Anda di halaman 1dari 6

DRAFT PROPOSAL KERJA PRAKTEK

MENGANLISA TINGKAT PRODUKTIVITAS PEKERJA


PT. KINENTA INDONESIA

Oleh:
RIZKY WISHNU PERMADHI

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
STT TEXMACO
2014

I.

LATAR BELAKANG
Manusia memiliki aktivitas yang berbeda-beda yang sesuai dengan

pekerjaannya masing-masing. Pekerjaan setiap manusia memiliki ukuran waktu


yang telah disesuaikan dengan bidangnya, semakin baik tingkat kerja manusia
tersebut maka akan semakin sedikit waktu dan biaya yang dipergunakan. Tingkat
kerja yang baik dapat di lihat dari keefesienan dan keefektifan dalam
menyelesaikan suatu pekerjaan.
Produktivitas

pekerjaan

yang

dihasilkan

oleh

manusia

dalam

pekerjaannya merupakan hal inti yang berpengaruh untuk hasil yang telah
diproduksi terutama dalam dunia industri. Metode yang dapat mengatasi
produktivitas pekerjaan yaitu sampling pekerjaan (work sampling). Metode
sampling pekerjaan dapat digunakan menjadi alat ukur dalam menentukan
produktivitas operator yang dapat berpengaruh dengan hasil produksinya, bahkan
dapat memberikan solusi yang optimal bagi operator tersebut.

II.

IDENTIFIKASI MASALAH
Produk yang dihasikan oleh PT. KINENTA INDONESIA. Produk yang

dihasilkan harus memiliki tingkat produksi yang baik karena kualitas produk
berpengaruh dengan hasil penjualannya. Kualitas produk ini tidak luput dari
campur tangan seorang operator yang produktif dan terlatih, maka dipergunakan
metode yang dapat mengetahui seberapa besar produktivitas operator tersebut.
Metode yang dapat menghitung hasil produktivitas operator adalah sampling
pekerjaan (work sampling).

III.

PEMBATASAN MASALAH
Kerja praktek dilaksanakan pada PT. KINENTA INDONESIA.

Pengambilan data dilakukan dengan cara mengamati dan menganalisis


produktivitas operator pada proses produksi dan pengolahan data dilakukan pada
AGUSTUS 2014 sampai SEPTEMBER 2014

IV.

PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan hasil penulisan di atas bahwa penulis dapat merumuskan

masalah penulisan ilmiah tentang produktivitas seorang operator dalam


menyelesaikan produksinya pada produk yang telah ditentukan yaitu bagaimana
mengukur tingkat produktivitas pekerjaan dengan dua orang operator berbeda
denga jenis pekerjaan yang sama.
V.

TUJUAN PENELITIAN
Tujuan yang dapat diambil dari penulisan ilmiah ini adalah:
1.

Mempelajari proses produksi dari

produk PT. KINENTA

2.
3.

INDONESIA
Mempelajari sistem kerja dari produk PT. KINENTA Indonesia
Mengetahui hasil produksi yang dihasilkan dan mempelajari
tingkat produktivitas pekerja

VI.

LANDASAN TEORI
Work Sampling adalah suatu teknik untuk mengadakan sejumlah besar

pengamatan terhadap aktifitas kinerja dari mesin, proses atau pekerja/operator


(Sritomo Wignjosoebroto, 2003). Perbedaan metode Jam Henti dengan Sampling
Pekerjaan adalah pada cara Sampling Pekerjaan pengamat tidak terus menerus
berada ditempat pekerjaan melainkan mengamati hanya pada sesaat-sesaat pada
waktu-waktu tertentu yang ditentukan secara acak.
Metode Sampling kerja sangat cocok untuk digunakan dalam melakukan
pengamatan atas pekerjaan yang sifatnya tidak berulang dan memiliki siklus

waktu yang relatif panjang. Prosedur penggunaannya cukup sederhana, yaitu


melakukan pengamatan aktivitas kerja untuk selang waktu yang diambil secara
acak terhadap satu atau lebih mesin atau operator dan kemudian mencatatnya
apakah mesin atau operator tersebut dalam keadaan bekerja atau menganggur
(idle).
Langkah-langkah yang dilakukan sebelum melakukan Sampling Pekerjaan antara
lain :
1.

