Anda di halaman 1dari 3

BODY MASS INDEX (BMI) = Indeks Massa Tubuh

Istilah normal, overweight dan obese dapat berbeda-beda, masing-masing negara


dan budaya mempunyai kriteria sendiri-sendiri, oleh karena itu, WHO menetapkan suatu
pengukuran / klasifikasi obesitas yang tidak bergantung pada bias-bias kebudayaan.
Metoda yang paling berguna dan banyak digunakan untuk mengukur tingkat obesitas
adalah BMI (Body Mass Index), yang didapat dengan cara membagi berat badan
(kg) dengan kuadrat dari tinggi badan (meter). Nilai BMI yang didapat tidak
tergantung pada umur dan jenis kelamin.
Keterbatasan BMI adalah tidak dapat digunakan bagi:

Anak-anak yang dalam masa pertumbuhan


Wanita hamil
Orang yang sangat berotot, contohnya atlet

BMI dapat digunakan untuk menentukan seberapa besar seseorang dapat terkena
resiko penyakit tertentu yang disebabkan karena berat badannya. Seseorang dikatakan
obese dan membutuhkan pengobatan bila mempunyai BMI di atas 30, dengan kata lain
orang tersebut memiliki kelebihan BB sebanyak 20%.

Klasifikasi BMI Menurut WHO (1998)


Kategori

BMI (kg/m2)

Underweight

< 18.5 kg/m2

Batas Normal

18.5 - 24.9 kg/m2

Overweight:

> 25

Pre-obese
Obese I
Obese II
Obese III

25.0 29.9 kg/m2


30.0 - 34.9kg/m2
35.0 - 39.9 kg/m2
> 40.0 kg/m2

Resiko Comorbiditas
Rendah (tetapi resiko terhadap masalahmasalah klinis lain meningkat)
Rata-rata
Meningkat
Sedang
Berbahaya
Sangat Berbahaya

Para ahli sedang memikirkan untuk membuat klasifikasi BMI tersendiri untuk penduduk
Asia. Hasil studi di Singapura memperlihatkan bahwa orang Singapura dengan BMI 27
28 mempunyai lemak tubuh yang sama dengan orang-orang kulit putih dengan BMI
30. Pada orang India, peningkatan BMI dari 22 menjadi 24 dapat meningkatkan
prevalensi DM menjadi 2 kali lipat, dan prevalensi ini naik menjadi 3 kali lipat pada
orang dengan BMI 28.

Klasifikasi Berat Badan yang diusulkan berdasarkan BMI pada


Penduduk Asia Dewasa (IOTF, WHO 2000)

Kategori

BMI (kg/m2)

Underweight

< 18.5 kg/m2

Batas Normal

18.5 - 22.9 kg/m2

Overweight:

> 23

At Risk
Obese I
Obese II

23.0 24.9 kg/m2


25.0 - 29.9kg/m2
> 30.0 kg/m2

Risk of Co-morbidities
Rendah (tetapi resiko terhadap masalahmasalah klinis lain meningkat)
Rata rata
Meningkat
Sedang
Berbahaya

.
Hipertensi dan Obesitas
"Obesitas merupakan suatu faktor utama (bersifat fleksibel ) yang mempengaruhi tekanan darah
dan juga perkembangan hipertensi. Kurang lebih 46% pasien dengan BMI 27 adalah penderita
hipertensi. Framingham Studi telah menemukan bahwa peningkatan 15% BB dapat
menyebabkan peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 18%. Dibandingkan dengan mereka
yang mempunyai BB normal, orang yang overweight dengan kelebihan BB sebesar 20%
mempunyai resiko delapan kali lipat lebih besar terhadap hipertensi.

BMI tak banyak berpengaruh pada tekanan darah anak-anak dengan berat badan normal, tetapi hal ini
memiliki dampak yang signifikan pada anak-anak yang memiliki kelebihan berat badan.
Bahkan, di antara anak laki-laki yang memiliki kelebihan berat badan, BMI berpengaruh terhadap tekanan
darah sistolik mereka yang terbaca 4,6 kali lebih tinggi efeknya dibandingkan anak laki-laki dengan berat
badan normal. Temuan serupa juga terjadi pada anak perempuan.
Obesitas dan kelebihan berat badan di masa kanak-kanak diketahui terkait dengan tekanan darah tinggi,
kadar kolesterol yang abnormal, sensitivitas insulin berkurang, dan fungsi pembuluh darah yang abnormal.

xa.yimg.com/kq/groups/19861696/1878230505/name/b