Anda di halaman 1dari 6

LO 1 A.

MACAM MACAM GIGI TIRUAN CEKAT


Gigi tiruan cekat dapat di bagi menjadi 3 klasifikasi, yaitu berdasarkan :
-

Konektor

Lokasi

Jenis bahan yang digunakan

Klasifikasi Gigi Tiruan Jembatan Berdasarkan Konektor


1.

Fixed-Fixed Bridge / Rigid Fixed Bridge / Fixed Bridge


Fixed-fixed bridge merupakan gigi tiruan jembatan yang menggunakan
konektor rigid. Gigi tiruan jembatan tipe ini memiliki kekuatan tinggi dan
stabilitas sangat baik. Selain itu, distribusi tekanan lebih merata dan memiliki
efek splinting. Namun, ia membutuhkan preparasi abutment lebih banyak untuk
menyesuaikan kesejajaran. Fixed-fixed bridge dapat digunakan pada saddle
pendek.
Indikasi :
-

Tekanan kunyah yang normal/besar


Gigi penyangga pendek
Salah satu gigi penyangga goyang o1 (tanpa kelainan periodontal atau pasca
terapi perio)

Kelebihan :
- Retensi dan kekuatan maksimal
- Dapat dipakai untuk jembatan yang panjang
- Tahap pekerjaan laboratorium relatif lebih singkat
Kekurangan :
- Pengasahan abutmen harus sejajar
- Pengasahan abutmen relatif lebih banyak

2.

Fixed-Movable Bridge / Semifixed Bridge


Semifixed bridge merupakan gigi tiruan jembatan yang menggunakan konektor
rigid dan non rigid, sehingga memungkinkan adanya pergerakan terbatas antara
pontik dan retainernya. Semifixed bridge dapat digunakan pada saddle panjang
dan pada edentulous ridge yang memiliki Pier abutment
Kelebihan :
-

Mengatasi kesulitan arah pasang


Mengurangi/ meredam beban pada abutme yang lemah
Penyemenan dapat dilakukan tidak bersamaan
Kekurangan :
- Pekerjaan di laboratorium lebih sulit
- Sulit menempatkan dove tail slot untuk gigi anterior
- Pembuatan jembatan sementara lebih sukar

3.

Spring Bridge

Spring bridge merupakan gigi tiruan jembatan yang menggunakan konektor


berupa bar atau loop yang menghubungkan pontik dan retainer di palatal. Spring
bridge dapat digunakan pada kondisi multiple diastema dan pada abutment yang
tidak terletak di sebelah ruang edentulous. Sebagai contoh, penggantian gigi
insisivus sentral dengan gigi premolar sebagai abutment.
Kekurangan :
-

4.

Lengan pada palatum memberikan rasa tidak nyaman


Sukar membersihkan konektor yang menghadap palatum
Kelenturan lengan menyebabkan pontik dapat mengiritasi gingival palatum

Cantilever Bridge
Cantilever bridge merupakan gigi tiruan jembatan yang hanya memiliki satu
atau lebih abutment pada satu sisi. Gigi tiruan jembatan tipe ini merupakan
kontraindikasi bagi daerah yang memiliki beban oklusal besar dan penggantian
gigi dengan gigi penyangga non-vital sebagai terminal abutment. Sebaiknya,
cantilever bridge digunakan pada kasus kehilangan satu gigi saja
Kelebihan :
-

Sederhana, karna hanya 1 abutmen yang diasah


Pekerjaan laboratorium relatif lebih singkat

5.

Compound Bridge
Compound bridge merupakan gabungan dari dua atau lebih tipe gigi tiruan
jembatan.

6.

Adhesive Bridge / Resin-Bonded Fixed Partial Denture / Maryland Bridge


Maryland bridge merupakan gigi tiruan jembatan yang memiliki retainer hanya
pada bidang palatal abutment menggunakan resin. Keuntungan gigi tiruan
jembatan tipe ini ialah preparasi abutment sangat minimal. Adapun syarat untuk
abutment Maryland bridge adalah gigi yang memiliki mahkota klinis cukup
lebar dan tidak boleh goyang. Maryland bridge dapat digunakan pada kasus
saddle pendek, abutment yang tidak membutuhkan restorasi, penggantian
kehilangan gigi anterior pada anak karena ruang pulpanya masih lebar.

Klasifikasi Gigi Tiruan Jembatan Berdasarkan lokasi


1. Gigi tiruan jembatan anterior, yaitu gigi tiruan jembatan yang di buat untuk
menggantikan gigi anterior yang hilang

2. Gigi tiruan jembatan posterior, yaitu gigi tiruan jembatan yang di buat untuk
menggantikan gigi posterior yang hilang
3. Gigi tiruan jembatan kombinasi, yaitu gigi tiruan jembatan yang di buat untuk
menggantikan gigi anterior dan posterior yang hilang
Klasifikasi Gigi Tiruan Berdasarkan Jenis Bahan
1. Gigi tiruan jembatan akrilik
Semua bagian terbuat dari akrilik, biasanya digunakan untuk gigi tiruan
jembatan sementara yang mana gigi tiruan jembatan yang di rencanakan
belum memenuhi atau belum siap untuk di insersi. Gigi tiruan jembatan
berbahan dasar akrilik mudah berubah warna kekuatannya minimal dan
berbau
2. Gigi Tiruan Jembatan Logam
Gigi tiruan jembatan yang secara keseluruhan terbuat dari logam. Biasanya
digunakan pada gigi posterior. Gigi tiruan jenis ini hanya membutuhkan
pengasahan abutment yang sedikit sehingga akan mempersingkat lama waktu
kerja. Namun estetiknya kurang bagus.
3. Gigi tiruan jembatan porcelain
Gigi tiruan jembatan yang secara keseluruhan terbuat dari porcelain. Gigi
tiruan jenis ini memiliki nilai estetik sangat bagus. Namun penggunaannya
minim, karena porcelain membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan
pengunaaannya pun terbatas, karena porcelain memiliki sifat brittle (getas)
dan membutuhkan pengasahan jaringan yang banyak.
4. Gigi tiruan jembatan logam berlapis akrilik
Gigi tiruan jembatan yang secara keseluruhan terbuat dari logam dengan
facing akrilik. Gigi tiruan jenis ini dapat di gunakan untuk gigi anterior
maupun posterior. Gigi tiruan jenis ini dapat berubah warna serta berbau.
Koifisien muai dari akrilik juga tidak sesuai dengan muai logam
5. Gigi tiruan jembatan porcelain fuse to metal
Gigi tiruan jenis ini kerangkanya terbuat dari logam kemudian di lapisi
porcelain. Gigi tiruan porcelain fuse to metal tidak mudah menjadi retensi

plak dan memiliki estetik yang angat bagus. Walaupun kerangkanya terbuat
dari logam, namun gigi tiruan porcelain fuse to metal tetap memerlukan
pengasahan jaringan yang banyak
SUMBER
Roberts, DH (1973), Fixed Bridge Prostheses, John Wright & Sons,
Bristol.
The Academy of Prosthodontics. The glossary of Prosthodontict Term.
6th Ed. J Prosthet Dent, 1994;71;41-112.
Rosentiel, Land, Fujimoto, 2001.Contemporary Fixed Prosthodontics.
3th Ed. Mosby Inc. St Louis Misissouri.
Shillingburg, 1977