Anda di halaman 1dari 13

Please Visit www.badaicommunity.co.

tv for more

D
I
C
I
P
T
A
K
A
N
O
L
E
H
FERMANDES SIMAMORA
ME-4E
0905012141

Extrusi oleh Fermandes Simamora


Mechanical Engineering

Please Visit www.badaicommunity.co.tv for more

Ekstrusi
Pendahuluan
Ekstrusi adalah proses untuk membuat benda dengan penampang tetap.
Proses Ekstrusi yang diperkenalkan sekitar tahun 1700 bermula dengan memperkenalkan
ekstrusi bahan logam, dengan mengekstrusi pipa lead. Dalam prosesnya sebuah billet bulat di
tempatkan dalam sebuah chamber dan didorong melalui sebuah cetakan terbuka dengan
menggunakan sebuah ram. Hasil produk , keluar dari die dengan pengurangan penampang
permukaan. Proses ekstrusi sederhana ditunjukkan pada gambar 1 dibawah ini.

Proses ekstrusi dapat diperlakukan dalam bentuk kerja panas maupun dingin, walaupun
demikian, proses kerja panas lebih banyak dipraktekkan untuk berbagai jenis metal karena
mengurangi gaya dorong yang diperlukan. Logam-logam seperti lead, copper, aluminium,
magnesium dan paduan dari logam ini umumnya mudah dilakukan proses ektrusi karena
logam ini memiliki kekuatan luluh yang rendah dan begitu juga dengan suhu ekstrusinya.
Ekstrusi untuk bahan logam dibagi atas empat jenis tipe yaitu ekstrusi langsung (direct);
ekstrusi tidak langsung (indirect), ekstrusi hidrostatis dan ekstrusi impak.

Extrusi oleh Fermandes Simamora


Mechanical Engineering

Please Visit www.badaicommunity.co.tv for more


1.1. Ekstrusi langsung
Proses ekstrusi ini merupakan proses ekstrusi yang paling sederhana. Dalam
pengerjaannya sebuah material dasar ditempatkan pada chamber yang berbentuk silinder
kemudian sebuah dammy blok ditempatkan dibelakang-nya. Kemudian gaya dorong diberikan
melalui sebuah ram mendorong material melalui cetakan (die) pada ujung silinder. Die ini
dapat didesain sesuai dengan bentuk geometri yang diinginkan misalnya bentuk bulat,
persesi, persegi panjang dan bentul: lain yang lebih kompleks seperti bentuk Z, bentuk H dan
bentuk U.

1.2. Ekstrusi tidak langsung


Dalam prosesnya, sebuah die digerakkan kearah material sedangkan material tidak bergerak
lagi dalam chamber. Teknik ini adalah kebalikan dari proses ekstrusi langsung. Proses ini
memerlukan gaya yang lebih kecil dibandingkan dengan ekstrusi langsung karena lebih
sedikit gesekan yang terjadi.

1.3. Ekstrusi hidrostatik


Pada prosesnya, ruang chamber diisi dengan fluida yang mentransmisikan tekanan ke billet,
yang kemudian di ekstrusikan melalui cetakan. Dalam proses ini, tidak ada gesekan
sepanjang dinding silinder.

1.4. Ekstrusi Impak


Proses ini adalah salah satu bentuk ekstrusi tak langsung. Pada prosesnya, sebuah punch
dijatuhkan kearah material. Proses ini digunakan untuk menghasilkan bentuk berongga.
Bahan - bahan material lunak seperti zink, lead dan tin cocok untuk proses ekstrusi jenis ini.

Pada saat ini, proses ekstrusi bukan hanya sekedar pada bahan logam saja tetapi juga telah
dikembangkan untuk bahan polimer (tennoplastik) Dalam prosesnya, gaya dorong bukan lagi
dihasilkan melalui sebuah ram, melainkan sebuah poros berulir (screw) yang bertugas seperti
ram yaitu mendorong bahan polimer hingga keluar dari die.

