Anda di halaman 1dari 1

Pengemasan vakum

Pengemasan vakum adalah sistem pengemasan hampa udara dimana


tekanannya kurang dari 1 atm dengan cara mengeluarkan O2 dari kemasan
sehingga memperpanjang umur simpan. Proses pengemasan vakum ini
dilakukan dengan cara memasukkan produk ke dalam kemasan plastik yang
dikuti dengan pengontrolan udara menggunakan mesin pengemas vakum
(Vacuum Packager), kemudian ditutup dan disealer. Dengan ketiadaan udara
dalam kemasan, maka kerusakan akibat oksidasi dapat dihilangkan sehingga
kesegaran produk yang dikemas akan lebih bertahan 3 5 kali lebih lama
daripada produk yang dikemas dengan pengemasan non-vakum (Jay 1996).
Dapus: Jay. 1996. Modern Food Microbiology 4th edition. New York : D Von
Nostrand Company.
Pengemas vakum juga biasa digunakan oleh masyarakat guna mengawetkan
makanan. Untuk produk yang sensitif terhadap gas oksigen, lebih baik diawetkan
dengan menggunakan kemasan vakum. Kemasan vakum tidak hanya
memperpanjang masa simpan tetapi juga memberikan efek visual yang lebih
baik terhadap produk yang dikemas. Pengemasan vakum merupakan
pengeluaran semua udara dalam kemasan tanpa diganti dengan gas lain (Roth,
1992). Dapus: Roth, A. 1992. Vacuum Technology. 2nd Edition. North Holand. New
York. 531p.
Pengemas vakum juga dapat menjadikan produk yang dikemas akan aman dari
kerusakan biologis, lebih tahan lama, dan tetap fresh. Pengemas vakum
bukanlah pengganti pengalengan dan tidak dapat memperbaiki kualitas yang
telah rusak, tetapi hanya memperlambat perubahan kualitas. Pengemas vakum
juga tidak dapat memperkirakan berapa lama kualitas puncak suatu produk
dapat dipertahankan dalam hal rasa, tampilan, dan teksturnya, namun hal itu
tergantung dari usia dan kondisi produk pada saat produk dikemas (Tilia, 2003).
Dapus: Tilia, 2003. Panduan Penggunaan Compact II-Vac 550. PerusahaanPerusahaan Jarden. Amerika Serikat. 21 hal.