-
hilangan karena peresapan dan penguapan adalah yang terpenting. Un-
tuk kilebatan curah hujan yang lebih besar dalam rentang waktu yang
singkat, kehilangan kaienapenguapan akan lebih kecil, penentuan ke-
hilangan karena peresapan akan membantu
perkiraan besarnya alir-
an da-ri curah hujan, seperti yang terlihat
pada Gambar 2.4, di mana
bagia.,
yang diaisir memperlihatkan aliran yang dihasilkan dari cu-
.ui'tr.rjun total. Suatu
persamaan untuk lengkung kapasitas
peresapan
menurut Horton adalah dalam bentuk:
di mana
fp =
t_
Jo
c_
Jc
1_
k:
Jo : (fo-f) e-kt*f"
(2.3\
kapasitas peresapan (cm/jam) pada setiap wakttf t.
kapasitas peresapan awal (cmljam).
kapasitas peresapan akhir (mendekati konstan,
cmljam).
waktu terhitung sejak permulaan hujan (iam).
harga konstan emPiris.
Peresapan dapat diperkirakan berdasarkan salah satu dari cara-cara
berikut ini:
(l) Indeks peresapan.
(2) Lengkung kapasitas
peresapan.
(3) Persamaan-Persama-
an peresapan.
Pembahasan saat ini ber-
kenaan dengan cara
Yang
pertama, yakni hanYa me-
nyangkut indeks pere-
sapan,
yang merupakan ca-
ra yang paling umum digu-
nakan.
t
E
6,
I
ql
o
6
o
o
r
t
Kurva kapasitas
Waktu (jam)+
Gambar 2.4. Lengkung kapasitas peresapan
Hidrologi Umum 23
Indeks Peresapan
Indeks peresapan adalah laju rata-rata kehilangan karena peresapan,
sedemikian sehingga volume curah hujan tebih dari laju tersebut akan
sama dengan limpasan langsung. Ada tiga macam indeks peresapan:
(r) Indeks-{.
(ii) lndeks rata-rota (atau Indeks-ft,).
(ir) Indeks- IZ.
Ketiga macam indeks peresapan tersebut menganggap laju peresapan
rata-rata yang konstan (laju imbuhan terhadap daerah aliran sungai
yang konstan) selama terja-
dinya hrrjan, meskipun pa-
da kenyataan praktis, taju
peresapan bervariasi menu-
rut waktu seperti terlihat
pada Gambar 2.3. Hal ini
juga
disebabkan oleh per-
bedaan tingkat kebasahan
tanah setelah terjadinya hu-
jan.
Ketiga indeks tersebut
dapat dikatakan hanya
mempunyai sedikit per-
bedaan. Indeks-{, yang
umum dipakai, dibahas di
bawah ini.
Indeks-S
Indeks-@ dapat didefinisikin sebagai laju curah hujan, di mana di
atas laju tersebut volume curah hujan akan sama dengan volume lim-
pasan. Sehingga, indeks-S adalah laju peresapan rata-rata yang di-
peroleh dari grafik intensitas curah hujan terhadap waktu, sedemikian
rupa sehingga volume curah hujan lebih dari laju tersebut, akan sa-
ma dengan volume limpasan akibat curah hujan. Hal tersebut digam-
barkan pada Gambar 2.5.
Perlu dicatat bahwa
jika
untuk volume curah hujan yang sama, di-
gambar bentuk grafik sebaran yang berbeda, maka garis indeks-6-nya
juga
akan bergeser (dari y ke y') meskipun limpasan yang diperoleh
mungkin akan sama. Hal ini ditunjukkan pada Gambar 2.6(a) dan (b).
Dari gambar tersebut, dapat dilihat, bahwa dari satu kali penentuan
indeks-S tidak akan memberikan harga yang benar. Beberapa kali pe-
nentuan harga dilakukan dan dirata-ratakan, sebelum indeks terse-
but dapat dipakai. Penentuan indeks-d untuk suatu daerah aliran su-
ngai merupakan suatu prosedur coba-coba.
t
d
A
d
d
a
6
o
Waktu (ja6; *
Gambar 2.5. Metode indeks-Q.
24 Pembangkit Listrik Tenaga Air
Gambar 2.6' Pergeseran
garis indeks-{'
PENGUAPAN
Seperti didefinisikan sebelumnya,
penguapan adalah suatu proses per'
ubahan dari air dalam keadaan cair atau padat menjadi gas (bentuk
uap) dan membaur ke dalam atmosfer. Penguapan merupakan fung-
si dari suhu, kelembapan nisbi, kecepatan angin, salinitas air dan luas
permukaan. Suhu dan kecepatan angin yang lebih tinggi cenderung
meningkatkan laju penguapan, sedangkan kelembapan dan kadar ga-
ram terlarut yang lebih besar cenderung menurunkannya. Demikian
pula luas permukaan terbuka lebih besar, penguapan juga
akan lebih
besar.
Penguapan dapat terjadi dari badan-badan air maupun dari tanah.
Tenaga matahari adalah sumber utama untuk mengawali serta meme-'
lihara kelangsungan proses ini. Jika air diuapkan dari permukaan da-
nau atau laut, uap yang ditimbulkan akan naik di atas permukaan-
nya. Tekanan uap pada lapisan udara tepat di atas permukaan air yang
lebih rendah dibandingkan dengan tekanan pada permukaan air itu
sendiri, menimbulkan perbedaan tekanan uap.
Demikianlah, mekanisme penguapan mulai terjadi disebabkan oleh
terbentuknya perbedaan tekanan uap antara permukaan air dan at-
mosfer (lapisan udara yang mengandung uap air). Hembusan angin
atau arus udara panas akan menyapu uap air yang terbentuk, sehing-
ga memungkinkan terjadinya penguapan lebih lanjut dan berkesinam-
bungannya peristiwa ini. Pada saat tidak ada angin, karena adanya
efek-selimut dari udara yang jenuh, perbedaan tekanan uap menjadi
sangat kecil, sehingga laju penguapan terbatas.
Pengukuran Penguapan
Secara analitis, dimungkinkan untuk memperkirakan penguapan de-
ngan cara membuat neraca antara fluks energi total yang masuk dari
atmosfer dengan yang diterima oleh masa air. Dengan memperhitung-
kan fluks panas yang dipantulkan dan oleh pantulan radiasi. Pende-
katan ini diwujudkan dalam bentuk sebuah persamaan yang menun-
jukkan,
bahwa perbandingan sebagian dari panas total yang tersedia
f
roYek
"-,lll'-^i,
,:,:
""'*"*""o
li
Hidrologi Umum 25
yang tidak disimpan atau keluar dari masa air, sebab lain terhadap
panas laten dari penguapan, menghasilkan volume penguapan. Ter-
dapat
juga
rumus empiris yang telah diturunkan berdasarkan pertim-
bangan terhadap elemen-elemen atmosfer. Salah satu rumus yang sa-
ngat populer, sebagai contoh, adalah rumus Lake Hefner, sebagai
berikut:
E-
dan fi,
-
di mana E -
e=
v-*
0,000068 (e,
-
e2)Va ...(2.4)
0,000054 (e,
-
es) Vs
penguapan danau dalam cmlhari.
tekanan uap dalam gm/cmz.
kecepatan angin dalam km/jam.
Indeks angka menunjukkan ketinggian di atas permukaan dalam
m di mana'e' diukur dan indeks huruf s menunjukkan harga 'e' pada
permukaan air. Laju penguapan akan berbanding langsung secara pro-
porsional terhadap perbedaan tekanan uap.
Metode langsung untuk mengukur banyaknya atau volume peng-
uapan apa pun juga,
terdiri dari pengamatan terhadap kehilangan air
melalui proses penguapan dari suatu wadah baku yang dikenal seba-
gai panci penguapan. Walau bagaimanapun, terdapat variasi ran-
cangan panci penguapan, dan beberapa di antaranya pancipanci yang
paling umum digunakan adalah sebagai berikut:
(l) Panci Lahan Kelas A USWB (USWB Class A Land Pans). (2)
Panci Tertanam Colorado (Colorado Sunken Pans).(3) Panci Terapung
(Floating Pons).
Panci-panci penguapan umumnya terbuat dari besi sepuhan (dicat
atau tanpa dicat) dengan rancangan, ukuran dan cara pemasangan
khusus.
Panci Lahan Kelas A USWB adalah panci besi sepuhan berbentuk
lingkaran dengan ukuran garis tengah 1,2m, tinggi 25,0 cm dan dipa-
sang setinggi 15,0 cm di atas penopang (grillage) kayu. Terisi air sam-
pai dengan 2,5 cm di bawah tepi atasnya (rim). Kehilangan air karena
penguapan (sebagai contoh turunnya paras air) diukur dengan ban-
tuan alat ukur pojok (hook gauge). Gambar 2.7 memperlihatkan panci
lahan yang terlindung oleh anyaman kawat.
Panci Tertanom Colorodo adalah suatu panci bujur sangkar dengan
sisi 92 cm, tinggi 46 sampai dengan 92 cm dan dipasang di atas tanah
sedemikian rupa sehingga hanya 5 sampai dengan 15 cm ketinggian
panci yang terlihat di atas permukaan tanah, dan dengan demikian,
elevasi permukaan air lebih kurang sama dengan tanah. Penguapan
diukur dengan alat ukur titik (point gauge). Gambar 2.8 memperli-
hatkan panci tertanam tersebut, keduanya terbuka dan terlindung.
F
26 Pembangkit Listrik Tenago Air
Gembrr 2.7. Panci lahan.
Grmber 2.t. Panci tertanam.
Panci Terapung adalah suatu panci bujur sangkar dengan sisi tl,5
cm dan tinggi 45 cm dipasang di atas satu rakit yang mengapung da-
lam air. Penguapan dihitung berdasarkan
pengisian kembali volume
air yang hilang karena penguapan, sehingga paras muka air kembali
pada ketinggian semula. Volume pengisian tersebut kembali diukur
dengan cangkir khusus yang mempunyai volume sama dengan kolom
air setinggi 0,25 mm meliputi seluruh luas panci (sebagai contoh luas
panci dikalikan dengan 0,25 mm). Gambar 2.9 menggambarkan sua-
tu panci terapung, mengapung di atas suatu volume air yang berban-
ding lebih besar.
Hidrologi (Jmum
27
Gember 2.9. Panci terapung.
Koefisien Panci
Panci penguapan
dipasang di dekat suatu badan air yang besar, se-
perti misalnya danau-danau dan lain-lain, dalam rangka upaya untuk
mengetahui banyaknya air yang diuapkan darinya. Walaupun per-
syaratan pemursangan
diusahakan supaya lebih kurang menyerupai ke-
adaan danau-danau itu, peristiwa
tersebut tidak sepenuhnya tersimu-
lasi. Sebagai contoh, suatu masa air yang kecil di dalam suatu panci
Iogam yang terbatas (conftned),
sangat dipengaruhi oleh fluktuasi su-
hu udara atau oleh radiasi sinar matahari, berlawanan dengan suatu
badan air yang besar", fluktursi suhu yang dialaminya dapat dikata-
kan kecil. Sehingga banyaknya penguapan yang terukur oleh panci
harus dikorelasikan dengan penguapan
dcri danau-danau dan rain-lain
dengan menerapkan suatu koefisien. Hal ini disebut sebagai koefisien
panci, dan sama dengan perbandingan
antara penguapan danau ta-
hunan dengan penguapan panci tahunan. Koefisien ini mempunyai be-
saran yang berbeda untuk setiap macam panci. Sebagai contoh, pan-
ci lahan uswB mempunyai besaran koefisien rata-ratasebesar 0,7 (ber-
kisar antara 0,6 sampai 0,82). Panci tertanam Colorado mempunyai
kcefisien sebesar 0,78 (berkisar antara0,57 dan0,86) dan panci tera-
pung mempunyai koefisien yang digunakan untuk mendapatkan pe-
nguapan waduk sebesar 0,80 (berkisar
antaraO,7O sampai 0,92). Seba-
gai contoh pada bagian terakhir dari bab ini diberikan gambaran peng-
gunaan koefisien panci untuk mendapatkan kehilangan penguapan
danau.
Walaupun panci penguapan
merupakan peralatan yang paling
umum dipakai, alat lain yang digunakan urtuk pengukuran penguapan
secara langsung adalah evaporimeter dan atmometer. Evaporimeter
7
28 Pembongkit Listrik Tenoga Air
Piche dan H. Wild dan cangkir berpori (porous cup) atmometer biasa
dipakai. Meskipun demikian, pemakaian evaporimeter dan atmome-
ter terbatas hanya pada pengukuran volume penguapan air yang sa-
ngat kecil dibandingkan dengan sejumlah besar yang berkaitan dengan
kepentingan seorang ahli hidrologi.
ALIRAN SUNGAI
Dalam merencanakan suatu proyek sumberdaya air, kita perlu mem-
punyai bermacam-macam informasi hidrologi menyangkut daerah alir-
an sungai di mana proyek tersebut direncanakan. Kita harus menen-
tukan
jika
tampungan air dalam waduk yang terbentuk oleh bendungan
yang dibangun memang diperlukan dan
jika ya, kemudian berapa ka-
pasitas tampungan yang harus disediakan? Kita
juga
harus mengetahui
aliran terendah yang masih bisa diandalkan, di satu pihak; dan ke-
mungkinan terjadinya banjir tertinggi di sungai, di lain pihak. Yang
disebut lebih dahulu itu membantu dalam merancang berbagai kom-
ponen untuk tingkat pemanfaatan yang semestinya, sedangkan yang
disebut terakhir memberikan gambaran pada kita tentang skala ban-
jir yang harus mampu ditanggulangi oleh berbagai bangunan prasa-
rana. Penguapan dari sungai-sungai, danau-danau dan wa'duk-waduk,
sebagai suatu dampak, berarti merupakan suatu kehilangan air ditin-
jau
dari segi pemanfaatannya. Oleh karena itu, kita harus mampu r4e-
nentukan be,saran tahunan dari kehilangan ini. Kadang-kadang, mu-
sim basah atau kering terjadi untuk
jangka
waktu yang cukup pan-
jang.
Kita harus mengembangkan suatu metode agar bica menganti-
sipasi secara wajar urutan kejadian seperti ini dan peluang terjadinya
sedemikian rupa sehingga hal ini dapat dipertimbangkan dalam ran-
cangan. Perlu diingat bahwa semuaproses alami bukanlah determil
nistik, akan tetapi probabilistik dengan simpangan-simpangannya ter-
hadap harga rata-rata.
Dengan demikian, secara alamiah, tiga kunci utama adalah untuk
menentukan:
0)
Harga rata-rata dan simpangan baku,
(ii) Harga-harga ekstrem, dan
(iir) Urutan historis dan kronologis respons (menurut waktu) dari
suatu sistem hidrologi terhadap berbagai pengambilan (masukan)
tertentu.
Harga rata-rata bisa saja merupakan rata-rata bulanan, musiman,
tahunan atau untuk
jangka
waktu yang lebih panjang dari berbagai
faktor, seperti, curah hujan, aliran sungai, penguapan, permukaan
air tanah dan lain-lain. Faktor-faktor yang disebutkan di atas meru-
pakan rata-rata ruang dari keadaan iklim, geologi dan topografi
Hidrologi Umum
29
wilayah-wilayah geografis yang majemuk (heterogen).
Semakin besar
simpangan bakunya berarti variasi masing-masing harga terhadap harga
rata-ratanya juga
semakin besar.
Harga-harga ekstrem adalah harga-harga maksimum atau minimum
dari curah hujan, aliran sungai, permukaan air tanah.
pengetahuan
tentang harga-harga seperti ini sangat penting dalam menentukln ukur-
an dan elevasi pelimpah, volume waduk, tingkat dan ketinggian tem-
bok penahan
banjir, kerayakan alur untuk perayaran dan liram me-
nentukan ukuran proyek yang ekonomis.
HIDROLOGI STOKASTIK
Peubah hidrologi seperti curah hujan atau ariran membentuk suatu
seri data yang
dapat disebut sebagai suatu seri waktu historis. Lebih
lanjut, peubah hidrologi adarah peubah yang bersifat stokastik, seba-
gai contoh mereka adarah peubah berperuang di mana harganya di-
tentukan oleh suatu fungsi peruang.
Sehinggiuntuk sungai-apa pun,
seri data hidrologi yang tersedia (misalnya,
itirar, tahunair) mlmberi-
kan informasi pada kita tentang bagaimana urutan kronorogis terja-
dinya aliran tersebut. Dengan demikian penggunaan
data ini untuk
menentukan ukuran waduk, secara rogika dapat diterima. Tetapi per-
tanyaan yang Iangsung timbul ialah apakah aliran di masa yurg uiun
datang mempunyai urutan kejadian yang sama seperti apa yang.telah
diamati? Apakah dari data hidrologi memperlihatkan suaiu pola utang
yang pasti? Jawabannya tentu saja 'tidak,. Kemudian,
iiki memang
urutan kejadian aliran dimungkinkan untuk berbeda, bigaimana ki-
ta bisa yakin bahwa rancangan kita akan cukup memadailuga untuk
urutan kejadian yang baru. Satu-satunya carauntuk memeiahlan per-
masalahan ini ialah mendasarkan rancangan tidak hanya pada hasil
analisis terhadap satu-satunya pengamatan
historis urutan kejadian, te-
tapi pada
sejumlah urutan kejadian yang mungkin akan teijadi pada
sungai tersebut. Secara sekilas dapat dimengerti bahwa tidaklah mung-
kin mengetahui sebelumnya kepastian tentang urutan kejadian yang
mungkin akan terjadi selama umur proyek. Hal ini merupakan suatu
kenyataan, demikian pula akan lebih mendekati kenyataan jika
ran-
cangan diselesaikan setelah mempelajari berbagai kemungkinan urut-
an kejadian sebagai tambahan terhadap urutan kejadian hi-storis, maka
kemungkinan bahwa rancangan akan memenuhi harapan sesuai de-
ngan apa yang diharapkan, akan lebih besar. Hidrologi stokastik ber_
kaitan dengan permasalahan
menciptakan data hidrorogi hipotetik me-
nurut ururan kejadiannya. Untuk tujuan ini, sifat-sifit teitentu dari
data pengamatan
historis diambil sebagai harga awar, dan suatu mo-
del matematik disusun untuk membanlu p"niiptuan'seri
data sinte-
30 Pembongkit Listrik Tenoga Air
tik. Peubah hidrologi yang bersifat stokastik dipertahankan dengan
cirra memasukkannya ke dalam model sebagai suatu peluang atau kom-
ponen acak. Minat dalam hidrologi stokastik baru berkembang- ter-
utama pada lima belas tahun terakhir ini.
Sebagai contoh suatu model matematik stokastik, mempertimbang-
kan persamaan yarlg sangat populer berikut ini:
X,:
pX,-1+
l,
(2.s)
Persamaan ini disebut sebagai model regresi linear orde satu yang
dikembangkan oleh Markov. Dalam persamaan ini X, adalah harga
dari peubah acak X pada waktu t, P adalah koefisien korelasi serial
orde satu dari data historis, dan
t,
adalah komponen acak murni,
yang mempirnyai harga rata-rata dan satuan simpangan baku sama
ienEan noi. Model Markov khususnya sesuai (apl) untuk data hidro-
logihengingat harga dari peubah X,'biasanya agak tergantung
pada
haiga sebelumnya
yait.u X,_1. Ini disebut persistensi. Sangat mudah
untuk dimengerti bahwa aliran sungai hari ini pasti sedikit banyak ter-
gantung pada aliran hari sebelumnya, dan dari sirtilah timbulnya
pe-
ngaruh persistensi.
Dengan persamaan seperti tersebut di atas, berbagai urutan keja-
dian yang berbeda dari data dapat diciptakan dan digunakan dengan
leluasa.
Perlu diingat bahwa hidrologi stokastik hanyalah suatu alat dan 0e-
ngan sendirinya bukan merupakan suatu hasil akhir. Pendekatan ini
mempunyai keterbatasan tertentu dan tidak dapat menggantikan se-
cara menyeluruh analisis hidrologi yang telah lazim dilakukan' Teta-
pi untuk permasalahan seperti penentuan kapasitas waduk atau qeng-
operasian waduk yang optimal ini adalah merupakan suatu prosedur
yang berharga.
CONTOH ILUSTRASI
CONTOH 2.1.
Dalam rangka memperkirakan kehilangan penguapan bulanan dari suatu waduk kecil,
pengamatan harian dilakukan dan diketahui bahwa laju penguapan panci bulanan untuk
bulan Mei adalah sebesar 15 cm. Luas waduk pada tanggal I Mei adalah sebesar 2
km2 dan pada akhir bulan Mei berkurang menjadi 1,6 km2' Hitunglah volume peng-
uapan
jika vang digunakan untuk pengamatan adalah panci lahan kelas A'
PENYELESAIAN
Volume penguapan v, = I r \Ah
h)dt
di mana lr adalah tinggi penguapan selama selang waktu dt dan 41, adalah luas per-
mukaan waduk selama selang waktu tersebut. Penjumlahan selama waktu I rnengha-
silkan volume penguapan total selama waktu ?". Lebih disederhanakan,
Hidrologi Umum 3l
Vr: Aav'hT
di mana Aon adalah luas rata-rata selama waktu T, dan hTadalah tinggi penguapan
waduk total selama waktu 7 (di mana pada kasus ini adalah satu bulan).
Dengan menggunakan rumus kerucut, Aov
=.
l/3 (A1+A2 +,,/ffi
dan h7: khpnci
di mana,t adalah koefisien panci dan hp,nsiadalah tinggi yang tercatat oleli panci
penguapan.
Sehingga,
,r-r?*'1A1,+e2+,1v1$
Jika diasumsikan harga k
=
0,7 dan besaran-besaran lainnya diketahui,
-.
0,7 (0.15)
vr
=
#12,0+
r,o+{6fr) ro6m3
=
0,1886x 106m3.
coNToH 2.2
Pada Gambar 2.10 diperlihatkan lengkung kapasitas peresapan untuk suatu daerah
aliran yang mempunyai kapasitas peresapan awal sebesar 2,0 cm/jam, diasumsikan
mencapai harga hampir konstan sebesar 0,5 cmljam, 8 jam
setelah hujan mulai. Hi-
tung besarnya peresapan total, jika konstanta Horton, k adalah sama dengan:5
hari -
l.
02468
T-_;il;CIFr|
Gambar 2.10
PENYELESAIAN
Persamaan Horton untuk lengkung kapasitas peresapan dinyatakan oleh :
fr=f"+
(fo-/")ekt
Dengan demikian, luas total bidang yang berada di bawah lengkung akan menjadi:
I
I
I
I
e
6
E
o
;
2,0
6
I
6
E r,s
d
q
6
E
t,o
0.
0,5
32
Pembangkit Listrik Tenoga Air
Fo
=fro
"
=l:l
rc
+ (fo
-fc),-
r,lo,
Io -fc
KE
fo-Ic
K
(J1wab 3,2 cm/iam)
a
I
c
H
>t0
e8
6
E6
(d
o4
.d
':
dt
I
Eo
:r.,
-l
uo-rc)e-*'{
re, ,t
_K
lo
=fcr+
ry1,-rr-,."1
=-fcT+ -kT
Jikadisubstitusikanhargaf, = 2cm/:am,fc:0,5cm/jam, I= 8
jamdan
k =
5,
&
= ro's,<0.(t#)
-
z':e's,-,,*
Jika suku terakhir diabaikan, karena terlalu kecil, kita peroleh peresapan total sebesar
Fp = 9'8 cm'
PERTANYAAN
1. Apakah yang dimaksud dengan daur hidrologi? Bagaimanakah parameter-
parameter dari daur tersebut dapat dituliskan dalam bentuk persamaan?
2. Apakah indeks peresapan itu? Bagaimanakah saudara akan menentukan alir-
an dari suatu daerah aliran sungai,
jika pola sebaran curah hujan diketahui?
3. Gambar 2. I I menunjukkan suatu sebaran curah hujan pada suatu daerah alir-
an sungai. Jika indeks / diketahui 2,8 cm/jam hitunglah besarnya aliran.
Hitunglah besarnya laju peresapan awal(fo) dari lengkung pada Gambar 2.10
jika peresapan total adalah sebesar 18,25 cm, laju peresapan pada batas akhir
(expiry) jam ke-15 adalah 1,2 cm/ jam dan harga konstan it untuk lengkung
tersebut adalah:
8
jam-l
8l012t4
Waktu (iam)
-+
Grmbrr 2.ll
Caris indeks
4.
Hidrologi llmum 33
Jelaskan batasan tentang penguapan.
Bagaimanakah saudara akan menentu-
kan penguapan bulanan dari suatu waduk?
Apakah arti dari koefisien panci? Suatu panci rahan keras-A digunakan un-
tuk menentukan penguapan
tahunan dari sebuah danau dengan luas Z,S fm2
didekatnya. Hasil pengamatan
bulanan dari panci adalah sebagai berikut:
Penguopan (cm)
lt,2
t2,6
l3,l
t4,l
15,8
16,4
13,2
10,5
tt,2
t2,3
13,2
l4,l
Setelah pengamatan
selama satu tahun, luas danau diukur menjadi sebesar
2,55 km2' Hitunglah jumlah
totat air
v"ng aiu"pi"n serama satu tahun.
Diperlukanuntukmenentukanalirandarisuatu.".."lix:;tr';:i;;r:'Jr*]-
rata sebesar r,5 km2, pada daerah aliran tersebut terah terjadi tri.;an setinggi
l0 cm selama 24 jam yang lalu. Suatu lengkung kapasitas pererupu,
O"rg1-,
konstanta empiris k
=
4,5 jam- I
yang
telah disiapkan untuk keperluan ter-
sebut, menunjukkan bahwa. kapasitas
-pererapan
aiu*ai dengan harga sebe-
yar.9
mm{j1m-dan mencapai harga sebesar 3 mmZjam f S jamlerhituig
sejak
hujan mulai. Suatu panci t.r"pung batu,
vane ;ip;sang pada
daerah aliran
tersebut menunjukkan
suatu penurunan p"ia,
ai, sibesar'mm selama zrffi
pengoperasiannya.
Kehilangan-kehilangan
rainnya dianggap bisa diab;iil;:
(Jawab 32.805 m3)
Bulon
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
6.
.BAB 3
PRESIPITASI
PENDAHULUAN
Seperti diuraikan sebelumnya,
meskipun
presipitasi termasu-k hujan'
[":r. t"flr, kabut, hujan bercampur es dan salju' hujan
(batu) es'
embun dan hujan.r,-iuttot
penyumbang utama untuk aliran adalah
hujan. Hal ini b.nu, kh,,'snya untuk keadaan India' di mana hujan
t"f;, .i"i"rg
terjadi, kecuali di *ilayah Himalava'
Itulah sebabnya'
pengukuran hujan ,utj, aun lain-lainnva'
tidak akan di6ahas di sini
i"" r"",
irmatsuatan
dengan
presipitasi terutama terdiri dari hujan.
KF^IADIANDANPENYEBABTERJADINYAPRESIPITAST
Uap air yang dilepaskan dari permukaan tanah selama berlangsung-
nya proses penguapan menuju ke atmosfer menjenuhkan masa uda-
ra. Di atmosfer, uaf air ini meningkatkan
tekanan ulpnya sendiri'
Kejenuhan tekanan uap berbanding langsung dengan duhunya' Hal
ini berarti kemampuan awan panas untuk mengandung
uap air akan
lebih besar
jika dibandingkan
dengan awan dingin' Dengan perkataan
i"i"l:it"
"aara
jenuh dengan uap air pada sebarang suhu'
penurunan
srr,u-utun
menyebabkan terjadinya kondensasi dari kelebihan uap'
Hal ini berarti bahwa untuk terjadinya
presipitasi, pendinginan masa
udara yang mengandung uap air merupakan
prasyarat penting'
Suhu atmosfer turun secara adiabatis
(tanpa tambahan ataupun
pe-
.rguiunguri
panas' ke atau dari udara) dengan bertambahnya
keting-
gi"r. fIUf, aiamati bahwa suhu atmosfer turun pada laju sekitar 6'5o
Celcius/km
pada stratosfer sampai dengan ketinggian l0- 12 km dari
t*"tr.Lebihjauh,terdapatjugasuatupenurunantekanandenganber-
i*U"trn,u fetinggian, a* teUagai konsekuensinya
adalah terjadinya
;;;;."""
rrl*". Selama berlangsungnya
proses p"rnluia'' energi
iunu,
ai"u"t, menjaai kerja dan suhu menurun secara adiabatis. Hal
ini berlaku kembali ;;;;;;udara
jenuh seharusnya
naik ke atas ke
presipitosi
35
wilayah yang suhunya menurun secara progresif sedemikian sehingga
proses pendinginan dapat berlangsung.
Dengan demikian, agar presipitasi terjadi, dua prasyarat penting ialah
bahwa masa udara harus mempunyai cukup uap air, dan kedua, masa
udara ini harus naik ke atas sedemikian sehingga menjadi dingin dan
dengan demikian akan sangat
jenuh.
Naiknya masa udara dapat ber-
langsung disebabkan oleh hal-hal berikut ini:
(r) Konveksi panas,
(,,) siklon,
(llr) Pengaruh orografik karena medan yang bergelombang atau ber-
gunung, dan
(iv) Pertemuan frontal antara masa udara dingin dan masa udara
hangat.
Jika lengas udara yang lebih hangat sedang membubung naik (men-
jadi
lebih ringan) bertemu dengan udara yang lebih dingin dengan ling-
kungan yang lebih pekat, selanjutnya kondensasi pun terjadi. Presi-
pitasi yang terjadi disebabkan oleh proses ini disebut presipitasi kon-
vektif. Alasan terhadap perbedaan suhu udara ini barangkali disebab-
kan oleh ketidaksamaan pemanasan udara pada permukaan atau ke-
tidaksamaan pendinginan pada lapisan udara atas. Sedemikian rupa
sehingga curah hujan konvektif umumnya bersifat setempat.
Disebabkan adanya pembentukan daerah tekanan rendah di atmos-
fer, udara dari daerah sekitarnya cenderung untuk bergerak menuju
ke daerah bertekanan rendah tersebut. Selama berlangsungnya pro-
ses ini, udara tersebut memindahkan udara bertekanan rendah ke atas,
mendinginkannya dan menumpahkan kadar lengasnya. Presipitasi se-
perti ini disebut presipitasi siklonik.
Medan yang bergelombang dan berbukit atau pegunungan, meng-
angkat masa udara berperingkat lengas rendah ke atas secara orogra-
fis ke dalam lapisan dingin di atmosfer. Menghasilkan presipitasi yang
disebut presipitasi orografik.
Jika suatu masa udara hangat dan relatif ringan bertemu dengan
suatu masa udara dingin yang relatif berat, udara hangat akan terangkat
ke atas. Bidang pertemuan antara dua masa udara ini disebut sebagai
front,
dan presipitasi yang dihasilkan disebut presipitasiy'ontal. Pre-
sipitasi frontal dapat
juga
dihasilkan dari
jenis
interaksi masa udara
lainnya pada permukaan frontal.
Mengingat bahwa semua penyebab ini di alam seringkali saling ber-
hubungan satu sama lain, maka tidak selalu bebas satu sama lain. Se-
hingga kadang-kadang sulit mengatakan suatu penyebab khusus ter-
jadinya presipitasi.
36
Pembangkit
Listrik Tenaga Air
7.
:,
PENGUKURAN
CURAH HUJAN
Curah hujan dapat diukur dengan alat ukur sebagai berikut:,
-
trj
er"i p.nutu. hujan,
(b) Pengamatan
menggunakan
radar'
'tl
n"n, PENAKAR HUJAN
Yang paling umum digunakan dari dua alat ukur tersebut ialah alat
perir'"t rrujan. aral
iinar.ar
hujan dapat dikelompokkan
-sebagai
berikut:
- -iri
afu, penakar huja.n biasa,
(2) Alat.penakar
hujan otomat!9-'
(3)
etai p.ru[ar hujan oiomatis dilengkapi dengan
pemancar radio'
-
-A*
penakar hujan otomatis dengan hasil pengamata1 hujan ku-
-rriuiir'U..tesinambungan
menurutlungsi
waktu dalam bentuk sua-
i,, grafit. Sedangkan atlt ptt'utur hujan biasa diamati secara manual
Oui--.rrgt usilkan :"*fun
besarnya iurah hujan pada stasiun hujan
selama selang waktu Pengamatan
(l) Alat Penakar Hujan Biasa
Di India, alalutuiia\u
Symon dipakai untuk mengukur cgrgh'-hu-
:""
p"J" tU;i". tt"i"".'Aat
peiiakai t'y1un Symon mempunyai
suatu
;;;;"g
penerima dengan
garis tengah l2'7 cm yang ditempatkan
te-
pat 30,5 cm di atas p"i."iuun tanih' Coiong tersebut bersama botol
;;;;;pr.g,
berada'di dalam suatu tabung silindeqseperti
terlihat
pada
bu*Uu, :.-1. Curatr hujan yang terkumpul diukur dengan bantuan se-
I
rz,,
J
Bejana silindris
T
30,s
1
60
I
.----,
)ii
Itll
It
rl
lt
l1
L--
-r
Gambar 3.1. Alat penakar hujan Symon.
Presipitosi 37
buah gelas ukur yang memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh De-
partemen Meteorologi India. Pengamatan setiap hari dilakukan dua
kali, misalnya pada jam
8.30 pagi dan 5.30 petang (Waktu Baku In-
dia). Jumlah curah hujan yang terukur mewakili besarnya curah hu-
jan
selama selang waktu pengamatan sebelumnya.
Di wilayah Himalaya, di mana terjadi hujan salju, pada tinggi hu-
jan
ditambahkan sebesar l/10-nya yang berasal dari salju sebagai suatu
kelaziman untuk mendapatkan presipitasi total. Jenis lain dari alat pe-
nakar hujan biasa baku ini misalnya adalah alat penakar hujan US
Weather Bureau. Di wilayah yang bersalju, alat penakar salju meng-
hasilkan tinggi curahan salju yahg kemudian dapat diubah menjadi
tinggi air.
(2)*$Jat Penakar Hujan Otomatis
Alat penakar hujan otomatis dapat dikelompokkan secara garis besar
sebagai berikut:
(r) Alat penakar hujan
jenis
timba
jungkit, (il) Alat penakar hu-
jan jenis timbangan, (iii) Alat penakar hujan jenis pelampung.
(i) Alat penakar hujan
jenis
timba
iungkit.
Alat ini terdiri dari si-
linder penampung dengan garis tengah 30 cm yang pada alasnya di-
pasang suatu corong. Tepat di bawah corong, sepasang timba pena-
kar kecil dipasang sedemikian rupa sehingga
jika
timba yang mana
pun menerima curah hujan sebesar 0,25 mm, ia akan menjungkit dan
menumpahkan isinya ke dalam tangki. Timba yang lainnya kemudian
menggantikan tempatnya, dan urutan kejadian yang serupa akan ter-
ulang. Gerakan timba mengaktifkan suatu sirkuit listrik dan mengaki-
batkan bergeraknya pena pada lembaran kertas grafik yang dipasang
pada suatu silinder dan berputar sesuai dengan pdtaran jam,
sehing-
ga mencatat intensitas hujan,,Susunannya dapat dilihat pada Gam-
bar 3.2.
(ii) Alat penokar hujan
jenis timbango.n. Sesuai dengan namanya,
alat penakar hujan
jenis ini bekerja ketika sejumlah air hujan dengan
berat tertentu
jatuh
di atas tangki yang dihubungkan dengan suatu
susunan pegas atau tuas keseirnbangan. Berat total tangki dan rakitan
yang berhubungan, beserta curahan hujan yang terkumpul, mengge-
rakkan sebuah pena yang dicantumkan pacia rakitan pengikat. Gerakan
pena ini sebanding dengan berat total curah hujan yang diterima, di-
catat pada kertas grafik yang membungkus keliling suatu silinder yang
digerakkan oleh suatu
jam.
lni akan menggambarkan lengkung cu-
rah hujan total menurut fungsi waktu (lengkung masa hujan dijelas-
kan pada "Penyajian Curah Hujan Secara Grafis"). Mekanisme pen-
catatan tersebut disajikan secara skema pada Gambar 3.3.
38 Pembangkit Listrik Tenoga Air
Tabung pengatur
Gambar 3.2. Alat penakar hujan jenis timba
jungkit.
Corong penadah
Tanki penimbang
Per atau pengimbang
Sumber putar
Gambar 3.3. Alat penakar hujan
jenis timbangan.
(iii) Atat penakor huianienis pelompung. Pada alat penakar hujan
jenis ini, huJan memasuki ruang pelampung yang berisi suatu pelam-
pung. Jika tinggi muka air yang tertampung di ruang pelampung me-
nirgt ut, pelampung bergerak ke atas dan bersama dengan pelampung
tersebut suatu pena yang dihubungkan dengan pelampung itu melalui
suatu tali penghubung juga ikut bergerak. Gerakan
pena tersebut mem-
beri tanda pada kertas grafik yang membungkus keliling silinder
yang
berputar. iiku tuung pelampung telah penuh. secara otomatis selu-
Presipitasi
39
ruh isi airnya akan melimpas ke luar melalui mekanisme sifon yang
dihubungkan. (Lihat Gambar 3.4.).
Jenis alat penakar otomatis ini dipakai oleh Departemen Meteoro-
logi. Jam pemutar memutar silinder sekali dalam dua puluh empat
jam.
Jika penanya menyentuh batas atas kertas grafik, sifon bekerja
dan wadah dikosongkan. Jika tidak ada hujan, pena menarik suatu
garis lurus. Mekanisme
jam pemutar perlu diputar ulang sekali da-
lam tujuh hari ketika kertas grafik yang dipasang pada silinder terse-
but
juga
diganti.
Drum putar
Penyaring
Batang penghubung
Ruang sifon
Pelampung
Tabung pelePas
Gambar 3.4. Alat penakar hujan jenis pelampung.
Alat Penakar Hujan Otomatis yang Dilengkapi dengan Pemancar
Radio
Di wilayah pegunungan yang terpencil dan sulit untuk dicapai, di
mana secara normal tidak dimungkinkan mengumpulkan data hujan
secara manual, alat penakar hujan jenis
inilah yang dimanfaatkan.
Alat penakar hujan otomatis dengan pemancar radio seperti ini te-
lah dikembangkan oleh Departemen Meteorologi India di Poona (In-
dia) dan bekerja secara memuaskan di wilayah Proyek Hidrolistrik
Koyna sejak Juni 1966.
Seperti pada susunan timba penakar, pada kasus ini
juga,
ketika
air hujan tercurah pada timba melalui corong penerima, timba men-
jungkit
dan memberikan pada gilirannya, pulsa listrik yang sama de-
ngan sejumlah mm curahan hujan yang terkumpul di dalam alat pe-
nakar, yang disimpan oleh sebuah alat pencatat data. Suatu satuan
Gambar 3.5. Sistem alat penakar menggunakan radio'
(D) PENGAMATAN RADAR
Pemanfaatan Radar
Penggunaan radar untuk mempelajari mekanisme yang terjadi, luas
wilayah, orientasi dan pergerakan hujan badai, sangatlah bermanfaat.
Sinyal radar yang dipantulkan oleh hujan sangat m'embantu dalam me-
nentukan besarnya hujan badai tersebut serta wilayah penyebarannya.
Gambar 3.6 (a) memperlihatkan secara diagram garis besar dari ta-
40 Pembangkit
Listrik Tenaga Air
sandi mengubah data tersebut ke dalam
pesan bersandi
yang mem-
pengaruhiilat
pemancar selama siaran' Suatu
jam terprogram
me-
mindahkan satuan-satuan
penyandian dan pemrograman bersamaan
dengan
pemancar radio. Dita hujan dan curah hujan total
yang ter-
ukur pada stasiun terSebut dipancirkan
berupa sandi-sandi'.Pada
sta-
,iunp.".ti-a,sinyal-sinyalsandiiniditerimaolehalatpenerimaUHF'
O-iugru* balok siitem aiat penakar hujan ini disajikan
pada Gambar
3.5.
Antcna Antena
L
Tombol
Gsmbrr 3.6(r)' Garis besar sirkuit radar cuaca'
Presipitasi 4l
ta cara pengoperasian sistem radar. Impuls energi radio ditimbulkan
oleh suatu pemancar, dipancarkan dengan menggunakart antena nar-
row beam. Pantulan impuls yang berasal dari sasaran (misalnya, awan,
dan sebagainya) yang berada pada wilayah cakupan antena ditang-
kap oleh antena yang sama, dan dideteksi oleh penerima yang juga
memperkuat dan mengubah sinyal yang tertangkap ke dalam bentuk
video. [ni muncul di atas suatu indikator letak kedudukan yang terdi-
ri dari tabung sinar katoda, dan sinyal yang diterima disajikan di atas-
nya dalam bentuk koordinat kutub. Jika tidak terdapat sasaran, la
yar bersinar redup, se-
dangkan
jika
terdapat
sasaran kecil akan mun-
cul sebagai suatu titik
yang terang. Jika terda-
pat sasaran yang cukup
meluas seperti misalnya
curahan hujan, suatu bi-
dang yang terang akan
muncul di atas layar pi-
hot Gambar 3.6 (b)1.
Layar dibagi dalam sis-
tem koordinat, posisi sa-
saran dapat diketahui.
Departemen Meteorolo-
gi India telah memiliki jaringan
radar yang sangat mantap untuk men-
deteksi badai guntur, di samping radar peringatan akan teriadinya sik-
lon yang bekerja di Visakhapatnam. Badai yang tipikal dipelajari de-
ngan bantuan secara manual seperti misalnya teknik fotografi terpa-
du. Teknik secara manual termasuk pelacakan secara berkala posisi
pantulan dengan cara menumpangtindihkan di atasnya citra radar tem-
bus pandang yang telah diberi tanda batas-batas daerah aliran sungai.
Berdasarkan penampakan dari pantulan, yaitu sangat kuat, kuat, se-
dang atau lemah, penaksiran secara kuantitatif dapat dilakukan. Me-
tode fotografi mempertimbangkan suatu seri hasil pemotretan oleh
radar di atas film yang sama dengan selang tertentu untuk sebagian
jujuh
waktu tertentu.
Radar S-Band
juga
membantu untuk menganalisis curah hujan se-
cara kuantitatif untuk wilayah yang tidak mudah dijangkau. Hal ini
berguna untuk pekerjaan prakiraan banjir.
INTERPRETASI DATA HUJAN
Data curah hujan di suatu lokasi tertentu di mana alat penakar hujan
Putaran sinar elektron
Gema presipitasi
S
Gambar 3.6(b). Indikator letak kedudukan.
D
o's
12,7 cm
Gambar 3.7. Stasiun-stasiun hujan dengan
har$a rata-rata titik.
42 Pembangkit Listrik Tenogo Air
dipasang, dicatat dan hasil pencatatannya untuk
jangka waktu sepan-
jang
mungkin digunakan untuk keperluan analisis selanjutnya. Da-
lam rangka membuat perkiraan secara kuantitatif dari data tersebut,
kita perlu mengambil langkah awal pengolahan data yang ada. De-
ngan langkah ini, kita dapat mengetahui arti statistik besaran-besaran
seperti harga rata-rata bu-
lanan curah hujan atau harga
rata-rata tahunan dan sim-
pangan baku dari harga rata-
rata. Hal tersebut dapat dise-
butkan sebagai harga titik.
Untuk menemukan harga
rata-rata untuk seluruh daerah
aliran, kita harus mengubah
harga titik tersebut menjadi
harga wilayah. Pemakaian
yang urnum, ialah dengan me-
masang sejumlah alat penakar
hujan yang tersebar di seluruh
daerah aliran. Kerapatan sta-
siun tersebut kurang lebih
mendekati satu stasiun untuk wilayah seluas 150-250 km2. Jumlah
stasiun hujan yang optimum akan sangat tergantung pada keragarnan
curah hujannya menurut tempat, selain pada tingkat ketelitian yang
diinginkan. Jaringan stasiun hujan dapat diraneang dengan menggu-
nakan teknik statistik yang sudah sangat berkembang.
Dengan demikian, untuk suatu wilayah tertentu, tersedia sejumlah
harga-harga titik (rata-rata) (lihat Gambar 3.7).
Metode-metode yang dikeq{ berikut ini biasaiya digunakan untuk
menentukan presipitasi rata-rdta wilayah untuk stasiun-stasiun hujan
yang berbeda.
(r) Metode Rata-rata Aritmatik, (O Metode Poligon Theissen,
(iir) Metode Isohiet.
(l) Metode Rata-rata Aritmatik
Pada metode ini tinggi hujan rata-rata wilayah, dihitung dengan
menggunakan rata-rata aritmatik yang sederhana untuk curah hujan
yang terjadi pada setiap stasiun di wilayah tersebut. Sehingga
jika
P1,
Pz,Pt .. . P, adalah harga rata-rata presipitasi untuk masing-masing
stasiun 1,2, 3. . . n, maka presipitasi rata-rata untuk seluruh wilayah
adalah:
P,
o
i,r.,n
P5o,s
r-
Pr
"
e,2 cm
ll,8 c*OP4
n
p:&*Pr*Pr*
... Pn
j"
n1
Asumsi yang
tersirat di sini ialah apakah stasiun_stasiun
tersebut
tersebar mewakili seluruh wirayah, atau variasi
"urat
t rjanrrvu-rungu,
kecil. Asumsi-asumsi ini seringkari tidak benar, ,.r,inggu *"iode ini
sekarang tidak dipakai.
(a) Metode Poligon Theissen
Metode ini memberlakukan
bahwa nilai presipitasi pada suatu sta-
siun hujan dapat dianggap sebagai perwakiian
au.i.uiut tuj* puOu
wilayah sekitarnya.
poligon
yang dibuat secara tertimpang dianggap
merupakan harga perwakilan
dari wilayah tersebut.
Tata cara untuk membuat poligon seperti yang diusurkan oleh rheis-
ser adalah sebagai berikut. Seluruh wilayah daerah ariran sungai ini
dibagi menjadi berbentuk segitiga dengan cara membuat garis-
garis penghubung
antarstasiun-stasiun yang berdekatan
aengan garis
lurus. Kemudian dibuat garis
berat
lgaiis tlgak rurus yang
iie*uagi
dua sama. panjang) pada garis_garis penghrbrng
tuai, ,"[inggu t.r_
bentuk sejumlah poligon,
masing_maiing poligo;n,.n.ut
up r"ulu rru_
siun hujan, yang mewakili wilayah yungGrrurrgkutan
(tihat
Gambar
3.8).
Presipitasi
43
(3.t1
.'
lo,
44 Pembongkit Listrik Tenago Air
Jika P1, Pz, Pt . . .Pnmewakili catatan hujan pada stasiun-stasiun
yang dicakup ofen po[gon-poligon,luas masing-masing wilayatr ada-
iun?r, Ar,-A, . . . e* kemudian
presipitasi rata-rata P untuk selu-
ruh wilayah ,4 di daerah aliran sungai adalah:
,-W'r&-
'- Ar*Ar*Ar-1 .....A,,
i:n
!;rr,
L
-#'**n#* "'
*:*^'''
(3'2)
s
LA,
i:1
Di sini,
*^,*^.
. dan sebagainva disebut sebagai faktor bobot
untuk staiiun hujan yang bersangkutan,
dan pada metode ini faktor
bobot ini tetap, untuk hujan badai yang t'erbeda'
Metode
poligon Theissen lebih baik
jika dibandingkan
dengan me-
toderata-rataaritmatik,melihatkenyataanbahwasetiapstasiunhu.
jandiberibobotsesuaidenganletaknya.terhadapbatasdaridaerah
'uiii"n
tung"i
yang ditinjau. Sehingga, stasiun-stasiun
yang berada atau
sangat aetiat iengan daerah aliraniungai secara otomatis mempunyai
L.Ult
yang lebihlesar dibandingkan
dengan stasiun-stasiun
yang de-
f.uit.tupi [erada di luar daerah ilirun sungai. Metode
poligon Theis-
,"n oipuiui untuk daerah aliran sungai
yang relatif datar dan berukuran
;;";
(katakanlah sampai dengan 5000 km2)' Jika banyaknya sta-
siun h-ujan terlalu sedit<iidiUand[Skan
dengan luas-daerah aliran su-
;;;ilt;,;.tode
poligon TheissenTbih sesuai daripada metode isohiet.
(iii) Metode Isohiet
'
iada metode isohiet, dianggap bahwa presipitasi pada suatu wila-
yah di antara dua garis isohiei, yaitu, garis kontur curah hujan yang
sama, adalah sama dengan rata-rata
presipitasi pada garis-garis iso-
hiet tersebut. Untuk memperkirakan
presipitasi rata-rata, titik-titik
yang
curah hujannya sama dihubungkan untuk membentuk isohiet dari ber-
Lagai tuiga. Luu. bidang di antara dua isohiet yang berurutan diukur
;;;u, bintuan
planimiter dan rata-rata curah hujan
pada wilavah
di aitara dua isofiiet tersebut dianggap terjadi pada wilayah tertutup'
Sehingga, apabila P12 adalah rata-iata
presipitasi yang diwakili oleh
dua iiiiet yang Uerurutan dengan harga P1 dan P2 day luas antara
dua isohiet tersebut adalah Ai Pztadalah rata-rata
presipitasi P2dan
!
i
PresiPitasi 45
Pr, luas antara isohiet P2dan P3 adalah ,42dan seterusnya, maka pre-
sipitasi pada seluruh wilayah adalah:
p-
. (3.3)
Untuk wilayah-wilayah perbatasan dapat diambil suatu harga ang-
gapan hasil ekstrapolasi. Sehingga untuk wilayah Ao pada Gambar
3.9, kita bisa menganggap suatu harga rata-rata Po
=
Pr + Ap di
mana A,p didasarkan pada kecenderungan curah hujan umumnya.
Gambar 3.9.Metode isohiet.
Metode isohiet sangat sesuai untuk mempelajari wilayah-wilayah pe-
gunungan yang berbukit-bukit atau bergelombang yang terpencil dan
luas (lebih dari 5000 km2),
jika jumlah
stasiun hujan di daerah aliran
sungai cukup banyak untuk bisa menggambarkan isohiet dengan
interpolasi.
PENYAJIAN DATA CURAH HUJAN SECARA GRAFIS
l'ola curah hujan paling baik untuk dipelajari dengan bantuan peng-
garnbaran
secara grafis. Jenis-jenis lengkung yang dipergunakan se-
cara luas untuk tujuan ini adalah sebagai berikut:
(i) Hietograf, (ir) Lengkung masa (keduanya untuk setiap curahan
lrrrf arr badai), (iii) Lengkung rata-rata bergerak (untuk variasi curah
lrrr.ian tahunan).
I'P(')("+r)
46 Pembangkit Listrik Tenaga Air
(r"\ Hietograf
Ilietograf adalah lengkung hubungan intensitas curah hujan waktu
yang menunjukkan variasi laju curah hujan terhadap waktu. Akan
tetapi, seringkali lebih mudah untuk menyajikannya dalam bentuk diag-
ram balok atau diagram garis dengan menganggap bahwa intensitas
curah hujan adalah tetap untuk suatu selang waktu Al yang sangat
singkat. Pada umumnya dalam bentuk inilah hietograf dipergunakan
dalam praktik. Suatu hietograf
-
keduanya dalam bentuk lengkung
dan diagram balok disajikan pada Gambar 3.10.
At At At At At At IAI
Waktu (jam)
----+
Grmber 3.10. Hietograf.
(ir) Lengkung Masa
Sebagai pengganti penggambaran intensitas curah hujan,
jika
cu-
rah hujan kumulatif digambarkan menurut fungsi waktu, diperoleh
suatu lengkung yang disebut sebagai lengkung masa curah hujan. Untuk
menggambarkan lengkung tersebut, besaran kumulatif total curah hu-
jan
sampai dengan waktu-waktu yang berbeda diketahui dan harga-
harganya digambarkan pada ordinat terhadap waktu yang merupa-
kan absisnya. Sehingga, hal ini akan terlihat bahwa suatu lengkung
masa akan selalu merupakan lengkung yang meningkat. Lengkung ter-
sebut mungkin saja akan mempunyai beberapa bagian mendatar yang
menunjukkan bahwa selama
jangka
waktu tersebut tidak terdapat curah
hujan tambahan yang terjadi. Dari lengkung masa, dimungkinkan un-
tuk mendapatkan intensitas curah hujan selain curah hujan total se-
lama
jangka
waktu
yang ditinjau. Ordinat dari lengkung masa pada
setiap titik menunjukkan curah hujan total sampai dengan saat itu,
T
6
o
d
.:
a
Presipitasi
47
sedangkan kelandaian dari lengkung tersebut pada setiap titik menun-
jukkan
intensitas curah hujan pada saat itu. Lengkung
-uru
sangat
berguna untuk memperkirakan hujan badai rencaia. siatu lengxung
masa curah hujan yang tipikal disajikan pada Gambar 3.l l untui dae-
rah aliran sungai Damodar (India).
Lengkung masa hujan badai ren-
cna umumnya diperoleh dengan cara memaksimumkan rengkung masa
dari hujan badai yang
teramati di daerah aliran ,u""gui"
vung
bersangkutan.
T2,5 cm
isohiet
(440 km2)
I2,5 cm
isohiet
(1900 km2)
d,
'=
d
a
(!
o
,o
d
a
a
V
Larnanya d"lu. j".
j
60
Gambar 3.11. Lengkung_masa-curah
hujan.
(iii) Lengkung Rata-rata Bergerak
Suatu penyajian
data curah hujan secara grafis yang lain diperoleh
melalui suatu lengkung rata-rata bsrgerak. Faaa p.osIs ini criatr tru-
jan
tahunan rata-rata suatu tempat digambarkun
-b"rupa
diagram ga-
ris seperti disajikan pada
Gambar 3.r2. Diagfam gu.ir,.p";i
ini ti-
dak menunjukkan secara jeras
suatu kecendeiungui
"pu
pun atau po-
la pengulangan
curah hujan, karena variasi yang mendaaak paaa tahun-
tahun tertentu. Dalam rangka untuk menekin hal ini serta menim-
48 Pembongkit
Listrik Tenago Air
Tahun 4
il
Gambar 3.12. Lengkung rata-rata bergerak'
bulkan kecenderungan
umum curah hujan, rata-rata tiga atau
'lima
tahun
yang berurutan dihitung tahap demi tahap dan kemudian
disa-
;ik",
;;;i
pada Gambar. Sihingga' untuk tata-tata bergerak tiga
tahunan:
\
,r:'t*fr
Dr_
rz-
Pr+Pr+P.
(3.4)
1
d
d
s
I E BE B E 5$ r E t-
{"
p,-:Pr*
P!*P,
dan sererusnya.
rt-
3
Penggambaran
P '1,
P'2, P'3 dan seterusnya menghasilkan
leng-
Xurrg ;;a-rata bergerak. iengkun
g r ata-rata bergerak sangat bergu-
nu ,intuf. mengidentifikasikan
kecinderungan
atau pola data curah
hujan.
PRBSIPITASI
MAKSIMUM
Dalam rangka mempelajari
peluang terjadinya banjir dan memasti-
kan keamanan dari Uangunan-Uangunan
hidrolistrik, sangat
perlu me-
miliki pengetahuan t.nLng intensitas curah hujan maksimum'
keke-
*pun i..jlai dan sebarannya
pada suatu wilayah yang ditinjau' In-
t
Presipitasi
49
formasi seperti ini mungkin saja diperoleh dengaq cara seperti beri-
kut ini seandainya data banjir yang sesungguhnya terjadi tidak tersedia:
(1) Lengkung
jujuh-intensitas, (2) Presipitasi maksimum yang
mungkin terjadi (PMP), (3) Lengkung
jujuh
-
tinggi
-
luas (DAD), (4)
Kekerapan curah hujan.
Lengkung Jujuh
-
Intensitas
Telah diamati bahwa umumnya makin besar intensitas curah hu-
jannya,
makin singkat
jujuh
berlangsungnya curah hujan tersebut. Hu-
bungan ini untuk
jujuh yang lebih singkat (kurang daripada dua
jam)
dapat dinyatakan dalam bentuk rumus sebagai berikut:
.a
l:-
t+o
. . . (3.s)
di mana i
:
intensitas curah hujan dalam (cmljam)
t
: jujuh waktu (jam)
a dan b
:
konstanta setempat (a dalam cm dan b dalam
jam).
Sehingga curah hujan total menjadi berbeda untuk
jujuh
hujan badai
yang berbeda. Disajikan dalam bentuk lengkung, hubungan jujuh
dan
intensitas akan menjadi seperti yang tersaji pada Gambar 3.13. Tal-
bot menemukan bahwa harga-harga a dan D masing-masing adalah
1,75 cm dan 0,25
jam
untuk hujan badai yang biasa terjadi di Ameri-
ka Serikat. Untuk saluran Jhelum Hulu (India) harga-harga i telah
ditemukan. Sebagai contoh, untuk
jangka waktu 15 menit dan I
jam,
harga presipitasi maksimum masing-masing adalah sebesar 17,8
cm/1am dan 6,3 cm/
jam.
Lamanya (iam)
-+
Gambar 3.13. Lengkung
jujuh
-intensitas.
I
d
tr
d
.:
50 Pembangkit Listrik Tenago Air
Presipitasi Maksimum yang Mungkin (PMM)
PMMdapat didefinisikan sebagai tinggi presipitasi maksimum se-
cara teoretis yang secara fisik mungkin terjadi pada suatu wilayah drai-
nasi untuk waktu kapan pun pada suatu tahun tertentu untuk
jujuh
tertentu. Sehingga, PMM dapat dijelaskan sebagai besaran harga cu-
rah hujan yang meliputi suatu daerah aliran sungai tertentu, yang mana
akan menghasilkan aliran banjir yang sebenarnya sarnasekali tanpa
risiko untuk dilampaui. Presipitasi yang seperti ini adalah hasil dari
berbagai kombinasi keadaan hidrologi dan meteorologi dari wilayah
tersebut. Pengetahuan tentangPMMadalah penting dalam rangka men-
dapatkan hujan badai rencana, yang mana untuk bangunan-bangunan
besar ditangani sama dengan hujan badai maksimum yang mungkin
(BMM) sesuai dengan PMM. Bangunantersebut harus mampu mena-
han hujan badai rencana ini. Kegagalan dari bangunan utama dapat
meningkat menjadi bencana di wilayah pengaruhnya.
Seperti dapat dilihat d.ari definisinya, PMMdapat diperkirakan de-
ngan cara memaksimumkan berbagai parameter, seperti, kecepatan
angin, kelembapan dan sebagainya dari beberapa hujan badai yang
teramati pada daerah aliran sungai tersebut. Kadang-kadang, data hu-
jan
badai untuk suatu daerah aliran sungai yang cukup tidak terse-
dia,PMM dapat diperkirakan dengan mengambil beberapa hujan ba-
dai yang terjadi pada beberapa daerah aliran sungai di sekitarnya dan
mengubahnya ke dalam daerah aliran sungai yang dipelajari. Untuk
tinjauan secara lebih terinci tata cara tersebut, dapat mengacu pada
sebarang buku acuan tentang hidrometeorologi.
Gambrr 3.l4.Curah hujan terlebat 2 harian (cm).
Gambar 3.15. LengkungJTL
untuk daerah ariran Sungai Damodar.
presipitasi
5 t
Gambar 3.14 menyajikan garis_garis
isohiet di India untuk tinggi
hujan badai maksimum (hujan
u"i"i oru harian selama musim hu_
jan)'
Gambar seperti.itu
hanya argu"at an sebagai panduan
secara
umum tentang sifat_sifat
daerah.
Lengkung
Jujuh
-
Tinggi
-
Luas
Dalam rangka menentdkan
tinggi maksimum (banyaknya)
presipi-
tasi yang.terjadi
pada
suatu witayatr dengan berbagai ukuran untuk
berbagai jujuh
waktu, rengkung tigu-puiJ-.ter yang
dikenar sebagai
lengkung
JTL dipersiapkin
d;4;ilnvai
bentuk seperri disajikan
pada
cambar 3.15. Lelskulg JTL
vane dimaksimuirk;;J;rnu_
kan untuk memperkirat<an pMM.
27,5
22,5
5000 7500
Luas dalam ribuan km2
10.000
12500
30,0
25,O
$
zo,o
E
H
I/,)
d
d
' I5,0
E
-s
lz,s
J
i lo,o
d
z
7,5
5,0
2,5
\
\
\
\
\
4E tam
\
\
2t Jam
\ am
2 jam
3 janr
Jam
r jain I
(3.6)
di mana m adalah urut, ,? adalah banyaknya data presipitasi dan F
adalah persentase dari tahun-tahun
yang selama tahun tersebut presi-
pitasinya menyamai atau melampaui presipitasi dengan nomor urut ,n.
'
t<euatitan dari kekerapan Fadalah periode kembali atau masa ulang
7. Rumusnya daPat dituliskan.
52 Pembangkit Listrik Tenaga Air
Kekerapan Curah Hujan
Rancangan sebarang bangunan hidraulik atau hidrolistrik harus
mempertimbangkan informasi yang lengkap tentang curah hujan terbe-
,u. yung m,rngiin terjadi selama umur bangunan. Hal ini bisa saja ber-
hubungin dengan curah hujan yang mempunyai kesempatan untuk
terjadi sekali dalam 5.000 atau 10.000 tahun. Curah hujan seperti ini
dapat diperkirakan dari data yang ada dengan menggunakan metode
statistik. Informasi seperti ini akan merupakan bantuan yang sangat
besar dalam mempelajari variasi dari presipitasi biasa, kekerapan dari
curah hujan lebat, aliran tahunan dan sebagainya. Rumus berikut ini
u*r*nyu disukai untuk menghitung kekerapan curah hujan meski-
pun banyak terdapat rumus lain yang tersedia:
Rumus Weibull:
F:( '1 ;*
1go
T:llF:n*l
,m
. . (3.7)
Gambar seperti ini sangat berguna sebab berdasarkan harga-harga
yang
terbatas dari data curah hujan untuk beberapa tahun, ttrarga curah hu-
jan yang mempunyai masa ulang, katakanlah, I dalam l0'000, dapat
diekstrapolasikan.
untuk menggambarkan lengkung tersebut, pertarna-tama data cu-
rah hujan yang tersedia ditabulasikan menurut urutan dari kecil ke
besar. Harga yang pertama adalah besaran yang terkecil sehingga da-
pat dikatakan mempunyai nomor urut I (misalnya, m
:
l), harga
yang kedua mempunyai m
:
2 dan seterusnya. Letak pengganbaran
iitit t<emuAian dihitung dengan bantuan rumus di atas. Gambar ter-
sebut dapat dibuat di atas suatu kertas khusus, yang dikenal sebagai
kertas piluung, dan lengkung yang tergambar disebut lengkung pe-
luang. Skala peluang pada kertas grafik tersebut tergantung
pada se-
baran peluang yang diharapkan dari data tersebut. Dengan demikian-
kita mempunyai UirUagai
jenis kertas peluang yang berbeda seperti
kertas sebaran peluang normal, kertas sebaran
peluang harga-harga
ekstrem dan sebagainya. Untuk menggambarkan metode tersebut se-
cara lebih
jelas, suatu contoh diselesaikan
pada akhir bab ini.
t{
presipitasi j3
Peluang untuk disamai atau dilampaui jangan
sampai dirancukan
dengan peluang terjadinya suatu kejadian. Sebagaimana disebutkan
di muka, peluang
4 bahwa suatu kejadian dengan masa ulang 7_tahun
akan disamai atau dilampaui pada sebarang tahun, adalah
F_UT
Sehingga, peluang bahwa hal ini tidak akan terjadi pada suatu tahun
tertentu adalah (l
-
F). Lebih jauh peluang
"I,
paling tidak satu keja-
dian yang sama atau melampaui kejadian 7-tahun akan terjadi pada
sebarang seri data N tahun diberikan oleh
J:l-(l-f)^,
(3.8)
Seperti contoh yang menjelaskan lebih
jauh penggunaan rumus ter-
sebut terdapat pada akhir bab ini.
POLA CURAH HUJAN DI INDIA
Gambar 3.16 menyajikan isohiet curah hujan rata-ratatahunan di In-
dia. Dari sini dapat dilihat bahwa di sana terdapat keragaman besaran
curah hujan yang luas pada wilayah-wilayah yang berbeda. Musim
hujan yang utama di India berawal dari Juni sampai September yang
mana masa musim hujan barat daya dan hujan lebat serta meliputi
wilayah yang sangat luas selama jangka
waktu tersebut, mencakup
daerah-daerah aliran sungai di India yang umumnya menghasilkan per-
mukaan air sungai yang tinggi. Hal ini, walau bagaimanapun dapat
dicatat bahwa hqjag pada musim hujan biasanya disertai dengan per-
gerakan udara yang bersifat mendebarkanpulsatory dan terdapat speels
curah hujan berseling reda. Hanya negara-negara bagian India Sela-
tan seperti Tamil Nadu memperoleh keuntungan dari musim hujan
yang mundur dalam bentuk curah hujan musim dingin. Wilayah sisa-
nya mendapatkan curah hujan umumnya pada bulan-bular, musim pa-
nas. Sejauh bersangkutan dengan koefisien keragaman, sangat tinggi
(60
-
70 persen) di wilayah kering (Gurun pasir Thar) Rajasthan .
Untuk wilayah-wilayah sisanya, bervariasi antara l5 sampai 35 per-
sen. Hal ini penting diketahui, dengan pola presipitasi pada suatu wi-
layah, mengingat bahwa hal ini memberikan petunjuk pada sifat-sifat
aliran di wilayah tersebut.
CONTOH ILUSTRASI
CONTOH 3.1
Di bawah ini diberikan data curah hujan rata-rata tahunan untuk jangka waktu
l95l
-
1970, pada suatu daerah aliran sungai. Dengan bantuan penggambaran pada
r
54 Pembangkit Listrik Tenaga Air
Gambar 3.16. Curah hujan tahunan rata-rata)t ,no,u-
kertas peluang, perkiraan besarnya curah hujan' dengan peluang dilampauinya
ada-
lah I dalam 10.000 tahun:
Tahun
Curah hujan roto-rato
(mm)
Tahun Curah hujan rato-rato
(mm)
195 I
t952
1953
1954
1955
1956
1957
1958
1959
1960
1800
t475
1420
1600
r690
1380
1560
1400
1505
r520
1961
1962
1963
t9g
1965
1966
1967
1968
1969
t970
t625
1720
l7 50
1850
1260
1300
1675
1450
1580
1360
L
Laut Arabia
India
Curah hujan tahunan
(garis isohiet dengan harga dalam mm)
Rata-rata
jarak hujan di India
PresiPitasi 55
PENYELESAIAN
Harga-harga curah hujan mula-mula ditabulasikan seperti pada Tabel 3. I menurut
urutannya dari besar ke kecil, dengan mengabaikan tahun kejadiannya. Lengkung pe-
luang kemudian digambar pada kertas peluang dengan harga-harga ini, seperti disaji-
kan pada Gambar 3.17. Untuk dapat memperkirakan besarnya curah hujan dengan
masa ulang I dalam 10.000 tahun, lengkung diperpanjang ke atas (dengan garis lu-
rus). Harga-harga yang berhubungan dengan peluang dilampaui 0,01 persen misal-
nya, suatu masa ulang O,0f x
1fu
=
mhm
ditandai, yakni sebesar 22tO mm.
TABEL 3.1
No. Urut Curah hujan rala-rato
(m) (mm)
Peluang dilampaui
F=
m
-xtffi(40)
nxI
l.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
1 850
1800
I 750
1720
1690
1675
t625
1600
1580
1560
1520
I 505
. 1475
1450
1420
1400
1380
1360
1300
t260
4,75
9,5
14,25
19,0
23,8
28,s
33,2
38,0
42,75
47,5
52,25
57,0
6t,75
66,5
71,25
76,0
80,75
85,50
90,25
95,0
56 Pembangkit Listrik Tenaga Air
2 5 l0 20 30 40506070 80 90
Probabilitas kelebihan (persentase)
-
Gambai 3.17.
CONTOH 3,2
Gambar 3.7 menyajikan suatu daerah aliran sungai dengan luas 405 km2 beserta
stasiun-stasiun curah hujan yang terpasang. Harga-harga curah-hujan titik yang di-
tunjukkan oleh masing-masing stasiun curah hujan diterakan. Hitunglah curah hujan
tata-rata untuk seluruh daerah aliran sungai dengan menggunakan:
(a) Metode rata-rata aritmatik
(b) Metode Poligon
Theissen
(c) Metode isohiet.
PENYELESAI,4N
(o) Melode rata-rata aritmatik. curah hujan rata-rata adalah sebagai berikut:
P, t Pt * Pr * . .' P6, 6,5+8,3+9,2+ll'8+12'7+5'0
:_
n
atau curah hujan rata-rat" =+I =
8,91 cm'
(b) Metode poligon Theissen Poligon Theissen dibuat seperti disajikan pada Gam-
bar 3.18. Dengan bantuan planimeter atau geometri, luas masing-masing poligon di-
perkirakan sebagai berikut:
t
d
d
(B
d
6
d
(q
U
99 98
Presipitosi 57
Al
A2
A3
Aa
A5
Aa
80 km2
= 80 km2
=
9() km2
=
76km2
= 30 km2
=
49 km2
atau
pa,,
-
80x6'5+80x8,3+90x9'2+76x ll,8+30x 12,7+49x5,0
=
g,7z
cm
405
EAn
Presipitasi rata-rata menjadi
=
405 km2
Pou
=
A1P1+A2P2+...A,Pn
A,
Gambar 3.It.
(c) Metode isohiet. Caris-garis isohiet untuk 6 cm, 7 cm
barkan pada Cambar 3.19.
P5
12,7 cm
. dan seterusnya digam-
7,0 cm
8,0 cm
10,0 cm
I 1,0 cm
D
or5
12,7 cm
9,0 cm
Pq 6,5 cm
5,0 cm O
Gambar 3.19.
I2,0 cm
'58
Pembongkit Listrik Tenago Air
Luas wilayah yang terukur di
As
A1
A2
A3
Aa
A5
A5
antara isohiet-isohiet adalah sebagai berikut:
: 33,0 km2
55,0 km2
: 65,0 km2
: 68,0 km2
: 62,0 kmz
=
55,0 km2
: 43,0 km2
: 24,0 kmz
3564,9
405
Harga curah hujan rata-rata untuk wilayah -46
dan A7 masing-masing dapat diang-
gap sebesar 5,6 cm dan 12,3 cm.
Sehingga curah hujan rata-ratamenjadi Po, --Afo*
AtPt+
' ' 'A'
P'
8,8 cm
CONTOH 3.3
Suatu banjir dengan besaran tertentu mempunyai masa ulang 25 tahunan. Berapa-
kah peluang dilamfauinya? Berapakah peluang terjadinya banjir tersebut dalam l2
tahun mendatang?
PENYELESAIAN
Peluang dilampaui P
: l/T =
l/25
: 0,04 =
4t/o'
Peluang bahwa banjir tersebut tidak akan terjadi dalam 12 tahun adalah sebesar
(l
-0,04)12
: (0,96)12
atau --
0,6125
:
6l,25Vo
Sehingga, peluang bahwa banjir tersebut akan disamai atau dilampaui dalam 12 ta-
hun adalah
J = I
-
0,6125:0'3875:38,750/o
l.
PERTANYAAN
Apakah yang saudara ketahui tentang presipitasi? Bagaimanakah terjadinya hal
tersebut?
Bagaimanakah cara inengukur curah hujan pada suatu daerah aliran sungai? Se-
bui dan
jelaskan bermacam-macam
peralatan yang digunakan untuk keperluan
tersebut.
Bagaimanakah radar dapat sangat membantu dalam penentuan lokasi hujan ba-
dai? Bagaimanakah alat penakar hujan otomatis yang dilengkapi dengan pemancar
radio bekerja?
bagaimanakah cara saudara memperoleh curah hujan rata-rata pada suatu dae-
rah aliran sungai? Gambar 3.20 menyajikan suatu daerah sungai yang luasnya
100 kmz dengan stasiun-stasiun hujan yang terletak seperti terlihat pada gam-
2.
J.
4.
33 x 5,6 + 55 x 6,5 + 65,7 5 + 68 x 8,5 + 62 x 9'5 + 55 x 10,5 + 43 x ll,5 + 24 x 12,1
5.
Presipitasi 59
bar. Hitunglah curah hujan rata-rata pada seluruh daerah aliran sungai dengan:
(t) Metode rata-rata aritmatik.
(r,) Metode poligon
Theissen.
(iir) Metode Isohiet.
Gambar 3.20.
Apakah lengkung masa itu? Bagaimanakah cara memperkirakan hujan badai rein-
cana dengan menggunakan lengkung ini?
Jelaskan yang dimaksud dengan presipitasi maksimum yang mungkin. Apa yang
cukup berarti daripadanya?
Apa yang dimaksudkan dengan kekerapan curah hujan dan masa ulang? Bera-
pakah masa ulang suatu banjir yang peluang dilampauinya adalah 6,590? Bera-
pakah peluang terjadinya banjir ini dalam 5 tahun mendatang.
(Jawab 15,4 tahun; 28,520/o)
7.
20,6 cm
21,5 cm
18,7.cm
*
*
14,0 cm
BAB 4
LIMPASAN DAN ALIRAN SUNGAI
PROSES LIMPASAN
Semenjak hujan mulai
jatuh
di atas lahan, sebagian akan meresap,
sebagian menguap dan sisanya mulai mengalir dalam bentuk lapisan
tipis di atas permukaan lahan. Aliran di atas permukaan lahan ini di-
sebut sebagai aliran permukaan. Bagian presipitasi yang meresap meng-
alir melalui pori-pori tanah; sebagian akan bergabung dengan muka
air tanah dan menambah air tanah. Sebagian tertahan dalam tanah
dalam bentuk lengas tanah yang berada di atas muka air tanah. Seba-
gian lengas tanah di atas muka air tanah
juga
bergerak secara latoral
dan bergabung dengan aliran sungai sebelum bergabung dengan mu-
ka air tanah. Bagian ini disebut sebagai aliran antara. Muka air tanah
itu sendiri mempunyai kelandaian yang sangat kecil, dan pada umum-
nya aliran air di bawah peringkat kejenuhan ini searah dengan ke-
landaian tersebut. Hal ini disebut sebagai aliran air tanah. Gambar
4.1 menyajikan aliran permukaan, aliran antara dan aliran air tanah
seluruhnya mengarah menuju ke lembah sungai. Ketiga-tiganya seca-
ra keseluruhan dapat disebut sebagai limpasan
yang berasal dari dae-
Aliran melalui daratan
Gambar 4.1 Aliran menuju alur sungai.
Limpasan dan Aliron Sungai 6l
rah aliran sungai.
Jelas bahwa semua aliran tersebut akan memberikan sumbangannya
pada aliran sungai. Limpasan permukaan mulai terjadi segera setelah
presipitasi. Aliran antara agak sedikit lambat dan aliran air tanah yang
paling lambat. Apabila suatu badai menyebabkan beberapa presipi-
tasi pada suatu wilayah, aliran permukaan dan aliran antara yang di-
hasilkannya akan mencapai alur sungai dalam hitungan
jam,
sedang-
kan tanggapan dari aliran tanah mungkin baru akan terjadi dalam hi-
tungan hari atau bahkan bulan. Sehingga untuk keperluan analisis,
aliran permukaan dan aliran antara dapat dikelompokkan bersama.
Bagian dari limpasan ini disebut sebagai limpasan langsung, sedang-
kan aliran air tanah sesuai dengan implikasinya dapat disebut sebagai
aliran tidak langsung. Pada sebarang waktu, aliran pada suatu alur
sungai dapat saja terdiri dari tiga macam komponen, tetapi aliran lang-
sung akan berhubungan dengan curah hujan yang baru saja terjadi,
sedangkan sumbangan dari air tanah merupakan tanggapan yang ter-
tunda, atau, mungkin saja, bahkan tidak mempunyai huburg&r s&:
masekali dengan presipitasi yang baru saja terjadi. Kita hampir dapat
memastikan bahwa aliran air tanah menuju alur sungai akan berlang-
sung kurang lebih tidak berubah, bahkan apabila samasekali tidak ter-
jadi presipitasi belum lama ini. Dengan alasan inilah maka hal ini di-
sebut sebagai aliran dasar dalam analisis hidrograf. Gambar 4.2me-
nunjukkan perubahan curah hujan rnenjadi limpasan sebagai suatu
sistem.
Total presipitasi
Ekses presipitasi Peresapan Abstraksi lain
I J-r
Aliran permukaan Aliran di bawah permukaan
Lapisan dalam
l,-+l
I Aliran antara Aliran antara Aliran air
I
yung ."put Yang tertunda tanah
Aliran langsung
Aliran dasar
Total aliran
Gambar 4.2. Sistem curah hujan-limpasan.
Limpasan dihasilkan dari presipitasi. Hal ini dapat dimengerti, se-
perti ditunjukkan oleh persamaan pada
bab sebelumnya, untuk meng-
anggap bahwa:
Presipitasi-Kehilangan: [.impasan Langsung+ A Simpanan
-
62 Pembangkit Listrik Tenoga Air
Di sini kehilangan berarti banyaknya kehilangan lengas karena peng-
uapan,
penguap-peluhan
dan peresapan yang tidak memberikan sum-
bangan pada limpasan langsung. Kenyataannya, hal ini akan dapat
disalahartikan untuk menyebutnya sebagai kehilangan. Seperti dike-
tahui, kehilangan lengas ini bukan merupakan kehilangan yang tetap
untuk pemakaian. lstilah yang lebih baik adalah 'abstraksi'. Sehingga:
Presipitasi
-
Abstraksi
:
Presipitasi Lebih
= Limpasan Langsung + Perubahan Simpanan . . . (4.1)
Karena gejala ini mempunyai sifarterulang kembali, apabila per-
samaan ini diterapkan untuk sepanjang tahun, perubahan simpanan
(A,S) umumnya bisa diabaikan'dan kita memperoleh suatu alat peng-
hubung antara presipitasi dengan limpasan langsung. Hampir seluruh
limpasan langsung muncul eventually sebagai aliran sungai. Dari sini
kita bisa menuliskan:
Presipitasi Lebih
:
Aliran sungai limpasan langsung . . . (4.2)
Persamaan tersebut adalah dalam satuan volume dan tidak menun-
jukkan pada kita sebaran dari limpasannya menurut waktu.
ANALISIS ALIRAN SUNGAI
Sungai-sungai disebut pe renniol yang berarti alirannya terdapat sepan-
jang
tahun atatintermittent, yang berarti alirannya hanya ada selama
sebagian dari tahun. Di samping itu, kita dapat mengenali suatu su-
ngai pada wilayah kering, yang mengalir hanya untuk beberapa
jam
saja setelah terjadinya hujan. lni disebut sebagai sungai ephemeral.
Untuk pengembangan tenaga, sungai perennial adalal yang terbaik,
meskipun tenaga bisa saja dibangkitkan dari sungai'intermittent de-
ngan menyediakan fasilitas penampungan yang cukup memadai. Sungai
ephemeral, umumnya dapat ditemui di wilayah kering tidak berguna
untuk pembangkitan tenaga air secara konvensional. Akan tetapi
sungai-sungai
jenis ini kadang-kadang masih dapat digunakan untuk
sistem-sistem simpanan-pompa yang murni, di mana pemakaian air
sebenarnya hanya dalam batas marginal. Dalam uraian berikut ini,
kita terutama akan membahas sungai yang perennial.
Analisis dari sebarang aliran sungai hanya dapat dilakukan setelah
data aliran di sungai tersebut dikumpulkan.
Data Aliran Sungai
Dalam rangka untuk menarik kesimpulan yang berarti tentang alir-
an sungai, pengamatan data aliran mutlak diperlukan. Data ini dapat
rDi
mana hal ini tidak selalu benar'
T
Limpasan don Aliron Sungai
63
dikumpulkan dengan cara pengukur
aliran pada suatu stasiun peng-
ukur yang sesuai secara terus-menerus selama beberapa tahun. Sema-
kin panjang jangka
waktu pengumpulan
data, makin Lesar tingkat ke-
andalan ramalan kita. untuk membuat anggapan yang bisa diterima,
jangka
waktu pengamatan
data harus paling sioitit re]amu 20 tahun.
Maksud dari pengukuran
sungai adalah memperkirakan besarnya de-
bit pada alur sungai. Hal ini dapat dicapai dengan cara mengukur ke-
cepatan titik pada beberapa titik yang dipilih pada sejumlah irisan-
irisan tegak yang berjarak sama satu sama lain ieperti misalnya a
-
c,
b
-
b dan seterusnya seperti disajikan pada Gamb ar 4.3. Umumnya
untuk kecepatan rata-ratapada satu irisan, diukur kecepatan pada0,2
(kedalaman)
dan pada
0,8 (kedalaman)
dan rata-rata aritmitik dari
harga-harga ini diambil sebagai kecepatan rata-ratapada penampang
tersebut. Debit total diperoleh dari
Q
:
D (luas irisan) x V,, pada penampang (4.3)
Gambar 4.3. Pengukuran kecepatan pada suatu alur sungai.
Luds irisan c- c akan berhubungan dengan bagian yang diarsir se_
perti disajikan pada gambar. Garis putus-putus
berjarak sama masing-
masing antara b-b dan c-c dan c-c dan d-d.
pengukuran
kece-
patan dikerjakan dengan menggunakan current meter yang tersedia
di pasaran. Current meter ini digantung dengan tali kawat yang diju-
Iurkan dari kabel yang terentang (dari tanggul ke tanggul) atau lang-
sung dari sebuah perahu.
Pengukuran seperti ini umumnya dilakukan sekali sehari. Sehing_
ga debit yang diperoleh dianggap sebagai harga rata-rata untuk hari
itu. Pencatatan debit rara-rata harian menghasilkan data aliran harian.
Apabila catatan pengukuran yang seperti ini tidak tersedia, diguna-
kan untuk memperkirakan debit dengan menggunakan persamaan
Manning untuk alur sungai, sebagai berikut:
64 Pembongkit Listrik Tenogo Air
. . .(4.4)
di mana
Q
A
n
R
s
P
=
debit
=
luas penampang melintang aliran
=
koefisien kekasaran alur
=
jari-jari
hidrolis
=
A/P
=
kelandaian energi
=
keliling basah.
Ketelitian dari perkiraan semacam ini tergantung pada ketepatan
penentuan harga-harga n dan S, mengingat luas dan keliling sebenar-
nya dapat diukur. n bervariasi dari 0,02 sampai 0,05 untuk sungai-
sungai alamiah, sedangkan S, kelandaian energi, meskipun sangat
mendekati kelandaian dasar sungai, harus diperhitungkan secara ter-
sendiri, apabila alirannya tidak seragam.'
Data aliran sungai dapat dipergunakan untuk mempelajari sifat-sifat
yang berarti dari aliran sungai di satu pihak, dan untuk mengembang-
kan hubungan antara aliran dengan curah hujan di lain pihak. Di an-
tara sifat-sifat yang berarti dari aliran sungai, kita ingin mengetahui
debit maksimum dan minimum untuk bisa diantisipasi selama umur
proyek tenaga, variasi debit musiman dan bulanan, volume total ke-
tersediaan air pada suatu musim atau pada suatu tahun dan tingkat
keandalannya. r
Analisis untuk debit maksimum dan debit minimum masing-masing
diketahui sebagai analisis banjir dan analisis aliran rendah. Pada ana-
lisis ini kepentingan kita tidak hanya untuk mengetahui harga-harga
ekstrem (banjir tertinggi yang mungkin atau aliran terendahyalg mung-
kin) tetapi
jugajujuh
sebenarnya dari keadaan seperti ini dan variasi
urutan kejadian sebenarnya dari hari ke hari agar bisa diantisipasi.
Pada perkiraan limpasan secara volumetri, urutan kejadian sebenar-
nya dari limpasan adalah kepentingan kedua, tetapi tingkat keandalan
dari suatu perkiraan seperti ini harus dianalisis. Hal ini bisa disebut
sebagai analisis limpasan.
Penyajian Secara Grafis
-
Aliran Sungai
Dati aliran sungai umumnya tersedia dalam bentuk tabel atau da-
lam bentuk rekaman bersandi. Pada saat dilakukan analisis, hal ini
pertama-tama disajikan secara grafis, dan untuk itu dipakai berbagai
jenis penggambaran. Hal ini dibahas sebagai berikut.
+Mengacu
pada bab tentang 'Aliran Saluran Terbuka' dalam sebarang buku acuan tentang
Hidrauliko.
Q:A(Ln"'s"')
L
Limposan dan Aliron Sungai
6j
HIDROGRAF
Suatu hidrograf adalah suatu lengkung debit
-
waktu dari aliran. Debit
digambarkan pada sumbu-Ydan waktu yang bersangkutan digambar-
kan pada sumbu-X. Untuk analisis banjir, waktu tersebut dapat di-
gambarkan dalam hari mengingat banjir dapat berlangsung hanya se-
lama beberapa hari. Di lain pihak, jika
variasi rata-rata dari bulan
ke bulan dipelajari, kita bisa menggambarkan waktu ini dalam bu-
lan. Gambar 4.4(a) menyajikan suatu variasi bulanan untuk dua su-
ngu perennial. Dapat dilihat bahwa aliran sangat rendah selama bulan-
bulan musim panas dan cukup tinggi pada musim hujan pada kasus
sungai-sung ai perennial.
f,r
t
I
t
6000
I
(B
!
d
'
6
5(m
,q

