Anda di halaman 1dari 73

Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015

UPT PUSKESMAS II JEMBRANA



RSB--Page 1 of 73


RINGKASAN EKSEKUTIF
Prinsip pengelolaan Puskesmas yang tidak mencari keuntungan tetapi boleh untung,
tidak mudah untuk diaplikasikan. Azas utama bahwa entitas yang menerapkan pola
pengelolaan keuangan badan layanan umum (PPK-BLUD) yakni efisiensi dan
fleksibilitas seyogyanya perlu diukur secara terstruktur dan sistematis dengan
menggunakan parameter yang sudah teruji dan dipahami oleh semua stakeholder.
Peran pemilik (owner) dalam menilai kinerja UPT Puskesmas II Jembrana menjadi
sangat penting untuk menentukan pada tatanan dan leverage (tingkatan) mana
apakah pada staying in business, growing and developing in business atau pada suatu
siklus kejenuhan.
Dokumen Rencana Bisnis Strategis ini disusun berdasarkan data dan informasi yang
diperoleh selama kurun waktu 5 (lima) tahun ke belakang. Analisis yang digunakan
dalam memproyeksikan adalah dengan analisis deret data berkala (analisis trend)
dengan asumsi perhitungan secara statistik dengan mengabaikan variabel-variabel
lain.
Kedudukan Puskesmas II Jembrana saat ini berdasarkan analisa SWOT dari peluang
dan ancaman yang tersedia. Posisi bisnis Puskesmas berada pada kuadran I atau pada
posisi agresif. Untuk proyeksi 5 (lima) tahun kedepan, strategi dan asumsi yang harus
diambil oleh pihak manajemen meliputi :
1. Memperkuat sisi pelayanan dan efisiensi dari unit-unit penghasil yang telah
berkembang, termasuk didalamnya melakukan intervensi pasar pada segmen
perbatasan menengah atas.
2. Melakukan diversifikasi pelayanan berbasis keunggulan kompetensi sumber daya
manusia secara profesional sehingga dihasilkan layanan-layanan baru yang dapat
meningkatkan penerimaan pada waktu yang akan datang.
3. Melakukan pemberdayaan dan optimalisasi atas sumber daya manusia dan sarana
kedokteran yang tersedia agar segera dapat dihasilkan penerimaan yang didukung
dengan kajian atas tarif yang akan diberlakukan kedepan mengikuti kemampuan
membayar dan kemauan membayar (ability to pay & wilingness to pay) dari
segmen masyarakat tertentu.
Semua upaya yang ditetapkan diatas merupakan kebijakan yang harus ditempuh
secara sungguh-sungguh dan konsisten oleh para pihak yang terkait internal maupun
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 2 of 73

eksternal Puskesmas, guna meningkatkan kinerja pelayanan, kinerja keuangan dan
kinerja manfaat pengelolaan Puskesmas melalui penerapan Pola Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum Daerah(PPK-BLUD).






















Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 3 of 73

BAB I
PENDAHULUAN
A. GAMBARAN UMUM
Secara histories UPT Puskesmas II Jembrana pada mulanya merupakan sebuah
Pos kesehatan, kemudian pada tanggal 1 Januari tahun 2014 Puskesmas II
Jembrana resmi berdiri.
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Indonesia mulai dikembangkan
sejak dicanangkannya Pembangunan Jangka Panjang (PJP) yang pertama tahun
1971. Sesuai dengan peraturan Mendagri No. 5/74, Puskesmas secara
administrative berada dibawah administrasi Pemerintah Daerah Kabupaten (Bupati
selaku kepala daerah), tetapi secara medis teknis mendapat pembinaan dari Dinas
Kesehatan/Kota dan Provinsi
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota
yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu
wilayah. Pembangunan kesehatan adalah penyelenggaraan upaya kesehatan oleh
bangsa Indonesia untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan
hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal.
Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan strata pertama menyelenggarakan
kegiatan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu, dan
berkesinambungan yang meliputi pelayanan kesehatan perorangan (private
goods) dan pelayanan kesehatan masyarakat(public goods). Puskesmas
melakukan kegiatan-kegiatan termasuk upaya kesehatan masyarakat sebagai
bentuk usaha pembangunan kesehatan.
Berdasarkan Keputusan Bupati Jembrana Nomor 25 tahun 2010 tentang
penetapan Puskesmas II Jembrana sebagai Badan Layanan Umum Daerah, maka
sejak bulan Januari tahun 2010 Puskesmas II Jembrana menjadi PPK BLUD
bertahap.
B. MISI DAN VISI
Masyarakat masih dihadapkan pada pilihan yang sulit, antara pelayanan kesehatan
pemerintah yang lebih terjangkau tetapi kurang professional, atau pelayanan
kesehatan swasta yang lebih baik dalam pelayanan namun biaya lebih tinggi.
Persaingan yang tidak sehat dari dokter swasta, rendahnya komitmen dan
kompetensi SDM, penampilan, budaya kerja dan perilaku yang tidak mendukung
telah menciptakan brand image yang buruk bagi pelayanan kesehatan pemerintah.
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 4 of 73

Kondisi ini diperparah dengan permasalahan pengelolaan keuangan yang tidak
fleksibel, antara lain dalam penganggaran, keharusan setor pendapatan,
penentuan tariff yang memerlukan waktu lama dalam pembahasan dengan
legislative, pengadaan barang dan jasa yang tidak efisien, pola kerja sama dan
investasi yang tidak dimungkinkan. Keadaan tersebut membuat Puskesmas tidak
mampu bersaing dengan pelayanan kesehatan swasta.
Sehingga dalam pengelolaan Puskesmas diperlukan tata kelola keuangan
yang fleksibel dan responsive yang dapat menjawab permasalahan-permasalahan
pengelolaan Puskesmas pada umumnya. Diharapkan dengan diberlakukannya
Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Keuangan
badan Layanan Umum Daerah merupakan angin segar bagi pemberi pelayanan
kesehatan di Indonesia. Dengan diperkuat UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Pengelolaan barang Milik Negara, sehingga penerapan peraturan ini akan
mengakibatkan pola pengelolaan keuangan yang memberikan fleksibilitas berupa
keleluasaan untuk menerapkan praktek-praktek bisnis yang sehat untuk
meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam rangka memajukan
kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
UPT Puskesmas II Jembrana bertekad untuk melayani dengan lebih baik
sesuai keinginan dan harapan pelanggan, sehingga diperlukan fleksibilitas
pengelolaan keuangan. Hal tersebut dimungkinkan jika UPT Puskesmas II
Jembrana menerapkan pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah.

1. VISI
Menjadikan Puskesmas II Jembrana sebagai Pilihan Utama dalam
Pelayanan kesehatan untuk Mewujudkan Masyarakat sehat.
Puskesmas II Jembrana menjadi pusat pelayanan prima 24 jam dengan kapasitas
rawat inap di wilayah Kecamatan Jembrana
Visi ini perlu ditanamkan pada setiap unsur organisasi sehingga menjadi visi
bersama (shared vision) yang pada gilirannya mampu mengarahkan dan
menggerakkan segala sumber daya instansi.
Visi adalah harapan yang hendak diwujudkan pada masa yang akan datang
atau periode 5 tahun mendatang, visi tersebut harus mampu mengilhami semua
anggota organisasi dan mampu memotivasi serta membangkitkan semangat dan
rangsangan bagi seluruh anggotanya untuk dapat meraih atau mencapainya.
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 5 of 73

Penjelasan :
UPT Puskesmas II Jembrana sebagai pemberi pelayanan kesehatan tingkat
pertama diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan
kemampuan yang dimiliki dan fungsinya sebagai pusat pelayanan kesehatan bagi
masyarakat Kecamatan Melaya.
Oleh karena sebagai sarana pelayanan kesehatan milik Pemerintah maka
diharapkan selain dapat memberikan pelayanan terbaik dan terjangkau oleh
masyarakat Kecamatan Jembrana yang sangat membutuhkan pelayanan
kesehatan juga diharapkan UPT Puskesmas II Jembrana mampu mewujudkan
kemandirian dalam pengelolaannya.
2. MISI
Dari visi tersebut diatas dijabarkan kedalam misi sebagai berikut:
1. Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang profesional dan
sejahtera.
2. Mewujudkan Pelayanan Kesehatan yang bermutu, merata dan
terjangkau oleh masyarakat (Pelayanan Prima).
3. Mewujudkan Lingkungan Puskesmas yang bersih dan tertib.
4. Mewujudkan kemandirian Puskesmas dengan prinsip otonomi
dalam pengelolaan keuangan.
Puskesmas II Jembrana menerapkan MOTTO:
Bekerja Profesional dengan CINTA

MOTTO PELAYANAN CINTA
C = Cepat dan Tepat dalam mengambil tindakan
I = Ikhlas dalam melaksanakan tugas
N = Norma dan etika selalu menjadi pedoman
T = Terampil, terukur dan terarah.
A = Akuntabel dan bijaksana

C. TUJUAN
Tujuan UPT Puskesmas II Jembrana, adalah sebagai berikut :
1. Tujuan Umum adalah : Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat .
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 6 of 73

2. Tujuan khusus adalah :
a. Melaksanakan pembelajaran (pendidikan, pelatihan) dan pengembangan
SDM agar profesional, produktif dan berkomitmen.
b. Melaksanakan pelayanan Prima yang CINTA ( Cepat dan Tepat,
Ikhlas, Norma dan etika, Terampil, Akuntabel dan Bijaksana).
c. Meningkatkan kemampuan keuangan (financial returns) dan mengelola
Puskesmas secara mandiri.
d. Meningkatkan kepuasan pelanggan.

D. KEGIATAN PUSKESMAS
Puskesmas melakukan kegiatan-kegiatan termasuk upaya kesehatan masyarakat
sebagai bentuk usaha pembangunan kesehatan.
Upaya-upaya kesehatan wajib tersebut adalah (Basic Six):
1. Upaya promosi kesehatan
2. Upaya kesehatan lingkungan
3. Upaya kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana
4. Upaya perbaikan gizi masyarakat
5. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
6. Upaya pengobatan
Jenis-jenis pelayanan Kesehatan yang disediakan di UPT Puskesmas II Jembrana
adalah :
a. Poliklinik Umum
Unit pelayanan yang menangani kasus-kasus untuk konsultasi rawat jalan.
Memiliki unit layanan konsultasi dokter umum dan dilengkapi ruang
pemeriksaan dan peralatan. Unit ini ditangani oleh satu orang dokter umum
dan dua orang perawat/bidan.







Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 7 of 73


b. Unit Gawat Darurat (UGD)
Unit pelayanan ini menangani kasus-kasus yang bersifat kegawat daruratan,
yang terdiri dari kasus darurat bedah dan darurat non bedah. Unit ini ditangani
oleh dokter umum dan perawat yang sekaligus merangkap dibalai
pengobatan. UGD di Puskesmas II Jembrana melayani pasien 24 jam.
c. Poliklinik Kebidanan dan KB
Unit pelayanan ini menangani pemeriksaan untuk konsultasi rawat jalan
kebidanan, seperti pelayanan ANC (Antenatal Care),pemeriksaan IVA (Inspeksi
Visual Asam Azetat) dan pelayanan post partum. Program KB (layanan alat
kontrasepsi), melayani seperti, suntik KB, Implant, IUD, Pil KB,dan kondom.
Poliklinik ini dilengkapi meja Gynecologi standard yang ditangani oleh dua
orang bidan.
d. Poliklinik MTBS
Unit pelayanan ini menangani pemeriksaan untuk bayi dan balita, baik yang
sakit maupun yang bayi sehat (Imunisasi, tindik)
e. Poliklinik Gigi
Unit pelayanan yang menangani pemeriksaan dan perawatan gigi dengan jenis-
jenis pelayanan seperti : ekstraksi gigi, pembersihan plak dan karang gigi,
penambalan gigi dan pemeliharaan gigi. Unit ini dilengkapi dengan satu dental
unit yang ditangani oleh satu orang dokter gigi dan dua orang perawat gigi.
f. Farmasi/Apotik
Pelayanan yang diberikan oleh apotik UPT Puskesmas II Jembrana berupa
penyediaan obat-obatan, bagi pasien rawat jalan, sekaligus pelayanan obat-
obatan bagi masyarakat luas.
g. Laboratorium
Laboratorium UPT Puskesmas II Jembrana merupakan laboratorium sederhana.
Jenis-jenis pemeriksaan yang bisa dilaksnanakan seperti :Hb, golongan darah,
protein uri,glucose, dan pemeriksaan dahak untuk menentukan penyakit TBC.
Laboratorium ini ditangani oleh dua orang analis.
h. Ambulance
Ambulance ini digunakan untuk Puskesmas keliling, pelayanan
kegawatdaruratan, untuk merujuk/referal pasien.
i. Ruang Jampersal/jaminan persalinan
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 8 of 73

UPT Puskesmas II Jembrana juga menyiapkan satu ruang bersalin, melayani
proses persalinan normal. Dilayani dari pukul 7.30 sampai dengan pukul 20.00
wita, selain ditangani oleh bidan yang jaga, bidan yang lain juga siap untuk on
call.
j. Poliklinik VCT(Voluntary Conseling and Testing)atau KTS(Konseling Testing
Sukarela) Unit pelayanan ini memberikan pelayanan untuk konseling dan testing
HIV AIDS.Unit ini memiliki pelayanan konseling yang diberikan oleh konselor.
Waktu pelayanannya dilayani secara fleksibel setiap hari sesuai jam kerja.
k. Poliklinik Akupresur
UPT Puskesmas II Jembrana juga memberikan pelayanan akupresur yang
dilayani pada hari Rabu dan Sabtu dari pukul 07.30 sampai dengan pukul 12.00
WITA
l. Peran Serta Masyarakat
Peran serta masyarakat sangat penting guna meningkatkan kesehatan. UKBM
(Usaha Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat) inilah yang menjadi andalan
keberhasilan program dan pelayanan kesehatan masyarakat. UPT Puskesmas II
Jembrana yang mewilayahi 9 Desa terdiri dari 55 dusun/lingkungan dengan 64
posyandu dan jumlah kader 457 orang. Masing-masing posyandu rata-rata
memiliki 5-8 kader posyandu. Kegiatan posyandu dilaksanakan setiap bulan.
Sedangkan jumlah posyandu lansia 9 dan posyandu dengan BKB 26. Data
jumlah posyandu dan kader dapat dilihat seperti pada tabel.















Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 9 of 73



Tabel 1.1 Jumlah Posyandu, Kader, Posyandu Lansia, Posyandu dengan BKB
Di Wilayah UPT Puskesmas II Jembrana tahun 2014
N
o
Kelurahan
/ Desa
Klasifikasi Posyandu
Jumla
h
Kader
Posyand
u dg
lansia
Posyand
u
dengan
BKB
Pratam
a
Mady
a
Purnam
a
Mandir
i
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Manistutu
Tukadaya
Tuwed
Candikusum
a
Warnasari
Nusasari
Ekasari
Belimbingsa
ri
Melaya
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
8
8
5
7
3
5
9
2
15
-
1
-
-
-
-
1
-
-

62
67
37
40
30
26
100
12
83
1
1
1
1
1
1
1
1
1
4
2
2
1
3
5
4
2
3
Jumlah - - 62 2 457 9 26
Sumber : Laporan Promkes tahun 2013
E. BUDAYA ORGANISASI
Rangkaian manajemen perubahan yang dilakukan di UPT Puskesmas II
Jembrana akan membentuk suatu budaya organisasi baru. Sinergisme kegiatan
operasional puskesmas yang dipadukan dengan Implementasi Pola Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) diharapkan akan membentuk
nilai-nilai korporasi tersendiri dengan mengembangkan Motto UPT Puskesmas II
Jembrana yaitu SERASI (Segera, Efektif, Ramah, Aman,Simpati dan Indah)
sepenuhnya mengakar menjadi budaya organisasi yang melekat setiap saat.

F. SUSUNAN PEJABAT PENGELOLA DAN DEWAN PENGAWAS
1. Pemimpin : dr Ni Komang Yulia Restu Ayu Ningsih
: Penata/IIIc
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 10 of 73

: NIP : 19820710 200902 2 002
(SK Bupati Jembrana No: 126/DISKES/2014,tertanggal 13 Januari 2014)

2. Pejabat Keuangan : Ni Made Arini, SST
: Penata TK I/IIId
: NIP : 19701124 199103 2 006
(SK Bupati Jembrana No : 126/DISKES/2014,tertanggal 13 Januari 2014)

3.Pejabat Teknis : dr Kadek Ayu dewi Damayanti
: Penta Muda TK I/IIIb
: NIP : 19800612 201101 2 011
(SK Bupati Jembrana No : 126/DISKES/2014,tertanggal 13 Januari 2014)
4.Bendahara Penerimaan : Margi Utami, SKM
: Penata Muda TK I/IIIb
: NIP :19710520 199703 2 005
(SK Bupati Jembrana No : 137/DISKES/2014,tertanggal 15 Januari 2014)
5.Bendahara Pengeluaran : Ni Wayan Bandawati, A.Md.Keb
: Pengatur / II c
: NIP :19800917 20801 2 029
(SK Bupati Jembrana No : 137/DISKES/2014,tertanggal 15 Januari 2014)
6.Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK)
: I Made Dwija Putra, SKM
: Penata/ IIIc
NIP : 19640725 198802 1 003
(SK Kepala Dinas Kesehatan Jembrana No
:07/DISKES/2014,tertanggal 15 Januari 2014)

Melalui Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2011 tentang Pembentukan
Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Jembrana, telah ditetapkan
pula Struktur Organisasi Dinas Kesehatan dimana Puskesmas merupakan UPT Dinas
Kesehatan.
STRUKTUR ORGANISASI DINAS KESEHATAN BERDASARKAN
PERDA NO. 15 TAHUN 2011.


