Anda di halaman 1dari 13

DAMPAK TERORISME TERHADAP PERTAHANAN

DAN KEAMANAN DI INDONESIA


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dalam sebuah peperangan suatu teror merupakan hal yang sering dilakukan antara kedua
belah pihak. Teror sudah lama ada hampir seiring dengan sejarah peradaban manusia, tetapi
mulai efektif digemakan pada abad pertengahan ketika negara-negara atau kerajaan-kerajaan
berperang, dan teror digemakan sebagai salah satu cara untuk memenangkan peperangan. Akan
tetapi, pada masa itu pihak atau orang yang akan meneror sudah jelas diketahui dan dapat ditebak
bagaimana kita menghadapinya. Namun sekarang, kejadian teror hampir sangat sulit ditebak
siapa

pelakunya,

organisasi

atau

negara

mana

yang

mengaturnya.

Terorisme di dunia bukanlah merupakan hal baru, namun menjadi actual terutama sejak
terjadinya peristiwaWorld Trade Centre (WTC) di New York , Amerika Serikat pada tanggal 11
September 2001 yang memakan korban hingga 3000 orang. Didalam negeri juga pernah terjadi
hal yang demikian, misalnya saja pada Tragedi Bali I, tanggal 12Oktober 2002 yang merupakan
tindakan teror, menimbulkan korban sipil terbesar di dunia, yaitumenewaskan 184 orang dan
melukai lebih dari 300 orang. Dampak lain dari terorisme adalah dapat mengganggu keamanan
dan ketentraman masyarakat yang berdampak pada pertahanan dan keamanan Negara.
(http://www.scribd.com/doc/4683235/Terorisme-).
Dengan berbagai permasalahan terorisme yang ada di Indonesia, akan sangat menarik
apabila membahas mengenai Dampak Terorisme Terhadap Keamanan Dan Pertahanan Di
Indonesia.
B. Rumusan Masalah
Dari rumusan masalah diatas maka kami merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Apa penyebab terjadinya terorisme di Indonesia ?
2. Bagaimana dampak terorisme terhadap pertahanan Negara ?
3. Bagaimana solusi yang harus dilakukan untuk mengurangi tindak terorisme di Indonesia ?
C. Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui apa yang menyebabkan
terorisme terjadi di Indonesia, bagaimana dampak terorisme terhadap pertahanan Negara, serta
solusi untuk mengurangi tindak terorisme yang dilakukan di Indonesia.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Terorisme
Terorisme berasal dari bahasa latin terrere, yaitu menggetarkan. Pengertian terorisme
digunakan untuk menggambarkan sebuah serangan yang disengaja terhadap ketertiban dan
keamanan umum. Terorisme dapat juga diartikan menakut-nakuti atau menyebabkan ketakutan,
sedangkan teroris berarti orang atau pihak yang selalu menimbulkan ketakutan pada pihak lain
(Arifatul, 2007:14). Menurut Blacks Law Dictionary terorisme adalah kegiatan yang melibatkan
unsur kekerasan atau yang menimbulkan efek bahaya bagi kehidupan manusia yang melanggar
hukum pidana (Amerika atau negara bagian Amerika), yang jelas dimaksudkan untuk: a.
mengintimidasi penduduk sipil. b. memengaruhi kebijakan pemerintah. c. memengaruhi
penyelenggaraan negara dengan cara penculikan atau pembunuhan .
Terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan
perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Berbeda dengan perang, aksi terorisme tidak
tunduk pada tatacara peperangan seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target
korban jiwa yang acak serta seringkali merupakan warga sipil.
Istilah teroris oleh para ahli kontraterorisme dikatakan merujuk kepada para pelaku yang
tidak tergabung dalam angkatan bersenjata yang dikenal atau tidak menuruti peraturan angkatan
bersenjata tersebut. Aksi terorisme juga mengandung makna bahwa serang-serangan teroris yang
dilakukan tidak berperikemanusiaan dan tidak memiliki justifikasi, dan oleh karena itu para
pelakunya

("teroris")

layak

mendapatkan

pembalasan

yang

kejam

(http://id.wikipedia.org/wiki/Terorisme)
Menurut Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana
Terorisme, Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1 ayat 1, Tindak Pidana Terorisme adalah segala
perbuatan yang memenuhi unsur-unsur tindak pidana sesuai dengan ketentuan dalam UndangUndang ini. Mengenai perbuatan apa saja yang dikategorikan ke dalam Tindak Pidana Terorisme,
diatur dalam ketentuan pada Bab III (Tindak Pidana Terorisme), Pasal 6, 7, bahwa setiap orang
dipidana karena melakukan Tindak Pidana Terorisme, jika:
1. Dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana
teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat
massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa dan harta benda orang
lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis
atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional (Pasal 6)[28].

2. Dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan bermaksud untuk


menimbulkan suasana terror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan
korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau menghilangkan nyawa
dan harta benda orang lain atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyekobyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional
(Pasal 7)[29].
Dan seseorang juga dianggap melakukan Tindak Pidana Terorisme, berdasarkan
ketentuan pasal 8, 9, 10, 11 dan 12 Undang-Undang Nomor 15 tahun 2003 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Dari banyak definisi yang dikemukakan oleh banyak
pihak, yang menjadi ciri dari suatu Tindak Pidana Terorisme adalah:
1. Adanya rencana untuk melaksanakan tindakan tersebut.
2. Dilakukan oleh suatu kelompok tertentu.
3. Menggunakan kekerasan.
4. Mengambil korban dari masyarakat sipil, dengan maksud mengintimidasi pemerintah.
5. Dilakukan untuk mencapai pemenuhan atas tujuan tertentu dari pelaku, yang dapat berupa
motif sosial, politik ataupun agama.

1. Ciri-Ciri Terorisme
a.

Organisasi yang baik, berdisiplin tinggi & militant

b. Mempunyai tujuan politik, ideologi tetapi melakukan kejahatan kriminal untuk mencapai
tujuan.
c.

Tidak mengindahkan norma-norma universal yang berlaku, seperti agama, hukum dan

HAM.
d. Memilih sasaran yang menimbulkan efek psikologis yang tinggi untuk menimbulkan rasa
takut dan mendapatkan publikasi yang luas.
e.

Menggunakan cara-cara antara lain seperti : pengeboman, penculikan, penyanderaan,

pembajakan dan sebagainya yang dapat menarik perhatian massa/publik.


2. Bentuk-bentuk Terorisme.
Dilihar dari cara-cara yang digunakan :
a.

Teror Fisik yaitu teror untuk menimbulkan ketakutan, kegelisahan memalui sasaran pisik

jasmani dalam bentuk pembunuhan, penganiayaan, pemerkosaan, penyanderaan penyiksaan dsb,


sehingga nyata-nyata dapat dilihat secara pisik akibat tindakan teror.
b. Teror Mental, yaitu teror dengan menggunakan segala macam cara yang bisa menimbulkan
ketakutan dan kegelisahan tanpa harus menyakiti jasmani korban (psikologi korban sebagai
sasaran) yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan tekanan batin yang luar biasa akibatnya
bisa gila, bunuh diri, putus asa dsb (Mutiara, 2010:29).
Dilihat dari Skala sasaran teror :
a.

Teror Nasinal, yaitu teror yang ditujukan kepada pihak-pihak yang ada pada suatu wilayah

dan kekuasaan negara tertentu, yang dapat berupa : pemberontakan bersenjata, pengacauan
stabilitas nasional, dan gangguan keamanan nasional.
b. Teror Internasional. Tindakan teror yang diktujukan kepada bangsa atau negara lain diluar
kawasan negara yang didiami oleh teroris, dengan bentuk :
1) Dari Pihak yang kuat kepada pihak yang lemah. Dalam bentuk penjajahan, invansi,
intervensi, agresi dan perang terbuka.
2) Dari Pihak yang Lemah kepada Pihak yang kuat. Dalam bentuk pembajakan, gangguan
keamanan internasional, sabotase, tindakan nekat dan berani mati, pasukan bunuh diri, dsb
(http://likha-ika.blogspot.com/2012/01/makalah-terorisme-di-indonesia.html)

B. Penyebab tindakan terorisme di Indonesia


Pola Terorisme terus berubah dan berkembang. Sedangkan pada permukaan pada intinya
tetap "Merencanakan suatu tindakan dengan menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan
yang melanggar hukum untuk menanamkan rasa takut ..." Ini sangat efektif digunakan sebagai
alat strategis dalam menghadapi Lawan yang dihadapinya. Terorisme tentu bukan sesuatu yang
muncul dari ruang hampa. Dia memerlukan kultur tertentu untuk tumbuh. Penyebab terorisme
perlu dikenali karena ini berkait dengan upaya pencegahannya. Berikut adalah 5 sebab terorisme:
1.

