Anda di halaman 1dari 5

BAB II

1. a. Jelaskan dan gambarkan penggunaan alimak method untuk vein mining!


b. Jelaskan dan gambarkan penggunaan alimak method untuk perbesaran shaft!
2. a. Jelaskan klasifikasi hand-held drill berdasarkan arah pemborannya, berikut
masing-masing
penggunaannya!
b. Jelaskan klasifikasi jumbo drill berdasarkan under carriagenya, berikut masingmasing pemanfaatannya!
BAB III
1. Jelaskan penggunaan scraper pada TBT!
2. Jelaskan dan gambarkan klasifiksi scraper berdasarkan jumlah drumnya!
3. Jelaskan dan gambarkan cara peletakan tail-sheave pada dinding terowongan!
4. Gambar berikut adalah watermeter chart pada siklus perjalanan scraper.
Sebutkan siklus perjalanan scraper, dan dimanakah posisi masing-msing siklus tsb
pada water meter chart!

JAWAB
BAB II
1. Buku hal. 33-35
2. KLASIFIKASI HAND-HELD DRILL
A. sinker jack-hammer
Pemboran ke arah bawah dan alat bornya dipegang dengan tangan.
Penggunaan :
- shaft (shaft sinking)
- pemboran batuan berukuran besar (oversize rock) pada drawpoint
- pemboran anchor holes (lubang tegak pendek utk baut atau mesin anchor)
- poholes (peledakan bongkah batuan)
- pembuatan pin holes (lubang pendek, biasanya horizontal untuk sheave)
B. Stopper jack-hammer
Pemboran ke arah atas untuk membuat lubang bor tegak atau lubang yang miring ke
atas.
Penggunaan :
- Pemboran ke atas (stoping)
- Pembuatan lubang tegak (raising)
C. Drifter jack-hamer
Pemboran kea arah depan/horizontal.
Penggunaan :
o Pembuatan drift
o Pembuatan crosscut
o Pemboran arah horisontal
KLASIFIKASI JUMBO-DRILL
A. Rail undercarriage
Tambang dgn system transportasi rel menggunakan jumbo drill
undercarriage. Alat ini tersusun oleh kerangka dua sumbu dan empat roda.

rail

B. Crawler undercarriage
Digunakan pada tambang yg tidak dijumpai air tambang yg korosif. Tambang yg
menghasilkan air tambang korosif : tambang batubara, tambang besi, tambang
penghasil material alkalin. Keuntungan : memberikan tekanan pd tanah rendah,
dpt bekerja pada tumpukan lepas, kestabilan bagus. Kerugian : menghasilkan
permukaan jalan yg bergelombang sehingga mempercepat kerusakan alat beban
karet.

C. Pneumatic-tired undercarriage
Menggunakan ban karet. Digunakan pd tambang trackless.
Keuntungan : tdk dipengaruhi oleh air tambang korosif, kurang bersifat merusak
permukaan jalan, kecepatan tinggi.
BAB III
1. PENGGUNAAN SCRAPER
Scraper digunakan bila pekerjaan TBT tdk dpt memanfaatkan metode gravitasi secara
penuh
A. pekerjaan development
- Memindahkan broken ore dan waste dari sebuah tunnel, drift, atau crosscut.
Material digaru dr permuka kerja menuju kereta atau chute.
- mengangkut material pd tanjakan
- pembuatan shaft atau winze yg miring
B. Produksi
- digunakan utk tambang batubara, gravel, bijih logam maupun non logam.
- berguna pada top slicing, mucking bijih suatu open stope
C. Filling
Menyebarkan isian waste atau menyebarkan waste dan memindahkan broken ore.
D. Transfer
Memindahkan bijih pada intermediate level.
E. Mengurangi bahaya mucking
- Memindahkan broken ore lebih cepat dan hoist dapat diletakkan pada jarak yang
aman dari permuka kerja.
- waste jg bisa disebar secara aman
2. KLASIFIKASI SCRAPER BERDASARKAN JUMLAH DRUMNYA :
a. Single-drum hoist : paling kuno dan tdk pernah dgunakan lagi, tercatat pada
awal abad 19 dg mesin 2 HP
Konstruksi: sebuah motor penggerak, sebuah drum, sebuah rope, sebuah
scraper
Cara kerja: 1. Dari atas tumpukan broken ore, scraper ditekan ke bawah dengan
tenaga buruh
2. Mesin menggulung dan broken ore menuju ore pass
3. Scraper ditarik kembali ke atas broken dengan tenaga buruh
(manual)
Aplikasi: Sudah ditinggalkan, permuka kerja sempit, jarak pendek, produksi kecil