Kepala Dinas
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 11 of 73




















Sedangkan struktur organisasi UPT Puskesmas II Jembrana berdasarkan Peraturan Bupati
Jembrana No. 75 Tahun 2011 adalah sebagai berikut:


Ka. Sub Bag Tata
USaha
PUSKESMAS
Fungsional
Dokter Umum
Fungsional
Dokter Gigi
Kepala UPT Puskesmas
Fungsional
Bidan
Fungsional
Perawat
Fungsional
Perawat Gigi
Fungsional
Sanitarian
Kelompok
Jabatan
Fungsional
UPTD
Ka.BidangPengkajian
dan Pengembangan


Ka. Seksi
Pengkajian dan
Pengembangan
Ka. Seksi Jaminan
Pemeliharaan Kes
Masyarakat
Ka. Seksi
Pengendalian dan
Pengawasan
Ka.BidangPelayanan
Kesehatan


Ka. Seksi Yankes
Dasar
Ka. Seksi Farmasi
dan Penunjang
Yankes
Ka. Seksi Yankes
Rujukan
Ka. Seksi Kesehatan
Keluarga
Ka.BidangPembinaan
Kesmas


Ka. Seksi Promosi
Kesehatan
Ka. Seksi Gizi
Masyarakat
Ka. Seksi
Pencegahan Penyakit
Ka.Bidang P3PL
Ka. Seksi
Pengendalian
Penyakit
Ka.Seksi Penyehatan
Lingkungan
Sekretaris Dinas
Ka Subag
Umum


Umum
Ka. Subag
PEP
Ka. Subag
Keuangan
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 12 of 73


BAB II
KINERJA BLUD TAHUN ANGGARAN 2014


A.KONDISI LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI PENCAPAIAN KINERJA
1. ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL
a. pelayanan
a. Angka Kematian (Mortality Rate)
Angka kematian secara umum berkaitan erat dengan tingkat angka kesakitan
dan status gizi. Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan indikator keberhasilan
pelayanan kesehatan suatu wilayah sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB)
merupakan indikator derajat kesehatan suatu wilayah/ negara. Yang digunakan
sebagai indicator untuk menilai keberhasilan program pembangunan kesehatan.
1) Angka Kematian Ibu (AKI)
Pada tahun 2013 tidak ditemukan kematian ibu di wilayah UPT Puskesmas II
Jembrana, kematian ibu di dapatkan pada tahun 2009 sebanyak 2 orang dengan
sepsis puerporalis (36 hari post partum), dan perdarahan post partum. Sedangkan
pada 2012 sebanyak 1 orang dari 769 kelahiran hidup yang disebabkan oleh infeksi
viral imunodefisiensi dengan enchepalopati. AKI tahun 2012 didapat
130.03/100.000 KH dimana melebihi batas target yang telah ditentukan. Dengan
adanya pelayanan tenaga kesehatan di harapkan angka kematian ibu tidak
ditemukan lagi pada tahun berikutnya sehingga target penurunan AKI sesuai
MDGs pada tahun 2015 sebesar 102/100.000 KH bisa tercapai.

Tabel 2.1 Angka Kematian Ibu di Wilayah Kerja UPT Puskesmas II Jembrana
Tahun 2009 2013

Indikator
Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
AKI
2 0 0 1
0
Sumber : Laporan Program Kesehatan Ibu dan Anak Puskesmas II Jembrana

2) Angka Kematian Bayi (AKB)
Angka Kematian Bayi atau Infant Mortality Rate (IMR) adalah jumlah kematian
bayi dibawah usia 1 tahun pada setiap 1000 kelahiran hidup pada tahun yang
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 13 of 73

sama. Secara garis besar kematian bayi disebabkan oleh dua faktor yaitu endogen
dan eksogen.

Tabel 2.2 Angka Kematian Bayi di Wilayah Kerja UPT Puskesmas II Jembrana
Tahun 20092013
Indikator Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
AKB
4 1 14 7
8
Sumber : Laporan Program Kesehatan Ibu dan Anak Puskesmas II Jembrana
Pada tahun 2013 di temukan adanya 8 kematian bayi dari 747 kelahiran
hidup, mengalami peningkatan dari tahun 2012. Kasus kematian bayi tertinggi
terjadi pada tahun 2011 yaitu 14 kematian bayi. Total kasus kematian bayi dari
tahun 2009-2013 terjadi sebanyak 34 kematian bayi. Dimana kematian bayi ini
disebabkan tertinggi oleh BBLR (21 orang), kelainan konginital (5orang), jantung
(2 orang), asfiksia berat (2 orang), bronkopneumonia (2 orang), sepsis (1 orang),
letsu (1 orang), susp hepatitis (1orang), imunodefisiensi (1 orang). Angka
Kematian Bayi tahun 2013 didapat 10,71/1000 KH sedangkan target MDGs
diharapkan terjadi penurunan AKB sebesar 23/1.000 KH pada tahun 2015.
3) Angka Kematian Balita (AKABA)
Angka Kamatian Balita adalah jumlah kematian anak usia 0-4 tahun selama
satu tahun tertentu per 1000 anak umur yang sama pada pertengahan tahun itu (
termasuk kematian bayi)
Tabel 2.3 Angka Kematian Balita di Wilayah Kerja UPT Puskesmas II Jembrana
Tahun 20092013
Indikator Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
AKABA 0 0 0 0 1
Sumber : Laporan Program Kesehatan Ibu dan Anak di UPT Puskesmas II
Jembrana
Pada tahun 2013 ditemukan adanya 1 kematian Balita diantara 747
kelahiran hidup . dimana 4 tahun sebelumnya tidak ditemukan ada kematian
Balita. AKABA tahun 2013 1,34/1000 KH , ini sudah mencapai target MDGs untuk
AKABA pada tahun 2015 diharapkan dibawah 32/1000 KH.
c. Pola Penyakit
1) Pola Penyakit Kasus Rawat Jalan
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 14 of 73

Berdasarkan data 10 besar penyakit kasus rawat jalan di UPT Puskesmas II
Jembrana tahun 2013, penyakit yang paling banyak di derita pada semua
kelompok umur masih di dominasi oleh penyakit ISPA yaitu sebanyak 11.312
pasien.

Tabel 2.4 Sepuluh besar Penyakit di UPT Puskesmas II Jembrana tahun 2013


d. Angka Kesakitan (Morbidity Rate)
1) Malaria
Dari tabel dapat dilihat kasus Malaria selama kurun waktu 5 tahun terjadi
sebanyak 7 kasus. Dimana kasus tertinggi terjadi pada tahun 2011 sebanyak 5
orang, yaitu terdapat pada desa Melaya sebanyak 4 orang, desa Candikusuma 1
orang. Kemudian mengalami penurunan sangat draktis pada tahun 2012 dan 2013
tidak ditemukannya kasus malaria. Pelacakan dan penemuan kasus Malaria secara
dini dilakukan dengan pengambilan darah ACD dan PCD. Dari 7 kasus Malaria 6
kasus Plasmodium falsifarum dan 1 kasus Vivak, dimana 6 kasus endogenus, 1
kasus kambuh + import

No Nama penyakit Jumlah
1 ISPA 11.312
2 Artritis 3.846
3 Kecelakaan Ruda Paksa 3.177
4 Gigi 2.568
5 Gastritis 2.186
6 Hipertensi 2.182
7 Dermatitits Alergi 1.814
8 Kulit infeksi 689
9 Diare 675
10 Asma 627
Jumlah 29.070
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 15 of 73

Tabel 2.5 Jumlah Kasus Malaria di UPT Puskesmas II Jembrana Tahun
2010 2013

No Desa
Jumlah Kasus
2010 2011 2012 2013
1 Manistutu 0 0 0 0
2 Tukadaya 0 0 0 0
3 Tuwed 0 0 0 0
4 Candisuma 0 1 0 0
5 Warnasari 0 0 0 0
6 Nusasari 0 0 0 0
7 Ekasari 0 0 0 0
8 Blimbingsari 0 0 0 0
9 Melaya 1 4 0 0
Jumlah 2 5 0 0
Sumber : Laporan Program P2 Malaria Puskesmas II Jembrana

2) TB Paru
Pada Tahun 2013 ditemukan 118 suspect TB. Dari 118 suspect TB, setelah
melalui pemeriksaan BTA sebanyak 12 orang (10.17%) diantaranya positif dan
keseluruhan sembuh dengan obat OAT.

Tabel 2.6 Jumlah Kasus TB di UPT Puskesmas II Jembrana Tahun 2012-2013
No Indikator
Pencapaian
2012 2013
1 Penemuan kasus suspek TB 115 118
2 Penemuan kasus TBC BTA positif 9 12
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 16 of 73

(penderita diobati) (7.82%) (10.17%)
3 Kesembuhan penderita Tbc BTA positif
/ konversi
3
(33.33%)
12
(100%)
Sumber : Laporan Program P2 Tb Puskesmas II Jembrana

3) Demam Berdarah Dengeu (DBD)
Pada tahun 2013 di wilayah UPT Puskesmas II Jembrana, ditemukan kasus
DBD terbanyak 13 kasus. . Kasus DBD ini sebagian besar kasus import.


Tabel 2.7 Jumlah Kasus DBD di UPT Puskesmas II Jembrana Tahun 2009-
2013
No Desa
Jumlah Kasus
2009 2010 2011 2012 2013
1 Manistutu 2 0 3 0 1
2 Tukadaya 0 1 1 1 2
3 Tuwed 0 1 0 0 1
4 Candisuma 0 3 0 1 1
5 Warnasari 0 0 0 0 2
6 Nusasari 0 0 0 0 0
7 Ekasari 0 1 3 0 0
8 Blimbingsari 0 0 1 0 1
9 Melaya 1 5 0 0 5
Jumlah 3 11 8 1 13
Sumber : Laporan Program P2 DBD Puskesmas II Jembrana

4) Kusta
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 17 of 73

Di UPT Puskesmas II Jembrana tidak didapatkan kasus kusta, diharapkan
tahun-tahun yang akan dating tidak ditemukan kasus kusta.

Tabel 2.8 Pencapaian Program P2 Kusta di UPT Puskesmas II Jembrana
tahun 2012-2013
No Indikator
Pencapaian
2012 2013
1 Penemuan penderita 0 0
2 Pengobatan penderita 0 0
Sumber: Laporan Program P2 Kusta UPT Puskesmas II Jembrana

5) Diare
Hingga saat ini penyakit Diare masih merupakan masalah kesehatan
masyarakat di Indonesia, hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya angka
kesakitan diare dari tahun ke tahun. Program ini bertujuan untuk menurunkan
angka kesakitan dan kematian karena diare terutama pada bayi dan anak balita.
Sasarannya adalah kelompok masyarakat/perorangan wilayah kerja UPT
Puskesmas II Jembrana dan di proritaskan pada desa yang tuingkat pemakaian
sarana kesehatan/hygiene perorangan dan kesehatan yang masih rendah.

Tabel 2.9 Pencapaian Program P2 Diare di UPT Puskesmas II Jembrana
tahun 2012-2013
No Indikator 2012 2013
1 Angka kesakitan diare (pada semua
umur)
482 799
2 Angka kematian diare saat KLB 0 0
Sumber: Laporan P2 Diare di UPT Puskesmas II Jembrana

Dari tabel di atas dapat dilihat terjadi kenaikan angka kesakitan diare tahun
2013, hal ini disebabkan meningkatnya upaya penemuan kasus secara aktif oleh
petugas. Kemudian juga akibat kematian karena diare tidak ditemukan.

6) ISPA/Pneumonia
Di UPT Puskesmas 1 Melaya tidak ditemuakan kasus Pneumonia dalam
kurun 2 tahun belakangan
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 18 of 73


Tabel 2.10 Jumlah Kasus Peneumonia di Puskesmas II Jembrana Tahun
2012 - 2013
No Kegiatan
Jumlah Kasus
2012 2013
1 Pelacakan dan Penemuan kasus ISPA
( Pneumonia )
0 0
2 Pengobatan Penderita Pneumonia 0 0
Sumber : Laporan Program P2 ISPA Puskesmas II Jembrana

d. PD3I (Penyakit Yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi)
Untuk menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan bayi serta
balita dilaksanakan program imunisasi. Beberapa penyakit yang dpat dicegah
dengan imunisasi dasar diantaranya tuberculose, dipteri, pertusis, tetanus,
hepatitis, polio dan campak. Cakupan pencapaian program imunisasi dasar pada
tahun 2013 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 2.11 Hasil Pencapaian Program Imunisasi di UPT Puskesmas II
Jembrana tahun 2009-2013
No
Jenis
imunisasi/UCI
Desa
Hasil (%)
2009

2010 2011 2012 2013
1. Hb0 71,1 82,8 94,9 106,6 106,8
2. BCG 101,5 85,4 99,1 106,2 106,8
3. Polio1 102,2 87,9 98,6 106,2 106,8
4. DDT/Hb1 108,6 97,9 97,9 98,3 59,7
5. Polio2 112,1 97,8 97,4 99,3 85,8
6. DDT/Hb2 113,4 106,2 99,7 95,9 69,6
7. Polio3 111,9 103,3 100,1 97,9 94,2
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 19 of 73

8. DDT/Hb3 109,6 98,6 100,6 99,3 82,1
9. Polio4 112,2 94,7 101 100,9 97,4
10. Campak 81,7 99,9 105,7 98 95,9
Sumber: Program Imunisasi UPT Puskesmas II Jembrana

Dilihat dari tabel diatas cakupan keberhasilan program imunisasi pada tahun
2013 mengalami penurunan DDT/Hb1, polio 2, DDT/Hb2, DDT/Hb3. Dimana
DDT/Hb1 dari target 90% hanya 59,7%, polio 2 target 90% pencapaian hanya
85,8%, DDT/Hb2 target 90% pencapaian 69,6%, DDT/Hb3 target 90% pencapaian
82,1%.
e. Rabies
Rabies atau penyakit anjing gila adalah penyakit hewan yang bersifat
zoonosis (menular ke manusia). Virus rabies dikeluarkan bersama air liur Hewan
Penular Rabies (HPR) yang terinfeksi seperti anjing, kucing, kera dan ditularkan
melalui luka gigitan atau jilatan. Di wilayah UPT Puskesmas II Jembrana kasus
gigitan HPR sebanyak 256 kasus. Dari keajian gigitan HPR belum ada yang posirif
rabies.

