Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Program KB di Indonesia terbukti efektif menurunkan angka kelahiran penduduk
sejak awal diperkenalkan pada tahun 1970 hingga tahun 2004. Hal ini terlihat dari
angka kelahiran total atau TFR wanita Indonesia yang berhasil diturunkan dari
5,6 per wanita (1970) menjadi 2,6 per wanita (2004). Juga dari angka pemakaian
kontrasepsi atau CPR yang berhasil ditingkatkan dari 15% (1970) menjadi 61%
(2004). Namun sejak tahun 2004, ketika kebijakan Desentralisasi mulai
diberlakukan, program KB tampak menyurut di lapangan. Menurunnya program
KB juga tampak dari hasil studi empiris. Data hasil SDKI 2007 menunjukkan
untuk pertama kali selama 6 kali penyelengaraan SDKI, angka TFR Indonesia
saat ini tidak menunjukkan trend menurun, menetap (stagnant) pada angka 2,6
per wanita dalam kurun 4 tahun (2003-2007). Hal itu berpotensi terjadinya
peledakan angka kelahiran (baby booming) dalam beberapa dekade mendatang,
ketika bayi yang dilahirkan pada kelompok dengan karakteristik pada kurun
waktu tertentu, tiba saatnya mereka dewasa dan bereproduksi.
Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) adalah petugas pemerintah yang
berwenang menjalankan program KB tingkat desa/kelurahan, sebagai ujung
tombak pelaksana program KB serta berhadapan langsung dengan
masyarakat/klien KB. Sejak kebijakan desentralisasi diterapkan tahun 2004,
program Keluarga Berencana (KB) mengalami pendelegasian wewenang dan
manajemen dari Pusat kepada Pemerintah Daerah, termasuk pengelolaan
tenaga PKB. Beragamnya komitmen Pemerintah Kab/Kota terhadap program KB,
mempengaruhi pencapaian kinerja PKB.
Dengan telah dikeluarkannya Keputusan Menteri Pendayagunaaan Aparatur
Negara No. KEP/120/M.PAN/9/ tahun 2004 tentang Jabatan Fungsional
Penyuluh Keluarga Berencana dan Angka Kreditnya, serta Keputusan Bersama
Kepala Badan Koordinasi keluarga Berencana Nasional dan Kepala Badan
Kepegawaian Negara No. 280/HK.007/B.2/2004 No. 34 Tahun 2004 tentang
Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Keluarga Berencana dan
Angka Kreditnya, maka dapat memperjelas kegiatan PKB dalam perolehan
angka kreditnya.
Sesuai Undang-Undang No. 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan
Kependudukan dan Pembangunan Keluarga BKKBN berubah nomenklaturnya
dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional menjadi Badan
Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. Oleh karena itu peranan PKB
sangat vital dalam menjalankan roda program kependudukan dan KB. PKB
dituntut untuk selalu meningkatkan kinerjanya, mengembangkan kapasitas
dirinya. Salah satu tolak ukur PKB menjalankan aktivitas kerjanya adalah dengan
tercapainya angka kredit yang dipersyaratkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Keterampilan PKB dalam menyusun Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit

(DUPAK) mutlak diperlukan, sehingga PKB dapat terus meningkatkan kariernya


serta terus dapat mengusung program kependudukan dan KB di wilayah
kerjanya secara profesional dan terpadu.
B. Deskripsi Singkat
Modul ini membahas unsur yang dinilai dalam pemberian angka kredit, prosedur
daftar pengusulan angka kredit dan penetapan angka kredit, tim penilai angka
kredit, Pengangkatan, pembebasan sementara, pemberhentian dalam dan dari
jabatan.
C. Manfaat Modul Bagi Peserta
Manfaat modul bagi peserta adalah sebagai bahan ajar dalam mata Diklat Angka
Kredit PKB yang didalamnya memuat pengetahuan mengenai angka kredit dan
impilkasinya terhadap karier PKB dan keterampilan menyusun serta
mengusulkan angka kredit, sehingga PKB dapat lebih memahami secara teknis
penyusunan dan pengusulan angka kredit yang telah ditentukan.
D. Standar Kompetensi
1. Kompetensi Dasar
Setelah mengikuti mata Diklat ini peserta diharapkan akan mampu melakukan
pengusulan angka kredit dengan baik dan benar.
2. Indikator Keberhasilan
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan akan dapat:
a. Menyebutkan unsur yang dinilai dalam pemberian angka kredit.
b. Menerapkan prosedur pengusulan DUPAK dan PAK.
c. Menjelaskan Tim Penilai Angka Kredit.
d. Menguraikan Pengangkatan, pembebasan sementara, Pemberhentian
dalam dan dari jabatan.
E. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok
1. Unsur yang dinilai dalam pemberian angka kredit
a. Unsur Utama
1) Pendidikan
2) Penyuluhan KB Nasional
3) Pelayanan Keluarga Berencana
4) Pengembangan Profesi
b. Unsur Penunjang Tugas PKB
2. Prosedur pengusulan DUPAK dan PAK
a. Pengertian Dupak
b. Pengertian PAK

c.
d.
e.
f.

Hal-hal penting dalam penyusunan DUPAK


Prosedur Pengusulan DUPAK
Prosedur Penetapan Angka Kredit PKB
Kenaikan Pangkat dan Jabatan

3. Tim Penilai Angka Kredit


a. Pengertian Tim Penilai
b. Pembentukkan Tim Penilai
c. Mekanisme Kerja Tim Penilai Angka Kredit PKB
4. Pengangkatan, pembebasan sementara, pemberhentian dalam dan dari
jabatan.
a. Pengangkatan
1) Pengertian Pengangkatan
2) Persyaratan Pengangkatan
3) Penentuan nilai awal
b. Pembebasan sementara
1) Pengertian Pembebasan Sementara
2) Kriteria Pembebasan Sementara
c. Pemberhentian dalam dan dari Jabatan
1) Batasan Pemberhentian
2) Hal-hal yang menyebabkan pemberhentian
3) Pemberhentian dalam dan dari jabatan
F. Petunjuk Belajar
1. Bacalah dengan seksama indikator keberhasilan setiap BAB, indikator
keberhasilan merupakan tolak ukur keberhasilan anda dalam belajar.
2. Bacalah materi yang diberikan oleh Widyaiswara ini secara berurutan dengan
seksama, tanyakan apabila ada yang kurang dimengerti.
3. Diskusikan dengan teman-teman anda bila ada masalah dalam penyusunan
ataupun pengusulan angka kredit.
4. Kerjakan soal-soal latihan yang diberikan untuk mengukur kemampuan anda.
5. Jangan melihat kunci jawaban terlebih dahulu sebelum anda mengerjakan
soal-soal latihan.
6. Untuk memperkaya pengetahuan carilah informasi dari sumber-sumber lain
yang relevan.
Selamat belajar! Semoga anda sukses menerapkan pengetahuan dan keterampilan
yang diuraikan dalam Mata Diklat Angka Kredit Penyuluh KB ini dan dapat
melaksanakan tugas sehari-hari anda sebagai seorang PKB secara lebih baik lagi.

BAB II
UNSUR YANG DINILAI DALAM PEMBERIAN ANGKA KREDIT

Indikator keberhasilan:
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan akan dapat menyebutkan
unsur yang dinilai dalam pemberian angka kredit.

