Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM FARMASI FISIK II

VISKOSITAS

NAMA

: DINA PURWATI

NPM

: 260110140022

HARI/TANGGAL PRAKTIKUM

: SENIN/27 APRIL 2015

ASISTEN

: ANUGRAH RAHMAWAN

FERSTY ANDINI

APRIL 2015 ASISTEN : ANUGRAH RAHMAWAN FERSTY ANDINI LABORATORIUM BIOKIMIA FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS

LABORATORIUM BIOKIMIA

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS PADJADJARAN

JATINANGOR

2015

Viskositas

Dina Purwati 1

Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran

I. Abstrak dan Abstract

Abstrak

Viskositas adalah suatu pernyataan tahanan dari suatu cairan untuk mengalir, semakin tinggi viskositas, akan semakin besar besar tahanannya. Seperti cairan sederhana (biasa) dapat diuraikan dalam istilah viskositas absolute. Viskositas ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah suhu, tekanan, dan konsentrasi sampel. Percobaan ini dilakukan bertujuan untuk menentukan viskositas sampel dengan viskometer Brookfield dan viskometer Rion. Penambahan konsetrasi pada sampel dapat meningkatkan viskositas sampel tersebut. bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah tragakan dengan variasi konsentrasi. Konsentrasi pertama 7,5% dan yang kedua adalah 10%. Sebelumnya air dimasukkan kedalam mortar, lalu masukkan tragakan diatas air. Tunggu hingga sekitar 15 menit, lalu gerus hingga homogen. Dari hasil praktikum ini dapat dilihat terjadi kenaikan nilai viskositas pada cairan uji (tragakan). Ini disebabkan karena pengaruh konsentrasi yang dapat meningkatkan nilai viskositas pada suatu sampel atau cairan uji.

Kata

Konsentrasi.

kunci

:

Viskositas,

Viskometer

Brookfield,

Viskometer

Rion,

Viscosity

Abstract

Viscosity is a statement of custody of a fluid to flow, the higher the viscosity, the greater its detainees. Such as simple fluid (normal) can be described in terms of absolute viscosity. This viscosity can be influenced by several factors, such as temperature, pressure, and concentration of the sample. The experiment was conducted aiming to determine the viscosity of the samples with a Brookfield viscometer and the viscometer Rion. The addition concentration in the sample can increase the viscosity of the sample. materials used in this lab is tragacanth with various concentrations. The first concentration of 7.5% and the second is 10%. Previous water was added to the mortar, then enter tragacanth above water. Wait until about 15 minutes, then crushed until homogeneous. From the results of this lab can be seen an increase in fluid viscosity test (tragacanth). This is because the effect of concentration which can increase the viscosity value on a liquid sample.

Keywords: Viscosity, Brookfield viscometer, Rion viscometer, Concentration.

II.

Tujuan

1. Membuat larutan uji yang sesuai dengan konsentrasi tertentu.

2. Menentukan viskositas sampel dengan viskometer Brookfield dan viskometer Rion.

III. Prinsip

1.

Viskositas

 

Viskositas adalah suatu cara untuk menyatakan berapa daya tahan

 

dari aliran yang diberikan oleh suatu cairan

 

(Dudgale, 1986).

Rumus:

diberikan oleh suatu cairan   (Dudgale, 1986). Rumus:   F = gaya yang bekerja (N) A
 

F

= gaya yang bekerja (N)

A = luas keping yang bersentuhan dengan fluida (m 2 )

v

= kelajuan fluida

L

= jarak antar keping

η = koefisien viskositas Kg m -1 s -1 atau pascal.second

 

(Rumushitung, 2013).

2.

Aliran Newton dan Non-Newton Aliran Newton:

Jika bidang cairan paling atas bergerak dengan suatu kecepatan konstan, setiap lapisan dibawahnya akan bergerak dengan suatu kecepatan konstan, setiap lapisan dibawahnya akan bergerak dengan suatu kecepatan yang berbanding lurus dengan jarak dari lapisan dasar yang diam. Aliran Non Newton:

Terdapat pada emulsi, suspensi lap. Lendir (Muchilago) pekat (Martin, 2008).