Tabel. 2.12 Kasus gigitan HPR di UPT Puskesmas II Jembrana tahun 2013
No Bulan Kasus HPR
1 Januari 22
2 Februari 20
3 Maret 21
4 April 20
5 Mei 22
6 Juni 27
7 Juli 25
8 Agustus 26
9 September 12
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 20 of 73

10 Oktober 24
11 November 21
12 Desember 16
Jumlah 256


f. HIV/AIDS
HIV ( Human immunodeficiency virus) adalah virus yang menyerang sel
darah putih di dalam tubuh (limfosit) yang mengakibatkan turunnya kekebalan
tubuh manusia. Sedangkan AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah
sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh.
Penyakit HIV ini seperti fenomena gunung es dimana kasus yang diketahui hanya
sebagian kecil saja padahal kasus ini sudah banyak terjadi. Di UPT puskesmas II
Jembrana pada tahun 2013 sudah terdapat ruangan VCT dan memiliki 2 orang
konselor. Dimana pasien-pasien yang ingin memeriksakan diri atau pasien yang
dicurigai beresiko tertular HIV dapat memeriksakan dirinya ke VCT UPT Puskesmas
II Melaya , tentu saja harus di dahului dengan konseling terlebih dahulu. Selama
tahun 2013 sudah terdapat 49 orang yang sudah diperiksa dan 2 orang hasilnya
reaktif .
Tabel 2.13 Jumlah Kunjungan VCT di UPT Puskesmas II Jembrana tahun
2013
No Bulan
2013
Suspek HIV Reaktif HIV
1 Januari 0 0
2 Februari 0 0
3 Maret 5 0
4 April 2 0
5 Mei 4 0
6 Juni 2 0
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 21 of 73

7 Juli 3 0
8 Agustus 3 0
9 September 3 0
10 Oktober 5 0
11 November 2 1
12 Desember 20 1
Jumlah 49 2

g. Status Gizi
Kegiatan program Gizi meliputi kegiatan perbaikan gizi masyarakat dan
perbaikan gizi institusi. Kegiatan pada perbaikan gizi masyarakat antara lain
Pemantauan status gizi, pertumbuhan balita, ASI Eksklusif, pemberian tablet
darah, pengukuran LILA pada bumil dan WUS distribusi vitamin A, kadarzi, garam
beriodium, pelacakan gizi buruk, pemeriksaan anemia bumil, pemberian PMT,
penyuluhan gizi dan pembinaan posyandu.

h. Kurang Energi Protein ( KEP )
Pada tahun 2013 ditemukan 12 kasus BBLR. Sedangkan pada tahun 2012
ditemukan 13 kasus. Balita dengan BGM pada tahun 2013 ditemukan sebanyak
5 orang sedangkan pada tahun 2012 ditemukan 4 orang.
i. GAKY
GAKY atau Gangguan Akibat Kekurangan Yodium hingga saat ini masih
menjadi salah satu masalah gizi utama di Indonesia mengingat dampaknya yang
cukup besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Kekurangan Yodium
dalam jangka panjang diantaranya dapat mengakibatkan gondok, penurunan
kecerdasan dan kretin (Kerdil).
Program penanggulangan GAKY di UPT Puskesmas II Jembrana
dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan pemantauan garam beryodium.
Kegiatan pemantauan garam beryodium dilaksanakan secara rutin dua kali
dalam setahun yaitu pada bulan Februari dan Agustus. Dari pemantauan yang
dilaksanakan pada tahun 2013 didapatkan hasil 100 % masyarakat sudah
mengkonsumsi garam beryodium.
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 22 of 73

j. Penanggulangan Anemia
Pemberian Tablet Tambah Darah pada Ibu Hamil dan Ibu Nifas merupakan
salah satu kegiatan rutin dalam rangka menanggulangi Anemia. Cakupan
pencapaia Fe 1 (30 Tablet) pada tahun 2013 adalah sebesar 107,30%, cakupan
pencapaian Fe 3 (90 Tablet) 97,5 7%,
k. Vitamin A
Kegiatan rutin yang dilakukan dalam rangka penanggulangan Kekurangan
Vitamin A berupa distribusi kapsul Vitamin A pada bayi (6-11 bulan) dan balita
(1-5 tahun) dan ibu nifas (Vit A bufas). Jadwal pemberian kapsul Vitamin A
pada bayi balita adalah pada bulan Pebruari dan Agustus. Sedangkan pada ibu
nifas adalah kapsul vit A diberikan hingga hari kedua post partus.
Cakupan pencapaian Vit A pada tahun 2013 untuk bayi sebesar 94,75 %,
balita sebesar 90,25 % dan vit A bufas sebesar 101,0 %. Tingginya cakupan
pencapaian ini karena petugas melakukan sweeping kepada bayi dan balita yang
tidak datang ke posyandu saat pemberian vit A.
l. ASI Eksklusif
ASI Eksklusif adalah air susu ibu yang diberikan pada bayi umur 0-6 bulan
tanpa disertai pemberian makanan dan minuman lain. Pencapaian ASI Eksklusif
pada tahun 2013 sebesar 85,35 %, meningkat dibandingkan tahun 2012
sebesar 76,03 %. Data selengkapnya mengenai status gizi masyarakat dapat
dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.14 Indikator, Target dan Pencapaian Program Gizi di UPT Puskesmas II
Jembrana Tahun 2009- 2013
No Indikator
Tahun
2009 20010 2011 2012 2013
1. Balita kurang
gizi
0.80% 0.70% 0.64% 0.53% 0.81%
2. Konsumsi
gayo
95.80% 96.97% 94.01% 96.66% 97.78%
3. Pemberian
Vit.A Bayi
89.88% 90.07% 90.17% 91.91% 94.75%
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 23 of 73

4. Pemberian
Vit.A Balita
89.28% 90.01% 90.07% 88.84% 90.25%
5. Pemberian
Vit.A Bufas
95.01% 98.07% 96.34% 97.85% 101.07%
6. ASI Eksklusif 79.01% 82.07% 80.07% 76.03% 85.35%
7. N/D 75.18% 76.07% 78.82% 79.45% 81.35%
8. D/S 75.67% 80.17% 82.16% 80.71% 85.34%
9. K/S 100% 100% 100% 100% 100%
10. N/S 60.01% 58.71% 60.75% 56.14% 62.26%
11. BGM 0.80% 0.70% 0.64% 0.53% 0.81%
12. KEP 0 0 0 0 0
13. BBLR 12 6 17 13 12
14 Pemberian
Fe1
100.15% 99.5% 101.01% 100% 107.30%
15 Pemberian
Fe3
98.39% 89.5% 99.35% 93.73% 97.57%
16 Pemberian Fe
bufas
100% 100% 100% 100% 101.9%
17 Gibur yang
mendapat
perawatan
100% 100% 100% 100% 100%
18 Bumil KEK (6)0.78% (7)0.91% 10(1.30
%)
(4)0.52% (6)0.78%
19 Pemantauan
Pola
Konsumsi
(20KK)
100%
(20KK)
100%
(20KK)
100%
(20KK)
100%
(20KK)
100%
Sumber : Laporan Program Gizi Puskesmas II Jembrana
m. Perilaku Masyarakat
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 24 of 73

Paradigma hidup sehat (health and well being paradigma dari H.L. Blum)
menjelaskan empat faktor utama yang dapat mempengaruhi derajat kesehatan
individu/masyarakat. Keempat faktor tersebut merupakan faktor determinan
(penentu) timbulnya gangguan kesehatan pada seorang individu atau kelompok
masyarakat. Keempat faktor tersebut terdiri dari faktor prilaku/gaya hidup (life style)
individu atau kelompok masyarakat, faktor lingkungan (sosial ekonomi, fisik, politik),
faktor pelayanan kesehatan (jenis, cakupan, dan kualitasnya), dan faktor genetik
(keturunan). Keempat faktor tersebut saling berinteraksi satu sama yang lain secara
dinamis untuk mempengaruhi derajat kesehatan perorangan dan kelompok
masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam upaya meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat adalah perbaikan kualitas lingkungan melalui upaya
kesehatan wajib yaitu program kesehatan lingkungan.
Upaya kesehatan lingkungan adalah upaya untuk meningkatkan kesehatan
lingkungan melalui usaha sanitasi dasar, pengawasan mutu lingkungan dan tempat
umum, termasuk pengendalian pencemaran lingkungan dengan meningkatkan peran
serta masyarakat yang dapat memberi pengaruh jelek terhadap kesehatan mereka.
Sehingga tujuan program ini adalah merubahnya, terkendalinya atau hilangnya semua
unsur fisik dan lingkungan yang terdapat di masyarakat yang dapat memberi
pengaruh jelek terhadap kesehatan mereka.
n. PHBS ( Perilaku Hidup Bersih dan Sehat )
Gambaran pencapaian monitoring PHBS tahun 2013 di Puskesmas II
Jembrana dapat dilihat dari beberapa indikator diantaranya prosentase rumah
tangga yang memperoleh pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan 100%,
prosentase Rumah tangga dengan ASI Eksklusif 90,48%, prosentase rumah
tangga bayi dan balita ditimbang tiap bulan 100%, prosentase rumah tangga
yang menggunakan air bersih 100%, prosentase rumah tangga yang mencuci
tangan dengan air bersih dan sabun 100%, prosentase rumah tangga yang
menggunakan jamban 99,05%, prosentase rumah tangga yang melakukan
pemberantasan jentik dirumah 100%, prosentase rumah tangga yang melakukan
aktifitas fisik setiap hari 100%, prosentase rumah tangga yang makan buah dan
sayur setiap hari 100%, prosentase rumah tangga yang tidak merokok di dalam
rumah 100%.
o. Posyandu Purnama dan Mandiri
Keberadaan Posyandu merupakan salah satu wujud peran serta masyarakat
dalam pembangunan kesehatan. Jumlah posyandu di Wilayah Puskesmas II
Jembrana sebanyak 64 Posyandu, jumlah total kader 457 orang. Posyandu terdiri
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 25 of 73

dari 62 strata Purnama dan 2 strata Mandiri. Tingkat partisipasi masyarakat untuk
datang ke posyandu (D/S) tahun 2013 sebesar 85, 34% mengalami peningkatan
setiap tahun dan sudah mencapai target yaitu melebihi 80%.
p. Jaminan Kesehatan Masyarakat
Tahun 2011 Pemerintah Kabupaten Jembrana melaksanakan program
Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) yang merupakan program unggulan
Pemerintah Propinsi Bali. Demikian juga dengan program Jamkesmas dan
Jampersal yang merupakan program jaminan kesehatan dari Kementrian
Kesehatan. Jumlah kunjungan JKBM di UPT Puskesmas II Jembrana tahun 2013
adalah sebanyak 35.584 kunjungan atau sekitar 74.57 % dari total kunjungan
puskesmas. Sedangkan jumlah kunjungan peserta jamkesmas 4.776 (10 %)
kunjungan askes 3.385 (7.10%), kunjungan jampersal sebanyak 314 (0,66 %) dan
kunjungan umum 3.661 (7.67%).
q. Kesehatan Institusi
Bentuk kesehatan institusi adalah penyuluhan dan penjaringan kesehatan
anak didik ke Sekolah SD/MI, SMP, SMA dengan kegiatan UKS dan UKGS. Kegiatan
penyuluhan mencakup semua sekolah yang meliputi penyuluhan tentang Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta penyuluhan tentang Kesehatan Reproduksi
Remaja, Penyakit Menular Seksual (PMS), NAPZA, HIV/AIDS untuk anak anak
tingkat sekolah menengah.
r. Penyehatan Lingkungan
Faktor kesehatan lingkungan merupakan faktor terbesar yang dapat
mempengaruhi derajat kesehatan. Dalam hal ini apabila kesehatan lingkungan
berada dalam kondisi optimal, maka akan berpengaruh positif terhadap
terwujudnya status kesehatan yang optimal pula.
s. Rumah Sehat
Jumlah rumah sehat yang diperiksa di wilayah UPT Puskesmas II
Jembrana pada tahun 2013 sebanyak 210 rumah. Dari 210 rumah yang diperiksa
207 (98.57%) sehat dan sebanyak 3(1.43%) rumah tidak sehat.
t. Sarana Kesehatan Lingkungan
Dari 11.458 jumlah kepala keluarga yang ada di wiayah kerja UPT
Puskesmas II Jembrana tahun 2013 sebanyak 98% (11.228) yang punya JAGA dan
JAGA yang diperiksa 14% (1.604), yang telah memiliki persediaan air bersih
berupa air ledeng (PAM) sebanyak 60% (6.875) dan sumur gali sebanyak 35%
(4.010). Untuk yang memiliki tempat sampah sebanyak 92% dan SPAL 41 %.
.b. Keuangan
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 26 of 73

Dengan penerapan PPK-BLUD di UPT Puskesmas II Jembrana mempunyai
fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan. Penentuan tarif masih ditetapkan oleh
bupati / Perda (Peraturan Daerah )
e. Sarana dan Prasarana
Sarana prasarana yang dimiliki oleh UPT Puskesmas II Jembrana cukup
memadai untuk ukuran Puskesmas Rawat jalan. Alat alat kesehatan di beli
secara bertahap baik yang di dapat dari dinas kesehatan kabupaten maupun
pengadaan sendiri melalui dana BLUD. Apabila ada pasien yang tidak dapat
ditangani akan di rujuk ke tempat pelayanan yang lebih tinggi.

2.ANALISIS LINGKUNGAN EKSTERNAL
UPT Puskesmas II Jembrana merupakan salah satu dari 10 Puskesmas yang
ada di Kabupaten Jembrana dan, terletak di ujung Barat Kabupaten Jembrana,
tepatnya di Dusun Melaya Pasar, Desa Melaya, kecamatan Melaya yang berjarak
18 kilometer dari Ibu Kota Kabupaten Jembrana (Negara), dengan luas wilayah
9.309 Ha.
Tabel 2.15 Data Luas Wilayah Per Desa tahun 2013
No Kelurahan / Desa Luas Wilayah

1
2
3
4
5
6
7
8
9


Manistutu
Tukadaya
Tuwed
Candikusuma
Warnasari
Nusasari
Ekasari
Blimbingsari
Melaya


1908 Ha
1369,445 Ha
907,94 Ha
680,0 Ha
442,625 Ha
788,410 Ha
1520,020 Ha
44,3 Ha
1648,500 Ha

Jumlah 9309,00 Ha
Sumber: Data Kecamatan Jembrana 2013
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 27 of 73

Terdiri dari dataran tinggi, rendah dan pantai dengan komposisi luas lahan
yang hampir seimbang. Pemanfaatan tanah sebagai pekarangan, perkebunan,
bangunan / rumah, sawah dan lain-lain.
Adapun batas batas administrasi UPT Puskesmas II Jembrana adalah sebagai
berikut :
Sebelah Utara : Kabupaten Buleleng
Sebelah Timur : Kecamatan Negara
Sebelah Selatan : Samudera Indonesia
Sebelah Barat : Kelurahan Gilimanuk
Wilayah kerja Puskesmas II Jembrana terdiri dari 9 desa dan 55 dusun yaitu :
1) Desa Melaya : 10 dusun
2) Desa Ekasari : 10 dusun
3) Desa Nusasari : 5 dusun
4) Desa Candikusuma : 4 dusun
5) Desa Warnasari : 3 dusun
6) Desa Tukadaya : 8 dusun
7) Desa Tuwed : 5 dusun
8) Desa Manistutu : 8 dusun
9) Desa Blimbingsari : 2 dusun















Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 28 of 73

Potensi alam yang merupakan daerah tujuan wisata yaitu Bendungan
Palasari yang terdapat di Desa Ekasari. Selain itu terdapat pula potensi lahan
pertanian, perkebunan dan kelautan.

A. Kependudukan
Penduduk sebagai salah satu sumber daya pendukung dalam pembangunan
merupakan aspek penting untuk diuraikan. Di wilayah kerja UPT Puskesmas II
Jembrana tahun 2013 adalah 48.705 jiwa dengan komposisi penduduk sebagai
berikut : laki-laki sebanyak 24.463 jiwa dan perempuan sebanyak 24.242 jiwa.
Jumlah KK 11.468 KK. Gambaran kependudukan di Wilayah Puskesmas II
Jembrana pada tahun 2013 dapat dilihat pada tabel 1.2
Tabel 2.16 Nama Desa dan Jumlah Penduduk tahun 2013
No Kelurahan / Desa KK Laki-Laki Perempuan Jumlah

1
2
3
4
5
6
7
8
9


Manistutu
Tukadaya
Tuwed
Candikusuma
Warnasari
Nusasari
Ekasari
Blimbingsari
Melaya


1.015
2.021
1.349
1.585
224
818
1.173
280
3.003


3.891
3.381
2.355
2.825
1.191
1.796
2.535
531
5.958


3.748
3.279
2.436
2.762
1.207
1.858
2.498
556
5.898


7.639
6.660
4.791
5.587
2.398
3.654
5.033
1.087
11.856
Jumlah 11.468 24.463 24.242 48.705
Sumber: profil kecamatan Jembrana per Desember 2013
1. Angka pertumbuhan Penduduk
Jumlah Penduduk di Wilayah Puskesmas II Jembrana tahun 2013, menurut
data dari Profile Kecamatan Jembrana sebanyak 48.705. Dari data yang ada
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 29 of 73

jumlah penduduk tertimggi terdapat di desa Melaya sebanyak 11.856 jiwa dan
terendah di Desa Blimbingsari sebanyak 1.087 jiwa.

2. Kepadatan Penduduk
Kepadatan Penduduk di Wilayah Puskesmas II Jembrana tahun 2013 adalah
1.822 jiwa/ Km2, dengan jumlah penduduk per KK rata-rata 4 orang.

3. Sex Ratio
Sex Ratio penduduk di wilayah kerja Puskesmas II Jembrana tahun 2013
adalah 100.9 yang berarti dari 100 perempuan terdapat 100.9 laki-laki. Angka
tersebut menunjukkan bahwa jumlah penduduk laki-laki lebih banyak (24.463
jiwa) dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan (24.242 jiwa).

