Anda di halaman 1dari 14

KEGIATAN KONSERVASI TANAH DAN AIR MELALUI

PEMBUATAN LUBANG RESAPAN BIOPORI

PENGERTIAN :
Konservasi Air Tanah adalah Upaya Melindungi dan Memelihara
Keberadaan,
Kondisi
dan
Lingkungan
Air
Tanah
Guna
Mempertahankan Kelestarian atau Kesinambungan Ketersediaan
dalam Kuantitas dan Kualitas yang Memadai, Demi Kelangsungan
Fungsi dan Kemanfaatannya untuk Memenuhi Kebutuhan Mahluk
Hidup baik Waktu Sekarang Maupun Pada Generasi Yang Akan Datang
(UU No. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air)
Lubang Resapan Biopori (LRB) aadalah Teknologi Tepat Guna Yang
Ramah Lingkungan untuk mengatasi masalah Banjir, Genangan dan
Sampah Organik dengan cara ;
a. Meningkatkan Daya Resapan Air
b. Mengubah Sampah Organik Menjadi Kompos
c. Memanfaatkan Peran Aktifitas fauna Tanah dan Akar Tanaman
d. Mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh Genangan Air
Penyakit Demam Berdarah dan Malaria.
e. Menjaga Kelestarian Air Tanah
f. Sebagai Carbon Sink untuk membantu mencegah Pemanasan
Global
(Global Warming).

LANDASAN HUKUM :
UU

No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi


Sumber Daya Alam, Keanekaragaman Hayati
dan Ekosistemnya.
UU No. 32 Tahun 2009 Tentang Pelestarian dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup
UU No. 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air
PP No. 37 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Air
Tanah
Pemen.
LH No. 12 Tahun 2009 Tentang
Pemanfaatan Air Hujan (Lubang Resapan
Biopori, Sumur Resapan Air Hujandan Kolam
Pengumpul Air).

ALAT BIOPORI MESIN/ELEKTRIK


JUMLAH ALAT SEBANYAK 6
(ENAM) UNIT

ALAT BIOPORI MATA BOR BESI


JUMLAH ALAT SEBANYAK 50
(LIMA PULUH) UNIT

ALAT BIOPORI MATA BOR BESI


JUMLAH ALAT SEBANYAK 295
(DUA RATUS SEMBILAN PULUH
LIMA) UNIT

ALAT LINGGIS
JUMLAH ALAT SEBANYAK 75
(TUJUH PULUH LIMA) UNIT

Curah Hujan Tinggi


Peningkatan Laju Pertumbuhan Penduduk
Mengakibatkan Kerbutuhan Akan Air Tanah Juga
Tinggi
Pertumbuhan Kawasan Terbangun (Perumahan,
Industri dan Perdagangan/Jasa
Perubahan Alih Fungsi Lahan
Daya Tampung dan Daya tampung Situ,
Embung, Rawa Gambut Terbatas
Wabah Demam Berdarah/Malaria Akibat
Genangan Air
Pada Kawasan Tertentu Kesuburan Tanah Kurang
(Contoh Perumahan dan Kawasan Terbangun
Lainnya)

SEBARAN WADUK, SITU, EMBUNG, RAWA


KAB. CIAMIS 2013
Situ :
No

Nama Situ

Lokasi (Desa , Kecamatan)

Luas (Ha)

Situ Rancamaya

Desa Sukasenang Kec. Cikoneng

Situ Lengkong

Desa Panjalu Kec. Panjalu

42,50

Situ Ciater

Desa Panjalu kec. Panjalu

3,40

Situ Cibubuhan

Desa Cibeureum Kec. Sukamantri

2,65

Situ Cimaja

Desa Payungagung Kec.


Panumbangan

1,20

Situ Hiang

Desa Sadewata Kec. Lumbung

4,08

Situ Wangi

Desa Winduraja Kec. Kawali

6,42

Situ Golempang

Situ Golempang Kec. Cisaga

1,00

Situ Ranca

Desa Bojongmengger Kec.


