Anda di halaman 1dari 21

Pengendalian Keuangan

Kelompok 6;
Krisna Anggraini
Purdana Wahyu Hidayat
Keampuhan Pengendalian Keuangan

Pengendalian keuangan akan menjadi pengendalian yang


tidak efektif karena tiga alasan yaitu;
1. Pengendalian keuangan berfokus pada pengukuran
keuangan yang tidak mengukur atribut penting lain di
organisasi.
2. Pengendalian keuangan mengukur dampak tingkat kinerja
keuangan secara keseluruhan pada sejumlah faktor penentu
kesuksesan dan ia mengabaikan kinerja yang dicapai pada
tiap-tiap faktor penentu kesuksesan.
3. Pengendalian keuangan biasanya berorientasi pada kinerja
laba jangka pendek.
 Pendalian keuangan merupakan alat pengendalian organisasi
yang efektif. Jika digunakan dengan tepat, hasil keuangan
menyediakan bantuan penting untuk menilai kelangsungan
usaha jangka panjang dan untuk mengidentifikasi proses yang
membutuhkan perbaikan.
Sumber :http://www.annualreports.com/Company/nucor-corporation
Sumber :http://www.annualreports.com/Company/nucor-corporation
Rasio Profitabilitas

 Pengembalian Aset (return on asset)


adalah ukuran pengembalian yang dihasilkan oleh aset milik organisasi.
𝐿𝑎𝑏𝑎 1.121
ROA = = = 18,28%
𝐴𝑠𝑒𝑡 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 6.133
Note : ROA industry 20,9. ROA Nucor dibawah rata-rata industry, berarti Nucor tidak menggunakan assetnya secara
Produktif atau efisien
 Pengembalian atas Modal Biasa (return on common equity)
adalah rasio yang mengukur pengembalian bagi organisasi atas
modalnya. pengukuran ini mencerminkan pengaruh dari penanggungan
keuangan yang menggunakan modal berpenghasilan tetap (seperti
utang) pada struktur modalnya.
𝐿𝑎𝑏𝑎 1.121
ROCE = = = 32,44%
𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙 𝐵𝑖𝑎𝑠𝑎 3,456
Note : ROCE industry 50,3 jauh melebihi Nucor. Hal ini menggambarkan dua kondisi:, Nucor tidak
seefisien rata-rata industry dan Nucor menggunakan utang yang sedikit.
Laba per Lembar Saham (Earning per Share)
adalah salah satu pengukuran kinerja keuangan yang banyak
digunakan. Laba per lembar saham ada dua jenis yaitu;
1. Laba per Lembar Saham Dasar dihitung dengan membagi laba dengan
rata-rata jumlah saham yang beredar
𝐿𝑎𝑏𝑎 1.121
EPS= = = $7,08
𝑅𝑎𝑡𝑎" 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑒𝑟𝑒𝑑𝑎𝑟 158,4

2. Laba per lembar saham dilusi (diluted earning per share)


mengitung laba per lembar saham jika semua instrumen keuangan
yang beredar dapat diubah menjadi saham biasa (contohnya adalah opsi
saham dan utang yang dapat diubah)
𝐿𝑎𝑏𝑎
DEPS =
𝑅𝑎𝑡𝑎" 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑏𝑒𝑟𝑒𝑑𝑎𝑟+𝑑𝑎𝑚𝑝𝑎𝑘 𝑑𝑒𝑙𝑢𝑠𝑖
1.121
= = $7,02
158,4+1,4
Rasio Hasil Deviden
mengukur pengembalian kas atas harga pasar saham. Rasio ini
merupakan pengukuran penting mengenai pengembalian
untuk pemegang saham yang menilai deviden.
𝐷𝑖𝑣𝑖𝑑𝑒𝑛 𝑝𝑒𝑟 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟 0,47
Deviden Yield = = = 0,9%
𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑆𝑎ℎ𝑎𝑚 52,34