4. Struktur Penduduk Menurut Golongan Umur

Tabel 2.17 Data Jumlah Sasaran Di Wilayah UPT Puskesmas II Jembrana tahun
2013

No Kelompok Umur Jumlah
1 Bayi < 1 th 710
2 Anak 1 5 th 3169
3 Anak Usia Sekolah (6-12 th) 5977
4 Remaja 6023
5 WUS 14.263
6 PUS 8745
7 Bumil 838
8 Bufas 754
9 Lansia 10753
Sumber : Data Kecamatan Jembrana tahun 2013

1. Landasan Hukum
Berdasarkan Dasar Hukum terkait dengan Operasional Puskesmas II
Jembrana, adalah sebagai berikut :
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 30 of 73

1. Undang Undang Republik Indonesia Nomor : 28 Tahun 1999, tentang
Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan
Nepotisme;
2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor : 17 Tahun 2003 tentang
Keuangan Negara;
3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor : 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara;
4. Undang-undang Republik Indonesia Nomor : 15 Tahun 2004 tentang
Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;
5. Undang-undang Republik Indonesia Nomor : 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional;
6. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang
Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;
7. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah dirubah kedua kalinya dengan
Undang-Undang Nomor 12 tahun 2008;
8. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009, tentang
Kesehatan;
9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2000, tentang
Kewenangan Pemerintah dan Propinsi sebagai Daerah Otonom;
10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 105 tahun 2000, tentang
Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah;
11. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 106 Tahun 2000, tentang
Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan dalam Pelaksanaan
Dekonsentrasi dan Tugas Perbantuan;
12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 2000, tentang
Tata Cara Pertanggungjawaban Kepala Daerah;
13. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2001 tentang
Pembinaan dan Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintah Daerah;
14. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum;
15. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2005 tentang
Standar Akutansi Pemerintahan;
16. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 tahun 2005 tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah;
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 31 of 73

17. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 65 tahun 2005 tentang
Pedoman Penyusunan dan Penerapan SPM;
18. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2006 tentang
Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;
19. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 tahun 2007 tentang
Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah
Propinsi, Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota;
20. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 tahun 2007 tentang
Organisasi Perangkat Daerah;
21. Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999, tentang
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
22. Permenkeu RI Nomor 7 tahun 2006 tentang Persyaratan Administratif dalam
rangka Pengusulan dan Penetapan Satuan Kerja Instansi Pemerintah Untuk
menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan BLU;
23. Permenkeu RI Nomor 8 tahun 2006 tentang KewenanganPengadaan
Barang/Jasa BLU;
24. Permenkeu RI Nomor 9 tahun 2006 tentang Pembentukan Dewan Pengawas
pada BLU;
25. Permenkeu RI Nomor 10 tahun 2006 tentang Pedoman Penetapan
Remunerasi bagi Pejabat Pengelola, Dewan Pengawas dan Pegawai BLU;
26. Permendagri RI Nomor 61 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum Daerah;
27. Keputusan Bupati Nomor 25 tahun 2010, tentang Penetapan Puskemas
Melaya sebagai Unit SKPD yang menerapkan PPK Badan Layanan Umum
Daerah.

2. Peta Persaingan
Masyarakat Kabupaten Jembrana mendapat pelayanan kesehatan di
Puskesmas dan UPT Puskesmas II Jembrana. Dalam strategi bersaing UPT
Puskesmas II Jembrana berusaha untuk menjadi Puskesmas yang ramah,
profesional, unggulan dan menjadi pilihan utama bagi masyarakat di Kecamatan
Melaya dan sekitarnya. Strategi bersaing penentuan posisi suatu usaha
bertujuan untuk memaksimalkan nilai kemampuan yang memberdayakan dengan
pesaing.
Dilihat dari posisi lokasi UPT Puskesmas II Jembrana menempati lokasi
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 32 of 73

yang sangat strategis, mudah dijangkau dari berbagai arah dan terletak di
pusat kota kecamatan yang mana hal ini merupakan modal dasar yang sangat
besar. Tingkat fasilitas diantara pesaing, UPT Puskesmas II Jembrana berupaya
dengan meningkatkan mutu pelayanan untuk menuju pelayanan prima.
Guna menunjang pelayanan yang bermutu, dalam pelayanan kesehatan
UPT Puskesmas II Jembrana telah berupaya melengkapi peralatan kedokteran
dalam jumlah dan jenis yang cukup mamadai.
Disamping itu UPT Puskesmas II Jembrana juga menjadi salah satu satelit
pendidikan bagi mahasiswa STIKES Jembrana dan mahasiswa akademi kesehatan
lainnya, dan di Wilayah Kabupaten Jembrana menunjukan bahwa industrialisasi
bisnis jasa pelayanan kesehatan di Kabupaten Jembrana cukup kompetitif

Peta potensi pasar kesehatan yang saat ini masih terbuka dan berpeluang
untuk ditangkap sebagai isu pengembangan dan penambahan kapasitas maupun
utilisasi sarana dan prasarana kesehatan rujukan.

B. PERBANDINGAN ANTARA ASUMSI RBA TAHUN BERJALAN
1. MAKRO
Berikut asumsi makro pada APBN 2011:
- Pertumbuhan ekonomi sebesar 6,2%-6,4%.
- Inflasi 4,9-5,3%
- Nilai tukar Rp 9.100- Rp 9.400
- Suku bunga SBI 3 bulan 6,3-6,7%
- Harga minyak ICP US$80-85/barel
- Lifting minyak 0,960-0,980 juta barel/hari.
- Defisit 1,7% dari PDB
-Tingkat pengangguran terbuka 7%,
- Tingkat kemiskinan 11,5%-12,5%
- Kebutuhan investasi minimal Rp2.243,8 triliun dengan ICOR 4,25.
- Setiap 1% pertumbuhan ekonomi menyerap 400 ribu tenaga kerja.
2. MIKRO
Subsidi dari Pemerintah (%) : 5-10 %
Kenaikan tarif layanan (%) : 25 %.
Pengembangan produk baru (%) : 40 %.
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 33 of 73

Peningkatan volume layanan (%) : 50 %.
Kesiapan alat (%) : 80 %.
Rencana Pengembangan Pelayanan : 100 %.

C. PENCAPAIAN KINERJA
1. Non Keuangan
Tabel 2.18 Jenis Kunjungan di UPT Puskesmas II Jembrana Tahun 2009-2013
TAHUN ASKES
JKJ/
JKBM
UMUM
JAM
KES
MAS
JAM
PERSAL
TOTAL
2009
1.056
(9.44%)
7.342
(65.62%)
2.281
(20.39%)
482
(4.31%)
0 11.188
2010
569
(4.85%)
9.489
80.91%)
1424
(12.14%)
246
(2.10%)
0 11.728
2011
1.598
(15.19%)
7.030
(66.84%)
1.628
(15.48%)
261
(2.48%)
0 10.517
2012
3.330
(8.11%)
32.540
(79.29)
4.185
(10.20%)
645
(1.57%)
340
(0.83%)
41.040
2013
3.385
(7.10%)
35.584
(74.57%)
3.661
(7.67%)
4.776
(10%)
314
(0.66%)
47.720
Sumber: SP2TP UPT Puskesmas II Jembrana tahun 2009-2013

Tabel 2. 19 Hasil Kegiatan Poli Gigi di UPT Puskesmas II Jembrana Tahun 2010-
2013
No Jenis Tindakan/Diagnosis 2010 2011 2012 2013
I TINDAKAN
1 Tumpatan
a. Tumpatan sementara 251 340 337 448
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 34 of 73

b. Tumpatan tetap 129 156 177 109
2 Pencabutan
a. Cabut Tetap 240 302 393 416
b. Cabut Sulung 624 812 791 962
II DIAGNOSIS
1 Caries Dentis 82 95 103 65
2 Kelainan Pulpa 497 695 690 820
3 Kelainan Periodontal 245 362 454 395
4 Lain-lain/Persistensi 80 85 100 91
Jumlah 2148 2847 3045 3306
Sumber: Laporan Poli Gigi UPT Puskesmas II Jembrana

Tabel 2.20 Jenis dan Jumlah Pemeriksaan Laboratorium di UPT Puskesmas II Jembrana
Tahun 2009 - 2013
No
Jenis
Pemeriksaan
Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
Jumlah Pemeriksaan
1 Hb 126 170 173 232 305
2 DL - - - - -
3 Trombocyt - - - - -
4 Gol Darah 431 354 427 212 449
5 Gula Darah 165 277 212 377 691
6 UA - - - - -
7 Darah Mal 932 1346 1320 708 554
8 UL 18 19 21 27 30
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 35 of 73

9 Prot/Glu Urine 133 124 130 174 228
10 PPT 41 36 36 32 86
11 FL 5 6 6 4 16
12 Widal - - 22 31 47
13 BTA Sputum 74 123 150 116 117
14 BTA Kusta - 3 2 4 1
Jumlah 1.925 2.458 2.499 1.917 2.524
Sumber : Laporan Laboraturium UPT Puskesmas II Jembrana

2. Keuangan
N
O
URAIAN Rencana Pendapatan/Realisasi Pendapatan
Tahun 2013 Realisasi
2013
Tahun 2014 Realisasi
s.d Juli
2014
1 2 3 4 5 6
1. Pendapatan
jasa pelayanan
JKBM

588.128.000,
00
536.980.000.
00
588.128.000,
00
187.638.636.
05
2. Pendapatan jasa
Pelayanan
Pasien Umum


30.400.000,0
0
45.298.000.0
0
31.920.000 36.937.753.2
0
3. Pendapatan jasa
Pelayanan
Jamkesmas


5.000.000,00
53.090.000.0
0
15.280.000 -
4. Pendapatan jasa
Pelayanan
Jampersal


10.000.000,0
0
20.240.000.0
0
11.500.000 -
5. Kapitasi Askes

10.000.000,0
0
- 28.906.400 463.350.000.
00
6. Hasil Kerjasama
dgn pihak ketiga


600.000,00
- 600,000 -
7. Pendapatan
lain-lain : bunga
bank Net
289.240.09 5.698.265.90
Total 644.128.000,
00
711.883.017.
25
676,334,400 693.624.655.
15

Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 36 of 73






3. Neraca tahun 2013
NERACA BLUD PUSKESMAS MELAYA
PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2012
BERDASARKAN PP 24 TAHUN 2005

URAIAN
JUMLAH
2013 2012
ASET
ASET LANCAR

321,878,827.38

269,585,021.90
Kas di Kas Daerah 0.00 0.00
Kas di Bendahara Pengeluaran 0.00 0.00
Kas di BLUD Puskesmas

179,698,082.15

115,170,371.90
Persediaan (obat)

98,085,745.23

117,138,650.00
Piutang
Piutang Jampersal

1,280,000.00

1,220,000.00
Piutang Jamkesmas

12,000,000.00
Piutang Bapel Jamsosda (JKBM)

30,815,000.00

32,820,000.00
Pendapatan yang ditangguhkan

-

3,236,000.00
Jumlah Aset Lancar

321,878,827.38

269,585,021.90

INVESTASI JANGKA PANJANG
Investasi Nonpermanen 0.00 0.00
Jumlah Investasi Nonpermanen 0.00 0.00

Investasi Permanen 0.00 0.00
Jumlah Investasi Permanen 0.00 0.00

Jumlah Investasi Jangka
Panjang 0.00 0.00

ASET TETAP

6,185,399,030.00

5,542,501,530.00
Tanah

328,400,000.00

328,400,000.00
Peralatan dan Mesin

3,758,824,730.00

3,446,147,530.00
Gedung dan Bangunan
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 37 of 73

2,085,947,000.00 1,764,335,000.00
Jalan, Irigasi dan Jaringan

12,227,300.00

3,619,000.00
Aset Tetap Lainnya

-

-
Jumlah Aset Tetap

6,185,399,030.00

5,542,501,530.00

DANA CADANGAN 0.00 0.00
Jumlah Dana Cadangan 0.00 0.00

ASET LAINNYA 3,000,000.00 0.00
Jumlah Aset Lainnya 3,000,000.00 0.00

JUMLAH ASET

6,510,277,857.38

5,812,086,551.90

KEWAJIBAN 0.00 0.00
KEWAJIBAN JANGKA PENDEK 0.00 0.00
Jumlah Kewajiban Jangka Pendek 0.00 0.00

KEWAJIBAN JANGKA PANJANG 0.00 0.00
Jumlah Kewajiban Jangka Panjang 0.00 0.00
JUMLAH KEWAJIBAN 0.00 0.00

EKUITAS DANA

6,507,277,857.38

5,812,086,551.90
EKUITAS DANA LANCAR

321,878,827.38

269,585,021.90
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran
(SILPA)

179,698,082.15

115,170,371.90
Cadangan Persediaan

98,085,745.23

117,138,650.00
Piutang Jampersal

1,280,000.00

1,220,000.00
Piutang Jamkesmas

12,000,000.00
Piutang Bapel Jamsosda (JKBM)

30,815,000.00

32,820,000.00
Pendapatan yang ditangguhkan

-

3,236,000.00
Jumlah Ekuitas Dana Lancar

321,878,827.38

269,585,021.90
EKUITAS DANA INVESTASI

6,185,399,030.00

5,542,501,530.00
Diinvestasikan dalam Aset Tetap

6,185,399,030.00

5,542,501,530.00
Jumlah Ekuitas Dana Investasi

6,185,399,030.00

5,542,501,530.00

EKUITAS DANA CADANGAN 0.00 0.00
Jumlah Ekuitas Dana Cadangan 0.00 0.00
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 38 of 73


JUMLAH EKUITAS DANA 0.00 0.00

JUMLAH KEWAJIBAN DAN
EKUITAS DANA

6,507,277,857.38

5,812,086,551.90


4. Laporan Aktivitas tahun 2013 dan Januari s.d Juli 2014
No URAIAN ANGGARAN REALISASI %
A BELANJA PEGAWAI

Uang Jasa Pelayanan Kesehatan BLUD
Puskesmas
303,718,150.00 303,718,150.00
100
B
BELANJA BARANG DAN JASA


1.Belanja Bahan Obat-obatan 33,202,221.90 19,178,920
58

2.Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin 5.000.000 620.000
12

3.Belanja alat tulis kantor 9,848,000.00 9,848,000.00
100

4.Belanja Perangko dan Materai 1.800.000 1.800.000
100

5.Belanja Peralatan Kebersihan dan Bahan
Pembersih
8,280,000.00 8,280,000.00
100

6.Belanja Upakara dan Banten 23.000.000 22.550.000
98























5. Catatan Atas Laporan Keuangan

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
BADAN LAYANAN UMUM DAERAH
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA TAHUN 2014

BAB I
PENDAHULUAN
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 39 of 73

Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 H dan Undang-Undang Nomor 23/1992
tentang kesehatan menetapkan bahwa setiap orang berhak mendapatkan pelayanan
kesehatan. Karena itu setiap individu, keluarga dan masyarakat berhak memperoleh
perlindungan terhadap kesehatannya dan Negara bertanggung jawab mengatur agar
terpenuhi hak hidup sehat bagi penduduknya.
Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah
Daerah, maka Pemerintah Daerah mempunyai hak untuk mengatur rumah tangganya
sendiri dan melaksanakan pembangunan terutama untuk kepentingan masyarakat tidak
terkecuali dalam bidang kesehatan.
Sebagai salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah yang berada di bawah
Pemerintah Kabupaten Jembrana, UPT Puskesmas II Jembrana berkewajiban menyusun
dan menyampaikan Laporan Keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas
pelaksanaan anggaran kepada Kepala Daerah melalui Pejabat Pengelola Keuangan
Daerah.

1.1 MAKSUD DAN TUJUAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN
Laporan Keuangan disusun untuk menyediakan informasi yang relevan
mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang terjadi di UPT Puskesmas II
Jembrana Kabupaten Jembrana selama satu periode pelaporan. Laporan keuangan
terutama digunakan untuk membandingkan realisasi pendapatan dan belanja dengan
anggaran yang telah ditetapkan, menilai kondisi keuangan, menilai efektivitas dan
efisiensi dan menentukan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Setiap
entitas pelaporan mempunyai kewajiban untuk melaporkan upaya-upaya yang telah
dilakukan serta hasil yang dicapai dalam pelaksanaan kegiatan secara sistematis dan
terstruktur pada suatu periode pelaporan untuk kepentingan :


a. Akuntabilitas
Mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan
kebijakan yang dipercaya kepada entitas pelaporan dalam mencapai tujuan
yang telah ditetapkan secara periodik.
b. Manajemen
Membantu para pengguna untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan suatu
entitas pelaporan dalam periode pelaporan sehingga memudahkan fungsi
perencanaan, pengelolaan dan pengendalian atas seluruh kekayaan, kewajiban
dan ekuitas dana pemerintah untuk kepentingan masyarakat.
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 40 of 73

c. Transparansi
Memberikan informasi keuangan yang terbuka dan jujur kepada masyarakat
berdasarkan pertimbangan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui
secara terbuka dan menyeluruh atas pertanggungjawaban pemerintah dalam
pengelolaan sumber daya yang dipercayakan kepadanya dan ketaatannya pada
peraturan perundang-undangan.
d. Keseimbangan Antar Generasi (Intergenerational Equity)
Membantu para pengguna dalam mengetahui kecukupan penerimaan
pemerintah pada periode pelaporan untuk membiayai seluruh pengeluaran
yang dialokasikan dan apakah generasi yang akan datang diasumsikan akan
ikut menanggung beban pengeluaran tersebut.