Cijeungjing

1,00

10

Situ Kadupandak

Desa Kadupandak kec. Tambaksari

2,00

JUMLAH

1,70

65,95

Embung:
No
Nama Embung

Lokasi (Desa ,
Kecamatan)

Luas (Ha)

Embung Haurgeulis

Desa Sukahurip Kec. Cisaga

3,50

Embung Kaso

Desa Kaso Kec. Tambaksari

1,50

Embung Cimari

Desa Cimari Kec. Cikoneng

3,00

JUMLAH

8,00

Rawa:
No

Nama Rawa

Lokasi (Desa , Kecamatan)

Luas (Ha)

Rawa Pitik

Desa Pasirwangi Kec. Purwadadi

Rawa Cibeureum

Desa Bantardawa Kec. Purwadadi

Rawa Cimentek

Desa Sindanghayu Kec. Banjarsari

Rawa Sindangasih

Desa Cimentek Kec. Banjarsari

34,00

Rawa Rancasembung

Desa Ratawangi Kec. Banjarsari

19,50

Rawa Cikaso/Cibeureum

Desa Cikaso Kec. Banjarsari

54,50

Rawa Pasung

Desa Sukanegara Kec. Lakbok

JUMLAH

50,00
126,00
2,66

200,00
486,66

Untuk Mengatasi Masalah


Banjir, Genangan, Sampah
Organik, dalam Kapasitas
yang lebih luas Mengurangi
Adanya GRK.
Dalam
Rangka
Upaya
Konservasi Air Tanah (Air
Tanah Sumber Daya Yang
Terbatas
dan
Perlu
Dikonservasi.
Menjaga Kesuburan Tanah
Karena Berkembang Biaknya
Fauna
Tanah
(Terutama
Cacing).

Permukiman (Perumahan
& Realestate) dan Taman
Sekitar
Perkantoran dan Kawasan
Terbangun
Lainnya
Termasuk halaman
Ruang
Terbuka
Hijau
(RTH)
Taman Perkantoran
Taman Kota
Taman hutan Kota
Hutan Kota
Salurah Air Hujan Baik
Permanen
dan
Tidak
Permanen

Kawasan Dengan Topografi


Curam/Terjal dengan Jenis
Tanah
Lous/Lempung
Pasiran dikhawtirkan dapat
memicu Bidang Longsor.
Tanah Dengan Dominasi
Batuan Beku/Gamping dll,
tanah dengan type ini
termasuk
kedap
air
sehingga air sulit terserap
serta pembuatan lubang
silindrisnya sulit.
Kawasan dengan kondisi air
dangkal (dibawah 1 meter)

SEJARAH
PENGEMBANGAN
TEKNOLOGI TEPAT GUNA
LUBANG RESAPAN
BIOPORI
(LRB):

Penemu Dr. Kamir R. Brata


(Dosen Ilmu Tanah Institut
Pertanian Bogor (IPB)
Tahun
1976.
Dikembangkan pada Tahun 2007
(Karena Banjir besar di Jakarta
Tahun 2007).
Dalam
Perkembangnannya
Berkembang Pesat Biopori Mulai
Tahun 2009.

A.
B.

C.
D.

E.

F.
G.

H.

Pilih lokasi yang akan dibuat LRB


Basahi tanah bila kering untuk
memudahkan
pembuatan LRB
Posisikan Bor tegak lurus pada calon lubang
Putar Bor searah jarum jam dan berikan tekanan
sebelumnya
Bersihkan mata bor dengan pisau tumpul atau
potongan kayu
Setelah mata Bor bersih lanjutkan seperti huruf D.
Ulangi langkah tersebut hingga mencapai
kedalaman 70-100 cm
Bila mata Bor menabrak batuan, jangan
dilanjutkan dan pilih lokasi yang lebih lunak.

Banyak LRB yang perlu dibuat:


Intensitas curah hujan (mm/jam) X Luas bidang kedap (m2)
-------------------------------------------------Laju peresapan air perlubang

Contoh : Daerah untuk intensitas hujan (50mm/jam), Laju


peresapan perlubang 3 liter/menit (80 liter/jam), pada 100m2
bidang kedap perlu dibuat : (50X100) : 180 = 28 lubang.
Bila lubang yang dibuat berdiameter 10 cm, setiap lubang
dapat menampung sampah organik 7,8 liter, untuk pengisian
2-3 hari. Dengan demikian untuk 28 lubang dapat dipenuhi
sampah organik yang dihasilkan 56-58 hari, dimana dalam
kurung waktu tersebut lubang perlu diisi kembali.

UNTUK SKALA KELUARGA:


Intensitas curah hujan 50mm/jam, laju peresapan air 180 liter/jam,
luas lahan yang dimiliki masyarakat per kk 50 m2
Kebutuhan Per kk 14 LRB X 400.000 kk = 4.200.000 LRB
UNTUK SKALA RUANG TERBUKA HIJAU:
Kebutuhan LRB Per Ha = 1.000 LRB X Luas RTH 2.278 Ha
= 2.278.000 LRB
UNTUK SKALA/TANAH UNTUK BANGUNAN TANAH SEKITAR :
Kebutuhan LRB Per Ha = 1.000 LRB X Luas untuk Pekarangan
/Tanah untuk Bangunan Tanah Sekitar 30.098 Ha = 30.098.000
LRB