(,
4ooo
-E
va
o
d-v
99
--
ilno
eg
(!
d,
o.
zooo =
6
d
*
6
d
I
I
t
I
I
t
I
t
\
I
t
I
t
I
I
t
I
t
\
Jan. April Juli Okt. Des.
Waktu dalam bulan
-
Gambar 4.4(a). Debit bulanan untuk sungai-sungai perennial.
Gambar 4.4(b) menyajikan suatu hidrograf banjir yang merupakan
hasil dari badai yang baru saja terjadi. Di sini waktu digambarkan
ti
tl
I
I
t
,
!
t
I
I
66 Pembangkit Listrik Tenago Air
dalam
jam
atau hari, ter-
gantung pada jujuh
banjir-
nya. Badai ditunjukkan
oleh hietograf yang mulai
pada jam ke nol berlang-
sung selama beberapa
jam.
Hal ini menghasilkan ke-
naikan yang melaju pada
aliran sungai yang menca-
pai harga puncaknya di B,
sebentar setelah badai ber-
lalu dan banjir kemudian
surut secara berangsur-
angsur. Perlu dicatat bah-
wa garis putus-putus /C
menunjukkan garis pembagi limpasan langsung dan aliran dasar' Ba-
gaimana cara penggambaran garis ini dibahas kemudian. Luas di ba-
wah lengkung ABCD akan memberikan volume banjir total"AB di-
sebut bagian menaik dan BCD adalah bagian menurun atau menyu-
sut dari hidrograf. Debit di B berhubungan dengan harga puncak
banjir.
Pada sungai-sungai sebenarnya, banjir yang tercatat tidak selalu be-
rupa lengkung-lengkung yang mulus berpuncak tunggal seperti disa-
jikan pada Gambar 4.4(b), tetapi bisa saja terdiri dari puncak-puncak
ganda dan kinks karena pengaruh gabungan dari kerumitan badai atau
keanehan daerah aliran sungainya. Gambar 4.4(c) menyajikan hidrog-
)
Waktu -.+
Gambar 4.4(c). Hidrograf banjir rumit.
F
0.
A
kl
.:l
EI
gt
t
c
(,
q,
o
E
J
Waktu (iam; *
Gambar 4.4(b). Hidrograf.
1
g
d
l:
\
Limpason don Aliran Sungai
6j
raf seperti itu. Untuk analisis banjir hidrograf dengan puncak tung-
gal lebih disenangi daripada hidrograf yang rumit seperti itu. Suatu
hidrograf yang rumit, walau bagaimanapun, dapat diuraikan menja-
di beberapa hidrograf yang sederhana dengan menggambarkan garis-
garis menurun secara hipotetik seperti disajikan pada Gambar 4.4(c)
berupa garis putus-putus. Dimungkinkan pula untuk membuat garis-
garis seperti ini, mengingat bahwa untuk sebarang sungai, pola
umum dari garis menurun ini kurang lebih sama.
LENGKUNG MASA
Lengkung masa limpasan adalah metode lain dari penyajian aliran su-
ngai secara grafis. Sedangkan hidrografadalah lengkung debit
-
wak-
tu, lengkung masa adalah lengkung volume aliran kumulatif
-
wak-
tu. Ordinat lengkung masa Zpada setiap saat Tdapat diperoleh dari
(4.5)
v:.lb a,
Ruas kanan dari persa-
maan tersebut mewakili
luas bidang di bawah hid-
t
rograf dari ,=o sampai
I
/: 7. Sehingga dimungkin-
E
kan untuk memperoleh e
lengkung masa dari hid-
4
rogiaf din sebaliknya.
E
Mudah dilihat bahwa ke-
I
landaian dari lengkung ma-
sa pada setiap titik menun-
jukkan
laju dari aliran ma-
suk pada saat itu (lihat
Gambar 4.5). Mengingat
Waktu+
Gambar 4.5. Lengkr:ng masa.
bahwa debit kapan pun tidak mungkin negatif, lengkung masa lim-
pasan akan selalu merupakan lengkung yang menaik atau mendatar
ketika aliran masuk (limpasan) menurun. Lengkung masa adalah suatu
sarana yang berguna untuk menghitung kapasitas penampungan wa-
cluk atau volume air yang bisa diandalkan dari suatu waduk dengan
kapasitas tertentu.
Perkiraan Kapasitas Penampungan Waduk
Untuk memperkirakan kapasitas penampungan suatu waduk, mula-
rnula digambar lengkung masa aliran masuk. Dari laju kebutuhan yang
68 Pembangkit Listrik Tenaga Air
diperlukan, kelandaian dari garis kebutuhan diketahui. Sekarang dari
puncak-puncaknya ata:u opexes, seperti misalnya P,
Qpada
Gambar
4.6 dari lengkung masa, garis singgung PA,
QB
digambar sedemikian
rupa sehingga sejajar terhadap garis kebutuhan. Ordinat tegak yang
maksimum di antara lengkung masa dan garis kebutuhan, memberi-
kan kapasitas penampungan waduk yang dapat dipenuhi. Pada Gambar
4.6, ab adalah ordinat tegak yang terbesar di antara ob, cd dan ef,
dan dari sini didapatkan harga kapasitas penampungan yang diperlu-
kan. P,A,Q,B dianggap merupakan titik-titik di mana waduk dalam
keadaan penuh. Sekarang mulai dari titik-titik P sepanjang lengkung
masa, akan dapat dilihat bahwa kekurangan meningkat secara
berangsur-angsur bila dibandingkan dengan aliran masuk dan men-
jadi
maksimum (
=
ab) di titik b. Sesudah titik ini kesenjangan di an-
tara lengkung masa dan lengkung kebutuhan (yang merupakan garis
lurus pada kasus ini) berkurang dan menjadi nol di titik,4 yang lagi-
lagi menunjukkan titik waduk dalam keadaan penuh. Sehingga, pada
dan sesudah titik,4, sampai dengan
Q,
waduk penuh dan aliran ma-
suk sebarang yang lebih besar dari kebutuhan akan dilimpahkan. Ji-
ka lengkung kebutuhan bukan merupakan garis lurus, ini menunjuk-
kan kebutuhan yang tidak seragam. Pada kasus seperti ini, penyele-
saian secara numerik akan lebih menyenangkan.
Pengisian kembali
waduk
o
o
6
J:
o
E
d
/Limpahan N
'-t+
,Y/
Pengosongan
-.\, d
,9 Limpahan maks.
.fl
kemiringan
1970 t97t 1972 1973
Tahun +
(iambar 4.6. Kapasitas waduk untuk lengkung masa.
Hesil dari Wsduk
Untuk menentukan hasil dari waduk dengan kapasitas tertentu, garis-
garis singgung digambar dari puncak-puncak atau apexes seperti mi-
salnya P,
O
(Gambar 4.71sedemikian rupa sehingga
jarak
tegak mak-
t
Limposon dan Aliran Sungai 69
simum (ordinat) dari sebarang garis singgung lengkung masa tidak
melampaui kapasitas waduk yang ada. Sehingga keland6ian dari garis-
garis ini (garis-garis singgung) memberikan hasil yang aman untuk
jang-
ka waktu tersebut. Garis kelandaian yang paling datar menunjukkan
hasil pasti yang dapat diandalkan. Untuk mengukur kelandaian ter-
sebut, garis kebutuhan mempunyai laju yang berbeda-beda (dan dari
sini, kelandaian yang berbeda) digambarkan pada grafik yang sama
seperti yang disajikan pada Gambar 4.7. Kelandaian dari garis sing-
gung ini, kemudian dapat disatukan atau dibandingkan dengan se-
barang kelandaian dari sebarang garis dan diinterpolasikan. Contoh-
contoh sebagai gambaran telah dikerjakan pada bagian akhir dari bab
ini untuk lebih memperjelas tata cara ini.
Tahun -+
Gambar 4.7. Hasil waduk dari lengkung masa.
LENGKUNG JUJUH ALIRAN
Masih ada cara lain penyajian limpasan secara grafis yaitu berupa leng-
kung
jujuh
aliran. Tidak seperti lengkungJengkung lainnya,
jujuh
alir-
an, yang menghubungkan laju aliran dengan
jujuhnya,
samasekali ti-
dak memberikan informasi yang menyangkut urutan kejadian aliran.
Lengkung ini mempunyai debit yang digambarkan pada sumbu-Ydan
persentase jujuh
waktu untuk mana besaran tersebut (atau yang me-
lebihi) tersedia digambarkan pada sumbu-X. Lengkung jujuh
-
alir-
an akan terlihat seperti pada Gambar 4.8. Debit
Q,
atau lebih akan
tersedia untuk p persen waktu dari keseluruhan jangka
waktu data.
Sehingga
Qmin = Orm
akan merupakan debit yang tersedia untuk 100
o
o
6
ll
o
.tr
6
(!
'70
Pembonekit Listrik Tenaga Air
persen waktu. Sungai perennial akan menunjukkan harga
Qwyang
tak terhingga, sedangkan sungai intermittent akan menunjukkan or-
dinat nol di antara p
= 50 sampai p :
100, seperti yang terlihat pada
Gambar 4.8.
Lengkung
jujuh
aliran tidak
berguna
jika
urutan waktu ke-
jadian
dari alirannya yang di-
perlukan seperti misalnya pa-
da studi tentang banjir. Pada
kasus seperti ini hidrograf-
hidrograf perlu digambarkan.
Dengan kata lain,
jika
kita
berkepentingan untuk menda-
patkan informasi tentang
debit-debit yang akan terse-
dia, katakanlah 50 persen atau
75 persen atau 100 persen
waktu (mengabaikan pada ba-
gian tahun yang mana mere-
ka tersedia) lengkung
jujuh
aliran menjadi sesuai. Lengkung
jujuh
aliran digunakan untuk meng-
hitung tingkat keandalan debit. Jika kita mendapatkan bahwa debit
sebesar 100 m3ldetik mempunyai tingkat keandalan 75 persen."
Jika debit rata-rataharian diambil untuk penggambaran lengkung
jujuh
debit, kita akan memperoleh lengkung yang tergambar secara
lebih teliti dengan bantuan 365 titik yang berhubungan dengan ba'
nyaknya hari dalam satu tahun. Walau bagaimanapun, kita hanya
mengambil debit rata-rata untuk tiap bulan, kemudian lengkung yang
dihasilkan akan mendekati, tetapi lebih mudah untuk digambar, meng-
ingat ini hanya akan menyangkut 12 titik untuk setiap sebarang ta-
hun tunggal. Suatu studi perbandingan dari lengkung
jujuh
aliran yang
digambarkan berdasarkanrata-rata harian dan rata-rata bulanan me-
nunjukkan bahwa barangkali terdapat kesalahan yang berkisar dari
l0 sarnpai l5 persen dalam memperkirakan laju aliran minimum dan
maksimum seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.9.Dalam meng-
gunakan lengkung
jujuh
aliran yang digambarkan berdasarkan data
bulanan, kenyataan ini harus selalu diingat.
Lengkung
jujuh
aliran umumnya digunakan untuk menghitung te-
naga yang dapat diandalkan pada pembangkit mi,nihidro dengan atau
tanpa penampungan. Lengkung
jujuh
aliran, pembuatan dan penerap-
annya
lebih
jauh
dibahas selanjutnya pada Bab 6 tentang 'Pembang-
kit dengan Tinggi Tekanan Rendah'.
I
({
(B
o
5
Aliran sebentar-sebentar
Aliran tetap
25p5075
Persentase waktu Eo
-
Gambar 4.E. Lengkung jujuh
aliran untuk
sungai.
\\
\
\
l.
= Q Menit
Limposan dan Aliran Sungai
7l
HUBUNGAN CURAH HUJAN-LIMPASAN
Data aliran sungai yang teramati dapat dianalisis dengan sarana se-
perti hidrograf atau lengkung
jujuh
aliran. Tetapi untuk meramalkan
limpasan atau aliran sungai yang berhubungan dengan sebarang pre-
sipitasi tidaklah mrrngkin hanya dengan melihat pada data limpasan
saja. Apa yang kita perlukan ialah mengembangkan suatu hubungan
antara curah hujan dengan limpasannya. Adalah merupakan suatu ke-
Rata-rata limpasan harian
Rata-rata limpasan bulanan
o 25 50 75 100
Pcrsentase waktu 9o +
Gambar 4.9. Variasi lengkung jujuh
aliran
nyataan bahwa hubungan antara curah hujan dengan limpasan me,-
rupakan tema pokok dari hidrologi air permukaan. Mengingatkan kem-
bali pembahasan kita pada bab sebelumnya, limpasan dapat ditinjau
sebagai suatu tanggapan keluaran dari daerah aliran sungai sebagai
suatu sistem terhadap presipitasi sebagai suatu masukan. Dari sini
je-
laslah bahwa limpasan akan tergantung pada sifat-sifat masukannya
serta pada sifat-sifat daerah aliran sungainya. Hal ini dibahas secara
luas di bawah ini:
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LIMPASAN
Berbagai faktor yang mempengaruhi laju limpasan dan besarannya
dapat disebutkan di bawah empat golongan besar sebagai berikut:
(l) Sifat-sifat presipitasi, (2) Sifat-sifat meteorologi, (3) Sifat-sifat
daerah aliran sungainya, (4) Sifat-sifat penampungannya.
Sifat-sifat Presipitasi
Sifat-sifat presipitasi mencakup
jenis
atau perilaku badai, intensi-
tasnya, liputan dan
jujuhnya.
Variasi intensitas badai menurut tem-
pat serta waktunya juga penting. Hujan dengan intensitas yang lebih
besar menghasilkan limpasan yang lebih besar untuk volume presipi-
tasi total yang sama. Hal demikian ini, disebabkan waktu badai yang
\\
\
t
d
d
CI
E
J
r
72 Pembongkit Listrik Tenaga Air
lebih singkat menurunkan abstraksi-abstraksi seperti misalnya peng-
uapan dan peresapan. Badai yang menghasilkan hujan gerimis tetapi
berlangsung lebih lama, sebagai lawannya, menghasilkan limpasan yang
relatif lebih sedikit. Jika satu badai datang hampir bersamaan dengan
badai lainnya, badai yang kedua menghasilkan limpasan yang relatif
lebih b6sar. Hal ini'disebabkan oleh kenyataan bahwa telah ada keje-
nuhan yang cukup pada tanah, kehilangan karena peresapan sangat
berkurang pada badai yang kedua. Status tanah ini disebut sebagai
kondisi presipitasi anteseden. Badai salju menghasilkan limpasan
bersamaan dengan melelehnya salju. Limpasan seperti ini mempunyai
sifat-sifat yang sangat berbeda.
Sifat-sifat Meteorologi
Faktor-faktor meteorologi seperti suhu, lembap, angin, variasi tekan-
an, dan sebagainya menghasilkan peng.uuh yang cukup berarti pada
limpasan. Suhu yang lebih tinggi dan kecepatan angin membantu peng-
uapan. Kelembapan, di pihak lain, mengurangi penguapan. Pemeluhan
juga
meningkatkan faktor-faktor ini. Angin yang membawa serta lengas
udara dan menggantikannya dengan udara segar yang kering mem-
bantu berlangsungnya penguapan. Sebaran tekanan di atmosfer mem-
bantu pergerakan badai. Jika badai mengikuti arah aliran sungai, la-
ju
limpasan lebih besar. Di lain pihak, jika
badai bergerak pada arah
yang berlawanan, hasilnya adalah banjir yang relatif sedang. tr
Sifat-sifat Daerah Aliran Sungai
\
Sifat-sifat daerah aliran sungai meliputi ukuran bentuk, permukaan-
orientasi ketinggian, topografi dan geologi dari daerah aliran sungai.
Makin besar daerah aliran sungainya, makin besar pula limpasan
totalnya. Namun diketahui pula bahwa intensitas limpasan maksimum
tidak meningkat secara linear mengikuti ukuran daerah aliran sungai.
Daerah aliran sungai yang lebih besar memperkenalkan suatu penga-
ruh penampungan dan mempunyai pengaruh yang cukupan pada ban-
jir.
Benar pula bahwa untuk daerah aliran sungai yang lebih besar,
sangatlah
jarang
secara efektif meliputi seluruh daerah aliran sungai.
Sehingga pada sebarang waktu hanya sebagian dari daerah aliran sungai
menyambung pada aliran. Hal ini
juga
memperkenalkan pengaruh
ukuran pada harga puncak banjir.
Bentuk daerah aliran sungai mempengaruhi limpasan. Daerah alir-
an sungai yang berbentuk kipas menghasilkan intensitas banjir yang
lebih besar dibandingkan dengan daerah aliran sungai yang berben-
tuk bulu (Gambar 4.10). Hal ini disebabkan karena pada jenis yang
terdahulu, semua anak sungai mempunyai panjang yang sebanding
dan limpasan mencapai outlet hampir secara serentak. Dengan dae-
Limpasan don Aliran Sungai 73
rah aliran sungai yang berbentuk bulu kasusnya menjadi sebaliknya.
Pada kenyataannya, bentuk hidrograf aliran dari sebarang daerah
aliran sungai tergantung pada banyaknya peubah seperti waktu tem-
puh air melalui daerah aliran sungai, di samping sifat-sifat bentuk ddn
tampungan dari daerah aliran sungai. Waktu tempuh pada gilirannya
tergantung pada kecepatan aliran rata-rata, akan tetapi dapat diper-
kirakan secara kasar sebanding dengan
jaraknya
terhadap titik yang
ditinjau dari titik aliran keluar. Khususnya, waktu tempuh dari titik
terjauh dari daerah aliran sungai sampai dengan titik aliran keluar di-
sebut sebagai waktu konsentrasi. Ini adalah suatu peubah yang sangat
berarti dan ini sangat
jelas
bahwa hanya badai yang mempunyai
ju-
juh lebih besar dari waktu konsentrasinya yang akan mampu meng-
hasilkan limpasan dari seluruh daerah aliran sungainya. Hal ini sama
jelasnya
bahwa hanya badai seperti ini yang akan menghasilkan ban-
jir
besar.
Anak sungai
Aliran sedang
Batas tumpahan
at
rpas
(b) Bentuk daun pakis
Gambar 4.10. Bentuk daerah aliran sungai.
Apresiasi yang lebih baik terhadap benruk hidrograf dapat diper-
oleh dengan cara menggambarkan isokron (yakni garis-garis yang
menghubungkan titik-titik yang mempunyai waktu tempuh yang sa-
ma) dan menggambar diagram waktu
-
luas yang menunjukkan
pcrtambahan luas yang rnrulai memberikan sumbangannya pada lim-
pasan dengan selang waktunya.
Permukaan daerah aliran sungai
juga
mempunyai pengaruh yang
bcrarti pada limpasan. Permukaan yang terbuka memberikan limpasan
yang lebih banyak, sedangkan permukaan berumput atau yang dita-
narni memberikan limpasan yang lebih sedikit, mengingat bahwa tang-
krrpan yang disebabkan oleh adanya tanaman akan lebih besar seper-
ti pada kasus yang disebutkan kemudian. Permukaan yang diaspal,
(a) Bentuk kipas
r
'74
Pembongkit Listrik Tenago Air
seperti perkotaan menghasilkan limpasan yang lebih besar.
Jika daerah aliran sungai terletak pada daerah pegunungan, ia akan
menerima presipitasi lebih besar dan dengan sendirinya memberikan
limpasan yang lebih besar. Jika terletak pada daerah bayangan hu-
jan,
ia akan menerima presipitasi yang lebih sedikit dan dengan de-
mikian limpasannya
juga
akan lebih sedikit. Serupa dengan hal terse-
but, daerah aliran sungai yang terletak pada elevasi yang lebih tinggi
menerima presipitasi yang lebih besar dan memperoleh limpasan yang
lebih besar.
Secara topografis, daerah aliran sungai yang kelandaiannya curam
menghasilkan limpasan yang lebih besar. Kelandaian yang curam mem-
bantu penyaluran lebih cepat, dan karena tidak ada tampungan ce-
kungan menyebabkan berkurangnya kesempatan terjadinya penguap-
an dan peresapan. Sebaliknya, suatu lahan yang bergelombang mem-
punyai penahanan yang lebih besar terhadap aliran, dan menyebab-
kan terjadinya tampungan cekungan yang luar biasa. Lahan yang se-
perti ini menghasilkan limpasan yang lebih sedikit.
Geologi daerah aliran sungai
juga
merupakan faktor yang sangat
baik (pertinent). Tanah yang berpasir menyebabkan terjadinya laju
peresapan yang lebih besar, sedangkan tanah liat atau hard pans ti-
dak membolehkan air untuk menembus melaluinya. Hal yang dapat di-
tembus lapisan geologi, dengan demikian mengendalikan laju abstraksi
yang berarti
juga
limpasan. Permukaan batuan yang tidak bercelah
(unfissured) mengubah hampir semua presipitasi menjadi limpasan.
Lapisan batuan
juga
menjadi batas kedap air apabila menyangkut aliran
bawah tanah, dan di banyak tempat mengubah aliran bawah tanaL
menjadi mata air yang menyumbang pada aliran air permukaan.
Sifat-sifat Tampungan
Kita menyebutkan pada paragraf terdahulu bahwa hidrograf lim-
pasan tergantung pada sifat-sifat tampungan dari daerah aliran su-
ngainya. Dari presipitasi total yang jatuh pada daerah aliran sungai,
sebagian daripadanya disimpan di wilayah tersebut dan tidak akan
muncul segera sebagai limpasan pada titik aliran keluar. Ia akan dile-
paskan sedikit demi sedikit sesudahnya dalam bentuk limpasan yang
tertunda. Sehingga mungkin saja di sana terdapat banyak cekungan,
kolam-kolam atau danau-danau, yang menerima bagian dari presipi-
tasi dan menahannya secara sementara atau tetap. Ini disebut sebagai
tampungan cekungan. Pada waktu tinggi permukaan air di
jaringan
alur sungai meningkat seiring dengan meningkatnya aliran, sejumlah
air secara otomatis tersimpan di tampungan alur tambahan yang ter-
pakai oleh air. Ini disebut sebagai tampungan alur. Tampungan alur
dan tampungan cekungan bersama-sama membentuk tampungan lem-
Limpason dan Aliran Sungai 75
bah. Misalnya, secara umum diketahui bahwa pembuatan bendungan
pemeriksaan (check dams) di
jurang-jurang
dan alur-alur kecil me-
ngurangi debit banjir maksimum. Pembangunan waduk besar pada
suatu alur sungai dapat mempengaruhi besarnya skala banjir menja-
di cukup besar disebabkan oleh pengaruh tampungannya.
PERKIRAAN LIMPASAN
Perkiraan limpasan dari suatu daerah aliran sungai merupakan ma-
salah yang sangat rumit. Kita umumnya memerlukan tiga macam in-
formasi yang menyangkut statistik limpasan, yakni:
(l) Limpasan tahunan, musiman atau bulanan. (lr) Aliran rendah
ekstrem. (ilr) Limpasan banjir.
Yang pertama berguna untuk memberikan gambaran secara umum
tentang sumberdaya air dan untuk keperluan perencanaan pengem-
bangan serta pemanfaatannya. Juga berguna untuk merencanakan
pengaturan operasi waduk pada sungai. Perkiraan yang kedua dan ke-
tiga untuk menentukan suatu keadaan ekstrem yang mungkin diha-
rapkan akan terjadi selama umur proyek, apakah itu merupakan sua-
tu kejadian banjir tinggi atau aliran rendah. Meskipun pada dasar-
nya ketiga perkiraan tersebut dapat dikelompokkan sebagai perkiraan
limpasan secara umum, pembahasannya akan dilakukan secara
terpisah.
Kita akan menekankan hal lain di sini. Limpasan adalah keluaran
dari sistem daerah aliran sungai, dan ini merupakan suatu proses sto-
kastik. Dengan delnikian, perkiraan limpasan mestinya harus dilaku-
kan dalam bentuk peluang terjadinya. Walau bagaimanapun, untuk
penyederhanaannya, seringkali ramalan limpasan dibuat dengan ban-
tuan rumus deterministik. Sedangkan untuk menggunakan rumus de-
terministik, seseorang harus mengingat latar-belakang ini.
METODE PERKIRAAN LIMPASAN
Terdapat dua macam perbedaan pendekatan untuk perkiraan limpas-
an, yakni:
(l) Menganalisis data limpasan yang tersedia untuk mengetahui sifat-
sifat statistiknya. Pada kasus ini, data limpasan tidak perlu dikorela-
sikan dengan curah hujan dan peubah hidrologi lain.
rah hujan dan peubah hidrologi yang lain.
(ir) Menurunkan hubungan antara presipitasi dan limpasan. Hal ini
lebih dikenal sebagai hubungan antara curah hujan-limpasan. Pada
pendekatan ini, limpasan dapat diperkirakan sesuai dengan sebarang
presipitasi jika hubungannya dapat diturunkan. Untuk menurunkan
suatu korelasi, diperlukan kedua data presipitasi dan limpasan.
76 Pembangkit Listrik Tenago Air
Kedua pendekatan tersebut dibahas berikut ini:
Sebaran Kekerapan Limpasan
Berbagai studi tentang sebaran kekerapan limpasan dari sungai-
sungai pada berbagai bagian dunia telah tersedia pada perpustakaan.
Secara umum dapat disimpulkan bahwa sebaran kekerapan untuk se-
ri data limpasan tahunan melencong (skewed) positif. Kelencongan
ini akan lebih terlihat
jika
seri data bulanan yang ditinjau. Secara sta-
tistik dikatakan, harga tengah dari data ini, dengan demikian lebih
berarti daripada harga rata-ratanya. Alexander telah menyarankan bah-
wa penggunaan sebaran gamma (l) sesuai untuk sebaran melencong.
Di lain pihak, transformasi logaritmis dari harga-harga limpasan cen-
derung menormalisasikan data dan seringkali
juga
digunakan.
Kesulitan utama pada penggunaan tata cara ini ialah bahwa data
limpasan dengan
jujuh yang cukup panjang tidak mudah tersedia. Pada
kasus ini, perpanjangan data dengan menggunakan bermacam-macam
model matematik memang perlu.
Kerugian utama dari analisis kekerapan ini ialah bahwa sepenuh-
nya tanpa semua pengertian fisik dari proses limpasan.
Dengan demikian, biasanya analisis curah hujan-limpasan (bersa-
ma) digunakan untuk perkiraan limpasan.
Curah Hujan
-
Limpasan: Pendekatan Historis 4
Memperkirakan limpasan dari curah hujan merupakan suatu ma-
salah yang telah ditangani oleh para ahli teknik.di masa awal penge-
tahuan tentang hidrologi, dengan cara mengembangkan korelasi empryx
dan dengan cara menurunkan rumus, lengkung-lengkung dan tabel-
tabel yang siap pakai untuk berbagai tujuan perancangan dan peren-
canaan. Rumus/lengkung/tabel seperti ini mempunyai keterbatasan
kesahihan untuk masing-masing wilayah; tetapi mereka memenuhi tu-
juan penggunaan dan boleh
jadi
mempunyai berbagai relevansi bah-
kan sampai hari ini digunakan untuk berbagai lingkungan khusus.
Rumus sederhana yang termasuk kelompok ini adalah:
R:KP ...(4.6)
di mana R, P dan K masing-masing adalah limpasan, presipitasi (ke-
duanya dalam cm) dan suatu koefisien r( seringkali disebut sebagai
koefisien aliran. Yang disebut 'rumus rasional' yakni
R:KAP (4.7)
hanya merupakan penyesuaian hubungan linear pada persamaan (4.6)
dengan hanya perbedaan bahwa R sekarang adalah dalam satuan vo-
lume mengingat A; luas daerah aliran sungai
juga
dimasukkan dalam
rumus ini.
Limpasan don Aliran Sungai 77
Di samping kenyataan bahwa sebenarnya hubungan curah hujan lim-
pasan adalah nonlinear dan
juga
nondeterministik (yang berarti bahwa
r( bukan merupakan suatu koefisien yang konstan), rumus ini dipa-
kai cukup meluas bahkan sampai saat ini. Harga K dapat serendah
0,05 atau bahkan setinggi 0,8. Misalnya, di lokasi bendungan Ka-
riba di Sungai Zambezi, pada limpasan minimum yang tercatat sebe-
sar 20,9 x lOe m3, harga K hanya sebesar 0,05 tetapi meningkat
(membuktikan apa yang telah kita nyatakan di atas) menjadi 0,16 un-
tuk limpasan sebesar 92,2 x lOe m3, yakni limpasan maksimum yang
tercatat.
Sebagai catatan, di bawah ini diberikan beberapa rumus empiris de-
ngan pendekatan yang sama, dengan persamaan (4.6) tersebut di atas.
Rumus-rumus ini telah diturunkan untuk dipakai di wilayah yang
terbatas:
(i) Inglis-De Souza (untuk Peninsulor India):
.
:
?t':;;;:''
l
254
r
(ii) Locey (untuk datarun Indo-Gangetic
):
(4.8)
. . . (4.10)
. . . (4.11)
P
R-
. (4.e)
di mana F adalah taktor
jujuh
musim hujan yang berkisar antara 0,5
sampai 1,5 dan S adalah faktor daerah aliran sungai yang tergantung
pada kelandaian dan bervariasi pada kisaran antara 0,25 untuk lahan
yang datar sampai 3,5 untuk wilayah berbukit.
(iii) Rumus Rihand (untuk Daerah Aliran Sungai Rihand, India):
I _!
304,8r',
PS
R
:
P
-
l,l7 Po'to
(iv) Yamuna di Delhi (India):
R
:
0, 14 Pt,l
(v) Tabel harga K dori Barlow:
Barlow memberikan suatu tabel untuk mendapatkan harga K yang
tepat tergantung pada jenis
hujan dan daerah aliran sungainya. Harga-
harga tersebut dianggap dapat diterapkan untuk keadaan di India.
(v) Lengkung-lengkung Tabel-tabel Strange: Strange, berdasarkan
pengamatan empirisnya di India, mengemukakan bahwa derajat ke-
basahan daerah aliran sungainya pada keadaan awal adalah merupa-
kan suatu peubah dan mengusulkan lengkung-lengkung menurut
je-
nisnya seperti ditunjukkan pada Gambar 4.ll.Ia
juga
menyiapkan
r
78 Pembangkit Listrik Tenaga Air
TABEL 4.1
Jenis Daerah Aliron Sungai Hujan
Cerirnis
Hujan
Sedang
LIu.jan
Lebat
Datar, ditanami dengan tanah blq(k cotlon
Datar, sebagian ditanami tanah beragam
Rata-rata
Berbukit dan bergelombang dengan sedikit
tanaman
Sangat berbukit dan curam
0,07
0,08
0,08
0,08
0,08
0, l0
0, l5
0,20
0,35
0,45
0,r5
0,22s
0,32
0,595
0,81
tabel-tabel acuan yang siap pakai.
Hal yang perlu dicatat dari lengkung-lengkung strange ini ialah bah-
wa ia kelihatannya telah mempertimbangkan sifat-sifat non linear dari
hubungan ini.
Persamaan Hidrologi Curah Hujan
-
Limpasan
Hubungan yang umum antara curah hujan dan limpasan dapat di-
nyatakan sebagai:
R:P-AS-Ab
. (4.12)
di sini R dan P mempunyai notasi yang sama seperti di atas, AS ada-
lah perubahan simpanan di daerah aliran sungai selama
jangka
"Vhk-
tu yang ditinjau dan A6 menunjukkan abstraksi total karena peng-
uapan dan penguap-peluhan.
Pada waktu rumus di atas diterapkan untuk memperkiratun-ti*-
pasan tahunanrata-rata, AS dapat diabaikan sebab harganya akan men-
jadi
nol untuk
jangka waktu yang cukup panjang. Pada laju AS
Basah
'l
I Kondisi
Rata-rata I
t I tangkapan
/ ,Kerine)
I
6
.!
e
Curah hujan +
Gambar 4.11. Lengkung-lengkung stonge.
Limpasan don Aliran Sungai 19
sebarang,
jika
tidak sama dengan nol, akan mempunyai harga yang
relatif kecil dibandingkan dengan 46. Harga Ab rata-rata terutama
akan tergantung pada suhu rata-rata yang dominan pada jangka
waktu
tersebut. Berdasarkan pengertian ini, Khosla mengembangkan hubung-
an tiga parameter sebagai berikut, umumnya sesuai untuk diterapkan
di India Utara:
T
R:P-*
...{4.tza)
di sini R dan Pdinyatakan dalam cm dan Tadalah suhu tahunan rata-
rata dalam derajat Celsius.
Dalam memperkirakan limpasan bulanan dari curah hujan bulanan,
AS tidak bisa lagi diabaikan dan harus diperhitirngkan. Untuk tata-
cara perhitungan neraca air seperti ini, sifat-sifat tampungan daerah
aliran sungai harus diawali benar-benar oleh AS. Model daerah aliran
sungai yang 'modern' mencoba untuk mencapai hal ini melalui pro-
ses simulasi
Curah Hujan
-
Limpasan: Korelasi Berganda
Mengingat limpasan tergantung pada berbagai faktor, suatu pen-
dekatan yang masih lebih masuk akal ialah dengan cara mengembang-
kan suatu korelasi berganda. Hal ini telah dicoba oleh Linsley, Koh-
ler dan Paulhus. Mereka menyebutnya dengan korelasi koaksial. Sa-
lah satu hubungan tipikal seperti ini adalah yang disajikan secara grafis
seperti terlihat pada Gambar 4.12. Penggambaran secara grafis ini ia-
lah untuk Sungai Mirnacacy (Amerika Serikat). Tergantung pada pre-
sipitasi antisiden, waktu dari tahun yang bersangkutan,
jujuh
dan be-
sarnya badai dan elevasi, perkiraan limpasan dapat dibuat dengan
mengikuti data seperti yang ditunjukkan oleh garis putus-putus pada
Gambar 4.12. Sehingga, suatu daerah aliran sungai dengan indeks pre-
sipitasi antisiden (lPA) :
2,5 cm, dalam minggu kelima dari ta-
hun tersebut, mengalami badai dengan
jujuh
24
jam
dan tinggi presi-
pitasi sebesar 12 cm, akan menghasilkan limpasan sebesar 5 cm. In-
deks presipitasi antisiden (IPA) adalah indeks lengas tanah (derajat
kebasahan daerah aliran sungai), dalam memperkirakan limpasan di-
berikan <-rleh
di mana Poo
Prr: Pookt ... (4.13)
:
harga awal IPA (cm); perlu diperkirakan ber-
dasarkan lengas tanah awal yang ada
harga IPA setelah / hari
konstanta resesi berkisar antara 0,85 dan 0,98.
Po,
:
k:
r
80 Pembangkit Listrik Tenaga Air
Sehingga setelah satu hari, harga
Prt: k
IPA* akan menjadi:
Poo
(4.14)
Gambar 4.12. Korelasi koaksial grafis.
Gambar 4.13 menyajikan korelasi koaksial grafis yang lain untuk
memperkirakan limpasan bulanan dari daerah aliran sungai Kallada
di Kerala Selatan (India), seperti yang disampaikan oleh N.N. Pillai.
Di sini yang diambil sebagai indeks presipitasi antisiden
(IPA)
adalah
presipitasi dari bulan sebelumnya. Untuk nomor bulan-bulan terten-
tu (misalnya, I Januari, 2 Februari dan seterusnya), mengalami cu-
rah hujan tertentu, limpasan pada wilayah tersebut dapat dibaca lang-
sung,
jika presipitasi dari bulan sebelumnya diketahui. Sehingga,
ji-
ka Iimpasan permukaan pada bulan Juli (nomor bulan
:
7) akan di-
cari, curah hujan pada bulan-bulan Juni dan Juli masing-masing se-
besar 49,5 cm dan 67,0 cm, kemudian ia akan menjadi sebesar 41,3
cm seperti yang ditunjukkan oleh garis putus-putus. Jika,
jumlah
to-
tal tahunan untuk daerah aliran sungai yang dicari, aliran dasar (di-
perkirakan sebesar 30 cm) ditambahkan terhadap limpasan permukaan
*Jika
hujan terjadi pada sebarang hari, yang ditinjau, tinggi hujan ditambahkan langsung
pada indeks.
#,#
I e'o"l
-,.;74
WW
l0^
t
oS
.1 o
o
o
lo
oE
Limpasan dan Aliran Sungoi 81
kumulatif sepanjang tahun. Metode untuk menyusun grafik seperti
ini digambarkan lebih
jelas
dalam bnku Hydrology
for
Engineers yang
ditulis oleh Linsley, Kohler dan Paulhus.
100 75 50 25
'O
25 50 75 t00
Luas aliran di atas/
(cm)
/
Curah hujan dalam
bulan sebelumnya
Gambar 4.13. Korelasi grafis untuk sungai Kallada
Curah Hujan
-
Limpasan
-
Model Komputer
Pemakaian komputer digital dan analog telah berkembang sedemi-
kian pesat, seperti pada berbagai bidang lainnya, demikian pula telah
terjadi suatu revolusi pada studi-studi hidrologi. Metode yang diurai-
kan di atas dianggap cukup memadai dan memuaskan sebelum era
komputer., tetapi ini menjadi ketinggalan zaman dan ketinggalan mo-
de dalam pandangan pepakaian komputer secara besar-besaran da-
lam hidrologi modern.
Kita telah menyebutkan sebelumnya bahwa suatu daerah aliran su-
ngai dapat ditinjau sebagai suatu sistem dengan presipitasi sebagai ma-
sukan, dan limpasan sebagai keluarannya. Pada metode dengan meng-
gunakan komputer, sistem fisik ini disimulasikan pada komputer se-
mirip dan se-komprehensif mungkin. Seluruh proses fisik seperti pe-
nahanan, peresapan, penguap-peluhan disimulasikan dalam bentuk sua-
tu seri fungsi-fungsi matematik. Komponen-komponen dalam proses
fisik ini biasanya ditangani dalam bentuk lumped dan diwakili oleh
hubungan-hubungan empiris. Dengan sejumlah parameter seperti ini,
suatu program dapat dikembangkan dan mereproduksi suatu urutan
kejadian aliran secara historis, sesuai dengan presipitasi dan masuk-
an meteorologi lainnya yang diberikan.
r
82 Pembongkit Listrik Tenaga Air
Model Daerah Aliran Sungai
-
Stanford
Suatu model komputer yang terkenal sekarang ini ialah Model Dae-
rah Aliran Sungai Stanford yang dikembangka.n oleh Linsley dan Craw-
ford di Universitas Stanford. Model Stanford disempurnakan terus-
menerus dan sekarang merupakan suatu model yang sangat kompre-
hensif yang didasarkan pada neraca air. Dengan menggunakan data
presipitasi berjam-jam dan penguap-peluhan harian sebagai masukan
utama, model ini diprogramkan untuk menghasilkan aliran sungai
berjam-jam. Tanah, vegetasi, tata guna lahan semuanya diperhitung-
kan dengan menggunakan satu set parameter-parameter, harga dari
parameter-parameter tersebut dioptimasi secara progresif dengan suatu
teknik pencarian.
Diagram aliran untuk model ini disajikan pada Gambar 4.14. Sete-
lah memperkirakan simpanan awal, penambahan curah hujan tiap-
tiap
jam
dimasukkan ke dalarn model. Hujan yang datang apakah akan
langsung menjadi limpasan atau ditahan di dalam simpanan lengas
tanah lapisan atas dan lapisan bawah, yang terakhir ini menambah sim-
panan air tanah. Simpanan pada zona lapisan atas menyerap seba-
gian besar curah hujan pada suatu badai selama
jam-jam pertama.
Simpanan pada zona lapisan bawah mengendalikan peresapan jang-
ka panjang. Simpanan air tanah mengendalikan aliran dasar di su-
ngai. Penguapan terjadi pada laju potensialnya dari simpanan pada
zona lapisan atas, dan pada laju yang lebih kecil dari laju potens?al-
nya dari simpanan pada zona lapisan bawah, dan dari simpanan air
tanah.
Limpasan langsung dibagi menjadi dua komponen, limpasan per-
mukaan dan aliran antara, yang memisahkan antara tata cara trans-
lasi dan pelacakan. Aliran sungai total adalah
jumlah
dari aliran da-
sar, aliran permukaan dan aliran antara.
Parameter-parameter model pertama-tama diperkirakan berdasar-
kan pencatatan curah hujan dan limpasan selama 5
-
6 tahun. Jang-
ka waktu pengamatan lainnya kemudian digunakan untuk menguji ke-
tepatan parameter-parameter yang diperkirakan tadi.
Simulasi aliran menggunakan komputer menghasilkan keluaran sa-
ngat mirip dengan yang diperoleh dari pengukuran-pengukuran sebe-
narnya. Dengan demikian volume aliran rata-rata harian, bulanan dan
tahunan serta hidrograf banjir yang merupakan data limpasan hasil,
simulasi, selanjutnya dapat digunakan dalam proses perancangan.
Model-model komputer sangat mengandalkan pada keahlian ope-
rator serta pengalamannya. Hal ini mengakibatkan subjektivitas da-
lam harga-harEayang diusulkan dan penyesuaian dari berbagai para-
meter yang berbeda. Keterbatasan lainnya dari model matematik ini
Limposan don Aliran Sungoi 83
I
L-
i,id';-".;-'.''
nyan
I
w.dut a,
tul
drjmll.j ,
Alitu ruul r.lutu
I /'\
- -{ rorru
|
lwl
\_,/
Gambar 4.14. Diagram aliran model daerah aliran Sungai Stanford IV.
ialah bahwa ia mereproduksi perilaku limpasan hanya pada batas-batas
tertentu yang telah diatur dalam harga awal model. Akan tetapi mes-
kipun dengan keterbatasan ini, pemodelan daerah aliran sungai telah
menjadi suatu sarana yang sangat penting untuk mengembangkan suatu
hubungan curah hujan limpasan yang sebenarnya untuk suatu dae-
rah aliran sungai.
ANALISIS ALIRAN RENDAH
I)crkiraan aliran rendah diperlukan tidak hanya pada perancangan
84 Pembongkit Listrik Tenago Air
proyek-proyek hidrolistrik tetapi
juga pada kasus proyek-proyek sup-
lar itir dan proyek-proyek navigasi. Analisis aliran rendah paling baik
dilakukan dengan studi-studi peluang. Fisher dan Tippett telah me-
nunjukkan bahwa
jika
harga-harga yang terkecil dari banyak con-
toh yang berukuran besar dari suatu populasi khusus ditinjau sebagai
suatu statistik bebas tidak tergantung, maka kemudian sebarannya ada-
lah bebas tidak tergantung sebaran populasinya. Gumbel menganalisis
harga-harga aliran rendah yang ekstrem seperti ini dalam rangka me-
nentukan sebaran peluangnya, dan menyimpulkan bahwa sebarannya
dapat dinyatakan dengan:
(4.15)
di mana p(q) : peluang dari suatu aliran rendah ekstrem lebih be-
sar atau sama dengan q selama
jangka
waktu yang
ditinjau.
e
:
aliran minimum yang mungkin selama
jangka
wak-
tu yang ditinjau, misalnya harga batas asimptotis.
0: aliran rendah yang bersifat normal.
k- suatu konstanta dengan batas atas dan bawah
masing-masing nol dan satu.
Pada waktu sebaran ini diterapkan pada data yang ditinjau, besaryan
aliran rendah yang sesuai dengan sebarang peluang yang diberikan'da-
pat dikerjakan. Peluang dari aliran terendah yang dapat diandalkan
untuk pembangkit tenaga dapat diperkirakan dengan analisis seperti
ini. Studi tentang peristiwa-peristiwa aliran rendah atau aliran kering
sekarang mendapat perhatian yang makin besar.
LIMPASAN BANJIR
Perkiraan banjir mencakup kegiatan memperkirakan harga maksimum
puncak banjir, masa ulangnya, dan volume banjirnya, termasuk se-
jarah naik-turunnya tinggi permukaan banjir. Jika hidrograf banjir
dapat dikembangkan, semua informasi tersebut dapat segera diper-
oleh. Pada pendekatan secara historis, rumus banjir empiris, meski-
pun harga puncak banjir dapat dihitung, informasi tentang volume
banjir atau tentang waktu banjir datang dan menyurut tidak diketa-
hui. Meskipun demikian,
jika
data yang berharga tidak ada, rumus
banjir tetap dapat dipergunakan. Sifatnyayang sangat terikat pada
wilayahnya membuat rumus-rumus tersebut sangat terbatas wilayah
penerapannya. Beberapa rumus tersebut disajikan berikut ini:
(r) Rumus Dicken
e(c):rP[#]&J
Limpasan dan Aliron Sungai 85
Q_CA3/4 ...(4.16)
di mana
Q
dalamm3/dt, A, daerah aliran sungai dalam km2 dan C
suatu konstanta berkisar antara ll sampai 25. Rumus tersebut dite-
rapkan untuk keadaan India Utara.
(ii) Rumus Inglis
C,A
U-4.
- \/C-+A
Q
dan A sama seperti pada rumus Dicken. Cq dan C2 adalah konstan-
ta dengan harga masing-masing sebesar 123 dan l0 untuk Jazirah lndia.
(iii) Rumus Fuller. Dikembangkan di Amerika Serikat, rumus Ful-
lcr patut mendapat catatan khusus, mengingat ia mengandung pe-
ngertian tentang peluang dan masa ulang. Rumusnya sebagai berikut:
Qon:CAo'8
dengan C berkisar antara
0,18 samPai 1,3
Qr--Q",U+0,8
log 7l
Q^o*s
:
n,l*r,o(#I'''J
l)i sini
Qo,adalah
banjir rata-rata harian,
QTadalah
banjir yang ter-
iirtli
mendekati sekali setiap f tahun, dan
Q^o*,
adalah harga mutlak
;runcak
banjir selama Ttahun. Harga-harga
Q
adalah dalam m3/dt
tlan / dalam km2.
llanyak rumus lokal seperti itu yang umum digunakan setempat.
Scbagai alternatif, lengkung-lengkung mencakup semua data banjir
y;rrrs
diamati di wihyah yang ditinjau, dapat dipersiapkan dan digu-
rurkan untuk wilayah tersebut. Cukup menarik untuk dicatat, bahwa
r unrus-rumus banjir ini, secara eksplisit, mengenai banjir maksimum
yirrrg rnungkin tidak memasukkan intensitas hujan sebagai peubah lang-
rrrrrg. Tetapi mengingat bahwa daerah aliran sungainya menentukan
wrrktu konsentrasi, dan waktu konsentrasi menentukan
jujuh
hujan
llihol l\ab 3), rumus debit banjir tidak dapat didasarkan pada premis
vrurg salah samasekali. Kerugian yang terbesar, walau bagaimanapun,
rk'rr14irrr penggunaan rumus-rumus seperti ini merupakan ketetapan yang
irp.rk bcrsifat subjektif tentang harga konstanta yang dipergunakan.
Arrulisis peluang yang ditetapkan merupakan suatu pendekatan yang
lclrilr trcrsifat rasional. (Lihot kisaran harga C yang hampir delapan
lnli lipat dalam 4.18).
lfelurng Banjir
l'rrrlr bab sebelumnya kita membahas pengertian tentang masa ulang,
rlarr nrcrrggambarkan bagaimana presipitasi yang sangat
jarang
terja-
(4.17)
. . . (4.18)
7
86 Pembongkit Listrik Tenaga Air
di dapat diramalkan dengan penggambaran pada kertas peluang yang
sesuai. Suatu tatacara yang serupa dapat digunakan untuk menentu-
kan banjir dengan masa ulang tertentu
jika
data sekitar 30 tahun di-
ketahui. Keberhasilan perkiraan banjir dengan metode ini tergantung
pada pemilihan sebaran peluang yang sesuai dengan datanya. Kertas
peluang harus sesuai dengan sebaran peluang yang diambil. Sehingga
sebaran normal mempunyai kertas peluang normal. Untuk perkiraan
banjir, salah satu dari tiga sebaran berikut ini dapat diambil.
(r) Sebaran peluang log normal. (ir) Sebaran gflltrna. (ill) Sebaran
harga ekstrem Gumbel.
Ketiga sebaran tersebut adalah sebaran melencong (skew) pada kuad-
ran positif dan mempunyai bentuk umum seperti disajikan pada Gam-
bar 4.15.
Besarnya aliran '
Gambar 4.15. Bentuk umum distribusi aliran limpahan.
Dari ketiganya, sebaran harga ekstrem Gumbel lebih sering digu-
nakan. Sebaran ini mempunyai persamaan:
P:l:-! (4.19)
di mana p adalah peluang dilampaui atau disamainya sebesar aliran
tertentu, e adalah bilangan napierion, dan y adalah peubah yang dire-
duksi yang mempunyai persamaan:
t
E
.o
6
I
lL,l

y
- -0,834-
2,3log r.t
(#r)
di mana 7" adalah masa ulang yang diinginkan.
oleh
o, = Ol l+c,
+1
. . . (4.20)
Harga
Q7
diberikan
(4.21)
Limposon dan Aliran Sungoi 87
Pada Persamaan 4.21,
Q
adalah banjir rata-rata dari data peng-
amatan, dan C, adalah koefisien variasi dari data pengamatan,
/
adalah peubah yang direduksi, f, adalah harga rata-rata peubah yang
direduksi yang diharapkan, dan on adalah simpangan baku. Harga-
harga yndan sn tergantung pada panjangnya seri data dan dapat di-
baca dari tabel-tabel.
Kertas Peluang
Metode peluang dapat
juga
dikerjakan secara grafis. Data banjir
tahunan yang ada dapat digambarkan bersama dengan masa ulang-
nya yang bersesuaian pada suatu kertas grafik yang disiapkan secara
khusus (skala distorsi), yang dikenal sebagai kertas peluang. Grafik
ini (garis lurus) kemudian dapat diekstrapolasikan untuk membaca be-
sarnya banjir dengan masa ulang tertentu yang diinginkan. Kertas pe-
luang harga ekstrem yang dikembangkan oleh Gumbel-Powell dapat
berguna untuk ekstrapolasi seperti ini, sebab sebaran harga ekstrem
yang dinyatakan dengan Persamaan 4.18 digambarkan berupa garis
lurus pada kertas seperti ini.
METODE HIDROGRAF SATUAN
Metode hidrbgraf satuan, yang pertama kali diusulkan oleh L.K. Sher-
man pada tahun 1932, telah menjadi suatu sarana yang sangat bergu-
na untuk perhitungan-perhitungan banjir. Keuntungan utamanya se-
lain hanya memberikan harga puncak banjir,
juga
dapat memberikan
bentuk hidrograf banjir secara lengkap untuk setiap badai sebarang
yang diantisipasikan. Hal ini menjadi agak penting mengingat bahwa
analisis banjir kita harus mulai dari bentuk hidrograf banjir secara
menyeluruh daripada hanya harga puncaknya saja. Yang kedua, me-
tode hidrograf satuan
jauh
lebih rasional daripada rumus banjir empiris
yang dibahas sebelumnya.
Hidrograf satuan dapat didefinisikan sebagai hidrograf limpasan
langsung yang sesuai dengan satu-satuan presipitasi efektif (misalnya
seperti I cm curah hujan) pada suatu
jujuh
waktu tertentu. Presipita-
si dianggap terjadi secara seragam meliputi seluruh daerah aliran su-
ngai. Tiga keadaan penting terkait pada definisi tersebut diatas. Per-
tama, presipitasinya adalah efektif, yakni kelebihan, setelah abstraksi
dikurangkan. Sehingga volume presipitasi total harus sama dengan vo-
lume yang ditunjukkan oleh lengkung hidrograf. Dengan demikian un-
tuk hidrograf satuan, limpasan langsungnya sesuai dengan satu-satuan.
Kedua, waktu berlangsungnya satu-satuan presipitasi adalah khu-
sus. Ini bisa saja 3
jam, 4 jam,6 jam
atau 12
jam.
Untuk setiap
jujuh
waktu bentuk hidrograf satuan akan berbeda. Suatu hidrograf satuan
88 Pembangkit Listrik Tenaga Air
4
jam
adalah sesuai dengan presipitasi efektif sebesar l/4 cm/
jam
se-
ragam selama 4
jam.
Sehingga dalam membicarakan tentang hidrog-
raf satuan, adalah penting untuk menyebutkan jujuhnya
secara khu-
sus. Misalnya, suatu hidrograf satuan T-jam sesuai dengan
jujuh
I
jam
dan sesuai dengan intensitas hujan efektif sebesar l/T cm/jam.
Ketiga, hidrograf satuan adalah suatu alat, device, untuk menghu-
bungkan limpasan langsung dengan presipitasi lebihnya. Sehingga,
hidrograf yang dihasilkannya tidak termasuk ariran dasar.
pemisahan
aliran dasar dari limpasan langsungnya adalah suatu sisi/ea ture yang
cocok dari hidrograf satuan.
Anggapan-anggapan
Di samping ketiga masalah
features dasar tersebut, anggapan-
anggapan penting berikut ini telah diambil pada metode hidrograf
satuan:
0)
Jujuh hidrograf limpasan langsung unruk badai-badai dengan
jujuh yang sama tetapi berbeda intensitasnya, untuk suatu daerah ariran
sungai tertentu, selalu tetap.
(a) Hidrograf limpasan langsung dari suatu daerah aliran sungai un-
tuk curah hujan dengan
jangka
waktu tertentu, menggambarkan se-
mua sifat fisik daerah aliran sungainya sebagai satu kesatuan (lum-
ped together). Sehingga, hidrograf satuan dapat ditinjau sebagai tang-,
gapan dari daerah aliran sungai terhadap suatu masukan presipitasi
sebesar I cm untuk waktu yang sama dan tertentu.
(iir) Prinsip-prinsip linearitas,dapat diterapkan.
Waktu +
Gambsr 4.16(a). Dua badai dengan
Jujuh
yang sama.
I
*
ql
A
.E
F]
f* Dasar Periode, .l
Limposan dan Aliran Sungoi
89
Hal ini berarti bahwa limpasan langsung pada setiap saat berban-
ding langsung dengan intensitas presipitasinya.
(iv) Prinsip superposisi dapat diterapkan. Gabungan antara hidrog-
raf dari curah hujan yang berurutan dapat diperoleh dengan cara men-
dapatkan limpasan langsung untuk setiap
jangka
waktu curah hujan
secara terpisah, dan kemudian mensuperposisikan semua hidrograf-
hidrograf tersebut.
Anggapan-anggapan tersebut diperjelas dengan bantuan Gambar
4.16(a\, (D) dan (c). Pada Gambar 4.16(a),badai A dan B mempunyai
tinggi presipitasi yang berbeda dengan
jujuh yang sama. Pada Gam-
bar 4.16(b), diperlihatkan bahwa
jika
intensitasnya dua kali lipat, or-
dinat hidrografnya
juga
akan dua kali lipatnya. Ini adalah prinsip
linearitas.
Pada Cambar 4.16(c), digambarkan prinsip superposisi. Dua pre-
sipitasi dengan intensitas yang sama dan
jujuh
berurutan menghasil-
kan hidrograf limpasan yang identik dengan
jujuh
menggeser. Ordi-
nat hidrograf gabungannya adalah
jumlah
ordinat-ordinat dari kedua
hidrograf tersebut pada setiap saat.
Penerapan Metode Hidrograf Satuan
Penerapan metode hidrograf satuan terdiri dari dua aspek:
Waktu <
Gambar 4.16(b). Meningkatnya ordinat hidrograf dengan intensitas.
6
6
q
E
J
l-rJam -rl
hzjam&z
jamJ
90 Pembangkit Listrik Tenaga Air
Waktu.<
Gambar 4,16(c). Hidrograf-hidrograf identik dengan penggeseran.
(r) Mendapatkan hidrograf satuan yang jujuhnya
sesuai untuk dae-
rah aliran sungai yang ditinjau.
(il) Mempergunakan hidrograf satuan sedemikian rupa sehingga da-
pat diturunkan agar memperoleh hidrograf banjir untuk setiap badai
sebarang. Untuk tujuan perancangan, badai rencana adalah badai yang
dianggap, dengan bantuan hidrograf satuan akan memberikan sualt
hidrograf banjir rencana.
Untuk kasus yang pertama, metode yang umum adalah derigan
mengambil berbagai hidrograf badai berpuncak tunggal yang seder-
hana, hasil pengamatan di masa lalu, dan menurunkannya menjadi
hidrograf satuan. Kemudian hidrograf satuannya diasumsikan seba-
gai lengkung rata-rata dari sejumlah hidrograf satuan tersebut. Pro-
ses penurunan hidrograf banjir menjadi hidrograf satuan ini terdiri
dari beberapa langkah berikut:
(r) Untuk badai yang terpilih, gambarkan hidrograf banjirnya.
(il) Perkirakan lengkung aliran dasarnya, dan dari limpasan total-
nya, dapat diperoleh limpasan langSungnya (DLL) dengan me-
ngurangkan besaran aliran dasarnya. Sehingga, pada Gambar 4.17,
dari ordinat limpasan total pr, ordinat aliran dasar qr dikurangkan se-
demikian sehingga diperoleh ordinat limpasan langsung pq.
(iu) Dapatkan volume limpasan, yang mana akan sesuai dengan luas
bidang di bawah hidrograf limpasan langsung.
(iv) Dapatkan tinggi ekuivalen limpasan dengan
jalan membaginya
dengan luas daerah aliran sungai. Tinggi limpasan ini
juga
merupa-
'kan
tinggi presipitasi efektif pada seluruh daerah aliran sungai. Catat
jujuh
waktu presipitasinya.
(v) Bagilah setiap ordinat dari DLL dengan tinggi presipitasinya.
tr
d
d
A
tr
J
Limpasan dan Aliron Sungai 9l
Gambar 4.17. Hidrograf.
Ordinat yang dihasilkannya kemudian merupakan ordinat HS. Se-
hingga, tinggi limpasan langsung atau tinggi presipitasi efektifnya,
juga
dapat dinyatakan sebagai:
Tinggi limpasan langsung
:
0,36'or*'
"
. . . (4.22)
A
di mana DO
:
Jumlah ordinat limpasan langsung dalam mt/det.
,
:
Selang waktu dalam
jam antara dua ordinat yang
berurutan.
/
:
L.uas daerah aliran sungai dalam km2.
Sehinga, ordinat hidrograf satuan menjadi
grdinatHS:@ ...(4.231
'" -
Tinggi limpasan langsung
Untuk aspek yang kedua, dipakai tata cara sebaliknya. Yakni, meng-
ingat hidrograf satuan telah diketahui dan badai rencana telah dihi-
tung, kita melanjutkan sebagai berikut:
(r) Gambarkan badai rencana yang telah dihitung sebagai suatu gra-
fik garis dengan
jujuh hidrograf satuan sebagai selang waktu' Misal-
nya, badai dengan
jujuh l6
jam
akan disajikan sebagai empat selang
waktu curah hujan dengan
jujuh
masing-masing empat
jam, jika
hid-
rograf satuan empat
jam
tersedia.
(ll) Kurangkan kehilangan karena peresapan untuk mendapatkan
presipitasi efektif.
(iii) Terapkan prinsip-prinsip linearitas dan superposisi, dapatkan
hidrograf untuk setiap selang badai dengan
jalan
mengalikan ordinat-
ordinat hidrograf dengan tinggi presipitasi selama selang waktu
t
a
6
6
o
E
5
Waktu +
92 Pembangkit Listrik Tenaga Air
tersebut.
(iv) Tambahkan ordinat-ordinat hidrograf untuk setiap selang waktu
guna mendapatkan hidrograf limpasan langsung untuk badai
gabungan.
(v) Tambahkan aliran dasar yang diperkirakan untuk mendapatkan
hidrograf banjir yang diantisipasikan.
Dua contoh yang diberikan di akhir bab ini akan menggambarkan
penerapan hidrograf satuan.
Pemisahan Aliran Dasar
Kita telah mengatakan bahwa untuk metode HS, pemisahan aliran
dasar adalah perlu. Dari setiap hidrograf badai sebarang, lengkung
aliran dasar dapat digambarkan secara empiris. Metode berikut ini
digunakan:
(r) Gambarkan titik E pada bagian resesi dan anggap bahwa lim-
pasan setelah titik E hanya terdiri dari aliran dasar. Lihat Gambar 4.17
hubungkan AE dengan suatu lengkung yang turun dari A ke F dan
naik dari F ke E, di mana F adalah titik vertikal di bawah B. Sering-
kali merupakan garis lurus, untuk keperluan praktis dapat diambil
AGE.
Letak titik Eadalah satu titik di mana kelandaian dari lengkung re-
sesi berubah dengan mendadak. Sebagai petunjuk kasar,
jarak
mon-
datar BE ditentukan oleh
N
=
O,84 Ao,2 (4.24)
di mana Nadalah dalam hari, dan A adalah luas daerah aliran sungai
.dalam km2. Penyempurnaan pada pemisahan aliran dasar ini tidak
diperlukan mengingat biasanya aliran dasar menyumbang bagian yang
tidak terlalu berarti pada banjir-banjir tinggi.
pada
kenyataannya, sa-
ngat sering diambil suatu harga konstan untuk aliran dasar yang su_
dah memadai.
Keterbatasan Metode HS
Metode hidrograf satuan mempunyai beberapa keterbatasan.
per-
tama, keberhasilannya tergantung pada badai rencana yang diambil
untuk menghitung banjir rencana. Jika pemilihan badai rencana dan
sebaran menurut waktunya tidak dikerjakan dengan hati-hati, hasil-
nya bisa salah samasekali. Kedua, metode ini menganggap suatu ben-
tuk deterministik hidrograf satuan untuk setiap daerah aliran sungai
sebarang. Hal ini merupakan penyederhanaan masalah yang berlebihan.
Ketiga, hidrograf satuan mempunyai jujuh
khusus seperti misalnya
HS enam
jam,
HS dua belas jam
dan sebagainya. Jujuh ini merupa-
kan bagian yang terpadu pada tatacara ini, tetapi sepenuhnya bisa ber-
Limpasan don Aliron Sungai 93
ubah (arb itrory), dan subjektif . Sebagai hasilnya
jika perhitungan ban-
jir
rencana dibuat dengan HS dua belas-jam dan kemudian diulang
dengan HS enam-jam, hasilnya akan berbeda. Keempat, metode hid-
rograf satuan tidak bisa digunakan untuk daerah aliran sungai yang
sangat luas. Ia dipakai untuk luas daerah aliran sungai sampai dengan
5000 km2, bisa saja digunakan untuk luas daerah aliran sungai sam-
pai dengan 10000 km2, tetapi dengan sedikit penyesuaian. Untuk dae-
rah aliran sungai yang lebih besar, metode ini tidak dapat digunakan
secara langsung. Pada kasus seperti ini, metode ini dapat dipakai se-
cara bebas untuk sub-sub daerah aliran sungai, dan kemudian hidro-
graf banjir untuk seluruh daerah aliran sungai dapat diperoleh dengan
melakukan tatacara pelacakan banjir. Terakhir, anggapan linearitas
pada keseluruhan tata cara tersebut kelihatannya tidak bisa dipertang-
gungjawabkan. Mengingat pada kenyataannya, limpasan banjir pa-
da hakikatnya merupakan suatu proses yang nonlinear. Terlihat bah-
'wa ordinat purtcak hidrograf satuan yang diturunkan dari hidrograf-
hidrograf banjir besar adalah lebih tinggi sekitar 50 persen dibanding-
kan dengan hidrograf satuan yang diturunkan dari hidrograf-hidrograf
banjir kecil.
Penyesuaian Hidrograf Satuan*
Sejumlah pengembangan yang menarik telah dilakukan selama em-
pat puluh tahun yang lalu yang membuat metode HS makin berarti.
Pengembangan Hidrograf Satuan Sesaat (HSS) telah mehghapuskan
kesulitan penggunaan hidrograf satuan dengan
jujuh
tertentu. HSS
adalah hidrograf satuan yang merupakan hasil dari kejadian hujan
lebih sesaat sebanyak I cm pada suatu daerah aliran sungai tertentu.
HSS dalam hubungannya dengan badai rencana dapat digunakan un-
tuk memperoleh banjir rencana dengan menggunakan integral
konvolusi. HSS pertama kali diusulkan oleh Clark (1945). HSS dapat
dikembangkan langsung dari data pengamatan atau dengan menggu-
nakan model-model konseptual.
Dalam rangka mendapatkan hidrograf satuan untuk berbagai
ju-
juh lainnya dari hidrograf satuan dengan
jujuh
tertentu yang ada, di-
gunakan hidrograf-S. Hidrograf-S adalah suatu hidrograf yang sesuai
dengan curah hujan lebih dengan laju seragam yang jatuh
untuk sua-
tu
jujuh yang panjangnya tidak terhingga. Ia
juga
dapat disebut se-
bagai hidrograf-kumulatif. Hidrograf-S mempunyai bagian lengkung
naik yang tipikal dan kemudian secara asimptotis menjadi suatu har-
ga konstan aliran (Gambar 4.18). Jika suatu hidrograf-S digeser se-
+Mengingat
keterbatasan tempat, hanya diberikan penjelasan singkat dari seluruh tata cara ini.
94 Pembongkit Listrik Tenaga Air
jauh jangka
waktu T
jam,
selisih ordinat-ordinat antara hidrograf-S
yang asli dan hidrograf-S yang digeser akan memberikan ordinat hid-
rograf satuan dengan jujuh
I jam
.Tatacara ini dimungkinkan, meng-
ingat prinsip superposisi dapat diterapkan pada teori hidrograf satuan.
Aliran keluar
Qyang
konstan pada suatu daerah aliran sungai dengan
Hietograf
Hidrograf
-
S
I
o
7---'-
/
(
}Iid.ogruf
-
S pengimbang
Ordinat UM
Gambar 4.lt. Hidrograf_S.
luas,4 km2 dari curah hujan lebih dengan laju sebesar
dinyatakan oleh
o:
2'TA
m3ldet
YT
l/T cm/jam
(4.2s)
Pengembangan lain yang berkaitan dengan hidrograf satuan ada-
lah dalam hubungannya dengan wilayah di mana tidak ada data ban-
jir
untuk menurunkan hidrograf satuan. Pada kasus ini, Snyder (1938)
mengusulkan hidrograf satuan sintetik, di mana parameter-parameter
yang berhubungan dengan hidrograf satuan seperti ordinat puncak ban-
jir,
waktu kelambatan dan
jujuh
banjir dinyatakan dalam bentuk
persamaan-persamaan empiris yang mencaktp
features
geomorfolo-
gi dari daerah aliran sungainya. Hidrograf satuan sintetik pada bebe-
rapa daerah aliran sungai di India telah dikembangkan oleh Pusat Ko-
misi Air, India.
Limpason don Aliron Sungai 95
CONTOH ILUSTRASI
CONTOH 4.1
Tabel berikut (kolom I dan 2) menunjukkan laju aliran rata-rata bulanan dari sua-
tu sungai untuk tahun terkering selama pencatatan:
Debit bulanan roto-rota
(m3 /det
-
bulan)
Volume kumulotif
(m3 /det
-
buton)
(3) (2) (t)
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
l)esember
lr0
90
70
50
30
25
65
220
300
190
ll5
ll0
ll0
2N
270
320
350
375
440
660
960
I 150
1265
1375
(0 Berapakah kapasitas tampungan minimum untuk pembangkit tenaga pada laju
debit seragam sebesar 85 m3ldet?
(lr) Jika kapasitas waduk ditetapkan sebesar 270 m3ldet-bulan, berapakah laju se-
ragam pengambilan air yang dimungkinkan?
Anggap rata-rata setiap bulan = 30,4 hari
(l m3,/det
-
bulan: I x 86400 x 30,4m3)
PENYELESAIAN
Dari data yang diberikan pada soal, harga kumulatif dihitung seperti pada kolom
(3). Suatu lengkung masa digambarkan berdasarkan harga-harga ini seperti disajikan
pada Cambar 4.19 di mana suatu garis kebutuhan dengan kelandaian sama dengan
li5 m3ldet ditunjukkan. Dari puncak A pada lengkung, suatu garis singgung AD se-
jajar
dengan garis kebutuhan digambarkan. Ordinat maksimum aD memberikan ka-
grasitas waduk yang mempunyai harga 190 m3ldet
-
bulan.
Untuk menghitung hasil (yield) yang aman apabila kapasitas waduk yang diberikan
adalah sebesar 270 n3/det-bulan, garis singgung dari titik .4 digambarkan sedemi-
kian sehingga ordinat maksimum cb adalah sama dengan 270 m3/det
-
bulan. Kelan-
daian dari garis ,4F didapatkan dari diagram yang menyertainya adalah sebesar 100
,,,1/det.
96 Pembangkit Listrik Tenaga Air
F
./,
Hasil (m3ldet)
<{ t uutan p-.
F
g
E
2
Ss 6 i
A
Bulan '4
Gambar 4.19.
coNToH 4.2
Data berikut ini (kolom 1,2, 3 d,an 4) menunjukkan aliran sungai suatu sungai sela-
ma periode air rendah. Diusulkan untuk membangun suatu bendungan di lokasi ter-
sebut. Kehilangan-kehilangan dan kebutuhan-kebutuhan lainnya diketahui. Hitunglah
penampungan yang dibutuhkan.
100
85
I
tr
d
a
D
I
0
!
E
d
a
E
a
I
9
E
o
!
o
r&
E
6
Limposan dan Aliran Sungoi 9'l
Bulan Aliron Kehilone- Kebu- Aliran
mASuk an don tuhon
masuk
kebutuh- bersih
an lain-
juta m3
juto rF juto nf
iun nf
Keku- Kekurang-
rangon on
kumu-
latiJ
juta m3 juto
m3
(7)
(4) (3) (2) (1) (s) (6)
=(2)-(3)
:(5)-(4)
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
r 500
1430
l 350
1280
1220
I 180
l 350
1900
2010
1520
1430
1240
I 130
I 135
I 145
I 145
r260
1280
I 170
I 140
I 135
I 140
l 145
I 155
200
220
300
280
300
300
300
300
280
250
220
180
370
295
205
135
-40
-
r00
180
760
875
380
28s
85
+ 170
+75
-95
*
r45
-340
-400
-
t20
+ 460
+ 595
+ 130
+65
-95
-95
-240
-
580
-
980
-
u00
-
640
-45
-95
PENYELESAIAN
Dari harga-harga aliran masuk dan kehilangan-kehilangan serta kebutuhan-
kebutuhan lainnya, aliran masuk bersih dihitung dengan cara mengurangkan
kehilangan-kehilangan terhadap aliran masuknya dan ditabulasikan seperti pada ko-
lom (5). Pada saat kebutuhan melampaui aliran masuknya, perimbangan harus dise-
diakan dari tampungannya. Besaran aliran yang dibutuhkan dari tampungan ini dihi-
tung pada kolom (6) merupakan kekurangan. Sehingga penampungan total yang di-
butuhkan adalah harga kekurangan kumulatifyang maksimum (kebutuhan-kebutuhan)
seperti yang dikerjakan pada kolom (7). Sehingga kebutuhan penampungan yang di-
butuhkan adalah sebesar I l0O juta m3. Perlu dicatat bahwa sesudah bulan Septem-
ber, waduk akan penuh kembali dan dengan demikian kebutuhan sebesar 95 juta m3
pada bulan Desember akan dapat dipenuhi dari penampungan ini.
CONTOH 4.3
Diketahui pada kolom-kolom l, 2,4, 5 dan 8 berikut ini masing-masing menunjuk-
kan bulan, harga-harga laju aliran rata-rata, penguapan dan kebutuhan untuk lokasi
waduk yang diusulkan. Dengan menganggap luas waduk adalah 6000 hektar, perki-
raan kapasitas waduk.
98
Pembangkit Listrik Tenaga Air
Bulan Alirun Volume Curoh Peng-
rolo- uliran hujan uapan
rato bulanan
bulanan
(m3/d) (ha-m) (cm) (cm)
(2) (3) (4) (5)
Volume Tam- Kebu-
bersih pungon
tuhon
(ha-m)
(6)
= (7) :
(4)-(s) (3)+(6)
Pengam-
bilan dsri
penyim-
panan
(ha-m)
(e)
-
(7)
-
(8)
(ha-m)
(8)
.Iuli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
13,5 15,50
l7,5 7,50
t4,00 8,00
2,s0 t2,50
0,50 6,50
0,00 4,00
0,00 5,00
0,00 8,00
0,00 10,00
2,O0 r 3,00
4,5 19,50
10,00 20,00
)1
29
30
27
3l
l5
6
3
I
a
7
I
7t00
77 s0
7880
7100
8150
3940
157 5
790
262
525
1 840
262
*
lZO 6980 1250
600 8350 1875
360 8240 2500
*600
6500 3750
-
360
'1'.790
4500
-240
3700 4500
-
300 1275 4500
-480
310 4400
-600 -862
42s0
-
540
-
1065 2500
-900
940 22s0
-600
338 t2s0
-
800
-
3225
-
4090
-
s112
-
3565
-
l3l0
-
1588
D tgogo
PENYELESAIAN
Dari data yang diberikan untuk aliran bulanan, penguapan dan curah hujan (d atas
permukaan waduk). Volume total aliran masuk bulanan yang sudah disesuaikan pada
kolom 7 dihitung seperti di bawah ini:
Kolom (3) :
Kolom (zl *
j91-a49-121
nu-.
10"
Kolom (6)
(Kolom (4)
-
Kolom (5))
x 6000 ha-m
Kolom (7)
=
(3) + (6)
Kolom (9)
=
(Kolom (7))
-
(Kolom (8))
(hanya harga-harga yang negatif)
Kapasitas total waduk :
X kolom (9)
(Catatan: Setiap bulan dianggap 30,4 hari dan perhitungan dilakukan mencakup sa-
tu tahun hidrologi mulai dari bulan-bulan musim hujan).
Sehingga, kapasitas waduk : 19690 ha-m.
CONTOH 4.4
Pada suatu daerah aliran sungai kecil luasnya 23Okmz,berikut ini adalah pengamat-
an aliran dari badai dengan jujuh
6-jam. Harga-harga aliran dasar juga
telah diketa-
hui. Turunkan dan gambarkan suatu hidrograf satuan 6-jam. Hitung curah hujan le-
bih yang diakibatkan oleh badai ini.
r00
r
i
Limpasan dan Aliran Sungui 99
Tanggol Jam
Aliran
(m3 /det)
Aliron Dasar
1m3 /det1
l5 Juli
16 Juli
l7 .luli
0000
0600
1200
1800
0000
0600
1200
1800
0000
15
190
305
22'.7
148
94
6l
35
15
l5
l0
5
7
8
9
tl
l3
l5
PENYELESAIAN
penyelesaian
dari soal tersebut diberikan dalam bentuk tabel seperti di bawah ini.
Tanggal Ordinat
hidrograJ
badai
(m3 /det)
(t)
Aliran
dasar
1m3
/det1
(2)
Ordinot
oliran
langsung
ft# /det)
(3)
: (t)*(2)
Ordinol
hidrograf
sotuon
1m3 /det1
(4)
: (3)/9,36
l5 Juli
16 Juli
17 Juli
0000
0600
1200
1800
0000
0600
1200
1800
0000
0
180
300
220
140
85
50
).,
0
l5
t0
5
7
8
9
ll
l3
15
l5
190
305
227
148
94
6l
35
l5
0
t9,22
32,05
23,05
t4,9s
9,08
5,35
2,35
0
Zo = ssl m3ldet
Curah hujan lebih = 0,36
X0xr
A
0.36x997x6
:
9.36 cm
230
CONTOH 4.5
Suatu badai yang memberikan curah hujan lebih berturut-turut sebesar 4 cm, 6 cm
dan 5 crn pada selang waktu 6-jam. Buatlah suatu hidrograf badai 6-jam
jika ordinat
hidrograf satuannya diketahui seperti di bawah ini: Anggap suatu aliran dasar tetap
sebesar l5 m3ldetik.
100 Pembangkit Listrik Tenoga Air impasan dan Aliron Sungai
l0l
CONTOH 4.6
Suatu hidrograf, ordinat-ordinatnya adalah seperti disajikan di bawah ini, dihasil-
kan dari dua badai dengan curali hujan lebih sebesar 2,5 cm dan 3 cm yang terjadi
secara berturut-turut pada silang waktu 6-jam. Turunkan dan gambar hidrograf sa-
tuan 6-jam untuk daerah aliran sungai yang luasnya 116,8 km2.
Hari pertama Hari kedua
369 Waktu 0
Ordinat
Hidroeraf 0
(m3ldet)
l2 15 l8 2l
70 ll0 t26 ll9 6617,623 t2 6 0
PENYELESAIAN
Kita mengetahui bahwa hidrograf limpasan total diperoleh dengan cara mengali-
kan ordinat-ordinat dari hidrograf satuan yang digeser dengan curah hujan lebih yang
berhubungan dan menambahkannya. Sehingga, dari Gambar 4.19,
jika Uo, Ub U2,
U3 dan seterusnya, adalah ordinat-ordinat hidrogiaf satuan dan
Qo, Qy Qz, Qt
dan
seterusnya, adalah ordinat-ordinat limpasan total kemudian,
91215182t24
Waktu (jam; ..+
Grmbrr 4.20.
llaktu
Ordinat H S 6jam
(mj/det)
0600
1200
1800
24ffi
0600
t2@
r800
2400
0600
1200
1800
2400
0600
PENYELESAIAN
Di sini badai dipisahkan menjadi tiga bagian. Sehingga, hidrograf dari masing-masing
bagian dihitung secara terpisah dan ditambahkan untuk mendapatkan hidrolraf lim-
pasan total gabungan. curah hujan lebih sebesar 4 cm dihasilkan selama dari jam
0600
sampai jam 1200, curah hujan lebih sebesar 6 cm selama dari jam
l20o sampai jam
1800 dan curah hujan lebih sebesar 5 cm selama dari jam
lg00 sampai jam
24oo-
Penyelesaiannya ditabulasikan seperti di bawah ini:
0
150
385
500
470
390
300
2t5
130
EO
q
l5
0
l,ltaktu Ordinat Kelebihan
HS 6jam
curah
(mt /det)
hujon
orf)
t
Iro
o
r,
ieo
t
6
.:
(5) (4)
(2)
4
6
:
(r)
Permukoan aliron dori Aliron Total or-
carah lrujon kelebihan dalam dinot
Qrf /det) allon
htb4)
(mr/det)
4cm
(3)
6 cm 5 cm Totol
0600
t200
l 800
2400
0600
t20o
1800
2400
0
150
385
500
470
390
300
2ts
r30
80
40
l5
0
0
600
I 540
2000
l 880
1560
t200
860
520
320
r60
60
0
0
900
2310
30m
2820
2340
1800
t2x)
780
480
2&
90
0
l5
l5
l5
l5
l5
l5
l5
l5
t5
l5
l5
t5
l5
l5
l5
t5
615
2455
5075
6820
6895
5q)5
4625
3t25
2t90
I 305
715
305
90
l5
0600
12ffi
1800
240o
0600
1200
r 800
0
600
0 2M0
750 5060
1925 6805
250xJ 6880
2350 5890
1950 4610
t500 3310
1075 2t75
650 1290
,m0
700
200 2X)
75 75
00
Jam +
Hidrograf satuan
102 Pembangkit Listrik Tenago Ait.
Un--o
2,."(11 :
Q1
atau 2,5 Ilt :
25 .'. tJl : 10,0 m3ldet
2,5Lr2+3U6:
Q2atau2,5
Uz+O :70.'. Uz: 28,0m3/det
2,5t4+3ut :
Q3
ata! 2,5 U3+ 3 x l0 = 110 .'. U3
:
32,0 m3/det
2,5U4+3U2 = Q4ata:u
2,5 U4+3x28 = 126 .'. ll+
: 17,O m3/det
2,5Us+3U3:
05
atau 2,5 Us+3x32
:
119 .'. Us: 9,2m3/det
2,5U6+3U4:
Q6atau2,5
U6+3x17
=
66 .'. U6: 6,0 m3ldet
2,5U7+3Ils
- Q7
atau2,5U7+3x9,2 : 37,6.' th = 4,0 m3ldet
2,5U8+3U6 = 9,
atau 2,5(Js+3x6 : 23.'. Ua = 2,0 m3/det
2$Us+3U7 = 9n
atau 2,5 Us+3x4
-
12 .'. Ug = 0 m3/det
X0: 108,2m3,zder
Hidrograf satuan digambarkan dengan ordinat-ordinat IJg, L/1, u2 . . . dan sete-
rusnya seperti pada Gambar 4.20.
Untuk menguji apakah ordinat-ordinatnya benar, hidrograf satuan harus memberi-
kan luas atau curah hujan lebih sebesar I cm. Sehingga,
Curah hujan lebih
=
0,36 x X0 x t
A
0,36x108,2x3
= 1cm.
I 16,8
CONTOIT 4.7
Untuk menghitung tampungan air proyek bendungan Ramganga, India, pengama_
tan curah hujan berikut ini dilakukan untuk setiap bulan dari suatu tahun dan hu-
bungan curah hujan dan limpasan yang sesuai telah diturunkan (Kolom l, 2 dani3):
Bulan Curah hujan Hubungan
(cm) curah hujon
-
limpason
Tampungon
Limpasan
total
(cm)
2 G)xluas
(s) (4) (3) (2) (t)
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
Januari
Februari
Maret
0,51
I 1,3
28,1
23,57
21,25
3,63
3,385
1,93s
1,84
1,40
1,015
0,242
30400 ha-m
5
1{5
177
30,5
t 8,5
7,0
4,0
3,8
2,9
2,1
0,5
Ro :
0,102 Pe
Rr : 0,319Pr
R8 :
0,744P8
Rs : 0,074& + 0,681
pe
R1s :
0,105pe + 0,975 Prc
- : ,,":l
"
April
Mei
R mewakili limpasan dan P meu'akili curah hujan. Angka indeks menyatakan nomor
(Jawab ll37 juta m3)
Limpasan don Aliran Sungai 103
bulan dari tahun yang bersangkutan. Hitunglah volume total air yang tersedia dari
<jaerah aliran sungai, yang luasnya sebesar 3098 km2. Hitunglah
juga koefisien lim-
pasan rata-rata untuk tahun tersebut.
PENYELESAIAN
Dari hubungan antara curah hujanJimpasan yang diberikan pada kolom (3), harga-
harga limpasan untuk bulan-bulan yang bersangkutan dihitung dan ditabulasikan pa-
da kolom (4). Sehingga limpasan total untuk tahun tersebut adalah sebesar 98,18 cm
dan banyaknya air yang tersedia adalah
9ffi"
.
J#
= 3o4oo ha_m
Koerisienrimpasanrata-rara =
#
:
++*9&##i
= 0,634
l.
PERTANYAAN
Apakah yang dimaksud dengan limpasan? Pada faktor-faktor apa saja ia tergan-
tung?
Metode-metode apa saja yang dapat digunakan untuk memperkirakan limpasan
dari suatu daerah aliran sungai?
Apakah hidrograf itu? Dapatkah suatu hidrograf limpasan langsung diturunkan
dari suatu hidrograf banjir?
Apakah yang saudara ketahui tentang suatu lengkung masa limpasan?
Dapatkah saudara menentukan kapasitas tampungan dari suatu waduk dengan ban-
tuannya
jika diketahui kebutuhan yang konstan atau bervariasi?
Di bawah ini diberikan data bulanan untuk suatu sungai. Suatu proyek irigasi se-
dang dipertimbangkan dengan pola kebutuhan yang mungkin seperti yang tersaji.
Tentukan apakdh aliran masuk cukup untuk memenuhi kebutuhan. Jika demikian,
berapakah kapasitas waduk minimum yang harus disediakan untuk memenuhi ke-
br;tuhan tersebut?
Limpason
1uta m3)
Kebutuhan
(juto mr)
2.
3.
4.
Bulan
Januari
Februari
Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
55
30
35
s/
20
25
2s0
135
125
50
55
45
60
72
145
95
120
l0
10
25
l5
20
60
104 Pembangkit Listrik Tenoga Air
5. Apakah yang saudara ketahui tentang lengkung jujuh
aliran? Bagaimanakah va-
ria ;inya jika ia digambarkan berdasarkan harga-harga limpasan rata-rata harian dan
bula;ran?
6. Apakah hidrograf satuan itu dan anggapan-anggapan apa saja yang tercakup di
dalamnya? Bagaimanakah cara membuatnya untuk suatu daerah aliran sungai
tertentu?
Pada suatu daerah aliran sungai, tiga badai berturut-turut sebesar 2,5 cm, 4 cm
dan 3,5 cm terjadi pada selang waktu 6-jam. Gambarkan hidrograf badai jika
ordinat-ordinat hidrograf satuannya adalah seperti diberikan berikut ini. Aliran
dasar diasumsikan tetap sebesar 12 m3/det.
Waktu
(Jom) 0600 1200 1800 2400 3un 3600 4200 4800 5400 6000 6600 72N
Ordinot
HS
(6-jam)
(m3 /det)
2ss s70 750 705 585 450 3t5 r95 r05 30
7. Apakah grafik korelasi berganda itu dan bagaimanakah cara membuatnya? Da-
patkah grafik-grafik koaksial ini digunakan untuk menentukan limpasan dari sua-
tu daerah aliran sungai?
8. Turunkan suatu hidrograf satuan 4-jam dari HS 6-jam dengan cara membuat sua-
tu Lengkung-S untuk daerah aliran sungai seluas 340 km2. Hitunglah harga batas
konstan aliran. Ordinat-ordinat daii HS 6-jam tersebut adalah seperti disajikan be-
rikut ini:
Ordinat HS 6-jam
(m3 /det)
0
35,0
70,0
95,0
l15,5
125,0
13 1,0
I10,0
78,0
55,0
39,0
3l,5
26,5
12,0
8,0
6,5
2,0
1,0
0
Waktu
(Jam)
0
)
4
6
8
l0
t2
t4
l6
18
20
22
24
26
28
30
32
34
t6
(Jawab 157,5 m3/det)
BAB J
BEBAN LISTRIK PADA
TURBINAIR
UMUM
Pada bab pertama
telah kami uraikan tentang pentingnya pembang_
kit tenaga dan menyebutkan masing-masing macam sumberdaya pem-
bangkit listrik. Di dalam bab ini kami akan memperkenalkan pada
para pembaca tentang istilah-istilah dan bermacam-macam pengertian
yang digunakan oleh para Tenaga Ahli Mesin untuk menguiaikan ten-
tang berbagai beban listrik. Di dalam hal ini termasuk beban berva-
riasi sehari-hari dan musiman, peningkatan
dalam hal kebutuhan-
kebutuhan tenaga dan ramalannya.
'
LENGKUNG BEBAN
Tenaga dibutuhkan untuk berbagai maksud seperti untuk keperluan
rumahtangga, komersial, industrialisasi, kotafraja, pertanian,
ang_
kutan umum dan sebagainya. Kesatuan energi iirtilt untuk konsumsi
adalah dalam kilowatt/jam.
satu kwh adalah sebutan kesatuan da-
lam pengertian
bahasa pada umumnya. Banyaknya beban yang diper_
gunakan pada berbagai jam pada suatu hari akan sangat terg-antung
sekali pada kebutuhan-kebutuhan
konsumsi.
pada
jam-terten"tu
padi
suatu hari, maka akan tercapailah kebutuhan nilai yang tertinggi
-
disebut sebagai beban puncak. Kebutuhan maksimal
iadistasiun akan
menentukan ukuran pembangkit
dan biayanya. Sebagai luapan pem_
bicaraan, maka seketika itu juga
nilai tertinggi kebuiuhan dapat di-
ketahui sebagai puncak beban atau puncak kebutuhan. Akan tetapi
pada umumnya beban puncak itu dibatasi sebagai bagian dari beban
yang didukung pada suatu intensitas itu adblah 4/3iali lebih besar
daripada intensitas beban pokok.
Apabila sebuah lengkung dilukis-
kan antara beban sebagai ordinat dan waktu dalam jam
sebigai absis
106 Pembangkit Listrik Tenaga Air
u:rtuk satu hari, maka lengkung ini dinamaikan sebagai suatu lengkung
beban harian. Lengkung-lengkung itu dapat dilukiskan untuk perio-
de waktu yang berlainan misalnya suatu hari, suatu minggu, suatu bulan
atau suatu tahun, tergantung pada kebutuhan akan analisis-analisis
beban. Dengan demikian maka lengkung beban merupakan sebuah
grafik daripada sebuah konsumsi beban yang bersangkutan pada suatu
waktu, dan memberi petunjuk segera tentang tenaga yang digunakan
pada setiap saat. [.engkungJengkung beban harian istimewa untuk hari
di musim panas dan hari musim dingin untuk kota Delhi ditunjukkan
pada Gambar 5.1. Sesuai dengan lengkung-lengkung ini, maka kebu-
tuhan menjadi lambat pada jam-jam
di malam hari dan mencapai ni-
lai puncak padajam di sore hari. Lengkung-lengkung beban tahunan
yang diambil oleh proyek-proyek Damodar Valley Corporation di ln-
dia, dan untuk negara bagian di India yang padat penduduknya,ya-
264 Mw
*\i"
I
I
f,fusim
dincin
I
,(-
\ ,i.,-
{
n-"nu,
I
I
I
v
270
260
240
l
j
1 180
I
B
?
160
d
,o
c0
I 4{l
4812162024
Waktu oam) -+
Gambar 5.1. Lengkung beban harian.
80
Beban Listrik pada Turbin Air lO7
itu Uttar Pradesh, ditunjukkan dalam Gambar 5.2. Bagian yang ber-
titik-titik dalam lengkung adalah petunjuk tentang kebutuhan-kebutuh-
an beban yang normal, karenanya bukan kondisi yang abnormal selama
musim bulanan. Puncak kebutuhan datang pada suatu waktu di mu-
sim dingin sebagai bagian dari akibat kebutuhan konsumsi rumahtang-
g" yurrg lebih besar,
juga kebutuhan-kebutuhan
pertanian untuk ke-
perluan sumber-sumber irigasi pada musim panen'
1000
900
800
300
?fi
Jan Marel Juli Sep Nov Des
Bulan +
Gambar 5.2. Lengkung beban tahunan.
TAKTOR BEBAN
Dari lengkung beban, maka menjadi mungkin untuk menentukan rata-
rata beban dan
jujuh perencanaan dan
juga
beban maksimal pada se-
tiap saat. Pertimbangan perbandingan dari beban pokok terhadap be-
ban
puncak dapat diketahui sebagai 'faktor beban'. Dengan demikian
maka:
beban rata-rata
Faktor beban
:
beban maksimum
Dari ragam variasi beban, harian, mingguan, bulanan atau tahunan,
maka dapatlah dihitung faktor beban. Apabila daerah sebuah leng-
kung beban telah dipetakan, maka itu menggambarkan energi yang
dikonsumsi dalam kWh (kilowatt/iam). Dengan demikian maka su-
atu faktor beban harian dapat
juga
diadakan pertimbangan perban-
lr*
I
=
600
I
-E 5oo
o
tl
Uttar Pradesh
lr
/
/
/
\
-1,
\fl)'
r
108 Pembangkit Listrik Tenoga Air
dingan antara energi aktual yang dikonsumsi selama 24 jamterhadap
kebutuhan puncak yang diterima untuk 24
jam
berikutnya.
Beban Listrik pada Turbin Air 109
pembangkit menjadi sebagai berikut:
5.500.000
:
0,733 atal 73,30/o berlawanan terhadap faktor
kapasitas 55 persen. 75.000 x 100
FAKTOR KEGUNAAN
Faktor kegunaan adalah pertimbangan perbandingan antara kuanti-
tas air yang nyata-nyata digunakan untuk produksi tenaga terhadap
dayaguna sungai. Apabila kepala dapat menerima secara konstan, ma-
ka faktor kegunaan akan menjadi sama terhadap pertimbangan per-
bandingan dari tenaga yang digunakan dan dayaguna itu. Nilai fak-
tor kegunaan biasanya bervariasi dari 0,40 sampai 0,90 untuk suatu
pembangkit hidrolistrik tergantung pada kapasitas pembangkit, fak-
tor beban dan tempat penyimpanan.
Dari definisi tentang faktor kapasitas, faktor beban dan faktor ke-
gunaan, maka perludiperhatikan bahwa apabila faktor beban itu sangat
tinggi dan terdapat penggunaan penuh di tempat pengumpulan air pada
pembangkit, meningkatlah faktor kegunaan setinggi kira-kira 1,00;
padahal faktor kapasitas akan meningkat senilai kira-kira 0,75. Na-
mun apabila kapasitas pendorong itu rendah samasekali, maka fak-
tor kapasitas akan meningkat. Faktor kapasitas sanggup menghada-
pinya guna menyatukan
-
hanya dengan 100 persen faktor beban
-
tempat pengumpulan air komplit, tempat penyimpanan komplit dan
kapasitas di pembangkit sama dengan aliran rata-rata. Nyatalah, bahwa
dalil yang demikian
jtu
hanya dugaan belaka.
FAKTOR KERAGAMAN
Seorang konsumen akan menggunakan tenaga yang disediakan pada-
nya menurut kebijaksanaannya. Apabila ia menggunakan seluruh sam-
bungan beban, maka faktor bebannya adalah 10090. Akan tetapi apa-
bila beban maksimum yang digunakan itu kurang dari sambungan be-
ban, hal mana merupakan kejadian biasa, maka faktor bebannya men-
jadi
lebih rendah dari 10090. Dengan demikian setiap konsumen meng-
gunakan tenaga untuk berbagai maksud, dan ia mendapatkan kebu-
tuhan maksimal pada waktu tertentu. Tetapi kebutuhan-kebutuhan
maksimal dari semua konsumen tidak memaksa terjadi pada suatu wak-
tu yang luar biasa. Akan tetapi terdapat periode, di mana gabungan
konsumsi dari semua konsumen menjadi maksimal. Pertimbangan per-
bandingan
jumlah
kebutuhan maksimal konsumen perorangan terha-
dap kebutuhan maksimal serentak semua konsumen, dapat diketahui
sebagai'faktor keragaman' sebagai berikut:
n-r_1^- ,--,-_,- energi yang dikonsumsi selama
raKtor DeDan
:
lam
Apabila faktor beban telah dihitung dengan penunjukan pada jumlah
sistem distribusi seperti dalam Gambar 5.2, maka hal itu akan menja-
di sistem faktor beban. Hal ini memungkinkan
juga
dan sama dengan
mengerjakan hingga selesai faktor beban pembangkit. Beban maksi-
mum menentukan kapasitas dari unit-unit, sedangkan faktor beban
memberi tingkatan penggunaan kapasitas. Misalnya satu faktor be-
ban tahunan sebesar 0,3 akan memberi petunjuk, bahwa mesin-mesin
hanya memproduksi 3090 daripada maksimum kapasitas produksi ta-
hunan. Faktor beban dan faktor tenaga satu sama lain akan menjadi
kacau.
Seseorang konsumen akan mengambil tindakan terhadap pengenaan
beban tertentu. Dia tidak akan menggunakan seluruh beban pada se-
tiap saat, tetapi hanya sebagian dari padanya. Pertimbangan dari ke-
butuhan maksimum terhadap beban telah dikenal sebagai faktor
kebutuhan.
FAKTOR KAPASITAS
'Faktor kapasitas'juga dikenal sebagai 'faktor kegunaan pembang-
kit atau faktor pembangkit', itu adalah hasil pertimbangan rata dari
pembangkit untuk sesuatu
jangka
waktu. Dengan kata lain, ma-
ka faktor kapasitas adalah pertimbangan perbandingan antara energi
aktual yang diproduksi oleh pembangkit yang diberikan untuk setiap
jangka
waktu terhadap energi, yang mungkin akan dapat diproduksi
dalam kapasitas penuh selama jangka
waktu itu juga.
Misalnya, an-
daikata suatu pembangkit dengan kapasitas sejumlah 100.000 kW
memproduksi 5.500.000 kWh, maka apabila beroperasi selama seratus
jam,
faktor kapasitasnya menjadi:
Faktor kapasitas
' --5t509'009,
. s
100.000 x-l0b-
:
0,55 atau 55 persen.
Faktor-faktor kapasitas untuk suatu pembangkit listrik tenaga air pada
umumnya bervariasi antara 0,25 sampai 0,75.
Faktor-faktor kapasitas itu menjadi identik dengan faktor beban
apabila puncak bebannya sama dengan kapasitas pembangkit. Tetapi
faktor beban akan menjadi berbeda apabila pembangkit tidak digu-
nakan pada kapasitasnya yang penuh. Dengan demikian maka apabi-
la beban maksimum dari pembangkit itu 75.000kW, faktor beban pada
I I0 Pembangkit Listrik Tenaga Air
raKlor Keragaman :
-J
jumlah
maksimal serentak
Sejak adanya keragaman penggunaan oleh setiap konsumen, maka
perhitungan yang diungkapkan di atas menjadi lebih besar daripada
sebutan, bahwa hasil faktor keragaman itu lebih dari keseluruhan ke-
satuan. Unsur lebih tinggi memperbaiki faktor beban secara keselu-
ruhan, karena kebutuhan maksimal yang berkurang, dan dengan ka-
pasitas terpasang yang berkurang pula, maka energi dapat disediakan
menurut daftar perhitungan keragaman yang lebih besar, karenanya
dapat mengurangi modal biaya dari stasiun pembangkit.
.
LENGKUNG JUJUH BEBAN
Suatu
jalan
untuk mempelajari aneka kebutuhan beban dan aneka fak-
tor seperti faktor beban, faktor kapasitas, faktor kegunaan pembangkit
dan sebagainya, untuk
jujuh yang luar biasa adalah dengan bantuan
lengkungJengkung beban harian, mingguan, atau bulanan. Akan te-
tapi untuk
jujuh yang agak lebih panjang, katakanlah satu tahun, maka
hal itu akan sulit untuk memetakan lengkungJengkung beban harian
dan rnenggunakannya untuk berbagai perhitungan dasar tahunan. Ber-
bagai hal yang sifatnya kompleks perlu dibubuhkan untuk perhitungan
aneka ragam lengkung beban harian untuk musim-musim yang bef-
beda, dan aneka ragam peta diperlukan pula untuk berbagai kehu-
tuhan dan sebagainya.
Jalan lain yang sederhana tetapi sangat disukai pemakainya adalah
untuk menyusun lengkungJengkung
jujuh
beban yang diambil dari
lengkungJengkung harian.
Hal ini dilakukan dengan
cara menyusun berbagai
kebutuhan beban, seperti
apa yang dapat dilihat dari
lengkung-lengkung beban
harian, yang dalam hal me-
nurunnya permintaan se-
panjang waktu hal tersebut
terjadi. Apabila peta
beban-beban dan persenta-
se waktu di dalam hal
beban-beban ini terjadi le-
bih tinggi lagi, maka hal
tersebut menjadi lengkung
jujuh
beban. Demikianlah,
dari Gambar 5.3 yang me-
0 25 50 65 ?5 10090
Persentase waktu "+
Gambar 5.3. Lengkung
jujuh
beban.
rl0
I
ito
e
s60
o
r0
40
30
20
Beban Listrik pada Turbin Air I I I
rupakan gambaran lengkung
jujuh beban untuk satu tahun akan ter-
lihat bahwa beban dari 30 MW terjadi untuk 5694
jam
dalam waktu
satu tahun, atau 65Vo dari waktu yang tersedia (8760 jam
sesuai de-
ngan 365 hari atau 10090 waktu).
Lengkung-lengkung
jujuh
beban dapat disusun untuk setiap
jang-
ka waktu. Luasnya lengkung.jujuh beban untuk sepanjang waktu, se-
perti halnya sebuah lengkung beban pada periode waktu, jarang yang
sama. Luas
jangkauan
lengkung beban mencakup keseluruhan pro-
duksi energi untuk
jangka
lama. Dengan demikian faktor beban ta-
hunan diberikan oleh pertimbangan perbandingan lengkung terhadap
luasnya, berupa segi empat panjang yang sesuai dengan kebutuhan
maksimal yang terjadi selama tahun yang berjalan.
TENAGA TETAP
Ketetapan tentang tenaga utama adalah tenaga yang selalu menjamin
konsumen pada setiap
jam
tiap hari, dengan demikian merupakan te-
naga yang dapat digantungkan harapannya secara lengkap. Tenaga
yang demikian itu harus sesuai dengan arus aliran yang minimal dan
berguna untuk waktu kapan saja. Akan tetapi tenaga tetap itu akan
dapat ditingkatkan dengan menggunakan tempat pengumpulan air,
dengan demikian tidaklah perlu harus sesuai dengan 24
jam
aliran yang
terus-menerus menggunakan 10090 waktu. Dengan demikian kapasi-
tas tetap tergantung dari pembebasan arus minimal pada waktu be-
ban puncak, penggunaan tempat penyimpanan air dengan bentuk dan
ukuran lengkung sambungan beban, serta sambungan-sambungan an-
tara pembangkit lainnya.
Pembangkit listrik tenaga air pada umumnya mempunyai kapasi-
tas putaran yang sesuai dengan penggunaan arus sekitar 2090 sampai
40v/o dari waktunya. Persentase ini tergantung atas faktor beban,
kondisi-kondisi beban, dan tempat pembangkit hidrolistrik di dalam
sistem sambungan saling berhubungan antara satu dengan lainnya. Jus-
tin dan Creager membatasi kapasitas tetap pembangkit hidrolistrik se-
bagai bagian dari
jumlah
kapasitasnya yang terpasang, yang dapat men-
jalankan
tugas yang sama pada bagian lengkung beban yang menun-
jukkannya,
seperti yang dapat dijalankan secara bergantian oleh ka-
pasitas uap.
Seperti telah disebutkan dalam Bab 4, lengkung
jujuh
arus alami
dapat diubah dengan bantuan peraturan tempat penyimpanan. Dari
Gambar 5.4 perlu diperhatikan, bahwa lengkungnya demikian men-
datar sehingga hal tersebut menjadi lebih tinggi daripada lengkung ori-
sinal pada sisi saluran bawah dari titik B, apabila peraturan tempat
penyimpanan telah terjadi. Dengan demikian arus minimum yang le-
7
ll2 Pembongkit Listrik Tenaga Air
Tenaga primer
dengan waduk
o2550
Perscntase waktu
Gambar 5.4. Pengaturan debit dengan tampungan.
bih besar dapat digunakan dalam waktu 10090. Pada suatu ketika maka
tenaga menjadi seimbang untuk dibebaskan, dan pantas dihargai se-
bagai tenaga tetap.
TENAGA SEKUNDER
Kita mengenal
juga tenaga
kelebihan atau tenaga tidak
tetap sebagai tenaga sekun-
der yang merupakan tena-
ga lain dari tenaga primer,
dan dengan demikian ber-
arti kurang bernilai. Dalam
Gambar 5.5 tenaga primer
dan tenaga sekunder yang
dapat dijalankan dipertun-
-
iukkan dengan referensi
'
dari lengkung
jujuh
arus.
Apabila tenaga dapat berselang-seling kegunaannya pada waktu-waktu
yang dapat dikira-kirakan, hal itu dapat
juga
disebut sebagai tenaga
sekunder.
Tenaga sekunder itu berguna untuk pembangkit tenaga yang ada
sambungannya satu sama lain. Dalam keadaan putus/bebas pada jam-
jam puncak, tenaga sekunder dapat membantu pada stasiun-stasiun
pembangkit yang saling mempunyai sambungan, dan dengan demi-
kian mempunyai pengaruh ekonomi. Tenaga sekunder dapat
juga
di-
gunakan untuk mengamat-amati kebutuhan umum dengan cara meng-
ikuti bagian perencanaan beban.
Beban Listrik pada Turbin Air I 13
RAMALAN BEBAN
Ramalan beban atau suatu prakiraan harus dikerjakan untuk
keperluan:
(r) Jangka pendek, melingkupi periode 4 sampai 5 tahun,
(r) Jangka sedang, melingkupi periode 8 sampai l0 tahun,
(iii) Jangka panjang, melingkupi periode kira-kira 20 tahun atau
lebih,
Oleh karena ramalan
jangka pendek dikerjakan untuk ruang ling-
kup tenaga defisit, atau surplus untuk keperluan rencana operasio-
nal, maka ramalan
jangka sedang menjadi basis program perluasan
tenaga pemindahan fasilitas pertumbuhan. Ramalan
jangka panjang
membantu penyusunan rencana daerah yang diharapkan dari pertum-
buhan tenaga, berhadapan dengan sumberdaya daerah dan cara-cara
pemindahan tegangan-tegangan.
Banyak metode ramalan kebutuhan beban terlalu berlebihan, hal
itu dapat digunakan tergantung dari tingkat ketetapan yang dikehen-
daki dan keadaan untuk mengatasinya. Beberapa metode ramalan yang
tertera di bawah ini masuk dalam pertimbangan sebagai berikut:
(l) Konsumsi menurut susunan klas,
(il) Rumus matematika,
(iir) Kecondongan historis.
(lv) Korelasi antara pembangunan tenaga oan pembangunan
ekonomi.
Dapat pula dibutuhkan pada metode ini adalah sejumlah besar ru-
mus pengusahaan sedgrhana dengan ekstra pemusatan dari dokumen-
dokumen yang telah lalu terhadap korelasi-korelasi yang lebih kom-
pleks. Misalnya saja rumus Scheer untuk penaksiran keperluan-
keperluan pertumbuhan:
log16G
:
c-0,15 logleU
atau l0'
rt
=
@rl
di mana: G
:
Pertumbuhan tahunan pembangkitan (90).
U
: Pertumbuhan per kapita
c
:
Konstan
:
0,02 (kecepatan pertumbuhan penduduk) + 1,330.
Konstanta 0,15 (yang mana adalah l/2log2) berasal dari penekanan-
aturan, "lipatan seratus kalinya tambahan per kapita pertumbuhan
akan mengurangi kecepatan pertumbuhan dengan setengahnya".
Ramalan pertumbuhan pertama kali harus dimulai dengan setahun,
yaitu sepanjang tahun permulaan pertumbuhan penduduk, dan ramalan
pertumbuhan penduduk untuk tahun-tahun mendatang. Dengan de-
t
t
a,
n,
cl
.E
J
15 100
I
d
d
a
E
J
0 25 50 75 100
Persentase v6[ts +
Gambar 5.5. Tenaga primer dan
r
I l4 Pembangkit Listrik Tenaga Air
mikian nilai c dan angkatan per kapita untuk tahun permulaan telah
selesai dikerjakan, dan kecepatan pertumbuhan G telah dievaluasi oleh
rumus tersebut. Pertumbuhan untuk tahun berikutnya ditemtrkan de-
ngan cara mengalikan pertumbuhan dalam tahun permulaan dengan
tr
Pertumbuhan untuk tahun berikutnya dengan demikian telah
diketahui dan ramalan untuk pertumbuhan penduduk menjadi ber-
guna, dan lebih lanjut nilai-nilai dari C dan Uuntuk tahun berikutnya
telah dievaluasi, dan G untuk tahun kemudian dapat ditemukan. De-
ngan
jalan
ini, maka tahun demi tahun ramalan telah dikerjakan.
Rumus lain adalah:
Rumus Belgia: E
-Y1140'a
(2)o'tost
di mana: E
-
Konsumsi listrik.
ful
-
[ndeks dari produksi yang dibuat pembangkit.
t
-
Waktu untuk mana konsumsi direncanakan.
K
-
Faktor penyesuaian.
Beberapa negara mendapatkan rumus-rumus yang selaras dengan
situasi ekonomi dan laju pertumbuhan mereka, seperti apa yang te-
lah diutarakan di atas dan dipergunakan di Belgia. Untuk acara dis-
kusi yang mendetail mengenai subjeknya, pembaca dipersilakan me-
neliti teks standar yang relevan.
Makna atau Arti Ramalan r
Untuk instalasi suatu proyek tenaga yang baru atau perluasan pem-
bangkit tenaga yang telah ada, maka keharusan menaksir
jumlah
ba-
nyaknya beban yang dikehendaki perlu dilaksanakan untuk bermacam-
macam kegunaan. Ilmu ekonomi tentang instalasi dan perluasan sua-
tu pembangkit tenaga menghendaki ramalan beban yang benar. Se-
jak proyek-proyek listrik tenaga air memerlukan waktu kurang lebih
l0 sampai 15 tahunan untuk konsepsi terhadap realisasinya, maka me-
rupakan keharusan bahwa stasiun pembangkit listrik tenaga air da-
pat melayani kebutuhan-kebutuhan paling sedikit l5 tahunan di ma-
sa mendatang sejak taraf perencanaan. Seperti biasanya yang diikuti
oleh perencanaan tenaga air ialah bahwa potensi penuh proyek pem-
bangunannya dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama pem-
bangunan mempertimbangkan produksi daya yang selaras dengan ke-
butuhan segera, sedangkan potensi pembangunan selebihnya terjadi
pada tahap kedua atau ketiga proyek.
CONTOH ILUSTRASI
coNToH 5.t
Suatu beban umum didukung oleh dua stasiun pembangkit, pertama sebagai pem-
bangkit tenaga pokok dengan instalasi berkapasitas 25 MW, dan yang lainnya dalam
Bebon Listrik pado Turbin Air l15
keadaan siap-siaga dengan kapasitas 30 MW. Hasil tahunan dari stasiun pembangkit
yang siap siaga adalah 10,5 x 1.000.000 kWh dan yang dari pembangkit yang pokok
adalah 125 x 106 kwh. Beban puncak yang dicapai oleh stasiun pembangkit siaga ada-
lah l5 MW dan stasiun pembangkit ini bekerja selama 2500 jam dalam setahun. Pada
stasiun pembangkit beban pokok yang mencapai puncak sebesar 22,5 MW, terdapat:
(r) Faktor-faktor beban tahunan untuk kedua stasiun pembangkit.
(,, Faktor-faktor kegunaan atau faedah untuk kedua stasiun pembangkit.
(iir) Faktor-faktor kapasitas untirk kedua stasiun pembangkit.
PENYELESAIAN
Stosiun Pembangkit Siaga:
Unit-unit pertumbuhan per tahun
Kapasitas stasiun pembangkit
Jumlah
jam
kerja
Kebutuhan maksimum
(r) Faktor-faktor beban tahunan
(ir) Faktor kegunaan pembangkit
= 10,5 x 106 kwh.
:
30 MW : 30.000 kw.
-
2500 jam.
15 MW : 15.000 kw.
Jumlah pertumbuhan unit-unit
Kebutuhan puncak x 8760
_
10,5 x 106
- 15.000 x 8760
: 0,0799 atat 7,990/o
Kebutuhan maksimal
Kapasitas stasiun Pembangkit
15.000
: 0.5 atau 50Eo
30.000
Tenaga yang dihasilkan rata-rata selama 2500 jam
10,5 x 1.000.000
= -
25r[-
= 42oo kw
Hasil rata-rata
(iir) Faktor kapasitas
Stosiun Pembangkit Beban Pokok:
Jumlah pertumbuhan unit-unit per tahun
Kapasitas stasiun pembangkit
Maksimum kebutuhan
(r) Faktor beban tahunan
(il) Faktor kegunaan pembangkit
:@
420(J
:
TTm'=
o'14 atau l49o
125 x 106 kwh.
25 MW = 25.000 kw.
22,5 MW : 22.500 kW.
.Iumlah pertumbuhan unit-unit
Kebutuhan puncak x 8760
125 x 106
- 22.500x8760
= 0,634 atat 63,4t/o
Kebutuhan maksimal
:
K"p"rtt t tt"tt"" p"-b-sktt
:
ffi-=
o,e atau eoeo
Kebutuhan tenaga rata-rata selama setahun (365 hari atau E760
jam)
125 x 106
:
-8ia-
kw
=
14280 kw
-T--
I l6 Pembongkit Listrik Tenogo Air
(ilr) Faktor kapasitas
Puncak pengoperasian
Efisiensi pembangkit
Puncak pengoperasian
Efisiensi pembangkit
Kebutuhan rata-rata
Beban Listrik
pada Turbin Air ll7
beban, faktor kapasitas dan faktor kegunaan itu?
Apakah arti faktor selingan atau perubahan itu?
Mengapakah meramalkan kebutuhan beban yang mendatang kelak merupakan
keharusan?
Apakah metode-metode ramalan itu?
Beban dari sebuah pembangkit tenaga hidrolistrik bervariasi antara minimum
lo.0oo kw sampai maksimum 35.000
kw. Dua buah pembangkit tenaga air de-
ngan kapasitas masing-masing 22.000 kW telah terpasang'
Hitunglah:
(r) Jumlah kapasitas terpasang dari pembangkit'
(ir) Faktor pembangkit.
(iir) Kebutuhan maksimum.
(iv) Faktor beban.
(iv) Faktor kegunaan.
(Jawab 44.000 kW, 51,290, 35.000 kW, 64'3010,79,50/o)'
sebuah stasiun pembangkit tenaga arus saluralt dengan kapasitas terpasang I 5.00o
kw beroperasi pada faktor beban I 5 9o pada waktu melayani sebuah stasiun pem-
bangkit tenaga dengan beban puncak. Berapakah pembebasan terendah dalam sa-
lura-n agar stasiun fembangkit
dapat melayani sebagai stasiun pembangkit tenaga
dengaribeban
por<orr Diketahui efisiensi
pembangkit adalahT5o/.0 apabila beker-
ja dI bawah ketinggian 20 m. Juga hitunglah faktor beban maksimal dari pem-
bangkit apabila pembebasan di dalam saluran meningkat melja{i.
?O \'!9:'
(Jawab 15,3 mrldet' 19'690)'
-
Kapasitas stasiun pembangkit
14.280
=
md'
:
0,57 atat 57c1o
coNToH 5.2
Apabila sebuah pembangkit tenaga aliran sungai beroperasi sebagai stasiun pem-
bangkit beban puncak dengan beban mingguan sebesar 2Ot/0, maka kapasitasnya ada-
lah merupakan kapasitas tetap. Berapakah arus minimal dalam sungai agar dapat men-
jadi stasiun pembangkit yang melayani kita dengan pokok beban? Hal itu terjadi
apabila:
Besarnya kapasitas terpasang dari pembangkit
=
10.000 kW.
2.
3.
Taksiran faktor beban harian dari pembangkit apabila arus aliran sebesar 15 m3ldet.
PENYELESAIAN
Besarnya kapasitas terpasang dari pembangkit
=
10.00O kW.
=
15m
= 8090.
=
l5m.
= 8090.
Apabila pembangkit beroperasi sebagai pembangkit dengan puncak beban dengan fak-
tor beban 200/0, maka jumlah
energi yang dibangkitkan untuk satu minggu
:
10.000 x 0,20x(7 x24)
=
33,6x lo4 kwh
Apabila
Q
merupakan keharusan arus minimum pembangkit untuk dapat menjadi pem-
bangkit dengan beban pokok, maka tenaga P berkembang menuju:
P
= 9,8QHqkW
n
=
9,8xQx15x0,8 kW
atau P = ll7,60kW
Karena itu jumlah pertumbuhan unit-unit dalam seminggu adalah:
...(l)
. . .(2)
atau
Karena itu arus minimum dalam sungai adalah
=
16,96 m3,/det. Apabila arus aliran
itu sebesar 15 m3,/det, maka tenaga per hari menjadi sebagai berikut:
P
=
ll7,6Q : ll7,6x15 kW
= 1764 kW
Jumlah unit-unit yang dibangkitkan dalam 24 jam
adalah:
1764x24
= 42336 kWh.
Karena itu faktor beban harian adalah:
=
tt7,6Qx(7 x.24)
=
1,98 x ldo kwh
Mempersamakan (l) dengan (2) kita memperoleh:
33,6x IOa
=
1,98 xt&Q
o =-i3$: ft,e6m3/det
42336
:
I0-JO0-;z-
:
0,1764 atau l7,ilolo
PERTANYAAN
Bagaimanakah hubungan timbal-balik (interrelation) yang ada antara faktor-faktor
r
BAB 6
TIPE-TIPE PEMBANGKIT
LISTRIK
TENAGA AIR-I
(PEMBANGKIT
DENGAN TEKANAN AIR TINGGI
DAN RENDAH)
KLASIFIKASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR
Pembangkit listrik tenaga air diperagakan secara besar-besaran da-
lam berbagai
jenis.
Hampir setiap proyek tenaga air mempunyai se-
suatu yang sangat menarik perhatian, yang tidak sebagaimana biasa-
nya didapati di proyek-proyek lain yang sama tipenya. Akan tet4pi
untuk memudahkan pembahasannya perlu diadakan klasifikasi me-
ngenai pembangkit dalam grup-grup yang berbeda. Dengan demikian
suatu klasifikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, tergantung
pada aspek istimewa yang ditinjau klasifikasinya. Jadi, pembangkit
tenaga air dapat diklasifikasikan atas dasar lokasi, keadaan iopogra-
fi, ada atau tidak adanya kolam penampungan,
tingkatan peng_
operasian tinggi
jatuh
air, keadaan hidrolis pembangkitnya
sendiri,
dan sebagainya. Tentu saja untuk memberi pengertian yang lengkap
dari setiap
jenisnya,
diperlukan berbagai keterangan dari setiap
kategori.
Suatu hal perlu diingat, tidak seluruh klasifikasi mutrak dibutuh-
kan, misalnya ada atau tidak adanya kolam penampungan
air, dan
juga
beberapa perhitungan
dan analisis hidrolis mengenai pembang-
kit listrik tersebut. sistem pengoperasian pembangkit ditentukan oleh
sifat-sifat lainnya, sama halnya seperti ada atau tidak adanya kolam
penampungan.
Xlasifikasi Berdasarkan Tujuan
Sudut lain yang sama pentingnya ialah, meskipun yang akan diba-
has mengenai proyek pembangkit listrik tenaga air, dalam banyak hal
i
.l
J
Tipe-tipe Pembongkit Listrik Tenoga Air-I l19
tidaklah semudah mengadakan pembahasan proyek yang bertujuan
tunggal memproduksi tenaga listri[, karena secara normal biasanya
proyek direncanakan mempunyai tujuan bermacam-macam. Jadi suatu
proyek tunggal boleh dipertimbangkan mempunyai fungsi yang
berbeda-beda, niisalnya untuk suplai air, irigasi, kontrol banjir dan
lain sebagainya, di samping
produksi utamanya yaitu tenaga listrik.
Bhakra Project Complex (India) adalah suatu proyek tenaga listrik
tetapi
juga
berfungsi untuk irigasi. The Tennesse Valley Scheme,
juga
berfungsi sebagai pengontrol banjir di samping rnemproduksi tenaga
listrik. Proyek dengan tujuan yang bermacam-macam ini merupakan
ciri-iiri khusus dalim perencanaan proyek tersebut. Misalnya, dalam
perencanaan pada alur pelayaran sungai, pembangunan sebuah ben-
dungan harus mempertimbangkan agar lalu-lintas pelayaran kapal ti-
dak terganggu,
Klasifikasi Berdasarkan Keadaan Hidrsulik
Suatu dasar klasifikasi pada pembangkit listrik tenaga air adalah
mempeihatikan pengaruh prinsip dasar hidraulika saat perencanaan-
nya. Ada empat
jenis pembangkit listrik tenaga air yang mengguna-
kan prinsip dasar ini, ialah:
(i) Pembongkit listrik tenaga air konvensionol. Pembangkit listrik
ini menggunakan kekuatan air secara wajar yang diperoleh dari peng-
aliran air dan sungai.
Dengan demikian dapat disebut sebagai pembangkit listrik tenaga
air tradisional di India, dan semua proyek listrik tenaga air, pembang-
kitnya mempunyai tipe ini.
(i) Pembangkit listrik dengan pemompaan kembali air ke kolam
penamp;un gciri. Dengan demikian pembangkit mempergunakan kon-
sep perputaran kembali air yang sama dengan mempergunakan
pom-
pa, yang dilakukan saat pembangkit melayani permintaan tenaga lis-
trik yang tidak begitu berat. Setiap pembangkit dibangun di atas ta-
nah yang lnai di berbagai bagian dunia ini, sebagian besar di antara-
nya telah selesai dibangun di negara-negara seperti Amerika, Peran-
cis dan Jepang. Dan beberapa di antaranya berkembang sebagai pro-
yek yang penting, yang akan dibicarakan secara terpisah dalam pasal
berikut.
(iii) Pembangkit listrik tenaga air posong surut. Hanya sedikit pem-
bangkit
jenis
ini, seperti La Rance di Perancis ydnE telah dioperasi-
k-an dengan mempergunakan tenaga air pasang-surut yang luar biasa
besarnya. Kami akan bicarakan tipe utama pembangkit listrik tenaga
air pasang-surut secara terpisah dalam Bab 16.
(iv) Pembongkit listrik tenaga oir yang ditekan. Pembangkit ini me-
rupakdii"
jenis yang jarang
dijumpai di antara
jenis-jenis PLTA. Di
,r
120 Pembangkit Listrik Tenaga Air
sini tenaga air digunakan secara umum, dengan mengalihkan air dari
se buah sumber air yang besar, seperti air raut yang riasuk t. ,"ur"t
penurunan
topografis yang aramiah, yang didistribusikan daram p6ng-
operasian ketinggian tekanan air untuk membangkitkan
tenaga listrik.
Tingkatan ketinggian air akibat penurunan
dikontrol terha-rlap pro-
ses penguapan
alam.
Klasifikasi Dasar Sistem Pengoperasian
Pembangkit Iistrik tenaga air dapat juga
diklasifikasikan atas dasar
permintaan.
Pengoperasian itu bekerja dalam hubungan penyediaan tenaga lis-
trik oleh pembangkit
sesuai dengan permintaan,
atau pengoperasian
itu dapat berbentuk suatu kesatuan sistem kisi-kisi yang aipit mem-
punyai banyak unit, tidak hanya dari tenaga air tetapi
juga
dari sum-
ber panas atau tenaga nuklir.
Pada zaman sekarang, sistem pembangkit listrik dengan kebutuhan
yang terpisah-pisah tidaklah biasa. Sudah barang tentu pembangkit
listrik dapat dibangun untuk konsumsi dan kebutuha, rendi.i-r"ndiri,
walaupun di berbagai negara hal tersebut tidak
diizinkan. Kemajuan
pertumbuhan pembangkit
listrik tenaga air di India misalnya, dimo-
nopoli oleh negara. Belakangan ini sebelum sistem kisi-kisi ditemu-
kan, pembangkit listrik banyak dibangun oreh negara untuk kebutuhan
khusus. Misalnya, proyek listrik tenaga air Khopoli, dibangun khp-
sus untuk memberi kekuatan aliran listrik ke kota-kota sekitar Bom-
bay. Apabila sebuah stasiun listrik tenaga air beroperasi dengan satu
unit dalam suatu kesatuan sistem, pengoperasiannya
merupakan
hu-
bungan tertutup di dalam, sesuai dengan sistem yang dikehendaki.
Jika stasiun listrik.ini masuk dalam kekuatan sebuih kisi-kisi, se-
lanjutnya dapat dipergunakan sebagai dasar muotan utama dari pem-
bangkit atau sebuah puncak pemb,ebanan pembangkit.
Kita sudah
membicarakan penempatan
tenaga air dalam sebuahlengiriman yang
merupakan komposisi kekuatan sumber panas, kekuatan nuklir, dan
kekuatan air dalam sistem kisi-kisi. untuk pembangkit
listrik dengan
:irt-9T
pemompaan air kembali ke tilmpat kolam pinyimpanan,
ma-
ka beban puncak pada pembangkitiistrik
ini sangit penting. Umum-
nya pada pengoperasian pembangkit listrik tenaga air, sistem dengan
beban puncak sangat cocok dalam pengoperasian,
tepatnya untukmim-
percepat start-nya dan relatif mudah dalam muatan daya ekselerasi.
Klasifikasi Dasar Lokasi Kolam
penyimpanan
dan
pengatur
Instalasi pembangkit listrik tenaga air dapat juga
diklasifikasikan
atas pertimbangan
mengenai cuaca di mana instalasi itu dapat dileng-
kapi dengan sebuah kolam penyimpanan
cadangan atau tidak. Ko.
Tipe-tipe Pembongkit Listrik Tenago Air-I l2l
lam itu dilengkapi dengan konstruksi bendungan/tanggul. Kolam
penyimpanan tersebut sangat diperlukan ketika terjadinya peng-
aliran tidak sama untuk kurun waktu lebih dari satu tahun. Tanpa
kolam penyimpanan, pembangkit/instalasi dipergunakan hanya da-
lam pengaliran yang benar-benar dalam keadaan normal. Dengan de-
mikian
jika hanya ada sebuah kolam cadangan yang kecil, maka se-
buah kolam pengatur yang akan dibuat dengan hati-hati karena naik-
turunnya muka air dari hari ke hari, mungkin sangat diperlukan. Ba-
ngunannya terdiri atas sebuah bendungan/tanggul
yang merupakan
tuntutan berat bagi pengeluaran dan penambahan investasi yang be-
sar dan dibutuhkan oleh proyek tersebut.
Klasifikasi Dasar Mengenai Lokasi dan Topografi
Instalasi pembangkit listrik tenaga air dapat berlokasi di daerah pe-
gunungan atau dataran. Biasanya pembangkit listrik di daerah pegu-
nungan bangunan utanlanya merupakan bendungan, sedang pembang-
kit listrik di daerah yang datar bangunan utamanya berupa tanggul.
'Di
daerah dataran, biasanya sungainya lebar, dengan banjir besar di
daerah tanah yang datar, dan mungkin membutuhkan kerja peng-
ubahan sungai yang lama. Pembangkit yang lokasinya
jauh
di peda-
laman berarti
jauh
dari beban utama di pusat, berarti biaya pengiri-
man muatan listrik relatif lebih mahal daripada proyek-proyek di de-
kat kota.
Jadi pengetahuan tentang tempat dan topografi atas sebuah pem-
bangkit listrik tenaga.air sangat penting.
Klasifikasi Dasar tentang Kapasitas PLTA
Klasifikasi dari Mosonyi atas dasar kapasitas PLTA adalah seba-
gai berikut:
0)
Pembangkit listrik yang paling kecil
sampai dengan
100 kw
(ll) Kapasitas PLTA yang terendah sampai
dengan
1000 kW
(iiil Kapasitas menengah PLTA sampai
dengan
(iv) Kapasitas tertinggi di atas
10.000 kw
10.000 kw
Jika kami mengingat bahwa besarnya kekuatan pembangkit-
pembangkit listrik di dunia mempunyai kesanggupan dengan kapasi-
tas berkisar 5000 MW, maka klasifikasi di atas tersebut kelihatannya
tidak seimbang. Kami mengajukan sgbuah klasifikasi dasar kapasitas
PLTA sebagai berikut:
(r) Pembangkit listrik yhng terkecil < 5 MW
122 Beban Listrik pado Turbin Air
(r,) Pembangkit listrik kapasitas
menengah
(iii) Pembangkit listrik kapasitas
tinggi
(iv) Pembangkit listrik kapasitas
tertinggi
Dalam perkembangan
umum PLTA di India sebagian besar pem_
bangkit listrik di sana berukuran di atas 5 MW; ukuran ini berarti ber-
kekuatan sedang atau tinggi, tetapi tidak berkapasitas sangat tinggi.
Contoh PLTA dengan kapasitas tinggi sekali adalah PLTA di Kras-
noyarsk atau di Bratsk, keduanya di Uni Soviet, Churchill Falls di Ca-
nada, atau Grand coulee di Amerika Serikat.
pembangkit
listrik de-
ngan kapasitas kecil mempunyai hal-hal khusus seperti pada pembang-
kit listrik di saluran irigasi, di mana PLTA dapat dibangun dengan
memanfaatkan air terjun.
Klasifikasi Dasar Mengenai Ketinggian Tekanan Air
Sepintas lalu dari klasifikasi di atas dapat dipergunakan untuk me-
milih suatu kekuatan pembangit listrik; adapun yang paling menarik
dan memudahkan adalah pengklasifikasian
atas dasar ketinggian te-
kanan air. Grup Ludin's dari PLTA (yang disebut oleh Mosonyi) di-
bahas pada halaman 123\.
Garis tekanon air
(, Ketinggian tekanan air kecil pa-
Ketinggian
da PLTA (
15 m
(ii) Ketinggian tekanan air rendah 15 m
-
50 m
(iii) Ketinggian tekanan air menengah (
50 m
Pengelornpokan ini seolah-olah mutlak dan tidak wajar, sehingga
disarankan pengelompokan yang lebih masuk akal sebagai berikut:
(t) PLTA dengan tekanan air ren-
dah kurang dari
(rr) PLTA dengan tekanan air me-
nengah berkisar
(iii) PLTA dengan tekanan air tinggi
berkisar
(iv) PLTA dengan tekanan air yang
sangat tinggi
Pengelompokan ini akan dibicarakan belakarrga, pdd" pembahasan
tentang
jenis-jenis
klasifikasi lainnya.
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenaga Air-I 125
da kondisi aliran arus pasang naik dan pasang surut, dan perubahan-
perubahan karakter lainnya pada sungai.* Aliran dari pembangkit lis-
trik pada aliran sungai akan selalu mempunyai tempat-tempat penam-
pungan kecil untuk didistribusikan kepada kolam utama yang terpen-
ting, dengan mempertimbangkan fluktuasi aliran dari hari ke hari.
Pembangkit listrik pada aliran sungai adalah pembangkit dengan ke-
tinggian tekanan air yang rendah. Kadang-kadang mungkin
juga ber-
tekanan air sedang, di mana topografi tanah memungkinkan. Misal-
nya sebuah air terjun alam dari sungai.
Pembangkit listrik semacam itu terkenal di Eropa dan semua su-
ngai penting dapat mempunyai rangkaian dari setiap pembangkit lis-
trik di sepanjang alirannya. Di India hanya sedikit dibangun pembang-
kit listrik di aliran sungai. Pembangkit listrik tenaga air yang dibangun
sebagai pembangkit listrik di aliran sungai adalah Obra (UP, India),
Jawaharsagar (Rajasthan, India), dan sebagainya.
Penyebab ketidakmampuan secara penuh pada pembangkit listrik
aliran sungai di India ialah keadaan beberapa iklim musim yang me-
nyebabkan pusat aliran hanya ada dalam beberapa bulan. Sungai-
sungai di Eropa mempunyai bentuk istimewa dengan pembagian alir-
an yang cocok untuk kategori pembangkit yang kecil sekali.
Kota-kota di India bagian atas mempunyai pembangkit jenis terse-
but, yaitu bendungan utama dibangun di atas aliran yang lebih ting-
gi, di samping itu, aliran di lokasi pembangkit dikontrol secara teratur
dengan mengadakan hubungan dengan kolam cadangan. Perkem-
bangan pembangkit listrik tenaga aliran sungai pada umumnya lebih
menonjol pada sungai-sungai yang dalam setahun terus-menerus me-
ngalir, yang dengan usaha modernisasi diperlukan biaya yang tinggi,
pada lokasi dengan kemiringan yang landai, hanya mengandung se-
dikit endapan atau bebas dari gangguan salju pada bagian-bagian
sungai.
SUSUNAN UMUM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA
ALIRAN SUNGAI
pembangkit
listrik tenaga aliran sungai mempunyai sebuah kam-ar me-
sin, yang dihubungkan dengan sebuah
jembatan ke bendungan di su-
ngai, dan
juga
bekerja mengatur aliran sungai dengan perlengkapan
'
pintu-pintu yang sedikit menonjol di atas lantii. Sebagian kecil dari
aKami
boleh menyebutkan di sini bahwa ada sedikit kekurangtepatan tentang kondisi aliran
dari sungai. Beberapa pengarang berpendapat bahwa suatu PLTA yang tidak.melakukan
penyimpangan dari aliran dapat diputuskan sebagai PLTA dengan aliran dari sungai. Per-
nyataan ini kelihatannya tidak masuk akal dan
juga menyulitkan karena sebenarnya pem-
bangkitnya merupakan dua tipe yang sangat berbeda.
5 sampai 100 MW
101 Mw- 1000 Mw
di atas 1000 Mw
di bawah 15 m
15 m-70 m
7l m-250 m
di atas 250 m
I
I
I
I
r
126 Pembangkit Listrik Tenaga Air
sebuah bendungan diperlihatkan dalam skema Gambar 6.2. Dalam
praktiknya
bendungan itu berfungsi untuk semua kebutuhan dan tu-
juan,
dan sebagai pengontrol
aliran sungai selama arus pasang tinggi
dilengkapi dengan tiang-tiang pancang,
dan
juga
sebuah teroiongan
pembatas
untuk tekanan air yang berbeda di intara pinggir sebelah
atas dan sebelah bawah. Ini disebut kolam air dari pemdangtit.
trmbangan berat
Maks. W.L.856-0
F.S.L.852.0
Galur batang
Kepala Et, 812.0
EL.8o5.o
-
EL.
EL. 770.0
EL. 7s',t.O Jajaran batu
karang
EL 893.0
|
q Dari jalan
lm'-6'
Pen EL 845.0
,/1
= 0O'l
R:60'R=18.4,
Aliran 27" x 30"
,-_ 152'_6'
r
Gambar 6.2. Bagian dari bendungan Kota, di India.
(ukuran dalam FPS)
Air yang masuk dalam kamar mesin melalui suatu rangkaian ker-
jasama
d-ari kolam air, atau melalui komponen-komponen kolam pe-
nampungan air, sebagai berikut:
(l) Pintu masuk untuk setiap unit mesin dipisahkan oleh pangkalan-
pangkalan dan dinding jembatan.
Peralatan yang menunjang struk-
tur pintu masuk adalah dudukan jendela,
rel gigit yang baik, atau din-
ding pelindung kekuatan kamar mesin.
(2) Kamar turbin terdiri dari gulungan teromol dengan turbin.
(3) Beton lubang rangka besi.
(4) Bangunan kamar mesin, misalnya kamar besar mesin dan
bangunan-bangunan untuk dinamo dan listrik serta perlengkapan
mekanik.
Bangunan-bangunan tambahan selain tersebut di atas ialah
penyimpangan-penyimpangan
dinding atau dinding-dinding uap,
jembatan-jembatan
pelayanan, pompa terapung untuk pemadam ke-
bakaran, serambi belakang dan muka, ruangan untuk berbagai pe-
,
l
I
,l
;l
il
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenaga Air-I 127
kerjaan di sungai dan sebagainya,
juga diperlengkapi sesuai dengan
kebutuhan. Dalam mengatasi muatan endapan di sungai, di depan pintu
masuk diperlengkapi dengan perangkap endapan.
Sepanjang bendungan dilengkapi dengan kamar mesin yang meru-
pakan bagian integral dari bendungan itu sendiri, atau merupakan
ruangan tambahan yang diletakkan bersebelahan, tergantung pada ren-
cana
pengaturannya. Berikut ini adalah tujuan tambahan grup pem-
bangkit listrlk tenaga aliran sungai:
(r) Blok tenaga pembangkit, (ir) Kekuatan mesin pembangkit ber-
ganda, (iir) Pangkal kekuatan mesin pembangkit, (iv) Pembenaman
mesin pembangkit.
Grup-grup ini terbagi-bagi atas dasar pengaturan konstruksi dari
kamar mesin bendungan yang berhadap-hadapan.
Pada sebelah sisi bendungan dilengkapi dengan kamar mesin yang
letaknya dipisahkan dengan dinding batas pemisah blok pembangkit
tenaga kekuatan mesin, pembangkit berganda ini sama, kecuali ada-
nya pengaturan yang harus terbagi atas satu kamar tenaga kekuatan
mesin pembangkit dan dua kamar tenaga pada dua tanggul.
Pangkal kekuatan mesin pembangkit terbagi-bagi atas pangkal-
pangkal luar yang berlubang dalam bendungan, dan tenaga-tenaga di
dalam pangkalan disesuaikan dalam kamar besar tenaga ini.
Dalam pembenaman tenaga pembangkit, kamar mesin yang besar
terbagi-bagi di bawah badan bendungan.
Gambar 6.3 memperlihatkan pengaturan mengenai aliran air sungai
di pembangkit tenaga aliran sungai.
Aliran Aliran
Aliran
I
Dcrmaga
lt
I
M/C
I
3
M/C
I
4
Gambar 6.3. Pengaturan mengenai keluar masuknya aliran sungai pada
pembangkit listrik tenaga aliran sungai.
Semua pengaturan ini digambarkan seperti di bawah ini secara siag-
kat. sekaii lagi ditekankan bahwa pada umumnya klasifikasi di luar
dan di dalam tiap pembangkit listrik tenaga aliran sungai mungkin
banyak variasi tambahan.
Blok Sentral Tenaga Listrik
Blok sentral tenagalistrik mempergunakan berbagai pengaturan yang
l
Dermagal
rl]
I
Tanggul
\
r
128 Pembangkit Listrik Tenaga Air
lebih luas di luar rencana yang disebutkan di atas. Sebuah blok sen-
tral tenaga listrik mungkin dilengkapi dengan kebiasaan lain, misal-
nya, kepala turbin yang lemah. Daun baling-baling turbin Kaplan da-
pat tetap atau berputar dengan bola turbin yang berbentuk seperti pi-
pa. Pasangan garis mendatar atau tegak lurus turbin Kaplan mungkin
diperlukan. Untuk sungai yang lebar dan luas mungkin
jenis
turbin
ini cocok dan akan memberi banyak keuntungan. Beberapa keuntungan
tersebut cukup memadai untuk bendungan yang panjang yang dapat
dilalui banjir tanpa rintangan dan rasio yang lebih tinggi pada roda
turbin saat banjir yang maksimum. Akan tetapi adanya ruangan yang
bersebelahan di satu sisi dapat menimbulkan pengaliran banjir yang
dibelokkan dan cenderung berlawanan dari fungsi turbin-turbin itu.
Pusaran-pusaran air dari vortices yang terjadi dalam ruangan terse-
but boleh jadi menimbulkan endapan yang tidak baik, yang akhirnya
akan masuk ke dalam ruangan tenaga. Apabila aliran banjir tersebut
melalui kemiringan yang landai, mungkin terjadi tumpukan sampah
yang dapat mengakibatkan bermacam kerugian. Dengan demikian pe-
nempatan sebuah pembangkit listrik direncanakan pada lekukan sam-
ping belokan sungai, dan penempatan tanggul-tanggul penghalang di
atas belokan sungai yang memungkinkan.
Pertimbangan untuk pemilihan sebuah lokasi didasarkan atas indi-
kasi, bahwa pelebaran sebelah kiri sungai sesudah lokasi pembangkit
akan cukup lebar dilafui banjir. Panjang bendungan dan
juga penerrf-
patan pangkalan-pang{kalan juga
dengan memperhatikan pengaruh ber-
bagai kondisi air.
Pengaturan bendungan dan stasiun tenaga secira optimum perlu
memperhatikan kondisi aliran air, yang harus diputuskan sesudah mem-
pelajari model ukuran air. Dengan demikian ddpat diputuskan apa-
kah bendungan itu akan terus dibangun, meski tar,pa adanya perha-
tian khusus dan secara tidak langsung terhadap stasiun tenaga,
juga
adanya pertukaran arus pasang naik dengan mencurahkan perhatian
kepada stasiun tenaga atau pertukaran arus pasang surut. Begitu pu-
la dengan keputusan lain, misalnya apabila diperlukan pembagian per-
luasan lokasi atau pembangkit tenaga, maka sebuah lokasi yang ter-
pisah antara bendungan dan stasiun tenaga akan terbagi. Dengan de-
mikian harus dipikirkan apakah hal tersebut akan dijadikan ukuran
dan bentuk yang sama. Dan hal-hal lainnya
juga
dipertimbangkan se-
sudah dilakukan percobaan yang teliti tentang model tes di berbagai
aliran sungai.
Sebuah blok tempat mesin akan lebih murah dibangun dengan ba-
han bekas bangunan dalam susunan tambahan pembagian stasiun te-
naga, yang dapat mengurangi lebar bangunan bendungan atau bah-
kan membagi bendungan itu dengan bangunan yang terpisah.
Tipe-tipe Pembongkit Listrik Tenaga Air-I 129
Sebagai contoh ada beberapa
pembangkit listrik tipe blok aliran su-
ngai diindia dan sejumlah besar tipe pembangkit ini di Jerman, Aus-
irI; a". S*iss. Austiia *empu.yui835
pembangkit listrik tenaga alir-
",
r""gui dengan bermacam-macam
tipe' Di Sungai Danube di Aus-
tria miialnya,lerdapat
sebuah saluran dari l3 stasiun tipe aliran su-
ngui vurrg
telah dibangun atau
gedang direncanakan' Panjang aliran-
"v"-isO
f* dan ketinlggian tekanan_air berkisar 160 m. Gambar 6.4
#.Lp"ifit
"tkan
stasiui-pembangkit
di Aschack yang bertipe blok pada
SunpiDanube(Austria).Pembangkitinimempunyaisebuahbangunan
O.niu" kapasitas 280I\'iW dengan dinamo yang berkekuatan.T0
MW'
Seti"ap stasiun di atas sungai merupakan sebuah
pembangkit listrik de-
ngan bermacam-macam
tujuan serta untuk
pelayaran
juga' Sepasang
kinci tampak
jelas di atai sisi kanan. Cara
penempatan di atas sisi
kiri sepanjang 156 m dengan 5 pembukaan
-
untuk setiap luas 24
[i yans aipisatrtan dengan
jarat I m, dan setiap
pembukaan selalu
aitontiot d'"ngur, sebuah daun ganda otomatis dengan ketinggian ti-
pe pintu 15,8 ;. Stasiun tenaga disesuaikan dengan
penempatan 5 tur-
iirixuptorr'yang
berkemurrrp.ran
tinggi, tekanan air 15 m dan kapasi-
tas aliian dari 500 m3/det. Dinamo dengan
perputaran 220 KV dan
pi.t"-pi"t, pembuangannya dikendalikin dari kamar pengontrol'
Stasiun Tenaga Ganda
Jika kemampuan
pembangkit yang direncanakan adalah besar
pa-
da tenaga yani.enaan, maka akan mengalami kesukaran untuk men-
capai tciniisi aliran
yang memuaskan dalam sebuah medan tunggal
dan kesatuan aliran
yurg no.rnul pada rel-rel bergigi' karena sebuah
stasiun tenaga akan mempunyai
panjang yang tidak lazim dan medan
yang besar. bengun demikian
putaran-putaran sebuah stasiun tenaga
i".a"
f"Uit disufai dengan
penempatan stasiun tenaga di atas sisi lain
fiusat
bendungan.
pengaturan
semacam ini cocok di atas aliran yang
lurus atau p.*otongun
jalan yang pendek pada sebuah kelokan' atau
dalam kelokan-kelokan
dengan beban mLlatan
yang tidak begitu berat.
Sebuah variasi dari tipe stasiun tenaga ini adalah perpaduan peng-
aturan di mana sebuah iipe blok dari stasiun tenaga ini ditempatkan
secara sentral dan di sebeiah kedua sisinya adalah bagian-bagian
ben-
dungan.
\
Stasiuntenagagandamenimbulkanbeberapakesulitanyangmele.
bihi keuntungannya.
Biaya investasi
yang tinggi'
perarratan yang
ii"ggi, biaya sipervisi dan lesukaran dalam pengangkutan kawat-kawat
aeiEan uoitur"iirggi merupakan beberapa faktor yang merugikan
pada
sebiah instalasi. Sebuah contoh dari tipe pembangkit listrik tenaga
ganda ialah Ybbs-Persenbeug di atas Sungai Danube (Austria) yang
-mempunyai
kemampuan sebesar 240 MW dengan 6 roda-roda Kaplan
T
7'
130 Pembangkit Listrik Tenoga Air
@O\
dd
Tipe-tipe Pembongkit Listrik Tenaga Air-I l3l
dan 6 dinamo tipe payung.
Lokasi Stasiun Tenaga Listrik
Sebuah lokasi stasiun tenaga merupakan bangunan-bangunan yang
mempunyai satu set dinamo turbin dalam tiap lokasi bendungan. Un-
tuk memenuhi kebutuhan khusus, sebuah lokasi dapat
juga
mempu-
nyai dua pasang dinamo. Sebuah lokasi stasiun tenaga listrik dapat
dikatakan cocok bila tidak ada kemungkinan buruk karena pelebaran
sungai dan aliran sungainya lurus atau agak berkelok. Dengan demi-
kian sebuah stasiun boleh
juga
disesuaikan untuk sungai-sungai yang
tidak mempunyai masalah serius karena es-es yang
mengapung.
Sebuah contoh dari medan stasiun kepala mesin adalah pembang-
kit Lavamund di atas Sungai Drava di Austria yang bekerja di bawah
ketinggian tekanan air 9-m dan mempunyai kapasitas 23 MW. Gam-
bar 6.5 memperlihatkan sebuah medan dari pembangkit tenaga di sta-
siun Lavamund dengan lebar sungai l6-m, masing-masing bangunan
mempunyai satu unit tunggal. Di sana ada sejumlah besar pembang-
kit listrik di atas Sungai Drava.
Keuntungan pertama yang akan dihasilkan oleh tipe ini ialah tidak
diperlukannya perluasan pelebaran lokasi seandainya terjadi penyem-
pitan lembah sungai, meski ada beberapa yang tidak dapat dipisah-
kan dari keadaan yang kurang menguntungkan dari pembangkit lis-
trik ini. Pelebaran yang lebih besar pada lokasi kerja mesin-mesin me-
ngurangi kemungkinan gangguan es. Lagi pula sebagai kesatuan-
kesatuan yang tidak dipusatkan pada satu tempat, kontrol pengope-
rasian relatif sukar. NiJai yang lebih tinggi adalah pengosongan pem-
Dimensi luas dalam meter
Gambar 6.5. Sebuah medan dari pembangkit listrik di Lavamund [Austrial.
4
o0
6
F