1.2 Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan
Landasan hukum yang menjadi acuan dalam penyusunan laporan keuangan
BLUD UPT Puskesmas II Jembrana Kabupaten Jembrana adalah sebagai berikut :
a. Landasan Idiil yaitu Pancasila
b. Landasan Konstitusional yaitu UUD 1945
c. Landasan Operasional terdiri dari :
- Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaran Negara
yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, kolusi dan Nepotisme
- Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
- Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
- Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
- Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan
antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
- Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan
dan Tanggung Jawab Keuangan Negara
- Undang-Undang No 28 Tahun 2011 tentang Pajak daerah dan Retribusi
Daerah
- Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan umum
- Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah
- Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 41 of 73

- Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan
Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah
- Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
pengelolaan Keuangan Daerah; sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Menteri Dalam Negeri No.21 Tahun 2011 tentang Perubahan
Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
- Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 tahun 2007 tentang Pedoman
Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah
- Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2007 tentang Pedoman
Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Pertanggungjawaban
Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan Rancangan
Peraturan Kepala Daerah Tentang Penjabaran Pertanggungjawaban
Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah
- Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 2 tahun 2007 tentang
Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
- Peraturan Bupati Jembrana No. 10 Tahun 2007 tentang Sistem dan
Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Jembrana
- Keputusan Bupati Jembrana No. 29 Tahun 2010 tentang Penetapan UPF
Puskesmas Melaya Kecamatan Melaya Sebagai Unit Kerja Pada Satuan Kerja
Perangkat Daerah Kecamatan Melaya Yang Menerapkan Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PK-BLUD)

1.3 Sistematika Penulisan Atas Laporan Keuangan BLUD UPT Puskesmas
II Jembrana.
Catatan Atas Laporan Keuangan BLUD UPT Puskesmas II Jembrana
Kabupaten Jembrana terdiri dari 7 (tujuh) Bab dengan rincian sebagai berikut :
Bab I Pendahuluan
1.1 Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan
1.2 Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan
1.3 Sistematika Penulisan Catatan Atas Laporan Keuangan
Bab II Ekonomi Makro, Kebijakan Keuangan dan Pencapaian Target Kinerja
APBD
2.1 Ekonomi Makro
2.2 Kebijakan Keuangan
2.3 Indikator Pencapaian Target Kinerja APBD
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 42 of 73

Bab III Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan
3.1 Ikhtisar Realisasi Pencapaian Target Kinerja Keuangan
3.2 Hambatan dan Kendala Yang Ada Dalam Pencapaian Target Yang
Telah Ditetapkan
Bab IV Kebijakan Akuntansi
4.1 Entitas Akuntansi / Entitas Pelaporan Keuangan
4.2 Basis Akuntansi Yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan
4.3 Basis Pengukuran Yang Mendasari Penyusunan Laporan
Keuangan
4.4 Penerapan Kebijakan Akuntansi Berkaitan dengan Ketentuan
Yang Ada Dalam SAP dan SAK
Bab V Penjelasan Pos-Pos Laporan Keuangan
5.1 Rincian dan Penjelasan masing-masing Pos-Pos Pelaporan
Keuangan
5.2 Pengungkapan Atas Pos-Pos Aset dan Kewajiban yang Timbul
Sehubungan dengan Penerapan Basis Akrual atas Pendapatan dan
Belanja dan Rekonsiliasinya dengan Penerapan Basis Kas, untuk
Entitas Akuntansi/ Entitas Pelaporan Yang Menggunakan Basis Akrual
Bab VI Penjelasan Atas Informasi-Informasi Non Keuangan
Bab VII Penutup

BAB II
EKONOMI MAKRO, KEBIJAKAN KEUANGAN DAN PENCAPAIAN TARGET
KINERJA BADAN LAYANAN UMUM DAERAH ( BLUD )
2.1 Ekonomi Makro
Misi ke-3 Kabupaten Jembrana yaitu Meningkatkan Kualitas Pelayanan Bidang
Kesehatan, Pendidikan dan Sosial Dasar Lainnya. Sesuai misi ke-3 tersebut yang
berkaitan dengan kesehatan mempunyai tujuan untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan
Dibidang Kesehatan yakni dengan Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat yang
meliputi Pelayanan Kesehatan Yang Memadukan Program JKBM (Jaminan Kesehatan Bali
Mandara), dengan skema pelayanan kesehatan yang lebih luas dan berkualitas, serta
berlaku di seluruh Puskesmas Pemerintah yang ada di Provinsi Bali. Untuk mewujudkan
misi serta berdasarkan prioritas pembangunan Kabupaten Jembrana yang ditetapkan,
disusun Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan pada BLUD Puskesmas yang
bertujuan untuk melayani dengan lebih baik sesuai dengan keinginan dan harapan
masyarakat. Sehingga dalam pengelolaan Puskesmas diperlukan tata kelola keuangan
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 43 of 73

yang fleksibel dan responsive yang dapat menjawab permasalahan-permasalahan
pengelolaan Puskesmas pada umumnya.
Guna menunjang pelayanan yang bermutu dalam pelayanan kesehatan, UPT
Puskesmas II Jembrana berupaya melengkapi Ruangan, Peralatan Kedokteran,Tenaga
Medis, Paramedis Keperawatan, Paramedis Non Keperawatan dan Non Medis dalam
jumlah dan jenis yang cukup memadai sehingga mampu memberikan kontribusi secara
ekonomi bagi Puskesmas. Tenaga medis tahun 2013 sebanyak 8 orang, Tenaga
Paramedis Keperawatan tahun 2013 sebanyak 49 orang naik dibanding dengan tahun
2012 sebanyak 33 orang, Tenaga Paramedis Non Keperawatan dan Non Medis tahun
2013 sebanyak 31 orang.
Sebagai implikasi dari fluktuasi kontribusi ekonomi, berimbas pula terhadap
fluktuasi kunjungan pasien tahun 2013. Kunjungan rawat jalan sebanya 47.429 orang
naik sebesar 15,74% dibanding dengan tahun 2012 sebanyak 40.979 orang.

2.2 Kebijakan keuangan
Prinsip keuangan UPT Puskesmas II Jembrana yang tidak mencari keuntungan
tetapi boleh untung tidak mudah untuk diaplikasikan. Azas utama bahwa entitas yang
menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD)
yakni efisiensi dan fleksibilitas seyogyanya perlu diukur secara terstruktur dan sistematis
dengan menggunakan parameter yang sudah teruji dan dipahami oleh semua pihak
terkait. Efisiensi dan Fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan BLUD UPT Puskesmas II
Jembrana merupakan kebijakan yang harus ditempuh secara sungguh-sungguh dan
konsisten oleh para pihak yang terkait baik internal maupun eksternal Puskesmas, guna
meningkatkan kinerja pelayanan, kinerja keuangan dan kinerja pengelolaan Puskesmas
melalui Pola Pengelolaan Puskesmas Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-
BLUD).
Adapun Visi Pemerintah Kabupaten Jembrana adalah MEWUJUDKAN MASYARAKAT
JEMBRANA YANG SEJAHTERA, BERKEADILAN DAN BERBUDAYA.
Adapun Visi UPT Puskesmas II Jembrana adalah :
Terwujudnya Mutu Pelayanan yang Prima Menuju Masyarakat yang Sehat dan
Sejahtera.
Sedangkan Misi dari UPT Puskesmas II Jembrana adalah :
1) Mengembangkan sumber daya manusia (SDM) Puskesmas sebagai penggerak
pelayanan kesehatan.
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 44 of 73

2) Menggerakkan pelayanan kesehatan dasar yang bermutu, merata, dan
terjangkau.
3) Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup bersih dan sehat dengan
meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat serta lingkungan.
4) Menggerakkan potensi sumber daya yang menunjang percepatan pencapaian
pembangunan kesehatan di wilayah UPT Puskesmas II Jembrana.

Adapun Anggaran Belanja BLUD UPT Puskesmas II Jembrana Tahun Anggaran
2013 adalah sebesar Rp. 644.128.000,00 yang terdiri dari Kegiatan Pelayanan
Kesehatan sebesar
Rp. 341.920.371,90 dan Kegiatan Pendukung Pelayanan Kesehatan sebesar Rp.
417.378.000,00. Dalam mengimplementasikan pelayanan kesehatan publik /masyarakat,
UPT Puskesmas II Jembrana mengalokasikan dana melalui Belanja Langsung (belanja
yang terkait langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan) adalah sebesar Rp.
644.128.000,00 yang meliputi :
1. Belanja alat tulis kantor Rp. 9.848.000,00
2. Belanja alat listrik dan elerktronik Rp. 2.250.000,00
3. Belanja perangko dan materai Rp. 1.800.000,00
4. Belanja peralatan kebersihan dan bahan pembersih Rp. 8.280.000,00
5. Belanja upakara dan banten Rp.23.000.000,00
6. Belanja souvenir/ cindramata Rp. 500.000,00
7. Belanja pengadaan piring/ gelas/ mangkok dll Rp. 2.000.000,00
8. Belanja kelengkapan inventaris kantor Rp. 1.500.000,00
9. Belanja telepon Rp. 2.000.000,00
10. Belanja air Rp. 3.000.000,00
11. Belanja listrik Rp.15.000.000,00
12. Belanja surat kabar/ majalah Rp. 1.600.000,00
13. Belanja dekorasi Rp. 500.000,00
14. Belanja jasa service kendaraan Rp. 7.500.000,00
15. Belanja pengganti suku cadang Rp. 33.500.000,00
16. Belanja bahan bakar minyak/gas dan pelumas Rp. 36.200.000,00
17. Belanja surat tanda nomor kendaraan Rp. 6.000.000,00
18. Belanja cetak Rp. 12.000.000,00
19. Belanja Penggandaan Rp. 6.000.000,00
20. Belanja makan dan minum rapat Rp. 4.800.000,00
21. Belanja makan dan minum tamu Rp. 250.000,00
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 45 of 73

22. Belanja pakaian batik tradisional/ endek Rp. 15.000.000,00
23. Belanja pakaian olah raga Rp. 18.750.000,00
24. Belanja perjalanan dinas luar daerah Rp. 25.000.000,00
25. Belanja pemeliharaan peralatan dan mesin Rp. 5.000.000,00
26. Belanja pemeliharaan gedung dan bangunan Rp. 56.800.000,00
27. Belanja pemeliharaan irigasi dan jaringan Rp. 1.500.000,00
28. Belanja kursus pelatihan dan bintek Rp. 20.000.000,00
29. Belanja pemeliharaan (kasur, bantal, clemek dll) Rp. 2.250.000,00
30. Belanja modal pengadaan almari arsip Rp. 5.000.000,00
31. Belanja modal pengadaan filling kabinet Rp. 8.000.000,00
32. Belanja modal pengadaan komputer /PC Rp. 7.000.000,00
33. Belanja modal pengadaan printer Rp. 1.500.000,00
34. Belanja modal pengadaan TIK Pendidikan Multi Rp. 1.000.000,00
Media Pembelajaran
35. Belanja modal pengadaan meja komputer Rp. 500.000,00
36. Belanja modal pengadaan dingklik Rp. 1.950.000,00
37. Belanja modal pengadaan alat alat kedokteran Rp. 12.000.000,00
38. Belanja modal pengadaan instalasi listrik dan telepon Rp. 10.000.000,00
39. Belanja modal pengadaan AC dan Lain lain Rp. 14.600.000,00
40. Belanja modal pengadaan meubeler (kursi putar). Rp. 6.000.000,00
41. Belanja modal pengadaan alat alat studio Rp. 8.000.000,00
42. Belanja modal pengadaan jaringan sistem Rp. 20.000.000,00

2.3 Indikator Pencapaian Target Kinerja BLUD
Sedangkan pencapaian target kinerja sampai dengan akhir Tahun 2013 adalah
sebesar Rp. 647.355.307,00 dari anggaran yang disediakan dalam Dokumen Pelaksanaan
Anggaran (DPA) sebesar Rp. 759.298.371,90. Dengan demikian pencapaian target kinerja
Puskesmas mencapai 85,25% yang berarti masih lebih kecil sebesar Rp. 111.943.064,90
atau 14,75% dari anggaran yang disediakan dalam DPA. Indikator pencapaian target
kinerja Puskesmas terdiri dari dua kegiatan yang realisasinya dapat dijelaskan sebagai
berikut :

a. Kegiatan Pelayanan Kesehatan.
Pencapaian target kinerja dari Kegiatan Pelayanan Kesehatan pada BLUD UPT
Puskesmas II Jembrana mencapai sebesar Rp. 323.507.070,00 atau 95,73% yang
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 46 of 73

berarti kurang sebesar Rp. 18.413.301,90 atau 4,27% dari anggaran yang
disediakan sebesar Rp. 341.920.371,90.
b. Kegiatan Pendukung Pelayanan Kesehatan.
Pencapaian target kinerja dari Kegiatan Pendukung Pelayanan Kesehatan adalah
sebesar Rp. 323.848.237,00 atau tercapai sebesar 77,59% yang berarti kurang
sebesar Rp 93.529.763,00 atau 22,41% dari anggaran yang disediakan sebesar
Rp. 417.378.000,00.

BAB III
IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN BLUD
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

A. Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan BLUD Puskesmas II
Jembrana
Berdasarkan kebijakan keuangan yang telah ditetapkan dalam Kebijakan Umum BLUD
UPT Puskesmas II Jembrana Kabupaten Jembrana Tahun 2013, ikhtisar realisasi
pencapaian target kinerja keuangan BLUD Puskesmas II Jembrana adalah mencapai
sebesar Rp.647.355.307,00 atau 85%, yang berarti masih lebih kecil lagi sebesar
Rp.111.943.064,90 atau 15% dari Anggaran Belanja Daerah yang disediakan sebesar
Rp.759.298.371,90.
Adapun rincian realisasi pencapaian target kinerja keuangan per Belanja dan Kegiatan
adalah sebagai berikut :
A. Kegiatan Pelayanan Kesehatan
1. Jasa Pelayanan Medis
Pada Jasa Pelayanan Medis realisasi pencapaian adalah Rp. 303.708.150,00
atau 99,99% yang berarti masih kecil sebesar Rp. 10.000,00 atau 0,01% dari
target yang ditetapkan sebesar Rp. 303.718.150,00.
2. Belanja Bahan dan Obat.
Belanja Bahan dan Obat realisasi pencapaian adalah Rp. 19.178.920,00 atau
57,76% yang berati masih kecil sebesar Rp. 14.023.301,90 atau 42,24% dari
target yang ditentukan sebesar Rp. 33.202.221,90.
3. Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin
Belanja Peralatan dan Mesin realisasi pencapaian adalah Rp. 620.000,00 atau
14,16% yang berati masih kecil sebesar Rp. 3.760.000,00 atau 85,84% dari
target yang ditentukan sebesar Rp. 4.380.000,00.
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 47 of 73

B. Kegiatan Pendukung Pelayanan Kesehatan.
1. Belanja Alat Tulis Kantor
Pada belanja alat tulis kantor realisasi pencapaian kinerja keuangan adalah
mencapai Rp. 9.847.500,00 atau 99,99% yang berarti masih kurang sebesar
Rp. 500,00 atau 0,01% dari target yang ditentukan sebesar Rp.
9.848.000,00.
2. Belanja Alat Listrik dan Elektronik
Belanja alat listrik dan elektronik realisasi pencapaian kinerja keuangan
adalah sebesar Rp. 2.250.000,00 atau 100% yang berarti sudah mencapai
target yang ditentukan sebesar Rp. 2.250.000,00.
3. Belanja Perangko dan Meterai
Pada belanja perangko dan meterai realisasi pencapaian kinerja keuangan
adalah mencapai Rp. 1.800.000,00 atau 100% yang berarti sudah mencapai
target yang ditentukankan sebesar Rp. 1.800.000,00.
4. Belanja Alat Kebersihan dan Bahan Pembersih
Pada belanja alat kebersihan dan bahan pembersih, realisasi pencapaian
kinerja keuangan adalah mencapai Rp. 8.674.000,00 atau 104,76% yang
berarti lebih besar Rp.394.000,00 atau 4,76% dari target yang ditetapkan
sebesar Rp. 8.280.000,00
5. Belanja Upakara dan Banten.
Pada belanja upakara dan banten, realisasi pencapaian kinerja keuangan
adalah mencapai Rp. 22.550.000,00 atau 98,04% yang berarti masih kurang
sebesar Rp. 450.000,00 atau 1,96% besar dari target yang ditetapkan
sebesar Rp. 23.000.000,00.
6. Belanja Souvenir/ cindramata
Pada belanja souvenir/ cindramata, realisasi pencapaian kinerja keuangan
adalah mencapai Rp. 480.000,00 atau 96% yang berarti masih kurang
sebesar Rp. 20.000,00 atau 4 % dari target yang ditetapkan sebesar Rp.
500.000,00.
7. Belanja Pengadaan Piring/ Gelas/ Mangkok dll.
Pada belanja pengadaan piring/ gelas/ mangkok dll, realisasi pencapaian
kinerja keuangan adalah mencapai Rp. 1.496.900,00 atau 74,85% yang
berarti masih kurang sebesar Rp. 503.100,00 atau 25,15 % dari target yang
ditetapkan sebesar Rp. 2.000.000,00.
8. Belanja Kelengkapan Inventaris Kantor ( Kaca Meja)
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 48 of 73