A. Pengertian Angka Kredit


Angka kredit, adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai
butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh seorang PKB dalam rangka
pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya. Melalui angka kredit kinerja PKB
dapat dimonitor dan menunjukkan eksistensi aktivitas kerja dalam bidang
kependudukan dan Keluarga Berencana.
Penilaian prestasi kerja bagi pejabat fungsional ditetapkan dengan angka kredit
oleh pejabat yang berwenang. Angka kredit adalah satuan nilai dari tiap butir
kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh
pejabat fungsional dalam rangka pembinaan karier yang bersangkutan.
Butir-butir kegiatan yang dinilai adalah tugas-tugas yang dilaksanakan oleh
setiap pejabat fungsional yang terdiri atas tugas utama (tugas pokok) dan tugas
penunjang, yaitu tugas-tugas yang bersifat menunjang pelaksanaan tugas utama.
Tugas utama adalah tugas-tugas yang tercantum dalam uraian tugas (job
description) yang ada pada setiap jabatan, sedangkan tugas penunjang tugas
pokok adalah kegiatan-kegiatan pejabat fungsional di luar tugas pokok yang
pada umumnya bersifat tugas kemasyarakatan.
Dalam pelaksanaan tugas-tugas utama/pokok seorang pejabat fungsional harus
mengumpulkan sekurang-kurangnya 70% atau 80% dari angka kredit yang
ditetapkan, sedang pelaksanaan tugas penunjang tugas-tugas pokok sebanyakbanyaknya hanya 30% atau 20%. Ketentuan tersebut diatur untuk menjamin agar
pejabat fungsional benar-benar mengutamakan pelaksanaan tugas pokoknya
dibandingkan dengan tugas-tugas penunjang.
Angka kredit ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan digunakan sebagai
bahan dalam penetapan kenaikan jabatan/pangkat pejabat fungsional.
B. Unsur Utama
Unsur Utama merupakan kegiatan-kegaiatan pokok PKB dalam melaksanakan
tupoksinya. Unsur utama ini secara terperinci terdapat dalam Keputusan Menteri
Pendayagunaaan Aparatur Negara No. KEP/120/M.PAN/9/2004 tentang Jabatan
Fungsional Penyuluh Keluarga Berencana dan Angka Kreditnya, serta
Keputusan Bersama Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional
dan Kepala Badan Kepegawaian Negara No. 280/HK.007/B.2/2004 No. 34

TAHUN 2004 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh


Keluarga Berencana dan Angka Kreditnya, dalam unsur utama ada 4 (empat)
kegiatan utama yaitu:
1. Pendidikan
Hak untuk memperoleh pendidikan adalah merupakan hak asasi setiap warga
negara Indonesia. Hak WNI untuk memperoleh pendidikan ini dilindungi oleh
konstitusi yaitu dalam Pasal 28C ayat (1) Amandemen II jo Pasal 31
Amandemen IV UUD 1945:
Pasal 28C ayat [1]
(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan
dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari
ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan
kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.
Pasal 31
(1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.
(2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah
wajib membiayainya.
(3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan
nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan
undang-undang.
(4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20%
dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran
pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan
penyelenggaraan pendidikan nasional.
(5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan
menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan
peradaban serta kesejahteraan umat manusia.
Namun, dalam hal seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) ingin melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sebagaimana kami kutip dari laman
resmi Badan Kepegawaian Negara, harus memperoleh izin dari pimpinan
instansi yang bersangkutan. Dan izin belajar harus diajukan secara
hirarkhis kepada pejabat pembina kepegawaian atau pejabat yang diberikan
berwenang mengeluarkan izin belajar.
a. Pendidikan sekolah dan memperoleh ijazah/gelar
Pendidikan formal yang terakreditasi dan terdaftar di Dirjen Dikti
Kemendikbud. Program pendidikan yang dipilih merupakan bagian dari
program peningkatan kompetensi, kemampuan dan keterampilan untuk
kelancaran pelaksanaan tugas, program pendidikan yang dipilih sesuai
dengan tugas pokok dan fungsi PKB, tidak mengganggu rancangan kerja
yang sudah ditetapkan pada unit kerja yang bersangkutan, PKB yang
bersangkutan mempunyai dedikasi dan loyalitas yang baik dengan
motivasi meningkatkan keterampilan untuk kelancaran pelaksanaan tugas
kedinasan serta masih memungkinkan dikembangkan karirnya lebih lanjut.
5

b. Pendidikan dan Pelatihan fungsional di bidang keluarga berencana dan


memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP);
Diklat yang diikuti terkait dengan peningkatan kompetensi PKB, baik teknis
maupun manajerial dan minimal Diklat diselenggarakan dalam 30 jam
pelajaran efektif.
c. Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan dan memperoleh Surat Tanda
Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP).
Diklat prajabatan merupakan prasyarat bagi CPNS golongan II dan III
yang akan diangkat menjadi PNS 100%.
2. Penyuluhan KB Nasional, meliputi;
a. Persiapan Penyuluhan
b. Pelaksanaan penyuluhan
c. Pembinaan generasi muda
3. Pelayanan Keluarga Berencana, meliputi;
a. Persiapan Pelayanan
b. Pelaksanaan pelayanan
c. Pengembangan model pelayanan
4. Pengembangan profesi
Pengembangan profesi dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas PKB dan
dalam upaya menghasilkan pemikiran-pemikiran konstruktif melalui karya tulis
ilmiah dalam rangka memajukan program kependudukan dan KB Nasional,
yang meliputi;
a. Pembuatan karya tulis/karya ilmiah di bidang penyuluhan KB nasional dan
pelayanan KB;
b. Penerjemahan / penyaduran buku dan bahan lainnya di didang
penyuluhan KB Nasional dan pelayanan KB;
c. Pembuatan buku pedoman / petunjuk pelaksanaan / petunjuk teknis di
bidang penyuluhan KB Nasional dan pelayanan KB;
d. Pengembangan teknologi tepat guna di bidang penyuluhan KB Nasional
dan pelayanan KB;
C. Penunjang Tugas PKB
Penunjang tugas PKB merupakan tugas dalam upaya meningkatakan wawasan
terhadap perkembangan kependudukan dan KB yang sedang terjadi, serta
berkontribusi dalam memajukan masyarakat di lingkungan kerjanya, yang
meliputi:
1. Pengajar/pelatih di bidang penyuluhan KB Nasional dan pelayanan KB
2. Berperan serta dalam seminar/lokakarya di bidang penyuluhan KB Nasional
dan pelayanan KB
3. Keanggotaan organisasi profesi PKB
4. Keanggotaan/kepengurusan kelembagaan masyarakat
5. Pelaksanaan kegiatan kemasyarakatan
6. Pembinaan generasi muda