Extrusi oleh Fermandes Simamora


Mechanical Engineering

Please Visit www.badaicommunity.co.tv for more


Keuntungan dari proses ekstrusi adalah bisa membuat benda dengan penampang yang
rumit, bisa memproses bahan yang rapuh karena pada proses ekstrusi hanya bekerja tegangan
tekan, sedangkan tegangan tarik tidak ada sama sekali. Aluminium, tembaga, kuningan, baja
dan plastik adalah contoh bahan yang paling banyak diproses dengan ekstrusi. Contoh barang
dari baja yang dibuat dengan proses ekstrusi adalah rel kereta api.
Di antara teori klasik untuk analisis proses pembentukan logam, Teori Kerja Ideal,
sebagaimana telah disinggung dalam Bab sebelumnya, termasuk metode analisis paling
sederhana

yang dilakukan dengan menggunakan prinsip-prinsip kesetimbangan energi

atau kerja. Prinsip dasar dari teori ini adalah bahwa kerja eksternal yang dilakukan pada
proses pembentukan logam adalah sama dengan jumlah konsumsi energi untuk aliran logam
dan deformasi plastis.

Beberapa asumsi diperlukan untuk menyederhanakan masalah, sehingga suatu

proses

pembentukan logam dapat dianalisis. Asumsi-asumsi penting yang digunakan adalah bahwa:
1. Kerja eksternal yang diperlukan sama dengan kerja internal untuk

deformasi plastis.

2. Pengaruh friksi dapat diabaikan.


3. Deformasi tak homogen dianggap tidak terjadi.
Berdasarkan asumsi tersebut di atas, maka proses pembentukan logam dapat
dianggap sebagai suatu proses ideal, di mana perubahan bentuk yang diinginkan dapat
dihasilkan melalui proses deformasi plastis homogen, seperti yang misalnya terjadi pada
proses ekstrusi dan penarikan yang aksi-simetris.
Di dalam Bab ini akan dibahas persamaan umum dari kerja ideal, aplikasinya di dalam proses
ekstrusi, proses penarikan logam, dan proses lainnya, baik untuk memprediksi beban yang
diperlukan pada operasi pembentukan logam atau untuk menentukan parameter-parameter
penting lainnya, seperti regangan kritis atau batas reduksi pembentukan.

Extrusi oleh Fermandes Simamora


Mechanical Engineering

Please Visit www.badaicommunity.co.tv for more

Proses
Logam - Bahan baku dipanaskan terlebih dahulu agar menjadi lunak. Setelah itu
dimasukkan dalam container. Sebuah ram (stempel) menekan bahan tersebut melalui sebuah
die (cetakan). Akibatnya bahan menjadi mulur dan terbentuk sesuai dengan penampang die.
Perkiraan nilai faktor efisiensi pada beberapa proses pembentukan logam yang penting dapat
dilihat pada tabel berikut ini. Nilai-nilai tersebut diperoleh secara empiris dari percobaan :

Aplikasi Teori Kerja Ideal Pada Proses Pembentukan Logam


Perhatikanlah proses ekstrusi aksi-simetris berikut ini. Kita akan mencoba untuk
memprediksi tekanan ekstrusi, Pe, dengan menganggap bahwa kerja aktual yang diberikan
sama dengan kerja internal yang diperlukan untuk terjadinya aliran logam dan deformasi
plastis. Dengan asumsi bahwa proses pembentukan logam adalah incompressible (volume
konstan) serta menganggap bahwa kerja adalah hasil kali skalar gaya, Fe dan perpindahan Dl,
maka dapat dibuktikan bahwa Tekanan Ekstrusi, Pe adalah sama dengan Kerja Aktual per
satuan Volume, wa.

Extrusi oleh Fermandes Simamora


Mechanical Engineering

Please Visit www.badaicommunity.co.tv for more

Dari persamaan di atas kemudian dapat diturunkan persamaan umum untuk tekanan
ekstrusi, Pe menurut teori kerja ideal pada Gambar 2-5. Tegangan dan regangan yang
digunakan dalam persamaan tersebut adalah tegangan dan regangan efektif dari material.