c.l
J
F
k
V
/
!
o
u
d
dl
J<
()
(d
o
cd
a
(d
(B
'
(n
6
o
o
/.
t0
\o
c
E
cl
t
6
o0
,
C,
r
132 Pembangkit Listrik Tenaga Air
bangkit listrik, dan yang sangat menarik perhatian ialah blok stasiun
tenaganya.
Stasiun tenaga yang terbenam
Dalam tipe stasiun tenaga ini, stasiun tenaga dibangun di dalam ba-
gian bendungan air terjun
itu sendiri. Bagian pelim-
pah bendungan pintu air di
dasar bendungan mengalir-
kan aliran banjir ke bagian
hilir. Tinggi air di atas ben-
dungan diatur dari pintu di
puncak bendungan. Tubu-
lar turbin horizontal atau
miring dengan daun runner
yang tetap (atau dapat di-
stel) atau propeler turbin
yang konvensional yang te-
tap (atau dapat distel)
daun-daunnya ditutup dalam sebuah scroll cose dan dilengkapi de-
ngan tube tipe siku-siku. Gambar 6.6 memperlihatkan potongan me-
lintang stasiun yang dilengkapi dengan sebuah turbin Kaplan dengan
tangkai vertikal. Contoh stasiun tenaga yang terbenam ini ialah sta-
siun Steinback, di Jerman, Stas\iun Kiev (320 MW) di Uni Soviet dan
sebagainya.
BENDUNGAN PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK DI LEMBAH
Gambaran yang menarik pada sebuah bendungan pembangkit listrik
di lembah adalah sebuah bendungan pada aliran sungai yang mencip-
takan tempat penyimpanan cadangan air untuk menghasilkan keting-
gian tekanan air yang diperlukan untuk stasiun tenaga. Stasiun tena-
ga langsung ditempatkan pada sudut kanan kaki bendungan.
peng-
aliran air melalui pipa pesat yang terbenam di dalam bendungan me-
nuju stasiun tenaga dan langsung dibuang kembali ke sungai. Potongan
melihtang sebuah pembangkit listrik (Grand Coulee, AS) diperlihat-
kan dalam Gambar 6.7. Reservoar untuk penyimpanan cadangan air
yang dihasilkan oleh bendungan dengan tinggi 155 m dan panjang
1200 m terbuat dari konstruksi beton dengan kapasitas penampungan
sebesar 6600 milyar m3. Proyek tersebut akan mempunyai kapasitas
beban terpasang yang berkemampuan 9780 MW. Dalam Gambar 6.8
diperlihatkan bendungan pembangkit listrik di daerah lembah Sungai
Manicouagan di Kanada.
Gambar 6.6. Stasiun tenaga listrik yang
terbenam.
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenago Air-I 133
Bendungan pembangkit di daerah lembah menghasilkan ketinggian
tekanan air ukuran menengah. Ketinggian tekanan air yang dihasil-
kan tergantung pada ketinggian bendungan. Misalnya' Proyek Bhak-
ra, ketinggian bendungan di atas fondasi adalah 226 m, sedangkan
turbin-turbin stasiun tenaga yang ditempatkan pada kaki bendungan
direncanakan untuk ketinggian tekanan air sebesar 120 m. Untuk ben-
dungan Hoover di Amerika Serikat direncanakan ketinggian tekanan
air sebesar 146 m dengan ketinggian bendungan 222 m.
Bangunan pintu kerekan
-Puncak
bendungan
permukaan air maksimal
Rel derek
Pipa masuk
Rak unit utama
Saluran
galian
Potongan melintang dari bendungan pembangkit listrik di lem-
bah Grand Caulee.
Terdapat pengatur yang berbeda-beda pada pemilihan lokasi ba-
ngunan pelimpah dari sebuah bendungan; apabila bangunan pelimpah
berada di tengah-tengah bendungan, maka stasiun tenaga dapat saja
ditempatkan di atas salah satu tepi tanggul atau sebagai stasiun tena-
ga ganda, satu di atas setiap tepi tanggul. Pengaturan hal tersebut da-
pat dilihat pada bendungan Bhakra yang diperlihatkan dalam Gam-
bar 6.9. Kadang-kadang, bangunan pelimpah diletakkan di sisi batas
bendungan seandainya stasiun tenaga diletakkan pada bagian pusat
sungai seperti yang diperlihatkan dalam Cambar 6.8. Bendungan Hoo-
ver di Amerika Serikat
juga mempergunakan stasiun tenaga ganda un-
tuk menghasilkan produksi yang tinggi dari pembangkit listrik dengan
kekuatan 1320 MW. Dalam beberapa proyek dengan bangunan pe-
limpah tipe ski-jump, stasiun tenaga mungkin dapat ditempatkan lang-
sung pada kaki di bawah bangunan pelimpah ini, di mana bangunan
tersebut merupakan atap kamar-kamar mesin yang besar. Contoh-
contoh dari pembangkit tenaga demikian ialah Chastang dan
l-'Aigle, serta proyek bendungan Bort di Perancis.
It
t!
Gambar 6.-4;
T_
134 Pembangkit Listrik Tenaga Air
i-
Gambar ffi. Kolam Penyimpanan air dari pembangkit tenaga Manicouagan.
Kadang-kadang stasiun tenaga letaknya tidak berhubungan dengan
kaki bendungan, tetapi sedikit
jauh
ke arah hilir. Setiap pengaturan
yang khusus akan lebih mahal daripada bendungan yang lebih umum,
dan pengaturan stasiun tenaga hanya akan disesuaikan bilamana
hal itu memberi sedikit keuntungan khusus seperti menghasilkan tam-
bahan ketinggian tekanan air atau berkaitan dengan keadaan topo-
grafi dan sebagainya. Pengaturan ini bagaimanapun
juga
memerlu-
kan pengangkutan air yang lebih lama dengan konsekuensi adanya
kerugian-kerugian tambahan akibat gesekan-gesekan pipa.
Penempatan stasiun tenaga pada sekeliling dasar bendungan mem-
beri keuntungan bagi keduanya karena dapat direncanakan sebagai
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenaga Air-l 135
Gambar ol,fn.nAurgan Bhakra dan stasiun tenaga.
satu unit.
Pada bendungan pembangkit listrik di daerah lembah tidaklah se-
lalu mungkin untuk menempatkan stasiun tenaga pada kaki bendungan.
Misalnya,
jika
rongga itu sempit, boleh
jadi
tidak cukup untuk kedua
ruangan bendungan pelimpah dan stasiun tenaga. Dalam keadaan de-
mikian stasiun tenaga mungkin dibangun dengan melakukan pengga-
lian bagian samping dinding-dinding rongga tersebut, atau di bawah
tanah. Sebuah pengaturan yang harmonis dilakukan pada pemba-
nguRan bendungan Maithon dari Demodar Valley Corporation di In-
dia. Sebuah stasiun tenaga di bawah tanah dibangun berbatasan de-
ngan bendungan Maithon dalam sebuah dinding samping rongga. Air
dari stasiun tefiaga dikembalikan secara langsung ke dalam saluran
utama sungai.
Rencana dan peninggian setempat pada proyek bendungan pembang-
kit tenaga di lembah Rana Pratap Sagar, India, tampak pada Gam-
bar 6.10(a) dan (b). Proyek Rana Pratap Sagar itlu (172 MW) meru2
pakan air terjun
jeram
kedua dari tiga bendungan pusat pembangkit
tenaga pada Sungai Chambal. Stasiun tenaga itu terletak pada suatu
ceruk yang dalam di bawah bendungan pembangkit tenaga
[Gambar
6.10(c)] dan sama dengan sebuah pembangkit semi bawah tanah. Air
yang keluar dari bendungan dilepas melalui terowongan berdiameter
12,2 m dan panjangnya 1466 m, serta memanfaatkan pula tambahan
kekuatan terjun setinggi l0 m pada permukaan sungai di bawah ben-
i5 t!
q9@
400-
rl
ii
7
136 Pembangkit Listrik Tenaga Air
Ii
t:
!t
t
I
I
Tipe-tipe Pembongkit Listrik Tenago Air-I 137
dungan. Karena tingkat tinggi aliran penerus ke hilir itu, stasiun te-
naga dibuat sedemikian rupa agar air agak rapat dengan tinggi rel derek.
Bagian-bagian Proyek Bendungan Lembah
Berbagai bagian penting sebuah proyek bendungan di lembah kira-
nya dapat disebut sebagai berikut:
(l) Bendungan dengan struktur perlengkapan seperti saluran-saluran
dan sebagainya.
(2) Pipa masuk dengan rak-rak, tiang-tiang, pintu dan penopang-
penopang.
(3) Batang-batang pipa (penstocks) yang menyalurkan air ke turbin
dengan katup-katup.
(4) Pusat pembangkit tenaga utama dengan komponen-komponen-
nya.
Bagian-bagian ini berhubungan dengan bab-bab berikut.
PROYEK SALURAN PENGALIH ALIRAN
Ciri khas proyek saluran pengalih aliran ialah bahwa air dari sungai
dialihkan dari saluran utama melalui saluran pengalih yang dimak-
sudkan sebagai saluran pembangkit tenaga. Sebuah stasiun tenaga di-
tempatkan pada suatu tempat yang sesuai di sepanjang saluran. Sete-
lah air mengalir melalui stasiun pembangkit tenaga, selanjutnya alir-
an itu bersatu lagi dengan aliran sungai semula. Kita akan membica-
rakan rancangannya nanti.
Pada umumnya dapatlah dikatakan bahwa proyek saluran peng-
alih aliran adalah proyek aliran dengan tekanan tinggi air rendah atau
sedang. Seperti proyek-proyek pada aliran sungai, tanpa waduk pe-
nyimpan air. Kebutuhan pusat pembangkit akan kolam dipenuhi oleh
sebuah kolam yang disebut
forebay
yang terletak tepat di muka sta-
siun pembangkit tenaga.
Pembentukan tekanan tinggi air atau heod pada proyek saluran peng-
alih aliran dapat dilakukan dalam berbagai cara. Misalnya,
(r) Tinggi air dapat dibuat pada lekukanlekukan yang lebih rata
di saluran, sebanding dengan tinggi air sungai. Selain itu, disebabkan
oleh kelokan-kelokan, panjang sungai antara dua titik mungkin lebih
besar
jika
dibandingkan dengan rentangan lurus saluran itu. Umpa-
manya pada Gambar 6.11,
jika jarak
antara titik A dan I di sepan-
jang
sungai adalah 20 km dan lekukan dasar rata-rata I dalam 500,
maka
jumlah perbedaan tingkat antara kedua titik menjadi 40 m. Ji-
ka direncanakan sebuah saluran pengalih aliran dengan panjang 12
km dan lekukan dasar rata-rata I dalam 600 seperti tampak pada Gam-
bar 6.11, antara dua titik yang sama, lereng saluran untuk panjang
20 m, mernbuat perimbangan tekanan tinggi at 20 m untuk produksi
-i
Ii I
t: 5
si
i!
:l
A!
il
;l
-.:
l.:
I
:
.;
t
!
I
I
i
!
1,"'N
.i'.
I
Irl
ri. t,
t)
o0
6
':
{

.o
C
E

a
il
I
d
{
!
.b
d
'6
S.
e'
.i'o I
tt=
fJ.
t
Iro
t6
I
I
a
3
I
I
I
t
I
!
-r
3t
if
;l
a. n
!r
:t
t$
I
I
I
!
I
a
t
t
r;;li:i p;r;
jt
111 .2
138 Pembangkit
Listrik Tenago Air
tenaga.
.
(ir) Terkadang
sungai.itu memiliki terjunan arami, dengan demikian
dapat menyediakan ketinggian yang
diperlut", uugipriv.t
r*ir.u-
luran pengalih
aliran..Daram haiitu;ariran
ai. diarihkan dari arah hulu
air terjun dan membiarkan
kembari te sungai."t.r"r,
,*rrgJii'-rtu-
lui s.tasiun pembangkit
tenaga pada
arah trilir air terjun."-
--
(irr) Proyek saluran pengaiih
aliran terkadang a"pui Jir"ncanakan
dengan aliran air yang dialihkan dari sungai
vuig tiGip"i.ut""n-
nya k9..su1eai Iain yang
lebih rendah permukaannvu
il.t"trir"ru."n
pengalih
aliran dan stasiun pembangkit
tenaga. cira ini dapat dise-
but sebagai pengalihan
aliran antarlolam.
(iv) Sering sebuah saluran irigasi memerlukan
air terjun yang
di-
salurkan untuk disesuaikan dengan kondisi tanah.
proyek
saluran dapat
dibangun pada
saluran irigasi iemacam ii,r, yurrg menyediakan
tena-
ga sebagai tujuan kedua.
perencanaannya
secara umum dalam har itu
sama dengan proyek
saluran pengalih
"lirun.
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenaga Air-I
139
naga air Chenani di Jammu dan Kashmir (India) juga
merupakan con-
toh perencanaan semacam itu. Demikian pula, aliran pelanjut yang
menuju hilir di pusat pembangkit tenaga Bhakra mengaliri pula dua
pusat pembangkit tenaga di saluran pembangkit listrik tenaga air Na-
ngal yang panjangnya 64,5 km yang alirannya dialihkan oleh ben-
dungan Nangal. Kedua pembangkit tenaga itu masing-masing berka-
pasitas 77 MW, yang beroperasi dengan ketinggian air 28,4 m.
Banyak
juga
contoh dari India dapat dikemukakan tentang pem-
bangkit tenaga yang dibangun pada saluran irigasi. Pusat pembang-
kit tenaga Sarda pada saluran lrigasi Sarda dan dioperasikan dengan
ketinggian tekanan air 18,3 m untuk menggerakkan 41,4 MW.
Pembangkit-pembangkit tenaga didirikan di sepanjang saluran mulai
dari Saluran Bari Doab Hulu pada tempat pengatur Salempur di Pun-
jab,
dengan kapasitas 45 MW. Contoh lain di lndia dengan kategori
seperti itu adalah stasiun tenaga Pathri di saluran Ganga yang meng-
gerakkan tenaga 20,4 MW dengan ketinggian air 9,8 m.
Uraian di atas memperjelas bahwa pembangkit tenaga dengan peng-
alihan aliran paling cocok dibuat di sungai-sungai yang mengalir de-
ngan kemiringan tajam atau berkelok-kelok. Selanjutnya atas pertim-
bangan ekonomis, pembangunannya lebih diperhitungkan lagi. Pro-
yek pada aliran sungai, hampir selalu, lebih ekonomis untuk pem-
bangun yang besar. Kini, saluran-saluran tenaga berukuran lebar da-
sar 80 m dan mampu mengalirkan air 1500 m3ld sudah siap diope-
rasikan di beberapa tempat di dunia. Namun adanya endapan yang
banyak sekali di sungai tidaklah cocok untuk proyek joris
ini. Biaya
per unit proyek sebagian besar ditentukan oleh panjang saluran tenaga.
Bila pembicaraan mengenai aspek-aspek desain saluran tenaga ku-
rang menarik, namun perlu diingat bahwa meskipun saluran aliran
dari hulu dan saluran aliran ke hilir mengalirkan air yang sama, teta-
pi ukurannya dapat berbeda, tergantung pada segi-segi ekonomis pa-
da konstruksinya. Saluran yang sempit dan dalam lebih diutamakan,
namun untuk saluran yang lebar dan dangkal lebih ekonomis. Saluran
aliran dari hulu biasanya dalam potongan, sedangkan saluran aliran
ke hilir boleh tidak terpotong. Dengan demikian ukurannya
jarang
yang sama.
Rancangan Proyek Pembangkit Tenaga Saluran Pengalih Alirap
Pusat pembangkit tenaga dapat ditempatkan di sepanjang saluran
pada tempat-tempat yang berlainan dengan memperhatikan panjang
saluran. Tempat pembangkit tenaga yang sebaiknya disalurkan ialah
di dekat toke off-nya atau dekat ujung penggabungan atau di tengah
panjang saluran. Penempatan pembangkit tenaga ditentukan atas dasar
analisis penghematan dan keadaan hidrogeologi daerah itu. Alterna-
Pelimpah
Bagian depan teluk
Ruang pembangkit
tenaga
Gambar 6.1I. Susunan saluran pengalih aliran.
Sebuah tanggul dapat dibuat di A dalam Gambar 6.11, sehing_
ga dapat menciptakalrynb$al
ketinggian
air.
proyek
pembangkit
le]raga
air
yamuna,
f?h-up
I, (India)
iI
pn"nuni
i5:,zi r"rwl aa"
Dha_lipur (51 MW) adalah contohjenis proyek
saluran p"ngutif,
"Ur_
an. Kedua proyek
itu terletak pada
saluran tenaga la im
lang ber-
mula dari Dakpathar.
saluran tinaga itu seranjutriyu
u.rguuunlr."--
bali dengan sungai yang
semura.
pioyek
pusat pembangkit
listrik te-
140 Pembangkit Listrik Tenaga Air
tif adalah:
1l)
Rancangan bagan pembangkit tenaga aliran hulu.
(2) Rancangan bagan pembangkit tenaga di tengah.
(3) Rancangan bagan pembangkit tenaga di aliran hilir.
Pada rancangan bagan pembangkit tenaga aliran hulu, pembang-
kit tenaga ditenrpatkan pada pintu masuk saluran pengalih aliran, se-
hingga tidak ada bangunan untuk pipa mastik atau di sepanjang salur-
an aliran hulu dari pusat pembangkit (yaitu, head race), tetapi hanya
saluran aliran pelanjut yang rendah (low tail race).Baganini tampak
pada Gambar 6.12(a). Terhadap sebagai pengganti saluran terbuka,
boleh
juga
diadakan terowongan untuk menyalurkan aliran pelanjut
itu.
Bagan pembangkit tenaga di tengah terdiri atas pusat pembangkit
tenaga yang ditempatkan kira-kira dipertengahan panjang saluran.
' Ruang pembangkit
tenaga
(c)
Gambar 6.12. Bagdn saluran pengalih aliran pembangkit tenaga.
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenaga Air-l l4l
Dengan demikian saluran itu mempunyai dua bagian, yaitu aliran dari
hulu (yaitu head race) dan aliran ke hilir (yaitu tail race, aliran pelan-
jut)
dari pusat pembangkit tenaga. Dalam hal ini, diperlukan pipa ma-
suk tersendiri pada mulut saluran pengalih, seperti tampak pada Gam-
bar 6.12(b).
Susunan pengaliran ke hilir menunjukkan tempat pusat pembang-
kit tenaga listrik pada ujung saluran pengalih; dengan demikian ha-
nya terdapat laju aliran dari hulu, dan tidak ada aliran pelanjut da-
lam saluran itu. Susunan ini tampak pada Gambar 6.12(c).
Struktur Pembangkit Tenaga Saluran Pengalih Aliran
Berikut ini bagian-bagian komponen utama pembangkit tenaga
saluran:
(l) Bendungan pengalih aliran dengan alat-alat perlengkapan
pekerjaan.
(2) Pipa masuk saluran pengalih aliran dengan segenap tambahan-
nya, seperti bendul, rak sampah, dinding peluncur, pintu air, kolam
pengendapan, saluran pengendapan, dan sebagainya. (Hal-hal ini di-
jelaskan
di bawah paragraf 'Pipa Masuk Saluran' dalam Bab l2)' Alat-
alat pengeluaran endapan merupakan aspek penting saluran masuk
pada kali yang banyak mengandung endapan lumpur. Pusat pembang-
kit listrik air Yamuna, India, menlasang alat penguras endapan seca-
ra khusus ketika aliran air membawa banyak endapan'
(3) Jembatan atau gorong-gorong dan sebagainya pada saluran peng-
alih aliran.
(4) Bagian depan teluk dan pekerjaan yang bertalian.
PUSAT PEMBANGKIT TENAGA PENGALIH ALIRAN
BERKEPALA TINGGI
Pembangkit tenaga listrik semacam itu memerlukan didirikannya bung-
kul kepala yang tinggi berhubung adanyrr pengalihan aliran air. Ada
dua cara yang dapat dilakukan:
(i) Air sungai dapat dialihkan alirannya melalui sistem saluran dan
terowongan ke sungai lain yang terdekat atau kolam yang permukaan-
nya
jauh
lebih rendah.
Contoh utama
jenis ini adalah Proyek Terusan Beas-Sutlej di In-
dia. Di situ sebanyak 0,471juta ha-m dari Sungai Beas dialihkan ke
Sungai Sutlej yang jauh lebih rendah tingkat permukaannya. Sebe-
lum dialirkan ke Sungai Sutlej, air dari Sungai Beas melalui pusat pem-
bangkit tenaga yang menggerakkan tenaga listrik 267 MW ke ujung
Sutlej, dengan menggunakan kepala setinggi 320 m. Sistem saluran
sepanjang 37,3 km terdiri dari dua terowongan dan sebuah saluran
7
142 Pembangkit Listrik Tenaga Air
listrik tenaga air (lihat juga
Bab l7). Pada tahap I proyek Koyna (In-
dia), air Sungai Koyna yang mengalir dari timur dialihkan ke Sungai
Vaitarani di sebelah barat dan menuju Laut Arab, dengan menggu-
nakan suatu ketinggian 430 m pada pusat pembangkit tenaga.
(ll) Air dari sungai dapat dialihkan sepanjang terowongan-
terowongan dari tempat ketinggian di hulu sungai ke tempat yang ren-
dah pada hilir sungai itu
juga (lihatGambar
6.ld). Sebagai contoh,
bendungan pengalih aliran air yang melintang Sungai Tawi (J. &
K.) pada proyek Chenani (India) yang mengalihkan aliran dengan sis-
tem pengalir sepanjang 20 km, yang terdiri dari saluran sepanjang
7,2km dan terusan sepanjang 3,3 km agar dapat menciptakan kepala
setinggi lebih dari 300 m. Air dari sana masuk ke dalam kolam atau
waduk pengimbang yang berkapasitas 48340 m3. Dua batang pipa
menyalurkan air dari bagian depan teluk ke pusat pembangkit tenaga
guna menghasilkan 25 MW.
Proyek saluran pengalih aliran dengan kepala tinggi lebih kurang
sama dengan proyek saluran pengalih aliran dengan kepala rendah.
Tetapi perbedaannya yang utama ialah sistem pengaliran yang rumit
pada proyek dengan kepala tinggi.
Seperti pada proyek aliran air sungai dengan kepala rendah, aliran
pada proyek saluran pengalih berkepala tinggi
juga
diatur oleh aliran
dalam sungai. Bendungan pengempang juga
menciptakan kolam yang
hanya cukup memenuhi fluktuasi dari hari ke hari. Tietapi, sekali da-
tang luapan yang dapat tertampung oleh sungai dan selanjutnya di-
alirkan melalui sistem pengalih aliran. Jika terowongan cukup pan-
jang,
sebuah tangki dapat dibuat di arah hulu stasiun pembang'kit te-
naga, yang dapat menerangkan fluktuasi kebutuhan aliran. Salurannya
mengikuti kontur tempat itu, sehingga tidak merupakan rute terpen-
dek dari pipa masuk ke pembangkit tenaga. Namun, terowongan da-
pat dibuat sesuai dengan
jarak yang terpendek, sehingga mencipta-
kan kepala yang besar, yang juga
dapat mengalihkan air dari satu ko-
lam ke kolam lain. Sebuah sketsa proyek yang menggambarkan letak
terowongan tampak pada Gambar 6.13.
Pembuatan terowongan memang lebih berguna jika
didukung oleh
waduk yang besar dan kepala yang tinggi. Tingkat fluktuasi air pada
waduk tidak mengubah banyaknya
jumlah
kepala, dan pengeluararr
tenaga dapat disesuaikan oleh aliran yang diatur dari waduk. Man-
faat ini tidak terdapat pada proyek bendungan di lembah karena pem-
bangkit tenaga dibangun pada permukaan aliran ke hilir bendungan
itu atau didekatnya. Dengan demikian,
jika
terjadi perubahan pada
tingkat permukaan waduk, akan terjadi pula perubahan pada kepala
secara proporsionalnya.
Situasi seperti ini membuat pembatasan ter-
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenaga Air-I 143
Tangki gelombang
Ruang pembangkit
tenaga
Aliran hilir
Gambar 6.13. Perkembangan terowongan pengalih aliran.
hadap puncaknya, terutama
jika
waduk sedang kosong.
Proyek Pengalihan Aliran Kepala Tinggi
Seperti digambarkan pada proyek dengan
jenis
saluran pengalih alir-
an, panjang saluran sebelah hulu dari pembangkit tenaga-yang di-
sebut aliran kepala-memasok air pada turbin melalui terowongan-
terowongan, dan sistem batang pipa. Bagian depan teluk
juga
berfungsi
menampung fluktuasi kecil. Jadi, bagian-bagian penting proyek peng-
alihan aliran kepala tinggi dapat disebut sebagai berikut:
I Bendungan pengalih aliran dengan tangga-tangga, batang pe-
luncur, dan pintu air.
2. Pipa terowongan saluran.
3. Aliran kepala (dari hulu) atau terowongan-terowongan dengan
bangunan-bangunannya seperti saluran,
jembatan
dan sebagainya.
4. Teluk/tangki.
5. Batang pipa.
6. Stasiun pembangkit tenaga.
7. Aliran pelanjut (setelah melalui tempat pembangkit tenaga).
Bagian-bagian dari proyek jenis
terowongan pengalih aliran salia
dengan
jenis
saluran pengalih aliran, kecuali bahwa ada bendungan
yang menggantikan tanggul pengalih aliran, terowongan-terowongan
yang digunakan untuk aliran dari hulu, pipa masuk pada waduk yang
digunakan sebagai pengganti pipa masuk saluran, dan tangki yang ber-
fungsi sebagai pengganti teluk. Bagian-bagian ini dibicarakan dalam
bab-bab berikut.
Bendungan---a
t----
)=<-\
N;\
144 Pembongkit Listrik Tenoga Air
Tetapi proyek pengalih aliran dengan kepala tinggi, boleh dileng-
kapi dengan bendungan sebagai salah satu komponennya, namun boleh
juga
tidak. Keuntungan dapat diperoleh dari kontur tanah alami se-
perti kecuraman sungai. Dalam keadaan demikian tetap diperlukan
kepala yang tinggi, bahkan tanpa membangun bendungan pengem-
pang. Contoh menarik ialah air terjun Niagara (AS/Kanada) di ma-
na keuntungan kepala tinggi air diambil dengan memasang batang-
batang dari u/s air terjun sampai pusat pembangkit tenaga pada ba-
gian hilir air terjun itu.
Contoh-contoh cara pengalihan aliran air dari waduk dengan
jalan
mendirikan bendungan di India terdapat pada proyek terusan Beas-
Sutlej, proyek Koyna (Tahap I), dan proyek bendungan Hirakud.
PENYIMPANAN DAN KOLAM
Dalam pembicaraan terdahulu mengenai
jenis-jenis
pusat pembang-
kit listrik tenaga air, sudah dijelaskan perbedaan-perbedaan pokok
proyek-proyek semacam itu. Umumnya, proyek bendungan di lem-
bah berarti proyek bendungan kepala sedang hingga tinggi dengan pe-
nyimpanan air yang cukup, dan proyek pada sungai berarti proyek
dengan kepala rendah sampai sedang tanpa tempat penyimpanan air
yang cukup besar, tetapi dengan waduk pengimbang yang digunakan
untuk menampung fluktuasi air
jangka pendek (kolam). Ivlengenai pro-
yek saluran pengalih aliran, pada umumnya tidak ada kolam penam-
pung itu. Proyek pengalih aliran dengan kepala tinggi, boleh meng-
gunakan waduk penyimpan air, tetapi tanpa waduk itu pun boleh
ju-
ga. Bagaimanapun juga,
sebaiknya memiliki waduk pengimbang yang
terletak di dekat pembangkit tenaga.
Aspek penting rancangan hidraulik proyek itu yaitu penentuan ka-
pasitas waduk penyimpan jika
hendak menggunakan waduk penyim-
pan, dan kapasitas kolam jika
hendak menggunakan kolam, waduk
pengimbang
dan teluk.
(1)
Kapasitas Waduk
sejauh kami membicarakan kapasitas waduk, kami telah menjelas-
kan dalam bab terdahulu prosedur kurva massa dalam penghitungan
kapasitas yang diperlukan agar sesuai dengan aliran ying dimasuk-
kan dan bagan turbin.
Tetapi kami ingin menambahkan penjelasan
berikut ini:
-
Kapasitas waduk pada basis Analisis Kurva Massa (yang dikenal
dengan nama penemunya,
Kurva Massa Rippl) harus diJesuiikan de-
ngan keperluan penyirnpanan
air sepenuhnya, susut karena penguap_
an dan penampungan
air.
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenaga Air-l 145
Angka simpanan air sepenuhnya ialah kapasitas penyimpanan wa-
duk, yang biasanya tidak digunakan dalam siklus tahunan mengenai
aliran masuk dan.aliran keluar. Kapasitas penyimpanan air di bawah
tingkat terendah kapasitas penyimpanan air waduk adalah kapasitas
deod storoge waduk. Kapasitas ini disediakan untuk menampung en-
dapan lumpur dalam waduk. Gambar 6.14 menunjukkan sketsa pola
waduk dengan garis tingkat dead storage dan garis line storage di atas-
nya. Diperkirakan, karena adanya pertambahan dan pengumpulan lum-
pur di dalam waduk, volume di bawah garis tingkatdead storage akan
penuh dengan endapan.
Gambar 6.14. Live storoge dan dead storage.
Sesungguhnya, karena endapan lumpur itu, baik kapasitas dead sto-
rage ma:u,pun kapasitas live storage makin menurun bersama-sama.
Pada bagian-bagian yang lebih dangkal terdapat sejumlah kecil en-
dapan lumpur di atas garis tingkat deod storage seperti tampak pada
Gambar 6.14 walaupun bongkahan endapan itu berada di bawah ting-
kat dead storage. Kehidupan waduk itu terutama tergantung pada ka-
pasitas lumpur. Menurut Dr. Khosla, kapasitas lumpur waduk-waduk
di India diperkirakan 3,6 ha-m per 100 km2 tiap tahun.
Di waduk Ramganga, Uttar Pradesh, angka endapan lumpur 4,3
ha-m tiap 100 km2 tiap tahun. Dengan kata lain, dalam waktu 100
tahun akan terjadi penyusutan 19 persen pada deod storoge dan 4,3
persen pada live storoge.
Bagi waduk-waduk yang diperkirakan cepat berlumpur, daya tam-
pung waduk menjadi lebih sempit. Umpamanya, diperkirakan bah-
wa usia waduk Bakra akan kurang dari 100 tahun. Pada kebanyakan
waduk terdapat alat untuk menghalau lumpur ke luar melalui pintu
air yang dipasang di bawah garis tingkat dead storage waduk yang
bersangkutan.
{
146 Pembangkit Listrik Tenago Air
Alat lainnya dimaksudkan untuk mengatasi penyusutan karena peng-
uapan. Kita telah membicarakan soal ini dalam bab mengenai 'Hid-
rologi' secara terinci. Sebagai pegangan, paling tidak antara 2 m dan
2,5 m kedalaman air dalam waduk pada permukaan rata-rata, diper-
lukan perhatian mengenai penyusutan akibat penguapan.
Prosedur kurva massa menunjukkan perlunya mengatasi fluktuasi
aliran pada tahun yang merugikan. Pada beberapa waduk, kapasitas
waduk dapat ditentukan, yaitu bahwa sebagian kapasitas usia waduk
dipindahkan ke tahun berikutnya sebagai pegangan untuk peng-
amanannya. Pemindahan simpanan ini dapat ditentukan dengan meng-
hitung kebutuhan penyimpanan untuk
jangka
waktu dua atau tiga ta-
hun kering berturut-turut.
Dari pembicaraan di atas, perlu dijelaskan bahwa perbaikan kapa-
sitas waduk yang sebenarnya bukan proses mekanis, tetapi melalui ba-
nyak pengambilan keputusan dengan cara subjektif.
(2) Kapasitas Kolam
Kepala permukaan air yang rendah dan bendungan lain yang me-
merlukan waduk pengimbang untuk melayani fluktuasi
jangka pen-
dek, pada umumnya dilengkapi dengan semacam penyimpan mikro
dalam kolam dekat pembangkit tenaga. Jika proyek itu dialiri oleh
sungai, bendungan utama yang letaknya di arah hulu berfungsi pula
sebagai kolam yang diperlukan. Jika proyek itu untuk mengalihkan
aliran air, kolam yang diperlukan itu harus dibuat pada ujung salur-
an dalam bentuk waduk berteluk. Di mana pun letak kolam itu, ka-
pasitasnya harus ditentukan dengan mempertimbangkan pola aliran
masuk dan aliran keluar sebagaimana halnya dengan waduk penyim-
pan air. Sebenarnya, waduk penyimpan air menyediakan air untuk
keperluan jangka panjang, sedangkan kolam melayani fluktuasi air
dari
jam
ke
jam
sepanjang hari atau kadang-kadang saja, fluktuasi
dari hari ke hari dalam siklus mingguan. Persediaan kolam menja-
min cukupnya aliran yang memasuki turbin setiap hari, meskipun ada
perubahan kondisi muatan maupun aliran.
Berikut ini penyebab fluktuasi
jangka pendek:
(a) Mungkin tiba-tiba terjadi muatan yang meningkat atau menu-
run pada turbin, sehingga segera membutuhkan air yang lebih banyak
atau kurangnya perubahan dalam kebutuhan air ini oleh pusat pem-
bangkit tenaga dapat segera dipenuhi oleh persediaan yang tersimpan
dalam kolam yang dibuat oleh keperluan itu. Dengan demikian ko-
lam menyediakan air tambahan manakala diperlukan dan menahan
kelebihan air bila tidak diperlukan.
(D) Muatan air atau kebutuhan akan air bisa tetap mantap, tetapi
suplai air bisa berubah. Pada aliran yang alami, dengan pembangkit
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenaga Air-I 147
tenaga pada arah hulu, aliran akan berubah tergantung pada pelepas-
dan air dari hulu. Jika pembangkit tenaga dipasok oleh saluran peng-
angkut aliran, cabang-cabang dalam saluran dapat menimbulkan pe-
rubahan mendadak terhadap aliran yang memasuki kolam.
(c) Kebutuhan air oleh turbin dan aliran alami (suplai), terkadang
dapat berubah.
Dalam hal-hal tertentu kolam
juga melayani kebutuhan mingguan.
Pada kebanyakan negara-negara maju, pada hari-hari liburan akhir
minggu kebutuhan tenaga listrik menurun, dengan demikian kebutuhan
akan air minggu itu berkurang pula. Dalam pada itu air dapat dima-
sukkan ke dalam kolam untuk digunakan pada hari-hari kerja
selanjutnya.
Perhitungan mengenai kapasitas kolam untuk bermacam-macam
kondisi aliran yang masuk bergaris sejajar dengan perhitungan me-
ngenai penyimpanan air. Jika sudah diketahui kebiasaan aliran yang
masuk dari
jam
ke
jam
setiap harinya, dapatlah kita menghitung ke-
butuhan
jam
rata-rata dan selanjutnya dapat mengetahui
jumlah ku-
mulatif dari rata-rata dalam tiap dua puluh empat
jam.
Angka inilah
yang dibutuhkan oleh kolam untuk menyamai fluktuasi aliran setiap
hari.
Keuntungan
juga
diperoleh dari air yang masuk pada hari yang ko-
song di akhir minggu, kolam dapat menampung air guna keperluan
minggu berikutnya.
6

la
Waktu
--;
Gambar 6.15. Kurva beban.
t-==:::-::'=:'':-r-u--:
"
:--
:'t
lt'
>"''1
!i
^ ^r"
tr'.,,r,hi.'.r'::n
t't'
""'':rk''-'-
li
Beban puncak
Beban rata-rata
T
148 Pembangkit Listrik Tenaga Air
Mengenai fluktuasi beban pada turbin, kita dapat melihat pada kurva
beban seperti tampak pada Gambar 6.15. Kebutuhan air turbin di-
perlihatkan dengan garis beban rata-rata, tetapi untuk
jam-jam T, tlur-
bin harus melayani beban yang besar daripada beban rata-rata. Ke-
butuhan akan air oleh turbin akan langsung proporsional dengan be-
ban ini, dan dengan demikian kita harus menjaga kolam supaya da-
pat memasok kelebihan
jumlah
air yang dibutuhkan pada jam-jam
Tdengan beban terbesar. Prosedurnya
juga sama dengan yang telah
disebutkan di atas.
Jumlah isi kolam adalah
jumlah kebutuhan air yang independen ini.
Sebuah contoh diberikan pada akhir bab ini guna menjelaskan
prosedurnya.
Seandainya kurva beban yang pasti tidak diketahui, nilai-nilai ber-
ikut yang didasarkan atas pola umum kurva beban, dianjurkan oleh
Barrows:
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenaga Air-I 149
pala yang direncanakan dapat ditentukan dalam batas yang kecil se-
telah ciri-ciri tempat penyimpanan air ditentukan. Dengan mengeta-
hui
jumlah
tempat penyimpanan air dan kepala yang pasti, dengan
mudah kita dapat menghitung kapasitasnya
jika
masa bekerja yang
sebenarnya selama proyek beroperasi ditentukan. Dengan kata lain,
dengan mengetahui tempat penyimpanan air dan kepala, maka kapa-
sitas proyek akan sepadan dengan faktor beban proyek yang
dioperasikan.
Bagi proyek bendungan di lembah,
jika
faktor beban pada waktu
beroperasi adalah 0,6,kapasitas pembangkit tenaga dapat ditingkat-
kan dengan mengoperasikannya atas faktor beban yang lebih rendah.
Artinya, proyek itu mengambil beban yang kurang dari beban dast r
dan lebih dari beban puncak. Kecenderungan sekarang ialah mening-
katkan kapasitas proyek tenaga air dengan menurunkan faktor beban.
Artinya, bagaimana membuat tambahan kapasitas pada proyek tan-
pa meninggikan kepala atau kolam penyimpanan.
Pada umumnya proyek bendungan di lembah dibangun secara ber-
tahap. Sebagaimana sumbangan lain pada tenaga pembangkit dari te-
naga panas (thermal) dan nuklir yang meningkat, kapasitas proyek
pun ditingkatkan dengan pengembangan tahap kedua pada waktu me-
mindahkan tempatnya pada kurva beban: dari beban dasar ke beban
puncak, seperti pada Gambar 6.16(a) dan (b).
Faktor bebon
1,0
0,8
0,6
0,5
0,4
0,3
Persentase kolam dari rata-rato
aliran masuk dalom dua puluh empat jant
0
0,07
0, l3
0,20
0,25
0,33
Umumnya, persentase kecil dari
jumlah isi kolam disediakan un-
tuk memperhitungkan air yang terbuang karena kondisi dalam ope-
rasi lainnya.
Faktor Kolam
Faktor kolam menyatakan rasio jumlah jam-jam
aliran masuk
dalam satu minggu terhadap
jumlah jam-jam
bekerjanya pembang-
kit tenaga dalam
jangka waktu yang sama. Jika umpamanya, pem-
bangkit tenaga dengan beban puncak bekerja lima hari dalam seming-
gu, tiap hari bekerja delapan
jam,
maka faktor kolom adalah
1\2!
:
4,2. Faktor-faktor kolam merupakan pedoman kasar me-
)XU
ngenai besarnya kolam yang diperlukan seandainya aliran masuk te-
tap mantap dan pembangkit tenaga hanya bekerja beberapa waktu saja.
Kapasitas Pembangkit Tenaga
Sesudah
jenis pembangkit tenaga air ditentukan, soal selanjutnya
ialah mengenai kapasitasnya. Bagi pengembangan tempat penyimpanan
air berkepala tinggi, baik kecepatan aliran air ke turbin maupun ke-
I
a
z
!
I
,
5
3
Waktu.-+
(a)
waktu _r
(b)
Gambar 6.16. Pembagian beban'
Dalam hal pengembangan kepala rendah, masalahnya lebih rumit.
Tidak ada kolam penyimpanan air yang tergabung pada proyek itu,
dan dengan demikian aliran ke tempat pembangkit tenaga tergantung
seluruhnya pada adanya aliran saat itu. Apakah kita hendak meren-
canakan kapasitas proyek yang sesuai dengan aliran minimum dalam
sungai? Proyek semacam itu
jelas
dapat beroperasi sepanjang tahun
di sembarang tempat pada kurva beban. Selain itu, hal itu berarti ki-
ta membuang-buang tenaga air yang tersedia pada sebagian tahun se-
150 Pembongkit Listrik Tenaga Air
la'na air sungai pasang. Jika kita merencanakan kapasitas proyek se-
sua.1 dengan aliran yang ada-umpamanya hanya 50 persen dari
waktunya-maka akan ada penggunaan tenaga air yang lebih baik,
tetapi proyek akan berkapasitas rendah pada sebagian tahun dan ka-
pasitas seluruhnya tidak dapat disebut sebagai kapasitas yang man-
tap. Selanjutnya kita akan mengoperasikan proyek dengan cara ter-
tentu, yaitu bahwa selama ada aliran air pasang maka sebanyak ka-
pasitas proyek digunakan sesuai dengan pembagian beban. Dengan
demikian terdapat dua pertimbangan yang bertentangan:
(l) Dari pandangan tentang penggunaan secara maksimum terha-
dap tenaga air yang mengalir, akan bermanfaat mengoperasikan pro-
yek pada bagian dasar kurva beban.
(ir) Dari pandangan tentang manfaat operasional dan efisieitsi selu-
ruh sistem, proyek tenaga air dapat dioperasikan paling baik sebagai
proyek dengan beban puncak.
Analisis yang cermat mengenai alternatif-alternatif yang berbeda ha-
rus dibuat untuk menentukan berapa banyak tenaga aliran air dapat
digunakan, dan apakah proyek itu dapat dioperasikan terutama se-
bagai proyek beban dasar atau proyek beban puncak.
Juga perlu dipikirkan bahwa kapasitas yang mantap tidak sesuai
benar dengan aliran alami minimum yang ada di sungai. Kolam meng-
ubah kurva lamanya aliran dan membantu meningkatkan kapasitas
yang mantap proyek itu. Karena itu analisis yang terinci tentang kur-
va lamanya aliran (dan kurva lamanya tenaga) harus dibuat dulu se-
belum membuat perhitungan kapasitas.
IJmumnya, kapasitas proyek-proyek kepala rendah sesuai dengan
aliran yang tersedia 40 sampai 50 persen waktu itu. Aliran seperti itu
kerapkali dari aliran sungai minimum rata-rata bulanan.
Jika kapasitas proyek sudah ditentukan, kita dapat mengetahui ka-
pasitas pokok dan kapasitas tambahan proyek.
Kurva Lama Aliran dan Tenaga
Kurva-kurva lamanya aliran digambarkan dengan menggunakan
nilai-nilai rata-rata bulanan aliran. Yang harus dilakukan lebih dulu
ialah menggambarkan kurva lama aliran untuk tiap tahun dari data
yang telah direkam, dan dengan bantuan gambaran seperti itu, kurva
rata-rata untuk tahun basah, tahun normal dan tahun kering dapat
ditandai. Untuk sembarang sungai kurva-kurva seperti itu tampak pada
Gambar 6.17. Perhitungan kapasitas untuk tenaga yang mantap se-
lanjutnya dibuat dengan bantuan kurva lama aliran rata-rata tahun
kering, sedangkan kapasitas tambahan ditentukan seteiah mempertim-
bangkan aliran di tahun normal atau tahun basah. Pendekatan yang
Tipe-tipe Pembongkit Listrik Tenaga Air-I l5l
masih lebih baik ialah dengan menggunakan seluruh data yang ada,
lalu mengikhtisarkan data ini dalam kurva tunggal. Dalam hal seperti
itu digunakan dua metode yang berlainan, yaitu: (r) metode
jumlah
waktu, dan (ir) metode tahun kalender. Kedua metode memanfaat-
kan data aliran yang ada untuk seluruh waktu (periode).
Dalam metode jumloh pefiode, seluruh catatan yang ada diguna-
kan untuk menggambarkan kurva-kurva aliran. Dengan demikian, ca-
tatan sepuluh tahun akan menghasilkan 120 nilai aliran rata-rata bu-
lanan. Nilai-nilai ini mula-mula ditabulasikan dengan urutan ke atas
mulai dari bulan yang paling kering dalam seluruh periode, dan ber-
akhir dengan bulan paling basah selama sepuluh tahun. Hasil kurva
lama aliran kemudian ditarik dengan bantuan 120 nilai.
Persentase waktu
-t
Gambar 6.17. Kurva lama aliran.
Dalam metode tahun kolender, mula-mula nilai-nilai bulanan rata-
rata tiap tahun diatur dalam susunan ke atas. Lalu nilai-nilai aliran
rata-rata yang cocok dengan bulan yang paling kering, bulan paling
kering kedua dan seterusnya sampai bulan yang paling basah diketa-
hui dengan
jalan
ilmu hitung mengenai semua nilai dari tingkatan yang
sama. Nilai-nilai yang rata-rata ini kemudian digunakan untuk meng-
gambarkan kurva lama aliran. Kurva seperti itu hanya mempunyai
dua belas titik.
t
d
.!
?
T
152 Pembangkit Listrik Tenoga Air
Metode
jumlah periode memberi hasil yang lebih tepat daripada me-
toJe tahun kalender yang mengambil dari kejadian-kejadian luar bia-
sa. Contoh penjelasan diberikan, yang selanjutnya menjelaskan peng-
gunaan kedua metode.
Kurva Lama Tenaga
Perkiraan sebenarnya akan tenaga diberikan oleh rumus:
P
:
9,8 QH*kW
Tenaga yang tersedia di proyek aliran sungai dapat digambarkan
oleh kurva lamanya tenaga pada garis-garis yang sejalan dengan kur-
va lama aliran. Umumnya, variasi kepala pada proyek aliran sungai
kurang daripada variasi pelepasan ini. Jika kepala diperkirakan tetap
pada nilai rata-rata, kurva lama tenaga akan cocok dengan kurva la-
ma aliran. Hal ini sangat sering merupakan prosedur perhitungan ka-
sar. Tetapi,
jika
dikehendaki adanya kurva lama tenaga yang tepat,
maka kepala yang sesuai dengan pelepasan perlu diketahui. Selanjut-
nya dengan menggunakan rumus di atas, mungkin dapat mengetahui
tenaga rata-rata bulanan proyek itu. Kurva lama tenaga kemudian di-
buat dengan menyusun nilai-nilai tenaga bulanan dengan urutan ke
atas dan mengikuti prosedur yang sama seperti pada kurva lama alir-
an sebuah contoh penjelasan yang di bawah ini menjelaskan
prosedurnya.
r
CONTOH ILUSTRASI "
CONTOH 6.1
Berikut ini catatan aliran rata-rata tahunan [Lajur
(l) dan (2)] di sungai untuk l5
tahun. Jika kepalanya l5 m, susunlah kurva lama aliran dan kurva lama tenaga un-
tuk sungai.
Tipe-tipe Pembangkit Lisfik Tenaga Air-I 153
S Tohun
No.
n
(I)
Aliran
Aliron dalam Tenaga
Pe*entose waktu
(m3/det) urutan naik (=9,8
QH.
kllt)
krsedia
(2) tnl;1tt 6) = e,sxtsx(i)
6) =
!!tJ+10
I 1956
2 t957
3 1958
4 1959
5 t960
6 196l
7 1962
8 1963
9 1964
l0 1965
I I t966
t2 1967
13 1968
t4 t969
15 1970
905
865
1050
I 105
675
7t5
850
775
590
62s
810
885
t025
I 150
925
8670
9200
992s
10500
l 1400
I 1900
12500
l27N
l 3000
l 3300
l 3600
l 5080
l 5430
16250
l 6910
590
625
6'75
7t5
't75
810
850
865
885
905
925
I 025
1050
I 105
I 150
r00,0
93,4
86,7
80,0
73,4
66,7
60,0
53,4
46,7
40,0
26,7
20,0
l3,3
6,7
PENYELESAIAN
Nilai-nilai aliran tahunan disusun urut ke bawah dengan mengabaikan tahun keja-
dian dan ditabulasikan pada lajur (3). Dengan memperkirakan nilai aliran minimum
pada tingkat n, dan I menjadi tersedia 100 persen dan waktu, maka persentase keter-
sediaan untuk suatu tingkat dapat diketahui dan ditabulasikan pada lajur (5). Kurva
lama aliran digambarkan dengan nilai-nilai aliran pada ordinat dan persentase waktu
pada absis seperti tampak pada Gambar 6. 18. Kurva lama tenaga juga memilih ben-
I 100
900
700
500
Persentase waktu
Gcmbar 6.1E
tt
ET
\I
5s
acl
sb
=9
tUngkapan
ini menggambarkan kemungkinan sebuah tenaga arus, lihat Bab l.
7-
154 Pembongkit Listrik Tenago Air
tuk yang sama kecuali bahwa mempunyai nilai-nilai sebagaimana ditabulasikan da-
larr lajur (4). Jadi, ordinat-ordinat kurva lama aliran dikalikan dengan 9,8 H :
147
untuk mendapatkan ordinat-ordinat kurva lama tenaga. Semua nilai dalam lajurJajur
(4) dan (5) dibulatkan.
CONTOH 6.2
Ada rencana membangun proyek aliran sungai pada Sungai Aar di Swiss. Variasi
pelepasan serta kepala dicatat (lajur I dan 2) sebagai berikut. Gambaran kurva lama-
nya tenaga.
Limposan
(m3/de|
Tinsci Tenogo
(m) (9,8
QH,kw)
Persentase
waktu
100
r80
2t5
260
325
370
4@
600
700
13,0
t2,o
1 1,75
1 1,5
1t,25
l1,0
10,0
9,5
9,75
t272
2l l8
2478
2930
3582
3986
4510
5580
6660
100
88,9
77,8
66,7
55,6
44,4
33,3
22,2
ll,l
PENYELESAIAN
Nilai-nilai tenaga dalam kw dihitung dengan rumus
p
= 9,g
eH
danditabulasikan
dalam lajur (3). Nilai-nilai disusun urur ke atas. Tetapi dalam hal ini kedudukan nilai_
t
t
6
o
d
tr
o
F
&60
Persentase waktu
-
GrmDar 6.19.
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenogo Air-I I55
nilai sudah tersusun. Dengan nilai tenaga minimum di peringkat No. I diperkirakan
akan dapat tersedia 100 persen dari waktu, persentase-persentase untuk peringkat-
peringkat lain dihitun_g dan ditabulasikan seperti dalam lajur (4). Kurva dengan tena-
ga seperti ordinat dan persentase waktu pada absis adalah kurva lama tenaga yang
diperlukan.
CONTOH 6.3
Nilai-nilai aliran berikut ini yang disusun dalam urutan besar ke atas perlu diseli-
diki di sungai. Setiap nilai aliran yang muncul untuk
jumlah hari disebutkan. Gam-
barkan kurva lama aliran yang cocok dengan metode
jumlah periode.
Limpasan
(m3/det)
370
385
395
410
415
430
450
460
No.
hori
Hari yang di- Persentase
somoi alau woktu
lebih
Limpasan No. Hari yang persentose
(m3 /det) hori disomai
waktu
otau lebih
t'l
20
t2
t4
2t
5
t2
l8
13 144
t2 t31
7 tt9
9 tt2
8 103
ll 95
884
13 76
15 63
t2 48
836
528
623
517
3t2
49
25
53
365
360
352
348
335
318
303
292
286
277
263
246
226
214
2N
179
100
98,6
96,5
95,4
9l,8
8',t,2
83,0
80,0
78,4
75,8
'12,0
67,5
62,0
s8,6
54,8
49,0
47,',|
44,4
480
505
550
5'.70
585
600
625
650
680
715
750
780
825
840
850
865
870
875
39,45
35,9
32,6
30,7
28,2
26,0
23,0
20,8
t1,3
13, 15
9,86
7,67
6,3
4,66
3,29
2,47
1,37
0,822
PENYELESAIAN
Lajur (2) menunjukkan jumlah hari aliran yang diberikan, yang sama dengan nilai
antara aliran ini dan aliran tepat di bawahnya. Jadi, umpamanya aliran antara 450
dan 460 m3ldetik muncul l2 kali dalam tahun itu. Lalu E lajur (2) :
365 hari. Lajur
(3) menunjukkan
jumlah hari dan aliran yang diberikan, dan yang disamai atau di-
lampaui. Nilai aliran minimum dapat diperkirakan terjadi untuk seluruh 365 hari atau
100 persen dalam satu tahun. Dengan demikian pada hari-hari ketika aliran-aliran lain-
disamai atau dilampaui dapat diketahui dari nilai-nilai yang sesuai dari aliran sebe-
lumnya. Umpamanya, aliran 210 cumec disamai atau dilampaui untuk 365-5 = 360
hari. Nilai-nilai ini ditabulasika4 pada lajur (3). Andaikata nilai aliran minimum menjadi
l0O persen dari waktu, persentase yang cocok dengan referensi pada lajur (3) dapat
dihitung dan ditabulasikan seperti pada lajur (4). Kurva lama aliran selanjutnya da-
pat digambarkan dari nilai-nilai lajur (l) dan lajur (4) (Gambar 6.20).
2005
2lo 8
230 4
250 13
280 t'l
295 15
305 1l
320 6
335 9
355 14
7'
156 Pembangkit Listrik Tenogo Air
Persentase waktu a
Gambar 6.20.
CONTOH 6.4
Nilai-nilai aliran sebuah sungai untuk sepuruh tahun disusun untuk setiap tattun
dengan ururan ke atas dari bulan terjadinya d'an ditaburasikan di bawah ini. Gambar-
kan kurva lama aliran dengan metode tahun kalender.
Tahun '61
'65 '66 '67 '68 '69 '70 Aliran persentoy
rato_roto waklu
1ml tdet'1
,*L
o
tr
6
t
I

.mo
E
(n
! loo
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenoga Air-I l5'1
PENYELESIAN
Nilai-nilai aliran ditabulasikan untuk
jalur-jalurnya. Jadi, nitai-nilai pada deretan
pertama menunjukkan aliran minimum dalam berbagai tahun, deretan kedua menun-
jukkan nilai-nilai alirari pada bulan yang agak kurang banyak alirannya, dan seterus-
nya. Nilai-nilai aliran rata-rata pada bulan-bulan paling kering, bulan-bulan paling
kering kedua dan selanjutnya dihitung dan ditabulasikan dalam lajur (2). Dengan mem-
perkirakan nilai aliran terendah (paling kering) terjadi sepanjang tahun, yaitu 100 persen
Persentase waktu
-
Grnbrr 6.2I
dari waktu, persentase untuk nilai-nilai lain dihitung dan ditabulasikan dalam lajur
(3). Nilai-nilai ini beserta p.ersentasenya digambarkan sebagai kurva pada Cambar 6.21.
coNTOH 6.s
Dengan anggapan bahwa aliran harian di sebuah sungai tetap l5 m3ld, berapa ka-
pasitas mantap sebuah proyek yang beraliran sungai, yang digunakan sebagai pem-
bangkit tenaga dengan 8 jam puncak aliran? Bagaimana faktor kolam dan besarnya
kolam? Tinggi kepala proyek itu = l0 m.7 kesel';rruhan
= 80 persen.
PENYELESAIAN
Kapasitas mantap tanpa kolam
I000x 15x lQ
x 0,8 =
1s
= 1600 hp
Aliran delapan
jam
= n x
ff
=
45 m3/d
Faktor kolam =
,4
=
,,o
Kapasitas mantap dengan kolam
=
3 x 1600 = 4800 hp
Kolam diperlukan = 16 jam
aliran = 15 x 3600 x 16 :0,864
m cu m.
(t)
(3) (2)
2s0
290
305
340
360
380
()0
415
440
460
480
530
at<
240
260
280
295
3r5
320
330
340
380
405
450
I t5 235
t20 24s
r50 260
175 280
2N 300
215 325
230 3q
250 360
270 370
295 390
330 415
355 460
q
Z
3t5
gB
32s
eH 3so
*E 365
IS
380
E:
3e5
-:
405
EH 4ts
*E
420
Is
440
f{
480
?
s20
200
210
240
265
280
295
3r0
320
335
345
190
425
140
t'l5
200
225
240
260
275
290
ll5
350
185
415
3r0
32s
340
3.s0
370
390
405
415
42s
445
470
490
225,0
246,0
264,5
285,5
303,5
322,O
33s,5
35 1,0
366,5
390,5
42t,0
458,0
r00
9l ,6
83,3
75,0
66,7
58,4
50,0
4t,7
33,3
2s,0
16,7
8,3
190 280
2t5 295
225 315
235 3 40
250 355
270 37 5
290 3 80
310 405
325 425
370 430
410 445
460 47 5
$
T
158 Pembangkit Listrik Tenaga Air
coNT-oH 6.6
Sebuah suhgai mempunyai aliran harian rata-rata 30 m3ld selama minggu air ren-
dah. Proyek listrik tenaga air berkepala rendah yang direncanakan hendak dibangun
.0000 0600 t20o 1800 2M
Waktu +
Gambar 6.22
pada sungai itu dirancang beroperasi enam hari dalam seminggu, sehari semalam sun-
tuk. Proyek itu memasok tenaga pada beban variabel, dan variasinya dapat diperki-
rakan sebagai berikut:
LVaktu (jom)
0000-0600 0600- I 200 I 200- 1800 1800_2400
Rasio beban rata-rata
untuk periode sampai
beban rata-rata dua
puluh empat jam.
1,5
t
I
I
e 1,0
3
'3
o,s
6
c
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenaga Air-l 159
PENYELESAIAN
Aliran masuk selama tujuh hari digunakan dalam enam hari'
.'. Aliran rata-rata ke turbin
: 30 x
*
=
35 m3n
Dari data, faktor beban harian =
f,
: O,OZ
KePala maksimum
: 15 m
KePala minimum
: (15
-
l)
=
14 m
KePala rata-rata =
14,5 m
Tenaga, P=ltxrry#
atauP
: 0,88 x 0,92 x
loO0xlIxl4':
=
5500h'p'
75
Hasil tenaga mingguan
: Tenaga dalam kW x No'
janrjam x faktor beban'
: 5500 x 0,735 x 24 x 6 x 0,67
=
19o,02 x 103 kwh
Kolam
Kolam dibutuhkan untuk menampung empat aspek berikut:
(r) Menyimpan aliran di hari libur'
(ii) Untuk menyeimbangkan bermacam-macam kebutuhan,
(iO Untuk menyeimbangkan fluktuasi aliran masuk,
(iv) Untuk mengimbangi kerugian dan tumpahan,
(i) Atiran di hari libur =
30 x 3600 x 24
=
2,592 x 106 m3.
(ii) voriasi beban Bagian yang direncanakan dalam Gambar 6.22 menunjukkan ke-
lebihan di atas rata-rata seperti yang dibutuhkan untuk dipenuhi dari kolam. Karena
kepala dapat dianggap tetap tingginya, maka beban secara langsung menjadi propor-
sional dengan pelepasan air ke turbin-turbin.
(a) Kelebihan volume dari kolam antara pukul 6 pagi sampai pukul 12 siang =
(1,4- 1,0) x pelepasan rata-rata x 6 jam.
(D) Kelebihan volume antara pukul 12 siang sampai pukul 6 sore.
=
(1,5
-
1,0) x pelepasan rata-rata x 6
jam
.'. Jumlah isi kolam untuk fluktuasi beban =
(a) + (D).
=0,9x30x3600x6
=
0,225 x 2,592 x 105 m3
(iid) Kolam untuk fluktuasi aliran masuk
=
30 x 36fi) x 4m3
=
0,157 x 2,592 x 106 m3
Jumlah (t), (r0 dan (rO
=
1,192 x 2,592 x 106 m3
=
3,61 x 106 m3
Kehilangan dan luapan dapat diperkirakan l0 persen.
.'. Jumlah isi kolam yang diperlukan
=
3,97 x 106 m3
Karena fluktuasi maksimum yang diperbolehkan I m,
0,5 1,5 1,4 0,6
Data lain yang relevan diberikan di bawah ini:
Tinggi kepala yang efektif pada kolam penuh
Fluktuasi kolam yang diperbolehkan secara
maksimum
?cyturbin seluruhnya
?cy 8[erator
Keperluan kolam untuk menampung fluk-
tuasi aliran masuk
Hari Minggu (hari libur) aliran masuk diguna-
kan sepenuhnya.
Dapatkan:
(t) Luas permukaan kolam untuk kebaikan operasi.
(tt) Hasil tenaga mingguan dari proyek itu.
15m
lm
8890
92Vo
aliran masuk rata-rata
4 jam
sehari
7'
160 Pembangkit Listrik Tenago Air
.'. Luas permukaan
kolam :
3,97 x 106 m2
= 3,97 km2
coNToH 6.7
Pengeluaran air pada minggu-minggu dan hari-hari yang tipikal dari waduk di hulu
sungai ditunjukkan di bawah ini.
perkirakan
kapasitas kolam untuk mengoperasikan
proyek dengan aliran sungai di daerah hilir, sehingga hasil tenaga
v"ng J"rigu,n a"n
tetap salah rersedia dari proyek.
Pola Pengeluaran Mingguan
Hari
Kecepaton pengeluaron
harion rata-rata, m3/d
Minggu
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
Pola Pengeluaran Harian
Waktu
Volume yang dikeluarkan dolom persentase
l2malam
-
6pagi
6 pagr
-
12 siang
12siang
-
6sore
6 sore
-
12 malam
PENYELESAIAN
Hari
T'ipe-tipe Pembangkit Listrik Tenaga Air-l l6l
Volume yang dibutuhkan oleh turbin dalam O
1arn
f
x 106
= 0,885 x 106 mr.
Volume yang dikeluarkan sesungguhnya dari waduk seperti di bawah ini:
Waktu Persen- Pengeluaran Vol. yong
tase
Pe-'
vol. sesung- diperlukan
ngeluar- guhnya
dalam 6 jam
an dalam
6 jam
Perbedaan dolam
16 m3
-ve +ve
20
40
50
60
50
37
30
12 malam
-
6 pagi 5
6 pagi
-
12 siang 35
12 siang
-
6 sore 50
6 sore
-
12 malam l0
0,177 x 106 0,885 x 106
1,239 x 106
1,77 x lo6 "
0,354x ld
Jumlah 1,239x105
0,708
0,354
0,885
0,531
r::r;lof;I
5
35
50
l0
Kolam untuk fluktuasi harian :
1,239x 106 m3
Jumlah kolam = 0) + (r,)
:
3,2x 106+ 1,2391 xd
=
4,439x 106 m3.
2.
3.
l.
PERTANYAAN
Apakah perbedaan metode-metode penggolongan proyek-proyek pembangkit lis-
trik tenaga air?
Apakah yang anda ketahui tentang proyek dengan aliran sungai? Apakah bagian-
bagian dan susunannya proyek semacam itu? Lukiskan sketsa yang rapi tentang
sebuah proyek.
Apakah yang dimaksidkan dengan kurva lama aliran dan kurva lama tenaga? Ba-
gaimana anda membedakannya? Bagaintana cara anda menyusun kurva-kurva se-
perti itu?
Mengapa fluktuasi dari jam ke jam atau dari hari ke hari terjadi dalam suplai atau
keperluan pada turbin? Bagaimana anda menyelesaikan soal-soal seperti ini?
Definisikan proyek-proyek bendungan di lembah dan proyek-pro)'ek tenaga peng-
alih aliran melalui kolam. Berikan contoh-contoh mengenai jenis-jenisnya
dengan
penjelasan singkat dan sketsa-sketsa yang rapi.
Peleposan horian
rala-rata
m3/d
Mingguon rato- Dori roto-rata
rato
-ve +ve
4.
5.
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jumat
Sabtu
4l
20
40
50
@
37
30
2t
I
4
ll
+9
+19
+9
Jumlah
287
Kum.
-37
+37
Kolam yang dibutuhkan
= 37 x 24 x 36o0
= 3,2 x 106 m3.
(ii) Kolam untuk
fluktuasi
peleposan
harion
Ini dapat diperhitungkan untuk harian rata-rata dari pelepasan
4r m3/d. vorume
24 jam
= 4t x 3600 x24
=
!-,51
"
ld
= 6,g65 x ldm3.
4
rr
BAB 7
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenoga Air-II 163
Dasar-dasar pengaturan terdiri dari dua kolam, satu pada lokasi yang
tinggi dan Iainnya pada lokasi yang rendah dengan menempatkan po-
sisi rumah stasiun pembangkit di tengah-tengah. Air yang mengalir
dari kolam pada lokasi yang lebih tinggi dari rumah tenaga listrik dan
dari rumah tenaga listrik ke kolam yang rendah, dan mengangkut air
dari arah yang lain tergantung pada tingkatan pembangkit listrik atau
tingkat pemompaan.
Kelihatannya peristiwa di atas merupakan kegiatan bersama yang
jarang,
di mana pengaturan pembuangan dengan reduktor besar de-
ngan efisiensi stasiun pembangkit (lihot pembahasan "Efficiency of
P.S. Plants"). Dengan sedikit pertimbangan, tetapi akan memperje-
las hal tersebut bahwa sebuah sistem yang sangat bagus dengan peng-
gunaan air yang terbatas supaya tetap bertahan dalam
jumlah
ter-
tentu dengan kapasitas yang setimbang akibat distribusi, dan
pemompaan kembali. Gambar 7.2 memperlihatkan sebuah kur-
va muatan harian tertinggi. Pada A, permintaan sangat rendah keti-
ka B ada pada nilai puncak, permintaan rata-rata diperlihatkan oleh
batas
f,urva
dengan garis putus-putus. Sekeliling ,4, tersedia tenaga
listrik yang melampaui batas di mana saat itu di sekeliling,B dibutuh-
kan tenaga listrik ekstra. Jika di antarajangka waktu I sampai 2 ke-
lebihan tenaga listrik dibuat untuk memompa air, dan
jika
selama pe-
riode 3 dan 4 air dipergunakan untuk membangkitkan dinamo, de-
ngan demikian suatu muatan yang berimbang dicapai. Meskipun
stasiun tenaga selalu berada
pada beban puncak, suatu
pengaturan lain untuk dis-
tribusi tenaga listrik pada
waktu beban puncak tidak
diperlukan, secara teori, air
yang sama aran berputar
kembali. Dengan demikian
sistem pengaturan di atas
dapat dilakukan, walaupun
dengan
jumlah
air terbatas.
Pembangkit listrik dengan
sistem pemompaan kemba-
li berfungsi sama Gambar
1
7 .2. Dugaan kurva muatan
sebagai akumulator sistem mekanik. OIeh karena itu disebut
juga
se-
bagai stasiun puncak. Di mana operasinya memerlukan tenggang waktu
antara membangkitkan listrik di saat
jam-jam
beban puncak dan pe-
mompaan kembali di saat kcbalikannya. Gambar 7.3 memperlihat-
kan scbuah kurva muatan nyata untuk stasiun pembangkit Vianden
1
a
t
TIPE-TIPE PEMBANGKIT LISTRIK
TENAGA AIR-II
(PEMBANGKIT
LISTRIK TENAGA POMPA)
PERENCANAAN DASAR
Pembangkit Listrik Tenaga Pompa adalah sebuah tipe khusus dari pem-
bangkit listrik konvensional. Keistimewaan dari stasiun pembangkit
tenaga listrik ini terletak pada keadaannya apabila srasiun pembang-
kit demikian tidak memproduksi tenaga listrik, maka dapar dipergu-
nakan sebagai stasiun pompa yang memompa air dari saluran depan
ke saluran samping pada saat cadangan air tinggi. Pada saat defni-
kian, stasiun-stasiun pembangkit mempergunakan persediaan tenaga
listrik dari mana-mana untuk dialirkan ke unit-unit pompa. Cara kerja
stasiun-stasiun pembangkit dapat dikenal sebagai tingkat menggerakkan
turbin-turbin sebagai stasiun pembangkit Iistrik dan stasiun pemom-
paan ketika pompa dan motor ada dalam operasi. Selama tingkat peng-
gerakan turbin-turbin, aliran air dari tempat yang tinggi masuk ke da-
lam rumah tenaga listrik dan kemudian ke bagian belakang masuk me-
lalui saluran samping, dalam tingkat pemompaan terjadi sebaliknya.
Pengaturan dasar ini seperti yang diperlihatkan pada Gambar 7.1.
\\laktri
---{,
(iamhar
7.2. Kurva beban hipotetis.
Gambar 7.1, Peraturan umum sebuah pembangkit listrik tenaga pompa.
I
Membangkitkan tenaga
400
A
I zoo
I
I
200
I
aoo
Memomoa
'
600
164 Pembangkit Listrik Tenaga Air
di Luxembourg, memperlihatkan fase pembangkit tenaga listrik dan
fa.e pemompaan.
MW
1000
800
500
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenaga Air-II 165
ngan sudut baling-baling dapat berputar dibangun di sekitar Niagara
tahun 1955. Di Eropa pada tahun 1962, Ffestiniog (Inggris) dengan
kapasitas terpasang 360 MW dan Provindenza (Italia) dengan keting-
gian tekanan 284 m, merupakan tanda yang lebih penting dalam ke-
majuan dari stasiun pembangkit listrik dengan sistem pemompaan kem-
bali. Di Amerika Serikat, Taum Sauk dengan kapasitas 230 MW dan
ketinggian tekanan 250 m telah selesai dibangun pada tahun 1963 wa-
laupun hanya dua unit yang dibangun. Dalam sepuluh sampai dua belas
tahun yang lalu, kemampuan dan ketinggian tekanan pada stasiun
pembangkit dengan sistem pemompaan terus bertambah. Saat ini,
pembangkit listrik Ohira di Jepang (bangunan di bawah tanah) de-
ngan ketinggian tekanan 513 m dan Ludington di Amerika Serikat de-
ngan kemampuan tenaga 2053 MW memegang rekor untuk stasiun
pembangkit tunggal dengan ketinggian tekanan yang tinggi dan ke-
mampuan tenaga berkapasitas besar. Pengalaman dari negara-negara
maju seperti Amerika dan Jepang menunjukkan bahwa di dalam sua-
tu pengembangan yang baik dan sistem distribusi yang berimbang ter-
masuk tenaga nuklir, tenaga panas bumi dan tenaga air, pembangkit
listrik dengan sistem pemompaan kembali air yang digunakan untuk
disimpan dalam kolam penyimpanan dapat memberikan keuntungan
lebih dari 20 persen dari
jumlah potensi PLTA. Keuntungan maksi-
mum dari pembangkit listrik dengan sistem pompa tersebut ialah ber-
kisar antara l0 persen sampai 30 persen dari
jumlah
kemampuan,/te-
naga dari sistem itu.
Di India, sampai saat ini tidak dibangun stasiun pembangkit dengan
sistem pemompaan kembali ini, walaupun beberapa stasiun pembangkit
kecil telah dioperasikan sebagai stasiun pembangkit dengan sistem pom-
pa ini untuk
jangka
waktu yang pendek. Stasiun pembangkit dengan
kapasitas 400 MW dalam taraf perencanaan di Kadamparai dalam Ta-
mil Nadu (India). Stasiun ini akan dibangun dengan menambah Re-
servoar Aliyar sebagai kolam yang rendah, kolam yang tinggi akan
dibangun di atas Sungai Kadamparai Ar. Di sana akan ada empat unit
100 MW di dalam stasiun tenaga tenaga listrik di bawah tanah.
KEUNTUNGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA
POMPA
Keuntungan-keuntungannya adalah sebagai berikut:
(r) Dibandingkan dengan unit-unit lain dengan beban
Sama, stasiun pembangkit sistem ini mempunyai modal
rendah, oleh karena itu ekonomis dibandingkan
puncaknya.
a
A I
L:i r.,
A, ,ls
/-, I I
'r,/aL
T.iiii'
w-
ul
t
T
't,l
rP
),
0 3 6 9 12 15 l8 21243 6 9 t2 15182124
l"-
lo Feb 1965
--,t-
I I Feb le6s
-{
Gambar 7.3. Kurva muatan untuk stasiun pembangkit Vianden.
SF^IARAH PENGEMBANGANNYA
Sejarah dari stasiun pembangkit listrik dengan sistem pemompaan kem-
bali dimulai beberapa puluh tahun yang lalu yaitu tahun 1882, p,ada
tahun berapa stasiun pembangkit listrik tenaga air pertama berfungsi
menyimpan kembali air yang telah digunakan dengan sistem pemom-
paan kembali, fungsinya dimulai di Zurich Switzerland. Sampai tahun
1925, sesuai dengan kebebasan orang, untuk menggunakan 30 stasiun
pembangkit tipe terseQut di beberapa negara di Eropa. Akan tetapi,
kapasitasnya kecil-kecil karena ide membuat kapasitas yang besar be-
lum dapat diterima. Sementara itu, konsep turbin pompa juga
dikem-
bangkan dan pada tahun l93l pemasangan turbin pompa yang perta-
ma didirikan di kota Baldeneyesee di Jerman. Akhir Perang Dunia
memberikan dampak pengembangan industri besar-besaran melanda
seluruh dunia yang mengakibatkan kebutuhan akan tenaga listrik ber-
tambah besar. Sejalan dengan hal tersebut di atas, memungkinkan ting-
katan tenaga listrik dengan skala besar yang juga
berarti transmisi untuk
voltase tinggi dan stasiun yang berkemampuan puncak dibutuhkan lebih
tinggi. Keadaan yang menguntungkan ini mengakibatkan dapat dite-
rimanya stasiun pembangkit listrik dengan sistem pemompaan seba-
gai bagian dari sistem. Tennessee Valley Authority merupakan pio-
ner di USA dengan mendirikan sebuah Dam di Hiwassee yang terdiri
dari satu unit besar pompa turbin yang dapat berputar balik dari
tipe Perancis tahun 1955. Pembangunan yang pertama dari turbin de-
puncak yang
yang relatif
kemampuan
7
166 Pembongkit Listrik Tenaga Air
(il) Pembangkit listrik sistem ini merupakan pemecahan dari keter-
gantungan pada stasiun tenaga listrik kecil yang konvensional dan dapat
secepatnya memegang beban dalam waktu hanya beberapa menit'
'
(i;b Oingan demikian stasiun-pembangkit
tenaga listrik ini disiap-
kan pengoperasiannya secara otomatis dengan pengontrolan dari
ja-
rak
jauh.
(iv) Semua tenaga listrik kecil seluruhnya bebas dari pengaruh-
pengaruh polusi lingkungan. Stasiun pembangkit sistem pemompaan
ini riemUeiikan nilai-nilai yang berharga
pada pengendalian udara dan
polusi air.
(v) stasiun pembangkit sistem pemompaan ini menjamin dapat me-
layani penjuaian tenaga listrik yang fleksibel dalam
jumlah besar pa-
da pengoperasian dari sistem.
(vr) ienaga listrik yang dibutuhkan untuk memompa diambil de-
ngan biaya yang rendah (yaitu pada
jam-jam yang sepi), sementara
iti tenaei listrik yang diproduksi oleh stasiun dapat dijual dengan harga
utama 11,urgu
pada jam-jam puncak). Efisiensi hidrolis yang relatif
rendah *.*putun bagian kompensasi
yang harus dibayar pada ke-
nyataan ini.
(vir) Stasiun pembangkit sistem ini mengimbangi dinamo tenaga pa-
nas atau dinamo tenaga nuklir idalaml
pengambilan muatan dasar'
Jadi, faktor muatan dari unit-unit ini, membuktikan bahwa sistem ini
memberikan efisiensi terbesar dari seluruh sistem' t
TIPE.TIPE PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA POMPA
Pengaturan yang bermacam-macam mungkin untuk meninggikan atau
merendahkan persediaan cadangan. Ini akan menjadi pembilangan se-
bagai berikut:
(i) Kedua persediaan cadangan di otas sebuoh sungoi tunggal, da-
lom sebuah cora kongsi bergondengon ke belakang. Persediaan ca-
dangan yang lebih rendah letaknya akan menjadi beberapa kilometer
di bawah arus dari cadangan
yang lebih tinggi. Pengaturan ini diren-
canakan, misalnya di atas Sungai Takase di Jepang, untuk telnpat pe-
nyimpanan pemompaan stasiun pembangkit yang mengawasi pemuatan
puncak ke kota Tokyo.
(if) Dua cadangan di atas duo sungai yang terpisoh tertutup satu sa'
mo lainnya dan mengalir pada ketinggion yang berbedo.
Satu tempat penyimpanan Shintoy
pemompaan stasiun pembang-
kit di Jepang merupakan sebuah contoh dari
jenis ini. Di sini cadangan
yang lebih rendah di atas Sungai Tenryu sedangkan cadangan yang
lebih tinggi di atas Sungai Ohnyu yang juga
sebuah cabang dari Su-
ngai Tenryu
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenaga Air-II 167
(iii) Cadangon yong lebih tinggi dari bongunan kolam buaton de-
ngan bantuan tanggul di sekelilingnyo, di atas tempat yang tinggi dori
dataran tinggi atau di atas puncak bukit dan cadangan yang lebih ren-
duh di atos sungai alam. lni adalah tipe yang paling sederha-
na dari stasiun pembangkit Revin (Perancis), Vianden yang penting
dan sebagainya. Dalam banyak kejadian cadangan makanan yang le-
bih rendah pada pengembangan air yang terdahtrlu sebagai sebuah ben-
dungan stasiun pembangkit lembah.
(iv) Cadangon yong lebih rendah udolah danau alom sedang danau
buatan merupokon cadangon yong lebih tinggi. Contoh dari
jenis
ini
ialah stasiun pembangkit Ludington di atas Danau Michigan, Ameri-
ka Serikat. Penggunaan laut sebagai cadangan alam yang lebih ren-
dah saat ini memberikan gambaran beberapa rencana di bawah per-
siapan seperti Atashika di Jepang.
Jalan lain dari pemutusan stasiun pembangkit LTP untuk menyu-
sun mereka sebagai keaslian atau operasi campuran. Keaslian tempat
penyimpanan pompa stasiun pembangkit merupakan putaran stasiun
pembangkit yang tertutup oleh isi aliran air dari cadangan yang sama
yang lebih rendah pada pemompaan isi ke cadangan yang lebih tinggi
dalam satu putaran operasi. Dengan demikian dalam sebuah sistem,
air yang sirkulasinya sama kecuali untuk membuat jumlah
air untuk
tirisan dan kehilangan penguapan, stasiun pembangkit itu tidak mem-
butuhkan sesuatn aliran sejuk. Ffestiniog, Vianden dan sebagainya,
merupakan contoh-contoh dari tipe ini.
Pada stasiun pembangkit campuran, ciri-ciri tempat penyimpanan
pompa dalam sebuall rencana kerjasama yang normal. Dalam stasiun
pembangkit demikian, jumlah
dinamo dalam satu putaran lebih be-
sar daripada jumlah pemompaan selama waktu itu.
pada
bendungan
Oroville (Amerika Serikat) sebagai contoh, tiga turbin pompa mem-
beri ciri atas tempat penyimpanan pompa, sementara turbin lainnya
adalah turbin-turbin Francis yang sudah umum.
Pada stasiun pembangkit tipe campuran, cadangan yang penting ha-
rus lebih tiuggi dari sebuah arus alam, dengan demikian memberi alir-
an yang lebih besar selama pergerakan.
Sekarang klasifikasi lain dari stasiun pembangkit LTP atas dasar per-
putaran dari operasi. Beberapa stasiun pembangkit beroperasi setiap
hari di atas sebuah putaran pemompaan dan pergerakan. Sesuatu di-
rencanakan setiap minggu di mana putaran pemompaan dibatasi pe-
nutupannya hanya pada akhir minggu saja. Sedikit stasiun pembang-
kit mempunyai bangunan tempat penyimpanan pemompaan yang sa-
ma di atas putaran musim, di mana pemompaan selesai dikerjakan se-
lama musim dari permintaan yang miring dan pergerakan selama mu-
sim permintaan lebih tinggi. Banyak stasiun pembangkit dibangun de-
7
\
168 Pembangkit Listrik Tenoga Air
ngan singkat di Eropa untuk pelaksanaan musiman' Contoh-contoh
diri Lunersee (Austria) atau Hewfurt II (Jerman) mempunyai tipe
ini. Pada tahun-tahun terakhir ini, perputaran harian di stasiun pem-
bangkit merupakan
penguasaan terlebih dahulu' Kesanggupan meng-
adakan cadangan
yutg GUitt tinggi, keasliannya tergantung
pada ka-
rakter ini. Misalnya di Jerman, stasiun
pembangkit Hausern dan sta-
siun pembangkit Hardecke mempunyai kesanggupan
pendekatan yang
,u-u. Tetapi Hausern,
pekerjaan pada perputaraq hil! mempunyai
sebuah kesanggupan tempat penyimpanan dar! 108,0 m3 di mana un-
tuk Herdecke, pet etjaan atas sebuah
perputaran harian, bentuk per-
sesuaiannya hanya 1,5 m3 m.
Dasar plnting yang lebih baik dari tempat penyimpanan pompa ada-
lah, pengaturui du.itr.bin-turbin
dan pompa-pompa adalah relatif'
Pompa dan motor ganda berrnacam*macam tergantung sepenuhnya
padaturbindanpergerakangandabersama.Halinimemberikanse-
tuah ketergantungan sepenuhnya dari operasi. Tetapi ukuran yang di-
perlukan tiUin aan untuk memasukkan
pengaturannya dengan biaya
iang
lebih besar. Ini mungkin disyaratkan sebagai sebuah 'kesatuan
empat instalasi'.
pengaturan
ini harus cepat dikembalikan dengan kesatuan tiga sis-
tem, yaitu, pompa, turbindan dinamo yang
juga dapat berfungsi se-
bagai-motor. Kedua pompa tersebut sebagai tempat penyimpanan pom-
pul dun turbin langsung digandakan
pada unit motor' Ketika ttfrbin
ileigeraL lari, kesatuan operasi sebagai sebuah dinamo dan ketika pom-
pa ledang berjalan, unii yang sama berjalan sebagai:*"1h
motor'
Kami lebih menyukai ini sebalai sebuah'kesatuan
dari tiga instalasi"
it" ua"tut
-.rngki,
untuk mempunyai sebuah ikatan mendatar atau
sebuah
pengikailurus di bawah pengaturan ini. Gambar 7.4 memper-
lihatkan sebuah ikatan tipe mendatar. Dalam ikatan garis lurus, pompa
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenaga Air-II 169
STASIUN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA POMPA LACO DELIO
y EL.203,00
y EL.198,00
y EL.194,00
Keterangan:
l. Motor generator
2. Turbin lima nozzle pelton
dengan 5 breaking
jel.
3. Pompa empat tingkat
4. Kombinasi thrust & guide
'
beoring
5. Guide beoring
6. Kelep bola, { 1400 MW
7. Kelep jarum
S 1200 MM
8. Kelep bola d 1200 MW
9. Kopling gigi otomatik
10. Gabungan kompensasi
ll. Batang berbentuk pipa
12. Derek layanan pompa
y EL.167,76
SEKSI PENYIMPANAN GARIS LURUS
garls
Generator
Tangki
motor \
Turbin
Gambar 7.4. Ikatan mendatar dari tenaga listrik.
Gambar 7.5. Ikatan lurus dari tenaga listrik.
4
170 Pembangkit Listrik Tenaga Air-
letaknya paling bawah dan kesatuan dinamo motor pada puncak de-
ngan posisi kedudukan turbin berada di tengah-tengah. Gambar 7.5
memperlihatkan ikatan garis lurus. Adalah luar biasa bahwa ikatan
garis lurus lebih kompak, tetapi membutuhkan ketinggian yang lebih
besar dari susunan rumah tenaga listrik.
Arah yang modern hanya mempergunakan sebuah kesatuan dari dua
instalasi, yaitu, sebuah dinamo yang dapat bergerak seperti sebuah
motor ganda sampai sebuah turbin yang dalam putarannya, juga
ber-
gerak seperti sebuah pompa ketika berputar dalam arah yang berla-
wanan. Peraturan ini terkenal dengan sebutan sebagai instalasi pem-
balikon mundur tenags listrik pompo-turbin. Dalam negara seperti
Amerika Serikat dan Jepang hampir semua tempat penyimpanan sta-
siun pembangkit baru dalam keadaan berubah-ubah mempergunakan
pembalikan tenaga listrik pompa-turbin. Peraturan ini hampir dikem-
balikan pada pengaturan kesatuan tiga unit. Misalnya, Stasiun Pem-
bangkit Tempat Penyimpanan Pemompaan di Vianden (Luxembourg)
dalam stadium pertama, kesembilan dinamo dari tipe tiga unit
dibangun. Tetapi dalam stasiun kedua, penyusunan tunggal kesepu-
luh unit adalah sebuah pembalikan tenaga listrik pompa-turbin atau
sebuah kesatuan dua sistem.
FAEDAH RELATIF DUA UNIT DAN TIGA UNIT
PENGATURAN
O
@
Pembalikan tenaga listrik pompa-turbin (antara lain dua unit peng-
aturan) adalah padat dan memerlukan kurang lebih ukuran sebagai
perbandingan pada susunan tiga unit. Selanjutnya biaya dari satu
unit tambahan hanya sedikit. Oleh sebab itu, biaya-biaya yang sing-
kat kurang dipertimbangkan dalam pembalikan tenaga listrik kesa-
tuan susunan.
(u) Dalam hal susunan tiga unit, ukuran banyak dari pompa-pompa
yang dipusatkan dapat dipergunakan, jika
diperlukan. Oleh sebab itu,
untuk sebuah kepala yang sangat tinggi dari stasiun pembangkit di
mana pembalikan tenaga listrik pompa turbin tidak dapat diperguna-
kan, pengaturan tiga unit adalah mungkin. Misalnya, di Reisseck-
Kreuseck (Austria), pemompaan kepala tidak lebih dari 1000 m. Di
sini pemisahan ukuran-S tempat penyimpanan pompa-pompa yang ba-
nyak dipergunakan, tiap pompa dengan kesanggupan 56 MW. Turbin-
turbin itu adalah turbin-turbin Pelton.
Dalam pembalikan tenaga Iistrik instalasi pompa turbin, di mana
pengaturan umum sebuah stadium tunggal dan kemudian kepala yang
dapat dipakai oleh sebuah tenaga listrik yang demikian terbatas. Un-
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenaga Air-II l7 I
tuk stasiun pembangkit LTP cruachan dalam uK pembalikan tenaga
listrik pompa turbin Francis dipergunakan. Kepala tenaga listrik ope-
rasi adalah 364 m dan dalam 1964 ketika proyek.dibangrrn di bawah,
ini terasa sebagai suatu langkah yang unik dan berani.Dalam l0
-
12
tahun belakangan ini, penyelidikan selanjutnya dibuat untuk memung-
. kinkan mempergunakan pembSlikan tenaga listrik stadium tunggal Pe-
rancis untuk kepala-kepala di atas 500 m. Stasiun pembangkit ohira
dan Numappara di Jepang mempergunakan kepala-kepala tinggi de-
ngan pembalikan tenaga listrik.
Hal itu seharusnya dicatat bahwa dengan proyek pertama di dunia,
pembalikan pompa turbin dengan stadium-stadium
yang banyak di
La-Coche (Perancis) konstruksi di bawah, monopoli dari pendirian tiga
kesatuan untuk kepala-kepala di atas 500 m
juga akan segera menja-
di lebih. Kesatuan-kesatuan The La-Coche adalah 85 MW' stadium-5
pompa-turbin beroperasi pada sebuah kepala dari 930 m.
(iil) Dalam instalasi tiga unit, pompa dan turbin-turbin, menjadi
satuan-satuan
yang terpisah, sebagai pengoperasiannya dapat diren-
canakan secara optimum sehingga efisiensinya pada titik maksimum.
Dalam hal pembalikan tenaga listrik, apabila tenaga listrik diren-
canakan sebagai sebuah turbin, efisiensi pompa penekan pada perluasan
yang kecil.
(iv) Dari pendirian pendapat operasi, sistem tiga unit adalah seder-
hana. Pada model pergerakan dan pemompaan, putaran langsung me-
rupakan penjagaan umum yang identik; sehingga perputaran dari ca-
ra pemompaan ke cara pergerakan atau bolak-bolik terdiri dari kop-
ling atau pompa dekopling dengan dinamo, yang mengambil waktu
yang sangat singkat. Dinamo/motor tidak dibutuhkan untuk mem-
bawa kepada sebuah pertahanan yang tetap atau kepada perubahan
perputaran kembali dari tujuannya. Operasi ini dapat dilengkapi da-
lam waktu dua sampai tiga menit. Dalam pembalikan tcnaga listrik,
sehingga cara perubahan operasi, tujuan dari perputaran kembali
ju-
ga berubah dan akibatnya perubahan berpindah dari suatu cara pe-
masukan lain yang memakan waktu yang lebih panjang.
Suatu perkembangan belakangan ini timbul dalam waktu yang sing-
kat, merupakan kesamaan yang berarti dari pompa turbin di mana
suatu pembalikan tenaga listrik dengan tujuan yang sama dari perpu-
taran kembali dalam kedua cara pemompaan pergerakan. Sebuah con-
toh tipe dari kesamaan pompa turbin instalasi ialah pada stasiun pem-
bangkit Handeck III (Swiss) di mana sebuah kesamaan kesatuan kepala
tinggi dari 42 MW kekuatan operasinya bertentangan dengan sebuah
kepala dari 460 m pada 1000 rPm.
(v) Sebagai yang lebih tinggi dan kepala yang lebih tinggi dipergu-
nakan, pelubangan menjadi masalah yang besar. Sebagai penjelasan
I
172 Pembangkit Listrik Tenago Air
tambahan, menjadi penting untuk menjaga pompa berada di bawah
bagian belakang tingkat air dalam instruksi untuk mencegah pelu-
bangan. Dalam pengaturan tiga kesatuan, sejak stadium yang banyak
dari pompa dipergunakan, kepala tiap-tiap susunan tidak tinggi, ke-
mudian masalah pelubangan tidak disiapkan dalam ketinggian pem-
balikan kepala pompa turbin. Dalam hal instalasi dua satuan, di sana
sebuah tambahan pendapatan dalam perencanaan.
Dengan demikian semua keadaan yang kurang baik adalah lebih dari-
pada penggantian oleh penyimpanan bahan-bahan, dalam pengatur-
an dua kesatuan ada di dalam penaikan.
PENGATURAN TIGA KESATUAN
Dalam pengaturan tiga kesatuan, turbin dan dinamo tetap dalam ke-
adaan terkunci bersama-sama dan pompa dapat berfungsi selama ting-
kat pemompaan. Sebagai suatu masalah dari kenyataan dalam stasiun
pembangkit tertentu, pompa-pompa juga
tidak pernah berfungsi ti-
dak ganda, tetapi selalu tinggal berfungsi ganda dan menjaga keko-
songan perputaran kembali selama cara pergerakan. Kadang-kadang,
pengaturan poros penggerak seperti dalam Waldeck II juga dipergu-
nakan.
Di mana sebuah pompa membutuhkan tidak berfungsi ganda, te-
naga listrik digerakkan dengan roda gigi, tenaga listrik yang berfung-
si ganda atau gesekan kopling yang berfungsi ganda atau kombinasi
dari transformator momen putar dengan mempergunakan mekanik
roda gigi berganda.
Untuk ikatan garis lurus pada umumnya, dinamo harus ada di pun-
cak dan pompa berada di bawah. Dengan demikian suatu pembagian
perrgaturan kondisi pekerjaannya lebih digemari untuk pompa yang
bertentangan/berlawanan dengan kerugian perlubangan. Waldeck II
di Jerman, mempergunakan sebuah pengaturan seperti diperlihatkan
dalam Gambar 7.6 di mana dinamo di bawah turbin.
Gambar 7.7 memperlihatkan sebuah tipe stadium banyak pompa
tempat penyimpanan. Sebuah gambaran kepala tinggi tempat penyim-
panan pompa mempunyai keharusan untuk mempergunakan kecepa-
tan rendah spesial dari pompa-pompa dengan kepala tinggi, dikena-
kan karakter rendah. Dalam instruksi untuk menaikkan kesanggupan
pengeluaran, pendorong pompa harus mempunyai pemasukan peng-
isapan ganda. Nilai normal dari kecepatan ukuran N, per stadium.
(
^,
NVO)
bahwa dengan demikian (N,\r? adalah di
\'"
--FFA
' antara 4oo sampai 650.
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenaga Air-ll 173
Aliran hulu
generator
Gambar 7.6. Rumah tenaga listrik dari stasiun pembangkit Waldeck II.
Contoh tipe dari suatu kepala kesatuan tinggi ialah stasrun pembang-
kit San Fiarana P-S (Italia) di mana dua stadium enam tempat pe-
nyimpanan pompa didirikan berlawanan
jumlah kepala dari 1438 m.*
lni ada 105 MW pompa. Stasiun pembangkit Waldeck II mempunyai
sebuah stadium tunggal dua pompa tempat penyimpanan untuk se-
buah kepala dari 319 m dengan sebuah ukuran tenaga listrik dari234
MW, bergerak cepat pada 375 rpm.
Dalam sebuah tiga kesatuan instalasi, suatu pengaturan khusus ha-
rus melihat ke depan untuk memulainya suatu pompa. Dengan demi-
kian pompa pertama bergerak pada kecepatan yang sama dan kemu-
dian berganda padrpersiapan perputaran kembali fungsi kesatuan tur-
bin dinamo. Dalam hal-hal demikian pompa-pompa naik kecepatannya
dari posisi istirahat dengan bantuan sejumlah kecil turbin di atas po-
ros penggerak yang lari dari kekosongan pompa pada kecepatan yang
sama sebelum berganda. Alternatifirya, langsirnya motor
juga
dapat
dipakai untuk kesamaan. Di mana waktu pengoperan waktu bukan
suatu faktor yang kritis dalam hal stasiun pembangkit musiman, te-
naga listrik tidak dapat berhenti, pompa berganda dan kecepatan te-
naga listrik naik oleh turbin utama. Pompa mulai bergerak sesudah
turbin menguap. Akan tetapi turbin selamanya tinggal berganda tingkat
pemompaan untuk mengisi kekosongan.
PEMBALIKAN TENAGA LISTRIK POMPA TURBIN
Sesuatu yang mengenai turbin dapat bereaksi, dalam pembicaraan soal-
soal teknik, mengenai bekerjanya sebuah pompa jika
tujuan dari per-
*Kenyataannya,
ini salah satu tingkat permukaan air yang tertinggi di antara PLTA di dunia.
r'
T
174 Pembongkit Listrik Tenaga Air
Gambar 7.7. Pendorong dari stadium banyak tempat penyimpanan pompa.
(Atas izin: Escher Wyss Ltd.).
putaran tenaga listrik merupakan pembalikan. Jadi, alat. pendorong
dan turbin Kaplan bergerak cepat aliran diagonal Deriaz dan perubah-
an turbin-turbin Perancis, semuanya dapat dipergunakan sebagai te-
naga listrik pembalikan. Rencana bagan-bagan yang menjulang dari
pembalikan pompa turbin adalah tidak menarik perhatian, berbeda
dari sebagian besar turbin-turbin biasa. Kami akan membicarakan ciri-
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenaga Air-II 175
ciri ini dalam bagian yang terpisah. Akan tetapi, itu boleh menjadi
petunjuk keluar bahwa deretan kepala untuk sebagian
jenis-jenis
dari
turbin cocok, kira-kira sebagaimana di bawah:
Kesanggupan besar unit-unit biasanya tipe pembalikan pompa turbin-
turbin Perancis. Kesanggupan terbesar kesatuan dari sebuah pembalik-
an terlaga listrik Perancis ialah 400 MW pada Gunung Raccoon, Ame-
rika Serikat. Roda diameter yang terbesar adalah 8 m di Ludington,
Amerika Serikat, untuk unit-unit dari tiap-tiap tingkat 343 MW.
Untuk pengaliran air sungai kepala rendah, alat pendorong/turbin
Kaplan adalah sesuai. Pembagian khusus bola-bola unit hanya meru-
pakan sebuah variasi dari unit-unit alat pendorong. Untuk sta-
siun pembangkit yang berhubungan dengan air pasang (air surut), de-
ngan demikian pembalikah tipe bola-bola unit sudah dipergunakan
pada Rance di Pcrancis.
Karakter pergerakan dari pembalikan tenaga listrik berbeda ketika
ia
jalan
sebagai sebuah turbin dan sebagai sebuah pompa. Jika kece-
patan perputaran kembali selama kedua cara dijaga tetap, pengeluar-
an selama tingkat pemompaan berkurang daripada pengeluaran sela-
ma pergerakan turbin. Efisiensi maksimum dari turbin pompa pada
peristiwa sebuah pompa pada kecepatan yang berbeda sebagai per-
bandingan pada kecepatannya sebagai turbin. Dalam bekerja untuk
memperoleh hasil yang baik pada kepala yang sama, beberapa sta-
siun pembangkit balik untuk kecepatan yang berbeda dalam dua ta-
rap. Pada stasiun pembangkit Hiwassee, misalnya kecepatan perge-
rakan sebagai berikut:
AIat pendorong dan turbin Kaplan
Turbin Deriaz
Turbin Perancis
sebagai sebuah turbin
sebagai sebuah pompa
< 500m
160 rpm
136 rpm
Banyak bagan-bagan, akan tetapi dari pendirian itu sangat simpel
menjaga kesamaan kecepatan kembali selama tarap kedua. Dalam hal
demikian, peristiwa efisiensi yang maksimum pada kepala yang ber-
beda. Jadi, untuk gunung Raccoon, Amerika Serikat, efisiensi mak-
simum peristiwa turbin pada sebuah kepala dari 115,6 m3ld. Itu sua-
tu ukuran 400 MW unit, salah satu yang terbesar di dunia.
Pembalikan turbin-turbin pompa, seperti disebut terdahulu, kesu-
litarr dari keadaan yang tidak mengllntungkan bahwa dalam peker-
jaan
untuk mengubah dari cara operasi yang satu ke cara operasi lain-
nya, perputaran kembali tenaga listrik harus dibalikkan.
I
176 Pembangkit Listrik Tenaga Air
Di sana ada dua pengecualian
pada pernyataan di atas. Kesamaan
turbin-turbin pompa telah disebutkanierdahuru
dan p".g".utun
ui,
yang cepat dari Deriaz di mana pemasukan
daun dapat aiuiitlun tur_
pa memberhentikan
tenaga listrik. Metode yang
bermacam-macam me-
mulainya mesin dalam sebuah
cara pemompaan
sebagai berikut:
(f Pergerakan
sebuah motor-langsir
atau sebuah tuJin seperti da_
lam hal pemisahan pompa
tempat penyimpanan.
Dalam hal demikian, sebuah tenaga listrii diperlukan untuk di ba-
wa pada
sebuah tempat perhentianl
kemudian diembunkan d".rgu,
mempergunakan penekanan
udara dan kemudian dipercepat lagi de_
ngan motor langsir untuk mencapai kecepatan pada wakiu yang sa_
ma' Kekuatan dari motor langsir iaatat kira-kira 5 persen sampai r0
persen
dari roda utama dan itu dibangun di atas poro, p.nggerak
uta_
ma. Cara ini merupakan pengambilan
waktu yang baik ain Uoten aiam_
bil sebanyak-banyaknya
l0 menit, seperti dalam hal di Taum Sauk
di Amerika Serikat.
(r) Dimulai pada waktu yang
sama antara lain, dengan mempergu_
nakan tenaga listrik'rtama,
listrik sebagai sebuah makanan motor peng-
hubung dari sistem. Dengan
demikian suatu kejadian keriling tenaga
Iistrik memperoleh keruwetan
dan sebuah pengubahan piggerak
diperlukan.
.
(iii) Dimulai pada waktu yang
sama dan diselesaikan dengan meng-
hubungkan pengembalian
tenaga listrik pada pengembaliin
J"rgu,
sebuah gerakan
sempurna yang
sia-sia untuk kemudian lari di atas
kecepatan. Ini hanya kenyatain
ketika sebuah pergerakan yung r.._
buang disediakan' Untuk Rodun il, 270 buah MW stasiun pembang-
!r_,
P-S di Austria, perlu pembalikan
rurbin_pompa selumLh waktu
250 second untuk sebuah perpindahan
dari muatan tu.tin penurr pa-
da muatan pompa yang penuh.
MASALAH.MASALAH
OPERASI
Masalah utama dari sebuah ketinggian kepala pompa
adalah pelu_
bangan. Pelubangan adarah sebuah gejara yang nyata daram ariran
tekanan itu mendekati uap tekanan. Dengan demikian kondisi setiap
menit dari uap dan gas gelembung
udara dibentuk dalam aliran itu.
Ketika gelembung-gelembung
udara dibawa berkepanjangan dengan
aliran dalam daerah tekanan tinggi, mereka roboh, mlm6erikan pe-
nimbulan keadaan perubahan
tekanan tinggi dan dalam waktu yang
singkat dan harus konsekuen
dengan kerugian pada permukaan ke da-
lam dari tapal batas aliran itu. Thoma mimpunyai saran sebuah pa-
ratneter pelubangan,
o, untuk turbin dan pompa_pompa
demikian
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenago Air-II
177
bahwa:
o:
(7.1)
di mana h6,h, penunjukan ft kepala barometer, kepala pengisapan
(atau ketinggian dari pompa di atas tingkat bagian belakang air) dan
jumlah
kepala efektif di atas pompa masing-masing. Menurut Tho-
ma, untuk pembebasan sebuah pelarian cepat pelubangan o harus men-
jadi
lebih besar daripada sebuah kritikan yang bernilai, o",p atau,
ho- h,
---E-
(7.2)
atau
o,,;l adalah fungsi dari kecepatan khusus dari pompa (lihatBab l3).
Untuk nilai tinggi dari kepala /r, ft, keluar menjadi negatif dan ke-
mudian menjadi penting untuk membagi pompa dengan kepala peng-
isapan negatif. Dengan kata lain tempat rumah tenaga listrik menjadi
begitu tetap sehingga pompa beroperasi di bawah kondisi terendam.
Besarnya perendaman ini tergantung kepada kecepatan khusus dan
kebersihan kepala. Gambar 7.8 dapat dipergunakan sebagai sebuah
petunjuk umum dalam perhatian ini. Jika akan terlihat dari itu, kadang-
kadang perendaman terlalu tinggi. Contohnya, untuk Waldeck II, pe-
rendaman adalah 52,5 m. Untuk setiap tingkat ketinggian dari peren-
daman, rumah tenaga Iistrik harus terletak dalam gua karang di ba-
wah tanah. Hasil kebanyakan stasiun pembangkit tempat penyimpanan
pompa. mempunyai. rumah-rumah tenaga listrik di bawah tanah de-
ngan sebuah pelayanan yang baik dari terowongan untuk air yang
lewat.
Masalah-masalah khusus lainnya yang timbul harus dibayar dari
pembalikan tenaga listrik untuk membalikkan sebaik mungkin perpu-
taran kembali tujuan pengaliran, pemulaian dan pemberhentian dan
keadaan perubahan yang berulang-ulang dari muatan yang cepat la-
rinya sebagai hasil dari permulaan prosedur kerjasama.
Pembalikan dari tujuan pengaliran menimbulkan pemberian pada
pelarian cepat yang harus dibayar dengan keretakan pada kelelahan.
Sampah-sampah karang yang direncanakan untuk pengaliran turbin,
mengayunkan tegangan selama pompa beroperasi tidak kurang men-
dapat kekhususan diambil dalam bagan mereka. Pengaliran selama
cara pemompaan terarah pada pemutaran turun-naiknya sekitar po-
ros tenaga listrik,
jadi,
menyebabkan ketegangan tekanan dalam beban-
nya. Bermacam-macam petunjuk adalah sebagian sangat peka pada
aliran pompa. Tidak kurang penguncian rencana khusus adalah terbagi-
bagi, mereka menggetarkan dan memperoleh kerugian selama masa
Ocrrr(
+ \
hr{h- a*ith
J
178 Pembangkit Listrik Tenago Air
pemompaan. Sebagian besar dari turbin-pompa harus membuat per-
lengkapan khusus dalam instruksi penghindaran ini.
Numopara
t
(:r)
Castaic
t
Camlough
(52)
Foycrs
(37'5)
20 25 30 35
zt0, 45 50 60
N, (berdasarkan
Q)
r
Gambar 7.t. Kedalaman perendaman.
TOFOGRAFI
'
Untuk operasi ekonomi, kriteria penting adalah akal yang berkepan-
jangan, L, di antara dua kolam sepanjang yang dilalui air sampai pa-
da tinggi
yang berbeda-beda, h, di antara mereka. Nilai yang kurang
dari akal ni L/h, kelebihan ekonomi adalah masa depan dari stasiun
pembangkit. Tipe akal untuk beberapa stasiun pembangkit adalah di-
berikan di bawah ini:
\.
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenaga Air-II 179
Fdktor lain yang penting sehubungan dengan penyesuaian dari topo-
grafi ialah bahwa tempat harus sesuai untuk rumah tenaga listrik di
bawah tanah dan perluasan pekerjaan terowongan tidak begitu penting.
CADANGAN-CADANGAN DAN ANGKUTAN AIR
Dalam campuran stasiun pembangkit tempat penyimpanan pompa,
kesanggupan cadangan adalah terbatas oleh pertimbangan lain, tetapi
dalam keaslian stasiun pembangkit tempat penyimpanan pompa, ca-
dangan harus mempunyai suatu kesanggupan seperti demikian bahwa:
(r) Cadangan yang lebih tinggi sanggup untuk memegang semua pe-
mompaan air ke atas selama
jangka waktu pemompaan dalam penam-
bahan sampai pada tempat penyimpanan yang mematikannya.
(lr) Cadangan yang lebih rendah sanggup untuk menerima dan un-
tuk memegang semua air bahwa pengaliran kedalamnya selama tur-
bin beroperasi dalam penambahan sampai pada tempat penyimpanan
yang mematikan.
(iir) Cadangan yang lebih rendah
juga
harus mempunyai kesanggupan
untuk menyimpan air yang diharapkan sampai menjadi hilang melalui
tirisan dan penguapan.
Seperti disebutkan terdahulu, cadangan yang lebih tinggi banyak
mengambil waktu di atas puncak bukit dan, kemudian, seperti dalam
ukuran kecil adalah diizinkan. Kesanggupan tempat penyimpanan akan
menjadi terbagi-bagi, sebab tergantung pada rencana operasi dari sta-
siun pembangkit tenaga listrik. Kesanggupan cadangan yang lebih atas
biasanya di antara enam
jam
sampai dua belas
jam
dari kesanggupan
pemompaan. Di Revin, misalnya, cadangan mempunyai sebuah ke-
mampuan untuk menyimpan tujuh dan setengah
jam pemberhentian
pompa. Kondisi khusus operasi boleh mempergunakan kemampuan
yang lebih besar. Di stasiun pembangkit Cruachan tempat penyimpanan
dua puluh empat
jam
dipertimbangkan.
Tempat penyimpanan yang lebih tinggi, apabila dibangun dengan
sebuah tanggul di atas tanah sekelilingnya, membutuhkan pengerjaan
yang luas untuk mencegah kerugian tirisan..Ini biasanya dicapai de-
ngan sebuah lapisan atau lapisan yang banyak dari aspal keras yang
sangat baik dengan sebuah lapisan yang tertutup dengan damar yang
dipakai dalam campuran semen.
Ketinggian dari tanggul tergantung pada jumlah
tempat penyimpanan
yang dibutuhkan sebaik-baiknya pada sebuah kedalaman yang mini-
mum dari air di atas pemasukan sebagai pencegahan adanya pusaran
pada pemasukan. Di Ludington, ketinggian dari tanggul mencapai sam-
pai 52 m sebagaimana di Revin, ketinggian dari tanggul
jaraknya
ha-
nya dari l0 m sampai 20 m.
|
,,0
5
E
300
u
D'
F
I
i\
I
,if
I
I
i
I
I
I
Ffestiniog (UK)
Vianden (Luxembourg)
Ludington (Amerika Serikat)
Shintoyone
(Jepang)
Hornberg (Jerman)
L/h
4,6
2,9
4,0
12,3
4,3
I
11
180 Pembangkit Listrik Tenaga Air
Eagan dan konstruksi dari tanggul sama dengan tambak di ben-
dungan. Hanya bagan khusus yang berfaedah untuk diperhatikan ada-
lah garis ke bawah relatif yang segera pada masa selama pergerakan
yang lebih tinggi dari kolam. Tarikan ke bawah ini, adalah pekerjaan
dari 12 m untuk cadangan yang lebih tinggi dan 16 m untuk cadangan
yang lebih rendah untuk stasiun pembangkit Revin P-S. Tambak ha-
rus tahan lama untuk kondisi dari kecepatan tarikan ke bawah dan
pengisian dalam waktu singkat.
Bagan dipertimbangkan untuk cadangan yang lebih rendah yang da-
lam sebuah lembah biasa tidak memberikan keyakinan.
Air berpindah di antara dua kolam melalui sebuah sistem dari tem-
pat persediaan dan terowongan. Jika sistem perpindahan panjang, per-
tengahan penggelombangan bak boleh mempunyai pembagian. Ukur-
an dari pipa diputuskan atas dasar pembicaraan pertimbangan eko-
nomi dalam bab berikut. Tetapi pertimbangan dua
jalan'aliran, jelas
bahwa kerugian gesekan diizinkan harus menjadi kurang daripada da-
lam kebiasaan stasiun pembangkit. Sebagai hasil, ukuran yang tertinggi
dari sebuah tempat persediaan dalam sebuah tempat penyimpanan
pompa stasiun pembangkit selalu timbul lebih besar daripada dalam
sebuah stasiun pembangkit tenaga listrik air biasa.
Dalam hal tinggi terowongan saluran masuk, garis tengah ekono-
mis normal bekerja di luar, dengan demikian bahwa kecepatan pada
aliran maksimum di antara 4,5 m/d sampai 6,5 m/d. Misalnya, sta-
siun pembangkit Rodunt II (Austria) terbagi sebuah lorong pemasukan
dengan garis tengah dari 4, l5 m pertimbangan pada sebuah kecepatan
aliran dari 6
-7
m/d. Terowongan membutuhkan bagan dalam dari
pelat rangka baja yang berbatasan untuk menahan erosi.
Bagian dalam dari cadangan yang lebih atas umumnya pintu kon-
trol. Pintu ini beroperasi dari setruah menara yang terletak di bagian
dalam, cadangan. Tingkat minimum tarikan ke bawah dalam cadangan
harus terbagi cukup terendam lebih dalam di atas bagian dalam,
jadi
untuk menekan pembentukan pusaran air pada bagian dalam. Pada
Stasiun Pembangkit Cabin Creek (300 MW, Amerika Serikat) ting-
kat minimum sekitar 9 m di atas tingkat puncak dari bagian dalam.
Selanjutnya perbedaan tingkat di antara minimum dan maksimum ada-
lah 27,5 m.
RUMAH TENAGA LISTRIK
Rumah tenaga listrik dari stasiun pembangkit LTP situasinya di anta-
ra dua cadangan. Harus diberikan perendaman yang diperlukan, tempat
penyimpanan pompa atau turbin pompa dibangun di bawah bagian
yang terendah dari bagian belakang air. Tabel-tabel berikut memper-
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenoga Air-II l8l
o
o
d
j
c
J
!{
d
6
b0
rg
D
d
a6
6
la
d
o0
ad
q,)
)a
bt)
d
o
E
{.)
o.
d
A
t
U)
(t
p
J.
(J
()
!
(!
J'
6
o0
fil
lu
J.
a0
tr
d
.o
E
o
0.
oi
t-
ql
!
g
c
(,
a
p
a
a