7. Keanggotaan Tim Penilai jabatan fungsional PKB


8. Perolehan gelar Kesarjanaan lainnya
9. Perolehan penghargaan / tanda jasa
D. Rangkuman
Aktivitas yang dapat dinilai dan mendapatkan angka kredit PKB terdiri dari unsur
utama dan unsur penunjang tugas PKB, kedua unsur tersebut merupakan potret
PKB dalam melaksanakan tupoksinya, sehingga PKB harus benar-benar
memperhatikan kegiatan yang dilakukannya serta semua terdokumentasikan.
E. Latihan
Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat
1. Secara garis besar unsur-unsur kegiatan PKB, terbagi menjadi 2, sebutkan!
2. Coba kelompokan masing-masing unsur tersebut terdiri dari kegiatan apa
saja!
3. Jika seseorang ingin melanjutkan pendidikan apa saja persyaratan yang
diperlukan!
4. Seorang PKB gemar sekali menulis karya tulis ilmiah, berarti PKB tersebut
mempunyai....
5. Jika seorang PKB membina karang taruna di wilayah kerjanya, berarti PKB
tersebut sedang melakukan kegiatan.....
F. Kunci Jawaban
1. Unsur utama dan Unsur penunjang tugas PKB
2. Jika dikelompokkan seperti tabel berikut
Unsur Utama
1. Pendidikan

Unsur Penunjang
1. Pengajar / pelatih di bidang penyuluhan
KB nasional dan pelayanan KB
3. Berperan serta dalam seminar /
lokakarya di bidang penyuluhan KB
nasional dan pelayanan KB
4. Keanggotaan organisasi profesi PKB;
5. Keanggotaan / kepengurusan
kelembagaan masyarakat
6. Pelaksanaan kegiatan kemasyarakatan
7. Pembinaan generasi muda
8. Keanggotaan Tim Penilai jabatan
fungsional PKB
9. Perolehan gelar kesarjanaan lainnya
10. Perolehan penghargaan / tanda jasa

2. Penyuluhan KB Nasional

4. Pelayanan Keluarga Berencana


5. Pengembangan profesi

3. Persyaratan Administratif, terutama mempunyai surat ijin belajar dari pejabat


yang berwenang, persyaratan akreditasi universitas yang bersangkutan
4. Pemikiran-pemikiran konstruktif dan kreatif dalam rangka memajukan
program Kependudukan dan KB.
5. Penunjang dalam rangka berkontribusi terhadap kemajuan masyarakat.
7

BAB III
PROSEDUR PENGUSULAN DAFTAR USULAN PENETAPAN ANGKA KREDIT
(DUPAK) DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (PAK)
Indikator keberhasilan:
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan akan dapat menerapkan
prosedur pengusulan DUPAK dan PAK

A. Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK)


DUPAK merupakan daftar usulan penetapan angka kredit yang diajukan PKB
kepada Tim penilai angka kredit yang di dalamnya memuat berkas syarat-syarat
administrastif dan bukti fisik peritem kegiatan untuk dilakukan penilaian
berdasarkan ketentuan yang berlaku.
B. Tata Cara Pengumpulan dan Pengusulan DUPAK
1.
2.
3.
4.
5.

Mencatat semua kegiatan dalam buku visum


Mengumpulkan buktibukti kelengkapan kegiatan
Mengelompokkan buktibukti kegiatan sesuai dengan unsur dan sub-unsur
Membuat daftar keterangan kegiatan sesuai formulir yang ditentukan
Melampirkan buktibukti kegiatan sesuai dengan rincian pada lampiran Juknis
Penilaian Angka Kredit bagi Penyuluh KB
6. Membuat DUPAK yang disetujui dan diusulkan oleh atasan langsung
7. Mengirimkan DUPAK ke Tim Penilai.
C. Tata Cara Penyusunan Dupak
1. Dupak disusun secara berurutan, mulai unsur utama sampai unsur
penunjang,
2. Di bagian atas terdiri dari;
a. Surat pengantar Dupak
b. Form Dupak
c. Fotocopy SK dan Jabatan terakhir
d. Fotocopy DP3 satu tahun terakhir
e. Fotocopy Penetapan Angka Kredit periode sebelumnya, dan
f. Buku visum
3. Setiap butir kegiatan dilampiri surat tugas dan surat pernyataan
melaksanakan tugas
4. Dupak disusun dalam shelter atau dijilid yang rapih sesuai urutan Dupak
D. Periode Penetapan Angka Kredit
Penetapan Angka Kredit Penyuluh KB dilakukan 2(dua) kali dalam 1(satu) tahun,
yaitu setiap bulan Januari dan bulan Juli tahun yang bersangkutan.
a. Penilaian yang penetapannya bulan Januari yaitu penilaian untuk kegiatan
yang telah dilakukan pada bulan Juli s/d Desember tahun sebelumnya.

b. Penilaian bulan Juli yaitu untuk penilaian kegiatan yang telah dilakukan pada
bulan Januari s/d Juni pada tahun yang bersangkutan.
E. Mekanisme Akreditasi Penyuluh KB
1. Buku visum dan bukti kegiatan lainnya, PKB mencatat hasil kegiatan dengan
angka kreditnya dan atasan langsung/PPLKB memeriksa setiap minggu
sebagai bahan pada staf meeting.
2. Membuat rekapitulasi bulanan hasil kegiatan dan perhitungan angka kredit
3. Atasan langsung/PPLKB mencatat perolehan angka kredit masing-masing
PKB di wilayahnya sebagai bahan pembinaan.
4. Dari hasil rekapitulasi kegiatan bulanan, PKB membuat laporan
F. Angka Kredit dan Contoh Perhitungan
Setiap butir kegiatan yang mendapatkan angka kredit harus terdokumentasikan
dengan baik. Untuk PKB yang secara bersama-sama membuat karya tulis/karya
ilmiah dalam bidang KB nasional, angka kreditnya ditetapkan sebagai berikut :
1. 60% (enam puluh persen) bagi penulis utama
2. 40% (empat puluh persen) dibagi rata untuk semua penulis pembantu
Jumlah penulis pembantu sebagaimana dimaksud sebanyak-banyaknya terdiri
dari 3 (tiga) orang.
Contoh:
Darmanto, seorang PKB terampil dengan pendidikan SLTA mengajukan angka
kredit, kegiatan yang dilakukan yaitu:
1. Diklat Prajabatan
2. Diklat LDU
3. Menyusun rencana pendataan dan pemetaan wilayah tingkat desa
4. Melaksanakan pendataan KB
5. Mengolah data wilayah Desa / Kelurahan
6. Penyajian hasil pengolahan data desa/kelurahan
7. Mengembangkan media KIE KB Nasional dalam bentuk poster
8. Menyiapkan sarana KIE dengan mobil penerangan (MUPEN) KB
9. Menyusun materi Rakor / Raker KB tingkat desa sebanyak 3 kali
10. Membimbing kegiatan pendewasaan usia perkawinan sebanyak 5 kali
11. Melakukan rujukan medis ketempat pelayanan kesehatan sebanyak 4 kali
12. Menyusun laporan pelayanan terpadu (Bina Keluarga, UPPKS)
13. Membuat karya tulis/karya ilmiah hasil penelitian, pengkajian, survey evaluasi
di bidang penyuluhan KB Nasional dan pelayanan KB yang tidak
dipublikasikan dalam majalah ilmiah yang diakui LOPO
14. Menemukan teknologi tepatguna di bidang penyuluhan KB Nasional dan
pelayanan KB
15. Mengikuti seminar / lokakarya setiap kali sebagai peserta sebanyak 3 kali
Pertanyaan:
Hitunglah perolehan angka kredit yang diajukan Darmanto lalu masukan dalam
form Dupak!