Merupakan salah satu viskometer yang menggunakan gasing atau kumparan yang dicelupkan ke dlaam zat uji dan mengukur tahanan gerak dari bagian yang berputar

4.

(Polban, 2013).

Rheologi Adalah ilmu yang mempelajari tentang aliran cairan dan deformasi

(Kosman,2005).

IV. Reaksi

-

V. Teori Dasar

Viskositas adalah suatu pernyataan tahanan dari suatu cairan untuk mengalir makin tinggi viskositas akan makin besar tahanannya. Viskositas dari cairan newton bisa ditentukan dengan mengukur waktu yang dibutuhkan bagi cairan tersebut untuk lewat antara dua tanda ketika ia mengalir karena gravitasi melalui suatu tabung kapiler vertical yang dikenal dengan viskometer Ostwald

(Martin, 2009).

Viskositas biasanya diterima sebagai “kekentalan” atau penolakan terhadap penuangan. Viskositas menggambarkan penolakan dalam fluida kepada aliran dapat dipikir sebagai cara untuk mengukur gesekan fluida. Prinsip dasar penerapan viskositas digunakan dalam sifat alir zat cair atau rheology. Rheology merupakan ilmu tentang sifat alir zat. Rheology terlibat dalam pembuatan, pengemasan atau pemakaian, konsisten stabilitas, dan ketersediaan hayati

(Moechtar, 1990).

Makin tinggi viskositas maka akan semakin besar tahanannya. Bila viskositas gas meningkat dengan naiknya temperature, maka viskositas cairan justru menurun jika temperature dinaikkan. Fluiditas dari suatu cairan yang

merupakan kebalikkan dari viskositas akan meningkat dengan makin tingginya temperature. Adapun viskositas suatu zat dipengaruhi dan tergantung pada :

a. Temperature (suhu)

Jika

suhu

naik,

maka

viskositas

suatu

zat

cair

akan

berkurang serta, yaitu harga resiprok dan viskositas tambahan.

b. Tipe aliran larutan Larutan untuk mengalir pada larutan dengan tipe aliran dilatan akan mengalami kenaikkan dengan meningkatnya void (ruang kosong) antar partikel pembentuk suatu suspense (bulk system mengembang atau memuai).

c. Konsentrasi Jika konsentrasi solute tinggi maka viskositasnya tinggi juga karena adanya konsentrasi yang tinggi berarti partikel-partikel zat terlarut adalah banyaknya junlah dan ini mempengaruhi aliran dari larutan tersebut sehingga mempengaruhi viskositas pula

(Citra, 2012).

Jenis zat atau sifat kimia fisika zat terlarut; zat yang memiliki sifat cair yang kasar dan tidak terdispersi merata dalam larutan akan berpengaruh pada tipe alir larutan sehingga juga akan mempengaruhi viskositas dari larutan tersebut

(Suyitno, 2009).

Berdasarkan hokum newton tentang sifat alir cairan, maka tipe aliran dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Newtonian Cairannya mengalir mengikuti aturan viskositas.

Cairannya tidak mengalir mengikuti aturan viskositas. Cairannya biasanya memiliki ukuran molekul yang paling besar atau mempunyai struktur tambahan, misalnya koloid. Untuk mengetahui cairan bukan cairan. Cairan newton sehingga diperlukan tambahan gaya atau jika perlu memcah strukturnya

VI. Alat dan Bahan

6.1. Alat-alat

6.1.1.

Beaker glass

6.1.2.

Neraca analitik

6.1.3.

Mortir dan Alu

6.1.4.

