Anda di halaman 1dari 27

Asam Dan

Basa
K
Drs.Suwito,MPd.

Asam dan Basa


Asam dan basa merupakan dua golongan senyawa
elektrolit yang penting. Definisi asam dan basa telah
mengalami perkembangan sehingga mencakup
semua zat yang bersifat asam atau bersifat basa.
Pengertian asam dan basa yang biasa kita gunakan
diambil menurut pengertian Arrheniusa. Pengertian
asam dan basa yang lebih luas diberikan oleh
Bronsted-Lowry dan selanjutnya oleh Lewis.

Teori Asam Basa


Arrhenius
Definisi asam dan basa ditentukan oleh jenis ion yang dihasilkan dalam air.
Asam : Dalam air menghasilkan ion H+.
Asam Reaksi ionisasi
HCl HCl ----> H+ + ClCH3COOH CH3COOH ----> H + + CH3COOH2SO4 H2SO4 ----> 2H+ + SO42 Basa : Dalam air menghasilkan ion OH.
Basa Reaksi ionisasi
NaOH NaOH ----> Na+ + OHCa(OH)2 Ca(OH)2 ----> Ca2+ + 2OHAl(OH)3 Al(OH)3 ----> Al3+ + 3OH-

Teori Asam Basa BroanstedLowry


Pengertian :
o Asam = donor proton.
o Basa = akseptor proton.
Asam dan Basa Konjugasi
Asam H+ + basa konjugasi.
o Basa + H+ asam konjugasi.

NH3 adalah basa karena menerima proton (H+)


H2O adalah asam karena memberi proton (H+)
NH4+ adalah asam karena memberi proton (H+)
OH- adalh basa karena menerima proton (H+)
Pasangan asam bassa konyugasi adalah:
Asam kiri dengan basa kanan.
Asam kanan dengan basa kiri.
Pasangan asam basa konyugasinya
adalah:
H20 OHNH4+ - NH3

Kekuatan Asam dan


Basa

o Asam kuat :Mempunyai kecenderungan besar


mendonorkan proton.
o Basa kuat :Mempunyai kecenderungan besar
menarik proton.

Semakin kuat asam, semakin lemah basa.


konjugasinya: Ka Kb = Kw.

Catatan:
Makin kuat suatu asam makin lemah sifat basa
basa konyugasinya.
Makin lemah suatu asam makin kuat sifat basa
basa konyugasinya.
Makin kuat suatu basa makin lemah sifat asam
asam konyugasinya .
Makin lemah suatu basa makin kuat sifat asam
asam konyugasinya.

Indikator Asam-Basa
Asam dan basa dapat ditunjukkan dengan menggunakan indikator asam-basa, yaitu zat-zat
warna yang memberi warna berbeda dalam lingkungan asam dan dalam lingkungan basa.
Contoh: Lakmus, fenolftalein, dan berbagai ekstrak bunga atau buah yang berwarna.
Trayek pH: adalah interval pH di mana suatu indikator mengalami perubahan warna
Tabel trayek pH beberapa indikator
Indikator Trayek pH Perubahan warna
Metil merah (mm)
Metil jingga (mj)
Bromtimol biru (btb)
Fenolftalein (pp) 4,0 5,8
3,2 4,4
6,0 7,6
8.2 - 10 Merah - Kuning
Merah kuning
Kuning biru
Tidak berwarna merah

Larutan Penyangga
Drs.Suwito,MPd

Definisi/ Pengertian Larutan Penyangga


Larutan Penyangga adalah larutan yang mampu mempertahankan pH
pada nilai tertentu saat ditambahkan sedikit asam, sedikit basa, atau
diencerkan. Saat ditambahkan sedikit asam, sedikit basa pH larutan berubah,
tetapi nilainya kecil sekali sehingga bisa diabaikan.
Larutan Penyangga dapat dibuat dengan mencampurkan asam lemah
dengan basa konjugasinya atau dengan garamnya (Larutan penyangga Asam)
contohnya: Campuran antara C 2H5COOH(aq) (Asam Etanoat) dengan basa
konjugasi C2H5COO- (aq) (Ion Etanoat) atau dengan garamnya C 2H5COOK(aq)
( Kalium Etanoat) dan mencampurkan basa lemah dengan asam konjugasinya
atau dengan garamnya (Larutan Penyangga Basa) contohnya NH 4OH(aq)
(Amonium Hidroksida) dengan asam konjugasinya NH4 +(aq) (Amonium) atau
dengan garamnya NH4Cl (aq) (Amonium Klorida).