Pada belanja kelengkapan inventaris kantor ( kaca meja) realisasi pencapaian
Rp. 0,00 atau 0% yang berati belum terealisasi sama sekali dari target yang
ditentukan sebesar Rp. 1.500.000,00.
9. Belanja Telepon
Pada belanja telepon realisasi pencapaian adalah sebesar Rp. 1.196.052,00
atau 59.80% yang berati masih kurang sebesar Rp. 803.948,00 atau 40,20%
dari target yang ditentukan sebesar Rp. 2.000.000,00.
10. Belanja Air.
Pada belanja air realisasi pencapaian adalah sebesar Rp. 2.124.400,00 atau
70,81% yang berati masih kurang sebesar Rp. 875.600,00 atau 29,19% dari
target yang ditentukan sebesar Rp. 3.000.000,00.
11. Belanja Listrik
Pada belanja listrik realisasi pencapaian adalah sebesar Rp. 10.611.794,00
atau 70,75% yang berati masih kurang sebesar Rp. 4.338.206,00 atau
29,25% dari target yang ditentukan sebesar Rp. 15.000.000,00.
12. Belanja Surat Kabar dan Majalah
Pada belanja surat kabar dan majalah, realisasi pencapaian adalah sebesar
Rp. 880.000,00 atau 55% yang berati masih kurang sebesar Rp. 720.000,00
atau 45% dari target yang ditentukan sebesar Rp. 1.600.000,00.
13. Belanja Dekorasi
Pada belanja dekorasi realisasi pencapaian kinerja keuangan adalah mencapai
Rp. 500.000,00 atau 100% yang berarti tidak lebih kecil atau lebih besar dari
target yang ditentukankan sebesar Rp. 500.000,00.
14. Belanja Jasa Service Kendaraan.
Pada belanja jasa service kendaraan, realisasi pencapaian adalah sebesar Rp.
4.725.000,00 atau 63% yang berati masih kurang sebesar Rp. 2.775.000,00
atau 37% dari target yang ditentukan sebesar Rp. 7.500.000,00.
15. Belanja Penggantian Suku Cadang
Pada belanja penggantian suku cadang, realisasi pencapaian adalah sebesar
Rp. 20.497.500,00 atau 61,19% yang berati masih kurang sebesar Rp.
2.775.000,00 atau 38,81% dari target yang ditentukan sebesar Rp.
33.500.000,00.
16. Belanja Bahan Bakar Minyak/Gas dan Pelumas
Pada belanja bahan bakar minyak/ gas dan pelumas, realisasi pencapaian
adalah sebesar Rp. 22.364.991,00 atau 61,78% yang berati masih kurang
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 49 of 73

sebesar Rp. 13.835.000,00 atau 38,22% dari target yang ditentukan sebesar
Rp. 36.200.000,00
17. Belanja Surat Tanda Nomor Kendaraan
Pada belanja surat tanda nomor kendaraan, realisasi pencapaian adalah
sebesar Rp. 1.690.500,00 atau 28,18% yang berati masih kurang sebesar Rp.
4.309.500,00 atau 71,82% dari target yang ditentukan sebesar Rp.
6.000.000,00.
18. Belanja Cetak
Pada belanja cetak, realisasi pencapaian adalah sebesar Rp. 8.123.750,00
atau 67,70% yang berati masih kurang sebesar Rp. 3.876.250,00 atau
32,30% dari target yang ditentukan sebesar Rp. 12.000.000,00.
19. Belanja Penggandaan
Pada belanja penggandaan, realisasi pencapaian kinerja keuangan adalah
mencapai Rp. 4.243.200,00 atau 70,72% yang berarti masih kurang sebesar
Rp. 1.756.800,00 atau 29,28% dari target yang ditetapkan sebesar Rp.
6.000.000,00.
20. Belanja Makanan dan Minuman Rapat
Pada belanja makanan dan minuman rapat, realisasi pencapaian adalah
sebesar Rp. 2.860.000,00 atau 59,58% yang berati masih kurang sebesar Rp.
1.940.000,00 atau 40,42% dari target yang ditentukan sebesar Rp.
40.800.000,00.
21. Belanja Makanan dan Minuman Tamu
Pada belanja makanan dan minuman tamu, realisasi pencapaian kinerja
keuangan adalah mencapai Rp. 240.000,00 atau 96% yang berarti masih
kurang sebesar Rp. 10.000,00 atau 4 % dari target yang ditetapkan sebesar
Rp. 250.000,00.
22. Belanja Pakaian Batik Tradisional/ Endek
Pada belanja pakaian batik tradisional/ endek, realisasi pencapaian kinerja
keuangan adalah mencapai Rp. 15.000.000,00 atau 100% yang berarti tidak
lebih kecil atau lebih besar dari target yang ditetapkan sebesar Rp.
15.000.000,00.
23. Belanaja Pakaian Olah Raga
Pada belanja pakaian olah raga, realisasi pencapaian kinerja keuangan adalah
mencapai Rp. 18.750.000,00 atau 100% yang berarti tidak lebih kecil atau
lebih besar dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 18.750.000,00.
24. Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 50 of 73

Pada belanja perjalanan dinas luar daerah, realisasi pencapaian kinerja
keuangan adalah mencapai Rp. 16.009.900,00 atau 64,04% yang berarti
masih kurang sebesar Rp. 8.990.100,00 atau 35,96 % dari target yang
ditetapkan sebesar Rp. 25.000.000,00.
25. Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin
Pada belanja pemeliharaan peralatan dan mesin, realisasi pencapaian kinerja
keuangan adalah mencapai Rp. 3.805.000,00 atau 76,10% yang berarti
masih kurang sebesar Rp. 1.195.000,00 atau 23,90 % dari target yang
ditetapkan sebesar Rp. 5.000.000,00.
26. Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan
Pada belanja pemeliharaan gedung dan bangunan, realisasi pencapaian
kinerja keuangan adalah mencapai Rp. 51.850.000,00 atau 91,29% yang
berarti masih kurang sebesar Rp. 4.950.000,00 atau 8,71 % dari target yang
ditetapkan sebesar Rp. 56.800.000,00.
27. Belanja Pemeliharaan Irigasi dan Jaringan
Pada belanja pemeliharaan irigasi dan jaringan, realisasi pencapaian kinerja
keuangan adalah mencapai Rp. 1.500.000,00 atau 100% yang berarti tidak
lebih kecil atau lebih besar dari target yang ditetapkan sebesar Rp.
1.500.000,00.
28. Belanja Kursus Pelatihan dan Bimtek
Pada belanja kursus pelatihan dan bimtek, realisasi pencapaian kinerja
keuangan adalah mencapai Rp. 8.000.000,00 atau 40% yang berarti masih
kurang sebesar Rp. 12.000.000,00 atau 60% dari target yang ditetapkan
sebesar Rp. 20.000.000,00.
29. Belanja Pemeliharaan (Kasur,bantal,clemek)
Pada belanja pemeliharaan (kasur,bantal,clemek), realisasi pencapaian
kinerja keuangan adalah mencapai Rp. 1.933.750,00 atau 85,94% yang
berarti masih kurang sebesar Rp. 316.250,00 atau 14,06% dari target yang
ditetapkan sebesar Rp. 2.250.000,00.
30. Belanja Modal Pengadaan Almari Arsip
Pada belanja modal pengadaan almari arsip, realisasi pencapaian kinerja
keuangan adalah mencapai Rp. 5.000.000,00 atau 100% yang berarti tidak
lebih kecil atau lebih besardari target yang ditetapkan sebesar Rp.
5.000.000,00.
31. Belanja Modal Pengadaan Filling Kabinet
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 51 of 73

Pada belanja modal pengadaan filling kabinet, realisasi pencapaian kinerja
keuangan adalah mencapai Rp. 7.284.800,00 atau 91,06% yang berarti
masih kurang sebesar Rp. 715.200,00 atau 8,94% dari target yang
ditetapkan sebesar Rp. 8.000.000,00.
32. Belanja Modal Pengadaan Komputer/ PC
Pada belanja modal pengadaan pengadaan komputer/ PC, realisasi
pencapaian kinerja keuangan adalah mencapai Rp. 7.000.000,00 atau 100%
yang berarti tidak lebih kecil atau lebih besar dari target yang ditetapkan
sebesar Rp. 7.000.000,00.
33. Belanja Modal Pengadaan Printer
Pada belanja modal pengadaan printer realisasi pencapaian Rp. 0,00 atau 0%
yang berati belum terealisasi sama sekali dari target yang ditentukan sebesar
Rp. 1.500.000,00.
34. Belanja Modal Pengadaan TIK (Pendidikan Multi Media Pembelajaran)
Pada belanja modal pengadaan TIK (Pendidikan Multi Media Pembelajaran)
realisasi pencapaian Rp. 0,00 atau 0% yang berati belum terealisasi sama
sekali dari target yang ditentukan sebesar Rp. 1.000.000,00.
35. Belanja Modal Pengadaan Meja Komputer
Pada belanja modal pengadaan meja komputer realisasi pencapaian Rp. 0,00
atau 0% yang berati belum terealisasi sama sekali dari target yang
ditentukan sebesar Rp. 500.000,00.
36. Belanja Modal Pengadaan Dingklik
Pada belanja modal pengadaan dingklik, realisasi pencapaian kinerja
keuangan adalah mencapai Rp. 1.650.000,00 atau 84,62% yang berarti
masih kurang Rp. 300.000,00 atau 15,38% dari target yang ditetapkan
sebesar Rp. 1.950.000,00.
37. Belanja Modal Pengadaan Alat alat Kedokteran
Pada belanja modal pengadaan alat alat kedokteran, realisasi pencapaian
kinerja keuangan adalah mencapai Rp. 9.953.000,00 atau 82,94% yang
berarti masih kurang Rp.2.047.000,00 atau 17,06% dari target yang
ditetapkan sebesar Rp. 12.000.000,00.
38. Belanja Modal Pengadaan Istalasi Listrik dan Telepon
Pada belanja modal pengadaan istalasi listrik dan telepon, realisasi
pencapaian kinerja keuangan adalah mencapai Rp. 8.608.300,00 atau
86,08% yang berarti masih kurang Rp. 1.391.700,00 atau 13,92% dari target
yang ditetapkan sebesar Rp. 10.000.000,00.
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 52 of 73

39. Belanja Modal Pengadaan AC dan Lain - lain
Pada belanja modal pengadaan AC dan Lain - lain, realisasi pencapaian
kinerja keuangan adalah mencapai Rp. 7.737.900,00 atau 53% yang berarti
masih kurang Rp. 6.862.100,00 atau 47% dari target yang ditetapkan
sebesar Rp. 14.600.000,00.
40. Belanja Modal Pengadaan Meubeler (Kursi Putar)
Pada belanja modal pengadaan meubeler (kursi putar), realisasi pencapaian
kinerja keuangan adalah mencapai Rp. 5.000.000,00 atau 83,33% yang
berarti masih kurang Rp. 1.000.000,00 atau 16,67% dari target yang
ditetapkan sebesar Rp. 6.000.000,00.
41. Belanja Modal Pengadaan Alat alat Studio
Pada belanja modal pengadaan alat alat studio, realisasi pencapaian kinerja
keuangan adalah mencapai Rp. 7.985.000,00 atau 99,81% yang berarti
masih kurang Rp. 15.000,00 atau 0,19% dari target yang ditetapkan sebesar
Rp. 8.000.000,00.
42. Belanja Modal Pengadaan Jaringan Sistem
Pada belanja modal pengadaan jaringan sistem, realisasi pencapaian kinerja
keuangan adalah mencapai Rp. 19.625.000,00 atau 98,13% yang berarti
masih kurang Rp. 375.000,00 atau 1,87% dari target yang ditetapkan
sebesar Rp. 20.000.000,00.
B. Hambatan dan Kendala Yang Ada Dalam Pencapaian Target Yang Telah
Ditetapkan
Hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah
ditetapkan dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat yaitu :
Kondisi manajemen dan staf yang terbatas baik dari segi kuantitas dan kualitas
yang berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan Puskesmas.
Sarana dan Prasarana yang belum memadai sehingga belum mampu memberikan
pelayanan maksimal terhadap pasien.
Kuantitas dan kualitas tenaga medis yang berpengaruh pada kuantitas dan kualitas
pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Adanya mutasi pegawai yang berpengaruh terhadap kinerja pelayanan kesehatan
dan administrasi.

BAB IV
KEBIJAKAN AKUNTANSI
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 53 of 73


4.1 Entitas Akuntansi/ Entitas Pelaporan Keuangan
Asumsi dasar yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah :
1. Asumsi Kemandirian Entitas
Unit organisasi suatu entitas merupakan unit yang mandiri, mempunyai kewajiban
menyajikan laporan keuangan, bertanggung jawab atas perencanaan dan
pelaksanaan anggaran termasuk pengelolaan aset dan sumber daya sesuai tugas
pokok dan fungsinya.
2. Asumsi Entitas Akuntansi
Menetapkan bahwa semua transaksi keuangan yang diakuntansikan adalah yang
berkaitan dengan entitas (kesatuan atau organisasi) yang dilaporkan , dalam hal
ini transaksi ekonomi Puskesmas.
3. Asumsi Going Concern atau Kelangsungan Usaha
Bahwa entitas yang membuat laporan keuangan diasumsikan mampu melanjutkan
usahanya di masa yang akan datang dan tidak membubarkan diri dalam waktu
dekat.
4. Asumsi Monetery Unit atau Keterukuran Dalam Satuan Uang
Menetapkan bahwa akuntansi menggunakan unit moneter sebagai alat pengukur
suatu obyek atau aktivitas entitas dan mengganggap bahwa nilai uang itu stabil
dari waktu ke waktu.
4.2 Basis Akuntansi Yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan
Basis akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan Puskesmas
adalah sebagai berikut :
1. Basis Kas untuk pengakuan Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan dalam laporan
realisasi anggaran
Basis kas untuk laporan realisasi anggaran berarti bahwa pendapatan diakui pada
saat kas diterima di rekening BLUD dan belanja diakui pada saat kas dikeluarkan
dari rekening BLUD.
2. Basis Akrual untuk pengakuan Aset, Kewajiban dan Ekuitas
Basis akrual untuk Neraca berarti bahwa aset, kewajiban dan ekuitas dana diakui
dan dicatat pada saat terjadinya transaksi atau pada saat kejadian tanpa
memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.
4.3 Basis Pengukuran Yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan
Pengukuran adalah proses penetapan nilai uang untuk mengakui dan memasukkan
setiap pos dalam laporan keuangan BLUD UPT Puskesmas II Jembrana. Pengukuran pos-
pos dalam laporan keuangan menggunakan basis nilai perolehan historis dengan mata
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 54 of 73

uang rupiah. Aset dicatat sebesar pengeluaran kas dan setara kas yang dibayar atau
sebesar nilai wajar dari imbalan untuk memperoleh aset tersebut pada saat perolehan.
Kewajiban dicatat sebesar jumlah kas dan setara kas yang diharapkan akan dibayarkan
untuk memenuhi kewajiban di masa yang akan datang dalam pelaksanaan kegiatan.
4.4 Penerapan Kebijakan Akuntansi Berkaitan Dengan Ketentuan Yang Ada
Dalam SAP
Kebijakan akuntansi yang diberlakukan dalam penyusunan laporan keuangan
BLUD UPT Pusekesmas I Melaya adalah :
1. Periode Akuntansi
Adalah jangka waktu satu tahun anggaran, dimulai tanggal 1 Januari sampai
dengan 31 Desember dalam tahun yang sama.
2. Kas
Kas atau setara kas adalah alat pembayaran yang sah. Kas dinilai dalam rupiah,
jika ada kas dalam valuta asing dikonversi kedalam rupiah menggunakan kurs
tengah Bank Indonesia.
Kas di kas BLUD UPT Puskesmas II Jembrana adalah alat pembayaran sah yang
setiap saat dapat digunakan untuk membiayai kegiatan.
3. Piutang
Piutang adalah tagihan yang akan diterima, dinilai sebesar nominalnya yang akan
diterima dalam satu periode berikutnya.
4. Persediaan
Persediaan adalah barang habis pakai yang dimaksudkan untuk mendukung
kegiatan operasional pemerintah, persediaan barang produksi dan persediaan
barang untuk diperjual belikan.
Persediaan barang habis pakai dinilai sesuai dengan hasil inventarisasi fisik
persediaan dengan berdasarkan :
a. Harga pembelian terakhir apabila diperoleh dengan pembelian
b. Harga standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri
c. Harga estimasi yang wajar apabila tidak diketahui harga pembelian maupun
harga standarnya
5. Investasi Jangka Panjang
Investasi jangka panjang adalah investasi yang dimaksudkan untuk mendapatkan
manfaat ekonomi dan atau manfaat sosial dalam jangka waktu lebih dari satu
periode akuntansi. Investasi jangka panjang dinilai berdasarkan harga perolehan
termasuk biaya lainnya yang akan terjadi untuk memperoleh kepemilikan yang sah
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 55 of 73

atas investasi jangka panjang dimaksud. Investasi jangka panjang terdiri dari
investasi nonpermanen dan investasi permanen.
Investasi non permanen adalah investasi jangka panjang yang dimaksudkan untuk
dimiliki secara tidak berkelanjutan.
Investasi permanen adalah investasi jangka panjang dimaksudkan untuk dimiliki
secara berkelanjutan.
6. Aset Tetap
Aset tetap adalah barang berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu
periode akuntasi untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan
oleh masyarakat umum. Aset tetap tahun 2010 berdasarkan atas nilai/ harga
perolehan dan hasil apraisal atau penilaian kembali aset tetap berdasarkan
Peraturan Pemerintah (PP) No. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik
Daerah pada Bab VIII tentang Penilaian pada pasal 37, pasal 38, pasal 39 dan
pasal 40 dan juga berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 17 tahun 2007
tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah pada Bab X tentang
Penilaian pada pasal 50, pasal 51 dan pasal 52. Pelaksanaan kegiatan Revaluasi/
Apraisal Aset/ Barang milik dan atau yang dikuasai Pemerintah Kabupaten
Jembrana dilaksanakan tanggal 16 September 2010 atas aset yang telah
diinventarisasi per tanggal 30 Juni 2010 yang dinilai oleh Kantor Jasa Penilai Publik
Pungs Zulkarnai & Rekan
- Pada belanja barang dan jasa yaitu biaya perencanaan yang dilaksanakan
oleh pihak ketiga dan biaya pengawasan dikapitalisasi sebagai aset tetap.
- Pada belanja rehab sedang dan berat dikapitalisasi sebagai aset tetap
dengan syarat sebagai berikut :
a. Menambah volume
b. Menambah Kapasitas
c. Meningkatkan fungsi
d. Meningkatkan efisiensi dan menambah masa manfaat
7. Aset Lainnya
Aktiva lainnya adalah aset yang tidak dapat dikelompokkan dalam Aset Lancar,
Investasi Jangka Panjang dan Aset Tetap, dan diakui sebesar nilai nominalnya.
Aset Lainnya terdiri dari :
a. Tuntutan Perbendaharaan
b. Tuntutan Ganti rugi
c. Aset lain-lain
8. Kewajiban Jangka Pendek
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 56 of 73