Jawab:
Unsur Kegiatan

Volume

Utama :
1. Pendidikan SLTA
2. Diklat Prajabatan
3. Diklat LDU
4. Menyusun rencana pendataan dan pemetaan
wilayah tingkat desa
5. Melaksanakan pendataan KB
6. Mengolah data di wilayah Desa
7. Penyajian hasil pengolahan data desa
8. Mengembangkan media KIE KB Nasional dalam
bentuk poster
9. Menyiapkan sarana KIE dengan mobil penerangan
(MUPEN) KB
10. Menyusun materi Rakor / Raker KB tingkat desa
11. Membimbing kegiatan pendewasaan usia
perkawinan
12. Melakukan rujukan medis ketempat pelayanan
kesehatan
13. Menyusun laporan pelayanan terpadu (Bina
Keluarga, UPPKS)
14. Membuat karya tulis / karya ilmiah hasil penelitian,
pengkajian, survey evaluasi di bidang penyuluhan
KB Nasional dan pelayanan KB yang tidak
dipublikasikan dalam majalah ilmiah yang diakui
LOPO
15. Menemukan teknologi tepat guna di bidang
penyuluhan KB Nasional dan pelayanan KB

Penunjang :
1. Mengikuti seminar/lokakarya setiap kali
sebagai peserta
Jumlah

Jumlah
Angka Kredit

1
1
1
1

25
1,5
1

1
1
1
1

0.108
0.040
0.135
0.160

0.060

3
5

0.12
0.15

0.72

0.012

12

29

46.505

Setelah membuat perhitungan lalu dimasukkan ke dalam form Dupak


G. Penetapan Angka Kredit
Setelah PKB menyusun Dupak lalu diserahkan ke Tim Penilai Dupak untuk
dilakukan penilaian agar mendapatkan Penetapan Angka Kredit oleh pejabat
yang berwenang menetapkan Angka Kredit.
Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit PKB. adalah :
1. Kepala BKKBN atau pejabat eselon I yang ditunjuk olehnya bagi PKB Madya.
2. Bupati/Walikota atau pejabat eselon II yang ditunjuk yang membidangi
keluarga berencana bagi PKB Pelaksana Pemula sampai dengan PKB
Penyelia dan PKB Pertama sampai dengan PKB Muda di lingkungan
masingmasing.

10

Penetapan angka kredit untuk kenaikan pangkat ditetapkan selambat lambatnya


3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat, sebagai berikut :
1. Untuk kenaikan pangkat periode April, angka kredit ditetapkan selambatlambatnya pada bulan Januari tahun yang bersangkutan.
2. Untuk kenaikan pangkat periode Oktober, angka kredit ditetapkan selambatlambatnya pada bulan Juli tahun yang bersangkutan.
Setiap usul penetapan angka kredit bagi PKB harus dinilai secara seksama
olehTim Penilai, dengan berpedoman pada Lampiran I atau Lampiran II
Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara KEP/120/M.PAN/9/2004.
Hasil penilaian ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka
kredit dengan menggunakan contoh formulir sebagimana tersebut pada
Lampiran VII, dengan ketentuan :
1. Asli Pentetapan Angka Kredit (PAK) disampaikan kepada Kepala Badan
Kepegawaian Negara (BKN) atau Kepala Kantor Regional BKN yang
bersangkutan ; dan
2. Tembusan disampaikan kepada :
a. PKB yang bersangkutan
b. Pimpinan Unit Kerja yang bersangkuan
c. Sekretaris Tim Penilai yang bersangkuatn
d. Pejabat yang berwenang menetakan angka kredit
e. Kepala Bagian Kepegawaian/Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang
bersangkutan.
Apabila pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit berhalangan
sehingga tidak dapat menetapkan angka kredit dalam batas waktu maka pejabat
yang berwenang menetapkan angka kredit dapat mendelegasikan kepada
pejabat lain satu tingkat lebih rendah.

11

Prosedur Penetapan Angka Kredit


Pejabat Penetapan
Angka Kredit

Tim Penilai

Rancangan
PAK

Rapat Penialaian

Hasil PAK
5

Sekretariat

DUPAK

Umpan Balik

Pejabat Pengusul
Peyuluh

1. Setiap bulan Januari dan Juli DUPAK diajukan ke Sekretariat Tim Penilai
oleh:
2. Penyuluh KB Madya oleh Bupati/Walikota atau Kepala PDPPKB.
3. Penyuluh KB Terampil sampai dengan PKB Ahli Muda oleh pejabat Eselon III
yang membidangi kepegawaian.
4. Sekretariat meneruskan DUPAK kepada Tim Penilai untuk dibahas dalam
rapat penilaian.
5. Tim Penilai menyerahkan hasil penilaian ke Sekretariat.
6. Sekretariat menyampaikan rancangan PAK yang belum ditandatangani
kepada Pejabat Penetap Angka Kredit.
7. Hasil Penetapan Angka Kredit (PAK) KB disampaikan ke Sekretariat.
8. Sekretariat mengumpan balikkan PAK ke Penyuluh KB.
Keterangan:
PDPPKB : Perangkat Daerah Pengelola Program KB Kabupaten/Kota.
Pejabat Penetap adalah Kepala BKKBN Pusat atau Kepala BKKBN Propinsi
untuk Penyuluh KB Ahli Madya dan atau Kepala PDPPKB urrtuk Penyuluh KB
Terampil sampai dengan Penyuluh KB Ahli Muda.

12

H. Penentuan Nilai Awal


Penentuan nilai awal jabatan fungsional Penyuluh KB, keputusan
pengangkatannya didasarkan atas ijazah yang dimiliki dan bagi mereka yang
telah mempunyai pengalaman dibidang program KB Nasional dapat
diperhitungkan nilai angka kreditnya yang meliputi :
1. Unsur Utama (pendidikan, penyuluhan KB nasional, pelayanan KB dan
pengembangan Profesi).
2. Unsur Penunjang (kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas Penyuluh
KB).
Setiap pengangkatan pertama Pejabat Fungsional Penyuluh KB perlu ditetapkan
Nilai Awal yang terdiri dari :
1. Unsur Pendidikan
a. SLTA/D1 nilai awal
b. Diploma II niali awal
c. Sarjana Muda/Diploma III nilai awal
d. Sarjana/Diploma IV nilai awal
e. Pasca Sarjana (S2) nilai awal
f. Doktor (S3) nilai awal
2. Unsur Penyuluhan
3. Unsur Pelayanan
4. Unsur Pengembangan Profesi
5. Unsur Penunjang

: 25 AK.
: 40 AK.
: 60 AK.
: 75 AK.
: 100 AK.
: 150 AK.

Nilai dari semua unsur ditetapkan oleh Tim Penilai berdasarkan bukti-bukti
Kegiatan yang ada.
Contoh Kasus :
Pengangkatan yang belum memiliki pengalaman :
Suparjo pendidikan SMU, pangkat Pengatur Muda (II/a). Pengalaman kerja 2
tahun. Ingin menjadi Penyuluh KB. Yang bersangkutan belum memiliki bukti
bukti prestasi kerja (pelatihan, Penyuluhan dan kegiatan lainnya) sehingga yang
bersangkutan sewaktu diangkat menjadi Penyuluh KB mempunyai nilai angka
kredit 25 AK, dengan jabatan Penyuluh KB Pelaksana Pemula.
I. Kenaikan Pangkat dan Jabatan
Kenaikan pangkat dan jabatan merupakan jenjang karier PKB ke tingkat yang
lebih tinggi. Dengan mengumpulkan angka kredit secara teratur PKB
dimungkinkan naik pangkat dan jabatan 2 tahun lebih cepat dari jabatan
struktural, oleh karena itu PKB benar-benar memperhatikan angka kredit yang
diperolehnya.