Kesukuan, nasionalisme/separatism (Etnicity, nationalism/separatism)

Tindak teror ini terjadi di daerah yang dilanda konflik antar etnis/suku atau pada suatu
bangsa yang ingin memerdekan diri. Menebar teror akhirnya digunakan pula sebagai satu cara
untuk mencapai tujuan atau alat perjuangan. Sasarannya jelas, yaitu etnis atau bangsa lain yang
sedang diperangi.
2.

Kemiskinan dan kesenjangan dan globalisasi (Poverty and economic disadvantage,


globalisation)

Kemiskinan dan kesenjangan ternyata menjadi masalah sosial yang mampu memantik
terorisme. Kemiskinan dapat dibedakan menjadi 2 macam: kemiskinan natural dan kemiskinan
struktural. Kemiskinan natural bisa dibilang miskin dari asalnya. Sedang kemiskinan struktural
adalah kemiskinan yang dibuat. Ini terjadi ketika penguasa justru mengeluarkan kebijakan yang
malah memiskinkan rakyatnya. Jenis kemiskinan kedua punya potensi lebih tinggi bagi
munculnya terorisme.
3.

Non demokrasi (non)democracy)

Negara non demokrasi juga disinyalir sebagai tempat tumbuh suburnya terorisme. Di
negara demokratis, semua warga negara memiliki kesempatan untuk menyalurkan semua
pandangan politiknya. Iklim demokratis menjadikan rakyat sebagai representasi kekuasaan
tertinggi dalam pengaturan negara. Artinya, rakyat merasa dilibatkan dalam pengelolaan negara.
Hal serupa tentu tidak terjadi di negara non demokratis. Selain tidak memberikan kesempatan
partisipasi masyarakat, penguasa non demokratis sangat mungkin juga melakukan tindakan
represif terhadap rakyatnya. Keterkungkungan ini menjadi kultur subur bagi tumbuhnya benihbenih terorisme.
4.

Pelanggaran harkat kemanusiaan (Dehumanisation)

Aksi teror akan muncul jika ada diskriminasi antar etnis atau kelompok dalam
masyarakat. Ini terjadi saat ada satu kelompok diperlakukan tidak sama hanya karena warna
kulit, agama, atau lainnya.Kelompok yang direndahkan akan mencari cara agar mereka didengar,

diakui, dan diperlakukan sama dengan yang lain. Atmosfer seperti ini lagi-lagi akan mendorong
berkembang biaknya teror.
5.

Radikalisme agama (Religion)

Butir ini nampaknya tidak asing lagi. Peristiwa teror yang terjadi di Indonesia banyak
terhubung dengan sebab ini. Radikalisme agama menjadi penyebab unik karena motif yang
mendasari kadang bersifat tidak nyata. Beda dengan kemiskinan atau perlakuan diskriminatif
yang mudah diamati. Radikalisme agama sebagian ditumbuhkan oleh cara pandang dunia para
penganutnya. Akan tetapi Robert A. Pape dalam artikelnya yang berjudul The Strategic Of
Suicide Terrorism (American Political Science Review, August 2003) menyatakan bahwa meski
ada motivasi dalam bom bunuh diri, tapi dalam banyak kasus bom bunuh diri modern, motivasi
keagamaan ternyata nyaris tidak ada (Bambang, 5:2011).
C. Dampak-dampak terorisme terhadap pertahanan Negara
Terorisme mempunyai dampak positif dan dampak negative, antara lain:
1. Dampak Positif Terorisme
Semua kegiatan terorisme yang merusak tatanan kesejahteraan penduduk bangsa ini mau
tidak mau sudah kita rasakan pengaruhnya, entah itu pengaruh positif ataupun pengaruh negatif.
Pengaruh tersebut secara tidak langsung mulai masuk kedalam gaya kehidupan berbangsa,
bernegara dan bermasyarakat dari seluruh rakyat Indonesia. Aksi dan tidakan para pelaku teror
membuat rakyat takut dan mulai mewaspadai kejahatan terorisme di dalam kehidupan nasional
Indonesia.
Berbagai pengaruh positif bagi kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat dari
timbulnya masalah terorisme di Negara ini memanglah sedikit, namun pada hakekatnya setiap
masalah yang muncul dari Negara ini pasti akan membawa hikmah yang baik bagi kehidupan
nasional. Adanya serangan teroris yang sering muncul dan menghantui rakyat Indonesia dalam
satu dekade terakhir membuat masyarakat Indonesia mengerti apa sebetulnya deefinisi dari kata
jihad yang selalu menjadi alasan bagi para teroris untuk terus melakukan aksinya. Masyarakat
awampun juga sudah mulia mengerti bahwa jihad yang sebenarnya bukan seperti jihad yang
dilakukan oleh para teroris.
Selain itu keamanan Negara juga mulai ditingkatkan oleh para aparat militer, semua itu
dilakukan demi mengatasi masalah teroris yang mengancam keamanan Negara ini. Semakin hari
kesiapan