e
E
I
t
g
8
a|
i'
8
l-
I,
l8
t-
le
le
lx
le
l8
l-
IE
le
t+
I'
la
l.
ls
I'
ls
lr
6
s
do
J__
d
i
o
I
r
j
sl
'a
2
E
lI]
6
x?
HR
:6
qi
*dE
$E
TE
"a"c
* .,8
=d
dU
:4
qc
Oo
&J
H3
F'
Karena kebutuhan ini, rumah pembangkit LTp sebaiknya tidak di
atas tanah. Bangunan yang umum adalah salah satu dari tiga cara se-
bagai berikut:
(r) Pendirian rumah tenaga listrik di bawah tanah ditutup batu-batuan
dengan dilalui aliran dan penggunaan lain dibagi melalui lorong. Ba-
nyak stasiun pembangkit, dengan demikian mempunyai rumah tena-
ga listrik di bawah tanah. cruachan (UK), coo-Troi-ponts (peran-
cis) Vianden (Luxembourg) ilan Waldeck II adalah contoh-contoh yang
terbaik. sebuah pengaturan yang umum diperlihatkan dalam Gam-
bar 7 .9 (lihot hlm. 181). Tipe pelubangan rumah tenaga listrik di ba-
wah tanah biasanya berbentuk telur dengan ukuran (22 cm) dan sele-
bar mungkin 33,5 m, seperti di Waldeck IL Secara teoretis memperli-
hatkan bahwa berbentuk telur atau ditutupi batu-batuan bulat pan-
jang
lebih rapi untuk muatan batu-batuan.
182 Pembangkit Listrik Tenago Air
lihatkan stasiun pembangkit
LTp, kedaraman perendaman
di bawah
tingkat bagian belakang air.
Ronkhausen (2 x 76,5 MW)
Foyers (2 x 150 MW)
Cruachan (4 x I l0 MW)
Waldeck II (2 x 220 MW)
EL.134.950
EL.786.29
Ruangan guncangan
Terowongan portal
selatan
Balikan EL.689.30
B.likun 8L.666'J3
Balrxan EL.665.81
Ruang pembangkit
tenaga
EL.436.ts
Tipe-tipe Pembangkit Listrik Tenaga Air-II 183
salnya seperti Vianden (tenaga listrik kesepuluh), Rodunt II (Austria)
dan Foyers (Skotlandia). Bagan utama dari rumah tenaga listrik ada-
lah kesatuan. Gambar 7.1I memperlihatkan pengaturan umum dalam
tipe dari pengaturan ini.
305,20
Tan88a dan lifl
Startcr untuk
mcnyalakan nolol
Bcngtel
Alet bantu rcmDa rurbin
16m
37,5 m
45,7 m
52.6 m
Gambar 7.10. Stasiun pembangkit tenaga listrik penuangan.
(r) Di mana topografi cliizinkan, rumah tenaga listrik dibangun da-
lam sebuah sumur yang terbuka. Ludington dan Castaic (Amerika Se-
rikat) adalah contoh-contoh dari
jenis
ini. Pengaturan umum adalah
yang diperlihatkan dalam Gambar 7.10.
(iit) Rumah tenaga listrik juga
dapat ditempatkan sebuah susunan
tipis poros penggerak. Konsep ini pertama kali dikembangkan untuk
Ronkhausen, dan sekarang dikerjakan untuk stasiun pembangkit, mi-
Gambar Z.f f . numat *r"r, ,rr,.rU Ronkhausen ditempatkan dalam sebuah
poros penggerak.
EFISIENSI DARI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA POMPA
Ini adalah suatu kebiasaan untuk mencatat bahwa setiap 3 kW pema-
sukan, Anda boleh niengharap 2 kW pengeluaran dalam stasiun pem-
bangkit penyimpanan pompa. Perolehan seluruhnya yang normal dari
stasiun pembangkit, tepatnya ialah sekitar 7090. Itu dapat dikerjakan
di luar seperti di bawah, untuk menutup putaran operasi:
,
-
Pergerakan tenaga selama satu putaran .8,
- ''o
:
Tonsurnsi tenaga selama perputaran yang sama, E,
Sekarang
jika
Q
Kemudian E,
:
diberhentikan dan l'1 kepala yang kasar.
x 0,736 x q,
di mana
4, = Seluruh kegiatan dari pergerakan (termasuk kegiatan
tirrbin, dinamo dan transformator).
,tQ(H + hi
_
0,736
15 \p
. kegiatan seluruh dari operasi pemompaan.
dan Ep:
di mana
4,
11 T
184 Pembangkit Listrik Tenaga Air
E-
(H-h)
Kemudian
\o
:i:
ffix
nt
x qp
h7
:
kH, kemudian
fi-k)
4,
:-il-T?)
x qt x rp
nilai rata-ratadari
4o Irdan
k adalah dihargai 0,88, 0,85 dan 0,02
sampai 0,03. Dari nilai ini, kegiatan seluruhnya timbul menladi 72
persen.
CONTOH ILUSTRASI
CONTOH 7.1
Di stasiun pembangkit LTP Kisneyama di Jepang, bahwa kedua pembalikan turbin-
pompa yang suoah dipergunakan rnempunyai tingkat selama operasi pemompaan se-
bagai berikut:
Kecepatan 225 rpm
Kepala 230 m
Pengeluaran 86 nrr/d
Pembatasan pendekatan perendaman yang diperlukan.
PENYELESAIAN
Kecepatan kekhususan dari pompa;
225J86
=-
(23Oyr+
= 35,4
Sekarang dari Gambar 7.8 untuk h = 230 dan N,
:
35,4, h, -- 27,5 m.
Kemudian perendaman yang diperlukan adalah 27,5 r; di bawah tingkat paling rendah
bagian belakang air. (Sesungguhnya pembagian perendaman adalah 30,0 m).
CONTOTT 7,2
Sebuah stasiun pembangkit perputaran tertutup P-P di Austria, dengan sebuah ke-
pala kasar dari 350 m, mempunyai sebuah lo;'ong kepala aliran deras 4 m dia dan 700
m panjangnya. Pengeluaran langsung rumah tenaga listrik dalam cadangan yang [e-
bih rendah. Kecepatan aliran adalah 6,5m,/d dan faktor gesekan/
= 0,018. Jika selu-
ruh kegiatan dari pemompaan pada pergerakan adalah 8590 dan dihargai 8890, perki-
raan stasiun pembangkit adalah wajar.
PENYELESAIAN
TLV)
Kertrgian gesekan kepala,
U
:
-T{
0,018x700x(6,5)2
:
--lTqO
(o-
= 6,8m
."hI
:
kH
6,8
: k (350)
iadi
k
:
0,0194
=
0,02
Tipe-tipe Pembongkit Listrik Tenoga Air-II 185
Kegiatan stasiun pembangkit
46
:
t
i*l
rtt \ ttr
= 9':! >< o'85 x o,8E
t,o2
" -'-
= 71,860/o
coNT-oH 7.3
Sebuah turbin-pompa pembalikan 100 MW harus bekerja di bawah sebuah kepala
dari 400 m. Pemilihan sebuah ftecepatan
khusus yang sesuai dan kecepatan larinya
untuk tenaga listrik.
PENYELESAIAN
Dalam pemilihan kecepatan khusus, kami umumnya mempergunakan sebuah per-
samaan dari tipe sebagai berikut:
rus=-L
,tH
Untuk pembalikan turbin-pompa, sebuah nilai dari k di antara 2500 sampai 3000
adalah memungkinkan. Pemilihan 2500 sebagai nilai:
N"6
A/_-
I'
,
g3/4
2500
N.:-:---=12-s
"
V4rn
Sekarang
* =
#,
adi t2s :
NVloo;rooilfe
4od/4
atauN=606rpm.
7
BAB 8.
Bendungan
lB7
ngan lebih baik. Tujuan utama dari perencanaan bendungan adalah
bagaimana membuat bendungan yang lebih tinggi. Bendungan yang
paling tinggi ialah bendungan yang tanggulnya dari batuan-batuan ta-
nah disebut bendungan Nurek di USSR yang ketinggiannya di atas
300 meter. Di mana bendungan itu adalah sebuah bendungan tang-
gul.
Di India, bendungan Bhakra (tinggi bendung 226 m),Iddiki (leng-
kungan bendungan 170,7 m), Tehri (bendungan tanggul yang di-
usulkan, 250 m) adalah beberapa dari bendungan yang tinggi.*
FUNGSI SEBUAH BENDUNGAN
Bendungan mempunyai dua dasar fungsi: (r) merupakan sebuah ko-
lom penampung air yang mempunyai kesanggupan untuk menyedia-
kan air, dan (n) menaikkan ketinggian tekanan air yang merupakan po-
tensi dari air sungai.
Secara normal suatu bendungan mempunyai kedua fungsi ini, mi-
salnya mempunyai suatu ketinggian tekanan yang tinggi dan kesang-
gupan sebagai kolam penyimpanan yang besar. Atau sebaliknya mem-
punyai ketinggian tekanan yang tinggi tetapi kesanggupan menyim-
pan air kecil. Contoh dari jenis pertama ialah bendungan Aswan di
Mesir yaag mempunyai 156 billion m3*x daya tampung air dengan ke-
tinggian I I 1,5 m. Di samping itu, bendungan Hoover di Amerika Se-
rikat dengan ketinggian tekanan air 222 m t:tapi hanya mempunyai
kapasitas daya tampung air 38 billion m3 atau bendungan Vajont di
Italia yang hanya mempunyai daya tampung air 0,17 billion m3 un-
tuk ketinggian tekarian air sebesar 262 m.
KLASIFIKASI DARI BENDUNGAN
Klasifikasi bendungan terdiri dari beberapa bagian yang berbeda (i)
fungsi (ir) bentuk (iir) bahan-bahan bangunan dan (iv) hidraulika dan
rencana struktur bendungan.
Dasar Klasifikasi atas Fungsi
Berbicara dasar klasifikasi atas fungsi dari bendungan sebagai ben-
dungan tempat penyimpanan air, bendungan pengelak dan sebagai ben-
dungan untuk menghasilkan tekanan air.
Bendungan penampang terutama untuk menyimpan air dan mem-
pergunakannya sebagai air cadangan yang dipergunakan apabila di-
*
Lihat
juga titik puncak dari daftar ketinggian bendungan di dunia.
**15;111sn:1g9
BENDUNGAN
UMUM
(g[p-ggian tekanan
yang bcg-arlan
k-elinggian
tekanan
menengah
pa-
da proyek listrik-tena!;;
;;'i seu.uaf uiiidungan.melalui
in4*i1p
rupakan sarana
y*g";;ti;
ieringkati'
biaya dari sarana tunggal
ini mencapai
2o sampii ii-piir.n
daii
jumtah biava vang
diperlukan
pada suatu
proyek fitttit-tt""ga
air' Misalnya
di Proyek Listrik Te-
naga Air Koyna tstuoi"*
peliai'a tahun 1954)' India' biaya bendungan
adalah Rs 80 samp"i^il;ililJuii
totut seluruh biaya
yang diperlu-
kan 350 milyar.* Secara singkat komponen
penting ini akan diielas-
kan pada bab ini. fuf.ngingul*aktu
yang terlalu singkat dan merupa-
kan bidang vurrg
irirvu itta"*'
pernah aiUit'ut'
Pandangan
objektif
kami
;;;;;ilil,
iaaun r"tuk memberikan
suatu informasi
dasar ten-
tang berbagai
jenis u*i'ntu"'
JAurn hubungan
dengan
perkembangan
tenaga air'
SF^IARAHNYA
Bangunan bendungan
mempunyai
sebuah cerita
yang panjang, Sadd-
El-Kafara
di Mesir, Ut"a"gu.
paling terdahulu
yang termasyhur'
pe-
ninggalannyu
*uril'"i"'iit'J
sampai iekarang'
diperkirakan
telah di-
bangun dalam Z8SO
g'a'
Banvak tendungan
yang benar-benar
modern
dibangun ai nomaJi,
ii;;; iengarr.dan
peradaban Indian'
Paling
banyak dari bendun;;"-;;;y"gui
inl antara lain berdinding
tembok
atau dibungt u, tunuTa*
u"u"iupu
di antaranya
sampai hari ini ma-
sih dalam keadaan baik. Keretakan
yang nyata dalam sebuah bangunan
bendungan,
Uur., ait"iut''i
secara nyataaiam
seratus tahun terakhir ini
sesudah *aratah-mu-J;;;;k"k
dari bendungan
sudah dipahami
de-
"
Pengeluaran
yang nyata adalah lebih tinggi'
lt
188 Pembangkit Listrik Tenaga Air
butuhkan untuk berbagai macrm penggunaan seperti listrik tenaga air,
iri3asi dan suplai untuk air minum.
Bendungan pengelak dibangun untuk menimbulkan ketinggian te-
kanan air dan mengatur aliran air dalam arah yang berlainan. Dengan
demikian bendungan tidak boleh hanya mempunyai kesanggupan se-
bagai tempat penyimpanan air yang besar. Apabila sungai mempu-
nyai pengaliran dan persediaan air yang meyakinkan, maka tidak di-
perlukan kolam penyimpanan, hanya bangunan untuk saluran pengelak
yang dibutuhkan.
Bendungan penahan air pertama-tama dibangun untuk menyimpan
aliran air. Bendungan penahan adalah sebuah kenyataan untuk men-
jaga
kekosongan penerimaan aliran air ketika aliran air tidak ada sa-
masekali. Tujuan yang bermacam-macam dari kolam pengumpul ha-
nya merupakan sebagian dari sejumlah kemampuan yang merupakan
usaha untuk menahan dan mengontrol aliran air.
Dasar Klasifikasi Atas Bentuk
Berbicara dasar klasifikasi atas bentuk dari bendungan merupakan
bentuk trapesium dari bendungan gaya berat atau bendungan-bendung-
an melengkung, (bentuk rencana bendungan merupakan pembentukan
lengkungan) dan sebagainya. Klasifikasi ini merupakan persamaan de-
ngan dasar klasifikasi atas prinsip bangunan yang diletakkan dan di-
bentuk pada sebuah alas yang lebar dan besar, yang direncanakan se-
suai dengan fungsi bangunan.
Penyesuaian Klasifikasi pada Bahan-bahan Bangunan
Bermacam-macam bahan dari bangunan telah dipergunakan untuk
bendungan. Jumlah terbesar merupakan bahan dari bumi, potongan
dan kepingan-kepingan dari batu-batuan, pasangan batu, beton dan
RCC. Akan tetapi, ada
juga
bendungan dari kayu (terbuat dari suatu
susunan balok kayu) atau bendungan baja terbuat dari lapisan baja
atau bendungan karet terbuat dari karet, sudah pernah dilakukan wa-
laupun sangat
jarang
dipergunakan. Dalam tahap-tahap awal, banyak
sekali pekerjaan pasangan batu yang dipergunakan. Pada zaman se-
karang, hampir semuanya diganti dengan konstruksi beton bertulang.
Bendungan seperti bendungan Nagarjunasagar di India
[(/iftal
Gam-
bar 8.2(a)l (ketinggian 114,5 m) yang terbuat dari pasangan batu, se-
buah pengecualian, pemilihan yang lebih tepat dari
jenis pekerjaan
yang disesuaikan atas pertimbangan dan potensi sosial yang ada
jauh
lebih baik daripada pertimbangan teknis. Bendungan dari pasangan
batu adalah tidak cocok untuk bangunan mekanik dan kemudian men-
jadi
kurang populer.
Bendungon
lg9
Bendungan baja, balok kayu atau karet sangat jarang
diperguna_
kan dan biasanya ketinggiannya sangat kecil.
Bendungan dari beton, direncanakan sebagai suatu konstruksi ben-
dungan beton bertulang, bendungan dari tanah dan bendungan dari
batu-batuan termasuk kategori nomor tiga dari bendungan
iurr* ,o-
puler atas dasar klasifikasi bahan-bahan.
Klasifikasi Sesuai dengan
perencanaan
Sebuah klasifikasi, yang paling masuk akal bagi para insinyur, adalah
salah satu dasar klasifikasi atas perencanaan
bindungan. b"odrngrn
gravitasi
merupakan bendungan yang menahan air dengan sistem gaya
beratnya sendiri. Bendungon merengkung adarah bendringan yu.rg
-.-
nahan air dengan sistem reaksi rengkungan d,an dindinl pinyokong
bendungan yang merupakan prat beton. orang-orang teknik mlmbiar-
kannya, bendungan dari tanah dan bendungan yang penuh batu-batuan
juga
menyisakan tekanan air oleh reaksi gayaberat,
tetapi pada saat
yang sama, kebiasaan bangunan dari bendungan iniialah, dalam ba-
nyak pengaruh,
tidak menyukai gaya berat bendungan. Gaya berat
bendungan sebuah tempat bahan-bahan dan sebuah-peng.".kun
un-
tuk kestabilan dari seksi keseluruhan penyesuaian.
oengai perkataan
lain, bendungan dari tanah atau dari batu-batuan terJiri dari peng-
linean
bagian yang tidak ditempatkan dan reaksi dari saluran mela-
lui badan dari faedah bendungan yang tertutup oleh penyelidikan
kritis.
Bendungan melebar secara perlahanJahan pada dasar dan kestabilan
dari
jumlah
bentuk yang bertentangan dengin kerambatan penyaluran
air yang dibutuhkan tanpa pemeriksaan.
Kemudian bendungan ini klas-
nya menjadi normal di bawah dari bendungan tambahan. Kadang-
kadang ditunjuk sebagai bendungan yang tidak kuat, dikarenakan flek-
sibilitas yang lebih besar dan kesanggupan menyesuaikan pada pe-
nyelesaian tempat bangunan dalam pondamen
lapisan bumi.
Dasar Klasifikasi atas Rencana Air
Meremehkan sebuah cara yang berbeda dari penggolongan
ben_
dungan tergantung pada dasarnya perencanaun
air. iiar, tiao* oar_
nya aliran di otas bendungan adalah bendungan atas di mana air ti-
dak diizinkan mengalir, ketika bendungan berlebih di mana air di-
izinkan mengalir disyaratkan sebagai kelibihan ariran bend,ngan. Se-
muatanggul bendungan bukan kelebihan aliran bendungan. Beridungan
dari bobot beton boleh atau tidak boleh menjadi kelebihan atiian ue.r-
dungan. Biasanya, dalam bendungan yang demikian, sebagian aari
panjang
bendungan direncanakan untuk kelebihan ariian ,uirbil ,irr-
nya direncanakan untuk bukan kelebihan aliran. Dalam kasus-kasus
yang demikian, seksi dari kerebihan aliran ditunjuk sebagai cara pe-
r
190 Pembangkit Listrik Tenaga Air
nuangan. Beberapa bendungan, biasanya dari ketinggian yang sedi-
kit (hanya beberapa meter), mempunyai total kepanjangan rencana
praktik mereka untuk kelebihan aliran. Dengan demikian bendungan
disebut sebagai parit. Hal tersebut terutama untuk pembalikan dari air.
PEMILIHAN TEMPAT DAN PEMILIHAN BENDUNGAN
Pemilihan dari sebuah tempat untuk sebuah bendungan tergantung
pada fungsi dari bendungan itu. Dari pertimbangan biaya, kepanjangan
yang lebih kecil dari bendungan, mengurangi biaya. Kemudian tem-
pat harus menjadi satu di mana lembah sungai mempunyai sebuah pem-
bentukan leher. Di mana kesanggupan tempat penyimpanan air dibu-
tuhkan, lembah yang mempunyai kesanggupan untuk tempat pe-
nyimpanan yang besar di atas sisi arus atas dari tempat pengusulan
bendungan, mungkin yang paling baik. Seringkali bendungan ditem-
patkan sesudah pertemuan dua sungai,
jadi,
keuntungan dari kedua
lembah untuk membagi kesanggupan tempat penyimpanan yang le-
bih besar diperoleh
[Gambar 8.1(a) dan (b)]. Untuk pembalikan se-
buah bendungan, tempat yang akan mengurangi kepanjangan dari ke-
mudahan air akan menjadi sesuai, tidak ada tempat penyimpanan
pemasukan.
Di samping tugas, seleksi dari tempat tergantung pada bermacam-
macam faktor, dengan demikian sebagai ciri geologi dari tempat itu,
hal yang dapat didekati dari pandangan biaya pengangkutan dari
Bendungon l9l
bahan-bahan, pertimbangan ekonomi dari
jumlah
biaya yang terma-
suk dan faktor-faktor sosial seperti daerah yang akan mendapat pem-
benahan di bawah air sesudah bangunan dari bendungan itu, faktor
relatif dari keamanan dari bencana yang bertentangan seperti gempa
bumi. Pemilihan tempat
juga
tergantung pada jenis
bendungan yang
akan dibangun.
Pertimbangan pertama dalam pemilihan bendungan itu mengenai
faktor keamanan dan ekonomi. Kegagalan dari sebuah bendungan ialah
bencana dari pemasukan sebagian besar banyak penghidupan dan mi-
liard rupees (mata uang India). Kenyataan, pengusulan bendungan ha-
rus memenuhi kebutuhan dari keamanan di bawah serta bermacam-
macam kemungkinan yang dihadapi dari negara dan perpindahan kon-
disi. Bendungan
juga harus memuaskan pengetesan dari kestabilan un-
tuk (r) ketinggian aliran yang tidak lazim dengan waktu pengambilan
dafi perintah 10.000 tahun dan (ir) kejutan muatan yang mungkin ber-
tepatan dengan gempa bumi dan perubahan yang tiba-tiba dalam ting-
kat bak pengumpul.
Faktor pengontrolan kedua ialah ekonomi secara keseluruhan. Ana-
lisis ekonomi secara keseluruhan mengambil
jumlah
biaya modal dari
bangunan sebaik mungkin pemeliharaan keluar melalui bendungan saat
penghidupannya, untuk perbandingan dan pemilihan uraian biaya yang
paling sedikit.
Di samping dua dasar pertimbangan di atas, faktor lain yang pen-
ting adalah:
(r) Pondamen geologi.
(ir) Pertimbangan hidrologik dan pembalikan air sungai selama
membangun.
(iir) Penyediaan bahan-bahan bangunan.
(lv) Penyediaan bangunan tempat stasiun pembangkit dari keahlian
pada umumnya.
Jika fondasi dari batu-batuan baik, tidak adanya bendungan ber-
bobot di samping pertimbangan. Bersamaan dengan itu, tidak ada-
nya semen dan sebagainya, boleh diletakkan pada pilihan tanggul ben-
dung.an. Lengkungan bendungan tidak dibangun di India hingga saat
ini, karena relatif kekurangan ahli setempat dalam pembuatan ben-
dungan yang demikian. Bendungan Nagarjunasagar dibangun seba-
gai bendungan dengan tembok, sebagai pekerjaan atas dasar pertim-
bangan daripada pekerjaan juga dasar pertimbangan. Apabila air me-
ngandung asam, masa perkembangan bendungan beton boleh segera
dirusakkan; kemudian lengkungan atau tiang penopang bendungan
mungkin lebih disukai, sebagai hal yang telah dikerjakan dalam be-
berapa negara kontinental.
Geologi dari pondamen membutuhkan pemeriksaan yang sangat teliti
Gambar 8.1. Tempat yang sesuai untuk sebuah bendungan.
7'.
192 Pembangkit Listrik Tenoga Air
sebelum pilihan berakhir. Bilangan besar dari lahirnya perluasan
lubangJubang di atas keseluruhan daerah fondasi, dan naik pada ke-
dalaman yang besar diambil dan dijurnal, dan perluasan pemetaan geo-
logikal telah dikerjakan, bahkan oleh cara-cara tradisi atau oleh ma-
sa depan geofisikal yang menyesatkan. Penelitian menjadi penambahan
tidak hanya pada semua alternatif seleksi tempat bendungan, tetapi
di atas keseluruhan daerah bak pengumpul, juga
dalam instruksi pa-
da penyesuaian kelemahan potensi lapisan bumi, yang sepertinya mem-
berikan
jalan
di bawah tekanan.
Kegagalan dari kerusakan dari bak pengumpul sebagai keburukan
sebuah bencana, dan sebagai kegagalan fondasi dari bendunganyang
sebenarnya. Malapetaka pada bak pengumpul Vajont dalam enam belas
tahun yang lalu bertepatan dengan kekeliruan dari lapisan bumi pada
kerusakan bakpengumpul, bendungan keseluruhannya tetap tinggal
utuh.
Penyelidikan secara normal atas tanah boleh memakan biaya
sebanyak-banyaknya 0,75 sampai 1,0 persen dari
jumlah
biaya ben-
dungan. Jika tanah atau lapian bumi batu-batuan tidak seluruhnya
memuaskan, penyuguhan fondasi dengan pengisian beton diikutkan
sebagai penyerahan pondamen yang kuat dan tidak dapat tembus, dan
cocok untuk pembangunan dari bendungan. Untuk bobot bendungan,
semen beton dan untuk tanggul bendungan, pengisian beton dengan
tanah liat merupakan kebiasaan sebagai bagian dari penyuguhan
pondamen.
BOBOT/GAYA BERAT BENDUNGAN
Bendungan yang berbobot dibangun antara lain dalam menembok batu-
batuan dalam beton. Seperti disebut terdahulu, bendungan yang di-
tembok dengan batu-batuan sangat populer sampai perputaran abad,
tetapi sekarang hanya mempunyai
jumlah penempatan kembali oleh
bendungan beton. Bendungan-bendungan dari beton dapat dibangun
lebih cepat, dengan lebih mengefektifkan mutu kontrol daripada ben-
dungan dari tembok. Pembetonan bendungan zaman sekarang ini, lebih
mudah dengan kerjasama mekanik stasiun pembangkit, pembetonan
menjadi sering tidak dapat disinggung dengari tangan orang-orang biasa
sampai ditempatkan pada landasannya. Di samping itu, penembokan
bendungan membutuhkan ratusan dari bermacam-macam pekerjaan
menembok. Dengan begitu banyak mempekerjakan alat-alat manusia,
hal itu sukar untqk mencapai mutu kontrol yang baik seperti
juga
itu
adalah merupakan kesukaran untuk menaikkan kecepatan bangunan.
Bendungan dengan tembok, menjadi orientasi orang daripada orienta-
si tenaga listrik, dapat dipertimbangkan hanya di bawah dua kondisi:
Bendungon 193
(l) Di mana ukuran besar dari masalah tanpa mempekerjakan orang
menjadi timbul.
(rr) Di mana pembetonan sukar untuk memenuhi kewajiban tanpa
persediaan antara lain semen atau stasiun pembangkit pembetonan.
Sebuah contoh yang baik dari sebuah penembokan bendungan mo-
dern ialah bendungan Nagarjunasagar di atas Sungai Krishna di In-
dia, yang di atas ketinggian 125 m. Pilihan dalam hal ini diutamakan
sebab dari pertimbangan pertama. Pekerjaan atas bendungan ini ber-
kelanjutan untuk 12 tahun dan 60.000 orang dipekerjakan selama pun-
cak waktu pembangunan.
Bobot/Gaya Berat Bendungan dari Beton
Di India, bobot bendungan pertama dari beton sepenuhnya diba-
ngun di Vaitarana pada tahun 1954 (dekat Bombay untuk penyam-
paian air dari kota), walaupun bendungan Periyar mempergunakan
l.aer t L. l!t.O5m
Puncak
1 bendungan t. t01.6 n
El l65.lm
Dinding
pnyerap
Sumbu bendungan
Ruangan
l!ml2.7{n
El lu.5gln t3O.3m
El. l2&00n
,.tt m
1.52mI2.?9n
6 06m:L
l-
Gembar t.2.(a) Bendungan Nagarjunasagar.
i.|52'n
fI
,
194 Pembangkit Listrik Tenaga Air
Gambar 8.2(D). Bendungan Cheruthon. (Atos izin: Kerala State Electricity Board).
pembetonan, sebagai pengembalian pada tahun 1895 dalam pekerjaan
bangunan. Sebagai perbandingan dengan bendungan lengkungan, ana-
lisis dari susunan tabiat dari bobot bendungan adalah sederhana. ltu
juga
tidak membutuhkan keahlian yang banyak sebagai lengkungan
atau tiang penopang bendungan yang dikerjakan. Untuk alasan ini,
dalam tingkat yang terdahulu dari perkembangan bendungan, paling
banyak hanya bendungan lengkungan yang dibangun.
Di sana ada dua situasi yang utama di bawah bobot, bendungan
tidak dapat dilaksanakan dengan pertimbangan:
(r) Ketikan pondamen batu-batuan baik dari lapisan tanah tidak
tersedia.
(ir) Ketidaktinggian dari bendungan lebih dari mendekati 250 m,
(bendungan Grande Dixence di Switzerland, 285 m merupakan bobot
bendungan. Tetapi itu hanya pengecualian).
Pekerjaan bangunan didahului oleh pembalikan air sungai melalui
pembalikan saluran atau terowongan, dan dengan membangun ben-
dungan yang berharga untuk menjaga saluran sungai pada tempat ben-
dungan yang kering. Bendungan yang berharga adalah sementara un-
tuk memperoleh air, dengan demikian sebagai pelat tiang pancang ba-
ngunan baja atau danau sementara tetapi untuk kebanyakan bangunan
Bendungan 195
mereka dengan biaya mereka sendiri.
Bangunan dari bendungan terbagi dalam berbagai macam golongan
dan terwujud pada suatu waktu dikerjakan dalam sebuah golongan
khusus,
jadi untuk menimbulkannya dengan 1,5 sampai 2 m pada suatu
waktu. Dalam Gambar 8.2(b), sebuah pandangan dari 135,7 m pan-
jangnya bendungan cheruthoni (Kerala, Negara India) diperlihatkan.
Dalam gambar ini, blok dan tingkatan dari bangunan dapat dilihat
dengan
jelas.
Bahan-bahan mentah seperti semen, dan pengumpulan bahan-bahan
dimakan oleh pita tenaga listrik sabuk transpor ke dalam campuran
padat stasiun pembangkit dari mana beton diserahkan pada tempat
itu dengan bantuan alat-alat mekanik seperti
jalan kabel atas yang
ember-embernya dapat dipindahkan. Perwujudan didinginkan paling
tinggi sampai l0 derajat Celsius dengan melewatinya melalui sebuah
stasiun pembangkit pendingin, jadi,
untuk mengeringkan beton alat
pemanas dari hidrasi untuk pencegahan dari kelebihan pemanasan dan
risiko penyusutan yang meretakkan pada akhirnya. Penempatan dari
terwujudnya diikuti dengan melalui getaran dan pengeringan beton
berikutnya. Kerjasama antara blok-blok diwujudkan sebagai perluasan
kerjasama.
Sebuah tipe contoh dari sebuah ketinggian perwujudan bobot ben-
dungan di India adalah bendungan Bhakra di atas Sungai Sutlej, de-
ngan ketinggian 226 m (Gambar 6.9).
Kestabitan Susunan dari Bobot Bendungan
Untuk menganalisis kestabilan susunan dari bendungan, berikut
kekuatan-kekuatan harus diambil ke dalam pertimbangan:
(i) Keberatan sendiri dari bendungan dan pondamennya (rn.
(il) Tekanan air (P1, P6, P2, Pu2),
(iil) Reaksi dari pondamen (R), sama dengan dan sebagai lawan pada
hasil kekuatan atas pondamen, Gambar 8.3 memperlihatkan R
sebagai hasil dari semua kekuatan-kekuatan yang aktif. Reak-
si pondamen dihubungkan oleh komponen-komponen EP dan
DF secara sempurna.
(iv) Tekanan naik ke atas tepat pada aliran tambahan tanah (L),
(v) Angin dan kekuatan gelombang (P,),
(vr) Kekuatan gempa bumi (P", Es, Eu),
(vil) Tekanan penutup lumpur tepatnya untuk menyimpan lumpur
dalam bak pengumpul (P,),
(viir) Penekanan tepatnya pada formasi es dipermukaan air
(P).
Kekuatan-kekuatan ini, mewakili grafik mereka dan tujuannya ada-
lah berhubungan dalam Gambar 8.3. Bendungan itu, di bawah tin-
3!F
196 Pembangkit Listrik Tenaga Air
l-
Gambar 8.3. Pembuatan kekuatan di atas sebuah bendungan'
dakan dari bermacam-macam kombinasi dari semua daftar-daftar ke-
kuatan di atas, harus mengisi kondisi dari kestabilan sebagai pemba-
gian di bawah:
Kondisi dari Kestabilan
Tiga kondisi dasar dari kestabilan adalah:
(r) E kekuatan horizontal
(r) E kekuatan vertikal
(iii) D sekejap mata
Arti fisikal dari ketiga kondisi adalah sebagai berikut:
(r) Kekuatan keaktifan dari
jaringan horizontal di atas sesuatu sek-
si horizontal harus diimbangi oleh kekuatan reaktif horizontal dari
pondamen. Jika ini tidak mungkin, bendungan akan tergelincir da-
lam arah horizontal. Kegagalan dari tipe ini, disebut kegagalan per-
geseran. Faktor ini dari keselamatan berlawanan dengan kegagalan
pergeseran diberikan dengan formula:
e
-
ltDF
+ 0,5 B.s
os-f
- ---E-
(8.2)
di mana EF dan EP adalah
jaringan
aktif vertikal dan kekuatan-
kekuatan horizontal atas seksi di bawah pertimbangan, bilangan po-
kok dari gesekan dan B adalah pelebaran dari seksi (Kami memper-
timbangkan sebuah seksi dengan pelebaran B dan kepanjangan tiap
unit); 0,5 adalah nilai normal dari efisiensi penunjukan bilangan po-
kok dari seksi untuk menggerakkan kesanggupan pergeseran penuh.
Nilai yang patut dari y. di antara 0,65 sampai 0,75 adalah tekanan
pergeseran yang diizinkan dari perwujudan. Nilai yang biasanya dise-
Bendungon 197
tujui dari S"-yadalah 4 atav di atas. Jika kesanggupan sisa pergeseran
dari bendungin menjemukan, kemudian penyederhanaan formula pada
. . . (8.3)
:DH:01
r
:DM:0,
Dalam hal demikian, itu diperkenankan untuk mempunyai sebuah
nilai banyak yang lebih rendah dari 57.
/il)
Menentukan kondisi kedua bahwa sesuatu seksi dari bendungan,
jumlah bersih dari kekuatan aktif vertikal harus diimbangi dengan reak-
si dari masa di bawah seksi. Bila kekuatan aktif vertikal kebanyakan,
itu di luar kesanggupan dari bendungan atau bahan-bahan pondamen
untuk menggerakkan reaksi untuk mengimbangi mereka. Dalam hal
demikian, kejadian lintasan reaksi vertikal ada pada batas yang sela-
mat, di sana sebuah kegagalan dengan kompresi atau dalam perka-
taan lain dengan pemusnahan. Untuk mengecek kegagalan yang ber-
lawanan dengan tipe ini, tekanan kompresif maksimum di mana-mana
dalam bendungan tidak boleh keluar tekanan kompresif keselamatan,
/".
Tekanan maksimum kompresif diberikan oleh tekanan prinsip ter-
besar dan kemudian mengurangi kondisi pada formula:
Prinsip tekanan maksimum, p
< .f"
(8.4)
Kondisi ini diperlukan untuk pertama-tama mengecek dalam keting-
gian bobot bendungan. Pencapaian tekanan-tekanan maksimum pa-
da titik dari atas sampai ke bawah dekat tingkat fondasi dan sesuatu
kegagalan dari pemusnahan akan terjadi pertama-tamapadatitik ini.
(iii) Kondisiitu, DM
:
Q., meyakinkan bahwa di sana tidak akan
ada sesuatu perputaian yang tidak berimbang pada suatu seksi saat
dalam bendungan itu. Jika kondisi itu tidak terpenuhi, bendungan akan
gagal oleh kelebihan perputaran. Normalnya, kondisi tidak pernah ter-
capai dalam bendungan, seperti, sebelum tipe ini terjadi kegagalan,
tepatnya bendungan akan gagal oleh sebab-sebab lain, dengan demi-
kian sebagai perenggangan dan penggurrtingan'
(iv) Kriteria paling penting lainnya dalam kestabilan pertimbangan
dari bendungan, kegagalan dari perenggongan. Perwujudan atau pe-
nembokan sangat lemah dalam hambatan pada perenggangan dan akan
mengembangkan pematahan perenggangan dalam hal pengembangan
perenggangan di mana-mana dalam seksi itu. Akhirnya antara sebuah
kegagalan progresif dari bendungan, sebagai keretakan pada penam-
bahan dasar kegentingan tekanan penaikan ke atas.
Pengembangan dari perenggangan dalam bobot bendungan tepat-
nya untuk membengkokkan tekanan di atas sesuatu seksi horizontal.
Dalam rencana bendungan, harus berhati-hati pada waktu pengam-
bilan untuk melihat bahwa dengan dan kebesaran, bendungan penuh
I l-t<
u '
-'-l
V
198 Pembangkit Listrik Tenaga Air
dalam peristiwa yang berikut. Kondisi ini dapat menjadi kenyataan
dengan peraturan yang terkenal umumnya sebagai "Ketiga Pertengahan
Peraturan. "
Ketiga Pertengahan Peraturan
Pertimbangan Gambar 8.4(a) dalam sebuah seksi bendungan diper-
lihatkan. Sekarang hasil dari semua kekuatan aktif atas sebuah seksi
dengan demikian sebagai,4181 diberikan oleh R yang memotong seksi
AlBlpada titik C. Hasil R akan mempunyai dua komponen R,, kom-
ponen vertikal dan Rs, komponen horizontal. R, menghasilkan se-
buah tekanan peristiwa yang berikut atas AtBt dan dengan memper-
timbangkan sebuah perpanjangan kesatuan dari bendungan (tegak lurus
pada pendataran dari kertas), kami dapat menulis:
Tekanan langsung p :+
Tekanan ini akan merupakan bentuk kesatuan atas ArBl dan da-
pat diwakili oleh sebuah tekanan segi empat panjang seperti diperli-
hatkan dalam Gambar 8.4(b). Di samping tersebut di atas, di sana akan
menjadi sebuah bengkokan tekanan atas 4181. Ini tepat pada ke-
nyataannya bahwa R adalah eksentrik. Tekanan pembengkokan ada-
lah tepat pada pergandaan, R, e, di mana e ialah
jarak
OC di antara
titik tengah 0 pada seksi dan titik dari reaksi C. Jika Ru.e
:
Mn ke-
mudian tekanan pembengkokan pt pada suatu titik atas A1B; ,
di mana ,I ialah saat dari kelambanan dari seksi pendataran dan ada-
lah diberikan oleh
P.'
dulu* hal ini dan y adalah
jarak pemberian
tz
titik dari titik pertengahan 0. Kecepatan y :
kB, di mana k dapat ber-
ubah dari 0 sampai 0,5:
_
l2kR"e
Ft:--fiL
..(9.7)
Tekanan pembengkokan akan menjadi berubah dan dapat diregang,
pada akhirnya ditekankan pada lainnya dan akhirnya bergantung pa-
da perasaan dari waktu. Itu adalah penggrafikan yang digabungkan
dalam Gambar 8.a(c). Tekanan pembengkokan maksimum kedua akan
terjadi pada akhirnya di mana k: l/2. Untuk kedua akhir titik ini,
Al dan B;
Bendungan
199
Hasil tekanan normal pada seksi itu diberikan oleh tambahan alja-
bar dari dua tekanah:
Jadi
Pn: PlPt
:
R,
*
12kR,e
Bt 82
:
R"(t
*
t2ke\
s\ B )
dan untuk titik,4r dan Bp
(8.8)
+VE
+VE
Gambar 8.5. Tekanan pada kaki
Gambar 8.4. Peraturan pertengahan
dan ibu
jari.
ketiga.
Tambahan ini dapat
juga
diselesaikan oleh ketidakmungkinan ter-
tinggi dari tekanan kedua diagram. Ini diperlihatkan dalam Gambar
8.5, dengan tipe kemungkinan-sebagai berikut:
(a) p > p6, pn adalah + ve melalui saluran luar.
Ini akan menghasilkan dalam keseluruhan seksi di dalam kom-
presi terlihat pada Gambar 8.5(a).
pn:
Ru
(r
*
6r\
B \ BI
. . . (8.s)
M^v
Pu
: *i'
t
--
I
_<=
-vE
Dr
ijB1".r;+
Pb:
2O0 Pembangkit Listrik Tenaga Air
(b) p : po, pn adalah + ve atas AtBttetapi mencapai 0 pada 41
terlihat pada kondisi dalam Gambar 8.5(b).
(c) p < po, pn adalah + ve hanya bagian atas dari seksi,4lBl se-
perti diperlihatkan dalam Gambar 8.5(c).
Sisa dari seksi akan menjadi di bawah tekanan regangan. Sejak ti-
dak dapat diregang menjadi diizinkan dalam bendungan,
jelas
kondi-
si akan menjadi:
p2pr
Jika kala pembatasan dipertimbangkan:
Bendungan 2Al
ngan mengambil saat-saat tentang sebuah pusat waktu yang sesuai dan
pembatasan garis dari gerakan dari reaksi itu. Itu akan kelihatan
bahwa:
B DM.
-2DF
Di mana DMoadalah hasil dari waktu semua kekuatan aktif dan EF
adalah hasil kekuatan aktif vertikal. Analisis harus ditambahkan pa-
da perbedaan seksi horizontal dari bondungan, sebagai bendungan ha-
rus mengisi penuh kriteria dari keselamatan pada setiap titik dari pe-
nyimpangan seksi. Dalam analisis, normalnya kepanjangan satu ke-
satuan dari bendungan dipertimbangkan sejak pola penekanan dapat
diasumsi menjadi dua dimensi untuk bobot yang paling baik dari ben-
dungan, sedikit-dikitnya pada stadium singkat. Ukuran besar dari
bermacam-macam kekuatan dan titik-titik mereka dari permintaan ter-
besar satu sama lainnya atas dasar pengetahuan hukum dengan demi-
kian sebagai hukum hidrostatik atau atas dasar dari observasi. Sebuah
singkatan dari kekuatan-kekuatan penting dan
jarak
mereka dari se-
kejap mata pusat (perkiraan menjadi M dalam hal ini) adalah di-
berikan dengan persamaan sebagai berikut (atat lihat Gambar 8.3).
atau
dan
p : pt
[Gambar
8.5(b)]
pn :
Zp
:
+pada
81
pn :
o:(,
-
#)
pada 41
e:8/6 . (8.e)
Ini adalah perizinan eksentrisitas di atas samping lain dari titik te-
ngah 0. Dalam perkataan lain, sepanjang
jatuhnya
hasil dalam per-
tengahan ketiga dari seksi, di sana tidak ada sesuatu perenggangan
di mana-mana dalam seksi. Dalam bagan oleh sebab itu, penghasilan
kondisi adalah bahwa reaksi pada sesuatu seksi harus berada di dalam,
pertengahan ketiga dari seksi. Ini terkenal sebagai Ketiga Pertengahan
Peraturan untuk bobot bendungan.
Apabila bak pengumpul penuh, penghasilan pengarah pada jatuh-
nya atas
jari-jari
dari pusat dan penempatan tekanan maksimum pa-
da
jari-jari.
Untuk pengosongan kondisi bak pengumpul, hasilnya akan
menjadi di atas kaki dari titik pusat dan penempatan tekanan akan
menjadi maksimum pada kaki itu. Ketiga pertengahan aturan harus
memuaskan keduanya untuk bendungan yang penuh dan kondisi ben-
dungan yang kosong.
Kalkulasi dari Kekuatan
Seksi sebuah bendungan harus memenuhi kondisi kestabilan di ba-
wah semua pengelilingnya. Jadi, kombinasi yang bermacam-macam
dari kekuatan yang berhubungan dalam Gambar 8.3 adalah dibutuh-
kan untuk diambil ke dalam pertimbangan. Dalam Lampiran I dari
buku, perbedaan kondisi yang dibutuhkan untuk analisis adalah sa-
ngat banyak.
Analisis terdiri dari pertama-tama pembatasan besarnya dan garis
dari gerakan semua kekuatan aktif yang relevan untuk memberikan
kondisi dari analisis kondisi dari kestabilan, kemudian dilekatkan de-
Kekuaton
Tekanan Air
Pl
P2
Put
Puz
Bobot sendiri
W
Tekanan noik ke atas
U
Tekonon gempa bumi
P"
w (daerah diagram
naik ke atas).
!c.oh,t
l5
Ukuron Besar Saat Tangan
dari Jari
wh12
T-
whz2
-T
hl
3
h2
T
ABCD)
w(vol. MIK)
wG(vol. AMPQRCBA') I
(8.1l)
(B-x) (C.G.
pada daerahdari
jari)...(8.12)
v
(8. l 3)
.G
ilri
ili
202 Pembangkit Listrik Tenago Air
Tekanan lumpur
p,
,"f
(fiffi)
wt
2whj 1n,*{
n,;
di sini, ft adalah ketinggian dari lumpur yang terkumpul, 0 adalah
pem-
berian sudut dari fritsl teAatam, ws adalah
pencakupan kesatuan bo-
bot dari lumpur, ft, adalah ketinggian dari gelomba;rrg, Ceadalah
se-
buah faktor i..guni,rrrg pada kondisi fisik dan ., adalah rasio dari ke-
seluruhan gempa bumi pada g.
ukuran besar dari kekuatan kenaikan ke atas dibutuhkan sebutan
khusus. Di sana ada tiga perbedaan kemungkinan,
ialah-(r) Gerakan
penuh naik ke atas tetapi-tanpa bagian belakang air (il) Gerakan pe-
nuh naik ke atas dengan bagian belakang
penuh air (iii) Gerakan naik
ke atas dengan p"*irrduhun pembuangan air bagian serambi dari li-
hat halaman air. Kenaikan ke atas diagram untuk ketiga kondisi ada-
lah diperlihatkan dalam Gambar 8.6(a), (b) dan (c) sepenuhnya'
Ukur-
an beiar dari tekanan naik ke atas, kehebatan
pada 0 biasanya diberi-
kan oleh sebuah formula berdasarkan
pengalaman dan pengamatan
sebagai berikut:
(J: wlh2+l/3)h -
h)l . (8.ls)
Jumlah surat menyurat naik ke atas dan saat-saat tangannya dapit
bekerja di luar dengan bantuan formula di atas.
Dengan air hiiir
(b)
Bendungon
203
Dalam instruksi untuk membayangkan cara-cara dari perhitungan,
kami mengambil dalam seksi berikut sebuah profil pertama dari se-
buah bobot bendungan, dan analisisnya untuk gerakan dari kekuatan
terbesar saja, ialah keberatan diri sendiri, tekanan air, kenaikan ke
atas dan reaksi fondasi. Cara-cara memberikan penerangan, pada
umumnya tergantung permintaannya.
Profil Tingkat Pertama dari Sebuah Bobot Bendungan
Jika kami hanya mempertimbangkan kekuatan yang besar dengan
demikian sebagai tekanan air, keberatannya sendiri dari bendungan
itu, kekuatan kenaikan ke atas dan reaksi fondasi, seksi yang mini-
mum, untuk memuaskan kestabilan terjadinya kriteria menjadi sebuah
seksi segitiga dengan hasil nol puncak pelebaran seperti diperlihatkan
dalam Gambar 8.7. Dengan demikian sebuah seksi disebut profil tingkat
pertama dari sebuah bobot bendungan dan kepuasan pengguntingan,
peregangan dan kriteria perputaran kelebihan. Profil segitiga tidak
praktis sebagai kegagalan untuk meyakinkan kestabilan dalam bagian
yang paling puncak ketika kekuatan kedua diambil ke dalam pertim-
bangan. Itu
juga
menjatuhkan kependekan dari penggunaan yang di-
butuhkan, dengan demikian sebagai sebuah
jalan
di atas puncak dari
bendungan. Akan tetapi, pelayanan sebagai titik permulaan untuk pem-
bersihan kemajuan dari bagan. Itu
juga
memberikan sebuah contoh
instruksi
permintaan dari kriteria kestabilan yang pernah disebut ter-
dahulu. Biarkan kami memberikan peletakan, misalnya, permintaan
dari aturan pertengahan ketiga pada sebuah profil tingkat pertama yang
diperlihatkan dalam gambar.
Biarkan G menjadi bobot spesifik dari bahan-bahan bendungan, w
menjadi kesatuan berat dari air. Kemudian, pertimbangan kesatuan
kepanjangan.
Kesatuan berat dari bendungan, W
:
l/2 h B w G . . . (8.16)
Kekuatan kenaikan ke atas, U
:
l/2 K w B h* (8.17)
TekananAirP: l/2wh2.
Jika hasil reaksi menjadi ke dalam segitiga pertengahan, pengenda-
liannya menjadi sebuah
jarak
dari B/3 dari
jari-jari,
batas kondisi.
Kemudian untuk keseimbangan yang stabil, kira-kira pengambilan jari-
jari
dan mengimbanginya pada 0 memperoleh:
Ph/3
-
(w
-
,D?*
*Nilai
dari r( akan berada di antara 0 dan satuan, kedua nilai ekstrem suratan tidak
ada kenaikan ke atas, dan kondisi kenaikan ke atas penuh. Nilainya tergantung pada kete-
patan pembuangan air darifondasi.
(8.14)
Tekanan gelombang
P*
-^rV
TanPa air hilir
(a)
Genbrr t.6. Tekanan diagram kenaikan ke atas'
^f-:
o
204 Pembangkit Listik Tenaga Air
Gambar t.7. Profil tingkat pertama dari bobot bendungan'
I
h
1
l'
Kh
I
Sejak R,
: (W-U)
ini bekerja ke luar pada
+
:
*
rrh(G-")+
B
1G-X1
:
1'tz
atau
SelanjutnYa Yang
sederhana
(8. l8)
Keseimbangan di atas memberikan pelebaran dasar minimum B yang
membutuhkan untuk menghindari perenggangan dalam bendungan itu.
Jika G
:
2,3 dan K
:
1,0 (perkiraan kenaikan penuh ke atas).
Bendungan 205
tingan, kami tulis:
p(% w G B h
-
% K w B h)
:
SIYz whz
' "(8'20a)
Untuk kondisi pembatasan, faktor perkiraan untuk keselamatan 57
: 1,0 dan p
-
0,70 dan G dan rK seperti di atas, kami memperoleh
atau
[Itu
boleh dicatat bahwa sebagai Kpengurangan, B
juga pengurangan
dalam perimbangan (8.20)1.
Dalam kenyataan seksi bendungan, dasar pelebaran B bekerja di
luar menjadi kira-kira 80 persen dari ketinggian. Ini diperlihatkan di
bawah untuk empat dari bobot bendungan di India.
Bendungon Ketinggian Dasar pelebaran
0,758(1,3):11
,:#
"'(8'20)
T
h
3
J-
sudut
f
t-
a--*l
-i"
i
3
lu
'
r.-*'-)-z
RH
-t- -
l\
B-
i{,
|
'n
i
Rv
Koyna
Bhakra
Cheruthoni
(Iddiki Project)
Emerald
(Kundah Project)
103,1 m
225,55 m
135,72 m
64,'t m
80,83 m
190,5 m
105,2 m
58,6, m
w-q
+
Prinsip dan Tekanan Pengguntingan
Untuk kalkulasi prinsip tekanan dan pengguntingan tekanan, sebuah
segitiga kecil tingkat pertama prisma dipertimbangkan
pada kaki (atau
jari-jari). Apabila tempat cadangan penuh, tekanan pada jari-jari akan
menjadi lebih besar,
jadi normalnya tekanan analisis disiapkan un-
tuk keperluan arus turun.
Pertimbangan se-
buah seksi segitiga
KLM arus turun di
samping bendungan
seperti diperlihatkan
dalam Gambar 8.8.
Di sini KM dan KL
adalah prinsip datar
saling timbal balik pa-
da sudut yang kanan.
Permukaan arus ba-
Dasar
wah dari bendungan
PndY
adalah satu
prinsip
Gambar 8.t. Prisma dasar'
wh3
atau
-:
=
o
Permukuan bendungan
K
. (8.Ie)
h
h
-- D:
u@p
B:
h
:o.B7h
l,l4
Kesamaan, oleh pekerjaan keseimbangan tingkat pertama untuk ke-
kuatan horizontal pada tingkat dasar dan kelalaian hambatan penggun-
206 Pembongkit Listrik Tenoga Air
datar (katakan KM) sejak di sana tidak ada pengguntingan tekanan
atas datar ini. Biarkan kepanjangan kecil KL, LM dan KM menjadi
dr, dy dan ds.
Gerakan kekuatan atas seksi adalah:
p
=
kekuatan dari tekanan air atas permukaan d/s'
or
:
tekanan
prinsiP atas datar KL
r :
tekanan pengguntingan atas datar LM
p,: tekanan normal didapati dari perimbangan
d
:
sudut dari permukaan d/s dengan vertikal'
Untuk sebuah
perpanjangan kesatuan dari bendungan, kekuatan nor-
mal adalah demikian, P
dn or dr dan Pn dy-atas dataran KM' KL
dan LM berturut-turut.
Tekanan prinsip. Penyelesaian semua kekuatan vertikal dan pertim-
bangan kekuatan arah ke depan adalah positif, kami memperoleh:
pndY
= Pdrsin@
+ oldrcos$
atau
pn d!
:
P,
d! sinz $
+ o1 dY cos2 @
(iadi
#
=
cos6,
Q- :
sin 6)
Pn = P
sin2
{
+ o1 cos2 @
Kemudian or:
Wil
or
:
Pn
SeC2
$ -p
tanz O
Bendungan
207
dian tekanan prinsip
ot
:
Pn
sec26
-
(p + pr')tanz$ . (8.24)
Teka nan penggunt ingon. P eny elesaian semua kekuatan horizontal,
kami peroleh:
r dy
:
o1 dr sin $-P
ds cos $
atau t
:
ot cos
f
sin
d
-p
sin
d
cos
d
jadi
atau
Dari Persamaan (8.21), penggantian nilai dari o1, kami memperoleh:
'
r
: (pn sec2e-p sec24) sin
d cos d
atau r
: (pn_p) tan
b
(8.25a)
Perimbangan di atas baik dipegang untuk permukaan arus bawah
saja. Untuk permukaan arus atas, tujuan dari r adalah membalikkan.
Jika di sana tidak ada bagian belakang air, kemudian untuk sisi arus
bawah:
r: p,tan$
... (9.25b)
Apabila gempa bumi dipertimbangkan atas samping arus bawah,
r
=
pn-(p-p"')tan6 ... (8.26)
Sekarang untuk beptuk tingkat dasar, dari perimbangan (8.8),
r,:$'tl **l,di
mana ERn:(w-u) dalam hal ini.
Dengan tempat cadangan yang penuh
,
e
:
8/6, tekanan normal pa-
da
jari-jari,
akan menjadi,
-
-
(w-Ll)
o+l)
O,
--
B
\r
'
r/,
BwG-l/2KhBw)
dari perimbangan (8.16) dan (8.17)
.dr ds
(i;: cos d,
fi:
sin b)
r =
(or-p) sin 6
cos d
atau
P,
:
wh(G-n
Dan tekanan pada kaki akan menjadi:
LtJfl-l):
o.
Pn:-
B
atau
atau
(8.21)
Tekanan prinsip o1 akan menjadi maksimum apabila di sana tidak
ada bagian belakang air, seperti sebuah hasil yang
P
:
0' Di bawah
dengan sebuah hal demikian,
Dalam perimbangan (8.21), or akan lebih besar daripada
p' dengan
demikian, o1 adaiah disebut tekanan
prinsip besar dan p adalah ter-
kenal sebagai prinsip tekanan kecil. Untuk permukaan arus atas' akan
tetapi, p aian lebih besar daripada o1 dan oleh sebab itu, p akan men-
juait.lunun prinsip besar dan o1 akan menjadi tekanan
prinsip kecil:
Perimbangan (S.iZ) tidak mempertimbangkan
pengaruh dinamik air
yang tepat pidu g".pu bumi. lika pe
' adalah kekuatan dari tekanan
ii"u'-ii aii dari bagian belakang air, tekanan
prinsip akan diberikan
sebagai:
ot
: pnsec26 (8.22)
o1
: pnsec2o
- @ -
p',
)tan?$
. (8.23)
atau
o,
:$On
n
(8.27)
lika p"adalah kekuatan tekanan air atas samping arus atas, kemu-
Tekanan prinsip pada jari-jari
diberikan oleh perimbangan (8.22) se-
-E
208
Pembangkit Listrik Tenoga Air
bagai berikut:
o1
:
Pn
SeC2 d
:
wh(G-i')
(l +tarPf)
:
wh (C-rl
$+(B/h)21fiadi
tan Q:B/h)
Tetapi dari kesamaan
(8.18):
(+\'
:
e4-*
Atas penyelesaian,
ot: wh (G-f+l)
. . . (8.28)
Sekarang tekanan pengguntingan pada jari-jari diberikan oleh per-
imbangan
(8.25b) contohnya, 7
: pn tan 6
atau
r
:
wh (G-n B/h
atau r whrtG:K
"'(8'29)
Prinsip dan tekanan
pengguntingan akan menjadi nol pada kaki se-
jak tekanan normal
juga nol'
Batas Ketinggian dari Bendungan
Berganturig"pada
batas nilai dari tekanan prinsip untuk bahan-bahan
dari bindungan, ketinggian bendungan dapat menjadi naik bila dica-
pui. ludi,
jika tekanan
prinsip kurang daripada
pengizinan tekpnan
f
ont"t"bahan-bahat
potaamen, kemudian untuk hal uang
terbatas.
.f"
:
or
:
wh (G
-K+
l)
atau batas ketinggian h,
:#ffi
(8.30)
Bendungan 209
(l) Bangunan stasiun pembangkit relatif sederhana karena hanya
memberikan tanah untuk tenaga listrik yang dibutuhkan.
:
(il) Biaya dan bahan-bahan yang jarang,
seperti semen dapat diper-
oleh dengan sebuah perluasan yang besar.
(iir) Dalam paling banyak hal, tanggul bendungan dapat direnoa-
nakan dengan cara bahwa tempat bahan diperoleh,dapat dibuat de.
ngan tanpa proses yang banyak. i
(iv) Biaya pertama dari sebuah tanggul bendungan kurang lebih dari-
pada bobot bendungan, meskipun,dari seksi yang lebih besar.
(v) Bendungan dari tanah umurnya lebih kuat. i , ;
(vl) Pada daerah yang berhubungan dengan gempa bumi, tanggul
bendungan mungkin lebih, disukai, untuk bendungan yang berbobot,
tepatnya untuk penyesuaian mereka.
Tanggul bendungan mungkirr dibangun antara lain sebagai ben-
dungan tanah atau sebagai bendungar dari batu-batuan. Sekarang inl
lain, batu-batuan dan tanah (kornbinasi dari keduanya) juga
sering
digunakan. Bendungan tanah dibangun lebih dari 2000 tahun yang lalu,
tetapi dalam abad kedua puluh ini, perkembangan
dalarn tanah ber-
ubah ke tenaga listrik; dan kemajuan semen dalam ilmu pengetahuan
dari tenaga listrik tanah mempunyai keberanian untuk membangun
tanggul bendungan lebih banyak lagi dengan ketinggian melebihi dari
yang sebelumnya. Ketinggian 224 m bendungan Oroville di Amerika
Serikat, 300 m tinggipya bendungan Nurek di Uni Soviet, 242 mben-
dungan Mica di Kanada, kira-kira diusulkan bendungan 25Omdi Tehri
dalam UP (India) adalah beberapa dari contoh-contoh yang telah ber-
diri. Bendungan Mica begitu luas,
juga
bendungan yang paling besar
di dunia yang dari tanah.
Bendungan dari Tanah
Walaupun terkenal bendungan dari tanah; dasar bendungan ini peng-
isiannya terdiri dari tanah dalam lapisanJapisan kecil yang padat dan
menegakkan tanggul itu dalam sebuah.bentuk anak bukit hampir ber-
bentuk segi empat tidak teratur dalarri seksi. Sejak kepadatan diker-
jakan
dengan perputaran, ben{ungan-bendungan ini
juga
terkenal se-
bagai pengisian perputaran bendungan. Dua cara alternatif dari ber-
dirinya tanggul adalah,oleh kecepatan peluncuran tanah dalam yang
terkenal sebagai, air.yang.mengisi bendungan.
perpindahan
tanah te-
naga listrik normalnya dibutuhkan untuk operasi adalah truk muat-
an dan pembuang puieg untuk rnemtawa tanah dari sumur pinjaman
dan bulldozers, serta p6rputaran untuk mengangkat ke atai dan me-
mutar pada kerjasama.
.
Dua dasar yang dibutuhkan dari bendungan tanah adalah: (l) sebuah
tingkatan yang beralasan dari ketidaksempurnaan dan (j0 kiitabilan
Jika nilai dari
fn
w, G danK ditaruh sebesar 50 kglcm2' 1000 kgl
^i,
i,S dan 1,0 bertuiut-turut,
perbatasan ketinggian h'
: 217-'3 m'
]If."
'U.na"ngan
lebih tinggi daripada ukuran besarnya' tekanan
prinsip akan keluar dari tekanan tinggi yang diizinkan' Untuk mem-
tawa tekanan
yang diizinkan kedalam batas, cara-cara rencana
yang
khusus diperlukan.
BENDUNGAN-BENDUNGAN
TANGGUL PADA UMUMNYA
Yang diperlukan untuk pondamen bobot yang padat dari bendungan
,ung-ut ianjang,
tu.rggui bendungan, di samping itu tidak memerlu-
iun-r.Urut
ponaasi-Uatu-batuan dan dapat dibangun di atas tanah
biasa yang biik. terkumpulnya keuntungan
yang lain dengan bangunan
dari tanggul bendungan adalah:
r
2lO Pembangkit Listrik Tenaga Air
di bawah semua kondisi dari pekerjaan.
Tanda tanah yang murni membuat kebutuhan
pertama yang me-
mungkinkan tanah yang mengandung tanah liat tidak memuaskan ke-
dua icriteria. Dalam kondisinya
yang tiba-tiba maju-mundur, tanah
liat yang menjenuhkan ditinggal dalam air dan menjadi tidak meng-
untungli-an. Kemudian
jelas
bahwa hanya pemilihan yang hati-hati dan
tanah campuran harus dipergunakan untuk tanggul itu. Berlakunya
tiga tipe bagan untuk bendungan tanah:
1a)
deksi plrsamaat
jenis, (bi Diafragma tipe dan, (c) Seksi daerah'
ioi
p"rr"-""n
tipe penggunaan tanda tanah liat dan pembatasan
sekarang hanya untuk bet dungan kecil. Keseluruhan seksi dibuat dari
tipe yanl sama dari tanah (Gambar
g.ga)
berlainan dengan seksi dae-
rah.
--ia)
Oi"gram tipe (Gambar 8.9b) adalah sebuah tipe absolut di ma-
na'penghentian liepadatan dalam bentuk
pekerjaan menembok, atau
ainaini beton yang diperpanjang menembus keluar ketinggian dari
tanggul yang dikerjakan. Ini mempengaruhi ketidaksempurnaan,
te-
t"pl-p.rr"*"an ienis
dari gerakan masa bumi itu hilang, kemudian
tiiak Oiperg,rnakun samasekali. Lebih dari itu, penyelesaian tiang ba-
ngunan
pada tanggul dan keretakan fondasi sering disebabkan
diafragma.
lsi kedap ait
Pelindung tembus air
Pelindung
kedap air
Penyaring
(c) Potongan bagian-bagian
Gambar E.9. Tipe-tipe dari bendungan tanah'
(a) Homogen
(b) Tipe diafragma
Bendungan 2ll
(c) Seksi daerah merupakan tipe paling populer pada waktu seka-
rang ini, dipergunakan di mana seksi penyimpangan dari bendungan
dibagi ke dalam daerah-daerah (Gambar 8.9c). Daerah luar lebih da-
pat dimengerti untuk mempunyai sebuah pembuangan yang bebas di
daerah dalam atau daerah teras, seperti daerah tersebut, terbuat dari
tanah liat yang hampir tidak dapat dilewati dalam perintah pada penge-
cekan penglihatan berikutnya. Daerah hanya dapat menjadi dua da-
lam bilangan, dengan sebuah teras tanah liat dan lainnya, rumah ka-
rang yang dapat dimasuki air. Dalam bendungan yang besar, daerah
biasanya lebih dari dua, dengan pemilikan tanah yang berbeda untuk
tiap daerah.
Garis penglihatan selanjutnya untuk sebuah seksi persamaan jenis
dan sebuah daerah seksi diperlihatkan dalam Gambar 8.10. Ini akan
jelas
menerangkan pentingnya teras dalam hambatan penawaran da-
lam penglihatan selanjutnya. Bentuk daerah sentral sebuah teras re-
latif tidak dapat ditembus dengan penglihatan bahan-bahan dari ta-
nah seperti tanda tanah liat. Bentuk daerah teras kira-kira 40 persen
sampai 70 persen dari seksi bendungan. Sepanjang kedua permukaan
dari teras, bentuk-bentuk bahan untuk meratakan
jalan
daerah per-
pindahan dan daerah keluar terdiri dari bahan-bahan yang dapat di-
masuki air yang dipergunakan untuk kestabilan. Sebuah saringan dan
sebuah batu-batuan
jari-jari
dibutuhkan pada pengumpulan dan pe-
ngeringan keluar sesuatu sepanjang air. [ni adalah kelanjutan pembi-
caraan dalam seksi selanjutnya.
Potongan homogen Potongan dengan lsl Keoap alr
Gambar 8.10. Batas-batas tirisan dalam bendungan dari tanah.
Sebuah bendungan dari tanah boleh turun tepatnya pada saluran
pipa, (perpindahan yang tepat dari butiran tanah, tepatnya pada tiris-
an), puncak yang berlebihan, kerugian rawa dalam kekuatan perge-
seran, tepatnya pada penjenuhan, ketidakstabilan dari penumpahan,
kebocoran kanal, kerugian untuk mengeraskan dan meratakan
jalan-
nya penumpahan, tepatnya untuk pergerakan gelombang, hujan dan
sebagainya. Jadi, sambil merencanakan bendungan, semua kemung-
kinan kegagalan akan menjadi pelajaran. Penghasilan dan persedia-
an akan diambil sejauh mungkin, melalui terowongan dalam samping
bukit di atas sisi lainnya dari bendungan. Merupakan sumber dari ke-
sulitan
jika
terbagi dalam badan bendungan.
Potongan dengan isi kedaP air
T
212 Pembongkit Listrik Tenoga Air
(r) Pencegahan dari Tirisan. Tirisan melalui fondasi bendungan akan
menjadi pencegahan, dengan demikian hasil kegagalan untuk contoh,
tepatnya pada saluran pipa dan rawa mungkin diadakan pengecekan.
Nampan bawahtirisan
juga pelaksanaan tekanan ke atas tepat pada
kenaikan ke atas. Sebagai cara yang efektif untuk mencegah tirisan
ialah dengan membagi pemotongan positif dalam tanah liat yang le-
bih atas dari pengumpulan pondamen, dan kembali mengisinya de-
ngan tanah liat yang tidak dapat dilewati oleh tanah. Kedalaman yang
biasa dari pemotongan itu ialah di antara
jumlah
ketinggian dari ben-
dungan dan pelebaran pada puncak dari perintah 0,2-0,5 kali kepa-
la maksimum air. Pemotongan akan menjadi lebih memperluas ke atas
sampai pada tanah liat yang tidak dapat dilewati dari pondamen. Di
mana lapis bumi yang tidak dapat dilewati ialah pada kedalaman yang
besar, hanya sebagian pemotongan yang dapat dibagi. Pemotongan
mungkin di antara dinding-dinding dari perwujudan, lapisan tiang pan-
cang bangunan baja atau pemotongan tanah liat yang tidak dapat di-
lewati. Cara lain yang efektif untuk mengecek tirisan ialah melalui arus
atas endapan tanah liat dan suntikan spesi semen, untuk membentuk
sebuah pelapis spesi semen. Endapan tanah liat, misalnya, diperoleh
di Tarbela, seraya lapisan spesi semen diperoleh di Ramganga, India.
(il) Pengeringan. Pengeringan dalam bendungan tanah biasanya di-
bagi dalam bentuk dari endapan saringan mendatar yang ditempat-
kan sepanjang dasar dari arus bawah daerah aliran dan menghu-
bungkan pada pengisian batu-batuan berbentuk prisma dalam
jari-
jari
dari arus bawah payabendungan seperti diperlihatkan dalam
[Gam-
bar 8. I I (a). Sesuatu kelebihan cara yang efektif dari pengeringan oleh
Bendungan 213
pembagian dari garis lurus ke dalam atau saringan paya, juga
dikenal
sebagai pengeringan cerobong (Gambar 8.11(b) dan (c)l keluar atau
dekat puncak dari bendungan. Sebuah pengeringan ke dalam yang sama
dengan yang diperlihatkan dalam Gambar S.l l(c) telah dibuat di ben-
dungan Ramganga (UP) India, serta pengeringan vertikal seperti di-
perlihatkan dalam Gambar 8.1l(b) dalam bendungan Balimela (Oris-
sa), India. Bendungan utama dari berbagai macam tujuan rencana
Ramganga (dibangun putus dengan kekuatan 198 MW) adalah l2l me-
ter ketinggian dan kepanjangan 625 meter dan
juga
bangunan yang
paling tinggi dari
jenis
ini dalam negara itu.
(ilr) Perlindungan Atas Tirisan Arus Atas. Beberapa perlindungan
tirisan bendungan tanah adalah dengan:
l. Pembuangan pemukulan-perobekan (pemecahan) batu,
2. Penempatan kepala pemukulan-perobekan (pemecahan),
3. Pemecahan spesi semen.
4. Pelat beton atau batangan beton.
5. Melapisi
jalan
bituminus dan
6. Instalasi stasiun pembangkit atas penumpahan.
Praktik yang biasa di India mempergunakan cara pertama dan ke-
dua. Ketebalan dari pemecahan tergantung atas ketinggian ombak dan
kekuatan pukulan. Sesuai dengan ketebalan perlindungan boleh an-
tara 45 cm dan 100 cm. Menurut percobaan empiris ketebalan dari
pemecahan menurut catatan minimum 1,5 kalinya rata-rata ukuran
batu-batuan. Ukuran dari potongan batu-batuan untuk pemecahan ia-
lah 20- 35 cm. Jika ketinggian dari ombak dalam bak pengumpul le-
bih dari 1,75
-2,0
fn, ketepatan pada ketinggian kekuatan dinamik
dari ombak, lebih baik mempergunakan pemasukan kekuatan berulang
pelat beton dari ukuran ke atas sampai l0 m x l0 m dan ketebalan
dari 0,2 sampai 0,5 m, sebagai kebiasaan yang dipraktikkan di Uni
Soviet.
Sebuah tipe seksi silang dari bendungan Ramganga (UP. India) di-
berikan dalam Gambar 8.12 memberikan tipe dari pengeringan teras,
perlindungan tirisan dan sebagainya.
Gambar 8.13 memperlihatkan sebuah tipe seksi silang tanggul uta-
ma dari bendungan Tarbela di Pakistan (ketinggian 143 m) satu dari
perputaran pengisian bendungan yang paling besar di dunia. Ini mem-
punyai sebuah penumpahan teras yang diajukan di atas dan sam-
ping arus bawah oleh tingkatan baik selubung berbutir. Sebuah
cerobong pengeringan penumpahan arus atas sudah terbagi. Teras se-
lalu tidak dapat ditembus, besarnya selimut dalam 1738 m langsung
ke hulu. Melanjutkan dengan teras perlindungan yang berlawanan de-
ngan gerakan ombak oleh daerah pemecahan dan teras arus turun ber-
tantangan dengan erosi air hujan oleh bebasnya perlindungan pe-
Bfu
(b) Cerobong vertikal (c) Cerobong miring
pengering pengering
Grmbdr t.ll. Tipe-tipe bendungan.
Garis freatik
(a) Penyaring horizontal dan tumit karang
T
Bendungon
Zls
214
Pembangkit Listrik Tenago Air
\
a
J
rrl
6
{
a
u
c
co
so
=u 6C
d=
rl,
d
6
o0
a
r,
o

d
E
d
d
o
{
o
o.
o0
.6
q
U
6
u
o
u
o
6
!
o
r!
FF
-:,,,
6
6
!
6
60
6
E
d
d;
5r
ut
il
E,-E
(g
(!
d
oo
()
.o
a0
o
(,
o
I
ao
(,
!
&
!
o
o
!
t
al
-
6
E
ql
I
6
u
6
6
G
6
il
a
o
&
l
d
a
/7r
6
r
..!
E
v)
d
Eil
6
s!9
d:9
,b
,o
--
du
JE
ps
'5E
EB.
6A
q
o
d
I
n
lo
E
6
E.!ci
cEg
da1
6cRl
Jdl-
N{
ac
JL
-6E
e
o^' d
E
^-1 =
S,'U]
)
?cc
oi:6
tr60t)
.=
^E;
..!.U
tr r.: F
GddY
E 9!
D
E
-_
o0
V
ES E
3H S
06 ts
(,
6i tr
o
A
t-
G
tct
t,
;a 3
Etr
'N
qaE
EE
$E i
-E! -
IJq
E
5 09 ,q
Ev
o
6d
EF
F.eE
=E
^
x
5g
E
!! o
dd d,
'ab
b
od 6
EH-
d
js
G
3
6
6
o
d
oo
o
E
d
D
o
6
o
6
6
d
v
o
U)
q
6
e
i:
E
o
d
a
d
d
,tr
o
d
s
4
o
a
d
6
o0
d
z
o<

N
J
&
I
f,
VI
N
a:
.?
ql
al
l
-jl
iiJ r
d
t
E
6
a
6
0
d
r
n
ul

o\
J
!u
u
I
{
o.
a
a
6
s
qN
o-
(Jrq
I:
o
-6
'6
F
t
d
T
6
tr
6
d
{
!
3
c (g
{
(,
o
(!
A
6
o
E

G
d
tl
a
o
iL
^t
at
dl
6
o
E
6,
o
o.
(d
!
o
(!
rl
E
d
5
d
F
t\
.E
r
6
'=
o
o
.! \l
:.\
3H
tr
,!q
E
)L
:Et
Eh
Elt
J.r
r
a
J
q.l
rn
o0
c
6
rB
o
(!
.o
!
(g
o,
(n
E
o0
c
d
d