Rata-rata industri adalah sebesar 0,6%, yang menunjukkan bahwa


dividen per lembar Nucor relative lebih tinggi dibandingkan rata-
rata industri.
Rasio Efisiensi

 Margin laba kotor


Margin laba kotor (gross profil margin) menggambarkan
proporsi dari setiap dolar penjualan yang mengkonsumsi biaya
manufaktur variabel.
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐾𝑜𝑡𝑜𝑟
Margin Laba Kotor =
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

Rata-rata industri adalah 29,5%. Ingatlah bahwa laba kotor sama dengan penjualan
dikurangi dengan harga pokok penjualan. Harga pokok penjualan meliputi biaya bahan
baku dan pekerja. Artinya adalah biaya bahan baku dan pekerja Nucor relatif lebih tinggi
dibandingkan rata-rata industri
 Margin Laba Operasi
Margin Laba Operasi menghitung proporsi tiap-tiap unit dollar
penjualan yang tersedia untuk pembayaran bunga dan pajak, dan
menyediakan pengembalian bagi pemegang saham.
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘&𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎
Margin Laba Operasi =
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛

1.835
= = 16,13%
11.377

Nilai Rata-rata industri adalah 20,10%. Dapat disimpulkan bahwa


nilai Nucor berada di bawah rata-rata industry.
 Margin laba bersih (net profit margin) menghitung proporsi
pendapatan total yang tersedia untuk dibagikan ke pemegang
saham.
𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 1.121
 Margin Laba Bersih = = =9,85%
𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 11.377

 Nilai rata-rata industri adalah 14,7%, yang herarti Nucor


tidak seefisien rata-rata industri.
Penanggungan Keuangan (Financial Leverage)

 Rasio utang/ekuitas (debt/equity ratio) adalah ukuran risiko


keuangan. Semakin tinggi nilai rasio ini, semakin tinggi risiko
keuangan karena bunga harus dibayar tanpa memerhatikan
profitabilitas organisasi.
𝑈𝑡𝑎𝑛𝑔 𝐽𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎 𝑃𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔
 Rasio Utang/Ekuitas =
𝐸𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙

924
= = 26,74
3.456

Rata-rata industri adalah sebesar 44%. Hal ini berarti industri dimana Nucor bersaing
menggunakan tingkat utang yang lebih tinggi untuk membiayai asetnya.
 Rasio utang (deht ratio) adalah salah satu ukuran risiko
keuangan juga. Rasio ini menghitung proporsi aset total yang
dibiayai dengan utang.
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑈𝑡𝑎𝑛𝑔 2.677
Rasio Utang = = = 43,65%
𝐸𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 6.133
Sumber :
 Nucor Corportion
o http://www.annualreports.com/Company/nucor-
corporation
o http://www.annualreports.com/HostedData/AnnualRep
ortArchive/n/NYSE_NUE_2004.pdf
 Atkinson, Anthony A, dkk.2012.Akuntansi Manajemen Edisi
Kelima Jilid 2. Jakarta: PT. Indeks.
 Apa dampak bagi investor ketika pengendalian keuangan
diperusahaan kurang efektif.?
 Investor menanamkan modalnya dengan tujuan untuk
mendapatkan keuntungan baik dari pembagian deviden
maupun peningkatan harga sahamnya.
 Jika pengendalian keuangan perusahaan kurang efektif maka
keuntungan yang diperoleh perusahaan tidak banyak/bisa
juga rugi,dampaknya keuntungan investor dari deviden dan
peningkatan harga saham akan menurun.
 Adakah factor lain selain dari ketiga hal tersebut yang harus
dijalankan oleh perusahaan agar pengendalian keuangan dikatakan
efektif?
 Tidak ada. Justru perusahaan harus menghidari ketiga factor
tersebut agar pengendalian keuangan berjalan efektif.
1.Dimana selain mengukur atribut keuangan perusahaan juga harus
mengukur aspek lain seperti Mutu produk, pelayanan, dll.
2. Pengendalian keuangan mengukur seluruh kinerja keuangan secara
umum tidak pada tiap-tiap bagian khusus, oleh karena itu harus
dilengkapi dengan BSC agar dapat mengukur tiap-tiap factor
penentu kesuksesan.
3. Pengendalian Keuangan hanya berorientasi pada laba jangka
pendek oleh sebab itu juga harus memperhatikan rencana jangka
panjang.
 (Slide 2)Bagaimana cara mengatasi seandainya salah satu dari
3 alasan tersebut terjadi. Apa yang harus dilakukan agar
pengendalian keuangan bisa efektif?
 Pengendalian keuangan yang efektif terletak pada proses pengeloalaan
anggaran untuk menciptakan pengembalian keuntungan bukan pada
pengukuran atas pengendalian keuangan itu sendiri (analisis rasio keuangan)
 Oleh karena itu untuk menciptakan pengendalian keuangan yang efektif
perusahaan juga harus melengkapinya dengan Balance Scorecard untuk
menutupi kekurangan yang ada.
 Karena Balance scorecard Memasukan unsur keuangan dan non keuangan dalam
pengukuranya.
 Balance scorecard memasukan unsur Perspektif keuangan, pelanggan, proses &
pembelajaran serta pertumbuhan
 “Keasyikan atas laba jangka pendek memunculkan kelemahan”
Kelemahanya seperti apa dan bagaimana cara mengatasinya?
 Kelemahan : jika perusahaan cepat puas pada laba yang didapat dalam jangka
pendek maka akan memotivasi menajer untuk berorientasi pada keuntungan
jangka pendek saja, tanpa memperhatikan keberlangsungan perusahaan dalam
jangka panjang, akibatnya akan mematikan inisiatif dan inovasi manajer,
menyebabkan perusahaan kalah bersaing dan mengancam keberlangsungan
perusahaan dalam jangka panjang.
 Solusi : Membuat rencana jangka pendek, menengah, dan panjang
o Rencana Jangka Pendek :
Iklan Produk Sekala Besar agar produk laris di pasaran.
o Rencana Jangka Menegah
Menjaga kualitas produk dan pelayanan costumer.
o Rencana Jangka Panjang
Pembentukan cabang perusahaan, pembentukan usaha-usaha baru, dan menjalin
kerjasama dengan beberapa perusahaaan dalam rangka pengembangan usaha
disetiap propinsi atau daerah.
 kenapa profitabilitas organisasi itu tidak berperan pada saat
tingginya resiko keuangan, atau kenapa bunga yg harus dibayarkan
tidak memperhatikan profitabilitas organisasi?
 Konsep Utang – Utang didapat dari pinjaman kemudian
perusahaan diwajibkan membayar angsuran( pokok dan bunga)
 Profitabilitas – adalah kemampuan perusahaan untuk memperoleh
laba.
kenapa bunga yg harus dibayarkan tidak memperhatikan profitabilitas organisasi?
Karena bunga memiliki persentase tetap sedangkan profitabilitas organisasi dapat
berubah dari waktu ke waktu.
pada saat utang jatuh tempo perusahaan diwajibkan membayar pokok dan bunga sesuai dengan
ketentuan tanpa memperhatikan profitabilitas organisasi naik(untung) atau turun(rugi).
Berbeda dengan Saham yang menggunakan profitabilitas(Laba) sebagai dasar penentuan
deviden
 Apakah financial leverage akan berpengaruh atau memberi
dampak pada pihak-pihak eksternal?
 Iya. Financial leverage memberikan dampak pada pihak
eksternal.
 Rasio-rasio dalam financial leverage digunakan oleh Investor
sebagai indikator untuk pengambilan keputusan penanaman
modal. Tentunya investor tidak akan menanamkan modalnya
pada perusahaan yang memiliki rasio utang negative(hutang
lebih besar dari pada modal)
 Begitu pula Kreditur akan memperhatinkan berapa banyak
utang yang sudah dimiliki perusaahaan, Apakah perusahaan
mampu membayar dan memiliki jaminan yang cukup jika
perusahaan ingin mengajukan pinjaman lagi.