13

Perbedaan kenaikan pangkat dan jabatan

Kenaikan Pangkat
Sekurangkurangnya telah 2 th
dalam pangkat terakhir.

Memenuhi angka kredit yang


ditentukan untuk kenaikan pangkat
setingkat lebih tinggi

Setiap unsur penilaian prestasi

kerja atau pelaksanaan pekerjaan


(DP3) sekurang-kurangnya bernilai
baik dalam 2 tahun terakhir.

Kenaikan Jabatan
Sekurangkurangnya telah 1 th
dalam jabatan terakhir.
Memenuhi angka kredit yang
ditentukan untuk kenaikan jabatan
setingkat lebih tinggi
Setiap unsur penilaian prestasi kerja
atau pelaksanaan pekerjaan (DP3)
sekurang-kurangnya bernilai baik
dalam 1 tahun terakhir.

Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai
Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam jabatan dan kenaikan pangkat/jabatan
PKB terampil sebagaiamana tersebut dalam lampiran III dan untuk PKB ahli
sebagaimana tersebut dalam lampiran IV, dengan ketentuan:
1. Sekurang-kurangnya 80% (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari
unsur utama
2. Sebanyak-banyaknya 20% (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur
penunjang
Untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi untuk menjadi PKB Madya
pangkat Pembina Tingkat I, gol ruang IV/b sampai dengan Pembina Utama Muda
gol ruang IV/c diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas)
angka kredit harus dari kegiatan pengembangan profesi.
PKB Penyelia pangka Penata Tingkat I. golongan ruang III/d setiap tahun
sejakdiangkat dalam pangkat/jabatan diwajibkan mengumpulkan angka kredit
sekurangkurangnya 10 (sepuluh) yang berasal dari kegiatan penyuluhan KB
nasional dan pelayanan KB dan/atau pengembangan profesi.
PKB Madya pangkat Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c setiap tahun
sejak diangkat dalam pangkat/jabatan diwajibkan mengumpulkan angka kredit
sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) yang berasal dari kegiatan penyuluhan KB
Nasional dan pelayanan KB dan/atau pengembangan profesi.
J. Rangkuman
Setiap PKB diwajibkan mengumpulkan DUPAK sebagai landasan dalam
Penetapan Angka Kredit. DUPAK yang disusun memperhatikan butir kegiatan
yang telah dilaksanakan PKB. Penetapan Angka Kredit ditetapkan oleh pejabat
yang berwenang. Prosedur Penetapan DUPAK dimulai dari PKB mengusulkan
DUPAK.
DUPAK diterima sekretariat penilai, sekretariat meneruskan DUPAK ke Tim
Penilai untuk dibahas dalam rapat penilaian, Tim Penilai mengembalikan DUPAK
yang telah dinilai ke sekretariat, sekretariat memproses penilaian sampai
14

mencetak form PAK, sekretariat meneruskan ke Pejabat yang berwenang


menetapkan angka kredit. Pejabat yang berwenang menandatangani PAK,
setelah itu dikembalikan kesekretariat, sekretriat mengumpanbalikkan ke PKB
yang bersangkutan dan beberapa tembusan.
Kenaikan pangkat dan jabatan PKB angka kredit kumulatif yang dikumpulkan
80% dari unsur utama dan 20% berasal dari unsur penunjang.
K. Latihan
Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat
1.
2.
3.
4.

Apa yang dimaksud dengan DUPAK?


Bagaimana menyusun DUPAK yang baik?
Bagaimana mekanisme Penetapan Angka Kredit?
Bapak Sobar, seorang yang baru diangkat menjadi PKB terampil dengan
pendidikan SLTA asal Jawa Tengah melakukan kegiatan sebagai berikut;
a. Diklat LDU
b. Diklat Prajabatan
c. Melakukan pengisian form pendataan MDK
d. Membuat peta wilayah kerja hasil pendataan
e. Membuat rencana kerja tingkat desa
f. Melakukan KIE KB Nasional kepada masyarakat secara perorangan
sebanyak 10 kali
g. Melakukan fasilitasi kepada kader sebayak 3 x
h. Mengumpulkan data pelayanan KB di klinik
i. Menjadi Anggota / pengurus koperasi
Hitunglah angka kredit yang dikumpulkan Pak Sobar!
5. Berapa persen maksimal angka kredit yang dikumpulkan oleh PKB untuk
kenaikan pangkat dan jabatan?
L. Kunci Jawaban
1. DUPAK merupakan daftar usulan penetapan angka kredit yang diajukan PKB
kepada Tim penilai angka kredit yang di dalamnya memuat berkas syaratsyarat administrastif dan bukti fisik peritem kegiatan untuk dilakukan penilaian
berdasarkan ketentuan yang berlaku.
2. Cara menyusun DUPAK yang baik yaitu;
a. Dupak disusun secara berurutan, mulai unsur utama sampai unsur
penunjang,
b. Di bagian atas terdiri dari;
1) Surat pengantar Dupak
2) Form Dupak
3) Fotocopy SK dan Jabatan terakhir
4) Fotocopy DP3 satu tahun terakhir
5) Fotocopy Penetapan Angka Kredit periode sebelumnya, dan
6) Buku visum
c. Setiap butir kegiatan dilampiri surat tugas dan surat pernyataan
melaksanakan tugas,
d. Dupak disusun dalam shelter atau dijilid yang rapih sesuai urutan Dupak.

15

3. Mekanisme Penetapan Angka Kredit


DUPAK diterima sekretariat penilai, sekretariat meneruskan DUPAK ke Tim
Penilai untuk dibahas dalam rapat penilaian, Tim Penilai mengembalikan
DUPAK yang telah dinilai ke sekretariat, sekretariat memproses penilaian
sampai mencetak form PAK, sekretariat meneruskan ke Pejabat yang
berwenang menetapkan angka kredit. Pejabat yang berwenang
menandatangani PAK, setelah itu dikembalikan kesekretariat, sekretriat
mengumpanbalikkan ke PKB yang bersangkutan dan beberapa tembusan.
4. Kegiatan Pak Sobar terakumulasi sebagai berikut
Unsur Kegiatan
Unsur Utama
1. Pendidikan
2. Diklat LDU
3. Diklat Prajabatan
4. Melakukan pengisian form pendataan MDK
5. Membuat peta wilayah kerja hasil
pendataan
6. Membuat rencana kerja tingkat desa
7. Melakukan KIE KB Nasional kepada
masyarakat secara perorangan sebanyak
10 kali
8. Melakukan fasilitasi kepada kader sebayak
3x
9. Mengumpulkan data pelayanan KB di klinik
Unsur Penunjang
1. Menjadi Anggota / pengurus koperasi
JUMLAH

Volume

Jumlah
Angka Kredit

1
1
1

25
1
1,5

0,080

1
1

0,030
0,016

10

0,06

3
1

0,027
0,009

1
21

0,25
26

5. Kenaikan pangkat dan jabatan PKB angka kredit kumulatif yang dikumpulkan
80% dari unsur utama dan 20% berasal dari unsur penunjang.