()
$
i
d
6
o
6
d
co
19:
3
qpi
n
6g
i E^
s q;
IJt
,r
216 Pembangkit Listrik Tenoga Air
ngeringan teras.
Bendungan tanah Ukai, di atas Sungai Tapi (India), adalah sebuah
daerah pengisian perputaran tanggul ketinggian 68,58 m dan panjang-
nya4,9 km dari yang402l,45 m adalah perputaran pengisian dan me-
ninggalkan penembokan batu dalam cara kerjasama penuangan, ben-
dungan tenaga listrik dan sebagainya. Itu mempunyai sebuah penge-
ringan teras yang tidak dapat dilewati, sebuah sarung tanggul arus atas
yang dapat dimengerti. Untuk pengeringan ke luar tirisan air, kedua
kemiringan dan saringan mendatar dan batu-batuan puing dari atas
sampai ke bawah adalah terbagi-bagi.
(iv) Bagan dari Bendungan Tanah. Bagan dari bendungan tanah di-
selesaikan secepatnya oleh aturan empiris dan atas dasar pengalaman
dari bendungan yang menarik dan pembentukan mereka. Bagan yang
utama, terdiri dari seleksi ketinggian dari bendungan, puncak lebar-
nya, arus atas dan penumpahan arus bawah, sistem pengeringan
percobaan teras yang dapat dimengerti dan sebagainya, singkatnya di-
sebutkan seperti di bawah:
Ketinggian dari bendungan. Ketinggian dari bendungan tanah de-
ngan demikian akan menjadi bahwa ia tidak akan kelebihan puncak
pada suatu waktu. Jadi, sesudah mempelajari ketinggian ombak, meng-
adakan angin, seperti tingginya maksimum air dan sebagainya, per-
ubahan kebebasan pembetonan di antara 3 sampai 5 m adalah pem-
bagiannya tergantung pada keaslian cara penuangan dan ketinggian
dari bendungan,
juga
sebagai perbandingan dari keaktifan yang ber-
hubungan gempa bumi pada tempat tujuan. Jadi, untuk mengontrol
cara penuangan dan ketinggian dari bendungan lebih dari 60 m, nilai
yang biasa dari.kebebasan pencatatan papan oleh USBR adalah 3 m
di atas puncak pintu.
Puncok pelebaran. Puncak pelebaran dari bendungan tanah dengan
demikian akan menjadi bahwa pada tingkat kepunahan bak pengum-
pul, garis phreotic adalah pembatasan ke dalam bendungan dan ke-
kuatan gempa bumi dan gerakan ombak
jangan
melemahkan kesela-
matannya. USBR memutuskan sebuah puncak' pelebaranlBdiberikan
oleh formula berikut untuk bendungan dari ketinggian yang lebih be-
sar daripada 30 m.
B -
1,65 (FI + 1,5)t/3 di mana I/ adalah ketinggian dari
bendungan.
Untuk bendungan yang rendah, formula empirik lainnya seperti di-
berikan di bawah dapat disesuaikan:
B:H/5+3
Kelebihan minimum dari kira-kira 3 m adalah pembagian yang
biasa.
Bendungan 217
Penumpahan orus atas dan arus bawah' Penumpahan arus atas
boleh menempatkan dari 2: I sampai 4 : I tergantung pada karakter
dari bahan-bahan dalam badan bendungan dan ketinggian pondamen
bendungan dan tipenya. Akan tetapi, penumpahan arus atas biasa-
nya adalah 2,5 : I atau 3 : 1. Penumpahan arus bawah pada umum-
nya 2 : I untuk arus bawah daerah padat kemasukan air dan 2,5 :
I untuk tanggul yang tidak sempurna bahwa sisanya atas tanah pon-
damen yang baik.
Sistem pengeringan.Itu hampir tidak mungkin untuk memudahkan
sebuah bendungan yang betul-betul tidak sempurna dan di sana be-
berapa tirisan selalu melalui badan dari bendungan. Kecepatan cara
penggunaan dari mengontrol tirisan adalah bagian dari sebuah pem-
berian selimut yang tidak sempurna di atas permukaan arus atas' se-
buah teras tanah liat atau diafragma, tirai spesi semen dan sebagai-
nya. Tirisan air dikumpulkan melalui pengeringan yang terdiri dari
sebuah batu-batuan dari atas sampai ke bawah dan horizontal, atau
cerobong pengeringan seperti digambarkan terdahulu. Sarung penge-
ring, harus menjadi perencanaan yang sangat hati-hati. USBR memu-
tuskan kriteria berikut untuk bahan-bahan saringan:
(r) 2rs
dari bahan sarilgan-:
pembagian 5 sampai 40 bahwa
\'/
D,5
dari dasar bahan-bahan
saringan iidak berisi lebih dari 5 persen dari bahan yang lebih murni
daripada 0,074 mm
rifl
Dr dari saringan.bah?n:bahan
: 5 atau kurang
\"/
D,, dari dasar bahan-bahan
(iv) Kurva ukuran butiran (kurva penghasilan) dari saringan akan
menjadi kasarnya persamaan pada dasar bahan-bahan itu. Di sini lang-
ganan (15 atau 85) sampai D, hubungan ukuran butiran daripada per-
sentase yang diperlihatkan oleh langganan adalah lebih murni. Kon-
disi (r) di atas menjamin bahwa saringan akan menjadi lebih kuat da-
pat ditembus daripada tanah yang mereka lindungi (ir) kondisi men-
jamin
bahwa saringan mencegah saluran pipa.
Teros pusat Teras pusat terbuat dari bahan-bahan relatif yang ti-
dak sempurna seperti tanali liat, membawa ke bawah tirisan melalui
bendungan. Kekebalan dari teras tergantung pada tipe bahan-bahan
untuk tirisan dan sarung, penggunaan tirisan, pelebaran praktis mi-
nimum dan bagan dari lapisan. Akan tetapi, ketebalan dari teras pa-
da suatu tingkatan tidak akan kurang dari ketinggian dari tanggul pada
tingkatan itu, dengan begitu bahwa rata-rata tanjakan hidraulik ku-
rang dari kesatuan. Pelebaran yang praktis dari teras pada puncak dari
i.!:
rl
il
,l
218
Pembongkit Listrik Tenaga Air
bendungan dapat diambil kira-kira 3 m penggunaan penempatan dan
konsolidasi dari ketidaksempurnaan bahan-bahan tanggul oleh truk,
penggilingan, dozer dan sebagainya. Teras mungkin lebih baik penem-
butun"ViAipusatkan
atau mungkin dimiringkan, kedua-duanya mem-
punyai keuntungan bagi mereka.
'
Bendungan Bias (India), sebuah tanggul teras tanah dan sarung di-
beri kerikil, mempunyai sebuah ketinggian dari 132,59 di atas tinekat
kedalaman dasar dan 100,6 m di atas tingkatan lapisan, ialah 1951 m
panjangnya pada puncak yang mempunyai sebuah puncak pelebaran
Ziri tliim. i<etidaksempurnaan teras tersebut dari campuran tanah
liat, batu dan bahan batu-pasir, mempunyai bahan-bahan saringan
dan daerah sarung yang dapat kemasukan air diberi kerikil, atas ke-
dua sisi (lihat
juga Bab 17).
(v) Tirisan melalui bendungan. Jumlah dari tirisan mungkin terba-
tas oleh konstruksi merupakan
jaringan pengaliran yang merupakan
pe-
kerjaan
jala dari dua tipe dari kurva disebut garis kekuatan
yang sa-
ma (garis dari kesamaan potensi atau kepala) dan garis arus atau ga-
ris aii.an normalnya dari yang satu pada yang lainnya' Tujuan dari
tirisan adalah selalu garis tegak pada garis kekuatan yang sama' Ba-
gian di antara dua urutan garis aliran adalah disebut sebuah saluran
aliran (Gambar 8.14). Jarak antara garis aliran dibuat samapadatha
di antara garis persamaan potensi, dengan begitu mereka membentuk
sebuah persiapan untuk menghampiri pembengkokan bujur sangkar.
bilangan dari saluran pengaliran dalam
jaringan
pengaliran
Uilarrgan dari
jatuhnya potensi dalam
jaringan
pengaliran
jumlah kepala dikarenakan pengaliran.
koefisien dari penggunaan.
Jika N7
:
Na:
h-
Js-
Garis aliran I
N6
Gambar 8.14. Jaringan aliran.
T
Bendungan 219
kemudian, pengeluaran (tirisan) q, melalui
jaringan pengaliran pele-
baran per meter ialah;
. . . (8.31)
Lereng arus atas
$apat
diambil menjadi sebuah garis dari 10090 po-
tensi yang sama, permukaan arus adalah sebuah garis potensi yang sa-
ma dari 090. Puncak garis pengaliran, disebut garis phreatic adalah
garis bawah tirisan yang tanahnya menjenuhkan dan pengeluaran te-
kanan positif hidrostatik dalam bendungan. Garis phrealic mempu-
nyai tekanan udara. Garis phreatic dapat dianalisis penempatannya,
digrafikkan atau percobaan. Pola-pola
jala pengaliran biasanya lebih
dibatasi oleh cara analisis di mana dalam tirisan melalui bendungan
didorong oleh arus melalui saluran. Jadi, pengaturan hukum Darcy's
pengaliran air melalui tanah adalah analisis pada pengaturan hukum
Ohm's pengaliran dari arus listrik melalui penghubung.
(vl) Peralatan untuk pembangunan tanggul. Beberapa dari perpin-
dahan bermacam-macam tenaga listrik tanah dan kerjasama alat-alat
yang dipergunakan dalam hubungan dengan pembangunan dari se-
buah tanggul bendungan adalah:
(a) Alat-alat penggali seperti tenaga listrik penggaruk, tenaga lis-
trik pendorong dan sebagainya.
(b) Alat-alat pengangkut seperti truk, pita tenaga listrik pengang-
kut dan sebagainya.
(c) Tenaga listrik penyebaran seperti tenaga listrik peran tanah,
tenaga listrik sortir dan sebagainya.
@
Silinder atau alat-alat yang berhubungan satu dengan lainnya.
Penghubung mengerjakan lapisan dengan lapisair, biasanya pada
atau dekat pengisapan kelembapan optimum daripada tanah. Pem-
berian kerikil kasar tidak dihubungkan oleh alat penggetaran. Silin-
der mungkin terdiri dari tipe-tipe berikut:
(0 Ban angin silinder.
(rr) Penggilingan kaki domba.
(iir) Penggilingan roda-roda penulis.
(lv) Faktor lintasan-linta;an kereta api lapisan.
(v) Truk, lori dan sebagainya.
(vil) Kestabilan dari bendungan tanah. Cara penerimaan yang pa-
ling umum untuk memeriksa kestabilan dari bendungan tanair adalah
terkenal sebagai perputaran cangkokan (atau perputaran Swedia) ana-
lisis. Itu termasuk sebuah asumsi dari sebuah permukaan bentuk ling-
karan, eretan ke dalam tanggul dan sepanjang pondamen vang
gagal
pengguntingannya boleh mengambil tempat. Analisisnya terdiri da-
s = kh*
-Na
220 Pembangkit Listrik Tenogo Air
lam perhitungan penekanan pengguntingan, akan menjadi sangat pen-
ting untuk mencegah sebuah eretan sepanjang permukaan kegagalan
ini, dan membandingkannya dengan pendesakan kekuatan penggun-
tingan yang nyata disediakan untuk penyebab perpindahan. Da-
lam hal rasio dari kedua adalah lebih besar dari yang perta-
ma, bendungan dapat dikatakan menjadi keselamatan secara teore-
tis. Dalam praktik yang nyata, ketetapan pada pemilikan yang tidak
pasti
dari masa tanah, rasio dibutuhkan untuk menjadi pelaksanaan
dari 1,5. Dengan demikian, analisis harus dibawa keluar untuk kon-
disi yang berbeda dengan demikian seperti 'selama kondisi pemba-
ngunan',
'bak
pengumpul dalam kondisi penuh'dan'kecepatan kon-
disi penarikan
ke bawah'-
Sambil cara perputaran cangkokan dalam penggunaan yang biasa,
keutamaan perbatasan ketiga dari cara itu adalah seperti di bawah:
(r)
Analisis adalah salah satu dari dua dimensi analisis. Cacat yang
nyata sering mempunyai satu dari tiga dimensi karakter.
(il) Permukaan eretan adalah sebuah permukaan pengandalan
semau-maunya. Sebagai sebuah masalah dari kenyataan, di sana ti-
dak ada alasan mengapa ia harus mengikuti sesuatu kurva geometrik.
(iO Sebuah bilangan dari permukaan eretan dengan demikian ha-
rus dianalisis untuk memperoleh permukaan yang kritis sepanjang
yang menjadi faktor keselamatan adalah sedikit. Dalam hari-hari
terdahulu, analisis ini yang menyebabkan agak canggung dengan
banyak mempergunakan program komputer yang sekarang terse-
dia, di mana tidak ada kesukaran dalam prosedur ini sekarang.
Bermacam-macam perbaikan prosedur untuk analisis yang stabil,
dibandingkan cara perputaran pencangkokan, yang sudah dicoba pa-
da tahun-tahun ini dan diputuskan dalam bacaan yang bertalian. Yang
paling
banyak kesanggupannya di antara cara-cara yang demikian ter-
batas pada cara-cara elemen, yang terdiri dalam konsep masa tanah
yang mudah dimengerti sebagai sebuah perhitungan dari pengasing-
an elemen geometrikal dihubungkan
pada kesimpulan dan kemudian
penWsun
analisis untuk pemilikan keelastisannya dengan perubahan
prosedur.
Pengisian Batu-batuan Bendungan
Pengisian batu-batuan bendungan untuk memakan tanggul bendung-
an itu bertumpu di atas pengisian potongan batu sebagai struktur ele-
men yang besar. Pengisian batu-batuan untuk mencapai
yang lainnya
dengan pembuangan yang bebas atau menempatkan batu pecahan de-
ngan tangan atau sehubungan dengan
penggetaran dari pengisian da-
lam lapisan-lapisan. Pengisian batu-batuan secara besar-besaran di ben-
dungan, biasinya terdapat di atas tanah yang berbatu-batu tetapi da-
Bendungon
221
sar batu-batuan tidak diperlukari sebagai kekuatan yang diperlukan
untuk bobot bendungan. Dengan demikian bendungan benar-benar
sisa dari gempa bumi dengan sebuah tingkatan ketinggian dari kesta-
bilan. Itu adalah mungkin untuk alasan ini, bahwa pengisian batu-
batuan bendungan sudah dipergunakan berlebih-lebihan untuk ben-
dungan yang sangat tinggi. Nurek, bendungan yang paling tinggi di
dunia (Uni Soviet), adalah sebuah pengisian batu-batuan bendungan.
Gambaran yang sesungguhnya dari semua bendungan adalah berisi
batu-batuan, dalam pelaksanaan untuk memperoleh air, di sana ha-
rus menjadi sebuah lapisan yang tidak dapat dilewati dan tidak dapat
ditembus semua sepanjang kepanjangan dari bendungan' Dasar atas
tipe itu dari lapisan ini yang tidak dapat dilewati, bendungan berisi
batuan-batuan dapat digolongkan dalam dua tipe utama, ialah:
(r) Tipe selaput yang tidak dapat dilewati terdiri dari sebuah sela-
put dari beton, aspal beton atau sekali-kali baja, penempatan di atas
arus atas lereng dari pengisian batu-batuan. Sisa selaput atas sebuah
bantal batu pecah dari penempatan batu-batu yang dipecahkan oleh
tangan, yang dalam perputaran, ditaruh di atas pembuangan peng-
isian batu-batuan seperti diperlihatkan dalam Gambar 8.15(a).*
(ir) Tipe teras tanah tempat lapisan yang tidak dapat dilewati ada
di dalam bentuk sebuah teras dari tanah yang tidak dapat dilewati da-
lam badan bendungan. Dengan demikian sebuah bendungan adalah
Tumpukan batu karang
Selaput kedaP air
Bantalan puing
Fondasi batu karang
(a) Tipe selaput yang tidak dapat dilewati
(b) Tipe teras tanah Oatu-batuan
tanah)
Gambar 8.15. Bendungan berisi batu-batuan.
rBeberapa
contoh pembawaan selaput ke dalam badan bendungan yang lebih banyak dari-
pada pembawaan ke atas permukaan juga disediakan. Akan tetapi tipe ini tidak biasa.
t
222
juga
dikenal sebagai batu-batuan tanah bendungan [Gambar
8.15(b)]'
Teras dari tanah mungkin sentral atau vertikal seperti dalam hal ben-
dungan tanah atau tidak simetris dan miring seperti dalam hal ben-
dungan Kishau (Gambar 8.16). Pada bendungan seperti itu, terasnya
terpisah dari pengisian batu-batu oleh saringan yang bertingkat dan
dirancang secara tepat pada kedua sisi.
Dalam pengisian bendungan
yang terdahulu, terkecuali untuk pin-
tu air, tidik ada prosedur yang rapi dan bermanfaat, tetapi sejak li-
ma belas tahun yang lalu, torak-torak
penggetaran berukuran l0 ton
sudah dipergunakan dengan sukses untuk kepadatan pengisian. Ukur-
an maksimum batu yang digunakan akan diatur oleh penggunaan tek-
nik pengangkutan. Ukuran tertinggi sampai isi 2 m3 sudah dipergu-
nakan pada masa lalu; sekarang menggunakan batu yang ukurannya
agak lebih kecil. Yang runcing-runcing, tidak diperbolehkan sama
sekali.
Bendungan tipe selaput lebih mahal, daripada tipe lapisan tanah'
Selanjutny:a, uniuk kepala yang lebih besar daripada 100 m, tipe sela-
put jarang dipertimbangkan seakan-akan tidak ada informasi
yang cu-
lup ..nirnui ritut seliput bendungan di bawah ketinggian kepala.
Keiebalan selaput beton pada umumnya tergantung
pada maksimum
ketinggian keiala air yang tetap tersisa, dan sebanyak-banyaknya
I
pe.seilari kepala. Untuk tiap penyemenan kembali secara nominal
0,5 persen.
{
Pengisian batu-batuan alam hendaknya mencapai kemiringan kira-
kira t,"+ garis horizontal sampai I garis vertikal. Pengisian arus ba-
wah lereng biasanya tercurah pada lereng ini atau agak lebih datar.
Lereng atas dibuat sama atau lebih datar (sampai 1,75 : l) untuk tipe
selapui dan mungkin bisa sebanyak 2,5 : I untuk bendungan tinggi
dengan teras tanah.
Gtrrt menempatkan batu-batu pecahan pada alas bendungan tipe
selaput, perlu setali berhati-hati meletakkan batu-batu agar kokoh,
,"Aunglun celah-celahnya diisi dengan kerikil galian. Ketebalan alas
menirigkat dari 1,5 sampai 3 m pada puncak, sampai sebanyak-
banyaknya 5 persen dari
jumlah ketinggian dari dasar'
lita teieng yang diisi batu-batuan itu kokoh, bendungan
yang ber-
isi batu-batuan itu akan dapat berfungsi secara wajar, dan dapat di-
pandang sebagai sebuah keuntungan.
BENDUNGAN LENGKUNG
Bendungan lengkung memang dirancang dengan garis lengkung, de-
ngun guiir yang melengkung di antara dua batasan lembah dan per-
rn:rt uil cembung
pada sisi air. Daya tolak air sebagian besar ditahan
Bendungan
223
r
$
6
_.i
q.l
E1
d
-T
d
a
o
.o
E
U)
1_
-.t
(r)
z
o

'.;
tl.l
ir
o
6

lI]
N
(!
(!
c
d
t
o
E
d
(d
{
tr
o
o
J
:r.
,r.l
o
il)\
;:l=\'
c @^ \
$
-F
E TIJ'

EiF
'"1
*
Ei
shE
IH:
fi
f$4.:
r! E: o:
"E
Bg
9:
6
o
a
;
trl
I
(g
t1
b0
r
(n
.x
s
CB
60

tr
c,
ta
\o

6
!
E
!,
I
r
rll
ci
r
...;
IJ.I
ol
nl
i)
N
r
E
6
tr
d
d
3
d
T
o
!
t,
d
ao
d,
!o
i:
roO
c
(,
C,
d
d
d
!
E
d,
A
c
ai
!o
tr
o
o
A
{
EE
Fts
ilc
g
:E e :g n
56
E6
d
c
s""k
-*X:ei
E'T
224
Pembangkit
Listrik Tenaga Air
oleh lengkungan
dinding
(sebagian lagi oleh
penyangga), dan dengan
denrikian, set rrrrt rryu te-t"up i"f i" keadaan tertekan' Karena bobot ben-
a""g"r iia"k dim;ks;;fan
untuk menahan tekanan air' seluruh vo-
lume sebuah benaunga;
i.ngt u.gur lebih kurang
juga mengandung
kegawatan,
Autt of"rittUuUlt',
iott'k bendungan
yang tinggi
perlu
dilakukanpembetonanyangkuat.Jadi,mengenaigagasan..keram-
;il;iliilt"g
u."a""eln
tZp"tti itu' Gambar 8'17 memperlihatkan
dua tipe lengtrrteu,
b;iJ"ttgut'
yattg airencanakan
oleh Andre Coy-
ne, seorang
perencana bendungan
yang termasyh::'
Bendungan
Tol-
ta di Corsica aAatarlen;;;;"
yanglirgginva
80 m, tetapi maksi-
mum ketebalannva
h-";;;-;:$
rn'
g""a""gan Le Gage d] Perancis
,."*p"nyui
t.t"Uutun-rnuksimum
hanya 1'35 m meski tingginya
35 m'
35m
I
71 m
Radius Pada
permukaan air
tertinggi
Bendungan 225
sar. Hal ini mengubah bentuk bendungan sehingga permukaannya ti-
dak silindris dan vertikal, tetapi memperkenalkan dua permukaan kur-
va. Hal ini rffngurangi volume bendungan. Seperti yang akan ditun-
jukkan selanjutnya, bendungan lengkung bersudut tetap,
jika
diran-
cang dengan formula silinder tipis, akan menghasilkan siku sentral
133" yang paling ekonomis [Gambar
8.18(b)].
Jenis ketiga bendungan lengkung adalah kombinasi dari dua tipe
di atas, dan baik
jari-jari maupun sudut sentral tidak tetap
[Gambar
8. I S(c)l .
Kebanyakan rancangan akhir-akhir ini adalah
jenis kedua atau
je-
nis ketiga, dan tipe
jari-jari tetap sangat
jarang digunakan. Boleh
ju-
ga dicatat bahwa walaupun secara teoretis, sehubungan dengan for-
mula silinder tipis, sudut yang paling ekonomis adalah 133 derajat,
dan dalam praktiknya, terdapat penambahan sangat kecil pada biaya
jika sudutnya lebih besar atau lebih kecil, bahkan sampai 20 deraiat.
Karena sudut lebih kecil menyebabkan tahanan lengkungan menjadi
lebih mendekati normal pada lereng lembah, maka rancangan dengan
sudut yang lebih kecil lebih disukai.
Kadang-kadang, lengkungan dengan kurva variabel dan penambahan
radius pada penopang dipergunakan karena mampu menyempurna-
kan distribusi tekanan. Juga pada lembah yang asimetris, rancangan
demikian ternyata lebih cocok.
Cara Silinder Tipis
Salah satu metode rancangan ialah metode silinder. Cara ini mem-
perkirakan tekanan-tekanannya menjadi sama di dalam silinder tipis.
Tekanan-tekanan dihitung dengan formula silinder, dengan meng-
abaikan saat pembengkokan lengkungan dan penopang dan menga-
baikan pula kondisi batas-batas pinggirannya.
Ketebalan dari lengkungan. Misalkan I adalah ketebalan, leng-
kungan, r, rata-rata
jari-jari dan 20 derajat, kedua ujung sudutnya
dihubungkan dengan lengkungan di tengah, seperti tampak pada Gam-
bar 8.20. Pada setiap kedalaman ft, intensitas tekanan p dinyatakan
sebagai
p :
wh, di mana w adalah bobot spesifik air.
Karena tekanan ini memancar seperti
jari-jari, maka total tekanan
kekuatan hidrostatik horizontal yang bergerak sepanjang sumbu arus
pada unit ketinggian Capat dinyatakan dengan:
p: wh.2rsin0:2whrsin0
di mana 2 r sin d adalah daerah yang direncanakan.
. . . (8.32)
Kekuatan tekanan ini diseimbangkan dengan reaksi dari tiang pe-
nopang. Jadi,
jika R adalah reaksi pada setiap tiang penopang, maka
2,41 m
Ketebalan maks.
65m
Radius pada
permukaan
alr
Gambar 8'17' Dua lengkungan bendungan
yang paling tipis'
Tipe-tipe Bendungan
Lengkung
--h"r,drrtgun
lengkung dipat dibagi dalam tiga tipe utamal
0)
Bendungan
lengkung berjari-jari
tetap'
iir)
geraungan lengkung bersudut tetap'
i;;.'D
;;;afiun
f
""?r.u""e
bersurl ut variabel, berj ari-j ari vari abel.
ii.naungu"
tengtrni berjari-jari
tetap mempunyai
permukaan atas
berbentuk silindris u..Tif.uf"a.nlan
benluk lingkaran. Bendungan
ke-
iifr"ir" seperti terdiri dari rangkaian tumpukan lengkungan
pada ke-
,G;;y;.g
berbeda-beda,
mising-masing
berpusat
pada dataran ver-
tikal. [GamUar
A.f stai- Lengkungan
dirancang melalu formula silin-
;il"rc tipis. Bendungan le-ngtungan
jari-jari tetap secara relatif le-
;ih 6;;, begitu
puta tleteualan bendungan bertambah sesuai dengan
kedalamannYa. ---g.;d.rngun
lengkung bersiku tetap mengurangi lengkungan
pada ke-
dalamannya
dengarr-olengurangi
p'lu ktltburannya
pada lembah da-
.TT
226 Pembonskit Listrik Tenogo Air
Bendungan
227
komponen yang berlawanan dari arah kekuatan tekanan adalah 2R
sin0 dan semacam itu.
-
Zwh r sinl
:
2R sinO
I
atauR:whr
Persamaan (8.33) memberikan kekuatan tekanan maksimum berkem-
bang dalam lingkungan, dan tekanan itu sama dengan reaksi tiang pe-
nopang. Tekanan kompresi o ditarik ke dalam lengkungan, karena itu:
o:R./t-whr
t
Dengan memperkirakan tekanan kompresi yang diperbolehkan untuk
bahan-bahan lengkung sebagai
l,
ketebalan lengkungan dinyatakan
dengan:
(8.35)
Sudut yang paling ekonomis. Sudut sentral yang paling ekonomis
untuk bendungan lengkungan ialah yang paling sedikit memerlukan
pembetonan untuk rentangan, pemuatan dan tekanan.
Volume V dari unit ketinggian beton seperti pada Gambar
g.20
di-
nyatakan dengan V
:
r. 20A
di mana A adalah daerah potongan lintang lengkungan.
Att
dan /ocr dari Persamaan (8.35).
whr
t:
f
. . . (8.33)
. . . (8.34)
. . . (8.36)
. . . (8.37)
(8.38)
KarenaituA: Cr
di mana C adalah kesatuan yang konstan.
Oleh sebab
.itu,
V
:'r.20.
Cr
:
20. Cf
Selanjutnya, dari Gambar 8.20
sin0 :j
2r
L
atau
r:-
'
2 sinl
mengganti nilai r dalam persamaan (8.37)
v
-
*.r(**'l
:
cLz
_20 -
4 sin20
Sekarang untuk volume beton, kita mengajukan:
dv
-o
d0
dv
d0
_
CL2
(ri",[- Z0 rirA."or0)
4 sinal
-0
,j
,".l
"l
I
t
Gambar E.lE. Berbagai
jenis bendungan lengkung.
,
oleh sebab itu,
228
Pembangkit Listrik Tenaga Air
atau sin20
:
2d sinf cosf
atau tanl
:20
atau 20:133"34'
...(8.39)
yang memberikan sudut yang paling ekonomis'. Tetapi nilai 20 dapat
diambiluntukangka-angkaantara100.danl40p.
Gambar 8.19. Dimensi pendahuluan dari bendungan lengkungan'
Rancangan Pendahuluan Bendungan Kurva Ganda
USg{* telah memberikan
pedoman untuk rancangan
pendahuluan
sebuah bendungan lengkung.
Dari ketinggian struituril, H (m) dan panjang garis penghubung
Z1
fiarak
gurii lrrru dalam meter pada puncak elevasi antara tiang-
tiang penopang yang diperkirakan untuk digali untukmemperkuat
de-
ngui tutri dai'trfiutit
garis lurus dalam meter pada 0'15 H di atas
disar, antara tiang penopang yang diperkirakan untuk digali (yang
dikenal sebagai
p"rropu.rg mahkota) dapat digambarkan
dengan
pe-
tunjuk pada Gambar 8.19 sebagai berikut:
(r) Ketebalan pada puncak
7"
:
0,01 (H+2 L)m
(ii) T
nt
:
3.1-[[NlT7l-Lr
6@7Wm
rUnited
States Bureau of Reclamation
(Biro Reklamasi Amerika Serikat)'
Bendungun 229
(iii) Ketebalan pada 0,45 H.
T(0,+si:0,95Tsm
/iv)
PuncakqrroVek cantilever
pada paslr.
USP
:
Maksimum Arus
Atas Proyeksi
:
0
DSP
:
Maksimum Arus
R
Bawah Proyeksi
:
7.
(u) Puncak cantilever proyek-
si pada dasar USP
:
0,67
TB.
DSP
:
0,33 fB
(vr) Puncak penopang proyek-
si pada 0,451I
Gambar 8.20. Analisis mengenai
bendungan lengkung.
USP
:
0,95 TB
DSP:O
Ukuran untuk volume beton, proporsi penyangga dan sebagainya
dengan cara yang sama seperti itu
juga
dianjurkan. Cara ini diguna-
kan pada berbagai rancangan bendungan lengkung yang mula-mula
dibangun di daerah yang bertebing.
Cara Analisis Modern
Teori silinder tipis merupakan pendekatan yang sangat disederha-
nakan dan dipeqhifungkan terhadap masalah struktural
yang rumit.
Tekanan dalam sebuah bendungan lengkung merupakan
jawaban in-
tegral bendungan secara menyeluruh terhadap beban eksl.ernal dan de-
formasi fon<iasi. Silinder tipis samasekali mengabaikan aspek ini dan
menghadapi masalahnya tanpa memperhatikan interaksi antara leng-
kungan. Akhir-akhir ini, ada sejumlah metode yang lebih canggih di-
kembangkan guna menganalisis bendungan lengkung. Hal-hal yang
lebih penting dari cara ini adalah digambarkan secara singkat seperti
di bawah ini:
Cara beban cobaan. Dalam cara ini muatan yang dibebankan ke-
pada bendungan diperkirakan dapat dibagi antara unsur-unsur leng-
kung horizontal dan unsur-unsur
penopang vertikal, begitu rupa se-
hingga pada setiap titik persilangan unsur-unsur horizontal dan verti-
kal, defleksi dan rotasinya sesuai benar. Pada hakikatnya prosedur
ini merupakan prosedur percobaan-dan-penyesuaian yang dilaksana-
kan dengan cara selangkah demi selangkah. Cara itu dikembangkan
oleh the United States Bureau of Reclamation. Pada mulanya cara-
cara penyesuaian yang berlain-iainan itu terlalu susah untuk dilaksa-
USP=0,95 Ts
H = Jumlah ketinggian
Tc
: Puncak Pelebaran
TB =
Dut"t PelePasan
DSP dan =
Hasil dari
USP Sumbu bendungan
I
I
r sin0
j-r
sin0
=L/2 t =L/2
I
230 pembangkit
Listrik
Tenaga
Air
nakan,
tetapi
ngrrangi
p"ma.P"lseunaan
komputer
digital
erektronik
dapat
me-
tut
,.iglr;ilTr"1il.-,,ifu
dan tenaga
manusia
vunfaii"r,ukan
un-
,
Teor!kerane*o.
Curiiung
mensar
Iitx1*?"[:it"1,;"Jikff
r;]?5?ffi
::'il:llffi
:',;?iffi
:xl
persamaan
o"ri.;ri
i."?ilI#rj::T lli
g
uu, secara
r eli ti, perbed
aan
mungkin
dir.l.r".9'i
kerangka
menjadi
sangar.u.i,
aln?yaris
tidak
l1'ffi
flfj"Illi*,1-l*41.#ffi
ru'-,:,Iffi
jllIf]
bagai
suatu
i..kl::lYas
menjadi
permukaan
i.ilffiffi
ganda
se_
[]lTiil;iri*ffi
]HTffu
ffii*pq*:*:.;::mx:
kan.
rr
rdrrB memerlukan
ketelitian
dapat
diselesai_
Metode
unsttr
akhir
dalam
un^r,'::2:'':'
Me.tode
unsur
terbaras
adalah
teknik
rer_
t"",i*.r'",ffi
;lT#*f
:T.-r"ff
:rffi
:ilXlT..*rTTffj k um p uran k eterbatasan,
rrrr.---r-n',
uriur,
o* oi mensi onat,-s}
i ng ber_
kaitan pada jumlah
t..Uutu.
titil_,,,,U,Irnr,.
.Unsur_unsu.
aupr,
,r.n_
.;adr seperri
buj
u r sang k *
f
rri, L.i
"r"1q1i-.-,r,
ra t s) ma uprin
me nja_
dr seperti
segi
tiga
jy..llrf. ri;;;;;i;
hrFklng
ganda).
analisis
rerha_
oap strukrur
yang
ailg..urisasir,ai'lii'r.turjutnyu
auput
aiiur.ranakan
oengan
metode-metoa"
uurr-unrjjrir"irrnrrut.
p..turu-tuiru,
har ini
r
#:ffJi$ffi
X?:l'.1,-
..tiup
un,, ;;;
seranj ut n ya
b.,usahu
m"m_
au,u,r,nl,#_:;,ff
ilf x:;';##.ilni;.Jil:1iffi
ff ffi fr,#,.;
liu:ffiil,il:il:''
u,, i;i;il;',1l,..uu,,,
menca
k up sej u m r ah
p,,.'oie'it"Jffi
,"i:.'fl':#;#lf **taip.,tij'[iu,o.I*i"u",-
,,
iiil ii.'fJloti[l'"0 :] I 1'-:i" r...,,"*
rap a t d i r a k u k an, nam u n p er -
u,tuun.,uii;::i#TH:ilJ#:ilff"1il1i11;,..#ljli:r:::;
gl**gmffff,,,*;rurgffi
g"XIXi
ffil%*Xtl":gr.,iffig
,"IkTul
di dunia
adarah
ben_
tevizs,;;;i,"t?;?iH-l5,,rilrrilLf
ir?liltl[,;ii:+1,
i.'irilr'ft
'xr;f
Hf ir,*il*j*,Tjlift:*
j:*.t.:Ha:x
.L
Bendungon
233
dari dasar bendungan,
karena
hanya sebagian
arearnya yang
mendu-
5i,:i,1TI,#.:T:f ""r.
p
emet i harau,
i.,r,ua
"p
f o n d as i p u n m e nJ a
_
p,ra,u"u*-r,p;;',li-":-;li!Xil',i:i"ffi
fff
[trHff
]::LH- dasi tidak perru
sekeras
seperti paaa
urnJungan
yang
kokoh ataupun bendungan
rengkung' grnirnglnl,,
r."i.r,
dan kuat terhadap
teka- nan air karena
dindingnya
yang
miring
lir," Jir..irujl,,
ilX;;,
",
dungan
dengan
mudaf,
;"ri* irri.li;?;".
Lapisan luar
Siku penyangga
6
Sendi penahan
air
Patck-patok
pencegah
guncangan
gemDa
Tinggi lift 3-5 m
Sendi konstruksi
A
Pelapisan
Tirai
beton
Jarak dinding
penopang j_g
m
Gambar
r.r. ,,r*ui",
,r**
,.r"o"ng bendungan.
.
Bendungan
bertian.penopang
fienis tanah
datar) biasanya
mem_ butuhkdnpenguatan,-beeitu'p;;o"*"."Lu*,ur^rian-g_tiangp"rropung.
Bendungan
semacamrtulir.[r,
ul"'i*rruan
Rcc.
penguatan
iru me- merlukan pembiayaan,
dan biayany"-iri",
dibandingkan
dengan pe- nyemenan
dengan
beton.
perencanaan
k-on.t,ukrirvu
."rupuiu,
p"_ kerjaan
khusus
dan memerlutun
p.ngu*^r1
gq paia
ahli. n-"naurgun
bertiang penopang
aaput aiuanfiffi;firi
r50 m. contoh
vang ter- kenat iatah bendunganAl.urruri
liiiirinrof
,
yang
tingginya
133 m.
Jenis Bendungan
Bertiang penopanq
Terdapat
banyak jenis
-clan
rufu-'run"angan
bendungan
bertiang pe]r^olanc.
Jenis-jenis
itu sebagai
berikui:
(r) Bendungan
tanah
datar iau;;;;;g""
Ambursen.
Datam je_
nis ini' dinding
bendnngan
rr,
ryi.e
;h.pir 45o dan berdiri pada kepala-kepara
tiang penopang.
Tebainya
disesuaikan
dengan
beban
;H
?JJ?t.:,i1t"Xl"'
vu'i oi u,-ru r, iin tergant
u,e pui?-Juru,
u-
_._t
=H
234 Pembangkit Listrik Tenoga Air
(u) Bendungan berlengkung banyak. Dalam bendungan
jenis
ini, ke-
pala tiang penopang dihubungkan oleh
lengkunganJengkungan. Lengkungan-
lengkungan ini berfungsi sebagai selaput
penahan air yang membentang sepanjang
bendungan (Gambar 8.25). Jika leng-
kungannya setengah putaran seperti da-
lam gambar itu, maka tidak akan ada
daya tolak dari samping terhadap tiang-
tiang penopang. (Bahkan pada
Iengkungan-lengkungan yang tidak sete-
ngah putaran, tekanan samping pada dua
lengkungan yang bersebelahan akan da-
pat diseimbangkan karena kondisi ekui-
libriurn. Lengkungan-lengkungan tidak
perlu diperkuat lagi
justru
waktu dalam
kompresi.
(iir) Bendungan bertiang penopang yang diperkuat. Dalam
jenis
ini
kepala tiang penopang diperbesar sehingga bentuknya seperti bola lam-
pu. Kepala-kepala tiang yang kokoh dan saling berhimpitan itu mem-
bentuk permukaan penahan air (Gambar 8.26). Kepala-kepala tiang
yang kokoh itu dalam keadaan menekan, dan tidak memerlukan pe-
nguatan. Permukaannya miring 60o dari garis horizontal.
Penguat tahanan air
Tebalnya berbeda-beda
;=1
I .Kepala
dinding penyangga
J
Perencanaan
Gambar t.26. Sekeliling kepala tiang bendungan.
Penguat tahanan air
Jarak penyangga
Lubang angin
Gambar t.25. Perencanaan
lengkung banyak.
Perencanaan
E.27. Bendungan bertiang pnopang. Gamber
Bendungan 235
(iv) Bendungan selular atau cekung. Bendungan ini mirip sekali de-
ngan bendungan bertianglenopang yang diperkuat, dan dapat digam-
barkan sebagai bendungan yang dicekungkan. Permukaan u/s agak
mendaki atau vertikal.
Grmbar t.2E. Potongan penampang ben-
dungan bertiang penopang yang kokoh de-
ngan isokromatik dengan muatan hidros-
tatik. (Atas izin: Central Water and Power
Research Station Pune, India).
Di Pakistan bendung ber-
tiang penopang baru-baru ini
dibangun sebagai salah satu
bagian dari Tarbela Project
Complex. Di India, tidak ada
bendungan bertiang peno-
pang, walaupun sisa sebuah
bendungan berlengkung ba-
nyak dekat Hyderabad masih
dapat dilihat hingga sekarang.
Rancangan tiang-tiang pe-
nopang dari semua
jenis
di
atas boleh dikatakan mirip
dengan tiang-tiang bendungan
besar. Tetapi karena tiang-
tiang penopang itu ramping,
terlebih dulu harus diperhi-
tungkan pula tekanan dari
samping. Jika dirancang dengan lajurJajur yang mendaki, tiang-tiang
penopang boleh dirancang dengan struktur tipe terbuka.
Bendungan bertiang
ienopang
kelihatannya kompetitif terhadap ben-
dungan lengkung atau bendungan bertanggul di daerah-daerah yang
memerlukan bendungan-bendungan yang sangat tinggi.
Analisis foto-elastik tettang tiang-tiang penopang dan bendungan
lengkung merupaken sarana penting dalam analisis tekanan. Gambar
8.28 menunjukkan potongan penampang bendungan bertiang peno-
pang yang kokoh dengan isokromatik sehubungan dengan muatan
hidrostatik.
KEAMANAN BENDUNGAN
Setiap bendungan yang menampung air sudah barang tentu mengan-
dung bahaya yang harus diperhitungkan benar. Akibat kegagalan pem-
bangunan bendungan menimbulkan bencana yang tiba-tiba melanda
dan sukar ditanggulangi. Bencana yang terjadi berturut-turut pada ben-
dungan Malpasset dan waduk Vajont di Eropa pada awal tahun 1960-
T
i
I
I
lr
I
i
il
tr,
I
i1
236 Pembongkit Listik Tenaga Air
an, bencana di bendungan Baldwin Hills di AS (1963) dan di bendungan
Pardo, Argentina (1970), merupakan petunjuk adanya bahaya. Ma-
salah kegagalan bendungan adalah masalah manusia dan memerlu-
kan pengamanan, baik pada segi struktural maupun nonstruktural. Ke-
gagalan itu
juga
menimbulkan kerugian besar. Umpamanya, benca-
na Baldwin Hills menelan 50
juta
dolar, sedangkan malapetaka ben-
dungan Pardo menimbulkan kerugian 20
jutadolar.
Namun sebenar-
nya kegagalan seperti itu dapat dihindari dengan perencanaan yang
teliti. Biswas dan chatterji telah menyimpulkan dari analisis menge-
nai data yang ada, bahwa 35 persen dari bencana bendungan dise-
babkan oleh kapasitas lintasan tumpahan yang tidak memadai, 25 per-
sen akibat dari masalah-masalah fondasi, seperti rembesan, pema-
sangan pipa-pipa, kelebihan tekanan, katup yang kurang memadai,
pengaliran dan pemasangan batu-batu yang keliru.
CONTOH ILUSTRASI
coNToH 8.1
Dapatkan lebar minimum untuk profil segitiga elementer sebuah bendungan setinggi
20 m. Abaikan semua kekuatan kecuali bobotnya sendiri, tekanan hidrostatik dan pe-
ningkatan. Perkiraan gaya berat spesifik bahan-bahan bendungan 2,25, juga hitunglah
tekanan pokok pada ujung bendungan. Tetapkan faktor peningkatan K adalah 0,41.
Berapakah batas ketinggian bendungan ini hendak ditingkatkan? Perkirakan tekanan
kompresif/yang diperbolehkan untuk bahan fondasi 50 kglcm2.
PENYELESAIAN
Kita mengetahui bahwa karena tidak ditekankan pada tepi bilamana waduk sedang
penuh dan bendungan tahan terhadap peluncuran, lebar dasar profil segitiga yang utama
dinyatakan dengan:
B=-4
.l G-K
z0
Untuknilaip=0,75,
peluncuran.
Lebar bendungan
Tekanan ke atas
rEdR
kita mendapat
W
:20
.,/Tso
nilai yang hampir
14,9 m
sama dari keadaan tanpa
Karena itu kekuatan vertikal
E F=W-U
= l/2hBwG
= l/2x2Ox 14,9 x 1000 x 2,25
= 335,2 ton
= l/2KhBw
= l/2x0,45 x20x 14,9x 1000
= 67 ton
=
268,2 ton
Bendungan
237
Kekuatan Tekanan Hidrostatik
I
P = l/2 whz
--
l/2x l00ox (20)2
: 200 ton.
r'
Jumlah saat-saat kekuatan aktif pada ujung kaki bendunihn,
DM
: DFx2/3 B-Pxh/3
220
= 268200 x la,9xf
-
200000 x
5
2665000- l332oOO
: 1333000 kg-m : 1333 ton-m
Saat ini diseimbangkan oleh saat reaksi mengenai titik yang sama
RJ Jadi
Rv
Jadi
i
= DMa/DF
Jadi, eksentrisias e = B/2 -
='1 ,45 -
Sekarang tekanan normal pada
P,
: DMa
=DF
= t333/268,2 : 4,97 m
i = 2,48m
4,97 : 2,48 m
ujung kaki bendungan,
= DF/B (, .
#)
268.2 / 6x2.48\
llL-l
14,9 \ 14,9 I
: 36 toilm2
=
#=
o:t45
: I,555
: P, sec26
= 36000 x 1,555
= 56000 ks/mz
: 5,6ks/cmz
atau
Jadi
Pt
tdn 0
reC o
Tekanan pada ujung kaki bendungan:
ol
ol
ol
Tekanan gunting pada ujung kaki bendungan:
T =
Prtan$
atau
' r = 36000x0,,+5=26800kg/cm2
=
2,68 kg/cmz
Batas ketinggian bendungan
jika hendak ditinggikan dinyatakan oleh (analisis dasar)
ketinggian =
w(G-K + l)
-
50x lOa
1000 (2,25
-
0,45 + l)
atau batas ketinggian =
178,5 m.
coNioH 8.2
Kedudukan air di atas sisi u/s bendungan gaya berat pada penampang segi tiga se-
hingga batas ketinggian 35 m. Lebar dasar bendungan adalah 26 m. Koefisien intensi-
tas tekanan naik 'K' boleh diperkirakan 0,5. Tunjukkan bahwa
238 Pembongkit Listik ?'enaga Air
(i) Tidak ada tekanan di mana pun sepanjang dasar bendungan.
(ir) Bendungan tidak terganggu oleh peluncuran.
(il) Tekanan kompresif maksimum di dalam tubuh bendungan kurang dari kekuatan
penghancur yang diperbolehkan, yaitu ll kg/cmz.
(vr) Bendungan tidak mungkin meluap.
Ambillah koefisien dari pergeseran antara dasar dan fondasi sAbesar 0,75 dan bo-
bot unit bahan-bahan bendungan sebesar 24C[ kg/cgrf. .
PENYELESAIAN
BeratbendunganW
: l/2 h B w G
=
l/2x35x26x2400 = 109 ton
Tekanan kompresif maksimum terjadi pada ujung kaki bendungan dan dinyatakan
dengan
DF I 6e\
Pn = --F
tt
*
Z-,
862200/ 6x3.95\
:
--26-ti -
-26-
)
= 63500 kg/mz
: 6,35 kg/cm2
yang kurang daripada kekuatan penghancuran yang diperbolehkan dari ll kg/cmz.
Karena itu, aman.
Faktor keamanan terhadap bahaya curah dinyatakan dengan
F.s.
=
DM'
DMo
\
di mana DM, adalah
jumlah
saat-saat yang membuat stabil dan EMo adalah
jumlah
saat-saat mencurah
Jumlah saat-saat yang meluaP
= 612500 x 35/3 + 227800 x 2/3 x 26
EMo = 7150000 + 3940000 = 11090000 kg-m
Saat-saat yang menstabilkan : W x 2/3 x B
= 109000O x 2/3 x 26
atau DMo
: 18900000 kg-m
189fin00
F.S. :
"::-= l'71 > 1,5
1 1090000
Karena itu aman.
Kekuatan tekanan ke atas U
=
L/2 K h B w
=
l/2x0,5x35x26x100
: 227,8 ton
Jadi kekuatanvertikal E F :
W
-
lJ = 862,2 ton
Tekanan hidrostatik P : l/2 whz
: r/2 x 1000 x (35)2
: 612,5 ton
Jumlah saat-saat semua kekuatan di sekitar ujung kaki bendungan
atau
Jadi eksentrisitas
Bmdungon 239
DMa = DF x 2/3 B-P x h/3
=
8622N x 2/3 x 26-612500 x 35/3
= 14940000
-
7150000
atalu EM,
=
7790 ton-m
Jika fadalah jarak kekuatan yang dihasilkan oleh ujung kaki bendungan, maka
, .-
DMo
._DF
7790
_
= 8622
x :9,05m
e
=B/2-i
= 26/2
-
9,05
= 3,95 m
Karena tidak ada tekanan yang berkembang sepanjang dasar,
e<B/6atave<26/6
atau e<4,33mTerbukti.
Faktor keselamatan terhadap pergeseran
= "
DH
0,75 x 8622N
=-6,r25m-
1,055 > I Karena itu aman.
CONTOH 8.3
Untuk menentukan rembesan di bawah bendungan tanah, alirannya ditarik seperti
tampak pada Gambar 8.14. Tentukan rembesan untuk per meter lebar bendungan,
jika kepalanya 65 m dan koefi sien permeability (yang dapat ditembus air) tanah ada-
lah 0,15 m/hari.
PENYELESAIAN
Pengalirannya dinyatakan sebagai
.fy'r
s =
khff
Dari gambaran bilangan:
Nt =l
Na =12
k
=
0,15 m/hari
ft = 65m
Jadiq =
0,15 x 65 x 3/12 = 2,2m3/hari/m
PERTANYAAN
l. Berapa banyak
jenis bendungan yang anda ketahui? Faktor-faktor apakah yang
menentukan dalam memilih bendungan?
=
Pxh/3+Ux2/38
atau
T
)
3.
240 Pembongkit Listrik Tenaga Ai'
Apa yang anda ketahui tentang peraturan pertengahan ketiga? Dapatkan sebuah
pernyataan untuk lebar alas bagi profil dasar bendungan gaya berat. Berapa batas
ketinggian untuk penampang seperti itu?
Kekuatan-kekuatan apa yang perlu dipertimbangkan dalam merancang bendungan
gaya berat?
Untuk bendungan yang tampak dalam Gambar 8.29, hitunglah kekuatan-
kekuatannya dan tentukan tekanan pokoknya dan tekanan shear-nya pada ujung
kaki bendungan dan tepinya.
Periksalah bendungan akan bahaya geseran, keruntuhan, luapan, dan tekanan.
Abaikan semua kekuatan kecuali bobotnya sendiri, tekanan hidrostatik, dan te-
kanan ke atas. Perkirakan nilai-nilai berikut:
Kekuatan penghancur
Koefisien gesekan
J
:
50 kg/cmz
: 10,5 ks/cm2
Koefisien tekanan ke atas
BAB 9
PELIMPAH
UMUM
Pada bab sebelumnya telah kita uraikan bermacam-macam bendung-
an. Apa pun tipe daripada bendungan, adalah mutlak penting untuk
memperlengkapinya (dilengkapi dengan pelimpah) sebagai peng-
aman aliran air banjir d/s
jadi
untuk menghindarkan bahaya terha-
dap bendungan akibat terjadi air melimpas (overtopped) di atas mercu
bendungan. Bagian dari bendungan di mana debit aliran banjir me-
ngalir ke bagian hilir (downstream) disebut pelimpah (spillway). Da-
lam kaitan untuk memperoleh keuntungan penuh dari kapasitas tam-
pung bendungan, adalah penting bahwa pelimpah belum mulai ber-
fungsi menyalurkan air sampai keadaan di mana air mencapai batas
permukaan tertentu, yang disebut Full Reservoir Level (FRL)
-
per-
mukaan daya tampung penuh. Air harus melampaui batas FRL, baru
pelimpah menjalankah fungsinya. Permukaan tertinggi tercapai sela-
ma terjadi banjir disebut Maximum Water Level (MWL) : permu-
kaan air tertinggi. Tinggi antara FRL dan MWL dikenal sebagai ting-
gi banjir (flood lift). Pada MWL, kapasitas disalurkan dari pelimpah,
sehingga aliran keluar dari pelimpah adalah sama (kurang lebih sa-
ma) dengan aliran masuk,
jadi,
dapat dijamin bahwa permukaan re-
servoir tidak akan memotong MWL. Pelimpah adalah salah satu ba-
gian yang sangat penting dari bendungan dan dibuat sebagai bagian
bendungan utama atau dipisahkan pada suatu tempat dekat bendungan.
Sebuah terjunan pelimpah mempunyai peralatan pengontrol, dise-
but pintu yang diletakkan di atas mercu atau tanpa pengontrol sama-
sekali. Untuk pelimpah tanpa pintu (an ungated spillway), permukaan
mercu FRL dan tinggi kenaikan banjir ditambahkan di atas permu-
kaan mercu (FRL) sehubungan dengan MWL seperti terlihat pada
Gambar 9.1(a). Bagaimanapun juga,
ketika pelimpah ditutup, pintu-
pintu memberikan suatu penambahan timbunan air di atas mercunya
selama musim banjir. Jadi, dalam kasus ini, MWL bersamaan waktu
: 0,7
= 0,45
4.
5.
Gambar E.29
Apayangdiartikandenganbendunganbertanggul?Bagaimanarembesandapat
diawasi dalam sebuah bendungan tanah?
epakah yang dimaksud dengan bendungan bersiku tetap dan bendungan lengkung
iuii-juri
ietaf,t Oupatt an pernyataan-pernyataan untuk ketebalan dan sudut vang
puiirrg .toron,is bagi sebuah bendungan lengkung dengan metode silinder tipis.
ep"fun yang diartikan dengan bendungan bertiang penopang? Apa saja
jenisnya?
6.
T
,r
242 Pembongkit Listrik Tenaga Air
(a) Pelimpah tanPa Pintu
(b) Pelimpah berpintu
dengan FRL sepertt ffi;
;";"
";;;- Pelimpah-pelimpah pada penampungan besar direncanakan untuk
kemungkinan banjir maksimum yang akan terjadi. Banjir ini adalah
akibat dari presipitasi maksimum yang mungkin terjadi (PMM). PMM
telah dicantumkan dalam Glossory of Meteorology (terbitan Ameri-
can Meteorological Society). Secara teoretis sebagai endapan paling
luas dan dalam untuk
jangka waktu tertentu, yang secara fisik mung-
kin terjadi pada kolam pengeringan yang dibuat secara khusus untuk
bulan-bulan tertentu. Pelimpah dalam praktiknya, dapat direncana-
kan untuk banjir yang jarang
/besar, di mana periode kembaliny4 (re-
turn period) l:10.000 tahun. Diskusi tentang presipitasi maksimum
yang mungkin terjadi telah diberikan pada Bab 3. Bila pelimpahan
direncanakan untuk banjir besar.
TIPE.TIPE PELIMPAH
Tergantung pada lokasi penempatannya, ada bermacam-macam tipe
pelimpah:
(l) Pelimpah terjunan (overflow spillway), (2) Pelimpah samping
(side channel spillway), (3) Pelimpah shaft (shaft spillway), (4) Pe-
limpah sifon (slpfto n spillway), (5) Pelimpah chute (chute atau trough
spillwoy), (6) Breaching section (emergency spiltway).
Masing-masing adalah sebagai berikut:
Overflow Spillway
Tipe ini ditenal
juga
sebagai pelimpah overfoll (overfoll spillway)
(lihat
Garbar 9.1), tiap pelimpah umumnya dibuat sebagai bagian dari
bendungan utariranya sendiri dengan memanfaatkan sebagian dari ben-
iDalam
praktik, FRL diatur secara marginal lebih tinggi daripada MWL.
Pelimpah 243
dungan sebagai pelimpah dengan mercu di FRL. Sebagai tipe pelim-
pah dibuat berhubungan dengan bendungan beton gaya berat dan di
lembah-lembah di mana mempunyai lebar yang cukup untuk menye-
suaikan dengan panjang mercu yang dikehendaki. Muka bagian hilir
bendungan sebaiknya dibuat miring/landai dan bagian tumit ben-
dungan seharusnya direncanakan untuk mencegah erosi, oleh karena
ada kecepatan aliran yang tinggi.
Pelimpah overfoll ada yang terkontrol dan ada yang tidak terkon-
trol. Dalam hal terakhir, bisa mengawasi dua
ienis;
Pertoma, dengan
pintu permanen yang dapat diangkat bila diperlukan, salah satu oto-
matis atau operasional . Keduo, dengan susunan papan-papan, umum-
nya kayu, yang "harus dibuat dengan tujuan mengatasi" setiap musim
banjir. Pelimpah kecil dan yang kurang penting mempunyai peralatan-
peralatan sementara, sedangkan pelimpah-pelimpah dari bendungan-
bendungan besar selalu dilengkapi dengan pintu-pintu mercu yang per-
manen. Jadi, dengan demikian pintu-pintu mercu walaupun mereka
(kenalkan keseluruhan biaya dari bendungan) akan menaikkan kegu-
naan, oleh karena mereka, air dapat ditampung sebaik-baiknya pada
keadaan permukaan air yang tinggi pada pintu air daripada permu-
kaan mercu tanpa pelimpah, bagaimanapun
juga,
menaikkan permu-
kaan air maksimum reservoir (waduk penampungan). Di bawah ini
diuraikan tentang pintu-pii,rtu otomatis dan tidak otomatis. Untuk
keterangan terinci, pembaca harus membaca buku khusus mengenai
bendungan.
Sampai air banjir melimpas melalui mercu dari pelimpah, bagian
ini harus direncanakan dengan sebaik-baiknya supaya dapat melepas-
kan air banjir maksimum. Profil yang sangat baik harus dihubung-
kan dengan bagian mercu bawah dari nappe dalam kasus ambang ta-
jam. Apabila hal ini tidak dibuat, maka tekanan negatif terbentuk pada
bagian yang miring. Sebuah bendungan Ogee menyerupai bentuk ini
atau lengkung yang dikembangkan. Untuk mencapai bentuk ogee, se-
buah bangunan beton dengan volume tertentu harus dibuat pada se-
buah hulu seperti terlihat pada Gambar 9.2(a) dan (b). Standar meto-
de dasar untuk membuat bentuk tersebut diberikan pada paragraf
berikut.
Total debit
Q
di atas pelimpah dapat dihitung dari formula ini:
Q
:
CLIfi's atalu q
mana
C
:
Koefisien dari debit
=
2,2
L
:
Panjang efektif dari mercu m.
H
:
Tinggi puncak yang diukur di atas mercu m'
a
:
Debit per m panjang pelimpah m3ldetik/m'
=*:
ro''
di
T
Pelimpoh 247
Tambahan betonanuntuk
bentuk lengkungT r
Penguat untuk
/ \
bentuk lengkung
K\
berpuncak lancip Potongan pelimpah curah
(b)
Gambar 9.2. Pelimpah terjunan.
Besarnya q dapat mencapai pelimpah 300 m3ldetik/m. Untuk ben-
dungan Ichari (India), q mendapat 222 m3/detik/m itu untuk ben-
dungan Guri di Venezuela, q mempunyai besaran 343,6
m3ldetik/m, adalah angka yang tinggi untuk pelimpah overfoll (over-
fall
spillway). Gambar 9.3 menunjukkan pengecoran beton dari pe-
limpah ogee
-
crested chute untuk proyek Beas, India. Perkiraan mak-
simum debit yang melalui pelimpah adalah 12,374 m3ldetik. Pelim-
pah ini direncanakan untuk banjir sebesar 33,555 mrldetik.
Bentuk-bentuk pelimpah overflow. Seperti telah dinyatakan terda-
hulu, bentuk overflow mempunyai beberapa variasi dalam perenca-
naan sesuai dengan keperluan-keperluan pengaliran. The Waterw.aYs
Experiment Station (WES), USA, memberi aturan mengenai bentuk
pelimpah:
fl
:
KHn-t
Y.
di mana x dan y adalah koordinat-koordinat dari bentuk mercu de-
ngan asal pada titik tertinggi mercu, H adalah tinggi oerencanaan tanpa
mendekati tinggi energi kecepatan, 1( dan n adalah parameter-parameter
yang tergantung pada kemiringan dari permukaan bagian hulu. Bila
permukaan bagian hulu adalah vertikal, parameter K
:
2,00 dan n
:
1,85. Standar WES untuk bentuk pelimpah dapat dilihat pada Gam-
bar 9.4.
Untuk merencanakan mercu pelimpah untuk operasi tinggi puncak,
Us Army Engineers merekomendasikan sebuah bentuk (seperti pada
pelimpah wES) untuk profil bagian hilir dari puncak bagian depan,
diberikan sebagai
244 Pembongkit Listrik Tenaga Air
(i)t,as
-
2,0 (hdo'8so)
Persamaan untuk profil bagian hulu dari puncak, adalah:
Permukaan
tertinggi
Puncak pelimpah
alr yanS
I
)
I
I
L
| '-
Dinding penunjuk
Saluran pelimpah
Gambar 9.5. PelimPah samPing'
luran hampir sejajar seperti terlihat Gambar 9.5. Ini implies, karena
itu, bahwa pelimpah-pelimpah samping adalah sesuai untuk kerong-
kongan-kerongkongan sempit (daerah sempit). Situasi lain di mana
pelimpah samping dapat dibcrikan secara sungguh-sungguh
pada ka-
sus tanggul bendungan. Pertimbangan perencanaan menghendaki pe-
limpah samping mempunyai kapasitas yang cukup,
jadi
untuk me-
nyalurkan debit banjir maksimum tanpa menenggelarnkan mercu
bendungan sedemikian sehingga kapasitas debit bendung dibatasi.
Saluran-saluran samping kebanyakan merupakan bagian trapezoidal
bentuknya.
Profil Perencanaan. Peren-
canaan dari pelimpah samPing
membutuhkan komputasi dari
profil permukaan air di sa-
luran, sesudah air lewat
mercu.
Menurut Hinds, persamaan
umum untuk menghitung
ordinat-ordinat dari kurva
permukaan air, y, di dalam
saluran, dihitung ke bawah
dari mulai garis AG (Gambar
9.6) dengan respek ke
jarak,
x, sepanjang tengah-tengah
saluran, bila rata-rata kece-
patan aliran adalah V, debit
d
a
a
d
rt/)
J :
0,724(fr. o,zzo)''"
-0,*z(&i,
. (e.3)
0,126
. ..(e.4)
F
Puncak luanan
-el
berhubungan dengan permukaan
D
kurva AB
Gambar 9.6. Komputasi untuk prolil
permukaan dari pelimpah santping.
Lengkun!an
+0,27)
o'62s
+
T
248 Pembongkit Listrik Tenago Air
Q
dan aliran masuk per meter panjang dari
q, dinyatakan
mercu bendung adalah
v:+l ,4*$rnta,
(e.5)
Penyelesaian dari persamaan kompleks' Bentuk dari saluran, ba-
gaimanapun
juga,
dapat diterima sedemikian rupa sehingga perhi-
tungan mudah. Sesuai pelimpah adalah serupa' keseluruhan debit pada
tiap seksi dari akhir bagian atas mercu dengan
jarak
x, dinyata-
kan.
Q:qx
' ' '(9.6)
Kecepatan eksponensial distribusi dapat dinyatakan sebagai:
V:a*
. . .(9.7)
di mana a dan n adalah konstanta-konstanta. Jadi, dari persamaan
(9.5), (9.6) dan (9.7), pernyataan berikut mungkin dapat diambil
kesimpulan:
Pelimpah 249
akhir bagian atas saluran ke titik.B, berlawanan dengan akhir bagian
hilir mercu pelimpah. Jadi, sehubungan dengan bentuk dari garis per-
mukaan air, dasar saluran
juga mempunyai sebuah bentuk istimewa
/D seperti terlihat pada gambar.
Rencana hidraulik yang lain telah diberikan oleh W.D. Moss (14la-
ter ond Water Engineering, Agustus 1971, hlm. 302) dengan perto-
longan persamaan dinamik umum dari aliran tiga dimensi, dengan
mengabaikan geseran. Persamaan ini, bagaimanapun
juga, diseleng-
garakan dengan metode numerikal seperti metode Runge-Kutta. Cara-
cara melaksanakan perencanaan terinci tidak tercakup dalam buku ini.
Pelimpah Corong
Pelimpah corong,
juga
kadang-kadang terkenal dengan sebutan zor-
ning glory spillway, mempunyai bentuk seperti sebuah cerobong te-
gak dengan sebuah corong tegak lurus yang dihubungkan bentuk pipa
keluaran horizontal berbentuk L (on L-shaped horizontal outlet con-
duit) keluar dari bendungan atau melalui pendekatan dengan penge-
Iuaran air dari bendungan.lni dapat terlihat pada Gambar 9.7(i). Sisi
dari pelimpah adalah bagian teratas dari apa yang disebut cerobong
(funnel) dan berada dalam lingkungan bentuk dari pelimpah dengan
standar mercu (tanggul sirkular
:
lingkaran). corong dan sisi tang-
gul umumnya didirikan dengan menggali karang pada sisi lembah.
(a) Perencanaan
Terowongan
: L-Potongan sepanjang pusat limpahan
(i)
(ii)
Gambar 9,7. Pelimpah corong.
Pelimpah corong adalah sesuai urrtuk lokasi berbentuk kerongkongan
sempit, di mana tipe-tipe lain untuk pelimpah-pelimpah tidak men-
dapatkan ruang yang cukup. Pada bendungan-bendungan urugan ta-
nah di mana sebuah sisi saluran sama atau pelimpah terjun air tidak
Y.
I
29l
I
(e.8)
(e.e)
,t+l'
:-Tnn
di mana hu adalah kecepatan puncak teoretis. Daerah untuk nilai n
adalah dari 0,5 sampai 1,0. Nilai a didapat dari sebuah percobaan ni-
lai n pada sesuatu seksi kontrol (titik tetap) dari persamaan (9 .7), apa-
Uila nilai V dan x ditentukan. Untuk suatu seksi, dapat diperkirakan
bahwa:
-nA
h":iT1
V
atau
l:
di mana T adalah lebar dari prisma air pada titik itu'
Untuksaluran-salurantrapezoidalyangbiasa,sebuahprosedurper-
cobaan disarankan di mana kedalaman saluran diterima dan dari per-
;;-;;"
(9.8) dan
(9.9); A, T dan /2, didapatkan debit
Q1
dihitung
sebagai:
er:
A
jq-h,
Apabila
Q,
sama dengan debit yang diharapkan'
perumpamaan da-
lamnya aO-utafr betul, dingan cara lain, percobaan baru perlu diadakan.
Dengart menunjuk
pada Cambar 9.6, dapat terlihat bahwa per-
mukaan air
jatuh sepanjang beberapa lengkung dari titik A pada
A
fi
I
t
I
H
R
.r-
H
Garis
-TrD
t'
r_____
B
Bendungan tanah
a
T
di mana
250 Pembangkit Listrik Tenaga Air
memungkinkan untuk mendapatkan ruang, pelimpah corong' barang-
kali perlu penggalian menembus fondasi atau sisi dari lembah sungai.
Aliran ke dalam corong diatur oleh
jaringan sekitar panjang dari
pipa mercu dan tinggi di atas mercu. Kapasitas pelimpah corong akan
sangat cukup untuk menjamin aliran yang bebas gaya berat di dalam
corong, bagaimanapun
juga, jika permukaan air di dalam corong naik
sampai dekat mercu, efisiensi dari pelimpah dipertimbangkan berubah.x
Rencana Williamson. Menurut Williamson, untuk pelimpah-
pelimpah corong, garis median dari
jet
akan dihitung dari formula
berikut, daripada perencanaan bentuk bendung dalam bentuk dari teng-
kuk dari sebuah bendung mercu tajam:
x: I ,79
yrt!
B:e
*
#r,,
h:t*0,55H
di mana x dan y adalah koordinat-koordinat dari titik-titik sepanjang
garis tengah, r adalah radius dari pelimpah pada titik ini, q adalah
debit tiap unit panjang dari mercu, .B adalah tebal normal dari
jet pa-
da tiap titik, R adalah
jari-jari mulut corong, dan H adalah tinggi di
atas mercu.
Kedalaman dari kerongkongan di bawah mercu /D/
dihitung dari
formula di bawah ini:
(Ql1,l'
l)
=
-----=--
tg
di mana
Q
adalah debit total dan A,,luas dari bentuk kerongkongan.
Gambar 9.7(ii) menunjukkan dengan
jelas
dimensi-dimensi
(ukuran-
ukuran) ini.
Pelimpah Sifon
Prinsip operasi dari sebuah pelimpah sifon adalah berdasarkan pa-
da aksi sifonik. Demikian, sebuah pelimpah memerlukan sedikit ruang
dan mengatur (regulate) permukaan reservoir dalam batas yang sem-
pit. Dengan kemampuan ini, pelimpah sifon
juga mendapatkan ke-
gunaannya di saluran
forebays,
di mana gelombang terbentuk akibat
perubahan beban dari turbin yang sama.
*Perkembangan
yang menarik dari pelimpah corong sebuah pelimpah sifon yang ber-
putar (ikal) yang dikembangkan di India. Di sini, debit-debit corong berada di bawah
aksi sifonik. Gerakan ini, bagaimanapun juga, menitikberatkan pada getaran-getaran.
pelimpah
ZSI
Dengan menunjuk pada Gambar 9.8(a) akan terlihat bahwa mula-
mula (initiolly) permukaan air tandon (waduk/reservoir) naik ke atas
mercu pelimpah. Untuk setiap kenaikan dari permukaan waduk se-
hubungan dengan banjir, pelapis air mulai merayapi mercu. Bila se-
mua udara yang terperangkap dalam puncak dikeluarkan, dan ruang-
an terisi air (disebut priming) kegiatan sifon mulai dari air mulai me-
ngalir melampaui mercu. Kegiatan ini akan berlanjut normal untuk
mengambil tempat sampai permukaan waduk turun di bawah inlet (pin-
tu pemasukan) atau permukaan mulut. Pada suatu kasus, meng-
gunakan permukaan waduk untuk
jatuh
ke permukaan inlet diarti-
kan kehilangan simpanan air yang berharga. Karena itu, praktik yang
biasa adalah memperlengkapi dengan sebuah peralatan, yang akan ti-
dak menjalankan sifon dan membuyarkan aksi sifonik (siphonic ac-
tion) secepat permukaan air mencapai permukaan penuh waduk. Ini
adalah penyelesaian yang terbaik dengan memperlengkapinya mema-
kai ventilasi udara (air vent) pada mercu sifon. Ventilasi tersebut ber-
hubungan dengan udara beberapa cm di atas FRL. Secepat air turun
ke bawah ke FRL, mulut ventilasi terbuka; udara menyerbu masuk
ke dalam topi sifon, dan gerakan dalam sifon berhenti. Di pihak lain,
ketika permukaan air naik, ventilasi udara berhenti beroperasi, kare-
na pada akhir yang terbuka ditahan oleh permukaan air.
Penutup
kepala
Sisi bawah
(a)
Gambar 9.8(a)
pelimpah
sifon.
Seperti keterangan dari deskripsi ini, dapat dikumpulkan bahwa se-
harusnya ada cara guna memulai tindakan sifonik secepatnya de-
ngan kenaikan elevasi dari waduk. Ini diselesaikan dengan memakai
dua cara, viz. (i) dengan memberikan sebuah pengocok atau step dan
(lr) dengan memberikan sebuah pembantu atau sifon kecil (baby
siphon).
(e.10)
(e.l l)
(e.12)
T
h
I
l-
-r
252 Pembangkit Listrik Tenaga Air
Penggunaan dari kedua peralatan ini untuk menutup saluran sifon
dengan maksud menghilangkan udara yang terjebak dan menggerak-
t<arisifon. Gambar 9.8(b) dan 9.8(c) adalah keterangan tentang hal
tersebut.
l/10 sampai l/20 dariPada
didapat dari formula:
Gambar 9.E (b dan c) Pelimpah silon.
Kerongkongan. Keadaan dari kerongkongan biasanya tidak lebih
besar dar"ipadi tiga kali kenaikan banjir yang dibolehkan. Bagian pa-
da kerongkongan umumnya siku-siku segi panjang' Lebarnya diatur
oleh pertimbangan struktur.
Meicu. Profil mercu dibuat sirkular dengan
jari-jari yang cukup un-
tuk memberikan debit yang baik, tetapi lebih dari cukup untuk rnem-
perbaiki kecakapan
gerak dari sifon.
Daerah pemaiukan. Daerah ini biasanya dua kali daerah kerong-
kongan.
Daerah ventilasi. Ukuran normal adalah
daerah kerongkongan.
Debit. Kapasitas debit pelimpah sifon
Pelimpah 253
lam Sungai Mahanadi. Kekuatan saluran menyalurkan ke Chiplima
kekuatan tanaman yang mempunyai kapasitas 72 MW, dari Hirakud
Project (India).
r'Pipa pengering
ro
lri
Kunci PenutuP
Beton dan
lapisan
EL-,QJI.O
,'ctc
----
- l'-o
Gambar 9.9. Pelimpah Sifon Pelana: Hirakud, India.
Pelimpah Kolam atau Terjunan
Tipe pelimpah ini dilengkapi oleh pendekatan-pendekatan ben-
dungan, bila tidak, mungkin banjir-banjir melampaui bendungan se-
perti pada kasus bendungan tanah dan timbunan batu.
pelimpah
ter-
junan
mudah dalam perencanaan dan pelaksanaan dan dapat sesuai
dengan semua kondisi-kondisi fondasi. Air melewati mercu pelimpah
ke dalam terjunan atau kolam dengan sebuah kemiringan yang cu-
ram. Mercu biasanya lebar kemudian saluran sempit untuk penghe-
matan. Bagian akhir kemudian membesar lagi atau melebar untuk
mengubah kecepatan (misalnya, energi per meter air yang memasuki
stilling basin
:
kolam penenang : peredam). Padahal pada pelim-
pah samping (side
-
chonnel) aliran setelah melewati mercu dialirkan
pada sebuah saluran sejajar dengan mercu, pada kasus dari sebuah
pelimpah terjunan, air dialirkan pada sudut kanan ke sepanjang mer-
cu. Mercu barangkali datar (lurus) atau lengkung, yang terakhir ter-
gantung dari sejumlah faedah hidraulika. Panjang mercu pelimpah
juga
suatu faktor penting untuk ditentukan sebaik-baiknya. Sebuah
mercu yang pendek akan memberikan bentuk kolam karena bertam-
bah tingginya bendungan.
Lubang angin
ctlSq'r
E,..tlto
T.
aio
-t-
'il
Q:Cdo Jlch
...(9.13)
cli mana : o
: luas kerongkongan
(m2)'
ft
:
tinggi (m) : ketinggian
(m)
Cd
: koefisien debit
lr
:
tinggi adalah beda tinggi antara
permukaan air waduk dan per-
mut aa,i[llir air, bila ada ckor pada sisi d/s, dengan kata lain tempat
pengeluaran dari sifon.
Gambar 9.9 memperlihatkan sebagian
potongan sifon pelana (sodle
siphon) yang menghasilkan debit 600 m3ldetik melalui 27 ventilasi dc-
,iun u[rru"n kira--kira 3 m x I m dan dua pintu air dari ukuran I
m" x f
,6
m. Sifon dengan panjang bendungan ini, 97,5 m mengeluar-
kan kelebihan air dari kolam pertama dari kekuatan saluran ke da-
rE'
-/-
rll.. a
Y
254 Pembongkit Lbtik Tenoga Air
Rencana puncak
Gambar 9.10. Pelimpah terjunan pada Bendungan Ramganga.
Pelimpah terjunan mempunyai bagian-bagian seperti terlihat pada
Gambar 9.10.
(r) Saluran masuk
(ir) Bangunan pengendali
(iii) Bangunan pembawa.
n
Saluran masuk sangat penting untuk membawa air dari waduk dan
mengalirkannya ke dalam bangunan pengendali.
Bangunan pengendali dibuat untuk memperkecil aliran keluar di ba-
wah permukaan air waduk yang pasti dan untuk mengatur debit-debit
bila permukaan waduk naik di atas permukaan tersebut. Struktur ini,
biasanya lurus dalam perencanaan, tetapi dapat
juga
berupa kurva,
berisi peralatan pintu juga
dengan beberapa pintu-pintu yang sesuai
(radial, vertikal, lift atau drum). Bentuk mercu barangkali dapat seim-
bang tergantung pada bentuk yang dinyatakan oleh persamaan ini:
pelimpoh
255
penjagaan pada tanggul tepi, dapat didasarkan
pada formula empiris
sebagai berikut:
Papan bebas
:
2,0 + 0,005 v dt/3
(e.15)
di mana v kecepatan (m/d) dan d kedalaman aliran (m).
Ketebalan lining untuk bangunan pembawa berkisar dari 30 cm ke
75 cm tergantung dari tipe batuan dan kecepatan aliran air.
Sejak energi aliran telah melampaui bangunan pembawa (misalnya,
terjunan atau kolam) sangat tinggi, ini perlu dipecahkan dengan stl-
reflector bucket atau beberapa macam pemecah energi seperti, blok-
blok terjunan (chute blocks), blok-blok geser, dan lain-lain. Kolam
penenang harus direncanakan dengan perhitungan intensitas debit, te-
kanan ke atas (uplift
forces),
dan lain-lain. Penulis menyarankan un-
tuk melihat buku standar untuk pembuatan prinsip perencanaan detil.
Gambar 9.10 memperlihatkan rencana utama dan bagian dari pe-
limpah terjunan Ramganga. f)engan panjang bersih dari mercu ada-
lah 70 m dan lebar seluruh
mercu adalah + 84,6 m, pelimpah diren-
canakan untuk banjir dari 7.607 m3ldetik, punya frekuensi 750
tahun dan kemungkinan banjir maksimum 8-467 m3/detik. Pelimpah
pembantu
juga
direncanakan untuk melepas banjir 1.926 m3/detik,
sampai setinggi-ting ginya 2.302 m3ldetik dalam kondisi berbahaya.
Kapasitas seluruhnya dari dua pelimpah adalah l0'393 m3ldetik.
Pelimpah terjunan
juga direncanakan untuk bendungan Beas (In-
dia) (lihot Gambar 9.3).
Bagian Patahan (Pelimpah Darurat)
Sebuah
pelimpah darurat, dalam kebanyakan kasus-kasus adalah
sebuah tanggul tanah yang berlokasi pada tempat berdekatan depresi
pelana dan dipakai sebagai pelimpah pembantu hanya apabila tinggi
banjir akan menyebabkan kerusakan pada bendungan uta.ma. Tang-
gul tanah ini direncanakan sebagai faktor keamanan ekstra untuk ben-
dungan dan pelimpah utama. Jadi, dalam kejadian di mana sebuah
banjir besar terjadi, tanggul patah atau rusak seluruhnya, dilepaskan
banjir. Elevasi dari tanggul ditentukan pada sebuah permukaan (MWL
dari reservoir) itu dapat dinaikkan sebelum permukaan dapat menca-
pai puncak dari bendungan utama. Umumnya tiap-tiap bagian tanah
saja, pelimpah darurat direncanakan hanya untuk bendungan-
bendungan (Gambar 9. I l).
PINTU-PINTU PELIMPAH
Seperti diterangkan terdahulu
pada bab ini, mercu pengontrol
/cresl
control) untuk sebuah pelimpah dapat dicapai melalui peralatan oto-
-!:xtan
O+ffi
di mana x dan y adalah koordinat yang mengambil ambang
(sil| pin-
tu sebagai titik asal, 0 adalah kemiringan dari mercu pada ambang
pintu dan h adalah ketinggian air di atas ambang pintu'
Struktur pembawa, membawa aliran melalui atas bangunan kon-
trol ke pelaiaran ombak di bawah waduk sepanjang permukaan da-
sar tanah dalam sebuah saluran terbuka, bentuk dari saluran debit harus
disesuaikan dengan topografi dan keadaan geologi dari lokasi tinggi
(9.14\
F
Potongan A.A
1.65 r
,.,*_.1_
-C.L.
dari peh_mn_a[!un1ur"_
_.
F
256 Pembangkit Listrik Tenaga Air
Stasiun pembang-
kit tenaga
Gambar 9.11. PelimPah darurat'
matis dengan bermacam-macam
pintu yang tertera di bawah ini'
(l) Floshboards sementara atau tetap
(2) Balok-balok penukar dan batang-barang miring
(3) Pintu-pintu miring
(4) Pintu-pintu ban berjalan
(5) Pintu-pintu berputar
(6) Pintu-pintu drum !
(7) Pintu-pintu angkat tegak atau geser
(8) Pintu-pintu daun tanah (radial atau sektor).
Di luar tipe-tipe ini, ada beberapa
yang tidak biasa atau samasekali
tidak dipakii dan yang lain kadang-kadang
saja' Keperluan
yang pen-
ting uniuk tiap pintuldalah, bagaimanapun,
menjamin kekedapan
air dan pelepasan air secara efektif selama banjir' Pintu-pintu
ini di-
uraikan secara ringkas di sini:
I Flashboards
Flashboards sementara dengan tinggi berkisar antara 1,5
-
2 m'
biasanya umum untuk tanggul. Ter-
diri dari panil-panil kayu yang diso-
kong oleh pen-Pen tegak diPasang
berkeliling pada mercu pelimpah. Bi-
la muka air banjir naik pada keting-
gian tertentu,
fl
ashb oa rd -fl as h b o a rd
tetap
juga (hilane) dapat diturun-
naikkan dengan memakai
kabel' Me-
reka
juga daPat direncanakan
un-
Pelimpah 257
tuk bekerja secara otomatis. Untuk instalasi-instalasi yang besar, hal
ini lebih ekonomis. Gambar 9.12 memperlihatkan sketsa dari sebuah
flashboard.
Balok-balok Penutup dan Batang-batang Miring
Balok-balok penutup ddalah kayu-kayu lepas yang diletakkan ho-
rizontal yang dijepit antara celah tembok-tembok seperti terlihat pa-
da Gambar 9.13(a). Balok-balok tersebut dapat diangkat secara ma-
nual (dengan tenaga manusia) maupun dengan alat pengangkat. Balok-
balok ini biasanya digunakan pada instalasi-instalasi kecil. Batang-
batang miring terdiri dari deretan kayu-kayu yang agak miring dita-
han pada bagian atas oleh balok dan pada bagian bawah oleh sebuah
pengunci pada mercu pelimpah seperti terlihat pada Gambar 7.13(b).
Batang-batang
miring
(a) Balok-balok penutup (b) Batang-batang miring
Gambar 9.13. Balok-balok penutup dan batang-batang miring.
PINTU.PINTU TIDAK OTOMATIS
Dengan demikian pintu-pintu dioperasikan dengan tenaga manusia
maupun dengan tenaga lain, bila keadaan penting timbul ada variasi
dari pintu-pintu seperti diuraikan di bawah ini.
Pintu-pintu Miring
Juga disebut pintu-pintu keping (flap gates), terdiri dari rangka-
rangka pipth (flat) bersendi di bagian ujung bawahnya pada bagian
teratas dari bendungan. Bagian ujung atas dapat digcrakkan dcngan
bantuan rantai-rantai atau tongkat-tongkat untuk menurunkan pintu
pada keadaan dapat melakukan banjir melewati mercu daripada pintu.
Sebuah sketsa dapat dilihat pada Cambar 9. 1,1. Pintu-pintu miring
dapat
juga melepaskan sampah, dan lain-lain, sclain air banjir dan
urnumn]-a scsuai untuk ukuran bukaan yang lcbih kecil.
Tanggul
Bendungan (PelimPah darurat)
ii
tl
!t
ll
Caris MWL
Dermaga galur
Puncak pelimpah
BaloL
Aliran hulu
Gambar 9-13. Flashboard.
T
258 Pembangkit Listrik Tenaga Air
Tingkat permukaan waduk
Tangkai
rl
tl
l1
JI
sl
dl
II
?ci
-'x
td
ol
BI
:l
;l
8l !l
3l
-51
PelimPah
Gambar 9.14. Pintu angkat tegak.
Pintu-pintu Angkat Tegak
Ini adalah pintu-pintu baja sederhana di mana pergeserannya se-
panjang parit-parit tegak pada sisi dinding (piers) pada mercu pelim-
pah. Bagaimanapun disebabkan oleh kekuatan geser yang sangat be-
sar, ukurannya harus dibuat sekecil mungkin. Untuk melepaskan ban-
jir, pintu diangkat ke atas, sehingga air lewat di bawah pintu. Tetapi
seperti disebutkan, pengangkatan pintu-pintu ke atas membutuhkan
tenaga yang lebih besar oleh sebab besar dan, karena itu, pintu-pintu
geser selalu dipakai (these days). Pintu-pintu geser sederhana dapat
digunakan untuk berbagai ketinggian (heads) sampai kapasitas angkat
sekitar 35 ton. Pintu-pintu angkat tegak dapat dibuat otomatis, atau
tidak otomatis, dan
juga
sering diperluas sebagai pintu-pintu pengam-
bilan.
Dalam usaha untuk mengurangi geseran, kumpulan bola-bola atau
roda-roda direncanakan SDMK supaya geseran roda yang lebih kecil
dari geseran, dijumpai bila pintu-pintu direncanakan dengan bola-bola
tetap atau roda-roda setiap akhir, tempat bergeraknya adalah pada
tangga-tangga tegak pada bagian hilir dari celah-celah pintu, sepan-
jang pintu-pintu, kemudian tipe pintu tersebut dikenal dengan nama
pintu dengan bola-bola tetap (fixed-roller gate).
Bagaimanapun, bila kumpulan roda-roda atau bola-bola bergerak
antara pintu angkat dan celah-celah (atau alur-alur bantu
: guides)
secara bebas atau pintu batu. Di sini geseran poros diperkecil dan ha-
nya geseran guling dijumpai. Semua pintu-pintu angkat tegak/verti-
kal umumnya, berimbang dengan berat matinya memakai sebuah im-
bangan berat.
Beberapa pintu-pintu geser dengan roda-roda tetap dibuat di India
di bendungan Gandhi Sagar (2,7 m x 8,5 m), bendungan Rana Pra-
tap Sagar (18,3 m x 8,53 m) seperti terlihat pada Gambar 9.15
q
r

j
ql
8-
N
r
j
gl
c
.!
6
r
N
6
N
5l
(n
A
&
tr
G,
o0
o
H
o
!
Ci
q
d
=
()
q
(!
t
(B
q
Ec,
Q.5l
trL
=o
8.>
trd
S60
6E
6d
qA
e
v;
o\
c
E
E
(t
(!
o0
{
o.
4
G
.o
F.l
8"
N
I
j
ql
.n
o