Viskometer Rion

6.2. Bahan

6.2.1. Air

6.2.2. Akasia

6.2.3. Gelatin

6.2.4. Na- CMC

6.2.5. Tilosa

6.2.6. Tragakan

6.3. Gambar Alat

Na- CMC 6.2.5. Tilosa 6.2.6. Tragakan 6.3. Gambar Alat Beaker glass Neraca Analitik (Wiroatmojo, 1998). Mortir
Na- CMC 6.2.5. Tilosa 6.2.6. Tragakan 6.3. Gambar Alat Beaker glass Neraca Analitik (Wiroatmojo, 1998). Mortir

Beaker glass

Neraca Analitik

(Wiroatmojo, 1998).

Na- CMC 6.2.5. Tilosa 6.2.6. Tragakan 6.3. Gambar Alat Beaker glass Neraca Analitik (Wiroatmojo, 1998). Mortir

Mortir dan Alu

Viskometer Rion VII. Prosedur Pada praktikum ini, langkah pertama yang dilakukan adalah alat dan bahan

Viskometer Rion

VII.

Prosedur Pada praktikum ini, langkah pertama yang dilakukan adalah alat dan bahan disiapkan. Kemudian tragakan sebanyak 15 gram dan 30 gram dengan menggunakan neraca analitik. Selanjutnya ukur air yang akan digunakan sebanyak 200 mL dan 300 mL. Lalu 200 mL air dimasukkan kedalam mortir dan tragakan sebanyak 15 gram ditaburkan pada permukaan atas air pada mortir, ini dilakukan untuk konsentrasi 7,5%. Selanjutnya tunggu hingga mengembang sekitar 15 menit. Setelah 15 menit tragakan dan air digerus hingga homogen. Setelah itu larutan uji dimasukkan kedalam beaker glass. Kemudian viskositas larutan uji ditentukan dengan menggunakan viskometer Rion. Selanjutnya prosedur diulangi untuk konsentrasi 10%. Pertama 300 mL air dimasukkan kedalam mortir dan tragakan sebanyak 30 gram ditaburkan pada permukaan atas air pada mortir, ini dilakukan untuk konsentrasi 10%. Selanjutnya tunggu hingga mengembang sekitar 15 menit. Setelah 15 menit tragakan dan air digerus hingga homogen. Setelah itu larutan uji dimasukkan kedalam beaker glass. Kemudian viskositas larutan uji ditentukan dengan menggunakan viskometer Rion.

VIII. Data Pengamatan dan Perhitungan 8.1. Data pengamatan

Konsentrasi

Rotor

Viskositas

7,5 %

1

4 dPas

3

0,7 dPas

10 %

1

25 dPas

3

1,25 dPas

8.2. Perhitungan

IX.

Pembahasan

Sebelum praktikum uji viskositas dilakukan, terlebih dahulu semua alat dan bahan disiapkan. Alat yang akan digunakan adalah alat yang sudah benar-benar bersih sehingga sebelum digunakan, alat-alat dicuci terlebih dahulu dan dikeringkan hingga benar-benar kering menggunakan tissue. Hal ini dikarenakan jika alat yang digunakan belum bersih dan masih basah dapat mempengaruhi hasil uji yang akan diperoleh.

Kemudian tragakan ditimbang sebanyak 15 gram dan 30 gram dengan menggunakan neraca analitik. Penimbangan sebanyak itu dimaksudkan agar larutan uji yang akan dibuat nanti konsentrasinya sesuai dengan yang diinginkan yaitu 7,5% dan 10%. Pada praktikum kali ini praktikan menggunakan tragakan ini dimaksudkan karena uji viskositas