Tegangan penarikan pada proses penarikan logam aksi-simeteris dapat pula


diturunkan sebagaimana halnya tekanan ekstrusi. Tegangan penarikan dalam hal ini adalah
sama dengan gaya tarik dibagi dengan luas penampang kawat yang telah ditarik atau keluar
cetakan.

Extrusi oleh Fermandes Simamora


Mechanical Engineering

Please Visit www.badaicommunity.co.tv for more

Tekanan ekstrusi dan tegangan penarikan dapat diperkirakan dengan memasukkan


faktor efisiensi yang untuk proses ekstrusi dan penarikan kawat yang dari hasil percobaan,
diketahui nilainya berturut-turut berkisar antara 0.5-0.65 dan 0.55-0.70.
Dengan memasukkan faktor efisiensi, persamaan Tekanan Ekstrusi dan Tegangan Penarikan
dapat dituliskan kembali dalam bentuk sebagai berikut.

Extrusi oleh Fermandes Simamora


Mechanical Engineering

Please Visit www.badaicommunity.co.tv for more


Jika efek dari pengerasan regangan dianggap kecil, misalnya pada proses pengerjaan
panas atau jika material sebelumnya telah mengalami pengerjaan dingin, maka dapat
digunakan tegangan alir rata-rata yang bekerja pada rentang regangan tertentu, sehingga
persamaannya dapat disederhanakan menjadi sebagai berikut:

Teori kerja ideal dapat pula diaplikasikan untuk proses pembentukan lainnya. Untuk
proses penempaan (forging), kondisi idealnya adalah pada pengujian tekan tanpa gesekan
(frictionless compression test), sedangkan untuk proses pengerolan (rolling) kondisi idealnya
adalah pada pengujian tarik regangan bidang (plane strain compression test).

Extrusi oleh Fermandes Simamora


Mechanical Engineering

Please Visit www.badaicommunity.co.tv for more

ANALISIS SLAB
Secara umum seluruh teori analisis pembentukan logam dapat digunakan untuk
memprediksi beban eksternal yang diperlukan untuk terjadinya aliran logam atau deformasi
plastis. Pendekatan teoritis cukup berguna, khususnya untuk prosesproses pembentukan
logam utama seperti penempaan, pengerolan, ekstrusi, dan penarikan. Teori Kerja Ideal, yang
telah dibahas di dalam Bab sebelumnya cukup efektif untuk menganalisis proses
pembentukan logam, di mana deformasi yang terjadi adalah homogen. Seperti halnya Teori
Kerja Ideal, teori analisis slab yang akan dibahas dalam Bab ini juga menggunakan prinsipprinsip kesetimbangan gaya. Kelebihan teori ini dibandingkan dengan Teori Kerja ideal
adalah bahwa teori ini dapat digunakan untuk memprediksi tegangan dan regangan lokal pada
proses pembentukan logam, sehingga dapat digunakan untuk menganalisis kegagalan, baik
pada kegagalan pada produk akhir maupun kerusakan pada perkakas. Kelebihan lain dari
teori ini adalah dalam hal menentukan faktor efisiensi. Berbeda dengan Teori Kerja Ideal di
mana faktor efisiensi sepenuhnya ditentukan secara empiris, pada teori analisis slab,
parameter penting proses pembentukan logam yang dapat diukur atau telah diketahui secara
teoritis telah terakomodasi di dalam perhitungan. Proses-proses pembentukan utama seperti
penempaan, pengerolan,
ekstrusi, dan penarikan, dapat dianalisis secara teoritis dengan tingkat akurasi yang cukup
baik. Di samping itu, teori ini dapat juga membantu kita di dalam memahami berbagai rumus
dan formula empiris yang seringkali digunakan pada praktek pembentukan logam yang lebih
kompleks.

Deformasi Regangan Bidang (Plane Strain Deformation) akan menghasilkan suatu


keadaan tegangan yang dapat

dianggap sebagai Deformasi Geser Murni (Pure

ShearDeformation) bersama-sama dengan Tegangan Hidrostatis (Hydrostatic Stress) yang


besarnya dapat bervariasi dari satu daerah deformasi ke daerah deformasi lainnya.