Komponen Larutan Penyangga


Komponen yang menyusun larutan penyangga dapat dibagi
menjadi: Komponen Asam dan Komponen Basa.
Komponen Asam berfungsi mengatasi kenaikan pH dengan
melepaskan ion H+ untuk mengatasi penambahan OH(penambahan basa) dan bereaksi membentuk H2O yang netral.
Komponen Asam sendiri akan berubah menjadi basa lemah /
basa konjugasi atau garam basa sehingga menambah sedikit
konsentrasinya. pH sendiri tidak naik terlalu besar. Yang
termasuk komponen Asam adalah Asam Lemah, Asam
Konjugasi, dan Garam Asam. Contoh: Pada Campuran H2CO3(aq)
(Asam Karbonat) dan HCO3-(aq) (Ion Bikarbonat) yang bertindak
sebagai komponen Asam adalah Asam Lemah H2CO3(aq)

Komponen Larutan
Penyangga
Komponen Basa berfungsi mengatasi penurunan pH dengans bereaksi dengan
ion H+ untuk mengatasi penambahan ion H+ (penambahan asam). Reaksi
yang terjadi akan membentuk asam lemah/ asam konjugasi atau garam asam.
Kemudian akan terjadi penambahan sedikit Konsentrasi Komponen Asamnya
sehingga nilai pH turun dalam jumlah yang kecil. Yang termasuk komponen
basa adalah Basa Lemah, Basa Konjugasi, Garam Basa.
Contoh- contoh senyawa yang termasuk komponen basa. Basa Lemah: NH 3,
NH4OH, N2H4. Basa Konjugasi: CH3COO-, HCO3-, CN-. Garam Basa:
CH3COONa, C2H5COOK, NaHCO3, Mg(CN)2 .

Contoh cara 1
Sebanyak 100mL CH3COOH(aq) 0,1M direaksikan dengan 50mL
NaOH(aq) 0,1M akan menghasilkan Garam Basa CH3COONa.
Mol CH3COOH = 100mL x 0,1mmol L -1= 10mmol
Mol NaOH = 50mL x 0,1mmol L-1= 5mmol
Dengan Persamaan Reaksi:
CH3COOH(aq) + NaOH(aq)
CH3COONa(aq) + H2O(l)
Awal: 10mmol
5mmol
Reaksi: - 5mmol -5mmol
+5mmol +5 mmol
Sisa: + 5mmol
+5mmol +5mmol
Campuran yang dihasilkan adalah larutan penyangga karena
mengandung asam lemah CH3COOH dan basa konjugasi CH3COOdalam Garam CH3COONa.

Pembagian dan Pembuatan larutan


Penyangga
Mencampurkan asam lemah (HA) dengan Garamnya (LA).
Didalam larutan Garam LA menghasilkan ion A-. Ion ini
merupakan basa konjugasi dari asam HA. Perhatikan Contoh
Berikut .
Campuran CH3COOH dan CH3COOK
Larutan tersebut mengandung CH3COOH dan CH3COOsebagai komponen Larutan penyangga.
Campuran H2CO3 dan NaHCO3
Larutan tersebut mengandung H2CO3 dan HCO3- sebagai
komponen Larutan penyangga.
Campuran H3PO4 dan Ca(H2PO4)2
Larutan tersebut mengandung H3PO4 dan H2PO4- sebagai
komponen Larutan penyangga.

Pembagian dan Pembuatan Larutan


Penyangga
2. Larutan Penyangga Basa
Larutan Penyangga Basa tersusun atas suatu basa lemah (BOH)
dan Asam Konjugasinya (HB+). pH larutan penyangga basa
diatas 7 dan sanggup mempertahankan pH di kondisi basa(pH
diatas 7).Larutan Penyangga Basa dapat dibuat dengan 2 cara
berikut:
1. Mencampurkan basa lemah (BOH) dengan garamnya(LB).
Didalam larutan, garam tersebut menghasilkan ion B+. Ion ini
adalah asam konjugasi dari basa BOH. Sebagai contoh adalah
campuran NH3 dan NH4Cl. Komponen penyangga larutan
tersebut adalah NH3 dan NH4+.
campuran HONH2 dan HONH3Cl. Komponen penyangga
larutan tersebut adalah HONH2 dan HONH3+.

