Anda di halaman 1dari 23

CEDERA KEPALA SEDANG +

INTRACRANIAL HEMATOM DAN


CONTUSIO CEREBRI
PEMBIMBING:
DR. YAHYA ARI PRAMONO, SP.BS
DISUSUN OLEH:
ANDRE SETYAWAN C. N
208.121.0010

STATUS PENDERITA

ANAMNESA (ALLOANAMNESA)

Riwayat Penyakit Dahulu:


Sering epistaksis jika kecapekan
Alergi

disangkal

Riwayat Pengobatan : Riwayat Penyakit Keluarga:


Diabetes Mellitus

disangkal

Hipertensi

disangkal

Asma

disangkal

Alergi

disangkal

PEMERIKSAAN FISIK

Status Generalis:
Kepala : Bentuk mesocephal, simetris, Bentuk mesocephal, rambut
tidak mudah dicabut, terdapat luka rebek didaerah eyebrow sekitar
3x1 cm sebelah kanan dan 3x2 cm sebelah kiri.
Mata
: Conjunctiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-), Pupil (Isokor / Rc
(+))
Telinga :, sekret (-), pendengaran berkurang (sulit di evaluasi),.
Hidung : Nafas cuping hidung (-), sekret (-), epistaksis (+), fraktur os
nasal (-).
Mulut dan tenggorokan : Bibir luka (-), perdarahan (-).
Leher : JVP tidak meningkat, trakea ditengah, pembesaran kelenjar
tiroid (-).
Paru / Thorax : Suara nafas vesikuler, ronchi (-/-), wheezing (-/-),
babras (-/-), Fraktur costa (-/-).
Jantung : Auskultasi : bunyi jantung I dan II regular, murmur (-), gallop
(-).
Abdomen
Inspeksi

: perut tampak mendatar, tidak tampak adanya massa

Palpasi

: supel (+), nyeri tekan (-)

Perkusi

: timpani

Auskultasi

: bising usus (+)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
CT SCAN

RO THORAX

RESUME

DIAGNOSA

PENATALAKSANAAN

M
E
P

N
A
S
A
H
BA

ANATOMI

ANATOMI
Tulang Tengkorak
Terdiri dari kubah (kalvaria) dan basis
kranii. Tulang tengkorak terdiri dari
beberapa
tulang
yaitu
frontal,
parietal, temporal dan oksipital.

DEFINISI CEDERA
KEPALA

Cedera kepala atau yang disebut


dengan trauma kapitis adalah
ruda paksa tumpul/tajam pada
kepala atau wajah yang berakibat
disfungsi cerebral sementara.

Cedera Kepala Ringan (CKR) termasuk didalamnya


Laseratio dan Commotio Cerebri
Skor GCS 13-15, tidak ada kehilangan kesadaran, atau jika
ada tidak lebih dari 10 menit, pasien mengeluh pusing, sakit
kepala, ada muntah, ada amnesia retrogad dan tidak
ditemukan kelainan pada pemeriksaan neurologist.
Cedera Kepala Sedang (CKS)
Skor GCS 9-12, Ada pingsan lebih dari 10 menit, ada sakit
kepala, muntah, kejang dan amnesia retrogad, Pemeriksaan
neurologis terdapat Kelumpuhan saraf dan anggota gerak.
Cedera Kepala Berat (CKB)
Skor GCS <8, Gejalnya serupa dengan CKS, hanya dalam
tingkat yang lebih berat, Terjadinya penurunan kesadaran
secara progesif, adanya fraktur tulang tengkorak dan jaringan
otak yang terlepas.

PATOFISIOLOGI
PROSES PRIMER
Benturan /proses mekanik pada kepala
fraktur tengkorak
perdarahan dalam rongga tengkorak/otak
robekan selaput saraf dan kematian
langsung neuron pada daerah yang terkena
PROSES SEKUNDER
Kerusakan otak primer perubahan struktur
anatomi dan fungsional
meluasnya perdarahan
edema otak
kerusakan neuron
iskemia lokal/global otak
hipertermi

L
A
BR

E
R
E
C
M
A
O
R
T
T
A
N
I EM
H

Kontusio cerebral sangat sering


terjadi di frontal dan lobus temporal, walau
terjadi juga pada setiap bagian otak,
termasuk batang otak dan cerebellum.
Kontusio cerebri dapat saja terjadi dalam
waktu beberapa hari atau jam mengalami
evolusi membentuk perdarahan intracerebral.
Apabila lesi meluas dan terjadi
penyimpangan neurologist lebih lanjut.

PENATALAKSANAAN
1. ATASI ABC
2. OBSERVASI GCS dan tanda vital
CKR :
Perawatan selama 3-5 hari
Mobilisasi bertahap
Terapi simptomatik
Observasi tanda vital
CKS :
Perawatan selama 7-10 hari
Anti cerebral edem
Anti perdarahan
Simptomatik
Neurotropik
Operasi jika ada komplikasi
CKB :
Seperti pada CKS
Antibiotik dosis tinggi
Konsultasi bedah saraf

INDIKASI OPERATIF
Tebal gambaran perdarahan > 2 cm
Volume perdarahan > 25 cc
Pergeseran dari garis tengah > 4 mm
Kejang
Nyeri kepala

PROGNOSIS
Prognosis bervariasi bergantung pada
tingkap keparahan dan lokasi serta
ukuran dari perdarahan. Skor dari Skala
Koma Glasgow yang rendahberhubungan
dengan prognosis yang lebih buruk dan
mortalitas yang lebih tinggi. Apabila
terdapat volume darah yang besar dan
pertumbuhan dari volume hematoma,
prognosis biasanya buruk dan outcome
fungsionalnya juga sangatburuk dengan
tingkat mortalitas yang tinggi.

TERIMA KASIH