dilakukan pada sediaan suspensi, emulsi, dan lainnya. Oleh karena itu bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah tragakan, karena tragakan bertindak sebagai suspending agent yaitu memperlambat pengendapan, mencegah penurunan partikel, dan mencegah penggumpalan resin dan bahan berlemak. Cara kerja suspending agent yaitu meningkatkan kekentalan. Kekentalan yang berlebihan akan mempersulit rekonstitusi dengan pengocokan. Suspensi yang baik mempunyai kekentalan yang sedang dan partikel yang terlindung dari gumpalan/aglomerasi. Hal ini dapat dicapai dengan mencegah muatan partikel, biasanya muatan partikel ada pada media air atau sediaan hidrofil. Faktor pemilihan suspending agent adalah penggunaan bahan (oral / topikal), komposisi kimia, stabilitas pembawa dan waktu hidup produk (shelf life), serta produk, sumber, inkompatibilitas dari suspending agent. Tragakan adalah eksudat gom kering yang diperoleh dengan penorehan batang Asragalus gummifer Labill dan spesies Astragalus lain. Tragakan menghasilkan mucilago yang kurang lengket dibandingkan dengan akasia, karena itu lebih cocok untuk penggunaan obat luar, seperti : jelly, lotion, pasta, krim.

Dan pada penimbangan praktikan menggunakan neraca analitik digital sebagai alat timbangan ini dikarenakan ketelitian neraca analitik digital yang sangat tinggi sehingga penimbangan yang dilakukan lebih akurat. Sebelum melakukan penimbangan lapisi neraca analitik digital dengan menggunakan kertas perkamen ini dimaksudkan agar neraca analitik tetap bersih dan juga agar dapat dipastikan tidak ada bahan yang tertinggal didalam neraca analitik, karena jika terdapat bahan yang tertinggal didalam neraca analitik dapat mengakibatkan keakuratan neraca analitik menjadi berkurang dan mengakibatkan piringan pada neraca analitik menjadi karatan sehingga neraca analitik tidak dapat digunakan kembali.

Selanjutnya air yang akan digunakan diukur sebanyak 200 mL dan 300 mL ini dimaksudkan agar terbentuk larutan uji dengan konsentrasi 7,5% dan 10%. Tetapi pada awalnya praktikan ingin menghasilkan konsentrasi

5% dan 10% namun karena pada saat memulai praktikum praktikan salah dalam perhitungan maka untuk menghasilkan konsentrasi yang sesuai dengan perhitungan yang tepat maka praktikan memutuskan untuk membuat larutan uji dengan konsentrasi 7,5% dan 10%.

Kemudian 200 mL air dimasukkan kedalam mortir dan tragakan sebanyak 15 gram ditaburkan pada permukaan atas air pada mortir, ini dilakukan untuk konsentrasi 7,5%. Air yang digunakan air biasa tidak perlu menggunakan air panas ini dikarenakan tragakan akan lebih mengembang jika menggunakan air biasa dibanding dengan menggunakan air panas. Pada saat menaburkan tragakan pastikan seluruh tragakan berada diatas permukaan dengan rata, ini dikarenakan jika pada saat menaburkan tragakan tidak rata pada permukaan, maka pada saat menggerus hasil larutan uji yang didapat masih ada gumpalan-gumpalan kecil tragakan atau hasil larutan uji yang didapat tidak sempurna atau tidak sesuai dengan yang diinginkan. Selanjutnya tunggu hingga mengembang sekitar 15 menit. Setelah 15 menit tragakan dan air digerus hingga homogen. Penggunaan mortir pada saat mengembangkan ini dikarenakan jika tragakan sudah mulai mengembang, tragakan bisa segera digerus dalam mortir tidak perlu menggunakan wadah lainnya.

Setelah itu larutan uji dimasukkan kedalam beaker glass. Penggunaan beaker glass dalam hal ini aalah sebagai wadah larutan uji sebelum dimasukkan kedalam alat viskometer Rion untuk menetukan viskositas larutan uji tersebut dengan konsentrasi 7,5%. Pada konsentrasi 7,5% didapat hasil pada rotor 1 adalah 4 dPas dan pada rotor 3 alah 0,7 dPas. Penggunaan Viskometer Rion pada praktikum kali ini dikarenakan Viskometer Rion digunakan untuk mengukur suatu cairan yang memiliki viskositas tinggi. Memiliki rentang ukuran 30 sampai 400.000 mPa's (cP). Hal tersebut cocok dan nyaman pada satu tangan. Dan dapat membaca viskositas dengan segera setelah diaktifkan.