Single-drum Hoist
Penarikan scraper kembali menuju tumpukan
broken ore secara manual

b. Double-drum hoist

Single-drum Hoist
Penarikan scraper kembali menuju
tumpukan broken ore secara mekanis

Konstruksi: Sebuah motor penggerak; 2 buah drum untuk mengulung main rope
dan tail rope; 2 buah rope: main rope dan tail rope, sebuah tail sheave, sebuah
scraper
Cara kerja: 1. Dari tumpukan broken ore, main rope digulung dan tail rope
dikendurkan (diulur)
2. Karena pengaruh gaya berat scraper dan kemiringan blade,
maka scraper mampu masuk ke dalam broken ore dan membawanya
menuju ore pass
3. Dari ore pass, main rope dikendurkan (diulur) dan tail rope
digulung
Aplikasi: sangat luas digunakan untuk mengatasi kelemahan single drum hoist,
dimensi stope sempit, produksi besar, membuat bukaan yang sempit (tunnelling)
dengan kemajuan cepat

Double-drum Hoist dengan satu mesin yang kompak


Double-drum Hoist dengan
dua mesin terpisah
c. Three-drum hoist
Konstruksi: sebuah motor penggerak; 3 buah drum: satu drum untuk main rope
dan dua drum untuk tail rope; tiga buah rope: satu main rope dan dua tail rope;
dua buah tail sheave; sebuah scraper
Cara kerja: seperti double-drum hoist, perbedaannya scraper dapat diarahkan ke
sepanjang permuka kerja dengan mengatur tegangan tail rope
Aplikasi: 1. Mengatasi kelemahan double-drum hoist
2. Dimensi stope luas, produksi besar (room-and-pillar)
3. Membuat bukaan dengan dimensi luas, kemajuan cepat
4. Aplikasi lebih uas dibandingkan double drim hoist

Three-drum
hoist
3. CARA PELETAKAN TAIL-SHEAVE PADA DINDING TEROWONGAN
a. Tail sheave harus kuat dilekatkan pada dinding untuk menahan tarikan hoist ketka
scraper menuju tumpukan
b. Saat menggaru broken ore, tail sheave relatif tidak mendapat beban. Saat kembali
ke tumpukan broken ore, tail sheave mendapat beban terbesar
c. Pelekatan tail sheave tergantung kondisi lokal: timbering, ukuran dan bentuk rope,
ukuran dan bentuk drift, karater batuan.
Eyebolt: untuk dinding kuat, dipasang melalui lubang bor, membongkarnya
dengan mengungkit pasak.
Split eye bolt & wedge: untuk dinding kuat dipasang melalui lubang bor,
membongkarnya dengan pemboran dan peledakan
Flexible eye bolt: untuk dinding kuat, dipasang melalui lubang bor, terdiri 2 socket
dengan berbagai panang rope, fleksibel menyesuaikan arah tarikan scraper.
- Pada opening lebar dipasang sejumlah lubang bor sepanjang permuka
kerja, eye bolt dapat dipindah-pindahkan sepanjang permuka kerja.
- Metode lain dengan memasang bentangan kabel sepanjang permuka
kerja, rantai diletakan diantara dua atau lebih eye bolt. Tail sheave
diletakkan sepanjang rope pada berbagai tempat melalui sebuah sling.

Pin and feather: mirip dengan split eye & wedge, tetapi pasak muncul di
permukaan, untuk membongkar dengan mengungkit rantai menggunakan
sebatang besi
Eye bold & wedge: mirip dengan pin & feather, tetapi pasak terletak di bawah
menyiku, untuk membongkar dengan mengungkit pasak yang muncul di dinding
Wedge and socket: terdiri sebuah socket dan pasak yang dilekatkan pada sheave
berupa sebuah rope (fleksibel), membongkar dengan mengungkit gelang baja
pada pasak
Timber hook: baja melengkung dilengkapi pengait dan dikaitkan pada timber
Rope slink: sebuah rope dengan gelang di kedua ujungnya, timber hook maupun
rope sling sering dipakai kegiatan slushing pada drif (bukan permuka kerja).

4. SIKLUS PERJALANAN SCRAPER


1. menggaru diatas tumpukan
2. menarik muatan menuju chute, scraper slide, spreading
3. kembali kosong menuju tumpukan
4. scraper kosong naik ke atas tumpukan
5. siap menggali lagi