il
d
I
A
-loll
5
;l:t s
Eg,
E
d$
,l
rl
zl
>l
Pelimpah 259
o
d
(J
r
X
260
Pembongkit Listrik Tenaga Air
bendungan Nagarjuna Sagar (13,75 x 13,43 m), bendungan Kosi
(18,3m x 6,4m).
Pintu-pintu Putar
Pintu-pintu putar terdiri dari sebuah batang besi silinder, yang ja-
rak antara tembokan diberi rak miring. Rak mempunyai gigi pemo-
tong mengelilingi silinder pada tiap akhirnya. Bila pintu-pintu diang-
kat ke atas, mereka berputar pada rak. Alat ini dapat mereka guna-
kan sampai 45 m panjang dan ketinggian l0 m.
Pintu-pintu Radial
Dikenal pula sebagai pintu-pintu sektor atau pintu-pintu daun ti-
mah, pintu jenis ini banyak dipergunakan. Seperti namanya, permu-
kaan dari pintu adalah sebuah sektor atau segmen dari sebuah silin-
der (lingkaran), disokong oleh rangka besi yang diputar pada gabung-
an trunion
(trunnions set) pada bagian hilir terakhir dari tembokan-
tembokan yang berada pada mercu pelimpah. Pintu-pintu ini selalu
dapat disesuaikan sebagai pintu-pintu utama, dan sangat sesuai di mana
percobaan-percobaan air kecil yang selalu begitu atau di bawah mu-
ka pintu yang tertinggi untuk kebanyakan waktu. Selama pintu-pintu
adalah sektor-sektor murni dari sebuah lingkaran, tekanan air timbul
oleh pelepasan permukaan melalui putaran. Pintu-pintu radial sel4lu
dianlkat-dengan alat kabel atau rantai pada keduiujung-ujung dari
pintu. Geseran yang dijumpai dipasak-pasak adalah kurang daripada
kunci-kunci pada kotak dari pintu-pintu geser, dan akibatnya, beban
angkat berkurang/lebih kecil. Batang pengungkit dari kekuatan ang-
kat
juga
lebih besar pada pintu-pintu radial, oleh karena itu tenaga
yang dibutuhkan untuk mengangkat lebih kecil. Pintu dibuat dalam
berbagai ukuran di pabrik, antara 20 m tinggi dan25 m panjang. Pintu-
pintu sektor lebih efisien pada pembukaan sebagian daripada pintu-
pintu angkat tegak dan kurang menutuh getaran.
Sebagai contoh Gambar 9.16 memperlihatkan dua buah pintu-pintu
sektor dengan ukuran 6,5 m lebar, dan 4 m tinggi (di S' Rhone, Swiss),
satu dengan posisi terbuka dan lainnya tertutup. Banyak dari proyek-
proyek ai traiu memakai pintu-pintu radial. Pelimpah sepanjang
425-,2muntuk bendungan Ukai telah direncanakan untuk banjir 49.500
m3/d, dan dikontrol dengan 22 pintu radial ukuran 15,545 m x
14,783 m. Pintu-pintu yang besar lainnya adalah pada pelimpah di
bendungan Bhakra (15,25 m x 14,5 m), bendungan Kota (12,2m x
12,2 m), bendungan Hirakud (15,55 m x 6,1 m), pada bendungan
Ilcas (14.48 m x 10,67 m).
petimpoh
261
PINTU-PINTU OTOMATIS
Keistimewaan dari pintu-pintu otomatis, adalah karena dapat naik
atau turun secara otomatis, secepat MwL naik, karena tidak dibutuh-
kan operasi dengan tenaga manusia. Ada berbagai macam tipe dan
desain-desain dari pintu-pintu otomatis.
Gambar 9.16. Pintu-pintu sektor di Sungai Rhone (luas
-6,5
m, tinggi
-4
rn)
(Atos izin: Vevey Engineering Works Ltd., Swiss).
r
262 Pembangkit Lislrik Tenaga Air
Pintu-pintu Drum
: Bentuk Tong
Fintu-pintu ini digunakan bila reruntuhan sampah dan es dalam
jum-
lah besai, akan dilepaskan tanpa membuka
pintu lebar-lebar. Pintu-
pintu semacam ini dapat dipergunakan untuk bentang-bentang lebih
panJang.
Pintu-pintu drum terdiri
dari sebuah segmen dari se-
buah silinder
yang sesuai da-
lam lindungan atas dari
Pelirn-
pah ketika Pintu Pada
ke-
adaan terbuka atau Posisi
ren-
dah. Untuk membuka Pintu
pada posisi tertutup, air dima-
sukkan ke dalam reces untuk
menimbulkan sebuah ke-
Gambar 9.17. Pintu drum.
kuatan gelembung. Jadi,
dapat untuk mengoperasikan secara otomatis. Gambar 9.17 memper-
lihatkan sebuah Pintu.
Pintu-pintu Angkat Tegak Otomatis
Beberapa tahun yang lalu, pintu-pintu semacam ini terkenal, mes-
kipun pada akhir-akhir inijarang digunakan lagi.
Prinsip utama dari pintu-pintu s'emacam ini adalah sebuah timbaqgan
beban dalam sebuah sumur yang memberi keseimbangan pada pintu
dalam posisi di bawah kondisi normal. Ketika permukaan air naik da-
lam sumur sehubungan dengan adanya aliran masuk yang besar, peng-
imbang berat lebih ringan sehubungan dengan akibat buih-buih dan
pintu bergeser turun dari mercu, pelimpah terbuka untuk debit. Pintu-
pintu R"y.rold adalah pintu-pintu roller tetap bekerja berdasarkan prin-
sip ini. Pintu-pintu otomatis bekerja dengan prinsip yang sama (de-
sain tidak disempurnakan) telah direncanakan oleh Sir M. Visvesvaraya
untuk bendungan Krishnaraja Sagar (India) pada abad ke-20, pintu-
pintu tersebut berfungsi dengan baik.
PINTU AIR BENDUNGAN
Di samping pelimpah, pada sebagian besar bendungan, pintu kontrol
pintu air
juga dibuat untuk pengontrol debit air untuk berbagai ke-
perluan, sepirti: irigasi, power generotion, navigasi, dan lainJain' Bd-
nyak pintu air yang diletakkan pada permukaari rendah, dengan de-
mikian, dapat digunakan
juga
untuk mengglontor endapan
yang be-
rupa lempung (s/ir). Dalam kasus ini, mereka disebut sebagai pintu
air pengeluaran.
Pelimpah
2(r I
PEREDAMAN ENERGI DI HILIR PELIMPAH
Kecepatan air melalui sebuah pelimpah sangat cepat, hal itu sang,at
memungkinkan untuk menyebabkan erosi dasar saluran tepat cli ba-
wah bendungan. Kecepatan yang tinggi ini diperhitungkan
/is on oc-
count) dari perbedaan tinggi antara tinggi air dan elevasi,/kemiringan
permukaan
air terendah. Energi yang tinggi dari air yang mengalir,
bagaimanapun, harus dipecahkan sebelum air dihimpun di saluran buri.
Pada hampir semua metode-metode dari pemecahan akibat energi
aliran, konsep di bawah ini adalah untuk menciptakan olakan pacla
tempat-tempat yang menyenangk an (desired). Kekuatan-kekuatan geser
turbulensi generator dapat memecahkan energi pada aliran dengan ke-
cepatan yang sangat cepat. Beberapa metode yang sangat biasa dari
pemecahan energi di bawah pelimpah adalah:
(l) Hydraulic jump (loncatan hidraulik) tipe stilling basin. (2) Rot-
ler bucket tipe pemecah energi (energi disipator). (3) Ski-jump bucket
pemecah energi (loncatan ski). Ini diuraikan secara garis besar di ba-
wah ini.
(1) Hydraulic Jump Tipe Stitling Basin
Gambar 9.18 memperlihatkan sebuah tipikal hydraulic jump
tipe
stilling basin. Air mengalir turun melalui pelimpah yang miring me-
masuki apron horizontal dari basin (cekungan) dengan suatu kedalam-
an rendah super kritis y1, dan kecepatan tinggi Vr. Kedalaman hing-
ga permukaan air terendah
)z
di dalam sebuah daerah subkritis,
sebuah lompatan hi.draulik terjadi pada apron seperti terlihat pada
Gambar 9.18 dan air tiba-tiba masuk dari tingkat terendah y1 ke
tingkat yang tertinggi y2 diikuti oleh turbulensi eddy yang luar bia-
sa. Sehubungan dengan ini, sebagian besar dari the initial aliran ener-
gi dipecahkan. Formasi dari loncatan hidraulik dimungkinkan hanya
jika
aliran adalah superkritis sebelum loncatan (FrouCe Number:
Fr-
+
> 1,0) dan subkritis setelah loncatan (F2 < 1,0). Ke-
'
t/syt
dua, untuk formasi dari loncatan, kedalaman ekor air harus disatu-
kan dengan kedalaman ketika sedang loncat (post-jump depth)
keperluan-keperluan seperti dinyatakan dengan persamaan:
Posisi tertutup
Drum cekung
Posisi terbuka
Pelimpah
Ceruk
f
:*{vlm.r=,}
(e. r6)
Bila kedalaman hilir air adalah )
/r,
kemudian lompatan menja-
di terbenam dan selanjutnya+erjqfi kehilangan energi sedikit di pi-
haklain,bilakedalamanhilirairletfi@72,loincatanmcnyit-
o.,
.
Sisi
h uiung
264 Pembangkit Listrik Tenaga Air
Locatan hidraulik
pu ke bagian hilir. Dalam
kasus ini, kecepatan tinggi
aliran superkritis terus me-
nerus untuk sejumlah
jarak
pada dasar sungai. Hal ini
menimbulkan masalah dari
erosi dasar sungai. Selan-
jutnya,
kesuksesan dari ko-
lam peredam olakan
/s/l/-
ling basin) tipe ini terletak
pada jaminan
akan terjadi-
nya dari loncatan hidrau-
Gambar 9.18. Loncatan hidraulik.
lik pada kondisi-kondisi kedalaman yang berbeda, debit dan Froude
Number sebelum loncatan. Formasi loncatan dari hidraulik ditimbul-
kan oleh beberapa struktur/bangunan pada kolam peredam olak-
anlenergi yang ada di kolam tersebut. Mereka adalah chute blocks
pada tumit pelimpah, blok-blok geser (friction blok) atau tembok-
tembok pelat-buang pada horizontal apron dan padat/solid) atatt notch-
ed (dentated) end-sillpada akhir dari apron seperti terlihat pada Gam-
bar 9.18. Berbagai perencanaan-perencanaan baku dari kolam-kolam
pcredam olakan dan bangunan-bangunan ada dalam literatur. USBR-
tipe atau SAF-basin (Saint Anthony Falls) adalah beberapa tipe yang
terkenal. Jumlah dari energi yang diperlemah pada setiap kolampe-
redam tergantung pada Froude Number dari aliran. Untuk terjunan
yang kuat (F, > 9,00) efisiensi peredam energi adalah tinggi (foirly
high) dan dapat mencapai nilai 8090 pada lingkungan tertentu.
Peredam Energi Tipe Roller Bucket
Tipe ini digunakan di mana kondisi ekor air tidak memungkinkan
untuk memakai tipe loncatan hidraulik. Roller bucket adalah struk-
tur dengan kolam peredam tipe sendok pada tumit pelimpah seperti
terlihat pada Gambar 9.19(a). Ketika seberkas air dengan kecepatan
tinggi bergeser turun mclalui pelimpah, air itu ditahan oleh hilir air.
Ini mernbcrikan kcnaikan pada sebuah putaran permukaan sesuai de-
ngan aksi dasar putar dan putaran eddy (eddy turbulence), diiringi oleh
peredanr cncrgi. I)crcdam energi tipe keranjang (bucket) mempunyai
struktur rclatit'lcbih pendek dibanding dengan tipe kolam peredam
loncatan hidraulik. Untuk keberhasilan aksi putaran, kedalaman per-
mukaan air tcrc.ndah harus dibuat sedikit lebih besar daripada yang
dibutuhkan olch tipe kolam peredam loncatan hidraulika. Variabel-
variabel utama dalarn perencanaan keranjang (buc'ket) adalah
jari-jari
keranjang R dan sudut tepi
d. Jari-jari berkisar antara lS
-25
m dan
Pelimpoh
265
Gambar 9.19 (a).
Peredam energi
bucket. tipe roller
Gambar 9.19 (b). peredam
energi loncatan ski.
sudtrt tepi antara 20
-
lg
derajat. Ukuran-ukuran
optimal ditentukan
setelah diadakan model_moclil
studi.
Roller buckets pertama
kali digunakan untuk bendungan Grand Cott-
/ee (AS) dan menjadi rerkenal seterah itu. Di India, bebel.ru b"nJu.,gu,
mernakai roller buckels. Tabel berikut memberi autu
jang-r"i.uun.
No. Nurno Bendungan
Debit /satuan
lebor
1m3 /d/m)
Ja ri-.jari
m
Sudul Tepi
6
t.
92
tzt,9
6t,2
104, I
Nagarjuna Sagar
21 ,3
21 ,3
16,7 6
15,24
34"
20"
40"
40"
2. Shri Shailam
3. Rana
pratap
Sagar
4. llirakud
Peredam Tipe Loncatan_Ski
Bucket
Unruk tipe ini, konstrukinla-fiampjgama
dengan rutller ltuckar.
I'eranan hidrauliknya.
bagaimanapun juga
berrainan.
pancanrn
ler
t:-
I
266 Pembongkit Listrik Tenaga Air
air dari pelimpah mengalir melewati keranjang dan pemancar ke atas
dan mengikuti sebuah trayek, menghantam dasar sungai pada suatu
jarak
dari tumit bendungan. Ini
juga
disebut sebagai sebuah trayek-
tori atau sebuah peredam tipeflip-bucket.lnver dari ski-jump bucket
relatif lebih tinggi dibanding dengan roller bucket,
jadi,
sebuah lon-
catan ski yang bersih dapat dilakukan. Tipe pelimpah ini sesuai un-
tuk situasi-situasi di mana batuan fondasi berkualitas baik dan dapat
bertahan terhadap aksi pengikisan dari pencaran jet.
Hal kedua ada-
lah permukaan rendah, sehingga sebuah formasi loncatan ski yang baik
dapat terjadi. Pemecahan energi pada ski-jump bucket is achieved ber-
hubungan dengan kombinasi gerakan dari hambatan udara, efek-efek
kekentalan dan pusaran sehubungan dengan akibatnya pada dasar su-
ngai. Pemecah peredam energi ski-jump bucket sesuai untuk bendung-
an-bendungan busur.
Bendungan-bendungan Chastang dan L'Aigle di Perancis mempu-
nyai instalasi tipikal ski-jump. Di India,bendungan Jakham yang di-
rencanakan telah ditetapkan memakai sebuah peredam tipe ski-jump.
Suatu ciri aneh dari ski-jump bucket adalah bahwa dalam banyak
waktu, peredam bersikap sebagai tipe ski-jump pada debit-debit ter-
tentu dan sebagai roller bucket pada debit kecil. Contoh tipikal ada-
lah bendungan Rihand di India di mana keranjang bersikap sebagai
sebuah ski-bucket pada debit-debit > dari 33 m3/d/m, tetapi seba-
gai sebuah roller buckel di bawah nilai debit ini.
'r
CONTOH ILUSTRASI
CONTOH 9.1
Permukaan mercu pelimpah bendungan Cheruthoni (lddiki Project Kerala) diten-
tukan setinggi 723,70 m, sementara itu permukaan air maksimum pada waduk adalah
734,50 m. Hitunglah debit maksimum yang melalui saluran pelimpah (the overflow
spillway), bila aliran melalui 5 buah pintu dengan lebar masing-masing 12,2 m ,
pada
mercu pelimpah.
PENYELESAIAN
pelimpoh
267
CONTOH 9,2
Sebuah pelimpah sifon (siphon spillway) dibuat di
proyek
Kanal Hirakud mempu-
nyai27 pintu-pintu dengan ukuran masing-masing 3 m x I m.
permukaan
air maksi-
mum diperkirakan 161,00, di mana di bawah aliran rencana permukaan air rendalr
mencapai 155,00. Mercu sifon pada elevasi 159,00. Diumpamakan koefisien debit 0,62,
hitung kapasitas pelimpah sifon. Juga hitung tinggi di atas mercu pelimpah bentuk
ogee di mana dapat ditentukan alternatif debit pada aliran yang sama di atas mercu-
nya yang mempunyai panjang 8l m. Ambil C
=
2,2.
PENYELESAIAN
Luas total dari kerongkongan (saluran/terowongan) sifon:
a =27(3x1)=81 m2
ft : 161,00
-
155,00 = 6,0 m
Ca
= 0,62
Q
:
Ca oizeh
: 0,62 x 8l \f1*x 9*81 x 6
atau
Q
: 5a5m3,zdetik
(Dengan penambahan dua pintu ukuran I m x 1,6 m, debit yang melalui pelimpah
sifon adalah 600 m3,/detik).
Untuk sebuah pelimpah ogee.
Tinggi operasi
Debit melalui pelimpah sifon
atau
atau
h
-_
2,12 m
(Tinggi di atas pelimpah sifon :
161,00
-
159,00 : 2,00 m).
CONTOH 9.3
Dalam usaha untuk meredam energi di bawah pelimpah, diusulkan untuk memben-
tuk sebuah bangunan loncatan hidraulik di kolam peredam. Sehubungan dengan itu,
kedalaman aliran berubah dari 1,0 m
-
3,8 m. Hitung debit di atas pelimpah, pan-
jang
mercu bangunan ini adalah ll0 m.
PENYELESAIAN
Di sini
Yt
: 1,0 m
lz = 3,8m
L : l,r----
Dari persamaan (9.16),
:-2
= l/2 (V I + 8,1112
-
t)
Q = s7fi/2
o :
(+r)"'
-
(-#*)'"
Panjang efektif dari mercu pelimpah L
Kenaikan banjir maksimum pada
mercu H
=5x12,2:61
m
= 73 x 4,50
-
723,70
= 10,80 m
Misalnya nilai koefisien debit C 2,3. Jadi, debit. maksimum
Q
: CLHt,s
al au
: 2,3 x 6l x (10,8)r'5
=
2,f x 61 x 35,8
Q
:
5020 m3ldetik
raai, Vl + a riz =+.,
,
\A\-rE=2x3,8+r
\l
\ =8.6
\
\
(l)crcncanaan debit maksimum bernilai 5t00 m3).
268
Pembangkit Listrik Tenaga Air
9,t2
3,02
Vt
Ty,
, di mana Zr =
kecepatan awal aliran
Fr@,
_
3,02J9.81 x I
=
9,45mldetik
Karena itu, pengeluaran lewat
jalur bctang'
Q = \
x.Yr x L =
9,45 x I x ll0
:
1040 m3ld
l.
PERTANYAAN
Apa fungsi daripada sebuah pelimpah? Berapa tipe-tipe pelimpah yang ada dan
datam keadaan Lagaimana masing-masing dipergunakan? Berikan sketsa tiap ti-
pe pelimpah!
balam keadaan bagaimana sebuah pelimpah sifon berfungsi? Bagaimana cara se-
buah pelimpah sif6n dapat dijalankan? Apa batas-batas dari pelimpah sifon?
Frz =
F1
SekarangFl
:
Vr:
2.
BAB IO
PENGANGKUT AIR-I
(BATANG PIPA DAN PERLENGKAPANNYA)
UMUM
Alat pengangkut adalah berupa pipa-pipa yang mengalirkan air dari
kolam utama menuju ke turbin. Air, sesudah memasuki bangunan
pengambil diangkut melalui sistem pengangkutan yang dapat berupa
kanal, terusan, terowongan, pipa dari berbagai
jenis
material atau-
pun kombinasi (komposit). Batang pipa adalah suatu saluran air yang
bertekanan tinggi; kanal dan terusan adalah saluran yang tidak berte-
kanan tinggi. Dasar perencanaan batang pipa adalah sama dengan pe-
rencanaan vessels dan tangki; akan tetapi dikarenakan governor kon-
trol dan pintu operasi turbin, yang dapat menimbulkan tekanan yang
tiba-tiba seperti tekanan water hammer maka pada perencanaannya
perlu lebih diperhatikan. Apabila
jarak
antara
forebay
dan rumah me-
sin pendek maka cukup satu bagian batang pipa untuk setiap turbin,
meskipun untuk modern head dan
jarak yang cukup
jauh,
satu ba-
tang pipa dipergunakan untuk melayani dua atau lebih turbin melalui
pipa khusus.
KLASIFIKASI BATANG PIPA
Klasifikasi batang pipa terdiri dari:
(l) Material dari pabrik pembuat.
(2) Metode kerja yang harus didukungnya.
(3) Kekakuan sambunQan dan fondasinya.
Material dari Pabrik P";\
\
Batang pipa dibuat dari berbala! material yang tergantung dari peng-
gunaan batang pipa tersebut. Faktor\ma dari pemilihan bahan-bahan
adalah: tekanan air yang harus dipiku)ny4, topografi dari lokasi pe-
I
270 Pembangkit Listrik Tenaga Air
ncmpatannya, dan volume air yang harus ditampungnya. Bermacam-
macam material dapat dipergunakan seperti baja, beton, fiber kayu
dan baja kbmposit.
Apabila diameter batang pipa baja lebih besar dari 0,5 m, batang
pipa itu dibuat sebagaimana pipa yang ramping, dirol dan ditarik, ter-
buat dari baja lunak dengan tekanan yang tinggi berkisar dari 5500
kg/cmz sampai 6500 kglcm2 dengan ketebalan dari 0,6 sampai 3,0
cm. Untuk diameter pipa lebih besar dari 2-3 m biasanya pipa di-
buat dari lembaran baja dengan panjang 4 sampai 8 m dan berat 25
ton. Untuk pipa dengan diameter lebih besar dari 3 m, biasanya pan-
jangnya
terbatas mengingat kesulitan yang timbul saat transportasi.
Lembaran baja dengan kandungan karbon dan temperatur yang ren-
dah biasanya disebut T-l steel, dengan tegangan lapangan hampir ti-
ga kali lebih tinggi dtrripada baja dengan kandungan karbon asli se-
perti yang dipergunakan untuk Beas-Sutlej Link Project di India, di
mana tegangan tekannya 7500 kg/cmz.
Gambar 10.1 memperlihatkan tiga batang pipa dengan panjang
2597 m yang mensuplai air untuk Sabarigiri Hydro Electric Project,
Kerala lndia, (kapasitas terpasang 300 MW) dengan tinggi tekan
(iambar
10.1. Batang pipa dari Sabarigiri H.E. Projek, lndia. (Atas ixin.' Kerala
State Electricity Board, India).
Pengangkut Air-l
273
Metode Dukungan pada Batang Pipa
Penanaman dan peredaman pada batang pipa. Batang pipa dita_
nam dan diredam di bawah tanah atau diletakkan di atas tanah de-
ngan dukungan fondasi seperti terlihat pada Gambar 10.4.
penanaman
batang pipa di atas permukaan tanah diletakkan pada galian parit de-
ngan kedalaman antara I sampai 1,5 m dan sesudahnya galian terse-
but diisi kembali dengan urugan. Untuk penanaman batang pipa da-
lam tanah, maka topografi tanah dan sisa kelebihan dari pipa harus
dipikirkan dengan baik. Keuntungan dari penanaman pipa adalah se-
bagai berikut:
(l) Dukungan langsung dari tanah sehingga sistem konstruksi men_
jadi
lebih kuat.
(it) Pipa terlindung dari fluktuasi pemanasan akibat urugan tanah
di atasnya.
(fir) Merupakan konstruksi yang alamiah.
(iv) Pipa terlindung dari longsoran tanah, badai dan kerusakan lain-
nya yang ditimbulkan oleh manusia sendiri.
Permukaan
lapisan ketiga
(a) Batang pipa berlekuk
\
Gambar 10.4 (a). Sistem pendukung
batang pipa.
Lapisan tanah asli\
v E
2'14
Pembangkit Listrik Tenaga Air
:ang pipa yang ditanam
(c) Potongan pendukung
Gambar 10.4 (b) dan (c). Sistem pendukung batang pipa.
Pengangkut Air-t 275
Pipa di atas permukaan tanah. Pipa di atas tanah didukung oleh
fondasi atau tanggul penunjang. Menurut standar dari USBR, batang
pipa yang tidak terlindung termasuk batang pipa yang didukung di
atas tanah, dan batang pipa yang dilindungi oleh lapisan beton tidak
diizinkan untuk menahan tegangan struktur. Keuntungan yag diper-
oleh dari sistem pendukung batang pipa ialah sebagai berikut:
(r) Mudah dalam pemeriksaan dan pemeliharaan.
(ir) Ekonomis untuk daerah berbatu dan untuk pipa dengan diame-
ter besar.
(rfl Stabil dengan adanya angker pada fondasi.
Kerugiannya dari batang pipa ini adalah:
(l) Dibutuhkan perawatan karena cuaca.
(ir) Pengembangan akibat adanya tegangan memanjang dan perhi-
tungan dari pendukung dan angker memerlukan sambungan khusus.
Bila keadaan memungkinkan ketiga sistem pendukung batang pipa
ini, terutama sistem ditanam dan sistem di atas permukaan tanah da-
pat dipakai sebagai kombinasi dari kedua sistem tersebut.
Kekakuan dari Sambungan dan Perletakan
Untuk meminimumkan kemungkinan pengembangan tekanan yang
melampaui batas searah garis bujur pipa, maka pipa harus mempu-
nyai sambungan yang lentur di samping harus kaku.
Adanya momen kopel dan perluasan dari sistem pipa memerlukan
kecepatan dalam pemasangan kembali. Fungsi utama suatu perluasan
hubungan pipa-pipa dapat terlihat pada Gambar 10.5.
Penyangga lingkaran
Gambar 10.5. Suatu tipe perluasan hubungan pipa.
(t) Untuk mereduksi n akibat temperatur dalam pipa atau
mengurangi sekecil mungki adanya gaya gesekan pada lembah saat
pemasangan dan tekanan l uJung plpa.
(ir) Pada kenyataannya di an hubungan yang cukup rumit ka-
rena ia akan mudah hancur,
angker.
di bagian akhir dipantek dengan
(iit) Memberi beberapa alternati
lokasi yang sama kondisinya.
gunannya pada sejumlah
Tiga metode dukungan pada batang pipa:
(r) Untuk pipa yang kaku dalam setiap penempatannya diperlukarr
(d) Pendukung topangan lingkaran
Gambar 10.4 (d). Sistem pendukung batang pipa'
Kerugian dari sistem ini adalah sebagai berikut:
(0 Sulit dalam pemeriksaan bila terjadi kesalahan teknis'
(ir) Kemungkinan terjadinya lingkaran gelincir.
(iir) Sulit dalam pemeliharaan.
(iv) Biaya yang besar untuk pipa berdiameter besar di daerah
bcrbatu.
(b) Batang pipa yang ditanam
yang
276 Pembangkit Listrik Tenaga Air
dukungan angker juga,
dengan demikian setiap sambungan pipa ha-
rus diperiksa. Cara ini cocok untuk mengatasi masalah pemuaian akibat
temperatur (sama halnya pada pipa yang ditanam).
(it) Pipa yang setengah kaku, di mana dalam setiap batas bagian
pipa tetap berada pada satu titik walaupun masih dimungkinkan per-
geseran pada dukungan yang lain. Pipa yang setengah kaku ini per-
luasan hubungannya dapat diganti di mana dukungan pada batas pi-
pa juga
dilakukan dengan angker.
(iir) Pipa yang lentur atau mudah dibengkokkan, di mana sambung-
an-sambungannya disarankan di antara setiap seksi disesuaikan agar
dapat meneruskan dukungan atau tetap merupakan titik tunggal. De-
ngan demikian tidak ada kejadian pengembangan kekuatan di sekitar
poros pipa. Tipe momen kopel akan merugikan, atau dipergunakan
pendukung pipa yang lentur. Pada umumnya untuk pipa dengan dia-
meter yang kecil, dipakai tipe pendukung yang tidak dapat menahan
momen kopel.
KRITERIA PERENCANAAN BATANG PIPA
Batang Pipa yang Tidak Ditanam dalam Tanah
Sehubungan dengan peraturan ASME*, sebuah batang pipa boleh
direncanakan menurut beberapa kondisi sebagai berikut:
(r) Kondisi yang normal. Pada operasi yang normal terdapat kpsta-
bilan maksimum dari ketinggian tekanan air. Faktor keselamatan yang
terbaik ialah 3,0, didasarkan atas spesifik minimum dari kekuatan da-
sar, tetapi tidak boleh lebih dari dua pertiga produksi yang minimum.
(ll) Kondisi yang berubah-ubah. IIal ini merupakan kondisi selama
pengisian dan pengeringan kolam persediaan atau pada saat peng-
operasian normal terjadi gempa bumi. Besarnya angka faktor kesela-
matan ialah2,25 yang didasarkan atas spesifik minimum daya kekuatal
pokok, tetapi tidak diperkenankan produksi tekanan air melebihi 0,8
dari spesifik minimum.
(iil) Kondisi darurat. Kondisi ini di mana governor dalam keadaan
tidak beroperasi dan sebagian pintu ditutup dengan kecepatan 2L/q
detik. (Z adalah panjang dari saluran dalam m dan a adalah kece-
patan tekanan gelombang dalam m/detik). Angka keselamatan yang
direkomendasikan adalah 1,5 didasarkan pada spesifik minimum atas
kekuatan tegangan ultimat, tetapi dalam kondisi ini tegangan yang di-
izinkan tidak boleh melebihi tegangan lapangan.
(iy) Kondisi khusus. Bila terjadi kerusakan pada alat pengontrolan,
tlan kondisi ini tidak akan dipakai untuk perencanaan. Jika tekanan
'Arrtcrican
Society of Mechanical Engineers (Masyarakat Insinyur Mekanik Amerikl;.
Pengongkut Air-l 277
maksimum tidak melebihi spesifik daya minimum dari kekuatan po-
kok, maka kesatuan susunan batang pipa sudah cukup sempurna dan
meyakinkan.
Batang Pipa yang
Ditanam
(r)
Untuk tekanan di dalam, ukuran minimum tebarnya pelat dihi-
tung dengan menggunakan rancangan kepala untuk ronai'si normat,
dan didasarkan atas tekanan simpai
Qtr/t) untuk sebuah selongsong
(tidak ditanam) yang bebas dan sama denga, titik patah (yietcr point)
minimum yang dispesifikasikan,
atau dengan 2/3 kekuatan daya ren-
t-1ng minimum yang dispesifikasikan, yang sama saja dan lebih kecil,
di mana p :
tekanan rancangan di bawah kondisi normal dalam
kg/cmz.
I
:
tebal selongsong dalam cm.
(i0 suhu diferensiar maksimum yang terjadi antara perat isi baja
dan beton yang ditanam diperkirakan sepanjang suatu ek;ivalen kesen-
jangan
radial (radial gap).
(ill) Pelat isi baja dirancang untuk menahan tekanan luar minimum
dari 5,25 kg/cm3
13,5
kg/cm2 dengan faktor beban l,5l dengan se_
buah kesenjangan radial seperti yang dispesifikasikan
oieir
1ij
ii atas.
Baja-baja batang pipa disusun sedemiIian rupa, agak berLeda-beda
sesuai dengan'perencanaannya'.
Misalnya, baja diberi nama ASTM,
4285, tingkat kualitas tungku 'B' dan BS l50i-l5l ringkat 2,6yang
mempunyai komposisi material selain besi sebagai berikut:
ASTM/A285
BS I5OI-I5I
Lar arang maks. 0,22V0 maks. 0,22V0
Mangan
maks. 0,g0go maks. 0,50y0
Belerang
maks. 0,04g0 maks. 0,05g0
Silikon _
maks.0,lO9o
Fosfor
Trnaks.
0,04g0 maks. 0,05g0
.Jadi,
dengan bergantun
e
/ada
yierd slressesminimum
dan tekanan-
tekanan tarik dari baja-bajf yang sesuai, maka tekanan-teka,an ran-
cangan yang diperborehkaf dapat dihitung. Faktor keamanan (FS) di-
tetapkan berdasarkan day{ tarik yang paring tinggi pada baja-baja ba-
tang pipa.
Misalnya, ASTNf A517, FS :
2,3,berdisirkan
atas tekanan-
tekanan rancangan yang d{perbolehkan, yaitu setengah dari titit< pa_
tah. Untuk baja-baja hata\
oioa
yang biasa digunafan
,
yairu A2g5,
,{515, ,A.516, A537, A5l7 dln sebagainya, faktor keamanan ditetap_
kan menjadi 3,0 berdasarkan kekuatan daya tarik yang tertinlli. rooc-
kode lain menetapkan faktor keamanan sebagai beiikut:
--
Kode ltalia.' Tekanan yang diperbolehkan:
0,5 kari titik parah.
278 Pembangkit Listrik Tenogo Air
Kode Perancis: Tekanan yang diperbolehkan
: 0,4 sagrpai 0'5
kali titik
Patah.
Kode Jerman: Tekanan yang diperbolehkan
:
0,5 sampai 0'65
kali titik patah.
Ketebalan Dinding Batang PiPa
Kode ASME memberikin rumus untuk ketebalan sebagai berikut:
t:
PR
+ 0,15
St
-
(0,6P.)
Pengangkut Air-l 279
lam berat baja akan menjadi antara 25 sampai 3090. Karena itu da-
lam hal ini sekarang lebih cenderung menggunakan susunan diameter
yang lebih besar, tetapi lebih sedikit
jumlahnya
daripada yang ber-
ukuran lebih kecil tetapi lebih banyak
jumlahnya.
Tetapi, penghematan dalam biaya batang pipa dapat diturunkan,
disebabkan oleh
jumlah perlengkapan yang meningkat serta kebutuhan
khusus, yaitu dalam hal alternatif pertama atau ketiga. Dalam hal de-
mikian, batang pipanya harus bermulut banyak pada ujungnya, dan
juga
katup ceruk untuk mengontrol pelepasan pada setiap cabang pi-
pa bermulut banyak. Jadi, dari semua pandangan ekonomis kita da-
pat melihat bahwa sebuah pipa untuk setiap turbin ternyata lebih eko-
nomis. Selain itu, untuk batang pipa yang berukuran panjang, sebuah
pipa atau sesedikit mungkin pipa, barangkali menjadi pilihan yang lebih
baik.
(il) Usaha penyelamatan operasional. Dari sudut pandang usaha pe-
nyelamatan operasional, batang pipa tunggal sering dikesampingkan,
karena sembarang kerusakan pada batang pipa tersebut bisa meng-
akibatkan penutupan pada semua turbin.
(ilr) Fasilitas transportasi. Di dalam bengkel, batang-batang pipa itu
dilas pada bagian-bagian yang pendek, lalu diangkut ke tempat pe-
masangan. Keputusan mengenai jumlah
batang pipa dengan sendiri-
nya berpengaruh pada diameter tiap batang pipa. Karena itu, harus
dilihat dulu apakah ada fasilitas pengangkutan yang memadai untuk
ukuran batang pipa tertentu.
DIAMETER EKONOMIS BATANG PIPA
Jika
jumlah
batang pipa sudah ditetapkan, pelepasan yang harus di-
bebankan pada tiap batang pipa harus juga
ditentukan. Langkah se-
lanjutnya yaitu menentukan uk pipa untuk melancarkan pelepasan
air yang diperlukan. Ada duaTtariabel, yaitu diameter batang pipa D
dan kecepatan aliran Zy kebalikan dari proporsi D. Ja-
di, ada berbagai kombi V dan D yttng dapat memberikan pele-
ingat pula bahwa kehilangan friksional
pasan yang sama. Kita
. . . (10.1)
di mana I
:
ketebalan dinding dalam cm'
P:
tekanan dalam kg/cm2'
ft:
jari-jari internal dalam cm.
S: tekanan desain dalam kg/cm2'
T
:
faktor efisiensi bersama'
dan 0,15 cm merupakan batas karatan yang diperbolehkan'
Tetapi tekanan-tekanan harus diperhitungkan sebagai suatu kriteria
dalam menentukan ketebalan dinding batang pipa'
Jumlah Batang PiPa
Sebuah bagan pusat tenaga air selain memiliki sederetan turbin, yang
dipasok air melaiui pipa-pipa tekan, yaitu batang-batang
pipa, punya
pilihan alternatif: r
(l) Menyediakan sebuah batang pipa untuk seluruh
pusat tenaga'
Daiam hal ini, batang pipa harus mempunyai pipa bermulut banyak
pada ujungnya dengan cabang-cabang sebanyak
jumlah turbin'
(ir) Membuat batang-batanipipa sebanyak
jumlah turbin. Daldm
hai ini, tiap turbin menyedot air secara bebas langsung dari waduk'
(iii) Membuat batang pipa banyak, tetapi tiap batang pipa mema-
sok paling sedikit dua turbin, yang bisa disebut sebagai suatu kasus
tanjutan.balam hal ini
jumlah batang pipa separuh atau kurang dari
separuh
jumlah turbin. Umpamanya sebuah pusat tenaga air dengan
deiapan puru.rg turbin dapat diberi empat batang pipa, masing-masing
denlan iabang Y, atau dengan dua batang pipa beserta empat pipa
bermulut banyak untuk setiap pipa pada ujungnya'
Pertimbangan utama untuk menetapkan
pilihan terakhir sebagai
beriL ut:
(i) Ekonomi. Rancangannya harus berusaha menemukan kesimpulan
eko, omis semaksimum mungkin. Jika
jumlah batang pipa bertam-
bah,
jumlah berat baja dan biaya pemasangannya
juga bertambah'
Misainya,
jika sebuah batang pipa digunakan untuk keperluan empat
turbin iebuah pusat tenaga iebagai pengganti empat pipa yang ber-
lainan, masing-635ing untuk sebuah turbin,
jumlah penghematan da-
dalam batang pipa denga
meter dan pada giliranny{ menentukan efisiensi transmisi pada ba-
tang pipa. Jadi, makin diameter untuk pelepas, akan makin
kecil kepalanya dan makin besar pembuatan kepala pada turbin,
sehingga menghasilkan perkembangan tenaga yang lebih besar. Selain
itu, batang pipa yang lebih besar akan mengurangi kecepatan aliran,
sedangkan investasi modal lebih besar. Karena itu kita harus mcmilih
ukuran yang biaya tahunannya paling sedikit. Jadi, masalahnya ialah
hf
:
r##ju!a
tergantung pada dia-
T
2tl0
Pembangkit Listrik Tenaga Air
mengenai perbandingan secara ekonomis mengenai berbagai ukuran
alternatif, dan memilih ukuran optimum yang memberikan hasil mak-
simum secara ekonomis.
Metode yang digunakan untuk menentukan ukuran/diameter ba-
tang pipa seperti di bawah ini:
Rumus Empiris
Rumus empiris merupakan pemecahan petunjuk praktis yang dise-
derhanakan berdasarkan pengalaman. Mungkin
juga
tidak cocok de-
ngan kondisi yang berbeda dari kesimpulan yang diperoleh. Dua ru-
mus yang terkenal adalah USBR (United States Bureau of Reclama-
tion) dan dari G. Sarkaria:
(a) Rumus USBR V
:
O,l25 rmfi
(10.2)
di mana V
:
kecepatan optimum dalam m/s
dan ,FI
:
Kepala yang berfungsi maksimum dalam m.
Rumus ini pada umumnya menggunakan
jajaran
kepala-kepala de-
ngan
jarak menengah.
(b) Rumus Sarkaria :
d.35
D
:
0,62
fir,
(10.3)
diameter batang pipa dalam m
i
hp yang dipindahkan melalui pipa
kepala maksimum pada ujung batang pipa da-
lam m.
Tetapi sebagai tambahan, masih banyak lagi rumus yang tersedia.
Penyelesaian Secara Grafik
Jika
jumlah
biaya tahunan batang-batang pipa yang disesuaikan de-
ngan diameter yang dipilih telah ditentukan, kurva A akan tampak
seperti pada Gambar 10.6. Dalam pada itu,
jika
biayanya (yang me-
rupakan harga energi yang susut dalam geseran pada angka yang umum
dari penjualan energi) karena hp (tenaga kuda) susut dalam geseran
dilukiskan dalam gambar itu
juga,
hasilnya adalah kurva B. Biaya se-
luruhnya akan menjadi
jumlah
ordinat A dan B yang sesuai dengan
diameter. Kurva biaya seluruhnya yang digambarkan oleh C
juga
ter-
lukis dalam gambar itu
juga.
Jelaslah, biaya yang paling kecil berte-
patan dengan titik D dari Kurva C.
Karena itu, metode grafik dapat menentukan pilihan lima atau enam
nilai diameter dan menggambarkan kurva,4, kurva B dan kurva C
dan menentukan posisi titik D dengan bantuan bidang. Hal ini
juga
dapat diistilahkan sebagai suatu
jenis
analisis coba-dan-lakukan.
Diameter
-
Gambar 10.6. Cara grafik untuk diameter optimum batang pipa.
Cara Garis Singgung Sejajar
P.I.H.
Barr menyusun cara ini, yang seperti cara biaya tahunan
minimum, dengan membuat titik desairryang menggambarkan
biaya
tahunan minimum untuk jumrah
susut kepala
vu"E aup"i iiiiliut au-
lam grafik. cara ini dapat digunakan untuk uaianl pipa
vang
-.*i-
liki lebih dari satu elemen, dan yang pada dasarnvu u""u.-uInar sa-
ma. Cara pelaksanaannya
ditunjukkan dalam Gjmbar 10.7 (a).
cara-cara dan rumus-rumus juga
disarankan oleh Sungur, iheria-
nos dan Franke, yang semuanya bertujuan menemukan diameter yang
ekonomis untuk bathng pipa,/terowongan.
Pengangkut Air-I 2tl I
i
(,
.g
g!
I
6
'a
il
5
3
a,
fi'
L,
d
{
o0
U)
w
di mana D
-
D_
H:
Garis singgung sejajar
-t
1 '
Biaya-
Biay. bagi biaya minimum
Susut tinggi air
Gambar 10.7 (a). Konstruksi garis singgung sejajar.
ln.r
282 Pembangkit Listrik Tenoga Air
1
d
'a
o0
'5
a
Pengangkut Air- I 2tl l
Nilai K,, Kz. m dan n dengan mudah dapat ditentukan untuk sc-
suatu proyek sebagaimana ditunjukkan di bawah, sehingga mengha-
silkan nilai diameter D yang diinginkan. Karena panjang batang pipa
merupakan faktor umum, kita hanya mempertimbangkan sebuah pan-
jang
unit untuk dihitung seperti berikut.
Untuk menentukan K, dan mr, kita menjelaskan:
Energi yang susut
:
Kehilangan daya dalam kWh x rata-
dalam geseran setiap rata masa putar turbin
tahun dalam kWh
di mana, rata-rata
tahun
(dalam
jam)
putaran :
faktor beban Lrx365x24 Per
:
dan kehilangan tenaga
geseran dalam kW :
. . (10.6)
(10.7)
Biayatahunan
-
Gambar 10'?(b)' Titik desain sebagai
garis singgung'
Pendekatan Analitis
Masalah diameter
yang ekonomis dapat dipecahkan
jika dibuatkan
beberapa perkiraan yang sederhana, umpamanya
membuat
pernya-
taan tentang selurutr bia:ya tahunan'
yang secara matematik
mudah
dikerjakan Iu, yurrg beriiferensiasi
dan persamaan pada nol' sehing-
ga menghasifhn
fconaisi
yang sesuai dengan diameter
yang optilnal'
d (Cr*Cr)
:O
-6
Jika Cr:KrDn
dan Ct-KcD"
(di mana I(q dan K, tetaP)
fiGrr**xrD"):o
KrntD
nu-r
f
KszD'-l:0
8760 L10am)
dalam
wOh,
b_al
x 0,735
\"H
,#r,
x 0,736
8J fu#
(Di mana ro :
keseluruhan efisiensi turbin dan
w
:
bobot spesifik air
:
1000 kglm3)
Dengan demikian, kehilangan energi tiap tahun dalam
kwh
:8'*fQr x8760 x Lr
:l0r85x tOrr,"$ tr
Jika R1 Rs/kWh meruRal6n harga
jual
energi, maka
)1
:110,85
x 1ff4,
$
t, *,
I
dalam Rs/tahun tiap
na{jang
unit batang pipa
Jadi, K1
:
10,85 x lff ,tJQ Lt Rt
danm - -5
Prosedurnya sebagai berikut:
Misalkan Cr
:
biaya tahunan energl
dan Cz
:
biaya tahunan Yang
Maka kondisinya
yang optimal ialah
yang susut dalam
geseran.
sesuai dengan diameter D
(10.4)
00.8)
. (10.e)
(10.
l0)
maka
atau
atau
fr^ :-
Klt
jS:
-D^-a
atau a
-
(-"#)"*-
Karcna tanda rn selalu negatif,
pernyataan untuk D seperti
yang dibe-
rikan oleh persamaan (fO.S) akan menjadi nilai
positif'
Untuk menentukan K2 dan n, kita kemukakan sebagai berikut:
Biaya tahunan C2lang sesuai dengan diameter yang diberikan
-
(CRF) x (Biaya modal batang
pipa)
+ biaya OMR . . (l0.ll)
di mana CRF diketahui sebagai 'faktor
pengembalian modal' yang tcr-
Kurva sumasi biaYa tahunan
untuk total susut tinggi air
di mana w,
:
bobot unit baja dalam ton/m3
(10. l4)
. (10.15)
: 7,85 ton/m3
yang bekerja dalam
PiPa
dalam
kg/m2
284 Pembangkit Listrik Tenaga Air
sedia dari tabel-tabel bunga berganda. Bila biaya modal dikalikan fak-
tor ini, kita memperotehliaya
tahunan termasuk bunga tahunan dan
tunjangan untukamortisasi.
CRF tergantung
pada suku bunga dan
p"i" ,ii" proyek. Biaya OMR adalah biaya operation'. maintenar'tce
iii-ripiii,
(operasi, perawatan dan perbaikan) dan biasanya diten-
tukan kira-kira 3 persen dari biaya modal'
ladi, C2: (CRF + 0,03) x (Biava modal batang pipa)
" '(10'12)
Biayamodaluntukbatangpipaberukurantertentuakantergantung
pada berat baja aktual, W. Yaitu,
W:(nDt)w3 "'(10'13)
di mana / adalah tebal batang pipa dalam m dan dinyatakan dengan
Pengangkut Air-l
285
Sebuah contoh untuk menjelaskan penggunaan persamaan ini di-
berikan pada akhir bab ini. Tetapi,kita perlu awas, bahwa analisis yang
terdahulu memang agak disederhanakan dan
jangan
digurmkan seca-
ra rutin. Bagaimanapun
juga,
ukuran batang pipa mempengaruhi ba-
nyak aspek desain lain yang tidak kita pertimbangkan dalam analisis.
Bentuk batang pipa hanyalah subsistem dalam sistem proyek seluruh-
nya, dan optimisasi terhadap sebuah subsistem dalam sistem proyek
seluruhnya, dan optimisasi terhadap sebuah subsistem tanpa memper-
hitungkan keseluruhan sistem tidak akan menghasilkan perhitungan
yang tepat dalam semua hal. Selanjutnya, nilai m dan n akan tergan-
tung pada rumus yang digunakan. Umpamanya, sebagai pengganti ru-
mus Darcy, kita memakai rumus Manning,
l6
,lt:-
-3
Selain yang tersebut di atas, ada pembatasan lain, yang terlupakan
dalam analisis di atas. Tebalnya pipa bisa ditentukan bukan dari per-
timbangan tekanan simpai, tetapi dari pertimbangan tekanan yang di-
pergunakan. Kecepatan aliran akan menjadi kecepatan yang menye-
babkan tidak terjadi endapan dan erosi, biasanya dalam
jarak2m/d
sampai l0 m/d dan pemecahannya hendaknya di dalam batasan ini.
BALOK JANGKAR
Balok
jangkar,
seperti ditunjukkan oleh namanya, merupakan balok
beton kokoh yang mengganjal priRa batang pipa secara berseling un-
tuk menanamkan pipa ke dalar/ tanah secara kokoh. Balok-balok se-
macam itu diperlukan pada sy'mua tikungan horizontal dan vertikal
pada batang pipa. Di sampifs tikungan, balok
jangkar
biasanya di-
pasang pada rentangan-ren/angan yang lurus, denganjarak kira-kira
setiap 150 m. Balok-batok
i6ng[ar
menlegatr gerakan batang pipa agar
kokoh atau tekanan semeqtara termasuk perluasan atau kekuatan kon-
traksi dan tekanan pukul[n air. Tekanan-tekanan itu menimbulkan
reaksi kekuatan yang dindmis pada tikungan. Pada umumnya, balok
jangkar,
dengan mengalihkan beban batang pipa pada tanah, menim-
bulkan derajat stabilitas pada pipa-pipa. Kekuatan balok-balok itu me-
mang menambah angka pembiayaan juga,
terutama batang-batang pipa
yang panjang dan diperlukan untuk sejumlah tikungan, sehingga
jum-
lah biaya dapat merupakan bagian yang besar dari anggaran untuk
seluruh batang-batang pipa.
Balok-balok pipa secara sempurna dapat menanamkan pipa seper-
ti dalam Gambar 10.8 (b) atau dapat didirikan pada garis tengah pipa
seperti dalam Gambar 10.8 (a). Kedua cara itu kini sedang digemari.
'
:
*
kira-kira
nD
Jadi, W =
ws
jr1;-
ton
. . (10.20)
P
:
maksimum tekanan
kg/m2
s
=
tekanan yang diperbolehkan dalam
? =
efisiensi lasJiPatan
=
0,85
Mengganti di atas-
nu:Ti#*r,
:14,5
*
O,
Biaya modal @
RzRs/ton
batang
pipa menjadi
:14,5
*
'' ^,
Rupees
cz:14,5
*
o'^, (cRF+0,03)
Karena itu, Kr: 14,5
L
R, (cRF+ 0,03)
)
dan n:2
Jadi dapatlah dilihat bahwa diameter D yatgpaling ekonomis'
de-
ngan mengganti nilai m dan n menjadi:
. (r0.16)
. (10.17)
..
(10.18)
o
:
(#)+
(10. l9)
v
286
Pembangkit
Listrik Tenago Air
Tetapi,
pada umumnya
orang me.mandang
bahwa-prosedur
menge-
nai Cambar 10.8 O)
;;;u* flngtional
lebih baik' karena dapat me-
ningkatkan
t.r,ruturr
piij un-e- ur"ut begitu
pula menambah
ketahanan
terhadap
geseran. noiJuti b-alok
jangkar dibuat di atas batu karang
yang bergerigi atau
p.*ut'tu" tanah untuk memantapkan
tegak
pa-
sak
pada fondasi. r"ti'a"p
U'tang
jangkar ditanamkan
lebih dalam
p"all"pft"n bawah tanahguna
menambah
faktor keamanan'
Pengangkut Air-l 2tl7
gap jangkar
dan pipa sistem struktural tunggal.
(ir) Metode Swiss. Menurut metode ini, pipa batang pen tidak diang-
gap sebagai suku struktural yang mengalihkan beban dengan balok
alam atau lengkungan. Semua beban pada jangkar
hanyalah beban
yang langsung menekan pada jangkar.
Kedua metode itu mempunyai kelebihan dan kekurangan.
pada
me-
tode Perancis, karena pipa menjadi suku struktural yang keras dan
kaku, tentunya tidak dapat bergandengan dengan luwes atau meluas-
kan gandengan..Desain ketebalan pipa harus dirancang sesuai dengan
lengkungan atau balok. Perlu pula diadakan program konstruksi se-
cara teliti, maju setahap demi setahap menuju satu arah. Selain itu,
dijelaskan pula bahwa metode desain ini
jelas
ekonomis dalam hal pem-
biayaan balok
jangkar.
Metode Swiss, yang lebih dikenal dan digunakan oleh kebanyakan
negara, memberikan keluwesan dalam konstruksinya. Cara-cara peng-
gandengan untuk perluasan dapat menghilangkan tekanan-tekanan su-
hu, juga pekerjaan dapat dimulai pada banyak tempat sepanjang lin-
tasan. Tetapi hal itu memerlukan ukuran balok beton yang lebih be-
sar, sehingga menimbulkan biaya yang lebih besar. Dalam metode ini
juga
dapat digunakan gandengan-gandengan yang luwes, yang seka-
rang lebih banyak dikenal. Kita akan membicarakan desain balok
jang-
kar berdasarkan metode Swiss berikut ini.
Kondisi Stabilitas
,'
Menurut metode Swissr/<ondisi stabilitas utama sebuah balok jang-
kar adalah sama dengay' kasus pada bendungan gaya berat, yiitul
(r) Tidak akan adE/ geseran pada ses',atu bagian dalam balok
jangkar.
I
(ii) Tidak akan adfl pembalikan atau perputaran balok
jangkar.
(ln) Tidak akan adp tegangan dalam sesuatu bagian pada beton
balok.
\
(iv) Tidak akan ada kerusakan atau kegagalan karena kompresi da-
lam balok atau pada fondasi.
Semua kekuatan pada balok
jangkar
ini dapat dipecahkan ke da-
lam komponen, horizontal dan komponen vertikal, memberikan jumlah
kekuatan ke arah horizontal dan vertikal pada persimpangan garis te-
ngah pipa u/s dan d/s balok jangkar.
Kekuatan-kekuatan ini, menun-
jukkan
DFl dan DV dapat dikatakan sebagai kekuatan aktif. Misal-
kan berat
jangkar
itu Wo dan berat air serta pipa yang ditunjang oleh
jangkar
adalah Wp*, (Gambar 10.9).
Untuk stabilitas geseran
Batang PiPa
""nr#]
10.t
(a) dan (b)' Balok
jangkar'
Metode Desain
';;ilbalok
jangkar dapat dibuat melalui dua cara:
(r) Metode Perancis.
Menurut metode Perancis'
pipa di antara
:",iJt".-p"gkar
dianJgap ttUugui suku struktural'
dan balok-balok
fi;'n;;
Jiuieeup t.u?-fr
pt'n6utut-pembatas vang
diperkuat
pada
;;;;;".
etiujirit tekanan
pada
jangkar dilakukan
dengan mensans-
EII(p (-DV + Wo * lVprn) (10.2 r)
Y
288 Pembongkit Listrik Tenaga Air
di mana u adalah koefisien gesekan, sehingga sebuah nilai rata-rata
0,5 dapat diperkirakan.
Kriteria pembalikan dengan sendirinya terpenuhi
jika
kriteria keti-
ga mengenai 'tidak ada tegangan' pada landasan sudah dipenuhi. Untuk
itu hasil bersih (-D V + Wo + Wp+ w) dan E.Flharus terletak pada
pertengahan ketiga landasan.
Gambar 10.9. Kekuatan horizontal dan vertikal pada balok
jangkar'
Untuk kriteria tanpa kerusakan, tekanan kompresif maksimum pada
sesuatu bagian horizontal harus berada dalam batas-batas keselamat-
an. Terutama untuk fondasi, behan yang dialihkan pada fondasi ha-
rus berada dalam batas kapasitas keselamatan bahan-bahan fondasi.
Berbagai Kondisi Desain
Perbedaan kondisi yang mempengaruhi stabilitas balok
jangkar harus
diperiksa mengenai:
(l) Pipa mengalir untuk pengeluaran-kondisi meluas (kenaikan
suhu).
(lr) Pipa mengalir untuk pengeluaran-kondisi mengerut (penurunan
suhu).
(iil) Pipa mengalir-beban sementara, umpamanya disebabkan oleh
gempuran air atau akibat gempa.
(iv) Pipa kosong-baik untuk kondisi meluas maupun mengerut.
Harus dipikirkan bahwa balok-balok
jangkar
untuk tikungan cem-
bung, tikungan horizontal, begitu pula balok-balok yang merentang
lurus, semuanya memiliki dimensi yang berbeda karena perbedaan besar
tenaga, sehingga memerlukan analisis tersendiri.
Pengangkut Air*l
2Ug
Kekuatan pada Balok Jangkar
Kekuatan yang berbeda-beda dan harus dipikirkan dalam perhi-
tungan DV dan E,FI diberikan di bawah ini. Semua kekuatan ini di-
perkirakan muncul sepanjang sumbu garis pipa. Bila ada tikungan,
garis sumbu ke hulu menunjukkan arah kekuatan yang dialihkan dari
ujung hulu
jangkar,
dan garis sumbu ke hilir menunjukkan arah ke-
kuatan yang dialihkan dari samping d/s
jangkar.
Kekuatan-kekuatan
yang diarahkan kepada
jangkar
disebut + ve, dan kekuatan-kekuatan
yang disisihkan dari
jangkar
disebut
-ve.
Kekuatan-kekuatan utama itu sebagai berikut (Gambar 10.10).
u,/s sendi
perluasan
Balok jangkar
/
Dlsrnik perluasan
--
Gambar 10.10. Kek/atan-kekuatan utama pada balok jangkar.
(r) Komponen bobot
fati
pariurrc pipa antara gandengan perluasan
u,/s dan d,zs. Jika Z, df,n L1 adalah panjang dari pusat jangkar
ke
gandengan perluasan u/s dan gandengan perluasan d,/s, dan Wu dan
W6 adalah bobot mati yang sesuai, maka + Wu sin
|t-Wa sin
B2
me-
rupakan kekuatan sepanjang garis sumbu yang dialihkan ke
jangkar.
Tidak ada perubahan tanda mengenai kondisi pengerutan atau
perluasan.
(it) Jika
jumlah
berat termasuk air, panjang Lu dan L1 adalah
(Wp**), dan (Wp+)a, di mana Wu dan Wl adalah berat air dalam
rentangan-rentangan ini, maka gesekan terhadap penyangga dapat di-
samakan dengan + p" (Wp+,),
cos
Fr
dan * y.(Wp+*)t6 cos-
Br(kondisi
perluasan pipa), di manaf adalah koefisien gesekan pipa pada der-
maga. Tanda-tanda negatif dapat dibuat untuk kondisi pengerutan.
(ill) Gesekan gandengan perluasan di sisi hulu dan hilir pada jang-
2gO
Pembangkit
Listrik Tenago Air
kar dan diberikan sebagai + C,f dan + C"n dimana Cudan C6ada-
iJ t.rnrru ttulu dan t iil. pipu
i'"da
sambungan
perluasan di atas dan
;i;;;fi"ngkar,
au" Fuaurui'
gesekan dalam
gandengan
perluasan
per linear meter' ."p"i i yang diientukan.secara
percobaan' Tanda-
ia.rda negatif dapat dibuat untuk kondisi
pngerutan'
"-i,r)
n""ilatan
pada ujung sambungan
pirluasan di hulu dan hilir
jangkar adalah + A;iii
* irp' dI mana A' dan Aa adalah areal
ujung
yang dibuka
paau pipu diiambungan
perluasan' hulu dan hilir
iili;. i
adalah tekanan
pada sembarane
titik'
(v) Kekuatan momentumilitut'
air yang disebabkan
karena mem-
k;; ;ie;iam
pipa
':
iQu,
atatt
pQvu'
-di
mana vu atau v1 adalah
kecepatan air u/s d/s
jangiar, dan
Q
adalah aliran
pelepasan dan da-
lam batang PiPa.
'"i;r-K;k;atan
tridrostatik
jangkar ditunjukkan
dengan
pAiu atatu
p)r,' ii iurrta A;u aui i,radatatr-daetah
sebelah dalam
pipa pada u/s
'crri'att,
dan p iaututt tekanan
pada titik itu'
Jadi,sepertidinyatakansebelumnya'stabilitasbalokjangkardipas-
tif.an di bawah beibagai kondisi seperti telah disebutkan
satu per sa-
tu. Gabungan
kekuatan-kekuatan
yang paling buruk dapat diduga un-
tuk dianalisis. Kekuatan-kekuatan
yang diteruskan
dari ujung hulu
,""rf.*,
i"r,l,
dan kekuatan-kekuatan
yang diteruskan dari ujung
hilir
jangkar (Dpa)'i"p"iJiAitkan
dengan serasi sepanjang
sumbu
batang
pipa oleh ,"urrut fttt"atan-paralelogram
seperti tampak
pada
Gambar 10.11.
Pengangkut Air-l 291
Hasil kekuatan P, yang diperoleh dari paralelogram kekuatan-
kekuatan ini selanjutnya diubah ke dalam komponen-komponen ho-
rizontal dan vertikal yang disebut E,Fl dan DV yang lebih dulu telah
digunakan dalam persamaan (10.21) untuk memeriksa stabilitas.
KATUP PIPA SALURAN
Katup penting kerjanya dalam pipa saluran untuk (i) mengatur aliran
(ii) menghentikan aliran 'samasekali (iii) dapat mengurangi pembo-
rosan energi dalam keadaan tertentu. Katup itu dapat ditempatkan
pada posisi di tengah-tengah pipa atau pada ujung pipa. Penempatan
pada posisi di tengah-tengah pipa disebut katup segaris, dan penem-
patan pada ujung pipa disebut katup terminal. Pada proyek listrik te-
naga air, katup digunakan pada batang pipa dan pada pintu air. Katup-
katup di dalam batang pipa jarang yang terdiri dari
jenis pengatur,
tetapi biasanya berfungsi membuka atau menutup samasekali. Katup-
katup pada pintu air terdiri dari
jenis pengatur, karena dapat mem-
buka sebagian saja.
Di dalam batang pipa terdapat dua tempat yang dapat digunakan
untuk memasang katup:
(l) Pada mulut batang pipa yang panjang, pada ujung saluran te-
kanan. Katup jenis
ini dikenpl sebagai katup batang pipa.
(il) Pada ujung batang sebelum batang pipa bersambung de-
kkan turbin. Katup ini dikenal sebagai ngan gulungan yang
katup turbin.
Mulut pipa masuk
r/ang
mengontrol aliran masuk ke dalam sistem
pengangkutan, m an
jenis geser pintu daun. (Hal ini tidak dibi-
batang pipa akan berguna
jika
batang pipa carakan di sini). K
memerlukan pengufangan air dengan cepat. Katup turbin akan diper-
lukan
jika gulungan penggerak memerlukan pengurangan air. Jika pin-
tu pipa masuk merupakan keharusan, katup batang pipa dan katup
turbin boleh dibuatkan atau tidak.
Jika sistem angkutan itu pendek, maka pintu pipa masuk itu sendi-
ri dapat berfungsi sebagai katup batang pipa, yang selanjutnya dapat
ditiadakan. Begitu pula, jika
dibuatkan katup batang pipa, katup turbin
dapat ditiadakan. Dalam keadaan demikian, pintu-pintu kecil turbin
sendiri dapat berfungsi sebagai pengganti katup-katup turbin. Dalam
hal ini kekurangannya ialah terdapatnya kebocoran yang cekung be-
sar pada pintu-pintu kecil yang dapat berarti kehilangan tenaga kuda
yang cukup besar. Selain itu, karena katup turbin biayanya paling se-
dikit l5 persen (biasanya malah lebih tinggi) dari biaya turbin, sedang-
kan tidak menggunakan katup turbin akan berarti memerlukan pcr-
hitungan ekonomi yang sesuai. Kita melihat dua contoh- digunakan-
\
Gambar 10.11. Kekuatan paralelogram.
292 Pembangkit Listrik Tenaga Air
nya katup-katup turbin,
juga
bila katup-katup itu ditiadakan. Umpa-
manya, pada proyek Trangslet, Swedia (ujung kepala 141,8 m, 1.40.000
tenaga kuda), Outardes-4, Kanada (ujung kepala 120,4 m, 21600
tenaga kuda), adalah yang menggunakan katup-katup turbin, se-
dangkan Outardes-3 (Kanada), Portage Mountain (Kanada), air ter-
jun
Churchill (Kanada), Bratsk (Uni Soviet), dan Stalon (Swedia) tanpa
menggunakan katup turbin. Keputusan untuk menggunakan katup atau
tidak pada dasarnya menurut perhitungan ekonomi secara keseluruhan.
Untuk ujung kepala, yang lebih besar daripada 200 meter, maka katup-
katup turbin, hampir tanpa kecuali, harap digunakan atas pertim-
bangan mengenai besarnya kebocoran melalui pintu-pintu kecil. Te-
tapi akhir-akhir ini, pintu silinder
juga
dipandang sebagai alternatif
lain terhadap katup turbin tersendiri. Pintu silinder adalah selongsong
silindris, yang bergeser di sebelah luar cincin baling-baling dan menu-
tupi samasekali
jalan
masuk ke dalam turbin. Tidak seperti katup tur-
bin, pintu silinder merupakan bagian integral turbin, walaupun fung-
sinya sama saja dengan katup turbin. Pada proyek Outardes-3 di Ka-
nada, turbin-turbin diperlengkapi dengan pintu-pintu silindris, yang
digunakan sebagai pengganti katup-katup turbin. Katup-katup turbin
juga
mutlak perlu jika
batang pipa yang biasa ternyata memasok le-
bih banyak daripada sebuah turbin.
JENIS KATUP t
Berbagai macam katup yang digunakan pada instalasi-instalasi listrik
tenaga air dapat diikhtisarkan paling baik dalam tiga bentuk sebagai
berkut:
Pengangkut Air-l
2g I
6
d
!
d
F
{
6
{
6
.o
6
d
{
F
d
q
6
d
a
6
d
a
A
o.
o
(B
o0
(B

=o
Ero
E.
ON
Eo'
_6t
al
6
!6
oo
qO-
v
{
d
oo
tr
d
3
..1
pcnSatur
I
I
'-T Katup Katup Katup
jarum tabung cekung
o
6
u0
6
5
J
b0
'c,
o
o
a
bo
o.
{
r,
q
6
6
o
o
U
A
d
o3 {
aE 6
v'6. F
:: 4d
E EA
a kc
}l
EI
o
a.
660
ec
E
ge
LS
.EE
o.A
tenaga
I
t--1
Katup Penyebar
Howell-
Bunger
Atr
E6
o
bundar
(katup sumbat)
Katup Katup Penghambur
buka-tutup
I
I
-
llrt
tltl
Katup Katup Katup Katup
pintu ekor kupu bola atau
[-l
ikan
It
Katup Katup pintu
pintu jepil lingkaran
Katup batang pipa, yang berjenis pembuka-penutup, menggunakan
katup pintu atau katup kupu-kupu,
juga
katup putar.
294 Pembangkit Listrik Tenaga Air
Katup Pintu atau Pintu
Di beberapa negara, perbedaan dibuat antara pintu dan katup, dan
dengan demikian sebagai pengganti fungsi sebagai katup pintu, fung-
sinya hanya sebagai pintu. Pintu boleh dianggap sebagai alat penu-
tup, yang di dalamnya terdapat daun pintu atau suku penutup, yang
dapat digerakkan sepanjang aliran dari posisi di luar, untuk meng-
atur aliran air.
Selain itu, katup adalah alat penutup, di dalamnya suku penutup
tetap terpasang kuat berkenaan dengan aliran dan berputar atau ber-
gerak secara membujur untuk mengatur aliran air.
Pintu dapat digambarkan sebagai pintu geser tanpa tutup, pintu cin-
cin penyangga, atau pintu gulung, pintu aliran pancar atau pintu ra-
dial dengan penutup di atas. Gambar 10.12 menunjukkan sketsa pola
semua
jenis
ini dan dapat menjelaskan sendiri. Gambar 10.13 menun-
Motor kontrol
jukkan pintu jenis
baji (atau ka-
tup pintu) yang terdiri dari daun
pintu yang ditunjang suku struk-
tur yang berbentuk baji. Masa-
lah utama sehubungan dengan
katup-katup ini ialah masalah
deposit endapan dan peronggaan
dalam ceruk katup bila dalam
keadaan terbuka. Katup plntu
cincin penyangga merupakan pe-
nyempurnaan dalam hal tersebut
di atas. Pada jenis
ini (seperti
tampak pada Gambar 10.12), te-
pat di bawah daun pintu, ada se-
Poros pintu
buah cincin yang sama diameternya dengan diameter pipa penyalur.
Bila pintu tertutup, cincin disambut dalam ruangan tepat di bawah-
nya. Bila pintu dibuka, daun pintunya bergeser di dalam ruangan di
atasnya, dan cincin menempati posisi dalam ceruk, dan membiarkan
aliran air lalu di situ. Katup pintu biasanya digerakkan melalui meka-
nisme tekanan minyak atau melalui aliran listrik.
Karena ukuran saluran bertambah, katup pintu menjadi berat se-
hingga katup kupu-kupu dan katup putar tidak banyak dipilih untuk
digunakan.
Katup Kupu-kupu
Katup kupu-kupu (Gambar 10.14) terdiri atas pelat lenticular dan
bulat yang dapat berputar antara sumbu sentral yang tegak lurus dan
sumbu pipa. Bila terbuka, dengan sendirinya membuka pada arah alir-
Pengangkut
Air-l
2g\
an' Bila tertutup,
dengan sendirinya menutup ariran samasekari.
Untu-k saluran yang sangat lebar, katup kupu-kupu
me_
rupakan_satu-satunya jenis
katup yang
ctcok. Gam_
bar 10.15 menunjukkan katup t<uiu_tufu (dua bidang)
yang berdiameter 4,9 m dan rancangan tekanan 100 m
Posisi
terl uiUp
untuk pusat
tenaga listrik Xavantes, Brazil. Kesukaran }&{
pada katup kupu-kupu ialah sukarnya memperoleh ke-
Katup kupu-kupu
Gambar 10.13. Pintu tipe baji.
sesakan (kepenuhan)
air, dan padi umumnya meru-
Gambar l0.lzl.
pakan kebocoran terjadi pada katup pada waktu se_
Katupkupu-ku-
dang tertutup. Begitu pula, garis pipa saturan pada
pu.
kedua sisi katup harus terisi air sepenuhnya untuk memberi beba, ya.g
seimhang selama membuka utu, *"nriup.
Gambar 10.15. Katup kupu-kupu untuk Xavantes H.E.
project,
Brazir (diameter
-
3700 mm). (Atas izin: Escher Wyss Ltd., Switzerland).
w'
296 Pembangkit Listrik Tenoga Air
Pertimbangan di atas ada hubungannya dengan batas tekanan atas
di'lam hal penggunaan katup. Biasanya, batas ini ialah 250
-260
m
air dan di atas itu katup putarlah yang digunakan.
Katup Bola
Katup putar
CIuga
dikenal sebagai katup sumbat) atau katup bola
secara struktural lebih kokoh daripada katup kupu-kupu. Katup ini
terdiri atas sebuah batang yang tegak lurus mengarah sumbu pipa sa-
luran, dan sebuah silinder dengan diameter yang sama dengan pipa
saluran, berputar dalam ruangan yang bulat seperti bola. Bila terbu-
ka, silinder ini dengan sendirinya searah dengan pipa saluran dan air
pun lewat mengalir. Jika tertutup, silinder itu berputar pada sumbu-
nya, dan selanjutnya mulut saluran tertutup oleh pelat bundar yang
secara struktural terpasang di atas silinder. Katup ini, seperti katup
kupu-kupu,
juga
bekerja dalam kondisi beban yang seimbang dan me-
merlukan lini by-pass. Kekokohannya mampu digunakan untuk ke-
pala yang tinggi. Pada kepala setinggi 250 m atau lebih, boleh dikata
katup putar sajalah yang digunakan. Gambar 10.16 menunjukkan sket-
sa katup putar, Gambar 10.17
menunjukkan katup bola (ting-
gi kepala 1080 m) bertekanan
tinggi yang banyak digunakan,
dan tampak dalam popisi sete-
ngah terbuka, dengan diameter
sebelah dalam I m dan motor
bantu bertenaga air. Gambar
10.18 menunjukkan katup bola
pusat tenaga Jurun Marinala
dalam kontak ini dilakukan melalui pipa silindris.
Katup pengatur
dipasang bersama pintu pelindung
sehingga dapat
digunakan bila hendak dilakukan pemeriksaan
dan perbaftin. xatup
pengatur juga
harus dipasang dengan ceruk udara pada sisi aliran hi-
lir untuk mengontrol tempat-tempat yang merongga.
pipa
ceruk uda-
ra dengan luas penampang I
go
dari luas pipa penyarur
boleh dikata-
kan wajar (lihat Bab t2).
Katup Howell-Bunger
Pengongkul Air-l zt)g
Gambar 10.19. Katup ekor ikan.
Gambar 10.20. Katup pipa.
Katup Howell-Bunger sama konsepnya, tetapi pada umumnya di-
gunakan untuk mengurangi pelrborosan energi pada saluran keluar
bertekanan tinggi. Katup itu kerucut yang terpasang di dalam
silinder, dan silinder itu dipasang penyalur di tempat saluran ke
luar, dan dapat bergeser sepanja4g pipa penyalur. Aliran air dapat
memancar karena kerucut yang m{intangi berbentuk rongga peman-
car dan energi dapat dilepas secara\fektif. Katup ini digunakan un-
tuk melepaskan jumlah
air ke hilir
energi, mengawasi luapan, dan untuk
a terkontrol bagi keperluan
irigasi. Katup ini mem-
punyai koefisien pelepasan yang sangat tinggi. Gambar 10.21 menun-
jukkan
katup Howell-Bunger sedang dicoba.
Pancaran pelepasan air dari katup
jarum
dapat menimbulkan erosi
karena energi kinetiknya yang besar, dan dengan demikian sebuah alat
penyebar yang terdiri dari sejumlah baling-baling dipasang di saluran
ke luar. Alat perryebar itu menyebabkan pancaran air terburai dan me-
luas arahnya, sehingga tidak ada kerusakan walaupun aliran air ce-
pat sekali.
Pintu dan Katup: Masalah Khusus
Dari pengoperasian pintu pengeluaran dan katup yang bebas hanr-
@@
TutuP Buka
Gmbar 10.16. Katup bola atau katup
sumbat.
(Guatemala) dengan motor bantu tekanan minyak. Pada sebelah kiri
gambar tampak lemari kontrol. Sebuah percabangan (bentuk Y) da-
pat dilihat di belakang katup.
Ada beberapa macam variasi pada desain katup, tetapi hanya per-
bedaan kecil saja
jika
dibandingkan dengan
jenis-jenis
tersebut di atas.
Elliott Automation, Inggris, telah mengembangkan katup kontrol oto-
matik yang berdiameter 5 cm sampai 185 cm, dengan cakram berbentuk
ekor ikan sebagai pengganti cakram rata dari desain katup kupu-kupu
(Gambar l0.lt). Dengan ukuran sepertiganya, katup ini ternyata da-
pat mengontrol aliran serendah 190 dan mengatur kecepatan aliran
yang jauh lebih tinggi daripada katup kupu-kupu, tanpa menimbul-
kan peronggaan dan akibat yang tidak diinginkan. Batas bukan ka-
tup, dalam hal ini adalah 90", sedangkan untuk katup kupu-kupu 60o'
Terkadang, dua katup digunakan dalam tandem; yang pertama ber-
fungsi sebagai katup pembantu di depan katup utama (Gambar 10.12)'
T
300 Pembangkit Listrik Tenaga Air
(Jambar
10.21. Katup Howell-Bunger (Atas tzin.' Allis-Chalmers Manufacturing
('o.,
AS).
Pengangkut Air-l l0l
batan, perancang harus mencurahkan perhatian terhadap beberapa
aspek. Pintu dan katup yang buruk rancangannya akan menimbul-
kan masalah besar dalam perawatan. Masalah pokok yang memerlu-
kan perhatian khusus adalah sebagai berikut:
(r) Getaran yang disebabkan oleh aliran air,
(i{) Daya tarik ke bawah paCa daun pintu,
(iir) Pengoperasian yang bebas rongga.
Getaran pintu lift vertikal merupakan getaran masa ayunan yang
lebar yang dapat menimbulkan bahaya. Guncangan keras dari
kekuatan-kekuatan hidrodinamik dalam interaksinya dengan kekuat-
an yang lembam dan elastis dapat menciptakan gerakan yang bergo-
yang pada pintu. Pintu radial
juga
menjadi sasaran getaran, baik pa-
da bidang horizontal maupun vertikal. Naudasher menyebut getaran
semacam itu, getaran akibat aliran dan melacaknya sampai ketidak-
mantapan aliran. Yang terjadi ialah, apa pun penyebab utamanya bagi
ketidakmantapan aliran, apakah itu goyangan atau goyangan karena
tumpahan dari pusaran air, kecepatan dan tekanan fluktuasi dalam
aliran dapat semakin keras, dan kekuatannya terpusat pada sekitar
frekuensi yang dominan, yang mengakibatkan fluktuasi tenaga yang
efektif pada batasnya, menyebabkan adanya getaran struktural.
Studi laboratorium menunjukkan bahwa geometri kunci penguat
pintu merupakan variabel penting dalam masalah getaran. Umpama-
nya, rancangan USBR menganggap penting penggunaan penguat dari
karet yang rata dan melekat sepanjpng permukaan sebelah bawah pintu
radial, dan mencatat bahwa tende\i getaran secara efektif terkontrol
oleh semacam seleksi yang teliti dad geometri kunci penguat. Aspek-
penting yang lain ialah adanya kan\ng tekanan negatif tepat di sisi
aliran yang menuju hilir. Aspek ini betrpengaruh pada peronggaan dan
dapat dikontrol dengan lubang angin\ang sesuai.
Daya tarik ke bawah secara hidraulklpda pintu daun terjadi seba-
gai akibat tekanan air yang berbeda dan pb{a bagian atas dan bawah
pintu yaiig terbuka sebagian. Pada bagian b)wah pintu, tekanannya
lebih rendah, karena kepalanya adalah kepala kinetik. Pada bagian
atas, beberapa kepala hidrostatik semuanya dapat diperbuat. Hal ini
dapat menambah tekanan ke bawah yang dapat mendesak pintu da-
lam keduoukan terbuka sebagian. Jika kerekan hidraulik tidak diran-
cang untuk melayani tekanan tambahan ini di samping bobotnya sen-
diri dan gesekannya, pengangkatan selanjutnya terhadap pintu dari
posisinya yang terbuka sebagian ini menjadi sukar. Kareha beban hid-
rostatik pada bagian atas pintu disebabkan oleh air yang masuk me-
lalui celah piqtu, makh diperlukan usaha-usaha perbaikan untuk me-
ngontrol agar aliran melalui celah itu wajar. Penahan aliran melalui
celah itu telah dicoba dengan berhasil pada pintu-pintu aliran ke luar
302 Pembangkit Listrik Tenoga Air
dan batang pipa di Koyna (India).
Peronggaan* yang menyebabkan aliran yang melaliri pintu dan ka-
tup, sering menyebabkan kerusakan pada pipa saluran pintu/katup.
Semua
jenis
katup dan pintu yang disebutkan di atas mudah terkena
peronggaan karena kondisi tertentu. Karena pada mulanya perong-
gaan terjadi karena tekanan uap, variabel-variabel utama diidentifi-
kasikan sebagai berikut:
hu . . . kepala maksimum u/s katup
hd . . . tekanan belakang pada d/s katup
hu . . . tekanan uap air relatif pada tekanan udara (-ve).
Indeks o nondimensional, berdasarkan variabel-variabel di atas
adalah
Ketebalan dinding
Pengangkut Air-l
.lg15
pR
'
:
t: (oil6pi1+
o,l5 cm
_ 21.12 x 6O
-@+o,lScm
1267.2
=
866-l2J?
* o'15 cnr
:
1,485f 0,15 cm
I = 1,635 cm
coNTOH 10.2
Sebuah stasiun tenaga ai1
_oialiri
air dengan l0 m3,/detik meralui batang pipa yang
memiliki faktor gesekan
0,016. Ukuran *ikrirnu- repata pada b"i"ig pip"-"0"r"r,
5okg/cm2 dan kerebihan tekanan a"n t.-puun
"i.
20go diatas tekanan normar su-
dah terduga'-Tekanan yang aman di-daram baja diperkirakan 3000 kg/cmz. Batang
pipa- yang suilah siap di tempat proyek mungkin berharga r 5000 rupee per ton, terma-
y!
!ia1a
wmasangannya. Usia proyek
adJah sO tahun dan suku Uunguryui p".r.n.
Telah diusulkan agar menjuarnya atas dasar Re 0,03/kwh. Adapun diameter opti-
mum batang pipa
disesuaikan dengan ketentuan bahwa biaya orrrh aaararr ip.rr.n.
Perkiraan efisiensi turbin 90 persen
dan faktor beban tahunan 0,4.
PENYELESAIAN
Diameter optimum batang pipa diberikan
oleh
o
=
[5rr\t/7
\2Kzl
Dari persamaan (10.10) dan (l0.lg),
\
K1
= ,\, x tri:r,,Ie, LrR,
. ,\_
dan Kz
= t4,S{ *,
t"*a + 0,05)
Diberikan :
p
= S0 + ro\ fikg/cm2
s
=
3000 kg./cm|...
=
Re 0,03.
= Rs 15000,/ton
=
0,016
=
l0 m3,/detik
=
0,4
= 9090
=
10,85 x ld x 0,9 x 0,016 x (lOf x 0,4 x 0,3
= 18780
= r4,5 )<
#
x lsofi)(CRF +
6,95y
(r0.22)
Jika indeks ini lebih rendah daripada nilai kritis tertentu (dikenal
sebagai o), masalah peronggaan ini dapat diduga sebelumnya. Ni-
lai o",7 tergantung pada ukuran katup,
jenis
katup dan mulut katup,
juga jumlah
kepala yang menyebabkan aliran.
Untuk katup pintu, nilai peronggaan yang kritis antara 1,5 sampai
2,0, sedangkan untuk katup bulat antara 1,0 sampai 1,5. Untuk ka-
tup kupu-kupu dan katup bola, nilainya antara 2,0 sampai 2,5. Nilai
indeks peronggaan kritis yang pasti perlu ditentukan melalui kaiian
model dalam tiap kasus tersendiri di bawah kondisi yang berlaku.
Metode baku untuk mengontrol peronggaan ialah memasukkan uda-
ra pada sisi aliran hilir melalui lubang angin. Selain itu, pelurusan ba-
gian aliran, dan pemakaian bahan yang tahan terhadap peronggaan,
umpamanya baja tidak berkarat,
juga
terbukti membantu mengurangi
peronggaan.
BENGXOXAN DAN PIPA BERMULUT BANYAI(
Bila terjadi perubahan arah garis pipa secara horizontal atau verti-
kal, tikungan digunakan. Jadi, atas dasar pertimbangan mengenai pen-
jajarannya,
tikungan-tikungan batang pipa dapat digolongkan seba-
gai berikut:
(0 Bengkokan sederhana, dalam hal ini pipa hanya dibengkokkan,
boleh horizontal atau vertikal.
(il) Bengkokan campuran, yaitu pipanya dibengkokkan pada sisi ver-
tikal dan horizontal agar sesuai dengan
jajaran yang dikehendaki.
'Untuk
penjelasan mengenai ferromenanya, lihat Bab 13.
n-
h'- ho
-
h,-hu
Jadi,
atau
dan
Rr
R2
I
a
Lt
1o
Kl
K.l
K2
untuk suku bunga 790 dan masa proyek
50 tahun, cRF dari tabel
= o,o.r2J.
t-
306
Jadi,
atalr
l.
5.
Pembangkit Listrik Tenaga Air
K2 : 14,5 15000 (0,0725 + 0,05)
Kz: 532,5
-
/s x 18780\r/7
,) : I
-
I
\z
x srz.s
/
= V88,0
D =
1,89 mdibulatkan 1,9 m
PERTANYAAN
Apakah batang pipa itu dan dengan bahan apa dapat dibuat? Dalam keadaan ba-
bagaimana tiap bahan dapat digunakan?
Bagaimana batang pipa dapat diperkuat untuk menjaga tekanan yang lebih ting-
gi? Bagaimana ketebalan batang pipa dapat diperhitungkan untuk tekanan dengan
desain khusus?
Apa yang dimaksudkan dengan 'diameter ekonomis bagi sebuah batang pipa'?
Bagaimana menghitungnya?
Apakah fungsi balok
jangkar? Bagaimana kekuatan-kekuatan yang harus diper-
hitungkan dalam analisis stabilitas?
Di mana katup digunakan dalam batang pipa? Terangkan dengan sketsa, berba-
gai tipe katup dengan kesesuaiannya dalam berbagai kondisi.
BAB 1I
PENGANGKUT AIR-II
(PUKULAN DAN GELOMBANG AIR)
PENDAHULUAN
Dalam merancang sistem pembawa air dari proyek-proyek tenaga air,
maka harus diberikan pertimbangan khusus kepada kondisi-kondisi
arus lewatnya air, terutama apabila sistem pemhawaan air panjang.
Kondisi-kondisi arus air yang lewat itu berpengaruh kepada pengaturan
operasi turbin yang hasilnya mengubah nilai pembebasan. Dalam per-
soalan batang pipa, maka dapat terjadi kemungkinan dalam keadaan
tetap, pembebasan normal menjadi meningkat dengan gelombang
air
tekanan tinggi yang menghantam dinding bqtang pipa akibat kerusak-
an pipa. Di dalam hal saluran-saluran terbuiX. maka hasilnya adalah
terjadinya gelombang atau ombak air. Perencanlqn ctari pipa atau sa-
luran air hendaklah'dilakukan sedemikian rupa te\ang keamanan-
nya terhadap keajaiban terjadinya arus lintas air yang\deqrikian itu.
Keadaan atau kejadian ekstrem yang paling umum aclalah:
@menja-
lankan turbin segera pada tingkatan muatan penuh dari keadaan isti-
rahat, dan (ll) penolakan secara mendadak seluruh rnuatan ilormal oleh
turbin. Dua keadaan atau hal ini masing-masing sesuai dengan pem-
bukaan penuh pintu gerbang dan penutupan menyeluruh pintu ger-
bang turbin. Berbagai kombinasi khusus lainnya clari pengoperasian
katup perlu juga
diselidiki. Diskusi elementer tentang Ienomena atau
keajaiban itu diberikan dalam bab ini.
PUXULAN AIR
Suatu gerbang atau katup pada ujung batang pipa pengontrol pem-
bebasan air ke turbin. Segera setelah bukaan pengatur pintu gerbang
air ini diubah kedudukannya, maka ants air dzrlam pipa diubah be-
sarnya menjadi arus air yang baru. Dengan cara pembuatan itu, m:r
ka terjadi tekanan guncangan cepat dalam pipa sering diikuti dcngarr
60
x
-x
3000
2.
4.
i
308 Pembangkit Listrik Tenago Air
pukulan atau hantaman air seperti bersuara. Karenanya fenomena ini
disebut pukulan atau hantaman air. Terrri pukulan atau hantaman air
terutama telah dikembangkan oleh L. Allievi (mandiri) dan oleh N.
Joukowsky sekitar permulaan abad ke-20. Sejak itu uraian tentang
fenomena tersebut mengalami penyempurnaan terus-menerus. Pe-
nyelesaian dengan komputer dewasa ini berguna untuk sebagian be-
sar masalah. Kita hendak membatasi ruang lingkup diskusi kita ha-
nya pada penampilan-penampilan mendasar atau pokok dari fenomena-
fenomena tersebut.
Ada dua macam pendekatan-pendekatan pokok terhadap masalah
hantaman atau pukulan air. Dalam suatu hal, melalaikan efek tekan-
an air. Hasil dari analisis ini disebut "Teori tentang Ruang Lingkup
Air yang Kaku." Dalam hal yang lainnya, maka efek elastis turut di-
pertimbangkan dan diperhitungkan, hal ini lalu disebut sebagai "Teo-
ri tentang Ruang Lingkup Air yang Elastis."
Teori Ruang Lingkup Air yang Kaku (Tegang)
Pertimbangkanlah hal yang sederhana dari sebuah pipa dengan dia-
meter yang seragam dan dengan panjang L, yang digunakan sebagai
saluran dari sebuah reservoir di mana keadaan purna statisnya ada-
lah ho. Apabila kita lalai memperhitungkan hal yang paling rumit di
dalam pipa, maka kecepatan arus I/o adalah:
. . (11.1)
. . (11.2)
di mana A adalah c/s-nya ruang lingkup dari pipa (lihat Gambar 11.1).
Gambar 11.1. Ayunan curam hidraulik.
Kini apabila katup pada ujung pipa tertutup, maka air dalam pipa
diperlarnbat, dan di situ terjadi peningkatan tekanan. Tekanan ini
mengayunkan kecuraman hidraulik normal ke suatu posisi seperti apa
yang dituangkan pada Gambar I t.l oleh garis yang bertitik-titik. Se-
Pengangkut Air-ll l0(,
jak
tekanan pada permukaan reservoir itu mengandung udara dan tla-
lam keadaan konstan, maka ayunan + ve mengakibitkan pada
ba-
gian belakang arus dari pipa ke dalam reservoir. Apabila air mengalir
kembai, dalam reservoir, maka hal itu menimbulkan keadaan hampa
udara sebagian dan tekanan dalam pipa mengayun ke arah
-
ve. Hal
ini menyebabkan air reservoir mengalir ke daram pipa. Tetapi katup
menjadi terturup sebagian, air dalam junrlah
banyak kembali dipei-
lambat mengalirnya, hal ini menimbulkan ayunan tekanan positif kem-
bali. Dengan demikian dapat dilihat bahwa penutupan
katrp
-.*_
bawa akibat getaran tekanan. Tingkat maksimal tambahan
fiukulan
air inti /r,, terhadap pukulan
air inti normal h- dapat diseiesaikan
dengan bantuan Hukum Kedua Newton. Apabila dipeitimbangkan vo-
lume air dalam pipa yang diperrambat, muka dapit kita tuliikan se-
bagai berikut:
F:pnA:#(_y,)
Di sini p,, adalah pukulan
tekanan air
=
w h,.
":+(-y,)
(l1.3)
. . . (il.4)
(l l.s)
. . . (il.6)
Yo:{ffi
dan
Q"-Atlffi
Di lain pihak, kecepatan melintasi gerbang pada saat apa pun diru_
muskan sebagai berikut:
v:
\/Tilmi -
-..-
Jadi,
di mana
Apabila jumlah
waktu penutupan pintu gerbang
adi)Eh-T"_maka
untuk penutupan
secara menyeluruh, penerimaan girak seragam pin_
tu gerbang,
maka hal itu dapat diperrihatkan bahwa pukurii
utama
maksimal dari air h*. adalah sebagai berikut:
Dalam kebanyakan kasus-kasus untuk nilai-nilai yang kecil dari r(1,
maka persamaan (11.6) menjadi sederhana, sebagai berikut:
lrn^ K, ,
-i;:
it
v x'
... (11.7)*
f
Sejak K1 paling banyak bernirai dari 0,1 sampai 0,2, makapcrsamaan (l1,7) masih da-
pat menggunakan batasan istirah asar mura ialah
f
, o.rgun demikian menjadi:
ho^
_
LVo
T-g
merupakan rumus yang sering dikutip oleh banyak buku-buku tentang hidraulik.
Y":f-
lah air yang terkumPul.
Dengan demikian, tekanan gelombang membutuhkan
(l 1.8)
di mana K merupakan besarnya penyesuaian dan
p merupakan
jum-
.L
waktu
T
3 l0 Pembongkit Listrik Tenogo Air
Persamaan (1 1.6) atau (l 1.7) dapat
juga
digunakan untuk penutupan
sebagian setelah penggantian Vo oleh A% kemungkinan di dalam
kecepatan-kecepatan. Di dalam persamaan tersebut di atas tanda po-
sitif memberi nilai dari hn^ untuk ayunan ke atas, sedangkan yang
tanda negatif memberi nilai untuk ayunan ke bawah.
Kita dapat menyebutkan pembatasan berikut ini dari teori ruang
lingkup air yang kaku (tegang).
(l) Tidak mau mengenal efek-efek elastis karena kemungkinan-
kemungkinan tekanan yang mendadak. Dengan demikian setiap ke-
mungkinan adanya tekanan dapat dipindahkan seketika itu
juga ke
seluruh panjangnya pipa. Dalam kenyataannya, maka pemindahan te-
kanan menembus limpahan air dalam bentuk tekanan gelombang air,
kecepatan /. adalah sebagai berikut:
Pengongkut Air-ll 3l I
an, baik untuk menyederhanakan masalahnya maupun pengambilan
faktor keamanan yang lebih besar.
(iii) Sesungguhnya, pada mulanya hanya digunakan untuk penya-
luran air yang sederhana. Di mana penyaluran air terdiri dari peng-
gunaan pipa-pipa yang panjangnya berbeda dan luasnya berbeda, maka
pada tingkat pertama dituntut untuk mengubah dalam bentuk penya-
luran air sederhana yang sebanding. Prosedurnya adalah sebagai
berikut:
Katakanlah Lr, Lz, L3 . . . Z, merupakan ukuran panjang n pipa-
pipa yang berbeda dalam seri dan mempunyai lintas seksi luas 41, A2
. . A,. Maka terdapatlah
jumlah panjangnya penyaluran air seba-
gai berikut:
L:LI*L* ..Ln
Luas seksi lintasan yang sebanding, A dapat diselesaikan dengan:
(l l. l0)
Teori Ruang Lingkup Air yang Elastis
Pukulan atau hantaman tekanan air biasanya cukup tinggi dan daya
tekanan,/efek-efek sifat elastis dari air tidak boleh lagi dilalaikan. Se-
bagai suatu fakta yang nyata, tekanan
justru
berkembang pada pintu
air sebagai akibat penutupan pintu air yang mem-
bawa masa air ke situ, dan kemudign dalam ke-
adaan berhenti, pada waktu yang.Versamaan ma-
ka tekanan tinggi mqgaradntuk memberi te-
kanan pada masdf,ir dan mengarah berlanjut ke
pipa. Gambar ll.2 memperlihatkan efek ini pa-
da panjang 'dx' dari pipa. Di situ terdapat pe-
ngurangan dalam ruang lingkup air karena te-
kanan pada waktu yang bersamaan, pipa men
jadi
membesar seperti diperlihatkan oleh garis yang bertitik-titik. Efek
ini dipindahkan secara progresif ke seluruh panjang pipa dalam ben-
tuk gelombang tekanan dengan kecepatan V,. Apabila keseluruhan
pipa sedemikian rupa dalam keadaan terpaksa dengan tekanan tinggi
dan tanpa arus, maka energinya menjadi lebih besar daripada induk
hotetap pada reservoir. Hal ini mengakibatkan arus balik dari pipa
ke dalam reservoir dengan efek pembebasan tekanan. Arus balik yang
disertai dengan pembebasan tekanan ini berkembang progresif lang-
sung menuju pintu air. Sejak di sana, kini terdapat kekurangan air da-
lam pipa bila diperbandingkan dengan volume pipa dalam keadaan
normal, maka masa air meluas disertai oleh tekanan rendah. Dengan
demikian, keseluruhan pipa mengalami ayunan dengan tekanan rcn-
L
:A*L +L:v-
A Ar'Ar"" Ao
untuk menjelajahi seluruh panjang pipa dan tidak perlu seketika itu
juga
sepertiyang dikiranya semula. Di sini kita membatasi
jangka wak-
iu- r, iebagai waktu penutupan kritis daripada katup misalqya,
ialah waktu-yang dibutuhkan oleh gelombang tekanan air dalam perja-
lar,an kelilingnya dari katup ke reservoir dan pulang perginya' Dengan
demikian, maka:
(l r.e)
Pada umumnya apabila waktu penutupan katup aktual Titu lebih be-
sar daripada 7,, maka teori ruang lingkup air tegang memberikan pe-
naksiran
yang benar dan memadai daripada ekses-ekses yang ditim-
bulkan karena adanya penutupan katup.
Berdasarkan hal tersebut, maka kita membatasi penutupan katup
dengan perlahan-lahan (T> 7,) atau dengan cepat (7<
4).
Untuk penutupan perlahan-lahan, maka persamaan 11.7 cukup me-
muaskan. Untuk penutupan cepat kita memerlukan pertimbangan efek-
efek elastis yang akan diuraikan dalam paragraf berikut ini.
(ii) Seperti tersebut di atas, tnaka asal mulanya efek-efek pengge-
seran tidak diketahui. Hal ini membawa kesalahan yang kadang-kadang
tidak perlu diperhatikan, tetapi diizinkan apabila geseran-geseran pi-
pa tlitujukan untuk menanggulangi ekses-ekses tekanan-tekanan
pu-
kulan air. Tidak dikenalnya hal tersebut, maka perlu diambil tindak-
2L
t":
T"
Gambar 11.2. Pe-
ngaruh tekanan
pukulan air.
312
Pembongkit Listrik Tenago Au
dah. Apabila tekanan rendah ini dipinCahkan sampai pada batas
akhir reservoir, maka terjadi lagi perbedaan tekanan, ialah induk ft,
dalam reservoir menjadi lebih besar daripada tekanan rondah dalam
pipa. Perbedaan besar ini mengakibatkan arus mengalir dari reservoir
Ledalam pipa yang pada waktu bersamaan pula meninggalkan tekanan
rendah. Apabila laju arus aliran ini mencapai pintu gerbang yang da-
lam keadaan tertutup, maka ia akan segera menahan laju gerakan-
nya, dengan demikian membangkitkan ayunan positif. Seluruh pola
ini berulang dalam bentuk siklus pola yang mengakibatkan ayunan
atau goyangan tekanan melalui keseluruhan pipa. Fenomena ini hampir
sama dengan goyangan bandul
jam. Sebagai suatu fakta yang nyata,
akan tetapi, untuk efek penghamburan energi di dalam pipa karena
geseran yang berlawanan, maka goyangan-goyangan ini akan berlan-
jut terus dengan tidak terbatas. Karena melemahnya efek perlawanan,
maka amplitude goyangan perlahan-lahan berkurang sesuai dengan
waktunya seperti terlihat dalam Gambar ll'3.
Penampilan aneh dari
^
penyebaran tekanan om-
I
bak atau geiombang, baik
i
tinggi maupun rendah Yang S
mencapai reservoir akan di-
la
pantulkan kembali sebagai
tekanan gelombang nor-
mal, sedangkan setiap ge-
lombang tekanan normal
pada pintu gerbang
Yang
iertutup akan dipantulkan kembali salah satunya sebagai gelombang
tekanan tinggi ataupun gelombang tekanan rendah, tergantung dari-
pa6a arah-irur. Kondisi-kondisi tapal batas ini menyebabkan
bermacam-macam
pantulan pada kedua bagian akhiran pipa. Di da-
lam sesuatu arus tanpa geseran yang ideal, maka variasi-variasi tekanan
yang tunduk pada waktu akhir katup, di tengah variasi-variasi tekanan
pada mulut pipa dapat dilihat pada Gambar I1.4(a), O)
dan (c) seca-
ra berurutan.
Gambar I 1.4 menunjukkan bahwa seluruh pipa mengalami tekanan
tinggi seperti halnya pada katup, tetapi untuk apa lamanya tekanan
tinggi utuu tekanan rendah dipertahankan adalah r. untuk ujung ka-
T
tup,
+
untuk pertengahan panjang pipa, sedangkan pada tempat
masuk pipa, hal ini adalah sangat kecil sekali.
Untuk penutupan-penutupan yang mendadak, seperti bila penutup-
an katup yang sempurna sebelum gelombang yang dipantulkan kem-
bali pada-aktiir pintu gerbang, maka ada kemungkinan untuk meng-
Pengongkut Air-ll .1 l3
Waktu+ Waktu+ Waktu-+
(a) Pada ujung katup (b) Pada pertengahan (c) Pada mulut pipa
Gambar 11.4. Variasi tekanan.
gambarkan jumlah
konservasi dari energi air dalam pipa. Dengan de-
mikian semua energi kinetis dapat diperkirakan dan dapat diubah men-
jadi
tegangan energi air (ditekan) dan tegangan energi pipa (kete-
gangan). Berdasarkan perkiraan ini, maka kita dapat memperoleh pe-
nampilan dari tekanan pukulan air sebagai berikut:
Diketahui bahwa:
Diameter pipa
-
D
Tebal dinding pipa :
t
Panjang pipa
-
L
Elastisitas pipa yang sesuai
-
E
Besarnya penyesuaian air
-
K
Permulaan kecepatan yang tetap
:
Vo
Masakepadatanair :
w:
p
I
Tekanan pukulan air
: p*
,,
h*.: ekses utama rqaksimal karena pukulan jiL----
Sampai tekanan dalam AinAing
f
:r*
Volume air
:
nD'
,
tekanan :rDt L
Jumlah energi kinetis :
Tegangan energi air Tegangan
sebelum penutupan setelah penutupan
+
energi pipa.
Dengan demikian:
(?.
)V:'e(+, )+fioo,
rt
(lr.lt)
Dengan mengganti nilai
/
dan menyederhanakannya, maka kita
dapatkan:
1
6
c
(,
)a
o
t-.
I
E
6
I
a
F
t
tr
d
6,
J.
o
F
Waktu
-
I
Gambar 11.3. Pengurangan osilasi aki-
bat geseran.
ps: tilhu^ :
. (n.r2)
?
314 Pembongkit Listrik Tenaga Air
Apabila kita menunjuk: V":
di mana
maka
I l,D
n:Tt7E
Pengangkut Air-ll .l I 1
persamaan-persamaan (l l.l4) darr Penyelesaian secara umum untuk
(ll.l5) adalah sebagai berikut:
h:ho+F+f
Y: Yo-
Jadi
(ll.l6)
(il. r 7) $"rr-tt
, Voyo
nrrr:
v
. . . (ll.t3)
Di dalam formula di atas, yang dikenal sebagai formula Allievi, maka
V" adalah kecepatan tekanan gelombang melalui gabungan sedang
antara air dan material pipa dan h** merupakan hantaman utama air
maksimal (ekses di atas tekanan normal) yang disebabkan karena pe-
nutupan mendadak. Di dalam kenyataan, maka terdapat unsur c
)/ang
harus dikalikan dengan t"r^
fi,nal
mana tergantung atas tipe pe-
nopangnya.* Sejak unsur c ini untuk berbagai kasus selalu sering de-
kat dengan kesatuan (terutama untuk nilai-nilai sedang dari pertim-
bangan perbandingan Poisson), maka hal itu cukup memadai untuk
menerima kesatuan nilai dari c dalam analisis-analisis pendahuluan.
K*dapat digambarkan sebagai besarnya penyesuaian yang diubah se-
demikian rupa yang diperhitungkan dengan pemindahan tekanan me-
lalui dinding pipa. Persamaan (l l.l3) sering digunakan dalam kalkulasi-
kalkulasi elementer guna penaksiran pengembangan utama ekstra yang
disebabkan oleh penutupan yang mendadak. Adalah perlu ditegaskan
bahwa pengembangan utama yang disebabkan karena penutupan meil
dadak itu bebas berdiri sendiri, baik mengenai waktu penutupan mau-
pun panjangnya pipa.
Persamaan
(l l.l3) itu, meskipun cukup untuk kalkulasi pukulan he-
bat dari air, namun menurut pertimbangan akal tidak memuaskan,
apabila hal tersebut tidak disertai pola gangguan fisik tekanan-tekanan.
Guna menyelesaikan secara klasik, bila kita mempertimbangkan se-
bagian kecil dari panjang dx pada pipa, dan menggunakan persamaan
momentum dan lanjutannya, maka hal itu dapat terlihat pada perbe-
daan pokok persamaan-persamaan dan dapat dituliskan sebagai beri-
kut setelah diadakan suatu penyederhanaan.**
Dalam persamaan (l I .16) dan ( I I .17), h dan Z mewakili atau meng-
gambarkan tekanan utama hidraulik dan kecepatannya pada tiap waktu
t, danFdengan/adalah fungsi-fungsi gelombang atau ombak yang
melibatkan waktu I dan
jarak,
x, yangdiukur dari akhir katup. Fmewa-
kili atau menggambarkan gelombang langsung yang menjelajahi me-
nuju ke arah reservoir, sedangkan/adalah gelombang yang dipantul-
kan yang menjelajah dari reservoir. Kita dapat mengatakan bahwa pu-
kulan utama air h, pada setiap waktu dan pada setiap titik adalah di-
karenakan penempatan efek-efek ini di atas dua gelombang-gelombang,
tersebut. Dari adanya batasan-batasan kondisi terscbut. maka relasi
antara .ir dan/pada pintu gerbang dapat ditetapkan sebagai berikut:
f
(t)
--
-
F (t-T) (il.18)
2L
di mana T,
:
T,
adalah merupakan waktu yang kritis yang di-
butuhkan gelombang untuk berjalan keliling melalui pipa.
Untuk penutupan total yang mendadak, maka tekanan yang me-
ningkat segera pada katup dapat diselesaikan dari persamaan-
persamaan (11.16) dan (ll.l7), dengan cara menaruhkan Z: 0 dan
f
:
0 (gelombang yang dipantulkan belum mencapai akhir katup dan
baru kemudian melaluinya)ilang-trasilnya sebagai berikut:
h-ho- P
Y'%:
p
dan
c
h-ho: h^-
ry
(ll.19)
(1r.20)
Ah IAV
-:- -
0x
cAt
Xh _
V", (0V\
a7-
7 \ar /
... (ll.14)
. . . (l1.ls)
adalah merupakan formula yang sama seperti yang diperoleh terdahulu.
Persamaan-persamaan (l l.l6) dan (l 1.17)
juga
merupakan baik da-
sar penyelesaian komputer maupun penyelesaian grafis yang telah di-
gunakan secara ekstensif.
Perlakuan masalah hantaman air tersebut di atas adalah cukup sc-
bagai pekerjaan pendahuluan. Akan tetapi untuk keperluan rencana
yang mendetail, maka pertama kaliharus dipertimbangkan unsur-unsur
tambahan sebagai berikut:
(l) Efek geseran dari batang pipa. Geseran merupakan unsur lcrbr'-
rKondisi
yang berbeda daripada penopang pipa tergantung dari metode penopangan pi-
pa. Pada beberapa kasus, maka pemasangan jangkar meliputi seluruh panjang pipa, sedang-
kan pada bc'berapa kasus lainnya hanya dipasang pada sebuah sisi akhir pipa.
**Unruk
rncndapatkan itu harap nrelihat buku "Pabrik Pengolahan Barang Cair" oleh
Charles.lucgcr.
3 l6 Pembongkit Listrik Tenaga Air
sar yang merisaukan terhadap getaran tekanan. Mempersatukan efek
gel eran biasanya ditujukan untuk mengurangi tekanan hantaman air.
Pada umumnya kerugian yang diderita karena geseran adalah sangat
kecil bila diperbandingkan dengan
jumlah
totalnya. Akan tetapi, da-
lam kasus-kasus dari pipa-pipa yang panjang atau dalam kasus-kasus
penutupan pintu secara perlahan-lahan, maka efek geseran ini di da-
lam penyelesaiannya harus dipersatukan. Metode-metode sebelumnya
dalam perhitungan efek geseran adalah terdiri dari dua tipe:
(a) Di dalam penyelesaian tipe pertama, maka kerugian-kerugian
geseran mendekati satu atau lebih banyak gambaran tentang pa-
tokan-patokan dugaan rintangan-rintangan (sepertinya piringan-
piringan yang berlubang) pada lokasi-lokasi sepanjang garis pipa
yangtertentu,dan semua kerugian-kerugian geseran pada setiap ba-
gian yang dipusatkan pada lokasi-lokasi ini. Metode yang demikian
itu meskipun lebih baik daripada tidak mengetahui samasekali ten-
tang geseran, namun masih tidak seluruhnya memuaskan, meng-
ingat dugaan yang dapat menghasilkan sekonyong-konyong hanya
berupa sepintas tekanan pada rintangan-rintangan daripada yang
seharusnya, tekanan seragam sepintas karena geseran.
(b) Alternatif lain adalah, menggunakan suatu penampilan pen-
dekatan yang membujur untuk hilangnya geseran daripada peng-
gunaan formula Darcy-Weisbach.
Setelah kedatangan teknologi komputer, maka dimungkinkan rryr-
tuk menyelesaikan masalah tersebut segera dengan menggunakan
metode perwatakannya dan dengan cara pengembangan program
komputer yang layak dan pantas.
(ir) Pengaruh timbal balik antara etek gelombang dan efek hantaman
air. Pengaruh timbal balik ini sebagian besar dapat dilihat dari situasi-
situasinya, akan tetapi mempunyai beberapa hubungan dalam keadaan
yang khusus terpisah.
(iir) Batang-batang pipa yang bercabang. Apabila sebuah batang pipa
bercabang menjadi dua atau lebih, maka masalahnya mendatangkan
komplikasi lebih lanjut dan harus dianalisis tersendiri.
Pada lazimnya sajian program-program komputer dari kebanyakan
kasus-kasus yang demikian berbeda adalah sangat berguna.
Penyelesaian Allievi
Pada awal abad kedua puluh Allievi menampilkan penyelesaian-
penyelesaian 11.14 dan 11.15 dalam bentuk suatu seri persamaan yang
saling isi-mengisi yang mengambil bentuk yanglazim sebagai berikut:
Pengangkut Air*ll j
l7
Pada persamaan
tersebut di atas, maka h, merupakan jumlah
sa-
tuan pada unit waktu fth (satu unit waktu :
," :
+)
dan
V
adalah kecepatan yang- bersesuaian.
penyelesaia,
p.ogr.rif
dari per-
samaan I l.2l menghasilkan suatu seri persamaan-persamaan
yang sa_
ling isi-mengisi. Persamaan-persamaan
itu terutama digunakan untuk
penyesuaian
dan perrengkapan
terhadap masarah-masalah penutupan
perlahan-lahan.
Untuk kegunaan yang praktis, maka anlievi, lalu me-
ngembangkan tabel-taber yang didasarkan kepada persamaan
rr.zr.
Inilah tiga grafik parameter yang melibatkan param eter-parameter z,
d dan p yang
diberikan oreh formura-formula
sebagai berikut:
, f.+L
o:_f_
g:
v,T ... (ll.2l A)
2L
V. Yo
P-EE
Tabel-tabel dapat digunakan apabila setiap dua parameter-parameter
diketahui. sebuah ciri dari tabel tersebut diberikan dalam Gambar I 1.5
(lihathlm.3l8).
GEMA DALAM TABUNG PIPA
Di samping tekanan hantaman air, maka aspek penyelidikan penting
lainnya dalam perencanaanlabung pipa, tibung pipa adalah gema.
Apabila sistem pembuatan tabung pipa-berpengaruh
terhadap perang-
sangan periodik dengan periode yang sarn--adergan sistem perioAe ata-
mi, maka berkembanglah getaran-getaran keras dari tekanan inti. Di-
katakanlah bahwa sistem menjadi bergema dan dalam keadaan ba-
haya untuk menjadi rusak, hal ini adalah sebagai akibat dari getaran-
getaran yang bergerak sendiri. Perangsangan periodik dalam kasus ta-
bung pipa biasanya adalah karena irama penutupan dan pembukaan
daripada katup tabung pipa pada akhir arus bawah dari pipa. Di sam-
pingnya, maka pengejaran pengaturan, get aran katup-katup, bocorarr-
bocoran karena salah pasang segel, dan penuntun getaran-getaran
baling-baling, sementara itu merupakan sebab-sebab lainnya yang dapat
menimbulkan gema. Gema dapat terjadi secara fundamental atau me-
rupakan keselarasan-keselarasan yang lebih tinggi.
Hanya sedikit laporan yang ada tentang kasus-kasus kesukaran ge-
ma dalam sistem tenaga air. Hal ini terutama disebabkan karena kc-
cilnya penghargaan
terhadap fenomena gema. Kasus yang paling di.
ketahui adalah timbulnya kerusakan dalam skara besar daiipada l.ac-
ht * hit
-
2ho-*\tu,-,
-vr)
(l l.2l)
q
318 Pembangkit Listrik Tenaso Air
@o
OO-
A,N
5,S
6.0o
1,s
\o,00
22
Sumbu
Gamber 11.5. Peta Allievi.
Blanc-Lac Noir proyek pompa untuk timbunan air di Eropa, di mana
terjadi ledakan mendadak di dalam tabung pipa yang menandakan
adanya fenomena gema.
Pada Bersimis-Il di
Quebec,
Kanada, maka tercatat kesulitan ge-
ma pada tahun 1961, yang disebabkan karena bocoran yang terjadi
akibat salah pasang segel.
Charles Jaeger, yang telah menyelidiki fenomena gema secara men-
detail menegaskan, bahwa kegunaan data tentang kasus gema yang
telah diketahui telah terjadi pada sistem-sistem yang menggunakan pipa
yang relatif lebih pendek dan lebih lanjut berkesimpulan, bahwa da-
lam lajur pipa-pipa yang lebih panjang, maka efek yang mengkhawa-
tirkan karena getaran dan sebagainya mungkin dapat membantu me-
nanggulangi fenomena gema.
Pengongkut Air-ll 3 l9
GELOMBANG.GELOMBANG SALURAN
Dalam sistem-sistem pembawaan tenaga air, maka pada suatu ketika
digunakan saluran tenaga yang panjang yang memberi suplai air pa-
da rumah pembangkit tenaga. Dalam kasus-kasus yang demikian, maka
pengaturan pembebasan mendadak dari turbin menimbulkan terjadi-
nya ombak atau gelombang air yang kemudian bergerak ke hulu arus.
Demikian pula apabila air dari rumah pembangkit tenaga dialirkan
ke bagian akhir saluran panjang cepat, maka pengaturan turbin me-
nimbulkan gelombang yang bergerak menuju ke arah arus bawah ba-
gian akhir saluran. Gelombang-gelombang yang demikian, dalam
saluran-saluran merupakan bagian penentang daripada hantaman air
dalam pipa. Di dalam desain saluran tenaga atau bagian akhir salur-
an cepat, maka perlu dipertimbangkan ketinggian gelombang yang pa-
ling buruk untuk menentukan tempat yang bebas melalui permukaan
normal daripada air dari saluran.
Gelombang-gelombang dapat merupakan gelombang-gelombang po-
sitif atau gelombang negatif, hal ini tergantung daripada kedalaman
air setelah terjadinya gelombang itu akan menjadi lebih besar daripa-
da keadaan normalnya ( + ve gelombang) atau menjadi kurang dali-
pada normalnya. Mereka juga
diuraikan atas dasar dari arah mana
mereka menjelajahinya. Pintu arus bawah menimbulkan gelombang-
gelombang yang bergerak menentang arus, sedangkan pintu masuk
menimbulkan gelombang yang bergerak dalam arah yang sama seperti
arusnya.
Dalam Saluran Tenaga:------
Gelombang positif clihasilkan-jilarlpenutupan pintu turbin;
Gelombang negatif dihasilkan dari pen--'nrgkatan pembukaan pintu
turbin.
Dalam Akhir Saluran Cepat:
Gelombang positif dihasilkan karena pembukaan pintu turbin;
Gelombang negatif dihasilkan karena penutupan pintu turbin.
Gambar I1.6 (a) memperlihatkan gelornbang positif dalam saluran
tenaga, sedangkan Gambar I1.6 (b) memperlihatkan gelombang po-
(a) Saluran tenaga (b) Akhir saluran cepat
I
^8 N
-_:
{ao=oQ
-:61"t
d) s -
--:is
a
l$
$s
oO
1,f
^s
llo
r,ao
Gambar 11.6. Celombang dalam saluran tenaga.
320 Pembangkit Listrik Tenaga Air
sitif dalam akhir saluran.
Sebuah analisis elementer dari sebuah gelombang positif dalam sa-
luran tenaga bersegi empat panjang yang disebabkan karena penutxpan
pintu, diberikan di bawah ini.
Ditetapkan:
g,
=
pembebasan
-Pr =
kedalaman
I/r
:
kecepatan
Pengangkut Air-ll 321
Dalam kasus-kasus di mana gelombang bergerak ke muara, maka ha-
rus disediakan tanda yang digunakan untuk kecepatan gelombang.
Di dalam persamaan (11.22), (\ + V") telah disebutkan sebagai
kecepatan ombak c dan dapat diperoleh dari persamaan (11.23) de-
ngan beberapa pendekatan sebagai berikut:
(lt.24)
Diskusi lebih lanjut terhadap perhitungan mendetail tentang
gelombang-gelombang saluran terbuka dalam saluran bukan segi empat
panjang adalah diluar lingkup buku ini, dan para pembaca dipersila-
kan berhubungan dengan buku-buku tentang arus saluran terbuka.
TANGKI-TANGKI GELOMBANG
Tangki atau kolam gelombang atau menara gelombang adalah sebuah
bangunan yang merupakan bagian penting dari sistem pembawaan te-
kanan saluran bilamana sistem-sistem yang demikian itu panjang. Apa-
bila lokasi dari pabrik pembangkit tenaga dalam
jarak
dekat dengan
pusat lapangan pekerjaan, maka tangki gelombang
tidak mutlak ha-
rus ada. Dengan demikian, maka pabrik-pabrik pembangkit tenaga
dengan menggunakan sungai aliran deras dan induk bagan-bagan, se_
dangkan pabrik pembangkit terletak pada kaki bendungan, maka ti-
dak diperlukan adanya tangki gelombang. Dengan begitu, maka ke-
banyakan dari pabrik-pah{k pembangkit tenaga, saluran pembawaan
air terbuka, sepertinya bagai:bagan saluran pengelakan tiiak memer-
lukan adanya tangki-tangki gelom-b'angJada umumnya dapat di ka-
takan, bahwa tangki gelombang biasanya dihubungkan dengan pe-
ngembangan bagan-bagan tegangan tinggi, di mana air disalurkan. Le-
wat terowongan-terowongan ke pabrik pembangkit tenaga. Suatu ci-
ri pengaturan perihal tersebut dapat dilihat Gambar 11.8.
Dapat disebutkan di sini bahwa beberapa pabrik pembangkit tena-
ga belakangan ini di USSR, kendati tidak mempunyai tangki gelom-
bang, meskipun untuk tabung pipa yang sangat panjang. Salah satu
contoh adalah stasiun pembangkit Nureksk. Di dalam stasiun pem-
bangkit hidro lainnya, Charvaksk, maka turbin-turbinnya adalah cu-
kup kuat untuk menanggulangi tekanan gelombang. Telah terbuka,
bahwa dengan cara mengadakan seleksi yang cermat terhadap karak-
teristik generator-generator turbo, penumpahan ukuran muatan dan
unsur-unsur penggabungan seringkaii dapat menghapuskan himpunan
kelompok gelombang dan pembebasan dapat dilalui hanya dengan cara
meningkatkan secara sedang diameter tabung pipa. Efek-efek ini mc-
}.
,.u"rrrrn gelombang
g,
=
pembebasan
I
./z =
kedalaman
I
setelah gelombang
Vz
=
kecepatan
)
b
: Lebar saluran
(perkiraan empat persegi panjang)
v' : kecepatan gelombang
Fano-"ranya adalah dari ke-
Front gelombang stasioner
adaan alam yang tidak tetap,
\- tetapi medan gelombang da-
Y I Pat
dibuat stasioner dengan
T--I ,!,
-r1rr*r"1
cara menimbulkan keseganan
vr-r(vt+vc)
;
kecepatan + V, atas sistem
*@- .7+t??rl7??
prakiraannya. Hal ini meng-
Gambar 11.7. Analisis selombang
positif.
akibatkan kondisi seperti ter-
lihat pada Gambar I1.7. Per-
samaan-persamaan dari kelanjutan dan momentumnya kini ddpat
mempergunakan prakiraan dari kondisi tetap ini. Dengan demikian,
apabila kita pertimbangkan perbandingan dari sebuah saluran segi em-
pat panjang dengan letak yang lebarnya b, sebelum nilai-nilai kece-
patan gelombang dan sesudahnya dan kedalamannya adalah sebagai
V, danyl dan V2 dan/2 secara berurutan dan apabila I/. merupakan
kecepatan ombak dari gelombang yang bergerak ke hulu, maka ke-
lanjutan dan persamaan-persamaan momentum menghasilkan dua per-
hubungan, satu sama lainnya berturut-turut sebagai berikut:
(\
*
V,) yrb : (V2 + V,) y2L,
dan
ry
-ry:!
nV,-vy)
(v,q.v,)
Dua persamaan tersebut di atas, yang mana pada lazimnya yang ti'
dak diketahui adalah y2dan V.., dapat serentak menyelesaikan pem-
berian
/2.
Jumlah besarnya yang tertingEi
(lz
-
y1) merupakan ke'
harusan yang diizinkan dalam saluran-saluran tenaga untuk efek-efek
gelombang.
Analisis semacam itu dapat
juga
dibuat untuk akhir saluran cepat.
(11.22\
(11.23)
*
br,tt'
322
Pembangkit Listrik Tenoga Air
Pengangkut Alr*- ll 12 I
nya hal tersebut dapat digambarkan semacam buffer yang menyerap
peningkatan guncangan tekanan-tekanan yang disebabkhn karena
penggantian-penggantian pembebasan yang mendadak.
Di samping apa yang tersebut di atas, maka tangki gelombang juga
secara otomatis melayani fungsi sekunder, hal ini dapat berfungsi
sebagai tempat penyimpanan. Seperti halnya sebuah accu, maka ia
dapat menyerap ekses pembebasan dari reservoir atau dalam ke-
adaan darurat dapat memberi ekstra air kepada turbin-turbin mana-
kala dibutuhkan. Tempat penyimpanan ini dibutuhkan apabila tur-
bin dipindahkan alirannya dari suatu kedudukan tetap ke kedudukan
tetap lainnya. Hal itu dapat dikatakan sebagai suatu penarikan kem-
bali, bahwa suatu fungsi yang sama yang telah diuraikan sebelumnya
di dalam hal bagan-bagan penyimpangan-penyimpangan fungsi saluran.
Dengan demikian, maka apabila muatan pada turbin menurun, ma-
ka ekstra air mulai menyalur ke dalam tangki gelombang dan permu-
kaannya naik secara progresif. Hal sebaliknya akan terjadi, apabila
muatan di pabrik pembangkit tenaga meningkat.
Hal itu mungkin akan berkenan, bahwa tangki-tangki gelombang
tidak langsung berpengaruh terhadap besarnya tekanan pukulan air.
Akan tetapi, sejak tekanan-tekanan ini merupakan sesuatu yang tidak
abadi dan bersifat menimbulkan gangguan, maka frekuensi getaran
pukulan air akan tergantung daripada lokasi tangki gelombang. Ma-
kin dekat letak tangki gelombang terhadap pabrik pembangkit tena-
ga, maka makin besarlah frekuensi getarannya. Kedua kalinya
juga
perlu diingat, bahwa meskipun getaran-getaran tekanan pukulan air
dapat diredakan oleh tangkljqlombang, namun sebaliknya akan mem-
berikan kenaikan frekuen-
\--
si masa getaran dari air di
dalam tangki gelombang
dan reservoir yang dihu-
bungkan oleh terowongan-
d .
terowongan tekanan ren-
-E
'
dah. Bagan dari tangki ge-
E
lombang harus memperhi-
1
tungkan masalah getaran
$ _
masa ini.
'a
Gambar 11.9 memperli-
hatkan kegunaan ini de-
ngan
jelas.
Tangki gelom-
bang stabil addah sarana di
mana getaran-getaran ini
dapat segera diredakan.
Gambar 11.9. Getaran dalam tangki
gelombang.
Gambar 11.t. Susunan tangki gelombang'
nyelamatkan biaya dan waktu. Biasanya kenyataan
yang terdapat di-
tlburryut un negeri-negeri
lainnya adalah lazim melengkapi tabung-
tabun! pipa dengan ruang-ruang
gelombang dan sistem terowongan
kecepatan tinggi.
Kegunaan atau Sifat Tangki Gelombang
Sari Gambar ll.8 akai menjadi
jelas kiranya, bahwa tangki ge-
lombang adalah tempat
pengisian air yang terbukti agak besar yqng
ditempatkan antara
pabrik pembangkit tenaga dan tabung
pipa tekanan
if"rrfia" sebelah iisi dan terowongan tekanan rendah dan reservoir
ui."p"uiu sisi lainnya. Mengapa hal itu mutlak perlu demikian? Fungsi
meieka adalah melindungi iirt"- saluran tekanan rendah terhadap
tekanan-tekanan
tinggi yang bersifat intern. Bilamana tiba-tiba terja-
di penolakan muatan oleh sistem tenaga, maka penggerak-penggerak
turbinmengaturmasuknyaairdalamturbin-turbinsebagaipemecah-
an soal dalam beberapa detik, sedemikian rupa sehingga tidak meng-
izinkan memberikan i<esempatan
pada frekuensinya'
Masa air dalam
sistem
pembawaan penyalurannya, di dalam
putaran' mendadak men-
iuiiiu*uut
dalam k...putu,t'y1,
9ut
pro,ses itu memberikan
pening-
t"t"" p"r."tan tetanan'air,
hal ini telah diuraikan dalam
pasal-pasal
sebelumnya. Objek tangki
gelombang adalah untuk menghalang-
t
"l-"gi
dan me.edatan
getomtang-gelombang
tekanan tinggi ini dan
tidakinengizinkan
,,,.r"-ku masuk dalam sistem tekanan rendah. Ka-
,.nu udanlu tangki gelombang, maka seluruh tekanan saluran
pada
sisi u/s aaii tangt i gelombangdapat direncanakan sebagai sistem te-
kanan rendah, sedangkan tabungpipa antara tangki
gelombang dan
p"Uiif. pembangkit teiaga dapat diiencanakan sebagai saluran-saluran
yang dapat menentangiekanan-tekanan
tinggi pukulan air' Karena-
Batang pipa tekanan tinggt
324 Pembongkit Listrik Tenaga Air
Tipe-tipe Tangki Gelombang
Tangki-tangki gelombang dapat diklasifikasi dalam
jenis-jenis yang
berbeda-beda sebagai berikut:
(a) Konstruksi materialnya, beton atau baja dan sebagainya.
(b) Lokasi yang bersangkutan dengan tanah, bawah tanah atau di
atas tanah.
(c) Lokasi dalam sistem hidrauliknya, antara lain tentang letaknya,
apakah di sisi hulu atau sisi muara dari pabrik pembangkit tenaga.
(d) Fungsi hidrauliknya dan bentuk seksi selang-seling.
Kebanyakan klasifikasi yang berguna adalah yang didasarkan pa-
da bentuk yang mana,
juga
menentukan karakteristik-karakteristik hid-
rauliknya. Biasanya klasifikasi yang dianut adalah sebagai berikut:
0)
Tangki gelombang berbentuk silinder sederhana.
(ll) Tangki gelombang berbentuk lubang dibatasi.
(rtt) Tangki gelombang sederhana dari bagan khusus.
(iv) Tangki gelombang diferensial.
Gelombang Berbentuk Silinder Sederhana
Seperti apa yang disebutkan sebagai namanya, maka tangki-tangki
ini mempunyai bentuk silinder yang ditempatkan antara tabung pipa
dan terowongan-terowongan tekanan. Lokasinya tergantung daripada
letaknya perlengkapan secara menyeluruh, akan tetapi, tangki gelom-
bang yang letaknya
jauh
dari pabrik pembangkit tenaga meningkat-
kan panjangnya tekanan tinggi, yang tidak mutlak perlu, mahalnya
biaya tabung pipa dan oleh karena itu, tangki-tangki gelombang di-
tempatkan sedekat mungkin pada pabrik pembangkit tenaga.
Tangki-tangki sederhana dapat di bawah tanah dengan bagian atas-
nya terbuka, ruangan lubang berbentuk silinder di bawah tanah atau
bangunan di atas tanah dari beton atau baja. Hal ini tergantung seba-
gian besar pada tanah sekelilingnya dan
juga
apakah pabrik pembangkit
tenaga itu ada di atas atau di bawah tanah. Dewasa ini cerobong atau
tangki gelombang sudah tidak umum digunakan lagi atas dasar per-
hitungan: (r) ukurannya terlalu besar dan akhirnya terbukti mahal,
(lr) angkatan hidrauliknya lamban. Permukaan-permukaan air dalam
tangki-tangki gelombang yang demikian, naik-turunnya perlahan-
Iahan.
Suatu contoh sebagai ciri sebuah tangki gelombang sederhana ada-
lah yang melengkapi proyek hidrolistrik Sharavathy di lndia (lihot
Gambar I l.l0). Dua buah induk terowongan cepat dengan diameter
6,82 m menyalurkan air ke dalam dua buah tangki gelombang yang
lebih lanjut menyalur keluar lewat lima tabung pipa, masing-masing
berdiameter 2,48 m. Biasanya tangki-tangki gelombang tidak dileng-
kapidengan pintu-pintu, akan tetapi dalam tangki gelombang ini, un-
Pengongkut Air-tt
3Zs
o
E
d
d
!
tr
E
E
0
ul
UI
-.1
dl
st
cl
ol
6I
d.l
r3?
fs
6
oi
a
tq