aparat

penegak

hukum

untuk

mengatasi

masalah

terorisme

terus

ditingkatkan.Setidaknya hal tersebut juga menjanjikan sedikit rasa aman bagi masyarakat
Indonesia yang resah akan adanya kegiatan terorisme di Negara ini.
Berhasil ditumpasnya beberapa teroris yang sudah menjadi incaran dari kepolisian
internasional juga memberikan sedikit rasa bangga terhadap rakyat Indonesia akan prestasi yang
diraih oleh aparat penegak hukum dari republik ini. Keberhasilan POLRI menangkap beberapa
teroris dan membunuh beberapa teroris kawakan dalam beberapa tahun terkhir menunjukan
bahwa kemampuan dan ketrampilan terdapat peningkatan yang cukup baik ditengah
menurunnyacitra polisi di mata masyarakt Indonesia.
2. Apa dampak negatif dari kegiatan terorisme di Indonesia?
Pengaruh negatif yang timbul akibat adanya masalah terorisme di dalam bangsa ini
cenderung sangat banyak sekali, dari mulai nasionalisme, rasa was-was akan adanya kejahatan
terorisme, rasa saling tidak percaya antar umat beragama, pengaruh psikologis bagi para anak
muda Indonesia yang masih labil emosinya, dan lain-lain. Semua pengaruh negatif tersebut
secara langsung mengganggu tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Belum lagi adanya
kelompok-kelompok yang ingin mengganti ideologi bangsa menjadi ideology yang berlandaskan
Islam yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi
Adanya rasa saling tidak percaya antar umat beragama yang diawali dari aksi teror yang
mengatas namakan agama menjadikan citra salah satu agama menjadi buruk di mata umat
beragama lain. Dari hal tersebut yang dikhawatirkan adalah menurunnya rasa saling
menghormati antar umat beragama di Indonesia yang selanjutnya dapat mengurangi rasa
kesatuan dan persatuan dari rakyat Indonesia. Kemudian dari segi keamanan dan kenyamanan
yang terusik akibat adanya aksi terorisme. Indonesia memiliki banyak tempat wisata yang sudah
terkenal sampai ke manca Negara dan kemungkinan sudah menjadi incaran para teroris untuk
melakukan aksinya. Maka, banyak wisatawan yang mengurungkan niatnya untuk mengunjungi
tempat-tenpat wisata tersebut. Adanya hal tersebutlah yang membuat penduduk Indonesia
menjadi was-was untk melaksanakan aktifitasnya. Selain itu, hal tersebut juga berpengaruh
terhadap pendapatan Negara dari wisatawan-wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia
menjadi berkurang karena takut akan adanya aksi terorisme yang ada di Negara ini.
Rasa nasionalisme yang menurun akibat adanya masalah terorisme tergambar dari begitu
mudahnya para pelaku bom bunuh diri yang sebagaian besar adalah anak muda Indonesia yang
mudah terpengaruh oleh doktrin-doktrin yang mengarah pada separatisme. Begitu mudahnya
mereka terjebak dan tertipu akan iming-iming yang dijanjikan para teroris yang mendoktrin
mereka agar mereka bersedia menjadi pelaku teror yang menghancurkan bangsanya sendiri, ini

