Anda di halaman 1dari 3

Seminar Akuntansi Manajemen

Reaction Paper : Management Accounting and Control Systems for Strategic Purposes
“Assessing Performance over the Entire Value Chain”

Oleh :

Kelompok 3

- Masrizal 1510531044
- Indah Salma Fitra 1510531047
- Muhammad Farhan 1510531006

Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi
Universitas Andalas

Pembahasan

 Pada pertemuan kali ini, kelompok penyaji menyajikan lanjutan dari materi
sebelumnya yaitu mengenai Management Accounting and Control System (MACS)
untuk tujuan strategis. Seperti yang telah dijelaskan pada pertemuan sebelumya,
sistem manajemen biaya adalah sistem yang didesain untuk menyediakan berbagai
informasi bagi manajemen untuk pengidentifikasian peluang-peluang penyempurnaan,
perencanaan strategi, dan pembuatan keputusan operasional mengenai pengadaan dan
penggunaan sumber-sumber yang diperlukan oleh organisasi. Dimana, sistem
manajemen biaya merupakan salah satu sistem pengukuran kinerja utama pada inti
entitas yang lebih luas yang dikenal sebagai sistem akuntansi dan pengendalian
manajemen (Management Accounting and Control System/MACS).
 Sistem akuntansi dan pengendalian manajemen (MACS) menghasilkan dan
menggunakan informasi untuk membantu pengambil keputusan menilai apakah
sebuah organisasi mencapai tujuannya. Dalam menciptakan organisasi yang
terkendali ada 5 tahap yang harus dilakukan, diantaranya :
a. Perencanaan, tentu dalam mencapai suatu tujuan perlu adanya perencanaan yang
matang dari sebuah organisasi.
b. Eksekusi, yaitu bagaimana implementasi yang telah dilakukan oleh organisasi,
apakah sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.
c. Monitoring, dalam pengimplementasiannya tentu perlu adanya pengawasan untuk
mengukur tingkat kinerja saat itu.
d. Evaluasi, apa tindakan atau kegiatan yang perlu dilakukan dan diperbaiki dalam
pengimplementasian selanjutnya agar tercipta organisasi yang lebih baik.
e. Correcting, untuk menjadikan keadaan organisasi menjadi terkendali.
Pada umumnya hal ini sudah dijelaskan oleh kelompok sebelumnya, sehingga
penyaji dapat menyajikan materi yang lebih ringkas sehingga lebih efektif dalam
penyajiannya.
 Rantai nilai menentukan produk yang dihasilkan oleh sebuah organisasi bergantung
pada berbagai aktivitas organisasi dan penggunaan sumber daya yang berbeda di
sepanjang rantai nilai tergantung pada spesifikasi mereka. Kami setuju bahwa biaya
yang dihasilkan dalam memproduksi suatu produk ditentukan oleh bagaimana rantai
nilai aktivitasnya. Oleh karena itu, perusahaan harus mengidentifikasi aktivitas mana
yang bernilai tambah dan yang tidak bernilai tambah (value added-non value added).
 Total-life cycle costing (TLCC) adalah proses pengelolaan semua biaya di sepanjang
rantai nilai. Sistem TLCC menyediakan informasi bagi manajer untuk memahami dan
melakukan biaya melalui tahap desain, pengembangan, manufaktur, pemasaran,
distribusi, perawatan, layanan, dan pembuangan. Menurut kami, perusahaan harus
memperhitungkan biaya yang dikeluarkan dari kegiatan perencaanaan pada saat
produk itu akan dibuat, sampai dengan tahap pembuangan produk oleh konsumen
akhir.
 Target costing adalah pendekatan untuk menentukan biaya siklus hidup produk yang
harus cukup untuk mengembangkan fungsionalitas dan kualitas tertentu, sambil
memastikan keuntungan yang diinginkan. Ini melibatkan penetapan targetbiaya
dengan mengurangkan margin keuntungan yang diinginkan dari harga pasar yang
kompetitif. Target costing juga dipengaruhi oleh keadaan kompetitor, dimana saat
kompetitor menjual produk dibawah harga jual perusahaan kita, maka kita akan
segera mungkin menentukan target costing produk kita, dengan target profit yang
sama, dan menekan serendah mungkin target costingnya.
 Kaizen costing kontras dengan target costing, yang memungkinkan lebih banyak
kesempatan untuk mempengaruhi perubahan karena terjadi lebih awal dari siklus
hidup produk. Pada tahap kaizen costing ini, memaksimalkan tujuan dari taget costing
yaitu dengan mengurangi sesuatu yang tidak bernilai tambah akan tetapi tetap
menghasilkan fungsi yang sama. Kaizen costing merupakan penentuan desain
aktivitas pada tahap perencaan suatu produk.
 Biaya lingkungan adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan berhubungan dengan
kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dan perlindungan yang dilakukan. Biaya
lingkungan mencakup baik biaya internal (berhubungan dengan pengurangan proses
produksi untuk mengurangi dampak lingkungan) maupun eksternal (berhubungan
dengan perbaikan kerusakan akibat limbah yang ditimbulkan). Tentu perusahaan tetap
harus memperhitungkan hal ini karena juga berkaitan dengan image perusahaan
dimata konsumen juga kaitannya dengan peraturan yang telah ditetapkan pemerintah
(ex, peraturan pembuangan limbah pabrik) agar tidak mengganggu masyarakat
kegiatan ataupun kondisi sekitar.
 Benchmarking adalah suatu proses yang biasa digunakan dalam manajemen atau
umumnya manajemen strategis, dimana suatu unit/bagian/organisasi mengukur dan
membandingkan kinerjanya terhadap aktivitas atau kegiatan
serupa unit/bagian/organisasi lain yang sejenis baik secara internal maupun eksternal.
Benchmarking dinilai sangat efektif dari segi biaya, karena perusahaan tersebut dapat
menghemat waktu dan biaya dengan menghindari kesalahan yang pernah dilakukan
perusahaan lain atau dengan tidak menciptakan kembali sebuah proses atau metode
yang pernah dikembangkan ataupun diuji oleh perusahaan lain.

Secara keseluruhan, penyaji menyajikan makalah sudah lengkap dan sesuai dengan materi
yang terdapat pada rencana pembelajaran seminar akuntansi manajemen.