t
o0
q,
u
c
a{
o
a
J
G=
005
6r
Eg
fl"
ij
6
tr
o0
6
!
E
o
o
(?
!
j
>
;
d
.:
z
U
-1
E f+rA
sl
ol
I
.J
d
d
{
6
s
E9
:-
E3
Q
IT
l.d
x
a,
RI
G'
(n
o0
,o
o
o
bo
)a
@
(,
F
6l
E
o
o
o
(l
(,
E
o
&
o
d
D
E
o
o
{
6
F
b
a,
}Y
6
tr
d
a
o
&
a
a-
N
a
rl
,l
?
326 Pembangkit Listrik Tenasa Air
tuk memungkinkan penutupan jalan keluar pada suatu waktu, maka
diit:ngkapilah dengan sebuah induk pintu besar. Pintu ini digerakkan
dengan sebuah kran besar berjalan yang dipasang di pelataran bagian
atas. Di belakang setiap induk pintu dilengkapi dengan lubang udara
dengan diameter 45,72 cmuntuk keperluan masuknya udara, sehing-
ga tabung pipa dalam keadaan kosong. Bagian atas tangki gelombang
dilindungi dengan grill.
Tangki gelombang berbentuk lubang yang dibatasi. Tangki-tangki
gelombang berbentuk lubang yang dibatasi merupakan perubahan dari
tangki gelombang sederhana. Dalam tangki-tangki yang demikian, rna-
ka sebuah lubang yang jauh lebih kecil diameternya daripada diame-
ter tangki gelombang ditempatkan antara tangki gelombang dan sis-
tem salurannya, seperti terlihat dalam Gambar I l.l l. Lubang ini mem-
perlihatkan gerakan katup yang menimbulkan hilangnya getaran da-
lam
jumlah besar. Hal ini memperbaiki stabilnya dan sifat goyahnya
geseran-geseran dari tangki gelombang.
dengan lubang yang dibatasi dengan
jeriji tipe penutup
Gambar ll.l l. l'ekanan gelombang berbentuk lubang yang dibatasi'
Apabila muatan turbin menurun, maka masa air yang ditolak ma-
suk ke dalam tangki gelombang melalui lubang yang dibatasi dan me-
nimbulkan dengan cepat kelambatan arus dalam saluran. Besarnya
ukuran lubang diambil sedemikian rupa agar pada tingkat penolakan
penuh dari muatan oleh turbin, maka permulaan kelambatan arus-
nya sesuai dengan tingkat kenaikan akhir dari permukaan air dalam
tangki. contohnya terdapat pada tangki gelombang chibro sebagai
rurinu perlengkapan Yamuna Hydel Scheme Stage II di UP (India)'
Tangki gelombang Chibro adalah merupakan sebuah tipe tangki de-
ngun luburrg yang dibatasi dengan bentuk silinder dan ditempatkan
pada bagian hulu dari pabrik pembangkit Chibro yang ada di bawah
ianah. Lubangnya mempunyai diameter 4,0 m, bangunannya berdia-
meter l2 m, dan bangunan induknya berdiameter 20 m dengan keting-
gian ttO mctcr. Tinggi keseluruhan dari tangki gelombang adalah 107 m
Pengangkut Air-II 327
dari garis pusat saluran tekanan seperti yang dapat dilihat pada Carn-
bar ll.l2. Pabrik pembangkit tenaganya dilayani kebutrrhan airnya
oleh scbuah saluran tekanan dengan diameter 7 m dan panjang 6287 m
dengan daya pembawaan pembebasan maksimum sebesar 235 m3 se-
tiap detik di bawah arahan 124 m.
Puncak EL
Tangki
gelombang
batang
utama
Pengangka
Pipr tekanan
4,0 mf Lubang
573,0 I
Batang tekanan
(2Nl,s)
Perencanaan Khusus Tangki Gelombang. Di samping tangki-tangki
gelombang konvensional berbentuk silinder, maka
juga
digunakan ber-
bagai tangki gelombang yang sudah diubah bentuknya. Dalam n& ini
dapat terdiri dari cerobong-cerobong gelombang dengan tambahan
serambi-serambi tempat penyimpanan-biasa disebut sebagai ruangan-
ruangan perluasan-pada permukaan gelombang bawah dan permu-
kaan gelombang atas. Serambi-serambi bawah dan serambi-serambi
atas ini membatasi secara efektif gelombang bawah dan gelombang
atas.
[Gambar
ll.l3(a)]. Pada permukaan atas, kadang-kadang me-
lalui potongan terbuka, maka air yang berlebihan melimpah melalui
tepi lembah yang dihubungkannya. (Gambar I l.l3(b)). Aturan yang
demikian itu terdapat pada sarana perlengkapan tangki gelombang di
T
Pengongkut Alr-II 329
328 Pembangkit Listrik Tenaga Air
Koyna Hydro Project, India (tangki pertama).
Sekali-sekali, maka dua buah tangki gelombang dipasang dalam su-
sunan seri (Gambar ll.l3(d)), apabila dilihat dari segi ekonomi dan
konstruksinya, pengaturan yang demikian itu mendatangkan kemung-
kinan memperoleh keuntungan. Innertkirchen di Jerman, salah satu
proyek hidrolistrik pada waktu yang dini mempunyai pengaturan yang
demikian itu
[Gambar
11.13(c)].
Gambar 11.13 (a). Batang gelombang dengan ruang tambahan atas dan bawah.
q
a
E
!
C,
q
()
t
(,
o0
il,
!
o0
(,
,o
E
o
()
o0
J'
o0
(,
e
I
L
oo
d
t-
o)
I
It
It
v
I
v
r?
t
-tl
L
I
E
E
a
-9
Gambar lf .3 (b). Batang gelombang dengan ruang atas tipe luapan.
I
330
Pembangkit Listrik Tenago Air
Di mana akhir terowongan cepat itu panjang dan merupakan ba-
gir n dari perencanaan, maka kehadiran tangki gelombang merupa-
fan keharusan, baik pada akhir arus cepat maupun untuk mengatur
Jan metindungi akhir terowongan cepat dari tekanan-tekanan
pukulan
air [Gambat
it.t:(.)], memperlihatkan
pengaturan tipe ini'
Tangki-tangki Gelombang Diferensial. Tangki-tangki diferensial
pa-
da tah"ap p"rtu*u kali telah secara berangsur-angsur dikembangkan
oleh Joirnson. Tangki-tangki tersebut adalah lebih efisien daripada
tangki-tangki
gelombang sederhana. Tipe tangki gelombang ini,mem-
puriyai pipi pinyedot air yang dipasang sebagai peralatan tambahan
ai aututnnyu aan aitengtapi dengan pintu-pintu pengelak yang dihu-
bungkan d.rgu, ruangan seperti yang terlihat pada Gambar 11'14
'
pinir
pengetat< ini dalam keadaan terbuka menghadap ke bagian luar
cerobonggelombang,makadengandemikiansalingdihubungkanan-
tara pipi
iengelak
dan cerobong
gelombang. Manakala terdapat
per-
bedaan antarapermukaan
dalam pipa pengelak dan cerobong' maka
terjadilah arus melalui pintu-pintu ini. Apabila tuntutan muatan men-
;adi
teUitr tinggi, maka air segera terjun ke dalam ruang lingkup pe-
ngelakan, dan dengan demikian menghasilkan kecepatan arus yang
Pengangkut Atr--lt lll
lombang diferensial, maka fungsi bangunan utama adalah apa yang
telah diselesaikan dan dicapai oleh pipa penyedot air, sedangkan fungsi
penyimpanan telah dicapai oleh bagian luar cerobong. Disebabkan oleh
pemisahan dari dua fungsi ini, maka sifat malas yang telah kita saksi-
kan pada tangki-tangki gelombang sederhana samasekali tidak terda-
pat pada tangki-tangki gelombang diferensial.
Suatu contoh yang baik dari tangki gelombang diferensial telah di-
gunakan pada Beas-Sutlej Link Project, India. Tangki gelombang ter-
sebut dewasa ini merupakan yang terbesar dengan diameter 22,86 m
dan tingginya l2l,9l m. Diameter cerobong penyedot air adalah 7
,62
m.
Uraian ringkas dari pengaturan penyelenggaraannya terdapat pada Bab
l7 tentang Beas-Sutlej Link Projet.
Rencana Hidraulik dari Tangki-tangki Gelombang Sederhana
Perencanaan hidraulik dari tangki gelombang mengenai hal ihwal-
nya sendiri terdiri dari dua aspek terpenting ialah-(a) keadaan ting-
ginya dan (D) keadaan yang menyangkut berbagai segi lapangan. Luar
biasa banyaknya pekerjaan yang harus dikerjakan untuk menganali-
sis kedua hal tersebut. Tingginya dapat ditentukan setelah pada suatu
waktu dapat diketahui gelombang atas dan gelombang bawahnya, se-
dangkan lapangan keseluruhannya yang didayagunakan haruslah se-
kecil mungkin untuk menjamin seQemikian rupa agar tercapai stabili-
tas kelakuan daripada tangki.
(c) Tinggi. Analisis elementer dari sistem ini adalah kecenderungan-
nya akan bantuan momentum dan kesinambungan persamaan-
persamaan yang mana (sedikit pertimbangan akan diperlihatkan) meng-
hasilkan sebagai berikut:
+
ff+o
Persamaan Berkesinambungan: VA1 :
(11.25)
(11.26)
Saluran
Batang PiPa
Gambar 11.14. Tangki gelombang diferensial'
besar dalam saluran di dalam waktu yang singkat. Disebabkan ruang-
an yang lebih besar, maka permukaan di luar tangki gelombang seca-
," p"rtihurr-lahan
-"nr.r,
dan arus air melalui pintu-pintu masuk
ke dalam pipa-pipa pengelak- Apabila terjadi pembuangan.muatan'
maka air dalam ruang pengelak meningkat
yang menghasilkan
pe-
ngendoran kecepatan pada saluran, baik pada tahapan diferensial
pada
plrtu maupun
iada
tingkat
perbandingan permukaan tangki gelom-
Lang. Hal ini memungkinkan
pembuangan air oleh turbin melalui pintu-
pintlu masuk ke dalam bagian luar tangki. Dalam tangki-tangki
ge-
persamaan
Momenrum,
t{t
z *h1 :
e
Di dalam persamaan-persamaan ini, maka
Q
merupakan kecepatan
arus ke pabrik pembangkit tenaga pada setiap waktu t,!adalahkece-
'
'dt
patan naiknya air ke dalam tangki gelombang, As, At adalah luas la-
pangan dari tangki gelombang dan induk terowongan arus cepat se-
cara berurutan, V adalah kecepatan arus dalam terowongan dengan
diameter d dan panjang L,
f
adalah koefisien geseran (lihat Cambar
I l.l5). Tanda + ve atau
-
ve dalam persamaail (11.26) dapat diguna-
kan tergantung atas arah arus dalam terowongan. Untuk arus normal
dari reservoir, maka harus digunakan tanda +ve. ftTmerupakan ke-
332 Pembangkit Listrik Tenaga Air
-\._..
Pengangkut Air-ll .l I I
D-
h'o
,o_t
Di mana h1o adalah merupakan kerugian pokok geseran dalam
kondisi keadaan tetap.
Rumus ini dapat digunakan untuk koirdipi-kondisi di mana P,
(
0,7. Calame dan Gaden telah membuat runius yang agak mendekati
berikut ini, yang pantas sebagai taksiran dari tingkat paling rendah
yang dapat dicapai air setelah ayunan pertama kali ke atas, ialah:
Batang pipa
Gambar 11.15. Sketsa definisi.
rugian pokok geseran dan dinyatakan dengan
Y.
Yang ditandai
-
Zed
dengan 'o' menunjukkan kepada kondisi keadaan tetap.
Penyelesaian daripada persamaan tersebut di atas memberikan ni-
lai zpadasetiap
waktu l. Untuk hal yang paling sederhana dari penu-
tupan penuh dan getaran yang tidak perlu dihiraukan, maka rumus-
nya adalah sebagai berikut:
/,-
(1r.27)
Gelombang atas dan gelombang
gai berikut:
bawah maksimum menjadi seba-
Z^okr--Yo
( u .23\
Dalam instansi-instansi
yang aktual, maka efek-efek
geseran diper-
hatikan. Prasil memberikan
penyelesaian menurut angka dan
pengaturan-pengaturan dalam kasus yang demikian. Jaeger menasi-
irati untuk menggunakan rumus yang berikut ini yang agak mendeka-
ti untuk keperluin perhitungan dalam kasus gelombang atas, di ma-
na geseran diperhitungkan
juga
sebagai berikut:
t
.i.r
l
,,lTr
*
sin 2r
I
sementara . Tingkat
I
Hl
waautl
*,:_t+zp,
(l r .2e)
di mana, 2
: gelombang atas maksimum dengan geseran turut diper-
hitungkan di dalamnya.
Z-ok,
: gelombang atas maksimum tanpa memperhatikan geseran.
Metode grafis yang diajukan oleh Calame dan Gaden sangat menye-
nangkan pemakaiannya dan sering digunakan untuk menyelesaikan
masalah-masalah tentang tangki gelombang. Lihqt Gmr:}rar 11.6 un-
tuk suatu ciri penyelesaian grafis yang diberikan oleh suatu hubungan
antara angkatan dan pembebasan.
2,O
1,5
1,0
0,5
*o
__1\*"."rj,1,0".",
l.r;j,l
_i
-
r*
Gambar I l. 16. Kirt-a C'alame-Caden.
Untuk suatu perhitungan yang lebih tepat, maka Escande menasi-
hati untuk menggunakan metode perbedaan yang terbatas, yang ma-
na uraian perihal itu adalah diluar lingkup buku ini. Masalah tangki
gelombang, kini dapat diselesaikan dengan komputer-komputer dan
program-program siap pakai dengan menggunakan buku-buku lite-
ratur. Apabila sistem tangki gelombang dan pipa-pipanya menjadi
kompleks, maka akan lebih menyenangkan dan selalu menyelesaikan-
nya dengan komputer.
Jumlah ketinggian tangki gelombang akan sedemikian rupa sehingga
keduanya baik gelombang atas maupun gelombang bawah akan men-
cakup dalam ketinggian tangki gelombang.
Eo
c
g
-0,5
d
fo -
l'o
a
'e
- 1.5
o
&
-Z,O
-2,5
*":r-213P"+rlsP,'
(11.28a)
I
Ar-
i
t
I '/
I
\
S
4
:
+
334
Pembangkit Listrik Tenago Air
(b) Luas Seksi Persitangan.
(Pertimbangan-pertimbangan Stabili-
tas). Dengan perubahan dalam pembebasan tabung pipa, maka per-
mukaan air dalam tangki gelombang mulai bergoyang. Untuk kondisi-
kondisi arus yang stabil, maka goyangan-goyangan ini harus dapat
dicegah. Dalam tangki-tangki gelombang, di mana goytmgan-goyangan
ini tidak dapat dicegah, maka permukaan air akan bergoyang abadi.
Tangki gelombang yang demikian itu dikatakan tidak stabil. Stabili-
tas dari goyangan-goyangan pertama sekali tergantung di atas sistem
parameternya, dan kedua kalinya dari tipe peraturannya yang mem-
perkenalkan penggantian pembebasan. Tipe pengaturan-pengaturan
itu adalah yang ada kemungkinannya ialah sebagai berikut:
(r) arus tetap,
(ir) pembukaan
Pintu
tetap,
(iii) daya tetap dan
(iv) daya tetap sampai tingkattitiktertentu dan pembukaan pintu
tetap di luar pembatasan ini.
Tipe pengaturan yang ketiga adalah tenaga tetap merupakan yang pa-
ling umum dan
juga yang menghasilkan ukuran yang paling kritis un-
tuk pertimbangan-pertimbangan stabilitasnya.
D. Thoma telah menganalisis masalah stabilitas dengan penerimaan
sebagai berikut:
(r) pengaturan turbin mempertahankan hasil daya yang konstan.
(ir) Goyangan dari tangki gelombang keadaannya kecil'
(iir) Efisiensi turbin konstan.
(iv) Kerugian geser sesuai dengan kondisi keadaan tetap'
(v) Penyesuaian pengaturan seketika itu
juga.
Dia menggariskan dasar persamaan diferensial dengan tidak meng-
indahkan kelas yang lebih tinggi dari istilah yang tidak sederajat. Hal
ini menghasilkan untuk pencegahan goyangan, suatu kondisi stabili-
tur yang kritis yang diberikan oleh persamaan 11.30 seperti tersebut
di bawah ini.
^,
'> U
tl'
n'nt :
29 h1o (H-h1o)
(l 1.30)
Asal dari persamaan (l1.30) ini didasarkan kepada p-enyelesaian da-
,". p..ru*uan diferensial, dengan menempatkan kondisi pencegahan
goyangan-goyangan di atasnYa-
-
Dalam kenyataan yang aktual, luas lengkap dari tangki gelombang
adalah
(Fi. A,^i) di mana F, merupakan faktor keamanan dan mem-
punyai nilai sekitar 1,5.
Contoh Pelajaran-pelajaran
tentang Tangki Gelombang
Meskipun
pe."ncanaan tangki gelombang dapat dipertanggungia-
Pengangkut Air-l .135
wabkan sebagai analisis teoretis, namun masih terdapat sedikit keti-
dakpastian mengenai kelakuan aktualnya dari tangki gelombang bila
dalam pelaksanaan operasionalnya. Hal ini karena telah menjadi ke-
nyataan, bahwa di dalam analisis-analisis biasanya telah dibuat
perkiraan-perkiraan yang sederhana, yang mana menjadi berlainan de-
ngan kenyataannya. Kedua kalinya pengoperasian turbin biasanya men-
jadi
kompleks akibat penutupan dan pembukaan, juga
tidak dapat
menerima dan mengikuti analisis-analisis matematika. Karena itu, maka
terpaksa hampir selalu mempelajari kelakuan tangki gelombang de-
ngan bantuan contoh pelaj aran-pelaj aran hidraulik. Pertimbangan atas
dasar contoh tangki-tangki gelombang yang demikian itu akan besar
bantuannya dalam menaksir kebenaran daripada penyelesaian anali-
tisnya, demikian juga
berbagai efek sebagai akibat penggantian muatan.
CONTOH ILUSTRASI
CONTOH II.]
Sebuah saluran tenaga dengan lebar 15 m, dapat berbentuk segi empat panjang de-
ngan keadaan kedalaman arus terap 3 m. Saluran mensuplai air kepada pabrik pem-
bangkit tenaga dengan tiga turbin, dan tiap turbin berkecepatan dengan pembebasan
sebesar 30 nl3/detik.
Apabila muatan dalam pabrik pembangkit tenaga mendadak menurun sedemikian
rupa sehingga dua turbin harus ditutup, maka berapakah ketinggian gelombang da-
lam saluran?
PENYELESAIAN
Q
: g|m3ldetik;
D :
15 m danyo= 3 m
Keadaan kecepatan tetap, Vo
=
i!i+
= 2 m,zdetik
Kecepatan pembebaqqr yang dikurangi = 0,667 m/detik
--1______
=:,67 m,zdetik
Sebagai akibat penutupan, maka terj-ili gelombang positif yang bergerak ke hulu
dengan kecepatan ombak I/r. Persamaan yang tepat adalah:
(vc+Y;to:(Vc*Yiyt
(vc+ vo):
{r4{rH
dan
Vc * 2:
Persamaan ini mempunyai dua unsur tidak diketahui, V" dan y1 dan dapat disele-
saikan serentak. Demikian, sebagai berikut:
(vc+2)l: (Va*0,67)tr
...(i)
..(ii)
...(iii)
...(iv)
Oleh percobaan dan kesalahan,
336 Pembongkit Listrik'fenaga Air
dan 'ri
Jadi ketinggian gelombang
coNToH 11.2
Tallulah Falls Project di USA mempunyai sebuah tangki gelombang pada akhir se-
buah terowongan dengan panjang 2030 m, dan diameter 4,22 m. Tangki gelombang
dengan potongan segi empat panjang itu dapat dibayangkan mempunyai potongan
lingkaran dengan diameter 15,85 m. Sistem tabung pipa terdiri dari 5 tabung pipa
masing-masing dengan diameter 1,525 m dan panjang 3E0 m. Kesemuanya dapat di-
wakili oleh sebuah tabung pipa tunggal dengan panjang 380 m dan diameter 3'41 m.
Faktor geseran/untuk terowongan dan tabung pipa secara berurutan adalah 0'018
dan 0,03, Akustik ombak dalam tabung pipa berkecepatan 1370 m/detik. Dalam ke-
irtlaan tetap, rnaka permukaan reservoir adalah E|.457,00 dengan pembebasan sebe-
.ilr 26.2 nr3ldetik. Hirunglah tekanan pukulan air untuk suatu penutupan yang
mendadak.
PENYELESAIAN
(a) Tekanan pukulan air maksimum dengan tidak menghiraukan geseran adalah:
h... =
v" vo
6
Vo
=
kecepatan arus dalam tabung pipa
v,
=
#t*:,uiz
= 2,88 m.'derik
n*
=
lf!ffZ--L
au
^ i
PengongkutAir
I l17
- -untuk
gelombang
atas rran gerombang
bawah maksimum di mana getaran rurur di
dalam pertimbangan,
kira-kira:
Zrp :
Zmokr(l
-
2/3 Po + l/9 pzo
= 7,22 (t _
0,142 + 0,005)
= 6',24 m.
Zdonn
= Zmoks(-l + 2 Po)
= 7,22 (- I r {).1:6)
= 4.15 m
WaktugoyanganT
= 2t
= 3,76 m
= 4,58 m/detik
= lt - fo =
O'76m'
cli mana
(CATATAN: Kasus ini merupakan perumpamaan belaka, karena untuk tabung
pipa scpcndck itu penutupan mendadak adalah di luar pertanyaan/
persoalan).
(b) Kerugian getaran dalam terowongan untuk arus tetap adalah sebagai berikut:
'
fLV;
hr =ffi
di mana Z, merupakan kecepatan dalam terowongan.
,,
=ffi =
1,87mldetik
"
_
0,018 (2919_L!_,8?)2_
= 1.54 m
jadi
nI
=-19,6
x l,zz
Sekarang apabila kita mengabaikan efek getaran,maka gelombang atas/gelombang
bawah maksimum adalah sebagai berikut:
Z,noks
= Vo
. ,;o3o{5,8tr
='"i
'3
Gtr
= 33eDetik'
(CATATAN:
Ukuran aktual telah menunjukkan nilai_nilai dari: Zuo
= i.6l rrr
tl1t, Z6onn
=
4,17 m di bawah kondisi yang diSirikan oleh
masalahnya).
CONTOH 11.3
Sebuah tabung pipa panjang 750 m berasar dari reservoir dan mensuprai air pada
sebuah turbin yang mempunyai permukaan
220 meter di bawah permukaan air reser-
voir. Sepanjang 250 m pertama dari tabung pipa mempunyai luas 5 .2 dun sisanya
mempunyai lua. -1 m2. Keadaan penrbebasai
ieiap adatitr 9 nr crctik. epuuito pi,,rr-
pintu lurbin diturup daram suatu periode yang ramanya 4,5 deriL ...u.u.t,rpurn, po-
da-kecepatan yang serentpak, maka bagainriinakah pelkemharrr:an
rtaripacla tekarran
pukulan air''l
Gunakarrlah kcccpalan ombaL sebesal 100() 111
z1lg111
\.-.......-
PENYELESAIAN
Jadi,
L.
*fr
jadi
LLt
v=4
T VT
0=- : --:-
Tc 2L
atas penyelesaian
sekarang kecepatan dalam
keadaan mantap
750 250 500
7= s-+
-3-
A= 3,46 m2
yo
p=
3,46
-V"
Vo
-
2gho
2,6 m/d,etik
'l0ox2,6
19,6x220
:
0,6
Zmoks -
Po
I,87
4-5
__-:_
= 3.
1,5
u
As
h, I,54
=4,8-T=0,213
=
7,22 m
dan
338
Pernbangkit Listrik Tenaga Air
Dengan membaca dari peta Allievi
*
: r,tz
.
ho* h*
:1,32
h-
h* =
7O'4
h, + h- =
290,4 m dan
(CATATAN: Jika pengaruh gesekan diperhitungkan, dan penyelesaian numerik dite-
mukan dengan bantuan komputer,
jawaban yang tepat menjadi 280'5 m)'
PERTANYAAN
1. Apa yang anda ketahui mengenai pukulan air dalam
jalur pipa? Dapatkan per-
nyataan untuk tekanan pukulan air dalam pipa kaku dan dalam pipa elastis'
2. Apayang dimaksudkan iengan kecepatan gelombang dalam saluran tenaga' Da-
patkan pernyataan untuk hal itu.
3. Apakah fungsi tangki gelombang? Jelaskan dengan sketsa yang rapi sifat berba-
gai jenis tangki gelombang.
4. Sebuah stasiun pembangkit tenaga dengan terowongan berlapis beton sepanjang
10.000 m dengan diameter 5,0 m beroperasi dengan ketinggian air 200 m' Pele-
pasan air melalui terowongan 30 m3ldetik. sebuah tangki gelombang pada areal
ieluas 300 m2 ditempatkan
pada ujung terowongan' Hitunglah:
(r) Gelombang atas maksimum dalam tangki.
(ir) Gelombang bawah maksimum dalam tangki'
Juga hitunglah faklor keamanan dan pastikan apakah hal itu sudah memadai. Per-
kiraan faktor gesekan
f
untuk lapisan beton 0,016. i
Uawab
(,) 9,68 m; (lr) 3'5 ml
BAB 12
PENGANGKUT AIR-III
(TEMPAT-TEMPAT PENGAMBILAN, SALURAN-
SALURAN, TEROWONGAN-TEROWONGAN)
TEMPAT.TEMPAT PENGAMBILAN AIR
Tempat-tempat pengambilan air ditempatkan pada bagian pemasuk-
an dari saluran-saluran atau terowongan-terowongan atau pipa-pipa
melalui mana air disalurkan ke pusat tenaga. Mereka memenuhi fungsi-
fungsi berikut:
(r) Mengatur aliran air ke dalam sistem pembawa. Hal ini dilaku-
kan oleh sebuah pintu atau sebuah katup.
(ru) Lancar, mudah dan bebas pusaran masuk dari air ke dalam
jalan-
jalan/lintasan-lintasan pembawa. Hal ini dimungkinkan oleh keadaan
mulut pemasukan yang dibuat membesar untuk membentuk sebuah
mulut serupa lonceng-seperti+erlihafpada-Gambar I 2. I . Gambar I 2. 1
(c) memperlihatkan keadaan yang sama untuk pemasukan pada ben-
dungan Grand Coulee.
(iu) Mencegah bahan-bahan kasar dalam sungai seperti misalnya
batu-batu besar, es, dan kayu-kayu gelondongan memasuki lintasan
bendungan
(a)
Gambar 12.1(a). Pintu-pintu
(b)
pengambilan bentuk lonccng.
340 Pembangkit Listrik Tenoga Air
saluran pembawa. Kisi-kisi penahan pembawa sampah pada mulut lon-
cer^g menjalankan fungsi/pekerjaan ini.
(iv) Tidak melakukan beban-beban endapan berat dari sungai ke
dalam lintasan saluran pembawa. Untuk hal tersebut, ada perafatan-
peralatan khusus, seperti misalnya, penangkap-penangkap lumpur dan
penahan-penahan lumpur untuk mengawasi/mengendalikan dan me-
nangkap beban-beban lumpur yang terlalu banyak dalam air. Peralatan-
peralatan tersebut adalah penting di mana beban lumpur yang terlalu
banyak di sungai adalah besar.
(c)
Gmbar 12.1(b).Pemasukan
pada pipa bendungan Crand Coulee.
Pengangkut Air-lII .141
saringan sampah. Katup pengontrol atau pintu ditempatkan sesudah
mulut bentuk lonceng. di bagian katup disediakan alur-alur untuk pintu
penutup dalam kasus sebagai
jalan
bila diperlukan perbaikan ka-
tup/klep. Pada sungai-sungai berlumpur, penyusunan-penyrsunan khu-
sus untuk penggunaan pelumpuran selalu disediakan, Gambar 12.2
memperlihatkan sebuah sarana pengambilan yang tipikal dari
jenis
ini.
Kran-kran
pengangkat
1)
,q\
''./r'
lo
e*
i .31
,J gl
3t
Ada bermacam-macam komponen,/bagian dari sebuah bangunan
pe-
masukan tergantung dari
jenis
bangunan pemasukan tersebut.
JENIS-JENIS BANGUNAN PEMASUKAN
Jenis dari bangunan pemasukan tergantung dari pusat tenaga (tata le-
tak). Untuk
jelasnya, dapat dilihat pada Gambar 12.2.
(l) Sarana-sarana
pengambilan aliran permukaan, (2) Saluran-
saluian
pengambilan, (3) Bendungan-bendungan
pengambilan'
(4)
Menara-menara
pengambilan, (5) Terowongan-terowongan
pengam-
bilan, (6) Pengambilan-pengambilan
dengan desain khusus'
Sarana-sarana Pengambilan Aliran Permukaan Sungai
Sarana-sarana
pengambilan ini diperuntukkan untuk instalasi-
instalasi aliran permukaan sungai dan membentuk bagian lanjutan dari
pusat tcnaga. Ada sebuah mulut pemasukan berbentuk lonceng
yang
bitinaungi oleh suatu RCC atau kisi-kisi baja, membentuk saringan-
Sargunatr pcnahan sampah
.-'.at.us.o
Pcrencanmn
Rak penahan sampah Pugt tenaga
Pengilian
hagianl
Pintu roda tetap
belakang
Batang pipa
N.T.W.L
EI.354,J
Bagian pusat tctrsga dan bagian depan
Gambar 12.2. Bangunan-bangunan pengambilan dari sungai-bendungan Parkef .
Saluran-saluran Pengambilan
Saluran-saluran pengambilan, seperti sarana-sarana pengambilan air,
aliran permukaan sungai,
juga pengambilan-pengambilan air dengan
tinggi tekan rendah, tetapi selain mengarahkan air langsung ke turbin-
turbin, di sini pengambilan air tersebut diizinkan sampai ke saluran-
ut/(
S=.-
i"
.rEl.4oo,o.-
rTirai bton
342 Pembangkit Listrik Tenaga Air
saluran pengalihan. Pengeluaran lumpur atau penangkap lumpur me-
rupakan bagian yang penting dari pengambilan-pengambilan dari
je-
nis ini, sebaliknya, pelumpuran yang berat dari salrrran tenaga dapat
terjadi. Juga ada sebuah dinding penyaring di bagian depan sarana
pengambilan. lni adalah diafragma yang memanjang di bawah per-
Pintu pengendap lumpur
Dinding dalam
Dinding lual
-e
Bnteng peraliha, __-
f
Saluran tenaga
Diading penyaring
Bagian A-A
Gambar 12.3. Sebuah saluran pengambilan tipikal.
mukaan air seperti terlihat Gambar 12.3. Tujuannya adalah untuk me-
rintangi bahan terapung yang masuk ke dalam saluran. Pengambilan-
pengambilan dari saluran mempunyai rak-rak penahan sampah yang
diletakkan di tempat pemasukan. Pengontrol (pengawas) limpahan di-
lakukan melalui pintu-pintu angkat tegak yang bermotor. Saluran peng-
ambilan hidrolistrik dari Yamuna, adalah contoh tipikal saluran peng-
ambilan air. Pada pengambilan ini, ada penangkap endapan atau pem-
buang lumpur biasanya setelah pengambilan, yang mengeluarkan muat-
an lumpur keluar dari saluran. Peralatan-peralatan seperti itu sangat
penting dalam kasus sungai-sungai dengan muatan lumpur sedikit..
Pemilihan lokasi untuk saluran pengambilan tergantung pada kon-
tur umum dari daerah. Saluran-saluran pembelok dari bagian hulu se-
buah terjunan sungai adalah biasa. Dalam kasus dari
jangkauan-
jangkauan lurus, pengambilan-pengambilan pada 90' sampai I l0' dari
arah utama aliran didapatkan sesuai dari sudut tinjauan pengontrolan
cnclapan. Pada
jangkauan-jangkauan kurva, lokasi pengambilan pa-
Pengongkut Air-Ill
14.1
da sisi cekung didapatkan keuntungan-keuntungan.
Bendungan-bendungan Pengambilan
Pada kasus dari instalasi-instalasi bendungan lembah, struktur pe-
ngambilan selalu disediakan pada tubuh bendungan. Pipa-pipa pesat
ditanamkan pada bendungan,dan memberikan air kepada pusat tena-
ga yang berada pada tumit bendungan. Gambar 12.4 memperlihat-
kan susunan umum untuk
jenis pengambilan ini. Ini adalah bagian
pengambilan dari bendungan Mossyrock (AS). Ciri-ciri utama dari
pengambilan-pengambilan tersebut adalah rak penahan sampah di ba-
gian depan bendungan, sebuah pemasukan berbentuk mulut lonceng,
yang mungkin mempunyai sebuah penjurusan horizontal atau suatu
penjurusan inklinasi dan sebuah pintu pengontrol, yang dipasang pa-
da bagian masuk atau setelah bagian mulut lonceng. Pada
jenis per-
tama dari penyusunan, pintu dijalankan melalui sebuah tangkai atau
dari sebuah lorong pintu disediakan di dalam tubuh bendungan. Pintu-
Elevasi permukaan
air maksimum
Pengangkut mekanik
EL 785,0
normal 770,0
23C kv penghubung tanah terbuka
---__-__
.Pintu
perbaikan
Rak pcnahan
sampah
T.E.EL 430,0
5i.'it,'r.r
l-- Lubang pembuangan
I
I-ru*g pemeriksaan
t geofisikal
88k
Gambar 12.4. Pipa masuk bendungan Mossyrock.
T"
344 Pembangkit Listrik Tenaga Air
pintu dari Bhakrq, Rihand. Pengambilan-pengambilan dari pusat te-
naga DVC (India) dijalankan dari atas bendungan, sementara
bendungan-bendungan Hirakud, Gandhi Sagar (India) berlokasi di sam-
ping terowongan dijalankan dari sebuah pintu terowongan di dalam
tubuh dari bendungan. Bagian pemasukan biasanya rektangular dan
suatu peralihan berangsur-angsur disediakan pada bentuk pipa yang
bulat. Penjurusan batang pipa pada bendungan sendiri mungin inkli-
nasi sedikit demi sedikit atau tegak. Lengkung-lengkung tajam pada
batang pipa yang ,litanamkan
dihindarkan dan suatu cincin beton yang
melingkari batang pipa seharusnya diprestressed untuk menerima
tegangan-tegangan rentang.
Pengambilan dapat inklinasi atau tegak terhadap sumbu dari ba-
tang pipa yang berhubungan dengan pengambilan seperti Gambar 12.1.
Contolr dari
jenis-jenis pengambilan bendungan Mossyrock (Gambar
12.4) atau pengambilan bendungan Bandama atau bendungan Grand
Coulcc
(Gambar
6.7). Jenis terakhir dari pengambilan air terdapat pada
bendungan Rana Pratap Sagar (Gambar 6.10). Bila pengambilan con-
dong, luas dari pemasukan dapat diperoleh dari hubungan berikut:
Luas pemasukan : l=ual-dari-batang.Piqa
I sec 0 . . . (r2.L)
Koclisien kontradiksi
di mana 0 adalah sudut yang dibuat oleh sumbu dari batang pipa yang
rniring dengan permukaan air (lihat Gambar l2.l). Nilai koefisien kon-
traksi ditetapkan 0.6 untuk tinggi tekan yang tinggi dan 0,7 untuk tihggi
tekan rendah.
Pengambilan dari bendungan-
bendungan dapat berbentuk sebuah
bentuk setengah lingkaran dalam pe-
rencanaan dan mempunyai sebuah
struktur umum seperti kurungan, yang
terletak pada muka bendungan dan
duduk pada batu atau sebuah lem-
pengan, menonjol keluar (cantileve-
ring) dari bendungan di bawah permu-
kaan simpangan mati (dead storage).
Rak-rak penahan sampah ditempat-
kan pada sebuah bentuk kurungan
mengelilingi tempat pembukaan seper-
ti pada Gambar 12.5.Hal ini membe-
rikan suatu luas permukaan yang le-
bih besar dari rak-rak di daerah peng-
ambilan batang pipa, suatu pengu-
rangan konsekuensi pada tahanan
Pengangkut Air-til 14J
bantuan serta kehilangan-kehilanganketika masuk.
Kadangkala, pemasukan-pemasukan ditempatkan pada kemiringan
yang berbeda sepanjang muka hulu dari bendungan, memungkinkan
untuk mengeluarkan air dari tampungan (reservoir) padapermukaan
yang berbeda. Salah satu contoh tersebut adalah proyek Farahnaz Pa-
halvi (Iran) di mana air dibawa ke turbin-turbin pada pusat tenaga
yang ada ditumit bendungan galangan oleh batang pipa bergaris tengah
2,4 m melalui pengambilan dengan pintu-pintu yang dapat mengatur ba-
nyak permukaan air berukuran tinggi 4 m dan lebar 3 m dengan pintu
geser dijalankan oleh servo motor (lihat Gambar 12.6). Di sini semua
pengambilan
air pada batang pipa sama, walaupun pada sejumlah de-
sain, tiap pengambilan memberi sebuah batang pipa yang terpisah.
Permukaan air
pasang normal
Ruang penggerak
pintu
0,4
Trem listrik untuk
tugas pemeliharaan
1,0
/ i
,1-1-rirai
U.ton
/ i \l-uuang pembuangan air
Gambar 12.6. Pengambilan dengan banyak permukaan air dari bendungan
Farahnaz Pahalvi (Iran).
Pengambilan Air Menara
Sarana pengambilan air menara biasanya berada di sisi gunung, ti-
dak
jauh
dari bendungan, bila hal itu nyaman untuk membuat pe-
ngambilan sederhana langsung pada bagian muka hulu dari bendung-
an. Itu
juga
digunakan bila ada debit-debit besar atau bila ada suatu
beda tinggi permukaan air besar. Menara tersebut mungkin dapat cli-
hubungkan dengan bendungan utama memakai suatu jembatan
bila
\
Bangunan
Peningkatan
Gambar 12.5. Pipa masuk ber-
bentuk kurungan.
lo';
I
..
T
346 Pembangkit Listrik Tenaga Air
situasinya dekat bendungan. Aliran ke dalam menara dapat diatur de-
ngan sejumlah pintu-pintu untuk menutup atau membuka pangkalan-
pangkalan berbagai permukaan. Ruang mesin dan pesawat-pesawat
ditempatkan pada bagian atas menara di atas muka air maksimum
(lihot Gambar 12.1). Aliran melalui pipa tekan diawasi oleh sejumlah
pintu seperti misalnya sebuah pintu melengkung (rectongular) atau se-
buah pintu kepala balok, dan lain-lain. Menara-menara harus cukup
kuat untuk menerima tekanan hidrostatik seperti misalnya kekuatan-
kekuatan/tenaga-tenaga sehubungan dengan gempa bumi, angin dan
es/salju. Untuk proyek Ramganga, India, dipergunakan pengambilan-
pengambilan berbentuk menara dengan pintu silinder.
Pengongkut Atr-Ill 347
an-bagian berikut:
(l) struktur pemasukan memakai rak-rak penahan
sampah dan suatu
pintu masuk atau mulut,
(ir) sebuah terowongan tegak atau hampir tegak, diikuti oleh sebuah
siku dan peralihan menghubungkan terowongan dengan saluran, dan
(ilt) pintu pemasukan dan kadang-kadang sebuah balok penutup,
(iv) untuk mendapatkan jalan
masuk ke bangunan pengambilan di
bawah kondisi tenggelam, sebuah terowongan masuk dapat dibuat dari
bagian atas bendungan ke pemasukan.
Terowongan terbenam atau pemasukan lubang kemenangan, jadi,
mempunyai suatu pintu pengawas
darurat di samping bangunan pe_
masukan/pengambilan yang dapat dihubungi oleh suatu serambi
fe-
EL.330,Ol
Kcranjaog bagian
sisi penampungttr
0,3, PcmbukaaD
untuk kcranjang
Gelcgar baja untuk membantu
sisi bukil pcngangkat
Kemar pinlu
Guis tenSah Frambi pcm6uke yang tcrbuat
udera
d{i baja EL.3lE,9
Pengangkat
fr
Ruang pengangkat
rJembatan
II
MWL
ffi
il
FL
Dinding
sampah
ffi
[1
an udara
"/ ,f
,rf -,-Peralihan
7:#
,,' ,'^':
i".
:
lsBatans
pi
%> I
| , !,';:/':ii
."';,)
Pintu kepala balok
gf er. rrs,c
Rak
Rak pcmhan spah
_EL:279,87-
Kamar penganBkat
F-
30,31
Scmua ukuran dalam mctcr
Gambar 12.E. Pemasukan terowongan dari proyek Ramganga (lndia).
kepala balok \pintu
Gambar 12.7. Sebuah pengambilan tipikal berbentuk menara
Terowongan Pengambilan
Seperti namanya, suatu terowongan tegak atau hampir tegak, di-
tempatkan pada lokasi penampungan, membawa air ke batang pipa,
selanjutnya ke pusat tenaga. Jadi, pengambilan terdiri dari bagi-
sry
348 Pembongkit Listrik Tenago Air
masukan dari bagian atas bendungan, seperti pengambilan Ramganga
yang dapat dilihat pada Gambar 12.8.
Aliran dalam terowongan batang pipa dapat
juga
diatur oleh sebuah
pintu melalui terowongan lain yang berada dalam bendungan atau san-
daran. Hal ini dapat dilihat untuk proyek Beas (India) pada Gambar
t2.9.
BrtuS pipe darun(!
-r
Subo t ndungd
(
BeSDan pipa masul
Et.,lt,.
*"* *n"r,- *Fh
)Tilt-T
Puar
O_ ,.'r\ /
4514
lsian lcritil
nrr:--{O-
c
Y
di mana V :
Kecepatan dalam
--+*rr
saluran.
:tr
SaIUran.
N
vt: Kecepatan
aliran
S
L'
arus utama.
C :
Konstanta yang
tergantung pada sudut
dari pembelokan
dan
(12.3)
. . (12.4)
Gambar 12.10. Kehilangan-kehilangan
sehubungan o.ngun p.ruuahan
arah.
daerah antara 0,8
-
0,4.
Menurut E' Mosonyi, koefisier cmempunyai
nirai-nirai lebih ting-
gi untuk pengambilan-pengambilan
denga'n sudut-sudut
keluaran ren_
dah dan nilai-nilai rendah untuk dekat f,erokan-berokani"[rurgrrur.
.
(ir) Kehilangan
sehubungan
dengan kontraksi mendadak dari luas
di daerah pembelokan.
Kehilangan ekuivalen dengan:
vf
29
Pengangkut
Air- lll l4r,
(t2.2)
I3i.D lcritil
Ehap 2 sudah
tdowonlrn dibual
BrEng Fnulup hmya
unruk P3
B4u8 pipa b8ja ?3 dia
Gambar 12.9. Pengambilan dari proyek bendungan Beas (India)
Pengambilan dengan Desain Khusus
Satu contoh yang menarik dari sebuah
jenis
khusus pengambilan
diberikan oleh pengambilan-pengambilan terapung proyek Yagisawa,
Jepang. Menara pengambilan terletak pada pengapung-pengapung dan
ponton-ponton, serta dapat ditinjau atau diperbaiki dengan teknik khu-
sus yaitu pengangkatarfbagian
atas menara pengambilan dengan per-
tolongan perahu-perahu. Jenis ini, bagaimanapun juga,
tidak biasa.
Demikian pula, menara-menara pengambilan untuk waduk (reservoir)
Wiehltalsperre di Jerman Barat telah dibangun, dengan cara itu, pe-
ngambilan air akan diawasi oleh sifon-sifon yang ada pada dinding-
dinding menara daripada oleh peralatan-peralatan mekanikal seperti
katup-katup.
I$HILANGAN.KEHILANGAN DALAM PENGAMBII,AN
Kehilangan-kehilangan termasuk kehilangan masuk, kehilangan rak
penahan sampah dan kehilangan pintu tinggi tekan.
Kehilangan Pemasukan
Kehilangan pemasukan terdiri dari:
(r) Kehilangan sehubungan dengan perubahan
arah dari aliran mem-
beri kenaikan pada gerakan-gerakan khusus seperti terlihat pada Gam-
bar 12.10. Nilai dari kehilangan diberikan oleh:
ai
ynat{
berkisar antara 0,03 untuk bentuk pemasukan
burat (ber-
mulut lor\eng)
sampai sekitar 1,3 untuk pemasukan
tajam.
\
K ehi I an ga n -\ eh il an gan
,
Ada berma\m-magp
formula yang ditetapkan oleh macelm_macam
ahli yang
banyqk dipikai adalah:
O
Formula Kirqchmer
6rr'- Y-Y-'
z8
hr,: K,
(+),,
ff
,in t
di mana hr, :
kehilangan
rak,
K,
:
sebuah
{at1gr
yang tergantung pada potongan
me_
lintang dari batang_batang,
t
-
ketebalan
dari batang_bating
rak,
b :
celah,/sela
antara batang_batang,
Vb :
kecepatan aliran di baglan aeian dari batang_ba_
tang/rak.
4
:
sudut dari batang_batang yang horizo ntat (lihat
Gam_
bar l2.lt).
Pcmuldn air
Rudrh t Da&
EL. II'J
.*,i1-..
350
Pembangkit Listrik Tenaga Air
dan Kt
di mana K,
V
R
Aliran
,,,"* oLr"jdari rak
wJ.
Bagian A-A
o
di mana
Q
A
h
cd
Pengongkut Air
.
lll lSl
-
c.lt/Eh
. . . (12.6)
:
aliran di dalam saluran
:
luas daripada pembukaan pintu
: perbedaan dalam tinggi tekan yang terjadi pada pintu
:
koefisien debit (nilai dari0,62-0,83). C6dapat di-
evaluasi dari pernyataan berikut:
Gambar 12.11. Kehilangan-kehilangan
pada rak'
FaktorrK.mempunyainilai-nilaisepertiterlihatpadaTabell2.l.
TABEL 12.1
(r2.5)
K:llCt2-l (12.7)
di mana 1( adalah koefisien kehilangan dipergunakan untuk kecepatan
pada bagian pintu dan mempunyai sebuah nilai antara 1,6 dan 0,45.
WES menghubungkan C7 dengan pembukaan pintu dan bentuk-
bentuk. Nilai-nilai C6yang dianjurkan adalah 0,73 sampai 0,80 (/( :
0,87 sampai 0,56), bila pembukaan pintu bermacam-macam dari
l09o
-
8090.
Sehubungan dengan ketiga kehilangan besar di atas, dan kehilangan
akibat geseran, ada
juga
kehilangan pada saluran seperti pelebaran
atau kehilangan kontraksi (pada perubahan ukuran saluran); kehi-
langan sehubungan dengan lengkungan pencabangan menjadi dua,
pencabangan-pencabangan, kehilangan-kehilangan katup arah aliran
keluar. Pernyataan untuk hal-hal di atas dapat dilihat pada tiap per-
n baku.
Sampah
Untuk\nencegah sampah memasuki mulut saluran, batang-batang
pada jara\tertentu
ditempatkan pada posisi miring (pada suatu su-
dut artara 561 80 der'ajat dengan horizontal). Kisi-kisi digunakan untuk
roda-roda Fra{s yang kecil atau turbin-turbin Francis dengan kece-
patan rendah untuk mengetahui apakah benda kecil yang terapung atau
ikan. Bila kisi-kisi digunakan untuk mencegah kehadiran ikan, maka
dikenal sebagai kisi-kisi ikan. Bagaimanapun kecenderungannya adalah
tidak untuk membuat sebuah kisi-kisi yang baik, sehubungan dengan
ongkos pertama yang tinggi dan perawatan, seperti
juga
hubungan de-
ngan nilai yang tinggi dari kehilangan tinggi tekan.
Jarak dari Batang
Jarak dari batang tergantung dari faktor-faktor seperti
jenis
tur-
bin, ukuran dan kecepatan pinggir dari penggerak. Misalnya, untuk
debit, turbin Kaplan dengan tinggi tekan rendah,
jarak
antarbatang
adalah 25 cm atau I /30 dari garis tengah penggerak, yang mana saja
lebih besar. Untuk turbin-turbin Francis,
jarak
bersih antara batang-
batang sama dengan
jarak
antara baling-baling penggerak. Batang-
batang dipasang setelah melalui suatu proses/tahap pengelasan atau
(rr)
t'',: K'Ts
:
1,45-0,45 R-R2
:
koefisien kehilangan
:
kecepatan melalui pembukaan kontraksi'
: perbandingan dari luas netto
jaringan melalui batang-
tutang rak penahan sampah
(saringan) dengan luas
kotor dari rak-rak dan penunjang-penunjang'
Jadi, untuk satu nilai tipikal dari R
: 0,65, nilai dari K,
:
0'74'
t-eUitr Uanyak formuli untuk kehilangan-kehilangan
pada rak-rak
dipergunakan
pada buku-buku
yang sesuai, ini adalah Spangler' Fel-
teniui Escande, dan lain-lain. USBR
juga telah menyarankan sebuah
rumus untuk kehilangan-kehilangan
pada rak'
Kehilangan
pada Pintu Tinggi Tekan
Di mina pintu mengerutkan aliran (misalnya pada pembukaan pintu
scbagiarr). kocfisien
-C,,pada
rumus berikut dapat dinyatakan:
Arah aliran
I
Bentuk Kr
a
a
a
b
2,42
l ,83
|,67
0.76
T
352 Pembongkit Listrik Tenogo Air
hubungan mur-baut. Kisi-kisi dipasang pada panil-panil kecil untuk
memudahkan pengangkutan pada waktu perbaikan atau pengecatan.
Jarak dari rak-rak yang baik atau mata-mata kasa antara 1,5 cm
-
l0 cm, sementara itu
jarak
dari batang-batang saringan antara l0 cm
l5 cm.
Batang apabila cukup panjang, dapat diberi penunjang antara yang
terdiri dari batang I. Umumnya, sehubungan dengan spesifikasi-
spesifikasi yang telah diterima umum, panjang batang-batang yang
tidak diberi dukungan harus tidak lebih besar dari 70 kali tebal ba-
tang. Batang-batang kasa biasanya terbuat dari besi plat yang ringan
dengan ujung yang bundar, pada kedua ujung hulu dan hilir, dan mem-
punyai bagian dari7,5 cm x 0,65 cm sampai l0 cm x 1,2 cm, seba-
gaimana penyokong dan penguat.
Tekanan pada Rak-rak
Terlepas dari beban mati dari gabungan, saringan-saringan juga
menghadapi tekanan air dan tekanan dinamis dari bahan yang ter-
apung. Suatu beban yang tidak seimbang adalah juga
dihasilkan pa-
da perhitungan dari penyumbatan
sebagian atau seluruhnya daripida
rak-rak,
iadi
menurut Mosonyi, rak-rak secara umum didesain untuk
suatu tinggi tekan yang berbeda dari I sampai 2 m di bawah keadaan
normal dan 4 sampai 5 m di bawah keadaan luar biasa.
Pembersihan Saringan-saringan
Untuk stasiun-stasiun yang kecil di mana kedalaman rak-rak tidak
lebih dari 4 m atau 5 m dan bila bahan yang terapung adalah kecil,
pembersihan dengan tenaga manusia memakai penggaruk dapat
diusahakan.
Bagaimanapun, bila bahan terapung adalah besar dan tinggi dari
bangunan saringan lebih besar, pembersihan secara mekanis adalah
suatu usul yang ekonomis. Mesin pembersih rak bergerak pada rel-rel
yang disediakan pada lantai dari pintu masuk saluran atau pada jem-
batan pemeliharaan yang dibuat untuk hal tersebut. Batang-batang
pada rak yang condong membuat pembersihan mudah terlepas dari
pemberian hambatan yang lebih kecil pada aliran. Gambar l2.l2mem-
perlihatkan sebuah peralatan pembersih rak secara mekanikal.
Kecepatan Melalui Saringan
Kecepatan aliran ke dalam pintu masuk saluran terjadi beberapa
saat tidak akan menyebabkan kehilangan besar dari tinggi tekan dan
tidak akan memperbesar pengambilan dan potongan melintang sa-
ringan. Menurut Zowski, kecepatan > 90 cmldetik, menyebabkan ba-
Pengangkut Air-III .15.1
12.12. Sebuah peralatan penggaruk yang mekanika (Atos izin.' Allis-
Chalmers Manufacturing Co., USA).
Gambar
T
V
354
Pembangkit Listrik Tenaga Air
ngunan saringan bergetar dan bahkan runtuh, apabila batang-batang
tioak kaku akan dibantu menjadi kaku. Beberapa rumus untuk batas
kecepatan dari aliran adalah sebagai berikut:
(r) Rumus Justin dan Creager
V<O,r2..lEF
"'(12'8)
(r) Rumus Mosonyi untuk mengurangi eddie dan vortice
I/
<
0,075 Agh . (rz.e)
Untuk instalasi-instalasi kecil di mana pembersihan dengan tenaga
manusia dapat diusahakan, kecepatan dimuka kasa antara 60-75
cmldetik.
Pengangkut Air-|11 .15.5
Untuk keadaan tidak ada vortice-vortice pada pengambilan, dua
buah hubungan empiris berikut dapat digunakan:
s
-
> Q,3 untuk pendekatan simetris .. .(12.10)
V'\/ d
s
dan
ffi
) 0,4 untuk pendekatan lateral ... (l2.ll)
+
i
I
s
I
i
i
Pada pernyataan-pernyataan di atas, s ada-
lah kedalaman tenggelam untuk pengambil-
an, d adalah garis tengah dari saluran dan
Zadalah kecepatan aliran ke dalam saluran
(lihat Gambar 12.13).
Pencegahan masuknya udara
juga
dapat
dilakukan dengan meniadakan lubang yang
terlalu dalam dan tanjakan hidraulik yang
curarn, dengan cara menghilangkan kondisi
susunan yang memungkinkan terjadinya
PERJALANAN UDARA PADA PENGAMBILAN
Tidak hanya udara yang mendapatkan
pintu pemasukan pada saluran-
saluran tertutup
yang tidak mengalir penuh atau pada saluran ter-
buka, akan tetapi di saluran-saluran tertutup yang alirannya
pe-
nuh. Udara dapat terjadi pada kasus ini dalam bentuk gelembung-
g.t"rnUung. Pada kasus pintu-pintu masuk pengambilan, udara dima-
Iukkan tJ datam salurin memberikan
perkembangan dari vortice-
v,ortice, dan menjadi suatu sumber dari kekacauan. Sehubungan de-
ngu, p..U.rkaarsebagian
pintu pada pengambilan,
juga ada kondiqi-
tinaisi yang baik/sesuai untuk perkembangan dari sebuah terjunan
hidrau[[ dan dari konsekuensi
pemasukan udara. Udara mungkin
juga
memasuki suatu pipa selama pengisian. Udara dapat
juga keluar dari
keadaan larut didalam air yang mengalir, ketika tekanan menurun se-
panjang pipa.
-
ranor-raktor
yang dapat menyebabkan susunan vortice-vortice
pada
pengambilan adalah:
'
1rt
keaclaan-keadaan loncatan hidraulik,
(il) kecepatan
pada pengam-
bilan, (iir) keterbenaman
pada pengambilan, dan (iv) geometri dari alir-
an pendekatan ke'
Pengambilan. --
,if.iUut-uf.ibat
daii uia.u dalam suatu saluran adalah penambahan
t
"iriiungu"
tinggi tekan,
pengurangan debit dan suatu penurunan da-
iu- OuVl gunilurbin dan keluaran. Hal tersebut telah diteliti bahwa
aliran ie datam saluran mungkin dikurangi
dengan 5
-
l09o sebab
adanya udara. Terlepas dari itu, kantung-kantung udara
juga menye-
babkan kejutan-kejutan
pukulan air, getaran-getaran dan korosi'
Ini
jadilelas, Uatrwa pemasukan udara dapat dicegah p.ada pe-
ngulnbilun d.rg"n mengurangi atau dengan memperkecil sekecil mung-
kln susunan vorteks. Hal ini dapat dilakukan oleh ambang-ambang
terapung atau peraturan-peraturan
yang sama'
Pengambilan
Pengambilan pada\a$aan normal mempunyai sebuah pintu kepala
balok pada bagian depan dan sebuah pintu kontrol di dalamnya. Suatu
ventilasi udara selalu ditempatkan di sebelah hilir dari suatu pintu pe-
ngontrol, seperti terlihat pada Gambar 12.14. Fungsi-fungsi utama dari
pipa ventilasi udara adalah:
(l) Memberi peluang pada udara untuk meniadakan akibat keko-
songan yang akan terjadi bila air di dalam batang pipa keluar setelah
pintu pemasukan ditutup.
(ll) Pintu-pintu pemasukan bekerja pada keadaan dari keseimbangan
tekanan-tekanan pada kedua sisi. Untuk keperluan ini, pipa harus di-
isi melalui sebuah pipa bebas hambatan. Udara yang terperangkap,
'bagaimanapun,
dibawa keluar melalui pipa ventilasi udara.
Karena itu, hal tersebut penting bahwa suatu pipa ventilasi udara
dari kapasitas yang memadai disediakan. Isi dari udara yang harus
ada tiap menit
(atau tiap detik) untuk keadaan-keadaan aliran yang
sesuai dapat dievaluasi. Sebagai contoh, pada proyek Mica (Kanada),
kebutuhan udara dari ventilasi pengambilan udara didapatkan sebe-
sar 200 m3 untuk debit maksimum sebesar 1000 m3 yang mengalir me-
T'
356
Pembongkit Listrik Tenaga Air
Waduk/penampung air
Ventilasi udara
Gambar 12.14. Pemasukan udara.
lalui terowongan dengan suatu kecepatan maksimum 53 m/detik. Se-
jumlah hubungan empiris diberikan di bawah ini untuk ukuran dari
pipa ventilasi udara untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan udara.
(l)
Qo:4C0Ca..[F
di mana
Qo
:
Debit dari udara dalam m3ldetik
C
:
Konstanta
(biasanya bernilai 0,7)
a
:
Luas dari
PiPa
ventilasi dalam m2
. . .
02:12)
p :
Tekanan diferensial antara udara dan di dalam ba-
tang
PiPa
dalam kg/cm?.
(2) Kongres ke-4 penuntun untuk bendungan-bendungan besar
Luas dari ventilasi udara
:
1090 dari luas pintu pengendali.
. . . (r2.13)
(3) Penuntun perenconoon dori USBR
Kapasitas dari ventilasi udara
:
25Vo dari debit pipa penyalur.
Pengangkut Air-lll .1.57
(l) Rumus Kalinske dan Robertson
cu
:
0,03 (F-1;t'oo bila loncatanhidraulikterjadi. . . (12.16)
pada hulu/hilir dari pintu.
(2) Rumus US Army Engineers
o
:
0,0066 (F-1;t'+ untuk tidak terjadi loncatan . . (12.17)
(3\ Froude number poda Vena Contracta
. . . (12.18)
. . . (tz.te)
{sv
(4) Kedalaman oir poda Veno Controcta
Y
:
Cah 'meter
(4)
Q,: Q*A
di mana
Q*
adalah debit dari air dalam m3ldet dan e perbandingan
dari kebutuhan udara dengan kebutuhan
"-
(*).
Bermacam-macam formula untuk menyatakan banyaknya penggu-
naan pemakaian adalah:
di mana Ca
:
koefisien debit dengan nilai dari 0,8 untuk dasar pin-
tu 45 derajat dan 0,6 untuk bibir dasar tajam.
h'
:
tinggi pembukaan pintu dalam m.
(5) Kecepaton pemancoran
V
:
'l@
m/detik. . . . (12.20)
di mana F1
:
tinggi tekan melalui katup dalam m untuk saluran-saluran
pendek de\Can kehilangan-kehilangan kecil dan sama dengan perbaik-
an dalam t$SSi tekan dari permukaan waduk ke bagian atas dari Ve-
na Contrac\a untuk saluran-saluran panjang.
(6) Debit pari air
\
O*:V.y.b
...(12.21)
di mana b
:
lebar pintu dalam m.
(7) Kecepatd7 udara yang diizinkan
\
vo
:
45 sampai 90 m,/detik . . . (12.22)
(8) Luas salura'i\ idora
O:Q'
Vo'
...(12.23)
(9) Kehilangon-kehilangan di saluran udara sebaliknya kurang dari
1,5 m kehilangan tekanan air. . (12.24)
SALURAN-SALURAN AIR
Umum
Air masuk ke dalam sistem pembawa air melalui bangunan pengam-
bilan yang berada pada bendungan. Tergantung pada topografi
umum dari lapangan, sistem pembawa air dapat mengambil bentuk
dari terowongan-terowongan, saluran-saluran,
,fl
umes atav pipa-pipa.
Faktor lain yang penting adalah susunan geologi dari tanah yang me-
rupakan salah satu faktor penentu untuk pembangunan saluran-
saluran.
. . . (12.14)
. . . (12.15)
V
358 Pembangkit Listrik Tenaga Air
Pengangkut Air-lll l5()
Bila topografi umum dari lapangan sedang dengan lempeng-lempeng
yang landai, saluran-saluran mempunyai suatu perbandingan yang te-
pat. Bagaimanapun, bila tanah sangat curam dan kasar, maka sukar
bagi saluran untuk secara pasti mengikuti kontur-kontur dari tanah,
dengan demikian maka, model-model alternatif dari saluran harus di-
pikirkan. Untuk kasus-kasus seperti itu, akan lebih ekonomis untuk
memakai baja atau pipa-pipa RCC, saluran-saluran atau terowongan-
terowongan, sehingga panjang saluran akan sependek mungkin. Pem-
buatan saluran-saluran pada daerah tidak datar dan lembahJembah
curam
juga
membutuhkan pembuatan sifon-sifon, penggalian-
penggalian yang dalam serta penimbunan-penimbunan pada tempat-
tempat yang cocok.
Bila keadaan geologi dari daerah (berkenaan dengan mutu dari batu-
batuan, keadaan umum, lubangJubang, retakan-retakan, permeabi-
litas, dan lain-lain) telah dipelajari, pertimbangan-pertimbangan yang
lain untuk pembuatan saluran disertakan pula luas dari penggalian dan
penimbuqan, kemiringan sandaran, tipe dari pelapisan yang diambil,
syarat-sya\at fondasi. Jadi, suatu saluran harus dipenggal seluruhnya
seperti t pada Gambar 12.15(a) atau ditimbun seluruhnya se-
perti Gamb[r 12.15(b) atau dipenggal dan ditimbun sebagian seperti
Gambar 12.\5(c). Pada lembahJembah yang curam, umumnya din-
ding untuk memperkuat tanggul seperti Gambar 12.16.
penahan tanah
Gambar 12.16. Dinding penahan tanggul.
Saluran-salurar head-race didesain untuk mengalirkan debit air mak-
simum yang tetap dalam keadaan mengalir (uniform
flol
bila peng-
ambilan diatur. Untuk pembagian-pembagian yang tidak diatur pada
saluran-saluran head-race, aliran bisa tidak seragam sehubungan de-
ngan beban yang berubah-ubah (naik-turun).
Saluran-saluran tail-race
juga
didesain serupa, pengawasan
tingkat.
Penutupan Tebing-tebing Saluran
Bila saluran-saluran mempunyai suatu permeabilitas yang besar,
,F
.E
6
o
{
q
6
6
t
D
(|
h
(6
o
CI
b0
(!
,o
EE
?bo
2c,
.EE
Eu;
o;
EN
L
.6c
-5
E
a
I
!
t
6
o
d
t
6
0.
360 Pembangkit Listrik Tenaga Air
saluran_saluran
tersebut ditutup tebingnya dengan bermacam-macani
p""","p i"Ufrrg. Sat.rta,t
yang ielah diberi
penutup tebing cocok un-
i"[ t".'.p"tun uliru,
yang besar tanpa menimbulkan
pengikisan atau
p"ngg.."tun; itu suatu
pengurangan
yang besar dari.kehilangan
se-
hubungan
dengan,"'n["''u"lOan
riemperbaiki
aliran hidraulik
dengan
ffi;;?;;i
r."o"iiti""
"r,i""i'in
g n' n asil dari
pengu ransan k o.e f i sien
;;;ffigsung
dilihat
pada penguran_gan dari luas desain melintang
dari saluran untuk
-""vuj"rr.*
aeuit. remiringan dari tepi_tebing
juga
cenderung
rn.rgrrr"rr;itanah
yang dipakai oleh saluran' Jadi' meru-
pakan suitu keuntungan
ekonomi-yang
nyata'
Berbagai
jenis lapi-s"an
yang dipakai untuk saluran-saluran
adalah:
1. Batu PenutuP
sederhana'
i.
gut"
lotong dan batu bata
penutup/pelapis'
3.
g.ton pelapis dan ubin cetak
pelapis'
4. Shotcrite
(beton semprot)
pelapis'
5. AsPal atau bitumen PelaPis'
6. PelaPis bentonit.
7. Plastik Pelapis'
Suatu bahan yang mempunyai daya tahan kuat dan kedap air' de-
ngan biaya yang rendah dapat-disiapkan
sebagai
pelapis saluran
pada
i-.-*putnvu."Baf,an
,.r"u"urn itu tidak dibolehkan
menjadi basah dan
-",iut,
dipergunakan
untuk memberikan suatu permukaan yang halus'
B;;, p.tupit sederhana,
walaupun menahan
penggerusan dari da-
,ui Ju1 sisi-sisi, tidak menolong dalam mengurangi kehilangan-
kehilangan akibat rembesan. selain itu, geseran yang terjadi karena
tutu aa-atat banyak sekali. Batu kosong dan batu bata pelapis
juga
mempunyai
kekasaran
yang besar sekali, walaupun mereka mengu-
,"rgii.-u"gLinan_temur,fkirr"r,
akibat rembesan. Beton
pelapis ba-
L"iirurrupun,
dipergunakan untuk saluran-saluran
tenaga untuk meng-
[ii""g guyu p"rtu*ura,, yung kecil (geseran)' pengurangan akibat rem-
u"rurii'un
pincegahan
".oti'
tnt"tttperkuat
lapisan dengan beton da-
pu, aiu"rr,uk bil; hubungan-hubungan
konstruksi tertutup. Kadang-
iadang lapisan batu disemprot dengan adukan semen
yang dicampur'
memakai suatu
prose s
(Sinite) untuk memperhalus
batu..kasar' atau
;;;;;d""-permukaan
batu bata' Penvemprotan
dapat.dilakukan
se-
iupir, a,ru atau tiga lapis dengan ketebalan tiap lapis dari 0-'5
-
1'5 cm'
giir*"r,
dan aspal
p"rl"pi, telap air dan lebih elastis dari pelapis-pelapis
Leton, namun datam
perbandingannya kurang tahan lama dan dapat
diandalkan. Bahan_baian tersebut
jarang dipergunakan untuk saluran
irfiti. i"a*g-kadang
pelapis benttnit dapat
juga dipergunakan
untuk
saluran-salur",
t"nug-u. Ini terdiri dari suatu lapisan
yang seharusnya
padat dari suatu cafrpu.u" u."to"it dan tanah basah, disebabkan di
Pengongkut Air-llt .1(r I
atas suatu lapisan tipis dari bentonit kering.
Pada keadaan khusus di mana penjurusan saluran melalui suatu dac-
rah yang mempunyai lapisan air secara musiman yang tinggi, atau di
mana tanah-tanah tidak bebas pembuangan, pembuangan air bawah
permukaan dibuat dalam kaitan untuk melindungi pelapisan.
Kriteria l)esain (Patokan Desain)
(r) Desain dari saluran tenaga tergantung pada karakteristik-
karakteristik hidrauliknya. Hal-hal yang ada sangkut-pautnya, diper-
timbangkan apakah permukaan-permukaan air hulu dan hilir tetap;
apakah debit saluran berubah, berkaitan dengan perubahan beban;
apakah saluran telah dibuat dengan waduk keseimbangan air terha-
dap perubahan-perubahan dari waktu ke waktu pada beban dan de-
bit, sehubungan pertimbangan harus diberikan sesuai dengan susunan-
susunan langsung yang penting pada saluran tenaga.
(r) Debit. Kapasitas debit dari saluran tenaga akan tetap
dengan n lengkungJengkung
jujuh
aliran dan lengkungJengkung
masa untu\ debit yang tersedia yang ada atau isi yang disimpan, ko-
lam atau si an keseimbangan yang dikehendaki untuk kebutuhan
beban atau i dari stasiun tenaga (misal, instalasi puncak, insta-
lasi beban dasd{, dan lainJain). Di mana sebuah instalasi penyimpan
tenaga dipertimbqngkan, kapasitas saluran dapat tetap untuk tahap
akhir dari perkembangan tenaga.
( r) Gelombang. Gelombang dapat diartikan sebagai keadaan hidrau-
lik sementara, di mana aliran dan tekanan berubah di dalam saluran
pada perhitungan dari macam-macam beban pada satuan-satuan sta-
siun hidrolistrik. Hasil langsung dari gelombang pergantian yang tiba-
tiba dari permukaan air pada saluran. Penjagaan yang cukup harus
diberikan untuk mencegah pelimpahan air melewati tepi-tepi saluran.
Bila keadaan topografi mengizinkan, spillover yang cocok atau wa-
duk pengimbang harus dibuat sebagai suatu kolam gelombang terbu-
ka pada bagian depan. Formula empiris dipergunakan untuk meng-
hitung tinggi gelombang maksimum, dua di antaranya adalah seba-
gai berikut:
(a) Untuk penutupon yong tiba-tiba
h^oks:WT
(12.2s)
(b) Untuk penutupan yong sedikit demi sedikit
Z
c
n^rrr:
{i*
(12.26)
362
Pembangkit Listrik Tenaga Air
Di sini, hmak"
:
V_
7_
L_
(iv) Kecepatan.
sebagai berikut:
tinggi gelombang maksimum
kecepatan rata-rata dari aliran air
kedalaman efektif
L_uas dari potongan melintang
Lebar puncak
Debit yang melalui suatu saluran tenaga dihitung
g:AY dalam m3/det
Kecepatan Z diperoleh dari formula Manning-Strickler:
y-
I
T2rngrn
n
(12.27)
(12.28)
di mana n adalahkoefisien kekasaran, dan tergantung dari
jenis pela-
pisan. Untuk contoh, untuk pekerjaan batu bata, n
:
0,015 dan un-
iuk suatu pelapisan semen yang rapi n
:
0,010. Sejumlah kelonggaran,
bagaimanaprrrr, harrs diadakan pada nilai-nilai dari n ini, bila aliran
aiimembawa sejumlah lumpur
juga. Mosonyi menetapkan nilai-nilai
dari n untuk berbagai
jenis dari pelapisan-pelapisan dalam bukunya
Water Power Development (Yol.1). Saluran-saluran tidak berlapisan
atau saluran tanah mempunyai sebuah nilai dari n
:
0,022, sementa-
ra saluran-saluran
yang digali clalam batu mempunyai sebuah nilai dari
0,05 atau lebih; ini akan menyatakan keuntungan dari pelapisan.
Ada rumus untuk perhitungan-perhitungan kecepatan
yang dike-
mukakan oleh ahli lainnya, misalnya, Mises, Forchheimer, Matakie-
wicz, Garbrecht, dan lainJain.
(vj Nnai dari n (Manning) untuk saluran-saluran berlapis beton. Dari
rumus, V
:
l/n R2/3 St/2 nilai n adalah 0,0137 sampai 0'0152 untuk
irigasi dan saluran-saluran tenaga. Nilai dari n berubah, untuk per-
ubihan dari ukuran saluran-saluran. Jadi, untuk saluran-saluran
yang
besar dengan
jari-jari hidraulik 2,7 m sampai 4,5 m, nilai n berkisar
antara 0,015 dan 0,019, karena harga-harga yang dinaikkan antara
0,013 dan 0,015. Faktor geseranf, untuk saluran-saluran terbuka de-
ngan lapisan beton didapatkan 3090 lebih tinggi dari saluran tertutup
yi.g tu-u dengan Reynold's number. Hal ini sehubungan dengan per-
iirnbungu, akuatik pengecatan pada pelapisan, faktor bentuk dan
lain-lain.
(vr). Kecepatan maksimum
yang diizinkan. Pembatas pada kecepatan
maksimum menimbulkan perlawanan dengan bahan dasar saluran ter-
hadap erosi, dalam kasus saluran tidak bergaris dan perlawanan dari
bahan pelapis terhadap gesekan, dalam kasus saluran dengan lapisan.
Berdasarkin pada percobaan dan teori-teori, beberapa formula dite-
tapkan untuk kecepatan maksimum dasar (yang aman terhadap ero-
PengangkutAir-lll 1(rl
si). Beberapa di antaranya adalah:
(a\ Formula Sternberg
Yr:*
tQ
m/det (t2.2e)
di mana 6
: garis tengah partikel-partikel
dalam m (konstanta V
:
4,43)
(b) Bogardi danformula
yen
V:22,9d^.l01vrFT
cmldet
...(12.30)
di mana V
=
kecepatan krisis rata-rata
d^
=
ukuran efektif dari partikel-partikel
7
:
spesifik graviti
dari bahan
(c) Kecepatan Batas oleh Institut Hidrolistrik Desain uni soviet.
Batas-batas dari kecepatan maksimum, izin dipakai untuk bermacam-
bahan dasar, seperti: granular loose, batu-batuan, tanah-
tanah k
,
saluran-saluran berlapisan, pada kode-kode desain.
(vn) X
aliran di
minimum yang diizinkan. Kecepatan minimum dari
pkan pada saluran, sehingga lumpur yang terbawa aliran
t/ _
/-
di mana h
-
/--
U_
tidak dapat
[nggal
didasar saluran. Beberapa kecepatan rata-rata oleh
Ludin untuk pengendapan
adalah:
V > 0,3 m/\dalam kasus airasin
I
V > 0,3
-
0,5 m/det dalam kasus air yang membawa pasir bagus. I
. . .(12.31)
Rumus populer Kennedy agar tidak terjadi penggerusan, tidak ter-
jadi pengendapan, kecepatan rata-rata aliran pada saluran irigasi
adalah:
C ho'a m/det
kedalaman air (m) dan
. . .fi2.321
suatu koefisien yang mempunyai harga antara
0,54 dan 0,70 tergantung pada ukuran lumpur.
Rumus-rumus lain ditemukan oleh Lindley, Bose, Lane, Lacey, Whi-
te dan Inglis.
Yang perlu diperhatikan
juga
adalah tumbuh-tumbuhan air pada
saluran-saluran yang sernacam. Untuk hal ini, kecepatan aliran di-
usahakan sebesar 0,6 m/det dan kedalaman air 1,5 m.
(vilr) Kemiringan Sisi. Untuk saluran-saluran tidak dilapisi, biasa-
nya kemiringan-kemiringan yang diambil dalam penggalian bisa cu-
ram daripada dalam penimbunan untuk bahan yang sama. Sebagai
contoh, suatu nilai dari kemiringan l:1,5 dapat diambil untuk galian-
galian untuk sandaran, suatu kemiringan I :2 dapat diambil. Saluran-
saluran yang bisa mempunyai kemiringan l:2 atau bahkan l: L
364 Pembangkit Listrik Tenoga Air
Karena fluktuasi dalam beban dan bertambahnya air simpanan, ter-
jaiilah
bermacam-macam tingkat air pada saluran tenaga. Jika terja-
di penurunan mendadak, harus adaalat kontrol guna mengaturnya,
yang ditempatkan
pada saluran keluar yang menuju waduk
pengimbang.
Proyek listrik tenaga air mempunyai saluran sepanjang ll,8l km
(Sundernagar), India, seluruhnya diberi lapisan beton. Lebar saluran
pada dasarnya adalah 9,45 m dan kedalaman air maksimum pada sa-
luran adalah 6,26m. Kecepatan maksimum aliran dalam saluran adalah
1,84 m/det pada suatu kemiringan dasar 1:6,666. Itu mempunyai suatu
kapasitas dari 255 m3/det pada bagian kepala dan 234 m3ldet pada
ekornya. yang berarti 2l m3/det aliran diberikan untuk menjalankan
sistem pelontaran lumpur. Saluran mempunyai kemiringan sisi 1,5 : 1.
Gambar 12.17 memperlihatkan suatu bagian dari saluran tenaga un-
tuk bagian bawah skema hidrolistrik Sileru (kapasitas terpasang 690
MW) di Andhra Pradesh (India). Panjang saluran adalah 15,6 km,
dan dasar serta sisi-sisinya dibeton.
Tabel12.2 memperlihatkan hal-hal yang berhubungarr dari sejum-
lah saluran-saluran tenaga yang dilapisi dari beberapa negara.
TABEL 12.2
No. Proyek Debit Kecepotan
ra-rota
(m'/det) (m3/det)
Pengangkut Air-lll l(r5
tL Dari saluran tenaga
Gambar 12.17. Bagian saluran hilir hidrolistrik Sileru (India).
Gambar 12.18. Sebuah Saluran Bukit dari proyek Hirakud (India).
FOREBAY
Air yang disalurkan oleh saluran tenaga ke berbagai batang pipa yang
ditunjukkan ke turbin-turbin melalui
forebay,
juga
terkenal sebagai
kolam utama. Air kadang-kadang disimpan di kolam pada saat pe-
nolakan beban oleh turbin dan kemudian penarikan kembali dari ko-
lam bila beban ditingkatkan . J adi,
forebay
juga
bertindak sebagai suatu
jenis
dari pengatur persediaan air.
Kolam utama dibuat pada bagian akhir saluran tenaga dengan cara
memperluas menjadi bentuk seperti sebuah cekungan kecil, yang da-
pat menyimpan sejumlah air untuk kebutuhan-kebutuhan yang tiba-
tiba dari turbin. Suatu waduk pengimbang semacam itu telah dibuat
di proyek Beas-Sutlej penghubung dengan memperbesar hampir 1,5
km panjang dari saluran hidrolistrik Sundernagar untuk menyesuai-
kan naik-turunnya (kenaikan-penurunan)
dari debit melalui kapasi-
tas tampungnya yang 382 Ha. Forebay dapat dibuat dengan mem-
bangun sebuah bendungan kecil memotong saluran alami. Bila
fore-
bay disediakan melalui penggalian atau melalui penanggulangan, salur-
an tenaga dapat dihubungkan dengan kolam utama secara berangsur-
angsur melalui sebuah peralihan. Dengan membangun sebuah bendung-
Kemi- Keda
ringan lamon
stsi aliran
(m)
Lebor
dasor
(m)
l.
2.
3.
5.
6.
7.
8.
Nangal (India)
Sutlej-Beas Link
(India) 9,45
Lower Sileru
(India) ll,9
Yamuna Hidrolis-
trik tahap I
(India)
Hirakud (India)
Vizzola (Itali)
Cekoslowakia
Hongaria (Danubi)
Oitmarsheim
(Perancis)
1,25: I
1,5 : I
1,5:l
354
6,26 254,9 2,1
3,97 127,4 0,665
200
707 1,97
t20 1,58
2400 t,22
850 0,95
l l,0
51,0
15,69
128,0
80,0
1,5 : I
l:l
l:l
2:l
3:l
;
3,87
12,8
8,4
Gambar 12.18 memperlihatkan bagian dari saluran tenaga, yang ma-
na trayeknya didesain sebagai suatu saluran bukit, menuju ke pusat
tcnaga No. 2 dari proyek bendungan Hirakud (Gambar 12.19).
i
i1
l5
Pelat sambung lx li
tsanralao:l x,tj
Aalok Bda C.C (t:t6t
I x ,4 ukuran l5O
Luban! belon pipa dengan
Pcm.riksaan
jalan
SeienSah kedap air
El-ttAo'
-- Tingkar dasar'(96'- o
-
-t
366 Pembangkit Listrik Tenaga Air
an kecil, kapasitas./oreboy meniadi sangat besar. Di proyek hidrolis-
trik Kundah, India, sebuah
forebov
telah dibuat dengan konstruksi
bendungan gaya berat batu kosong, berketinggian 29 m, lebar 4,6 m
pada bagian atas dan 152,5 panjang. Pemasukan untuk instalasi ke-
dua (140 MW) diambilkan dari forebay kecil yang berkapasitas 1,65
m3.
Pengongkut Air-lll
.167
dibutuhkan juga
untuk stasiun-stasiun tenaga di permukaan. Pada
skema-skema instalasi pompa dan pada skema-skema terowongan
transbasin berbagai macam digunakan untuk pembawa
air.
Terowongan-terowongan dapat dibuat pada tanah keras, namun le-
bih baik pada tanah lunak.
pada
teknik tenaga air, terowongan-
terowongan biasanya adalah terowongan-terowongan batu dan
terowongan-terowongan
tanah lunak, bila mungkin dihindarkan. Sua-
tu terobosan pada cara-cara pembuatan terowongan batu pada wak-
tu silam sekitar 100 tahun yang lalu, dengan adanya pembangunan
terowongan kereta api Mont Cenis memotong pegunungan
Alpen di
Eropa. Pada tahun-tahun berikutnya kegiatan pembuatan terowongan
dari batu-batuan dengan berbagai jenis
terlihat di seluruh pelosok dunia
dan dibuat terowongan-terowongan untuk jalan-jalan, jalan
kereta api,
saluran air, dan navigasi. Penggunaan terowongan-terowongan pada
perkembangan
tenaga air telah dimungkinkan dengan makin ba-
nyaknya ahli-ahli dibidang
jalan
raya dan
jalan
kereta api.
proyek por-
jus
di Swedia dapat dinyatakan sebagai salah satu proyek terowong-
-
,n tenaga air yang pertama kali. Proyek tersebut mempunyai sebuah
terowo-hgaqdengan luas potongan melintang 50 mi dan panjang
1.200 m, daiXibangun tahrn 1914. Di India,lroyek-proyek tenagi
air seperti Yamuna, Koyna, Sharavathi, Kundah, Dehar mempergu-
nakan terowongan secara luas. Di
pakistan,
proyek-proyek
Mangla
dan Tarbela mempergunakan terowongan sebagai segi yang penting.
Kenaikan kepopuleran secara cepat dari penggunaan terowongan
dalam hubungan segi teknik tenaga air dapat dilengkapi dengan hal
berikut:
(l) Pemakaian terowongan menjadikan seringnya rure yang panjang
dan pendek untuk arah
jalan
air dan suatu pertimbangan ekonomi da-
lam biaya-biaya proyek.
(it) Pekerjaan pembuatan terowongan dapat berlangsung secara ber-
samaan pada banyak titik. Hal ini mempercepat penyelesaian
pekerjaan.
(ill) Keadaan alami dari daerah-daerah perbukitan tidak terganggu.
(iv) Perkembangan teknik-teknik dari pengeboran dan peledakan
serta peralatan mekanik yang baru membuat pekerjaan pembuatan
terowongan menjadi lebih mudah.
(v) Ada kepastian yang lebih besar di antara ahli-ahli teknik ten-
tang kestabilan struktur dari terowongan-terowongan. Ini sehubungan
dengan konsep-konsep baru seperti mekanika batuan di tangan yang
satu dan teknik-teknik analisis percobaan tekanan di tangan yang lain.
Perhitungan-perhitungan tekanan pada masa batuan dapat dilakukan
sekarang dengan teknik-teknik seperti metode elemen terbatas.
dan
a Hirakud
No.
\
\
\'"**
l-. a"o"n, Jharsuguda
-
Sambalpur
i
Sambal-
pur
Sungai Mahanadi
Gambar 12.19. Saluran tenaga dari proyek Hirakud (India).
i
Bilamana ada pengumpulan air yang berlebihan, air itu akan dile-
paskan secara aman melalui sejumlah keluaran atau pelimpah. Pelim-
pah umumnya
jenis
Ogee atau sifon. Sampah terapung dicegah un-
tuk memasuki turbin pemakaian kisi-kisi.
Instalhsi di sebuah,/di suatu Forebay
Berikut ini adalah bagian-bagian dari sebuah forebay tipikal:
l. Bagian pemasukan atau kolam.
2. Pelimpah.
3. Pintu gelontor.
4. Kisi-kisi/tirai-tirai.
5. Ruang katup atau pintu katup.
6. Saluran atau pintu masuk pipa pesat.
TEROWONGAN.TEROWONGAN
Pada banyak instalasi-instalasi pengelak jenis
tekan yang tinggi,
terowongan-terowongan membentuk suatu ciri-ciri teknik yang pen-
ting. Bila pembuatan terowongan mutlak penting untuk instalasi.te-
naga bawah tanah, dalam banyak situasi-situasi pembuatan terowongan
't
368 Pembangkit Listrik Tenaga Air
Fungsi
Terowongan-terowongan dapat digambarkan berdasarkan fungsi-
nya. Jadi, terowongan-terowongan dapat sebagai terowongan-terowo-
ngan pembawa air atau terowongan-terowongan pelayanan juga
tero-
wongan kering. Head race atau terowongan-terowongon tenoga ada-
lah terowongan-terowongan yang menyalurkan air ke pusat tenaga,
yang disebut terowongan-terowongan tekanan. Terowongan saluran
buang adalah terowongan-terowongan yang membawa keluar air dari
pusat tenaga. Terowongan-terowongan ini biasanya terowongan -
terowongan aliran bebas. Pada pusat-pusat tenaga yang berada di ba-
wah lubangJubang batu besar, terowongan-terowongan tail roce ju-
ga dapat berlaku sebagai terowongan-terowongan tekan, bila penem-
patan turbin di bawah pemukiman
air biru. Terowongan-terowongan
pembelokan dibuat bila aliran air sungai direncanakan dibuang ke-
luar dari pembuatan bangunan. Pada kasus-kasus semacam ini, hal
itu adalah operasi pembangunan besar yang utama. Terowongan-
terowongan pengelak tidak mempunyai tekanan air yang. tinggi, teta-
pi kapasitas debit besar, untuk memberi kesempatan banjir dapat me-
laluinya. Pada saat penyelesaian proyek, terowongan pengelak diper-
gunakan untuk berbagai pilihan pemakaian seperti sebagai sebuah te-
rowongan pelimpah atau suatu pipa terowongan pesat (lihot Gambar
12.20).Penjurusan tetap supaya panjang terowongan pengelak sepen-
dek mungkin. Terowongan pelimpah adalah terowongan yang,digu-
nakan untuk membawa air dari pelimpah (biasanya pelimpah corong)
pada sisi bagian hilir.
Tingkat puncak
Permukaan tanah yang asli
Sumbu
nuncakj
Pengangkut Air-lll
3(r9
Penggolongan
Terowongan dapat
juga
digambarkan berdasarkan bentuk, penju-
rusan dan segi-segi desain.
Bentuk. Terowongan dapat berbentuk lingkaran atau bukan. Te-
rowongan yang berbentuk lingkaran dari segi struktur lebih baik. Ben-
tuk tersebut stabil bila tekanan air yang di dalamnya tinggi. Tero-
wongan berbentuk tidak lingkaran biasanya mempunyai lantai yang
datar, dekat dinding, tegak atau dinding-dinding lengkung pancaran
dan suatu atap busur. Yang paling terkenal adalah yang disebut ben-
tuk terowongan tapal kuda, yang sangat baik dalam bidang konstruksi.
Gambar 12.21 memperlihatkan bentuk-bentuk yang biasa dari
terowongan.
Gambar 12.21. Beberapa bentuk terowongan.
Penjurusan. Terowongan digambarkan sebagai terowongan bila
mempunyai kemiringan dasar yang kecil sebagai tiang, bila penju-
rusannya tegak dan sebagai tiang inklinasi bila mereka berinklinasi
curam horizontal.
10,854r
n
r
2,to
t
Bangunan
penahan sampah
Perluasan tero-
wongan pengalih
,ffi
l-'''-{
'l
keluar
Gambar 12.20. Terowongan pengalih aliran yang diubah sebagai terowongan.
Di antara terowongan pelayanan adalah terowongan kabel yang
membawa kabel dari pusat tenaga bawah tanah ke pelataran parkir,
terowongan ventilasi yang dipasangi dengan kipas angin di tempat
terbuka di akhir terowongan, dan keduanya menyalurkan udara ke
instalasi di bawah tanah dan penghubung atau terowongan penghu-
bung, merupakan suatu terowongan penyalur dari permukaan ke pu-
sat tenagabawah tanah.
a z,rts
ptitrh;i
r
't Y
370
Pembangkit Listrik Tenaga Air
Pelepasan. Salah satu hal yang penting dalam deskripsi terowongan-
terowongan adalah tentang pelapisan. Pelapisan adalah suatu lapisan
perlindungan dari beton, RCC atau baja pada lapisan bagian dalam
dari terowongan. Terowongan dapat berupa terowongan dengan la-
pisan atau tidak berlapisan, atau terowongan
pada batuan yang baik,
tidak perduli diberi laPisan.
(Guadalupe, Calima, Calima toil'roce, Proyek-proyek Rio Negro)
Tekanan dalam. Terowongan bertekanan rendah (< l0 m) atau ting-
gi tekan pertengahan ( < 10O m) dan terowongan dengan tinggi tekan
tinggi harus didesain tersendiri. Misalnya, semua terowongan dengan
tinggi tekan yang tinggi dan yang sangat tinggi umumnya diberi la-
pisan, pelapisan terjadi dari baja dan beton (the extent of overburden
is on important consideration), kecuali pada terowongan tinggi te-
kan rendah.
Penyelidikan Geologi
Adalah sangat penting sekali untuk menyelidiki dengan seksama ke-
Gambar 12.22. Distorsi geologi dan lipatan
adaan geologi dari lapisan ta-
nah melalui mana terowongan
akan dibuat. Kekerasan, kese-
ragaman, isotropik dan
susunan-susunan batu
Yang
liat sangat baik untuk
Peker-
jaan penerowongan. Keadaan
baik tersebut sangat
jarang
di-
jumpai.
Umumnya, masa ba-
tuan menunjukkan berbagai
keanehan khusus. Jadi, ada-
kalanya terjadi lipatan-
lipatan, patahan-patahan, hu-
bungan bidang-bidang masuk
ke suatu arah khusus, sehing-
ga terjadi perubahan antara
lapisan lemah dengan lapisan
bagus. Keadaan-keadaan tiPi-
kal semacam itu diperlihatkan
pada Gambar 12.22. Penju-
rusan dari terowongan berpe-
gang pada pandangan gejala-
gejala tersebut. Penjurusan,
misalnya akan sedaPat mung-
Pengangkut Air-lll .l7l
dan patahan-patahan
menentukan penyebaran tekanan, khususnya sc-
perti dinding-dinding terowongan yang membutuhkan analisis-
analisis yang cermat sebelum menentukan penjurusan akhir dan
desain. Bila selama tahap penyelidikan,
sehubungan pertanggungan
jawab
tidak mengambil keadaan geologi semacam itu, biaya dan
jad-
wal waktu tidak hanya mencapai sasaran, tetapi hal ini dapat menim_
bulkan terjadi kecelakaan yang serius. Misalnya terowongan Sunder-
nagar Sutlej dari proyek Beas-Sutlej, India, dapat dipakai sebagai con-
toh aspek khusus ini. Terowongan tersebut telah dijuruskan melalui
suatu bagian sempit gabungan batuan yang mempunyai satu patahan
besar yaitu patahan Gobri-sepanjang satu sisi dan suatu dorongan
(Thrust)- dorongan Kroll Thrust di sisi lain. Yang pertama panjang-
nya 1.000 m atau kira-kira 30 m di bawah muka air dan kelembapan-
nya tinggi. Hal ini mengakibatkan penggalian berlangsung lambat. Se-
....lanjutnya
lapisan pada sisi yang salah menyekap air dengan suatu te-
haqan air yang besar, dan dapat mengakibatkan keruntuhan pada te-
rowo\ngQll Hal ini mengingatkan untuk diadakan suatu perubahan
penJurusan:..--
Penyelidikan geologi harus bertujuan pada penyediaan suatu peme-
taan geologi yang lengkap dari daerah yang dipertimbangkan. Itu ju-
ga harus memberikan suatu bimbingan yang benar pada kekuatan yang
dimiliki batuan. Pemindahan dari inti batuan yang dibor adalah sua-
tu bagian yang penting dari penyelidikan geologi dan dilakukan pada
sejumlah tempat pada rute terowongan. Bagaimanapun, dalam hal sua-
tu penyelidikan permulaan yang hati-hati, keadaan tanaman yang ti-
dak diperkirakan ditangani dengan sewajarnya di lapangan. Untuk
terowongan dan pekerjaan di bawah tanah, suatu batas kesalahan an-
tara 30- 3590 dalam biaya diperbolehkan sehubungan dengan keadaan
tersebut.
Lapisan Terowongan
Seperti diterangkan di atas, pelapisan',erowongan adalah dilaksa-
nakan bila:
(r) Tekanan air yang di dalam adalah tinggi, misal 100 m tinggi te-
kan air. Pada susunan batuan keras yang istimewa, terowongan-
terowongan tidak perlu dilapisi bila tekanan-tekanan sama dengan ting-
9i200
m air. Tetapi bila lebih besar dari tekanan tersebut. pelapisan
dipentingkan.
(il) Pada susunan yang berkekuatan rendah dan di mana batuan ada-
lah anisotropik.
(iu) Perlawanan hidraulik diinginkan untuk rendah. Terowongan pe-
ngelak, misalnya, biasanya terowongan dengan tekanan rendah teta-
pi mereka mempunyai pelapisan yang berbeda-beda, seperti kapasitas
Kesalahan vertikal
----Ti,-
Itl-",,p"'un
I
L
?M
iY
Lipatan tegak
Terowongan
membelah
gerakan
AV
,
Y
Lipatan miring
kin, menghindari bidang-bidang yang rusak parah. LipatanJipatan
372 Pembangkit Listrik Tenogo Air
desain dari terowongan pengelak menjadi tinggi dan bagaimanapun,
perlawanan hidraulik menjadi rendah.
Di Norwegia, satu-satunya di mana terowongan terobosan tidak di-
lapisi dan banyak corong-corong tidak berlapisan mempunyai suatu
tinggi tekan dari 200-300 m. Corong Tafjord IV dengan tinggi tekan
450 m
juga
tidak dilapisi. Bagaimanapun ini adalah suatu pengecualian.
Biaya pelapisan besar dan keputusan untuk pemakaian lapisan ter-
gantung pada perbandingan dari keseluruhan biaya ekonomi dan keun-
tungan yang menaikkan biaya. Keuntungan dari pelapisan dapat
dihitung:
(l) Pelapisan bertindak sebagai suatu satuan struktur dan penyebaran
hanya sebagian beban batuan sekitarnya. Kedua, itu memberikan ke-
kuatan dan kestabilan-kestabilan penerowongan pada lapisan yang le-
mah. Selanjutnya, hal itu dapat menyalurkan beban dalam yang se-
ragam pada masa batuan yang mengelilingi.
(ir) Perlawanan hidraulik dari terowongan yang berlapis adalah le-
bih kecil daripada terowongan tidak berlapis. Lapisan terowongan,
bagaimanapun menghemat tenaga.
(iir) Kecepatan air pada terowongan berlapisan dapat lebih tinggi
daripada di terowongan tidak berlapis. Kedua, untuk kapasitas debit
yang sama bagian yang lebih kecil dapat diberikan,
jadi
merupakan
penghematan biaya.
(iv) Pelapisan dapat dilaksanakan secara bersamaan (simultan) 3e-
perti proses penggalian. Hal ini memperkecil bahaya dari kecelakaan
akibat
jatuhnya
batuan dalam lubang terowongan.
(v) Tergantung pada syarat struktur, selalu ada suatu pilihan untuk
jenis
dari pelapisan yang diambil. Jadi dapat dipilih pelapisan dengan
beton, RCC atau pelapisan dengan plat baja.
(vr) Perembesan air melalui pelapis menjadi tidak dapat diabaikan.
Jadi, kehilangan air melalui sambungan dan dataran patahan dapat
dihilangkan. Di pihak lain untuk terowongan kosong, air dari luar da-
pat juga menimbulkan masalah perembesan yang dapat diatasi dengan
pelapisan.
(vu) Bila terowongan batu tanpa pelapisan dipergunakan untuk mem-
bawa air, itu biasanya penting untuk memberi suatu penahan batu di
sebelah hulu dari turbin untuk menghimpun pecahan-pecahan batu
yang tersapu oleh aliran. Pecahan batu dapat
juga
sehubungan batu
berjatuhan atau sebagai kotoran yang tertinggal di terowongan pada
saat pembangunan.
Pengalaman di Australia menunjukkan bahwa kapasitas penahan
batu adalah antara 1,2-1,3 m3 untuk 1.000 m2 dari permukaan ti-
dak berlapis dari luas terowongan. Ini adalah faktor biaya tambahan
Pengongkut Air-lll .171
pada terowongan yang berlapis.
(vfil) Walaupun terowongan dibiarkan tidak berlapis, bagian akhir
dekat portal terowongan dan titik-titik lemah sepanjang lintasan sc-
lalu dilapisi. Jadi, walaupun untuk terowongan tidak berlapis, pan-
jang yang dilapisi dapat mencapai 1090 dari panjang keseluruhan atau
kadang-kadang lebih pada terowongan yang lebih pendek. Kadang-
kadang untuk terowongan tidak berlapis, suatu cara dari pembalikan
lapisan diambil misalnya hanya lantai terowongan yang dilapisi, se-
dang dinding-dinding dan atap dalam keadaan tidak dilapisi. Hal ini
barangkali untuk fasilitas pembangunan atau untuk memungkinkan
pembatasan kecepatan yang lebih tinggi pada terowongan dalam ke-
adaan khusus. Tahap-tahap semacam, mengimbangi bagian dari pe-
nyelamatan sehubungan dengan tidak digunakannya pelapisan.
\. Jenis-jenis dari pelapisan. Terowongan dilapisi dengan beton biasa
.bi]Er
ainaing-dinding terowongan untuk mendukung tekanan luar de-
ngahQatuan, tetapi, tekanan-tekanan rendah di dalam. Bila tekanan-
tekanaldldQlam tinggi, pelapisan beton biasa tidak cukup dan retak-
an tegangan dikembangkan pada lapisan. Pada keadaan semacam itu,
pelapisan terowongan lebih baik dengan beton pratekan untuk me-
nanggulangi tekanan regangan (tensile), atau
jalan
lain, masa batuan
dapat disuntik dengan tekanan. Tahap semacam itu menimbulkan te-
kanan padat pada pelapisan dan dapat meredam beban regangan yang
timbul sebagai akibatnya. Hal tersebut adalah suatu cara memberi pra-
tekan pada pelapis. Selain pratekan langsung semacam itu, seperti
sementara, cara-cara pratekan langsung telah dikembangkan dan te-
lah digunakan pada
sejumlah
terowongan.
Pelapisan beton dilakukan dengan pemompaan cairan beton dengan
bantuan pompa-pompa beton di samping penyemprot yang dapat di-
gerakkan. Di terowongan Kemano (Kanada), bahan-bahan kasar di-
susun lebih dulu di samping perancah dan kemudian senren grout di-
pompakan ke dalamnya. Tahap semacam itu adalah menyenangkan
bila ada suatu baris baja di dalam lapisan beton. Pada kasus sema-
cam itu, bajanya sendiri dapat bertindak sebagai perancah.
Di mana ada sebuah baris baja di dalam lapisan beton, baja dapat
atau tidak dapat dijangkarkan ke dalam lapisan beton. Bila penjang-
karan telah dilakukan, kemudian baja-baja dilas dengan besi-besi ber-.
sudut diluar proyek. Ini adalah penani: ;ihan dari pabrik dalam pela-
pisan beton. Misalnya, untuk proyek Sere-Arc di Perancis, tahap se-
macam itu diambil untuk corong-corong tekan di pihak lain, untuk
Maggia di Swiss, tidak ada syarat dari penjangkaran. Pelapisan co-
rong tekan biasanya suatu beton diperkuat oleh baris baja. Kadang-
kadang, beton dalam dua lapisan dipisahkan oleh membran antiair
juga
digunakan. Pada kasus-kasus semacam itu-. lnpisan bersinggungan
I
l
i
7
-!
F-
374 Pembangkit Listrik Tenaga Air
dengan batuan bertindak sebagai suatu lapisan pengisi antara permu-
kam batuan dan lapisan beton tingkat tinggi di sebelah dalam.
Teknik pelapisan umumnya diikuti suatu tahap lanjutan dengan alat
pengatur yang bergerak. Alat pengatur tersebut yang khusus dibuat,
berjalan di atas rel-rel, dapat menggerakkan pengatur dari bagian per-
mukaan dan mengangkatnya pada suatu bagian di mana beton yang
masih baru akan disebarkan.
Metode Pembuatan Terowongan
Ada dua metode dasar daripada pembuatan terowongan pada ba-
tuan. Metode pertama, terkenal sebagai heading and benching method,
merupakan metode yang tertua. Metode yang kedua, disebut se-
bagai
full face
tunnelling method, adalah metode baru.
Pada metode pertama, hanya merupakan bagian dari seluruh po-
tongan melintang terowongan yang digali pertama kali. Bagian ini di-
kenal sebagai heading. Bagian ini kemudian diperbesar untuk menca-
pai ukuran yang ditetapkan(lihat Gambar 12.23). Apakah kepala pa-
da bagian puncak terowongan atau bagian pusat dasar terowongan,
tergantung pada keuntungan relatif. Pada metode heading dan ben-
chingbor-bor dapat dipasang pada sebuah dongkrak tetap, dan alat
penggebor mesin yang besar tidak disediakan.
Pengangkut Air-ltt .l7f
pasang. Saat ini, teknik dari angkur batuan selalu dipergunakan pa-
da tempat dari pendukung-pendukung
sementara.
pada
kasus sema-
cam, angkur-angkur batuan membentuk suatu pendukung tetap pada
dinding-dinding gua. Sebagai akibat dari peledakan, batuan yang me-
ngelilingi potongan melintang terowongan, menjadi rusak dan han-
cur, dan bila daerah ini tidak cepat didukung, batuan, terutama yang
ada di atap akan mulai berjatuhan. Baut-baut batuan merupakan baut-
baut
jangkar,/angkur
yang lebih panjang daripada daerah retakan. Sua-
tu seri dari baut-baut batuan yang seragam semacam itu menciptakan
suatu cincin beban sekeliling gua terowongan seperti terlihat pada Gam-
bar 12.v1. Baut-baut batuan
jadi
memberikan suatu dukungan setempat
seperti halnya dengan seluruh penjangkaran.
Harus diperhatikan bahwa
\
walaupun baut-baut batuan merupakan suatu bagian dari pendukung
\tap,
mereka tidak boleh mengubah tempat secara otomatis. Di ma-
na\nya baut batuan yang direncanakan, kewaspadaan harus diam-
bil ba\1va baut-baut tidak boleh menjadi berkarat (korosi).
\
Baut tambahan
Baut 0 25,5 dan
7 m pratekan 15 ton
Baut6dan4m I
pratekan 20 ton
Beton
sem)
prot
l0 cm
Bantalan teka;an
Jangkar khusus 15 m
pratekan 100 ton
Bcton
semprot
15 cm Dongkrak
pengangkat
galian
Tambatan
(a)
,_(b)
Gambar 12.23. Metode kepala(heading) dan penambatan (benching) dari tero-
wongan.
Pada metode pembuatan terowongan sepenuh permukaan, seluruh
potongan penampang terowongan, digali seragam. Hal ini mungkin
sehubungan perkembangan dari
jumbo yang merupakan kendaraan
rolley di mana di atasnya dipasang sejumlah peralatan bor (penge-
bor), dan operasi pengeboran dengan cepat dapat selesai. Banyak dari
terowongan tenaga air saat ini (yang modern) digali sepenuh
permukaan.
Pada pembuatan terowongan secara sepenuh permukaan
$ull-face
tunnelling)), umumnya pendukung-pendukung sementara dibuat dari
baja keluaran pabrik, konstruksi diangkat sampai kerangka tetap di-
t--"""25,Eo'-"- --d
Ukuran dalam meter
Gambar 12.24. Pembautan batuan.
Penembakan atap terowongan dan dinding segera setelah pengga_
lian
juga
dapat dipergunakan untuk menghasilkan akibat yang sama
seperti halnya baut-baut atap. Metode penerowongan yang baru dari
Austria, NATM, tergantung pada pelapisan-pelapisan beton tembak
(shotcrete). cara ini telah dipakai pada terowongan Tarbela (pakistan).
Peralatan untuk Pembuatan Terowongan
Pelaksanaan pengeboran utama dilakukan oleh suatu mekanisme
pengeboran yang mempunyai alat-alat pengebor (dari baja) dirang-
kaikan dengan kaki-kaki pendorong.
Pengebor bisa berputar dengan
$T-r ?
376 Pembangkit Listrik Tenaga Air
bantuan sebuah motor, diesel, listrik atau pengatur udara. Penyalur-
penyalur udara atau kipas-kipas angin yang digunakan untuk ventila-
si (pengeluaran/pemasukan udara). Setelah peledakan selesai, pe-
muatan hasil peledakan dilakukan oleh pemuat-pemuat dan kereta-
kereta tambang.
Gambar 12.25 memperlihatkan peralatan pengeboran besar yang se-
penuhnya bermesin besar untuk penggalian terowongan (groundhog
),
pengangkat dan batang pada berbagai kemiringan atau datar (hori-
zontal). Sejumlah perusahaan besar telah mengembangkan dan mem-
buat sejumlah besar peralatan pengeboran terowongan. Nama dari per-
usahaan semacam itu adalah Atlas copro, Ingersoll-Rand atau Linden-
Alimak adalah terkenal di dunia.
Gambar 12.25. Groundhog Drill Jumbo untuk penggalian terowongan-terowong-
an, serambi-serambi dan lorong-lorong (Atas izin.' Linden-Alimak, Swedia).
Untuk proyek hidrolistrik Koyna, India, suatu Alimak Raise Clim-
ber dengan dua motor udara telah digunakan untuk terowongan te-
kan berdiameter 3,4 m dan panjang 305 m, pada suatu kemiringan
(inklinasi) 40'.
Urutan Pembuatan Terowongan
Secara garis besar, tahap pembuatan terowongan
permukaan pe-
nuh yang diambil melalui urutan sebagai berikut:
l. Pengeboran.
2. Peledakan.
3. Ventilasi untuk pengeluaran asap-asap.
4. Pengukuran.
Pengangkut Air-lll 377
5. Pengambilan hasil ledakan dan pengangkutan pecahan-pecahan
batu.
6. Pemulangan (menetapkan pendukung-pendukung baja).
7. Pembetonan ruangan antara batuan dan pendukung-pendukung
baja. (diistilahkan sebagai pembetonan permulaan).
Untuk kcdua operasi permulaan, yang mana termasuk penerowongan
yang sebenarnya, suatu mesin pengeboran yang besar (iumbo) diper-
gunakan. Bagaimanapun, keempat operasi semuanya dapat dilaksa-
nakan oleh mesin yang sama. Gambar 12.26 memperlihatkan keem-
pat operasi yang pertama yang dilakukan oleh sebuah mesin Alimak
Raise Climber.
Sistem pengeboran bertangga dapat digunakan untuk mengebor per-
mukaan. Pengebor-pengebor batuan yang dihubungkan dengan kaki-
kaki pendorong pneumatic dimuat pada tangga untuk berbagai gela-
dak dari
jumbo.
Suatu "Hydro-Boom", satu alat untuk pengeboran
yang cepat telah dipergunakan untuk pengeboran terowongan
pandoh-
Baggi sepanjang 13,17 km dengan garis tengah 7,62 m untuk proyek