16

BAB IV
TIM PENILAI ANGKA KREDIT

Indikator keberhasilan:
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan akan dapat menjelaskan
Tim Penilai Angka Kredit

A. Pengertian Tim Penilai Angka Kredit


Tim Penilai Angka Kredit merupakan Tim yang dibentuk untuk membantu pejabat
yang berwenang menetapakan angka kredit dalam melakukan penilaian angka
kredit berdasarkan DUPAK yang diusulkan PKB.
Tim Penilai terdiri dari :
1. Tim Penilai jabatan PKB Pusat bagi Kepala BKKBN atau Pejabat eselon I
yang ditunjuk olehnya yang selanjutnya disebut TIM Penilai Pusat.
2. Tim Penilai jabatan PKB Propinsi bagi Kepala Perwakilan BKKBN Propinsi
apabila diberi kuasa/delegasi, yang selanjutnya disebut Tim Penilai
Perwakilan Propinsi.
3. Tim Penilai jabatan PKB Kabupaten/Kota bagi Bupati/Walikota atau pejabat
eselon II yang ditunjuk yang membidangi Keluarga Berencana yang
selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten/Kota.
B. Pembentukan Tim Penilai Angka Kredit
Pembentukan dan susunan Anggota Tim Penilai ditetapkan oleh :
1. Kepala BKKBN untuk Tim Penilai Pusat/Tim Penilai Perwakilan Propinsi;
2. Bupati/Walikota atau pejabat eselon II yang ditunjuk yang membidangi
keluarga berencana untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota.
Anggota Tim Penilai PKB adalah PKB dengan susunan sebagai berikut :
1. Seseorang Ketua merangkap anggota
2. Seseorang Wakil Ketua merangkap anggota
3. Seseorang Sekretaris merangkap anggota
4. Sekurang-kurangnya 4 (empat) orang anggota
Persyaratan untuk menjadi AnggotaTim Penilai adalah :
1. Menduduki pangkat/jabatan serendah-rendahnya sama dengan pangkat/j
abatan PKB yang dinilai
2. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilaki prestasi kerja PKB
3. Dapat aktif melakukan penilaian
Tugas pokok Tim Penilai Pusat, adalah:
1. Membantu Kepala BKKBN atau pejabat eselon I yang ditunjuk dalam
menetapkan angka kredit bagi PKB Madya.

17

2. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala BKKBN atau


pejabat eselon I yang ditunjuk yang berhubungan dengan penetapan angka
kredit
Tugas pokok Tim Penilai Perwakilan Propinsi, adalah :
1. Membantu Kepala Perwakilan BKKBN Propinsi apabila diberi kuasa/delegasi,
dalam menetapkan angka kredit bagi PKB Madya di wilayahnya.
2. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Perwakilan
BKKBN Propinsi apabila diberi kuasa/delegasi yang berhubungan dengan
penetapan angka kredit.
Tugas pokok Tim Penilai Kabupaten/Kota, adalah:
1. Membantu Bupati/Walikota atau pejabat eselon II yang ditunjuk yang
2. membidang keluarga berencana dalam menetapkan angka kredit bagi PKB
Pelaksana Pemula sampai dengan PKB Penyelia dari PKB Pertama sampai
dengan PKB Muda di lingkungan masing-masing.
3. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Bupati/Walikota atau
4. pejabat eselon II yang ditunjuk yang membidangi keluarga berencana yang
berhubungan dengan penetapan angka kredit.
Masa tugas Anggota Tim Penilai adalah 3 (tiga) tahun.
Apabila jumlah Anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi, anggota Tim Penilai
dapat diangkat dari Pegawai Negeri Sipil lain sepanjang memenuhi syarat;
1. Memiliki kompetensi untuk menilai PKB
2. Menduduki pangkat/jabatan serendah-rendahnya sama dengan PKB yang
dinilai.
3. Dapat aktif melakukan penilaian
Apabila Tim Penilai Kabupaten/Kota belum dapat dibentuk karena belum ada
Pegawai Negeri Sipil yanag memenuhi syarat Tim Penilai yang ditentukan, maka
penilaian dan penetapan angka kredit dapat dilakukan Tim Penilai Kabupaten/
Kota lain yang terdekat atau Tim Penilai Pusat atau Tim Penilai Perwakilan
Provinsi.
Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi Anggota Tim Penilai dalam 2 (dua)
masa jabatan berturut-turut. dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang
waktu 1 (satu) masa jabatan;
Dalam hal terdapat Anggota Tim Penilai yang ikut dinilai, maka Ketua Tim Penilai
dapat mengangkat Anggota Tim Penilai Pengganti.

18

C. Mekanisme Kerja Tim Penilai Angka Kredit


DUPAK

PKB

TIM PENILAI

SEKRETARIAT

3
4
Tugas Sekretariat :

1. Mengumpulkan, mencatat dan

5
PEJABAT PAK

2.

3.
4.
5.
6.

menyimpan Daftar Usul


Penetapan Angka Kredit
(DUPAK) Penyuluh KB.
Menyelenggarakan rapat Tim
Penilai minimum 2 x setahun.
Mendistribusikan DUPAK ke Tim
Penilai.
Mengumpulkan hasil penilaian
dan menyampaikan ke pimpinan
untuk ditetapkan.
Memberikan Feedback kepada
yang bersangkutan.
Mengingatkan kepada Penyuluh
KB yang tidak mengirimkan
DUPAK selama 4 periode
berturut-turut.

Keterangan gambar:
Mekanisme kerja Tim Penilai Angka Kredit di mulai dari PKB mengusulkan DUPAK,
DUPAK diterima sekretariat, sekretariat meneruskan ke Tim Penilai untuk dilakukan
penilaian dan pembahasan, hasil penilaian diserahkan kembali ke sekretariat, sekretariat
memperoses sampai mencatak form Penetapan Angka Kredit, lalu diserahkan ke
Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit untuk ditandatangani, setelah
ditandatangani dikembalikan ke sekretariat, sekretariat mengumpan balikkan Penetapan
Angka Kredit ke PKB yang bersangkutan dan beberapa tembusan.

19

D. Rangkuman
Tim Penilai Angka Kredit dibentuk dalam upaya membantu Pejabat yang
berwenang menetapkan angka kredit PKB. Tim Penilai mempunyai kewenangan
menilai DUPAK yang diajukan PKB. DUPAK yang telah dinilai ditandatangani
oleh pejabat yang berwenang. Sekretariat menyampaikan hasil penilaian kepada
PKB yang bersangkutan.
E. Latihan
Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat
1. Apa yang dimaksud Tim Penilai Angka Kredit?
2. Siapa yang berhak menugaskan Tim Penilai Angka Kredit?
3. Diskusikan dengan teman-temanmu bagaimana mekanisme kerja Tim Penilai
Angka Kredit?
4. Bagaimana pendapatmu apabila seorang PKB telat mengumpulkan angka
kredit?
5. Diskusikan dengan teman-temanmu, apa yang menyebabkan Penetapan
Angka Kredit yang diterima bisa lebih kecil dari yang diusulkan?
F. Kunci Jawaban
1. Tim Penilai Angka Kredit merupakan Tim yang dibentuk untuk membantu
pejabat yang berwenang menetapakan angka kredit dalam melakukan
penilaian angka kredit berdasarkan DUPAK yang diusulkan PKB.
2. Pembentukan dan susunan Anggota Tim Penilai ditetapkan oleh :
a. Kepala BKKBN untuk Tim Penilai Pusat/Tim Penilai Perwakilan Propinsi;
b. Bupati/Walikota atau pejabat eselon II yabg ditunjuk yang membidangi
keluarga berencana untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota.
3. Jawaban terbuka
4. Jawaban terbuka
5. Jawaban terbuka