Kewajiban jangka pendek adalah kewajiban yang harus dibayar atau jatuh tempo
dalam satu periode akuntansi berikutnya.
9. Kewajiban Jangka Panjang
Kewajiban Jangka Panjang adalah kewajiban yang harus dibayar atau jatuh tempo
lebih dari satu periode akuntansi.
10. Ekuitas
Ekuitas adalah kekayaan bersih UPT Puskesmas Melaya I yang merupakan selisih
antara total aset dengan total kewajiban.
Ekuitas terdiri dari :
a. Ekuitas Dana Lancar adalah selisih antara aktiva lancar dengan kewajiban
jangka pendek. Ekuitas dana lancar antara lain Silpa (sisa lebih pembiayaan
anggaran), cadangan piutang, cadangan persediaan dan pendapatan yang
ditangguhkan.
b. Ekuitas Dana Investasi mencerminkan kekayaan pemerintah yang tertanam
dalam investasi jangka panjang, aset tetap dan aset lainnya dikurangi dengan
kewajiban jangka panjang.
c. Ekuitas Dana Cadangan mencerminkan kekayaan pemerintah yang dicadangkan
untuk tujuan tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

BAB V
PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN BLUD
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

5.1 Rincian Dan Penjelasan Masing-Masing Pos-Pos Pelaporan Keuangan
1. Pendapatan
Realisasi Penerimaan Pendapatan BLUD UPT Puskesmas II Jembrana dalam
Tahun Anggaran 2013 mencapai sebesar Rp. 711.883.017,25 atau 110,52%
yang berarti realisasinya lebih sebesar Rp. 67.755.017,25 atau 10,52% dari
anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp. 644.128.000,00
Sumber-sumber Pendapatan BLUD UPT Puskesmas II Jembrana terdiri dari :
a. Jasa Layanan yang terdiri dari :
1) Pendapatan jasa pelayanan umum di Puskesmas
Jasa layanan umum di UPT Puskesmas II Jembrana mencapai
sebesar Rp. 303.708.150,00 atau 99,99% yang berarti
realisasinya kurang sebesar 10.000,00 atau 0,01% dari anggaran
yang telah ditetapkan sebesar Rp. 303.718.150,00.
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 57 of 73

2) Pendapatan jasa pelayanan JAMKESMAS di Puskesmas
Jasa layanan Jamkesmas di UPT Puskesmas II Jembrana
mencapai sebesar Rp. 53.090.000,00 atau 1.061,80% yang
berarti realisasinya lebih sebesar Rp. 48.090.000,00 atau
961.80% dari anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp.
5.000.000,00.
3) Pendapatan jasa pelayanan JAMPERSAL di Puskesmas
Jasa layanan Jampersal di UPT Puskesmas II Jembrana mencapai
sebesar Rp. 20.240.000,00 atau 202,40% yang berarti
realisasinya lebih sebesar Rp. 10.240.000,00 atau 102,40% dari
anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp. 10.000.000,00.
4) Pendapatan jasa pelayanan JKBM di Puskesmas
Jasa layanan JKBM di UPT Puskesmas II Jembrana mencapai
sebesar Rp. 536.980.000,00 atau 91,30% yang berarti
realisasinya kurang sebesar Rp. 51.148.000,00 atau 8,70% dari
anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp. 588.128.000,00.
5) Pendapatan jasa pelayanan Askes di Puskesmas
Jasa layanan Askes di UPT Puskesmas II Jembrana mencapai
sebesar Rp. 51.514.600,00 atau 515,15% yang berarti
realisasinya lebih sebesar Rp. 41.514.600,00 atau 415,15% dari
anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp. 10.000.000,00.
b. Lain-lain pendapatan BLUD yang sah, yang terdiri dari:
1) Pendapatan Jasa Giro
Realisasi pendapatan jasa giro di UPT Puskesmas II Jembrana
per 31 Desember 2013 mencapai sebesar Rp. 4.760.417,25.
2. Belanja
Realisasi Belanja sampai dengan akhir tahun anggaran 2013 adalah sebesar
Rp. 647.355.307,00 dari anggaran yang disediakan dalam BLUD sebesar Rp.
759.298.371,90. Dengan demikian realisasi anggaran Belanja BLUD mencapai
85.26 % yang berarti masih lebih kecil lagi sebesar Rp. 111.943.064,90 atau
14,74 % dari anggaran yang disediakan dalam BLUD.
Adapun rincian belanja pada BLUD UPT Puskesmas II Jembrana adalah sebagai
berikut ;
a. Belanja Pelayanan Kesehatan
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 58 of 73

1. Jasa Pelayanan Medis
Pada jasa pelayanan medis realisasi pencapaian adalah Rp. 303.708.150,00
atau 99,99% yang berarti masih kecil sebesar Rp. 10.000,00- atau 0,01% dari
target yang ditetapkan sebesar Rp. 303.718.150,00.
2. Belanja Bahan dan Obat.
Belanja bahan dan obat realisasi pencapaian adalah Rp. 19.178.920,00 atau
57,76% yang berati masih kecil sebesar Rp. 14.023.301,90 atau 42,24% dari
target yang ditentukan sebesar Rp. 33.202.221,90.
3. Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin
Belanja peralatan dan mesin realisasi pencapaian adalah Rp. 620.000,00 atau
14,16% yang berati masih kecil sebesar Rp. 3.760.000,00 atau 85,84% dari
target yang ditentukan sebesar Rp. 4.380.000,00.
b. Belanja Pendukung Pelayanan kesehatan
1. Belanja Alat Tulis Kantor
Pada belanja alat tulis kantor realisasi pencapaian kinerja keuangan adalah
mencapai Rp. 9.847.500,00 atau 99,99% yang berarti masih kurang sebesar
Rp. 500,00 atau 0,01% dari target yang ditentukan sebesar Rp.
9.848.000,00.
2. Belanja Alat Listrik dan Elektronik
Belanja alat listrik dan elektronik realisasi pencapaian kinerja keuangan
adalah sebesar Rp. 2.250.000,00 atau 100% yang berarti sudah mencapai
target yang ditentukan sebesar Rp. 2.250.000,00
3. Belanja Perangko dan Materai
Pada belanja perangko dan materai realisasi pencapaian kinerja keuangan
adalah mencapai Rp. 1.800.000,00 atau 100% yang berarti sudah mencapai
target yang ditentukankan sebesar Rp. 1.800.000,00.
4. Belanja Alat Kebersihan dan Bahan Pembersih
Pada belanja alat kebersihan dan bahan pembersih, realisasi pencapaian
kinerja keuangan adalah mencapai Rp. 8.674.000,00 atau 104,76% yang
berarti lebih besar Rp. 394.000,00 atau 4,76% dari target yang ditetapkan
sebesar Rp. 8.280.000,00.
5. Belanja Upakara dan Banten.
Pada belanja upakara dan banten, realisasi pencapaian kinerja keuangan
adalah mencapai Rp. 22.550.000,00 atau 98,04% yang berarti masih kurang
sebesar Rp. 450.000,00 atau 1,96% besar dari target yang ditetapkan
sebesar Rp. 23.000.000,00.
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 59 of 73

6. Belanja Souvenir/ cindramata
Pada belanja souvenir/ cindramata, realisasi pencapaian kinerja keuangan
adalah mencapai Rp. 480.000,00 atau 96% yang berarti masih kurang
sebesar Rp. 20.000,00 atau 4 % dari target yang ditetapkan sebesar Rp.
500.000,00.
7. Belanja Pengadaan Piring/ Gelas/ Mangkok dll
Pada belanja pengadaan piring/ gelas/ mangkok dll, realisasi pencapaian
kinerja keuangan adalah mencapai Rp. 1.496.900,00 atau 74,85% yang
berarti masih kurang sebesar Rp. 503.100,00 atau 25,15 % dari target yang
ditetapkan sebesar Rp. 2.000.000,00.
8. Belanja Kelengkapan Inventaris Kantor ( Kaca Meja)
Pada belanja kelengkapan inventaris kantor ( kaca meja) realisasi pencapaian
Rp. 0,00 atau 0% yang berati belum terealisasi sama sekali dari target yang
ditentukan sebesar Rp. 1.500.000,00.
9. Belanja Telepon
Pada belanja telepon realisasi pencapaian adalah sebesar Rp. 1.196.052,00
atau 59.80% yang berati masih kurang sebesar Rp. 803.948,00 atau 40,20%
dari target yang ditentukan sebesar Rp. 2.000.000,00.
10. Belanja Air.
Pada belanja air realisasi pencapaian adalah sebesar Rp. 2.124.400,00 atau
70,81% yang berati masih kurang sebesar Rp. 875.600,00 atau 29,19% dari
target yang ditentukan sebesar Rp. 3.000.000,00.
11. Belanja Listrik
Pada belanja listrik realisasi pencapaian adalah sebesar Rp. 10.611.794,00
atau 70,75% yang berati masih kurang sebesar Rp. 4.338.206,00 atau
29,25% dari target yang ditentukan sebesar Rp. 15.000.000,00.
12. Belanja Surat Kabar dan Majalah
Pada belanja surat kabar dan majalah, realisasi pencapaian adalah sebesar
Rp. 880.000,00 atau 55% yang berati masih kurang sebesar Rp. 720.000,00
atau 45% dari target yang ditentukan sebesar Rp. 1.600.000,00.
13. Belanja Dekorasi
Pada belanja dekorasi realisasi pencapaian kinerja keuangan adalah
mencapai Rp. 500.000,00 atau 100% yang berarti tidak lebih kecil atau lebih
besar dari target yang ditentukankan sebesar Rp. 500.000,00.
14. Belanja Jasa Service Kendaraan.
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 60 of 73

Pada belanja jasa service kendaraan, realisasi pencapaian adalah sebesar Rp.
4.725.000,00 atau 63% yang berati masih kurang sebesar Rp. 2.775.000,00
atau 37% dari target yang ditentukan sebesar Rp. 7.500.000,00.
15. Belanja Penggantian Suku Cadang
Pada belanja penggantian suku cadang, realisasi pencapaian adalah sebesar
Rp. 20.497.500,00 atau 61,19% yang berati masih kurang sebesar Rp.
2.775.000,00 atau 38,81% dari target yang ditentukan sebesar Rp.
33.500.000,00.
16. Belanja Bahan Bakar Minyak/ Gas dan Pelumas
Pada Belanja bahan bakar minyak/ gas dan pelumas, realisasi pencapaian
adalah sebesar Rp. 22.364.991,00 atau 61,78% yang berati masih kurang
sebesar Rp. 13.835.000,00 atau 38,22% dari target yang ditentukan sebesar
Rp. 36.200.000,00.
17. Belanja Surat Tanda Nomor Kendaraan
Pada belanja surat tanda nomor kendaraan, realisasi pencapaian adalah
sebesar Rp. 1.690.500,00 atau 28,18% yang berati masih kurang sebesar Rp.
4.309.500,00 atau 71,82% dari target yang ditentukan sebesar Rp.
6.000.000,00.
18. Belanja Cetak
Pada belanja cetak, realisasi pencapaian adalah sebesar Rp. 8.123.750,00
atau 67,70% yang berati masih kurang sebesar Rp. 3.876.250,00 atau
32,30% dari target yang ditentukan sebesar Rp. 12.000.000,00.
19. Belanja Penggandaan
Pada belanja penggandaan, realisasi pencapaian kinerja keuangan adalah
mencapai Rp. 4.243.200,00 atau 70,72% yang berarti masih kurang sebesar
Rp. 1.756.800,00 atau 29,28% dari target yang ditetapkan sebesar Rp.
6.000.000,00.
20. Belanja Makanan dan Minuman Rapat
Pada belanja makanan dan minuman rapat, realisasi pencapaian adalah
sebesar Rp. 2.860.000,00 atau 59,58% yang berati masih kurang sebesar Rp.
1.940.000,00 atau 40,42% dari target yang ditentukan sebesar Rp.
40.800.000,00.
21. Belanja Makanan dan Minuman Tamu
Pada belanja makanan dan minuman tamu, realisasi pencapaian kinerja
keuangan adalah mencapai Rp. 240.000,00 atau 96% yang berarti masih
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 61 of 73

kurang sebesar Rp. 10.000,00 atau 4 % dari target yang ditetapkan sebesar
Rp. 250.000,00.
22. Belanja Pakaian Batik Tradisional/ Endek
Pada belanja pakaian batik tradisional/ endek, realisasi pencapaian kinerja
keuangan adalah mencapai Rp. 15.000.000,00 atau 100% yang berarti tidak
lebih kecil atau lebih besar dari target yang ditetapkan sebesar Rp.
15.000.000,00.
23. Belanaja Pakaian Olah Raga
Pada belanja pakaian olah raga, realisasi pencapaian kinerja keuangan adalah
mencapai Rp. 18.750.000,00 atau 100% yang berarti tidak lebih kecil atau
lebih besar dari target yang ditetapkan sebesar Rp. 18.750.000,00.
24. Belanja Perjalanan Dinas Luar Daerah
Pada belanja perjalanan dinas luar daerah, realisasi pencapaian kinerja
keuangan adalah mencapai Rp. 16.009.900,00 atau 64,04% yang berarti
masih kurang sebesar Rp. 8.990.100,00 atau 35,96 % dari target yang
ditetapkan sebesar Rp. 25.000.000,00.
25. Belanja Pemeliharaan Peralatan dan Mesin
Pada belanja pemeliharaan peralatan dan mesin, realisasi pencapaian kinerja
keuangan adalah mencapai Rp. 3.805.000,00 atau 76,10% yang berarti
masih kurang sebesar Rp. 1.195.000,00 atau 23,90 % dari target yang
ditetapkan sebesar Rp. 5.000.000,00.
26. Belanja Pemeliharaan Gedung dan Bangunan
Pada belanja pemeliharaan gedung dan bangunan, realisasi pencapaian
kinerja keuangan adalah mencapai Rp. 51.850.000,00 atau 91,29% yang
berarti masih kurang sebesar Rp. 4.950.000,00 atau 8,71 % dari target yang
ditetapkan sebesar Rp. 56.800.000,00.
27. Belanja Pemeliharaan Irigasi dan Jaringan
Pada belanja pemeliharaan irigasi dan jaringan, realisasi pencapaian kinerja
keuangan adalah mencapai Rp. 1.500.000,00 atau 100% yang berarti tidak
lebih kecil atau lebih besar dari target yang ditetapkan sebesar Rp.
1.500.000,00.
28. Belanja Kursus Pelatihan dan Bimtek
Pada belanja kursus pelatihan dan bimtek, realisasi pencapaian kinerja
keuangan adalah mencapai Rp. 8.000.000,00 atau 40% yang berarti masih
kurang sebesar Rp. 12.000.000,00 atau 60% dari target yang ditetapkan
sebesar Rp. 20.000.000,00.
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 62 of 73

