Anda di halaman 1dari 7

Uji Stress Kontraksi

Oxytocin Challenge Test


Uji ini menunjukkan bagaimana denyut
jantung janin berespon terhadap kontraksi
rahim.
Detak jantung bayi diamati dan dinilai pada
tiga kontraksi yang terjadi dalam waktu 10
menit.
Selama kontraksi rahim, darah dan oksigen
ke bayi turun untuk waktu yang singkat

Dapat dilakukan
dengan memberi
hormon oksitosin
IV atau memijit
puting susu.
Jika denyut
jantung melambat
setelah kontraksi
bayi mungkin
memiliki masalah
dengan stress
kerja normal.

Indikasi
Kecurigaan postmaturitas,
DM ibu,
Hipertensi kronis,
Gangguan hipertensi pada
kehamilan,
IUGR,
Penyakit jantung sianotik ibu,
Riwayat kehamilan mati
terdahulu,
Hipertiroidism,
Gravid yang tua (>35 tahun),
Penyakit ginjal kronis,
Gerak janin menurun,
Anemia berat pada ibu,
Pasien antepartum yang berisiko
tinggi (ketuban pecah dini,
kelahiran prematur dan
perdarahan).

Hasil dari uji stress kontraksi dikategorikan sebagai berikut :


Negatif tidak ada deselerasi lambat atau deselerasi
variabel yang signifikan
Positif deselerasi lambat mencapai 50% atau lebih
dari kontraksi (terjadi bila frekuensi kontraksi kurang dari
3 dalam 10 menit)
Equivocalsuspicious deselerasi lambat intermiten
atau deselerasi variabel yang signifikan
Equivocalhyperstimulatori deselerasi denyut
jantung yang terjadi saat terjadinya kontraksi yang lebih
sering setiap menit atau selama 90 detik
Tidak memuaskan kurang dari 3 kontraksi dalam 10
menit atau uninterpretable tracing.

KONTRAINDIKASI RELATIF
Pasien dengan risiko tinggi lahir
belum waktunya
Ruptur membran preterm
Riwayat pembedahan uterus atau
persalinan seksio sesaria
Plasenta praevia

UJI NON STRESS (NST)


Suatu uji untuk sistem saraf pusat
bayi dan secara tidak langsung, uji
ini menunjukkan fungsi plasenta.
Kalau sistem saraf pusat berfungsi
dengan baik bayi mendapat cukup
oksigen dari plasenta

Yang Perlu Diperhatikan

denyut jantung janin,


variabilitas,
akselerasi,
deselerasi,
dan gerakan janin.

Denyut Jantung Janin