Anda di halaman 1dari 4

JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU

PRANATA LABORATORIUM KESEHATAN PEMULA


A. Pranata Laboratorium Kesehatan
Pranata Laboratorium Kesehatan adalah Pegawai Negeri Sipil yang
diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat
yang

berwenang

untuk

melakukan

kegiatan

pelayanan

laboratorium

kesehatan pada laboratorium kesehatan. Pranata Laboratorium Kesehatan


tingkat terampil adalah Pranata Laboratorium Kesehatan Keterampilan yang
pelaksanaan tugasnya meliputi kegiatan teknis operasional yang berkaitan
dengan penerapan konsep atau metode operasional di bidang laboratorium
kesehatan.
Sedangkan

Laboratorium

Kesehatan

adalah

unit

kerja

yang

mempunyai fungsi dan tugas pelayanan laboratorium kesehatan secara


menyeluruh meliputi salah satu atau lebih bidang pelayanan yang terdiri dari
bidang hematologi, kimia klinik, mikrobiologi, imunoserologi, toksikologi, kimia
lingkungan,

patologi

anatomi

(histopatologi,

sitolpatologi,

histokimia,

imunopatologi, patologi molekuler), biologi dan fisika.


B. Jenjang Jabatan dan Pangkat
Jabatan Pranata Laboratorium Kesehatan terdiri atas Pranata Laboratorium
Kesehatan tingkat terampil dan Pranata Laboratorium Kesehatan tingkat ahli. Jenjang
jabatan Pranata Laboratorium Kesehatan dari yang terendahsampai dengan yang
tertinggi, adalah:
1. Pranata Laboratorium Kesehatan tingkat terampil:
a. Pranata Laboratoriurn Kesehatan Pelaksana Pemula:
1) Pengatur Muda, golongan ruang IIa;
b. Pranata Laboratorium Kesehatan Pelaksana:
1) Pengatur Muda Tingkat I, golongan ruang II/b;
2) Pengatur, golongan ruang II/c;
3) Pengatur lingkat I, golongan ruang II/d.
c. Pranata Laboratoriurn Kesehatan Pelaksana Lanjutan:
1) Penata Muda, golongan ruang IIIIa;
2) Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b.
d. Pranata Laboratorium Kesehatan Penyelia:
1) Penata, golongan rang III/c;
2) Penata Tingkat I, golongan ruang III/d.
Berdasarkan UU No 43 Tahun 1999 Pasal 17 ayat 1 dan 2 menyatakan bahwa
Pegawai Negeri Sipil diangkat dalam jabatan dan pangkat tertentu dan Pengangkatan
Pegawai

Negeri

Sipil

dalam

suatu

jabatan

dilaksanakan

berdasarkan

prinsip

profesionalisme sesuai dengan kompetensi, prestasi kerja, dan jenjang pangkat yang
ditetapkan untuk jabatan itu serta syarat obyektif lainnya.

Dalam UU Aparatur Sipil Negara (ASN) ditegaskan bahwa ASN


sebagai profesi berlandaskan atas kompetensi yang diperlukan sesuai dengan
bidang tugas. Kata profesional menjadi landasan penyelenggaraan kebijakan
dan

manajemen

ASN.

Salah

satu

instrumen

penting

membentuk

profesionalisme ASN adalah Jabatan fungsional tertentu (JFT). Pengembangan


dan pembentukan JFT baru sudah menjadi kebijakan pemerintah untuk
meningkatkan profesionalisme, kinerja dan karier PNS.
C. Jabatan Fungsional Umum dan Jabatan Fungsional Tertentu
Jabatan Fungsional Umum adalah kedudukan yang menunjukkan tugas,
tanggung jawab, wewenang dan hak seseorang CPNS dan PNS dalam suatu
satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada
keterampilan tertentu dan untuk kenaikan pangkatnya tidak disyaratkan
dengan angka kredit. Jabatan Fungsional Tertentu adalah kedudukan yang
menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seseorang PNS
dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan
pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri dan
kenaikan pangkatnya disyaratkan dengan angka kredit. Jabatan fungsional
tertentu dibentuk adalah untuk mengembangkan kinerja dan karier pegawai
aparatur sipil Negara untuk lebih maju dan pencapaian reformasi birokrasi
akan segera terwujud. (PMK No. 73 tentang Jabatan Fungsional Umum
di Kementrian Kesehatan)
Penetapan jenjang jabatan

Pranata

Laboratorium

Kesehatan

untuk

pengangkatan dalam jabatan ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang dimiliki
berdasarkan penetapan pejabat yang beiwenang menetapkan angka kredit sehingga
dimungkinkan pangkat dan jabatan tidak sesuai dengan pangkat dan jabatan.
D. Angka Kredit dan Tim Penilai Angka Kredit
Angka kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan atau akumulasi nilai
butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh seorang Pranata Laboratarium Kesehatan
dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya. Tim Penilai Angka Kredit
adalah tim penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang bewenang dan
bertugas menilai prestasi kerja Pranata Laboratorium Kesehatan.
E. Usul dan Penetapan Angka Kredit
Setiap usul penetapan angka kredit Pranata Laboratorium Kesehatan
dilampiri dengan :
1. Surat pernyataan melakukan kegiatan pelayanan laboratorium berdasarkan
bukti fisiknya.

2. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi dan bukti


fisiknya.
3. Surat pernyataan

melakukan

kegiatan

penunjang

tugas

Pranata

Laboratorium Kesehatan dan bukti fisiknya.


4. Salinan atau fotokopi Ijazah/Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan
(STTPP) dan/atau/keterangan/penghargaan yang pernah diterima yang
disahkan oleh pejabat yang berwenang.
Penetapan angka kredit untuk kenaikan pangkat, ditetapkan paling lambat
3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat, sebagai berikut :
1. Untuk kenaikan pangkat periode April, angka kredit ditetapkan paling
lambat pada bulan Januari tahun yang bersangkutan dan ;
2. Untuk kenaikan pangkat periode Oktober, angka kredit ditetapkan paling
lambat pada bulan Juli tahun yang bersangkutan.
F. Kenaikan Jabatan/ Pangkat
1. Paling singkat telah 1 (satu) tahun dalam jabatan terakhir
2. Memenuhi angka kredit kumulatif yang ditentukan untuk kenaikan jabatan
setingkat lebih tinggi
3. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam
daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3) paling rendah bernilai baik
dalam 1 (satu) tahun terakhir.
Kenaikan pangkat PNS ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat
setelah mendapat pertimbangan teknis dari Kepala BKN. PNS yang diangkat
dalam jabatan Pranata Laboratorium Kesehatan tidak dapat menduduki
jabatan rangkap baik dengan jabatan fungsional lain maupun dengan jabatan
struktural.
G. Pembebasan Sementara dan Pemberhentian dalam dan dari Jabatan
Pranata Laboratorium Kesehatan diberhentikan dari jabatannya apabila;
1. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan
hukum tetap, kecuali jenis hukuman disiplin berat berupa penurunan
pangkat
2. Dalam jangka waktu 1 tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya ,
tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan
pangkat setingkat lebih tinggi.
Pranata laboratorium kesehatan yang sedang dibebaskan sementara karena ;
1. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat (kecuali
pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil)
2. Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Pranata Laboratorium Kesehatan
3. Cuti di luar tanggungan negara.
H. Inpassing Dalam Jabatan Dan Angka Kredit
Untuk Pranata Laboratorium Kesehatan tingkat terampil harus memenuhi
syarat

1. Berijazah paling rendah SLTA


2. Pangkat paling rendah pengatur muda golongan ruang Iia
3. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam
Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) paling rendah bernilai baik
dalam 1 (satu) tahun terakhir.
a. Nilai capaian SKP dinyatakan dengan angka dan keterangan sbb:
1) 91 ke atas : Sangat baik
2) 76 90
: Baik
3) 61 75
: Cukup
4) 51 60
: Kurang
5) 50 ke bawah : Buruk
b.Penilaian SKP untuk setiap pelaksanaan kegiatan tugas jabatan diukur
dengan 4 aspek, yaitu: aspek kuantitas, kualitas, waktu, dan biaya sbb:
1) Aspek Kuantitas = Realisasi Output (RO) x 100
Target Output (TO)
2) Aspek Kualitas =

Kriteria

Realisasi Kualitas (RK)


Target Kualitas (TK)

x 100

Keterangan

Nilai
91 - 100

Hasil kerja sempurna, tidak ada kesalahan, tidak ada revisi, dan

76 - 90

pelayanan di atas standar yg ditentukan dll.


Hasil kerja mempunya 1 atau 2 kesalahan kecil, tidak ada kesalahan

61 - 75

besar, revisi, dan pelayanan sesuai standar yg telah ditentukan dll.


Hasil kerja mempunyai 3 atau 4 kesalahan kecil, dan tidak ada kesalahan

51 -60

besar, revisi, dan pelayanan cukup memenuhi standar yg ditentukan


Hasil kerja mempunyai 5 kesalahan kecil dan ada kesalahan besar,

50 ke

revisi, dan pelayanan tidak cukup memenuhi standar yg ditentukan dll.


Hasil kerja mempunyai lebih dari 5 kesalahan kecil dan ada kesalahan

bawah

besar, kurang memuaskan, revisi, pelayanan di bawah standar yg


ditentukan dll.