29. Belanja Pemeliharaan (Kasur,bantal,clemek)
Pada belanja pemeliharaan (kasur,bantal,clemek), realisasi pencapaian
kinerja keuangan adalah mencapai Rp. 1.933.750,00 atau 85,94% yang
berarti masih kurang sebesar Rp. 316.250,00 atau 14,06% dari target yang
ditetapkan sebesar Rp. 2.250.000,00.
30. Belanja Modal Pengadaan Almari Arsip
Pada belanja modal pengadaan almari arsip, realisasi pencapaian kinerja
keuangan adalah mencapai Rp. 5.000.000,00 atau 100% yang berarti tidak
lebih kecil atau lebih besardari target yang ditetapkan sebesar Rp.
5.000.000,00.
31. Belanja Modal Pengadaan Filling Kabinet
Pada belanja modal pengadaan filling kabinet, realisasi pencapaian kinerja
keuangan adalah mencapai Rp. 7.284.800,00 atau 91,06% yang berarti
masih kurang sebesar Rp. 715.200,00 atau 8,94% dari target yang
ditetapkan sebesar Rp. 8.000.000,00.
32. Belanja Modal Pengadaan Komputer/ PC
Pada belanja modal pengadaan pengadaan komputer/ PC, realisasi
pencapaian kinerja keuangan adalah mencapai Rp. 7.000.000,00 atau 100%
yang berarti tidak lebih kecil atau lebih besar dari target yang ditetapkan
sebesar Rp. 7.000.000,00.
33. Belanja Modal Pengadaan Printer
Pada belanja modal pengadaan printer realisasi pencapaian Rp. 0,00 atau 0%
yang berati belum terealisasi sama sekali dari target yang ditentukan sebesar
Rp. 1.500.000,00.
34. Belanja Modal Pengadaan TIK (Pendidikan Multi Media Pembelajaran)
Pada belanja modal pengadaan TIK (Pendidikan Multi Media Pembelajaran)
realisasi pencapaian Rp. 0,00 atau 0% yang berati belum terealisasi sama
sekali dari target yang ditentukan sebesar Rp. 1.000.000,00.
35. Belanja Modal Pengadaan Meja Komputer
Pada belanja modal pengadaan meja komputer realisasi pencapaian Rp. 0,00
atau 0% yang berati belum terealisasi sama sekali dari target yang
ditentukan sebesar Rp. 500.000,00
36. Belanja Modal Pengadaan Dingklik
Pada belanja modal pengadaan dingklik, realisasi pencapaian kinerja
keuangan adalah mencapai Rp. 1.650.000,00 atau 84,62% yang berarti
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 63 of 73

masih kurang Rp. 300.000,00 atau 15,38% dari target yang ditetapkan
sebesar Rp. 1.950.000,00.
37. Belanja Modal Pengadaan Alat alat Kedokteran
Pada belanja modal pengadaan alat alat kedokteran, realisasi pencapaian
kinerja keuangan adalah mencapai Rp. 9.953.000,00 atau 82,94% yang
berarti masih kurang Rp. 2.047.000,00 atau 17,06% dari target yang
ditetapkan sebesar Rp. 12.000.000,00.
38. Belanja Modal Pengadaan Istalasi Listrik dan Telepon
Pada belanja modal pengadaan istalasi listrik dan telepon, realisasi
pencapaian kinerja keuangan adalah mencapai Rp. 8.608.300,00 atau
86,08% yang berarti masih kurang Rp. 1.391.700,00 atau 13,92% dari target
yang ditetapkan sebesar Rp. 10.000.000,00.
39. Belanja Modal Pengadaan AC dan Lain - lain
Pada belanja modal pengadaan AC dan Lain - lain, realisasi pencapaian
kinerja keuangan adalah mencapai Rp. 7.737.900,00 atau 53% yang berarti
masih kurang Rp. 6.862.100,00 atau 47% dari target yang ditetapkan
sebesar Rp. 14.600.000,00.
40. Belanja Modal Pengadaan Meubeler (Kursi Putar)
Pada belanja modal pengadaan meubeler (kursi putar), realisasi pencapaian
kinerja keuangan adalah mencapai Rp. 5.000.000,00 atau 83,33% yang
berarti masih kurang Rp. 1.000.000,00 atau 16,67% dari target yang
ditetapkan sebesar Rp. 6.000.000,00.
41. Belanja Modal Pengadaan Alat alat Studio
Pada belanja modal pengadaan alat alat studio, realisasi pencapaian kinerja
keuangan adalah mencapai Rp. 7.985.000,00 atau 99,81% yang berarti
masih kurang Rp. 15.000,00 atau 0,19% dari target yang ditetapkan sebesar
Rp. 8.000.000,00.
42. Belanja Modal Pengadaan Jaringan Sistem
Pada belanja modal pengadaan jaringan sistem, realisasi pencapaian kinerja
keuangan adalah mencapai Rp. 19.625.000,00 atau 98,13% yang berarti
masih kurang Rp. 375.000,00 atau 1,87% dari target yang ditetapkan
sebesar Rp. 20.000.000,00.
Laporan Arus Kas
Laporan arus kas menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas
selama periode tertentu yang diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi,
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 64 of 73

investasi asset dan pembiayaan. Komponen-komponen laporan arus kas terdiri dari
atas :
a. Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Arus kas dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menunjukkan
kemampuan operasi UPT Puskesmas II Jembrana dalam menghasilkan kas
yang cukup untuk membiayai aktivitas operasional BLUD Puskesmas selama
satu tahun anggaran, terdiri dari :
1) Arus kas masuk Rp. 711.883.017,25
Terdiri dari :
Jasa Layanan Rp. 707.122.600,00
Lain-lain pendapatan BLUD yg sah Rp. 4.760.417,25
Jumlah Arus kas masuk Rp. 711.883.017,25

2) Arus kas keluar Rp 647.355.307,00
Terdiri dari :
Belanja Pegawai Rp 0,00
Belanja Barang dan Jasa Rp 647.355.307,00
Jumlah arus kas keluar Rp 647.355.307,00

3) Arus kas bersih dari aktivitas operasi Rp 64.527.710,25
Merupakan selisih dari arus kas masuk dengan arus kas keluar dari
aktivitas operasi
b. Saldo Kas
Berdasarkan laporan arus kas BLUD UPT Puskesmas II Jembrana tahun
2013 saldo kas akhir per Dember 2013 yang ada di Rekening Giro BPD Bali
adalah sebesar Rp. 179.698.082,15 yang terdiri dari :
1) Saldo Awal Kas BLUD (Silva tahun 2012) Rp. 115.170.371,90
2) Kenaikan (Penurunan) Kas Rp. 64.527.710,25

5.2 Pengungkapan Atas Pos-Pos Aset dan Kewajiban
Aset merupakan sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/ atau dimiliki oleh
pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan memberikan manfaat ekonomi
dan atau sosial dimasa depan, diharapkan dapat diperoleh baik oleh pemerintah maupun
masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang.

31 Desember 2013 31 Desember 2012
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 65 of 73


Aset Rp 321.878.827,38 Rp
269.585.021,00
Aset terdiri dari :
a. Aset Lancar Rp 321.878.827,38 Rp
269.585.021,00
Aset lancar terdiri atas :

1) Kas Rp 179.698.082,15 Rp
115.170.371,00
Kas meliputi :
a). Kas di Rekening Giro BPD
Rp 179.698.082,15 Rp 115.170.371,00
Merupakan Saldo Kas BLUD UPT Puskesmas II Jembrana per 31
Desember 2013 yang berada pada PT. Bank Pembangunan Daerah Bali
Cabang Negara sebesar Rp 179.698.082,15.
b). Kas di Bendahara Pengeluaran
Rp 00,00 Rp 2.600.000,00
Merupakan saldo kas pada Bendahara Pengeluaran BLUD UPT Puskesmas II
Jembrana per 31 Desember 2013 sebesar Rp 0,00
c). Kas di Bendahara Penerimaan
Rp 00,00 Rp
00,00
Merupakan saldo kas pada Bendahara Pengeluaran BLUD UPT Puskesmas
I Melaya per 31 Desember 2013 sebesar Rp 0,00

2) Piutang Rp 0,00 Rp 0,00
Piutang terdiri atas :
a) Piutang JKJ Rp 00,00 Rp
0,00
b) Piutang Kerjasama Rp 0,00 Rp
0,00
Merupakan saldo akhir piutang yang dimiliki oleh UPT Puskesmas II Jembrana
per 31 Desember 2013 sebesar Rp 0,00
3) Persediaan Rp 98.085.745,23 Rp
117.138.650,00
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 66 of 73


Merupakan saldo persediaan barang pakai habis, biaya bahan/ material yang
ada pada BLUD UPT Puskesmas II Jembrana sebesar Rp. 98.085.745,23 per 31
Desember 2013, dengan rincian Persediaan sebagai berikut :
a) Alat Kesehatan & Rp. 98.085.745,23 Rp 117.138.650,00
Obat-obatan

31 Desember 2013 31 Desember 2012

b. Aset Tetap Rp 6.185.399.030,00 Rp 5.542.501.530,00

Merupakan nilai aset tetap yang dimiliki oleh UPT Puskesmas II Jembrana per 31
Desember 2013 sebesar Rp. 6.185.399.030,00 dengan rincian sebagai berikut :
1) Tanah Rp 328.400.000,00 Rp 328.400.000,00
2) Gedung dan bangunan Rp 2.085.947.000,00 Rp
1.764.335.000,00
3) Peralatan dan Mesin Rp 3.758.824.730,00 Rp 3.758.824.730,00
4) Jalan, Irigasi dan Rp 12.227.300,00 Rp
3.619.000,00
Jaringan
5) Aset Tetap lainnya Rp 0,00 Rp
0,00

31 Desember 2011 31 Desember 2010

Kewajiban & Ekuitas Dana Rp 6.507.277.857,38 Rp
5.812.086.551,90

Kewajiban Rp 0,00 Rp
0,00
Kewajiban merupakan utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang
penyelesaiannya mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi UPT Puskesmas II
Jembrana
Kewajiban terdiri dari :
a. Kewajiban jk pendek Rp 0,00 Rp 0,00
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 67 of 73

Merupakan saldo kewajiban UPT Puskesmas II Jembrana Per 31 Desember 2013
sebesar Rp 0,00

Ekuitas Dana Rp 6.507.277.857,38 Rp
5.812.086.551,90

Ekuitas dana investasi terdiri atas :
a. Ekuitas Dana Lancar Rp 321.878.827,38 Rp
269.585.021,90

Merupakan kekayaan bersih BLUD UPT Puskesmas II Jembrana yang bersifat
lancar per 31 Desember 2013, yang merupakan selisih antara jumlah nilai aset
lancar dengan jumlah nilai kewajiban lancar / kewajiban jangka pendek, yang
terdiri dari :
1) Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA)
Rp 179.698.082,15 Rp 115.170.371,90


2) Cadangan Piutang
a) Piutang Jampersal Rp 1.280.000,00 Rp
1.220.000,00
b) Piutang Jamkesms Rp 12.000.000,00 Rp
0,00
c) Piutang JKBM Rp 30.815.000,00 Rp
32.820.000,00
3) Cad. Persediaan Rp 98.085.745,00 Rp
117.138.650,00

b. Ekuitas Dana Investasi Rp 6.185.399.030,00 Rp
5.542.501.530,00

Merupakan kekayaan bersih UPT Puskesmas II Jembrana yang diinvestasikan
per 31 Desember 2013, yang merupakan selisih antara jumlah nilai investasi
jangka panjang, aset tetap, aset lainnya dengan jumlah nilai kewajiban jangka
panjang, yang terdiri dari :
1) Diinvestasikan dalam
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 68 of 73

Aset tetap Rp 6.185.399.030,00 Rp
5.542.501.530,00

BAB VI
PENJELASAN ATAS INFORMASI-INFORMASI NON KEUANGAN

Tidak terdapat hal hal tentang non keuangan di UPT Puskesmas II Jembrana
yang perlu dijelaskan.
BAB VII
PENUTUP

Gambaran Laporan Keuangan BLUD UPT Puskesmas II Jembrana Kabupaten
Jembrana tahun 2013 secara lebih rinci kami sajikan dalam Laporan Realisasi Pendapatan
dan Belanja BLUD Tahun Anggaran 2013, Laporan Arus Kas Tahun Anggaran 2013 dan
Neraca per 31 Desember 2013. Sedangkan Surplus Anggaran yang menjadi Sisa Lebih
Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja UPT Puskesmas II Jembrana tahun
anggaran 2013 (SILPA) sebesar Rp 179.698.082,15 akan dipergunakan untuk
menambah anggaran tahun 2014 dan akan dipergunakan pada perubahan anggaran
tahun 2014.
Demikian gambaran atas Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Badan
Layanan Umum UPT Puskesmas II JembranaTahun Anggaran 2013 yang dapat kami
sampaikan untuk mendapat pembahasan dan persetujuan bersama dari Pemerintah
Daerah Kabupaten Jembrana, yang nantinya dapat dipergunakan sebagai acuan untuk
menetapkan strategi dan prioritas pengembangan Badan Layanan Umum UPT Puskesmas
II Jembrana.








Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 69 of 73








BAB. III
RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN TAHUN 2015
A. KONDISI INTERNAL DAN EKSTERNAL YANG MEMPENGARUHI
PENCAPAIAN KINERJA
1.Kondisi Lingkungan Internal (Kekuatan dan Kelemahan)
a. Pelayanan Medis
1). Kekuatan
(a) Adanya SDM yang Kompeten
(b) Tersedianya fasilitas fisikyang memadai
(c) Revenue Meningkat (Performance Penerimaan Fungsional meningkat )
(d) Adanya Prosedur/SOP Pelayanan.
(e) Lokasi Puskesmas yang Strategis

2). Kelemahan
(a) Motivasi dan Produktifitas SDM Belum Optimal
(b) Kepatuhan Terhadap Prosedur/SOP Belum Optimal
(c ) Utilisasi Peralatan Belum Optimal
(d) Realisasi Anggaran Belum Efektif dan Efisien
(e) Kinerja Beberapa Unit Fungsional Belum Optimal
( f) Pemasaran Belum Optimal
(g) Pengembangan SDM Kesehatan dan Non Kesehatan Tidak Seimbang
b. Organisasi dan SDM
Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan merupakan salah satu komponen
besar dalam sistrm kesehatan suatu Negara (WHO,2002). Investasi dalam SDM
sangat penting untuk memperbaiki kualitas pelayanan, seperti yang tertuang
Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 70 of 73

dalam Undang- Undang Kesehatan no.23 tahun 1992 dinyatakan bahwa tenaga
kesehatan merupakan salah satu sumber daya kesehatan yang diperlukan sebagai
pendukung penyelenggara upaya kesehatan agar terwujud derajat kesehatan
yang optimal.
Dalam menjalankan fungsinya sebagai pemberi pelayanan kesehatan tingkat
pertama UPT Puskesmas II Jembrana telah dilengkapi dengan sarana dan
prasarana yang memadai dan didukung oleh tenaga dokter umum, dokter gigi,
bidan, perawat, perawat gigi, analis, ahli gizi, apoteker dan asisten apoteker.
Jumlah tenaga kesehatan yang terdapat di UPT Puskesmas II Jembrana pada
tahun 2013 sebanyak 55 orang yang terdiri dari 40 orang PNS dan 15 orang non
PNS
c. Sarana dan Prasarana
3. Kondisi Lingkungan Eksternal ( Peluang dan Ancaman )
a. Peluang (Opportunities):
1. Perundang-undangan yang mendukung Pola Pengelolaan Keuangan BLUD
2. Kebijakan Pemerintah tentang Jamkesda Jampersal dan Jamkesmas
3. Kebijakan Kapitasi ASKES
4. Dukungan Pemerintah Kabupaten
5. Kerjasama dengan Pihak Ke III
6. Jumlah Penduduk Cukup Besar
7. Kunjungan Pasien Meningkat
b. Ancaman
1. Kompetisi pada Segmen-segmen Menengah keatas
2. Makin Banyaknya Institusi Pelayanan Kesehatan/BPM dan DPS Yang
berkualitas
3. Meningkatnya Berbagai Tuntutan Hukum di Bidang Pelayanan Kesehatan.
4. Tuntutan Masyarakat Akan Pelayanan Yang Berkualitas

BAB IV
PROYEKSI KEUANGAN TAHUN 2015






Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 71 of 73



Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 72 of 73

BAB V
PENUTUP

Demikian dokumen Rencana Strategi Bisnis (RSB) ini kami susun guna memenuhi salah
satu persyaratan administratif menjadi UPT Puskesmas II Jembrana PPK BLUD.
Sebagaimana disampaikan diatas bahwa rencana strategi bisnis (RSB) berisi langkah-
langkah strategis UPT Puskesmas II Jembrana dalam menghadapi kompetitor untuk
meraih pasar yang lebih luas, yang pada gilirannya akan meningkatkan kemampuan UPT
Puskesmas II Jembranadalam pelayanan kesehatan yang profesional sehingga
masyarakat Kabupaten Jembrana yang sehat dapat terwujud.
Adapun rencana strategi bisnis (RSB) ini berlaku selama 5 tahun, dan akan dilakukan
evaluasi pada akhir masa berlaku yaitu tahun 2015.
Akhirnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan masukan dalam
penyusunan dokumen rencana strategi bisnis (RSB) ini kami ucapkan terima kasih.




Tim Penyusun RSB












Rencana Belanja Anggaran (RBA) 2015
UPT PUSKESMAS II JEMBRANA

RSB--Page 73 of 73