Anda di halaman 1dari 5

Resume Bab 2

Sistem Pengendalian Management



MEMAHAMI STRATEGI

Setiap organisasi dijalankan untuk mencapai satu atau lebih tujuan. Tujuan-tujuan
tersebut akan dapat tercapai dengan menjalankan strategi yang berbeda-beda dimana
pengendalian harus dilakukan sesuai dengan strategi yang digunakan dalam pencapaian
tujuan tersebut. Jadi dapat disimpulkan bahwa strategi adalah cara-cara yang dapat dilakukan
untuk mencapai suatu tujuan.
Tujuan
Pada perusahaan, tujuan perusahaan itu sendiri ditentukan oleh pemimpin
manajemen puncak (CEO) dari perusahaan tersebut dengan mempertimbangkan usulan-
usulan para manajer senior lainnya. Terkadang tujuan perusahaan telah ditentukan oleh para
pendirinya serta berlaku untuk generasi-generasi berikutnya.
Profitabilitas
Tujuan penting dari suatu perusahaan salah satunya yaitu untuk menghasilkan laba.
Profitabilitas mengacu pada laba jangka panjang. Banyaknya pengeluaran pada periode
berjalan mengurangi laba saat ini namun meningkatkan laba jangka panjang. Contohnya
biaya yang digunakan untung kepentingan iklan yg dikeluarkan, bs meningkatkan pendapan
di masa yang akan datang dengan adanya promosi yang dilakukan melalui iklan tersebut.
Memaksimalkan Nilai Pemegang Saham
Konsep dasar suatu perusahaan yaitu memaksimalkan laba untuk memaksimalkan
nilai pemegang saham. Ukurannya adalah naiknya harga saham.
Risiko
Upaya sebuah organisasi untuk meningkatkan profitabilitas sangat dipengaruhi oleh
keinginan dari pihak manajemen untuk mengambil risiko. Oleh karena itu tingkat risiko
berbeda-beda pada tiap organisasi, tergantung kepada seberapa jauh pihak manajemen mau
mengambil risiko tersebut. Namun dalam mengambil risiko diperlukan kepandaian membaca
situasi, karena jika terjadi kelalaian dalam melihat risiko perusahaan dapat mengalami
kerugian bahkan kebangkrutan.
Pendekatan Stakeholder
Organisasi terlibat pada 3 jenis pasar :
Pasar modal ; tempat perusahaan tersebut mencari dana, dimana pemegang saham
merupakan konstituennya.
Pasar produk ; perusahaan menjual barang atau jasa yang dihasilkannya pada pasar
produk, dimana para konsumen lah yang menjadi konstituennya.
Pasar faktor ; merupakan tempat bagi perusahaan untuk memperoleh sumber daya,
sehingga konstituennya pada pasar faktor ini adalah para pegawai perusahaan serta
pemasok.

Strategi mendeskripsikan arah umum yang akan dituju suatu organisasi untuk
mencapai tujuannya. Strategi dapat ditemukan pada dua tingkatan :