menunjukan rasa nasionalisme mereka sangat rendah terhadap Negara ini hal tersebutpun juga
dapat mengganggu keyakinan penduduk lain akan kedaulatan bangsa ini. Seharusnya hal tersebut
dapat dihindari apabila generasi muda dari bangsa ini lebih mempunyai rasa nasionalisme yang
tinggi yang benar-benar dipupuk sejak dini.
Menurunnya rasa nasionalisme juga berkaitan erat dengan pengaruh psikologis terhadap
generasi muda dari bangsa ini. Labilnya emosi para remaja membuat doktrin-dotrin tentang
separatisme menjadi lebih mudah dimasukan kedalam pikiran mereka. Adanya ajaran-ajaran baru
yang negatif yang sampai saat ini membuat para generasi muda semakin kebingungan untuk
menentukan jalan hidup mereka, karena para remaja cenderung memilih segala sesuatu dengan
proses yang cepat dan mudah cepat dan mudah untuk masuk surga.

D. Solusi untuk mengurangi tindak terorisme yang dilakukan di Indonesia


Terorisme sebuah fenomena yang mengganggu. Aksi terorisme seringkali melibatkan
beberapa negara. Sponsor internasional yang sesungguhnya adalah negara besar. Harus dipahami
bahwa terorisme sekarang telah mendunia dan tidak memandang garis perbatasan internasional.
Aksi terorisme seharusnya diaungkap dan dideteksi sejak dini. Beroperasinya jaringan teroris
yang memiliki hubungan dengan jaringan terorisme internasional sampai saat ini belum dapat
dijangkau secara keseluruhan oleh aparat kemanan di Indonesia. Arah kebijakan dalam
pencegahan dan penanggulangan terorisme dijabarkan ke dalam program-program sebagai
berikut:
1. Program Pengembangan Penyelidikan, Pengamanan Dan Penggalangan Keamanan Negara
Program ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan profesionalisme intelijen guna
lebih peka, tajam dan antisipatif dalam mendeteksi dan mengeliminir berbagai ancaman,
tantangan, hambatan dan gangguan yang berpengaruh terhadap kepentingan nasional khususnya
dalam hal pencegahan, penindakan, dan penanggulangan terorisme. Kegiatan pokok yang
dilakukan adalah:
a.

Operasi intelijen termasuk pencegahan, penindakan dan penanggulangan terorisme;

b. Koordinasi seluruh badan-badan intelijen pusat dan daerah di seluruh wilayah NKRI dalam
pelaksanaan operasi intelijen yang melingkupi pencegahan, penindakan dan penanggulangan
terorisme;
c.

Pengkajian, analisis intelijen perkembangan lingkungan strategis, pengolahan dan

penyusunan produk intelijen;


d. Pengadaan sarana dan prasarana operasional intelijen di pusat dan daerah.
2. Program Pengembangan Pengamanan Rahasia Negara
Program ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan profesionalisme kontra-intelijen
dalam melindungi kepentingan nasional dari berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan
gangguan termasuk dalam hal pencegahan dan penanggulangan terorisme. Kegiatan pokok yang
dilakukan adalah:
a.

Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan SDM persandian kontra terorisme;

b. Penyelenggaraan operasional persandian anti terorisme;


c.

Pengadaan dan pengembangan peralatan persandian pendukung operasional anti teror;

d. Perluasan Jaringan Komunikasi Sandi dalam rangka kontra-terorisme.


3. Program Pemantapan Keamanan Dalam Negeri

Program ini bertujuan untuk meningkatkan dan memantapkan keamanan dan ketertiban
wilayah Indonesia dalam pencegahan dan penanggulangan terorisme, yaitu meningkatkan
kemampuan kapasitas kelembagaan nasional dalam menangani masalah terorisme dan
melakukan penanganan terorisme secara operasional yang didukung kerjasama antar instansi
dengan melibatkan partisipasi seluruh komponen kekuatan bangsa, meliputi kemampuan deteksi
dini, cegah dini, penanggulangan, pengungkapan dan rehabilitasi. Kegiatan pokok yang
dilakukan adalah:
a.