2. Mencampurkan Basa Lemah dengan Asam Kuat, dimana jumlah


Basa Lemah yang digunakan berlebih. Campuran ini akan
menghasilkan garam yang mengandung asam konjugasi dari basa
yang dicampurkan. Perhatikan contoh berikut.
Sebanyak 100mL NH3(aq) 0,1M direaksikan dengan 25mL H2SO4 0,1M
Menghasilkan Garam Asam (NH4)2SO4
Mol NH3= 100mL x 0,1mmol L-1= 10mmol
Mol H2SO4= 25mL x 0,1mmol L-1= 2,5mmol
2 NH3(aq) + H2SO4(aq)

(NH4)2SO4(aq)

Awal: 10mmol

2,5mmol

Reaksi: -5mmol

-2,5mmol

+2,5mmol

2,5mmol

Sisa:

5mmol

Campuran yang dihasilkan adalah Larutan Penyangga, karena


mengandung Basa Lemah NH dan Asam Konjugasi NH +

Cara Kerja Larutan Penyangga

Larutan Penyangga bekerja berdasarkan prinsip kesetimbangan kimia. Berikut


penjelasan mengenai cara kerja larutan penyangga berdasarkan komponen
penyusunnya.

1. Larutan Penyangga Asam

Di dalam larutan, Larutan penyangga Asam membentuk kesetimbangan berikut.

HA(aq)

Pada penambahan Asam, ion H+ yang ditambahkan bereaksi dengan ion Amembentuk senyawa asam HA. Akibatnya kesetimbangan bergeser kekiri.

Pada Penambahan Basa, ion OH- dari basa bereaksi dengan ion H+ dari
komponen HA membentuk A- dan H2O. Akibatnya, kesetimbangan bergeser ke

A-(aq) + H +(aq)

kanan dan konsentrasi ion H+ dapat dipertahankan. Penambahan Basa


menyebabkan berkurangnya komponen asam HA.

HA(aq) + OH-(aq)

A-(aq) + H2O(l)

2. Larutan Penyangga Basa


Di dalam larutan, Larutan penyangga Basa membentuk
kesetimbangan berikut.
BOH(aq)

B+(aq) + OH-(aq)

Pada penambahan Asam, ion H+ yang ditambahkan bereaksi


dengan ion OH- dari BOH membentuk asam konjugasi B+ dan
H2O. Akibatnya kesetimbangan bergeser kekanan dan ion OH dapat dipertahankan.
BOH(aq) + H+(aq)

B+(aq) + H2O(l)

Pada Penambahan Basa, ion OH- dari basa bereaksi dengan


ion B+ dari komponen asam membentuk komponen basa
BOH dan H2O. Akibatnya, kesetimbangan bergeser ke kiri.
Penambahan Basa menyebabkan berkurangnya komponen
asam B+ .

pH Larutan Penyangga
1. Penurunan Rumus Larutan Penyangga
a. Larutan Penyangga berupa campuran asam lemah dan garamnya
Asam Lemah(HA) mengalami disosiasi menurut keseimbangan berikut . HA(aq)
H+(aq) + A-(aq)
Harga Kesetimbangan asam tersebut dinyatakan dalam Ka.
Ka= [H+] [A-]
(i)
[HA]
Dengan demikian, konsentrasi ion Hidrogen (H +) adalah
[H+]= Ka [HA]
(ii)
[A-]
pH dapat ditentukan dengan Persamaan Henderson-Hasselbach
pH= pKa log[HA] atau pH= pKa log mol HA V HA= V A[A-]
mol A-

b. Larutan Penyangga berupa campuran basa lemah dan garamnya


Basa Lemah(BOH) mengalami disosiasi menurut keseimbangan berikut . BOH(aq)
OH-(aq) + B+(aq)
Harga Kesetimbangan asam tersebut dinyatakan dalam Ka.
Kb= [OH-] [B+]