Selanjutnya prosedur diulangi untuk konsentrasi 10%. Pertama 300 mL air dimasukkan kedalam mortir dan tragakan sebanyak 30 gram ditaburkan pada permukaan atas air pada mortir, ini dilakukan untuk konsentrasi 10%. Selanjutnya tunggu hingga mengembang sekitar 15 menit. Setelah 15 menit tragakan dan air digerus hingga homogen. Sebenarnya untuk mengembangkan viskositas yang maksimum dibutuhkan waktu 2-4 jam, namun dikarenakan waktu praktikum yang tidak banyak maka untuk mengembangkan trgakan digunakan waktu 15 menit walaupun hasil pengembangan yang didapat tidak sesuai yang diinginkan. Setelah itu larutan uji dimasukkan kedalam beaker glass. Pada saat dimasukkan kedalam beaker glass pastikan beaker glass telah bersih, karena jika beaker glass tidak bersih hasil yang didapat akan tidak sesuai dengan yang diinginkan. Pada konsentrasi 10% didapat hasil pada rotor 1 adalah 25 dPas dan pada rotor 3 alah 1,25 dPas.

Dari hasil pengamatan dapat dilihat bahwa pengaruh konsentrasi dalam melakukan uji viskositas suatu larutan uji sangat berpengaruh. Semakin tinggi konsentrasi dari suatu larutan uji maka viskositas larutan uji tersebut juga akan semakin besar. Hasil yang praktikan dapatkan sangat sesuai dengan yang tercantum dalam literature yaitu factor-faktor yang mempengaruhi viskositas suatu larutan uji.

X.

Simpulan

1. Larutan uji yang digunakan adalah tragakan, dibuat konsentrasi 7,5% dalam 200 ml dan 10% dalam 300 ml.

2. Viskositas tragakan 7,5% adalah rotor 1 = 4 dPas, rotor 3 = 0,7 dPas dan viskositas tragakan 10% adalah rotor 1 = 25 dPas, rotor 3 = 1,25 dPas.

XI. Daftar Pustaka Citra. 2012. Viskositas dan Rheology. Available at www.scribd.com/doc. 59020312/viskositas_dan_rheology (Diakses pada tanggal 25 April

2015).

Dudgale. 1986. Mekanika Fluida Edisi 3. Jakarta : Erlangga. Kosman, R. 2005. Farmasi Fisika. Universitas Muslim Indonesia :

Makassar. Martin, A. 2008. Kimia Fisika Edisi ke-3. Jakarata : UI Press. Martin, A. 2009. Farmasi Fisik I. Jakarata : UI Press. Moechtar. 1990. Farmasi Fisika Bagian Larutan dan Sistem Dispersi. Yogyakarta : UGM Press. Polban, Himka. 2013. Viskositas. Available at https://himka1polban.com /laporan/kimia-instrumen/laporan-penentuan-viskositas/(Diakses pada tanggal 25 April 2015). Rumus Hitung. 2013. Rumus Viskositas. Available at http://rumushitung .com/2013/10/03/rumus-definisi-viskositas/ (Diakses pada tanggal 24 April 2015). Suyitno. 2009. Viskositas. Available at www.akademik.UNSRI.ac.id/down load/files. (Diakses pada 25 April 2015). Wiroatmojo. 1988. Kimia Fisika. Jakarta : Depdikbud.

XII. Lampiran

Grafik Hubungan Viskositas Terhadap Konsentrasi 30 25 25 20 15 Rotor 1 10 Rotor 3
Grafik Hubungan Viskositas Terhadap
Konsentrasi
30
25
25
20
15
Rotor 1
10
Rotor 3
5
4
1,25
0,7
0
7,5
10
Viskositas (dPas)

Konsentrasi (%)