20

BAB V
PENGANGKATAN, PEMBEBASAN SEMENTARA
DAN PEMBERHENTIAN DALAM DAN DARI JABATAN
Indikator keberhasilan:
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta diharapkan akan dapat menguraikan pengangkatan,
pembebasan sementara, pemberhentian dalam dan dari jabatan

A. Pengangkatan Pertama
Persyaratan untuk pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional adalah:
1. Berkedudukan sebagai pegawai negeri sipil,
2. Memiliki ijazah sesuai dengan tingkat pendidikan dan kualifikasi pendidikan
yang ditentukan,
3. Telah menduduki pangkat menurut ketentuan yang berlaku,
4. Telah lulus pendidikan dan pelatihan fungsional yang ditentukan,
5. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP-3 sekurangkurangnya bernilai baik dalam 1 tahun terakhir.
Persyaratan pengangkatan jabatan Fungsional Penyuluh KB :
1. Memiliki sertifikat Latihan Dasar Umum Penyuluhan KB (*baru dan alih tugas)
2. Penyuluh KB alih tugas :
a. Lulus seleksi.
b. Memenuhi persyaratan Pendidikan yang telah ditetapkan.
c. Memiliki pengalaman dibidang KB sekurangkurangnya 2 (dua) tahun.
d. Usia 5 tahun sebelum batas usia pensiun.
e. DP3 dua tahun terakhir baik.
3. Pengangkatan kembali jabatan Fungsional Penyuluh KB:
- Telah selesai pembebasan sementara
Persyaratan bagi Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat pertama kali dalam
jabatan PKB terampil. adalah :
a. Berijazah serendah-rendahnya SLTA sesuai dengan kualifikasi yang
ditentukan
b. Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda, golongan II/a
c. Telah mengikuti dan lulus diklat fungsional bidang keluarga berencana
d. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurangkurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.
Persyaratan bagi Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat pertama kali dalam
jabatan PKB ahli, adalah:
a. Berijazah serendah-rendahnya Sarjana (S-1)/Diploma IV (DIV) sesuai dengan
kualifikasi yang ditentukan
b. Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda , golongan ruang III/a
c. Telah mengikuti dan lulus diklat fungsional bidang keluarga berencana
d. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DPS sekurang-kurang
bernilai baik dalam 1 (satu) terakhir.

21

Untuk menjamin tingkat kinerja PKB dalam mencapai angka kredit untuk
kenaikan jabatan/pangkat, maka dalam pengangkatan PKB harus
memperhitungkan keseimbangan antara beban kerja dengan jumlah PKB sesuai
jenjang jabatannya.
Pengangkatan PKB di lingkungan Satuan Organisasi Pemerintah Daerah harus
didasarkan pada formasi jabatan PKB yang ditetapkan oleh Kepala Daerah
masing-masing setelah mendapat persetujuan tertulis menteri yang bertanggung
jawab dibidang pendayagunaan aparatur Negara dan berdasarkan Kepala BKN.
Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan PKB tidak dapat menduduki
jabatan rangkap, baik dengan jabatan fungsional lain maupun dengan jabatan
struktural.
B. Pembebasan Sementara
Pembebasan Sementara adalah pelepasan sementara jabatan fungsional PKB
dalam kurun waktu tertentu dan dapat diangkat kembali dalam jabatan fungsional
PKB. PKB yang terkena pembebasan sementara tidak menerima tunjangan.
Penyuluh KB dapat dibebaskan sementara dari jabatan fungsional apabila :
1. Tidak bisa mengumpulkan angka kredit sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
2. Penyuluh KB Terampil pangkat maksimal III/d tidak bisa mengumpulkan
angka kredit minimal 10 untuk unsur utama setiap tahun.
3. Penyuluh KB Ahli pangkat maksimal IV/c tidak bisa mengumpulkan angka
kredit minimal 20 untuk unsur utama setiap tahun.
4. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau berat berupa penurunan
pangkat.
5. Diberhentikan sementara dari PNS.
6. Ditugaskan secara penuh diluar jabatan Penyuluh KB.
7. Cuti diluar tanggungan Negara.
8. Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan.
9. Pengangkatan kembali sebagai Penyuluh KB dari pembebasan sementara
dibatasi hanya sebanyak 2 kali.
C. Pemberhentian Dari dan Dalam Jabatan
Penyuluh KB diberhentikan dari jabatan fungsional apabila :
1. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara tidak dapat
mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat
setingkat lebih tinggi.
2. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum
yang tetap (tidak termasuk hukuman penurunan pangkat).

22

D. Rangkuman
Pengangkatan pertama dalam jabatan PKB harus memenuhi syarat sesuai
ketentuan yang berlaku. Sejak diangkat pertama kali dalam jabatan fungsional
Penyuluh KB, seorang PKB harus bisa menjaga eksistensinya dengan terus
bekerja secara sungguh-sungguh menjalankan tupoksinya. Mendokumentasikan
kegiatannya dengan mengajukan angka kredit. Jangan sampai terkena
pembebasan sementara bahkan sampai pemberhentian jabatan.
E. Latihan
Jawablah pertanyaan berikut dengan benar
1. Diskusikan dengan teman-teman anda bagaimana proses pengangkatan PKB
pertama kali!
2. Diskusikan dengan teman-teman anda mengapa seorang PKB bisa terkena
pembebasan sementara akibat tidak mengumpulkan angka kredit?
3. Diskusikan dengan teman-teman anda mengapa seorang PKB bisa terkena
pemberhentian jabatan PKB akibat tidak mengumpulkan angka kredit?
F. Kunci Jawaban
1. Persyaratan pengangkatan jabatan Fungsional Penyuluh KB :
a. Memiliki sertifikat Latihan Dasar Umum Penyuluhan KB (*baru dan alih
tugas)
b. Penyuluh KB alih tugas :
1) Lulus seleksi
2) Memenuhi persyaratan Pendidikan yang telah ditetapkan
3) Memiliki pengalaman dibidang KB sekurangkurangnya 2 (dua) tahun
4) Usia 5 tahun sebelum batas usia pensiun
5) DP3 dua tahun terakhir baik
c. Pengangkatan kembali jabatan Fungsional Penyuluh KB :
- Telah selesai pembebasan sementara
2. Seorang PKB dapat terkena pembebasan sementara secara umum akibat
PKB tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang telah ditentukan.
Ketidakberhasilan mengumpulkan angka kredit bisa disebabkan PKB tidak
disiplin mendokumentasikan kegiatannya, sehingga segala aktivitas yang
telah dilakukan tidak dapat direkam sebagai bukti pegajuan angka kredit.
3. Seorang PKB yang terkena pemberhentian jabatan karena tidak bisa
mengumpulkan angka kredit disebabkan PKB dalam waktu satu tahun setelah
pembebasan sementara tidak mampu mengumpulkan angka kredit yang
dipersyaratkan. Faktor-faktor yang menyebabkan antara lain; sudah malas
bekerja, tidak punya semangat untuk mengejar ketertinggalan dan adanya
rasa pesimistis akan masa depan PKB yang ia geluti.

