Anda di halaman 1dari 5

Peranan PBB dalam Hubungan Internasional

Dapat dibilang, PBB mempunyai peran yang penting dalam hubungan internasional. Persatuan Bangsa Bangsa atau PBB merupakan organisasi internasional terpenting, karena hampir seluruh negara di dunia menjadi anggotanya.

Sejak disahkannya sebagai organisasi internasional pada tahun 1945, PBB telah banyak berperan aktif dalam memelihara serta meningkatkan perdamaian, keamanan dunia, dan memajukan kesejahteraan hidup bangsa-bangsa sedunia. Secara umum, peran PBB dalam hubungan internasional:  Bidang keamanan, perdamaian, dan kemerdekaan  Bidang kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya  Bidang kemanusiaan

Bidang keamanan, perdamaian, dan kemerdekaan


a. Menyelesaikan sengketa Indonesia-Belanda melalui PBB. b. Menyelesaikan masalah penjajahan di beberapa daerah Afrika sehingga muncul negara-negara merdeka di kawasan Afrika c. Penyelesaian konfrontasi Amerika Serikat - Uni Soviet mengenai masalah penempatan peluru kendali/nuklir di Kuba. d. Penyelesaian konflik Timur Tengah mengenai Terusan Suez. e. Membantu meredakan krisis di Libanon. f. Misi untuk membantu memisahkan pasukan-pasukan setelah timbul peperangan antara India dan Pakistan. g. Mencegah timbulnya perang nuklir yang baru-baru ini disebut Star Wars atau Perang Bintang .

Bidang kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya


a. Memberikan bantuan untuk kesejahteraan dan pembangunan di negara-negara yang sedang berkembang melalui badan khusus PBB, seperti ILO, WHO, FAO, dan UNESCO. b. Pengahapusan segala bentuk dominasi rasial. c. Penghapusan diskriminasi terhadap wanita yang mencakup hak politik, ekonomi, sosial budaya, dan kewarganegaraan. d. Memberikan bantuan bahan makanan untuk kesejahteraan anakanak melalui UNICEF. e. Penanggulangan berjangkitnya penyakit cacar melalui program WHO. f. Memajukan kerjasama internasional dalam bidang ilmu pengetahuan.

Bidang kemanusiaan
PBB telah mengesahkan secara resmi tentang Pernyataan sedunia hak-hak asasi manusia (The Universal Declaration of Human Right) pada 10 Desember 1948 di Paris, Prancis. Isinya menghimbau agar setiap negara anggota secara moral berkewajiban mencantumkan hak-hak asasi manusia di dalam Undang-Undang Dasar negaranya masing-masing. Selain itu, PBB melalui badan khusus FAO telah berusaha menaggulangi masalah kelaparan yang terjadi di Ethiopia, Afrika dan Somalia. Selain itu, masih banyak lagi persoalan yang ditangani PBB. Seperti bantuan bagi korban gelombang Tsunami dan gempa di Aceh dan Sumatra Utara, Thailand, Srilangka dan sebagainya.