Menetapkan tujuan pengukuran, yaitu untuk apa sampling dilakukan,


menentukan besarnya tingkat ketelitian dan keyakinan.

2.

Melakukan penelitian pendahuluan untuk mengetahui ada tidaknya sistem


kerja yang baik.

3.

Memilih operator yang baik

4.

Melakukan Pelatihan bagi operator agar terbiasa dengan sistem kerja yang
dilakukan.

5.

Melakukan pemisahan kegiatan sesuai yang ingin didapatkan.

6.

Menyiapkan peralatan yang diperlukan berupa papan pengamatan, lembaranlembaran pengamatan, alat tulis.
Sampling pekerjaan memiliki banyak kegunaan dalam dunia industri

industri khususnya. Kegunaan-kegunaan dari Sampling Pekerjaan adalah sebagai


berikut:
1.

Mengetahui distribusi pemakaian waktu sepanjang waktu kerja oleh pekerja


atau kelompok kerja.

2.

Mengetahui tingkat pemanfaatan mesin-mesin atau alat-alat pabrik.

3.

Menentukan waktu baku bagi pekerja-pekerja tidak langsung.

4.

Memperkirakan kelonggaran bagi suatu pekerjaan.

VII. TATA LAKSANA

Berikut adalah tata pelaksanaan serta kegiatan kerja praktek yang meliputi
waktu, serta lokasi dilaksanakannya kerja praktek tersebut.

Waktu
Kegiatan kerja praktek akan dilaksanakan pada periode Agustus 2014 sampai
dengan September 2014.
Lokasi
Lokasi kerja praktek yaitu PT. KINENTA INDONESIA Jln raya Cipeundeuy
pabuaran km 3,5 kec.Cipendeuy Subang
VIII. METODOLOGI
Berikut adalah metode tentang penelitian yang digunakan dalam kerja
praktek dan penyusunan laporan kerja praktek.
1. Studi Lapangan
Studi lapangan tentang kerja praktek meliputi pengamatan dan peninjauan
langsung proses produksi yang dilakukan, serta wawancara pihak terkait dan
kemudian pembahasan dari pengamatan tersebut.
2. Studi Pustaka
Studi pustaka yang meliputi pengambilan pengajuan laporan dan landasan teori
yang terdapat dari berbagai referensi pada perpustakaan kampus, perusahaan
dan hal-hal lain yang dapat menunjang teori pada laporan.
IX.

LAPORAN
Laporan yang akan diproses yaitu penyusunan dari pengambilan data proses

produksi pada saat kerja praktek. Kemudian akan dibimbing oleh dosen
pembimbing yang akan menjadi syarat pada saat sidang kerja praktek
berlangsung.

X.

RENCANA JADWAL KEGIATAN KERJA PRAKTEK PADA


PT. BANSHU ELECTRICS INDONESIA

Jadwal kegiatan yang akan dilakukan penulis selama dan sampai penulisan
ilmiah selesai. Jadwal kegiatan kerja praktek yang akan dilakukan penulis di PT.
KINENTA INDONESIA, telah terperinci sebagai berikut.
Agustus September 2014
Kegiatan

Minggu

Minggu

Minggu

Minggu

II

III

IV

1. Persiapan ke lapangan,
pengenalan dengan staf dan

karyawan, serta pengenalan


lingkungan pabrik.
2. Mempelajari gambaran

umum perusahaan.

3. Wawancara dan konsultasi


dengan pihak terkait.
4. Mampelajari proses produksi
dan pendistribusian produk.
5. Mengumpulkan data yang
diperlukan.
6. Menyelesaikan tugas dan
melengkapi data yang
dibutuhkan.