Peningkatan keberadaan Desk Terorisme untuk masalah penyiapan kebijakan dan koordinasi

penanggulangan terorisme untuk disinergikan dengan pembangunan kapasitas masing-masing


lembaga dan institusi keamanan;
b. Peningkatan kemampuan komponen kekuatan pertahanan dan keamanan bangsa dalam
menangani tindak terorisme;
c.

Restrukturisasi operasional institusi keamanan dalam penanganan terorisme termasuk

pengembangan standar operasional dan prosedur pelaksanaan latihan bersama;


d. Peningkatan pengamanan terbuka simbol-simbol negara untuk meminimalkan kemungkinan
terjadinya aksi terorisme dan memberikan rasa aman bagi kehidupan bernegara dan berbangsa;
e.

Peningkatan pengamanan tertutup area-area publik untuk mengoptimalkan kemampuan

deteksi dini dan pencegahan langsung di lapangan;


f.

Melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk meminimalkan efek terorisme;

g. Komunikasi dan dialog serta pemberdayaan kelompok masyarakat secara intensif dalam
kerangka menjembatani aspirasi, mencegah berkembangnya potensi terorisme, serta secara tidak
langsung melakukan delegitimasi motif teror;
h. Peningkatan kerjasama regional negara-nagara ASEAN dalam upaya menangkal dan
menanggulangi aksi terorisme;
i.

Penanganan terorisme secara multilateral di bawah PBB, termasuk peredaran senjata

konvensional dan Weapon of Mass Destruction (WMD);


j.

Penangkapan dan pemrosesan secara hukum tokoh-tokoh kunci operasional terorisme;

k. Pengawasan lalu lintas uang dan pemblokiran asset kelompok teroris;


l.

Peningkatan pengawasan keimigrasian serta upaya interdiksi darat, laut, dan udara;

m. Peningkatan pengawasan produksi dan peredaran serta pelucutan senjata dan bahan peledak
sebagai bagian global disarmament (www.bappenas.go.id/get-file-server/node/148/).

E.
BAB III
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Terorisme adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh sekelompok orang secara sistematis
yang dapat menyebabkan rasa takut atau perasaan teror. Cirri-diri terorisme antara lain
(1)Organisasi yang baik, berdisiplin tinggi & militant, (2) Mempunyai tujuan politik, ideologi
tetapi melakukan kejahatan kriminal untuk mencapai tujuan, (3) Tidak mengindahkan normanorma universal yang berlaku, seperti agama, hukum dan HAM, (4) Memilih sasaran yang
menimbulkan efek psikologis yang tinggi untuk menimbulkan rasa takut dan mendapatkan
publikasi yang luas, (5) Menggunakan cara-cara antara lain seperti : pengeboman, penculikan,
penyanderaan, pembajakan dan sebagainya yang dapat menarik perhatian massa/publik.
Terorisme banyak disebabkan oleh kesukuan, nasionalisme / separatism, Kemiskinan dan
kesenjangan dan globalisasi, Non demokrasi, Pelanggaran harkat kemanusiaan, Radikalisme
agama. Terorisme memiliki dampak positif dan negative. Contoh dampak positif adalah
keamanan Negara juga mulai ditingkatkan oleh para aparat militer. Sedangkan dampak
negatifnya adalah timbul rasa takut dan juga banyak korban yang meninggal karena tindakan
pengeboman.
B. Saran
Dikarenakan banyaknya tindakan teroris yang terjadi di Indonesia, aparat hukum
seharusnya lebih jeli dan waspada terhadap semua tindakan yang menjurus pada tindakan
terorisme.

DAFTAR PUSTAKA
Arifatul Choiri Fauzi. 2007. Kabar-Kabar Kekerasan Dari Bali. PT LKIS Pelangi Aksara. Yogyakarta
Bambang Pranowo. 2011. Orang Jawa Jadi Teroris. Pustaka Alfabet. Jakarta
Mutiara Andalas. 2010. Politik Para Teroris. Kanisius. Yogyakarta
Likha

ika

(2012). Terorisme

Di

Indonesia .

diakses

dari http://likha-ika.

2012/01/makalah-terorisme-di-indonesia.html pada tamggal 1 Juni 2012


http://www.scribd.com/doc/4683235/Terorismewww.bappenas.go.id/get-file-server/node/148/

blogspot.com