23

BAB VI
PENUTUP

A. Kesimpulan
Anda telah mempelajari mata diklat Angka Kredit Penyuluh KB dengan sukses.
Selanjutnya, untuk mengakhiri modul ini, anda kami persilahkan untuk mencermati
sekali lagi rangkuman yang merupakan intisari Angka Kredit Penyuluh KB.

1. Angka kredit, adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi
nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh seorang PKB dalam rangka
pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya. Angka Kredit Penyuluh KB
sebagai indikator kinerja PKB merupakan tolak ukur kinerja PKB dalam
menjalankan tupoksinya. Setiap PKB dituntut untuk secara proaktif dan
konsisten mengumpulkan angka kredit secara periodik. Kedisiplinan PKB
dalam mengumpulkan angka kredit menunjukkan program kependudukan dan
KB Nasional dilaksanakan dengan baik.
Angka kredit PKB sebagai bahan pertimbangan dalam kenaikan pangkat dan
jabatan, oleh karena itu karier PKB akan berjalan dengan baik jika angka
kredit yang diperolehnya dapat memenuhi syarat sebagaimana ketentuan
yang berlaku. Begitu juga sebaliknya, jika PKB tidak dapat mengumpulkan
angka kredit sebagaimana yang telah ditentukan dapat terkena pembebasan
sementara bahkan fatal sampai pemberhentian jabatan. Oleh karenanya PKB
harus memiliki pemahaman akan arti pentingnya angka kredit.
2. Pengusulan angka kredit PKB disusun dalam DUPAK yang merupakan
berkas administratif dan buktu fisik yang akan dinilai oleh Tim Penilai Angka
Kredit.
3. Tim Penilai Angka Kredit merupakan Tim yang bertugas membantu Pejabat
yang berwenang menetapkan angka kredit untuk melakukan penilaian
terhadap DUPAK yang diajukan oleh PKB. Tim penilai dibantu oleh
sekretariat yang bertugas mengumpulkan dan memeriksa kelengkapan
DUPAK.
4. Pengangkatan pertama PKB baik PKB terampil maupun ahli harus memenuhi
syarat yang telah ditentukan yaitu;
Persyaratan bagi Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat pertama kali dalam
jabatan PKB terampil. adalah :
1. Berijazah serendah-rendahnya SLTA sesuai dengan kualifikasi yang
ditentukan
2. Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda, golongan II/a
3. Telah mengikuti dan lulus diklat fungsional bidang keluarga berencana
4. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DP3 sekurangkurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

24

Persyaratan bagi Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat pertama kali dalam
jabatan PKB ahli, adalah:
1. Berijazah serendah-rendahnya Sarjana (S-1)/Diploma IV (DIV) sesuai dengan
kualifikasi yang ditentukan;
2. Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda , golongan ruang III/a;
3. Telah mengikuti dan lulus diklat fungsional bidang keluarga berencana;
4. Setiap unsur penilaian pelaksanaan pekerjaan dalam DPS sekurang-kurang
bernilai baik dalam 1 (satu) terakhir.
Pembebasan Sementara adalah pelepasan sementara jabatan fungsional PKB
dalam kurun waktu tertentu dan dapat diangkat kembali dalam jabatan fungsional
PKB. PKB yang terkena pembebasan sementara tidak menerima tunjangan.
Apabila PKB tidak dapat menumpulkan angka kredit yang dipersyaratkan dalam
jangka waktu 1 (satu) tahun sejak pembebassan sementara, PKB dapat
diberhentikan dari jabatannnya.
B. Evaluasi
Jawablah kembali pertanyaan berikut yang merupakan pertanyaan dari BAB IIBAB V dengan tepat dan benar
1. Secara garis besar unsur-unsur kegiatan PKB, terbagi menjadi 2, sebutkan!
2. Coba kelompokan masing-masing unsur tersebut terdiri dari kegiatan apa
saja!
3. Jika seseorang ingin melanjutkan pendidikan apa saja persyaratan yang
diperlukan!
4. Seorang PKB gemar sekali menulis karya tulis ilmiah, berarti PKB tersebut
mempunyai....
5. Jika seorang PKB membina karang taruna di wilayah kerjanya, berarti PKB
tersebut sedang melakukan kegiatan.....
6. Apa yang dimaksud dengan DUPAK?
7. Bagaimana menyusun DUPAK yang baik?
8. Bagaimana mekanisme Penetapan Angka Kredit?
9. Bapak Sobar, seorang yang baru diangkat menjadi PKB terampil dengan
pendidikan SLTA asal Jawa Tengah melakukan kegiatan sebagai berikut;
a. Diklat LDU
b. Diklat Prajabatan
c. Melakukan pengisian form pendataan MDK
d. Membuat peta wilayah kerja hasil pendataan
e. Membuat rencana kerja tingkat desa
f. Melakukan KIE KB Nasional kepada masyarakat secara perorangan
sebanyak 10 kali
g. Melakukan fasilitasi kepada kader sebayak 3 x
h. Mengumpulkan data pelayanan KB di klinik
i. Menjadi Anggota / pengurus koperasi
Hitunglah angka kredit yang dikumpulkan Pak Sobar!
10. Berapa persen maksimal angka kredit yang dikumpulkan oleh PKB untuk
kenaikan pangkat dan jabatan?

25

11. Apa yang dimaksud Tim Penilai Angka Kredit?


12. Siapa yang berhak menugaskan Tim Penilai Angka Kredit?
13. Diskusikan dengan teman-temanmu bagaimana mekanisme kerja Tim Penilai
Angka Kredit?
14. Bagaimana pendapatmu apabila seorang PKB telat mengumpulkan angka
kredit?
15. Diskusikan dengan teman-temanmu, apa yang menyebabkan Penetapan
Angka Kredit yang diterima bisa lebih kecil dari yang diusulkan?
16. Diskusikan dengan teman-teman anda bagaimana proses pengangkatan PKB
pertama kali!
17. Diskusikan dengan teman-teman anda mengapa seorang PKB bisa terkena
pembebasan sementara akibat tidak mengumpulkan angka kredit?
18. Diskusikan dengan teman-teman anda mengapa seorang PKB bisa terkena
pemberhentian jabatan PKB akibat tidak mengumpulkan angka kredit?

26

DAFTAR PUSTAKA

Keputusan
Menteri
Pendayagunaaan
Aparatur
Negara
KEP/120/M.PAN/9/2004 tentang Jabatan Fungsional Penyuluh
Berencana dan Angka Kreditnya.

NOMOR
Keluarga

Keputusan Bersama Kepala Badan Koordinasi keluarga Berencana Nasional dan


Kepala Badan Kepegawaian Negara NOMOR 34 TAHUN 2004 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Keluarga Berencana dan Angka
Kreditnya.
Keputusan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Nomor 379/HK010/F2/2004 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Keluarga
Berencana dan Angka Kreditnya.
www.bkkbn.go.id diakses tanggal 13 Maret 2012
www.bkn.go.id diakses tanggal 13 Maret 2012
www.ditbin-widyaiswara.or.id diakses tanggal 16 Maret 2012

27