Extrusi oleh Fermandes Simamora


Mechanical Engineering

Please Visit www.badaicommunity.co.tv for more

Mesin ektrusi ini mempunyai bagian utama berupa sebuah poros berulir (screw) yang
berfungsi untuk mendorong dan menekan bahan pellet hinnga keluar dari die. Bagan utama
alat ekstruder ini adalah seperti pada gambar dibawah ini.

Extrusi oleh Fermandes Simamora


Mechanical Engineering

Please Visit www.badaicommunity.co.tv for more


a. Bagian masuk (feeding section)
Adalah bagian yang mempunyai diameter ulir yang konstan dan daerah tempat bahan
mengalir tentu saja juga konstan, yang membawa bahan baku menujubagian kompresi
(bagian pelumatan/ pengliatan).

b. Bagian kompresi (compression section)


Pada bagian kompresi ini, diameter poros screw meningkat secara kontiniu sedangkan
sebaliknya daerah bebas alir dari bahan makin mengecil, disini bahan polimer dilunakan/
diliatkan. Pada daerah ini juga bahan polimer dipanaskan hingga suhu tertentu agar bahan
poilimer dapat mengalir dengan lancar, Sedangkan untuk menjaga agar barrel tidak kelebihan
panas, maka dipasang blower untuk mengatur suhu barrel agar bertahan pada suhu tertentu.
Setelah melewati bagian kompresi, bahan kemudian dibawa pada bagian akhir.

c. Bagian akhir (metering section)


Bagian ini sama dengan daerah pemasukan yang mempunyai daerah bebas alir yang konstan,
namun daerah bebas alirnya lebih kecil. Di sini bahan akan mengalami kenaikkan suhu lagi
karena tekanan geser clan gesekan pada daerah ini cukup besar.

Seperti proses kerja dari mesin mesin lain yang dapat mengalami kehilangan (loses), mesin
ekstrusi juga demikian. Kehilangan dalam mesin ekstrusi umumnya kecil dan nilainya dapat
diabaikan. Kehilangan ini biasanya terjadi pada celah antara poros dan barrel. Sebagai
batasannya, tekanan balik akan menjadi lebih tinggi dan menurunkan nilai output hingga ke
nol, pada saat ini, q = q karenanya, tekanan maksimum adalah :
dr

bp

Extrusi oleh Fermandes Simamora


Mechanical Engineering

Please Visit www.badaicommunity.co.tv for more


Dari keempat persamaan diatas maka dapat digambarkan suatu kurva karakteristik untuk
mesin ekstrusi seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 5. karakteristik output dari mesin ekstrusi yang diberikan


Nilai dari konstanta ini diberikan pada table 1 dibawah ini:

Extrusi oleh Fermandes Simamora


Mechanical Engineering

Please Visit www.badaicommunity.co.tv for more


Cetakan (Die)
Aliran bahan polimer yang melewati cetakan selalu akan menimbulkan tekanan balik (back
pressure) dan ini tentu saja harus diperhitungkan jika ingin menghitung output dari sebuah
ekstruder. Untuk bentuk aliran dalam saluran silinder sederhana, laju aliran diberikan oleh
persamaan poiseuille

Dimana :
Dd = diameter cetakan
L1= panjang daerah cetakan

a = viskositas apparensi
Proses Calendaring
Proses calendaring merupakan salah satu aplikasi (perlakuan) terhadap hasil produksi dari
die. Dalam hal ini hasil ekstrusi yang berupa lembaran yang baru keluar dari die dilewatkan
pada banyak roll. Dalam prosesnya, lembaran yang masih tebal yang melewati rol pertama
akan dilakukan pelebaran ukuran, rol yang kedua bekerja sebagai peralatan pengukur dan rol
yang ketiga mengeset dan mengatur agar bahan polimer didinginkan yang kemudian
diberikan hembusan udara melalui blower dan juga disini dilakukan kontrol ketika akan
dililitkan ke drum.
Bentuk dari proses calendaring diberikan pada gambar berikut :

Extrusi oleh Fermandes Simamora


Mechanical Engineering