Gembsr 12.26. Operasi pembuatan terowongan memakai peralatan
Alimak Raise Climber (Atas jzin..
Linden-Alimak, Swedia).
Pelubangan
Peledakan
-T
1
'T
378 Pembangkit Listrik Tenaga Air
hubungan Beas-Suttej (India). Ventilasi dipergunakan melalui kipas
angin atau saluran udara. Kadang-kadang suatu gabungan dari uda-
ra tekan dan air ditiupkan melalui pipa, membawa asap keluar de-
ngan cepat dan menjadi bersih.
Peralatan pengeboran yang bermesin seluruhnya dimuat oleh Linden-
Alimak (Swedia), dikenal sebagai Alimak Raise Climber memperli-
hatkan operasi pengeboran yang sebenarnya berdasarkan pada suatu
rak dan lengan dengan sebuah rel pengarah (rel tunggal dengan rak
berlengan) dibautkan pada dinding oleh baut-baut ekspansi. Rel peng-
arah
juga
termasuk di dalamnya pipa untuk penyaluran udara dan air
ke pembor dan untuk ventilasi gas peledakan. Suatu kurungan untuk
pengunjung dan pelataran kerja merambat sepanjang rel pengarah dan
pengeboran serta muatan dibawa keluar dari pelataran ini.
Suatu lubang atas sepanjang 980 m telah dibuat oleh alat tersebut
untuk instalasi Borguno (186 MW), Norwegia, yang mempunyai se-
buah terowongan dengan panjang 1.160 m pada suatu kemiringan 45
derajat untuk melayani turbin-turbin Pelton dengan pemakaian suatu
tinggi tekan kotor 880 m.
Setelah peledakan berakhir dan asap dikeluarkan, sejumlah kepingan
yang terlepas berjatuhan ke bawah, batuan hasil peledakan dikeluar-
kan dengan bantuan pemuat dan kereta pertambangan. Selanjutnya
tenaga listrik atau diesel menjalankan pemuat mengisi pertambangan
yang dapat ditarik oleh lokomotif-lokomotif disel atau listrik.
'
Bila batuan telah dimuat dan dibawa keluar, penulangan dilaku-
kan, tergantung dari ukuran terowongan dan kualitas bahan batuan.
Ini termasuk penempatan sejumlah penyokong untuk menstabilkan
batuan. Di proyek Beas, rangkaian-rangkaian baja dengan bagian 150
mm x 150 mm telah dipasangkan, yang bertindak sebagai penyokong
ruang antara rangkaian baja dengan batuan, kemudian diisi dengan-
beton semprot (shotcrete).
Pada terowongan hidrolistrik Yamuna (India), pembautan batuan
secara luas telah dilakukan.
Waktu yang dipergunakan untuk pekerjaan yang dinyatakan di atas
tergantung pada berbagai hal. Ide umum
jalan pekerjaan dapat diper-
oleh dari contoh pembuatan terowongan tenaga dengan garis tengah
6,3 m dari proyek Koyna (India), tahap pertama, di mana putaran
waktu rata-rata telah diteliti sebagai berikut:
(l) Pengeboran
(ll) Pengisian dan peledakan
(iit) Pengeluaran gas
(iv) Pengukuran
(v) Mucking
3,5
jam
1,5
jam
0,5
jam
1,0
jam
7,0
jam
Pengongkut Air-lll J79
Rata-rata kemajuan pembuatan terowongan adalah 100 m/bulan.
Hal ini tentu saja tidak menunjukkan keadaan maksimum yang
dapat dicapai untuk terowongan-terowongan ukuran ini. Sebagai con-
toh untuk proyek Harrsele di Swedia, pemakaian waktu yang sama
seperti pada terowongan Koyna dan bahkan dengan ukuran yang le-
bih besar, rata-rata kemajuan pekerjaan mencapai 150 m/bulan.
Terowongan-terowongan Maggia dengan ukuran yang lebih kecil,
menghasilkan suatu kemajuan 250 m/bulan. Laju kemajuan peker-
jaan
tergantung pada kualitas batuan, tata letak dari terowongan-
terowongan dan peralatan mekanikal yang dipergunakan.
Syarat-syarat l)esain
Penjurusan. Penjurusan dari terowongan-terowongan utama pem-
bawa air sudah dapat dipastikan setelah memenuhi perhitungan-
perhitungan berikut:
(a) Panjang terowongan sependek mungkin menurut segi eko-
nomi.
(b) Penjurusan diikuti oleh penempatan sarana pengambilan di satu
pihak dan corong-corong pelepas tekanan di lain pihak.
(c) Tersedianya titik-titik yang baik untuk terowongan-terowongan
pembantu (adit)*.
(d) Penutup batuan baik dan cukup.
(i) Penjurusan
jauh
dari dataran yang berbahaya, dan lain-lain.
Bagian. Pemilihan dari bagian tergantung dari pertimbangan-
pertimbangan hidraulj k, kenyamanan bangunan dan keseluruhannya
keekonomisan operasi. Suatu ukuran minimunt tidak lebih dari garis
tengah 2 m adalah diperbolehkan dari sudut aspek fasilitas konstruk-
si. Ukuran untuk terowongan pembawa air, dilain pihak, tergantung
dari kapasitas angkut yang ditentukan. Terowongan-terowongan pe-
ngelak berbentuk bulat dari waduk Bhakra mempunyai garis tengah
15 m. Terowongan tekan untuk proyek Chute Des-Passes di Kanada
bergaris tengah 10,3 m dan panjang 9,75 km. Salah satu dari terowong-
an tail-race yang tersebar di Finlandia untuk proyek Pirttikoski de-
ngan lebar 16 m dan tinggi 29 m serta panjang 2,56 km.
Kemiringan. Kemiringan pada terowongan aliran bebas menentu-
kan kapasitas pengangkutan dari terowongan. Dilain pihak, pada te-
rowongan tekan, kemiringan ditetapkan berdasarkan kebutuhan pe-
ngeluaran air. Terowongan tenaga dengan suatu kemiringan sedang
mempunyai tekanan dalam yang relatif rendah dibandingkan dengan
*Terou'ongan-terowongan
pembantu (adit) adalah terowongan-terowongan untuk membantu
pengendalian terowongan-terowongan utama,
r-"
v'
380
Pembangkit Listrik Tenaga Air
terowongan
tekan. Berdasarkan
kenyataan, biasanya, untuk menja-
gu t"*irl"gan dari,"io*o"gu"
tenaia dalam keadaan lemah sampai
ke tangki tekanan,
yung rn"'iundai
peimulaan dari terowongan tekan'
p"rufuiu,
konstruksi siperti
pemanjat mempunyai
perlengkapan un-
tuk pembuatan terowongan
pada kemiringan
yang besar
juga'
Kecepatan.
Mengatur kecepatan dalam terowongan
tergantung
pa-
da apakah terowongan dilapisi atau tidak. Pada terowongan
yang ti-
Juf. iiLpiti, suatu t
"..putun
dari2 sampai 2'5 m/detik adalah batas
tertinggi,
sementara
padi terowongan berlapis beton, kecepatan 4 sam-
p"i i.ia"ik selalu dipergunakan-'
-Paja
terowongan
berlapis baja'
["..pu,un tertinggi
q
.nTaelk diambil' Kecepatan
yang.lebih besar di-
kenaluntukmemecahkanmasalahdarikapitasierosi.
Tabell2.3."*p.,lihutkanhilai-nilaidarikecepatanuntuksejum-
lah kecil terowongan
tenaga:
Umumnya, terowongan [engelak
mempunyai kecepatan
yang lebih
besar bila tinggi teka;"."niual
kriteria' Terowongan
pengelak tanda
hp;;; M.;sliock A;;;ii.t,
ryblgli
contoh' direncanakan
untuk
ke'cepatan *ukri*u-
7,5 m/detik. ukuran-ukuran
dari terowongan-
i.r-oior,gut adalah 10,06 m x L2,O2 m' Kecepatan dari terowongan-
terowongantekanVangr-u-'yuberlapisbajabiasanya-lebihtinggi
aa.i vaniada
di terowJngan tenaga' Daerah
yang normal dari kecepat-
TABEL 12.3
Instalasi
Luas terowongan
(m2) Debit ful/d)
Kecepaton
(m/d)
Pengangkut Air--lll -ltt I
(v). Timbunan Tanah. Untuk terowongan tekan,
jelas
bahwa tim-
bunan batuan pada atap dari terowongan menjaga keseimbangan akibat
dari tekanan ie atas sehubungan dengan tekanan dalam. Tinggi mi-
nimum yang baik dari timbunan ft. untuk tinggi tekanan air dalam
ft diberikan oleh keadaan-keadaan berikut (yang didasarkan
pada ke-
seimbangan statis dasar).
w hw, h,
(12.33\
di mana w dan lrr satuan dari air dan batuan berturut-turut. Bila fak-
tor keamanan diambil sebagai n, kemudian,
n wh:wt h,
. (12.34)
sampai
+
=
2,5; bila kita ambil satu faktor keamanan dari 2,5,
kita mendapat pedoman yang mudah diingat:
h4h, (12.35)
(12.36)
Mosonyi menganjurkan :
h:0,4-0,8h,
tergantung pada susunan dari batuan.
Di mana kedalaman dari timbunan kurang dari yang diberikan oleh
rumus di atas lapisan RCC dipilih. Pada kenyataannya, banyak ke-
adaan terowongan-terowongan dengan timbunan yang lebih dangkal
telah berhasil dibangun dengan baik. Penekanan di atas adalah satu
aturan main pendekatan dan tidak memperbaiki secara langsung per-
kembangan tekanan di dalam batu-batuan. Pada bab berikut, kita ber'.
keinginan untuk memperbincangkan secara singkat dari aspek pola-
pola tekanan di dalam batu-batuan.
(vl) Lapisan. Ketebalannya tergantung daripada beban yang ditang-
gung oleh lapisan. Di luar dari tekanan dalam keselunthan, sebagian
disalurkan ke sekeliling batuan, sementara sisanya ditampung oleh la-
pisan sendiri. Persoalannya dapat didekati segera dengan teori men-
coba suatu analisis tekanan. Lapisan harus dapat menampung tekan-
an dalam dari air bila terowongan dalam keadaan penuh. Dipihak lain,
lapisan harus dapat
juga mengambil beban luar bila keadaan kosong.
Beban hidrostatik dari rembesan air dalam keadaan tertentu dapat
menjadi sangat besar yang dapat menyebabkan menekuknya batang
besi dari terowongan dan corong. Jalannya
penyaluran beban antara
lapisan dan masa batuan sekeliling adalah sangat rumit, dan walaupun
sejumlah penyelesaian teoretis telah dicoba, masalah tersebut tetap ting-
gal ticlak dapat ditetapkan sehubungan dengan sejumlah asumsi-asumsi
hipotetis.
Sabarigiri
(India)
Sharavathi
(India)
Yamuna Hidrolistrik
tahap II (India)
Pandoh-Baggi, Pro-
yek Beas (India)
Tumut II (Australia)
Kurobe IV (JePang)
t6,4
35,36
44,2
45,5
32,2
l8,l m2
53,5
t4'7,2
235
254,9
r25
1)
3,32
4-4,5
6,1
5,58
3-3,5
3,9
an adalah antara 5
_ g
m/detik. Kecepatan
untuk terowongan
tekan
dari sejumlafr
proyex"-pt"v"t iipift"t aaAan seperti di bawah ini:
Instalosi
Bersimis I (Kanada)
Vienden II (Luxembourg)
Kurobe IV (JePang)
Q?tf
/d)
v (m/d)
5,9
6,0
7,2
416
200
12
382 Pembangkit Listrik Tenaga Air
Ketebalan lapisan beton biasanya berkisar antara 20 cm
-
60 cm.
Kelelekan-batuan akan menentukan ketebalan. Tabel di bawah ini
menrberikan sebuah gagasan dari ketebalan lapisan yang dipilih pada
sejumlah terowongan tenaga di India.
Di mana batang baja digunakan dalam kasus corong tekan, suatu
ketebalan minimum dari plat baja diberikan oleh pedoman berikut yang
dapat dipakai sebagai berikut:
d+50
laio:
?m-
di mana tmin
:
ketebalan plat dalam cm dan
4
: garis tengah dalam terowongan (cm).
Pada ketebalan ini, batu penambahan selanjutnya setebal2 mm dapat
dibuat untuk akibat karat. Ketebalan
juga
dapat ditentukan dengan
menghitung tekanan dalam dan luar sebenarnya pada lapisan.
Tekanan dalam:
od
f: *--
zoe
di mana garis tengah dalam dari terowongan
bagian dari tekanan dalam yang ditimbulkan oleh
perkuatii4, kg/cm2
ketebalan dalam cm. t
o
e
:
tekan/regangan diizinkan dalam baja.
:
efisiensi dari sambungan-sambungan dengan las pan-
Pengangkut Air-lll ltl.l
1
:
momen inersia tiap satuan panjang dari perkuatarr
t3/12.
dimana /: ketebalan
7
-
garis tengah dalam dari perkuatan
,t
:
suatu faktor tergantung dari sudut tekukan. Untuk
suatu sudut 30 derajat, k
:
8,62.
Masih ada banyak rumus-rumus lain pada lapisan-lapisan yang sa-
ma untuk meneliti keamanan terhadap tekukan sehubungan dengan
beban-beban luar.
Tekanan dapat dicegah lebih luas:
(r) dengan memakai beton yang lebih antara masa batuan dan
lapisan.
(il) dengan sementara dalam masa batuan.
(iil) dengan memberikan angkur,/jangkar untuk bawa lapisan ke
dalam beton penahan.
Semua cara-cara ini menghasilkan suatu ikatan yang lebih baik an-
tara lapisan dengan masa batuan.
Perlawanan Hidraulik dari Terowongan-terowongan
Rumus-rumus aliran untuk terowongan-terowongan dapat dipergu-
nakan Manning atau formula gesekan pada pipa dari Darcy-Weisbach.
Jadi:
Instalosi
Kundah
Idikki- 7,01
(tapal kuda)
Sharavathi 6,7
rata-rata 55,9
27,9
Garis tengoh Ketebalan lapison (cm)
terowongan (m\
3'5
i3:? Xllxl:x:::il,HXl
(12.3',7)
(12.38)
,
(12.39)
Rumus Manning: V
:
l/n R2/3Sr/2
Rumus Darcy-Weisbach:
S
--
y:
2s@R)
. (12.40)
. (12.41)
Pada rumus-rumus ini:
ftr
:
kehilangan tinggi tekan akibat gesekan sepanjang Z
S
:
ht/L
:
kemiringan dari garis hidraulik gradicn.
V
:
kecepatan aliran rata-rata.
P
: jari-jari
hidraulik
:
luas
keliling basah
,f
:
faktor geseran dari Darcy.
n
:
koefisien kekasaran Manning atau Kutter.
Untuk keperluan-keperluan desain, sangat penting untuk menghi-
tung nilai dari
f
atalu n (tergantung dari rumus yang dipergunakan)
secara benar. Ini dalam kaitan, tergantung pada apakah terowongan
diperkuat seluruhnya, sebagian atau tidak samasekali.
Terowongan-terowongan diperkuot Pengalaman-pengalaman cer-
mat dari United States Waterways Experimental Station menyatakan
bahwa untuk terowongan-terowongan semacam itu, rumus pipa licin
selalu cocok. Rumus klasik pipa licin dari Karman-Prandtl adalah se-
v2
d:
p-
jang,
90Va.o 95Vo.
Tekqnon luar. Bila'desain tekanan luar adalah P, kemudian Mo-
bussin memberikan r&i,,ts berikut untuk desain:
^
8 EI (,t- I)
r": --*
ip
di mana P,
:
tekanan luar desain dalam kg/cm2
.E
:
modulus elastisitas dari baja dalam kg/cmz
384 Pembangkit Listrik Tenaga Air
balai berikut:
di mana R adalah Reynold's number.
Rumus ini adalah intrinsik dan membutuhkan
penyelesaian peme-
riksaan dan kekeliruan (triol and effor). Rumus oleh Nikuradse beri-
kut adalah lebih baik dan hasil-hasilnya hampir sama:
Pengongkut Air-III ltl5
0,032- 0,034.
Tabel berikut dapat memberi bimbingan untuk mengambil nilai n
untuk suatu keadaan permukaan batuan yang khusus.
Niloi dari n
Minimum Moksimum
0,04, 0,06,
0,025 0,035
Permukaan ramping dan berlapis
beton 0,020 0,030
Terowongan yong dilapisi sebagion. Colebrook mengusulkan bah-
wa di mana suatu terowongan diperkuat hanya untuk bagian dari pan-
jangnya,
faktor geseran yang tepat dari/dapat diambil dari berat rata-
rata kotor koefisien bagian-bagian terowongan yang diperkuat dan
tidak diperkuat. Rumus ini dapat dipakai
juga
sebagai pilihan:
fl: ltt
*P,
(12.4s)
P,*P'
Di sini n, dan n, adalah nilai dari Manning, berturut-turut untuk ba-
gian tidak diperkuat dan diperkuat, selanjutnya p, danp, adalah ling-
karan berturut-turut untuk bagian yang tidak diperkuat dan bagian
yang diperkuat.
Mekanika Batuan pada Pembuatan Terowongan
Kecenderungan modern dalam desain pembuatan terowongan ada-
lah mempergunakan prinsip-prinsip mekanika batuan untuk menga-
nalisis tekanan dan tarikan di sekeliling terowongan. Sifat dari masa
batuan di mana suatu terowongan dilalukan, tergantung dari
karakteristik-karakteristik batuan yang ada di situ. Parameter dasar
dari kekuatan batuan adalah modulus ela.stisitas dari batuan yang ada
di situ, Ey dan kekuatan penghancur tidak aksial o. Nilai-nilai dari
o"dapat bergeser pada suatu batas yang sangat lebar. Mereka dapat
setinggi 4.000 kgzcm2 atau dapat serendah 200 kg/cm2. Modulus elas-
tisitas mengontrol karakteristik tarikan dari batuan. Perbandingan
E,/o" adalah satu paranleter terpakai, nilai-nilainya lebih besar dari
500, akan menandai karakteristik-karakteristik tarikan rendah. Hal
itu dapat, bagaimanapun harus diingat bahwa setiap masa batuan akan
mempunyai karakteristik yang dikendalikan sebanyak mungkin oleh
derajat dari hubungan dalam batuan-batuan dan bidang kelemahan
seperti oleh keadaan fisik yang dipunyai oleh bahan batuan. Sebagai
ft:zbsRff-
0,8 (12.42)
(r2.43)
Ciri-ciri permukaan
Sangat kasar
Permukaan ramping
.f
:
0,0032]'##
Kerugian yang terjadi pada terowongan semacam itu biasanya pa-
da kisaran 2
-
6v/o dari tinggi tekan bersih. Kisaran ini dapat, bagai-
manapun, membesar dalam
jumlah kasus-kasus khusus' Di proyek hid-
rolistrik Yamuna tahap II (India), sebagai contoh, kerugian tinggi
tekan maksimum adalah kira-kira 270/o darr tinggi tekan bersih.
Terowongan tanpa garis/loplsan. Terowongan tanpa lapisan ditandai
oleh kekasaran dari batuan sebagai akibat dari peledakan. Selanjut-
nya barangkali ada sejumlah pecahan juga.
Kekasaran, bagaimanapun, tergantung pada ketelitian dari penge-
boran. Bila ada lebih banyak pecahan, kekasaran akan bertambah.
Rahm menyuguhkan rumus berikut urttuk menghitung faktor geseran.
/
:
0,00275
I
'n
. .(12.44)
)'^
(f
I',',
P,
di mana a
:
A*
,
Arx
loo
A1
Di sini, Aee adalah luas potongan melintang yang berhubungan
pa-
da 99s/o frekuensi. A1 adalah luas potongan melintang sehubungan
dengan l9o frekuensi kumulatif
fiumlah
frekuensi). Ini menandakan
bahwa bila 100 pembacaan sebenarnya diambil, Aseadalah luas yang
lebih besar atau sama dengan 99 dari mereka dan A, adalah luas se-
hubungan dengan yang terendah dari mereka. Nilai-nilai yang biasa
dari 6 akan berkisar antara 20-35. Jadi nilai hubungan dari/akan
berkisar antara 0,055
-
0,096. Untuk keperluan-keperluan
perhitungan,
dapat diasumsikan kira-kira (2oo+) di mana t^ adalah perlawanan
terhadap patahan rata-rata secara pilihan. Nilai dari/dapat
juga
di-
hitung dari rumus kekasaran pipa Karman-Prandtl dengan menghi-
tung nilai ketinggian kekasaran k.
Di mana tidak ada keterangan yang pasti mengenai pecahan yang
pasti, pengambilan suatu nilai n dari Manning sebesar 0,033 kelihat-
an sebagai tahap awal yang baik, seperti banyak terowongan-
terowongan yang ada mempunyai sebuah koefisien kekasaran antara
T
tr
386 Pembangkit Listrik Tenaga Air
pada sifat-sifat batuan. Susunan batuan yang isotropik seragam ada-
lah sangat
jarang.
Semacam suatu hipotesis yang dibuat pada sebuah
penurunan dasar, yang akhirnya memberikan kepada kita satu per-
baikan yang luas, bila tidak terlalu cermat, gambaran dari keadaan
tekanan dalam batuan-batuan. Perbandingan poisson (poisson's ra-
tio) y. adalah satu lagi parameter dasar pada mekanika batuan-batuan.
Di samping keadaan dasar dari batuan, tekanan alami dalam ba-
tuan di dalam keadaan tidak terganggu,
juga
mempunyai satu hu-
bungan yang sangat penting pada perkembangan tekanan yang paling
besar (ultimote stress).Ini adalah tekanan yang padat, pada sejumlah
pertambahan, dilepaskan dan disalurkan kembali sepanjang tepi te-
rowongan. Tekanan mula ini ditunjuk sebagu preslress. Bila pratekan
ada di antara batas-batas elastis, sifat-sifat batuan mengikuti aturan
elastis. Bila batuan ditekan melewati batas elastisnya, hal itu mung-
kin pada satu keadaan aliran plastis. Sifat batuan pada kasus-kasus
semacam menjadi visco-elastis dan hasil perubahan-perubahan plastis.
Instalasi Saussaz di Perancis dikabarkan menunjukkan sifat visco-elastis
semacam. Syarat-syarat desain khusus dan cara-cara pembangunan
dibutuhkan dalam kasus-kasus semacam.
Hal penting yang lain yang diberikan pertama kali oleh Heim ada-
lah bahwa pratekan batuan tidak hanya suatu tekanan satu arah ou
tetapi diikuti oleh suatu tekanan horizontal o1,
jlga (lihat Gambar
Pengangkut Air- tll
.lll7
12.27). Sebagai suatu kenyataan, Heim mengumpamakan pembagian
tekanan hidrostatis o,
:
oh. Pada keadaan sebenarnYl, ort
:
kou, di
mana k berkisar dari 0,3
-
1,0. Di penggalian Cabora Bassa, nilai
k didapat menjadi 0,67. Jadi, analisis tekanan telah dimulai dari sua-
tu pola tekanan dua dimensi yang pertama kali.
Setelah suatu terowongan digali pada batuan, keadaan tekanan di sini
dapat diwakili dengan mema-
kai koordinat-koordinat silin-
dris. Gambar 12.28 memper-
lihatkan suatu elemen kecil
dari masa batuan dengan
ukuran rd| dan dr. Tekanan
tangensial adalah ot dan
tekanan radial adalah o,. Ke-
dua tekanan-tekanan ini ter-
gantung pada r sebaik pra-
tekan mulai pada masa ba-
tuan. Mereka dapat
juga
ter-
gantung pada sudut 0
jika po-
la tekanan tidak simetris. Ber-
macam rumus dapat dipergu-
nakan (yang ada di literatur)
untuk o, dan or. Bagaimana-
pun, ada suatu persetujuan
umum tentang sifat dari pem-
bagian tekanan. Gambar 12.29 memperlihatkan variasi dari o, dan o,
sehubungan dengan Kastner.
Bila ro adalah
jari-jari
dari terowongan, dikelilingi oleh masa ba-
tuan yang hancur mendekati suatu cincin dengan
jari-jari
11. Kete-
balan dari cincin ini berkisar
dari I
-
1,5 m. Diluar cincin
ini, ada suatu daerah dengan
jari-jari
12 di mana o, dan o,
mempunyai nilai-nilai yang
penting dan batuan dalam ke-
adaan suatu tekanan berle-
bihan. Di luar 12, penyebaran
sisa tekanan lebih atau kurang
tidak dipengaruhi oleh peng-
galian terowongan. Umum-
nya, diluar nilw 12/11) 4ke-
naikan tekanan kurang dari
0o,
+
-
.dr
0r
til
lil
Gambar 12.2t. Tekanan-tekanan dua
dimensi pada suatu elemen batuan.
---+
--+r
<a--
<FF-
.P--
/
Daerah tidak dipengaruhi
Gambar 12.29. Penyaluran tekanan sekeli-
ling suatu terowongan (Kastner).
I
,---1---.
'/ --'l---
/ / ,;.**.,'.l,
i(ffi
ll
Gambar 12.27. Batu karang pratekan oy don on
lr-
T
388 Pembangkit Listrik Tenago Air
590, selanjutnya lingkaran dengan
jari-jari r'rdapat diambil sebagai
batas dari daerah batuan yang mendapat tekanan dari terowongan.
Terzaghi dan Richert mengusulkan bahwa:
r--
6"
F
66 I-p
(12.46)
di mana y. adalah perbandingan Poisson's rasio untuk batuan. Umpa-
ma suatu nilai k
:
0,25, dan berkaitan dengan keadaan-keadaan elas-
tis murni, (yaitu oleh anggapan tidak ada sifat visco-elastis di dae-
rah yang hancur) mereka telah menghitung nilai-nilai dari penyaluran
tekanan untuk lingkaran, berbentuk bola sama baiknya dengan
pelubangan-pelubangan berbentuk elips pada masa batuan. Untuk sua-
tu pelubangan lingkaran, misalnya, tekanan maksimum mencapai ba-
tuan adalah sebanyak 3 p di mana p adalah pratekan tegak yang mula-
mula dibantu. Penilaian-penilaian tekanan semacam itu sangat ber-
guna untuk menentukan keamanan dan stabilitas dari masa batuan.
Terutama, o-o1" lebih kecil daripada o", tekanan batas elastis.
Bila terowongan adalah terowongan tenaga yang membawa air di
bawah tekanan, analisis dapat dilakukan untuk menghitung perkem-
bangan tekanan-tekanan pada lapisan. Bila tekanan air dalam adalah
p,, itu mempengaruhi untuk memperbanyak lapisan baja, tetapi hal
itu ditarik kembali oleh beton dan batuan. Bagian dari tekana4
Pi
diambil oleh baja penguat, sementara keseimbangan diteruskan ke be-
ton. Selanjutnya beton mengambil sebagian dari beban dan menerus-
kan keseimbangan ke batuan yang mengelilinginya. Tekanan-tekanan
pada baja penguat menimbulkan pergeseran- pergeseran sudut pada
baja, yang pada gilirannya harus sama dengan pergeseran-pergeseran
sudut pada beton. Dipihak lain, pergeseran-pergeseran sudut pada be-
ton harus menjadi sama dengan pergeseran-pergeseran sudut pada ba-
tuan. Dari pertimbangan ini (kesesuaian tekanan dalam) disalurkan
kepada batuan dan tekanan yang diberikan oleh lapisan beton serta
lapisan baja.
Jadi, pada Gambar 12.30 bila p; adalah tekanan dalam air
kemudian untuk mendapatkan tekanan pada baja penguat, umpama-
kan teori untuk teori tebal silinder.
(Pi-
Po')
Pt- P"
Pc
pengambilan tekanan oleh baja penguat.
pengambilan tekanan oleh beton penguat.
tekanan yang disalurkan pada batuan.
x,
-
PD
dan \,
,Pi
Pengongkut Air-IIl 389
(P,-
Pu)
,o ( I
-lr)
ro
-
obalo
:
--7-
P, (t2.47)
Nilai \, dari 0
-
l. Untuk Kemano (Kanada), \1 mempunyai
nilai 0,64. Nilai ini tergantung pada karakteristik dari batuan yang
setaraf dengan beton. Muhlhofer dan lainJainnya telah mencoba un-
tuk memberikan rumus-rumus yang teliti untuk menghitung nilai-nilai
dari \1 dan \2.
Beton
Lapisan baja
Gambar 12.30. Perkembangan tekanan pada lapisan.
Pendekatan teoretis klasik ini sekarang dilengkapi denga:r dua ca-
ra. Kini dimungkinkhn mempelajari pola perkembingan
Lkanan de-
Gambar 12.31. Contoh foto elastik (,4las
izin: Central Water & Power Research
Station, Pune, India).
ngan membuat penyelidikan
model yang terinci. Analisis
model semacam itu telah di-
rancang untuk lubang batu
karang Cabore Bass. Bahan
lazim yang digunakan untuk
model tiga dimensiialah epo-
xyresin. Kajian foto elastik
untuk sarana yang homogen
telah digunakan sejak lama,
tetapi sekarang disempurna-
kan jika
anisotropi batu ka-
rang dapdt. ditambahkan juga
dalam model (Gambar
12.3t).
Perkembangan penting lain
ialah Analisis Unsur Terbatas
mengenai pola tekanan. Ana-
:-L
Pt
Bila
390
Pembangkit Listrik Tenago Air
lisis semacam itu dapat ditambahkah demi pertimbangan terhadap
bt'rbagai kekuatan batu karang.
Suatu hal yang penting dalam pembuatan terowongan ialah menge.rai
pengukuran tekanan dan tegangan batu karang. Peralatan yang leng-
kap dan canggih semacam pengukur tegangan dan pengukuran tekanan
digunakan sebagai peralatan yang mutlak dalam pembuatan tero-
wongan masa kini.
,
BAB 13
TURBIN-TURBIN
PENDAHUT UAN
Turbin-turbin hidraulik, berhubungan erat dengan generator, fungsi
utamanya adalah mengubah energi air menjadi tenaga listrik. Air meng-
alir melalui turbin, memberi tenaga pada penggerak (ntnner) dari turbin
dan membuatnya berputar. Corong dari penggerak berhubungan lang-
sung dengan generator, asalkan tenaga mekanik yang penting tersa-
lur pada generator. Jadi, turbin-turbin menempati posisi kunci dalam
bidang teknik hidroelektrik (hidrolistrik) dan membentuk suatu ba-
gian besar dari seluruh
jumlah
biaya proyek. Dalam bab ini, kami men-
coba untuk menguraikan secara singkat mengenai pandangan umum
mengenai turbin-turbin hidraulik. Tujuan kami adalah untuk mem-
berikan ciri-ciri perencanaan yang penting daripada bermacam-macam
turbin.
Menurut sejarahnya, turbin hidraulik sekarang ini berasal dari kincir-
kincir air pada zaman pertengahan yang dipakai untuk memecah ba-
tubara dan keperluan pabrik gandum. salah satu dari kincir angin ter-
sebut dapat dilihat di Aurangabad (India), yang telah berumur 400 ta-
hun. Tetapi di samping pemikiran dasar, ada perbedaan kecil antara
turbin-turbin saat ini dengan kincir-kincir air zaman dahulu. Turbin-
turbin modern saat ini merupakan kemenangan dari kemajuan tek-
nologi dari cabang-cabang bidang teknik seperti mekanika zat cair,
ilmu logam dan mekanika teknik.
L. JENISJENIS TURBIN UTAMA
Fourneyron, Jonval, Girard adalah beberapa
jenis
turbin pada zaman
dahulu. Jenis-jenis utama turbin yang dipergunakan di bidang teknik
hidrolistrik pada saat ini, adalah:
(l) Turbin Francis 1849,
4l'h
vq,v
1-n \
K,
T
392 Pembangkit Listrik Tenaga Air
(ir) Turbin Pelton 1889,
(iir) Turbin baling-baling dan Kaplan l9l3 dan
(iv) Turbin Deriaz 1945.
Penggerak-penggerak dari turbin-turbin dapat dilihat pada Gam-
bar 13.1. Di samping
jenis-jenis
utama di atas, adakalanya turbin se-
perti roda Turgo-impuls atau turbin Banki dipergunakan untuk pro-
yek tipikal yang lebih kecil. Kasus ini, bagaimanapun
juga,
adalah sa-
ngat sedikit dan uraian dalam bab ini tidak termasuk hal tersebut.
Uraian mengenai gambaran khas turbin baling-baling dan turbin
Kaplan akan menjadi relevan di sini. Kedua turbin tampak sama dan
secara hidraulik pun sama kecuali bahwa turbin Kaplan mempunyai
susunan tambahan guna disesuaikan dengan kecondongan bilah-bilah
penggerak (runner) atau baling-baling. Hal ini secara komparatif mem-
buahkan efisiensi tinggi, bahkan dalam kondisi dengan beban seba-
gian. Karena itu turbin Kaplan; lebih serbaguna, walaupun lebih ma-
hal dalam modal dan penanaman modal.
Keempat turbin saling berlainan dalam berbagai hal walaupun po-
la dasarnya sama untuk masing-masing.[ylasing-masing turbin terdi-
ri dari sebuah penggerak (runner) denga'fr'bilah-bilah lengkung atau
baling-baling yang disusun begitu rupa sehingga air dapat mengalir
melalui baling-baling ini. Baling-baling ini membelokkan air menuju
ke luar dan dengan demikian menimbulkan tenaga putar bagi seluruh
penggerak (runner) yang berputar pada sambungan. Bentuk dan geo-
metri penggerak dan baling-balingnya berlainan dari bentuk dan geo-
metri
jenis
turbin lain. Penggeraknya dilindungi oleh kerangka yang
juga
memuat mekanisme pengatur yang mengatur air dari batang pi-
pa ke penggerak. Mekanisme pengatur juga
tergantung pada jenis
tur-
bin.\Kecuali turbin Pelton, pada semua turbin kerangkanya berfungsi
tridaulik dan desainnya sama pentingnya dengan desain penggerak.
SEGI.SEGI HIDRAULIK
Dalam usaha untuk membedakan bermacam-macam turbin, segi-segi
hidraulik seperti tekanan, ketinggian, arah aliran,
jarak,
kecepatan,
tenaga, dan lain-lain, akan dipergunakan. Hal tersebut akan diurai-
kan di bawah ini.
Penggolongan Berdasarkan Tekanan
Air yang mengalir melalui pipa-pipa selalu mempunyai tinggi tekan,
di samping sebuah tinggi kinetik. Pada pintu pemasukan ke pengge-
rak turbin (turbine runner), tinggi tekan ini dapat secara lengkap di-
ubah menjadi tinggi kinetik dalam keadaan tekanan
jet
air keluar dari
satu atau lebih mulut pipa pemancar (nozzles) dan mengenai sudu-
Turbin-turbin
.191
r
i
!
H
a
F
cl
()
d
tr
(B
ot)
(B
3
()
!
cl
!
(n
F
ru
o.
J'
(l
h
(l)
ot)
o0
a
q)
o.
r.)
6l
E
6,
I
,ri
ffi.F
6
IL
J
c
do
vo
{
tr
j-
394 Pembongkit Listrik Tenaga Air
sudu roda. Dalam kasus ini, pancaran
jet
bebas akan menjadi tekan-
au atmosfer. Turbin-turbin di mana suatu desain telah ditentukan
(such
o design is adopted) dikenal sebagai turbin tanpo tekanan atatturbin
impuls. Roda Pelton dan roda Turgo-impuls tgrmasuk
jenis ini.
bi tuin pihak, sebuah turbin dapat
juga dibuat untuk memutar, di
bawah akii dari gerak air di bawah tekanan melalui penggerak. Alir-
an pada beberapa turbin, pipa pesat, lorong pintu pemasukan ke peng-
gerak, ruang antara sudu-sudu penggerak, semua bentuk lintasan air
menerus untuk aliran di bawah tekanan yang mengecil secara teratur
dari pintu pemasukan ke pintu keluaran. Penggerak turbin secara lang-
sungmengubah tenaga kinetik
juga tenaga tekanan secara bersamaan
*.rijuai tinaga mekanik. Turbin semacam ini disebut turbin reaksi
atau turbin tekan. Contohnya adalah turbin Francis, Baling-baling
dan Kaplan,
juga turbin Deriaz. Perbedaan tekanan antara pintu ma-
suk dan pintu keluar dari penggerak, disebut sebagai kelebihan tekanan
(over pressure) dari turbin.
Penggolongan Berdasarkan Tinggi Tekan
perueaain
kemiringan (elevasi) dari muka air antara hulu dan hilir
dari turbin adalah tinggi tekan (head), di bawah tinggi tekan tersebut
turbin berfungsi
(lihat Gambar 13.2). Di mana tidak ada muka air b9.-
bas, perbedaan antara
jumlah seluruh tenaga pada kedua sisi turbin,
memterikan suatu ketinggian. Turbin bekerja di bawah suatu Wila-
yah yang luas dengan tinggi tekan dari 2 meter sampai 2.000 meter. Ber-
Aasartan wilayali tersebut, diadakan
penggolongan turbin'
Mosonyi memaparkan wilayah tersebut, sebagai berikut:
Kita sebaiknya agak memodifikasi ruang lingkupnya guna menje-
laskan pemilihan turbin yang ada hubungannya dengan tinggi air- De-
ngan demikian:
Turbin-turbin
395
Gambar 13.2. Tinggi tekan pada turbin
nakan
juga
turbin Francis.
Untuk tinggi tekan yang tinggi, dipergunakan turbin Francis atau
Pelton.
Untuk tinggi tekan songot tinggi, dipergunakan turbin Pelton de-
ngan berbagai macam penyesuaian.
Untuk tinggi tekan > 300 m dipergunakan turbin Deriaz, tetapi pe-
makaiannya terbatas di bawah keadaan aliran balik (reversible
flow),
(seperti pada instalasi pompa di mana turbinnya sendiri bekerja seba-
gai pompa). Untuk keadaan tinggi tekan dan debit yang sama, pema-
kaian turbin Deriaz lebih murah daripada turbin Francis.
Penggolongan Berdasarkan Arah Aliran
Ketiga arah ortogonal pada aliran dalam turbin dapat diuraikan se-
bagai aliran radial, aksial dan"
tangensial, berkenaan dengan ro-
da. Poros dari corong (shaft) me-
nyatakan arah aksial.
Skema kemiringan dari turbin
memperlihatkan (tanda panah)
aliran aksial, sementara perenca-
naan menghasilkan arah radial
a.
dan tangensial. (Gambar 13.3).
;;;
Kadang-kadang arah aliran da-
pat berubah antara pintu pema-
sukan dan pengeluaran, hal ter-
sebut dapat berupa aliran radial
pada pintu pemasukan dan alir-
an aksial pada pintu pengeluar-
an. Suatu aliran seperti itu, di-
pandang sebagai aliian campur-
Gambar
an.
Tinggi tekan rendah
Tinggi tekan sedang
Tinggi tekan tinggi
Tinggi tekan rendah
Tinggi tekan sedang
Tinggi tekan tinggi
Tinggi tekan sangat
tinggi
2-15 m
15-50 m
> 50m
2-15 m
16-70 m
7l-500 m
> 500m
Dasar dari penggolongan ini, dapat dikatakan bahwa untuk tinggi
tekan rendohhanyaturbin
Baling/Kaplan
(atau turbin Tubular yang
sifat hidrauliknya sama dengan turbin Kaplan) yang dipergunakan.
Untuk tinggi tekan menengoh, selain turbin Kaplan dapat dipergu-
Batang pipa
Arah garis singgung
13.3. Arah aliran dalam turbin.
lf-_-
1 T
396 Pembangkit Listrik Tenaga Air
Apabila aliran tidak ada yang sejajar, maupun tegak lurus poros'
te;.aii pada umumnya dalam arah bersiku berkenaan dengan
poros'
aliran iersebut dapat dise,but sebagai aliran diagonal. Tabel 13-l ada-
lah ringkasan dariarah alira' yang umumnya terjadi
pada turbin yang
biasa dipergunakan'.
TABEL 13.1
Jenis turbin
Arah aliran
Turbin-turbin
39?
Penggolongan Berdasarkan Kecepatan
Semenjak generator dan turbin digabungkan, rata-rata kecepatan
dari turbin sama dengan kecepatan generator, dinyatakan sebagai:
N:
60'/
p
di mana N
:
Kecepatan, dalam rpm
.f
:
frekuensi, biasanya 50 hertz
:
50
PPd
(Putaran
Per detik)
(l 3.3)
p :
nomor dari pasangan kutub generator.
Jadi, kecepatan turbin ditentukan oleh kecepatan generator. Selan-
jutnya,
selama/dan p tetap untuk tiap generator yang terpilih, N
ju-
ga menjadi tetap terlepas dengan mengabaikan keluaran. Hal ini me-
rupakan ketentuan dasar bagi pemakaian turbin. Turbin tidak per-
nah digolongkan berdasarkan kecepatan nyatanya, tetapi selalu ber-
dasarkan kecepatan tertentu.
Penggolongan Berdasarkan Kecepatan Tertentu
Besarnya kecepatan tertentu N3 dari turbin dinyatakan sebagai
berikut:
( 13.4)
Ketentuan yang lebih resmi (formal) merupakan: kecepatan pada
keadaan di mana mesin menghasilkan I TK di bawah tinggi tekan I
m. Ini merupakan pgameter yang penting untuk merencanakan tur-
bin, termasuk ketiga parameter dasar, yaitu kecepatan, tenaga dan ting-
gi tekan dari turbin. Hal ini terlihat sebagai konsekuensi bahwa kece-
paian tertentu tergantung pada sifat khas lain dari turbin seperti ben-
tuknya (shape). Secara teknik, kecepatan khusus bukanlah suatu kuan-
titas yang tanpa ukuran, tetapi menunjukkan sifat-sifat angka yang
tanpa ukuran, dan kenyataannya, dengalt memperkenalkan
p dan g,
kepadatan massa dan percepatan gravitasional yang konstan untuk
tujuan-tujuan praktis, seseorang dapat mengubahnya menjadi bentuk
nondimensional. Jadi
N.':
N
\fT
-
pr,z
Gh)otn
secara teoretis lebih cepat untuk kecepatan khusus. Tetapi, Persamaan
13.4 diterima dengan baik dalam kepustakaan dan
juga
digunakan di
sini.* Jumlah
jarak
kecepatan khusus untuk turbin hidraulik adalah
t
*Biasanya
merujuk pada kecepatan khusus dalam unit-unit RPM, walaupun barangkali
tidak tepat benar, dalam hubungannya dengan unit-unit.
Francis
Pelton
Baling-baling/Kaplan
Deriaz
Radial atau gabungan
Tangensial
Aksial
Diagonal
Penggolongan Berdasarkan Debit
fuiUin dapat
juga disebut sebagai turbin debit rendah, sedang dan
tinggi, hal ini tranva merupakan terminologi kualitatif. Turbin Pel-
tori, untuk ukuran perbandingan, adalah turbin dengan debit relatif
rendah. Turbin Kaplan merupakan turbin dengan debit tinggi, semen-
tara itu turbin Francis menempati kedudukan pertengahan'
Penggolongan
Berdasarkan Tenag
,
''
nEia, t.iuga kudd
p
yang dihaJilkan oleh sebuah turbin dapat di-
nyatakan sebagai beiikut:
N-:
N\/F
h5
tt
di mana r1o
:
daya guna/efisiensi menyeluruh dari turbin'
Q
: de-
Uit
1.'Za;l
h
:
tiigei tekan efektif (m), w
:
satuan berat (unit
weiin\ dari air, di mana dalam keadaan normal, diambil 1'000
kglm3
Dengan angka daya guna turbin saat ini kira-kira diambil 90 persen
maka iumus di afas dapat ditulis secara kasar sebagai:
r:ffn"
P:12 Qh
l3.l)
( l3.2)
Tenaga yang dikeluarkan, bagaimanapun, akan tergantung pada
Q
n,urrpui l. Seiautr itu, satu unii turbin Pelton adalah > 330'000
tk'
turbin Kaplan > 150.000 dk dan turbin Francis > 820.000 tk telah
dikembangkan. Jadi, untuk menghasilkan tenaga yang besar, maka
turbin Francis yang diPerlukan.
[-
\
398 Pembongkit Listrik Tenaga Air
antara 4 sampai 1100. Mesin berkecepatan khusus yang lebih rendah
merupakan penggerak (runner) yang lambat, sedangkan mesin berke-
cepatan khusus tinggi dikenal sebagai penggerak cepat.Tabel 13.2 me-
nunjukkan penggolongan turbin-turbin atas dasar kecepatan khusus.
TABEL 13.2
Penggerak Kec'epotan khusus (putaran dtlam semenit, rpm)
Lornbot .\pdang Cepat
A,
1750
t,::-4
... (13.6)
Rumus Dewan Elektro-Teknik Jepang:
iv,:ffi+so ...(13.7)
Rumus USB|?: (Stondor lama NEMA):
(a)
Untuk t nggi air kurang dari l8 m (turbin baling-baling yang
bisa disetel):
/v,:t,11i ...(r3.8)
ll it
Untuk tinggi air 18 m hingga 300 m (Turbin Francis):
Turbin_turbin
399
Tetapi, nilai A dalam rumus di atas (13.5 sampai 13.9) dilakukan
perbaikan terus-menerus. Untuk turbin bangunan pembangkit tena-
ga ketiga Grand Coulee, nilai A menentukan sampai mendekati 2800.
Hubungan di atas dapat digunakan sebagai pedoman memilih tur-
bin dengan kecepatan khusus atau ukurannya. Jadi, sambil menjelas-
kan sebuah turbin, salah satu atau lebih di antara klasifikasi yang
berlain-lainan di atas dapat digunakan.
UKURAN TURBIN
Kecenderungan sekarang ialah hendak menggunakan turbin yang makin
besar. Salah satu alasan pokok atau kecenderungan ini ialah bahwa
efisiensi hidraulik semakin meningkat karena ukurannya. Lebih lan-
jut, pada umumnya lebih hemat menggunakan unit-unit yang ukuran-
nya lebih besar. Kajian yang dilakukan di Soviet kini menunjukkan
bahwa biaya keseluruhan turbin Francis adalah yang paling sedikit
di antara sebuah
jarak
tenaga dari 300.000 sampai 600.000 tena-
H = I 52,5m
N=257 RPM
H :30,5m
N:75 RPM
Ukuran relatif penggerak untuk menghasikan 100.000 TK
Pelton
Francis
Kaplan
4-15
60- l 50
300-450
l6-30
l5 I
-250
45 I
-700
3l
-70
25 l
-400
70r-t 100
Tabel di atas dapat menjadi petunjuk dalam memilih turbin untuk
sesuatu proyek.
Terkadang, hubungan empirik hanya antara tinggi air dan kecepatan
khusus yang sesuai digunakan untuk menentukan parameter ini. Ja-
di, untuk turbin reaksi, hubungan
jenis ini sering digunakan.
(r3.5)
A
/rB
/V,- (l)
atau N,:ftL+c
di mana A, B, C adalah konstanta-konstanta empirik.
(2\ Untuk penggerak Francis
(3)
(4)
(b)
*
/f.:#
( r 3.e)
Gambar 13.4. Ukuran relatif penggerak
r-
-\
T
400 Pembangkit Listrik Tenaga Air
ga kuda. Ukuran dan
jumlah
turbin harus dipilih secara bijaksana se-
hingga dapat memberikan kondisi kerja yang optimum dan hemat pula.
Jika mengambil satu unit yang terlalu besar ukurannya, kerugian dari
sebuah unit dapat mengganggu beban. Sebaliknya, ukuran turbin yang
bisa berarti lebih banyak menggunakan unit, dan dengan demikian
bukan pemecahan masalah penghematan.
Untuk mesin tingkat permukaan air yang tinggi, masalah kebocoran
dapat mengganggu katup-katup maupun segel antara penggerak (run-
ner) dan selubungnya. Banyaknya kebocoran pada segel dapat menu-
runkan efisiensi Turbin Francis, karena air mengalir di bawah tekanan.
Karena permukaan air yang lebih tinggi berarti tekanannya lebih tinggi
pula, dan
jika
terjadi kebocoran, turbin Francis tidak mampu bersaing
dengan roda-reda Pelton di atas ketinggian air 500 m.
Lingkungan tersebut di atas yang berhubungan dengan tinggi air,
tenaga, ukuran, kecepatan khusus, dapat diikhtisarkan pada Tabel 13.3.
Tabel 13.3
Turbin-turbin
403
Jenis penggerak Moks. ketinggion Maks. lenago
dalam m dolam tk
Maks. diame- Kecepalon
ler roda, khusus
dalam m
>l
o
q)
N
tt
tr
o
\o
\o
b0
bo
tr
6d
bo
{.)
!
L
o
a
d
at
bo
d
tr
()
cd
q)
1G
o .u.
fu",
.54i
d!
b5
ot)
aoo
c+
o=
.5
r-
?ri P
TE
7.2
tr oi)
EE
(,d1
Pelton
Francis
Kaplan
300
-
2000
30
- 500
2-70
sampal
3.30.000
9.60.000
300.000
5.5 4-70
l0 60-400,
t0 300- 1100
SEGI.SEGI KONSTRUKSI DARIPADA TURBIN
Seperti keterangan terdahulu, semua turbin mempunyai dua kompo-
nen utama, dinamakan penggerak dan tabung. Komponen ini dibuat
bagian demi bagian di pabrik dan kemudian diangkat ke tempat. Prak-
tik yang lebih mudah dengan melengkapinya dibengkel dan mengang-
kutnya ke lokasi. Hal ini hanya dapat diterapkan untuk turbin sedang,
tetapi untuk turbin yang besar, akan lebih mudah untuk membuang-
nya (cast) dalam bagian-bagian dan merapikannya, menyambung-
nyambungnya lagi langsung di tempat. Keterangan-keterangan tentang
konstruksi tiap turbin diberikan di bawah ini:
Roda Pelton
Turbin ini terdiri dari sebuah piringan lingkaran pada pinggir-
pinggirnya (periphery), sebuah nomor dari duaJobe keranjang dimon-
tase (mounted) seperti terlihat pada Gambar 13.5. Pada desain-desain
terdahulu tiap keranjang dikukuhkan di tengah piringan. Saat ini runner
\ Y
404 Pembongkit Listrik Tenaga Air
Pipa utama
Lubang masuk
Mulut pipa
Tangkai tongkat
Gambar 13.8. Pengaturan roda Pelton ragam jet.
mesin-mesin
jet ganda berkisar kira-kira 70. Gambar 13.9 memperli-
hatkan 6 buah
jet
turbin manifold untuk tahap pertama tiga unit dari
pusat tenaga di bawah tanah, proyek Iddiki, India.
Dapat dicatat bahwa sudut defleksi dari keranjang adalah 165 de-
rajat. Kurang sedikit dari 180 derajat semi-lingkaran keranjang' yang
memberikan kekuatan maksimum pada tipikal keranjang. Bagaima-
napun, arah sedikit oblique dari pengeluaran air (leaving water) meng-
ikuti itu untuk lari secara bebas tanda obstructing atau memukul be-
lakang dari keranjang berikutnya.
Setelah air meninggalkan keranjang,
jatuh bebas akibat aksi gaya
berat dan bergabung dengan tail-race. Hal itu dapat dinyatakan bah-
wa selubung dari roda-roda Pelton tidak mempunyai fungsi hidraulik
yang lain di samping memegang roda pada tempat yang terselubung'
Fada proyek-proyek yang sebenarnya, bagaimanapun' hampir selalu
terselubung, hanya sebuah ruang tertutup yang dibangun di lokasi.
Pancaran
jet bergerak dalam sebuah bidang tangensial sebelum dan
sesudah mengenai ioda, dan keranjang bergerak pada kecepatan dari:
r.DN
u:tor-7--
(13. r l)
di mana r dan D adalah
jari-jari lingkaran keranjang dan garis tengah
masing-masing, dan <^, adalah kecepatan angular biasanya dinyata-
kan dalam terms of rPm N.
Dengan diameter lubang d, D/d merupakan sebuah parameter ukur-
an untik turbin. Perbandlngan ini, dikenal sebagai perbandingan
jet
"m", mempunyai nilai pada daerah antara l0-24'
'l'urbin-turbin
405
Gambar 13.9. Manifold-manifold untuk Iddiki UG Rumah Tenaga (untuk tinggi
-635
m) (Atos izin: Kerala State Electricity Roard, India).
Kecepatan aliran
jet
tergantung pada jumlah jaringan (net) yang me-
nuju ke h pada dasar lubang dan dinyatakan sebagai persam:lan lubang:
V:K,fieh (13.12)
di mana K, adalah koefisien kecepatan dari lubang dan biasanya ber-
kisar antara 0,98 sampai 0,985.
Bila kita menentukan (define) parameter lain K,, dikenal sebagai
perbandingan kecepatan seperti:
t--
\
406 Pembangkit Listrik Tenaga Air
,,u
,\a:-7=
t/ 2clt
13.3)
kemudian dapat terlihat bahwa untuk kondisi-kondisi efisiensi mak-
simum K,
:
0,46 (nilai teori
:
0,5). Pembatasan dari perbandingan
kecepatan berkisar 0,46 membuat turbin-turbin Pelton tidak berkem-
bang dan tidak ekonomis, umumnya pada dan di atas sebuah keluaran
dari 300.000 TK.
Pengikisan dari roda Pelton terjadi di dua tempat:
(r) Pada keranjang-keranjang di bawah kekuatan aliran pengikis,
(ir) Pada lubang sehubungan dengan kerusakan akibat kapitasi/pe-
lubangan. (Hal ini akan didiskusikan terpisah).
Untuk melindungi keranjang-keranjang dari pemakaian dan perbe-
daan, baja chrome alloy ata:u baja antikarat yang dipergunakan. Un-
tuk ketinggian di bawah 600 m, selubung dari bronze sangat sesuai.
Di India, banyak instalasi-instalasi turbin Pelton dipergunakan pa-
da tahun lalu (recent years). Koyna (tingginya 475 m,4
jet)
Sharavat-
hi (tingginya 570 m, 4
jet),
Kundah I (tingginya 360 m, 5
jet)
dan Kun-
dah II (690 m, 3
jet)
adalah proyek-proyek yang memakai turbin-turbin
Pelton. Salah satu dari turbin Pelton yang terbesar adalah di Kemano
(Kanada) bekerja di bawah ketinggian 810 m.
Turbin Pelton yang terbesar saat ini merupakan sebuah turbin de-
ngan 6
jet
untuk stasiun tenaga Aurland-2 (Brazil), bekerja dengan ke-
tinggian 840 m, dan menghasilkan 243 MW (331.000 TK). TurQin
ini direncanakan dengan sebuah peralatan memilih nomor
jet yang oto-
matis dihubungkan ke pengeluaran. Jadi, di atas 40 MW, hanya I
jet
dioperasikan; sekitar 65 MW, dua
jet
beroperasi; di atas l15 MW;
3
jet beroperasi; sementara dari-pengeluaran ini, 6
jet
dioperasikan
secara otomatis ini, efisiensinya dapat dikelola menjadi tinggi dan men--
capai 9l persen untuk pengeluaran berkisar antara 70 MW
-
200 MW.
Turbin Francis
-
Turbin-turbin Francis adalah
jenis turbin yang paling banyak
berubah-ubah
yang dipakai saat ini. Desain inisial dari penggerak-
penggerak lambat (N,
:
60) adalah untuk aliran radial seperti terli-
hat pada Gambar 13.10(a), tetapi sebagai perkembangan pengalaman'
mereka menjadi p''nggerak-penggerak aliran gabungan seperti terli-
hat pada Gambar 13.10(b), (c), (d), (e), (0 dan (g). Semua bentuk-
bentuk yang berbeda ini, sekarang dalam pemakaian. Gambar 13.10(g)
memperlihatkan sebuah penggerak (runner) yang sangat cepat (N, :
400).
Turbin Francis bekerja dengan aliran air yang bertekanan. Jadi, un-
tuk turbin-turbin Francis itu selalu mengalir penuh pada penggerak
yang sama dengan selubung penuh dengan air.
Turbin-turbin 40?
Penggerak dari turbin terdiri dari sebuah nomor dari'pisau-pisau
melengkung yang dilas benar-benar pada dua shroud. Deretan pisau-
pisau bervariasi dari 12 sampai 22tergantung kepada kecepatan spe-
sifik (nomor rendah untuk kecepatan-kecepatan spesifik di atas 300).
w(2K\
1
(e)
Gambar 13.10. Bentuk penggerak lambat, sedang dan cepat.
Mereka dalam keadaan simetris dalam tiap respek. Pada semua yang
terkumpul dari turbin Francis dinyatakan pada Gambar l3.l l. Air dari
pipa pesat masuk ke dalam selubung spiral di bawah tekanan dan me-
ngalir melalui pintu-pintu kecil masuk ke dalam penggerak (runner).
letelah
mengalir meninggalkan penggerak, air melalui sebuah tube yang
terkenal sebagai tube sementara dan saluran buang. Tube sementara
merupakan aliran hydraulically a closed conduit. Tube sementara me-
rupakan a
flaring
tubelurus atau tipe busur dan hanya penting untuk
reaksi (misalnya tekanan) turbin. Tujuan dari tube sementara adalah
untuk mengetahui kecepatan dari tinggi aliran air yang keluar dari peng-
gerak, juga
untuk mengusahakan penggerak mempunyai tingkat alir-
an hilir tanpa mengorbankan tinggi air yang bersangkutan. Tube hid-
raulik sementara didiskusikan dalam persamaan 13.10.
(a)
w
(b)
w
(c)
ffi
u,\
v
1"1
408 Pembangkit Lislrik Tenaga Air
Pintu-pintu kecil diletakkan sepanjang bagian pinggir dari pengge-
rak. Merika diletakkan pada pivot-pivot dan dapat berputar sekeli-
ling mereka. Perputaran dari pintu-pintu kecil adalah diatur secara
kontrol, dan perubahan ukuran dari pembukaan pintu pemasukan tur-
bin metalui
fintu
di mana air dapat mengalir dan mengawasi kece-
patan mengalir
yang berlebihan.
Sudu-sudu. Pengarah
Selubung tcrool
Turbin-rurhin
4l .i
Baling-baling turbin Kaplan bervariasi dari 3 ke-8 tergantung pada jang-
kauan (range) kecepatan spesifik. Baling-baling berbentuk sebuah ba-
dan berongga semikonikal permukaan luar di mana menjadi batas dari
pemasukan (possage) air. Di dalam poros terdapat corong (shoft)tur-
bin. Dalam hal (case) turbin-turbin Kaplan, rumah-rumah poros pe-
nyelesaian mekanikal yang otomatis mengubah dayung tergantung pada
beban.
Garis tengah poros dari turbin tipe ini adalah tergantung pada ke-
tinggian di bawah fungsi turbin. Untuk tinggi rendah, garis tengah
poros mungkin sekitar 0,35 x dayung tip-to-tip
garis tengah keselu-
ruhan, tetapi bila tinggi naik di atas 50 m, garis tengah
juga
menjadi
lebih dari 1,5 dari garis tengah keseluruhan dan turbin menjadi tidak
ekonomis
jika
dibandingkan dengan turbin Francis. Hal tersebut me-
nyebabkan sangat sedikit proyek-proyek yang dengan serius memper-
timbangkan pemakaian turbin-turbin di atas ketinggian 70 m.
Apabila hal tersebut tiba
pada saat untuk memilih an-
tara turbin poros, dengan ti-
dak ada kemungkinan penye-
suaian dari dayung dan tur-
bin Kaplan dengan ciri-ciri
dayung yang bergerak, kita
harus menyebutkan keuntung-
an istimewa dari turbin Kap-
lan. Sebab keuntungan dari
dayung, turbin Kaplan peme-
liharaannya sangat tinggi, efi-
siensinya bagi suatu daerah
mempunyai beban efektif dari
5090 ke bawah sampai 5090 di atas beban yang diizinkan. Sebalik-
nya, turbin baling-baling memperlihatkan kurva yang lemah dalam
hal di mana efisiensi menunjukkan sebuah penurunan yang tiba-tiba
untuk perubahan beban yang kecil, (lihat Gambar 13.18), karena itu
jelas
bahwa turbin baling-baling hanya dapat digunakan untuk sebuah
proyek yang kemantapan seperti itu, sehingga beban yang tidak ber-
ubah dapat diperkirakan. Pada hampir semua situasi yang lain, tur-
bin Kaplan akan menjadi pilihan yang otomatis.
Tc.O.-i^u.Dericz
Turbin Deriaz yang terkenal dengan nama lain sebagai turbin Dia-
gonal. Aliran yang melalui penggerak pada sudut 45 derajat dengan
aksis. Gambar 13.19 menggambarkan susunan dari penggerak Deriaz.
.A
UU
o
o
d
E60
o
o
445
D 20 40 60 80 100 t20
Persentase beban penuh
Glmbar 13.lE. Efisiensi dari turbin baling-
baling (propeller) dan Kaplan.
Gambar 13.11. Gambar dari instalasi Turbin Francis'
Firngsi kedua penting dari pintu-pintu kecil untuk melangsungkan
a, f..
i.nggeratr
pada siarivi"g dikehendaki' Gambar 13'12(a) mem-
pertihattan pintu-pintu kecil pada posisi tertutup'
-
S"lubung ipiral,luga terkenal sebagai selubung scrol/ mem-bawa air
dari batan!
pipa te iurbin. Hal ini sangat
penting a winding duct
dari berbagaiukuran dengan bukaan
pada sisi penggerak melalui ma-
nu ui. dap"at mengalir ke penggerak' Gambar l3'13 memperlihatkan
selubung scroll.
-
Untr[ ketinggian
yang sangat rendah misalnya 6
-
8 m'
-selubung
aupui dispensJi witi a":n periggerak dapat diusahakan terbenam di
a
416 Pembangkit Listrik Tenago Air
Mempunyai sebuah susunan dayung seperti pada turbin Kaplan ter-
masuk susunan dayung yang dapat disetel. Pada waktu yang sama,
aliran diagonal atau campuran seperti pada turbin-turbin Francis. Itu
dapat dikatakan menjadi sebuah silang antara dua turbin dan da-
pat dipergunakan untuk ketinggian > 200 m. Banyaknya
jumlah
dari dayung adalah dari l0 sampai 12 buah, dan dayung dipasangpa-
da pinggiran roda yang berbentuk bola. Dayung pengefrdali; baik de-
ngan baling-baling (stoy-vanes) juga
miring, sebagai suatu hasil di ma-
na aliran melintas, tidak seperti pada turbin konvensional Kaplan, ada-
Gambar 13.19. Susunan dari penggerak Deriaz.
lah lurus. Perbandingan dari pusat ke ujugg-ujuns garis tengah ada-
lah 0,65, tetapi sampai dayung dimiringkail, aliran lewat tidak terlalu
terbatas. Gambar 13.20 memperlihatkan penggerak dan kumpulan
barang-barang (shaft assembly) (menjadi dalam posisi tertutup) dari
turbin Deriaz untuk Stasiun Culligran (Skotlandia).
Pada hal-hal yang lain, turbin adalah sama dengan turbin Kaplan.
Bagaimanapun, sampai kumpulan baling-baling pengendali dan kum-
pulan penggerak adalah lebih rumit, turbin lebih ringan, lebih sulit
untuk membuatnya, juga
lebih inahal.
Penggerak Deriaz terutama sekali cocok untuk kondisi-kondisi alir-
an reversibel ketika turbin telah bekerja sebagai sebuah pompa vie
pusat-pusat tenaga dengan pompa.
Efisiensi karakteristik-karakteristik pembebanan untuk\r._r,*U.ruk
u.20. Penggerak turbin Deriaz untuk culrigra,, Skotranora (ctaram
posisi tertutup 30.500 rk). (Atas izin: The English Electric Co.
Ltd. uK).
Turbin-turhitr
4|,7
Gambar
r
Deriaz sama datarnya dengan
favourably)
dengan hal terse-
but dari turbin Francis (lihat
Gambar 13.21). Turbin Deriaz
yang terbesar di dunia sejauh
ini dimiliki oleh Swedish Sta-
te Power Board's Ajaure,
stasiun pembangkit mempu-
nyai mesin bertipe diagonal
dengan rata-rata pengeluar-
an sebesar 124.000 tk (91,1
MW). Salah satu unit yang
terbesar disediakan untuk sta-
siun tenaga Takane No. I di-
418 Pembangkit Listrik Tenaga Air
turbin Kaplan dan sebanding (compared
100
i-r;eria;
--T-----T--r
0 20 40 60 80 100 t2o
Pcrsentase beban penuh
Gambar 13.21. Karakteristik-karakteristik
beban dari turbin Francir.
Jepang, dengan pengeluaran (output) dari 83,3 MW pada 136,2 m
ketinggian dar,7l,4 m:/detik ketika bekerja dengan turbin dan mem-
punyai masukan dari 99,4 MW bilamana bekerja sebagai pompa.
Sejauh ini tidak ada turbin Deriaz di pasang di India.
Turbin Bentuk Pipa (Tubular)
Turbin berbentuk pipa, benar-benar keras (strictly speaking), tidak
beda dengan turbin baling-baling atau turbin Kaplan. Mereka meru-
pakan satuan-satuan aliran aksial dengan sebuah dayung tetap atrau
baling-baling yang bisa disesuaikan, secara nyata seperti pada baling-
baling turbin konvensional. Pada turbin-turbin dengan tinggi-tekan
yang rendah, yang sesuai untuk tinggitekan ) l5 m. Pada tinggi te-
kan yang lebih besar, kesulitan-kesulitan timbul sehubungan (due) de-
ngan tekanan mekanikal pada penggerak.
Keistimewaan terletak pada pelaluan airnya. Kotak gulungan dan
tabung-tabung pengatur aliran udara lintasan dari unit-unit konven-
sional yang menyalurkannya. Pada tempatnya disediakan sebuah ta-
bung memanjang. Dari bagian hulu air (head water) ke hilir air (tail
water), hal itu sehubungan dengan susunan bahwa turbin-turbin di-
sebut sebagai turbin-turbin tubular (pipa). Turbin-turbin tubular bia-
sanya cocok untuk tinggi tekan yang sangat rendah dan dapat dipa-
sang dengan tinggi tekan setinggi 2,5 m. Alat ini diperkenalkan perta-
ma kali untuk pemakaian praktik oleh Fisher pada tahun 1936 dan
menjadi sangat terkenal dengan perkemb.angan tinggi tekan yang ren-
dah. Turbin tersebut
juga
sangat sesuai untuk perkembangan tenaga
pasang surut. Itu sangat bersifat alami bahwa dengan tekanan arus
pada perkembangan tinggi tekan rendah, turbin-turbin tubular telah
masuk ke dalam perdagangan besar-besaran yang menonjol. Ada ber-
bagai
jalan
di mana turbin-turbin tubular direncanakan.
'!
r80
360
o-
45
Turbin-turbin
419
Gambar 13.22. Turbin miring pada Bendungan Kaysinger Bluff (USA).
Turbin-turbin tubular dapat diklasifikasikan terutama berdasakan
dari lokasi generator vis-a-vis turbin. Generator-generator digabung-
kan dengan turbin tubular dapat berada di dalam tabung atau di luar
tabung.
Bila generator ditempatkan di luar turbin, sebuah batang menghu-
bungkan baling-baling turbin di dalam tabung dengan generator yang
5i:iada di luar tabung. Turbin-turbin semacam itu disebut slant mi-
iiiig atau turbin-turbin bersumbu inklinasi. Susunan umum dapat di-
lihat-pada Gambar 13.22yang dipakai untuk Kaysinger Bluff, seka-
rang bernama bendungan Harry S Truman, USA. Merupakan unit-
unit reversibel dengan penggerak bergaris tengah 6,5 m.
Rencana usulan yang baru untuk memberi rotor generator (5) dihu-
bungkan secara tetap oleh tekanan panas pada ujung-ujung dari satuan
dayung tetap baling-baling (7)
stator ditempatkan pada
dinding-dinding tabune
g).
Susunan tersebut dapat kita
sebut sebagai susunan 'peri-
pheral' (Gambar 13.23). Su-
sunan seperti itu menghapus-
kan giei-gigi, kopling-kopling
dan tangkai generator secara
menyeluruh. Susunan tersebut
pertama kali diajukan oleh
Harza dan sejak salah satu
dari ciri utama dalam susunan
9
Gambar 13.23.Turbin tubular (peripheral).
v
-)
420 Pembangkit Listrik Tenogo Air
adalah
jalan aliran yang hampir lurus, maka itu
juga disebut sebagai
turbin aliran lurus. Sebab dari
jalan
aliran lurus, geseran dan kehilang-
an-kehilangan eddypusaran arus adalah minimal. Tipe turbin ini telah
dipasang di pusat tenaga listrik hidro di Iller. Rencana tersebut tidak
dapat memperluas keterangan sebab masalah kebocoran agak buruk.
Segel karet yang dikenakan untuk mencegah
jangan
sampai terkena
rembesan air perlu sering diganti, dan masalah perawatan suku-suku
generator harus diperhatikan sekali. Baru belakangan ini saja bahwa
turbin 'aliran langsung' perlu diperhatikan setelah masalah seperti ter-
sebut di atas dapat diatasi.
Susunan miring seperti disebutkan dalam paragraf sebelumnya me-
mang memiliki keuntungan, karena generator, yang berada di luar pipa,
dapat dibuat dengan desain standar dan dapat diambil sembarang wak-
tu. Gambar 13.24 menunjukkan susunan khusus yang digunakan di
air terjun ozark dan weber, AS. Hal itu akan terlihat bahwa
generator
Gambar 13.24. Turbin mirine deneln kotak step-up roda gigi.
dihubungkan ke turbin melalui sebuah step-up susunan roda gigi yang
menaikkan kecepatan batang dari generator menjadi 514 rpm dari ke-
cepatan semula yang 60 rpm (radial per menit). Walaupun ada keun-
tungan, susunan miring tidak luas dipergunakan. Penyebabnya ada-
lah kenaikan biaya sehubungan dengan kumpulan roda gigi, yang ju-
ga memerlukan perawatan yang teliti. Gejala yang terbaru adalah pre-
dominantly to
favour
turbin-turbin berbentuk bola lampu pada semua
skema-skema perkembangan tinggi tekan.
Turbin-turbin
4Zl
Turbin'turbin Bentuk Bola LamPu
Pada turbin-turbin bentuk bola lampu (Gambar 11.25), generator
diletakkan pada sebuah tabung berbentuk bola lampu, yang dipasang
tepat di tengah-tengah terowongan aliran. Bentuk bola lampu itu sendiri
merupakan sebuah struktur yang kedap air dan bola lampu dengan
turbin baling-baling membentuk sebuah kesatuan yang utuh. Permu-
kaan bagian luar dari bentuk bola lampu adalah langsing yang mak-
sudnya untuk membentuk batas dari aliran air dari atas kolam. Tube
sementaia (draft tube) adalah sebuah tube lurus berbentuk konikal
yang mengembang. Ada dua kemungkinan pemasangan yang berbe-
da. Bentuk bola lampu tersebut dapat di hulu atau hilir dari pemutar.
Selubung metal
Gambar 13.25. Turbin bentuk bola lampu.
Pada
jenis pemasangan bola lampu dihulu, yang juga
lebih populer,
dua spiders berisi kolom-kolom langsing menyokong benda bola lampu
yang dalam gilirannya menyokong penggerak turbin dan baling-baling
pengarah diluar bola lampu dan alternator/pengubah di dalamnya.
Lengan paling atas dari provides access to the interior dari bola lam-
pu, sebaliknya lengan sebelah bawah digunakan untuk ventilasi. Gigi
utama dari penggerak berada pada bagian depan bentuk konikal. Ada
developed carbon sealing gland yang istirnewa antara bola lampu dan
dari poros penggerak. Generator didinginkan secara normal dengan
udara, dan bola lampu ditekan sampai nilainya kira-kira dua kali te-
kanan atmosfer.
Pada susunan bola lampu sebelah hilir, bola lampu diletakkan se-
telah penggerak. Sementara bola lampu ini melingkari pengubah, bo-
le lampu yang has to be provided hilir untuk melindungi radial dan
gigi-giginya, daya dorong, segel-segel, pompa bocor dan seterusnya.
Susunan ini tidak terlalu biasa. Turbin-turbin bentuk bola lampu, bi-
cara secara teknis, adalah turbin-turbin aliran aksial. Yang merupa-
kan sebuah klas tersendiri, sebab banyak ciri-ciri khusus terdapat pa-
da mereka. Misalnya, seluruh kumpulan baling-baling pengarah ada-
.4)
\
+'r
422 Pembongkit Listrik Tenaga Air
lah khusus digunakan untuk turbin bola lampu. Terdiri dari sebuah
peralatan pengarah bentuk konikal yang dapat mengatur pergerakan
dari baling-baling dengan konikal pada arah aliran inklinasi. Demi-
kian pula, bagian dalam dari turbin akan diselenggarakan untuk men-
dapatkan syarat-syarat yang khas.
Banyak keuntungan didapatkan dengan pemakaian dari turbin-turbin
bola lampu mereka terutama adalah:
(r) Kepadatan dan eliminasi dari panjang susunan bentuk.
(ir) Kira-kira lls/o pengurangan garis tengah penggerak bila diban-
dingkan dengan desain-desain konvensional untuk menghasilkan de-
bit rata-rata.
(iil) Perbaikan dalam efisiensi sehubungan dengan kehilangan yang
sedikit.
(iv) Mengurangi bahaya kapitasi.
(v) Ukuran pusat tenaga yang lebih kecil untuk menghasilkan penge-
luaran. Eliminasi dari tabung pada desain ini merupakan sumbangan
besar pada pengurangan ruangan.
(vl) Sangat menolong dalam pekerjaan-pekerjaan sipil sama baik-
nya dengan peralatan lain dibandingkan dengan desain konvensional.
Sebuah studi perbandingan untuk Pierre Bentle Project (Francis) me-
nyatakan bahwa ada penghematan sebesar 230/o dari pekerjaan-
pekerjaan sipil dan 20
-
300/o penghematan dari berat alternator dan
penggerak.
- t
(vir) Turbin-turbin bola lampu sangat cocok untuk pusat-pusat te-
naga pasang surut.
Beberapa turbin-turbin bola lampu telah dengan sukses diperguna-
kan di seluruh dunia. Attenworth (Austria) mengoperasikan turbin bola
lampu yang terbesar di dunia dengan kapasitas 45,8 MW, dan peng-
gerak bekerja di bawah tinggi tekanan dari l8 m. Garis tengah peng-
gerak adalah 6,0 m dan mempunyai sebuah kecepatan dari 103,4 ra-
dial per menit. Sebuah desain yang lain adalah untuk sebuah instalasi
mikro di La Maignannerie (Francis), yang dipakai untuk sebuah in-
stalasi sifon sebesar 62 kW unit.
Di India, dua buah stasiun turbin sedang dalam operasi. Di Pusat
Tenaga Penggerak Kanal Bagian Barat*, tiga unit turbin bola lampu,
masing-masing 5,5 MW beroperasi di bawah tinggi tekan 6,1 m. Ga-
ris tengah penggerak adalah 4,1 rn dan berputar pada 107
,2
rpm, (ma-
nu. Kawasaki, Jepang). Total debit rata-rata antara 103,8 m3ldetik,
per unit dan sangat efisien pada 8990.
*Proyek
ini tidak berjalan memuaskan karena berbagai masalah.
Turbin-turbin
423
Bangunan Pembangkit Tenaga Saluran Kosi Timur* menggunakan
empat pasang, masing-masing dari 5,6 MW di bawah ketinggian air
6,1 m. Laju pelepasan air adalah 104,5 m3ldetik. Diameter pengge-
rak (runner) 4,5 m dan beratnya 38 ton.
SUSUNAN TATA LETAK
Tata letak dari generator turbin dapat terdiri dari sebuah tata letak
bentuk horizontal, atau vertikal dan
juga
kadang-kadang untuk
inklinasi.
Pada tata letak horizontal, turbin dan generator pada elevasi/bi-
dang yang sama dihubungkan oleh sebuah batang horizontal. Gene-
rator berdampingan dengan ruang turbin. Di pihak lain, pada tata le-
tak vertikal, generator berada di atas turbin, keduanya dihubungkan
oleh batang vertikal. Susunan batang inklinasi adalah untuk keadaan
yang khusus, misalnya pada turbin-turbin miring. Susunan batang in-
klinasi hanya dimungkinkan untuk turbin-turbin berukuran kecil.
Susunan vertikal lebih disukai dari susunan horizontal karena:
(t) Lebih padat dan membutuhkan lantai yang lebih sedikit untuk
pusat tenaga (power house).
/ir)
Desain dari
jalan
lintasan hidraulik lebih sederhana pada su-
sunan vertikal.
(lir) Pada turbin-turbin reaksi, roda-roda dapat ditempatkan lebih
dekat ke permukaan air rendah tanpa mengganggu susunan pusat te-
naga (power house).
(iv) Di atas (tinggi tekan) dari 25 rn, susunan vertikal memberi ca-
ra penyelesaian yang lebih mudah.
Susunan horizontal sangat baik pada sejumlah keadaan khusus se-
perti misalnya:
(t) Bila dua penggerak dipasang pada batang yang sama untuk
menggerakkan sebuah generator biasa. Ini dikenal sebagai susunan
ganda yang bergantungan.
(r) Di mana susunan vertikal meliputi penggalian-penggalian yang
dalam pada saat yang sama
juga pada ruangan untuk pengembangan
horizontal.
(iif) Pada turbin-turbin tubular (tabung) dan pusat-pusat tenaga
pasang-surut.
TURBIN HIDRAULIK
Pada bagian ini dibicarakan analisis dasar hidraulik dari turbin-turbin.
*
Proyek ini tidak berjalan memuaskan karena berbagai masalah.
'/
\
1-
$,
atau
424 Pembongkit Listrik Tenaga Air
Analisis ini penting untuk menilai penampilan turbin yang juga digu-
nakan untuk menentukan ukuran-ukuran dasar dari turbin. Penam-
pilan dari turbin-turbin ditentukan berdasarkan efisiensi keseluruhan-
nya. Efisiensi keseluruhan (t,) dinyatakan oleh:
Tenaga kuda dari tangkai/batang
\o=
Tenaga kuda dari air waktu pengambilan
wQh .. .(13.14)
75
Pada sebuah proyek tenaga, perbedaan elevasi yang sebenarnya an-
tara tinggi bendungan dan muka air buri dapat dinyatakan sebagai
nilai besar dari tinggi tekan 1L Tetapi dalam penyaluran air, akan ter-
jadi
sejumlah kehilangan tinggi tekan hlmenjadikan tinggi tekan ber-
sih ft sebagai:
h:H
-
hr
h:\ H
(r 3.1 s)
di mana
4,
adalah efisiensi penyaluran dari sistem batang pipa (lihat
Gambar 13.2).
Dalam mengevaluasi penampilan dari turbin, kita tidak memper-
hatikan efisiensi penyebaran, yang akan sangat tergantung pada tata
letak atau dengan efisiensi generator, bagaimanapun di luar definisi
dari efisiensi keseluruhan dari turbin-turbin.
Efisiensi keseluruhan dari turbin-turbin modern ukuran besar ada-
lah berkisar antara 91-92s/0. Perimbangan dari 8-990 menunjuk-
kan kehilangan energi yang kemungkinan sebagai berikut:
(r) Geseran dan putaran
-
kehilangan energi di
jalan lintasan dari
turbin ke penggerak.
(i4 Kehilangan energi sehubungan dengan geseran pada waktu air
mengalir melampaui penggerak.
(ilr) Kehilangan energi pada tube sementara (hanya untuk turbin-
turbin reaksi).
(iv) Kehilangan dari energi kinetik pengeluaran sehubungan dengan
air meninggalkan turbin dengan kecepatan tertentu.
(v) Kehilangan energi sehubungan dengan kebocoran air yang hi-
lang tanpa melakukan kerja.
(vl) Kehilangan tenaga atau kekuatan dalam mengatasi geseran me-
kanik pada gigi-gigi batang.
Kehilangan (r) sampai dengan (iv) dapat digolongkan sebagai kehi-
langan geseran, (v) sebagai kehilangan kebocoran dan yang terakhir
sebagai kehilangan mekanikal. Sebab itu efisiensi keseluruhan dapat
juga
didefinisikan sebagai:
Turbin-turbin 425
di.mana
\n, n,
dan q.menyatakan
efisiensi perubahan tinggi tekan,
efisiensi debit dan efisiensi mekanika masing-masing.
Kehilangan akibat tirisan berkisar antara o,25-0,500/o oleh sebab
itu efisiensi debit berada di sekitar 99,5-gg,75go. Itu dapat dikombi-
nasikan dengan efisiensi tinggi tekan menjadi efisiensi hidraulik,
47,17,
sebagai berikut:
(13. l7)
(13.18)
Ini berlaku untuk sejumlah perhitungan-perhitungan
dasar
I,
da_
pat terjadi, sebagai asumsi permulaan, ambil l00go dan qoro
':
,0.
Efisiensi perubahan tinggi tekan qn ju$a
dinyatakan oleh:
?ril: IrXIo
?o
:
?).rdx?6
Teori analisis hidraulik dari aliran melalui penggerak
turbin mem-
buat hal itu mungkin untuk mengevaluasi perubahan
tinggi tekan atau
efisiensi tinggi tekan. Sesudah memperkirakan efisiensi mikanika dan
efisiensi tepat guna debit, tepat guna keseluruhan dapat dikerjakan.
Ini, merupakan tujuan utama dari analisis
SEGITIGA-SEGITIGA KECEPATAN DAN NOMENKLATUR
Pada turbin-turbin, air mengalir melalui penggerak, di mana pengge-
rak itu sendiri berp,Jar dengan kecepatan tertentu. Air mengalir me-
lalui penggerak dan meninggalkannya pada titik luarnya. Kita dapat,
bagaimanapun, bicara tentang kecepatan mutlak dari air sebelum alir-
annya ke penggerak, kecepatan relatif air (ketika air mengalir di atas
penggerak) berkenan dengan penggerak dan lagi kecepatan mutlak dari
air setelah meninggalkan penggerak. Dalam usaha untuk mengetahui
dengan pasti hubungan antara kecepatan-kecepatan tersebut, diagram-
diagram vektor kecepatair harus dibuktikan sangat berguna dalam pe-
makaian. Ini semua disebut sebagai segitiga-segitiga kecepatan. Gambar
13.26 memperlihatkan sebuah tipikal dayung penggerak
dan nomen-
klatur dibutuhkan sebagai berikut:
V1 dan V2
: kecepatan mutlak air pada pemasukan dan keluaran
dari penggerak.
u1 dan u2 :
kecepatanpenggerakpadatitik I dan2berturut-turut.
V1 dan V,z
=
kecepatan relatif dari air pada titik I dan 2 berturut-
turut.
p1
dan
0z
:
sudut-sudut yang dibuat oleh dayung penggerak de-
ngan arah gerakan pada tempat dan titik kekuatan
qinqg!
lekan
digunakan oleh penggerak
\o =
vhXrlqXtl^ .(13.16)
T
Jadi
\
426 Pembangkit Listrik Tenaga Air
pemasukan.
e1 d&n oz
:
sudut yang dibentuk oleh kedatangan danpengeluar-
an air (kecepatan mutlak) dengan arah dari perputaran'
e1, oleh karena itu merupakan sudut dari baling-
baling pengarah
Pada
titik hilir.
Sehubungan dengan dasar mekanik dari gerakan relatif, kami me-
ngetahui bahwa Vl dan Vr2dapat ditulis dalam rcrms dari Y1, ul dan
Vz, uz berturut-turut.
->+-+
Vrr- Yt-ut
Turbin-turltin
42i
Komponen-komponen Vr1 dan Zr2 disebut sebagai kecepatan pu-
taran dan V6 dan Z-2 disebut sebagai kecepatan meridianal atau ke-
cepatan aliran. Hal itu dapat diperhatikan bahwa untuk turbin-turbin
lambat,
0,
(
90o tetapi untuk turbin-turbin cepat
0,
) 90o.Kedua-
nya, baik untuk Francis dan penggerak Kaplan, pengeluaran dari peng-
gerak adalah radial. Ini ada hubungannya pada oz
:
90" atau:
dan Yq-0andlzr:Ynt
. . . (13.21)
Untuk turbin Pelton, ar
:
0 asal aliran merupakan tangensial mi-
salnya, pada arah yang sama 21. Selanjutnya, titik-titik I dan 2 pada
keranjang adalah sama
jauh (equi-distant) dari pusat putaran, kare-
na itu:
u1
:tt'
...(13.22a)
Untuk turbin Kaplan, arah dari aliran sudah diketahui
jarak
dari
sebuah streomline
from
the axis (axial) remains unchanged. Karena itu
untuk ini
juga:
ur
:uz
Untuk turbin Francis , dengan aliran radial:
(13.22 b)
dan
Yn:Yz-ur ...(13.19)
Persamaan-persamaan di atas dapat dinyatakan dalam peristilahan
dari segitiga kecepatan hubulrgan tiga kecepatan pada pemasukan dan
pada pengeluaran (at inlet and at outlet). Segitiga kecepatan tersebut
diperlukan pada Gambar 13.26 dengan kurva baling-baling diserta-
kan sebagai acuan.
Gambar 13.26. Segitiga-segitiga
kecepatan pada pemasukan dan pengeluaran.
Dari segitiga kecepatan ini, hubungan antara berbagai kecepatan
dapat dipastikan untuk mudahnya komponen-komponen dari Vt dan
V'2dalarn arah perputaran (tangensial), dan dalam arah radial biasa-
nya terlihat pada segi-segi kecepatan ini. Hal tersebut akan dapat di-
lihat bahwa:
Yu,
: I/1 cos et
Y-r
: I/1 sin or,
dan VtZ
: I/, cos ct
V^z : Y, sin e"
ut:f'
ur tq
11, 12
jari-jari
radial dari titik-titik I dan 2
ngan itu untuk turbin Francis dan turbin
. . . (13.23)
berturut-turut sesuai de-
Kaplan,
T
v.2
L
V^t: V^t (t3.24)
sebagai desain praktis.
PERSAMAAN.PERSAMAAN ALIRAN DASAR
Analisis permulaan didasarkan pada persamaan-persamaan kontinui-
tas, energi dan momentum pemakaian dari persamaan-persamaan ini,
hasil-hasil hubungan antara berbagai parameter dari turbin.
Persamaan Kontinuitas
Persamaan dasar berpangkat satu dari persamaan kontinuitas mem-
punyai bentuk:
Q
--
a, Vr: orY, . . . (13.25)
di mana a dan v menyatakan luas potongan permukaan dari aliran
dan kecepatan rata-rata berturut-turut pada titik I dan 2.
Fvu,
--'-{
P'-IT
Fvu:-l
u2
2
(13.20)
7)r'l
I
428 Pembangkit Listrik Tenagu Air
Untuk turbin-turbin Pelton, persamaan dapat digunakan pada pe-
ngcluaran dari mulut-mulut pipa dan unit batang pipa. Jadi:
,:+vo:
n*n,
(13.26)
Q
:
K, x,D, b, Y-r
: KrrD, b, V,o, :
Qa Va (13.27)
Di sini D1, Dzdan bp b2 berturut-turut adalah garis tengah dan le-
bar dari penggerak
Pada
ma-
sukan dan keluaran. (Gambar
l--r* ll
-+rt
13.27) seterusnya v^1 dan
b1
lruW\
v*2 adalah kecepatan-kece-
-5 patan aliran (lihat segitiga-
T\ lv\ f
i2
iegitigakecepatan)padama-
sukan dan keluaran (biasanya
o'l
i
v.r
:
v*z). K1 dan K2ada'
i'-'
'l
Turbin-turbin 429
Persamaan Energi
Persamaan energi antara pemasukan penggerak dan titik keluaran
dapat dinyatakan seperti di bawah ini:
di mana D adalah garis tengah batang pipa yang melayani n buah dari
mulut-mulut pipa, V, adalah kecepatan air di dalam batang pipa, d
merupakan garis tengah aliran
jet dan Vy adalah kecepatan
jet.
Untuk penggerak-penggerak Francis,. persamaan dapat diperguna-
kan pada masukan dan keluaran pinggir dari roda sebaik pada keluar-
an dari tube sementara. Jadi:
(r3.2e)
Ada dua perubahan pada persamaan ini seperti dibandingkan de-
ngan persamaan konvensional Bernoulli. Pertomo, kecepatan relatif
dipergunakan pada tempat kecepatan mutlak os it should be; kedua,
ada suatu batas energi perhubungan dengan tinggi tekan sentrifugal
'r' :
ulditambahkan
untuk mengoreksi putaran batas.* hl me-
2e
nyatakan kehilangan tinggi tekan sehubungan dengan geseran dayung.
Umumnya (zr
-
z) adalah bersifat tidak berarti dan oleh karena itu
selalu diabaikan. Jadi, setelah penulisan kembali:
#*4*,,: *
+**zz+y,
-
ff
*r"
P,-r!-,-:W*#*n,
luas penampang aliran pada keluarart tube sementara, dan kecepat-
an pada keluaran tube sementara. Hal tersebut dapat dinyatakan
bahwa %-
t.t,llungan tinggi tekan kinetik pada keluaran dari tube
zg
sementara.
Untuk turbin-turbin Kaplan, persamaan didasarkan pada daerah alir-
an anular pada pemasukan penggerak. Jadi:
yang dapat dinyatakan seperti:
t
pt-pe
,
vr'-vr'
-Yo"=V,rz
+ -i=f +
Y!:E
+n, n:'--,.-
--T-----T-
--E: -
29
. . . (13.31)
Merupakan pernyataan untuk penekanan berlebih (over pressure)
dalam turbin-turbin, terutama sekali turbin-turbin Francis. Untuk tur-
bin Kaplan, ada sebuah penyederhanaan lebih lanjut untuk memberi-
kan kemampuan ,rl
=
zz. Selanjutnya, persamaan menjadi,
pr-h
-V2n=v2,tqht
w29
(13.32)
Untuk membandingkan dua persamaan. jumlah
dari tekanan lebih
pada turbin-turbin Kaplan kurang daripada turbin-turbin Francis.
Untuk turbin-turbin Pelton, tekanan lebih adalah nol. Selanjutnya
persamaan berubah menjadi:
+:$*o'
Vfi:K VI
pt----+l
lah faktor-faktor koreksi un-
Gambar 13.27. Ukuran-ukuran dari
tul< memberikan keliling efek-
penggerak Francis.
tif setelah ketebalan bilah di-
kurangi. oa dan V1 adalah
. (r3.30)
(t 3.33)
O:+(Dr'-Dt\
vqr:otva .. - (13.28)
Di mana D1 adalah garis tengah
ujung ke ujung dayung pada pemasukan
dayung dan D1, adalah garis tengah pu-
sat pada seksi vang sama (Gambar
13.28). ol dan I/7 mempulyai arti yang
sama seperti pada turbin-turbin Francis.
4
atau
l*
Dr,--{
Gambar 13.2E. Ukuran-ukuran
dari penggerak KaPlan.
'
(
"'
;"" )
adalah tinggi tekan sentrifugal dan mengalir ke dalam turbin-turbin mem-
.
punyai suatu efek pengurangan
seperti terlihat pada
persamaan
13.29.
Y
-
430 Pembangkit Listrik Tenaga Air
di mana K adalah faktor koreksi dari kehilangan geseran dari dayung
dan mempunyai harga dari 0,90
-
0,95. Persamaan ini dipergunakan
dalam hubungan pemasukan dan pengeluarin segi-tiga kecepatan. Itu
dapat dicatat oleh karena peri.tilahan tekanan lebih, persamaan yang
serupa tidak dapat ditulis t:r'tuk turbin-turbin Francis.
i.rr"-"u, Momentum
persamaan
momentum merupakan kunci persamaan turbin,
juga
terkenal sebagai persamaan turbin dari Euler. Sehubungan dengan hal
itu:
Tenaga putaran
:
Rata-rata perubahan momentum keka-
kuan dari cairan-cairan.
Tenaga, kerja
:
Tenaga putaran x perubahan sudut
atau Kerjiper detik
: Tenaga putaran x kecepatan angular
Bagaimanapun,
jika tenaga putaran dapat dihitung, kerja yang di-
lakukan oleh air dalam turbin dapat dinyatakan oleh sebuah formula.
Sekarang, massa dari air yang mengalir per cletik : Y0
s
Jadi, momentum dari air yang mengalir masuk
-
wQ
,,
dalam arah tangensial
per detik, adalah --F"t
:Jf,v",
',
(dalam perkalian dengan
jarak radial)
Sesuai dengan itu, momentum d,ari aliran air wQ
v
yang keluar dari dalam arah tangensial
:-T
'"'
dan momen dari momentum ini
-J9
Y,r r,
I
Sekarang, rdta-rataperubahan dari momentum angular
: perubahan
momen dari momentum/detik.
: :f,-
v-r1-Yq
r")
Tenaga putar : -f V^
r1-V,, rr)
dan tenaga kerja/detik
:
+
lYa
rt-V', rr) a
di mana co adalah kecepatan angular,
tetapi G)t :
lJl clan {,yr:u,
Jadi kerja yang dilakukan/detik :
oQ
lVu, u1-y*, u2i
c
atau kerja yang dilakukan/kg :Y:tur!*!z-
s
,:fu#*
7'urbin-turbirt
431
( r 3.3s)
( l 3.36)
(13.37)
Momen dari momentum
Efisiensi tinggi tekan
Persamaan ini adalah persamaan umum turbin, berlaku untuk se-
mua turbin. Ini digunakan dalam waktu yang sama untuk turbin-turbin
Francis dan Kaplan; sementara untuk turbin-turbin Pelton, itu da-
pat diubah lebih
jauh
ke dalam bentuk yang lebih siap untuk diguna-
kan seperti berikut:
Dengan mengacu pada Gambar 13.29
!t:{1 Y4:Yr-u,
Yrr:YV4,Yr:Yy,
. . . (13.38)
danYur:q-Yrrcos p2
Dengan memasukkan nilai-niiai
tersebut di atas
Kerja yang dilakukan/kg
:(I/i-u,)
(l* Kcos
pr)
ur
. . .(13.39)
c
Kerja maksimum yang dilakukan
untuk sebuah masukan yang dibe-
rikan dinyatakan oleh:
d (kerjayangdilakukan/kg)
*
0
dut
Dalam penyelesaian, kondisi ini tergan
tung pada
Vr
:
2 ur
atau Kv,
:
2Ku, (13.40)
Melihat derivasi ini, dapat diasumsikan bahwa K faktor geseran ke-
ranjang (bucket) adalah mutlak konstan, yang itu tidak. Selanjutnya
pengalaman mengindikasikan itu, dalam praktik aktual, untuk keluar-
an maksimum dan efisiensi, pernyataan untuk u, diberikan oleh:
ur :
0,46
-
0,47 Vl
Ini adalah asumsi standar desain sejak
,r:# dan Vr:ftyr{\F
untuk turbin-turbin Pelton:
l*-vr = vul---{
F--uz
= ,,
jil-J
Gambar 13.29. Segitiga-segitiga
kecepatan untuk roda Pelton
(13.4r)
(t3.42)
l-ur--+-v.r---l
( 13.34)
I
-1
(13.43)
Perbandingan dari aliran berkembang sebagai kecepatan spesifik ber-
kembang untuk turbin-turbin reaksi. Hubungan antara parameter-
parameter turbin dan kecepatan spesifik dapat dituliskan seperti beri-
kut untuk turbin-turbin reaksi:
432
Pembangkit Listrik Tenaga Air
itu berarti bahwa untuk sebuah tinggi tekan dan rpm generator yang
diberikan, garis tengah dari roda lebih kurang adalah tetap.
Krzy disebut perbandingan kecepatan dan nilainya dapat berubah-
ubah di atas sebuah batas yang lebih luas pada turbin-turbin reaksi
seperti Kaplan dan turbin Francis. Peristilahan lain digunakan da-
lam hubungan dengan parameter-parameter turbin merupakan perban-
dingan aliran yang dinyatakan sebagai:
Turbin-turbin 4:ll
Dalam kasus dari penggerak-penggerak cepat Francis dengan kece-
patan spesifik yang lebih besar, semua koefisien-koefisien tersebut,
Ku1, K1,K6 dan Kv. mempunyai hubungan yang lebih erat. Ini berar-
ti bahwa
perbandingan
{
Au.i turbin akan lebih besar, kecepatan alir-
an Vmakan lebih besar,Jadi sudut-sudut dayung akan bertambah dan
nilai dari u1 akan relatif bertambah. Ini untuk sebab itu bahwa ben-
tuk dari turbin berubah sesuai dengan kecepatan spesifik (lihat Gam-
bar 13.4 dan 13.10). Tabel berikut, dambil dari buku Mesin-mesin IIid-
raulik oleh Dr. Jagdish Lal, memberikan rata-rata koefisien untuk
penggerak-penggerak lambat dan cepat dalam kasus penggerak-
penggerak Francis.
Gerakan lambat
N,
dl
Pr
Kut
Gerakan sedong
1l
25- n
120-180
25-32 derajat
90 derajat
0,68--0,72
t/8-l/4
180-400
32-40 deraiat
120-135 derajat
0,72-0,76
t/2
Gerakon cepat
TUBE.'IUBE SEMENTARA
Seperti disebutkan terdahulu, tube-tube sementara adalah tube-tube
sementara berbentuk konikal lurus dengan sebuah bagian lingkaran,
atau tube-tube bentuk siku dengan daerah perluasan secara berangsur-
angsur; bentuk berubah dari lingkaran pada bagian pemutar ke ben-
tuk empat persegi panjang pada bagian pengeluaran. Tube-tube se-
mentara dibutuhkan untuk turbin-turbin Francis dan Kaplan dan pe-
nuh, sebuah fungsi dua lipatan (fulftl a two-fold
function).
(i)Merekamencapaipendapatankembalidaritinggikecepatanpa-
da keluaran penggerak, yang sebaliknya akan hilang sebagai scstlalu
v
Vqt
ttr,,:]ff
dan ,r:
gB,
_60 K,r1@
P:to
#:r" $
ntcDrbl
y^1
#r:
r^ dan
Y^r:Kt^r
wh K, r Drz K5, Kv^,
\,EF-
i
15
=
60-120
: 15-25 derajat
: 60-80 derajat
: 0,62-0,68 x.:ry-
'
h6,.
Sekarang
Bila
Lalu P:lo
Ko,
N"'
N,:
dl
o_
PT
K.t
=
Ku,
=
Setelah dimasukkan
iV,-
60 Ku,
{Teh
'
,Dr
oal
F,:
Xur :
Xr'r : atau /Y,:ll?8 Ku
t/* uKTi-Kv^t
113.44a\
Persamaan (13.44) memperlihatkan bahwa sebagai pengembangan
kecepatan spesifik turbin menjadi lebih cepat, membawa relatif lebih
banyak air dan menjadi lebih besar bentuknya. Persamaan yang sa-
ma dapat dibentuk untuk turbin Pelton
juga.
Bentuk terakhir dari per-
samaan ini dalam kasus Turbin Pelton adalah:
/v":57e
$W,"
di mana m adalahperbandingan jet
i
Dapat dikatakan bahwa kecepatan spesifik dapat diperlihatkan ada
hubungan dengan bentuk dan parameter-parameter aliran dari turbin.
( l 3 .44b)
f
434 Pembangkit Listrik Tenaga Air
kehilangan keluar.
ilr)
Mereka mengizinkan turbin untuk dipasang pada elevasi yang
lebih tinggi tanpa kehilangan keuntungan yang didapat dari perbedaan
elevasi-
Ini dicapai sebagai sebuah hasil dari perkembangan tekanan sub-
atmosfer (subatmospheric) pada keluaran penggerak sehubungan de-
ngan tube sementara. Lihat Gambar 13.30 dan pergunakan persa-
maan energi antara titik-titik tipikal i dan o,
Gambar 13.30. Sifat tube sementara.
Turbin-turbin
435
tif maksimum tergantung pada karakteristik-karakteristik kapitasi dan
penggerak.
Efisiensi tube sementara biasanya mempunyai efisiensi keseluruhan
dari penggerak. Air yang mengalir dari penggerak ke dalam tabung
sementara tidak mempunyai suatu aliran aksial yang bersih, tetapi
juga
mempunyai suatu pola vorteks, dan seterusnya kehilangan sehubungan
dengan aliran melingkar. Di mana besar dari aliran melingkar adalah
kurang, seperti dalam kasus turbin-turbin Kaplan, efisiensi tabung se-
mentara dan selanjutnya efisiensi keseluruhan, adalah baik.
Tube-tube sementara yang berbentuk konikal lurus sederhana
desainnya, tetapi tidak mungkin untuk mempergunakan mereka ha-
nya pada sejumlah kasus. Hal ini disebabkan untuk memperoleh tinggi
efektif, bagian dari keluaran akan banyak waktu pada bagian pema-
sukan dari tube sementara. Untuk aliran bebas-eddy yang lancar,
sudut dari bagian yang melebar dari tabung dibatasi dari 4- 8 dera-
jat.
Selanjutnya tube yang sangat panjang dibutuhkan untuk men-
capai hasil yang diinginkan. Ini perkembangan ft, diluar batas-batas
yang diizinkan dan untuk
memperbanyak instalasi-insta-
lasi, perkembangan kedalam-
an penggalian dari saluran
akhir. Ini membuat hal terse-
but sangat tidak cocok dan ti-
dak ekonomis bagi pemakai-
an untuk penggerak sedang
dan penggerak cepat, di ma-
na penggerak mengeluarkan
kecepatan-kecepatan yang le-
bih tinggi di satu pihak, sedangkan di lain pihak ft. adalah dibatasi
samasekali sehubungan dengan kondisi-kondisi kapitasi (dibicarakan
di bab berikutnya). Selanjutnya pada semua kasus sebuah tabung se-
mentara berbentuk busur adalah lebih disukai. Pada beberapa instansi
di mana sebuah tabung konikal lurus dipergunakan, sebuah modifi-
kasi lanjutan adalah untuk memberikan bentuk kerucut pusat yang
padat seperti pada Gambar 13.31 untuk mencapai aliranbebas-eddy
yang lengkap, bentuk ini dikenal sebagai hidrakon.
Pada tube sementara jenis
siku (Gambar 13.32) mempunyai keun-
tungan yang penting dari penurunan kecepatan yang disukai tanpa me-
merlukan untuk melampaui batas ft,r. Selanjutnya, siku dari tubc
sementara memungkinkan mempengaruhi sebuah perubahan dari ba-
gian sirkular ke rektangular dengan memperkenalkan suatu seksi trarr-
sisi istimewa pada belokan dari tabung. Apabila penting, hal itrr adir
lah tidak mungkin untuk memperkenalkan sebuah pintu akhir (u tuil
atau
Kemudian, persamaan
#*
n, +
Y;:ff
+ n,_"
Pi , Y.z-Y'
:_:_:_h._
4--..-=--+h-.,
. . . (13.45)
r'
29
di mana h,-o adalah kehilangan tinggi tekan antara titik-titik i dan
o. Apabila kita tentukan efisiensi dari tabung sementara
\(t, maka:
Vr2
-
Voz
---i;--
_lli_
o
tu:-fu;-
13.45 dapat ditulis sebagai berikut:
+:-h,-u# . . . (13.46)
Efisiensi dari tube sementara biasanya antara 85-9090.
Bila piadalah tekanan pada keluaran dari penggerak, tekanan le-
bih dari turbin bertambah oleh besar nilai negatifnya. Tekanan nega-
Tube sementara
Gambar 13.31. Hidrakon.
I r
436 Pembangkit Listrik Tenoga Air
gote) pada keluaran dari tube sementara siku.
kaan geometrikal yang tetap mempenga-
ruhi perubahan dari bagian masukan
yang berbentuk lingkaran ke suatu ben-
tuk lanjutan, yang mana kemudian di-
lanjutkan ke suatu bagian empat perse-
gi panjang horizontal. Perubahan dari
bentuk pada bagian siku tentu saja me-
naikkan kehilangan-kehilangan turbulen
dari tabung sementara. Besarnya kehi-
langan tergantung pada besar aliran. Pa-
da turbin-turbin Francis dengan aliran
sedang, suatu penurunan pada efisiensi
dari tabung sementara tidak mempunyai banyak akibat pada efisiensi
keseluruhan seperti pada kasus dari tabung-tabung sementara turbin-
turbin Kaplan dengan debit tinggi.
TURBIN KAPITASI
Salah satu dari masalah terbesar untuk perawatan pada turbin-turbin
hidraulik adalah kapitasi. Kapitasi adalah suatu gejala fisik yang di-
alami oleh aliran cairan, kapan saja tekanan umum mendekati tekanan
uap, misalnya pada kondisi hampa udara. Pada saat tekanan turun
menjadi tekanan uap, air mulai menguap pada saat yang sama, gas-
ga, yung larut secara normal
juga mulai menjadi bebas sehubungan
d"rrgun tekanan rendah. Jadi, pada air yang mengalir,
gelembung-
getembung kecil (minute microscopic bubbles)terbentuk
yang berisi
uap dan gas. Gelembung-gelembung ini dapat riisebut sebagai kapita-
si ai datam aliran. Gelembung tersebut muncul terus secara umum dan
dalam
jumlah yang besar. Mereka dapat melekat pada permukaan yang
padat dan membentuk suatu rongga dekat ke permukaan atau mere-
La bisa terangkut bersama aliran melalui daerah-daerah di mana te-
kanan yang tinggi mungkin terjadi. Bila tekanan yang lebih tinggi men-
jadi
cukuptinggi untuk mengatasi dampak dari tegangan
permukaan
dari gelembung rongga, gelembung berubah dengan suatu perubahan
yung ..put dalam aliran pada daerah kecil mengelilingi aliran'
Turbin-turbin 437
Gambar 13.33. Pengikisan pada ember-ember Pelton (,4las izin: vevey Engi-
neering Works, Ltd., Switzerland).
lengkap dengan pengeluaran air dari tur-
bin untuk reparasi. Tinggi (ft) dan pan-
jang (L) dari siku adalah biasanya seki- r
tar 2 D dan 5 D berturut-turut. Dari pan-
I
dangan konstruksional, tube sementa-
i f
ra siku menyajikan beberapa permasa-
I
\
lahan. Bagian siku dibuat dari permu- i-
- --
Fasilitas-fasilitas ini
Bagian kerucut
Bagian siku
horizontal'
L-_----c
Rencana
Gambar 13.32. Tabung aliran
udara siku.
ffidi#t$ii*,$:1EE
. i: , , '. i'r +.. . +J,il lt ::,:
ill l.,...
ir:+!!;-;l'Yilll
l,r.;',
,:::
: l;li.IlI:;:1,,
i".1::,t-:r-li.--, {rIIIjllij;i:
I : . :1;;1_j.:u::,,
Itit$1,
ll;jj#llI;
i,:
l,,,,,,,,,j:,:;r
riii
;' i,-'
lil*Iffi
...
,,,ririg iffi#iii,i,
i'
.l
ilglJ:i
r;i.i;;lij,:,,:i,,.: '' ij".,.,
",
';iiJ::i;ll'."
. 1., ,1
1", ,1,
,,, -j:.l
438 Pembangkit Listrik Tenoga Ait
Hasil dari pecahan gelembung merupakan suatu gelombang kejut
yang sama dengan pukulan gelombang air, tetapi dengan suatu perio-
de yang sangat pendek dan hanya mempengaruhi sebuah ruang pen-
dek, sebelum itu ditekan oleh sejumlah masa air yang mengelilingi.