(i)

[BOH]
Dengan demikian, konsentrasi ion Hidroksida (OH -) adalah
[OH-]= Kb [BOH]

(ii)

[B+]
pH dapat ditentukan dengan Persamaan Henderson-Hasselbach
pOH= pKb log[BOH] atau pOH= pKb log mol BOH
[B+]
V BOH= V B+ . pH= pKw- pOH

mol B+

2. Menghitung pH larutan Penyangga


a. Larutan Penyangga Asam
Hitunglah [H+] dan pH larutan yang dibuat
dengan mencampurkan CH3COOH(aq) 0,1M
dengan CH3COONa(aq) 0,2M dengan volume
sama. Ka CH3COOH= 1,75 x 10-5.
Penyelesaian
[CH3COO-] = [CH3COONa]
[H+] = Ka [CH3COOH]
[CH3COONa]
[H+]= 1,75 x 10-5. 0,1M = 8,75 x 10-6
0,2M
pH= - log[H+] = - log 8,75 x 10-6= - (0,94-6)=
5,04

Hidrolisis
Drs.Suwito,MPd

Pengertian Hidrolisis
Hidrolisis adalah reaksi kimia yang memecah molekul air
(H2O) menjadi kation hidrogen (H+) dan anion
hidroksida (OH) melalui suatu proses kimia. Proses ini
biasanya digunakan untuk memecah polimer tertentu,
terutama yang dibuat melalui polimerisasi tumbuh
.bertahap (step-growth polimerization)
Hidrolisis berasal dari kata hidro yaitu air dan lisis
berarti penguraian, berarti hidrolisis garam
adalah penguraian garam oleh air yang
menghasilkan asam dan basanya kembali.

Macam Hidrolisis
Ada dua macam hidrolisis, yaitu:
Hidrolisis parsial/sebagian (jika garamnya berasal dari
asam lemah dan basa kuat atau sebaliknya & pada
hidrolisis sebagian
hanya salah satu ion saja yang
mengalami reaksi hidrolisis, yang
lainnya tidak)
Hidrolisis total (jika garamnya berasal dari asam lemah
dan basa
lemah).

EMPAT JENIS GARAM

Garam yang terbentuk dari reaksi asam kuat dengan basa kuat (misalnya NaCl,
K2SO4 dan lain-lain) tidak mengalami hidrolisis. Untuk jenis garam yang
demikian nilai pH = 7 (bersifat netral)

Garam yang terbentuk dari reaksi asam kuat dengan basa lemah (misalnya
NH4Cl, AgNO3 dan lain-lain) hanya kationnya yang terhidrolisis (mengalami
hidrolisis parsial). Untuk jenis garam yang demikian nilai pH < 7 (bersifat asam)

Garam yang terbentuk dari reaksi asam lemah dengan basa kuat (misalnya
CH3COOK, NaCN dan lain-lain) hanya anionnya yang terhidrolisis (mengalami
hidrolisis parsial). Untuk jenis garam yang demikian nilai pH > 7 (bersifat basa)

Garam yang terbentuk dari reaksi asam lemah dengan basa lemah (misalnya
CH3COONH4, Al2S3 dan lain-lain) mengalami hidrolisis total (sempurna). Untuk
jenis garam yang demikian nilai pH-nya tergantung harga K a den Kb

Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis
dan bersifat netral.

Di dalam air garam ini mengalami ionisasi sempurna menjadi anion dan kation.
Contoh : garam NaCl

Di dalam air, NaCl terionisasi sempurna membentuk ion Na+ dan Cl NaCl(aq) Na+(aq) + Cl-(aq)
Ion Na+ berasal dari asam kuat dan ion Cl- berasal dari basa kuat sehingga
keduanya tidak bereaksi dengan air.

Reaksi Hidrolisis adalah


Na+(aq) + H2O(l) (tidak ada reaksi)
Cl-(aq) + H2O(l) (tidak ada reaksi)

Larutan ini bersifat netral (pH=7).

Jika diuji keasamannya dengan menggunakan kertas lakmus biru dan merah ,
maka warna lakmus biru tetap biru, lakmus merah tetap merah.

Good
ByE . . .