1. Strategi untuk tingkat korporat (Tingkatan Perusahaan)
Strategi korporat adalah mengenai keberadaan ditengah-tengah bauran bisnis yang
tepat. Analisis strategi tingkat korporat menghasilkan keputusan yang melibatkan bisnis
yang akan bertambah, yang akan dipertahankan, yang akan ditekan, yang akan
dikurangi perhatiannya, dan yang akan dijual.
Berdasarkan strategi tingkat korporat, perusahaan dapat dikelompokkan kedalam 3
kategori :
a. Perusahaan dengan industri tunggal, beroperasi pada satu usaha saja.
Perusahaan industri tunggal menggunakan kompetensi intinya untuk mencapai
pertumbuhan dalam industry tersebut.
b. Perusahaan dengan diversifikasi yang berhubungan, beroperasi dalam
beberapa industry dan unit-unit bisnis tersebut memperoleh manfaat dari
seperangkat kompetensi inti yang umum. Dalam artian lain, tiap-tiap unit
bisnisnya itu saling berhubungan satu sama lainnya.
Salah satu cara perusahaan ini menciptakan sinergi operasi adalah dengan
membuat dua atau lebih unit bisnis menggunakan sumber daya yang sama.
c. Perusahaan dengan bisnis yang tidak berhubungan, beroperasi dalam bisnis
yang tidak saling berhubungan satu sama lain. Hubungan antara unit-unit bisnis
bersifat murni financial. Contohnya suatu perusahaan selain bergerak dibidang
perbankan ia juga bergerak dalam bidang manufaktur.
2. Strategi untuk tingkat unit bisnis/ unit usaha
Pada tingkat unit bisnis, persaingan antar perusahaan dapat berlangsung. Unit bisnis
satu perusahaan dapat bersaing dengan unit bisnis dalam perusahaan lain. Strategi unit
bisnis berkenaan dengan bagaimana menciptakan dan memelihara keunggulan
kompetitif dalam masing-masing industri yang telah dipilih oleh suatu perusahaan
untuk berpartisipasi.
Strategi unit bisnis bergantung pada dua aspek yang aling berkaitan :
a. Misi unit bisnis
Beberapa model perencanaan telah dikembangkan untuk membantu manajer
tingkat korporat dalam mengalokasikan sumber daya secara efektif. Dari banyak
model perencanaan, dua yang paling banyak digunakan yaitu model BCG
(Boston Consulting Groups) matriks pembagian pertumbuhan 2 x 2 dan General
Electric Company/McKinsey & Companys matriks daya tarik industri kekuatan
bisnis 3 x 3. Namun kedua model ini memiliki perangkat misi yang sama :
Bangun : misi ini menyiratkan tujuan menambah pangsa pasar, bahkan
dengan mengorbankan laba jangka pendek dan arus kas.
Pertahankan : diarahkan pada perlindungan pangsa pasar unit bisnis dan
posisi persaingan.
Panen : misi ini mempunyai tujuan memaksimalkan laba jangka pendek dan
arus kas, bahkan dengan mengorbankan pangsa pasar.
Divestasi : misi ini untuk menunjukkan suatu keputusan untuk mundur dari
bisnis melalui proses likuidasi perlahan-lahan atau penjualan segera.
BCG menunjuk pangsa pasar sebagai variabel strategi primer karena
pentingnya pangsa pasar dalam gagasan mengenai kurva belajar. Walaupun
kurva belajar merupakan alat analisis yang kuat, konsep tersebut memiliki
beberapa keterbatasan :
Konsep ini berlaku pada produk yang tidak didiferensiasikan, dimana
persaingan utama dari tiap perusahaan adalah pada harga produk. Sehingga
menjadi perusahan yang menawarkan produk dengan harga rendah
merupakan hal yang penting. Namun terkadang konsep yang unik dari
produk yang dihasilkan oleh perusahaan dapat juga menjadi daya tarik,
sehingga tidak dibutuhkan biaya yang rendah.
Dalam situasi tertentu, peningkatan dalam teknologi proses mungkin
mempunyai dampak yang lebih besar pada pengurangan biaya per unit
dibandingkan dengan volume komulatif.
Pengurangan biaya melalui produksi terkumulasi dari barang yang
terstandardisasi secara agresif dapat mengakibatkan hilangnya fleksibilitas
pasar.
Bila pada suatu industri muncul teknologi baru, hal ini dapat sangat
merugikan bila berkomitmen pada konsep kurva belajar.
Perusahaan perlu memperhatikan pemicu biaya relevan yang berlaku untuk
mencapai posisi biaya rendah.
b. Keunggulan kompetitif unit bisnis
Setiap unit bisnis harus mengembangkan keunggulan kompetitifnya untuk dapat
melaksanakan misi nya. Untuk mengembangkan keunggulan kompetitif, Michael
Porter mendeskripsikan dua pendekatan analitis :
Analisis Industri
Menurut Porter, struktur industri harus dianalisis terkait dengan kekuatan
kolektif dari lima kekuatan persaingan :
Intensitas persaingan antara para pesaing yang ada
Daya tawar pelanggan
Daya tawar pemasok
Ancaman dari barang substitusi
Ancaman pendatang baru yang masuk industri
Ada tiga observasi yang dibuat sehubungan dengan analisis industri :
Semakin kuat kelima kekuatan tersebut, semakin rendah kemungkinan
profitabilitas dari industri tersebut.
Bergantung pada kekuatan relative dari kelima kekuatan itu, masalah
startegis kunci yang dihadapi oleh unit bisnis akan berbeda dari satu
industri ke industri lain
Memahami tiap hakikat setiap kekuatan membantu perusahaan untuk
merumuskan strategi yang efektif

Analisis rantai nilai
Rantai nilai keunggulan kompetitif tidak diperiksa secara berarti pada tingkat
unit bisnis secara keseluruhan. Rantai nilai memisahkan perusahaan ke dalam
kegiatan strategisnya yang berbeda. Rantai nilai adalah sekelompok kegiatan
lengkap yang terlibat dalam suatu produk, mulai dan ekstraksi bahan baku
dan berakhir dengan dukungan pascapengiriman bagi pelanggan.